Home
Login.
Artikelilmiahs
22922
Update
SHINTA KARUNIA DEVI
NIM
Judul Artikel
EVALUASI PROGRAM KREDIT USAHA RAKYAT (KUR) PT. BANK RAKYAT INDONESIA (BRI) DI KECAMATAN SUMBANG KABUPATEN BANYUMAS
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Angka kemiskinan masih tergolong tinggi di Indonesia. Salah satu penyebab dari kemiskinan adalah kurangnya lapangan pekerjaan sehingga berdampak pada meningkatnya jumlah pengangguran. Untuk menanggulangi masalah tersebut, pemerintah membuat kebijakan program KUR dengan cara memberikan bantuan permodalan bagi pelaku usaha UMKM. Program KUR bekerja sama dengan Bank maupun Koperasi di Indonesia. Tidak terkecuali Bank BRI di Unit Sumbang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat keberhasilan program KUR PT. BRI di Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas. Penelitian ini menggunakan ukuran kriteria evaluasi dari William N. Dunn yaitu efektivitas, efisiensi, kecukupan, perataan, responsivitas, dan ketepatan. Metode pada penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif. Tenik pengambilan sampel yaitu Multistage Stratified Random Sampling. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengolahan data, distribusi frekuensi dan interpretasi data. Sumber data pada penelitian ini adalah kuisioner, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian melalui distribusi frekuensi menunjukkan bahwa dimensi efektivitas masuk ke dalam kategori tinggi 57% yang berarti efektif, dimensi efisiensi masuk ke dalam kategori tinggi 49% yang berarti efisien, dimensi kecukupan masuk ke dalam kategori sedang 43% yang berarti kurang cukup, dimensi perataan masuk ke dalam kategori tinggi 52% yang berarti merata, dimensi responsivitas masuk ke dalam kategori tinggi 81% yang berarti responsif, dimensi ketepatan masuk ke dalam kategori sedang 55% yang berarti kurang tepat. Secara keseluruhan distribusi frekuensi yang dilakukan oleh peneliti menunjukkan bahwa variabel evaluasi masuk ke dalam kategori tinggi 61% yang berarti evaluasi program KUR berjalan dengan baik. Yang termasuk ke dalam keberhasilan teknis yaitu indikator efektivitas, efisiensi, perataan, dan responsivitas. Sedangkan yang termasuk ke dalam keberhasilan misi yaitu indikator kecukupan dan ketepatan. Hal ini membuktikan bahwa program KUR hanya bisa disalurkan tetapi tidak mampu mencapai tujuan dari program KUR.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The poverty rate is still relatively high in Indonesia. One of the causes of poverty is a lack of employment, which has an impact on increasing the number of unemployed. To overcome this problem, the government made a KUR program policy by providing capital assistance to SMEs. The KUR program works with banks and cooperatives in Indonesia. No exception Bank BRI in the Donating Unit. The purpose of this study was to determine the success rate of the KUR program PT. BRI in Sumbang District, Banyumas Regency. This study uses William N. Dunn's evaluation criteria, namely effectiveness, efficiency, adequacy, leveling, responsiveness, and accuracy. The method in this study is quantitative descriptive. The sampling technique is Multistage Stratified Random Sampling. The analytical method used in this study is data processing, frequency distribution and data interpretation. Data sources in this study were questionnaires, interviews, and documentation. The results of the research through the frequency distribution showed that the effectiveness dimension entered into the high category 57% which meant it was effective, the efficiency dimension was included in the high category 49% which meant that it was efficient, the adequacy dimension entered the medium category 43% which meant less, the dimension of leveling entered into the high category 52% which means evenly, the responsiveness dimension into the high category 81% which means responsive, the dimensions of accuracy enter into the medium category 55% which means less precise. Overall the frequency distribution carried out by the researcher shows that the evaluation variable is included in the high category 61% which means that the evaluation of the KUR program is going well. Included in the technical success are indicators of effectiveness, efficiency, leveling and responsiveness. While those included in the success of the mission are indicators of adequacy and accuracy. This proves that the KUR program can only be channeled but cannot achieve the objectives of the KUR program.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save