Home
Login.
Artikelilmiahs
22932
Update
FREDDY GUNAWAN
NIM
Judul Artikel
UJI PERFORMANSI MESIN PENGERING TIPE ROTARY MANUAL PADA PROSES PENGERINGAN KACANG TANAH GELONDONGAN (Arachis Hypogaea L.)
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penanganan pascapanen pada komoditas hasil pertanian menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas mutu bahan pangan. Salah satu tahapan penting dalam pengolahan pascapanen adalah pengeringan yang bertujuan mengurangi kadar air pada bahan sampai titik tertentu. Saat ini sudah banyak mesin pengeringan buatan (artificial drying) untuk menggantikan metode pengeringan dengan cara penjemuran. Salah satu mesin pengering buatan ini adalah pengering tipe rotary manual HSF D-50. Penelitian ini bertujuan untuk menguji performansi mesin pengering tipe rotary manual pada pengeringan kacang tanah gelondongan yang meliputi perubahan kadar air, kapasitas optimum, dan daya putar silinder. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Teknik Pengolahan Pangan dan Hasil Pertanian serta di Laboratorium Alat dan Mesin Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman, pada bulan Februari 2018 sampai Mei 2018. Pengambilan data dalam penelitian ini dilakukan pada perlakuan massa dengan taraf 0,5 kg; 1 kg; 1,5 kg; 2 kg; 2,5 kg. Hasil pengamatan selama penelitian menunjukkan bahwa besarnya massa bahan mempengaruhi laju penurunan kadar air dan daya putar mesin. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa laju penurunan kadar air terbesar pada massa bahan 0,5 kg yaitu sebesar 15,02 %/jam. Laju penurunan kadar air terkecil terjadi pada massa bahan 2,5 kg yaitu sebesar 9,77 %/jam. Daya putar mesin paling besar terjadi pada massa 2,5 kg yaitu sebesar 10,65 watt. Massa optimum kacang tanah gelondongan yang direkomendasikan dalam pengeringan dengan mesin pengering tipe rotary manual HSF D-50 adalah 2,5 kg.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Postharvest handling of agricultural commodities becomes an important factor in maintaining the quality of food quality. One of the important stages in postharvest processing is drying which aims to reduce water content in the material to a certain point. Currently there are many artificial drying machines (artificial drying) to replace the drying method by drying. One of these artificial dryers is a manual rotary dryer HSF D-50. The objective of this research is to test the performance of manual rotary type drying machine on drying of groundnut, including changes in water content, optimum capacity, and cylinder rotation. This research was conducted in Laboratory of Food Processing Technique and Agricultural Product and Agricultural Machine and Apparatus Laboratory of Faculty of Agriculture, University of General Soedirman, from February 2018 until May 2018. Data collection in this research was done at mass treatment with 0,5 kg level; 1 kg, 1,5 kg; 2 kg; 2,5 kg. Observations during the study showed that the magnitude of the material mass influenced the rate of decreasing moisture content and engine power. The results showed that the rate of decrease in the largest moisture content in the mass of 0,5 kg material that is equal to 15,02% / hour. The rate of decrease in the smallest water content occurs in the mass of 2,5 kg material that is equal to 9,77% / hour. The largest engine turnover occurs at 2,5 kg mass that is equal to 10,65 watts. The optimum mass of peanut recommended in drying with a manual rotary dryer HSF D-50 is 2,5 kg.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save