Home
Login.
Artikelilmiahs
25970
Update
REZA ASMARIA
NIM
Judul Artikel
Dinamika Konflik Politik dalam Rencana Pembangunan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sampah di Purbalingga tahun 2017
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dinamika konflik politik tentang rencana pembangunan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sampah di Purbalingga pada tahun 2017. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan paradigma konstruktivisme dan pendekatan studi kasus. Penelitian ini juga menggunakan teknik analisis kualitatif deskriptif, dalam model analisis interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa rencana pembangunan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sampah di Purbalingga dikarenakan hasil studi kelayakan pada tahun 2014 yang menyebutkan bahwa umur dari TPA Banjaran tidak mampu lagi menampung sampah dalam waktu dekat dan direkomendasikan agar dipindah. Sehingga pemerintah membutuhkan lahan pengganti untuk TPA yang baru. Pemerintah mengalami kendala dalam mencari lokasi pengganti TPA baru. Pasalnya, terdapat penolakan dari masyarakat sekitar yang daerahnya menjadi calon lokasi pengganti TPA Banjaran. Pada tahun 2017, daerah yang gagal menjadi calon lokasi pengganti TPA Banjaran yaitu Desa Tetel, Desa Onje, Desa Binangun, Desa Arenan, dan Desa Sumilir. Tidak adanya panduan yang jelas tentang syarat kriteria calon lokasi TPA sampah serta terdapat kepentingan aktor dalam proses penentuan lokasi TPA sampah tersebut mengakibatkan proses penentuan lokasi TPA sampah menjadi berlarut-larut. Selain itu kurangnya manajemen yang baik dalam menangani permasalahan sampah menimbulkan Kabupaten Purbalingga di awal tahun 2018 mengalami darurat sampah. Hal tersebut dikarenakan keputusan Bupati tanggal 28 Februari 2018 menutup TPA Banjaran, namun TPA baru belum siap difungsikan.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The purpose of this research is to describe dynamics of political conflict the plan for the landfill site construction in Purbalingga 2017. This research uses qualitative method with contructivism paradigm and case study approach. This research also uses descriptive qualitative analysis technique, with Miles and Huberman interactive analysis model. The results of this research indicates the plan for the landfill site construction in Purbalingga that according to 2014 studies, Banjaran landfill site is no longer capable to sustain all the waste in the near future. In short, the goverment needs new place for the garbage site. The goverment is facing difficulties in finding a new landfill site. In 2017, some villager won’t accept their homeland to become such a site. The villages that failed to become candidates for new landfill site were the Tetel Village, Onje Village, Binangun Village, Arenan Village, and Sumilir Village. There is no clear guide about the criteria for such site and there are interests of few people in the process of determining the landfill site that make the situation more complicated. On top of that, the management for the landfill site is quite bad in Purbalingga since 2018. One of the reason is because the government closed the old site since February 28 2018 while the new one is not quite ready.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save