Artikelilmiahs
Menampilkan 21.001-21.020 dari 50.127 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 21001 | 25964 | H1D015031 | Rancang Bangun Sistem Informasi Marketplace Penyewaan Mobil Berbasis Web | Mobil merupakan salah satu sarana transportasi yang banyak digunakan oleh masyarakat. Namun tingginya harga mobil mengakibatkan masyarakat lebih memilih untuk menyewa mobil ketimbang memilikinya. Salah satu kendala dalam mencari penyewaan mobil yaitu kurangnya informasi terkait ketersediaan jasa penyewaan mobil dan mobil yang ingin disewa. Hal tersebut mengakibatkan waktu penyewa terbuang sia-sia hanya untuk mencari mobil yang dibutuhkan. Sistem Informasi Marketplace merupakan sarana tempat bertemunya penjual dan pembeli secara online, dalam hal ini penyedia jasa dan penyewa mobil. Dengan adanya sistem informasi ini penyewa tidak perlu lagi repot mencari mobil yang dibutuhkan yang sesuai dengan kriteria masing masing, serta penyedia jasa penyewaan mobil lebih mudah dalam melakukan pemasaran dan memperluas jangkauan pemasarannya. Sistem ini dibuat dengan menggunakan metode pengembangan Waterfall, bahasa pemrograman PHP, dan pengelolaan data menggunakan MySQL | Car is one of the means of transportation that widely used by people. However, due to the high price of the car makes people choose to rent a car rather than own it. One problem in finding a car rentals is the lack of information regarding the availability of the car and car rental services that people want to rent. This makes people time wasted just to look for the car they needed. Marketplace information system is a place where sellers and buyers meet online, in this case car service providers and car tenants. With the existence of this information system, tenants no longer have to bother looking for a car that they need according to their criteria, and car rental service providers are easier to do marketing and expand their marketing reach. This system created using Waterfall development method, PHP programming language, and data management using MySQL | |
| 21002 | 23904 | F1B014068 | PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI KELOMPOK USAHA BERSAMA PROGRAM KELUARGA HARAPAN (KUBE-PKH) (Studi Kasus pada Desa Karangtengah, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas) | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, mendeskripsikan dan menganalisis proses pemberdayaan masyarakat beserta faktor yang mempengaruhinya melalui Kelompok Usaha Bersama-Program Keluarga Harapan (KUBe-PKH) di Desa Karangtengah. Penelitian ini menggunakan teori pemberdayaan masyarakat dari Moeljarto yang terdiri dari dua aspek yakni aspek partisipasi masyarakat dan aspek otonomi masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Adapun pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan dipilih secara purposif sesuai tujuan penelitian. Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif untuk menjawab permasalahan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan pemberdayaan masyarakat melalui KUBe-PKH pada Desa Karangtengah dari aspek partisipasi masyarakat dapat dilihat dari tiga sub aspek, yaitu partisipasi dalam perencanaan, partisipasi dalam pelaksanaan, dan partisipasi dalam evaluasi dapat disimpulkan bahwa keterlibatan pengurus dan anggota di beberapa KUBe-PKH masih belum sepenuhnya berperan aktif dalam setiap tahapannya baik itu dalam tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Beberapa pengurus dan anggota masih belum sepenuhnya memunculkan perasaan memiliki terhadap program yang mereka jalankan. Adapun dalam aspek otonomi masyarakat dapat disimpulkan bahwa KUBe-PKH belum sepenuhnya mampu mengurusi urusan KUBe-PKH masing-masing. Faktor pendukung dalam proses pemberdayaan masyarakat melalui KUBe-PKH yakni: (1) peran pendamping yang terus memotivasi, memberi arahan, dan keleluasaan bagi KUBe-PKH; (2) adanya kemauan dari KUBe-PKH yang mau belajar dan menerima arahan dari pendamping; dan (3) koordinasi yang tetap terjalin antara pendamping dan KUBe-PKH. Sedangkan faktor penghambatnya yakni: (1) partisipasi pengurus dan anggota semakin berkurang, lebih banyak keaktifan di awal pembentukan; (2) terdapat usaha individu yang jenis usahanya sama dengan KUBenya (3) pangsa pasar belum jelas; (4) beberapa KUBe-PKH dalam menjalankan kegiatan usahanya bergantung pada musim; (5) modal yang dimiliki masih sedikit; dan (6) kurang fokusnya pendamping dalam mengontrol semua KUBe-PKH karena pendamping KUBe- PKH juga mendampingi KPM PKH yang bukan KUBe-PKH. | This study aims to find out, describe and analyze the process of community empowerment along with the factors that influence it through the KUBe-PKH in Karangtengah Village. This study uses the theory of community empowerment from Moeljarto which consists of two aspects, namely aspects of community participation and aspects of community autonomy. The research method used is qualitative. The data collection is done by interviews, observation, and documentation. Informants were selected purposively according to the research objectives. The collected data was analyzed descriptively to answer the research problems. The results show that community empowerment through KUBe-PKH in Karangtengah Village from the aspect of community participation can be seen from three sub-aspects, namely participation in planning, participation in implementation, and participation in evaluation, it can be concluded that the involvement of administrators and members in some KUBe-PKH is not correct really plays an active role in every stage such as in the stages of planning, implementation, and evaluation. Some administrators and members still have not fully elicited feelings of ownership of the programs they run. As for the aspect of community autonomy, it can be concluded that KUBe-PKH has not been fully able to handle the affairs of the respective KUBe-PKH. Supporting factors in the process of community empowerment through KUBe-PKH are: (1) the role of the facilitator who continues to motivate, give direction and freedom for KUBe-PKH; (2) the willingness of KUBe-PKH to learn and receive direction from the facilitator; and (3) coordination that remains between the facilitator and KUBe-PKH. While the inhibiting factors are: (1) the participation of administrators and members decreases, more activeness at the beginning of formation; (2) there is an individual business whose type of business is the same as the KUBe-PKH (3) the market share is unclear; (4) some KUBe-PKH in carrying out their business activities depend on the season; (5) the capital owned is still small; and (6) the facilitator's lack of focus in controlling all KUBe-PKH because the KUBe-PKH companion also accompanied the PKH KPM which was not KUBe-PKH. | |
| 21003 | 23906 | C1B013110 | PENGARUH DIMENSI FISIK DAN DIMENSI SOSIAL TERHADAP EMOSI KONSUMEN SERTA DAMPAKNYA TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN DAN MEMBANGUN MINAT BERKUNJUNG KEMBALI | Penelitian ini berjudul Pengaruh Dimensi Fisik Dan Dimensi Sosial terhadap Emosi Konsumen Serta Dampaknya Terhadap Kepuasan Konsumen Dan Membangun Minat Berkunjung Kembali (Studi Pada Pelanggan Waroeng Ora Umum Purwokerto). Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengeksplorasi hubungan kausalitas antara dimensi fisik dan dimensi sosial terhadap emosi konsumen; emosi konsumen terhadap kepuasan konsumen; dan kepuasan konsumen terhadap minat berkunjung kembali. Populasi dalam penelitian ini adalah semua konsumen Waroeng Ora Umum Purwokerto. Penentuan ukuran sampel menggunakan metode interval taksiran. Metode pengambilan sampel menggunakan metode teknik convenience sampling. Penelitian ini dilakukan terhadap 135 responden. Alat analisis menggunakan Structural Equational Modeling. Hasil penelitian menunjukkan dimensi fisik dan dimensi sosial berpengaruh positif terhadap emosi konsumen; emosi konsumen berpengaruh positif terhadap kepuasan konsumen; kepuasan konsumen berpengaruh positif terhadap minat berkunjung kembali. Implikasi penelitian ini yaitu sebagai penelitian empiris, hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan oleh Waroeng Ora Umum sebagai bahan pertimbangan untuk meningkatkan strategi pemasaran mereka dengan meningkatkan dimensi fisik, dimensi sosial, emosi konsumen, serta kepuasan konsumen, supaya konsumen ingin berkunjung kembali ke Waroeng Ora Umum. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan perusahaan untuk meningkatkan sikap konsumen, antara lain: a) Semakin meningkatkan dimensi fisik, dengan terus merubah desain dan layout ruangan. Waroeng Ora Umum bisa memilih tema spesifik untuk desain ruangan seperti tema summer, flower, dan lain-lain. Kemudian Waroeng Ora Umum juga dapat menambah spot foto yang instagramable yang dapat dimanfaatkan konsuemn untuk berswafoto; b) Semakin meningkatkan dimensi sosial, dengan cara mengevaluasi dan terus mengingatkan karyawan supaya memberikan pelayanan terbaik bagi konsumen. Memberikan kesempatan bagi konsumen untuk melaporkan karyawan yang berperilaku kurang baik terhadap konsumen dengan menyediakan kotak kritik dan saran; c) Menciptakan suasana yang bisa meningkatkan rasa senang atau emosi positif pelanggan seperti menambah fasilitas-fasilitas permainan yang belum ada seperti board game, pingpong, dan lain-lain; d) Berupaya meningkatkan kepuasan pelanggan dengan memberikan pelayanan terbaik dan totalitas bagi pelanggan Waroeng Ora Umum. Upaya yang bisa dilakukan misalnya dengan melakukan promosi dengan memberikan diskon atau vouncher makan bagi pelanggan yang mengunjungi Waroeng Ora Umum lebih dari 10 kali. Selain itu Waroeng Ora Umum bisa memberikan kemudahan bagi pelanggan yang tidak ingin datang secara langsung ke Waroeng Ora Umum namun ingin membeli menu bisa difasilitasi dengan delivery order atau bekerjasama dengan jasa Go Food. | This study entitled The Effect of Physical Dimensions and Social Dimensions on Consumer Emotions and Their Impacts on Consumer Satisfaction and Building Revisit Intention (Study of Customers of Waroeng Ora Umum Purwokerto). The purpose of this study is to explore the causal relationship between physical dimensions and social dimensions of consumer emotions; consumer emotions towards customer satisfaction; and customer satisfaction toward revisit intention. The population in this study were all consumers of Purwokerto Waroeng Ora Umum. Sample size determination uses the estimated interval method. The sampling method uses the convenience sampling technique. This research was conducted on 135 respondents. The analytical tool uses Structural Equational Modeling. The results showed that the physical dimensions and social dimensions have a positive effect on consumer emotions; consumer emotions have a positive effect on customer satisfaction; consumer satisfaction has a positive effect on revisit intention. The implication of this research is that as empirical research, the results of this study can be utilized by Waroeng Ora General as a consideration to improve their marketing strategies by increasing physical dimensions, social dimensions, consumer emotions, and customer satisfaction, so consumers want to return to General Waroeng Ora. There are several ways that companies can do to improve consumer attitudes, including: a) Increasing the physical dimension, by continuing to change the design and layout of the room. General Waroeng Ora can choose specific themes for room design such as summer, flower, and so on. Then the General Ora Waroeng can also add instagramable photo spots that can be used by photographers; b) Increasingly improving the social dimension, by evaluating and continuously reminding employees to provide the best service for consumers. Providing opportunities for consumers to report employees who behave poorly towards consumers by providing a box of criticism and suggestions; c) Creating an atmosphere that can increase the feeling of happiness or positive emotions of the customer, such as adding to existing game facilities such as board games, ping pong, etc .; d) Trying to increase customer satisfaction by providing the best service and totality for customers of General Waroeng Ora. Efforts can be made, for example, by promoting a discount or meal vouncher for customers who visit the General Ora Waroeng more than 10 times. In addition, General Waroeng Ora can provide convenience for customers who do not want to come directly to the General Ora Waroeng but want to buy a menu can be facilitated by a delivery order or in collaboration with Go Food services. | |
| 21004 | 23907 | C1M014043 | PENGARUH LINGKUNGAN SEKOLAH, PERSEPSI TENTANG CARA MENGAJAR GURU DAN KEBIASAAN BELAJAR SISWA TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS VII DAN VIII DI SMP N 2 CIMANGGU | RINGKASAN Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh lingkungan sekolah, persepsi tentang cara mengajar guru dan kebiasaan belajar siswa terhadap hasil belajar. Responden dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII dan VIII di SMPN 2 Cimanggu. Jumlah responden dalam penelitian ini ditentukan berdasarkan metode Slovin dengan jumlah 186 responden. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data dengan menggunakan regresi sederhana dapat disimpulkan bahwa : (1) Lingkungan sekolah berpengaruh positif terhadap hasil belajar siswa. (2) Persepsi tentang cara mengajar guru berpengaruh positif terhadap hasil belajar siswa dan (3) Kebiasaan belajar berpengaruh positif terhadap hasil belajar siswa. Implikasi berdasarkan hasil penelitian ini, maka pihak sekolah perlu melakukan berbagai macam peningkatan pelayanan kepada siswa seperti peningkatan fasilitas sekolah dan peningkatan budaya disiplin di lingkungan sekolah serta meningkatkan kompetensi guru melalui program pelatihan dan pengembangan untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Kata Kunci : Lingkungan Sekolah, Persepsi Tentang Cara Mengajar Guru, Kebiasaan Belajar Siswa, Hasil Belajar Siswa | SUMMARY The aim of this research is to determine the effect of school enviroments, student perception of teacher's teaching method and student learning habits toward student learning outcomes. The respondents in this research are students in junior high scholl 2 Cimanggu. The number of the respondents in this research is determined based on Slovin method, and determined amount of 186 respondents Based on the results of this research and data analsis using multiple regression analysis, can be concluded that: (1) school enviroments has positive effect on student learning outcomes. (2) student perception of teacher's teaching method has positive effect on student learning outcomes and (3) student learning habits has positive effect on student learning outcomes. Implication based on result of this study, the school needs to do various kinds of improvement in service for students such as improving school facilities and improving discipline culture in school environment as well as improving teacher competence through training and development programs to improve student learning outcomes. Keywords: School Enviroments, Student Perception of Teacher's Teaching Method, Student Learning Habits, Student Learning Outcomes. | |
| 21005 | 23909 | G1I014004 | Hubungan antara Indeks Massa Tubuh dengan Kemampuan Kardiorespiratori Mahasiswa Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi Universitas Jenderal Soedirman Angkatan 2016 | ABSTRAK Latar Belakang: Indeks Massa Tubuh (IMT) merupakan cara sederhana untuk memantau status gizi orang dewasa, khususnya yang berkaitan dengan kekurangan atau kelebihan berat badan atau obesitas. Daya tahan umum adalah kemampuan tubuh dalam melakukan aktivitas terus–menerus yang berlangsung cukup lama dalam keadaan aerobik atau sistem metabolisme yang memerlukan pasokan oksigen dari luar untuk mendapatkan tenaga bergerak atau berkontraksi. Tujuan: Penelitian observasional ini bertujuan untuk mengetahui adakah Hubungan antara Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan Kemampuan Kardiorespiratori Mahasiswa Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi Universitas Jenderal Soedirman Angkatan 2016. Metodologi: Penelitian observasional ini menggunakan pendekatan cross sectional yaitu penelitian yang dilakukan pada satu waktu untuk mencari hubungan antara variabel independen (faktor resiko) dan dependen (efek). Penelitian ini dilaksanakan di Gelanggang Olahraga Soesilo Soedarman Universitas Jenderal Soedirman untuk mengukur Indeks Massa Tubuh (IMT) dan Multistage Fitness Test (MFT) menggunakan sampel 39 mahasiswa dengan teknik total sampling. Analisis data menggunakan uji asumsi klasik yaitu uji normalitas, uji homogenitas, dan uji korelasi. Hasil Penelitian: Nilai deskripsi statistik Indeks Massa Tubuh (IMT) memiliki rata-rata 21,44, nilai tengah 20,57, nilai standar deviasi 2,76, nilai maksimal 27,81, dan nilai minimal 17,48. Sedangkan Multistage Fitness Test (MFT), memiliki nilai rata-rata 46,71, nilai tengah 45,35, nilai standar deviasi 9,44, nilai maksimal 71,2, dan nilai minimal 29,8. Hal tersebut menunjukan Ho dierima: tidak terdapat Hubungan antara Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan Kemampuan Kardiorespiratori Mahasiswa Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi Universitas Jenderal Soedirman Angkatan 2016 (p = 0,408). Kesimpulan: Tidak terdapat Hubungan antara Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan Kemampuan Kardiorespiratori Mahasiswa Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi Universitas Jenderal Soedirman Angkatan 2016. Kata Kunci: Multistage Fitness Test (MFT), VO2Max, Adenosine Triphospat, Pendidikan Jasmani. | THE RELATIONSHIP BETWEEN BODY MASS INDEX (BMI) AND CARDIORESPIRATORY ABILITY OF 2016Th GRADE PHYSICAL EDUCATION STUDENTS IN JENDERAL SOEDIRMAN UNIVERSITY Rani Budiarti Background: Body Mass Index (BMI) is a simple way to observe the nutritional status of adults, especially those related to deficiency or being overweight or obese. General endurance is the body's ability to carry out continuous activities that last long enough in an aerobic or metabolic system that requires an outside supply of oxygen to get the power to move or contract. Objective: This study aims to determine the relationship between Body Mass Index (BMI) and Cardiorespiratory ability of 2016th grade of physical education students in Jenderal Soedirman University. Methodology: This observational study use a cross sectional approach. This research was conducted at the Soesilo Soedarman Sports Center of Jenderal Soedirman University to measure Body Mass Index (BMI) and Multistage Fitness Test (MFT) using a sample of 39 students with total sampling technique. Data analysis use classical assumption test, namely normality test, homogeneity test, and correlation test. Research Results: The statistical description of the Body Mass Index (BMI) has an average of 21,44, a mean value of 20,57, a standard deviation value of 2,76, a maximum value of 27.81, and a minimum value of 17,48. While Multistage Fitness Test (MFT), has an average value of 46,71, the middle value is 45,35, the standard deviation value is 9.44, the maximum value is 71,2, and the minimum value is 29,8. This shows that Ho is accepted: There is no correlation between Body Mass Index (BMI) and the Ability of Cardiorespirators in Health and Recreation Physical Education Students of Jenderal Soedirman University in 2016 (p = 0,408). Conclusion: There is no relationship between the Body Mass Index (BMI) and Cardiorespiratory ability of 2016th grade of physical education students in jenderal soedirman university. Keywords: Multistage Fitness Test (MFT), VO2Max, Adenosine Triphospat, Physical Education. | |
| 21006 | 25801 | G1A013063 | FUNGSI KOGNITIF PADA PASIEN HIV-AIDS DI RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO | FUNGSI KOGNITIF PADA PASIEN HIV-AIDS DI RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO Sisislia T J S S1, Yuanita Mardastuti2, M. Zaenuri Syamsu Hidayat. 1,2 1Fakultas Kedokteran, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto; 2Rumah Sakit Umum Daerah Prof. Dr. Margono Soekarja Purwokerto E-mail: sisiliatjs@gmail.com Latar Belakang: Laporan perkembangan situasi masalah HIV-AIDS di Indonesia pada Oktober – Desember 2017 sebanyak 14.640 kasus. Kasus HIV-AIDS yang dilaporkan di Kabupaten Banyumas sejak tahun 2015 sebanyak 251 kasus, di mana merupakan angka yang cukup tinggi di Jawa Tengah. Penemuan kasus baru pada tahun 2015 di bagian VCT RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo berjumlah 131 dari 721 data klien yang melakukan test HIV, jumlah yang meningkat dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Komplikasi neurokognitif terjadi pada 3-20% dari seluruh individu yang terinfeksi HIV. Komplikasi neuropsikiatrik ditemukan pada hampir sepertiga dari penderita AIDS, dengan gejala klinis yang bervariasi dan memiliki spektrum mulai dari gangguan kognitif ringan hingga gangguan kognitif berat. Keterlibatan sistem saraf pada infeksi HIV terjadi secara langsung karena virus dan tidak langsung akibat infeksi oportunistik karena immunocompromised. Studi di negara Barat melaporkan komplikasi sistem saraf terjadi pada 30-70% penderita HIV. HIV-AIDS masih menjadi masalah dunia yang harus terus diperhatikan dan diteliti. Tujuan: Mendeskripsikan fungsi kognitif pasien HIV-AIDS dan mengetahui gambaran fungsi kognitif pasien HIV-AIDS. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif dengan menggunakan instrumen penilaian kuesioner (MMSE dan Ina-MoCA) Hasil: Hasil dari penelitian ini ialah tidak terjadi penurunan fungsi kognitif pada 6 partisipan. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi penurunan atau gangguan fungsi kognitif yang berarti karena masih banyak faktor lain yang mempengaruhi fungsi kognitif. Kata Kunci : HIV-AIDS, Fungsi Kognitif | COGNITIVE FUNCTIONS IN HIV-AIDS PATIENTS IN RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO Sisislia T J S S1, Yuanita Mardastuti2, M. Zaenuri Syamsu Hidayat. 1,2 1 Faculty of Medicine, Jenderal Soedirman University, Purwokerto; 2Prof. Dr. Margono Soekarjo Regional Public Hospital; ABSTRACT Backgrounds: The progress report of HIV-AIDS cases in Indonesia in October-December 2017 was 14.640 cases. HIV-AIDS case reported in Banyumas Regency since 2015 had been 251 cases, a quite-high amount in Central Java. The incidence in 2015 in VCT clinic of RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo was 131 of 721 clients who took HIV test, an increasing amount than years before. Neurocognitive complication occurs in 3-20% of HIV patients. Neuropsychiatric complication is found in almost one third of AIDS patients, with various clinical symptoms and diver spectrum from mild to severe cognitive impairment. Nervous system involvement in HIV infection occurs directly due to the virus and indirectly due to opportunistic infection in immunocompromised condition. A study in Westerns reported neurological complication occurred in 30-70% HIV patients. HIV-AIDS is still become a worldwide problem that should be concerned and researched. Objectives: To describe cognitive functions in HIV-AIDS patients and to know the representation of cognitive functions in HIV-AIDS patients. Method: This was descriptive research with qualitative approach using questionnaire instruments (MMSE and Ina-MoCA). Result: The result of this research was no cognitive function deterioration in 6 participants. Conclusion: Based on the result of this research, concluded that there was no significant result in cognitive function deterioration or impairment because there were other factors influencing cognitive function. Keywords: HIV-AIDS, Cognitive Function | |
| 21007 | 23911 | H1D014047 | PENGARUH VARIASI DURASI RENDAMAN AIR TERHADAP KARAKTERISTIK MARSHALL CAMPURAN ASPAL DENGAN PLASTIK PET | Aspal sebagai bahan perkerasan jalan untuk saat ini masih banyak digunakan karena berbagai kelebihan yang dimilikinya. Dengan berbagai kelebihan yang dimilikinya, tentu ada pula kekurangan yang dimiliki perkerasan lentur. Masalah kekuatan (durability) menjadi masalah serius yang selalu terjadi pada perkerasan lentur. Salah satu yang sangat mempengaruhi kekuatan perkerasan lentur yaitu air. Semakin lama campuran aspal terendam air, maka akan mengurangi tingkat kekuatan aspal tersebut. Salah satu cara untuk meningkatkan mutu campuran beraspal yaitu dengan menambahkan plastik PET. Plastik PET banyak ditemukan pada botol plastik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan plastik PET pada campuran aspal modifikasi terhadap faktor rendaman. Plastik PET akan dicampurkan dengan aspal penetrasi 60/70 sebagai aspal modifikasi. Kadar penambahan plastik PET pada aspal modifikasi sebesar 1%, 2%, 3% dan 4% dari kadar aspal optimum. Variasi perendaman yang digunakan yaitu 30 menit, 6 jam dan 12 jam. Sampel campuran aspal modifikasi diuji dengan pengujian marshall. Dalam pengujian marshall pada penelitian ini hanya meninjau 7 (tujuh) kriteria yang harus dipenuhi sesuai dengan spesifikasi Bina Marga Divisi 6 (Revisi 3) tahun 2010. Kadar plastik optimum campuran aspal yang digunakan yaitu 6,2%. Hasil pengujian aspal modifikasi dengan plastik PET yaitu peningkatan nilai stabilitas, MQ, density dan VFA serta pengurangan nilai flow, VIM dan VMA. Pengaruh variasi durasi perendaman hanya pada nilai stabilitas, flow dan MQ. Pengaruh lama perendaman terhadap aspal modifikasi berupa pengurangan nilai stabilitas dan MQ serta peningkatan nilai flow. Nilai IKS campuran aspal standar akan mengalami penurunan sebesar 9%, lebih besar dari campuran aspal modifikasi yang mengalami penurunan sebesar 6%-8%. Penggunaan plastik PET pada kadar 1%-3% akan meningkatkan nilai IKS campuran aspal modifikasi dari pada campuran aspal standar. Kadar plastik optimum terdapat pada kadar 2% ditinjau dari nilai IKS tertinggi. | Asphalt as materials for road pavement is still widely used because of its various advantages. With the many advantages it has, of course there are also disadvantages that flexible pavements. Problems strength (durability) becomes a serious problem that always occurs in flexible pavement. One that greatly affects the flexible pavement that is water. The longer the mixture of asphalt under water, it will reduce the power level of the asphalt. One way to improve the quality of asphalt mixture by adding a PET plastic. PET plastic is found in many plastic bottles. This study aimed to determine the effect of PET plastic in asphalt modification to the immersion factor. PET plastics to be mixed with bitumen 60/70 penetration as asphalt modification. Extra levels of PET plastic in bitumen modification by 1%, 2%, 3% and 4% of the optimum bitumen content. Variations on the submersion of 30 minutes, 6 hours and 12 hours. Samples were tested with the modified asphalt mixture marshall testing. In marshall testing in this study is review seven (7) criteria to be met in accordance with the specifications of Highways Division 6 (Revision 3) in 2010. Levels of plastic optimum asphalt mixture used is 6.2%. The test results of asphalt modified with PET plastic that is the increase in the value of stability, MQ, density and VFA as well as the reduction in the value of flow, VIM and VMA. The influence of variations in the duration of immersion only on the value of stability, flow and MQ. Effect of soaking time on the asphalt modification in the form of a reduction in the value of stability and MQ as well as an increase in the value of flow. Value IKS standard asphalt mixture will be decreased by 9%, greater than the asphalt modification which decreased by 6% -8%. The use of PET plastic in levels of 1% -3% will increase the value of IKS mix asphalt modification of the standard asphalt mix. Plastic optimum levels are at a level of 2% in terms of value of the highest IKS. | |
| 21008 | 23912 | F1A014060 | PARTISIPASI PELAJAR DALAM “KOMUNITAS JUANG” DI KABUPATEN BANYUMAS | Partisipasi pelajar dalam Komunitas Juang di Kabupaten Banyumas merupakan suatu bentuk partisipasi yang dilakukan pelajar dalam dunia politik. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui alasan pelajar mengikuti Komunitas Juang, bentuk partisipasi pelajar dan dampak positif serta negatif yang muncul dari partisipasi dalam Komunitas Juang Kabupaten Banyumas bagi pelajar. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik penentuan informan adalah teknik purposive sampling dan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Sasaran utama adalah pelajar yang tergabung dalam Komunitas Juang Banyumas, dan sasaran pendukungnya adalah Asisten Mentor Juang pengampu Kabupaten Banyumas. Sumber data dalam penelitian ini diperoleh dari dua sumber yakni data primer dan data sekunder. Metode analisis data menggunakan analisis interaktif dari Milles dan Huberman, yang terdiri dari empat komponen analisa yakni, pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Validitas data menggunakan teknik triangulasi sumber. Hasil penelitian ini yaitu alasan pelajar mengikuti Komunitas Juang Kabupaten Banyumas karena ingin menambah teman, saudara, wawasan, dan pengalaman baru dalam dunia politik, bentuk kegiatan yang diikuti pelaja di Komunitas Juang dibagi menjadi dua yakni kegiatan dari segi sosial dan segi politik dan Dampak positif yang diungkapkan pelajar adalah mereka menemukan teman, saudara, dan pengalaman baru, mereka juga , dampak negatif dari partisipasi yang pelajar lakukan di Komunitas Juang adalah pelajar merasa ketinggalan pelajaran yang ada di sekolah. | Student participation in the Juang Community in Banyumas Regency is a form of student participation in politics. The purpose of this study was to find out the reason students take part in the Juang Community, the form of student participation and the positive and negative impacts that arise from participation in the Juang Community of Banyumas Regency for students. This study uses descriptive qualitative research methods with the technique of determining informants is purposive sampling technique and data collection techniques using interviews, observation and documentation. The main target is students who are members of the Banyumas Juang Community, and the target of their supporters is the Assistant Chief Mentor of Juang Pengampu Banyumas. Sources of data in this study were obtained from two sources namely primary data and secondary data. The method of data analysis uses interactive analysis from Milles and Huberman, which consists of four components of analysis namely, data collection, data reduction, data presentation, and conclusion drawing. Data validity uses source triangulation techniques. The results of this study are the reasons students take part in the Juang Community in Banyumas Regency because they want to add friends, relatives, insights, and new experiences in politics. The form of activities attended by students in the Juang Community is divided into two, namely social and political aspects and positive impacts. expressed by students is that they find friends, relatives, and new experiences, they also, the negative impact of the participation that students have made in the Juang Community is that students feel they have missed the lessons at school. | |
| 21009 | 23913 | F1G013036 | Analisis Gaya Bahasa Pada Enam Lirik Lagu dalam Album KebesaranMu Karya Power Metal | Sebagai legenda musik rock di tanah air, nama Power Metal cukup terkenal dan populer pada tahun 1990 an. Power Metal adalah band beraliran Heavy metal yang berasal dari Indonesia. Pada tahun 2005, album ke-8 berjudul KebesaranMu telah beredar. Hits-hits andalan di album tersebut antara lain, “Lagu Kebebasan”, “Srigala Malam” dan lagu religi yang berjudul “KebesaranMu”. Dalam menggunakan bahasa, Power Metal sangat menarik terkait dengan pemilihan kata di setiap liriknya. Pada album KebesaranMu ini terdapat sepuluh lagu. Dari sepuluh lagu pada album tersebut terdapat enam lagu yang memiliki gaya bahasa yang menarik karena didalamnya terdapat nilai-nilai sosial, keenam lagu yang diteliti tersebut adalah “Lagu Kebebasan”, “Sang Pendusta”, “KebesaranMu”, “Srigala Malam”, “Yang Terindah”, dan “Gila”. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis. Pada penelitian ini proses analisis dilakukan untuk menganalisis gaya bahasa yang ada dalam lirik lagu pada album KebesaranMu karya Power Metal dengan menggunakan pendekatan stilistika. Pendekatan stilistika adalah pendekatan yang memberikan perhatian utama terhadap tampilan bahasa di dalam karya sastra. Pesan moral dari keenam lirik lagu tersebut adalah seseorang yang mencari jati diri yang menginginkan kebebasan dalam segala hal, yang menghalalkan segala cara walau menjadi pendusta dengan memberi janji-janji kosong asal keinginannya tercapai yang akhirnya membuat seseorang tersebut kehilangan jati diri karena masuk kedalam dunia yang salah. Namun semua itu dapat berubah menjadi lebih baik dengan memperbaiki hidup dan memperoleh semangat baru sehingga dapat terlepas dan bebas dari kesesatan masa lalu dengan jalan bertobat, berserah diri dan berdoa kepada Tuhan YME. | As the legend of rock music in the homeland, the name of Power Metal is quite famous and popular in 1990s. Power Metal is a Heavy metal band from Indonesia. In 2005, the 8th album entitled KebesaranMu has circulated. Mainstay hits on the album such as "Lagu Kebebasan", "Srigala Malam" and a religious song entitled "KebesaranMu". In using language, Power Metal is very interesting related to the word selection in each lyrics. There are ten songs on the album KebesaranMu. From the ten songs on the album, there are six songs that have an interesting language style because it contains social values. The six songs that studied are “Lagu Kebebasan”, “Sang Pendusta”, “KebesaranMu”, “Srigala Malam”, “Yang Terindah”, and “Gila”. This research used descriptive analysis method. In this research, the analysis process was carried out to analyze the style of language contained in the song lyrics on the album KebesaranMu by Power Metal using a stylistic approach. The stylistic approach is an approach that gives primary attention to the appearance of language in literary works. The moral message of this six song lyrics is someone who is looking for identity that wants freedom in all things, which justifies any way even though its a liar by giving empty promises as long as the desire is achieved which ultimately makes a person lose identity because entered the wrong world. But that all can change to be better by improving life and gaining new spirit so can be released and free from the error of the past by repenting, surrender and pray to God. | |
| 21010 | 23914 | G1B014061 | KESIAPAN STAKEHOLDER TINGKAT PUSKESMAS DALAM PELAYANAN 155 DIAGNOSA PENYAKIT DI PUSKESMAS PADAMARA KABUPATEN PURBALINGGA TAHUN 2018 | Latar Belakang: BPJS Kesehatan menerapkan kebijakan mengenai pelayanan rujukan. Dalam memberikan pelayanan Puskesmas harus mampu menangani dan memahami 155 diagnosa penyakit. Kebijakan tersebut menargetkan untuk rasio rujukan nonspesialistik sebesar <5% tiap bulan, namun masih ada FKTP yang melebihi target tersebut, Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesiapan stakeholder tingkat puskesmas dalam pelayanan 155 diagnosa penyakit di Puskesmas Padamara Kabupaten Purbalingga Tahun 2018. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif evaluatif, penentuan subjek penelitian dengan metode purposive sampling sebanyak 11 orang. Hasil Penelitian: Ketersediaan sumber daya manusia dan logistik di Puskesmas Padamara sudah mencukupi, perencanaan kegiatan sudah rutin dilakukan, pembagian tugas di Puskesmas Padamara sesuai dengan tupoksinya, Puskesmas Padamara masih memberikan kelonggaran merujuk pasien sehingga Rasio Rujukan Nonspesialistik puskesmas melebihi target, pengawasan rujukan berjenjang melibatkan BPJS Kesehatan dan Dinas Kesehatan Kabupaten, dan Pola pikir masyarakat mampu mempengaruhi jalannya pelayanan rujukan berjenjang di Puskesmas Padamara. Simpulan: Tingginya rasio rujukan nonspesialistik di Puskesmas Padamara karena rendahnya pemahaman pasien mengenai kebijakan rujukan berjenjang dan belum sepenuhnya puskesmas menerapkan pelayanan 155 diagnosa. | Background: BPJS Kesehatan implementing a policy about referral service. In providing the services, Community Health Centers must be capable on handle and understand 155 diagnoses of disease. That policy targetting nonspecialistic referral ratio about <5% every months, but FKTP still exceeding that target. This research aims to describe Community Health Centers stakeholder’s readiness on their 155 diagnoses of disease services in Padamara Community Health Centers Purbalingga on 2018. Method: This research used qualitative desrcriptive evaluative type, subject determination on this research used purposive sampling methods in about 11 people. Results: Human resources and logistics availability in Padamara Community Health Centers is already enough, activity planning has been done routinely, job distribution on Padamara Community Health Centers already appropriate with that tupoksi, Padamara Community Health Centers still gives leeway in reffering patients so that nonspecialistic referral ratio exceeding the target, tiered referral supervision involve BPJS Kesehatan and District Health Service, and society’s mindset can affect the course of tiered refferral service in Padamara Community Health Centers. Conclusion: The height of nonspecialistic referral ratio in Padamara Community Health Centers caused by patient’s low understanding about tiered referral policy and Community Health Centers not yet fully implementing the 155 diagnoses services. | |
| 21011 | 23915 | F1B114024 | PARTISIPASI DAN DESENTRALISASI DALAM PROGRAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI DANA DESA (STUDI KASUS DI DESA KARANGTENGAH, KECAMATAN BATURRADEN, KABUPATEN BANYUMAS) | Penelitian ini berjudul Partisipasi dan Desentralisasi dalam Program Pemberdayaan Masyarakat Melalui Dana Desa (Studi Kasus di Desa Karangtengah, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas). Judul tersebut dilatarbelakangi oleh banyak fakta menunjukkan bahwa pembangunan selalu terkait dengan upaya mengatasi kemiskinan. Kemiskinan akan terentaskan jika program diarahkan untuk memberikan stimulasi bagi upaya pemberdayaan masyarakat. Nomenklatur pemberdayaan masyarakat begitu familiar sebagai salah satu upaya dalam mengentaskan kemiskinan. Setiap desa menggulirkan berbagai upaya yang mengatasnamakan program pemberdayaan masyarakat yang dibiayai melalui dana desa tersebut, seperti pada Desa Karangtengah, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui partisipasi dan desentralisasi dalam program pemberdayaan masyarakat melalui dana desa di Desa Karangtengah, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling pemilihan informan yang benar-benar mengerti tentang informasi objek penelitian dan informan dapat dipercaya sebagai sumber data yang berkompeten dan untuk memperoleh data. Pengumpulan data digunakan dengan wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Metode analisis data yang digunakan adalah metode analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi dalam perencanaan, pelaksanaan, pengendalian maupun pemanfaatan hasil program pemberdayaan masyarakat melalui dana desa pada tahun 2016 masih dinilai kurang aktif. Banyak masyarakat Desa Karangtengah yang belum menerima dan memanfaatkan hasil program. Sama halnya dengan desentralisasi yang dilaksanakan dalam perencanaan, pelaksaaan, pengendalian, serta pemanfaatan hasil program pemberdayaan masyarakat melalui dana desa tahun 2016 dinilai masih bersifat top down atau hanya melalui pengelola program, baik itu perangkat desa, komando kecamatan, maupun komando kabupaten. Sehingga, beberapa program pemberdayaan masyarakat di Desa Karangtengah tersebut bukan berdasarkan kebutuhan masyarakat Desa Karangtengah. Untuk itu, beberapa program pemberdayaan masyarakat di Desa Karangtengah yang telah diteliti, tidak dapat memberdayakan masyarakat Desa Karangtengah. | This research entitled Participation and Decentralization in Community Empowerment Program Through Village Fund (Case Study in Karangtengah Village, Baturraden Sub-district, Banyumas Regency). The title is motivated by many facts indicate that development is always associated with efforts to overcome poverty. Poverty will be concentrated if the program is directed to provide stimulation for community empowerment efforts, not to provide capital only because the community capital is not automatically empowered and independent. Nomenclature of community empowerment is so familiar as one of the efforts in alleviating poverty. Each village initiated various efforts on behalf of the community empowerment program funded through the village fund, such as in Karangtengah Village, Baturraden Subdistrict, Banyumas Regency. The purpose of this research is to know the participation and decentralization in community empowerment program through village fund in Karangtengah Village, Baturraden Subdistrict, Banyumas Regency. The research method used in this study is a qualitative method. Selection of informants using purposive sampling technique selection of informants who really understand about the information object research and informants can be trusted as a source of data competent and to obtain data. Data collection is used with in-depth interviews, observation and documentation. Data analysis method used is interactive analysis method. The results showed that participation in planning, implementing, controlling and utilizing the results of community empowerment programs through village funds in 2016 was still considered to be less active. Many Karangtengah villagers have not received and utilized the results of the program. Similarly, decentralization carried out in planning, implementing, controlling, and utilizing the results of the community empowerment program through village funds in 2016 is considered to be still top down or only through program managers, be it village officials, sub-district commands, or district commands. So, some community empowerment programs in Karangtengah Village are not based on the needs of the Karangtengah Village community. For this reason, several community empowerment programs in Karangtengah Village perspective that have been studied, not yet able to empower the community. | |
| 21012 | 23916 | G1A013115 | HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN KECEMASAN IBU YANG MEMILIKI ANAK SKIZOFRENIA DIDESA TLAHAB LOR KECAMATAN KARANGREJA KABUPATEN PURBALINGGA | HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN KECEMASAN IBU YANG MEMILIKI ANAK SKIZOFRENIA DI DESA TLAHAB LOR KECAMATAN KARANGREJA KABUPATEN PURBALINGGA Chandrawati Prima Dewi 1, Basiran2, Miko ferrine 3 1 Peneliti, Fakultas Kedokteran, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto; 2 Pembimbing penelitian, Departemen Ilmu Kesehatan Jiwa, Rumah Sakit Umum Daerah Banyumas; 3 Pembimbing penelitian,Departemen Bioetik, Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman, Indonesia . Email: chandrpde@gmail.com ABSTRAK Latar Belakang: Skizofrenia merupakan gangguan psikotik kronis yang ditandai oleh episode akut yang mencakup kondisi terputus dengan realitas. Skizofrenia dapat menimbulkan kecemasan bagi orang-orang terdekatnya, terutama ibu sebagai seseorang yang paling dekat dengan anak yang menderita skizofrenia. Pengetahuan mengenai kesehatan mental merupakan awal usaha dalam memberikan iklim yang kondusif dalam proses penyembuhan penyakit skizofrenia. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan kecemasan ibu yang memiliki anak skizofrenia di Desa Tlahab Lor Kecamatan Karangreja Purbalingga. Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan observasional analitik dengan wawancara langsung menggunakan Knowledge About Schizophrenia (KAST) dan Kuesioner Depresion Anxiety Stress Scale (DASS 42). Sampel ditentukan menggunakan total sampling technique yang terdiri dari 31 responden. Hasil: Hasil yang didapat dari 31 responden dengan uji korelasi Pearson Product Moment menunjukkan bahwa rata – rata skor pengetahuan responden dalam penelitian ini sebesar 8,61. Rata – rata skor kecemasan responden pada penelitian ini sebesar 21,74 dengan nilai r = - 0,848 dan nilai p = 0,000. Sehingga terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan kecemasan ibu yang memiliki anak skizofrenia di Desa Tlahab Lor kecamatan Karangreja Kabupaten Purbalingga. Kesimpulan: Semakin rendah skor pengetahuan maka semakin tinggi skor kecemasan pada ibu yang memiliki anak skizofrenia di Desa Tlahab Lor kecamatan Karangreja Kabupaten Purbalingga. Kata kunci: Ibu, Kecemasan, Pengetahuan, Skizofrenia. | THE RELATIONSHIP BETWEEN KNOWLEDGE AND ANXIETY OF MOTHER WITH SCHIZOPHRENIC CHILD IN NORTH TLAHAB KARANGREJA PURBALINGGA Chandrawati Prima Dewi 1, Basiran2, Miko ferrine 3 1 Peneliti, Fakultas Kedokteran, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto; 2 Pembimbing penelitian, Departemen Ilmu Kesehatan Jiwa, Rumah Sakit Umum Daerah Banyumas; 3 Pembimbing penelitian,Departemen Bioetik, Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman, Indonesia . Email: chandrpde@gmail.com ABSTRACT Background: Schizophrenia is a chronic psychotic disorder characterized by acute episodes which includes a condition of disconnected with the reality. Schizophrenia can cause anxiety for closest person who lived with schizophrenia patient, especially a mother. Knowledge about mental health is the beginning of an effort to provide a conducive climate in the healing process of schizophrenia. Objective: This study was aimed to determine the relationship between knowledge and anxiety of mothers with schizophrenic child in North Tlahab, Karangreja, Purbalingga. Methods: This study was used an observational analytic design with direct interviews using Knowledge About Schizophrenia (KAST) and Depression Anxiety Stress Scale Questionnaire (DASS 42). The subject was selected through total sampling consisted of 31 respondents. Results: The results obtained from 31 respondents with Pearson Product Moment correlation test, the mean score of knowledge in this study was 8.61. The mean score of anxiety in this study was 21.74 with r value= - 0.848 and p value = 0.000. Thus, It showed that there was a significant relationship between knowledge and anxiety of mothers with schizophrenic child in North Tlahab, Karangreja, Purbalingga. Conclusion: The lower the knowledge score, the higher the anxiety score in mothers with schizophrenic child in North Tlahab, Karangreja, Purbalingga. Keywords: Anxiety, Knowledge, Mother, Schizophrenia | |
| 21013 | 23917 | H1D014044 | KAJIAN TARIF OPERASIONAL BUS RAPID TRANSIT (BRT) BERDASARKAN BIAYA OPERASIONAL KENDARAAN (BOK) DAN WILLINGNES TO PAY (WTP) ( Studi Kasus : Koridor I Purwokerto - Purbalingga ) | Moda transportasi umum berupa mikro bus menjadi moda transportasi umum yang diandalkan oleh masyarakat Purwokerto dan Purbalingga untuk menghubungkan kedua wilayah dengan pelayanan yang kurang memadai. Untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat di bidang transportasi, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melakukan pembangunan BRT Trans Jateng koridor I Purwokerto-Purbalingga pada tanggal 13 Agustus 2018. Dalam penentuan tarif angkutan umum seringkali ditemukan beberapa pendapat yang berbeda antara masyarakat (user) dan pemerintah (regulator) serta penyedia. Metode Biaya Operasional Kendaraan (BOK) meninjau perhitungan tarif dari aspek finansial (penyedia) dan metode Willingness to Pay (WTP) meninjau tarif dari aspek masyarakat. Hasil dari penelitian diperoleh BOK dari Bus Trans Jateng sebesar Rp 6.751,66/bus-km dan Rp 266,00/penumpang-km. Nilai rata-rata WTP penumpang kategori umum sebesar Rp 4.107,01 untuk kondisi baik, Rp 3.681,65 kondisi eksisting, serta Rp 2.748,20 kondisi kurang baik dengan tingkat kemauan membayar terhadap tarif saat ini sebesar 70% untuk kondisi baik, 54% kondisi eksisting, serta 15% kondisi kurang baik. Sedangkan nilai rata-rata WTP penumpang kategori pelajar dan buruh sebesar Rp 3.320,22 untuk kondisi baik, Rp 2.707,87 kondisi eksisting, serta Rp 1.941,01 kondisi kurang baik dengan tingkat kemauan membayar masyarakat sebesar 91% untuk kondisi baik, 85% kondisi eksisting, serta 56% kondisi kurang baik. | People in Purbalingga and Purwokerto rely on micro bus as their public transport mode. This mode serves public transport service connecting Purbalingga-Purwokerto. However its service has not been adequate. In order to improve public transport service, the Central Java Province Authority constructed Purwokerto-Purbalingga BRT corridor I, named Trans Jateng. The construction was ready to operate on 13 August 2018. Regarding public transport fare, there are different point of views that come from users, regulator, and providers. Vehicle Operational Cost Method (VOC) calculates the fare from financial aspect (provider) whilst Willingness to Pay (WTP) method examines the fare respecting community aspect. Resulting from financial aspect, the VOC of Trans Jateng Bus is IDR 6,751.66/bus-km and IDR 266.00/passenger-km. The average value of passenger WTP in the general category is IDR 4,107.01 for good conditions, IDR 3,681.65 for existing conditions, and IDR 2,748.20 for bad conditions with the level of willingness to pay (WTP) at the current rate of 70% for good conditions, 54% of existing conditions, and 15% in bad condition. While the average student and labor category of passenger WTP is IDR 3,320.22 for good conditions, IDR 2,707.87 existing conditions, and IDR 1,941.01 for bad conditions with the level willingness to pay (WTP) is 91% for good conditions, 85% for existing conditions, and 56% for bad conditions. | |
| 21014 | 23918 | G1A013102 | HUBUNGAN STRES DENGAN KEMAMPUAN MEKANISME KOPING PADA ORANG TUA ANAK SKIZOFRENIA DI DESA TLAHAB LOR KECAMATAN KARANGREJA KABUPATEN PURBALINGGA TAHUN 2018 | HUBUNGAN STRES DENGAN KEMAMPUAN MEKANISME KOPING PADA ORANG TUA ANAK SKIZOFRENIA DI DESA TLAHAB LOR KECAMATAN KARANGREJA KABUPATEN PURBALINGGA TAHUN 2018 Ghufron Febriyan Akbar1 , Basiran2 , Lantip Rujito3 1Fakultas Kedokteran, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto 2Departemen Ilmu Kesehatan Jiwa, Rumah Sakit Umum Daerah Banyumas 3Departemen Laboratorium Riset, Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman, Indonesia Email : Ghufronfeb@gmail.com ABSTRAK Latar Belakang: Skizofrenia merupakan suatu penyakit otak persisten dan serius yang mengakibatkan perilaku psikotik, pemikiran konkret, dan kesulitan dalam memproses informasi, hubungan interpersonal, serta memecahkan masalah. Adanya anggota keluarga dengan skizofrenia merupakan stresor yang sangat berat yang harus ditanggung keluarga. Keluarga memerlukan strategi koping dalam mengatasi stresor. Tujuan: Mengetahui hubungan stres dengan kemampuan mekanisme koping pada orang tua anak Skizofrenia di Desa Tlahab Lor Kecamatan Karangreja Kabupaten Purbalingga Tahun 2018. Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan observasional analitik dengan desain cross sectional. Subjek penelitian sebanyak 31 orang. Pengambilan data melalui wawancara langsung menggunakan Kuesioner skala DASS 42 dan Kuesioner Brief COPE Inventory. Analisis bivariat menggunakan uji korelasi Pearson. Hasil: Rerata skor stres responden yaitu 23,64 dan termasuk tingkat stres sedang. Rerata skor mekanisme koping responden yaitu 49,77 dan termasuk kategori mekanisme koping yang cukup baik. Hasil uji pearson diperoleh nilai r = -0,786 dan p = 0,001 artinya terdapat hubungan stres dengan kemampuan mekanisme koping pada orang tua yang memiliki anak skizofrenia dengan arah negatif. Kesimpulan: Semakin tinggi skor stres maka semakin rendah skor mekanisme koping pada orang tua yang memiliki anak skizofrenia di Desa Tlahab lor Kecamatan Karangreja Kabupaten Purbalingga Tahun 2018 Kata Kunci: stres, mekanisme koping, orang tua, skizofrenia. | CORRELATION BETWEEN STRESS WITH COPING MECHANISM OF PARENT WITH SCHIZOPHRENIC CHILD IN NORTH TLAHAB KARANGREJA PURBALINGGA 2018 Ghufron Febriyan Akbar1 , Basiran2 , Lantip Rujito3 1 Medical Faculty of Jenderal Soedirman University, Purwokerto, Indonesia 2 Departement of Psychiatric, Banyumas Hospital 3 Departement of Research Laboratory, Medical Faculty of Jenderal Soedirman University, Indonesia Email : Ghufronfeb@gmail.com ABSTRACT Background: Schizophrenia is a persistent and serious brain disease that results in psychotic behavior, concrete thinking, and difficulties in processing information, interpersonal relationships, and solving problems. The existence of family members with schizophrenia is a very heavy stresor that must be borne by the family. Families need coping strategies to deal with stresors. Objective: To determine the relationship of stress with the ability of coping mechanisms in parents of Schizophrenic children in Tlahab Lor Village, Karangreja District, Purbalingga Regency, 2018. Methods: This study used an observational analytic design with direct interviews using the DASS 42 Questionnaire and the COPE Inventory Brief Questionnaire. The sample was determined using a total sampling technique consisting of 31 respondents. Results: The mean stress score of respondents is 23.64 and includes moderate stress levels. The average score of the coping mechanism of the respondents was 49.77 and included a fairly good coping mechanism category. Pearson test results obtained a value of r = -0.786 and p = 0.001, meaning there is a relationship of stress with the ability of coping mechanisms in parents who have schizophrenic children with negative directions. Conclusion: The higher the stress score, the lower the coping mechanism score for parent who have schizophrenic children in Tlahab Lor Village, Karangreja District, Purbalingga Regency, 2018. Keywords: stress, coping, parent, schizophrenic | |
| 21015 | 23925 | A1M014007 | PENGARUH JENIS BAHAN PENGAEWET ALAMI DAN PROPORSI LARU (BAHAN PENGAWET ALAMI : KAPUR) TERHADAP KUALITAS GULA KELAPA KRISTAL | Gula kelapa kristal merupakan produk olahan nira kelapa yang terbentuk serbuk. Kondisi nira yang telah rusak menyebabkan gula kelapa kristal yang kurang berkualitas, oleh karena itu terjadinya kontaminasi mikroba harus diusahakan senimal mungkin. Untuk mencegah kerusakan nira akibat kontaminasi mikrobia, nira harus ditambahkan pengawet yang sering dikenal dengan istilah laru. Laru alami yang digunakan harus memiliki kandungan kimia antara lain flavonoid, tanin yang terbukti sebagai antibakteri dan antivirus. Salah satu tanaman yang dapat dijadikan sumber laru alami adalah daun bandotan, daun kopi, pelepah pisang dan sabut kelapa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis bahan pengawet alami (daun bandotan, daun kopi, pelepah pisang, dan sabut kelapa) dan proporsi bahan pengawet alami : kapur terhadap kualitas gula kelapa kristal, serta kombinasinya yang menghasilkan gula kelapa kristal dengan kualitas terbaik. Rancangan percobaan yang digunakan pada penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK). Faktor yang digunakan adalah jenis bahan pengawet alami yakni daun bandotan, daun kopi, pelepah pisang dan sabut kelapa; proporsi bahan pengawet alami : kapur (b/b) yakni 0,25 : 97,5, 0,5 : 9,5, dan 0,75 : 9,25, sehingga diperoleh 12 kombinasi perlakuan dengan 3 ulangan dan 2 unit kontrol yakni kapur sirih murni dan dengan cangkang kulit manggis. Variabel yang diamati pada variabel kimia adalah kadar air, kadar abu, dan gula reduksi, sedangkan pada variabel sensoris meliputi tekstur, warna, rasa, aroma, dan kesukaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis bahan pengawet alami dan proporsi bahan pengawet alami : kapur tidak berpengaruh nyata terhadap variabel kimia. Proporsi pelepah pisang : kapur ( 0,75:9,25 ) menghasilkan kombinasi terbaik yaitu warna kuning (3,050), tekstur halus (3,166), rasa manis (3,183), aroma agak khas (2,451), dan kesukaan suka (2,633). Sifat kimia gula kelapa kristal tersebut yaitu kadar air 0,4% (%bb) , kadar abu 0,94% (%bb), dan gula reduksi 6,68% (%bb). | Crystal coconut sugar is a processed product of coconut sap made from powder. The condition of the damaged sap causes less quality crystalline coconut sugar, therefore microbial contamination must be tried as much as possible. To prevent damage to the sap due to microbial contamination, preservatives must be added preservatives which are often known as “laru”. Natural lungs that are used must have chemical ingredients including flavonoids, tannins which are proven to be antibacterial and antiviral. One of the plants that can be used as a natural source of laru is bandotan leaves, coffee leaves, banana fronds and coconut fiber. This study aims to determine the effect of types of natural preservatives (bandotan leaves, coffee leaves, banana midribs, and coconut fiber) and the proportion of natural preservatives: calcium to the quality of crystal coconut sugar, and its combination that produces the highest quality crystal coconut sugar. The experimental design used in this study used a randomized block design (RBD). The factors used are the types of natural preservatives namely bandotan leaves, coffee leaves, banana fronds and coconut fiber; proportion of natural preservatives: calcium (b/b) which is 0.25: 97.5, 0.5: 95, and 0.75: 9.25, so that 12 combinations of treatment with 3 replications and 2 control units namely whiting are obtained. pure and with mangosteen skin shells. Variables observed in chemical variables are water content, ash content, and reducing sugars, while on sensory variables include texture, color, taste, aroma, after taste, and preference. The results showed that the types of natural preservatives and the proportion of natural preservatives: calcium did not significantly affect the chemical variables. The proportion of banana fronds: calcium (0.75: 9.25) produces the best combination of yellow (3,050), fine texture (3,166), sweetness (3,183), rather typical flavor (2,451), and liking (2,633). The chemical properties of crystal coconut sugar are water content 0.4% (wb), 0.94% ash content (wb), and reduced sugar 6.68% (wb). | |
| 21016 | 23920 | H1K013049 | CEPAT RAMBAT SUARA BERDASARKAN KARAKTERISTIK SUHU, SALINITAS, DAN TEKANAN DI SAMUDRA HINDIA TIMUR | Suara akan merambat melengkung pada medium air laut dikarenakan pembelokan arah akibat bervariasinya suhu, salinitas, dan tekanan. Parameter tersebut juga dapat mempengaruhi cepat rambat suara dalam air laut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil cepat rambat suara dan pengaruh suhu, salinitas, dan tekanan terhadap cepat rambat suara di Samudera Hindia Timur. Penelitian ini menggunakan metode survei yang dilakukan oleh Balai Penelitian dan Observasi Laut (BPOL). Data dianalisis dengan korelasi untuk melihat pengaruh Suhu, Salinitas, dan Tekanan terhadap cepat rambat suara. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa profil cepat rambat suara memiliki pola pelapisan massa air. Cepat rambat suara pada lapisan permukaan berkisar 1543-1545 m/s lalu mengalami penurunan secara signifikan pada lapisan termoklin atas mencapai 1494-1510 m/s dan menurun kembali secara konstan pada lapisan termoklin bawah hingga pada kedalaman 1000 m sebesar 1488-1495 m/s. Cepat rambat suara berbanding lurus dengan suhu dan salinitas dan berbanding terbalik dengan tekanan. Cepat rambat suara dipengaruhi oleh suhu, salinitas, dan tekanan, dimana faktor suhu mendominasi perubahan cepat rambat suara. | The sound will propagate curved in the seawater medium due to bending direction caused by varying temperatures, salinity and pressure. These parameters can also affect the sound velocity in sea water. This study aimed to determine the profile of sound velocity and the effect of temperature, salinity, and pressure on sound propagation in the East Indian Ocean. This study used a survey method conducted by the Marine Research and Observation Center (BPOL). Data were analyzed by correlation to see the effect of Temperature, Salinity, and Pressure on sound propagation. The results of this study indicated that sound propagation profiles have a pattern of coating of water masses. Sound propagation in the surface layer ranging from 1543-1545 m / s then decreased significantly in the main thermocline layer reaching 1494-1510 m / s and decreased constantly in the secondary thermocline layer to a depth of 1000 m at 1488-1495 m/s. Sound propagation was directly proportional to temperature and salinity and inversely proportional to pressure. Sound propagation was influenced by temperature, salinity and pressure, the temperature dominated the change in sound velocity. | |
| 21017 | 23789 | C1L014033 | Analysis Of Accounting System On Village-Owned Entities To Supporting Decision Making Process In Pancasan And Srowot | Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi Sistem Akuntansi pada BUMDes dan mengidentifikasi kendala-kendala yang dihadapi BUMDes dalam menjalankan usahanya. Dengan menggunakan penelitian deskriptif kualititatif untuk menggambarkan gambaran yang sebenarnya dan pendekatan studi kasus untuk menjelaskan secara spesifik mengenai fenomena Sistem Akuntansi di Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa belum ada standar akuntansi untuk BUMDes. Sistem akuntansi yang diterapkan pada Badan Usaha Milik Desa Pancasan Makmur dan Usaha Jadi Untung Bersama (UJUB) masih sederhana dan belum memperhatikan teori yang ada. Meskipun demikian, BUMDes telah mampu menghasilkan laporan yang berisi informasi yang dibutuhkan oleh BUMDes dan mudah untuk dipahami. Jadi system akuntansi pada BUMDes telah memenuhi Konsep Decision-Usefullness Theory. Sedangkan kendala yang dihadapi oleh kedua BUMDes berasal dari faktor internal dan eksternal. | This study aims to explore the Accounting System on Village-Owned Entities (BUMDes) and identify the obstacles faced by BUMDes in carrying out their business. By using descriptive qualitative research to describe the actual picture and case study approach to explain specifically about the phenomenon of the Accounting System in Village-Owned Entities (BUMDes). The results of this study indicate that there are no accounting standards for BUMDes. The accounting system applied on BUMDes Pancasan Makmur and Usaha Jadi Untung Bersama (UJUB) is still simple and has not pay attention to the existing theories. Nevertheless, BUMDes have been able to compile financial statement containing information needed by BUMDes and its easy to understand. So the accounting system on BUMDes has fulfilled the Decision-Usefulness Theory Concept. While the obstacles faced by the two BUMDes came from internal and external factors. | |
| 21018 | 23919 | F1C013054 | Literasi Media Mahasiswa dalam Pemberitaan Isu Agama (Studi pada Aktivis Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto) | Media sosial yang seharusnya dijadikan cara untuk memberdayakan publik dalam mengatasi isu dan agenda politik dapat digunakan untuk memecah belah atau menggiring opini salah satunya melalui isu SARA. Sebagai konsumen internet terbanyak kedua, mahasiswa harus memiliki sikap kritis dalam menyikapi pemberitaan isu agama yang beredar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan literasi media aktivis mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto dalam pemberitaan isu agama. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Focus group disscussion dan wawancara mendalam dilakukan pada sembilan informan. Hasil menunjukan bahwa aktivis mahasiswa mengakses pemberitaan isu agama melalui media sosial dan digital. Aktivis mahasiswa juga melihat dari sisi aktor, media dan khalayak dalam menganalisis pemberitaan isu agama. Sementara, beberapa aktivis mahasiswa membuat konten artikel, komentar atau me-retweet portal pemberitaan. Aktivis mahasiswa merasa kemampuan literasi medianya dalam tataran kurang. Diskusi adalah tindakan yang aktivis mahasiswa lakukan dalam menyikapi pemberitaan isu agama. Hasil juga menunjukan bahwa delapan informan dalam penelitian ini telah dikategorikan sebagai digital competence. Sementara, satu informan dikategorikan sebagai digital transformation. | Social media that should be used as a way to empower publics in addressing the issues and political agenda can be used for herding or divisive opinions through racial, ethnic and religious issues. As the second-most internet consumers, students must have a critical attitude in addressing the outstanding issues of religion news coverage. This research aims to know the ability of media literacy activist students in Political Science and Social Sciences Faculty, University of Jenderal Soedirman Purwokerto about religion issue news coverages. This study uses qualitative methods with the descriptive approach. Focus group disscussion and in-depth interviews conducted on nine informants. The results showed that activist students access religious issues news coverages through social media and digital. Activists student also viewed from side actors, media and audiences in analyzing news coverage of the issue of religion. Meanwhile, some activist students create articles, comments or retweet from news coverage social media. Activist students said their media literacy degree still at low levels. Discussion is activist student action in addressing the issue of religion news coverage. The results also showed that eight informants in this study have been categorized as digital competence. Meanwhile, one informant categorized as digital transformation. | |
| 21019 | 25802 | F1J014038 | Bentuk dan Makna Fukushi | Penelitian ini berjudul Bentuk dan Makna Fukushi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk dan makna fukushi yang muncul dalam artikel-artikel Yomiuri Shimbun Online edisi 17-18 April 2018. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif menggunakan metode padan. Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah teknik sadap dan catat. Data penelitian berupa kalimat yang mengandung fukushi sebanyak 33 data yang diklasifikasikan menurut teori Terada Takanao. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diantara 33 kalimat yang mengandung fukushi terdapat 20 bentuk yang muncul yaitu shikkarito, sudeni, suguni, kanete, mata, nakanaka, mazu, oomune, subete, amari, hotondo, mou, motto, nao, tada, totemo, wazuka, yohodo, mochiron, dan naze dengan 27 makna yang berbeda-beda. Jenis yang memiliki intensitas kemunculan terbanyak adalah teido no fukushi sebanyak 16 kalimat dengan 9 ragam bentuk dan 12 makna yang berbeda. | This research is entitled Form and Meaning of Fukushi. Purpose is to describe form and meaning of fukushi which appeared in Yomiuri Shimbun Online articles on April 17-18 2018 edition. This research is categorized as a qualitative descriptive research and used equivalent method for its analysis. Technique for collecting data are tapping and noted. Data of this research are 33 sentences in contain fukushi which is classified according to Terada Takanao’s theory. As the result of this research in 33 sentences containing fukushi there were 20 forms appearing shikkarito, sudeni, suguni, kanete, mata, nakanaka, mazu, oomune, subete, amari, hotondo, mou, motto, nao, tada, totemo, wazuka, yohodo, mochiron, and naze with 27 different meanings. Type of fukushi has the highest frequency of appear is teido no fukushi with 16 sentences, 9 different forms, and 12 different meanings | |
| 21020 | 23932 | F1G014065 | Ekranisasi Novel Ke Film Dilan Dia Adalah Dilanku Tahun 1990 Karya Pidi Baiq | Skripsi ini berjudul “Ekranisasi Novel Ke Film Dilan Dia Adalah Dilanku Tahun 1990”. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan perubahan novel ke film yang berupa alur, tokoh, dan latar dalam bentuk kategorisasi aspek penciutan, penambahan, maupun perubahan bervariasi dalam ekranisasi novel ke film Dilan Dia Adalah Dilanku Tahun 1990 karya Pidi Baiq. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif analisis. Sumber data pada penelitian ini adalah novel Dilan Dia Adalah Dilanku Tahun 1990 karya Pidi Baiq dan film Dilan 1990 karya sutradara Fajar Bustomi dan Pidi Baiq. Fokus penelitian berupa proses ekranisasi alur, tokoh, dan latar. Data diperoleh dengan teknik membaca, teknik menonton, dan teknik mencatat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proses ekranisasi yang terjadi pada unsur alur, tokoh, dan latar, yaitu adanya penciutan, penambahan, dan perubahan bervariasi. Penciutan alur, tokoh, dan latar terjadi karena media yang digunakan dalam pembuatan novel dan film itu berbeda. Secara keseluruhan penciutan yang dilakukan dalam visualisasi ke bentuk film masih wajar dilakukan karena penghilangan cerita, tokoh, dan latar diambil pada bagian yang tidak begitu penting untuk divisualisasikan. Penambahan alur, tokoh, dan latar dalam film secara keseluruhan masih relevan dengan cerita yang ada dalam novel, hanya saja pada visualisasi dalam film dibuat lebih menarik dengan banyaknya alur, tokoh, dan latar tambahan yang dimunculkan sehingga cerita dalam film tidak monoton seperti dalam novel. Adapun untuk perubahan bervariasi alur, tokoh, dan latar yang dilakukan dalam visualisasinya ke bentuk film secara keseluruhan tidak jauh dari penggambaran yang ada pada novel. | This research entitled “Ekranisasi Novel ke Film Dilan Dia Adalah Dilanku Tahun 1990”. The purpose of this study is to describe the changes from novels to film in the form of plot, characters, and settings in the form of categorization of the aspects of shrinkage, addition, and varied changes in the ecranization process from novel to film with titled Dilan Dia Adalah Dilanku Tahun 1990 by Pidi Baiq. The study uses descriptive analysis method. Sources of data in this study are the film Dilan 1990 by director Fajar Bustomi and Pidi Baiq. The focus of the research is the plot, character, and settings ecranization process. Data obtained through the technique of reading, watching, dan inventory data. The results of this study indicate that the ecranization process which is the elements of plot, character, and setting occurs because the media used to making novels and films are different. Overall the reduction made in visualization from novel into film is still reasonable because the removal of stories, characters, and settings is taken in parts that are not so important to be visualized. The addition of plot, characters, and settings in the film as a whole is still relevant to the stories in the novel, however visualization in the film is made more interesting by the many plot, characters, and additional setting that are raised so that story in the film is not monoton. As for changes in varying plot, characters, and settings that are carried out in the visualization to the film from as a whole is not far from the description on the novel. |