Artikelilmiahs

Menampilkan 21.081-21.100 dari 50.148 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
2108123969A1L114057PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN WORTEL (DAUCUS CAROTA) PADA BERBAGAI MACAM MEDIA TANAM DAN PENGURANGAN DOSIS PUPUK ANORGANIK DI DATARAN RENDAHPenelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui media yang tepat untuk pertumbuhan dan hasil tanaman wortel di dataran rendah (2) Mengetahui dosis pengurangan pupuk anorganik terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman wortel di dataran rendah (3) Mengetahui interaksi antara media tanam dan pengurangan dosis pupuk anorganik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman wortel di dataran rendah. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April 2018 sampai Agustus 2018 di Desa Purwosari, Kecamatan Baturaden, Kabupaten Banyumas. Penelitian ini dilakukan pada ketinggian 175 m dpl. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) yang terdiri dari dua faktor. Faktor yang pertama berbagai macam media tanam yang digunakan yaitu Arang sekam (M1), Pakis (M2), Tanah Inceptisol (M3). Faktor kedua adalah aplikasi dosis pupuk anorganik dengan 4 taraf yaitu D0= tanpa pemupukan, D1= 100% pemupukan anorganik, D2= 75% pemupukan anorganik, D3= 50% pemupukan anorganik. Variabel yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, bobot tajuk segar, bobot tajuk kering, bobot umbi, diameter umbi, panjang umbi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Tidak ada interaksi antara penggunaan berbagai macam media tanam tanah, pakis, arang sekam dan pengurangan dosis pupuk anorganik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman wortel di dataran rendah, (2) Pemberian dosis pupuk anorganik 100% memberikan pengaruh terbaik terhadap variabel tinggi tanaman, jumlah daun, bobot tajuk segar, bobot tajuk kering, dan bobot umbi, (3) Tidak ada interaksi antara penggunaan berbagai macam media tanam tanah, pakis, arang sekam dan pengurangan dosis pupuk anorganik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman wortel di dataran rendah

Kata kunci: Wortel, dataran rendah, media tanam, dosis pupuk anorganik
This research aimed to (1) know the right plant media to increase carrot growth and yield in lowland (2) know the optimal dosage of anorganic fertilizer to increase carrot growth and yield in lowland (3) to know the interaction between plant media and dosage to increase carrot growth and yield in lowland. The research was conducted from April 2018 to August 2018 at Purwosari village, Baturaden subdistrict, Banyumas regency with high 175 meters above sea. The experimental using Randomized Complete Block Design with two treatment factors. First factor is using kinds of plant media rice husk charcoal(M1), chopped fern (M2), Inceptisol soil (M3). Second factor is dosage of anorganic fertilizer with 4 levels D0= 0% anorganic fertilizer, D1= 100% anorganic fertilizer, D2= 75% anorganic fertilizer. D3= 50% anorganic fertilizer. Variables observed of plant height, number of leaves, fresh canopies weight, dry canopies weight, tuber long, tuber diameter, tuber weight. Result of the research showed that (1) used kind of plant media (rice husk charcoal, chopped fern, Inceptisol soil) there is no effect to increase carrot growth and yield in lowland, (2) application anorganic fertilizer 100% was able to increase plant heigh, number of leaves, fresh canopies weight, dry canopies weight, and tuber weight, (3) There is no effect betweeen used kind of plant media (rice husk charcoal, chopped fern, Inceptisol soil) and reduction of dosage anorganic fertilizer to increase carrot growth and yield in lowland.

Key words: Carrot, lowland, plant media, dosage anorganic fertilizer
2108223970G1H014022Efektivitas Pendidikan Gizi Melalui Media Booklet Terhadap Pengetahuan, Sikap dan Konsumsi Junk Food pada Siswa Sekolah Menengah Atas
(Studi kasus di SMA Negeri 4 Purwokerto dan SMA Negeri 5 Purwokerto)
Latar Belakang: Remaja adalah masa transisi dalam periode anak ke periode dewasa yang rawan mengalami masalah gizi. Salah satu faktor penyebabnya adalah konsumsi junk food. Peran media dalam promosi kesehatan adalah sarana membangun suasana kondusif terhadap perubahan perilaku kesehatan. Booklet merupakan media penyampai pesan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan remaja dan dapat dikombinasikan dengan gambar sehingga menarik perhatian. Hal ini menjadi alasan pemilihan booklet sebagai media edukasi.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pendidikan gizi terhadap pengetahuan, sikap dan konsumsi junk food
Metode: Rancangan penelitian adalah quasi eksperimental dengan Control group pretest posttest design. Pendidikan gizi dilakukan selama 4 kali. Penelitian dilakukan di SMA Negeri 4 Purwokerto dan SMA Negeri 5 Purwokerto. Jumlah sampel 52 orang untuk masing-masing kelompok. Uji statistik menggunakan uji wilcoxon dan mann whitney.
Hasil: Hasil penelitian menunjukan bahwa ada perbedaan pengetahuan, sikap dan konsumsi junk food sebelum dan setelah pendidikan gizi pada kelompok perlakuan p=0,000(<α0,05). Peningkatan tingkat pengetahuan sebesar 36,1%, sikap sebesar 39,6% dan penurunan konsumsi junk food sebesar 48,9%.
Kesimpulan: Terdapat perbedaan pengetahuan, sikap dan konsumsi junk food setelah diberikan pendidikan gizi melalui media booklet.
Background: Teenager is a transition period in the period of the child to the adult period that is prone to experiencing nutritional problems. One of the contributing factors is consumption of junk food. The role of media in health promotion is a means of building an atmosphere conducive to changes in health behavior. Booklets are message delivery media that can be adapted to the needs of adolescents and can be combined with images that attract attention. This is the reason for choosing booklets as educational media.

Purpose: This study aims to determine the effectiveness of nutritional education on knowledge, attitudes and consumption of junk food.
Method: The design of this study use quasi experimental with Control group pretest posttest design. Nutrition education was conducted for 4 times. The study was conducted at SMA Negeri 4 Purwokerto and SMA Negeri 5 Purwokerto. The number of samples is 52 people for each group. Statistical test using Wilcoxon and Mann Whitney test.
Result: The results showed that there were differences in knowledge, attitudes and consumption of junk food before and after nutritional education in the treatment group p = 0,000 (<α0,05). Increased knowledge level of 38.1%, attitudes of 39.6% and decreased consumption of junk food by 48.9%
Conclusion: There are differences in knowledge, attitudes and consumption of junk food after being given nutritional education through media booklets.
2108323971F1J014021MAKNA DAN FUNGSI PARTIKEL NO DALAM BAHASA JEPANGABSTRAK


Sulis Setyaningsih
Makna dan Fungsi Partikel No dalam Bahasa Jepang
Universitas Jendral Soedirman
SI Sastra Jepang
2018


Pembimbing Utama : Dr. Ely Triasih Rahayu, M.Hum
Pembimbing Pendamping : Ita Fitriana, M.A
Penguji Pendamping : Idah Hamidah, M.Hum


Penelitian ini berjudul “Makna dan Fungsi Partikel No dalam Bahasa Jepang”. Tujuan penelitian adalah untuk mendeskripsikan makna dan fungsi partikel no dalam buku cerita Chiisai Akane-Chan pada bab “papa nai-nai”. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik simak dan baca markah. Data dianalisis dengan metode padan dengan teknik pilah unsur penentu. Data dianalisis berdasarkan kajian semantik. Berdasarkan hasil pengumpulan data, terdapat 29 partikel no yang memiliki makna dan fungsi yang berbeda ; ditemukan 7 makna partikel no yaitu 1) “di” terdapat 5 data, 2) “si” terdapat 3 data, 3) “ke” terdapat 1 data, 4) “-nya” terdapat 3 data, 5) “termasuk” terdapat 1 data, 6) “yang” terdapat 2 data, dan 7) “tidak memiliki makna” terdapat 14 data; dengan 6 fungsi partikel no yaitu 1) “menggabungkan dua nomina atau lebih dalam satu kalimat” terdapat 7 data, 2) “menunjukkan keterangan tempat” terdapat 7 data, 3) “menekankan keadaan” terdapat 5 data, 4) “menunjukkan kepemilikan” terdapat 7 data, 5) “menggantikan partikel ga” terdapat 1 data, dan 6) “menyampaikan sesuatu dengan jelas” terdapat 3 data.

ABSTRACT

Sulis Setyaningsih
The Meaning and Function of Particle No in Japanese
Jenderal Soedirman University
Japanese Literature
2018

Adviser I : Dr. Ely Triasih Rahayu, M.Hum
Adviser II : Ita Fitriana, M.A
Examiner : Idah Hamidah, M.Hum


This research entitled “the Meaning and Function of Particle No in Japanese”. The purpose of this research is to describe the meaning and function of particle No in “Chiisai Akane-Chan” storybook’s chapter; “papa nai-nai”. The research’s type is a qualitative descriptive research. Data collection techniques used are reading and markings reading. The data is analyzed by synchronizing method with sorting determinant technique. Data were analyzed using semantic studies. There are 29 particles no that have meaning and function. There are 7 meanings of particle No that is 1) “di” there are 5 data, 2) “si” there are 3 data, 3) “ke” there is 1 data, 4) “-nya” there are 3 data, 5) “yang” there are 2 data, 6) “termasuk” there is 1 data, and 7) “tidak memiliki makna” there are 14 data. There are 6 funtion of particle No that is, 1) “particle no serves to combine two nouns or more in one sentence” there are 5 data, 2) “shows place information” there are 9 data, 3) “emphasizes the state” there are 5 data, 4) “shows belonging” there are 6 data, 5) “replaces ga particle” there are 1 data, and 6) “expresses something clearly” there are 3 data.

2108423981A1L014016RESPON FISIOLOGIS ENAM GENOTIPE KEDELAI (Glycine Max (L) Merril) PADA TIGA VARIASI JARAK TANAMPenelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui pengaruh jarak tanam terhadap enam genotip yang diujikan, 2) mengetahui respon fisiologis genotip yang diujikan, dan 3) mengetahui interaksi pengaruh perlakuan jarak tanam dan genotip yang diujikan. Penelitian dilaksanakan di lahan percobaan Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian dilaksanakan selama 4 bulan mulai Februari sampai Juni 2018. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Terbagi (Split Plot Design) dengan pola perlakuan faktorial 3 kali ulangan. Faktor yang dicoba yaitu terdapat 2 faktor. Faktor pertama adalah 3 variasi jarak tanam (40 cm x 20 cm, 40 cm x 30 cm, dan 40 cm x 40 cm) diletakkan sebagai main plot dan faktor kedua ialah genotip kedelai yang terdiri dari 6 genotip 4 galur (nomor 2, nomor 33, nomor 71, nomor 76) dan 2 varietas (Gema dan Slamet) diletakkan sebagai sub plot. Variabel yang diamati yaitu laju fotosintsis, laju pertumbuhan tanaman, jumlah dan bukaan stomata, kandungan kloofil, umur berbunga, umur panen, bobot biji pertanaman, bobot biji petak effektif, bobot 100 biji, dan bobot brangkasan. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan jarak tanam dan genotip memberikan hasil yang berbeda-beda yaitu berbeda nyata, berbeda sangat nyata dan tidak berbeda nyata. Pada Interaksi perlakuan antara jarak tanam dan genotip berpengauh terhadap nyata hanya pada bobot brangkasan dan kandungan klorofil. Sementara pada efek mandiri perlakuan jarak tanam berpengaruh pada bobot brangkasan, bobot petak effektif, bobot pertanaman, bobot 100 biji, kandungan klorofil, laju pertumbuhan tanaman dan laju fotosintesis. Efek mandiri genotip berpengaruh pada variabel bobot brangkasan, bobot petak effektf, bobot pertanaman, bobot 100 biji, bukaan stomata dan kerapatan stomata.This research aims to: 1) determine the effect of spacing on six genotypes, 2) determine the physiological responses of the tested genotypes, and 3) determine the interaction of the effects of the spacing and tested genotypes. The research was carried out in the experimental field of Jenderal Sudirman University. The research was conducted for 4 months, started from February to June 2018. This research utilized Split Plot Design by doing 3 replications of factorial treatment patterns. There were two factors used in this study. The first factor was 3 plant spacing variations (40 cm x 20 cm, 40 cm x 30 cm, and 40 cm x 40 cm) placed as the main plot. The second factor was soybean genotype consisting of 6 genotypes 4 (lines number 2, number 33 , number 71, number 76) and 2 varieties named (Gema and Slamet) were placed as sub plots. The variables observed were photosynthesis rate, plant growth rate, opening and stomata number, chlorophyl content, flowering age, harvest age, crop seed weight, effective plot seed weight, 100 seeds weight, and stover weight. The results shows that the spacing treatment and genotypes give different results, which were significantly different, very significantly different and not significantly different. In the interaction of spacing treatment and genotypes, the significantly different result located in stover weight and chlorophyl content, while the independent effects of the plant spacing treatment located in the stover weight, effective plot weight, crop weight, 100 seeds weight, chlorophyl content, plant growth rate and photosynthesis rate. The genotypes independent factor influences the variable of dry plant weight, effective plot weight, crop weight, 100 seeds weight, opening and stomata density.
2108525807C1B012083PENGARUH INTELLECTUAL CAPITAL TERHADAP HARGA SAHAM MELALUI KINERJA KEUANGAN PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA 2015-2017
Abstrak
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan bukti empiris mengenai pengaruh intellectual capital terhadap harga saham melalui kinerja keuangan perusahaan manufaktur. Variabel independen pada penelitian ini yaitu intellectual capital diukur menggunakan Model VAIC™ yang dikembangkan oleh Pulic, yaitu konsep Value Added Intellectual Coefficient (VAIC), harga saham perusahaan sebagai variabel dependen, sedangkan kinerja keuangan yang diukur menggunakan Return On Assets (ROA) sebagai variabel intervening. Penelitian ini menggunakan data sekunder dari laporan keuangan tahunan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan di sektor industri manufaktur yang terdaftar di BEI selama periode 2015-2017 yang berjumlah 132 perusahaan. Sampel yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 123 perusahaan. Metode yang digunakan untuk menentukan sampel penelitian adalah metode purposive sampling. Teknik analisis data dalam penelitian ini meliputi analisis deskriptif, uji asumsi klasik dan analisis regresi linier berganda serta uji efek mediasi menggunakan uji Sobel Test. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data menunjukkan bahwa intellectual capital berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja keuangan perusahaan. Intellectual capital tidak berpengaruh positif dan tdak signifikan terhadap harga saham perusahaan. Sedangkan kinerja keuangan yang di ukur menggunakan ROA dapat memediasi hubungan intellectual capital terhadap harga saham.
Abstract
The purpose of this research was to provide empirical evidence regarding the effect of intellectual capital on stock prices through the financial performance of manufacturing companies. The independent variable in this research was the intellectual capital as measured using the VAIC, Model developed by Pulic, namely the concept of Value Added Intellectual Coefficient (VAIC), the company's stock price as the dependent variable, while the financial performance was measured using Return On Assets (ROA) as intervening variable. This research uses secondary data from annual financial reports listed on the Indonesian Stock Exchange. The population in this research were companies in the manufacturing industry sector that are listed on the Stock Exchange during the period 2015-2017 which amounted to 132 companies. The sample used in this research was 123 companies. The method used to determine the research sample is the purposive sampling method. Data analysis techniques in this study include descriptive analysis, classic assumption test and multiple linear regression analysis and mediation effect test using Sobel test. Based on the results of research and data analysis shows that intellectual capital has a positive and significant effect on the company's financial performance. Intellectual capital does not have a positive effect and is not significant to the company's stock price. While financial performance measured using ROA can mediate the relationship of intellectual capital to stock prices.
2108622975E1A013081TINJAUAN HUKUM INTERNASIONAL TENTANG DEKLARASI PRESIDEN AMERIKA SERIKAT ATAS YERUSALEM SEBAGAI IBUKOTA ISRAELPalestina dan Israel adalah dua negara yang memiliki perselisihan panjang akibat perebutan wilayah yang salah satunya adalah Yerusalem. Palestina mendeklarasikan kemerdekaannya 15 November 1988 sedangkan Israel mengumumkan merdeka 14 Mei 1948 dan diakui 1 Mei 1949. Yerusalem Timur adalah Ibukota dari Palestina sedangkan Tel Aviv adalah ibukota dari Israel. Pemindahan Ibukota Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem dan adanya pengakuan ibukota oleh negara superpower Amerika Serikat membawa dampak luar biasa bagi negara-negara yang menginginkan Palestina dan Israel untuk berdamai.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaturan hukum internasional tentang pemindahan ibukota Negara dan untuk mengetahui pengaruh terhadap pihak ketiga dengan adanya deklarasi yang diajukan oleh Presiden Amerika Serikat tentang Yerusalem sebagai ibukota negara Israel. Penelitian ini merupakan penelitian yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan berupa inventarisasi peraturan perundang-undangan dan pendekatan kasus.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa deklarasi Presiden Amerika Serikat ditentang oleh banyak Negara pro-Palestina dan dapat mengakibatkan perpecahan di Negara Timur Tengah. Amerika Serikat sebagai mediator harus melakukan upaya perdamaian dan tidak boleh memihak ke salah satu pihak. Deklarasi Presiden Amerika Serikat membuktikan bahwa Amerika Serikat memihak kepada Israel karena belum ada kesepakatan antara Israel dan Palestina terkait kepemilikan Yerusalem. Amerika Serikat dengan segala kekuatannya melakukan intervensi yang merugikan pihak Palestina, perbuatan Amerika Serikat tidak sesuai dengan Piagam PBB Pasal 2 ayat (1), Pasal 2 ayat (2), dan Pasal 2 ayat (7). Negara pihak ketiga melakukan upaya penolakan atas deklarasi Presiden Amerika Serikat karena tidak sesuai dengan Resolusi PBB No. 181 (II) 29 November 1947.
Palestine and Israel are two countries that have serious problems because of seizure the territory on of which is Jerusalem. Palestine declared independence on 15 November 1988 while Israel declared independence on 14 May 1948. East Jerusalem is the Capital city of Palestine while Tel Aviv is Capital city of Israel. The transfer of Israel’s the Capital City from Tel Aviv to Jerusalem and recognition by superpower country United States of America brings big impacts to the world that demands Palestine and Israel to make peace.
The purpose of this study is to understand international law regulations about the transfer of State capital and to know impact to the third State because of the transfer of State Capital declared by United States President. This research is a normative juridical approach with a statutary and case approaches in the form of an inventory of legislation and a case approach.
The results of this study show that declaration of the United States President is oppossed by pro-Palestinian countries and it will split the Middle East Countries. United States as a mediator should do some peace efforts and shouldn’t take a side one of the parties. Declaration of the United States President shows that United States takes a side with Israel because there is no deal between Israel and Palestine about Jerusalem. United States with its powers intervene that causes disadvantage for Palestine. United States break United Nations Charter Article 2 paragraph (1), Article 2 paragraph (2), Article 2 paragraph (7). The third country made some refusal about declaration of the United States President because it isn’t suit with the United Nations Resolution number 181 (II) 29 November 1947.

2108723974A1L114045Induksi Poliploidi Pada Beberapa Varietas Kentang (Solanum tuberosum L.) Dengan Menggunakan Kolkisin Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui pengaruh lama paparan kolkisin terhadap terjadinya poliploidi pada tanaman kentang (Solanum tuberosum L.) melalui indikator karakteristik stomata serta pertumbuhan dan hasil tanaman, 2) mengevaluasi respon beberapa varietas kentang terhadap lama paparan kolkisin, 3) menentukan lama paparan kolkisin yang optimal untuk poliploidisasi pada tanaman kentang. Penelitian dilaksanakan di lahan pertanaman kentang Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga dengan ketinggian 1300 m dpl serta Laboratorium Pemuliaan Tanaman dan Bioteknologi Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman. Waktu penelitian yang diperlukan empat bulan, dimulai pada bulan Mei 2018 sampai dengan September 2018. Penelitian ini disusun menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan 2 faktor, yaitu varietas kentang (Vega, Agria, Granola K, Granola L, dan MZ) dan lama paparan kolkisin (0 jam, 12 jam, dan 24 jam). Variabel yang diamati meliputi parameter karakteristik stomata (kerapatan stomata, panjang stomata, dan lebar stomata), pertumbuhan tanaman (tinggi tanaman, jumlah daun, dan diameter batang), danparameter hasil tanaman (jumlah umbi, diameter umbi, dan bobot umbi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama paparan kolkisin yang dicobakan berpengaruh nyata terhadap semua parameter karakteristik stomata, namun belum dapat memberikan pengaruh terhadap parameter pertumbuhan dan hasil tanaman kentang. Perbedaan respon varietas kentang terhadap lama paparan kolkisin ditunjukkan oleh parameter panjang stomata, lebar stomata, dan diameter umbi.Lama paparan kolkisin terbaik untuk induksi poliploidi pada tanaman kentang harus disesuaikan dengan respon genetik masing-masing varietas.This research aimed to: 1) discover the effect of colchicine exposure duration on the polyploidization of potato plant (Solanum tuberosum L.) through the indicators of stomatal characteristics, plant growth and yield, 2) evaluate the response of several potato varieties to exposure duration of colchicine, 3) determinethe optimum exposure durationof colchicine for polyploidization in potato plant. The experiment was conducted in the potato planting area of ​​Serang Village, Karangreja District, Purbalingga Regency with the altitude of 1300 m above sea level and the Laboratory of Plant Breeding and Biotechnology of the Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University. This study was carried out for 4 months, starting from May 2018 to September 2018. This research was arrange dusing Factorial Randomized Block Design (RBD) with two factors, i.e. potato varieties (Vega, Agria, Granola K, Granola L, and MZ) and exposure duration of colchicine (0 hour, 12 hours, and 24 hours ). Variables observed included parameters of stomatal characteristics (stomatal density, stomatal length, and stomatal width), parameters of plant growth (plant height, number of leaves, and stem diameter), and parameters of yield (number of tubers, tuber diameter, and tuber weight). The results showed that exposure duration of colchicine generated significant effects on all parameters of stomatal characteristics, but it remained ineffective for all the growth and yield parameters of potato plants. Different response of potato varieties to exposure duration of colchicine were shown by the parameters of stomatal length, stomatal width, and tuber diameter. The appropriate exposure duration of colchicine to induce polyploidy in potato plant should be adjusted with the genetic response of each variety.
2108823972G1H014040PERBEDAAN CITRA TUBUH, TINGKAT ASUPAN ENERGI, DAN STATUS GIZI PADA MAHASISWI KESEHATAN DAN NON KESEHATAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
(Studi Kasus pada Mahasiswi Akuntansi dan Ilmu Gizi Universitas Jenderal Soedirman)
Latar Belakang: Pengetahuan gizi dapat mempengaruhi citra tubuh, tingkat asupan energi dan status gizi. Mahasiswi kesehatan khususnya gizi dianggap memiliki pengetahuan yang baik mengenai gizi dibandingkan dengan mahasiswi non kesehatan. Seseorang yang memiliki pengetahuan gizi baik diharapkan memiliki citra tubuh positif, asupan zat gizi dan status gizi yang baik.
Tujuan: Mengetahui perbedaan citra tubuh, tingkat asupan energi, dan status gizi pada mahasiswi akuntansi dan ilmu gizi Universitas Jenderal Soedirman.
Metodologi: Desain penelitian menggunakan studi cross-sectional yang dilakukan pada 96 mahasiswi akuntansi dan ilmu gizi dengan teknik purposive sampling. Citra tubuh diukur dengan Body Shape Questionnaire (BSQ-16B). Tingkat asupan energi diperoleh melalui recall 24 jam 2 hari tidak berturut-turut. Status gizi diukur menggunakan indeks massa tubuh (IMT). Analisis data menggunakan uji Mann Whitney.
Hasil: Tidak ada perbedaan citra tubuh antara mahasiswi akuntansi dan ilmu gizi (p > 0,05). Tidak ada perbedaan tingkat asupan energi antara mahasiswi akuntansi dan ilmu gizi (p > 0,05). Ada perbedaan status gizi antara mahasiswi akuntansi dan ilmu gizi (p < 0,05).
Kesimpulan: Tidak ada perbedaan citra tubuh dan tingkat asupan energi antara mahasiswi akuntansi dan ilmu gizi. Terdapat perbedaan status gizi antara mahasiswi akuntansi dan ilmu gizi.
Background: Nutrition knowledge can affect body image, level of energy intake and nutritional status. Health students especially nutrition science are considered to have good knowledge about nutrition and health compared to non-health students. Someone who has good nutrition knowledge is expected to have a positive body image, good nutritional intake and nutritional status.
Objective: Knowing the differences in body image, level of energy intake, and nutritional status in female students of accounting and nutrition science at Jenderal Soedirman University.
Method: The design of this study uses a cross-sectional study conducted on 96 female students of accounting and nutrition science with purposive sampling technique. Body image is measured with a Body Shape Questionnaire (BSQ-16B). The level of energy intake is obtained through a 24-hour non-consecutive recall. Nutritional status is measured using a body mass index (BMI). Data analysis used Mann Whitney.
Results: There is no difference in body image between female students of accounting and nutrition science (p > 0,05). There was no difference in the level of energy intake between female students in accounting and nutrition science (p > 0,05). There is a difference in nutritional status between female students of accounting and nutrition science (p < 0,05).
Conclusion: There is no difference in body image and level of energy intake between female students of accounting and nutrition science. There are differences in nutritional status between female students of accounting and nutrition science.
2108926131H1C012045ANALISIS PERFORMANSI LAYANAN PANGGILAN DALAM APLIKASI TELEGRAM BERDASARKAN PARAMETER QUALITY OF SERVICE PADA JARINGAN WIFI DAN SELULERAplikasi perpesanan Telegram banyak digunakan di industri sehingga kualitas layanannya perlu diamati. Pada penelitian ini dilakukan pengamatan terhadap performansi salah satu fitur di telegram yaitu pangilan ( voice call) dalam jaringan wi-fi dan seluler. Hal tersebut dilakukan berdasarkan parameter-parameter Quality of Service (QoS) yang terkait voice call. Parameter-parameter tersebut adalah delay, jitter, packet loss dan throughput. Operator Wifi yang digunakan adalah Indihome dan operator seluler yang dipakai adalah Telkomsel, Indosat Ooredoo dan Smartfren. Pengumpulan data dilakukan dengan menangkap paket data menggunakan Wireshark pada sisi penerima ketika dilakukan 100 kali panggilan. Data tersebut kemudian dianalisis dengan standar TIPHON untuk mendapatkan nilai parameter QoS dan indeks performansi yang menunjukkan kualitas layanan jaringan yang diteliti. Dari hasil analisis diketahui bahwa untuk wifi dan seluler, indeks performansi berdasarkan nilai delay dan packet loss rata-rata bernilai 4, mengin ikasikan jaringan termasuk kategori sangat bagus. Indeks nilai performansi berdasarkan jitter dan throughput yang didapat bernilai 3, menunjukkan bahwa jaringan wifi dan seluler yang diteliti termasuk kategori bagus. Messaging App Telegram is largely used in industry, therefore it’s Quality of Service need to be observed. In this Research we try to do an observation on a feature in Telegram, that is voice call, on wi-fi and celular networks. That observation is based on Quality of Service (QoS) parameters related to voice call. Those parameters are delay, jitter, packet loss and throughput. The Wifi operators used are Indihome and the cellular operators used are Telkomsel, Indosat Ooredoo and Smartfren. Data collection is done by capturing data packets using Wireshark on the receiving side when a call is made. The data is then analyzed with the TIPHON standard to obtain a performance index that shows the quality of the studied network service. According to the analysis results it is known that for wifi and cellular networks, the performance index based on average delay and packet loss value is 4, which is indicate the networks quality is in very good category. The performance index value based on jitter and throughput is 3 , show that the researched wifi and cellular networks are in the good category.
2109025808A1C015021LAJU INFILTRASI TANAH BERBAGAI TUTUPAN LAHAN DAN POTENSI PEMANFAATAN TEKNOLOGI RAIN HARVESTING DALAM MENGURANGI RUNOFFPeningkatan jumlah penduduk memicu konsekuensi terjadinya penurunan debit air tanah akibat konsumsi yang berlebihan dan berkurangnya lahan sebagai daerah tangkapan air hujan. Salah satu upaya untuk mengurangi aliran permukaan (runoff) adalah dengan menerapkan teknologi rain harvesting atau pemanenan air hujan. Penelitian dilakukan secara eksperimental pada 4 jenis tutupan lahan yaitu perkebunan jati, pekarangan, sawah, dan perkebunan pisang. Variabel yang diukur adalah laju dan kapasitas infiltrasi, sifat fisik tanah (tekstur dan porositas tanah), curah hujan sesaat, dan luasan pemukiman (atap rumah). Analisis data laju dan kapasitas infiltrasi menggunakan model Horton, tekstur tanah menggunakan metode pipet, porositas tanah menggunakan metode kalkulasi, dan potensi runoff menggunakan water balance equation. Hasil penelitian menunjukkan bahwa laju dan kapasitas infiltrasi pada setiap tutupan lahan dari yang terkecil ke yang paling besar adalah perkebunan jati (2,22 cm/jam dan 1,41 cm/jam), pekarangan (4,12 cm/jam dan 3,00 cm/jam), sawah (4,36 cm/jam dan 3,18 cm/jam), serta perkebunan pisang (4,73 cm/jam dan 3,77 cm/jam). Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap laju dan kapasitas
infiltrasi tersebut adalah jenis tutupan lahan, curah hujan sesaat, dan sifat fisik tanah yang berupa tekstur serta porositas tanah. Pada lokasi penelitian curah hujan saat pengambilan data sangat rendah sehingga tidak terjadi runoff. Apabila terjadi presipitasi di lokasi penelitian 25 mm maka potensi pemanfaatan teknologi rain harvesting (roof) dalam mengurangi runoff adalah sebesar 58,42 % pada luasan atap rumah sebagai daerah tangkapan air hujan 7094,5 m2.
Increasing the number of residents triggers the consequence of a decrease in groundwater
discharge due to excessive consumption and reduced land as rainwater catchment areas. One effort to reduce runoff is by applying rain harvesting technology. The study was conducted experimentally on 4 types of land cover namely teak plantations, yards, rice fields, and banana plantations. The variables i. e. infiltration rate and capacity, soil physical properties (texture and soil porosity), instantaneous rainfall, and roof were measured. Horton model, pipette method, mathematical and water balance equation were applied for infiltration rate, soil texture, soil porosity, and runoff respectively. The results showed that the infiltration rate and capacity in each land cover from the smallest to the largest were teak plantations (2.22 cm/hour and 1.41 cm/hour), yards (4.12 cm/hour and 3,00 cm/hour), rice fields (4.36 cm/hour and 3.18 cm/hour), and banana plantations (4.73 cm/hour and 3.77 cm/hour). The factors that influence the infiltration rate and capacity are the type of land cover, instantaneous rainfall, and physical properties of the soil in the form of soil texture and porosity. At the location of research rainfall when data collection is very low so runoff does not occur. If there is precipitation at the 25 mm research location, the potential for the use of rain harvesting (roof) technology in reducing runoff is 58.42% in the roof area as a rainwater catchment area of 7094.5 m2.
2109123975F1K014040Hasrat Tokoh Utama Dalam Buku Kumpulan Cerita Pendek Pilihan Kompas 2016 Tinjauan Psikologi Sastra
RINGKASAN

Herawati, Hernanda. 2018. “Hasrat Tokoh Utama dalam Buku Kumpulan Cerita Pendek Pilihan Kompas 2016 Tinjauan Psikologi Sastra”, Skripsi, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jenderal Soedirman.

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan bentuk hasrat tokoh utama dalam kumpulan cerpen pilihan Kompas 2016; (2) mendeskripsikan cara tokoh utama menyikapi hasrat dalam kumpulan cerpen pilihan Kompas 2016.
Metode penelitian yang digunakan ialah deskriptif analisis. Subjek penelitian ini adalah lima cerpen yang ada dalan buku kumpulan cepen pilihan Kompas tahun 2016, yaitu Cerpen Tanah Air karya Metin Aleida, Nalea karya Sungging Raga, Anjing Bahagia yang Mati Bunuh Diri karya Agus Noor, Wayang Potehi: Cinta yang Pupus karya Han Gagas, dan Belis Si Mas Kawin karya Fanny J Poyk. Penelitian ini difokuskan pada permasalahan hasrat yang dimiliki oleh tokoh utama dan cara tokoh utama dalam menyikapi hasratnya. Data diperoleh dengan teknik membaca dan mencatat. Data dianalisis dengan teknik analisis deksriptif.
Hasil penelitian menujukkan bahwa (1) hasrat yang dimiliki tokoh utama dalam lima cerpen pilihan Kompas 2016 adalah berupa hasrat narsistik pasif, hasrat analitik pasif, dan hasrat analiktik aktif. Hasrat narsistik pasif berupa hasrat untuk menjadi objek cinta (terdapat dalam Wayang Potehi: cinta yang Pupu karya Han Gagas). Hasrat analiktik pasif, yaitu yaitu hasrat untuk menjadi objek dari kepuasan orang lain (terdapat dalam cerpen Belis Si Mas Kawin Karya Fanny J Poyk). Hasrat analiktik aktif, yaitu berhasrat memiliki Liyan seperti materi, benda, orang atau kekuasaan untuk memenuhi kebutuhan dan kepuasan diri sendiri (terdapat dalam cerpen Tanah Air karya Martin Aleida, Nalea karya Sungging Raga, cerpen Anjing Bahagia yang Mati Bunuh Diri karya Agus Noor). Berdasarkan bentuk hasrat yang ditemukan dalam kumpulan cerpen hasrat yang dominan ialah bentuk hasrat memiliki. (2) Cara tokoh dalam menyikapi hasrat dengan melakukan berbagi cara, yaitu dengan bersikap apatis (menutup diri lingkungan), melakukan pengalihan (diplacement), melakukan proyeksi (menyalahkan keadaan), melakukan represi (menghalau pikiran buruk), dan melakukan regresi (mencari perhatian).
Kata kunci: Hasrat, tokoh utama, kumpulan cerpen
SUMMARY

Herawati, Hernanda. 2018. “The Main Character’s Desire in The Book Collection of Selected Short Stories Kompas 2016 Review of Literary Psychology”, Skripsi, Faculty of Humanities Jenderal Soedirman University

The aims of this research are (1) describe the form of the main character's desire in the collection of selected short stories Kompas 2016; (2) describe the way of the main character responds to desire in the collection of selected short stories Kompas 2016.

The method used in this research is analysis descriptive. The subject of this research is the short stories in the book collection of selected short stories Kompas 2016, the short stories are Tanah Air by Metin Aleida, Nalea by Sungging Raga, Anjing Bahagia yang Mati Bunuh Diri by Agus Noor, Wayang Potehi: Cinta yang Pupus by Han Gagas, and Belis Si Mas Kawin by Fanny J Poyk. This research is focused on the problems of the main character’s desire and the way of the main character respond to its desire. Data is obtained by reading and recording. Data were analyzed by descriptive analysis techniques.

The results of this research shows (1) desire of the main character in the five selected short stories Kompas 2016 are passive narcissistic desire, passive analytical desire, and Active analytical desire. Passive narcissistic desire is a desire to be an object of type love (contained in the short story Wayang Potehi: cinta yang Pupus by Han Gagas). ). Passive analytical desire is a desire to be an object from satisfaction of others (contained in short story Belis Si Mas Kawin by Fanny J Poyk). Active analytical desire is a desire to have Liyan like material, things, people or authority to fullfil needs and self-satisfaction (contained in the short story Tanah air by Martin Aleida, Nalea by Sungging Raga, and the short story Anjing Bahagia yang Mati Bunuh Diri by Agus Noor). According to the form of desire found in the short stories collection, the most dominant desire is desire to have. (2) The way of the main character responds to desire by doing various way that are being apathetic (isolation from environment), make a diversion (displacement), make a projection (blame the situation), make a repression (banish bad thoughts), and make a regression (seeking attention).


Keywords: Desire, main character, short stories collection
2109223977F1J014041Analisis Makna dan Fungsi Penggunaan Setsuzokushi Keredomo pada Artikel Baitoru dan Kids netPenelitian ini menganalisis makna dan fungsi penggunaan setsuzokushi keredomopada Artikel Baitoru dan Kids net. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan makna dan fungsi setsuzokushi keredomo.Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif, dengan pengumpulan datanya menggunakan teknik pustaka dan catat. Data yang digunakan berupa kalimat dari 2 artikel situs Jepang yaitu Baitoru dan Kids net, dari 2 artikel diperoleh 11 (sebelas) kalimat dari situs Baitoru, dan 7 (tujuh) kalimat dari situs Kids net, maka terdapat 18 (delapan belas) buah data yang mengandung setsuzokushi keredomo. Data dianalisis berdasarkan teori Chino. Berdasarkan analisis, terdapat 4 klasifikasi fungsi setsuzokushikeredomo, antara lain (1) menyatakan pertentangan antara dua kalimat; (2) digunakan pada akhir kalimat, keredomo berarti sesuatu yang menyatakan sifat “nah, baiklah, ya, meskipun, tetapi”; (3) menandai sebuah waktu yang akan berakhir (4) digunakan pada akhir kalimat, keredomo menyatakan perasaan harapan. Data diuraikan berdasarkan makna tataran gramatikal dan kontekstual kemudian berdasarkan fungsi.Setsuzokushi keredomo memiliki makna “tapi, meskipun, ya, dan nah”. Hasil penelitian bahwa setsuzokushi keredomo menyatakan makna konteks waktu dan menyatakan pertentangan antara dua kalimat. This research analyzed about the meaning and function use of setsuzokushi keredomoin Baitoru and Kids net Articles. The purpose of this research is to describe the meaning and function of setsuzokushi keredomo. This research is catagorized as descriptive qualitative. Technique using study literature and note. Data in this research are sentences from 2 article of Japanese sites, it is Baitoru and Kids net sites, from 2 articles obtained 11 (eleven) sentences from baitoru sites, and 7 (seven) sentences from Kids net site, so there were 18 data containing setsuzokushi keredomo classified according by Chino theory. Based analyzed there are 4 (four) function, it is (1) explained contradiction both two sentences; (2) mark the time will end; (3) to express something like “yes, but, altough, and in indonesian mean is [nah]”; (4)and to express the feelings. Data is described based on gramatical and contextual meaning then function. Setsuzokushi keredomo have a mean “but, although, yes, nah”. The result of analyzed data is emphasizes the time context and expresses contradictions between two sentences.
2109323982A1H013048Pengaruh Penambahan Konsentrasi Bahan Penggumpal CaCl2 Pada Proses Pengolahan Tahu Substitusi Kacang Koro Pedang (Canavalia Ensiformis L) Dan Kacang Kedelai (Glycine Max L Merril)Kacang Koro (Canavalia Ensiformis L.) merupakan salah satu jenis kacang-kacangan yang mempunyai potensi besar sebagai pengganti kedelai dan sebagai sumber protein. Kacang koro sebagai bahan subtitusi dalam pembuatan tahu sangat diperlukan, mengingat kebutuhan kedelai nasional hanya mampu memenuhi 40% kebutuhan dalam negeri, maka dibutuhkan alternatif bahan baku dalam pembuatan tahu yang bersifat dapat mensubstitusi produk yang berbahan dasar kedelai dengan kacang lokal atau mengganti bahan baku kedelai dengan kacang lain seperti kacang koro. Substitusi pada bahan baku kedelai diharapkan dapat mengurangi penggunaan kedelai yang cukup besar di Indonesia, salah satu bahan pangan yang dapat digunakan sebagai subtitusi adalah kacang koro. Tujuan penelitian ini : 1). mengetahui pengaruh penambahan konsentrasi bahan penggumpal CaCl2 pada subtitusi kacang koro dan kedelai terhadap proses pengolahan tahu, dan untuk mengetahui pengaruh terhadap kadar air, protein, rendemen. 2). Pengaruh terhadap organoleptik (rasa, tekstur, warna) dan tingkat kesukaan. Penelitian ini menggunakan rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial, terdapat 6 kombinasi percobaan dan dilakukan 3 kali ulangan sehingga total 18 unit percobaan. Uji pengaruh dengan analisis ragam Annova dan dilanjutkan dengan Uji Duncan Multiple Range Test (DMRT).
Hasil nilai organoleptik dengan nilai tertinggi menurut penilaian panelis untuk organoleptik rasa pada perlakuan K1C2 (kacang koro pedang 35% : kacang kedelai 65%) C2 (konsentrasi CaCl2 4%) yaitu 3,70, nilai warna pada perlakuan K3C2 (kacang koro pedang 15% : kacang kedelai 85%) yaitu 4,63, dan tekstur pada perlakuan K3C2 (kacang koro pedang 15% : kacang kedelai 85%) yaitu 4,47. Berdasarkan hasil analisis sidik ragam/Anova pada rasa, warna, menunjukkan tidak adanya pengaruh nyata, sedangkan pada organoleptik tekstur berpengaruh nyata terhadap penambahan kosentrasi bahan penggumpal CaCl2 pada substitusi kacang koro dan kacang kedelai. Hasil terbaik diperoleh dari perhitungan nilai produk (NP) pada perlakuan K3C2 dengan subtitusi kacang koro dan kedelai (kacang koro pedang 15% : kacang kedelai 85%) dengan konsentrasi CaCl2 4% dan didapatkan hasil nilai produk (NP) yaitu 0,628. Pada penelitian ini didapatkan hasil nilai kadar air 65%, kadar protein 17,56%, dan rendemen 132%. Berdasarkan pada hasil analisis sidik ragam/ANOVA untuk penambahan kosentrasi bahan penggumpal CaCl2 pada substitusi kacang koro dan kacang kedelai terhadap proses pengolahan tahu pada parameter kadar air, dan rendemen tidak berpengaruh nyata.
Koro Beans (Canavalia Ensiformis L.) is one type of beans that have great potential as a substitute for soybeans and as a source of protein. Koro beans as substitutes in making tofu are very necessary, considering that the national soybean needs are only able to meet 40% of domestic needs, so alternative raw materials are needed in making tofu which can substitute products made from soybeans with local beans or replace soybean raw materials with other beans like koro beans. Substitution on soybean raw materials is expected to reduce the use of soybeans which are quite large in Indonesia, one of the foods that can be used as substitute is koro beans. The purpose of this study: 1) find out the effect of the addition of the concentration of coagulation CaCl2 on the substitution of koro and soybeans to the tofu processing process, and to determine the effect on water content, protein, yield. 2) Organoleptic effects (taste, texture, color) and level of preference. This study used the experimental design used was factorial Completely Randomized Design (RAL), there were 6 combination trials and 3 replications were carried out so that a total of 18 experimental units. Effect test with Annova variety analysis and continued with Duncan Multiple Range Testtest (DMRT).
The results of the organoleptic values with the highest values according to the panelists' assessment for taste organoleptics at the K1C2 (koro beans 15% : soybeans 85%) treatment were 3.70, the color values in the K3C2 (koro beans 15% : soybeans 85%) treatment were 4.63, and the texture in the K3C2 (koro beans 15% : soybeans 85%) treatment was 4.47. Based on the results of variance / Anova analysis on taste, color, there was no real effect, while in organoleptic texture significantly affected the addition of the concentration of coagulation CaCl2 material to the substitution of koro and soybeans. The best results were obtained from the calculation of product value (NP) in the treatment of K3C2 with substitution of koro and soybeans (15% koro beans, 85% soybeans) with CaCl2 concentration 4% and the product value (NP) was 0.628. In this study the results of the water content of 65%, protein content of 17.56%, and yield of 132%. Based on the results of analysis of variance / ANOVA for the addition of the concentration of coagulation CaCl2 material to the substitution of koro and soybeans to the tofu processing on the parameters of water content, and the yield did not have a significant effect.

2109423536A1L112032APLIKASI PELILINAN DAN PENGEMASAN BUAH PISANG MAS UNTUK MEMPERPANJANG UMUR SIMPAN BUAH Produksi pisang nasional setiap tahunnya cenderung mengalami peningkatan, seperti yang dilaporkan pemerintah. Pada tahun 2014 produksi pisang menempati urutan pertama yaitu sebesar 6.862.558 ton atau sekitar 34,65 persen dari total produksi buah di Indonesia, memberikan kontribusi terbesar terhadap produksi buah nasional.
Masalah yang dihadapi oleh pengusaha pisang, baik produsen maupun pedagang buah pisang adalah kehilangan bobot pisang dan kualitas buah pisang. Hal ini disebabkan karena adanya proses respirasi yang dipicu oleh temperatur ruangan. Salah satu upaya pengurangan kerusakan dan kehilangan bobot, maka perlu dilakukan pelapisan menggunakan lilin dan pengemasan menggunakan plastik. Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengetahui pengaruh pelilinan dan pengemasan buah pisang mas terhadap umur simpan buah pisang tersebut, mengetahui konsentrasi lilin yang digunakan dan jenis kemasan yang paling baik dalam mempertahankan kualitas buah pisang.
Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan November - Desember 2017 di Laboratorium Agronomi dan Hortikulltura, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan pola faktorial. Jenis perlakuannya yaitu konsentrasi lilin lebah (5, 10 dan 15 %) dan jenis kemasan (tanpa kemasan, kantung plastik PE dan plastik PP). Variabel yang diamati adalah susut bobot, kerusakan visual, total padatan terlarut, uji organoleptik, dan vitamin C.
Hasil penelitian ini menunjukkan pelilinan dapat memperpanjang umur simpan buah pisang mas. Perlakuan yang paling baik adalah pelilinan dengan konsentrasi lilin 10 %, dengan kehilangan susut bobot mencapai 59,277 persen.
National banana production trend increase every year as reported by the Government. In 2014, banana production reached first rank, as many 6.862.558 ton or circa 34.65 percent of total fruit prodaction in Indonesia., memberikan contributed very large on national fruit production.
The main problem that faced by traders, producer or consumers is weight loss of the fruits and its quaility. This is caused by respiration process especially in room temperature. For solving this handycap is application of waxing and packing of fruits properly. The goals of this research were to find out effect of waxing on and packing of finger banana (pisang mas) on storage lifespan of the fruits, and to fing out the best concentration of wax that used in waxing of the fruit in maintaining quality of the fruit.
The study was conducted on November – December 2017 at Laboratory of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture the Jenderal Soedirman University. The experiment used Ramdom Completely Block Design in factorial pattern. The treatment was beewax consentration (5, 10, 15 %) dan packing type (without, plastic PE and plastic PP). Observable variables were losses, visual damage, total soluble solid, organoleptic test, and vitamin C.
Results showed waxin application prolonged storage lifespan of the fruits. The best concentration of beeswax was 10%. Losses occured 59.27 %.
2109523978F1J014005Analisis Konflik Perselingkuhan dalam Rumah tangga pada Drama Hirugao “Heijitsu Gogo 3 Ji no Koibitotachi Karya Misao Reiko”Penelitian ini berjudul “Analisis Konflik Perselingkuhan dalam Rumah tangga pada Drama Hirugao “Heijitsu Gogo 3 Ji no Koibitotachi” Karya Misao Reiko. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan faktor-faktor yang mempengaruhi kepribadian tokoh-tokoh untuk melakukan perselingkuhan dan dampak yang terjadi dengan adanya perselingkuhan tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode simak catat. Data dianalisis menggunakan teori Perselingkuhan dan Psikoanalisis Sigmund Freud. Hasil dari penelitian ini adalah terdapat 11 data yang terdiri atas 2 (dua) data faktor psikologis; 1 (satu) data faktor sosial; 2 (dua) data faktor psikofisik; 2 (dua) data pendukung dampak perselingkuhan yaitu kemarahan; 1 (satu) data dampak upaya bunuh diri; 2 (dua) data dampak kebencian; 1 (satu) data pendukung dampak psikologis anak. Kesimpulan dari penelitian ini adalah adanya perselingkuhan dalam rumah tangga yaitu berupa perselingkuhan emosional dan fisik, faktor-faktor serta dampak yang terjadi dapat berpengaruh terhadap diri sendiri, keluarga, lingkungan dan terhadap psikologis anak.This research entitles “The Analysis of Infidelity Conflict Household in Hirugao “Heijitsu Gogo 3 Ji no Koibitotachi” Drama by Misao Reiko. The purpose of research was to describe the factors that affect the characters' personality to have an affair and the effects after having an affair. This research is categorized as a qualitative descriptive research. The researcher used technique analysis observation method. The data was used Infidelity theory and Psychoanalysis theory of Sigmund Freud. As the result of this research, there are 11 data including 2 data of psychological factors; 1 data of social factors, 2 data of psychophysical; 2 data indicating the impacts of infidelity namely the anger; 1 data indicating the suicide attempt; 2 data indicating the hatred; 1 data indicating the impacts of children psychological.The study concludes that the infidelity in marriage was the emotional and physical infidelity, the factors and the impacts that occurred can affect them selves, their family, the environment, and children psychological.
2109623988G1B013044PENGARUH LAMA PEREBUSAN TERHADAP PENURUNAN KANDUNGAN FORMALIN PADA TAHUAbstrak
PENGARUH LAMA PEREBUSAN TERHADAP PENURUNAN KANDUNGAN FORMALIN PADA TAHU
Arya Adhi Nugraha, Kuswanto, Dian Anandari

Latar Belakang: Tahu merupakan bahan pangan dengan kandungan protein yang tinggi dan kadar air mencapai 85%, sehingga tahu tidak dapat bertahan lama. Produsen tahu masih menggunakan formalin sebagai pengawet. Berdasarkan Peraturan Menteri kesehatan Republik Indonesia Nomor 033 Tahun 2012 tentang Bahan Tambahan Pangan (BTP), jenis bahan tambahan pangan golongan pengawet yang dilarang penggunaannya dalam produk pangan antara lain adalah formalin. Populasi pada penelitian ini adalah tahu putih yang diberi formalin. Kemudian dilakukan pemeriksaan kadar formalin secara spektrofotometri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama perebusan terhadap kadandungan formalin pada tahu dengan variasi waktu perebusan.
Metodologi: Jenis penelitian yang digunakan adalah true experiment dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Penelitian ini menggunakan perebusan suhu 100°C dengan variasi waktu.
Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan kandungan formalin sebelum perlakuan sebesar 33,19 ppm. Untuk kelompok perendaman 20 menit 21,85 ppm, perendaman 30 menit 17,21 ppm, perendaman 40 menit 9,9 ppm. Sedangkan untuk kelompok perebusan 20 menit 18,08 ppm, perebusan 30 menit 12,07 ppm, perebusan 40 menit 3,35 ppm.
Kesimpulan: Perlakuan perbusan selama 40 menit mengalami penurunan tertinggi yaitu 3,35 ppm atau sebesar 89,90%, tetapi tidak sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 033 Tahun 2012 tentang Bahan Tambahan Pangan (BTP).

Kata Kunci: Formalin, Tahu, Perebusan
ABSTRACT
Background: Tofu is a food with high protein content and the moisture content reaches 85%, so that it tofu can not last long. Manufacturers tofu still use formalin as a preservative. Based on the regulation health minister the republic of indonesia no. 033 2012 about the additional food, a kind of food the additional a preservative which have been banned its use in food products among them were formalin. The population in this study is tofu containing formalin. Then examined by spectrophotometry of formalin levels in most groups as a pretest sample, others are given treatment and formalin levels checked by spectrophotometry. The purpose of this research is to know The Effect Of Boiling Time To Reduce Residual Formalin In Tofu with the variation time.
Methods: The experimental study using true experiment with CRD (Completely Randomized Design), this research use boiling 100°C with variation time.
Result: The result showed that the content of formalin before treathment was 33,19 ppm. The group that was soaked for 20 minutes has 21,85 ppm, soaked in 30 minutes has 27,21 ppm, soaked with 40 minutes has 9,9 ppm. While the boiled group with a time of 20 minutes was 18, 08 ppm, boiled with a time of 30 minutes was 12,07 ppm, boiled for 40 minutes was 3,35 ppm.
Conclusion: 40 minutes boiled has the highest decrease for about 3,35 ppm or 89,90%. This result is too high compared with the amount permitted by PERMENKES RI No. 033 in 2012 about Bahan Tambahan Pangan.

Keywords: Formalin, Tofu, Boiling.
2109723973F1J014024Kepribadian Tokoh Utama dalam Drama Kaseifu no Mita karya Ryuichi InomataPenelitian ini berjudul “Kepribadian Tokoh Utama dalam Drama Kaseifu no Mita karya Ryuichi Inomata”. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan bentuk kepribadian tokoh utama dan faktor apa saja yang mempengaruhi kepribadian tokoh utama Akari Mita. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah metode simak catat. Data dianalisis menggunakan teori psikoanalisis kepribadian dan teori kecemasan menurut Sigmund Freud. Hasil dari penelitian ini adalah terdapat 7 (tujuh) data yang mencerminkan bentuk kepribadian tokoh utama Akari Mita, yaitu 6 (enam) data yang mencerminkan bentuk kepribadian id dan 1 (satu) data yang mencerminkan bentuk kepribadian superego. Terdapat 6 (enam) data yang mencerminkan faktor yang mempengaruhi kepribadian tokoh Akari Mita, yaitu 2 (dua) data yang mencerminkan kecemasan neurosis, 2 (dua) data yang mencerminkan kecemasan realitas, dan 2 (dua) data yang mencerminkan kecemasan moral. Kesimpulan dari penelitian ini adalah gangguan kecemasan yang dialami tokoh utama terjadi karena berbagai macam masalah yang dialaminya. Bentuk kepribadian Mita yang cenderung mengedepankan id daripada superego pada saat mengambil keputusan dalam menghadapi persoalan dipengaruhi oleh faktor kecemasan neurosis, kecemasan realitas dan kecemasan moral dalam diri Mita.This research is entitled “Personality of the Main Character in Kaseifu no Mita Drama by Ryuichi Inomata”. The purpose of this research is to describe the personality of the main character and what factors affecting the personality of the main character Akari Mita. This research is categorized as qualitative descriptive research. In collecting the data, the researcher uses analysis observation method as the technique. The data is analyzed by using psychoanalytic of personality theory and anxiety theory according to Sigmund Freud. As the result of this research, there are 7 (seven) data which are reflecting the personality of the main character Akari Mita, 6 (six) of the data are reflecting in the form of personality id and 1 (one) of the data is reflecting in the form of personality superego. 6 (six) of the data are reflecting factor affect the personality of the main character Akari Mita, 2 (two) of the data are reflecting neurotic anxiety, 2 (two) of the data are reflecting reality anxiety, and 2 (two) of the data are reflecting moral anxiety. The conclusion of this research is anxiety disorders experienced by the main character happen because she has many problems. The personality of the main character akari mita tend to dominated by id than superego at the time of taking decisions when she is facing the problems which is influenced by factors of neurotic anxiety, reality anxiety, and moral anxiety in Mita.
2109825809F1C015056KOMUNIKASI KELOMPOK DUKUNGAN SEBAYA (KDS) MOVING ON DALAM MEMBINA SESAMA ORANG DENGAN HIV DAN AIDS (ODHA) DI KABUPATEN KEBUMENPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis komunikasi Kelompok Dukungan Sebaya (KDS) Moving On dalam memberikan informasi seputar penyakit HIV/AIDS, memberikan dukungan dan motivasi terhadap antaranggotanya. Selain itu, menganalisis komunikasi sesama ODHA dalam melakukan keterbukaan di kelompok tersebut serta hambatan komunikasi antaranggota KDS Moving On dan cara-cara yang dilakukan untuk mengatasi hambatan komunikasi dalam membina sesama ODHA di KDS Moving On. Teori yang digunakan dalam penelitian adalah teori self disclosure dan teori communication privacy management. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan secara deskriptif.

Hasil dari penelitian ini adalah komunikasi KDS Moving On dalam memberikan informasi, dukungan dan motivasi terhadap sesama ODHA yaitu berkaitan dengan pengobatan ARV untuk menurunkan angka kemangkiran ODHA dalam pengobatan ARV dan pencegahan penyakit HIV/AIDS. Komunikasi sesama ODHA dalam melakukan keterbukaan di KDS Moving On berkaitan dengan pengungkapan status ODHA yang mana mereka terbuka dalam kelompoknya jika dibandingkan dengan orang yang tidak senasib dengannya. Karena mereka takut mendapatkan stigma dan diskriminasi. Sehingga sesama ODHA saling menjaga informasi privasinya satu sama lain. Kemudian untuk mengatasi hambatan komunikasi pada KDS Moving On berhubungan dengan keterbukaan status ODHA maka Pendamping Sebaya dalam kelompok tersebut melakukan pendekatan kepada ODHA yang baru masuk di KDS Moving On dengan membuka status dirinya yang juga sebagai ODHA.

Kata Kunci: Komunikasi Kelompok, Self Disclosure, Communication Privacy
Management, Kelompok Dukungan Sebaya



This research is aimed to analyze communication of Peer Support Groups (KDS) Moving On in providing information about HIV and AIDS, to give support and motivation among members. In other that, to analyze communication between people living with HIV/AIDS (PLWHA) doing openness in the groups and communication barriers between KDS Moving On members and ways that are done to overcome communication barriers in fostering fellow PLWHA in Peer Support Groups (KDS) Moving On. This research is using self disclosure theory and communication privacy management theory. This study uses qualitative research methods with descriptive approach.

This result of this research show that communication in Peer Support Group (KDS) Moving On in providing information, support and motivation against other people living with HIV and AIDS (PLWHA) which is related to ARV treatment to reduce the rate of absenteeism in ARV treatment and prevention of HIV and AIDS. Communication of KDS Moving On in doing openness to members of the group that is related to disclosure of status as PLWHA where they will be open about their status in the group when compared to people who are not the same as him. Because they are afraid of getting stigma and discrimination. So that peer of fellow PLWHA maintain their privacy information with each other. Then to overcome communication barriers on the KDS Moving On related to the openness of the status of PLWHA so the Peer Support in the group approached the PLWHA who had just entered KDS Moving On before opening their status as PLWHA.

Keywords: Group Communication, Self Disclosure, Communication Privacy
Management, Peer Support Groups
















2109928547F1B115003PENGARUH BUDAYA ORGANISASI TERHADAP KUALITAS PELAYANAN PUBLIK DALAM BIDANG PENDIDIKAN DI SEKOLAH DASAR ISLAM TERPADU HARAPAN BUNDA PURWOKERTO SELATANKualitas pelayanan kepada masyarakat ini menjadi salah satu indikator dari keberhasilan sebuah institusi sebagai sebuah organisasi pelayanan. Selain kualitas pelayanan budaya organisasi merupakan faktor penting yang mampu menjadi kekuatan pendorong yang besar dalam suatu lembaga. Sekolah Dasar Islam Terpadu Harapan Bunda Purwokerto sudah memiliki pelayanan yang baik yang dilihat dari sumber daya manusia melalui budaya organisasi yang diterapkan oleh lembaga tersebut. Lokasi Penelitian ini tepatnya di Sekolah Dasar Islam Terpadu Harapan Bunda Purwokerto Selatan Kabupaten Banyumas. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh budaya organisasi terhadap kualitas pelayanan publik dalam bidang pendidikan di SDIT Harapan Bunda Purwokerto Selatan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan metode deskriptif kuantitatif. Sasaran penelitian ini ialah seluruh siswa Sekolah Dasar Islam Terpadu Barapan Bunda Purwokerto yang terbagi ke dalam 6 kelas. Pemilihan informan dengan menggunakan teknis proportionate stratified random sampling, analisis data menggunakan korelasi tau kendall dan regresi ordinal. Hasil penelitian menunjukan bahwa berdasarkan analisi kendall tau c menunjukan bahwa terdapat pengaruh positif signifikan antara budaya organisasi dengan kualitas layanan dengan nilai 0,216 (korelasi dalam kategori rendah). Hasil analisis regresi ordinal menunjukkan bahwa budaya organisasi tidak berpengaruh terhadap kualitas layanan sedang (sig.= 0,218<0,05) dengan nilai estimate sebesar 1,824. Sedangkan budaya organisasi berpengaruh terhadap kualitas layanan (sig.= 0,000<0,05) dengan nilai estimate sebesar 6,999. Sehingga dapat disimpulkan bahwa budaya organisasi tidak berpengaruh terhadap kualitas layanan sedang tetapi berpengaruh terhadap kualitas layanan tinggi.The quality of service to the community is one indicator of the success of an institution as a service organization. In addition to the quality of service, organizational culture is an important factor that is able to become a major driving force in an institution. The Integrated Islamic Elementary School of the Mother of Hope Purwokerto already has good services as seen from human resources through the organizational culture adopted by the institution. The location of this study is precisely in the Islamic Primary School of Harapan Bunda, Purwokerto Selatan, Banyumas Regency. The purpose of this study was to determine the effect of organizational culture on the quality of public services in the field of education at SDIT Harapan Bunda, South Purwokerto. The research method used in this study uses a quantitative descriptive method approach. The target of this research is all students of Barapan Bapan Mother Purwokerto Integrated Islamic Elementary School which are divided into 6 classes. Selection of informants using proportionate stratified random sampling technique, data analysis using correlation tau kendall and ordinal regression. The results showed that based on the Kendall or C analysis showed that there was a significant positive effect between organizational culture and service quality with a value of 0.216 (correlation in the low category). The results of ordinal regression analysis showed that organizational culture had no effect on moderate service quality (sig. = 0.218 <0.05) with an estimated value of 1.824. While organizational culture influences service quality (sig. = 0,000 <0.05) with an estimated value of 6.999. So it can be concluded that organizational culture does not affect medium service quality but influences high service quality.
2110025972A1F015076PENGUJIAN BEBERAPA JENIS PENGAWET NIRA TERHADAP SIFAT FISIKOKIMIA GULA KELAPA CETAK DI DESA JETIS, KECAMATAN NUSAWUNGU, CILACAP
Gula kelapa dihasilkan dari nira kelapa. Mutu gula kelapa dipengaruhi oleh kualitas nira kelapa. Kerusakan nira kelapa dapat disebabkan oleh aktivitas mikroorganisme. Kerusakan nira kelapa dapat dicegah dengan menambahkan bahan pengawet baik pengawet alami maupun pengawet sintetis. Perbedaan jenis pengawet tersebut memungkinkan adanya perbedaan terhadap sifat fisikokimia dari produk gula kelapa cetak yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui pengaruh jenis pengawet nira terhadap sifat fisikokimia gula kelapa cetak; 2) mengetahui jenis pengawet nira yang menghasilkan gula kelapa cetak terbaik. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Faktor yang diteliti terdiri dari 1 faktor yaitu, jenis pengawet nira (J) yang terdiri dari 4 taraf, yaitu natirum metabisulfit (J1); kapur dan kayu nangka (J2); kapur dan kulit buah manggis (J3); TANGKIS (J4). Data parametrik yang diperoleh dari hasil penelitian dianalisis menggunakan Uji F pada taraf 5%, apabila hasil analisis menunjukkan pengaruh nyata, dilanjutkan dengan Uji Duncan’s Multiple Range Test pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan jenis pengawet nira yang berbeda menghasilkan nilai tekstur objektif, intensitas browning, kadar air, kadar gula reduksi, dan total padatan tidak terlarut gula kelapa cetak yang berbeda terhadap sifat fisikokimia, namun nilai kadar sukrosa dan kadar abu gula kelapa cetak menunjukkan tidak adanya perbedaan terhadap sifat fisikokimia. Jenis pengawet TANGKIS menghasilkan gula kelapa cetak yang lebih baik diantara jenis pengawet lainnya.Coconut sugar is produced from coconut nira. The quality of coconut sugar is influenced by coconut nira. Coconut nira damage can be caused by the activity of microorganisms. Coconut nira damage can be prevented by adding preservatives to both natural preservatives and synthetic preservatives. The difference between these types of preservatives allows differences in the physicochemical properties of the coconut sugar products produced. This research aims to 1) know the influence of the type of preservatives on the physicochemical properties of coconut sugar; 2) knowing the type of nira preservatives produce the best coconut sugar. The study used experimental methods with the group random plan (RAK). The researched factor consists of 1 factor namely, the type of preservatives Nira (J) as a subplot consisting of 4 levels, namely natrium metabisulfite (J1); lime and wood jackfruit (J2); lime and the bark of mangosteen (J3); TANGKIS (J4). Parametric data derived from the research results were analyzed using Test F at a level of 5%, if the results of the analysis showed real influence, followed by the test of Duncan's Multiple Range Test at a level of 5%. The results of the study showed different types of preservatives resulted in objective texture values, browning intensity, moisture content, reduced sugar levels, and total solids not dissolved coconut sugar in different against physicochemical properties, however the value the level of sucrose and ash coconut sugar shows no difference to the physicochemical properties. This type of TANGKIS produces better coconut sugar among other types of preservatives.