Artikelilmiahs
Menampilkan 19.221-19.240 dari 50.080 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 19221 | 22615 | A1L014051 | UJI DOSIS PUPUK NPK DAN PUPUK ORGANIK AMPAS KULIT KOPI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BAYAM MERAH (Amaranthus gangeticus | Bayam merah (Amaranthus gangeticus) merupakan salah satu jenis sayuran yang diminati. Pemupukan memegang peranan yang penting dalam menunjang produksi tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh dosis pupuk NPK dan pupuk organik ampas kulit kopi serta kombinasinya terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bayam merah. Penelitian dilaksanakan di screen house yang berada di Desa Melung Kecamatan Ketenger berlangsung selama 5 minggu yaitu pada 4 Februari 2018 sampai 12 Maret 2018. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan 9 perlakuan. Perlakuan merupakan kombinasi dari 3 taraf dosis NPK dan 3 taraf dosis ampas kulit kopi. Dosis NPK adalah 0 g/polibag, 0,125 g/polibag dan 0,250 g/polibag. Dosis ampas kulit kopi adalah 0 g/polibag, 10 g/polibag dan 20 g/polibag .Variabel yang diamati adalah tinggi tanaman, luas daun, jumlah daun, jumlah klorofil, bobot tanaman segar, bobot tajuk segar, bobot akar segar, panjang akar, bobot tanaman kering, bobot tajuk kering, bobot akar kering. Hasil peneltian menunjukkan bahwa dosis pupuk NPK 0,250 g merupakan perlakuan terbaik dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman bayam merah, sebesar 6,44 g (bobot tajuk segar); 11,72 (jumlah daun); 7,71 g (bobot tanaman segar). Dosis ampas kulit kopi yang diberikan belum mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman bayam merah kecuali pada bobot akar kering dengan dosis 20 g. Tidak ada kombinasi antara pupuk NPK dan ampas kulit kopi dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman bayam merah. | Red spinach (Amaranthus gangeticus) is one of the popular vegetables. Fertilization has important function to increase plant production. This reseach aims to study the effect of NPK fertilizers and organic fertilizers of coffee lees and its kombination on the growth and yield of red spinach. This research was conducted at screen house located in Melung Village Ketenger District from on 4 February 2018 - 12 March 2018. This research used Completely Randomized Block Design (RCBD) with 9 treatments. The treatments were combinations between 3 doses of NPK and 3 doses of coffee lees. NPK dose were 0 , 0.125 and 0.250 g/ polybag . The dosage of coffee lees were 0 , 10 and 20 g / polybag. Variables observed were plant height, leaf area, number of leaves, number of chlorophyll, fresh plant weight, fresh shoot weight, fresh root weight, root length, dry plant weight, dry shoot weight, dry root weight. The results of the research showed that right dose of NPK fertilizer for the growth and yield of red spinach plants was 0.250 g. It increased fresh shoot weight 6.44 g, number of leaf 11.72 and fresh plant weight 7.71 g. The doses of coffe lees couldn’t increase the growth and yield of red spinach except on a dry root weight with a dose of 20 g. There was no combination between NPK fertilizer and coffee lees to increases the growth and yield of red spinach. | |
| 19222 | 22492 | G1B014093 | Hubungan Faktor Internal dengan Keluhan Low Back Pain (LBP) pada Buruh Panggul di Gudang Bulog 408 Cindaga Kabupaten Banyumas | HUBUNGAN FAKTOR INTERNAL DENGAN KELUHAN LOW BACK PAIN (LBP) PADA BURUH PANGGUL DI GUDANG BULOG 408 CINDAGA KABUPATEN BANYUMAS ABSTRAK Latar Belakang: Low Back Pain (LBP) adalah nyeri yang dirasakan pada daerah punggung bawah. Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadi keluhan LBP meliputi umur, status gizi, kebiasaan merokok, kebiasaan olahraga, masa kerja, beban kerja, dan sikap kerja. Buruh panggul berisiko mengalami LBP karena sikap kerja yang tidak ergonomis dan mengangkat beban yang terlalu berat dalam waktu yang lama. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor apa saja yang berhubungan dengan keluhan LBP pada buruh panggul di Gudang Bulog 408 Cindaga Kabupaten Banyumas. Metode: Penelitian ini merupakan observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dari penelitian ini adalah buruh panggul di Gudang Bulog 408 Cindaga Kabupaten Banyumas, dengan jumlah sampel sebanyak 35 orang dengan teknik total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Data dianalisis dengan uji Chi Square dengan derajat kepercayaan 95%. Hasil Penelitian: Variabel yang berhubungan adalah umur (0,043), masa kerja (0,008), sikap kerja (0,002), dan beban kerja (0,002). Variabel yang tidak berhubungan adalah status gizi (0,113), kebiasaan merokok (0,073), dan kebiasaan olahraga (0,115). Simpulan: Variabel yang berhubungan adalah umur, masa kerja, sikap kerja, dan beban kerja. Saran: Pengelola Gudang Bulog 408 menerapkan peraturan mengenai batas maksimal beban, buruh panggul melakukan stretching sebelum bekerja, Gudang Bulog 408 menambah jumlah buruh panggul. | RELATIONSHIP OF INTERNAL FACTOR WITH LOW BACK PAIN COMPLAINT ON PELVIC LABORER IN BULOG 408 CINDAGA WAREHOUSE BANYUMAS DISTRICT ABSTRACT Background: Low Back Pain (LBP) is pain that felt in the lower back area. Factors that affect LBP are age, nutrional status, smoking habit, exercise habit, work period, workload, and work posture. Pelvic Laborers have risk of LBP because work posture is not ergonomic and lift heavy weights for long time. The purpose of this research is to determine the factor that relate with LBP complaint on pelvic laborer in Bulog 408 Cindaga Warehouse Banyumas District. Methods: This research was an observational analytic using cross sectional approach. The population were all of pelvic laborers in Bulog 408 Cindaga Warehouse with amount of sample were 35 laborers by total sampling technique. The research instrument was questionnaire. The data were analyzed by Chi Square test with 95% signifancy. Results: Variables that related with LBP complaint are age (0,043), work period (0,008), work posture (0,002), and workload (0,002) while the variables that not related with LBP complaint are nutrional status (0,113), smoking habit (0,073), and exercise habit (0,115). Conclusion: The variables that related with LBP complaint on pelvic laborer in Bulog 408 Cindaga Warehouse are age, work period, work posture, and workload. Suggestion: The company should applies maximum weighting lift rules, laborers should do stretching before work, the company adds more laborer. | |
| 19223 | 22498 | F1C014013 | ANALISIS SEMIOTIKA DISKRIMINASI SUKU AGAMA DAN RAS DALAM VIDEO GAME RESIDENT EVIL 5 | Video game merupakan salah satu media baru hasil dari kemajuan teknologi komunikasi dan informasi. Video game tidak lagi dipandang sebatas alternatif hiburan pada waktu senggang yang memiliki konten ringan. Melainkan media yang memiliki permasalahan kompleks. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui makna denotatif serta makna konotatif yang memiliki makna diskriminasi suku, agama, dan ras yang terdapat dalam potongan scene. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan semiotika Rolland Barthes yang dikombinasikan dengan model semiotika John Fiske. Model Fiske digunakan untuk memaknai tanda denotatif yang kemudian tanda tersebut direproduksi kembali maknanya dengan metode Barthes untuk memaknai tanda konotatif atau makna tataran kedua. Hasil yang diperoleh pada penelitian ini adalah Video Game Resident Evil 5 mengandung pesan diskriminasi suku, agama, dan ras yang terdapat pada potongan adegan opening game dan game play. Diskriminasi suku dan ras ditunjukan dengan perbedaan penggambaran antara orang kulit hitam dan orang kulit putih yang meliputi penampilan, pakaian, tata rias, karakter, dan aksi yang dilakukan. Orang kulit putih digambarkan sebagai tokoh berpenampilan gagah yang memiliki kesan sebagai pahlawan yang mendominasi. Sedangkan orang kulit hitam digambarkan sebagai orang yang memiliki derajat lebih rendah dibandingkan orang kulit putih. Orang kulit hitam dijadikan alat perang sekaligus medium uji coba senjata biologi yang diciptakan orang kulit putih. Isu wabah penyakit yang diciptakan orang kulit putih terhadap orang kulit hitam merupakan strategi pembantaian oleh orang putih untuk menguasai apa yang dimiliki orang kulit hitam. Sedangkan diskriminasi agama pada video game ini ditampilkan dengan suatu buku yang memiliki cover sama seperti Al-Quran yang tergeletak di atas lantai yang dapat diinjak dan dilangkahi oleh karakter dalam permaianan Kata Kunci: Semiotika, Video Game, Resident Evil 5, Diskriminasi, Model John Fiske, Model Rolland Barthes | Video game is one of the improvement of new media result of information and communication technology. Video games are no longer seen as merely an alternative entertainment in leisure time that have mild content. But the media who have complex problems. The purpose of this study was to determine the denotative and connotative meanings that have discrimination meaning of race, religion, and race that are contained in the scene cuts. The method used in this study is a qualitative method Rolland Barthes semiotic approach combined with a model of semiotics John Fiske. Fiske models used to interpret the denotative sign which then reproduced the sign meaning with Barthes method to interpret the connotative sign or meaning of the second level. The results obtained in this study are the Video Game Resident Evil 5 contains the message discrimination of race, religion, and race footage contained in the opening game and the game play. Ethnic and racial discrimination shown by the depiction of the difference between black people and white people that includes appearance, clothing, makeup, character, and actions. The white people are described as a stout figure who has the impression of being a hero who dominates. While black people are described as having a lesser degree than the whites. The black people used as a tool of war at the same time biological weapons test medium that created the whites. Epidemic issues created by white people against black people is a strategy massacre by white people to control what belongs to black people. While religious discrimination in this video game is displayed with a book that has the same cover as the Al-Quran that was lying on the floor that can be trampled and disregarded by the characters in video game. Keywords: Semiotics, Video Games, Resident Evil 5, Discrimination, Model John Fiske, Model Rolland Barthes. | |
| 19224 | 25744 | B2A017005 | PRODUKSI β-GLUKAN DARI DINDING SEL YEAST PADA MEDIUM KULTUR DENGAN KONSENTRASI GLUKOSA BERBEDA | Abstrak Beta glukan adalah homopolimer glukosa yang terikat oleh ikatan beta- (1,3) dan beta - (1,6) glukosidal. Beta glukan ada yang larut dalam air dan larut alkali. Beberapa beta glukan telah diisolasi dari beberapa yeast sebagai feed additive bahan pangan maupun pakan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan ekstrak kasar beta glukan dari empat isolat yeast dan untuk mendapatkan konsentrasi glukosa yang optimal dalam memproduksi beta glukan dalam medium fermentasi cair. Isolat yeast yang digunakan yaitu Saccharomyces cerevisiae YASC13, Candida tropicalis YBS07, Kluyveromyces marxianus YBS08, Schizosaccharomyces pombe YASC11. Isolat merupakan hasil isolasi dari air fermentasi alami dalam pembuatan tempe di berbagai daerah di Banyumas dan Bogor. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental menggunakan pola faktorial rancangan acak lengkap (RAL). Data dianalisis menggunakan Analysis of Variance (ANOVA). Hasil analisis menunjukkan bahwa perlakuan masing-masing isolat yeast dengan dua konsentrasi glukosa yang berbeda yaitu 20 g dan 30 g memberikan pengaruh secara nyata antar perlakuan (p <0,05). Ujilanjut Duncan menunjukkan interaksi perlakuan terbaik untuk menghasilkan beta glukan kasar yaitu isolat Saccharomyces cerevisiae YASC13 yang dikultur dengan konsentrasi glukosa 30 g / 100 mL, mampu menghasilkan beta glukan 113,75 mg / 100 mL. Potensi produksi terendah dari Kluyveromyces marxianus YBS08 yang mampu menghasilkan beta glukan 57,24 mg / 100 mL. | Abstract: Beta glucan is a homopolymer of glucose are bound by ties of beta- (1,3) and beta - (1,6) glucosidal and is known as an immunomodulator. Beta glucan there is water soluble and alkali soluble and some beta glucan has been isolated from several yeasts. The aim of this study is to get beta glucan crude extract from four yeast and to obtain the optimum glucose concentration in producing β-glucan in liquid fermentation medium. Yeasts isolate are Saccharomyces cerevisiae YASC13, Candida tropicalis YBS07, Kluyveromyces marxianus YBS08, Schizosaccharomyces pombe YASC11. The isolate was the result of isolation from natural fermented water in the manufacture of tempeh in various regions in Banyumas and Bogor. The method used is the experimental method using a completely randomized design (CRD) factorial pattern. Data were analyzed using Analysis of Variance (ANOVA). The results of analysis showed that the treatment of each of the yeast isolates with the two different glucose consentration 20 g and 30 g gave significantly different interactions between treatments (p <0.05). The combination of the best treatment to produce crude beta glucan is S. cerevisiae YASC13 were found in glucose concentration of 30 g/100 mL, able to produce beta glucan 113,7 mg/100 mL. The lowest potential production from K. marxianus YBS08 that able to produce beta glucan 57,24 mg/100 mL found in glucose concentration of 20 g /100 mL. | |
| 19225 | 22493 | A1H013016 | Uji Performansi Tungku Biomassa Berbahan Bakar Kayu Albasia, Pinus, Dan Mahoni Di Desa Panembangan, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas | Desa Panembangan, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas merupakan desa dengan rata-rata mata pencaharian masyarakatnya adalah petani nira (gula kelapa). Dalam industri gula kelapa, proses pengolahan nira kelapa menjadi gula kelapa dimasak menggunakan tungku biomassa. Penggunaan tungku biomassa didukung dengan pemanfaatan limbah biomassa berupa kayu bakar yang tersedia cukup banyak di wilayah tersebut. Tungku biomassa yang diuji telah dimodifikasi dengan memberi penambahan cerobong serta ruang abu sisa pembakaran. Penelitan dilakukan untuk menganalisis efisiensi termal tungku. Tujuan dari penelitian adalah: 1) Untuk mengetahui lama waktu penyalaan bahan bakar, 2) untuk mengetahui laju konsumsi bahan bakar, dan 3) untuk mengetahui nilai efisiensi termal tungku dari bahan bakar kayu albasia, kayu pinus, dan kayu mahoni. Penelitian dilakukan di Desa Panembangan, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas dari bulan Desember 2017 sampai Februari 2018. Tahapan awal penelitian adalah mengamati permasalahan yang ada pada saat pemasakan kepada petani gula setempat. Setelah data terhimpun, rancangan tungku dibuat menggunakan aplikasi Sketchup 2013. Percobaan yang dilakukan pada penelitian ini adalah proses pemasakan air dengan bahan bakar yang berbeda yakni kayu albasia, kayu pinus, dan kayu mahoni. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental. Variabel yang diamati adalah lama penyalaan bahan bakar, laju konsumsi bahan bakar, dan efisiensi termal tungku. Percobaan dilakukan pengulangan sebanyak tiga kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Lama waktu penyalaan bahan bakar paling cepat pada bahan bakar kayu pinus pada menit ke-4,23. 2) Laju konsumsi bahan bakar paling hemat pada bahan bakar kayu mahoni sebesar 6,79 kg/jam. 3) Efisiensi termal tungku tertinggi pada bahan bakar kayu mahoni sebesar 14,90 %. Dapat disimpulkan bahwa kayu mahoni merupakan jenis limbah kayu terbaik dalam pemanfaatannya sebagai bahan bakar biomassa. | Panembangan Village, Cilongok District, Banyumas Regency is a village with livehoods community is as palm sugar farmers. In the coconut sugar industry, the processing of coconut juice into coconut sugar was previously cooked used a biomass furnace. The used of biomass furnace is supported by the utilized of biomass waste in the form of firewood which is available a lot much around that area. The tested biomass furnace has been modified by added a exhaust and the remaining ash chamber. The research was conducted to find out the thermal efficiency analysis of the furnace. The objectives of the study were to determine the energy efficiency of the furnace, the duration of fuel ignition, and the rate of fuel consumption by used wood fuels of albasia, pine, and mahogany. The study was conducted in Panembangan Village, Cilongok District, Banyumas Regency from November 2017 to February 2018. The first stages of the research was observed the problems that existed during cooked to local sugar farmers. After data gathered, the furnace design used Sketchup 2013 application. The research method used is experimental method. The variables observed were duration of fuel ignition, fuel consumption rate, and thermal efficiency of the furnace. The experiments carried out in this study was combustion with different fuels namely wood albasia, pine wood, and mahogany wood. The experiment was repeated three times. The results showed that: (1) The longest time of fuel ignition on pine wood fuel at 4.23th minutes. (2) The most economical fuel consumption rate in mahogany wood is 6.79 kg/h. (3) Highest furnace thermal efficiency in mahogany wood fuel at 14.90 %. It can be concluded that mahogany wood is the best type of wood waste in it’s used as a biomass furnace fuel. | |
| 19226 | 25544 | A1D115018 | PENGARUH METABOLIT SEKUNDER JAMUR ENTOMOPATOGEN TERHADAP HAMA WALANG SANGIT (Leptocorisa acuta) DAN MUSUH ALAMINYA PADA TANAMAN PADI (Oryza sativa L.) | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metabolit sekunder jamur entomopatogen isolat asal Desa Cipete, Papringan, dan Pasir Kulon terhadap: mortalitas, populasi, intensitas serangan, dan populasi musuh alami hama walang sangit (Leptocorisa acuta). Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Perlindungan Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman dan sawah percobaan di Desa Pasir Kidul, Purwokerto Barat, Banyumas, Jawa Tengah pada bulan Oktober 2018 sampai Maret 2019. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Non Faktorial dengan 11 perlakuan dan 3 kali ulangan. Perlakuan yang digunakan adalah kontrol (P0), isolat asal Desa Cipete dengan konsentrasi 5% (P1), 10% (P2), 15% (P3), isolat asal Papringan dengan konsentrasi 5% (P4), 10% (P5), 15% (P6), isolat asal Desa Pasir Kulon dengan konsentrasi 5% (P7), 10% (P8), 15% (P9), dan insektisida bahan aktif imidakloprid 0,5g/liter (P10). Variabel yang diamati adalah mortalitas, populasi, intensitas serangan, dan musuh alami hama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) metabolit sekunder jamur entomopatogen P8 (10%) dan P9 (15%) mampu membunuh ≥80 % walang sangit pada hari ketiga.; 2) semua metabolit sekunder jamur entomopatogen yg diuji mampu menekan populasi walang sangit sebesar 77,6% - 100%; 3) metabolit sekunder jamur entomopatogen P8 (10%) dan P9 (15%) mampu menekan intensitas serangan walang sangit sebesar 92,2% dan 92,8% ; 4) metabolit sekunder jamur entomopatogen tidak mempengaruhi populasi musuh alami Lycosa sp., Atypena sp., Oxyopes sp. dan Tetragnatha sp. | This research was aimed for knowing the effect of secondary metabolites entomopathogenic fungi originated from Cipete, Papringan, and Pasir Kulon village on to intensity of the attack, on mortality, stink bug population and on population of natural enemy stink bug (Leptocorisa acuta). This research was conducted in Plant Protection Laboratory of Agriculture Faculty, Jenderal Soedirman University and the yield on Pasir Kidul village, West Purwokerto, Banyumas Regency, Center of Java on Oktober to March 2019. Laboratory test was used a completely randomized block (CRB) Non Factorial with 11 treatments and 3 replications. Each plastic confinement fill in by 10 adult and plot size is 2 m x 1 m with spacing 25 cm x 25 cm.. The treatments respectively were control (P0), isolate from Cipete village with concentration 5% (P1), 10% (P2), 15% (P3), isolate from Papringan with concentration 5% (P4), 10% (P5 15% (P6), isolate from Pasir Kulon village with concentration 5% (P7), 10% (P8), 15% (P9), and insecticide imidakloprid 0,5g/litre (P10). Observation variable is mortality, intensity of the attack, and natural enemies. The conclusions were : 1) secondary metabolites of entomopathogenic fungi P8(10%) and P9 (15%) were able to kill ≥80% of stink bug on the third day; 2) all the secondary metabolites of the entomopathogenic fungi tested were able to suppress the stink bug population by 77.6% - 100%; 3) the secondary metabolites of entomopathogenic fungi P8 (10%) and P9 (15%) were able to reduce the intensity of stink bug attacks by 92.2% and 92.8%; 4) Secondary metabolites of entomopathogenic fungi do not affect the natural enemy population of Lycosa sp., Atypena sp., Oxyopes sp. and Tetragnatha sp . | |
| 19227 | 25658 | F1B115016 | FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI EFEKTIVITAS PELAKSANAAN PROGRAM PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI DI BALAI LATIHAN KERJA KABUPATEN PURBALINGGA | Angka pengangguran di kabupaten purbalingga yang masih mengalami fluktuatif. Salah satu bentuk nyata yang dilakukan oleh Pemerintah dalam upaya mengatasi permasalahan ketenagakerjaan khusunya pengangguran yaitu dengan melaksanakan program pelatihan kerja. Untuk dapat mencapai keberhasilan dalam pencapaian tujuan yang dinilai dari tingkat efektivitas program pelatihan kerja, Balai Latihan Kerja Kabupaten Purbalingga perlu adanya faktor yang mempengaruhi yaitu metode pelatihan, sikap dan ketrampilan instruktur, dan fasilitas pelatihan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh antara metode pelatihan, sikap dan keterampilan instruktur, dan fasilitas pelatihan terhadap efektivitas pelaksanaan program pelatihan berbasis kompetensi di Balai Latihan Kerja Kabupaten Purbalingga. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif asosiatif dengan jumlah 128 responden dan menggunakan teknik sampling jenuh. Metode analisis yang digunakan adalah Korelasi Kendall Tau-c, Koefisien Konkordansi Kendall W dan Analisis Regresi Ordinal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pelatihan, sikap dan keterampilan instruktur, dan fasilitas pelatihan berpengaruh terhadap efektivitas pelaksanaan program pelatihan kerja di Balai Latihan Kerja Kabupaten Purbalingga. Hal ini dibuktikan melalui hasil analisis korelasi Kendall’s Tau-c antara metode pelatihan terhadap efektivitas pelaksanaan program pelatihan kerja sebesar 0,510 dengan menunjukkan arah yang positif, sedangkan hasil regresi ordinal diketahui nilai koefisien regresi sebesar 0,441. Adapun sikap dan keterampilan instruktur terhadap efektivitas pelaksanaan program pelatihan melalui analisis Korelasi Kendall’s Tau-c sebesar 0,530 dengan menunjukkan arah yang positif, hasil regresi ordinal dengan nilai koefisien regresi sebesar 0,430. Adapun fasilitas pelatihan terhadap efektivitas pelaksanaan program pelatihan melalui analisis Korelasi Kendall’s Tau-c sebesar 0,465 dengan menunjukkan arah yang positif, hasil regresi ordinal dengan nilai koefisien regresi sebesar 0,408. Sedangkan metode pelatihan, sikap dan keterampilan instruktur, dan fasilitas pelatihan berpengaruh terhadap efektivitas pelaksanaan program pelatihan kerja dibuktikan melalui hasil analisis Korelasi Konkordansi Kendall W sebesar 0,621, dan hasil regresi ordinal sebesar 0,550. | This research is titled "Factors Affecting the Effectiveness of the Competency-Based Training Program Implementation at the Purbalingga Regency Job Training Center". Titled so, based on the the unemployment rate in Purbalingga which is still experiencing fluctuation. One of the real measure carried out by the Government in an effort to overcome unemployment problems, is through job training programs. In order to achieve success of the program objectives seen from the effectiveness level of the job training program, the Purbalingga Regency Training Center needs to have affecting factors such as training methods, instructor attitudes and skills, and training facilities. The purpose of this study was to determine how much influence the training methods, attitudes and skills of instructors, and training facilities on the effectiveness of the implementation of competency-based training programs at the Purbalingga District Job Training Center. The research method used is associative quantitative with 128 respondents and using saturated sampling techniques. The analytical method used is Kendall Tau-c Correlation, Kendall W Concordance Coefficient and Ordinal Regression Analysis. The results shows that the training method, attitude and skills of the instructure,and the training facilities may affect the effectiveness of the training program at the Purbalingga Regency Job Training Center. This is proven by the results of the Kendall’s Tau-c correlation analysis between the training methods on the effectiveness of the job training program with 0.510 and by showing a positive direction, while the ordinal regression resulted with the regression coefficient value of 0.441. The attitudes and skills of instructors on the effectiveness of training programs through Kendall’s Tau-c Correlation analysis is of 0.530 with a positive direction, and ordinal regression results with a regression coefficient value of 0.430. The training facilities factor on the effectiveness of the training program when being analyzed through Kendall’s Tau-c Correlation analysis resulted in a value of 0.465 by showing a positive direction as well as ordinal regression results with a regression coefficient value of 0.408. Whereas for the training methods, attitudes and skills of instructors, and training facilities effect on the effectiveness of the work training program proven by the results of Kendall W Concordance Correlation analysis with a value of 0.621, and ordinal regression results of 0.550. | |
| 19228 | 25714 | C1C015013 | PENGARUH KESADARAN WAJIB PAJAK, SOSIALISASI PERPAJAKAN, PEMAHAMAN PERPAJAKAN, TARIF PAJAK DAN SANKSI PERPAJAKAN TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK RUMAH KOS DI KABUPATEN BANYUMAS | Pajak rumah kos termasuk dalam pajak hotel yang merupakan salah satu pajak dari sebelas pajak kabupaten/kota yang dipungut oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Banyumas untuk menyumbang pendapatan daerah. Namun, realisasi penerimaan dari pajak rumah kos ini masih jauh dari apa yang diharapkan oleh pemerintah daerah setempat karena kepatuhan wajib pajak rumah kos di Kabupaten Banyumas masih sangat rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kesadaran wajib pajak, sosialisasi perpajakan, pemahaman perpajakan, tarif pajak dan sanksi perpajakan terhadap kepatuhan wajib pajak rumah kos. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan metode survei. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh wajib pajak rumah kos di Kabupaten Banyumas. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah convenience sampling dengan sampel berjumlah 66 responden. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode survei dengan menyebarkan kuesioner kepada responden. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi berganda dibantu dengan software SPSS. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kesadaran wajib pajak, sosialisasi perpajakan, pemahaman perpajakan,tarif pajak berpengaruh positif, sedangkan sanksi perpajakan tidak berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak rumah kos. | Boarding house tax is included in hotel tax which is one tax of eleven district / city taxes collected by the Regional Government of Banyumas Regency to contribute to regional income. However, the realization of receipts from the boarding house tax is still far from what is expected by the local government because the taxpayer's tax compliance in Banyumas Regency is still very low. This study aims to determine the effect of taxpayer awareness, tax socialization, understanding of taxation, tax rates and taxation sanctions on taxpayers' tax compliance. The type of research used is quantitative research with survey methods. The population in this study were all taxpayers of boarding houses in Banyumas Regency. The sampling technique used is convenience sampling with a sample of 66 respondents. The method of data collection in this study used a survey method by distributing questionnaires to respondents. The data analysis technique in this study used multiple regression analysis assisted by SPSS software. The results of this study indicate that taxpayer awareness, tax socialization, understanding of taxation, tax rates have a positive effect, while taxation sanctions do not affect taxpayer housing tax compliance. | |
| 19229 | 26207 | I1E015032 | PENGARUH PERMAINAN ROUNDERS TERHADAP PENINGKATAN KEBUGARAN JASMANI SISWA KELAS V SDN 2 KARANGGINTUNG KABUPATEN BANYUMAS | Latar Belakang: Permainan rounders merupakan permainan bola kecil yang terdiri dari berbagai aktivitas fisik seperti berlari, menghindar, melempar, dan menangkap bola dapat berpengaruh terhadap tingkat kebugaran jasmani siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh permainan rounders dengan peningkatan kebugaran jasmani siswa. Metodologi: Penelitian eksperimental ini menggunakan rancangan One Group Pretest-Posttest Design. Awal penelitian sampel akan diambil data pretest lalu dilanjutkan dengan treatment dan pada akhir diambil data posttest. Penelitian ini melibatkan 29 siswa SDN 2 Karanggintung Kabupaten Banyumas sebagai sampel. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu sampel jenuh karena sampel kurang dari 30. Penelitian ini dilakukan selama 30 hari. Dalam satu minggu dilakukan 3 kali treatment yaitu setiap hari Senin, Rabu, dan Jum’at. Kelompok dalam permainan ini dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok pemukul dan kelompok penjaga. Analisis data dengan uji normalitas, homogenitas, dan t test. Hasil Penelitian: Hasil t test menunjukkan bahwa nilai p=0,002<α=0,05, berarti terdapat perbedaan yang bermakna antara kebugaran jasmani siswa sebelum dan sesudah mengikuti pelatihan permainan rounders. Hal ini menunjukkan bahwa permainan rounders meningkatkan kebugaran jasmani siswa kelas V SDN 2 Karanggintung Kabupaten Banyumas. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh antara permainan rounders terhadap peningkatan kebugaran jasmani siswa. Kata kunci: rounderPermainan s dan kebugaran jasmani. | Background: Rounders game is a small ball game consisting of various physical activities such as running, dodging, throwing, and catching the ball can affect the level of physical fitness of students. This study aims to determine the effect of rounders games by improving students' physical fitness. Method: This experimental study uses the design of One Group Pretest-Posttest Design. At the beginning of the research sample pretest data will be taken then followed by treatment and at the end of the posttest data taken. This study involved 29 students of SDN 2 Karanggintung as samples. The sample used in this study is saturated sample because the sample is less than 30. The study was conducted for 30 days. In one week 3 treatments are carried out, namely every Monday, Wednesday and Friday. The group in the game is divided into 2 groups: the batter group and the guard group. Data analysis with normality, homogeneity, and t test. Results: The results of the t test indicate that the value of p = 0.002 <α = 0.05, means that there is a significant difference between students physical fitness before and after training in rounders. This shows that the rounders game increases physical fitness of fifth grade students of SDN 2 Karanggintung, Banyumas. Conclusion: Based on the results of the study it can be concluded that there is an influence between rounders playing on improving students' physical fitness. Keywords: Rounders games and physical fitness. | |
| 19230 | 26187 | F1B015037 | IMPLEMENTASI PROGRAM KOTA TANPA KUMUH (KOTAKU) DI KELURAHAN PURBALINGGA KIDUL KECAMATAN PURBALINGGA KABUPATEN PURBALINGGA | Implementasi kebijakan adalah pelaksanaan suatu kebijakan agar tujuan dari kebijakan tersebut bisa tercapai. Implementasi dalam hal pengurangan luasan kumuh merupakan salah satu masalah yang ada di Indonesia. Permasalahan dalam penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum terpenuhinya kebutuhan air bersih, masyarakat yang kurang berpartisipasi dalam pelaksanaan program KOTAKU, dan belum adanya kebijakan yang mendukung Program KOTAKU di Kelurahan Purbalingga Kidul. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh idealized policy, target group, implementing organization dan environmental factor terhadap keberhasilan implementasi Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) di Kelurahan Purbalingga Kidul. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif asosiatif dengan sampel 116 responden dan teknik pengambilan sampel menggunakan metode sensus atau sampling total. Metode analisis yang digunakan adalah Korelasi Kendall Tau-c, Koefisien Konkordansi Kendall W dan Analisis Regresi Ordinal. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa: (1) Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara idealized policy terhadap keberhasilan implementasi dengan nilai koefisien regresi sebesar 0,608. (2) Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara target group terhadap keberhasilan implementasi dengan nilai koefisien regresi sebesar 0,413. (3) Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara implementing organization terhadap keberhasilan implementasi dengan nilai koefisien regresi sebesar 0,645. (4) Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara environmental factor terhadap keberhasilan implementasi dengan nilai koefisien regresi sebesar 0,706. (5) Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara idealized policy, target group, implementing organization dan environmental factor terhadap keberhasilan implementasi dengan nilai koefisien regresi sebesar 0,824. | Policy implementation is the implementation of a policy so that the objectives of the policy can be achieved. Implementation in terms of reducing slum area is one of the problems in Indonesia. The problem in this study was motivated by the lack of fulfillment of clean water needs, the people who participated less in the implementation of the KOTAKU program, and the absence of policies that supported the KOTAKU Program in the Purbalingga Kidul Village. This study aims to determine how much influence the idealized policy, target group, implementing organization and environmental factors have on the successful implementation of the No Slum City Program (KOTAKU) in the Purbalingga Kidul Village. The research method used was quantitative associative with a sample of 116 respondents and the sampling technique used the census method or total sampling. The analytical method used is Kendall Tau-c Correlation, Kendall W Concordance Coefficient and Ordinal Regression Analysis. The results of the study show that: (1) There is a positive and significant influence between the idealized policy on the success of the implementation and the regression coefficient of 0.608. (2) There is a positive and significant influence between the target group on the success of the implementation with a regression coefficient of 0.413. (3) There is a positive and significant influence between implementing organization on the success of implementation with a regression coefficient of 0.645. (4) There is a positive and significant influence between the environmental factors on the success of the implementation with a regression coefficient of 0.706. (5) There is a positive and significant influence between idealized policy, target group, implementing organization and environmental factors on the success of implementation with a regression coefficient of 0.824. | |
| 19231 | 22487 | C1C014043 | Analisis Transparansi dan Akuntabilitas Pengelolaan Alokasi Dana Desa di Kabupaten Tegal | Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif berjudul “Analisis Transparansi dan Akuntabilitas Pengelolaan Alokasi Dana Desa di Kabupaten Tegal”. Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk menguji pengaruh transparansi, (2) untuk menguji pengaruh akuntabilitas terhadap pengelolaan Alokasi Dana Desa yang baik. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh desa yang ada di Kabupaten Tegal. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik multistage area sampling diwakili oleh 75 responden. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner dan teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi berganda. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa variabel transparansi dan akuntabilitas berpengaruh positif signifikan terhadap pengelolaan Alokasi Dana Desa yang baik. | This research is a quantitative research with the title "Analysis of Transparency and Accountability in Managing Village Fund Allocation in Tegal Regency". The purpose of this study is (1) to examine the effect of transparency, (2) to examine the effect of accountability on the management of a good Village Fund Allocation. The population in this study were all villages in Tegal Regency. This research uses the multistage sampling area technique with the total samples by 75 respondents. Data collection techniques uses in this study is questionnaires and data analysis techniques uses is multiple regression analysis. The result of this research show that the transparency and accountability variables give a significant positive effect on the management of a good Village Fund Allocation | |
| 19232 | 22488 | D1E014073 | DAYA IKAT AIR DAN PH DAGING ITIK AFKIR DENGAN PERENDAMAN SARI KULIT NANAS (Ananas comosus L. Merr) PADA DOSIS DAN LAMA WAKTU YANG BERBEDA | Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh interaksi antara dosis dan lama waktu perendaman dengan sari kulit nanas ditinjau dari daya ikat air dan pH daging itik afkir. Pelaksanaan penelitian dilakukan di Laboratorium Teknologi Hasil Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Materi penelitian yaitu 12 ekor itik Tegal umur 84 minggu dengan bobot badan ± 1,4 kg. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Pola Faktorial (3 × 2), faktor pertama dosis perendaman sari kulit nanas yaitu 0% (D1), 25% (D2) dan 50% (D3), faktor kedua lama perendaman sari kulit nanas yaitu 30 menit (L1) dan 60 menit (L2). Variabel yang diamati adalah daya ikat air dan pH. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis variansi dan dilanjutkan dengan uji Orthogonal Polinomial serta Beda Nyata Jujur. Hasil penelitian diperoleh rataan daya ikat air daging itik afkir pada D1L12: 38,085 %, D2L12: 42,090 %, dan D3L12: 47,420 %, sedangkan nilai pH: D1L12: 6,781, D2L12: 6,450, dan D3L12: 6,336. Hasil analisis variansi antara dosis dan lama waktu perendaman sari kulit nanas yang berbeda berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap daya ikat air daging itik afkir, sedangkan dosis perendaman sari kulit nanas berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap daya ikat air dan pH daging itik afkir. Kesimpulan, pemberian dosis perendaman sari kulit nanas yang semakin tinggi sampai dengan 50 % dapat meningkatkan daya ikat air dan menurunkan pH daging itik afkir. Lama waktu perendaman sari kulit nanas sampai dengan 60 menit diperoleh daya ikat air dan pH daging itik afkir yang relatif sama. | This research is aimed to know the effect of interaction between level and marinate duration with dengan pineapple peels essence to water holding capacitiy and pH values of culled duck meat. This research was conducted at the Animal Production Technology Laboratory of Faculty of Animal Husbandry of General Soedirman University, Purwokerto. The material used were 12 Tegal ducks of 84 weeks age with body weight ± 1,4 kg. A Completely Randomized Design (CRD) with Factorial Pattern (3 × 2) was used. The first factor of pineapple peels essence level were 0% (D1), 25% (D2) and 50% (D3), second factor were pineapple peels essence marinate with different times, 30 minutes (L1) and 60 minutes (L2). Water Holding Capacity (WHC) and pH value were observed. The data obtained were analyzed using variance analysis and continued with Orthogonal Polynomial test and Honesty Significant Difference test. The result of the research acquired that the average value of water holding capacitiy culled duck meat is D1L12: 38,085 %, D2L12: 42,090 %, and D3L12: 47,420 %, although pH value: D1L12: 6,781, D2L12: 6,450, and D3L12: 6,336. The variance analysis between levels and durations of pineapple peels essence marinate was non significantly different (P>0,05) to water holding capacitiy and pH values of culled duck meat, while pineapple peels essence level was significantly different (P<0,05) to water holding capacitiy and pH values of culled duck meat. In conclusion, the higher level of pineapple peels essence marinate until 50 % increased water holding capacitiy and decreased pH value of culled duck meat. The duration of pineapple peels essence marinate time up to 60 minutes obtained the value of water holding capacitiy and pH values of culled duck meat relatively the same. | |
| 19233 | 22490 | G1G014037 | EFEK SAMPING RADIOTERAPI DOSIS 20 GY TERHADAP ABNORMALITAS INTI DAN APOPTOSIS SEL PADA PENDERITA KANKER KEPALA DAN LEHER STADIUM LANJUT LOKAL | Kanker kepala dan leher merupakan tumor ganas yang tumbuh pada jaringan ataupun organ di bagian kepala dan leher. Terdapat tiga jenis terapi medik dasar untuk mengobati kanker kepala dan leher: pembedahan, radioterapi, dan kemoterapi, dapat bersifat tunggal maupun kombinasi. Radioterapi merupakan pengobatan penyakit maligna dengan menggunakan sinar pengion, untuk mematikan sel kanker sebanyak mungkin dan memelihara jaringan sehat di sekitar agar tidak mengalami kerusakan berat. Efek samping dari radioterapi dapat berupa abnormalitas inti sel dan terjadinya apoptosis. Abnormalitas inti: mikronukleus, binukleus, broken egg, dan apoptosis: piknosis, karioreksis, dan kariolisis. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan bahwa jumlah abnormalitas inti dan apoptosis sel pada penderita kanker kepala dan leher stadium lanjut lokal lebih tinggi setelah radioterapi dosis 20 Gy dibandingkan sebelum radioterapi. Jenis penelitian ini yaitu quasi exsperimental dengan rancangan pretest posttest-control group design. Teknik pengambilan sampel dengan metode total sampling pada periode Februari-April 2018. Penelitian ini menggunakan 7 responden yang menerima radioterapi. Pengambilan sampel sebanyak 2 kali, pertama sebelum radioterapi dan kedua setelah radioterapi dosis 20 Gy selama 2 minggu. Pengambilan sampel menggunakan metode swab dengan pewarnaan Feulgen-Rossenbeck dan dibuat preparat. Preparat dilihat menggunakan mikroskop cahaya (400x) untuk menghitung abnormalitas inti dan apoptosis per1000 sel. Analisis statistik yang digunakan adalah uji Korelasi Kappa untuk mengukur tingkat kesepakatan interobserver, Saphiro-Wilk test (N<50) sebagai syarat untuk analisis data parametrik, dan paired t-test untuk menguji perbedaan jumlah abnormalitas inti dan apoptosis sel sebelum dan setelah radioterapi dosis 20 Gy. Hasil uji statistik menunjukkan terdapat perbedaan signifikan jumlah abnormalitas inti dan apoptosis sel pada penderita kanker kepala dan leher sebelum dan setelah radioterapi dosis 20 Gy. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa jumlah abnormalitas inti dan apoptosis sel pada penderita kanker kepala dan leher stadium lanjut lokal lebih tinggi setelah radioterapi dosis 20 Gy dibandingkan sebelum radioterapi. | Head and neck cancer is a malignant tumor which grows in tissues or organs in the head and neck. Therapy on head and neck cancer consists of three types: surgery, chemotherapy, and radiotherapy, which can be done as a single or combination treatment. Radiotherapy is a treatment for malignant disease using ionized rays to kill as much cancer cells as possible while keeping the tissues around the area healthy. Radiotherapy can causing nucleus abnormality and apoptosis. Nucleus abnormality: micronucleus, binucleus, broken egg, and apoptosis: pyknosis, karyorrhexis, karyolysis. The aim of this study was to verify that the number of nucleus abnormality and apoptosis cell in patient with locally advanced head and neck cancer higher after radiotherapy 20 Gy compared to before radiotherapy. This research used the quasi experimental type, using the pretest posttest-control group design with total sampling within February-April 2018. This study used 7 respondent who received radiotherapy. The samples were taken 2 times, first before radiotherapy and second after 20 Gy radiotherapy for two weeks. The samples were collected using swab method then histologically prepared and stained using Feulgen-Rossenbeck. The samples were examined under light microscope (400x) for cells with nucleus abnormality and apoptosis in every 1000 cells. Statistical analysis used are Cohen’s Kappa test to measure interobserver degree of agreement, Saphiro-Wilk test (n<50) as a parametric test requirement, and paired t-test used to determine the difference of number of nucleus abnormality and apoptosis cell before and after radiotherapy dosage of 20 Gy. The result of statistical test showed a significant difference in the amount of nucleus abnormality and apoptosis in patient with locally advanced head and neck cancer before and after radiotherapy dosage of 20 Gy. Based on result of the study can be concluded that the number of nucleus abnormality and apoptosis cell in patient with locally advanced head and neck cancer higher after radiotherapy 20 Gy compared to before radiotherapy. | |
| 19234 | 22491 | G1B013019 | PERILAKU PENGELOLAAN SAMPAH PADA IBU RUMAH TANGGA DI DESA PURWAREJA KECAMATAN PURWAREJA KLAMPOK KABUPATENBANJARNEGARA | Latar Belakang : Pengelolaan sampah merupakan pengendalian terhadap timbulan sampah, penyimpanan, pengumpulan, pemindahan dan pengangkutan, pengolahan, dan pembuangan sampah dengan suatu cara yang sesuai dengan prinsip-prinsip terbaik yang berhubungan dengan kesehatan masyarakat, ekonomi, teknik, perlindungan alam, keindahan dan pertimbangan lingkungan lainnya serta mempertimbangkan masyarakat luas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran perilaku pengelolaan sampah pada ibu rumah tangga. Metodologi : Rancangan penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan teknik purposive snowball sampling. Pengumpulan data dengan cara wawancara mendalam kepada 6 subyek penelitian dan hasil wawancara di cross check dengan cara triangulasi sumber yang dilakukan kepada 3 informan tokoh masyarakat dan 1 informan sanitarian. Hasil Penelitian : Ibu rumah tangga masih cenderung melakukan perilaku membakar dan membuang sampah sembarangan tanpa adanya pengelolaan sampah terlebih dahulu. Adanya keinginan ibu rumah tangga akan fasilitas yang memadai sudah ada, namun tidak diikuti dengan peran lembaga pemerintah yang menyediakan fasilitas tersebut. Sehingga ada keterbatasan pada ibu rumah tangga dalam pengelolaan sampah dengan baik dan benar. Kesimpulan : Ibu rumah tangga memiliki perilaku yang tidak sesuai dengan pedoman pengelolaan sampah, namun tidak disertai dengan langkah lembaga pemerintahan yang mencegah atau mengurangi perilaku tersebut dengan menyediakan fasilitas yang memadai untuk mendukung terjadinya pengelolaan sampah yang baik dan benar. | Background: Environment management is the control of waste generation, storage, collection, transport and transportation, processing and disposal of waste in a manner consistent with the best principles related to public health, economics, engineering, nature protection, beauty and consideration Other environments as well as considering the wider community. This study aims to determine the description of the behavior of waste management in housewives. Methodology: The design of this research is descriptive qualitative with purposive snowball sampling technique. Data collection by in-depth interviews to 6 research subjects and interviews in cross check by means of triangulation of resources conducted to 3 informant community leaders and 1 sanitarian informant. Result: Housewives are still inclined to conduct burning behavior and littering without any waste management first. The existence of a housewife's desire for adequate facilities already exists, but not followed by the role of the government agency providing the facility. So there are limitations on housewives in waste management properly and correctly. Conclusions: Housewives have behaviors that are inconsistent with waste management guidelines, but are not accompanied by government agency measures that prevent or mitigate such behavior by providing adequate facilities to support proper and proper waste management. | |
| 19235 | 25529 | C1C015002 | ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MINAT MAHASISWA AKUNTANSI DI KOTA PURWOKERTO UNTUK MENGIKUTI UJIAN CPA | Penelitian ini merupakan penelitian servei kuantitatif pada mahasiswa akuntansi di kota Purwokerto. Penelitian ini mengambil judul: “Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Minat Mahasiswa Akuntansi di kota Purwokerto untuk Mengikuti Ujian Certified Public Accountant (CPA)”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh motivasi karir, motivasi ekonomi, motivasi sosial, gender, dan tingkat pemahaman mengenai CPA terhadap minat mahasiswa akuntansi di kota Purwokerto untuk mengikuti ujian CPA. Populasi dalam penelitian ini adalah 3 Universitas di kota Purwokerto. Jumlah responden dalam penelitian ini adalah 116 responden. Purposive sampling method digunakan dalam penentuan responden. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data dengan menggunakan SPSS menunjukan bahwa: (1) Motivasi karir berpengaruh positif terhadap minat mahasiswa akuntansi di kota Purwokerto untuk mengikuti ujian CPA, (2) Motivasi ekonomi tidak berpengaruh terhadap minat mahasiswa akuntansi di kota Purwokerto untuk mengikuti ujian CPA, (3) Motivasi sosial berpengaruh positif terhadap minat mahasiswa akuntansi di kota Purwokerto untuk mengikuti ujian CPA, (4) Gender tidak berpengaruh terhadap minat mahasiswa akuntansi di kota Purwokerto untuk mengikuti ujian CPA, (5) Tingkat pemahaman mengenai CPA berpengaruh positif terhadap minat mahasiswa akuntansi di kota Purwokerto untuk mengikuti ujian CPA. Implikasi dalam kesimpulan diatas minat mahasiswa akuntansi di kota Purwokerto untuk mengikuti ujian CPA dapat meningkat dengan memperhatikan faktor yang mempengaruhinya. Motivasi ekonomi tidak memberikan pengaruh terhadap minat mahasiswa akuntansi di kota Purwokerto untuk mengikuti ujian CPA. Namun dengan adanya peningkatan karir maka dengan sendirinya akan meningkatkan financial reward yang didapat. Fianancial reward merupakan salah satu motivasi ekonomi, sehingga dengan tinggi nya motivasi ekonomi seseorang dapat meningkatkan minat mahasiswa untuk mengikuti ujian CPA. Selain itu, akademisi pengajar atau dosen diharapkan lebih banyak memberikan pemahaman mengenai Certified Public Accountant (CPA) kepada mahasiswa akuntansi. Hal tersebut bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mengenai CPA pada mahasiswa akuntansi. | This research is a quantitative survey research on accounting students in Purwokerto. The analysis of Factors Affecting the Interest of Accounting Students in Purwokerto on Taking Certified Public Accountant ( CPA) Examination. The aims of research are to find out the effect of career motivation, economic motivation, social motivation, gender, and level of understanding about CPA on interest of accounting students in Purwokerto on taking CPA examination. The research population are 3 universties in Purwokerto. There were 116 respondents of the research. Then purposive sampling method was used to determine the respondent. Based on result of research and data analysis using SPSS it has got the conclusions: (1) Career motivation has a positive effect on interest of accounting students in Purwokerto on taking CPA examination, (2) Economic motivation has no effect on interest of accounting students in Purwokerto on taking CPA examination,(3) Social motiavtion has a positive effect on interest of accounting students in Purwokerto on taking CPA examination,(4) Gender has no effect on interest of accounting students in Purwokerto on taking CPA examination,(5) Level of understanding has a positive effect on interest of accounting students in Purwokerto on taking CPA examination. As implication of the conclusion above, interest of accounting students in Purwokerto on taking CPA examination can increase by regarding the factors that influence it. Economic motivation has no effect on interest of accounting students in Purwokerto on taking CPA examination. But with a career enhancement will increase the financial reward that’s obtained. Financial reward is one of the economic motivations, so with a high economic motivation can increase the interest of students on taking CPA examination. Other than that, in order to provide more understanding about CPA to accounting students by lecturers. It aims to improve understanding of CPA for accounting students. | |
| 19236 | 25545 | F1B015031 | Kepemimpinan Transformasional Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Kebumen | Dalam menghadapi SDM yang terbatas, pemimpin harus melakukan beberapa upaya untuk memaksimalkan kinerja pegawai dengan SDM yang ada. Salah satu upaya tersebut yaitu dengan menerapkan kepemimpinan transformasional. Gaya kepemimpinan transformasional dianggap sebagai gaya kepemimpinan yang modern dan relevan dalam berbagai situasi termasuk pada organisasi publik. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kepemimpinan yang diterapkan oleh Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakan Kabupaten Kebumen dilihat dari gaya transformasional serta menyelesaikan kesenjangan yang ada di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Kebumen. Metode penelitian yang digunakan adalah deskripstif kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara dan dokumentasi. Informan dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa seorang pemimpin di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Kebumen sudah menerapkan kepemimpinan yang transformasional dengan fokus penelitian mengacu pada teori transformasional Bass (2010) yanag mencakup 4 aspek, yaitu idealized influence, intllectual stimulation, individualized consideration, inspirational motivation. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan kepemimpinan transformasional di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Kebumen sesuai dengan 4 aspek yang dikemukakan oleh Bass dan dapat menyelesaikan kesenjangan yang ada di dinas tersebut. Saran yang diajukan dalam penelitian ini yaitu: (1) lebih menekankan pentingnya visi misi terhadap bawahan, (2) penerapan sistem organisasi secara kekeluargaan, (3) pelatihan yang intensif terhadap pegawai, (4) penerapan prinsip transformasional yang bersifat semi formal. | Limited human resources (HR) is a challenge, Under these conditions, leaders must make several efforts to maximize the performance of employees with existing HR. One of these efforts is by applying transformational leadership. Transformational leadership style is considered as a modern and relevant leadership style in various situations including public organizations. Therefore this study aims to describe the leadership applied by the Head of the Archives and Library Office of Kebumen Regency in terms of transformational style and resolving gaps in the Kebumen District Archives and Library Service. The research method used is descriptive qualitative. Data obtained through interviews and documentation. Informants were selected using purposive sampling technique. The results of this study indicate that a leader in the Kebumen District Archives and Library Service has applied transformational leadership with a research focus referring to Bass's (2010) transformational theory which includes 4 aspects, namely idealized influence, intellectual stimulation, individualized consideration, inspirational motivation. This study concludes that the application of transformational leadership in the Kebumen District Archives and Library Service is in accordance with 4 aspects proposed by Bass and can resolve the gaps that exist in the agency. Suggestions proposed in this study are: (1) emphasizing the importance of the vision and mission of subordinates, (2) the application of a family organization system, (3) intensive training of employees, (4) the application of semi-formal transformational principles. | |
| 19237 | 22495 | F1B013046 | PENGARUH KUALITAS PELAYANAN BAPENDIK TERHADAP KEPUASAN MAHASISWA FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN PURWOKERTO | Perguruan tinggi sebagai penyedia jasa pendidikan harus menjadikan kepuasan mahasiswa sebagai tujuan peningkatan kualitas pelayanan bapendik. Masalah yang terjadi masih ada upaya-upaya meningkatkan kualitas pelayanan yang kurang dapat memahami keinginan dan kebutuhan mahasiswa. Sehubungan dengan hal tersebut dikaji bagaimana pengaruh kualitas pelayanan bapendik terhadap kepuasan mahasiswa. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan mahasiswa di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto. Penelitian ini dilakukan dengan metode penelitian kuantitatif dengan teknik survey explanotory. Sampel penelitian adalah 108 mahasiswa di Fakultas Ekonomi dan Bisnis yang dipilih degan teknik cluster random sampling. Analisis data yang digunakan adalah analisis Kendal Tau C dan regresi ordinal. Hasil penelitian menunjukkan kualitas pelayanan bapendik berpengaruh signifikan terhadap kepuasan mahasiswa. Hasil penelitian menunjukan ada korelasi yang signifikan antara kualitas pelayanan bapendik dengan kepuasan mahasiswa. Pada tahapan uji prediktif , ditemukan kualitas pelayanan bapendik berpengaruh terhadap kepuasan mahasiswa. Berdasarkan studi ini, diharapkan petugas bapendik selalu meningkatkan kualitas pelayanan bapendik yang maksimal sesuai dengan kebutuhan mahasiswa dalam proses pelayanan bapendik terutama pengurusan surat ijin, sehingga akan meningkatkan kepuasan mahasiswa. | Universities as an education service provider must make student satisfaction an objective of improving the quality of bapendik services. Problems that occur are still efforts to improve a service quality that is less able to understand the wishes and needs of students. In connection with this matter, it was studied how the effect of bapendik service quality on student satisfaction. The purpose of this study is to know and analyze the effect of service quality on student satisfaction in the Faculty of Economics and Business of General Soedirman University of Purwokerto. This research was conducted with quantitative research by explanotory survey method. The sample of the research is 108 students in Faculty of Economics and Business selected by cluster random sampling technique. The data analysis used is Kendal Tau C and ordinal regression analysis. The results showed that the quality of bapendik service had a significant effect on student satisfaction. The results showed that there was a significant correlation between the quality of bapendik service and student satisfaction. At the stage of predictive testing, found the quality of bapendik service has an effect on student satisfaction. Based on this study, it is expected that bapendik officers always improve the quality of bapendik service maximally in accordance with the needs of students in the process of bapendik services, especially the handling of permits, so that will increase student satisfaction. | |
| 19238 | 22496 | A1M014015 | PENDUGAAN UMUR SIMPAN NATA DE COCO DALAM LEMONGRASS (Cymbopogon citratus) SYRUP MENGGUNAKAN METODE ARRHENIUS DENGAN VARIASI LAMA STERILISASI | Sereh dapur merupakan salah satu rempah-rempah penting. Batang dan daunnya memiliki banyak kegunaan, antara lain sebagai bumbu masak, pemberi aroma dan rasa pada makanan serta berbagai minuman. Sereh dapur juga digunakan dalam industri obat dan jamu tradisional. Salah satu olahan sereh dapur yaitu sirup sereh dapur, memiliki aroma yang sedap dan segar saat diminum. Sirup sereh yang dikombinasikan dengan nata de coco menjadi sebuah minuman segar yang kini masih jarang ditemukan di pasaran. Adanya nata de coco dalam sirup sereh dapur dapat dijadikan salah satu produk diversifikasi pangan. Namun hingga kini nata de coco dalam sirup sereh dapur (lemongrass syrup) masih belum diketahui umur simpannya. Penelitian ini adalah penelitian eksperimental yang secara umum bertujuan untuk menentukan umur simpan nata de coco dalam lemongrass syrup menggunakan metode Arrhenius, sedangkan secara spesifik bertujuan untuk: 1) Menentukan parameter kritis nata de coco dalam lemongrass syrup (Nata de Coco LS) selama penyimpanan; 2) Menentukan umur simpan nata de coco dalam lemongrass syrup (Nata de Coco LS) dengan variasi lama sterilisasi; 3) Mempelajari perubahan mutu nata de coco dalam lemongrass syrup (Nata de Coco LS) selama penyimpanan. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL). Faktor yang diteliti yaitu suhu penyimpanan (T) terdiri dari suhu refrigerator (±7°C) dan suhu ruang (±30°C); dan lama sterilisasi (P) terdiri dari 10 menit (P1), 20 menit (P2), dan 30 menit (P3). Parameter kritis pada penelitian ini adalah aktivitas antioksidan serta titik kritis pada minggu ketiga. Umur simpan nata de coco dalam lemongrass syrup (Nata de Coco LS) suhu 7°C yaitu 39,2 hari dan 23,17 hari pada suhu 30°C dengan sterilisasi selama 20 menit. Selama penyimpanan nata de coco dalam lemongrass syrup (Nata de Coco LS) mengalami kenaikan total asam tertitrasi, serta total mikroba dan penurunan aktivitas antioksidan. | Lemongrass is one type of important herbs. Its stem and leaf has many functions, as spices, fragrances, which give flavor of many foods and drinks. Lemongrass also used in pharmacy industries and traditional herbs. Lemongrass can be processed to lemongrass syrup which has good aroma and gives fresh sensation when it drink. When lemongrass syrup combined with nata de coco it will be a new diversified food product in market. However, nata de coco in lemongrass syrup (LS) drink’s shelf life still have not yet studied. In general, this study is aimed to study nata de coco in LS’s self life using Arrhenius method. The specific purpose of the study are to: 1) Determines lemongrass syrup in nata de coco’s critical parameter during storage; 2) Determines lemongrass syrup in nata de coco’s shelf life with sterilization variations time; 3) Study lemongrass syrup in nata de coco’s quality changing during storage. This study was experimental using Complete Randomized Design. Factors studied were storage temperature (T) consists of refrigerator temperature (±7°C) and room temperature (±30°C); and sterilization time (P) consists of 10 minutes (P1), 20 minutes (P2), and 30 minutes (P3). Result of the study obtained the nata de coco in LS has antioxidant activity as critical parameter and critical point on 21st day. Nata de coco in LS’s shelf life are 39,2 days at 7°C storage and 23,17 days at 30°C storage at 20 minutes sterilization time. During storage titrated acid total and micobes total of nata de coco in lemongrass syrup (LS) are increasing however the antioxidant activity is decreasing. | |
| 19239 | 26192 | E1A012260 | PERLINDUNGAN HUKUM KONSUMEN DAGING SAPI DALAM HAL TERJADINYA KARTEL DAGING SAPI DI JABODETABEK MENURUT UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN DALAM PUTUSAN KOMISI PENGAWAS PERSAINGAN USAHA NOMOR : 10/KPPU-I/2015 | Perjanjian kartel yang dilakukan oleh pelaku usaha (feedloter) perusahaan penggemukan sapi dengan asas demokrasi ekonomi dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 dimana harus memperhatikan keseimbangan antara kepentingan pelaku usaha dan kepentingan umum. Hal ini menimbulkan tidak adanya prinsip itikad baik pelaku usaha dalam perjanjian kartel di mana menjalankan kegiatannya dengan mengatur produksi dan mempengaruhi harga dan atau pemasaran barang dan jasa juga mengakibatkan tidak terwujudnya prinsip keadilan bagi para pihak antara pelaku usaha kartel dengan pelaku usaha lainnya dan pelaku usaha kartel dengan masyarakat sebagai konsumen dalam bertransaksi serta tidak memegang prinsip transaksi jujur dengan menyalahgunakan kemudahan-kemudahan ekonomi melalui perjanjian kartel dengan menaikkan hargadan atau membatasi produksi barang dan jasa maka keseimbangan dalam hukum tidak akan berjalan sebagaimana mestinya dan menimbulkan penerapan peraturan yang berbeda dalam masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah metode pendekatan yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan analisis. Data yang digunakan adalah data sekunder yang berupa peraturan perundang-undangan, buku literatur, dan situs-situs internet. Analisis data yang digunakan dalam permasalahan ini menggunakan analisis normatif kualitatif Dalam metode analisis normatif kualitatif ini digunakan model-model interpretasi dan penalaran hukum. Berdasarkan penetapan Majelis Komisi terhadap putusan perkara KPPU No. 10/KPPU-I/2015 pelaku usaha terbukti tidak memperhatikan hak-hak dari konsumen dalam hal ini adalah RPH dan pedagang daging sapi tradisional sesuai dengan Pasal 4 huruf (c), huruf (d), dan huruf (h) Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen. | A cartel agreement carried out by a feedloter of a cattle fattening company with the principle of economic democracy in Law Number 5 of 1999 which must pay attention to the balance between the interests of business actors and the public interest. This results in the absence of the principle of good faith in business actors in a cartel agreement in which carrying out their activities by regulating production and influencing the price and or marketing of goods and services also results in the failure to realize the principle of justice for the parties between cartel business actors with other business actors and cartel business actors. with the public as consumers in transactions and not holding the principle of honest transactions by abusing economic facilities through cartel agreements by raising prices and / or limiting the production of goods and services, then the balance in law will not run as it should and lead to the application of different regulations in society. The research method used is a normative juridical approach to the statutory approach and analysis approach. The data used are secondary data in the form of laws and regulations, literature books, and internet sites. Analysis of the data used in this problem uses qualitative normative analysis In this qualitative normative analysis method models of interpretation and legal reasoning are used. Based on the determination of the Commission Council on the case decision of KPPU No. 10 / KPPU-I / 2015 proven business actors not paying attention to the rights of consumers in this case are slaughterhouses and traditional beef traders in accordance with Article 4 letter (c), letter (d), and letter (h) of Law Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection. | |
| 19240 | 22500 | D1E014029 | EFEK SUPLEMENTASI TEPUNG RUMPUT LAUT (Gracilaria sp.) TERHADAP JUMLAH METANOGEN DAN PROTOZOA RUMEN DOMBA SECARA IN VITRO | Penelitian bertujuan untuk mengkaji level optimal penambahan tepung rumput laut Gracilaria sp. pada pakan domba terhadap populasi metanogen dan protozoa. Materi penelitian yang digunakan yaitu cairan rumen berasal dari 3 ekor domba. Perlakuan yang diuji yaitu penambahan tepung rumput laut Gracilaria sp. dengan taraf 0% (P0), 2% (P1), 4% (P2), 6% (P3) dan 8% (P4) berdasarkan pada BK pakan yang tersusun dari hijauan Cynodon dactylon (60%) dan konsentrat (40%). Rancangan penelitian menggunakan rancangan acak lengkap. Setiap perlakuan diulang 4 kali, sehingga terdapat 20 unit percobaan. Peubah yang diukur adalah populasi metanogen dan protozoa. Hasil pengukuran populasi metanogen yaitu 43.750 ± 6.849 CFU/ml (P0), 13.500 ± 4.725,82 CFU/ml (P1), 7.000 ± 2.581,99 CFU/ml (P2), 31.500 ± 9.574,27 CFU/ml (P3) dan 18.500 ± 12.369,32 CFU/ml (P4). Hasil pengukuran populasi protozoa yaitu 15.450 ± 2.289,83 sel/ml (P0), 9.700 ± 1.336,66 sel/ml (P1), 7.265,5 ± 1.157,85 sel/ml (P2), 11.525 ± 2.617,09 sel/ml (P3) dan 7.656,25 ± 1.457,51 sel/ml (P4). Hasil penelitian memperlihatkan perlakuan memberikan pengaruh yang sangat nyata (P<0.01) terhadap populasi metanogen dan protozoa. Hasil uji orthogonal polynomial menunjukkan penurunan metanogen terbaik berada pada level 3,3% dan protozoa 3,6%. Kesimpulan, level optimal dalam menurunkan populasi metanogen dan protozoa yaitu 3,6%. | The research aimed to examine optimal level of seaweed seed (Gracilaria sp.) supplementation for digestible, methanogen and protozoa population in sheep’s rumen fluid. The research material used are rumen fluid derived from 3 sheep from Green House Fapet Unsoed. The treatments were the addition of seaweed seed (Gracilaria sp.) with 0% (P0), 2% (P1), 4% (P2), 6% (P3) and 8% (P4) levels based on DM of feed composed of forage of Cynodon dactylon (60%) and concentrate (40%). The experimental methods used in vitro, with the study design using a completely randomized design. Each treatment was repeated four times, so there were 20 experimental units. The parameters measured were methanogen and protozoa population. The result of methanogen population is 43750 ± 6849 CFU/ml (P0), 13500 ± 4725.82 CFU/ml (P1), 7000 ± 2581.99 CFU/ml (P2), 31500 ± 9574.27 CFU/ml (P3) dan 18500 ± 12369.32 CFU/ml (P4). The result of protozoa population is 15450 ± 2289.83 sel/ml (P0), 9700 ± 1336.66 sel/ml (P1), 7265.5 ± 1157.85 sel/ml (P2), 11525 ± 2617.09 sel/ml (P3) dan 7656.25 ± 1457.51 sel/ml (P4). The result of statistical test gives significant effect (P <0.01) to methanogen and protozoa population. Orthogonal polynomial test showed that level optimal for methanogen population is 3.3% and 3.6% for protozoa population. Conclusion, optimal level to decreasing the population of methanogen and protozoa was 3.6%. |