Home
Login.
Artikelilmiahs
23669
Update
KATRI ANDIANI
NIM
Judul Artikel
PENGARUH PUPUK NZEO-SR DAN SULFUR TERHADAP KANDUNGAN K, S TANAH, SERAPAN S DAN HASIL BAWANG MERAH VARIETAS BAUJI PADA INCEPTISOL
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Bawang merah merupakan komoditi yang mempunyai nilai jual tinggi di pasaran karena konsumsi masyarakat cukup tinggi. Produksi bawang merah dapat ditingkatkan dengan cara mencukupi kandungan unsur hara untuk proses pertumbuhan dan produksinya. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produksi bawang merah yaitu dengan pemberian pupuk NZeo-SR dan sulfur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) pengaruh pupuk NZeo-SR terhadap kandungan K-total/tersedia, kandungan S-total/tersedia, serapan S, dan hasil bawang merah varietas Bauji (2) pengaruh sulfur terhadap terhadap kandungan K-total/tersedia, kandungan S-total/tersedia, serapan S, dan hasil bawang merah, (3) interaksi pupuk NZeo-SR dan sulfur terhadap kandungan K-total/tersedia, kandungan S-total/tersedia, serapan S, dan hasil bawang merah. Penelitian dilaksanakan di Sreen House pada Februari hingga Juli 2018 dan analisis pupuk, tanah, dan jaringan tanaman di Laboratorium Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, UNSOED. Rancangan penelitian yang digunakan adalah RAKL yang terdiri dari dua faktor dan tiga ulangan. Faktor pertama adalah dosis pupuk NZeo-SR yang terdiri dari 0 kg.ha-1, 100 kg.ha-1, 200 kg.ha-1, 300 kg.ha-1, dan faktor kedua adalah dosis sulfur yang terdiri dari 0 kg.ha-1, 25 kg.ha-1, 50 kg.ha-1, 75 kg.ha-1. Variabel yang diamati adalah sifat kimia, hasil bawang merah, dan serapan S. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pupuk NZeo-SR meningkatkan S-total, S-tersedia, K-total, jumlah umbi dan bobot umbi segar bawang merah. Sulfur meningkatkan daya hantar listrik, S-total dan S-tersedia namun menurunkan pH H2O tanah, jumlah umbi, bobot umbi segar dan bobot bobot umbi kering. Interaksi NZeo-SR dan sulfur terjadi pada jumlah umbi.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Shallots were commodities that have a high selling value on the market because public consumption was quite high. Shallots production could be improved by providing nutrients for the process of growth and production. One way that can be done to increased shallot production by applying NZeo-SR fertilizer and sulfur.This study aims to: (1) knowing the effect of NZeo-SR fertilizer on K-total / available, S-total / available soil content, S uptake, and yield of Bauji shallot, (2) knowing the effect of sulfur on K-total / available, S-total / available soil content, S uptake, and yield of Bauji shallot, (3) knowing NZeo-SR and sulfur fertilizer interactions on total K / available, S-total / available soil content, S uptake, and yield of Bauji shallot. This research the Sreen House and analysis of fertilizer, soil, plant tissue was done at Soil Science Laboratory of Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, Purwokerto from February 2018 until July 2018. Experimental design used was Randomized Complete Group Factorial design with two factors and three replications. The first factor was the NZeo-SR fertilizer doses consisting of 0 kg.ha-1, 100 kg.ha-1, 200 kg.ha-1, 300 kg.ha-1, and the second factor is the doses of sulfur consisting 0 kg.ha-1, 25 kg.ha-1, 50 kg.ha-1, 75 kg.ha-1. The variables observed were soil chemical properties, S uptake, and shallot yield. The results showed that the NZeo-SR fertilizer increased S-total, S-available, K-total, the number of tubers and the weight of fresh shallots. Sulfur increases the electrical conductivity, S-total and S-available but decreased the pH of H2O soil, the number of tubers, the weight of fresh tubers and the weight of dried tubers. NZeo-SR and sulfur interactions occur in the number of tubers.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save