Artikelilmiahs
Menampilkan 21.101-21.120 dari 50.150 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 21101 | 23603 | A1L013142 | Penampilan Beberapa Genotipe Kedelai (Glycine max L.) Hasil Persilangan, Varietas Unggul Dan Hasil Seleksi Galur Murni | Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengidentifikasi penampilan beberapa genotipe kedelai hasil seleksi galur murni kedelai desa Papringan, hasil persilangan dan beberapa varietas unggul, serta 2) mengetahui nomor harapan yang unggul dari beberapa genotipe kedelai hasil seleksi galur murni desa Papringan dan hasil persilangan. Penelitian dilaksanakan mulai Februari sampai Juni 2018 di kebun percobaan Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Bahan yang digunakan pada penelitian ini adalah benih kedelai nomor 2, 33, 71, 76, A343, A402, 45, varietas Grobogan, varietas Slamet dan varietas Tanggamus. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari tiga ulangan dengan jarak tanam 20 x 40 cm. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji F, apabila terdapat pengaruh nyata dilanjutkan dengan uji BNJ taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penampilan dari sepuluh genotipe kedelai terlihat berbeda satu sama lain yang dapat dilihat pada variabel umur bunga, umur panen, tinggi tanaman, jumlah cabang total, jumlah cabang produktif, jumlah buku, jumlah daun trifoliat, luas daun, jumlah polong total, jumlah polong bernas, persen polong isi, jumlah biji per tanaman, bobot 100 biji, bobot biji per petak efektif dan bobot kering brangkasan, serta berpengaruh nyata pada variabel bobot biji per tanaman. Galur nomor 2, 33 dan 71 merupakan nomor-nomor harapan yang unggul. | This research aimed to 1) identify the appearance of several genotypes result of pure line selection of Papringan soybean, the result of a cross and several superior varieties, and 2) to understand superior number from several soybean genotypes result of pure line selection Papringan soybean and result of a cross. The research was conducted from February until June 2018 at the experimental farm of Agriculture Faculty, Jenderal Soedirman University, Purwokerto. The material used in the study was soybean seeds of number 2, 33, 71, 76, A343, A402, 45, Grobogan varieties, Slamet varieties, and Tanggamus varieties. This research design that used randomized block design (RAK) consisting of three replications with a spacing of 20 x 40 cm. The obtained data was tested by using variance analysis (F test), then continued with BNJ test 5% if there is a significant influence. The results showed that the appearance of ten soybean genotypes looked different from one another which can be seen on the days to flowering, days to harvest, plant's height, total branch number, productive branch number, total node number, number of trifoliate leaves, leaf area, total pod number, contain pod number, percent of contain pod number, total seeds number per plant, weight of 100 seeds, weight of plot effective seed and dry weight of stover, and significantly affect of seed weight per plant variable. Line numbers 2, 33 and 71 are superior expectation numbers. | |
| 21102 | 36417 | I1C016013 | Literature Review Efektivitas Pengeblok Beta Pada Terapi Gagal Jantung | Pengeblok beta merupakan salah satu terapi yang umum diberikan untuk terapi gagal jantung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pada obat-obat golongan pengeblok beta pada terapi gagal jantung. Penelitian dilakukan dengan metode literature review. Proses pencarian artikel dilakukan pada dua data base yaitu PubMed dan Cochrane yang dilaksanakan dalam kurun waktu November 2021 hingga Desember 2021. Kata kunci yang digunakan yaitu heart failure, beta blockers, dan effectiveness or efficacy. Outcome yang diamati berupa kejadian kematian, hospitalisasi dan perbaikan gejala (penurunan denyut jantung). Proses pencarian artikel didapatkan 723 artikel, 8 artikel memenuhi kriteria inklusi, yaitu 7 artikel terkait kematian, 5 artikel tentang hospitalisasi dan 1 artikel tentang perbaikan gejala. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengeblok beta efektif menurunkan kejadian gabungan kematian, hospitalisasi pada HFpEF (Heart Failure preserved Ejection Fraction). Pada pasien HFrEF (Heart Failure reduce Ejection Fraction) disertai ritme sinus, pengeblok beta efektif menurunkan kejadian gabungan kematian dan hospitalisasi. Pengeblok beta juga efektif dalam menurunkan denyut jantung. Pengeblok beta sebagai terapi gagal jantung menunjukkan perbedaan yang signifikan terkait dengan outcome kematian dan hospitalisasi untuk pasien HFrEF disertai dengan ritme sinus serta ejeksi fraksi ≤ 50%. Terapi pengeblok beta menunjukkan hasil yang lebih baik terkait dengan hospitalisasi gagal jantung pada pasien HFpEF dengan ejeksi fraksi >50% diiringi dengan peningkatan resiko. Perbedaan yang tidak signifikan pada terapi pengeblok beta ditunjukkan terkait dengan outcome perbaikan gejala klinis. | Beta blockers were the most common therapies for heart failure. This study aimed to determine the effectiveness of beta blocker drugs for treatment of heart failure. The research was conducted using a literature review method. The article search process was used two data bases, PubMed and Cochrane which was conducted from November 2021 to December 2021. Keyword used for search of article were heart failure, beta blockers, and effectiveness or efficacy. The outcomes were observed including mortality, hospitalization and symptom of improvement (decreased heart rate).The searching was founded 723 articles, 8 articles were included according inclusion criteria, there were 7 articles related about mortality, 5 articles about hospitalization and 1 article about symptom of improvement. The results showed that beta blockers were effective in reducing the composite of death and hospitalization in HFpEF (Heart Failure preserved Ejection Fraction). In HFrEF (Heart Failure reduce Ejection Fraction) with sinus rhythm, beta blockers were effective in reducing the composite of death and hospitalization. Beta blockers also effective at lowering heart rate. Beta blockers as a treatment for heart failure showed significant differences in mortality and hospitalization for patients with HFrEF with sinus rhythm and ejection fraction 50%. Beta blockers shows better outcomes for HFpEF with ejection fraction >50%. Non significant differences were shown in clinical symptom improvements. | |
| 21103 | 23984 | A1C114025 | KELAYAKAN FINANSIAL AGROINDUSTRI PENYULINGAN MINYAK DAUN CENGKEH DI KECAMATAN KEMRANJEN KABUPATEN BANYUMAS | Bahan baku minyak daun cengkeh yang tidak menentu tiap tahunnya menjadi kendala bagi agroindustri penyulingan minyak daun cengkeh yang ada di Kecamatan Kemranjen, hal ini menyebabkan produksi menjadi tidak menentu sehingga keuntungan yang didapatkan juga tidak menentu. Menilai kelayakan suatu usaha dapat dilakukan dengan cara perhitungan, analisis biaya dan penerimaan. Tujuan penelitian ini adalah: (1) mengetahui profil agroindustri penyulingan minyak daun cengkeh, (2) menghitung besarnya biaya, penerimaan dan keuntungan dari agroindustri penyulingan minyak daun cengkeh (3) menghitung efisiensi penggunaan modal, (4) menghitung efisiensi usaha, (5) menghitung perencanaan keuntungan jangka pendek yang meliputi; Break Even Point, Margin of Safety dan Shut Down Point pada agroindustri penyulingan minyak daun cengkeh di Kecamatan Kemranjen. Penelitian dilaksanakan pada agroindustri penyulingan minyak daun cengkeh yang berada di Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas. Metode yang digunakan adalah studi kasus. Penentuan responden menggunakan metode sensus. Penelitian dilaksanakan pada 19 Maret sampai 19 April 2018. Metode analisis yang digunakan adalah analisis biaya, penerimaan, keuntungan, rentabilitas ekonomi, R/C Ratio, Break Even Point, Margin of Safety serta Shut Down Point. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengusaha penyulingan minyak daun cengkeh di Kecamatan Kemranjen berjumlah 3 orang yaitu bapak Sarijo, bapak Saiun dan ibu Nasiah, Pengusaha berusia antara 52 sampai 62 tahun, tingkat pendidikan SD sampai SMP, masing-masing memiliki 1 buah tungku, rata-rata hasil produksi sebanyak 216,96 kg, rata-rata modal yang digunakan sebesar Rp34.692.803,13 dan pengalaman usaha antara 2 sampai 24 tahun. Rata-rata total biaya sebesar Rp34.692.803,13, rata-rata penerimaan sebesar Rp42.382.667,00 dan rata-rata keuntungan sebesar Rp7.689.863,87. Agroindustri penyulingan minyak daun cengkeh di Kecamatan Kemranjen sudah efisien dalam penggunaan modal, dan usahanya sudah efisien. Rata-rata volume produksi pada tingkat Break Even Point sebesar 50,15 kg, rata-rata jumlah penerimaan pada saat Break Even Point sebesar Rp9.848.178,61 dan rata-rata harga jual pada saat Break Even Point sebesar Rp2.010.394,73 per kg. Nilai Margin of Safety sebesar 75,63 persen. Nilai Shut Down Point sebesar Rp13.017,73. | Raw material of clove leaf oil is not stabilized every year this matter become obstacle for clove leaf oil distillation agroindustry in Kemranjen sub district Banyumas district causing erratic production so the profit is also uncertain. The purpose of this research are: (1) find out the profile of clove leaf oil agro industry (2) calculate the cost, acceptance and income from clove leaf oil distillation agroindustry in Kemranjen Sub-district, (3) calculate the efficiency of asset use in clove leaf oil distillation business, (4) calculate the efficiency of clove leaf oil distillation business, (5) calculates short-term profit planning that includes: Break Even Point, Margin of safety and Shut Down Point. The study was conducted on clove leaf oil distillation agroindustry in Kemranjen Sub-district, Banyumas District. methodology used in this research is case study. Determination of respondents using census methods. Data analysis was conducted from March 19, 2018 to April 19, 2018. Data were analyzed using cost analysis, acceptance and income, economic rentability, R/C Ratio, Break Even Point, Margin of Safety and Shut Down Point. The results of the study were There were 3 entrepreneurs of clove leaf oil refining in Kemranjen District namely Mr. Sarijo, Mr. Saiun and Mrs Nasiah, Entrepreneurs aged between 52 and 62 years old, elementary to junior high school level, each had 1 stove, an average production capacity is 216 , 96 kg, the average fund used is Rp34,692,803.13 and business experience is between 2 to 24 years. Total cost average of clove leaf oil agroindustry in Kemranjen sub-district is Rp34.692.803,13, acceptance average is Rp42.382.667,00, income average is Rp7.689.863,87. Agroindustry of clove leaf oil refining in kemranjen sub-district is already efficient in the use of fund and the effort already efficient. Average production volume at the break even point is 50,15 kg, acceptance average is Rp9.848.178,61 and price average is Rp2.010.394,73. Margin of safety value average is 75,63 percent. Shut down point value average is Rp13.017,73. | |
| 21104 | 23986 | A1C114015 | Optimalisasi Produksi Gula Kelapa Kristal pada Industri Kecil dan Menengah (IKM) "Klapakoe" di Kecamatan Ajibarang Kabupaten Banyumas | IKM “Klapakoe” merupakan salah satu agroindustri gula kelapa kristal di Desa Banjarsari, Ajibarang yang berusaha untuk memenuhi kebutuhan pasar gula kelapa kristal. IKM “Klapakoe” dihadapkan pada permasalahan untuk memenuhi permintaan pasar fluktuatif dengan keterbatasan sumber daya yang ada. Penggunaan faktor-faktor produksi secara efektif dan efisien dapat mengoptimalkan produksi dan meningkatkan keuntungan perusahaan. Penelitian ini bertujuan: 1) menentukan kombinasi produksi optimal dari produk gula kelapa kristal rasa original dan gula kelapa kristal rasa wedang jahe dengan mengalokasikan faktor-faktor produksi yang tersedia agar diperoleh keuntungan optimal; 2) menganalisis perubahan yang mungkin terjadi apabila terdapat perubahan input produksi gula kelapa kristal rasa original dan gula kelapa kristal rasa wedang jahe yang peka, terhadap kondisi optimal. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 5 Juli hingga 4 Agustus 2018 di IKM “Klapakoe”. Metode penelitian yang digunakan adalah metode studi kasus. Metode pengambilan data yaitu observasi langsung dan wawancara. Metode analisis yang digunakan yaitu Linear Programming dengan alat analisis primal, analisis dual dan analisis sensitivitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Kombinasi produk optimal pada IKM “Klapakoe” yaitu sebesar 2.503 kilogram untuk gula kelapa kristal rasa original dan sebesar 1.495 kilogram untuk gula kelapa kristal rasa wedang jahe. Keuntungan yang didapat pada kondisi optimal sebesar Rp63.490.912,44; (2) Perubahan input pada faktor produksi dalam pengolahan gula kelapa kristal di IKM “Klapakoe” adalah bahan baku nira dan bahan penolong jahe. Nilai kenaikan yang terbatas yaitu sebesar 14,00 liter untuk bahan baku nira dan 42,20 kilogram untuk bahan penolong jahe merah, sedangkan nilai penurunan sebesar 17.521,00 liter untuk bahan baku nira dan 85,60 kilogram untuk bahan penolong jahe merah. | SMIs "Klapakoe" is one of the coconut sugar agroindustry in Banjarsari Village, Ajibarang who wants supply the market needs of coconut sugar. SMIs "Klapakoe" is confronted with problem of fluctuating market demand with limited resources. The use of effective and efficient production factors can optimize production and increase company profits. This study aims to: 1) determine the optimal production combination of original coconut sugar products and wedang jahe coconut sugar by allocating available production factors to obtain optimal benefits; and 2) analyze changes that may occur if there is a change in production input original coconut sugar and wedang jahe coconut sugar to optimal conditions. This research was conducted from 5th July to 4th August 2018 in SMIs “Klapakoe”. The research method is a case study. Data collection methods used observation and interviews. The analysis used was Linear Programming with primal analysis, dual analysis and sensitivity analysis. The results showed that there were: (1) optimal product combination of 2,503 kilograms of original coconut sugar and wedang jahe flavored coconut sugar of 1,495 kilograms. profit obtained at optimal conditions amount of Rp63.490.912,44, (2) changes of input in production factor were sap and ginger or aid material. The limited increase value was equal to 14,00 liters for raw material for sap and 42,20 kilograms for red ginger aids, while the decrease value were 17.521,00 liters for raw material for sap and 85,60 kilograms for red ginger aids. | |
| 21105 | 25810 | J1D015014 | TINDAK TUTUR ILOKUSI PADA KEGIATAN MENGAJI TAFSIR IBRIZ KARYA K.H. BISRI MUSTHOFA DI PONDOK PESANTREN ALQURAN AL-AMIN PABUARAN PURWOKERTO UTARA | Penelitian ini berjudul “Tindak Tutur Ilokusi pada Kegiatan Mengaji Tafsir Ibriz Karya K.H. Bisri Musthofa di Pondok Pesantren Alquran Al-Amin Pabuaran Purwokerto Utara”. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis dan fungsi tindak tutur ilokusi pada kegiatan mengaji tafsir Ibriz di Pondok Pesantren Alquran Al-Amin Pabuaran Purwokerto Utara. Bentuk penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data penelitian ini adalah tuturan yang berpotensi atau diduga mengandung jenis dan fungsi tindak tutur ilokusi, seperti tuturan menyuruh, berjanji, dan mengizinkan. Sumber data penelitian ini adalah tuturan kyai, ustadz, dan para santri di Pondok pesantren Alquran Al-Amin Pabuaran Purwokerto Utara. Dari hasil analisis, dapat ditemukan 27 jenis dan 13 fungsi tindak tutur ilokusi. Jenis tindak tutur ilokusi representative berjumlah 8 data, tindak tutur direktif berjumlah 13 data, tindak tutur komisif berjumlah 1 data, tindak tutur ekspresif berjumlah 1 data, dan tindak tutur deklarasi berjumlah 4 data. Sedangkan fungsi tindak tutur ilokusi yaitu fungsi competitive berjumlah 3 data, fungsi convival 4 data, fungsi collaborative 5 data, dan fungsi conflictive 1 data. Kata Kunci : tindak tutur ilokusi, jenis tindak tutur ilokusi, fungsi tindak tutur ilokusi | This research is entitled “Acts of Illocutionary Speech in The Study Tafsir Ibriz Author K.H. Bisri Musthofa in Alquran Al-Amin Islamic Boarding School North Purwokerto”. The aim of this reserarch to describe the types of illocutionaray speech acts and the functions of illocutionary speech acts in the study tafsir Ibriz in Alquran Al-Amin Islamic Boarding School North Purwokerto. The type of this research is descriptive qualitative. The data in the research are utterences that contain types and functions of illocutionary speech acts, as order speech, promise speech, and permit speech. The source of thi research are speech santri and kyai of the study tafsir Ibriz event in Alquran Al-Amin Islamic Boarding School North Purwokerto. The result of anaysis is found 27 types illocutionary act and 13 functions of illocutionary acts, representative has 8 data, directive has 13 data, commisive has 1 datum, expressive has 1 datum, and declarative has 4 data. Meanwhile, the function of illocutionary acts are competitive function which has 3 data, convival function which has 4 data, collaborative function which has 5 data, and conflictive which has 1 datum. Keywords: illocutionary speech acts, types of illocutionary, speech act functions | |
| 21106 | 25973 | L1C015037 | ANALISIS INFEKSI PENYAKIT KARANG White Syndrome PADA KARANG Montipora sp. DI PULAU PARI KEPULAUAN SERIBU JAKARTA. | Skripsi ini berjudul “Analisis Infeksi Penyakit Karang White Syndrome Pada Karang Montipora sp., di Pulau Pari Kepulauan Seribu Jakarta”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui laju infeksi penyakit white syndrome pada karang Montipora sp. dan perbedaan laju infeksi penyakit white syndrome pada karang Montipora sp. di bagian windward dan leeward Pulau Pari, Kepulauan Seribu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei, pengambilan data dilakukan dengan menggunakan metode Belt Transect (panjang transek 170 m, batas kanan dan kiri 2,5m) dan identifikasi penyakit di laboratorium dengan menggunakan Coral Disease Handbook, yaitu Guidelines for Assessment, Monitoring and Management. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa laju infeksi penyakit white syndrome pada Montipora sp., berkisar antara 0,191429 - 5,63286 mm2/hari. Pada Windward (Stasiun A) berkisar antara 0,191429 – 2,177143 mm2/hari dan pada Leeward (Stasiun B) berkisar antara 0,202857 – 5,63286 mm2/hari. Terdapat perbedaan yang nyata (P<0,05) laju infeksi penyakit white syndrome pada karang Montipora sp. di bagian windward (Stasiun A) dan leeward (Stasiun B). | This research entitle “Analysis of White Syndrome on Coral Disease Infection Montipora sp., in Pari Island Thousand Islands Jakarta”. This study aims to determine infection rate of white syndrome disease on Montipora sp., and differences in the infection rate of white syndrome on Montipora sp., in the windward and leeward section of Pari Island, Thousand Islands. Surveys method was used in this research, sampling were used Belt Transect method (transect length 170 m, 2.5 m right and left limits) and identification of coral disease in the laboratory by using Coral Disease Handbook, yaitu Guidelines for Assessment, Monitoring and Management. The results show that the infection rate of white syndrome disease in Montipora sp., ranging from 0.191429 - 5.63286 mm2/day. In Windward (Station A) it ranged from 0.191429 - 2.177143 mm2/day and in Leeward (Station B) ranged from 0.202857 - 5.63286 mm2/day . There were significant differences (P <0.05) of the infection rate of white syndrome disease in Montipora sp., in the windward section (Station A) and leeward (Station B). | |
| 21107 | 23987 | A1L114078 | KAJIAN NILAI ERODIBILITAS TANAH PADA PENGGUNAAN LAHAN KEBUN DI KECAMATAN KARANGREJA KABUPATEN PURBALINGGA | Kecamatan Karangreja merupakan wilayah yang kaya sumberdaya lahan dan memiliki bentuk topografi yang bergunung dan berbukit dengan ketinggian 430-2.030 meter di atas permukaan laut (mdpl). Permasalahan utama pada penggunaan lahan di Indonesia yang terjadi yaitu bahaya erosi dari tahun ke tahun mengakibatkan penurunan produktivitas tanah. Bahaya erosi yang menimpa lahan pertanian serta penduduk sering terjadi pada lahan-lahan yang memiliki kelerengan sekitar 15% keatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengetahui nilai erodibilitas tanah (K) di Kecamatan Karangreja Kabupaten Purbalingga dan mengkaji pengaruh penggunaan lahan kebun terhadap faktor dan nilai Erodibilitas tanah (K) di Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga. Penelitian dilakukan dengan metode survei. Penentuan titik sampel dilakukan berdasarkan Peta Satuan Lahan Homogen (SLH), yang dibuat dengan cara menumpangsusunkan peta (overlay) dari peta administrasi, peta jenis tanah, peta kelerengan, dan peta penggunaan lahan daerah penelitian. Berdasarkan metode diperoleh SLH kebun dengan luas 874,541 ha. Untuk memenuhi persyaratan ketelitian dengan kriteria pemetaan tinjau mendalam dengan skala 1:75.000, dengan menggunakan metode grid system dengan luas 56,25 ha per kotak grid diwakili 1 sampel, maka diperoleh 14 titik sampel pada peta kerja. Pengambilan sampel di lapang terbagi menjadi 2 sampel tanah terganggu dan tidak terganggu.Variabel yang diamati adalah tekstur tanah 7 fraksi, bahan organik, struktur, dan permeabilitas tanah di laboratorium Ilmu Tanah Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman lalu dihitung dengan nomograf. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai erodibilitas tanah pada lokasi penelitian bervariasi dari nilai 0,26 sampai dengan 0,78. termasuk dalam harkat rendah sampai tinggi. Faktor utama yang mempengaruhi keruangan erodibilitas tanah ada tekstur tanah. | Study of soil erodibility value of farm land use in Karangreja sub-district, Purbalingga Regency | |
| 21108 | 23807 | H1K014003 | ANALISIS UKURAN HIU PADA MUSIM PERALIHAN II DI PELABUHAN PERIKANAN SAMUDERA CILACAP | Penelitian ini berjudul analisis ukuran hiu pada Musim Peralihan II di Pelabuhan Perikanan Samudra Cilacap. Sumber daya Elasmobranchii saat ini sedang menghadapi masalah tingginya laju mortalitas akibat over fishing karena tingginya permintaan pasar akan sirip, daging dan kulit hiu serta pari. Penelitian hiu secara spesifik di Indonesia masih sedikit dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ukuran hiu berdasarkan spesies hiu, hubungan panjang dan berat hiu, dan pengaruh musim terhadap jumlah hasil tangkapan hiu yang hidup di perairan Samudera Indonesia dan didaratkan di PPSCilacap. Metode penelitian adalah metode survey. Hiu yang didaratkan di PPS Cilacap diperoleh 3 spesies hiu di PPSC dengan pola pertumbuhan diperoleh allometrik negative. pengelompokan umur berdasarkan ukuran, untuk A.pelagicus diperoleh 16 ekor untuk kelompok umur 2-6 tahun (195-265 cm), 7-9,2 tahun (267-292 cm), 10-13,4 tahun (300-355 cm), 19-25 tahun (365-440 cm); I. oxyrichus 19 ekor untuk kelompok umur 3-5 tahun (177-220 cm), 6-10 tahun (223-293 cm), dan >17 tahun (294-320 cm); dan P. glauca 3 ekor untuk kelompok umur 2-5 tahun (130-200 cm). Berdasarkan hasil tangkapan hiu pada tahun 2017, Hasil tangkapan tertinggi diperoleh pada Musim kemarau dan hasil tangkapan terendah pada musim penghujan. | The study tittle is analyze of shark size on 2nd transition season at PPS Cilacap. Currently, Elasmobranchii resources are facing the problem of the high rate of extinction due to over fishing. The condition is based on the high of market demand for shark fins, meat and skin of shark and ray. In Indonesia, the research of sharks especially are rarely done. The purpose of the study are to know the size of sharks, correlation length and weight, and influence of the season towards the number of sharks are caught in the Indonesian Ocean and landed at PPSC. The survey research method was resulted 3 species of sharks. The growth pattern of the sharks were obtained negative allometric. The age group based on size for A. pelagicus was obtained 16 sharks for age group 2-6 years (195-265 cm), 7-9,2 years (267-292 cm), 10-13,4 years (300-355 cm), and 19-25 years (365-440 cm); I. oxyrichus was obtained 19 sharks for age group 3-5 years (177-220 cm), 6-10 years (223-293 cm), and >17 years (294-320 cm); and P. glauca was found 3 sharks for age group 2-5 years (130-200 cm). Based on sharks were caught in 2017, the highest number of shark were caught on dry season and wet season as lowest number sharks were caught from Indonesian Ocean. | |
| 21109 | 23989 | G1H013043 | PENERAPAN FOOD SAFETY PADA PENYELENGGARAAN MAKANAN DI INSTALASI GIZI RSUD AJIBARANG | ABSTRAK PENERAPAN FOOD SAFETY PADA PENYELENGGARAAN MAKANAN DI INSTALASI GIZI RSUD AJIBARANG Vania Ridanifaulika Dewi, Indah Nuraeni, Nurekta Yuristrianti Latar Belakang : Penerapan keamanan makanan menjadi hal penting bagi rumah sakit khususnya instalasi gizi sebagai penyelenggara makanan di rumah sakit untuk menghindari kejadian kontaminasi silang, food spoliage, serta foodborne disease. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan food safety dalam penyelenggaraan makanan di Instalasi Gizi RSUD Ajibarang. Metode : Penelitian ini menggunakan pendekatan analisis observasional dengan metode deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara semiterstruktur, observasi, dan telaah dokumen. Pemilihan informan dilakukan dengan purposive sampling yaitu berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Observasi dilakukan terhadap 4 proses pengolahan makanan yaitu PPB, HGP, PBM, DM, dan form SKP. Data dianalisis dengan cara reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Hasil Penelitian : Point Penerimaan dan Penyimpanan Bahan Makanan (PPB), point Distribusi Makanan (DM), telah dilaksanakan dengan baik. Ketidak sesuaian antara penerapan dilapangan dengan peraturan yang berlaku terjadi di point Hygiene Pemasak (HGP) khususnya perilaku mencuci tangan sesudah melakukan pekerjaan, dan point Pengolahan Makanan (PBM) khususnya ketika bahan makanan dibiarkan terbuka saat menunggu proses pemasakan. Nilai SKP dikategorikan sedang yaitu 96%. Kesimpulan : Penerapan Food Safety di Instalasi Gizi RSUD Ajibarang secara keseluruhan sudah memenuhi keputusan Kemenkes 2004, tetapi ada beberapa yang harus diperhatikan seperti hygiene pemasak dan pengolahan makanan. Kata Kunci : Food Safety, Skor Keamanan Pangan (SKP), Penyelenggaraan Makanan. | ABSTRACT APPLICATION OF FOOD SAFETY IN FOOD MANAGEMENT IN NUTRITIONAL INSTALLATION OF AJIBARANG HOSPITAL Vania Ridanifaulika Dewi, Indah Nuraeni, Nurekta Yuristrianti Background: Food safety application are important for hospitals, especially in nutrition agency as food providers in hospitals to avoid cross contamination, food spoliage, and foodborne diseases. This study aims to determine of food safety application in Nutrition Installation of Ajibarang Hospital Methodology: This study uses an observational analysis approach with qualitative descriptive methods. Data collection is use by semiterstructure interviews, observations, and document review. The selection of informants is use by purposive sampling, with on the inclusion and exclusion criteria. This observations was conducted in 4 food processing step namely PPB, HGP, PBM, DM, and SKP forms. This result analyzed by data reduction, data display, and conclusion drawing. Research Results: Point of Acceptance and storage of food ingredients (PPB), point of distribution of food (DM), has been carried out properly. The discrepancy between the application in the field and the prevailing regulations occurs at the point of Cooker Hygiene (HGP), especially the behavior of hand washing after doing work, and the point of Food Processing (PBM) especially when food is left open while waiting for the cooking process. The SKP value is in the middle category on 96%. Conclusion: The application of Food Safety in Nutrition Installation of Ajibarang Hospital as a whole has fulfilled the 2004 Ministry of Health's decision, but there are some that must be considered such as cooker hygiene and food processing. Keywords: Food Safety, Food Safety Score (SKP), Implementation Food. | |
| 21110 | 23990 | G1B014064 | ANALISIS EVALUASI PELAKSANAAN PROGRAM PENGELOLAAN PENYAKIT KRONIS (PROLANIS) DI KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2018 | Latar Belakang: Upaya pemerintah untuk menekan pembiayaan penyakit kronis adalah dengan mengedepankan upaya promotif dan preventif, dimana salah satu bentuk pelayanan promotif dan preventif adalah Program Pengelolaan Penyakit Kronis atau lebih dikenal dengan Prolanis. Kebijakan tersebut menargetkan cakupan kunjungan kegiatan Prolanis minimal 50%, namun masih ada FKTP yang tidak mencapai target, Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan program pengelolaan penyakit kronis (Prolanis) di Kabupaten Banyumas Tahun 2018. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan desain penelitian studi kasus. Penentuan subjek penelitian menggunakan metode purposive sampling sebanyak 20 orang. Hasil Penelitian: Pelaksanaan Prolanis di Puskesmas memberikan manfaat bagi penderita penyakit kronis dalam upaya pengontrolan status kesehatan. Akan tetapi, dari 6 aktivitas Prolanis yang dianjurkan hanya 4 aktivitas Prolanis yang sudah berjalan rutin yaitu konsultasi medis, pemeriksaan kesehatan, edukasi, dan aktivitas klub. Belum optimalnya dukungan dari Dinas Kesehatan, Pemerintah Desa, Kader kesehatan, dan Keluarga, serta hambatan dari segi input seperti kurangnya tenaga perawat, belum adanya pelatihan, pendanaan yang terbatas serta keterbatasan sarana prasarana mempengaruhi Puskesmas dalam upaya mencapai target 50% kunjungan. Simpulan: Tidak tercapainya target kunjungan Prolanis minimal 50% di Kabupaten Banyumas dikarenakan aktivitas Prolanis yang belum berjalan sepenuhnya karena kurang optimalnya dukungan lingkungan (Dinkes, Pemerintah Desa, Kader, dan Keluarga), serta keterbatasan input di Puskemas. Kata Kunci: Aktivitas, Banyumas, Prolanis, Puskesmas, Target | Introduction: The Government's attempt to suppress the budget for chronic diseases consist of promotive and preventive efforts, which one those attempt is chronic disease management program or also known as Prolanis. These policies targeted amount visit of Prolanis activities should be 50% in minimum, but there is still FKTP that do not reach the target, this study aims to evaluate the implementation of the chronic disease management program (Prolanis) in Banyumas Regency The year 2018. Method: This research is qualitative type with case studies designed with CIPP (Context, Input, Process, Output) concept. Determination of the subject of research using the method of purposive sampling towards 20 peoples Results: The implementation of Prolanis in healthcenter provide benefits for patients with chronic diseases in an attempt to control health status. However, from 6 Prolanis activity there was only 4 recommended Prolanis activity that is already running a routine medical examination, consultation, namely health, education, and activities of the Club. Lack of optimal support from Department of Health, The Government, the healthcare staffs in village, and family. The obstacle also come from the inputs such as lack of amount of medical staffs. The absence of training for medical worker, limited budget and lack of infrastructure lead the clinics in not capable to reach the target of 50% of visits. Summary: The failure of Prolanis activity in the District of Banyumas for not reach the 50% visits is caused by Prolanis activity itself due to the lack of support of its environment (Department of Health, Governmen of the village, and the family), and also the limitations of input in Puskemas. Keywords: Activity, Health Centers, Prolanis, Target | |
| 21111 | 23985 | A1L114092 | Kajian Nilai Erodibilitas Tanah Pada Penggunaan Lahan Tegalan Di Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga | Sektor pertanian masih memegang peranan penting bagi perekonomian nasional karena sektor ini yang mendasari kehidupan sebagian besar masyarakat Indonesia terutama di pedesaan. Kenyataannya budidaya pertanian tanaman semusim secara intensif pada lahan kering dihadapkan pada masalah penurunan produktivitas lahan. Salah satu penyebabnya adalah erosi tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai erodibilitas tanah (K) di Kecamatan Karangreja Kabupaten Purbalingga, dan mengkaji pengaruh faktor-faktor erodibilitas pada lahan tegalan terhadap nilai erodibilitas tanah (K) di Kecamatan Karangreja Kabupaten Purbalingga. Penelitian ini berlokasi di Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga dan analisis sampel tanah dilakukan di Laboratorium Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Waktu pelaksanaanya pada Maret 2018 sampai September 2018. Penelitian menggunakan metode survei tingkat tinjau mendalam dengan teknik pengambilan sampel tanah berdasarkan satuan lahan homogen (SLH). Pengambilan sampel tanah di lapang terbagi menjadi 2, yaitu sampel tanah terganggu dan tidak terganggu. Variabel yang diamati adalah tekstur, struktur, bahan organik dan permeabilitas tanah. Hasil penelitian menunjukkan nilai erodibilitas tanah pada wilayah penelitian bervariasi, yaitu pada harkat sedang sampai dengan sangat tinggi. Nilai Erodibilitas tanah berdasarkan perhitungan menggunakan Nomograf Wischmeier dan Smith (1978) berkisar antara 0,31 sampai dengan 0,76. Setiap faktor memiliki pengaruh yang berbeda-beda terhadap nilai erodibilitas tanah, namun faktor utama yang paling berpengaruh adalah tekstur tanah. | The agricultural sector is still an important role for the national economy, because agriculture was the basic for life of almost every community in Indonesia especially in rural area as found in Karangreja Sub-district, Purbalingga Regency, Central Java. In reality, intensive cultivation of food crops and settling on dry land is faced with the problem of decreasing land productivity. One reason is that the soil is sensitive to erosion. This research aims to determine the soil erodibility (K) value in Karangreja Subdistrict, Purbalingga Regency and examine the effect of dry field land use on factors and value of soil Erodibility (K) in Karangreja District, Purbalingga Regency. This research was carried out in Karangreja Subdistrict, Purbalingga Regency. Analysis of soil samples conducted in Soil Science Laboratory, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University. Its implementation time from March 2018 to September 2018. Soil samples were taken in field is divided into two, namely disturbed soil and undisturbed soil. The variables observed were 7 soil fractions, structure, organic matter, and permeability The results showed that the value of soil erodibility in the study location varied, included in moderate to very high levels. The value of soil erodibility in Karangreja Subdistrict, Purbalingga Regency based on calculations using Wischmeier and Smith (1978) Nomograph ranged from 0.31 to 0.76. Each factor has a different influence on the erodibility value of the soil, but the most influential main factor is soil texture. | |
| 21112 | 23993 | G1A015094 | FAKTOR RISIKO GANGGUAN FUNGSI PARU PADA POLISI LALU LINTAS KEPOLISIAN RESOR BANYUMAS | Penyakit Akibat Kerja (PAK) dapat disebabkan karena adanya faktor risiko di dalam lingkungan kerja. Polisi lalu lintas merupakan profesi yang rentan mengalami gangguan fungsi paru akibat paparan polutan udara dan karena adanya faktor risiko berupa umur, jenis kelamin, Indeks Massa Tubuh (IMT), kebiasaan merokok, durasi kerja, lama kerja dan kebiasaan memakai Alat Pelindung Diri (APD) berupa masker. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian gangguan fungsi paru pada polisi lalu lintas Kepolisian Resor (Polres) Banyumas. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan menggunakan pendekatan cross-sectional study. Sampel penelitian ini adalah 50 polisi lalu lintas di Polres Banyumas tahun 2018 yang dipilih dengan metode consecutive sampling. Pengumpulan data dengan wawancara menggunakan kuisioner, pengukuran tinggi badan dan berat badan, serta pemeriksaan fungsi paru dengan spirometer. Hasil penelitian menunjukkan dari 50 responden sebanyak 41 responden (82%) mengalami gangguan fungsi paru, sedangkan 9 responden (18%) memiliki fungsi paru normal. Hasil analisis bivariat dengan uji Fisher dan Kolmogorov-Smirnov menyatakan bahwa faktor risiko yang berhubungan dengan gangguan fungsi paru pada polisi lalu lintas antara lain IMT, kebiasaan merokok, dan pemakaian APD (p<0,05), sedangkan faktor risiko umur, jenis kelamin, durasi kerja, dan lama kerja tidak berhubungan dengan gangguan fungsi paru pada polisi lalu lintas (p≥0,05). | Occupational disease can occur due to risk factos at the work environment. Traffic police are professions that are susceptible to pulmonary function impairment due to exposure to air pollutants and because of the presence of risk factors, including the working period and the personal protective equipment usage. The aim of this study was to understand the risk factors of pulmonary function impairment in traffic police Kepolisian Resor (Polres) Banyumas. This study was analytic observational research with cross-sectional design. Subject of this study was 50 traffic police in Polres Banyumas in 2018 and were selected with consecutive sampling method. Data collection conducted by questionnaire interviews, height and weight measurement, and measured pulmonary function with spirometry. Result of this study showed that from 50 subjects, 41 research subjects (82%) had pulmonary function impairment, meanwhile 9 research subjects (12%) had normal pulmonary function. The result of the bivariate analysis with Fisher test and Kolmogorov-Smirnov showed a significant correlation between Body Mass Index (BMI), smoking habit, and personal protective equipment usage with pulmonary function impairment (p<0,05), and a non significant correlation between age, gender, duration of work, and working period with pulmonary function impairment (p≥0,05). | |
| 21113 | 23994 | G1H014021 | PENGARUH PROPORSI DAN LAMA FERMENTASI TERHADAP KADAR Fe DAN KUALITAS SENSORI YOGURT KACANG MERAH plus SUSU KAMBING UNTUK REMAJA PUTRI ANEMIA | Latar Belakang : Konsumsi makanan sumber Fe secara cukup sesuai dengan kebutuhan diketahui dapat menghambat anemia. Yogurt kacang merah plus susu kambing diketahui memiliki kandungan Fe yang cukup tinggi. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh lama fermentasi dan proporsi yogurt kacang merah dan susu kambing terhadap kadar Fe dan kualitas sensori yogurt kacang merah plus susu kambing. Metode : Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan dua faktor yaitu proporsi kacang merah:susu kambing (P) sebesar 90%:10% (P1); 80%:20% (P2); 70%:30% (P3) dan lama fermentasi (T) selama 12 jam (T1); 24 jam (T2). Sampel pada penelitian ini sebanyak 24 unit percobaan. Analisis variabel kimia menggunakan uji Ragam jika berbeda nyata dilanjut dengan Duncan’s Multiple Rank Test taraf 5% dan kualitas sensori menggunakan Uji Friedman, jika berbeda nyata dilanjut dengan Uji Banding Ganda taraf 5%. Kombinasi perlakuan terbaik menggunakan Indeks Efektivitas. Serving size produk yaitu sebesar 10% dari total kebutuhan harian. Hasil : Tidak terdapat pengaruh nyata lama fermentasi terhadap kadar Fe (P=0,83), terdapat pengaruh nyata Proporsi kacang merah dan susu kambing terhadap kadar Fe (P=0,037), dan terdapat pengaruh yang sangat nyata lama fermentasi dan proporsi yogurt kacang merah plus susu kambing terhadap kualitas sensori (rasa, aroma, kekentalan, warna dan kesukaan) (P=0,000). Kesimpulan : Yogurt kacang merah plus susu kambing terbaik terhadap kadar Fe dan kualitas sensori yaitu yogurt lama fermentasi 24 jam dan proporsi kacang merah:susu kambing 90%:10%. | Background : Consumption of food in sufficient Fe resources according to the needs known can prevent anemia. Red beans plus goat’s milk yogurt is known to have a high Fe content. This study aims to determine the effect of fermentation time and the proportion of red beans and goat’s milk yogurt on Fe content and sensory quality of red bean plus goat's milk yogurt. Method : This study used a randomized block design with two factors, that is the proportion of red beans: goat’s milk (P) are 90%: 10% (P1); 80%: 20% (P2); 70%: 30% (P3) and fermentation time (T) are 12 hours (T1); 24 hours (T2). The sample in this study were 24 experimental units. Analysis of chemical variables using ANOVA if significantly different continued with Duncan 's Multiple Rank Test at 5% level and sensory quality using the Friedman Test, if significantly different then continued with the Double Appeal Test level of 5%. The best combination of treatments uses the Effectiveness Index. Serving size of product is equal to 10% of total daily needs. Result : There was no significant effect of fermentation time (P = 0.83) and there was a significant effect on the proportion of red beans and goat’s milk (P = 0.037) to Fe content. There was a very significant effect of fermentation time and the proportion of red beans and goat’s milk on sensory quality (taste, aroma, thickness, color and preference) (P = 0.000). Conclusion : The best red beans plus goat’s milk yogurt for Fe content and sensory quality is yogurt for 24 hours long fermentation and the proportion of red beans: goat's milk 90%: 10%. | |
| 21114 | 23995 | G1H013023 | KORELASI ASUPAN KALIUM, KALSIUM, DAN MAGNESIUM DENGAN NILAI MEAN ARTERIAL PRESSURE PADA PRALANSIA DAN LANSIA DI PUSKESMAS II PURWOKERTO UTARA | Latar Belakang: Mean Arterial Pressure (MAP) merupakan nilai rata-rata tekanan darah arteri yang diperoleh melalui pengukuran tekanan darah sistolik dan diastolik. Nilai MAP yang tinggi dapat menjadi indikasi kejadian hipertensi. Hipertensi merupakan kondisi patologis yang ditandai dengan nilai tekanan darah arteri di atas batas normal. Batas tekanan darah normal pada orang dewasa berusia 40 tahun atau lebih adalah 140 mmHg untuk tekanan darah sistolik dan 90 mmHg untuk tekanan darah diastolik. Prevalensi kejadian hipertensi pada pralansia dan lansia di Puskesmas II Purwokerto Utara pada 2017 cukup tinggi yaitu sebesar 11 %. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara asupan kalium, kalsium, dan magnesium dengan nilai MAP pada pralansia dan lansia di wilayah kerja Puskesmas II Purwokerto Utara. Metodologi: Penelitian ini menggunakan desain studi observasional dan rancangan cross-sectional. Teknik pengambilan sampel berupa metode Purposive Sampling dengan jumlah 129 responden. Data diperoleh melalui wawancara menggunakan formulir FFQ dan Recall 2x24 jam, dan dianalisis menggunakan uji Fisher Exact dan Pearlson Product Moment. Hasil Penelitian: Sebanyak 97,6% dari 129 responden memiliki asupan kalium yang rendah, 96,8% memiliki asupan kalsium yang rendah, dan 95,3% memilki asupan magnesium yang rendah. Sebanyak 67,4% responden memiliki nilai MAP yang tinggi. Hasil uji Fisher Exact menunjukkan terdapat hubungan antara asupan kalium dan kalsium dengan nilai MAP (p<0,05) dengan Prevalence Ratio (PR) 3,231 dan 3,289 . Hasil uji Pearlson Product Moment menunjukkan tidak ada hubungan antara asupan magnesium dengan nilai MAP (p<0,05) dengan PR 2,075. Simpulan: Ada hubungan antara asupan kalium dan kalsium dengan nilai MAP pada responden di wilayah kerja Puskesmas II Purwokerto Utara dan tidak ada hubungan antara asupan magnesium dengan nilai MAP pada responden di wilayah kerja Puskesmas II Purwokerto Utara. | Background: Mean Arterial Pressure (MAP) is the average value of artery blood pressure obtained through measuring of sistolic and diastolic pressure. MAP could be an indicator of hypertension. Hypertension is a pathologist condition which showed by high blood pressure above normal value. Normal value of blood pressure for pre elderly and erderly is 140 mmHg for sistolic pressure and 90 mmHg for diastolic pressure. Prevalence of hypertension for pre elderly and erderly at Puskesmas II Purwokerto Utara in 2017 is high enough which is 11%. This research was aimed to know the correlation of potassium, calcium, and magnesium intake with Mean Arterial Pressure on pre elderly and erderly at Puskesmas II Purwokerto Utara. Methodology: This study used the cross-sectional approach and observational study design. Purposive Sampling technique is the methode to determine the sample amount that brought out 129 pre elderly and elderly as samples. The datas were obtained through interview by using FFQ and Recall 2x24 hours form and analyzed by Fisher Exact and Pearlson Product Moment statistical test. Results: The results showed 97,6% respondents with low potassium intake, 96,8% respondents with low calcium intake, and 95,3% respondents with low magnesium intake from the total amount of 129 respondents. There is 67,4% with high MAP value. Fiscer Exact test showed there is correlation of potassium and calcium intake with MAP (p<0,05) with Prevalence Ratio (PR) 3,231 and 3,289. Pearlson Product Moment test showed there is no correlation of magnesium intake with MAP (p<0,05) with PR 2,075. Conclusion: There is correlation of potassium and calcium intake with MAP and there is no correlation of magnesium intake with MAP on pre elderly and elderly at Puskesmas II Purwokerto Utara. | |
| 21115 | 23996 | G1B014079 | ANALISIS IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PEMBAYARAN JASA PELAYANAN PUSKESMAS (INSENTIF) PADA TENAGA KESEHATAN DI PUSKESMAS WILAYAH PURWOKERTO SELATAN DAN TIMUR II | Abstrak ANALISIS IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PEMBAYARAN JASA PELAYANAN PUSKESMAS (INSENTIF) PADA TENAGA KESEHATAN DI PUSKESMAS WILAYAH PURWOKERTO SELATAN DAN TIMUR II Rizqi Trisna Putri Pratiwi, Arif Kurniawan, Aris Dwi Susilarto Latar Belakang : Saat ini pemerintah menetapkan sistem rujukan pada akses pelayanan kesehatan. Untuk mendukung sistem tersebut, JKN berusaha memberikan reward berupa insentif kepada tenaga kesehatan Puskesmas termasuk Puskesmas di Purwokerto. Berdasarkan data Dinkes Banyumas, menyatakan bahwa terdapat perbedaan pada perolehan dana kapitasi di masing-masing Puskesmas, yang menyebabkan perbedaan dalam implementasi penetapan jumlah insentif. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi kebijakan pembayaran insentif pada Puskesmas dengan perolehan dana kapitasi besar dan kapitasi kecil. Metodologi : Jenis penelitian adalah penelitian kualitatif desain studi kasus dengan metode pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Instrumen penelitian yakni pedoman wawancara mendalam, alat perekam suara serta alat dokumentasi. Teknis analisa data content analysis dengan pendekatan thematic network serta PerBup Banyumas No. 74 Tahun 2017 sebagai acuan. Hasil Penelitian : Implementasi penetapan insentif pada kedua Puskesmas sama-sama mengacu berdasarkan PerBup dan KepMenkes. Perbedaan implementasi terletak pada jumlah insentif yang diterima, pemberian poin kinerja untuk menentukan jumlah insentif individu, tanggal pembagian, anggota Tim Manajerial, serta kendala dan upaya. Kesimpulan : Perbedaan paling jelas terlihat antara Puskesmas dengan dana kapitasi tinggi dan dana kapitasi rendah terletak pada jumlah insentif yang diterima, hal tersebut tetap terjadi meskipun penghasilan Puskesmas tidak hanya berasal dari dana kapitasi. | Abstract IMPLEMENTATION ANALYSIS OF PUSKESMAS'S POLICY FOR SERVICE PAYMENT (INCENTIVE) TO HEALTH PERSONNEL IN PUSKESMAS PURWOKERTO SELATAN & TIMUR II Rizqi Trisna Putri Pratiwi, Arif Kurniawan, Aris Dwi Susilarto Background : The government currently establishes a referral system for access to health services. To support this system, JKN tried to provide rewards in the form of incentives to health workers at Puskesmas including all Puskesmas in Purwokerto. According to Dinkes Banyumas's data, there are capitation fund acquisition differences in each Puskesmas that cause difference in the implementation of incentive amount determination. This research aim to analyze the implementation of incentive payment's policy between Puskesmas with big and small fund capitation. Methodology : This is a qualitative research with case study that use purposive sampling as sample gathering method. The research instruments are in-depth interview guidelines, voice recorder and documentation tools. Data analysis technique used is content analysis with thematic network approach and PerBup Banyumas No. 74 Th. 2017 as refference. Result : The implementation of the incentive determination at both Puskesmas are refers to PerBup and KepMenkes. The implementation's difference are; the amount of incentives received, the awarding of performance points to determine the number of individual incentives, distribution dates, Managerial Team members, constraints and efforts. Conclusion: The most obvious difference between Puskesmas with high capitation funds and the low capitation funds is in amount of incentives received, this disparity still happens even though Puskesmas income does not only come from capitation funds. | |
| 21116 | 23997 | G1B014047 | FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEBERADAAN KANDUNGAN RHODAMIN B PADA JAJANAN SOSIS DI SEKITAR PURWOKERTO | ABSTRAK FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEBERADAAN KANDUNGAN RHODAMIN B PADA JAJANAN SOSIS DI SEKITAR PURWOKERTO Zulfikar Dwi Pangestu, Agnes Fitria Widiyanto, Kuswanto Sanredja Latar Belakang: Kasus keracunan di Indonesia tiap tahun masih sering terjadi. Banyak penyakit yang beredar bersumber dari makanan dimana konsumen kurang menyadari makanan yang biasa dikonsumsi kemungkinan tidak sehat serta berbahaya seperti adanya Rhodamin B. Banyak jenis makanan yang sering kali mengandung adanya bahan berbahaya tersebut salah satunya jajanan sosis. Keberadaaan Rhodamin B pada jajanan sosis tidak terlepas dari ketidaktahuan pedagang dalam membeli produk atau memilih sosis yang akan di perjualbelikan. Tujuan penelitian adalah mengetahui faktor – faktor yang berhubungan dengan keberadaan kandungan Rhodamin B pada jajanan sosis di sekitar Purwokerto. Meteodologi: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh pedagang sosis yang berjualan di sekitar Purwokerto. Pada teknik pengambilan sampel dengan menggunakan uji hipotesis tunggal dan diperoleh sampel sebesar 45. Teknik sampling yang digunakan adalah simple random sampling. Analisis data dilakukan dengan cara analisis univariat dan bivariat. Analisis univariat dilakukan dengan menampilkan tabel distribusi frekuensi dari setiap variabel. Analisis bivariat dilakukan dengan menggunakan uji chi square dengan nilai α= 0,05. Hasil penelitian: Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa 4% jajanan sosis mengandung keberadaan Rhodamin B. Serta Tidak ada hubungan yang signifikan antara Pengetahuan, sikap, pemilihan bahan pedagang tentang keberadaan kandungan Rhodamin B, aksesibilitas, harga dan pembinaan petugas kesehatan tentang keberadaan kandungan Rhodamin B pada jajanan sosis disarankan agar petugas kesehatan meningkatkan pengawasan dan pembinaan pada pedagang Kesimpulan: Tidak ada hubungan antara Pengetahuan, sikap, pemilihan bahan, aksesibilitas, harga dan pembinaan petugas kesehatan tentang keberadaan kandungan Rhodamin B. Kata Kunci: Rhodamin B, Pedagang, Jajanan Sosis | FACTORS ASSOCIATED WITH THE EXISTENCE OF RHODAMIN B CONTENT PRESENCE ON SAUSAGE SNACKS AROUND PURWOKERTO Zulfikar Dwi Pangestu(1), Agnes Fitria Widiyanto (2), Kuswanto Sanredja (3) (1) Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Universitas Jenderal Soedirman (2) Dosen Kesehatan Masyarakat Universitas Jenderal Soedirman Jl. Dr. Soeparno Karangwangkal Purwokerto 53123 Gedung B Jurusan Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman Telp. 081542104966 E-mail : Fikaraja35@gmail.com ABSTRACT Research Background: Poisoning cases still often happen every year in Indonesia. There are many diseases circulating coming from food which the consumers are less aware of the food commonly consumed maybe unhealthy and hazardous like containing Rhodamin B. There are many types of food that contain hazardous ingredients, one of them is sausage snack. The presence of Rhodamin B in sausage snack is not separated from the ignorance of seller in buying products or choosing the sausage to be sold. This research aims to know the factors associated with the presence of Rhodamin B in sausage snacks around Purwokerto. Methodology: This research is analytic observational research with cross sectional approach. The population of this research are all sausage sellers around Purwokerto. On sampling techniques by using single hypothesis test and 45 samples are obtained. The sampling technique used is simple random sampling. The data analysis is done by univariate and bivariate analysis. Univariate analysis is done by showing frequency distribution table from every variable. Bivariate analysis is done by using chi square test with α value= 0,05. Research Result: Based on the research result, it shows that 4% of sausage snacks contain the presence of Rhodamin B. And there is no a significant relationship between knowledge, attitude, seller’s ingredients selection about the presence of Rhodamin B, accessibility, price, and health worker coaching about the presence of Rhodamin B in sausage snacks so it is advised to the health worker to increase supervision and coaching to the sellers. Conclusion: There is no relationship between knowledge, attitude, ingredient selection, accessibility, price, and health worker coaching about the presence of Rhodamin B. Key Words: Rhodamin B, Seller, Sausage Snacks | |
| 21117 | 25690 | G1B015001 | PENGARUH GEL EKSTRAK ETANOL DAUN NANGKA (Artocarpus heterophyllus) TERHADAP KADAR INTERLEUKIN-1β PADA PENYEMBUHAN LUKA PASCAPENCABUTAN GIGI TIKUS MODEL DIABETES MELITUS | Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit metabolit yang ditandai dengan terjadi peningkatan kadar glukosa akibat insufisiensi jumlah dan disfungsi insulin. Tingginya kadar glukosa dalam darah dapat menyebabkan terjadinya gangguan proses penyembuhan luka yang ditandai dengan peningkatan produksi sitokin proinflamasi, seperti interleukin-1β (IL-1β). Daun nangka dapat digunakan sebagai bahan alternatif dalam mempercepat proses penyembuhan luka karena mengandung senyawa aktif seperti flavonoid, saponin dan tanin yang memiliki aktivitas antiinflamasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh gel ekstrak daun nangka (A.heterophyllus) terhadap kadar IL-1β pada penyembuhan luka pascapencabutan gigi tikus model diabetes melitus. Jenis penelitian ini adalah eksperimental laboratoris in vivo dengan rancangan penelitian randomized posttest-only control group design. Penelitian ini menggunakan jumlah sampel 35 tikus galur wistar jantan yang dibagi menjadi 5 kelompok yaitu kelompok K1 (tikus model diabetes melitus pascapencabutan gigi dan diberikan Na-CMC 2%), kelompok K2 (tikus kondisi normal pascapencabutan gigi dan diberikan Na-CMC 2%), kelompok P1, P2, dan P3 (tikus model diabetes melitus pascapencabutan gigi dan diberikan gel ekstrak etanol daun nangka 5%, 10%, dan 15%). Pengambilan sampel jaringan gingiva pascapencabutan gigi dilakukan pada hari ke-6 dan dilanjutkan dengan pemeriksaan kadar IL-1β dengan metode ELISA. Data menunjukkan kadar IL-1β lebih rendah pada kelompok perlakuan dibandingkan dengan kelompok negatif. Hasil uji statistik One-way ANOVA menunjukkan terdapat pengaruh gel ekstrak etanol daun nangka terhadap kadar IL-1β yang sangat signifikan (p<0,01). Hasil uji Post Hoc LSD menunjukkan terdapat perbedaan yang sangat signifikan (p<0,01) antara kelompok P1, P2, dan P3 dengan kelompok K1 namun tidak terdapat perbedaan yang signifikan (p>0,05) pada kelompok P3 dengan kelompok K2. Hal tersebut menunjukkan bahwa pada kelompok P3 merupakan kelompok yang paling berpengaruh terhadap kadar IL-1β mendekati kadar normal pada kelompok K2. Simpulan pada penelitian ini yaitu terdapat pengaruh pemberian gel ekstrak etanol daun nangka terhadap penyembuhan luka pascapencabutan gigi tikus model diabetes melitus. | Diabetes mellitus is a metabolite disease characterized by the increase of blood glucose levels that causes insulin insufficiency and dysfunction. A high level of the blood glucose can cause disruption of the wound healing process which characterized by elevation of inflammatory response with the increase of proinflammatory cytokines, such as interleukin-1β (IL-1β). Jackfruit leaf can be used as an alternative treatment in accelerating wound healing process because it contains active compounds such as flavonoids, saponins, and tannins which have anti-inflammatory activities. This study aimed to determine the effect of jackfruit leaf ethanolic extract gel (A.heterophyllus) on IL-1β levels in wound healing after tooth extraction in diabetes mellitus rat model. The type of research was in vivo experimental laboratories with a randomized posttest-only group design. The samples of this research were 35 male wistar rats which divided into 5 groups, namely group K1 (tooth extraction in diabetes mellitus rat model treated with Na-CMC 2%), group K2 (tooth extraction in healthy rat treated with Na-CMC 2%), group P1, P2, and P3 (tooth extraction in diabetes mellitus rat model treated with 5%, 10%, and 15% ethanolic extract gels of jackfruit leaf). The gingival tissue samples after tooth extraction and treatment were collected in day 6. The IL-1β levels were measured using ELISA method. The data showed that IL-1β levels were lower in the treatment groups compared to the negative group. The statistical results of One-way ANOVA test showed a effect of jackfruit leaf ehanolic extract gel on very significant IL-1β levels (p<0,01) among groups. The Post-Hoc LSD test resulted a very significant difference (p<0,01) between treatment groups P1, P2, and P3 with group K1 but there was no significant difference (p>0.05) in the group P3 compared to group K2. Group P3 was the most effective treatment group with IL-1β level close to normal level in the group K2. The study concluded there is an effect of wound healing post tooth extraction in diabetes mellitus rat model by topical application of jackfruit leaf ethanolic extract gel. | |
| 21118 | 25974 | F1B115018 | PENGARUH TUNJANGAN KINERJA DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA GURU HONORER SEKOLAH DASAR NEGERI DI UNIT PENDIDIKAN KECAMATAN CILONGOK | Kinerja yang tinggi secara umum sangat ditentukan oleh banyak faktor. Faktor yang mempengeruhi kinerja salah satunya adalah motivasi kerja. Motivasi kerja ini berpengaruh langsung dengan kinerja. Kinerja juga ditentukan oleh pengaruh tunjangan kinerja, peranan tunjangan kinerja juga berpengaruh dalam tingginya kinerja. Permasalahan dalam penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih kurangnya kinerja dari guru honorer dan kurangnya motivasi guru honorer sekolah dasar negeri di unit pendidikan kecamatan Cilongok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh dari tunjangan kinerja dan motivasi kerja terhadap kinerja guru honorer di UPK Cilongok. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif asosiatif. Dengan sampel 100 responden dan teknik pengambilan sampel menggunakan proportionate stratified random sampling. Metode analisis yang digunakan adalah Korelasi Kendall Tau-c, Koefisien Konkordansi Kendall W dan Analisis Regresi Ordinal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tunjangan kinerja dan motivasi kerja memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap kinerja guru honorer sekolah dasar negeri di UPK Cilongok. Hal ini didasarkan pada koefisien Kendall Tau-c sebesar 0,219 yang memiliki signifikan pada taraf kepercayaan 95 persen (0,009 < 0,05). Hasil uji regresi ordinal juga ditemukan bahwa tunjangan kinerja memiliki pengaruh yang positif dan signifikan dengan kinerja guru honorer. Motivasi kerja yang didasarkan pada koefisien Kendall Tau-c sebesar 0,217 yang memiliki signifikan pada taraf kepercayaan 95 persen (0,008 < 0,05). Dari hasil uji regresi ordinal juga ditemukan bahwa motivasi kerja memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap kinerja guru honorer. Analisis Konkordasi Kendall’s W menunjukan bahwa tunjangan kinerja dan motivasi kerja secara stimultan berhubungan dengan kinerja guru honorer dengan koefisien sebesar 0,958. Dari analisis regresi ordinal juga membuktikan bahwa tunjangan kinerja dan motivasi kerja secara stimultan berpengaruh terhadap kinerja guru honorer. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah semua variabel independen dalam penelitian memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap variabel dependen yaitu kinerja guru honorer di UPK Cilongok. | High performance in general is largely determined by many factors. One of the factors that affect performance is work motivation. This work motivation has a direct effect on performance. Performance is also determined by the influence of performance benefits, the role of performance benefits also influences the high performance. The problem in this study was motivated by the lack of performance of honorary teachers and the lack of motivation of honorary primary school teachers in the Cilongok sub-district education unit. This study aims to determine how much influence the performance allowance and work motivation have on the performance of honorary teachers at the Cilongok UPK. The research method used is quantitative associative. With a sample of 100 respondents and sampling techniques using proportionate stratified random sampling. The analytical method used is Kendall Tau-c Correlation, Kendall W Concordance Coefficient and Ordinal Regression Analysis. The results showed that the performance allowance and work motivation had a positive and significant effect on the performance of honorary teachers of public elementary schools in Cilongok UPK. This is based on the Kendall Tau-c coefficient of 0.219 which has a significance level of 95 percent (0.009 <0.05). The results of the ordinal regression test also found that performance allowances had a positive and significant effect on the performance of honorary teachers. Work motivation based on the Kendall Tau-c coefficient of 0.217 has a significance level of 95 percent (0.008 <0.05). From the results of the ordinal regression test it was also found that work motivation had a positive and significant effect on the performance of honorary teachers. The Kendall’s W concordation analysis shows that performance and work motivation benefits are simultaneously related to honorary teacher performance with a coefficient of 0.958. From ordinal regression analysis also proves that performance and work motivation benefits simultaneously influence the performance of honorary teachers. The conclusion in this study is that all independent variables in the study had a positive and significant influence on the dependent variable, namely the performance of honorary teachers at the UPK Cilongok. | |
| 21119 | 26089 | D1A015103 | Penggunaan Berbagai Macam Probiotik Cair Terhadap Bobot Badan dan Bobot Telur Burung Puyuh | Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengunaan berbagai macam probiotik cair terhadap bobot badan dan bobot telur burung puyuh. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 macam perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan tersebut yaitu : P0 = Tanpa penggunaan probiotik (kontrol), P1 = Penggunaan probiotik cair A, P2 = Penggunaan probiotik cair B, dan P3 = Penggunaan probiotik cair C. Pakan yang diberikan berupa ransum dengan kandungan protein kasar (PK) 18,67 % dan energi 3032,5 Kcal. Data dianalisis dengan menggunakan analisis variansi. Hasil penelitian menunjukkan konsumsi air minum yang mendapatkan probiotik cair menunjukkan hasil rataan 44,69 ± 5,05 ml/ekor/hari. Hasil bobot badan puyuh umur 6 minggu yang mendapatkan probiotik cair melalui air minum memiliki hasil rataan 131,95 ± 4,99 g. Sedangkan, bobot telur puyuh yang mendapatkan probiotik cair melalui air minum memiliki hasil rataan 9,81 ± 0,32 g. Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa penggunaan berbagai macam probiotik cair melalui air minum tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap bobot badan dan bobot telur burung puyuh. Kesimpulan pemberian berbagai macam probiotik cair dengan dosis 2 ml per liter air minum belum mampu meningkatkan bobot badan puyuh umur 6 minggu dan bobot telur puyuh. | The aim of this study is to examine the use of various kinds of liquid probiotics on quail body weight and egg weight. The research design used is a completely randomized design (CRD) with 4 types of treatments and 5 replications. The treatments are; P0 = Without using any probiotics (control), P1 = Using liquid probiotics A, P2 = Using liquid probiotics B, and P3 = Using liquid probiotics C. The feed which given is ration with 18,67 % of crude protein content and 3032,5 Kcal energy. The data are analyzed using variance analysis. The results show that drinking water consumption got liquid probiotics has an average yield of 44,69 ± 5,05 ml/head/day. The body weight results of 6 weeks old quail who got liquid probiotics through their drinking water has an average yield of 131,95 ± 4,99 g. Meanwhile, the egg weight that obtained liquid probiotics through the drinking water has an average yield of 9,81 ± 0,32 g. The results of the variance analysis showed that the use of various kinds of liquid probiotics through drinking water had no significant effect (P>0.05) on the body weight and egg weight. The conclusion of giving various kinds of liquid probiotics at a doses of 2 ml per liter of drinking water has not been able to increase quail body weight at 6 weeks old or egg weight. | |
| 21120 | 26132 | H1C013070 | ANALISIS KOORDINASI SISTEM PENGAMAN OVERCURRENT RELAY, GROUND FAULT RELAY, DAN RECLOSER TERHADAP GANGGUAN ARUS HUBUNG SINGKAT PADA JARINGAN DISTRIBUSI 20 KV PENYULANG RAWALO-01 GARDU INDUK RAWALO PT. PLN (PERSERO) APJ PURWOKERTO | Daya listrik yang disalurkan melalui sistem distribusi tenaga listrik menuju pelanggan harus memiliki mutu dan keandalan sistem yang tinggi. Permasalahan yang paling mendasar pada jaringan distribusi 20 kV adalah pada kualitas, dan kontinuitas pelayanan daya listrik untuk pelanggan. Gangguan atau kerusakan yang terjadi dalam sistem jaringan distribusi 20 kV akan sangat mempengaruhi nilai keandalan sistem distribusi dan juga akan mengakibatkan pelepasan beban sehingga terjadi pemadaman dalam sistem distribusi tersebut. Gangguan yang sering terjadi pada sistem jaringan distribusi 20 kV adalah gangguan arus hubung singkat baik 3 fasa, 2 fasa, maupun 1 fasa ke tanah. Gangguan arus hubung singkat ini dapat disebabkan oleh alam, pohon, layang-layang, komponen/ peralatan, dan pihak 3/ binatang. Untuk mengatasi gangguan-gangguan yang terdapat pada sistem distribusi 20 kV, maka diperlukan suatu sistem pengaman/ proteksi yang bertujuan untuk mencegah atau membatasi kerusakan pada jaringan beserta peralatannya, menjaga keselamatan umum, dan meningkatkan kontinuitas pelayanan. Pada sistem distribusi tenaga listrik diperlukan sistem proteksi yang sensitif, cepat, andal, selektif dan ekonomis untuk mengatasi gangguan. Dalam sistem proteksi, koordinasi yang tepat antar relai sangat diperlukan. Koordinasi relai yang tepat dapat mencegah kerusakan pada peralatan dan meminimalisir daerah yang padam. Pada penyulang RWO-01 terjadi beberapa gangguan salah satunya terjadi karena koordinasi yang tidak sesuai/ tidak berfungsi sesuai setting menyebabkan peralatan proteksi tersebut mengalami trip. Berdasarkan data laporan gangguan PT. PLN (Persero) Area Purwokerto pada tahun 2017, penyulang RWO-01 sampai dengan bulan Juli 2018 sudah trip sebanyak 22 kali. Hal tersebut seharusnya dihindari karena mengindikasikan bahwa sistem belum bekerja secara optimal. | Electric power supplied through the power distribution system to customers must have a high quality and reliability of the system. The most fundamental problem in the 20 kV distribution network is the quality, and continuity of electricity services for customers. Disturbances or damage that occurs in a 20 kV distribution network system will greatly affect the value of the distribution system reliability and will also result in the release of loads resulting in blackouts in the distribution system. Disturbances that often occur in a 20 kV distribution network system are short-circuit current faults either 3 phase, 2 phase, or 1 phase to ground. This short circuit current disruption can be caused by nature, trees, kites, components / equipment, and 3rd parties / animals. To overcome the disturbances that exist in the 20 kV distribution system, we need a safety system / protection that aims to prevent or limit damage to the network and its equipment, maintain public safety, and improve continuity of service. In electric power distribution systems, protection systems that are sensitive, fast, reliable, selective and economical are needed to overcome interference. In a protection system, proper coordination between relays is needed. Proper relay coordination can prevent damage to the equipment and minimize the area that goes out. In RWO-01 feeder, there are several disturbances, one of which is due to improper coordination / not functioning according to the settings causing the protection equipment to trip. Based on data from PT. PLN (Persero) Purwokerto Area in 2017, feeders RWO-01 up to July 2018 have trip as much as 22 times. This should be avoided because it indicates that the system is not working optimally. |