Artikelilmiahs
Menampilkan 19.301-19.320 dari 50.080 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 19301 | 22559 | H1F011022 | GEOLOGI DAN POTENSI SUMBERDAYA DIORIT DAERAH MEDAYU DAN SEKITARNYA, KECAMATAN WATUKUMPUL, KABUPATEN PEMALANG, JAWA TENGAH | Batuan beku intrusif merupakan batuan beku yang proses pemebentukanya dibawah permukaan bumi, batuan beku tersebut menerobos batuan yang telah terbentuk sebelumnya. Daerah penelitian terletak pada desa Medayu, Kecamatan Watukumpul, Kabupaten Pemalang, Jawa tengah. Daerah penelitian terdapat adanya intrusi batuan beku diorit, yang dijadikan potensi sumberdayanya. Metode pengumpulan data yang digunakan berupa pemetaan geologi permukaan yang mencakup geomorfologi, stratigrafi, struktur geologi serta pengambilan conto. Hasil dari pemetaan geomorfologi didapat 3 (tiga) satuan yaitu, Satuan Intrusi Diorit Medayu, satuan Perbukitan Homoklin Pagelaran, dan satuan Perbukitan Zona Sesar Luragung. Pada peta geologi didapat 3 satuan batuan, satuan Intrusi Diort, Satuan Batupasir, dan Satuan Batulempung, Secara stratigrafi batulempung mempunyai kisaran umur antara Miosen tengah hingga Mioesen akhir, Batupasir mempunyai umur antara Miosen akhir hingga Pliosen, data tersebut berdasarkan dari hasil analisis mikropalentologi, kemudian setelah intrusi diorit menerobos satuan batulempung yang telah terbentuk sebelumnya. Struktur geologi daerah peenelitian terdapat adanya pergerakan tektonik yang mengakibatkan adanya sesar mendatar yang berarah SW-NE. Intrusi diorit pada daerah penelotian dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian warga sekitar daerah penelitian. dari hasil analis perhitungan dengan menggunakan metode mean aera dan kerucut terpancung, diapatkan hasil volume sebesar 244.825.512,45 ton | The intrusive igneous rocks are the igneous rocks that process them beneath the earth's surface, the igneous rock breaks through previously formed rocks. The research area is located in Medayu village, Watukumpul District, Pemalang Regency, Central Java. The research area there is the intrusion of igneous rock diorite, which made the potential of its resources. Data collection methods used in the form of mapping of surface geology that includes geomorphology, stratigraphy, geological structure and sampling. The result of geomorphology mapping is 3 (three) units, namely Diorite intrution Medayu Unit, Homoklin Hills Pagelaran, and Luragung Fault Zone. In geological map obtained 3 units of rock, Intrusion Diort unit, Units of sandstone, and Unit of claystone, stratigrafi claystone has the age range between middle Miocene to final Mioesen, Sandstone has age between the Miocene end to Pliocene, the data is based on the results of mikropalentologi analysis, then after the diorite intrusion breaks through the pre-formed clay unit. Geological structure of the research area there is a tectonic movement resulting in a horizontal fault that leads SW-NE. Intrusion diorite in the area of deterrence can have a positive impact on the economy of citizens around the study area. from result of analyst calculation by using method mean aera and cone terpancung, got result of resource equal to 244.825.512,45 ton | |
| 19302 | 22539 | C1C014020 | PENGARUH PELATIHAN AKUNTANSI, SISTEM PENGENDALIAN INTERN PEMERINTAH, PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI, DAN KOMITMEN ORGANISASI TERHADAP KUALITAS LAPORAN KEUANGAN DESA DI KABUPATEN TEGAL | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variabel pelatihan akuntansi, sistem pengendalian intern pemerintah, pemanfaataan teknologi informasi, dan komitmen organisasi terhadap kualitas laporan keuangan desa di Kabupaten Tegal. Metode pengambilan sampel menggunakan Multistage Area Sampling berjumlah 75 desa si Kabupaten Tegal. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa data primer. Teknik pengumpulan data dengan teknik survei menggunakan kuesioner. Metode yang digunakan adalah regresi linear berganda dengan menggunakan bantuan software IBM SPSS Statistics 24.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan akuntansi, sistem pengendalian intern pemerintah, pemanfaatan teknologi informasi, dan komitmen organsiasi berpengaruh secara simultan terhadap kualitas laporan keuangan desa di Kabupaten Tegal. Semua variabel independen kecuali komitmen organisasi secara parsial berpengaruh terhadap kualitas laporan keungan desa di Kabupaten Tegal. | This study aims to determine the effect of variables of accounting training, government internal controlling system, information technology utilization, and organizational commitment on the quality of financial statements of the village government in Tegal Regency. Method to collected research sampling using Multistage Area Sampling amounting to 75 villages in Tegal Regency. The data used in this study are primary data. Data collection techniques used survey techniques by distributing questionaires. The analitical method used is multiple linear regression using IBM SPSS Statistics 24 software. The results showed that accounting training, government internal controling systems, information technology utilization, and organizational commitment had a simultaneous effect on the quality of village financial statement in Tegal Regency. All independent variables except organizational commitment partially affect the quality of village financial statement in Tegal regency. | |
| 19303 | 22540 | F1B114012 | Pengaruh Kemampuan Pelaksana dan Partisipasi Masyarakat Terhadap Keberhasilan Program Desa Siaga di Desa Karanglo Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas | Program Desa Siaga merupakan salah satu upaya dalam rangka pembangunan kesehatan yang dilaksanakan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Untuk mencapai keberhasilan Program Desa Siaga tidak dapat terlepas dari peran kemampuan pelaksana dan partisipasi masyarakat sebagai sasaran program. Untuk melibatkan partisipasi aktif masyarakat sangat dibutuhkan pelaksana yang memiliki kemampuan baik teknis, sosial dan konseptual yang secara bersama-sama memiiliki pengaruh terhdap keberhasilan program. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis besarnya pengaruh kemampuan pelaksana terhadap keberhasilan program desa siaga dan pengaruh partisipasi masyarakat terhadap keberhasilan program desa siaga di Desa Karanglo Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif asosiatif dengan pendekatan survey. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah probability sampling dengan metode Random Sampling. Metode analisis data yang digunakan adalah Korelasi Kendall’s Tau-c, Korelasi Konkordansi Kendall W, dan Regresi Ordinal. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu dengan kuesioner, yang didukung dengan observasi dan dokumentasi. Hasil analisis secara kuantitatif dalam penelitian ini menunjukkan: (1) Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara kemampuan pelaksana terhadap keberhasilan program desa siaga sebesar 18,2%; (2) Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara partisipasi masyarakat terhadap keberhasilan program desa siaga sebesar 31,7%; dan (3) Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara kemampuan pelaksana dan partisipasi masyarakat terhadap keberhasilan program desa siaga sebesar 34,6%. Kesimpulan hasil penelitian ini adalah bahwa semua variabel independen memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap variabel dependen yaitu Keberhasilan Program Desa Siaga di Desa Karanglo Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas. Kata Kunci: Desa Siaga, Kemampuan Pelaksana, Partisipasi Masyarakat dan Pembangunan Kesehatan | Allert Village Program is one of the efforts in the framework of health development implemented to improve the health status of the community. To achieve the success of Allert Village Program can not be separated from the role of implementing capability and community participation as the program target. To involve the active participation of the community it is imperative that implementers with good technical, social and conceptual capabilities jointly have influence over the success of the program. This study aims to determine and analyze the magnitude of the effect of the ability of implementers to the success of the program standby village and the influence of community participation on the success of village programs alert in Karanglo Village Cilongok District Banyumas. This research uses associative quantitative research method with survey approach. Sampling technique used is probability sampling with Random Sampling method. The data analysis method used is Kendall's Tau-c correlation, Kendall W Concordance Correlation, and Ordinal Regression. Methods of data collection in this study is by questionnaire, which is supported by observation and documentation. The result of quantitative analysis in this research shows: (1) There is a positive and significant influence between the implementing ability on the success of the alert village program by 18,2%; (2) There is a positive and significant influence between the community participation on the success of the standby village program of 31,7%; and (3) There is a positive and significant influence between the implementing ability and community participation on the success of the standby village program by 34,6%. The conclusion of this study is that all independent variables have a positive and significant influence on the dependent variable that is the success of Allert Village Program in Karanglo Village, Cilongok District, Banyumas Regency. Keywords: Allert Village, Implementing Capacity, Community Participation and Health Development | |
| 19304 | 22541 | A1L014017 | EFEKTIVITAS PLANT GROWTH PROMOTING RHIZOBACTERIA ISOLAT LOKAL TANAH SAWAH TERHADAP PENYAKIT HAWAR DAUN BAKTERI (Xanthomonas oryzae pv. oryzae) DAN HASIL TANAMAN PADI | Penelitian bertujuan untuk mendapatkan PGPR isolat lokal tanah sawah yang efektif mengendalikan penyakit hawar daun bakteri dan mendapatkan PGPR isolat lokal tanah sawah yang mampu meningkatkan hasil padi. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Perlindungan Tanaman, Laboratorium Agronomi, screen house Fakultas Pertanian dan Laboratorium Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman dari bulan September 2017 sampai Maret 2018. Rancangan perlakuan yang yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 11 perlakuan dan tiga kali ulangan. Perlakuan yang dicoba yaitu kontrol tanpa inokulasi Xoo, kontrol dengan inokulasi Xoo, isolat J04 + inokulasi Xoo, isolat P07 + inokulasi Xoo, isolat P10 + inokulasi Xoo, isolat R01 + inokulasi Xoo, isolat R04 + inokulasi Xoo, isolat R08 + inokulasi Xoo, isolat R10 + inokulasi Xoo, isolat R12 + inokulasi Xoo dan isolat S03 + inokulasi Xoo. Variabel yang diamati meliputi karakterisasi bakteri PGPR, kejadian penyakit, intensitas penyakit, laju infeksi, nilai area under disease progress curve (AUDPC), jumlah anakan produktif, panjang malai, jumlah gabah isi per malai, jumlah gabah hampa per malai, bobot gabah isi per rumpun, bobot gabah hampa per rumpun, persentase gabah isi per rumpun, persentase gabah hampa per rumpun dan bobot 1000 butir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Isolat R08 efektif menekan perkembangan penyakit HDB, yaitu mampu menekan kejadian penyakit sebesar 10,06%, menurunkan intensitas penyakit hingga 8,98%, memperlambat laju infeksi 11,11% dan memiliki nilai AUDPC sebesar 6,14% hari dibandingkan dengan kontrol yang diinokulasi Xoo 2) Aplikasi PGPR belum mampu meningkatkan hasil tanaman padi. | The research aimed to obtain local isolate PGPR from rice fields that effective to control bacterial leaf blight disease and to obtain local isolate PGPR of rice fields that effective to improved the yield of rice. The research was conducted in the Plant Protection Laboratory, Agronomy Laboratory, screen house of Agriculture Faculty and Laboratory of Biology Faculty, Jenderal Soedirman University, from September 2017 to March 2018. The research design was used randomized block design (RBD) with 11 treatments and 3 replications. The treatments were control without Xoo inoculation, control with Xoo inoculation, isolate J04 + Xoo inoculation, isolate P07 + Xoo inoculation, isolate P10 + Xoo inoculation, isolate R01 + Xoo inoculation, isolate R04 + Xoo inoculation, isolate R08 + Xoo inoculation, isolate R10 + Xoo inoculation, isolate R12 + Xoo inoculation and isolate S03 + Xoo inoculation. Variables observed were characterization of PGPR bacteria, disease incidence, disease intensity, infection rate, area under disease progress curve (AUDPC), number of productive tillers, panicles length, number of grains per panicle, number of empty grains per panicle, weight of grains per plant, weight of empty grains per plant, percentage of grains per plant, percentage of empty grains per plant and 1000 grains weight. The results showed that 1) Isolate R08 was effective in suppressing the development of bacterial leaf blight disease, indicated by decreased disease incidence by 10,06%, decreased disease intensity by 8,98%, slowing infection rate by 11,11% and AUDPC value by 6,14% compared to control with Xoo inoculation 2) PGPR applications was not able to improve rice yields. | |
| 19305 | 22542 | G1B014101 | Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kelelahan Mental pada Perawat di Ruang Rawat Inap Bangsal Bedah RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga | Abstrak FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KELELAHAN MENTAL PADA PERAWAT DI RUANG RAWAT INAP BANGSAL BEDAH RSUD DR. R. GOETENG TAROENADIBRATA PURBALINGGA Maghfira Maulani(1), Suryanto(2), Nur Ulfah(3) Latar Belakang : Kelelahan mental disebabkan karena faktor psikis dikarenakan adanya persoalan kejiwaan yang belum terselesaikan dan menyebabkan stress secara psikis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor apa saja yang berhubungan dengan kelelahan mental pada perawat. Metode : Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi penelitian ini adalah 42 perawat rawat inap bangsal bedah di RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga dengan sampel sebanyak 42 perawat menggunakan teknik Total Sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Analisis data yang dilakukan yaitu analisis univariat dan bivariat. Hasil Penelitian : Variabel yang berhubungan dengan kelelahan mental pada perawat di ruang rawat inap bangsal bedah RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata yaitu shift kerja (p=0,023) dan motivasi kerja (p=0,030). Variabel yang tidak berhubungan yaitu umur (p=0,054), jenis kelamin (p=0,408), masa kerja (p=0,134) dan kebutuhan energi (p=0,661) Simpulan : Variabel yang berhubungan dengan kelelahan mental pada perawat di ruang rawat inap bangsal bedah RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata yaitu shift kerja dan motivasi kerja. Upaya yang dapat dilakukan bagi perawat adalah memanfaatkan waktu istirahat dengan baik setelah melakukan shift malam. | Abstract RELATED FACTORS WITH MENTAL FATIGUE OF INPATIENT ROOM NURSE UNIT SURGERY IN RSUD DR. R. GOETENG TAROENADIBRATA PURBALINGGA Maghfira Maulani(1), Suryanto(2), Nur Ulfah(3) Background : Mental fatigue is a branch of fatigue that can strike anyone who’s doing the work. This fatigue is cause by psychological factors due to problem that havent been resolved then causing stress. This research aims to determine what factors are associated with mental fatigue in nurses. Methods : This research is a quantitative research with cross sectional approach. The population in this research is 42 nurses inpatient of surgical unit at RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga with sample of 42 nurses using total sampling technique. Data collection technique were conducted by using questionnaire. The data were analyzed into univariate and bivariate analysis. Results : Variables that associated with mental fatigue are shift of work (p=0,023) and work motivation (p=0,030). Variables that not associated with mental fatigue are age (p=0,054), sex (p=0,408), period of work (p=0,134) and energy requirement (p=0,661). Conclusion : The variables that associated with mental fatigue of nurse in RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata are shift of work and work motivation. | |
| 19306 | 22543 | F1F011041 | A Translation Technique Analysis of References in The King's Speech Movie Subtitle | Prabowo, Lintang Fajar. 2018. A Translation Techniques Analysis of References in The King’s Speech Movie Subtitle. Skripsi. Pembimbing 1: Asrofin Nur Kholifah, S.S, M.Hum. Pembimbing 2: Dyah Raina Purwaningsih, S.S, M.Hum. Penguji: R. Pujo Handoyo, S.S, M.Hum. Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi. Universitas Jenderal Soedirman, Fakultas Ilmu Budaya, Program Studi Sastra Inggris, Purwokerto. Kata Kunci: Referensi, Teknik Penerjemahan, Teks Film. Penelitian berjudul A Translation Techniques Analysis of References in The King’s Speech Movie Subtitle dimaksudkan untuk mengidentifikasi teknik penerjemahan yang digunakan pada ujaran yang mengandung kata referensi dan tidak diterjemahkan menggunakan teknik penerjemahan harfiah pada teks terjemahan film berjudul The King’s Speech. Tiga tipe dari kata referensi yang digunakan pada penelitian ini adalah, Referensi Personal, Referensi Demonstratif, Referensi Komparatif. Peneliti menggunakan metode kualitatif dalam menganalisis data. Data pada penelitian ini adalah semua ujaran yang terdapat pada teks terjemahan dari film The King’s Speech yang tidak menggunakan teknik penerjemahan harfiah. Peneliti menggunakan teori milik Halliday dan Hasan tentang makna referensial untuk mengklasifikasikan data, dan menggunakan teori milik Molina dan Albir tentang teknik penerjemahan untuk menganalisis data. Untuk memudahkan, peneliti menggunakan lembar data yang berisi data seluruh referensi, tipe-tipe referensi, dan tipe-tipe teknik penerjemahan. Hasil penelitian menunjukkan ada 28 data yang ditemukan, data tersebut adalah 3 tipe referensi, dan 8 teknik penerjemahan yang digunakan. Data tersebut diklasifikasikan menjadi Referensi Personal (17), Referensi Demonstratif (9), Referensi Komparatif (2). Teknik penerjemahan yang digunakan adalah Adaptasi (4), Kompresi Linguistik (7), Generalisasi (1), Reduksi (3), Amplifikasi Linguistik (3), Amplifikasi (4), Kreasi diskursif (5) dan Establish Equivalent (1). Sesuai paragraf di atas dapat disimpulkan bahwa referensi personal memiliki persentasi yang paling tinggi dengan 60.71% atau 17 data dan teknik kompresi linguistik adalah teknik yang paling sering digunakan dengan 25% atau 7 kali digunakan. Teknik Linguistik Kompresi sering digunakan karena daapat dibuktikan dalam Bahasa Inggris bahwa banyak kata-kata yang membutuhkan referensi, namun dalam Bahasa Indonesia itu dapat dihilangkan tanpa merubah maknanya. Teknik Linguistik Kompresi adalah teknik yang paling tepat untuk menerjemahkan teks film. | Prabowo, Lintang Fajar. 2018. A Translation Techniques Analysis of References in The King’s Speech Movie Subtitle. Thesis. Supervisor: Asrofin Nur Kholifah, S.S, M.Hum. Supervisor 2: Dyah Raina Purwaningsih, S.S, M.Hum. External Examiner: R. Pujo Handoyo, S.S, M.Hum. Ministry of research, Technology and Higher Education, Jenderal Sudirman University, Faculty of Humanities, English Study Program, Purwokerto. Keywords : References, Translation Technique, Movie Subtitle. The research entitled “A Translation Techniques Analysis of references in The King’s Speech Movie Subtitle” aims to identify translation techniques of utterances containing reference in The King’s Speech movie subtitle which are not translated using literal translation technique. There are three types of reference used in this research, there are personal reference, demonstrative reference, and comparative reference. The researcher used a qualitative method in analyzing the data. The data are all utterances containing references in original and translated version of The King’s Speech movie which are not translated using literal translation technique. The researcher used Halliday and Hasan’s theory of referential meaning to classify data, and used Molina and Albir’s theory of translation technique to analyze data. To facilitate data analysis, the researcher used data sheet containing data of references, types of references, and types of translation techniques. The result shows that 28 data found, there are 3 types references found in data, and 9 translation techniques used. They are classified into Personal Reference (17), Demonstrative Reference (9), and Comparative Reference (2). The types of translation technique are Adaptation (4), Linguistic Compression (7), Generalization (1), Reduction (3), Linguistic Amplification (3), Amplification (4), Discursive Creation (5) and Establish Equivalent (1). From the paragraph above shows that personal reference is the highest percentages types of reference with 60.71% or 17 data, and linguistic compression technique are mostly used in this research with 25% or 7 times. It can be concluded that Linguistic Compression techniques is the mostly used in this research, it proves that in English or source language there are many expression word need those references, while in Indonesia it can be compressed. Furthermore, Linguistic Compression technique is the most appropriate technique for translating of references in the movie subtitle. | |
| 19307 | 25666 | H1B015058 | PERILAKU MEKANIK TEKAN BATANG KOMPOSIT LAMINASI KAYU SENGON - BAMBU SISTEM INTI (CORE) TERHADAP BEBAN KRITIS | Pesatnya pembangunan infrastruktur ini menyebabkan bertambahnya pula penggunaan material yang bersifat tidak dapat diperbaharui (unrenewable), seperti besi, baja, logam-logam serta hasil tambang lainnya. Oleh karena itu, diperlukan perkembangan teknologi yang mengkaji tentang material yang dapat terbaharukan. Teknologi yang sedang dikembangkan salah satunya adalah kayu-bambu laminasi.Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan karakteristik fisik batang laminasi kayu sengon dan batang komposit kayu sengon bambu laminasi serta mendapatkan karakteritik mekanik yaitu nilai beban kritis batang laminasi kayu sengon dan batang komposit kayu sengon bambu laminasi dan mendapatkan nilai faktor tekuk atau grafik euler. Metode yang digunakan adalah dengan membuat benda uji standar tekan batang komposit sistem core. Hasil pengujian fisik batang core didapatkan nilai kadar air 12,525% dengan berat jenis 0,2824. Hasil pengujian mekanik rerata beban kritis batang core 112,30 kN (20 cm), 101,50 kN (40 cm), 108,30 kN (60 cm) dan 106,60 kN (80 cm). Beban kritis menurun seiring dengan bertambahnya tinggi batang komposit. | The rapid development of the infrastructure led to the increase in the use of unrenewable materials, such as iron, steel, metals and other mining products. Therefore, technological developments are needed to study material that can be renewed. One of the technologies being developed is laminated bamboo. This study aims to obtain the physical characteristics of laminated wood and laminated wood-bamboo composite and obtain mechanical characteristics namely the value of critical load of wood laminated rod and laminated wood-bamboo composite rod and get buckling factor or euler graph values. The method used is by making a standard test specimen for core system composite rods. The results of physical testing of core rods obtained a moisture content of 12.525% with a specific gravity of 0.2824. The mechanical test results average the critical load of core rods 112.30 kN (20 cm), 101.50 kN (40 cm), 108.30 kN (60 cm) and 106.60 kN (80 cm). Critical load decreases with increasing composite rod height. Keywords: laminate composite timber, core systems, critical loads, slipping numbers, euler chart | |
| 19308 | 22546 | C1K014016 | The Effect of Employee Silence Dimensions on Affective Commitment (Study on Employees of KPP Pratama Purwokerto) | Penelitian ini merupakan penelitian survei pada karyawan KPP Pratama (Kantor Pelayanan Pajak) cabang Purwokerto. Penelitian ini mengambil judul: “The Effect of Employee Silence Dimensions to Affective Commitment”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dimensi-dimensi Employee Silence (dalam Bahasa Indonesia silence berarti diam, kesunyian, kebisuan, kebungkaman, atau keheningan) terhadap komitmen afektif karyawan. Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan KPP Pratama (Kantor Pelayanan Pajak) cabang Purwokerto. Jumlah responden yang diambil dalam penelitian ini adalah 54 responden, kemudian metode purposive sampling digunakan sebagai sarana menjaring responden yang sesuai dengan penelitian ini. Berdasarkan hasil penelitian dan data analisis menggunakan Analisis Regresi Berganda menunjukkan bahwa: (1) Acquiescent Silence tidak memiliki pengaruh secara signifikan terhadap Affective Commitment, (2) Defensive Silence berpengaruh negatif terhadap Affective Commitment, (3) Diffident Silence tidak memiliki pengaruh secara signifikan terhadap Affective Commitment, serta (4) Deviant Silence berpengaruh negatif terhadap Affective Commitment. Implikasi dari kesimpulan di atas yaitu ada baiknya karyawan KPP Pratama Purwokerto mempertahankan sikap setia dan kemauan untuk berbagi opini atau masukan terhadap organisasi sebagai bentuk partisipasi guna membangun organisasi yang utuh dan kokoh. Dalam prosesnya, dibutuhkan adanya semangat positif dan kompetisi yang sehat diantara para karyawan guna memperkuat nilai-nilai kekeluargaan sebagai sesama anggota organisasi. | This research is a quantitative research using survey method by giving questionnaire to the employees of KPP Pratama Purwokerto.. The title of this research is “The Effect of Employee Silence Dimensions to Affective Commitment (Study on Employees of KPP Pratama Purwokerto)”. This reasearch aims to find out the effect of dimensions of employee silence (in Bahasa silence means diam, kesunyian, kebisuan, kebungkaman, or keheningan) that include Acquiescent Silence, Defensive Silence, Diffident Silence, and Deviant Silence on Affective Commitment. The research population is employees currently working for KPP Pratama Purwokerto. There were 54 employees chosen as respondents of the research. Purposive Sampling Method is used in the determination of sample of this research. Based on result of the research and data analysis using Multiple Regression Analysis, it was revealed that : (1) Acquiescent Silence does not have significant effect on Affective Commitment, (2) Defensive Silence has significantly negative effect on Affective Commitment, (3) Diffident Silence does not have significant effect on Affective Commitment, and (4) Deviant Silence has significantly negative effect on Affective Commitment. As implications of the conclusion are it will be good for employees of KPP Pratama Purwokerto to maintain their loyalty and willingness to share opinions or feedbacks as forms of participation in order to construct a firm and complete organization. Within the process of constructing shall the employees possess positivity and healthy competition among them in order to strengthen the kinship values as organizational fellow members. | |
| 19309 | 22547 | A1H014026 | PENGGUNAAN ICE GEL SEBAGAI PENDINGIN DALAM MEMPERPANJANG UMUR SIMPAN SAWI HIJAU (Brassica juncea L.) | Produk pascapanen hortikultura berupa sayuran daun sangat mudah mengalami kemunduran kualitas yang dicirikan oleh terjadinya proses pelayuan yang cepat. Sawi hijau adalah sayuran daun yang banyak diproduksi oleh petani sayuran karena permintaan yang terus meningkat. Tujuan dari penelitian ini yaitu (1) mengamati karakteristik ice gel yang digunakan dalam kemasan pada penyimpanan sawi hijau, (2) mengetahui pengaruh penggunaan ice gel terhadap perubahan mutu, (3) mengetahui pengaruh ice gel terhadap umur simpan produk, (4) mengetahui distribusi suhu di dalam kemasan (styrofoam). Penelitian di laksanakan secara experimental dengan 4 perlakuan, yaitu K1G1 menggunakan 5 ice gel (4 sampingdan 1 atas), K1G2 menggunakan 5 ice gel (5 atas), K1G3 menggunakan 3 ice gel (3 atas), dan K1G4 tanpa menggunakan ice gel serta setiap perlakuan terdiri dari 3 ulangan. Variabel yang diukur meliputi: susut bobot, kekerasan batang, warna, kadar air, dan suhu. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa ice gel memiliki karakteristik ketahanan yang berbeda-beda tergantung pada cara pemakaianya. Ice gel yang digunakan di dalam styrofoam mampu memperpanjang masa pakai ice gel apabila dibandingkan dengan ice gel yang digunakan pada suhu ruang. Perubahan mutu pada sawi hijau diamati berdasarkan pada susut bobot, kekerasan batang, warna, dan kadar air. Perlakuan K1G4 memiliki presentase susut bobot paling besar sekitar 8,91% Perlakuan K1G1 memiliki kekerasan akhir paling besar sekitar 0,55 kg. Pada perubahan warna daun, perlakuan K1G1 lebih baik dibandingkan dengan K1G2, K1G3, K1G4, sedangkan pada perubahan warna batang yang lebih baik terjadi pada perlakuan K1G2, K1G3, K1G4. Kadar air daun seluruh perlakuan tidak banyak mengalami perubahan. Kadar air daun awal penelitian rata-rata 89,05% s/d 89,96%. Kadar air daun akhir penelitian (setelah 13 hari penyimpanan) rata-rata 88,68% s/d 89,85%. Sedangkan kadar air batang awal penelitian rata-rata 88,81% s/d 89,62% dan kadar air batang akhir (setelah 13 hari penyimpanan) rata-rata 88,81% s/d 89,62%. Distribusi suhu diukur didalam kemasan styrofoam pada perlakuan K1G1, K1G2, K1G3 berkisar antara (-5) s/d (-8)ºC untuk waktu 0 menit (awal), terjadi kenaikan suhu berkisar antara (-1) s/d (-3)ºC pada waktu 30 menit, dan terjadi kenaikan suhu kembali berkisar antara 0 s/d (-1)ºC pada waktu 60 menit. | Postharvest horticultural products in the form of leaf vegetables are very easy to decline the quality that is characterized by the occurrence of the withering process quickly. Mustard greens are vegetables that leaves many produced by the farmers of vegetables because of increasing demand. The goals of this research are (1) observing the characteristics of ice gel that is used in packaging on storage of mustard greens, (2) know the influence of the use of ice gel to changes in quality, (3) know how the ice gel against the shelf life of the product, (4) knowing the temperature distribution inside the packaging(styrofoam). Research conducted in experimental with 4 treatments, namely K1G1 using 5 ice gel (4 side and 1 above), K1G2 using 5 ice gel (5 above), the K1G3 uses 3 ice gel (3 above), and K1G4 without the use of ice gel as well as any treatment consists of 3 replicates. Variables that are measured include: reduced weight, stem violence, color, moisture, and temperature. The results of the measurements indicate that the ice gel has the characteristic resilience which varies depending on how its use. Ice gel used in styrofoam is able to extend the lifetime of ice gel when compared with ice gel that is used at room temperature. Quality change on mustard greens observed based on the reduced weight, hardness, color, and stem moisture content. K1G4 treatment has the greatest percentage of weight was reduced about 8.91%. K1G1 treatment has the greatest end violence around 0.55 kg. On the discoloration of the leaves, K1G1 treatment better than the K1G2, K1G3, K1G4, while on the discoloration of a better stem occurs on treatment K1G2, K1G3, K1G4. Water content leaves the entire treatment is not much changed. Water content of leaves early research an average of 89.05% s/d 89.96%. Water content of leaves end of research (after 13 day storage) average 88.68% s/d 89.85%. Whereas early research rod water content average 88.81% s/d 89.62% and water content of the rod end (after 13 day storage) average 88.81% s/d 89.62%. The distribution of the temperature measured in the styrofoam packaging treatment K1G1, K1G2, K1G3 in the range (-5) until (-8)ºC for time 0 minutes (initial), temperature increase occurs in the range (-1) s/d (-3)ºC at the time of 30 minutes, and occurring temperature increase return ranges between 0 s/d (-1)ºC at the time of 60 minutes.. | |
| 19310 | 25552 | C1L015051 | PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TALKING STICK DAN MINAT BELAJAR SISWA TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI IPS SMA NEGERI 1 BATURRADEN | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan perbedaan minat belajar dan hasil belajar antara model pembelajaran kooperatif tipe talking stick dengan model konvensional, untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe talking stick terhadap hasil belajar, untuk mengetahui pengaruh minat belajar terhadap hasil belajar serta untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe talking stick dan minat belajar terhadap hasil belajar. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas XI IPS di SMA Negeri 1 Baturraden. Jumlah sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah 58 siswa yaitu 2 kelas XI IPS yang terdiri dari kelas XI IPS 1 berjumlah 24 siswa dan kelas XI IPS 2 berjumlah 34 siswa. Purposive Sampling digunakan dalam penentuan sampel. Berdasarkan penelitian dan analisis data menunjukkan bahwa (1) Terdapat perbedaan minat belajar antara siswa yang menggunakan model pembalajaran kooperatif tipe talking stick dengan siswa yang menggunakan model pembelajaran konvensional (2) Terdapat perbedaan hasil belajar antara siswa yang menggunakan model pembalajaran kooperatif tipe talking stick dengan siswa yang menggunakan model pembelajaran konvensional (3) Model pembelajaran kooperatif tipe talking stick berpengaruh terhadap minat belajar siswa mata pelajaran ekonomi kelas XI IPS SMA Negeri 1 Baturraden (4) Minat belajar berpengaruh terhadap hasil belajar siswa mata pelajaran ekonomi kelas XI IPS SMA Negeri 1 Baturraden (5) Model pembelajaran kooperatif tipe talking stick dan minat belajar berpengaruh terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi kelas XI IPS SMA Negeri 1 Baturraden. Kata Kunci : Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Talking Stick, Hasil Belajar, dan Minat Belajar | This research have a purpose to determine the differences in learning interest and learning outcomes between cooperative learning models talking stck type and conventional models, to determine the effect of cooperative learning models type of talking stick on learning outcomes, to determine the effect of interest in learning on learning outcomes, to determine the effect of the model cooperative learning talking stick type and interest in learning about student learning outcomes. The study population was students of class XI IPS in High School 1 Baturraden. The number of samples taken in this study were 58 student, namely 2 classes XI IPS which consisted of XI IPS 1 class totaling 24 student and XI IPS 2 totaling 34 student. Purposive sampling method used in determining the sample. Based on research and analysis show that (1) There are differences in learning interst between student who use the cooperative learning model talking stick type and students who use conventional learning models (2) There are diffences in learning outcomes between students who use conventional learning models (3) The cooperative learning model of the talking stick type influences the learning interest of students in economic class XI IPS in Public High School 1 Baturraden. (4) Interest in learning influences the learning outcomes of student in economic class XI IPS in Public High School 1 Baturraden (5) Cooperatif learning model talking stick type and interest in learning affect the learning outcomes of student in economic subjects class XI IPS in Public High School 1 Baturraden. Keywords: Cooperative Learning Model Talking Stick, Interest in Learning, Learning Outcomes | |
| 19311 | 22549 | A1L114047 | UJI MEDIUM TEPUNG BERAS UNTUK PERBANYAKAN Trichoderma harzianum DALAM MENGENDALIKAN PENYAKIT REBAH SEMAI (Pythium sp.) BIBIT MENTIMUN | Penyakit rebah semai yang disebabkan oleh Pythium sp. merupakan penyakit yang sering menimbulkan kerugian pada tanaman mentimun. Beberapa penyakit tanaman yang terinfeksi patogen tular-tanah sudah dapat dikendalikan dengan aplikasi Trichoderma sp. Medium yang sering digunakan saat ini untuk perbanyakan Trichoderma sp. adalah medium beras dan jagung tetapi medium tersebut untuk perbanyakan secara massal memerlukan biaya yang lebih tinggi. Perbanyakan T. harzianum dalam medium tepung beras pernah dilakukan dalam formula butiran, tetapi konsentrasi yang tepat tepung beras untuk perbanyakan T. harzianum formula cair belum diketahui. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui konsentrasi larutan tepung beras yang tepat untuk perbanyakan T. harzianum, mengetahui pengaruh aplikasi T. harzianum dalam larutan tepung beras konsentrasi terbaik dalam mengendalikan penyakit rebah semai (Pythium sp.) pada bibit mentimun dan pengaruhnya terhadap pertumbuhan bibit mentimun. Penelitian ini telah dilaksanakan di Laboratorium Perlindungan Tanaman dan screen house Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, mulai dari Oktober 2017 sampai Januari 2018. Penelitian ini menggunakan dua rancangan yaitu Rancangan Acak Lengkap untuk uji in-vitro yaitu dengan 5 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan yang dicoba meliputi T. harzianum dalam medium PDB (Potato Dextrose Broth), T. harzianum dalam medium larutan tepung beras dengan konsentrasi 5, 10, 15, dan 20 g/L. Rancangan Acak Kelompok digunakan untuk uji in-planta yaitu dengan 6 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan yang dicoba meliputi: kontrol, T. harzianum dalam medium PDB, T. harzianum dalam medium larutan tepung beras 5, 10, 15, dan 20 g/L. Variabel yang diamati yaitu kepadatan konidium T. harzianum, masa inkubasi, kejadian penyakit, luasan area di bawah kurva perkembangan penyakit (AUDPC), tinggi tanaman, panjang akar, bobot akar segar, dan bobot tanaman segar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepadatan konidium T. harzianum tertinggi pada larutan tepung beras konsentrasi 20 g/L sebesar 9,60 x 〖10〗^9 konidium/mL pelarut. Konsentrasi yang tepat dalam mengendalikan penyakit rebah semai pada bibit mentimun yaitu larutan tepung beras konsentrasi 15 g/L, dengan kepadatan konidium 2,52 x 〖10〗^9 konidium/mL pelarut, mampu menunda masa inkubasi sebesar 120 %, serta nilai AUDPC (Area Under Disease Progress Curve) sebesar 10, tetapi tidak mampu menekan kejadian penyakit dan tidak dapat meningkatkan tinggi tanaman, panjang akar, bobot segar akar, dan bobot segar tanaman. | Damping-off disease caused by pythium sp. is a disease that often causing losses in cucumber plants. Saveral crop diseases infected by soil-borne pathogen have been controled by Trichoderma sp. aplication. Media used for Trichoderma sp. propagation is commonly rise and coconut water but the media for mass production need high cost. Propagation of T. harzianum in rice powder media have been done for granul formula, however the right concentration of rice powder for liquid propagation of T. harzianum has not understood. This research aimed to how the right concentration of rice powder for propagation of T. harzianum, the effect of T. harzianum aplication in the best rice powder concentration for controling the disease and its effect on cucumber seedling growth. This research has been carried out at the Plant Protection Laboratory and the screen house of the Faculty of Agriculture, General Soedirman University, Purwokerto, from October 2017 to January 2018. This study used Randomized Block Design (RAK) with 6 treatments and 5 replications. The treatments included: control, T. harzianum was reproduced in PDB (Potato Dextrose Broth) medium, T. harzianum was reproduced in rice solution medium 5, 10, 15 and 20 g L^(-1). The variables observed were conidium density of T. harzianum, incubation period, disease occurrence, area under the disease progress curve (AUDPC), plant height, root length, fresh root weight and fresh plant weight. The results showed that the highest T. harzianum conidia density were found in rice flour solution medium with concentration of 20 g L^(-1) as 9,60 x 〖10〗^9conidia mL^(-1). The proper concentration of rrice flour solution to control damping-off in cucumber seedlings was 15 g L^(-1) indicated by delaying the incubation period of 120 % and the lowing of AUDPC as 10, but it couldn’t suppressing the disease incidence and couldn’t increase plant height, root length, fresh root weight. | |
| 19312 | 22550 | F1C011050 | POLA KOMUNIKASI GURU MATA PELAJARAN UJIAN NASIONALDENGAN SISWA BERPRESTASI | Proses pembelajaran di kelas merupakan suatu interaksi antara guru dengan siswa dan suatu komunikasi timbal balik yang berlangsung dalam suasana eduakatif untuk pencapaian tujuan belajar. Guru tidak harus selalu menjadi pihak yang dominan yang berperan sebagai pemberi informasi, guru harusnya dapat memberikan stimulus agar siswa menjadi aktif.Pola komunikasi saat pembelajaran di SMP 5 Cilacap, tekadang guru selaku komunikator tidak dapat menyampaikan pesannya dengan sukses karena siswa sulit memahami apa yang disampaikan oleh guru. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pola komunikasiantara guru mata pelajaran ujian nasional (UN) dengan siswa berprestasi, hambatan dan solusinya di SMP N 5 Cilacap.Penelitian ini menggunakan pendekatan kulitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Teknik yang digunakan untuk menganlisis data menggunakan analisis data model interaktif Mills and Huberman yang terdiri dari tahap pengumpulan data, reduksi data, penyajiian data dan kesimpulan/verifikasi. Pola komunikasi antara guru mata pelajaran ujian nasional (UN) dengan siswa berprestasi diketahui berdasarkan hasil penelitan bahwa mereka menggunakan pola komunikasi bintang, semua anggota saling berkomunikasi satu sama lainnya, tidak terpusat pada satu orang saja.Dalam melaksanakan pola komunikasi bintang terdapat beberapa hambatan yang terjadi, namun berhasil dipecahkan melalui beberapa solusi yang telah diterapkan. Peneliti berharap, guru dan siswa dapat lebih aktif dalam menjalin komunikasi selama kegiatan belajar mengajar supaya dapat mencapai tujuan pembelajaran. Selain itu, metode dan teori dalam penelitian tentang pola komunikasi dapat lebih dieksplorasi. | The learning process in the classroom is an interaction between teachers and students and a reciprocal communication that takes place in an educational atmosphere to the achievement of the learning objectives. The teacher should not only be the dominant that acts as a informant, but the teacher should also give stimulus for the students to be active. The communication pattern when teaching and learning in SMP 5 Cilacap, sometimes the teacher as a communicator can notsuccess deliver the message because the students difficult to understand what is conveyed by the teacher. The purpose of this study was to determine the communication pattern between the teachers' national exam (UN) subjects with students' achievement, obstacles and solutions in SMP N 5 Cilacap. This study was used qualitative descriptive approach. Data collection was done through observation, deep interview, and documentation. The techniques used to analyze data was using data analysis interactive model Mills and Huberman consisting of data collection stage, data reduction, data presentation and conclusion/verification. The communication pattern between teachers' national exam (UN) subjects with students' achievement known based on the results of research that the teachers and students used communication patterns of stars, all members communicate to each other, not centered on one person only. In carrying out the communication pattern of stars, there were several obstacles that occur, but successfully solved through some solutions that have been applied. The researcher hope, teachers and students can be more active in the communication during teaching and learning activities in order to achieve the learning objectives. In addition, methods and theory in the study of communication pattern can be further explored. | |
| 19313 | 22551 | H1K011027 | ANALISIS KANDUNGAN PROTEIN DAN ZAT BESI TIRAM (Crassostrea cucullata) PADA TINGKAT KEDALAMAN BERBEDA DI PERAIRAN TELUK PENYU, CILACAP | Penelitian ini memiliki judul analisis kandungan protein dan zat besi tiram (Crassostrea cucullata) pada tingkat kedalaman berbeda di perairan teluk penyu, Cilacap. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan protein dan zat besi yang terdapat pada tiram C. cucullata, dan juga untuk mengetahui tentang pengaruh kedalaman terhadap kandungan protein dan zat besi tiram C. cucullata di perairan Pantai Teluk Penyu, Cilacap. Penelitian ini menggunakan metode survai dan analisis laboratorium. Pengambilan sampel dilakukan pada bulan April 2018 di perairan Pantai Teluk Penyu. Percobaan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL), dengan perlakuan kedalaman (A) 0 cm; (B) 50 cm; (C) 100 cm dan (D) 150 cm, masing-masing perlakuan dibuat ulangan 3 (tiga) kali. Analisis kandungan protein dan zat besi dilakukan di Laboratorium Tanah, Fakultas Pertanian,Universitas Jenderal Soedirman. Data yang diperoleh selanjutnya ditabulasi dan dianalisis secara deskriptif. Untuk mengetahui adanya perbedaan kandungan protein dan zat besi pada setiap perlakuan kedalaman digunakan uji Anova, dengan uji lanjut Tukey. Sedangkan untuk mengetahui pengaruh kedalaman terhadap kandungan protein dan zat besi tiram C. cucullata digunakan analisis korelasi-regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan protein tertinggi (6,37–6,44%) terdapat pada perlakuan kedalaman 0–50 cm (P>0,05). Kandungan zat besi tertinggi (2,25–2,39 ppm) terdapat pada kedalaman 0–50 cm (P>0,05). Hasil analisis menunjukkan bahwa kedalaman berpengaruh nyata terhadap kandungan protein dan zat besi tiram C. cucullata. Semakin dalam perairan, maka kandungan protein dan zat besi yang terdapat dalam tiram akan semakin menurun. | This research has the title analysis protein and iron content of oyster (Crassostrea cucullata) on different depth levels in Teluk Penyu waters, Cilacap. This study aims to determine the protein and iron content of C. cucullata, and also to find out the effect of depth water on protein and iron content of C. cucullata in the Teluk Penyu Beach, Cilacap. This study was used survey and laboratory analysis methods. Sampling was conducted in April 2018 in Teluk Penyu waters. The experiment used a completely randomized design (CRD), with the treatment of depth is (A) 0 cm; (B) 50 cm; (C) 100 cm and (D) 150 cm, each treatment was replicated 3 times. Analysis of protein and iron was carried out at the Soil Laboratory, Faculty of Agriculture, General Soedirman University. The data was obtained then tabulated and analyzed descriptively. Anova test was used to determine the differences in protein and iron content in each treatment, it will be followed by the Tukey test. Meanwhile, to determine the effect of depth on C.cucullata protein and iron content was used correlation-regression analysis. The results showed that the highest protein content (6,37 – 6,44%) was found at 0 – 50 cm (P>0,05) depth treatment. The highest iron content (2,25 – 2,39 ppm) was found in 0 – 50 cm (P>0,05). The analysis showed that depth significantly affected to the protein and iron contained of oysters C. cucullata. The deeper water, the protein and iron contained of oysters will decrease. | |
| 19314 | 28538 | C2D018010 | Constraint Review and Implementation of audits on technology-based Startup Companies in Indonesia | Masa depan digital dan teknologi Internet berbasis perusahaan sangat prospektif. Namun beberapa kendala juga muncul karena tidak semua startups memiliki investor malaikat yang bersedia menyuntikkan modal awal yang besar untuk operasi awal. Standar akuntansi yang digunakan untuk menilai kapitalisasi pasar startup cukup sulit untuk diterapkan karena apa yang dinilai bukan aset nyata melainkan potensi pangsa pasar pengguna teknologi produk atau aplikasi mereka, yang cenderung volatil dan Tidak menentu. Kendala lain dalam proses Audit adalah bahwa sebagian besar kegiatan pengolahan data berlangsung dengan menggunakan program (komputer), yang secara fisik tidak dapat dilihat. Makalah ini membahas hambatan yang dihadapi oleh perusahaan startup dan pelaksanaan audit mereka. | The future of digital and internet technology-based companies is very prospective. But some obstacles also arise because not all startups have angel investors who are willing to inject large initial capital for initial operations. Accounting standards used to assess startup market capitalization are quite difficult to apply because what is assessed is not real assets but rather the potential market share of users of their technology products or applications, which tends to be volatile and uncertain. Another obstacle in the audit process is that most data processing activities take place using (computer) programs, which physically cannot be seen. This paper discusses the obstacles faced by startup companies and the implementation of their audits. | |
| 19315 | 22552 | G1A014006 | KORELASI DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP KEJADIAN PERCOBAAN BUNUH DIRI PADA PENDERITA SKIZOFRENIA DI RSUD BANYUMAS | Latar Belakang: Skizofrenia adalah gangguan jiwa yang bersifat kronis. World Health Organization (WHO) menyatakan bahwa diseluruh dunia, tercatat dari 450 juta orang dengan gangguan jiwa, 25 juta kasus diantaranya adalah skizofrenia, sebanyak 1 juta melakukan bunuh diri setiap tahunnya. Kejadian di RSUD Banyumas sendiri tercatat sekitar 14 % dari percobaan bunuh diri berhubungan dengan penderita skizofenia dan 5 % pasien meninggal dunia akibat bunuh diri. Keluarga memiliki fungsi strategis dalam menurunkan angka kekambuhan pasien skizofrenia, sehingga dengan adanya dukungan keluarga yang dapat menurunkan angka kekambuhan diharapkan dapat menurunkan atau mengurangi kejadian percobaan bunuh diri penderita skizofrenia. Tujuan: Mengetahui korelasi dukungan keluarga terhadap kejadian percobaan bunuh diri pada penderita skizofrenia di RSUD Banyumas. Metode: Rancangan observasional analitik, desain penelitian cross sectional dengan menjawab kesioner dukungan keluarga dan wawancara percobaan bunuh diri. Pengambilan subjek dengan consecutive non probability sampling sebanyak 44 orang.Hasil: Dukungan keluarga memiliki nilai rerata 57,32 dan rerata kejadian percobaan bunuh diri 0,89 serta hasil uji non parametrik Spearman dengan nilai p=0,708. Kesimpulan: Tidak terdapat korelasi yang signifikan maupun bermakna secara klinis antara dukungan keluarga dengan kejadian percobaan bunuh diri pada penderita skizofrenia di RSUD Banyumas. | Background: Schizophrenia is a chronic mental disorder. World Health Organization (WHO) states that around the world, recorded from 450 million people with mental disorders, 25 million cases of it are schizophrenia, and 1 million cases commit suicide each year. The incidence at Banyumas Regional Public Hospital accounted for about 14% of suicide attempts related to schizophrenia and 5% of patients died of suicide. The family has a strategic function in reducing the recurrence rate of schizophrenic patients, so that with the support of families who can reduce the rate of recurrence is expected to reduce or to decrease of schizophrenic suicide attempts. Objective: To know the correlation of family support and suicide attempted in schizophrenic patient in Banyumas Regional Public Hospital. Methods: Observational-analytic design, cross-sectional study design, done by a direct interview to answer the family support questionnaire and suicide attempted interviews. Taking subject with consecutive non probability sampling counted 44 people. Result: Family support has a mean value of 57.32 and an average of 0.89 suicide attempt and non Spearman non parametric test with p = 0.708. Conclusion: There is no significant correlation or clinical significance between family support and the incidence of suicide attempts in schizophrenic patients at Banyumas regional public hospital. | |
| 19316 | 22553 | F1B114008 | Pengelolaan Dana Desa Kotayasa Kecamatan Sumbang Berdasarkan Prinsip Good Governance | Penelitian ini didasarkan oleh adanya Undang-Undang No. 6 Tahun 2014 Tentang Desa yang menyatakan bahwa desa memiliki hak dan wewenang untuk mengatur dan mengurus sendiri urusan kepemerintahannya baik dari urusan kepentingan masyarakat desa sampai pengelolaan keuangan desa. Pengelolaan Keuangan Desa ini diatur oleh Peraturan Pemerintah No.113 Tahun 2014 Tentang Pengelolaan Keuangan Desa. Keuangan desa terdiri dari Pendapatan Asli Desa (PADesa), APBN, dan APBD yang mana salah satunya adalah Dana Desa yang berasumber dari APBN. Di dalam Peraturan Pemerintah No.113 Tahun 2014 Tentang Pengelolaan Keuangan Desa ini dikatakan bahwa dalam mengelola dana desa harus akuntabel, transparan, partisipatif, tertib dan disiplin anggaran. Oleh karena itu, Penelitian yang berjudul “Pengelolaan Dana Desa Kotayasa Kecamatan Sumbang Berdasarkan Prinsip Good Governance” memiliki tujuan penelitian yaitu untuk menganalisis dan mendeskripsikan proses pengelolaan dana desa Kotayasa, Kecamatan Sumbang dengan menggunakan prinsip good governance dari Sedarmayanti yang terdiri dari Akuntabilitas, Transparansi, Dan Partisipasi. Pada penelitian ini metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pemilihan informan menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data pana penilitian ini dilkaukan dengan wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini ditemukan bahwa proses pengelolaan Dana Desa Kotayasa, Kecamatan Sumbang berdasarkan prinsip good governance masih belum optimal dalam pelaksanaannya. Hal ini terlihat pada proses akuntabilitas pada pengelolaan dana desa Kotayasa Kecamatan Sumbang belum mencapai tujuan dan sasaran dan akuntabilitas horizontal sedangkan untuk akuntabilitas vertikal pada Desa Kotayasa sudah dapat dikatakan baik hal ini dikarenakan pelaksanaan akuntabilitas vertikal sudah sama seperti Permendagri No.113 Tahun 2014 Tentang Pengelolaan Keuangan Desa. Sedangkan untuk proses transparansi dalam pengelolaan Dana Desa Kotayasa, Kecamatan Sumbang juga masih dikatakan belum maksimal dalam pelaksanaannya, karena kurangnya kemudahan akses serta keterbukaan informasi tentang penggunaan dana desa dan masih kurang efektifnya website desa dalam kemudahan akses dan keterbukaan informasi penggunaan dana desa. Dan untuk partisipasi masyarakat dalam pengelolaan dana desa ini sudah dikatakan baik karena masyarakat Desa Kotayasa ikut serta dalam proses pengambilan keputusan kegiatan program dari dana desa, pelaksanaan kegiatan, serta evaluasi. Kata Kunci: Akuntabilitas, Partisipasi, Pengelolaan Dana Desa, Transparansi | This research is based on the existence of Undang-Undang No. 6 Tahun 2014 Tentang Desa that villages have the right and authority to organize and manage their own governmental affairs both from the interests of the village community to the management of village finances. The Village Finance Management is governed by Government Regulation No.113 of 2014 on Village Financial Management. The village finance consists of the village's original income (PADesa), APBN, and APBD, one of which is the Village Fund from the State Budget (APBN). In Government Regulation No.113 of 2014 on Village Finance Management, it is said that in managing the village funds must be accountable, transparent, participatory, orderly and budget discipline. Therefore, the research entitled "Management of Village Funds Kotayasa Subdistrict Sumbang Based on Good Governance Principles" has the purpose of research that is to analyze and describe the process of village fund management Kotayasa, District Sumbang using the principles of good governance from Sedarmayanti consisting of Accountability, Transparency, And Participation. In this research, the research method used is qualitative descriptive with the technique of selecting informant using purposive sampling. The collection of this research data was conducted with in-depth interviews, observation, and documentation. The results of this study found that the management process of the Kotayasa Village Fund, Kecamatan Sumbang based on the principles of good governance is still not optimal in its implementation. This can be seen in the accountability process in the management of Kotayasa Village, Sumbang Subdistrict, which has not achieved its goals and objectives and horizontal accountability, while for vertical accountability in Kotayasa Village it can be said to be good, because the implementation of vertical accountability is the same as Permendagri No.113 of 2014 concerning Financial Management Village. As for the transparency process in the management of the Kotayasa Village Fund, Sumbang Subdistrict is also said to have not been maximized in its implementation, because of the lack of easy access and information disclosure about the use of village funds and the ineffectiveness of village websites in easy access and information disclosure of village fund use. And for community participation in village fund management it is said to be good because the Kotayasa Village community participates in the decision making process of program activities from village funds, implementation of activities, and evaluation. Keywords: Accountability, Participation, Transparency, Village Fund Management | |
| 19317 | 22554 | H1A013008 | PEMANFAATAN ZEOLIT ALAM AKTIF DALAM PRETREATMENT PEMBUATAN AIR ALKALI (ALKALINE WATER) MENGGUNAKAN REAKTOR ELEKTROLISIS SEDERHANA | Telah dilakukan penelitian mengenai pemanfaatan zeolit alam aktif dalam pretreatment pembuatan air alkali menggunakan reaktor elektrolisis sederhana. Zeolit alam aktif digunakan sebagai media pemurnian air sebelum proses elektrolisis. Parameter air yang dianalisis meliputi power of hydrogen (pH), total dissolved solids (TDS), dan electrical conductivity (EC). Hasil penelitian menunjukkan pretreatment zeolite pada laju alir 8 mL/menit mampu menjadi adsorben dalam metode pembuatan air alkali yang dapat menurunkan nilai TDS sebesar 43 % dari total TDS 74 ppm . Waktu optimum elektrolisis selama 8 jam dengan luas penampang elektroda 40 cm2 dapat menaikkan pH 26,53%, TDS 21,05%, dan EC 21,25%. | Research has been conducted on the use of active natural zeolites in the pretreatment of making alkaline water using a simple electrolysis reactor. Active natural zeolite is used as a water purification medium before the electrolysis process. Water parameters analyzed include power of hydrogen (pH), total dissolved solids (TDS), and electrical conductivity (EC). The results showed that zeolite pretreatment at a flow rate of 8 mL /min was able to become an adsorbent in the method of making alkaline water which could reduce the TDS value by 43% of the total TDS of 74 ppm. The optimum electrolysis time for 8 hours with a 40 cm2 electrode cross-sectional area can increase pH 26.53%, TDS 21.05%, and EC 21.25%. | |
| 19318 | 25553 | F1A015048 | Status Whatsapp sebagai Bentuk FoMO (Fear of Missing Out) dan Eksistensi Diri | Artikel ini menggambarkan mengenai bagaimana status Whatsapp menjadi bentuk eksistensi. Status Whatsapp menjadi fenomena akibat kecanduan media sosial yang disebut dengan FoMO (Fear of Missing Out). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Dalam penelitian ini data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan beberapa informan yang aktif menggunakan Whatsapp baik laki-laki maupun perempuan. Selain itu, dalam penelitian ini juga menganalisis isi dari status Whatsapp seseorang yang menunjukkan bentuk eksistensi dan FoMO. Penelitian menunjukkan bahwa orang-orang menggunakan status Whatsapp sebagai bentuk eksistensi diri yang ingin mereka dapatkan. Mereka juga mengakui bahwa mereka akan merasa lega dan merasakan kepuasan setelah mereka memperbarui status. Sebaliknya, apabila mereka tidak bisa memperbarui statusnya maka mereka akan merasa resah, khawatir, bahkan merasakan stress. Hal tersebut merupakan ciri dari fenomena FoMO (Fear of Missing Out) sebagai akibat dari kecanduan media sosial dan banyak dirasakan orang khususnya pada era modern seperti sekarang. | This article describes how Whatsapp status is a form of existence. Whatsapp status is a phenomenon due to social media addiction called FoMO (Fear of Missing Out). This study uses a qualitative method. In this study data was obtained through in-depth interviews with several informants who actively used Whatsapp both men and women. In addition, in this study also analyzed the contents of someone's Whatsapp status which shows the form of existence and FoMO. Research shows that people use Whatsapp status as a form of self-existence they want to get. They also admitted that they would feel relieved and feel satisfaction after they renewed their status. Conversely, if they cannot renew their status, they will feel anxious, worried, and even feel stressed. This is a feature of the FoMO (Fear of Missing Out) phenomenon as a result of social media addiction and is felt by many people, especially in the modern era like now. | |
| 19319 | 25718 | A1L114017 | PENGARUH FREKUENSI DAN WAKTU PEMBERIAN PUPUK DAUN TERHADAP PERTUMBUHAN VEGETATIF TANAMAN ANGGREK DENDROBIUM (Dendrobium sp.) | Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendapatkan frekuensi pemupukan pupuk daun yang paling tepat untuk pertumbuhan vegetatif tanaman anggrek dendrobium, (2) mendapatkan waktu pemupukan pupuk daun yang paling tepat untuk pertumbuhan vegetatif tanaman anggrek dendrobium, dan (3) mengetahui hubungan antara frekuensi dan waktu pemupukan pupuk daun terhadap pertumbuhan vegetative tanaman anggrek dendrobium. Penelitian ini dilaksanakan di screen house yang berlokasi di desa Banjarsari Kulon, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas dan Laboratorium Agronomi dan Hortikultura Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian ini berlangsung selama kurang lebih 12 minggu terhitung sejak bulan September hingga bulan Desember 2018. Rancangan yang digunakan adalah RAK dengan dua faktor, dua ulangan dan terbagi dalam tiga blok. Faktor yang pertama yaitu Frekuensi pemupukan P1, P2, P3 dan P4 Faktor kedua yaitu waktu pemupukan W1, W2 dan W3. Hasil penelitian menunjukkan pemberian pupuk setiap 2 hari sekali menunjukkan pengaruh yang nyata pada beberapa variabel pengamatan. Perlakuan pemupukan setiap 2 hari sekali mampu meningkatkan tinggi tanaman, jumlah daun dan jumlah stomata setelah 12 minggu perlakuan. Untuk faktor lainnya yaitu waktu pemupukan di sore hari mampu meningkatkan jumlah stomata setelah 12 minggu perlakuan. Namun, tidak ada variabel yang berpengaruh nyata pada interaksi antara kedua faktor tersebut. | This research aim is (1) to get the most appropriate frequency of application of foliar fertilizer to dendrobium orchid growth, (2) to get the most appropriate timing of of application of foliar fertilizer to dendrobium orchid growth, and (3) to know the relation between time and frequency of of application of foliar fertilizer to vegetative growth of dendrobium orchid. This research is held in screen house that located at Banjarsari Kulon village, Sumbang sub-district, Banyumas district and Agronomy and Horticulture Laboratorium Faculy of Agriculture, Jendral Soedirman University. This research is occur more or less than 12 weeks since September to December 2018. Framework that used is Randomized block design with two factors, two repetition and divided into three block. First factor is fertilization frequency with detail as follow P1 = every 2 days, P2 = every 4 days. P3 = every 6 days and P4 = every 8 days. Second factor is fertilization time W1 = Morning, W2 = Noon, and W3 = Afternoon. The result of this research show that fertilization every 2 days show significant result in few research variable. Fertilization treatment every 2 days increase plant height, leaves amount and stomata amount after 12 weeks of treatment. But, there is no significant variable in interaction between the two factors | |
| 19320 | 22555 | A1L114031 | PENGARUH INTERVAL WAKTU PEMBERIAN DAN KONSENTRASI DAMINOZIDE TERHADAP PEMBUNGAAN DAN KUALITAS BUNGA KRISAN POTONG SPRAY (Chrysanthemum indicum L.) | Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui pengaruh interval waktu pemberian daminozide terhadap pembungaan dan kualitas bunga krisan potong spray, 2) mengetahui pengaruh konsentrasi daminozide terhadap pembungaan dan kualitas bunga krisan potong spray, 3) menentukan interval waktu pemberian dan konsentrasi daminozide yang optimum untuk pembungaan dan kualitas bunga krisan potong spray. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2017 sampai Maret 2018 di screen house Pondok Tani PSE, Desa Pangebatan, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama adalah interval waktu pemberian daminozide dengan 2 taraf, yaitu satu minggu (T1) dan dua minggu (T2). Faktor kedua adalah konsentrasi daminozide dengan 4 taraf, yaitu 0 ppm (K0); 50 ppm (K1); 100 ppm (K2) dan 150 ppm (K3). Variabel yang diamati dalam penelitian ini yaitu waktu pembungaan, jumlah bakal bunga, diameter tangkai, diameter bunga, jumlah bunga per tangkai dan panjang tangkai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Pemberian daminozide pada interval waktu pemberian dua minggu menunjukkan hasil yang lebih baik pada panjang tangkai krisan sepanjang 81,28 cm dibandingkan interval waktu pemberian satu minggu sepanjang 75,70 cm, 2) Pemberian daminozide dengan konsentrasi 150 ppm dapat meningkatkan hasil jumlah bunga per tangkai sebanyak 6,27 kuntum, namun memperpendek panjang tangkai menjadi 73,35 cm, 3) Kualitas tanaman krisan terbaik berdasarkan empat parameter variabel hasil yaitu diameter tangkai, diameter diameter bunga, jumlah bunga per tangkai dan Panjang tangkai ditunjukkan pada pemberian daminozide konsentrasi 100 ppm dengan interval waktu pemberian dua minggu. | This research aimed to 1) know the effect interval time of daminozide application against flowering and quality of spray chrysanthemum flower; 2) know the effect of daminozide concentration against flowering and quality of spray chrysanthemum flower; 3) to determine the optimum interval time of application and daminozide concentration on flowering and quality of spray chrysanthemum flower. The data in this research was conducted from observation that researcher did in November 2017 until March 2018 at screen house of Pondok Tani PSE, Pangebatan Village, Karanglewas Sub-district, Banyumas Regency. The research study used in this research is using Randomized Complete Block Design that consist of two factors. The first factor is interval time of daminozide application with 2 levels i.e. one week (T1) and two weeks (T2). The second factor is the concentration of daminozide with 4 levels i.e. 0 ppm (K0); 50 ppm (K1); 100 ppm (K2) and 150 ppm (K3). The variables observed in this research are: flowering time, number of receptacle flowers, diameter of stalk, diameter of flower, number of flower per stalk and length of stalk. The results showed that 1) Application of daminozide at interval two weeks showed better result in chrysanthemum length of stalk as length as 81.28 cm compared to interval one week as length as 75.70 cm, 2) Application of daminozide with concentration of 150 ppm can increase the number of flowers per stalk as much as 6,27 bud, but reduce the length of stalk become 73,35 cm), 3) the best quality of chrysanthemum plants based on the four parameters of yield variables namely the diameter of stalk, diameter of flower, number of flower per stalk and length of stalk was shown on the daminozide concentration of 100 ppm with interval time of application two weeks. |