Artikelilmiahs
Menampilkan 19.201-19.220 dari 50.080 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 19201 | 22472 | C1B014023 | Pengaruh Komitmen, Kepercayaan, dan Teknologi Informasi Terhadap Kinerja Manajemen Rantai Pasokan, “(Studi pada Industri Kecil dan Menengah Produk Unggulan Soun Di Kabupaten Banyumas)” | Penelitian ini merupakan penelitian survei pada industri soun yang berada di Kabupaten Banyumas. Penelitian ini mengambil judul “Pengaruh Komitmen, Kepercayaan, dan Teknologi Informasi Terhadap Kinerja Manajemen Rantai Pasokan, (Studi Pada Industri Kecil dan Menengah Produk Unggulan Soun Di Kabupaten Banyumas). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruhkomitmen, kepercayaan, dan teknologi informasi terhadap kinerja manajemen rantai pasokan. Selain itu untuk mmengetahui dan menganalisis pengaruh kinerja manajemen rantai pasokan pada variabel yang digunakan. Populasi dalam penelitian ini adalah industri soun di Kabupaten Banyumas. Peneliti menggunakan sampel sebanyak 20 responden. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode sampling total (sensus). Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data dengan menggunakan analisis regresi berganda menunjukkan bahwa: (1) Komitmen berpengaruh positif terhadap kinerja manajemen rantai pasokan, (2) Kepercayaan berpengaruh pisitif terhadap kinerja manajemen rantai pasokan, (3) Teknologi informasi berpengaruh positif terhadap kinerja manajemen rantai pasokan. | This research is a survey research on soun industry located in Banyumas Regency. This research entitled "The Influence of Commitment, Trust, and Information Technology on Supply Chain Management Performance, (Study on Small and Medium Industry Soun Fatured Products in Banyumas District). This study aims to determine and analyze the influence of commitment, trust, and information technology on supply chain management performance. In addition to know and analyze the effect of supply chain management performance on the variables used. The population in this research is the soun industry in Banyumas Regency. Researchers used a sample of 20 respondents. The sampling technique in this study used the total sampling method (census). Based on the results of research and data analysis using multiple regression analysis shows that: (1) Commitment positively influences the performance of supply chain management, (2) Trust has a positive effect on supply chain management performance, (3) Information technology positively influence to supply chain management performance . | |
| 19202 | 22473 | A1M014044 | Substitusi Tapioka dan Penambahan Baking Powder Rempeyek Kacang Tanah | Rempeyek merupakan salah satu makanan lokal yang digemari masyarakat Indonesia. Formulasi rempeyek dengan bahan yang berbeda menghasilkan karakteristik sensori rempeyek yang berbeda pula, meliputi warna, aroma, tekstur, dan cita rasa. Penelitian pembuatan rempeyek kacang tanah dengan substitusi tapioka dan penambahan baking powder merupakan upaya dalam mengurangi permasalahan tersebut. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah: 1) mengetahui pengaruh substitusi tapioka terhadap karakteristik sensori rempeyek kacang tanah, 2) mengetahui pengaruh penambahan baking powder terhadap karakteristik sensori rempeyek kacang tanah, 3) mengetahui pengaruh interaksi faktor substitusi tapioka dan penambahan baking powder terhadap karakteristik sensori rempeyek kacang tanah, 4) mengetahui perlakuan terbaik rempeyek kacang tanah, 5) menganalisis kelayakan usaha industri rempeyek kacang tanah. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental yang menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor. Faktor 1 yaitu proporsi tepung beras : tapioka (F0=100:0 ; F1= 90:10 ; F2= 80:20) dan faktor 2 yaitu penambahan baking powder (N0=0% ; N1= 1% ; N2= 2%). Dari perlakuan tersebut diperoleh 9 kombinasi perlakuan dan setiap perlakuan diulang 3 kali, sehingga diperoleh 27 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukkan substitusi tapioka tidak mempengaruhi karakteristik sensori rempeyek kacang tanah, penambahan baking powder hanya mempengaruhi warna rempeyek kacang tanah dan interaksi perlakuan substitusi tapioka dan penambahan baking powdermempengaruhi warna dan aroma rempeyek kacang tanah. Perlakuan terbaik pada penelitian ini adalah F2N0 (proporsi tepung beras: tapioka = 80:20 dan tanpa penambahan baking powder). Hasil analisis kelayakan finansial industri rempeyek kacang meliputi: biaya investasi sebesar Rp16.600.500,00/ tahun, biaya operasional Rp195.227.706,00/ tahun, nilai NPV Rp76.431.650,00, IRR 92%, PI 5,6 dan PBP 1,28 tahun yang menunjukkan bahwa industri rempeyek kacang tanah layak didirikan. | Rempeyek is one of the local foods favored by Indonesian people. Rempeyek formulations with different ingredients produce different sensory characteristics of the ingredients, including color, aroma, texture, and taste. Research on making peanut rempeyekwith tapioca substitution and the addition of baking powder is an effort to reduce these problems. The purpose of this study were: 1) to determine the effect of tapioca substitution on the sensory characteristics of peanut rempeyek, 2) to know the effect of baking powder addition on the sensory characteristics of peanut rempeyek, 3) to know the effect of tapioca substitution factors and the addition of baking powder to the sensory characteristics of peanut rempeyek, 4) know the best treatment of peanut rempeyek, 5) analyze the feasibility of peanut rempeyekindustry. This research is an experimental study that uses Randomized Block Design (RBD) with two factors. Factor 1 is the proportion of rice flour: tapioca (F0 = 100: 0; F1 = 90:10; F2 = 80:20) and factor 2 is the addition of baking powder (N0 = 0%; N1 = 1%; N2 = 2%) . From the treatment, 9 treatment combinations were obtained and each treatment was repeated 3 times, resulting in 27 experimental units. The results showed the substitution of tapioca is not affected to Peanut Rempeyek, addition of baking powder only affected peanut rempeyekcolor while for the addition of tapioca and the addition of baking powder affected the color and aroma of peanut rempeyek. The best treatment in this study was F2N0 (proportion of rice flour: tapioca = 80:20 and without the addition of baking powder). The results of the financial feasibility analysis of peanut rempeyekindustry include: investment costs of Rp16.600.500,00 / year, operational costs Rp195.227.706,00 / year, NPV value of Rp76,431,650.00, IRR 92%, PI 5,6 and PBP 1,28 years which shows that industry of peanut rempeyekis feasible. | |
| 19203 | 22474 | F1B014014 | PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN, BUDAYA ORGANISASI, DAN KOMPENSASI KERJA TERHADAP KUALITAS PELAYANAN ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN DI KECAMATAN PURWOKERTO TIMUR KABUPATEN BANYUMAS | Pelayanan publik merupakan perwujudan fungsi aparatur negara sebagai abdi masyarakat dan bertujuan untuk mensejahterahkan warga negara. Kecamatan sebagai perpanjangan tangan pemerintah di daerah bertugas memberi pelayanan yang maksimal dalam mengurus hal yang berkaitan dengan kependudukan masyarakat. Kantor Kecamatan Purwokerto Timur adalah Kecamatan di Kabupaten Banyumas yang melaksanakan pelayanan dalam penyelenggaraan administrasi kependudukan. Namun, pada penerapannya, terdapat masalah pelayanan administrasi kependudukan di lembaga tersebut terkait gaya kepemimpinan Camat, budaya organisasi pada lembaga, dan kompensasi kerja karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh gaya kepemimpinan, budaya organisasi, dan kompensasi kerja terhadap kualitas pelayanan di Kantor Kecamatan Purwokerto Timur. Metode penelitian yang digunakan yaitu kuantitatif dengan pendekatan survay. Sasaran penelitian ini yakni aparatur negara di Kantor Kecamatan Purwokerto Timur yang berjumlah 36 pegawai. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah melalui kuesioner dokumentasi. Data penelitian kemudian disajikan secara deskriptif berupa tabel distribusi frekuensi dan diolah menggunakan uji regresi linier berganda. Berdasarkan hasil uji analisis statistik, didapatkan beberapa poin kesimpulan. Pertama, terdapat pengaruh positif dan signifikan antara gaya kepemimpinan (X1) terhadap kualitas pelayanan (Y) sebesar 3,160. Kedua, terdapat pengaruh positif dan signifikan antara budaya organisasi (X2) terhadap kualitas pelayanan (Y) sebesar 11,983. Ketiga, terdapat pengaruh positif dan signifikan antara kompensasi kerja (X3) terhadap kualitas pelayanan publik (Y) sebesar 4,110. Keempat, terdapat pengaruh positif dan signifikan antara gaya kepemimpinan, budaya organisasi, dan kompensasi kerja terhadap kualitas pelayanan publik di Kantor Kecamatan Purwokerto Timur. Implikasi yag didapatkan dari hasil penelitian ini adalah gaya kepemimpinan demokratis Camat agar terus diterapkan di Kantor Kecamatan Purwokerto Timur. Selain itu, budaya organisasi yang tergolong baik agar tetap dijaga. Hal ini karena nilai dan peraturan yang telah diterapkan dengan baik nantinya akan membawa pengaruh bagi lembaga. Terakhir, kompensasi kerja di Kantor Kecamatan Purwokerto untuk meningkatkan penghargaan baik berupa bonus atau insentif supaya karyawan dapat meningkatkan kualitas pelayanan dengan lebih baik. Kata Kunci : Kepemimpinan, Kompensasi, Pelayanan | Public service is a manifestation of the function of the state apparatus as a public servant and aims to give prosperous life to citizens. District as an extension of the government in the duty area to provide maximum service in managing matters relating to the population of society. East Purwokerto District Office is a District in Banyumas Regency that carries out services in organizing population administration. However, in its application, there is a problem of the administrative services of the population in the institution related to the leadership style of the leadert, the organizational culture to the institution, and the compensation of the employee's work. Therefore, this study aims to determine the influence of leadership style, organizational culture, and work compensation on service quality at East Purwokerto District Office. The research method used is quantitative with survey approach. The target of this research is state apparatus in East Purwokerto District Office which amounts to 36 employees. Data collecting method used is through documentation anda questionnaire. Research data then presented descriptively in the form of frequency distribution table and processed using multiple linear regression test. Based on the results of regression analysis test obtained some points of conclusion. First, there is a positive and significant influence between leadership style (X1) on service quality (Y) of 6,587. Second, there is no positive and significant influence between organizational culture (X2) on service quality (Y). Third, there is a positive and significant influence between work compensation (X3) on the quality of public service (Y) of 4,179. Fourthly, there is a positive and significant influence between leadership style, organizational culture, and work compensation on the quality of public services in East Purwokerto District Office. The implication of this research is that the leadership style of Camat in Purwokerto Timur District Office is in good category (democratic), therefore the researcher give suggestion to keep this leadership style until the next leader period. Then, although it does not affect the quality of service directly, but the organizational culture that has been categorized well in order to remain guarded. This is because the values and regulations that have been applied properly will bring good influence of the institution. Finally, work compensation at East Purwokerto District Office is in the medium category. Therefore, the researcher suggested to institute management to increase appreciation either in the form of bonus or incentive so that employees can improve service quality better. Keywords: Leadership, Compensation, Public Service | |
| 19204 | 22467 | F1A014002 | RELASI DAN PEMBAGIAN KERJA SUAMI ISTRI KELUARGA BURUH MIGRAN PEREMPUAN (Analisis Wacana Dalam Sinetron Komedi Dunia Terbalik Produksi RCTI tahun 2017) | Sinetron komedi Dunia Terbalik merupakan salah satu program RCTI yang mempunyai pengaruh terhadap masyarakat. Sinetron komedi Dunia Terbalik menceritakan kehidupan masyarakat kelas menengah ke bawah dalam keluarga buruh migran. Sinetron komedi Dunia Terbalik menampilkan pembagian kerja yang menempatkan suami dalam sektor domestik dan istri dalam sektor publik sebagai buruh migran. Berangkat dari hal tersebut tujuan penelitian ini untuk menjawab pertanyaan penelitian yaitu bagaimana relasi dan pembagian kerja suami dan istri dalam keluarga buruh migran perempuan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif, dengan metode analisis menggunakan analisis wacana kritis dari Norman Fairclough. Fairclough membagi analisis wacana dalam tiga dimensi yaitu, teks, discourse practice, dan socialculture practice. Hasil penelitian dari sinetron komedi Dunia Terbalik menampilkan bahwa pembagian kerja antara suami dan istri dalam keluarga buruh migran perempuan mempengaruhi relasi keduanya. Pola relasi yang muncul dalam sinetron komedi Dunia Terbalik ini menempatkan kekuasaan istri lebih besar dibanding suami. Kekuasaan yang dimiliki oleh istri dipengaruhi oleh sumber daya ekonomi yang dimilikinya sebagai pencari nafkah dengan menjadi buruh migran perempuan. Kekuasaan tersebut berdampak pada proses pengambilan keputusan yang diambil oleh keluarga, yang menempatkan istri sebagai pengambil keputusan. Relasi serta pembagian kerja yang menempatkan suami di sektor domestik dan istri di sektor publik digambarkan seolah-olah citraan yang terbalik dari kehidupan sosial sehari-hari masyarakat. Penggunaan judul Dunia Terbalik menjadi pesan yang kuat dari keseluruhan adegan dalam sinetron komedi. Kondisi demikian tidak dapat dilepaskan dari proses produksi yang menempatkan sinetron ini sebagai sebuah kritik terhadap sebuah kondisi suami yang tidak bekerja | Soap Opera Comedy entitle Dunia Terbalik (Capsize World) is one of RCTI program which have influence to society. Soap Opera Dunia Terbalik told the life of lower middle class in the family of migrant workers. The soap opera comedy reveals a division of labor that placed husbands in the domestic sector and wives in the public sector as migrant workers. The approarch used in this study is qualitative, with analytical method using critical discourse analysis from Norman Fairclough. Fairclough shares discourse analysis in three dimensions: text, discourse practice, and social culture practice. The results of the study of soap opera comedy Dunia Terbalik show that the division of labor between husband and wife in the family of female migrant workers affect the relationship of both. The pattern of relationship that appear in the soap opera comedy dunia terbalik place the power of the wife is greater than the husband. The power that a wife prossesses is influenced by her economic resources as a breadwinner by being a female migrant worker. That power affects toward the decision-making process taken by family, which places wife as decision-maker. Relationship and divisions of labor that place husbands in the domestic sector and wives in the public sector are depicted as an capsize image of the daily social life of society. The use of the title of dunia terbalik becomes a powerful message of the whole scene in a comedy soap opera. Such conditions can not separated from production process that places this sinetron as criticism of a condition of the husband who is not working | |
| 19205 | 22475 | G1B014078 | EFEKTIVITAS LATIHAN RELAKSASI PROGRESIF TERHADAP PENURUNAN STRES KERJA PEGAWAI UNIT PUSBINDIKLAT BADAN PENGKAJIAN DAN PENERAPAN TEKNOLOGI (BPPT) JAKARTA | Latar Belakang: Stres merupakan salah satu masalah psikologis dan sosial yang ada di tempat kerja. Salah satu cara untuk mengurangi keluhan stres kerja adalah dengan latihan relaksasi progresif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas latihan relaksasi progresif dengan merelaksaskin otot selama 20 detik, 30 detik, dan 40 detik terhadap penurunan stres kerja pegawai unit Pusbindiklat BPPT Jakarta. Metode: Penelitian menggunakan desain Quasi Eksperimental dengan PretestPosttest Non Equivalent Control Group Design. Sampel sebanyak 24 (purposive sampling) dibagi menjadi kelompok perlakuan 1, kelompok perlakuan 2, kelompok perlakuan 3, dan kelompok kontrol. Analisis data dalam penelitian ini adalah univariat dan bivariat dengan menggunakan uji One Way Anova yang dilanjutkan dengan uji Post Hoc metode Bonferoni. Hasil Penelitian: Hasil Uji One Way Anova menunjukkan adanya perbedaan antara kelompok perlakuan 1, kelompok perlakuan 2, kelompok perlakuan 3, dan kelompok kontrol setelah 7 kali latihan (ρ=0,000, α=0,05). Uji Post Hoc metode Bonferoni menunjukkan bahwa kelompok perlakuan 2 mengalami penurunan keluhan stres kerja yang paling signifikan dengan nilai signifikansi sebesar ρ=0,000 (ρ ≤ 0,05). Simpulan: Latihan relaksasi progresif dengan merelaksasikan otot selama 30 detik efektif untuk menurunkan stres kerja pegawai unit Pusbindiklat BPPT Jakarta. | Background: Stress is one of the psychological and social problems that exist in the workplace. To reduce work-related stress is by doing progressive muscular relaxation exercise. This study aims to determine the effectiveness of progressive muscular relaxation exercise by relaxing muscle for 20 seconds, 30 seconds, and 40 seconds against the decrease of work-related stress on Pusbindiklat Officer in BPPT Jakarta. Method: This study used Quasi Experimental design with Pretest-Posttest Non Equivalent Control Group Design. 24 samples were divided into treatment group 1, treatment group 2, treatment group 3, and control group. The data analysis is univariate and bivariate using One Way Anova followed by Post Hoc method Bonferoni. Result: One Way Anova test result showed the difference between treatment group 1, treatment group 2, treatment group 3, and control group after 7 practice (ρ = 0,000, α = 0,05). The Bonferoni Post Hoc test showed that the treatment group 2 experienced the most significant decrease in work-related stress with significance values of ρ = 0,000 (ρ ≤ 0.05). Conclusion: Progressive muscular relaxation exercise by relaxing muscle for 30 seconds effective to decrease work-related stress of Pusbindiklat officer of BPPT Jakarta. | |
| 19206 | 22476 | A1M014053 | TINGKAT PENERIMAAN DOKUMEN SISTEM PENJAMINAN MUTU DI INDUSTRI KECIL MENENGAH SATE AYAM DESA BLATER, KABUPATEN PURBALINGGA Level of Receipt of Quality Assurance Systems Documents in Small Medium Scale Chicken Satay Industry in Desa Blater, Purbalingga District | Industri kecil menengah yang saat ini sedang dikembangkan dalam rangka meningkatkan makanan khas dari suatu daerah adalah industri sate ayam. Dalam upaya menghasilkan sate ayam dengan kualitas yang baik maka industri sate ayam memerlukan dokumen sistem penjaminan mutu untuk melakukan pengawasan dan pengendalian mutu sehingga mencegah banyaknya produk yang rusak/gagal, serta mencegah pemborosan biaya akibat kerugian yang ditimbulkan. Tujuan dari penelitian ini adalah: 1) Mengetahui tingkat persetujuan terhadap dokumen pedoman mutu, prosedur mutu, instruksi kerja, dan formulir mutu, 2) Mengetahui persepsi tingkat kepentingan terhadap dokumen pedoman mutu, prosedur mutu, instruksi kerja, dan formulir mutu, 3) Mengetahui tingkat pelaksanaan terhadap dokumen pedoman mutu, prosedur mutu, instruksi kerja, dan formulir mutu, 4) Mengetahui persepsi tingkat kemudahan terhadap dokumen pedoman mutu, prosedur mutu, instruksi kerja, dan formulir mutu. Penelitian ini dilaksanakan di Industri Kecil Menengah Sate Ayam yang terletak di Desa Blater, Kecamatan Kalimanah, Kabupaten Purbalingga. Penelitian dilakukan menggunakan metode kaji tindak dengan responden sebanyak 30 orang. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis uji t. Uji t dilakukan untuk mengetahui perbedaan pada awal kaji tindak dengan akhir kaji tindak. Hasil penelitian menunjukkan kegiatan kaji tindak dapat meningkatkan tingkat persetujuan, tingkat kepentingan, tingkat pelaksanaan, dan tingkat kemudahan terhadap dokumen pedoman mutu; kegiatan kaji tindak dapat meningkatkan tingkat persetujuan, tingkat kepentingan, tingkat pelaksanaan, dan tingkat kemudahan terhadap dokumen prosedur mutu; kegiatan kaji tindak dapat meningkatkan tingkat persetujuan, tingkat kepentingan, tingkat pelaksanaan, dan tingkat kemudahan terhadap dokumen instruksi kerja; kegiatan kaji tindak dapat meningkatkan tingkat persetujuan, tingkat kepentingan, tingkat pelaksanaan, dan tingkat kemudahan terhadap dokumen formulir mutu. Kata kunci: industri kecil menengah, sate ayam, penjaminan mutu | Small and medium industries currently being developed in order to improve the typical food of a region is the chicken sate industry. In order to produce good quality chicken satay, the chicken satay industry needs a document of quality assurance system to conduct supervision and quality control so as to prevent the number of damaged / failed products, and to prevent waste of costs due to the losses incurred. The objectives of this research are: 1) To know the level of approval of the quality guidance documents, quality procedures, work instructions, and quality forms, 2) to know the perception of the importance of the quality guidance documents, quality procedures, work instructions, and quality forms; level of implementation of quality guidance documents, quality procedures, work instructions, and quality forms; 4) Knowing perceptions of convenience levels on quality manuals, quality procedures, work instructions and quality forms. This research was conducted in Small and Medium Industry of Sate Ayam located in Blater Village, Kalimanah, Purbalingga District. This research was conducted by the method of action research with 30 respondents. Data analysis used in this research is by t test. The t test was conducted to determine the difference at the beginning of the action study with the end of the action study. The results of the study indicate that action research activities can improve the level of approval, importance level, level of implementation, and degree of convenience to the quality guidance document; action research activities can improve the level of approval, importance level, level of implementation, and level of ease of document quality procedures; action research activities can improve the level of approval, importance level, level of implementation, and level of ease with respect to work instruction documents; action research activities can improve the level of approval, importance level, level of implementation, and the level of ease of the quality form documents. Keywords: small and medium industry, chicken satay, quality assurance | |
| 19207 | 22477 | D1E014184 | PENGARUH LAMA THAWING DAN POST THAWING DENGAN AIR HANGAT (37C) TERHADAP KUALITAS SPERMATOZOA SAPI PERANAKAN ONGOLE | Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh lama thawing dan post thawing menggunakan air hangat (37C) terhadap kualitas spermatozoa sapi Peranakan Ongole. Materi yang digunakan adalah straw sapi Peranakan Ongole dari Dinas Perikanan dan Peternakan Banyumas Jawa Tengah sebanyak 27 buah. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial 3x3 dengan tiga kali ulangan dengan peubah yaitu motilitas, viabilitas dan abnormalitas dari spermatozoa straw sapi Peranakan Ongole pada lama thawing dan lama post thawing yang berbeda-beda. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada pengaruh interaksi lama thawing dan post thawing (P>0.05) terhadap motilitas, viabilitas dan abnormalitas spermatozoa, namun terdapat pengaruh (P<0,05) dari lama post thawing terhadap motilitas (P3= 39,01%) dan pengaruh (P<0,05) lama thawing terhadap viabilitas (T3= 50,65%). Hasil analisis variansi dilakukan uji lanjut Beda Nyata Jujur (BNJ). Perlakuan terbaik untuk motilitas adalah lama post thawing 30 menit (P1= 51,19%) dan viabilitas adalah lama thawing 15 detik (T1= 57,27%) dengan abnormalitas masih dibawah ambang batas yaitu rataan antar 12,64% sampai dengan 14,01%. Disarankan lama thawing dan post thawing menggunakan metode T3P1 (45 detik dan 30 menit) untuk diperoleh kualitas spermatozoa (berdasarkan motilitas) yang masih layak untuk dilakukan inseminasi buatan. | This research aimed to examine the effect of the duration of thawing and post thawing using warm water (37C) on the quality of the spermatozoa of Ongole Crossbreed cattle. The material used was 27 Ongole Crossbreed cattle straw from the Department of Fisheries and Animal Husbandry Banyumas. The research method used was an experimental method with a completely randomized design (CRD) factorial 3x3 pattern with three replications, variables observed namely motility, viability and abnormalities of the Ongole Crossbreed cattle spermatozoa in the different thawing and post thawing periods. The results showed that there were no interaction effects between thawing and post thawing duration (P> 0.05) on motility, viability and abnormalities of spermatozoa, but there was an effect (P <0.05) on post thawing duration on motility (P3 = 39.01%) and effect (P <0.05) on thawing duration on viability (T3 = 50.65%). The results of the analysis of variance carried out further Honest Significant Difference (HSD). The best treatment for motility is 30 minutes post-thawing (P1 = 51.19%) and viability is 15 seconds duration thawing (T1 = 57.27%) with abnormalities still below the threshold range between 12.64% and 14, 01%. Recommended that the duration of thawing and post thawing use the T3P1 method (45 seconds and 30 minutes) to obtain the good quality of the sperm (based on motility) that is still suitable for artificial insemination. | |
| 19208 | 25541 | C1B015043 | PENGARUH CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR) TERHADAP KINERJA KEUANGAN DENGAN CONSISTENCY SEBAGAI VARIABEL MODERASI (Studi empiris pada perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2011-2017) | Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif pada perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2011 – 2017. Penelitian ini mengambil judul “Pengaruh Corporate Social Responsibility (CSR) Terhadap Kinerja Keuangan dengan Consistency sebagai Variabel Moderasi (Studi Empiris pada perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2011 – 2017)”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh variabel Corporate Social Responsisbility (CSR) terhadap Return On Asset (ROA) dengan Consistency sebagai variabel moderasi serta menggunakan variabel kontrol size dan growth. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2011-2017. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 16 perusahaan. Penentuan sampel menggunakan purposive sampling method. Hasil penelitian menunjukan pernyataan bahwa variabel (1) Corporate Social Responsibility (CSR) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Return On Asset (ROA), dan variabel (2) Consistency tidak memoderasi pengaruh CSR terhadap ROA. Penerapan CSR perlu dilakukan oleh perusahaan khususnya perusahaan tambang agar aktivitas bisnis dapat berjalan kondusif dan sesuai dengan tujuan suatu perusahaan. Penerapan CSR memiliki nilai yang baik karena dalam kasusnya di pertambangan yang notabnenya rentan terhadap lingkungan sosial sekitar, dengan penerapan CSR ini diharapkan mampu memberikan kontribusi untuk masyarakat sehingga dapat meningkatkan kinerja keuangan perusahaan. CSR yang dilakukan secara konsisten tidak dapat memperkuat atau memperlemah pengaruhnya terhadap ROA. Hal ini disebabkan karena di Indonesia hanya sebatas aturan dan belum sampai ke tahap pengembangan serta memaksimalkan keuntungan dari CSR untuk meningkatkan kinerja perusahaan | The type of this research is quantitative research in mining companies listed on the Indonesia Stock Exchange in 2011 - 2017. This study takes the title "The Influence of Corporate Social Responsibility (CSR) on Financial Performance with Consistency as a Moderating Variable (Empirical Study on mining companies listed in Indonesia Stock Exchange in 2011 - 2017) ". The purpose of this study was to analyze the effect of Corporate Social Responses (CSR) variables on Return On Assets (ROA) with the effect of Consistency as a moderating variable and to use control variable size and growth. The population used in this study are all companies listed on the Indonesia Stock Exchange in 2011-2017. The number of samples in this study were 16 companies. Determination of the sample using purposive sampling method. The results showed a statement that the Corporate Social Responsibility (CSR) variable had a positive and significant effect on Return On Assets (ROA), and the Consistency variable did not moderate the effect of CSR on ROA. The implementation of CSR needs to be done by companies, especially mining companies so that business activities can run conducive and in accordance with the objectives of a company. The implementation of CSR has a good value because in its case in mining the notes are vulnerable to the surrounding social environment, with the implementation of CSR it is expected to be able to contribute to the community so that it can improve the company's financial performance. Consistent CSR cannot strengthen or weaken its influence on ROA, because in Indonesia is only limited to rules and has not yet reached the development stage and maximizes the benefits of CSR to improve company performance. | |
| 19209 | 25712 | I1I017001 | Pengaruh Usia Pertama Pemberian MP-ASI, Pola Konsumsi Protein, Seng dan Perilaku Kadarzi terhadap Kejadian Stunting pada Balita Umur 12-23 Bulan (Studi di Puskesmas Sejangkung Kabupaten Sambas Kalimantan Barat) | Latar Belakang: Masa 1000 Hari Pertama Kehidupan merupakan masa pertumbuhan dan perkembangan otak yang sangat cepat dan kritis. Stunting pada balita disebabkan pemberian MP-ASI dini, pola konsumsi protein dan seng kurang serta perilaku Kadarzi belum baik. Tujuan penelitian mengetahui pengaruh usia pertama pemberian MP-ASI, pola konsumsi protein, seng dan perilaku Kadarzi terhadap kejadian stunting. Metodologi: Penelitian ini merupakan studi observasional analitik melalui pendekatan cross sectional, teknik cluster sampling diperoleh 39 balita stunting di Puskesmas Sejangkung. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner, formulir FFQ dan penilaian indikator Kadarzi. Analisis data univariat, bivariat (chi-square) dan multivariat (regresi logistik). Hasil Penelitian: Hasil analisis bivariat menunjukkan tidak ada hubungan antara usia pertama pemberian MP-ASI (p=0,908) dan perilaku Kadarzi (p=0,370) terhadap kejadian stunting, ada hubungan antara pola konsumsi protein (p=0,000) dan pola konsumsi seng (p=0,000) terhadap kejadian stunting. Hasil analisis multivariat menunjukkan pola konsumsi seng paling dominan berpengaruh terhadap kejadian stunting (p=0,002). Kesimpulan: Tidak ada hubungan antara usia pertama pemberian MP-ASI dan Perilaku Kadarzi terhadap kejadian stunting, ada hubungan antara pola konsumsi protein dan seng terhadap kejadian stunting. Pola konsumsi seng paling dominan berpengaruh terhadap kejadian stunting | Background: The first 1000 days of life is a rapid and critical growth period and development of the brain. Stunting caused by early complementary feeding, poor protein and zinc consumption patterns and the nutrition conscious family behavior. This study aimed to determine the influence of the first age of complementary feeding, protein and zinc consumption patterns, and the nutrition conscious family behavior on stunting. Methods: This research was an observational analytic study with a cross sectional approach with cluster sampling technique was obtained by 39 stunting children at Sejangkung Health Center.The research instrument used questionnaire, FFQ form and evaluating indicator of the nutrition conscious family behavior. Data analysis used univariate, bivariate (chi-square) and multivariate (logistic regression). Results: The result of bivariate analysis showed that there was no association between the first age of complementary feeding (p=0,908) and the nutrition conscious family behavior (p=0,370) on stunting, there was a relationship between protein consumption patterns (p=0,000) and zinc consumption patterns (p=0,000) on stunting. The results of multivariate analysis showed that zinc consumption patterns was the most dominant influence on stunting (p=0,002). Conclusion: There was no association between the first age of complementary feeding and the nutrition conscious family behavior on stunting, there was a relationship between protein consumption patterns and zinc consumption patterns on stunting. The zinc consumption patterns was the most dominant influence on stunting. | |
| 19210 | 22478 | A1M014055 | PERBAIKAN HIGIENITAS DAN SANITASI PADA PENGOLAHAN SATE AYAM DI INDUSTRI KECIL MENENGAH DESA BLATER, KABUPATEN PURBALINGGA Higienity and Sanitation Improvement on Chicken Satay Processing in Small Medium Scale Industry in Desa Blater, Purbalingga District | Sebagai Industri Kecil Menengah (IKM) dalam bidang pangan, IKM Sate Ayam Blater termasuk IKM unggulan di Kabupaten Purbalingga. Oleh karena itu, IKM ini harus ditopang oleh adanya sistem penjaminan mutu yang baik, konsisten, dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui pengaruh sosialisasi dan pendampingan terhadap kondisi sanitasi pekerja dan lingkungan; 2) mengetahui pengaruh sosialisasi dan pendampingan terhadap sistem penjaminan mutu; 3) mengetahui pengaruh sosialisasi dan pendampingan terhadap kondisi higienitas dan sanitasi. Penelitian ini dilaksanakan di IKM Sate Ayam Blater yang terletak di Desa Blater, Kecamatan Kalimanah, Kabupaten Purbalingga.Penelitian ini dilakukan dengan metode kaji tindak dengan responden sebanyak 30 orang. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan uji t. Uji t dilakukan untuk mengetahui perbedaan pada awal kaji tindak dengan akhir kaji tindak. Variabel yang diamati meliputi variabel yang berkaitan dengan: 1) sanitasi pekerja dan lingkungan:sanitasi lingkungan umum pabrik, kondisi umum sarana pengolahan, sanitasi ruang pengolahan, alat pengolahan, higiene pekerja, dan pencegahan kontaminasi silang. 2) sistem penjaminan mutu: pengawasan hewan pengerat atau serangga, susunan dan lay out, perawatan, kebersihan dan sanitasi, personil, kamar kecil, suplai air, bahan kimia, ventilasi, pembuangan limbah. 3) higienitas dan sanitasi: pengawasan hewan pengerat atau serangga, lay out produksi, perawatan prasarana penunjang, kebersihan prapengolahan, higienitas pengrajin, kebersihan kamar mandi, kondisi suplai air, sanitasi lingkungan, kondisi sarana pengolahan, pencegahan kontaminasi silang. Hasil penelitian menunjukkan kegiatan sosialisasi dan pendampingan dapat memperbaiki kondisi sanitasi pekerja dan lingkungan, sistem penjaminan mutu, dan kondisi higienitas dan sanitasi pada IKM Sate Ayam Blater. | Consumer demands on agro-industry products of high quality and quality continue to increase. Currently food processing is mostly done by small and medium scale household industries both in urban and rural areas. Quality assurance and food security are often used as technical requirements in local trade. Based on data obtained from Kemenkop in 2013, of all business class shows that small-scale enterprises in Indonesia occupy about 99% portion, meaning that almost all business in Indonesia is small business, only 1% which is medium and big business. As a Small and Medium Enterprises (IKM) in the field of food, IKM Sate Ayam Blater including leading IKM in Purbalingga District. Therefore, this IKM must be supported by a good, consistent, and continuous quality assurance system. This study aims to: 1) identify the effect of socialization and assistance on the sanitary conditions of workers and the environment; 2) to know the effect of socialization and assistance to the quality assurance system; 3) to know the effect of socialization and assistance on hygiene and sanitation conditions. This research was conducted in Small and Medium Industry (IKM) Sate Ayam Blater located in Blater Village, Kalimanah District, Purbalingga District. This research was conducted by the method of action research with 30 respondents. Data analysis used in this research is by t test. The t test was conducted to determine the difference at the beginning of the action study with the end of the action study. Variables included variables related to: 1) sanitation of workers and the environment: general factory environmental sanitation, general conditions of processing facilities, sanitation of treatment rooms, processing equipment, worker hygiene, and prevention of cross contamination. 2) quality assurance system: rodent or insect supervision, arrangement and lay out, maintenance, sanitation and sanitation, personnel, toilet, water supply, chemicals, ventilation, waste disposal. 3) hygiene and sanitation: rodent or insect monitoring, production lay out, supporting infrastructure maintenance, pretreatment hygiene, craftsman hygiene, bathroom hygiene, water supply conditions, environmental sanitation, condition of treatment facilities, prevention of cross contamination. The results showed that socialization and assistance activities could improve the sanitary conditions of workers and the environment, quality assurance system, and hygiene and sanitation conditions in Small and Medium Size Industry (IKM) Sate Ayam Blater. | |
| 19211 | 22479 | A1L013014 | IDENTIFIKASI JAMUR PATOGEN GULMA BERDAUN LEBAR DAN UJI VIRULENSI TERHADAP GULMA BERDAUN LEBAR, PADI DAN JAGUNG | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis jamur patogen pada gulma berdaun lebar, serta mengetahui virulensi jamur patogen terhadap gulma berdaun lebar, jagung, dan padi. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Perlindungan tanaman dan screen house Fakultas Pertanian Universitas Jendral Soedirman pada bulan Desember 2016-April 2017. Penelitian dilakukan dengan tiga tahap, yaitu (1) Eksplorasi jamur patogen gulma berdaun lebar; (2) uji virulensi jamur patogen berdaun lebar terhadap lima jenis gulma (Eleuranthera ruderalis Sw., Alternanthera philoxeroides Mart., Ageratum conyzoides L., Amaranthus spinosus L. dan Alternanthera sessilis L.); dan (3) uji virulensi terhadap dua tanaman budidaya (padi dan jagung). Rancangan yang digunakan untuk uji virulensi adalah rancangan petak terbagi (split plot). Petak utama terdiri atas patogen jamur dan anak-petak terdiri atas lima spesies gulma berdaun lebar maupun dua jenis tanaman budidaya. Variabel yang diamati yaitu gejala penyakit, morfologi jamur patogen, masa inkubasi, dan intensitas penyakit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil eksplorasi, identifikasi, dan uji postulat koch jamur patogen gulma berdaun lebar pada gulma Eleuranthera ruderalis Sw dan Alternanthera philoxeroides Mart. didapatkan 3 jamur patogen, yaitu Colletrotichum sp., Fusarium sp. dan Cladosporium sp., Pada uji virulensi dari ketiga patogen pada gulma Eleuranthera ruderalis Sw, Alternanthera philoxeroides Mart., Ageratum conyzoides L., Amaranthus spinosus L. dan Alternanthera sessilis L diketahui bahwa Jamur Fusarium sp. merupakan jamur patogen gulma berdaun lebar yang paling bersifat virulen. Fusarium sp. mampu menginfeksi gulma dengan intensitas penyakit sebesar 8,10%. Hasil pengujian virulensi pada tanaman padi dan jagung tidak menunjukkan gejala penyakit hingga akhir pengamatan. | This research aimed to know the kind of pathogenic fungi causes disease in wide-leaved weeds and knowing virulance pathogenic fungi against wide-leaved, paddy and maize. The research was carried out at the Laboratory of Plant Protection and a Screen House, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University from December 2016 – April 2017. This research was conducted by three steps (1) Exploration of broad-leave weeds pathogenic fungi; (2) virulence test of broad-leave weeds pathogenic fungi to five species of weeds (Eleuranthera ruderalis Sw., Alternanthera philoxeroides Mart., Ageratum conyzoides L., Amaranthus spinosus L. and Alternanthera sessilis L.); and (3) virulence test on two cultivated plants (rice and corn). The design used for virulence test is split plot design. The main plot is pathogenic fungi and subplots are five species of broad-leave weeds nor two types of cultivated plants. The variables observed were symptoms of disease, morphology of pathogenic fungi, incubation period, and disease intensity. The results showed that exploratory, identification, and postulate koch test of broad-leave pathogenic fungi on Sword Eleuranthera ruderalis Sw. weeds and Alternanthera philoxeroides Mart. obtained three pathogenic fungi, Colletrotichum sp., Fusarium sp. and Cladosporium sp.,. On the virulence test of three pathogens on weeds of Eleuranthera ruderalis Sw, Alternanthera philoxeroides Mart., Ageratum conyzoides L., Amaranthus spinosus L. and Alternanthera sessilis L known that Fusarium sp. is the most virulent, broad-leave weeds pathogenic fungi. Fusarium sp. able to infect weeds with disease intensity 8.10%. The results of virulence test on rice and corn plants showed no symptoms until the end of the observation. | |
| 19212 | 25542 | B2A018014 | Struktur Koncangan Populasi Tungau Hama Dan Predator Serta Faktor Ekologis Pada Tanaman Stroberi (Fragaria Vesca L.) di Kawasan Dataran Tinggi Serang Purbalingga | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Struktur Koncangan Populasi Tungau Hama Dan Predator Serta Faktor Ekologis Pada Tanaman Stroberi (Fragaria Vesca L.) di kawasan Serang Purbalingga. Penelitian ini akan dilaksanakan dari bulan September sampai Desember 2019 pada desa sentral produksi stroberi yaitu Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Puralingga. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan teknik survei serta pengumpulan data di lapangan. Parameter yang diamati yaitu meliputi populasi tungau hama dan predator, musuh alami tungau hama, indeks keragaman tungau hama dan predator, indeks kemelimpahan tungau hama dan predator, indeks dominasi tungau hama dan predator, serta faktor ekologis. | This study aims to determine the structure of mite population prediction of pests and predators as well as ecological factors in strawberry plants (Fragaria Vesca L.) in the area of Serang Purbalingga. The research will be carried out from September to December 2019 in the central village of strawberry production, namely Serang Village, Karangreja District, Puralingga Regency. The method used in this research is descriptive method with survey techniques and data collection in the field. The observed parameters included pest and predator populations, natural enemies of pest mites, pest and predator diversity indices, abundance index of pests and predators, dominance index of pests and predators, and ecological factors. | |
| 19213 | 25713 | A1L014042 | Pengaruh Pemberian Compost Tea terhadap Pertumbuhan dan Hasil tanaman cabai (Capsicum annum L) | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian compost tea terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai. Penelitian ini dilaksanakan di Eksperimental Farm dan Laboratorium Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman pada bulan Juni sampai November 2018. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok (RAK) dan diulang tiga kali. Perlakuan pada penelitian ini adalah compost tea kotoran sapi 5%, compost tea kotoran sapi 10%, compost tea kotoran sapi 15%, compost tea kotoran ayam 5%, compost tea kotoran ayam 10%, compost tea kotoran ayam 15%, compost tea baglog jamur 5%, compost tea baglog jamur 10% compost tea baglog jamur 15% dan kontrol. Hasil yang diperoleh dianalisis dengan analisis varian pada taraf 5%. Hasil analisis varian yang menunjukan pengaruh nyata diuji lanjut menggunakan uji Ducan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5%. Variabel yang diamati yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun bobot kering tajuk, bobot kering akar, rasio tajuk akar, panjang akar, klorofil a, klorofil b, klorofil total , kerapatan stomata, lebar stomata, kehijauan daun, jumlah bunga per tanaman, volume buah dan bobot buah. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian compost tea meningkatkan tinggi tanaman sebesar 56%, bobot tajuk kering 20,51%, rasio akar tajuk 41%, panjang akar 31,23%, klorofil a 26,33%, jumlah bunga 26,1%, volume buah per tanaman 96,31% dan bobot buah per tanaman 98%. | This study aimed was knowing the effect of giving compost tea on the growth and yield of chili plants. The research was conducted from june until november 2018 at Eksperimental Farm and Laboratory Agronomy and Hortikulture, Faculty of Agriculture, Jenderl Soedirman University. The research was arranged by randomized completely block design (RCBD) and repeated in three times. The treatment of this research were compost tea of cow manure 5%, compost tea of cow manure 10%, compost tea of cow manure 15%, compost tea of chicken manure 5%, compost tea of chicken manure 10%, compost tea of chicken manure 15%, compost tea of mushrooms media waste 5%, copost tea of mushrooms media waste 10%, compost tea of mushrooms media waste 15%, and control. The result obtained were analyzed by analysis of variance at the level of 5%. The results of variance analysis which showed significant effect were further tested using the Ducan Multiple Range Test (DMRT) test at the level of 5%.The observed variables were plant height, number of leaf, leaf area, chlorophyll a, chlorophyll b, total chlorophyll, green leaves, stomata width, stomata density, dry shoot weight, dry root weight, root shoot ratio, number of flower, fruit volume and fruith weight. The results showed that giving compost tea had increased plant height 56%, dry shoot weight 20.51%, root shoot ratio 41%, root length 31.23%, chlorophyll a 26.33%, total of flower 26.1%, volume fruit for plant 96.31% and weight fruit for plant 98%. | |
| 19214 | 25742 | F1F015005 | PERUBAHAN RESPON TIONGKOK TERHADAP UJI COBA NUKLIR KOREA UTARA (2013-2018) | Tulisan ini bertujuan untuk menganalisa mengenai perubahan respon Tiongkok terhadap uji coba nuklir Korea Utara. Dalam tulisan ini, terdapat tiga pembahasan penting. Pada pembahasan pertama akan dijelaskan tentang sejarah awal mula hubungan bilateral Tiongkok dan Korea Utara dan perkembangannya. Pembahasan kedua adalah mengenai respon Tiongkok terhadap uji coba nuklir Korea Utara pada era kepemimpinan Hu Jintao. Pembahasan terakhir membahas tentang bagaimana dan mengapa terjadi perubahan respon Tiongkok terhadap uji coba nuklir Korea Utara pada era kepemimpinan Xi Jinping. Tulisan ini menggunakan metode penelitian kualititaf dan data sekunder, serta Teori Pembuatan Kebijakan Luar Negeri dan konsep Hubungan Bilateral. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat empat determinan yang mempengaruhi perubahan respon Tiongkok terhadap uji coba nuklir Korea Utara, yakni konteks internasional, pengambil keputusan, politik dalam negeri serta kondisi ekonomi dan militer. | This paper aims to analyze about China’s change of response toward North Korea’s nuclear test. In this paper, there are three important points of discussion. The first discussion will be explained about the beginning and the progress of China and North Korea’s relations. The second discussion is about China’s response toward North Korea’s nuclear test under Hu Jintao’s leadership. The last discussion is about how and why the response of China toward North Korea nuclear program changed under Xi Jinping’s leadership. This paper use qualitative method with the secondary data, and use the Foreign Policy Making Theory with the Bilateral Relations concept to the research of those discussion. The result of this analysis shows that there four determinants that influence China’s change of response toward North Korea’s nuclear test, they are international context, decision maker, domestic politics, and economy and military condition. | |
| 19215 | 22481 | G1G011042 | POLA PERTUMBUHAN GIGI DESIDUI ANTERIOR MAKSILA PADA BALITA DENGAN KELAINAN UNILATERAL CLEFT LIP AND PALATE USIA 18-24 BULAN (Studi Cross Sectional di RSAB Harapan Kita Jakarta Barat) | Tumbuh kembang kraniofasial merupakan proses yang dapat mengalami kelainan salah satunya yaitu cleft lip palate yang merupakan kelainan karena adanya gangguan formasi pembentukan bibir dan proses penutupan langit-langit mulut pada masa intrauterin. Salah satu tipe cleft yaitu unilateral cleft lip and palate. Kelainan ini dapat mengakibatkan kelainan erupsi dan anomali gigi pada balita. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan keterlambatan erupsi serta jumlah kejadian anomali antara cleft side dan non-cleft side gigi desidui anterior maksila. Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel yang digunakan pada penelitian ini berjumlah 11 pasien unilateral cleft lip and palate dengan teknik pengambilan total sampling. Pengambilan data dilakukan dengan inspeksi pada model studi pasien. Analisis data penelitian menggunakan aplikasi SPSS yaitu dengan uji Mann-Whitney U Test (p<0,05). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan bermakna keterlambatan erupsi dan jumlah kejadian anomali antara cleft side dan non-cleft side gigi geligi desidui anterior maksila (p>0,05). Simpulan penelitian ini adalah tidak ada perbedaan gigi geligi desidui anterior maksila antara cleft side dan non-cleft side. Diharapkan penelitian selanjutnya tidak hanya menggunakan model studi tetapi juga menggunakan rontgen. | Growth and development of craniofacial is a human process that may be affected by disorders. One of the disorders is cleft lip palate. Cleft lip palate is formation disorder of lips and/or palate during the intrauterine development. One of the cleft types is unilateral cleft lip and palate. Delayed eruption and dental anomaly in toddlers may occur as a result of unilateral cleft lip and palate. The aim of this study was to compare the delayed eruption and dental anomaly between cleft side and non-cleft side of maxillary anterior deciduous teeth. This study was descriptive- analytic study with cross-sectional approach. The total sampling technique was used in this study. Total samples were 11 patients of unilateral cleft lip and palate. Dental casts were used to analyze dental eruption and anomaly. Statistical analyzes were performed using the program SPSS. Differences of delayed eruption and dental anomaly between cleft side and non-cleft side were tested by Mann-Whitney U Test (p<0,05). The results indicated that there was no significant difference of the delayed eruption and dental anomaly between cleft side and non-cleft side of maxillary anterior deciduous teeth (p>0,05). Conclusion of this study was no significant difference between cleft side and non-cleft side. For future studies are advised not to only use dental casts but also radiography photos. | |
| 19216 | 22482 | H1H014026 | PROFIL DARAH LELE DUMBO (Clarias gariepinus) YANG DIBERI PAKAN MENGANDUNG PEGAGAN (Centella asiatica) | Budidaya lele intensif dapat beresiko tinggi terserang penyakit akibat kepadatan tinggi dan kualitas air yang rendah. Pegagan merupakan salah satu herbal yang dapat digunakan sebagai imunostimulan.Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pemberian pakan mengandung pegagan pada lele dumbo yang ditinjau dari profil darah.Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah eksperimental. Ikan diberi pakan selama 15 hari dengan pakan yang mengandung 3 dosis pegagan yang berbeda yaitu perlakuan A (0% pegagan dalam 1kg pakan/kontrol), perlakuan B (5% pegagan dalam 1kg pakan) dan perlakuan C (10% pegagan dalam 1kg pakan). jumlah total eritrosit, nilai hemoglobin, persentase hematokrit dan diferensial leukosit diamati pada 3 ulangan ikan per perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung pegagan dalam pakan tidak memberikan pengaruh nyata (P>0.05) terhadap jumlah total eritrosit, nilai hemoglobin, persentase hematokrit dan diferensial leukosit (monosit, limfosit dan sel polimorfonuklear). Hasil kualitas air meliputi temperature, pH dan oksigen terlarut selama pemeliharaan dalam kondisi normal. | The cultivation of catfish intensively can be at high risk of diseases due to high stocking density and poor water quality. Gotu kola is one of the herbs that can be used as immunostimulant. The purpose of this study was to determine the effect of feeding containing gotu kola on the blood profile of catfish. Experimental method was used in this study. The fish fed for 15 days with feed containing three different doses of Gotu kola: treatment A (0% gotu kola in 1 kg of feed / control), treatment B (5% gotu kola in 1 kg of feed) and treatment C (10% gotu kola in 1kg of feed). Total amount of erythrocytes, hemoglobin level, percentage of hematocrit and differential of leukocyte were examined from three individuals per treatment. The results showed that the addition of gotu kola flour in the feed did not give a significant effect on total amount of erythrocytes, hemoglobin level, percentage of hematocrit and differential of leukocyte (monocytes, lymphocytes and polymorphonuclear cell). The result of water quality showed that temperature, pH and dissolved oxygen during the were in normal conditions. | |
| 19217 | 22483 | E1A013043 | PENERAPAN ASAS NON-RETROAKTIF DALAM PERTIMBANGAN HUKUM HAKIM (Studi Terhadap Pembatalan Keputusan Tata Usaha Negara Pada Putusan Nomor 06/G/2015 PTUN-SMG) | Keabsahan Keputusan Tata Usaha Negara harus sesuai dengan perundang-undangan dan Asas-Asas Umum Pemerintahan yang Baik, jika tidak sesuai maka akan berakibat pada dinyatakan batal atau tidak sahnya KTUN. Salah satu kasus mengenai pembatalan KTUN, terdapat dalam Putusan PTUN Semarang Nomor 06/G/2015 PTUN-SMG. Dalam hal ini Peneliti tertarik meneliti mengenai keabsahan Surat Keputusan objek sengketa dari aspek wewenang, substansi, prosedur dan Asas-Asas Umum Pemerintahan yang Baik. Dalam rangka menjawab permasalahan di atas, metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan tipe penelitian yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan metode pendekatan kasus. Metode analisis yang digunakan adalah kualitatif dengan menggunakan model intepretasi. Hasil penelitian menyatakan bahwa dari aspek wewenang dan aspek prosedur penerbitan Surat Keputusan objek sengketa oleh Tergugat telah bertentangan dengan peraturan perundang-undangan dan Asas-Asas Umum Pemerintahan yang Baik terutama asas kepastian hukum dan asas kecermatan. | The validity of the State Administration Decree must be in accordance with the laws and the General Principles of Good Governance, if it is not so, it will cause to be declared of null or invalid KTUN. One of cases regarding to the cancellation of KTUN is contained in the Semarang State Administrative Court Decision Number 06 / G / 2015 PTUN-SMG. In this case, the researcher is interested in researching to the validity of the disputed object Decree from the aspects of authority, substance, procedure and General Principles of Good Governance. In order to answer those problems, the research method used in this study is by using a normative juridical type of research with a legislative approach and a case approach method. The analytical method used in the research is qualitative using interpretation models. The results of the study stated that from the aspect of authority and the aspects of the Decree issuing procedure on the disputed object by the Defendant, it was contrary to the Legislation and the General Principles of Good Governance, especially the principle of legal certainty and the principle of accuracy. | |
| 19218 | 22484 | G1G014041 | HUBUNGAN EKSPRESI ALDH-1 DENGAN GRADING HISTOPATOLOGI KARSINOMA SEL SKUAMOSA RONGGA MULUT | Karsinoma sel skuamosa merupakan keganasan dari sel epitel yang paling sering ditemukan di rongga mulut dengan persentase 90% dari semua kanker rongga mulut. Karsinoma sel skuamosa rongga mulut biasanya terdapat pada beberapa lokasi yaitu bibir, lidah, dasar mulut, dan bagian posterior palatum. Karsinoma sel skuamosa rongga mulut biasanya terjadi pada individu yang memiliki kebiasaan mengkonsumsi alkohol dan tembakau secara berlebihan. Selain itu, karsinoma sel skuamosa rongga mulut juga terjadi karena faktor infeksi, faktor imunologi, faktor genetik, dan faktor lingkungan. ALDH-1 merupakan enzim detoksifikasi yang mengoksidasi aldehid intraseluler dan membuat resisten terhadap agen alkilasi yang dapat dijadikan sebagai penanda untuk mendeteksi adanya sel kanker punca yang akan memberikan gambaran prognosis keganasan dengan grading histopatologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan ekspresi ALDH-1 dengan grading histopatologi karsinoma sel skuamosa rongga mulut. Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah 17 orang penderita karsinoma sel skuamosa rongga mulut dengan tipe keratinized carcinoma, non keratinized carcinoma, dan undifferentiated carcinoma. Pengumpulan data dilakukan dengan pembuatan preparat yang diambil dari blok parafin jaringan karsinoma sel skuamosa rongga mulut yang selanjutnya dilakukan pemeriksaan immunohistokimia. Pemeriksaan immunohistokimia terdiri dari tiga langkah utama, yaitu deparafinasi (rehidrasi), antigen unmasking, dan pewarnaan (staining). Selanjutnya, dilakukan pengamatan di bawah mikroskop cahaya dengan pembesaran 400x dengan teknik skoring sel berupa Allred Score. Uji statistik yang digunakan adalah uji validitas dengan 2 pengamat menggunakan Cohen’s Kappa dan uji Chi Square untuk melihat hubungan dari ekspresi ALDH-1 dengan grading histopatologi. Hasil uji Chi Square menunjukkan terdapat hubungan antara ekspresi ALDH-1 dengan grading histopatologi karsinoma sel skuamosa rongga mulut (p<0,05). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara ekspresi ALDH-1 dengan grading histopatologi karsinoma sel skuamosa rongga mulut. | Squamous cell carcinoma is the most malignant epitheliel cells commonly found in the mouth with percentage of 90% of all oral cavity cancer. The oral squamous cell carcinoma is usually presented in several locations, for example in lips, tongue, baseline of tongue, and posterior palatum. Oral squamous cell carcinoma usually occurs in individuals who have excessive consumption of alcohol and tobacco. In addition, squamous cell carcinoma of the oral cavity also occurs due to infection factors, immunological factors, genetic factors, and environmental factors. ALDH-1 is a detoxifying enzyme that oxidizes intracellular aldehydes and makes it resistant to alkylating agents that can be used as markers to detect the presence of stem cancer cells that will illustrate the prognosis of malignancy with histopathological grading. The aim of this study was to know the expression of ALDH-1 in correlation with histopathology grading of oral squamous cell carcinoma. This type of research was analytical observational research with cross-sectional design. Samples used in this study were 17 patients with oral squamous cell carcinoma with keratinized carcinoma, non keratinized carcinoma, and undifferentiated carcinoma types. Samples from paraffin block of oral squamous cell carcinoma tissue were processed for immunohistochemical analysis. Immunohistochemical examinations consist of three main steps: deparafination (rehydration), unmasking antigens, and staining. Furthermore, observation was done under light microscope with 400x magnification with cell scoring technique of Allred Score. The statistical test used was the validity test with 2 observers using Cohen's Kappa and Chi Square test to see the correlation of ALDH-1 expression and histopathological grading. The results showed that there was a correlation between ALDH-1 expression and histopathological grading of squamous cell carcinoma of the oral cavity (p <0.05). Based on the research, it can be concluded that there was a correlation between ALDH-1 expression with histopathological grading of squamous cell carcinoma. | |
| 19219 | 25743 | A1C015002 | DISTRIBUSI SPASIAL KADAR AIR TANAH PADA BUDIDAYA KENTANG DENGAN VARIASI DIMENSI DAN KEMIRINGAN GULUDAN HORIZONTAL | Budidaya kentang konvensional umumnya menggunakan guludan vertikal yang berdampak tingginya erosi. Penerapan guludan horizontal terbukti mampu mengurangi erosi hingga 73% namun menurunkan produktivitas tanaman. Hal tersebut dikarenakan guludan horizontal lebih banyak menyimpan air, sehingga diperlukannya penelitian terkait distribusi spasial kadar air pada guludan horizontal yang dapat digunakan dalam penentuan pembuatan drainase. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola spasial air tanah serta pengaruh variasi dimensi dan kemiringan guludan terhadap distribusi kadar air tanah pada budidaya tanaman kentang dengan sistem guludan horizontal. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei – November 2017 dan dianalisis pada Februari – April 2019 pada lahan pertanian tanaman hortikultura Desa Serang Kecamatan Karangreja Kabupaten Purbalingga dan Laboratorium Teknik Pengendalian Bio-Lingkungan, Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman. Variabel yang diamati yaitu kadar air volumetrik tanah pada lebar guludan 30, 40 dan 50 cm di kemiringan 5, 15 dan 30%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa distribusi kadar air pada masing-masing dimensi dan kemiringan memiliki pola yang berbeda-beda dan mengalami perubahan pada masing-masing kedalamannya dimana keterkaitan kadar air cenderung memiliki range yang semakin kecil dengan bertambahnya kedalaman. Kadar air tanah di demplot kemiringan 5% pada lebar guludan 30 cm, 40 cm dan 50 cm rata-rata terkorelasi pada range berturut-turut 0,5 – 1,5 m, 0,5 - 3 m dan 1 - 1,5 m dengan nilai sill berturut-turut berkisar pada 0,001 – 0,003; 0,002 – 0,003; dan 0,003. Pada demplot kemiringan 15% dengan lebar guludan 30 cm, 40 cm dan 50 cm, kadar air tanah rata-rata terkorelasi pada range berturut-turut 0,5 – 1,5 m, 0,5 – 3 m dan 0,5 – 1 m dengan nilai sill berturut-turut berkisar pada 0,001 – 0,003; 0,001 – 0,002; dan 0,001 – 0,002. Kadar air tanah di demplot kemiringan 30% pada lebar guludan 30 cm, 40 cm dan 50 cm rata-rata terkorelasi pada jarak berturut-turut 0,5 – 3 m, 2,5 – 3 m dan 0,5 – 1,5 m dengan nilai sill berturut-turut berkisar pada 0,001 – 0,003; 0,002 – 0,003; dan 0,001 – 0,002. Berdasarkan lebar dimensi guludan, range terkorelasinya kadar air paling besar pada lebar 40 cm yaitu rata-rata pada kisaran 1 – 3 m, sedangkan pada lebar 30 cm dan 50 cm range terkorelasinya kadar air yaitu pada kisaran 0,5 – 1,5 cm. | Conventional cultivation of potatoes generally uses vertical ridges that have high risk of erosion. The application of horizontal ridges has been proven to reduce erosion up to 73% but reduce crop productivity. This is because the horizontal ridges store more water, so research is needed regarding the distribution spatial of soil water content in horizontal ridges that can be used in determining drainage making. This study aims to determine the spatial pattern of groundwater and the effect of variations in dimensions and slope of the ridges on the distribution of soil water content in potato crop cultivation with a horizontal ridges system. The research was conducted in May-November 2017 on the horticultural crop farm in Serang Village, Karangreja District, Purbalingga Regency and analyzed in Februari-April 2019 on Bio-Environmental Control Engineering Laboratory, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University. The variables observed were the volumetric water content of the soil at the width of the ridges 30, 40 and 50 cm on slopes of 5, 15 and 30%. The results showed that the distribution of water content in each dimension and slope had different patterns and experienced changes at each depth where the association of water content tended to have a range that was closer to increasing depth. The level of groundwater in the 5% slope demplot on the width of the ridge 30 cm, 40 cm and 50 cm the average is correlated in the successive ridge of 0.5 - 1.5 m, 0.5 - 3 m and 1 - 1.5 m with sill values in a row ranging from 0.001 - 0.003; 0.002 - 0.003; and 0.003. In the 15% slope demplot with a width of 30 cm, 40 cm and 50 cm, the average soil moisture content is correlated in successive ranges of 0.5 - 1.5 m, 0.5 - 3 m and 0.5 - 1 m with sill values in a row ranging from 0.001 - 0.003; 0.001 - 0.002; and 0.001 - 0.002. The level of groundwater in the 30% slope demplot on the width of the ridge 30 cm, 40 cm and 50 cm the average correlated at a distance of 0.5 - 3 m, 2.5 - 3 m and 0.5 - 1.5 m with sill values in a row ranging from 0.001 - 0.003; 0.002 - 0.003; and 0.001 - 0.002. Based on the width of the ridge dimension, the correlation range of the water content is greatest at 40 cm width, which is on average in the range of 1-3 m, while in the width of 30 cm and 50 cm the range of correlated water content is in the range 0.5 - 1.5 cm. | |
| 19220 | 22485 | D1E014280 | PERENDAMAN DAGING ITIK AFKIR DENGAN BERBAGAI SARI BAGIAN BUAH NANAS (Ananas comosus L. Merr) TERHADAP KEEMPUKAN DAN SUSUT MASAK | Penelitian bertujuan untuk mengetahui penggunaan sari berbagai bagian buah nanas dan bagian yang paling berpengaruh terhadap keempukan dan susut masak pada daging itik afkir. Penelitian dilakukan di Laboratorium Teknologi Hasil Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Materi penelitian yang digunakan adalah 10 ekor itik Tegal afkir umur 84 minggu dengan bobot ±1,4 kg. Penelitian menggunakan metode eksperimen. Rancangan penelitian yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Variabel yang diamati dalam penelitian adalah keempukan dan susut masak. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis variansi. Hasil penelitian diperoleh rataan keempukan 0,04270 mm/g/dt dengan kisaran antara 0,04160 mm/g/dt sampai 0,04470 mm/g/dt, rataan susut masak 38,75% dengan kisaran antara 37,62% sampai 40,56%. Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa perendaman daging dada itik afkir dengan sari berbagai bagian buah nanas berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap keempukan daging dan susut masak. Kesimpulan, keempukan dan susut masak pada daging itik afkir yang direndam dengan sari berbagai bagian buah nanas menghasilkan nilai keempukan dan susut masak yang relatif sama. | The purpose of the research was to known the use of extracts of various parts of pineapple fruit and the most influential part of tenderness and cooking losses on spent duck meat. The research was conducted at the Animal Product Technology Laboratory, Faculty of Animal Husbandry, Jenderal Soedirman University, Purwokerto. The research material used was 10 Tegal ducks, aged 84 weeks, weighing ± 1.4 kg. The research is using experimental method. The research design used was Completely Randomized Design (CRD) with 4 treatments and 5 replications. Variables observed in the study were tenderness and cooking losses. The data obtained were analyzed using analysis of variance. The results of the research showed that the average tenderness was 0.04270 mm/g/sec with a range between 0.04160 mm/g/sec to 0.04470 mm/g/sec, the average cooking losses was 38.75% with a range between 37.62% to 40.56% . The results of the analysis of variance showed that the immersion of the chest meat of the ducks with the juice of various parts of pineapple fruit had no significant effect (P>0.05) on meat tenderness and cooking losses. Conclusions, tenderness and cooking losses on the spent duck meat marinade with various parts of pineapple fruit produced relatively similar tenderness and cooking losses. |