Artikelilmiahs

Menampilkan 19.621-19.640 dari 50.082 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
1962122786F1K014034WUJUD PRAGMATIK IMPERATIF TUTURAN CERAMAH
EMHA AINUN NADJIB DI PURWOKERTO 18 NOVEMBER 2017
Penelitian ini berjudul “Wujud Pragmatik Imperatif Tuturan Ceramah Emha Ainun Nadjib di
Purwokerto 18 November 2017”. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan wujud pragmatik
imperatif yang berupa kalimat perintah dan kalimat nonperintah pada tuturan ceramah Emha
Ainun Nadjib di Purwokerto 18 November 2017. Bentuk Penelitian ini adalah deskriptif kualitatif.
Data pada penelitian ini adalah tuturan yang diduga mengandung wujud pragmatik imperatif yang
terdapat pada penggalan ceramah Emha Ainun Nadjib di Purwokerto 18 November 2017. Sumber
data penelitian ini berasal dari rekaman video ceramah Emha Ainun Nadjib di Purwokerto 18
November 2017 yang diunduh dari situs youtube.com. Dari hasil analisis, dapat ditemukan tiga
belas wujud pragmatik imperatif pada kalimat perintah yaitu, perintah, suruhan, permintaan,
permohonan, desakan, bujukan, imbauan, persilaan, ajakan, permintaan izin, mengizinkan,
larangan, dan harapan. Selain itu juga ditemukan tujuh wujud pragmatik imperatif pada kalimat
nonperintah, yaitu perintah, suruhan, bujukan, imbauan, larangan, umpatan, pemberian ucapan
selamat, dan anjuran.
The title of research is “Imperative Pragmatics Form Lecture Speech Emha Ainun Nadjib in
Purwokerto 18th November 2017”. The research to describe a imperative pragmatics at the
imperative sentence and nonimperative sentence on lectures speech Emha Ainun Nadjib in
Purwokerto 18th November 2017. This is descriptive qualitative research form. Data on this
research is allegedly speech containing imperative pragmatics form which is found in a piece of
talk Emha Ainun Nadjib in Purwokerto 18th November 2017. Data sources this research derived
from a lecture video Emha Ainun Nadjib in Purwokerto 18th November 2017 downloaded from the
website of youtube.com. From the results of the analysis, can be found thirteen imperatives
pragmatics form at the imperative sentence, that is the command, messenger, request,
solicitation, pressure, persuasion, appeal, pleased, invitation, permission, allowing, prohibition, and
hope. It is also found seven imperatives pragmatics form at nonimperative sentence, that is the
command, messenger, persuasion, appeal, prohibition, aspersion, granting congratulations, and
recomendation.
1962222787F1G014028Analisis Struktural dalam Novel Gadis Kretek Karya Ratih KumalaRINGKASAN
Skripsi ini berjudul Analisis Struktural dalam novel Gadis Kretek karya Ratih Kumala. Tinjauan penelitian ini untuk mendeskripsikan unsur novel dan keterkaitannya dengan antarunsur struktur novel dalam novel Gadis Kretek karya Ratih Kumala.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan difokuskan pada struktur novel yang ada pada novel Gadis Kretek karya Ratih Kumala. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah membaca dan memahami isi novel, kemudian mencari data-data penting yang berkaitan dengan rumusan masalah berdasarkan struktur novel yang ada. Setelah melewati proses mencatat data-data, selanjutnya data-data itu dianalisis dengan pendekatan struktural. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah satu buah novel yang berjudul Gadis kretek karya Ratih Kumala dengan jumlah halaman 274 (dua ratus tujuh puluh empat) halaman.
Hasil penelitian ini menjelaskan secara deskriptif mengenai struktur novel yang terdiri dari (1) Penokohan yaitu Lebas, Mas Tegar, Mas Karim, Soeraja, Jeng Yah, Roemaisa, dan Lilis. (2) Alur yang digunakan adalah alur sorot balik. (3) Latar tempat lebih dominan di Kota M. Latar waktu menunjukkan waktu pagi hari, siang hari, sore hari dan malam hari. Latar sosialnya yaitu menunjukkan kehidupan pada masa pejajahan hingga terbebasnya dari penjajahan. (4) Tema yang diangkat adalah tentang sebuah percintaan yang cukup pelik. (5) Pesan moral diantaranya seperti mengejar cita-cita sesuai bakat, gigih dalam pekerjaan, berhati-hati dalam mengambil keputusan, tidak merugikan orang lain, menghargai setiap pekerjaan, berpikir sebelum bertindak, bersikap jujur, mampu mengendalikan amarah, mengutamakan pendidikan, mengutamakan kebahagiaan orang lain. Hubungan antarunsur dalam novel Gadis Kretek karya Ratih Kumala adalah (1) Tokoh dengan alur. (2) Latar dengan alur. (3) Latar dengan tokoh. (4) Amanat dengan tokoh. Dengan begitu dapat dihasilkan gambaran jelas mengenai struktur novel dan hubungan antarunsur dalam novel tersebut.

This thesis entitled Analisis Struktural dalam Novel Gadis Kretek karya Ratih Kumala. This research aims to describing elements and correlations with mutual elements structure in the novel Gadis Kretek by Ratih Kumala.
This research using qualitative descriptive method, concentrating with the structure of the novel Gadis Kretek by Ratih Kumala. Technique of collecting data by reading and find out the novels content, then looking for important data that have relations with research questions based on the novel structures. After writing the data, the researcher will analysing data with structural approachment. The using of data in this research is one novel entitled Gadis Kretek by Ratih Kumala with 274 (two hundred seventy four) pages.
The result of the reasearch explaining descriptive of (1) Characterizations Lebas, Mas Tegar, Mas Karim, Soeraja, Jeng Yah, Roemaisa, dan Lilis. (2) The groove used is a flashback. (3) A more dominant plasce in the Kota M. Time setting shows in the morning, evening, and night time. Social setting that is showing ife during the colonial period until it was released from the invaders.(4) The theme raised was about a fairly complicated romance. (5) The moral message such as pursuing ideals according to talent, persevering in work, being careful in making decisions, not harming others, valuing every job, thinking before acting, being honest, being able to control anger, prioritizing education, prioritizing the happiness of others. Structure dealing with the mutual elements relations in the novel Gadis Kretek by Ratih Kumala is (1) Characters with grooves. (2) Backgrounds with grooves. (3) Backgrounds with characters. (4) Mandates with characters. In order that, the researcher summerized there is obvious representation concerning about the structure of the novel and the correlations with mutual elements structure in that novel.
1962325585J1A015023 A Stylistic Study on Functional Sentence Types Used in The Jakarta Post Headline. ABSTRAK
Saputri, Retno Wiji. 2019. A Stylistic Study on Functional Sentence Types Used in The Jakarta Post Headline. Thesis. Pembimbing 1: Dr. Chusni Hadiati, S.S., M.Hum. Pembimbing 2: Tuti Purwati, S.S., M.Pd. Penguji: Indriyati Hadiningrum, S.S., MPd. Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Universitas Jenderal Soedirman, Fakultas Ilmu Budaya, Jurusan Sastra Inggris, Program Studi Bahasa dan Sastra Inggris, Purwokerto.
Kata Kunci: Stilistika, Tipe Kalimat, Fungsi Bahasa, Fitur Stilistika, Headline, People, Opinion and National, The Jakarta Post.
Penelitian ini berjudul “A Stylistic Study on Functional Sentence Types Used in The Jakarta Post Headline”. Penelitian ini berfokus pada analisis tipe kalimat, fungsi bahasa dan penggunaan fitur stilistika di headline berita People, Opinion dan National di The Jakarta Post. Dengan menggunakan metode kualitatif, penelitian ini bertujuan untuk 1) menemukan tipe kalimat yang digunakan; 2) menjelaskan fungsi bahasa yang terdapat pada tipe kalimat tersebut; 3) menjelaskan penggunaan fitur stilistikanya. Untuk mendapatkan hasil penelitian, pendekatan stilistika digunakan pada 711 data. Ada 3 bagian hasil penelitian ini. Pertama, analisis tipe kalimat dari 711 data, ditemukan sebanyak 659 tipe kalimat pernyataan, 30 tipe kalimat tanya, 21 tipe kalimat perintah dan 1 tipe kalimat seru. Kedua, dari 711 data yang terkumpul, ada 675 kali kemunculan fungsi informatif, 9 kali kemunculan fungsi ekspresif yang diikuti oleh hasil penemuan fungsi estetika, fungsi kalimat perintah dan fungsi kalimat phatic sebanyak 2 kali, 21 kali dan 5 kali. Terakhir, dari 712 data di analisis penggunaan fitur stilistika, ada 205 nomor untuk penghilangan kata, 119 nomor untuk penggunaan kata singkat, 301 nomor untuk penggunaan frasa nomina, 24 nomor untuk penggunaan gimmick dan 62 nomor untuk penggunaan nominalisasi. Kesimpulannya, tipe yang banyak di temukan di headline adalah tipe kalimat pernyataan (92, 8%), fungsi informatif (95%) dan penggunaan frasa nomina (42%). Disamping itu, ditemukan juga tipe yang jarang digunakan seperti, tipe kalimat seru (0, 3%), fungsi estetika (0, 4%), dan penggunaan gimmick (3, 2%).
ABSTRACT
Saputri, Retno Wiji. 2019. A Stylistic Study on Functional Sentence Types Used in The Jakarta Post Headline. Thesis. Supervisor 1: Dr. Chusni Hadiati, S.S., M.Hum. Supervisor 2: Tuti Purwati, S.S., M.Pd. Examiner: Indriyati Hadiningrum, S.S., M.Pd. Ministry of Research, Technology and Higher Education, Jenderal Soedirman University, Faculty of Humanities, English Department, English Literature Study Program, Purwokerto.
Keywords: Stylistics, Sentence Types, Language function, Stylistic Features, Headline, People, Opinion, National, The Jakarta Post.
This research is entitled “A Stylistic Study on Functional Sentence Types Used in The Jakarta Post Headline”. It focuses on analyzing sentence types, its language functions and the use of stylistic features in People, Opinion and National of The Jakarta Post headline. By using qualitative method, this research is aimed 1) to find out the sentence types used; 2) to explain its function based on the language function; 3) to explain the use of stylistic features. In order to get the result of the analysis, stylistic approach is used on 711 data. There are three results section. First, from 711 data in analyzing the sentence types, 659 headlines are statement, 30 headlines are question, 21 headlines are command and 1 headline is exclamation. Second, from 711 data collected, there are 675 times of informative function occurrence, 8 times of expressive function occurrence, followed by aesthetic function, directive function and phatic function, which occurs 2 times, 21 times, and 5 times of occurrence. Last, from 711 data in analyzing the use of stylistic features, there are 205 numbers for the omission of words, 119 numbers for the use of short words, 301 numbers for the use of noun phrase, 24 numbers for gimmick and 62 numbers for nominalization. In addition, the most frequently found in the headline is statement type (92, 8%), informative function (95%) and the use of noun phrase (42%). Besides, it is found the rarest used such as, exclamation type (0, 3%), aesthetic function (0, 4%) and the use of gimmick (3, 2%).
1962422789D1E013166PENGARUH DRY PERIOD DAN DAYS OPEN TERHADAP PRODUKSI SUSU SAPI FRIESIAN HOLSTEIN (FH) DI BBPTU-HPT BATURRADENPengaruh Dry Period dan Days Open Terhadap Produksi Susu Sapi Friesian Holstein (FH) Di BBPTU-HPT Baturraden. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui rataan dan simpang baku, serta pengaruh dari dry period dan days open terhadap produksi susu sapi FH di BBPTU-HPT Baturraden. Metode analisis data yaitu dengan korelasi dan regresi linier. Data diperoleh dari data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari sapi sebanyak 50 ekor yang mempunyai catatan produksi dan reproduksi setiap individu sapi laktasi ke dua, yang meliputi produksi susu mingguan, tanggal lahir, beranak, inseminasi yang menghasilkan kebuntingan, dan tanggal kering kandang dari setiap ekor induk sapi. Data sekunder diperoleh dari hasil wawancara. Hasil penelitian menunjukan rataan dan simpang baku dry period 90,420±27,98 hari, days open 165,22±51,08 hari, poduksi susu laktasi kedua terkoreksi 3.760,76±1.163,67 l. Hasil analisis diperoleh koefisien korelasi dry period sebesar 0.197 dan days open sebesar 0.315, dengan nilai koefisien determinasi (r²) dry period = 3,9% dan days open = 9,91%. Persamaan regresi linier dry period Y = 3018,5 + 8,2094X dan days open diperoleh persamaan Y = 2575,8 + 7,1723X. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa nilai koefisien korelasi menunjukan bahwa dry period dan days open memiliki hubungan positif yang rendah terhadap produksi susu. Semakin panjang days open maka dapat mempengaruhi produksi susu yang relatif semakin tingggi.Effect of Dry Periods and Open Days on the Production of Friesian Holstein Milk (FH) at BBPTU-HPT Baturraden. The purpose of this study is to find out the standard and standard intersections, as well as the effect of dry period and days open on FH cow milk production in Baturraden BBPTU-HPT. Data analysis methods are correlation and linear regression. Data is obtained from primary data and secondary data. The primary data was obtained from cattle as many as 50 individuals who had the second production and reproduction record of each individual lactating cow, which included weekly milk production, date of birth, breeding, insemination that resulted in pregnancy, and dry date of the cage from each cows. Secondary data obtained from interviews. The results showed that the mean and dry period standard intersections were 90.420 ± 27.98 days, days open 165.22 ± 51.08 days, second lactation milk production was corrected 3,760.76 ± 1,163.67 l. The results of the analysis obtained dry period correlation coefficient of 0.197 and days open of 0.315, with the dry period r² determination coefficient = 3.9% and days open r² = 9.91%. Dry period linear regression equation Y = 3018,5 + 8,2094X and days open obtained the equation Y = 2575,8 + 7,1723X. Based on the results of the study it can be concluded that the correlation coefficient shows that dry period and days open have a low positive relationship to milk production. The longer days open can affect milk production which is relatively higher.
1962522790H1C014047SISTEM KENDALI KECEPATAN LIFT 4 LANTAI DENGAN 3 LEVEL KECEPATAN DILENGKAPI EMERGENCY POWER BACKUP BERBASIS PLC DAN MONITORING HMIPembangunan gedung pencakar langit dengan lantai yang semakin tinggi membutuhkan teknologi pendukung berupa building automation system yang semakin canggih. Jumlah lantai yang semakin banyak memerlukan sistem transportasi vertikal yang efisien karena semakin tinggi lantai yang dituju akan membutuhkan waktu yang semakin lama untuk mencapainya. Pada penelitian ini dibuat suatu sistem pengendali kecepatan lift berdasarkan lantai tujuan untuk mengefisienkan waktu tempuh lift terutama untuk menuju lantai-lantai puncak. Selain itu dirancang pula sistem keamanan berupa maksimum penumpang yang dapat menaiki lift dan juga sistem keamanan saat listrik padam. HMI dirancang untuk sistem lift ini sehingga mempermudah pemantauan dan pengendalian sistem lift dari ruang kendali.
Perancangan ladder diagram menggunakan software GX Developer sedangkan untuk merancang HMI digunakan software CitectSCADA. Pengendalian kecepatan lift menggunakan parameter jarak lantai. Pada penelitian ini digunakan tiga level kecepatan yaitu 100%, 60%, dan 30%. Sistem keamanan penumpang maksimum menggunakan masukan dari sensor photodiode yang akan mendeteksi penumpang yang masuk dan keluar. Sistem keamanan saat listrik padam bekerja dengan memanfaatkan sumber tenaga cadangan untuk menggerakkan kabin ke lantai terdekat.
Setelah rancangan sistem kendali kecepatan lift ini diaplikasikan ke modul lift 4 lantai didapatkan waktu tempuh yang lebih singkat terutama untuk jarak tempuh yang jauh, yaitu pada jarak tempuh 2 lantai dari 14,03 detik menjadi 10,47 detik, serta pada jarak tempuh 3 lantai dari 20,60 detik menjadi 12,70 detik. Sistem juga menjadi lebih baik dalam aspek keselamatan penumpang dengan memberikan batas maksimal sebanyak 13 penumpang dalam pengoperasian lift dan sistem tetap dapat bekerja saat pemadaman listrik dengan menggunakan sistem catu daya cadangan. Penggunaan HMI mempermudah pemantauan sistem secara realtime untuk melihat parameter kecepatan, jumlah penumpang, serta catu daya yang sedang digunakan.
Construction of skyscrapers with higher floors level requires supporting technology in the form of a sophisticated building automation system. An increasing number of floors require an efficient vertical transport system as the higher the intended floor will take longer to reach. In this study a system of elevator speed control made based on the floor of destination to streamline the travel time of the elevator, especially to the top floors. In addition, security system is also designed in the form of maximum passengers who can enter the elevator and also the security system when the power failures to improve the safety and comfort of passenger elevators. HMI is designed for this elevator system, making it easier to monitor and control the elevator system from the control room.
The design of the ladder diagram uses the GX Developer software, while the CitectSCADA software is used to design the HMI. Elevator speed control using the parameters of the floor distance. In this research, three levels of speed are used, that is 100%, 60%, and 30%. The maximum passenger security system uses input from the photodiode sensor that will detect incoming and outgoing passengers. The security system when the power failures work by utilizing the backup power source to move the cabin to the nearest floor.
After the design of the elevator speed control system was applied to the 4-floor elevator module, the travel time was shorter, especially for the far distance, i.e. on the distance of 2 floors from 14.03 seconds to 10.47 seconds, and on 3-mile distance from 20.60 seconds to 12.70 seconds. The system also gets better in the aspect of passenger safety by providing a maximum limit of 13 passengers in the elevator operation and the system can still work during a power outage using an emergency power backup system. The use of HMI facilitates realtime system monitoring to see the speed parameters, the number of passengers, and the power supply being used.
1962625682A1L014205KOMBINASI APLIKASI EDIBLE FILM LIDAH BUAYA (Aloe vera) DENGAN EKSTRAK JAHE (Zingiber officinale) DALAM MEMPERTAHANKAN MUTU BUAH TOMATPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) pengaruh aplikasi edible film berbahan dasar lidah buaya dengan kombinasi ekstrak jahe dalam mempertahankan mutu buah tomat, (2) konsentrasi ekstrak lidah buaya yang dapat mempertahankan mutu buah tomat, (3) konsentrasi ekstrak jahe yang dapat mempertahankan mutu buah tomat, (4) konsentrasi kombinasi ekstrak lidah buaya dan ekstrak jahe yang dapat mempertahankan mutu buah tomat. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Teknik Pengolahan Pangan dan Hasil Pertanian (TPPHP) UNSOED Purwokerto pada bulan Desember 2018. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) faktorial dengan 2 faktor dan 3 kali ulangan. Faktor pertama adalah konsentrasi lidah buaya, yaitu 0%, 1%, 2%, dan 3%. Faktor kedua adalah konsentrasi ekstrak jahe, yaitu 0%, 5%, 10%, dan 15%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak lidah buaya 3% dapat mempertahankan kadar total padatan terlarut (2,73 %Brix), kadar vitamin c (23,60 gram/100 mL), umur simpan (6,83 hari), tekstur (2,84), warna (4,63), namun tidak berpengaruh terhadap susut bobot. Ekstrak jahe 0% mempertahankan kadar total padatan terlarut (2,68 %Brix), kadar vitamin c (24,40 gram/100 mL), umur simpan (6,55 hari), tekstur (2,94), warna (4,63), namun tidak berpengaruh terhadap susut bobot. Konsentrasi kombinasi terbaik dalam mempertahankan padatan terlarut dan vitamin c adalah ekstrak lidah buaya 3% dan ekstrak jahe 0%. Konsentrasi kombinasi terbaik dalam mempertahankan umur simpan, tekstur, warna adalah ekstrak lidah buaya 2% dan ekstrak jahe 5%.This study aims to determine (1) the effect of aloe vera-based edible film application with a combination of ginger extract in maintaining the quality of tomatoes, (2) the concentration of aloe vera extract that can maintain the quality of tomatoes, (3) the concentration of ginger extract that can maintain quality tomatoes, (4) the concentration of a combination of aloe vera extract and ginger extract which can maintain the quality of tomatoes. The study was conducted at the Food and Agricultural Processing Engineering Laboratory (TPPHP) UNSOED Purwokerto in December 2018. This study used factoria Completely Randomized Block Design (CRBD) with 2 factors and 3 replications. The first factor was the concentration of aloe vera, which is 0%, 1%, 2%, and 3%. The second factor is the concentration of ginger extract, which is 0%, 5%, 10%, and 15%. The results showed that 3% aloe vera extract could maintain total dissolved solids (2.73% Brix), vitamin c levels (23.60 gram / 100 mL), shelf life (6.83 days), texture (2.84 ), color (4.63), but no effect on weight loss. 0% ginger extract maintains total dissolved solids (2.68% Brix), vitamin c levels (24.40 grams / 100 mL), shelf life (6.55 days), texture (2.94), color (4, 63), but no effect on weight loss. The best combination of concentration in maintaining dissolved solids and vitamin C was 3% aloe vera extract and 0% ginger extract. The best combination of concentration in maintaining shelf life, texture, color was 2% aloe vera extract and 5% ginger extract.
1962722793E1A114063PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PENYANDANG DISABILITAS DALAM MENDAPATKAN JAMINAN PENDIDIKAN KHUSUS BERDASARKAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANYUMAS NOMOR 19 TAHUN 2014 TENTANG PERLINDUNGAN DAN PELAYANAN BAGI PENYANDANG DISABILITASABSTRAK

Penyandang disabilitas memiliki hak untuk mendapatkan pendidikan melalui pendidikan khusus. Pemerintah bertanggung jawab untuk memberikan fasilitas pendidikan sebagai wujud pemenuhan hak bagi penyadang disabilitas. Penyelenggaraan pendidikan khusus harus dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan agar pendidikan khusus bagi penyandang disabilitas dapat diselenggarakan secara layak dan bermutu. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis bagaimana perlindungan hukum terhadap penyandang disabilitas dalam mendapatkan pendidikan khusus dan implementasi pendidikan khusus di Kabupaten Banyumas.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis normatif. Pendekatan penelitian menggunakan metode pendekatan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan analisis. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder dengan metode penyajian data dalam bentuk teks naratif dan disusun secara sistematis.
Kesimpulan yang dapat ditarik dari penelitian ini yaitu pendidikan khusus bagi penyandang disabilitas dijamin dan dilindungi berbagai peraturan perundang-undangan. Penyandang disabilitas di Kabupaten Banyumas yang memperoleh pendidikan khusus di sekolah luar biasa akan mendapatkan pendidikan yang bemutu yang diwujudkan dalam bentuk fasilitas pendidikan yang layak, tenaga pendidik yang memadai, bantuan biaya pendidikan, pembelajaran sesuai kurikulum dengan memperhatikan kondisi dan potensi peserta didik penyandang disabilitas. Keterbatasan sekolah luar biasa yang ada di Kabupaten Banyumas saat ini menyebabkan pendidikan khusus melalui sekolah luar biasa belum dapat diakses oleh penyandang disabilitas secara lebih luas dan merata.
Kata Kunci : Perlindungan Hukum, Penyandang Disabilitas, Pendidikan Khusus
ABSTRACT

The diffables have the right education. The goverments have a responbility to provide an educational facilities as a form of fulfilling the rights of the diffables. The implementation of special education must be carried out in accordance with the provisions of the legistation so that special education for diffables can be carried out in a proper and quality manner. This study was conducted to analyze how legal protection for diffables in obtaining special education and the implementation of special education in Banyumas Regency. This study uses normative juridical research methods. Furthermore, it uses a statutory approach and analysis approach. This study used primary and secondary data.
The conclusion that can be drawn from this study is that special education for diffables is guaranteed and protected by various laws and regulations. Diffables in Banyumas Regency who get special education in extraordinary schools will get a good education which is realized in the form of adequate educational facilities, adequate teaching staff, assistance with education costs, curriculum-based learning with regard to the conditions and potential of students with disabilities. The limitations of the extraordinary schools in Banyumas Regency nowadays results special education that conducted in special schools cannot be accessed by diffables more widely and evenly.
Keywords: Legal Protection, Diffables, Special Education
1962822794F1I011042PERSEPSI TIONGKOK TERHADAP PELUNCURAN UJI COBA RUDAL KOREA UTARA PADA TAHUN 2011 - 2017Penelitian ini berjudul “Persepsi Tiongkok Terhadap Peluncuran Uji Coba Rudal Korea Utara Pada Tahun 2011 – 2017” ini merupakan penelitian yang menganalisa persepsi dari Tiongkok terhadap uji coba rudal Korea Utara pada tahun 2011 – 2017. Uji coba nuklir yang dilakukan Korea Utara mengundang banyak perhatian dunia pasalnya dapat mengganggu keamanan internasional. Unit analisa yang digunakan pada penelitian ini, yaitu Persepsi Tiongkok yang didalamnya terdapat Belief, Image, dan Intentions terkait uji coba nuklir Korea Utara. Tingkat analisa dalam penelitian ini adalah Negara yaitu Tiongkok. Unit eksplanasi yang digunakan adalah uji coba rudal oleh Korea Utara. Penelitian ini memiliki batasan kajian dari uji coba nuklir yang dilakukan Korea Utara pada tahun 2011-2017 atau pada saat kepemimpinan Kim Jong Un. Hasil dari penelitian yang dilakukan yaitu Tiongkok memiliki persepsi terhadap uji coba nuklir yang dilakukan Korea Utara berdasarkan Belief nya yang ingin memiliki power lebih dimata dunia. Image yang tergambar adalah bahwa Korea Utara ingin melindungi kedaulatan Negara dan melindungi kemanan negaranya. Hal ini membuat Tiongkok memiliki Intentions yang menjadi kekhawatiran Tiongkok yaitu hancurnya Korea Utara dan terjadi perang antar Korea, jika hal ini terjadi maka Tiongkok harus siap menerima pengungsi rakyat Korea dan siap kehilangan salah satu Negara Komunis sekaligus kehilangan Buffer Zone. Untuk menanggulangi apa yang menjadi persepsi Tiongkok, walaupun Tiongkok menentang uji coba nuklir tersebut namun Tiongkok selalu membantu Korea Utara baik dalam hal ekonomi dan perlindungan terhadap sanksi-sanksi yang dibuat oleh Dewan Keamanan PBB serta selalu membujuk Korea Utara untuk menghentikan uji coba nuklirnya.This research entitled "Perception of China on the Launch of North Korea Missile Tests in 2011 - 2017" is a study that analyzes perceptions from China of North Korean missile trials in 2011 - 2017. North Korea's nuclear test invites a lot of world attention the article can disrupt international security. The unit of analysis used in this study, namely Chinese Perception in which there are Belief, Image, and Intentions related to North Korea's nuclear test. The level of analysis in this study is the State namely China. The explanatory unit used was the North Korean missile test. This study has limitations on the study of North Korea's nuclear tests in 2011-2017 or at the time of Kim Jong Un's leadership. The result of the research conducted is that China has a perception of North Korea's nuclear test based on its Belief who wants to have more power in the eyes of the world. The illustrated image is that North Korea wants to protect the sovereignty of the State and protect the security of its country. This makes China have an Intentions which is a concern of China, namely the destruction of North Korea and the inter-Korean war, if this happens then China must be ready to accept Korean people and are ready to lose one of the Communist countries and lose the Buffer Zone. To overcome what has become China's perception, even though China opposes the nuclear test, China has always helped North Korea both in terms of economy and protection against sanctions made by the UN Security Council and always persuaded North Korea to stop its nuclear tests.
1962925510K1C015020Eksplorasi Sumber Air Tanah Menggunakan Metode Resistivitas Sounding dan Perbandingannya dengan Data Log Bor di Desa Metenggeng Kecamatan Bojongsari Kabupaten PurbalinggaPenelitian menggunakan metode resistivitas sounding untuk menentukan struktur batuan bawah permukaan, menentukan perbandingan data resistivitas dan data log bor, serta potensi sumber air tanah di Desa Metenggeng, Kecamatan Bojongsari, Kabupaten Purbalingga telah selesai dilakukan. Metode ini menggunakan prinsip konfigurasi Schlumberger satu dimensi dengan lintasan akuisisi data sebanyak 5 lintasan dan bentangan sebesar 200 meter. Hasil inversi menunjukkan struktur batuan bawah permukaan terdiri atas 4 lapisan, yaitu tanah penutup (top soil) dengan nilai resistivitas batuan 5,14-77,81 Ωm, campuran pasir dan kerikil dengan nilai resistivitas batuan 6,87-20,35 Ωm, batuan beku dengan nilai resistivitas batuan 119,81-195,55 Ωm, dan pasir dengan nilai resistivitas batuan 15,08-40,35 Ωm. Hasil perbandingan struktur batuan antara data resistivitas dengan data log bor juga terdapat kecocokan meliputi tanah penutup (top soil), campuran pasir dan kerikil, batuan beku andesit, serta pasir sebagai lapisan akuifer. Potensi sumber air tanah terdapat pada line 1, 2, 3, dan 4 yang merupakan lapisan pasir dengan rentang nilai resistivitas sebesar 15,08-40,35 Ωm dan akuifer ini termasuk akuifer dalam karena berada di bawah lapisan batuan beku andesit. The study used a sounding resistivity method to determine the subsurface rock structure, determined the comparison of resistivity data and drill log data, as well as the potential of groundwater sources in Metenggeng Village, Bojongsari District, Purbalingga regency, which was completed. The metod uses the principle of one-dimensional Sclumberger configuration with a data acquisition trajectory of 5 tracks and a stretch of 200 meters. The inversion results show that the subsurface rock structure consists of 4 layers, namely topsoil with rock resistivity values of 5,14-77,81 Ωm, mixed of sand and gravel with rock resistivity values of 6,87-20,35 Ωm, igneous rock with rock resistivity values of 119,81-195,55 Ωm, and sand with rock resistivity values of 15,08-40,35 Ωm. The results of the comparison of rock structures between resistivity data and drill log data also matched topsoil, mixed of sand and gravel, andesite igneous rock, and sand as aquifer layers. Potential groundwater sources are in lines 1, 2, 3, and 4 which are sand layers with a range of resistivity values of 15,08-40,35 and these aquifer incude deep aquifers because they are below the andesite igneous layer.
1963025683A1H012007PENGARUH EDIBLE COATING PATI GANYONG DAN SUHU PENYIMPANAN TERHADAP MUTU BROKOLI (Brassica oleraceae L.)
SELAMA PENYIMPANAN
Brokoli Merupakan sayuran yang mudah mengalami kerusakan setelah pascapanen, makadiperlukan penanganan yang baik. Salah satu upaya penanganan pascapanen yaitu dengan cara edible coating dengan penyimpanan dengan suhu. Edible coating dapat mempertahankan kualitas brokoli. Tujuan dari penelitian ini mengetahui pengaruh suhu penyimpanan terhadap mutu brokoli selama penyimpanan dengan pemberian edible coating danmengetahui pengaruh edible coating pada buah brokoli selama masa penyimpanan dengan mengukur parameter susut bobot, kadar air dan warna. Penelitian ini menggunakan rancangan faktorial RAL dengan menggunakan 3 faktor. Faktor pertama adalah brokoli diberi lapisan edible coating dan tidak dilapisi edible coating. Faktor kedua adalah konsentrasi cmc dari 0%, 0,5% dan 1 %. Faktor terakhir adalah suhu penyimpanan.Pada penelitian ini produk disimpan pada suhu ruang dan suhu rendah (100C) ddan menggunakan pati dengan konsentrasi 1%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa susut bobot terendah pada perlakuan penyimpanan suhu rendah dengan konsentrasi pati 1% dan cmc 0,5% (T2S1C2) sebesar 23,05%. Sedangkan pada tingkat kecerahan terendah pada perlakuan penyimpanan suhu rendah dengan konsentrasi pati 1% dan cmc 1% sebesar 58,67. Pada warna nilai terbaik yaitu pada perlakuan (T2S1C2) sebesar 16,04.Broccoli Is a vegetable that is easily damaged after postharvest, then it needs good handling. One effort for postharvest handling is by means of edible coating with storage with temperature. Edible coating can maintain the quality of broccoli. The purpose of this study was to determine the effect of storage temperature on the quality of broccoli during storage with the provision of edible coating and to determine the effect of edible coating on broccoli during the storage period by measuring the parameters of weight loss, moisture content and color. This study used a RAL factorial design using 3 factors. The first factor is broccoli given an edible coating and not coated with edible coating. The second factor is the cmc concentration of 0%, 0.5% and 1%. The last factor is storage temperature. In this study the product was stored at room temperature and low temperature (100C) and used starch at a concentration of 1%. The results showed that the lowest weight loss in the treatment of low temperature storage with a 1% starch concentration and 0.5% cmc (T2S1C2) of 23.05%. Whereas at the lowest brightness level at low temperature storage treatment with 1% starch concentration and 1% cmc at 58.67. The best value color is treatment (T2S1C2) of 16.04.
1963122792F1D012003STRATEGI KAMPANYE MADE LAKSMI PUSPARINI DALAM PEMILIHAN UMUM LEGISLATIF 2014 DI TANGERANG SELATAN
Artikel ini membahas strategi kampanye politik dalam pemilihan umum legislatif tahun 2014 di Kota Tangerang Selatan yang dilakukan oleh Made Laksmi Pusparini adalah salah satu kandidat yang diusung oleh Partai Demorasi Indonesia Perjuangan. Made Laksmi Pusparini adalah orang asli Bali yang beragama Hindu yang bertarung dalam pemilu legeslatif di wilayah Tangerang Selatan yang mayoritas penduduknya adalah Islam. Pada dasarnya siapapun warga negara di Indonesia punya hak memilih dan dipilih akan tetapi, sangat sulit untuk bertarung mendapatkan suara dalam pemilu jika calon kandidat adalah minoritas. Penelitian ini dilandasi oleh pendekatan studi kasus sebagai riset yang menggunakan berbagai sumber data yang bisa digunakan untuk meneliti, menguraikan, dan menjelaskan secara komperhensif berbagai aspek individu, kelompok, organisasi, atau peristiwa sistematis. Metode yang akan digunakan adalah deskriptif analitis, yaitu menjelaskan suatu keadaan objektif atau peristiwa tertentu berdasarkan fakta-fakta yang tampak atau sebagaimana mestinya yang kemudian diiringi dengan upaya pengambilan kesimpulan umum berdasarkan fakta-fakta historis tentang kampanye yang di jalaninya. Dari hasil artikel ini menunjukan,bahwa Made Laksmi Pusparini membuktikan iya layak untuk dipilih dalam pemilu legislative 2014 di Kota Tangerang Selatan melalui kampanye yang sudah iya jalankan.This article discusses the strategy of political campaigns in the 2014 legislative elections in South Tangerang City by Made LaksmiPusparini, which is one of the candidates promoted by the Demokrasi Indonesia Perjuanganpolitical party. Made LaksmiPusparini is a Balinese native Hindu who fights on legislative elections in the South Tangerang region where the majority of the population is Islam. Basically, every citizen in Indonesia has the rights to vote and be elected but, it is very difficult to fight to get a vote in the election if the candidate is a minority. This research is based on a case study approach as research that uses various data sources that can be used to examine, describe, and explain comprehensively various aspects of individuals, groups, organizations, or systematic events. The method that will be used is analytical descriptive, this is to explain an objective situation or certain event based on the facts that appear or as they should be followed by general conclusions based on historical facts about the campaign. From the results of this article shows that MadeLaksmiPusparini proves that she is appropriate to be chosen on the 2014 legislative elections in South Tangerang City through a campaign that she has already run.
1963222795E1A114108IMPLEMENTASI KEWENANGAN HAKIM DALAM MEMBERIKAN REHABILITASI TERHADAP TERDAKWA PECANDU NARKOTIKA (Studi Putusan Nomor 173/Pid.Sus/2017/P.Jkt.Brt)Hakim memiliki kewenangan untuk memberikan rehabilitasi kepada pecandu narkotika terutama diterapkan pada putusan akhir baik apabila terdakwa tidak terbukti ataupun terbukti melakukan tindak pidana narkotika. Kewenangan yang demikian besar yang dimiliki oleh hakim membuat Mahkamah Agung mengeluarkan SEMA Nomor 04 Tahun 2010 dimana didalamnya terdapat batasan tentang klasifikasi terdakwa yang dapat diberikan rehabilitasi. Skripsi ini akan membahas bagaimana implementasi dari kewenangan hakim untuk dapat memutus rehabilitasi terhadap pecandu narkotika serta melihat adakah batasan atau klasifikasi tertentu dan bagaimana pertimbangan yang digunakan oleh hakim dalam memutus seorang pecandu narkotika untuk direhabilitasi.
Metode penelitian yang digunakan pada penulisan ini adalah yuridis normatif, dengan spesifikasi penelitian deskriptif. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh melalui kepustakaan dan diuraikan secara sistematis.
Berdasarkan hasil penelitian dalam Putusan nomor 173/Pid.Sus/ 2017/PN.JKT.BRT bahwa kewenangan hakim dalam memberikan rehabilitasi terhadap terdakwa pecandu narkotika didasarkan pada pertimbangan hukum hakim dalam Pasal 127 ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan dengan melihat ketentuan yang ada dalam Pasal 54, Pasal 55, dan Pasal 103 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.
The judge the authority to provide rehabilitation to the narcotic addict, most importantly can be implemented in the final decision where the judge may produce rehabilitation verdict whether the defendant is not proven or is proven guilty of committing a crime of narcotics. That great authority owned by the judge makes the Supreme Court issued SEMA Number 04 Year 2010 in which there are standard about the classification of the defendant which can be given rehabilitation. This paper will discuss how the implementation of the of the authority of judge to be able to decide rehabilitation for narcotic addict and see whether there is any standart or certain classifications and how about consideration of judges in deciding an addict to be rehabilitated.
The research method used in this paper is juridical-normative, specifically descriptive, specifically descriptive research. This research used secondary data from literature study and it is elaborated systematically.
Based on the research in Decision Number 173/Pid.Sus/2017/PN.Jkt.Brt that the authority of judges by giving the rehabilitated to narcotic addict based on the consideration of judges in Article 127 paragraph (1) number a Law number 35 Year 2009 about Narcotic and depend on Article 54, Article 55 and Article 103 Law Number 35 Year 2009 about Narcotic.
1963322796F1I013013Peran Sentra Global Edukasi dalam Kerjasama Kota Tasikmalaya dengan Kota Okayama Jepang di Bidang PendidikanHubungan Indonesia dengan Jepang sampai saat ini terus berkembang dengan baik. Jepang merupakan negara maju di ASIA dalam berbagai bidang salah satunya dalam bidang pendidikan. Pendidikan merupakan salah satu poin penting untuk kemajuan negara karena melalui pendidikan sumber daya manusia dalam suatu negara dapat terasah sehingga memunculkan sumber daya manusia yang siap dan berkompenten untuk bersaing dengan negara-negara lain serta memajukan negara. Melihat hubungan Indonesia dengan Jepang yang semakin membaik, Indonesia sebagai negara berkembang harus bisa memanfaatkan kondisi ini. Sentra Global Edukasi merupakan konsultan pendidikan melihat kondisi baik antara Indonesia dengan Jepang menjadikan peluang untuk memunculkan suatu terobosan baru bagi dunia pendidikan. Sentra Global Edukasi membuat suatu program pelatihan bahasa Jepang bagi lulusan SMK dan S1 agar menjadi calon tenaga kerja profesional yang siap bekerja di Jepang dengan cara berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Tasikmalaya melalui Dinas Tenaga Kerja Kota Tasikmalaya. Syarat bisa bekerja di Jepang yaitu bahasa Jepang.
Indonesia's relationship with Japan continues to develop. Japan is a developed country in ASIA in various fields, one of them in education. Education is one of the importants point for the progress of the country beacuase through education human resources in a country can be honed so that it raises human resources who are ready and competent to compete wth other countries and advance the country. Seeing that Indonesia's relations with Japan are getting better, Indonesia as a developing country must be able to take advantage of this condition. Sentra Global Edukasi as an education consultant seeing the good condition between Indonesia and Japan create the opportunity to bring a new breakthrough to the world of education. Sentra Global Education create a Japanese language training program for Vacational High School and bachelor graduates to become prospective profesional workers who are ready to work in Japan by collaborating with Tasikmalaya City Government trough the Tasikmalaya City Manpower Ofiice. Terms of beiong able to work in Japan are Japanese Language.
1963422797C1A012051ANALISIS VALUASI EKONOMI MANFAAT KESEHATAN DAN REKREASI KAWASAN KONSERVASI ALAM KEBUN RAYA BATURRADEN
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai ekonomi manfaat kesehatan Kebun Raya Baturraden, mengidentifikasi variabel yang mempengaruhi jumlah kunjungan ke Baturraden Botanical Garden, mengetahui nilai surplus konsumen dan nilai ekonomi rekreasi Kebun Raya Baturraden. Nilai ekonomi manfaat kesehatan diperoleh dengan pendekatan biaya kesehatan. Pengaruh variabel diidentifikasi menggunakan analisis regresi linier berganda dengan model log-linear. Sedangkan nilai surplus konsumen dan nilai ekonomi rekreasi diperoleh dengan pendekatan Individual Travel Cost Method (ITCM). Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah accidental sampling. Berdasarkan hasil penelitian, nilai ekonomi manfaat kesehatan Kebun Raya Baturraden adalah Rp36.505.000,00 / tahun. Pendapatan, biaya perjalanan, jumlah rombongan dan jarak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap jumlah kunjungan ke Baturraden Botanical Garden, sedangkan jumlah rombongan tidak memiliki pengaruh yang signifikan. Surplus konsumen yang diperoleh pengunjung adalah Rp 286.961,50 / tahun atau Rp 143.480,75 / kunjungan. Sedangkan nilai ekonomi rekreasi Kebun Raya Baturraden adalah Rp. 37.461.962.940,50 / tahunThis study aims to determine the economic value of health benefit of Baturraden Botanical Garden, identify variables that affect the number of visits to Baturraden Botanical Garden, find out the consumer surplus value and the recreational economic value of Baturraden Botanical Garden. The economic value of health benefit is obtained by medical cost approach. Variable influences were identified using multiple linear regression analysis with log-linear models. While the consumer surplus value and the recreational economic value is obtained by Individual Travel Cost Method (ITCM) approach. The sampling method used is accidental sampling. Based on the results of the study, the economic value of health benefit of Baturraden Botanical Garden is Rp 36.505.000,00/year. Revenue, travel expenses, number of groups and milage have a significant effect on the number of visit to Baturraden Botanical Garden, while number of groups has no significant effect. Consumer surplus obtained by visitors is Rp 286.961,50/year or Rp 143.480,75/visit. While the recreational economic value of the Baturraden Botanical Garden is Rp. 37.461.962.940,50/year.
1963522798F1J014003TINDAK TUTUR ILOKUSI DIREKTIF “MEMERINTAH” DALAM SERIAL DRAMA KODO BURU – DOKUTA HERI KINKYU KYUMEIPenelitian ini mengkaji tentang tindak tutur ilokusi direktif “memerintah” dalam serial drama Kodo Buru – Dokuta Heri Kinkyuu Kyumei pada episode 1, bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan tindak tutur ilokusi direktif “memerintah” yang terdapat dalam drama “Kodo Buru – Dokuta Heri Kinkyu Kyumei”. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik simak catat. Hasil dari penelitian ini ditemukan 21 (dua puluh satu) data yang mengandung ilokusi direktif memerintah langsung dan yang tidak langsung. Ilokusi direktif memerintah langsung ditemukan 12 data yakni 2 data dalam bentuk ~ro (~ろ), 1 data dalam bentuk ~e (~え), 1 data dalam bentuk ~nasai (~ なさい), 2 data dalam bentuk ~yo (~よ), 4 data dalam bentuk ~te (~て), 1 data dalam bentuk ~te kudasai (~て ください), dan 1 data dalam bentuk ~mashou (~ましょう), sedangkan ilokusi direktif memerintah yang tidak langsung ditemukan 9 data yakni 2 data dalam bentuk deklaratif, dan 7 data dalam bentuk interogatif. Kesimpulannya adalah bahwa ilokusi direktif memerintah yang paling banyak muncul pada drama Kodo Buru – Dokuta Heri Kinkyu Kyumei adalah ilokusi direktif memerintah secara langsung. Ilokusi direktif memerintah langsung yang paling banyak dituturkan adalah bentuk ~te (~て), sedangkan ilokusi direktif memerintah yang tidak langsung dalam bentuk kalimat interogatif.
This research examines directive illocution speech act in Kodo Buru – Dokuta Heri Kinkyu Kyumei drama series on this first episode which aimed to describe the use of directive illocution speech act in this drama series. This is classified as descriptive qualitative research. The researcher used note taking method in collecting data. The Result of this research shows that there are 21 data which contain direct and indirect illocution speech act. There are 12 data of direct ilocution speech act, which found in 2 (two) datum ~ro (~ろ) form, 1 (one) datum in ~e (~え) form, 1 (one) datum in ~nasai (~ なさい) form, 2 (two) datum in ~yo (~よ) form, 4 (four) datum datum in ~te (~て), 1 (one) datum in ~te kudasai (~て ください) form, and 1 (one) datum in ~mashou (~ましょう), meanwhile for the indirect illocution speech act there are 9 (nine) data, 2 (two) datum in declarative form, 7 (seven) data interrogative form. The conclusion of this research is the directive speech act that mostly used in Kodo Buru – Dokuta Heri Kinkyu Kyumei drama series is direct illocution. Direct illocution speech act that mostly used in this drama are in the ~te (~て) form. Meanwhile, indirect illocution speech act that mostly appears is in the interrogative form.
1963622808E1A011191PENENTUAN TENGGANG WAKTU MENGGUGAT SUBJEK HUKUM YANG TIDAK DITUJU OLEH SUATU KEPUTUSAN
TATA USAHA NEGARA
(Studi Putusan Nomor: 021/G/2015/PTUN-SMG)
Peradilan Tata Usaha Negara adalah salah satu lingkungan Peradilan di Indonesia yang berwenang mengadili atau menangani sengketa Tata Usaha Negara. Hak gugat yang dimiliki orang atau badan hukum perdata diatur dalam Pasal 53 ayat (1) Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2004 yang menentukan bahwa orang atau badan hukum perdata yang merasa kepentingannya dirugikan oleh suatu Keputusan Tata Usaha Negara, dapat mengajukan gugatan tertulis kepada Pengadilan yang berwenang yang berisi tuntutan agar Keputusan Tata Usaha Negara yang disengketakan itu dinyatakan batal atau tidak sah. Mengenai tenggang waktu mengajukan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara maka berlaku Pasal 55 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1986, yang menyebutkan bahwa gugatan dapat diajukan hanya dalam tenggang waktu sembilan puluh (90) hari terhitung sejak saat diterimanya atau diumumkannya Keputusan Badan atau Pejabat Tata Usaha Negara. Berkaitan dengan penghitungan masalah tengang waktu mengajukan gugatan, dalam hal Keputusan Tata Usaha Negara yang digugat tidak ditujukan kepada Penggugat, Mahkamah Agung telah mengeluarkan SEMA Nomor 2 Tahun 1991 angka V tentang Tengaggang Waktu, bagi mereka yang tidak dituju oleh Keputusan Tata Usaha Negara tetapi yang merasa kepentingannya dirugikan maka tenggang waktu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 55 itu dihitung secara kasuistis sejak saat ia merasa kepentingannya dirugikan oleh Keputusan Tata Usaha Negara dan mengetahui adanya keputusan tersebut.

Penulis pada penelitian di dalam skripsi ini menggunakan metode penelitian dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan analitis secara deskriptif dengan menggunakan data yang bersumber dari data sekunder. Metode pengumpulan data dengan menggunakan studi kepustakaan dan disajikan dalam deskriptif secara sistematis, logis, dan rasional dengan analisi data secara kualitatif.

Putusan yang penulis teliti adalah penentuan tenggang waktu menggugat bagi subjek hukum yang tidak dituju oleh suatu Keputusan Tata Usaha Negara. Objek penelitian penulis yaitu Putusan Pengadilan Tata Usaha Negara Semarang Nomor: 021/G/2015/PTUN-SMG.
Administrative Court is one of the judicial authorities in Indonesia that is authorized to hear or deal with State Administrative disputes. The right of claim owned by a civil person or corporation is provided in Article 53 paragraph (1) of Law Number 9 Year 2004 which stipulates that a civil person or legal entity that feels its interest is harmed by a State Administrative Decree may file a written lawsuit to the Court authorized to contain the claim that the disputed State Administrative Decree is declared null and void. Regarding the deadline of filing a lawsuit to the State Administrative Court, then applicable to Article 55 of Law Number 5 of 1986, stating that the lawsuit may be filed within a period of ninety (90) days from the date of receipt or announcement of the Decree of the Board or Administrative Officer Country. In relation to the timeliness of the matter of filing the lawsuit, in the event that the State Administration Decision being sued is not addressed to the Plaintiff, the Supreme Court has issued SEMA Number 2 Year 1991 point V on Tengggang Waktu, for those not directed by the State Administrative Decree but who feels his interests are impaired then the grace period as referred to in Article 55 shall be calculated casuistically from the moment he feels his interests are impaired by the Administrative Decision of the State and acknowledge the existence of such decision.

The author on the research in this thesis using research methods with the approach of legislation and analytical approach descriptively using data sourced from secondary data. Methods of data collection using literature study and presented in descriptive in a systematic, logical, and rational with qualitative data analysis.

The author's verdict is the determination of the time period to sue for a legal subject not addressed by a State Administrative Decree. The object of the research is the Decision of the State Administrative Court of Semarang Number: 021 / G / 2015 / PTUN-SMG.
1963722799H1E014008Simulasi Kuantum untuk Sistem Koadsorpsi H dan OH pada Permukaan PtRuMo(111) dengan Metode Density Functional TheoryStudi tentang simulasi kuantum untuk sistem koadsorpsi hidrogen dan hidroksil radikal pada permukaan PtRuMo(111) dengan metode Density Functional Theory (DFT) telah dilakukan. Penelitian ini mengkaji reaksi yang terjadi pada sel bahan bakar metanol pada bagian anoda. Studi tentang simulasi kuantum ini bertujuan untuk menentukan situs yang paling disukai dan mekanisme koadsorpsi H dan OH pada permukaan PtRuMo(111). Mekanisme ini dibahas dengan analisis transfer muatan. Berdasarkan perhitungan yang telah dilakukan diperoleh bahwa situs koadsorpsi yang paling disukai adalah atom H pada situs top Pt dan OH pada situs top Mo. Hasil analisis transfer muatan menunjukkan terdapat kecenderungan bahwa kekuatan interaksi ditentukan oleh besarnya elektron yang didonorkan dari permukaan. Semakin besar kekuatan interaksi ditunjukkan dengan semakin besarnya jumlah elektron yang didonorkan. Selanjutnya, dari analisis transfer muatan dapat disimpulkan bahwa ikatan yang terjadi antara permukaan dengan adsorbat adalah ikatan ionik, yaitu permukaan sebagai donor elektron dan adsorbat sebagai akseptor elektron.Quantum simulation studies for the hydrogen and radical hydroxyl coadsorption systems on the PtRuMo(111) surface was performed by Density Functional Theory(DFT) has been done. This research studied the reaction in a direct methanol fuel cells on anode. This quantum simulation studies aims to determine the most preferred site and mechanism of H and OH coadsorption on the PtRuMo(111) surface. This mecanism is explained by using charge transfer analysis. The calculation results shows that the most preferred coadsorption sites is H on top Pt site and OH on top Mo site. The result of charge transfer analysis shows that there is a tendency that interaction strength is determined by the amount of the electron donor. The greater the power of interaction is shown by the greater number of electrons donated. Furthermore, from the charge transfer analysis it can be concluded that the bond between the surface and the adsorbate is the ionic bond, i.e. the surface as the electron donor and the adsorbat as the electron acceptor.
1963825586E1A013285PENGUNGKAPAN PENYALAHGUNAAN SENJATA API KASUS PENEMBAKAN GEDUNG DPR RI (Studi Kasus di Polda Metro Jaya)PENGUNGKAPAN PENYALAHGUNAAN SENJATA API KASUS PENEMBAKAN GEDUNG DPR RI (Studi Kasus di Polda Metro Jaya)
Oleh:
TIAN SINGGIH ADITYA
E1A013285
ABSTRAK
Pengungkapan suatu kejahatan kadang-kadang tidaklah mudah seperti yang dibayangkan, meskipun demikian aparat penegak hukum harus dapat dengan piawai mengungkap kejahatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui teknik kepolisian dalam mengungkap tindak pidana penyalahgunaan senjata api penembakan gedung DPR RI dan kendala penyidik dalam penegakan hukumnya.
Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis sosiologis dengan spesifikasi penelitian deskriptif. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan informan, sedangkan data sekunder diperoleh dari studi kepustakaan. Data yang telah diperoleh kemudian diolah dan dianalisis dengan metode kualitatif dan disajikan dalam bentuk uraian yang tersistematis.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik kepolisian dalam mengungkap tindak pidana penyalahgunaan senjata api penembakan gedung DPR RI yaitu menerima laporan terkait keberadaan peluru nyasar yang ditemukan di Gedung DPR RI. Penyidik menerjunkan anggota untuk olah tempat kejadian perkara dan menggelar uji balistik kepada tim laboratorium BALMETFOR (Balistik dan Metalurgi Forensik) untuk menguji proyektil peluru. Dalam penegakan hukum terkait kasus tersebut, penyidik terkendala oleh faktor hukumnya, faktor masyarakat dan faktor budaya.
Kata kunci: Teknik Pengungkapan, Tindak Pidana Penyalahgunaan Senjata Api
DISCLOSURE OF FIREARMS MISUSE ON THE FIRING CASE AT DPR RI’S BUILDING (Case Study at the Polda Metro Jaya)
By:
TIAN SINGGIH ADITYA
E1A013285
ABSTRACT
The disclosure of a crime is sometimes not as easy as one might imagine, however law enforcement officials must be able to expertly uncover crimes. This study purposes to determine the police’s disclosure techniques in revealing the criminal acts of firearms misuse on firing case at the Republic of Indonesia's Parliament building and the obstacles of investigators in law enforcement.
The study uses method of sociological juridical with descriptive research specifications. The data used in this study are primary and secondary data. Primary data is obtained through interviews with informants, while secondary data is obtained from library studies. Data that has been obtained is then processed and analyzed by qualitative methods and presented in a systematic form of description.
The results showed that the police’s disclosure technique in revealing criminal acts of firearms misuse on the firing case at the Republic of Indonesia's Parliament building is received reports regarding the presence of stray bullets found in the Republic of Indonesia's Parliament Building. Investigators fielded members for the crime scene and held a ballistic test with the laboratory team of BALMETFOR (Ballistic and Metallurgical Forensic) to test bullet projectiles. In law enforcement related to the case, investigators are obstacled by legal factors, society factors and cultural factors.
Keywords: Disclosure Technique, Criminal Acts of Firearms Misuse
1963922800F1C013055POLA KOMUNIKASI KELUARGA POLIGAMI DALAM MENJAGA KEHARMONISAN KELUARGA DI PURWOKERTOStatus sebagai keluarga poligami tidak serta merta membuat sebuah keluarga menjadi hancur berantakan dan kehilangan keharmonisannya. Salah satu faktor yang dapat menjaga keharmonisan pada keluarga poligami adalah tegantung dengan bagaimana pemaknaan tentang pernikahan poligami itu sendiri dan keadilan di dalam keluarga poligami. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui bagaimana pola komunikasi yang dilakukan pada keluarga poligami dalam menjaga keharmonisan keluarganya; (2) mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi keharmonisan pada keluarga poligami. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan pengambilan data melalui wawancara mendalam dan observasi terhadap dua keluarga poligami yang ada di Purwokerto. Data nantinya diolah dan ditampilkan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Motif motif yang mempengaruhi pelaksaan pernikahan poligami yaitu faktor ekonomi, seks, biologi, kemanusiaan, dan rasa kepatuhan terhadap suami (2) Keadilan di dalam keluarga Poligami sangat berpengaruh terhadap keharmonisan dalam keluarga; (3) Keluarga poligami cenderung menerapkan Pola Komunikasi Tak Seimbang Tepisah dan Pola komunikasi Persamaan.


Kata kunci : poligami, keharmonisan, dan pola komunikasi
Status as a polygamy family does not cause a family to fall apart and lose its harmony. One of the factors that can keep harmony in polygamy family is depend on how the communication pattern applied to this family. This study aims to (1) find out how the pattern of communication made in the polygamy family to maintaining the harmony of his family; (2) to know the factors that influencing harmony in polygamy family. This study used a qualitative approach with data collection through in-depth interviews and observations of two polygamy families in Purwokerto. The data will be processed and displayed descriptively. This study result shows that: (1) Motives that influences polygamy marriage is economic factor, sex, biology, humanity, sense of obedience to husband, and religious dogma; (2) Justice in the polygamy family is very influential on harmony in the family; (3) The polygamy family tends to apply the Unbalanced Communication Pattern and the Communication Pattern of Equation.



1964022801F1B014008EFEKTIVITAS PROGRAM KEPENDUDUKAN KELUARGA BERENCANA DAN PEMBANGUNAN KELUARGA (KKBPK) MELALUI KAMPUNG KELUARGA BERENCANA (KB) DI KECAMATAN SOKARAJA KABUPATEN BANYUMAS Masalah pertumbuhan penduduk yang akhirnya menimbulkan berbagai masalah baru pada dewasa ini. Program KKBPK melalui pencanangan Kampung KB untuk mengatasi pertumbuhan penduduk yang semakin tinggi. Setiap Kabupaten diwajibkan memiliki Kampung KB, tak terkecuali Kabupaten Banyumas yang juga mewajibkan setiap kecamatan memiliki Kampung KB. Kecamatan dengan Kampung KB terbanyak di Kabupaten Banyumas adalah Kecamatan Sokaraja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan efektivitas program KKBPK melalui Kampung KB di Kecamatan Sokaraja Kabupaten Banyumas. Penelitian ini menggunakan ukuran efektivitas menurut Duncan (dalam Steers 1985: 53) yaitu Pencapaian Tujuan, Integrasi dan Adaptasi. Metode pada penelitian ini adalah metoe quasi eksperimental. Hasil penelitian melalui uji Z menunjukan bahwa, indikator pencapaian tujuan Zhitung > Ztabel = 20,15 > 1,960 , integrasi Zhitung > Ztabel = 31,83 > 1,960 dan adaptasi Zhitung > Ztabel = 18,48 > 1,960 maka dapat dikatakan ada perbedaan keadaan setelah adanya program KKBPK melalui kampung KB pada responden kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Secara keseluruhan uji Z yang telah dilakukan oleh peneliti menunjukan Zhitung > Ztabel = 29,28 > 1,960 maka dapat dikatakan ada perbedaan keadaan setelah adanya program KKBPK melalui kampung KB pada responden kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Sehingga dapat disimpulkan program tersebut efektif. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, kesimpulannya program KKBPK melalui Kampung KB di Kecamatan Sokaraja berjalan efektif.The problem of population growth which eventually led to a variety of new problems today. KKBPK program through the declaration of KB villages to overcome the increasing population growth. Each regency is required to have KB villages, including Banyumas regency which also requires each sub-district to have a KB village. Subdistricts with the most KB villages in Banyumas Regency are Kecamatan Sokaraja. The purpose of this study was to describe the effectiveness of the KKBPK program through KB villages in Sokaraja District, Banyumas Regency. This study uses a measure of effectiveness according to Duncan (in Steers 1985: 53) namely Achievement of Objectives, Integration and Adaptation. The method in this study is an experimental quasi method. The results of the research through the Z test showed that the indicators of goal achievement Zhitung> Ztable = 20.15> 1.960, integration Zhitung> Ztable = 31.83> 1.960 and adaptation Zhitung> Ztabel = 18.48> 1.960 then it can be said that there are differences in circumstances after KKBPK programs through KB villages in the experimental group and control group respondents. Overall the Z test that has been conducted by the researcher shows Zhitung> Ztable = 29.28> 1.960 so it can be said that there are differences in circumstances after the KKBPK program was conducted through KB villages in the experimental group and control group respondents. So that it can be concluded that the program is effective. Based on the results of the study, the conclusion of the KKBPK program through the KB Village in Kecamatan Sokaraja was effective.