Home
Login.
Artikelilmiahs
23947
Update
NUR AINI LATIFAH
NIM
Judul Artikel
POLIPLOIDISASI BEBERAPA VARIETAS TANAMAN KENTANG (Solanum tuberosum L.) DENGAN PENGATURAN LAMA PAPARAN KOLKISIN
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Upaya perbaikan genetik tanaman kentang (Solanum tuberosum L.) dapat dilakukan melalui poliploidisasi dengan kolkisin, yang efeknya dapat dideteksi melalui aktivitas enzim nitrat reduktse (ANR), kandungan klorofil dan biomassa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui : 1) aktivitas enzim nitrat reduktase (ANR), kandungan klorofil, dan biomassa beberapa varietas tanaman kentang pada lama paparan kolkisin yang berbeda, 2) lama paparan kolkisin yang efektif untuk terjadinya poliploidisasi pada tanaman kentang. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni 2018 sampai dengan September 2018 di lahan percobaan UNSOED di Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga dengan ketinggian tempat 1300 meter di atas permukaan laut (m dpl). Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang digunakan dalam penelitian ini melibatkan dua faktor perlakuan, yaitu lama paparan kolkisin 0,5% (0 jam, 12 jam dan 24 jam) serta varietas kentang (Agria, Vega, Granola K, Granola L dan MZ). Hasil penelitian menunjukkan interaksi antara lama paparan kolkisin dengan varietas terhadap aktivitas enzim nitrat reduktase (ANR) dan diameter umbi, namun efek yang terlihat pada ANR menunjukkan penurunan. Respon ANR dan diameter umbi terlihat berbeda pada setiap varietas yang dicobakan, sedangkan interaksi antara lama paparan dengan varietas tidak memberikan pengaruh terhadap variabel lainnya yaitu, tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, bobot umbi/tanaman, jumlah umbi/tanaman dan klorofil. Beberapa variabel pertumbuhan dan hasil tanaman kentang tidak menunjukkan dampak positif, maka lama paparan kolkisin 12 dan 24 jam dalam penelitian ini belum memberikan efek terjadinya poliploidisasi pada tanaman kentang.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Genetic improvement of potato plant (Solanum tuberosum L.) could be attempted through polyploidization using colchicine, where its effect might be suitable to be detected through nitrate reductase activity (NRA), chlorophyll content and biomass. The purpose of this research was to know: 1) NRA, chlorophyll content, and biomass on several varieties of potato in different exposure duration of colchicine, 2) the optimum exposure duration of colchicine for polyploidization in potato plant. The research was carried out from June 2018 to September 2018 at the experimental field of UNSOED in Serang Village, Karangreja District, Purbalingga Regency with the altitude of 1300 meters above sea level. This research was arranged using a randomized block design (RBD) with two factors, i.e, exposure duration of 0.5% colchicine (0 hour, 12 hours, and 24 hours) and potato varieties (Agria, Vega, Granola K, Granola L and MZ). The results showed that there was interaction between exposure duration of colchicine and potato varieties, and its effect was apparent in the variable of ANR and tube diameter. However, the effect has caused ANR to decrease if it is compared to the control. Some variables of growth and yield of potato (plant height, stem diameter, number of leaves, tuber weight/plant, number of tubers/plant, and chlorophyll content) did not show positive effect neither in 12 hour exposure duration of colchicine nor in 24 hours. This result indicates that colchicine exposure had not given any effect on polyploidization in the potato varieties evaluated.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save