| NIM | H1F013055 |
| Namamhs | MUHAMMAD IQBAL HANAFI |
| Judul Artikel | STUDI GEOLOGI KARAKTERISTIK ENDAPAN PAELOTSUNAMI DAERAH PLOTOT DAN SEKITARNYA, KABUPATEN LEBAK, PROVINSI BANTEN |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Proses – proses geologi yang terjadi seperti tabrakan antara lempeng – lempeng dapat memicu terjadinya gempa besar yang dapat menyebabkan terjadinya tsunami, geombang tsunami yang mencapai lingkungan darat dapat mengendapkan material sedimen khas laut atau endapan tsunami ke lingkungan darat. Sampel bor 25082017-01 yang telah didapatkan oleh tim LIPI Bandung pada daerah Plotot dan sekitarnya, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten di indikasikan terdapat endapan tsunami pada data sampel bor tersebut. Sehingga pada sampel bor 25082017-01 dibutuhkan analisis laboratorium meliputi analisis granulometri, analisis LOI (Loss On Igniton), analisis XRF, dan analisis mikrofauna untuk mengetahui terdapatnya endapan paleotsunami pada sampel bor ini. Setelah analisis laboratorium dilakukan, dapat di interpretasikan terdapatnya kandidat endapan tsunami pada kedalaman 21 cm hingga 24 cm pada endapan lanau. Berdasarkan hasil analisis laboratorium menunjukan terdapatnya anomali pada lapisan ini, berupa pada analisis LOI dimana rendahnya kandungan karbonat pada lapisan ini karena terjadinya peluruhan kandungan karbonat akibat tanah asam atau lapisan gambut yang berada di bawah kandidat endapan, analisis XRF pada lapsian ini menunjukan , analisis granulometri pada lapisan ini memiliki nilai mean ukuran butir coarse Silt dengan nilai sortasi berupa very poor sorted lalu nilai skewness nya symmetrical,fine skewed, dan coarse skewed dan nilai kurosisnya berupa mesokurtic, dan platykurtic. Dan hasil analisis mikrofauna pada endapan ini hanya terdapat 3 spesies foraminifera bentonik berupa Bathysiphon filliformis (M. Sars, 1872), Bulimina marginata (d'Orbigny, 1826), dan Cibicides wuellerstrofi (Schwager, 1866) dengan jumlah 8 buah dari semua endapan tsunami, hal ini akibat peluruhan kandungan karbonat pada tanah asam atau lapisan gambut di bawah endapan tsunami. Berdasarkan kehadiaran foraminifera bentonik pada kandidat endapan paleotsunami, tidak dapat dilakukannya penentuan lingkungan pengendapan dari material tersebut karena keterdapatan data yang sangat sedikit. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Geological processes such as collisions between plates can affect the occurrence of large earthquakes that can invite a tsunami, tsunami waves who run over land can precipitate the typical sedimentary marine material or tsunami deposits into the land environment. 25082017-01 drill samples obtained by LIPI Bandung team in Plotot and surrounding areas, Lebak District, Banten Province indicated the presence of tsunami deposits in the drill sample data. Laboratory analyzes included granulometry analysis, LOI (Loss On Igniton) analysis, XRF analysis, and microfauna analysis. After the laboratory analysis is done, there is a layer of tsunami deposits at a depth of 21 cm to 24 cm in the form of silt layer. Based on the results of the laboratory analysis showing the presence of anomalies in this layer, in the LOI analysis where the low carbonate content in this layer due to the decay of carbonate content due to acid soil or peat layer under the tsunami deposit and carbon content due to tsunami sediment, XRF analysis on This analysis is consistent with LOI analysis result, granulometry analysis on this layer has mean value of Coarse Silt grain size with sorting value of very poor sorted then its skewness value is symmetrical, fine skewed, and coarse skewed and its kurosis value is mesokurtic, and platykurtic. And the results of the microfauna analysis of these deposits contained only three species of coronal foraminifera in the form of Bathysiphon filliformis (M. Sars, 1872), Bulimina marginata (d'Orbigny, 1826), and Cibicides wuellerstrofi (Schwager, 1866) with 8 pieces of all tsunami deposits , this is due to the decay of the carbonate content in acid soil or the peat layer under the tsunami deposit. Based on the magnitude of the bentonic foraminifera on tsunami sediments, it can be interpreted that these deposits originate from a depth of 168 - 588 meters. |
| Kata kunci | Paleotsunami, granulometri, LOI, mikrofauna, XRF |
| Pembimbing 1 | Dr.Rachmad Setijadi, S.Si.,M.Si |
| Pembimbing 2 | Purna Sulastya Putra,S.T.,M.T |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2018 |
| Jumlah Halaman | 15 |
| Tgl. Entri | 2018-08-15 20:34:04.637992 |
|---|