Artikel Ilmiah : H1F014001 a.n. NOVI ANGGRAENI
| NIM | H1F014001 |
|---|---|
| Namamhs | NOVI ANGGRAENI |
| Judul Artikel | GEOLOGI DAN KINEMATIK SESAR BANJARSARI DAERAH BANJARSARI DAN SEKITARNYA, KECAMATAN BANTARKAWUNG, KABUPATEN BREBES, JAWA TENGAH |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Sesar Pamanukan-Cilacap salah satu sesar utama pada pulau Jawa Tengah yang memiliki wrench zone pada daerah tinggian Majenang-Bumiayu. Objek penelitian berada di sesar mendatar kiri Banjarsari yang merupakan wrench zone dari sistem sesar Pamanukan-Cilacap yang mengalami evolusi tegasan trantensi menjadi transpresi. Dari evolusi tegasan inilah yang mempengaruhi kinematik sesar pada objek penelitian yang dicirikan banyaknya kelokan tajam di sepanjang sungai yang merupakan bagian dari sesar mendatar kiri Banjarsari. Hal ini menjadi menarik penulis untuk mempelajari kinematik sesar Banjarsari. Untuk mengetahui pola tegasan, kinematik sesar dan inisaisi pembentukan sesar mendatar kiri Banjarsari, maka dapat dilakukan analisis tensor yang kemudian dilakukan inversi tegasan menggunakan perangkat lunak “Win Tensor 5.0.7.” Data yang digunakan dalam inversi tegasan berupa data shear fracture, single fracture, microfold, dan microfault. Hasil inversi tegasan dan kinematik pada sesar mendatar kiri Banjarsari menunjukkan 6 urutan kinematik, yaitu Fase 1 azimuth sumbu TGT-BLB (N114oE) rezim tegasan pure strike-slip, Fase 2 azimuth sumbu STG-UBL (N143oE) rezim tegasan pure strike-slip, Fase 3 azimuth sumbu U-S (N178oE) rezim tegasan pure compressional, Fase 4 azimuth sumbu UTL-SBD (N209oE) rezim tegasan pure compressional, Fase 5 azimuth sumbu TLT-BDB (N243oE) rezim tegasan pure compressional, Fase 5 azimuth sumbu TLT-BDB (N243oE) rezim tegasan pure compressional, dan Fase 6 azimuth sumbu T-B (N268oE) rezim tegasan pure strike-slip. Setiap fase berotasi searah jarum jam yang menghasilkan sesar kecil yang kemudian berkembang menjadi sesar besar yaitu sesar mendatar kiri Banjarsari. Inisiasi pembentukan sesar mendatar kiri Banjarsari memiliki orientasi pada peta 50o-65o berarah TLT-BDB yang terjadi pada fase kelima dengan shmax N63oE. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Pamanukan-Cilacap fault is one of the main fault in Java Island which has wrench zone in Majenang-Bumiayu hill. The research object is in sinistral Bamjarsari fault located in wrench zone from Pamanukan-Cilacap fault system which has stress evolution from transtension to transpression. Stress evolution develops affect fault kinematic in research object characterized by many sharp curves along the river that are part of sinistral Banjarsari fault. It is interesting for the authors to study kinematic of sinistral Banjarsari fault. Analysis of the type stress tensor used for to know type stress, kinematic of fault and initiation forming of sinistral Banjarsari fault which then do by stress inversion with software “Win Tensor 5.0.7”. Data used in stress inversion is shear fractures, single fractures, microfolds, and microfaults. Result of stress inversion and kinematic in sinistral Banjarsari fault showed 6 sequence of kinematic. Phase 1 azimtuh axis ENE-WSW (N114oE) regime pure strike-slip, phase 2 azimuth axis NNE-SSW (N143oE) regime pure strike-slip, phase 3 azimuth axis N-S (N178oE) regime pure compressional, phase 4 azimuth axis NNW-SSE (N209oE) regime pure compressional, phase 5 azimuth axis WNW-ESE (N243oE) regime pure compressional, and phase 6 azimuth axis W-E (N268oE) regime pure strike-slip. Each phase rotated clocwise resulting minor faults and developed to mayor sinistral Banjarsari fault. |
| Kata kunci | kinematik, tegasan, inversi tegasan, wrench zone, sesar Pamanukan-Cilacap |
| Pembimbing 1 | Fadlin, ST., M.Eng |
| Pembimbing 2 | Dr. Rachmad Setijadi, S.Si., M.Si |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2018 |
| Jumlah Halaman | 6 |
| Tgl. Entri | 2018-08-17 21:51:19.118769 |