Artikelilmiahs
Menampilkan 19.321-19.340 dari 50.084 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 19321 | 22560 | E1A012223 | EFEKTIVITAS STANDAR PELAYANAN KEFARMASIAN DALAM PELAYANAN KESEHATAN (STUDI DI RUMAH SAKIT ANAK DAN BUNDA HARAPAN KITA JAKARTA) | Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat efektivitas pelaksanaan standar pelayanan kefarmasian di Rumah Sakit Anak dan Bunda Harapan Kita Jakarta dan untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi efektivitas pelaksanaan standar pelayanan kefarmasian di Rumah Sakit Anak dan Bunda Harapan Kita Jakarta. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis sosiologis. Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Anak dan Bunda Harapan Kita Jakarta. Penelitian ini menggunakan simple random sampling sebanyak 50 responden. Penelitian ini menggunakan metode angket atau kuisioner. Data yang terkumpul diolah dengan menggunakan metode coding data, editing data dan tabulasi data yang secara keseluruhan disajikan dalam bentuk tabel-tabel terutama tabel distribusi frekuensi dan tabel silang frekuensi untuk data yang bersifat kuantitatif. Dari hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa efektivitas standar pelayanan kefarmasian di Rumah Sakit Anak dan Bunda Harapan Kita Jakarta adalah efektif. Hal ini dapat dibuktikan dengan baiknya pengelolaan sediaan farmasi, alat kesehatan, dan bahan medis habis pakai dan baiknya pelayanan farmasi klinik. oleh tenaga kefarmasian. Efektifnya standar pelayanan kefarmasian di Rumah Sakit Anak dan Bunda Harapan Kita Jakarta dipengaruhi oleh faktor-faktor yaitu faktor hukum, faktor penegak hukum, faktor sarana atau fasilitas, faktor masyarakat dan faktor kebudayaan. | The purpose of this study was to determine the effectiveness level of the implementation of pharmaceutical services standards at Harapan Kita Children's and Mother Hospital Jakarta and to determine the factors that influence the effectiveness of the implementation of pharmaceutical service standards at Harapan Kita Children's and Mother Hospital Jakarta. To achieve this objective, this research uses sociological juridical approach method. The study was conducted at Children's Hospital and Mother of Hope Harapan Jakarta. This study uses simple random sampling as many as 50 respondents. This study uses a questionnaire or questionnaire method. The collected data is processed using data coding methods, data editing and data tabulation which are overall presented in the form of tables, especially frequency distribution tables and frequency cross tables for quantitative data. From the results of the study, it was concluded that the effectiveness of pharmaceutical service standards at the Children's Hospital and Mother of Our Hope Jakarta is effective. This can be proven by the good management of pharmaceutical preparations, medical devices, and consumable medical materials and the good clinical pharmacy services. by pharmaceutical personnel. The effectiveness of pharmaceutical service standards at Harapan Kita Children's and Mother Hospital Jakarta is influenced by factors, namely legal factors, law enforcement factors, facilities or facilities factors, community factors and cultural factors. | |
| 19322 | 22556 | C1C014084 | PENGARUH KOMPETENSI APARATUR DESA, PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI , DAN SISTEM PENGENDALIAN INTERN TERHADAP KUALITAS INFORMASI LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH DESA (Penelitian pada desa di Kabupaten Banyumas) | Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh kompetensi aparatur desa, pemanfaatan teknologi informasi, dan sistem pengendalian intern terhadap kualitas informasi laporan keuangan pemerintah desa di Kabupaten Banyumas Populasi dalam penelitian ini adalah pemerintah desa di Kabupaten Banyumas. Teknik penentuan sample digunakan yaitu propotional random sampling. Sample penelitian ini sejumlah 76 perangkat desa bagian Pelaksana Teknis Pengelolaan Keuangan Desa (PTPKD). Teknik analisis data yang digunakan menggunakan analisis regresi linier berganda. Hasil Penelitian ini menunjukan bahwa, kompetensi aparatur desa berpengaruh positif signifikan terhadap kualitas informasi laporan keuangan pemerintah desa, pemanfaatan teknologi informasi tidak berpengaruh signifikan terhadap kualitas informasi laporan keuangan pemerintah desa, dan sistem pengendalian intern berpengaruh positif signifikan terhadap kualitas informasi laporan keuangan pemerintah desa. | This study aims to examine the influence of competence of rural apparatus, utilization of information technology, and internal control system to the quality of information of village government financial statements in Kabupaten Banyumas The population in this study is the village government in Banyumas Regency. Sample determination technique used is propotional random sampling. Sample of this research is 76 village apparatus section of Technical Management of Village Financial Management (PTPKD). Data analysis technique used by multiple linear regression analysis. The results of this study indicate that the competence of rural apparatus has a significant positive effect on the quality of information on village government financial statements, the utilization of information technology has no significant effect on the quality of information on village government financial statements, and internal control system has a significant positive effect on the quality of information on village government financial statements. | |
| 19323 | 22557 | A1L114005 | PENGARUH KONSENTRASI DAN INTERVAL WAKTU PEMBERIAN PAKLOBUTRAZOL TERHADAP PEMBUNGAAN DAN KUALITAS BUNGA KRISAN SPRAY (Dendranthema grandiflora) | Tujuan penelitian dilakukan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi paklobutrazol, interval waktu pemberian paklobutrazol serta interaksi antara konsentrasi dan interval waktu pemberian paklobutrazol yang paling optimal terhadap pembungaan dan kualitas bunga krisan spray. Penelitian dilaksanakan di dalam rumah kasa Desa Pangembatan, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas dengan ketinggian 110 m dpl. Penelitian dilakukan bulan November 2017 sampai Maret 2018. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan 2 faktor perlakuan. Faktor pertama adalah konsentrasi Paklobutrazol (0 ppm, 50 ppm, 100 ppm dan 150 ppm) dan faktor kedua adalah interval waktu pemberian (satu minggu dan dua minggu). Variabel yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah kuntum, jumlah bunga mekar, rerata diameter bunga, diameter tangkai dan waktu muncul kuntum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi paklobutrazol mampu menghambat pertumbuhan tinggi tanaman menjadi 60,32 cm dari 89,20 cm; mempertebal diameter tangkai menjadi 1,87 cm dari 0,30 cm; meningkatkan jumlah bunga mekar menjadi 4 kuntum dari 2 kuntum; dan memperlebar diameter bunga menjadi 1,87 cm dari 2,83 cm. Interval waktu pemberian tidak memberikan hasil yang berbeda dengan kontrol. Interaksi antara konsentrasi 50 ppm dan interval waktu pemberian paklobutrazol dua minggu mampu meningkatkan jumlah kuntum bunga dari 19 menjadi 23 kuntum. Jumlah bunga mekar meningkat menjadi 5 dari 3 bunga karena interaksi antara 150 ppm paklobutrazol yang diberikan dengan interval waktu satu minggu. | This research aims to know the best effect of concentration, the interval time for giving paclobutrazol and the most optimal interaction between concentration and an interval time application of paclobutrazol to flowering and the quality for chrysanthemum type sprayer (Dendranthema grandiflora). The research was conducted in screen house at Pangembatan Village, Karanglewas, Banyumas Regency with high 110 meters above sea. The research was held on November 2017 to Maret 2018. The experimental using Randomized Complete Block Design with two treatment factors. First factor is the level of paclobutrazol concentration (0 ppm, 50 ppm, 100 ppm dan 150 ppm) and second factor is time interval application of paclobutrazol (a week and two weeks). Variables observed were plant height, number of flowers, number of bloom flowers, the average of flowers diameter, diameter of stem and time of flowers appearance. Result of the research showed that paclobutrazol concentration has been increase plant height from 89,2 cm to 60,3 cm, thicken stem diameter to 1,87 cm from 0,3 cm, increase 4 bloom flowers from 2 flowers and widen flowers diameter to 2,83 from 1,87 compared to control. Time interval application of paclobutrazol didnt give the difference result than control. Application of 50 ppm paclobutrazol by two weeks interval time has been increase 19 to 23 flowers. The number of flowers bloom has been increase cause application 150 ppm paclobutrazol with a week interval time. | |
| 19324 | 22558 | D1E014163 | EFEK PENGGUNAAN FERMEHERBAFIT ENKAPSULASI DALAM PAKAN TERHADAP BOBOT DAN PERSENTASE ORGAN ASESORIS AYAM BROILER | Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan fermeherbafit enkapsulasi dalam pakan terhadap bobot dan persentase organ asesoris ayam broiler. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah 80 ekor DOC ayam broiler strain Multi Breeder (MB) 202 Platinum yang dipelihara sampai umur 35 hari. Percobaan dilakukan dengan metode eksperimental in vivo dan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Rancangan terdiri dari 5 perlakuan dan setiap perlakuan diulang sebanyak 4 kali dengan masing-masing ulangan terdiri dari 4 ekor ayam. Perlakuan terdiri dari R0 = pakan basal/kontrol 0% fermeherbafit enkapsulasi; R1 = penggunaan 1,5% fermeherbafit nonenkapsulasi, R2 = penggunaan 1,5% fermeherbafit enkapsulasi, R3 = penggunaan 3,0% fermeherbafit enkapsulasi, dan R4 = penggunaan 4,5% fermeherbafit enkapsulasi dalam pakan. Parameter yang diamati adalah bobot dan persentase organ hati dan empedu. Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa penggunaan fermeherbafit enkapsulasi dalam pakan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap bobot dan persentase hati serta empedu, tetapi berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap bobot dan persentase limpa dan pankreas. Uji lanjut BNJ terhadap bobot hati menunjukkan bahwa R1 berbeda nyata dengan R4, dan pada persentase hati menunjukkan bahwa R2 berbeda nyata dengan R3. Uji BNJ pada bobot dan persentase empedu menunjukkan bahwa R0 berbeda nyata dengan R4. Penggunaan fermeherbafit enkapsulasi dalam pakan ayam broiler yang terbaik adalah pada level 4,5% karena dapat meningkatkan meningkatkan bobot hati sebesar 9,37%, meningkatkan persentase hati sebesar 0,11%, meningkatkan bobot empedu sebesar 144,4% dan meningkatkan persentase empedu sebesar 122,9%. | The study was aimed to evaluate the effects of using fermeherbafit encapsulation in feed toward weight and organ accessories percentage on broiler chicken. The used materials in this research were 80 DOC broiler chickens strain Multi Breeder (MB) 202 Platinum which are maintained until the age of 35 days. Experiments were performed with in vivo experimental methods and used Completely Randomized Design (CRD). The design consisted of 5 treatments and each treatment was repeated 4 times with each replication contained 4 chickens. The treatment consisted of R0 = basal/control feed 0% fermeherbafit encapsulation; R1 = feed contained of 1,5% fermeherbafit non-encapsulation, R2 = feed contained of 1,5% fermeherbafit encapsulation R3 = feed contained of 3,0% fermeherbafit encapsulation, and R4 = feed contained of of 4,5% fermeherbafit encapsulation. Analysis of variance showed that the use of fermeherbafit encapsulation in feed did not significantly affect (P>0.05) on the weight and percentage of liem and panreas, but significantly affect (P<0.05) on weight and percentage of liver and bile of the broiler chiken. Further test of HSD on the weight of liver showed that R1 was significantly different from R4 and on the percentage liver showed that R2 was significantly different from R3. HSD on the weight and percentage of bile showed that R0 was significantly different from R4. The best level of use fermeherbafit encapsulation in broiler feed produced is 4,5%, because it’s can increas the weight of liver until 9,37%, increase the percentage of liver until 0,11%, inrease the weight of bile until 144,4% and increase the percentage of bile until 122,9%. | |
| 19325 | 25554 | A1L114052 | ANALISIS KORELASI DAN SIDIK LINTAS ANTARA KOMPONEN HASIL DAN HASIL 14 GENOTIPE KEDELAI (Glycine max (L.) Merrill) | Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui variabel komponen hasil mana saja yang memiliki hubungan yang erat dengan hasil, 2) mengetahui variabel komponen hasil yang dapat dijadikan indikator seleksi untuk perbaikan kedelai, 3) mengetahui galur dengan performa yang lebih baik jika dibandingkan dengan pembanding. Penelitian dilaksanakan di lahan Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman di Kelurahan Karangwangkal, Kecamatan Purwokerto Utara, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Penelitian dilaksanakan pada Maret sampai Juli 2018. Metode analisis menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 3 ulangan, bahan meliputi 14 genotipe kedelai dan menggunakan uji lanjut Beda Nyata Terkecil (BNT). Kemudian analisis koefisien korelasi untuk mengukur seberapa kuat derajat keeratan yang terjadi antarkomponen hasil kedelai, dan analisis sidik lintas untuk mengetahui pengaruh langsung dan tidak langsung dari komponen hasil terhadap hasil kedelai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, 1) hasil kedelai memiliki hubungan erat dengan jumlah node total, jumlah polong isi, jumlah polong total, jumlah biji total dan bobot brangkasan, 2) komponen hasil yang dapat dijadikan sebagai kriteria seleksi untuk perbaikan hasil kedelai adalah jumlah polong total dan jumlah biji total, dan 3) galur P71 memiliki performa lebih baik dibanding galur (termasuk varietas) yang diuji lainnya. | This research aimed: 1) to find out which yield component variables have a close relationship with the yield, 2) to find variables of the yield component which can be used as selection indicators for soybean crop improvement, 3) to know the strains with better performance compared to control. The research was conducted on the land of the Faculty of Agriculture, Jenderal Sudirman University in Karangwangkal Village, North Purwokerto District, Banyumas Regency, Central Java. The study was held in March to July 2018. The method of analysis used a Randomized Block Design (RBD) with 3 replications, the material included 14 soybean genotypes and used the Least Significance Different (LSD) for the further test. Then the analysis of the correlation coefficient to measure how strong the correlation that occurs between soybean yield components, and path analysis which is to determine the direct and indirect effects of the yield components on soybean yield. The results shows that, 1) soybean yield had a close relationship with the total number of books, number of filled pods, total number of pods, total number of seeds and stover weight, 2) the yield component that could be used as a selection criterion for soybean yield improvement was the total number of pods and the total number of seeds, and 3) the strains P71 have better performance than other tested strains (including varieties). | |
| 19326 | 22572 | D1E014228 | PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG Azolla microphylla DALAM PAKAN TERHADAP KONSUMSI PAKAN DAN BOBOT TELUR PUYUH (Cortunix- cortunix japonica) | Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh tepung Azolla microphylla terhadap konsumsi pakan dan bobot telur. Materi yang digunakan dalam penelitian adalah 100 ekor puyuh (Cortunixcortunix japonica) betina umur 30 hari. Perlakuan yang diberikan yaitu R0 = pakan basal tanpa tambahan tepung Azolla, R1 = pakan basal ditambahkan 1% tepung Azolla, R2 = pakan basal ditambahkan 2% tepung Azolla, dan R3 = pakan basal ditambahkan 3% tepung Azolla. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen. Rancangan penelitian yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan dan 5 kali ulangan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis variansi. Variabel yang diamati adalah konsumsi pakan dan bobot telur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung Azolla microphylla berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap konsumsi pakan dan bobot telur. Dapat disimpulkan bahwa penambahan tepung Azolla microphylla sampai taraf 3% tidak mampu meningkatkan konsumsi pakan dan bobot telur. Konsumsi pakan terendah yaitu sebesar 20,20 ± 0,88 g/ekor/hari dan bobot telur tertinggi yaitu sebesar 10,22 ± 0,26 gram. | The aim of the research was to investigate the effects of Azolla microphylla meal on feed consumption and egg weight of quail. The materials used in this experiment were 100 female quail (Cortunix- cortunix japonica) age 30 days old. The treatment were consisted of R0 = basal feed without Azolla microphylla meal, R1 = basal feed with 1% of Azolla microphylla meal, R2 = basal feed with 2% of Azolla microphylla meal and R3 = basal feed with 3% of Azolla microphylla meal. The research used experiment method. The research design was Completely Randomized Design (CRD) with 4 treatments and 5 replicated. The data obtained were analyzed using analysis of variance. The measured variables were feed consumption and egg weight of quail. The results showed that the addition of Azolla microphylla meal in feed has no significant effect (P>0.05) on feed consumption and egg weight of quail. It can be concluded that addition of 3 % of Azolla microphylla meal was not able to increase the feed consumption and egg weight. The lowest of feed consumption 20.20 ± 0.88 g/head/day and highest of egg weight 10.22 ± 0.26 gram. | |
| 19327 | 22561 | G1G012015 | PENGARUH TEGANGAN LISTRIK DALAM PROSES ANODISASI MENGGUNAKAN LARUTAN H2SO4 TERHADAP UKURAN TiO2 NANOTUBE ARRAYS (TNTAs) PADA DENTAL IMPLANT BERBAHAN TITANIUM ALLOY (Ti-6Al-7Nb) | Implan gigi (dental implant) merupakan penempatan secara tetap bahan biokompatibel berupa screw-like titanium yang ditempatkan secara bedah ke dalam tulang rahang sehingga memungkinkan penggantian gigi asli menyerupai gigi asli penderita baik dari segi estetik maupun kenyamanan. Dental implant dilakukan berdasarkan atas konsep osseointegration yaitu penyatuan antara bahan implan dengan tulang. Lapisan titanium oksida berperan penting dalam peningkatan tingkat osteointegrasi antara tulang dengan implan, di mana ukuran diameter nanotube TiO2 mempengaruhi pertumbuhan tulang pada area sekitar implan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tegangan listrik terhadap ukuran TiO2 nanotube arrays (TNTAs) pada implan. Jenis penelitian ini adalah eksperimental laboratoris dengan rancangan posttest-group design. Penelitian ini menggunakan 32 sampel yang dibagi ke dalam 4 kelompok: K1 (tegangan 15V), K2 (tegangan 20V), K3 (tegangan 25V), dan K4 (tegangan 30V). Diameter TNTAs yang dihasilkan dihitung pada gambaran uji SEM dan didapatkan rerata 18,59 nm (K1), 25,69 nm (K2), 30,57 nm (K3), dan 36,7 nm (K4). Hasil penelitian dianalisis dengan One-way ANOVA diketahui terdapat perbedaan antar kelompok (p<0,05) dan dilanjutkan dengan uji Post-Hoc LSD. Hasil uji Post-Hoc diameter nanotube antar kelompok didapatkan perbedaan sangat bermakna antar kelompok K1, K2, K3, dan K4 (p<0,05) kemudian dilanjutkan dengan uji Regresi. Hasil uji Regresi diketahui terdapat pengaruh tegangan listrik terhadap diameter nanotube (p<0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah tegangan listrik berpengaruh terhadap diameter TNTAs yang dihasilkan. | Dental implants are a permanent placement of screw-like titanium biocompatible material which are surgically placed into the jaw bone to replace and resemble original tooth in terms of aesthetics and comfort. Dental implants carried out based on the concept of osseointegration which is the union between implant materials and bone. The titanium oxide layer plays an important role in increasing the osteointegration level between bone and implant, where the TiO2 nanotube diameter size affects bone growth in the area around the implant. This study aimed to determine the effect of electric voltage on the size of TiO2 nanotube arrays (TNTAs) on implants. This research type was experimental laboratory with posttest-group design. Thirty two samples divided into 4 groups: K1 (voltage 15V), K2 (voltage 20V), K3 (voltage 25V), and K4 (voltage 30V). The TNTAs diameter in SEM test result was calculated and obtained the mean of 18.59 nm (K1), 25.69 nm (K2), 30.57 nm (K3), and 36.7 nm (K4). The results analyzed by One-way ANOVA, showed significant difference between groups (p <0.05) and continued with LSD Post-Hoc test. The results of the Post-Hoc test of the diameter of the nanotubes between groups obtained differences between groups K1, K2, K3, and K4 (p <0.05) then continued with the Regression test. Regression test results revealed that there was an effect of electric voltage on nanotube diameter (p <0.05). The conclusion of this study is that the electrical voltage affects the diameter of the TNTAs. | |
| 19328 | 22566 | C1B014012 | PENGARUH PERSEPSI INDIVIDU TENTANG GLASS CEILING DI ORGANISASI DAN DUKUNGAN SOSIAL TERHADAP MOTIVASI DAN KOMITMEN ORGANISASI (Studi Pada PT. Micro Madani Institute) | Penelitian ini mengambil judul: “Pengaruh Persepsi Individu Tentang Glass Ceiling di Organisasi dan Dukungan Sosial Terhadap Motivasi dan Komitmen Organisasional (Studi Pada PT. Micro Madani Institute)”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh yang dihasilkan dari persepsi individu tentang glass ceiling di tempat kerja dan dukungan sosial terhadap motivasi dan komitmen organisasional pekerja terhadap organisasi atau perusahaan. Metode yang digunakan adalah survey dengan jumlah responden yang diambil dalam penelitian ini sebanyak 50 responden. Analisis yang digunakan meliputi uji validitas, uji reliabilitas, regresi berganda, sobel test, dan pengujian hipotesis. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data menggunakan Regresi Berganda menunjukan bahwa: (1) Persepsi Individu tentang Glass Ceiling berpengaruh terhadap Motivasi. (2) Dukungan Sosial berpengaruh terhadap Motivasi. (3) Motivasi berpengaruh terhadap Komitmen Organisasional. (4) Persepsi Individu tentang Glass Ceiling berpengaruh terhadap Komitmen Organisasional. (5) Dukungan Sosial berpengaruh terhadap Komitmen Organisasional. (6) Motivasi memediasi Persepsi Individu tentang Glass Ceiling terhadap Komitmen Organisasional. (7) Motivasi memediasi Dukungan Sosial terhadap Komitmen Organisasional. Implikasi dari penelitian ini adalah upaya yang dapat diakukan untuk mengubah persepsi individu tentang glass ceiling menjadi lebih baik di benak karyawan dengan melakukan pendekatan kepada karyawan wanita, memberikan pemahaman dan motivasi, dan kebijakan perusahaan untuk lebih menerima opini dari karyawan wanita serta memberikan bantuan terhadap permasalahan yang dihadapi karyawan wanita sehingga karyawan wanita menjadi lebih termotivasi untuk bekerja. Rekan kerja yang saling mendukung dan dapat diajak kerja sama, dan pimpinan yang memberikan apresiasi dan penghargaan akan memotivasi karyawan untuk selalu memberikan hasik kerja yang terbaik kepada perusahaan. Wadah untuk mengajukan keluhan atas adanya diskriminasi di tempat kerja dapat mengekang praktik dari glass ceiling dan membuat karyawan meningkatkan komitmen organisasional terhadap perusahaan. Dukungan sosial dari rekan dan pimpinan akan membuat karyawan termotivasi serta berkomitmen dan bertanggung jawab kepada pekerjaannya dalam organisasi. | This research takes the title: "The Influence of Individual Perception About Glass Ceilings in Organizational and Social Support Against Organizational Motivation and Commitment (Study at PT Micro Madani Institute)". The purpose of this study was to determine the effect of individual glass on the glass ceiling in the workplace and also to socialize the organization and the company. The method used is a survey with the number of respondents in this study as many as 50 respondents. The analysis used is the test of validity, reliability test, multiple regression, sobel test, and hypothesis testing. Based on the results of research and data analysis using Multiple Regression shows that: (1) Individual Perception about Glass Ceiling have an effect on to Motivation. (2) Social Support affects Motivation. (3) Motivation affects Organizational Commitment. (4) Individual Perceptions of Glass Ceiling Affects Organizational Commitment. (5) Social Support affects Organizational Commitment. (6) Motivation mediates Individual Perceptions of Glass Ceiling on Organizational Commitment. (7) Motivation mediates Social Support to Organizational Commitment. The implications of this research are the work that can be done to change the individual perceptions of glass ceiling to be better in the minds of employees by approaching female employees, providing understanding and motivation, and company policies to better accept the opinions of female employees and provide assistance to the problems faced by female employees so that female employees become more motivated to work. Co-workers who support each other and can work together, and leaders who give appreciation and appreciation will motivate employees to always give the best work of work to the company. Containers to complain of discrimination in the workplace can curb the practice of glass ceiling and enable employees to increase organizational commitment to the company. Social support from colleagues and leaders will keep employees motivated and committed and accountable to their work within the organization. | |
| 19329 | 22562 | F1C013066 | STRATEGI KOMUNIKASI CLUB MOTOR SUZUKI SATRIA F150 (SSFC) WILAYAH PURWOKERTO DALAM MEMBANGUN KELOMPOKNYA DI MASYARAKAT KECAMATAN PURWOKERTO UTARA KABUPATEN BANYUMAS | Salah satu faktor yang mampu mengembangkan kelompok adalah efektifitas komunikasi kelompok antar anggota yang mampu memberikan dampak terhadap proses pengambilan keputusan penting untuk mengembangkan kelompok Club motor SSFC Purwokerto sehingga proses penyampaian pesan dari kelompok kepada masyarakat mampu terjalin. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui strategi komunikasi yang digunakan oleh kelompok SSFC dalam mengembangkan kelompoknya di masyarakat kecamatan Purwokerto Utara Kabupaten Banyumas. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Sumber data diperoleh dari informan, peristiwa atau aktifitas serta dokumen dan arsip. Teknik sampling dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam dan pengumpulan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi media menjadi strategi komunikasi dari kelompok SSFC Purwokerto akan tetapi groupthink dalam kelompok menjadi kendala tersendiri didalam kelompok untuk menerapkan strategi komunikasi yang sudah efektif dalam membangun kelompok dengan teori pemikiran kelompok. | One of the factors that is able to develop the group is the effectiveness of group communication among the members capable of having an impact on the decision making process is important to develop the group of motor club SSFC Purwokerto so that the process of delivering messages from the group to the community is able to be established. The purpose of this research is to know the communication strategy used by SSFC group in developing its group in community of Purwokerto Utara sub-district of Banyumas Regency. This research use desciptive qualitative approach. The type of data used is primary and secondary data. Source of data obtained from informants, events or activities and documents and archives. Sampling technique in this research is purposive sampling. Data collection techniques used were in-depth interviews and documentation collection. Data analysis techniques use interactive analysis model. The result of the research shows that communication strategy of media become communication strategy of SSFC group Purwokerto but groupthink in group become its own constraint in group to apply communication strategy which have been effective in building group with group thinking theory. | |
| 19330 | 22563 | H1E014034 | IDENTIFIKASI POTENSI INTRUSI AIR LAUT PADA SISTEM AKUIFER PANTAI MENGGUNAKAN METODE GEOLISTRIK TAHANAN JENIS DI PESISIR WIDARAPAYUNG KABUPATEN CILACAP | Intrusi air laut merupakan peristiwa penyusupan air laut kedalam akuifer air tanah. Permasalahan ini sering timbul di daerah pesisir pantai dikarenakan adanya zona pertemuan (interface) antara air laut dengan akuifer air tanah. Identifikasi potensi intrusi air laut menggunakan metode geolistrik tahanan jenis dan pengujian sampel air tanah melalui pendekatan nilai Daya Hantar Listrik (DHL) telah dilakukan di pesisir Widarapayung Kecamatan Binangun Kabupaten Cilacap. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis struktur batuan bawah permukaan berdasarkan nilai resistivitas dan untuk menganalisis model serta kedalaman zona interface. Pengambilan data geolistrik tahanan jenis dilakukkan dengan menggunakan konfigurasi Wenner sebanyak lima lintasan. Lintasan-1 memiliki bentang nilai resistivitas 3,88 – 99,3 Ωm. Lintasan-2 memiliki bentang nilai resistivitas 3,63 – 88,6 Ωm. Lintasan-3 memiliki bentang nilai resistivitas 4,39 – 70,5 Ωm. Lintasan-4 memiliki bentang nilai resistivitas 1,78 – 87,4 Ωm. Lintasan-5 memiliki bentang nilai resistivitas 3,51 – 84,5 Ωm. Nilai DHL pengujian sampel air tanah memiliki bentang 278 – 828,67 μS/cm. Hasil pengujian DHL menunjukkan tidak adanya air tanah yang dikategorikan air asin maupun air payau pada daerah penelitian dengan kedalaman ± 8 meter. Hasil interpretasi geolistrik menunjukkan bahwa litologi daerah penelitian terdiri dari lapisan Top soil dan lapisan pasir lempungan sebagai akuifer dangkal pada kedalaman 0 – 15 meter, lapisan lempung pasiran sebagai lapisan semi kedap pada kedalaman 15 – 20 meter, serta lapisan pasir yang terindikasi sebagai akuifer dalam yang telah terintrusi air laut pada kedalaman > 20 meter. Pada lintasan-4 dan lintasan-5 terlihat adanya zona interface pada kedalaman > 25 meter. | Sea water intrusion is a proccess of seawater intrusion into groundwater aquifers. This problem often occur in the Widarapayung coastal area due to the meeting zone between the sea water and groundwater (interface). Identification the potential of sea water intrusion using geoelectric resistivity method and ground water samples testing through the approach of electrical conductivity has done in Widarapayung coastal, Binangun District, Regency of Cilacap. The purpose of this research were to analyze the subsurface rock structures based resistivity values and to analyze the model and the depth of the interface zone. The resistivity data acquisition using wenner configuration was carried out in five trajectories. Based on the modeling results, then can be obtained the pseudosection resistivity rock consisting of line-1 which had resistivity values of 3,88-99,3 Ωm. Line-2 had a resistivity value of 3,63-88,6 Ωm. Line-3 had a resistivity value of 4,39-70,5 Ωm. Line-4 had a resistivity value of 1,78-87,4 Ωm. Line-5 had a resistivity value of 3,51-84,5 Ωm. The value of electrical conductivity testing groundwater sampels had a range of 278-828,67 μS/cm. Electrical conductivity value did not indicate that groundwater in categoried as saltwater with the depth of ± 8 meters. The interpretation of geoelectric showed that the lithological in research area consists of top soil, clayey sand (shallow aquifer) at the depth of 0-15 meters, sandy clay (semi-impermeable aquifer) at the depth of 15-20 meters, and sand indicated as the deep aquifer that has been intruded sea water at the depth of >20 meters .Line-4 and line-5 are shown that the interface zone at a depth of >25 meters. | |
| 19331 | 22564 | E1A011245 | TANGGUNG JAWAB PT KARYA SARI SEBAGAI PENGANGKUT TERHADAP PENUMPANG YANG MENDERITA KERUGIAN AKIBAT DARI KECELAKAAN BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 22 TAHUN 2009 TENTANG LALU LINTAS DAN ANGKUTAN JALAN | TANGGUNG JAWAB PT KARYA SARI SEBAGAI PENGANGKUT TERHADAP PENUMPANG YANG MENDERITA KERUGIAN AKIBAT DARI KECELAKAAN BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 22 TAHUN 2009 TENTANG LALU LINTAS DAN ANGKUTAN JALAN Oleh: Girindra Nawang Yoga (E1A011245) Pengangkutan merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari manusia, sangat dibutuhkan baik oleh masyarakat kota maupun desa sebagai penghubung dari suatu tempat ketempat lainnya dalam memudahkan manusia melakukan aktivitas sehari-hari. Pengangkutan sebagai dasar untuk perkembangan ekonomi dan perkembangan masyarakat serta pertumbuhan industrialisasi menyebabkan adanya spesialisasi atau pembagian pekerjaan menurut keahlian sesuai dengan budaya dan adat istiadat suatu bangsa atau daerah. Berdasarkan jenis fasilitas pengangkutannya, pengangkut muncul dalam bentuk pengangkutan darat, laut dan udara. Mengenai bidang pengangkutan darat, pemerintah telah mengundangkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Llau Lintas dan Angkutan Jalan. Peneliti melakukan penelitian menggunakan metode pendekatan yuridis normatif, spesifikasi penelitian deskriptif, lokasi penelitian di PT Karya Sari Kebumen, data yang digunakan adalah data sekunder dan data primer dan analisis yang dilakukan adalah deskriptif analisis. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan PT Karya Sari sebagai pengangkut bertanggung jawab kepada para penumpangnya apabila selama proses pengangkutan terjadi suatu peristiwa kecelakaan atau peristiwa yang menimbulkan kerugian seperti disebutkan dalam Pasal 192 serta Pasal 235 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009, tanggung jawab tersebut dilakukan dengan cara memberikan biaya ganti rugi atau biaya santunan kepada masing-masing korban. PT Karya Sari juga telah mengansuransikan penumpangnya menggunakan Asuransi Jasa Raharja sesuai dengan ketentuan Pasal 237 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009. | THE RESPONSIBILITIES OF KARYA SARI INCORPORATED COMPANY AS A TRANSPORTER TOWARDS PASSENGERS WHO HAVE LOSS OF DAMAGES DUE TO ACCIDENTS BASED ON LAW NUMBER 22 YEAR 2009 CONCERNING ROAD TRAFFIC AND TRANSPORTATIONS By: Girindra Nawang Yoga (E1A011245) Transportation is a part that can not be separated from humans, is needed by both the city and the village community as a liaison from one place to another in making it easier for humans to carry out daily activities. Transportation as a basis for economic and community development and the growth of industrialization led to specialization or division of work according to expertise based on the culture and customs of a nation or region. Economic growth of a country or nation depends on the availability of transportation in the country or nation concerned. This research aimed to find out the responsibilities of Karya Sari incorporated company as a transporter towards passengers who have loss of damages due to accidents. Based on this research, it was found that the responsibility of Karya Sari incorporated company as a transporter for passengers who suffered losses due to accidents based on Law Number 22 Year 2009 concerning Road Traffic and Transportation, was: 1. Criminal responsibility. This responsibility was received by Karya Sari incorporated company because of negligence causing other people to die. 2. Civil responsibility. This responsibility was received by Karya Sari incorporated company due to the failure of fulfillment of the agreement to the passenger; namely to deliver passengers to their destination safely without any lack. | |
| 19332 | 25555 | C1C015009 | ANALISIS MENGENAI FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI KEPATUHAN PAJAK KENDARAAN BERMOTOR (Studi Empiris pada SAMSAT Kabupaten Indramayu) | RINGKASAN Penelitian ini merupakan penelitian survei terhadap Wajib Pajak Kendaraan yang terdaftar di Kantor Sistem Manunggal Satu Atap (SAMSAT) Indramayu. SAMSAT, atau dalam bahasa Inggris disebut One Roof System, adalah sistem administrasi yang dibentuk untuk memfasilitasi dan mempercepat layanan dari kepentingan orang-orang yang kegiatannya diadakan dalam satu gedung. Contoh pelayanan dalam SAMSAT adalah dalam pengelolaan dokumen kendaraan bermotor. Penelitian ini menggunakan Theory of Planned Behavior (Ajzen, 2002) untuk menjelaskan perilaku kepatuhan pajak. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh sikap, norma subyektif, dan kontrol perilaku yang dipersepsikan terhadap niat terhadap kepatuhan pajak, kemudian pengaruh niat terhadap kepatuhan pajak. Penelitian survei ini menggunakan kuesioner sebagai instrumen. Populasi penelitian adalah Wajib Pajak Kendaraan yang mendaftarkan Kantor SAMSAT Indramayu. Ada 100 Wajib Pajak Kendaraan Bermotor dipilih sebagai responden penelitian. Kemudian, metode accidental sampling digunakan untuk menentukan responden. Data dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) dengan SmartPLS versi pelajar. Hasil pengujian hipotesis menyimpulkan bahwa: (1) sikap berpengaruh signifikan terhadap niat untuk patuh, (2) norma subyektif tidak berpengaruh signifikan terhadap niat untuk patuh, (3) persepsi kontrol perilaku memiliki pengaruh signifikan terhadap niat untuk patuh. , dan (4) niat terhadap kepatuhan berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan pajak. Penelitian ini mendukung Theory Of Planned Behavior. | SUMMARY This research is a survey research on Vehicle Tax Payers who registered in Sistem Manunggal Satu Atap (SAMSAT) Indramayu Office. SAMSAT, or in English called One Roof System, is an administrative system formed to facilitate and accelerate the service of the interests of the people whose activities are held in one building. An example of samsat is in the management of motorized vehicle documents. This research using Theory of Planned Behavior (Ajzen, 2002) to explain the tax compliance behavior. The aims of research is to find out the effect of attitude, subjective norm, and perceived behavioral control on intention toward tax compliance, then the effect of intention toward compliance on tax compliance. This survey research using questionnaire as instrument. The research population are Vehicle Tax Payers who registered SAMSAT Indramayu Office. There were 100 Vehilce Tax Payers chosen as respondents of the research. Then, accidental sampling method was used to determine the respondents. The data was analyzed using Structural Equation Modeling (SEM) with SmartPLS Student version for windows. The result of hypotheses testing conclude that: (1) attitude has a significant effect on intention toward compliance, (2) subjective norm has a non significant effect on intention toward compliance, (3) perceived behavioral control has a significant effect on intention toward compliance, and (4) intention toward compliance has a significant effect on tax compliance. This research is supports the Theory Of Planned Behavior. | |
| 19333 | 26196 | E1A115031 | UPAYA HUKUM BANDING TERHADAP PERMOHONAN PEMBATALAN PUTUSAN ARBITRASE PENGADILAN NEGERI JAKARTA UTARA (Analisis Yuridis Terhadap Putusan Mahkamah Agung Nomor 425 B/Pdt.Sus-Arbt/2016 jo. 305/Pdt.G/BANI/2014/PN Jkt.Utr) | Persengketaan yang muncul di kalangan para pelaku bisnis seringkali diselesaikan melalui Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI) yangmerupakan salah satu lembaga arbitrase yang mempunyai kewenangan untuk melakukan penyelesaian sengketa di bidang perdagangan dan keberadaannya sebagai lembaga arbitrase diatur dalam Undang-Undang No. 30 Tahun 1999 tentang Arbitrase dan Alternatif Penyelesaian Sengketa. Putusan Arbitrase yang dibatalkan dapat dimintakan para pihak upaya hukum yaitu Upaya hukum banding sebagai upaya hukum terakhir. Hukum pembuktian yang berlaku saat ini, secara formal belum mengakomodasi dokumen elektronik sebagai alat bukti, sedangkan dalam praktikya di masyarakat melalui transaksi perdagangan maupun jasa secara elektronik, alat bukti elektronik sudah banyak digunakan terutama dalam transaksi bisnis modern. Penelitian ini mengkaji dan membahas pembuktian elektronik pada proses perkara perdata dalam persengketaan bisnis supaya dapat dicapai ketertiban dan kepastian hukum, disamping tercapai pula unsur keadilan bagi para pihak. Penelitian ini menggunakan pendeketan yuridis normatif yaitu dengan cara menelaah bahan pustaka (data sekunder) yang ada. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah normatif kualitatif yaitu mengolah dan menafsirkan berdasarkan pada putusan maupun perundang-undangan yang berkaitan dengan penelitian. Penelitian yang dilakukan dari Putusan Mahkamah Agung Nomor: 425 B/Pdt.Sus-Arbt/2016 jo. 305/Pdt.G/BANI/2014/PN Jkt.Utr diperoleh hasil sebagai berikut: Tidak terbukti adanya afiliasi antara salah satu arbiter dengan salah saksi ahli berdasarkan bukti elektronik berupa fotokopi kliping berita online. Majelis Hakim Tingkat Pertama seharusnya sebelum memberikan amar putusan terlebih dahulu memeriksa secara langsung bukti elektronik tersebut sebagaimana sesuai dengan proses pembuktian pada acara perdata. Majelis Hakim Mahkamah Agung seharusnya juga lebih cermat dan teliti dalam memberikan amar putusan agar putusannya dapat dijalankan. | Disputes that arise among business people are often resolved through Indonesian National Arbitration Board (BANI) which is one of the arbitration institutions that have the authority to settle disputes settlement in the field of trade and its existence. As an arbitration institution, it is regulated in Law No. 30 of 1999 concerning Arbitration and Alternative Dispute Resolution. The Arbitration Decision which is canceled may be sought by the parties for legal remedies namely Appeals as a final remedy. The current evidentiary law does not formally accommodate electronic documents as evidence, while in practice in the community through trade transactions or electronic services, electronic evidence has been widely used, especially in modern business transactions. This study examines and discusses electronic evidence in the process of civil litigation in business disputes so that order and attainment of legal certainty can be achieved, besides achieving an element of justice for the parties. This study uses a normative juridical approach namely by examining existing library materials (secondary data). The research method used in this research is qualitative normative that is to process and interpret based on decisions and legislation related to research. Research conducted from the Supreme Court Decision Number: 425 B / Pdt.Sus-Arbt / 2016 jo. 305 / Pdt.G / BANI / 2014 / PN Jkt.Utr obtained the following results: There is no evidence of affiliation between one of the arbitrators and one of the expert witnesses based on electronic evidence in the form of photocopies of online news clippings. The First Level Panel of Judges should, before giving a ruling, first examine the electronic evidence directly by the evidence process at the civil procedure. The Panel of Judges of the Supreme Court should also be more careful and thorough in giving the verdict so that the verdict can be carried out. | |
| 19334 | 22567 | D1E014021 | PENGARUH LAMA PERENDAMAN TELUR AYAM RAS PADA LARUTAN DAUN JATI (Tectona grandis L.) TERHADAP INDEKS PUTIH DAN KUNING TELUR | ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui indeks putih dan indeks kuning telur ayam ras yang direndam pada larutan daun jati kosentrasi 30% dengan lama perendaman berbeda setelah disimpan selama 35 hari. Metode penelitian yaitu metode eksperimental. Rancangan penelitian yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan yaitu (P0) lama perendaman 0 menit, (P1) 15 menit, (P2) 30 menit, (P3) 45 menit dengan konsentrasi larutan daun jati konsentrasi 30% dan setelah disimpan 35 hari pada suhu ruang. Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa lama perendaman 15 menit, 30 menit, 45 menit pada larutan daun jati konsentrasi 30% setelah disimpan 35 hari berpengaruh tidak nyata (P> 0,05) terhadap indeks putih dan indeks kuning telur ayam ras. Hasil rataan indeks putih telur yaitu (P0) 0.0108 ± 0.0018, (P1) 0.0113 ± 0.0014, (P2) 0.0114 ± 0.0013, (P3) 0.0121 ± 0.0007 dan rataan indeks kuning telur yaitu (P0) 0.1503 ± 0.0104, (P1) 0.1507 ± 0.0089, (P2) 0.1533 ± 0.0078, (P3) 0.1506 ± 0.0086. Kesimpulan yang diperoleh yaitu lama perendaman 15 menit, 30 menit, 45 menit pada larutan daun jati konsentrasi 30% dan setelah disimpan 35 hari menghasilkan indeks putih dan kuning telur yang sama dengan kontrol. Kata Kunci : Indeks Putih Telur, Indeks Kuning Telur, Telur Ayam Ras, Daun Jati, Lama Perendaman | ABSTRACT This research aimed to find out the index of white and yolk that were soaked in the solution of teak leaf with concentration 30% with the duration of difference soaking after stored for 35 days. Method of research was experimental. Research design was Complete Random Design (CRD)with 4 treatments and 5 replications. Treatment was (P0) soaking duration 0 minute, (P1) 15 minutes, (P2) 30 minutes, (P3) 45 minutes with solution concentration 30% and after stored for 35 days in the room temperature. The result of research showed that the soaking duration of 15 minutes, 30 minutes, 45 minutes in the solution of teak leaf with 30% concentration after stored for 35 days. It gave the not significant effect (P>0.05) to the index of white and yolk of ras chicken egg. The result average of the index of white was (P0) 0.0108±0.0018, (P1) 0.0113 ± 0.0014, (P2) 0.0114 ± 0.0013, (P3) 0.0121 ± 0.0007 and the average index of yolk was (P0) 0.1503±0.0104, (P1) 0.1507 ± 0.0089, (P2) 0.1533 ± 0.0078, (P3) 0.1506 ± 0.0086. The conclusion that had been obtained was the duration of soaking 15 minutes, 30 minutes, 45 minutes in the solution of teak leaf with concentration 30% and after stored for 35 days it produced similar the index of white and yolk with control. Keywords: White Index, Yolk Index, Ras Chicken Egg, Teak Leaves, Soaking Time | |
| 19335 | 22568 | D1E014287 | PENGARUH LAMA PERENDAMAN DAGING AYAM PETELUR AFKIR BAGIAN DADA DENGAN EKSTRAK KULIT BUAH CARICA (Carica candamarcensis) TERHADAP pH, SUSUT MASAK, DAN KEEMPUKAN DAGING | Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh lama perendaman daging ayam petelur afkir bagian dada pada ekstrak kulit buah carica terhadap pH, susut masak dan keempukan daging ayam petelur afkir. Materi penelitian yang digunakan terdiri dari daging ayam petelur afkir bagian dada, aquades dan ekstrak kulit buah carica. Metode penelitian secara eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan yaitu daging ayam petelur afkir tanpa perendaman (P0), direndam eksrak kulit buah carica dengan lama perendaman 30 menit (P1), 60 menit (P2), 90 menit (P3) dan setiap perlakuan di ulang 5 kali. Data yang diperoleh di analisis menggunakan analisis variansi dan dilanjutkan dengan menggunakan uji orthogonal polynomial dan uji Beda Nyata Jujur (BNJ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama waktu perendaman daging ayam petelur afkir bagian dada pada ekstrak kulit buah carica terhadap pH, susut masak dan keempukan berpengaruh sangat nyata. Rataan pH daging dada ayam petelur afkir masing-masing adalah; P0: 5.99, P1: 5.24, P2: 5.16, P3: 5.06. Susut masak; P0: 38.67 %, P1: 44.52 %, P2: 47.72 %, P3: 50.93 %. Keempukan; P0: 0.0358 mm/g/dt , P1: 0.0464 mm/g/dt, P2: 0.0587 mm/g/dt, P3: 0.0675 mm/g/dt. Kesimpulan dari penelitian yaitu perendaman daging pada ekstrak kulit buah carica 20 % dengan lama waktu sampai 90 menit mampu meningkatkan keempukan daging dan persen susut masak daging serta menurunkan pH. | The purpose of research was to find out the effects of soaking time in the extarct of fruit’s peel on the tenderness, cooking losses and pH of the breast meat from culled hens. Material of research used were breast meat from culled hens, aquades, and extracts of carica fruits’ peels. The research was done experimentally by using the Completely Randomised Design with 4 treatments. The treatments included control (P0), and soaking the meat in the extract of carica peels for 30 minutes (P1), 60 minutes (P2), 90 minutes (P3). Each treatment was repeated 5 times. Data were analyzed using the analysis of variance, and continued by Tukey’s test then orthogonal polynomial. The results showed that soaking time in the extracts of carica fruit’s peels have highly significant effects on the pH, cooking loosses and tenderness of the meat. The average pH of the meat were P0: 5.99, P1: 5.24, P2: 5.16, P3: 5.06; cooking losses P0: 38.67%, P1: 44.52%, P2: 47.72%, P3: 50.93%, and tenderness; P0: 0.0358 mm/g/dt, P1: 0.0464 mm/g/dt, P2: 0.0587 mm/g/dt, P3: 0.0675 mm/g/dt. In conclusion, soaking culled hen’s meat in the 20% extracts of carica fruit’s peel for up to 90 minutes improves the tenderness, but increases the cooking losses of the meat. | |
| 19336 | 22569 | H1H013026 | PEMANFAATAN EKSTRAK PELEPAH PISANG KEPOK (Musa paradisiaca L.) DALAM PENYEMBUHAN LUKA PADA IKAN LELE DUMBO (Clarias gariepinus) | Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki banyak keanekaragaman pisang. Salah satunya adalah pisang kepok (Musa paradisiaca L.) yang sering digunakan untuk penyembuhan luka. Beberapa zat yang terkandung dalam ekstrak pelepah pisang kepok, diantaranya adalah saponin, flavonoid dan tanin yang dapat digunakan sebagai antiseptik, antibiotik, antibakteri, antivirus dan meningkatkan kekebalan tubuh. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui penambahan ekstrak pelepah pisang kepok (Musa paradisiaca L.) dalam media pengobatan dapat mempengaruhi penyembuhan luka pada ikan lele dumbo (Clarias gariepinus). Penelitian ini menggunakan metode maserasi selama 24 jam dan pengobatan dengan dosis P1 (kontrol) 0 g/L; P2 0.04 g/L; P3 0.08 g/L; P4 0.12 g/L dalam perendaman selama 15 hari dalam waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa P4 lebih cepat dalam penutupan luka ikan lele di hari ke-4 dan hasil kelangsungan hidup (SR) masih tergolong baik pada perlakuan P4 75%. Adapun kualitas air meliputi suhu dan pH, dalam masa pemeliharaan suhu berkisar 25ºC - 26ºC dan rata-rata pH 7. | Indonesia is a country that has a lot of banana diversity. Kepok banana midrib (Musa paradisiaca L.) Which is often used for heal the wound. Some substances contained in kepok banana midrib extracts, including saponins, flavonoids and tannins which can be used as antiseptics, antibiotics, antibacterial, antiviral and enhance immunity. The purpose of this study is to determine the addition of kepok banana leaf extractions (Musa paradisiaca L.) In the treatment medium can affect wound healing in African catfish (Clarias gariepinus). This study used maceration method for 24 hours and treatment with a dose of P1 (control) 0 g/L; P2 0.04 g/L; P3 0.08 g/L; P4 0.12 g/L in immersion for 15 days in time. The results has showP4 more rapidly in wound closure of catfish in fourth day, the survival rate (SR) classified in good rate in P4 is 75%. The water quality includes temperature and ph, during maintenance the temperature ranges from 25ºC - 26ºC and the average ph is 7. | |
| 19337 | 22565 | C1J014028 | AN ANALYSIS OF TRADER’S INCOME AT THE REVITALIZED AND NOT REVITALIZED TRADITIONAL MARKET (A CASE STUDY AT PASAR MANIS AND PASAR PON IN PURWOKERTO) | Judul penelitian ini adalah Analisis Pendapatan Pedagang Pada Pasar Tradisional Yang Direvitalisasi Dan Tidak Direvitalisasi (Studi Kasus Di Pasar Manis Dan Pon Di Purwokerto). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh beberapa faktor seperti modal, jam kerja dan lama usaha terhadap pendapatan pedagang di Pasar Manis dan Pasar Pon Purwokerto dan untuk menganalisis perbedaan rata-rata pendapatan pedagang di Pasar Manis dan Pasar Pon. Untuk menganalisis pengaruh modal, jam kerja dan lama usaha terhadap pendapatan pedagang digunakan Analisis Regresi Linear Berganda dan untuk menganalisis perbedaan pendapatan rata-rata pedagang di Pasar Manis dan Pasar Pon digunakan Analisis Uji Beda. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yang diambil dari 84 responden dari Pasar Manis Purwokerto dan 55 responden dari Pasar Pon. Hasil analisis regresi linier berganda menunjukkan bahwa modal memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pendapatan pedagang sedangkan faktor-faktor lain seperti jam kerja dan lama usaha tidak berpengaruh signifikan terhadap pendapatan pedagang di Pasar Manis Purwokerto. Kemudian modal dan lama usaha memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pendapatan pedagang sedangkan faktor-faktor lain seperti jam kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap pendapatan pedagang di Pasar Pon Purwokerto. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan terhadap pendapatan rata-rata pedagang antara Pasar Manis dan Pasar Pon. Berdasarkan hasil di atas, untuk meningkatkan pendapatan pedagang di Pasar Manis perlu adanya penambahan modal sedangkan untuk meningkatkan pendapatan pedagang di Pasar Pon perlu adanya penambahan modal dan pengalaman bisnis. Kemudian pemerintah diharapkan dapat meningkatkan sarana dan prasarana yang ada di pasar agar dapat meningkatkan jumlah pengunjung yang datang yaitu dengan program revitalisasi pasar tradisional. | This research title is An Analysis Of Trader’s Income At The Revitalized And Not Revitalized Traditional Market (A Case Study At Pasar Manis And Pasar Pon In Purwokerto). This research is aim to analyze the effect of several factors such as capital, working hours and length of business to the trader's income at Pasar Manis and Pasar Pon in Purwokerto and to analyze the difference of average trader’s in Pasar Manis and Pasar Pon. To analyze the effect of capital, working hours and length of business to the trader’s income used Multiple Linear Regression Analysis and to analyze the difference of average trader’s income in Pasar Manis and Pasar Pon used Difference Test Analysis. The data used in this research are primary data taken from 84 respondents from Pasar Manis Purwokerto and 55 respondents from Pasar Pon. The result of multiple linear regression analysis show that capital have significant effect to the trader’s income while the other factors such as working hours and length of business have no significant effect to the trader’s income in Pasar Manis Purwokerto. Then capital and length of business have significant effect to the trader’s income while the other factors such as working hours have no significant effect to the trader’s income in Pasar Pon Purwokerto This research also indicated that there is a significant difference to the average income of traders between Pasar Manis and Pasar Pon. Based on the results, to increase the trader's income in Pasar Manis needs to increase the capital, while to increase the income of traders in Pasar Pon need additional capital and business experience. Then it expected that the government can improving the existing facilities and infrastructure in the market to increase the number of visitors by the traditional market revitalization program. | |
| 19338 | 22570 | H1C014005 | PERENCANAAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA TERHUBUNG JALA-JALA PLN SISTEM BEBAN DC UNTUK INSTALASI RUMAH TINGGAL | Indonesia merupakan negara yang terletak dalam jalur khatulistiwa yang sepanjang tahun mendapatkan cahaya matahari yang berlimpah. Sehingga pemanfaatan energi surya sebagai PLTS sangat diminati dan mulai dikembangkan diseluruh pelosok negeri dengan melakukan banyak sekali penelitian serta pengujian. Salah satunya adalah penelitian tentang sistem antara sel surya terkoneksi dengan listrik PLN. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan merencanakan PLTS sistem beban dc terhubung jala jala PLN untuk penerangan rumah tinggal. Penggunaan sistem distribusi DC pada pembangkitan terdistribusi melibatkan lebih sedikit converter, sehingga sistem distribusinya lebih efektif. Dalam penelitian ini akan dilakukan suatu perencanaan PLTS terhubung jala-jala PLN sistem beban DC menggunakan software HOMER, dengan jumlah beban yang akan disuplai oleh sistem PLTS dan PLN sebagai dasar perencanaan adalah 100% PLTS – 0% PLN, 70% PLTS – 30% PLN, 50% PLTS – 50% PLN, dan 30% PLTS – 70% PLN dari total penggunaan energi listrik per hari. Perencanaan PLTS terhubung jala-jala PLN sistem beban DC akan menggunakan software HOMER dalam menganalisis tentang total cost perencanaan PLTS terhubung PLN juga untuk membandingkan kehandalan dalam hal electrical. Berdasarkan hasil simulasi, skenario pembebanan 1 yaitu 100%PLTS – 0%PLN menghasilkan produksi energi 454 kWh/yr dengan COE sebesar Rp. 4.074, skenario pembebanan 2 yaitu 70%PLTS – 30%PLN menghasilkan produksi energi 405 kWh/yr dengan COE sebesar Rp.2.813, skenario pembebanan 3 yaitu 50%PLTS – 50%PLN menghasilkan produksi energi 391 kWh/yr dengan COE sebesar Rp. 2.797, skenario pembebanan 4 yaitu 30%PLTS – 70%PLN menghasilkan produksi energi 351 kWh/yr dengan COE sebesar Rp. 2.773. | Indonesia is a country located in the equatorial path which receives abundant sunlight throughout the year. So that the use of solar energy as a solar power plant is very popular and began to be developed throughout the country by doing a lot of research and testing. One of them is research on the system between solar cells connected with PLN electricity. This research was conducted with the aim of planning a DC load system PLTS connected to the PLN mesh net for residential lighting. The use of DC distribution systems in distributed generation involves fewer converters, so the distribution system is more effective. In this study a PLTS planning will be connected to the PLN network DC load system using HOMER software, with the total load that will be supplied by the PLTS system and PLN as the basis of planning is 100% PLTS - 0% PLN, 70% PLTS - 30% PLN , 50% PLTS - 50% PLN, and 30% PLTS - 70% PLN from the total electricity use per day. Planning PLTS connected to PLN networks DC load system will use HOMER software in analyzing the total cost of PLTS planning connected to PLN also to compare reliability in terms of electrical. Based on the simulation results, the loading scenario 1 is 100% PLTS - 0% PLN produces energy production of 454 kWh / yr with COE of Rp. 4,074, loading scenario 2 is 70% PLTS - 30% PLN produces energy production 405 kWh / yr with COE Rp. 2,813, scenario loading 3 is 50% PLTS - 50% PLN produces energy production 391 kWh / yr with COE Rp. 2,797, loading scenario 4 is 30% PLTS - 70% PLN produces energy production 351 kWh / yr with COE Rp. 2,773. | |
| 19339 | 22573 | D1E014241 | PENGARUH PERBEDAAN KONSENTRASI EKSTRAK KULIT NANAS DAN LAMA PERENDAMAN TERHADAP KADAR AIR DAN NILAI pH GELATIN KULIT SAPI | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar air dan nilai pH gelatin kulit sapi yang dibuat dengan bahan perendam ekstrak kulit nanas dengan perbedaan konsentrasi dan lama perendaman. Metode penelitian adalah eksperimen, dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial (4x3x3). Faktor K adalah konsentrasi ekstrak kulit nanas 0% (K0), 5% (K1), 10% (K2), 15% (K3) dan faktor P adalah lama perendaman 2 jam (P1), 4 jam (P2), 6 jam (P3). Setiap kombinasi perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa konsentrasi ekstrak kulit nanas dan lama perendaman berpengaruh sangat nyata (P<0.01) terhadap kadar air dan berpengaruh nyata (P<0.05) terhadap nilai pH. Interaksi konsentrasi ekstrak kulit nanas dan lama perendaman berpengaruh nyata (P<0.05) terhadap kadar air dan berpengaruh tidak nyata (P>0.05) terhadap nilai pH. Kesimpulan dari penilitian ini yaitu konsentrasi ekstrak kulit nanas 15% dengan lama perendaman 6 jam menghasilkan kadar air dan nilai pH gelatin kulit sapi paling rendah. | The aim of the research was to investigate the water content and pH value of skin cow gelatin that made using pineapple peel extract with different concentration and immersion time. The research method was experiment, with the Completely Randomized Design (CRD) with factorial pattern (4x3x3). The K factor were the concentration of pineapple peel extract 0% (K0), 5% (K1), 10% (K2), 15% (K3) and P factor were immersion time 2 hours (P1), 4 hours (P2), 6 hours (P3), each combination treatment was three replicated. The result of variance analysis showed that the concentration of pineapple peel extract and immersion time highly significant effect (P<0.01) on water content and significant effect (P<0.05) on pH value. The interaction of pineapple peel extract concentration and immersion time significant effect (P<0.05) on water content and not significant effect (P>0.05) on pH value. The conclusion of this research namely the concentration of 15% pineapple peel extract with 6 hours of immersion time can produce the lowest water content and pH value of skin cow gelatin. | |
| 19340 | 22574 | A1H014041 | PENGARUH PENGGUNAAN KATALIS KOH PADA PEMBUATAN BIODIESEL MENGGUNAKAN REVERSE FLOW BIODIESEL REACTOR SECARA BATCH | Bahan bakar minyak bumi merupakan salah satu sumber energi utama. Ketersediaan bahan bakar minyak bumi terbatas dan sifatnya tidak terbarukan, sehingga diprediksi akan terjadi kelangkaan bahan bakar minyak. Kelangkaaan inilah yang menimbulkan adanya krisis energi di dunia sehingga perlu dikembangkan bahan bakar alternatif yang bersifat terbarukan (renewable) dan ramah lingkungan sehingga membutuhkan sumber energi alternatif diantaranya biodiesel. Biodiesel terbuat dari minyak nabati yang berasal dari sumber daya yang dapat diperbaharui. Biodiesel dibuat dengan mereaksikan minyak nabati dengan metanol dengan penambahan katalis. Katalis adalah suatu senyawa kimia yang menyebabkan reaksi menjadi lebih cepat untuk mencapai kesetimbangan tanpa mengalami perubahan kimiawi diakhir reaksi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penggunaan konsentrasi katalis KOH (0,1%; 0,3%; 0,5%) dengan suhu reaksi 450C dengan menggunakan reverse flow biodiesel reactor secara batch. Percobaan pada setiap konsentrasi dilakukan sebanyak 3 kali ulangan. Variabel yang diukur dalam penelitian ini meliputi kualitas biodiesel yang dihasilkan yang terdiri dari: kadar metil ester, angka penyabunan, angka asam, dan gliserol total. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan analisis deskriptif dan dibandingkan dengan penelitian yang telah ada untuk mengetahui pengaruh pemberian konsentrasi katalis yang berbeda. Hasil penelitian menunjukkan angka asam biodiesel pada masing-masing konsentrasi menunjukkan peningkatan. Angka penyabunan terendah terjadi pada konsentrasi katalis 0,5% dan tertinggi pada konsentrasi katalis 0,3%. Gliserol total dengan konsentrasi KOH 0,5% memenuhi syarat SNI-04-7182-2015 sedangkan konsentrasi 0,3% dan 0,1% tidak memenuhi syarat. Kadar metil ester pada masing-masing konsentrasi memenuhi syarat SNI-04-7182-2015. | Petroleum fuel is one of the main sources of energy. Availability of petroleum fuels is limited and non-renewable, it is predicted that there will be scarcity of fuel oil. It is vulnerability to creates an energy crisis in the world that needs to be developed alternative fuels that are renewable, environmentall friendly so require alternative energy sources such as biodiesel. Biodiesel made from vegetable oil derived from renewable resources. Biodiesel is made by reacting vegetable oil with methanol with the addition of a catalyst. Catalyst is a chemical that causes the reaction to become faster to achieve equilibrium without chemical changes at the end of the reaction. The purpose of this study was to determine the effect of KOH catalyst concentration (0.1%; 0.3%; 0.5%) with reaction temperature 450C by using reverse flow biodiesel batch reactor. Experiments at each concentration were carried out 3 times. The variables measured in this study include the resulting biodiesel quality which consist of: methyl ester content, saponification, acid number, and total glycerol. Obtained data were then analyzed with descriptive analysis and compared with existing studies to determine the effect of different catalyst concentrations. The results showed the number of biodiesel acid in each concentration showed an increase. The lowest sapification occurred at 0.5% and the highest sapling at 0.3% catalyst concentration. Total glycerol with 0.5% KOH concentration fulfilled the requirements of SNI-04-7182-2015 except concentration 0.3% and 0.1%. The concentration of methyl ester in each concentration fulfills the requirement of SNI-04-7182-2015. |