Artikel Ilmiah : F1A014017 a.n. LITA DWI NUR AFRILIYANI
| NIM | F1A014017 |
|---|---|
| Namamhs | LITA DWI NUR AFRILIYANI |
| Judul Artikel | Perempuan Dalam Dunia Kerja Maskulin (Studi tentang Polisi Wanita Satuan Reskrim di Kepolisian Resor Banyumas Jawa Tengah) |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Stereotipe yang melekat dan sulit dihilangkan dalam masyarakat telah dianggap merugikan, terutama bagi perempuan, seperti yang dialami oleh polisi wanita di Satuan Reskrim Polres Banyumas Jawa Tengah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teori gender dan konsep self milik George Herbert Mead (dalam Ritzer, 2014) sebagai pisau analisisnya. Informan utamanya yaitu 5 orang polwan yang tergabung di Satuan reskrim Polres Banyumas Jawa Tengah, serta informan pendukung yaitu 3 polisi laki-laki yang tergabung pada unit yang sama. Analisis data menggunakan cara Miles & Huberman (1992) yaitu interaktif dan berlangsung terus menerus hingga data yang diperoleh dirasa sudah jenuh. Validasi yang ditujukan untuk menguji keabsahan data menggunakan teknik triangulasi data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tuntutan peran dan tanggung jawab yang harus dipikul polwan di Satuan Reskrim berbeda dengan unit lainya dalam dunia kepolisian. Polwan di unit ini harus memiliki dedikasi, tenaga dan waktu yang lebih untuk dikorbankan dan mereka harus memiliki dua karakteristik sifat maskulin dan feminin dalam dirinya guna kepentingan bertugas. Tuntutan tersebut ternyata tidak merubah konsep dirinya sebagai perempuan dengan segala sisi feminitas yang telah melekat padanya. Namun, polwan sadar bahwa dirinya adalah seorang perempuan yang bekerja pada ranah maskulin. Hambatan yang dilalui oleh polwan ketika menempatkan kedua sisi maskulin dan feminin dalam pekerjaannya yaitu merasa kesulitan menemukan jati diri yang sesungguhnya, seringkali menerima perlakuan dan ucapan yang kurang menyenangkan, hingga adanya konflik internal di dalam diri polwan ketika akan melakukan sesuatu hal harus mengedepankan logika atau perasaannya. Sementara dampak dari hal tersebut mereka kurang memiliki waktu untuk keluarga karena kesibukannya, bagi yang sudah menikah pengurusan sektor domestik sedikit terabaikan, sifat maskulin terbawa di dalam kehidupan, hingga muncul konsep diri baru yang unik berdasarkan pengalamannya selama bergabung di dunia kepolisian. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Stereotypes that are inherent and difficult to eliminate in society have been considered detrimental, especially for women, as experienced by female police in the Banyumas District Police Criminal Unit in Central Java. This study uses qualitative methods with gender theory and the concept of self by George Herbert Mead ( in Ritzer. 2014) as a knife of analysis. The main informants were 5 policewomen who are members of the Central Java Banyumas Police in Criminal Investigations, and supporting informants, namely 3 male police officers who are members of the same unit. Data analysis uses the Miles & Huberman (1992) method which is interactive and continues until the data obtained is already saturated. Validation is intended to test the validity of the data using data triangulation techniques. The results of this study indicate that the demands of the roles and responsibilities that policewomen must bear in the Criminal Investigation Unit are different from other units in the police. Policewomen in this unit must have more dedication, energy and time to sacrifice and they must have two characteristics of masculine and feminine characteristics in themselves for the sake of duty. The claim did not change her concept as a woman with all aspects of femininity that had been attached to her. However, policewomen are aware that she is a woman who works in the masculine realm. Obstacles traversed by policewomen when placing both masculine and feminine sides in their work is feeling the difficulty of finding their true identity, often receiving less pleasant treatment and speech, until there is an internal conflict within the policewoman when going to do something must put forward their logic or feelings . While the impact of this matter they lacked time for family because of their busyness, for those who are married the domestic sector is neglected, masculine traits are carried on in life, until a new self-concept emerges based on their experience in joining the police. |
| Kata kunci | Gender, Polisi Wanita, Maskulin, Feminin. |
| Pembimbing 1 | Dr. Tri Wuryaningsih, M.Si |
| Pembimbing 2 | Dra. Tri Rini Widyastuti, M.Si |
| Pembimbing 3 | Dr. Soetji Lestari, M.Si |
| Tahun | 2014 |
| Jumlah Halaman | 12 |
| Tgl. Entri | 2018-08-15 15:11:09.219088 |