Artikelilmiahs
Menampilkan 19.141-19.160 dari 50.080 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 19141 | 22422 | A1L014129 | UJI ISOLAT JAMUR ENTOMOPATOGEN ASAL DESA SUMPIUH, KECAMATAN SUMPIUH TERHADAP HAMA WERENG BATANG COKELAT ( Nilaparvata lugens Stal.) | Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi isolat jamur entomopatogen yang menginfeksi hama wereng batang cokelat (Nilaparvata lugens) asal Desa Sumpiuh dan mengetahui kemampuan masing-masing isolat terhadap mortalitas dan waktu kematian N. lugens. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Perlindungan Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman dan rumah plastik di Desa Pasir Kidul, Purwokerto Barat pada bulan Oktober 2017 sampai Mei 2018. Penelitian menggunakkan Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial dengan tiga ulangan.. Analisis uji F dilanjut dengan BNT 5% untuk variabel pertumbuhan jamur dan DMRT 5% untuk variabel mortalitas dan waktu kematian N. lugens. Hasil penelitian menunjukkan isolat jamur entomopatogen asal Desa Sumpiuh, Sumpiuh, Banyumas merupakan jamur Acremonium sp.; Curvularia sp.; Fusarium sp.; Aspergillus sp, dan Botryosphaeria sp. dan jamur yang berpotensi efektif mengendalikan hama wereng batang coklat adalah jamur Fusarium sp. yang menyebabkan mortalitas sebesar 63,33 % pada kepadatan spora 107 spora/ ml dengan waktu kematian 3,9 hari. | This study aims to identify entomopathogenic fungal isolates that infect brown planthopper (Nilaparvata lugens) from Sumpiuh Village and determine the ability of each isolate against mortality and the time death of N. lugens. The study was conducted at the Plant Protection Laboratory, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University and plastic houses in Pasir Kidul Village, West Purwokerto from October 2017 to May 2018. The research used a non-factorial Randomized Block Design with three replications. F test analysis continued with BNT 5% for fungal growth variable and DMRT 5% for mortality and time death of N. lugens. The results showed that entomopathogenic fungi isolates from Sumpiuh Village, Sumpiuh, Banyumas were Acremonium sp .; Curvularia sp .; Fusarium sp .; Aspergillus sp, and Botryosphaeria sp. and fungi that have the potential to effectively control brown planthopper was Fusarium sp. which caused mortality of 63.33% in spore density of 107 spores / ml with a death time of 3.9 days.. | |
| 19142 | 22423 | F1F011061 | A SOCIOLINGUISTIC ANALYSIS OF GENDER DIFFERENCES BETWEEN MAN’S AND WOMAN’S SPEECH AS REFLECTED ON THE VAMPIRE DIARIES TV SERIES | ABSTRAK Dahlia, Pipit Nur. 2018. A Sociolinguistic Analysis of Gender Differences between Man’s and Woman’s Speech as Reflected on The Vampire Diaries TV Series. Skripsi. Pembimbing 1: Ika Maratus Sholikhah, S.S. M.A., Pembimbing 2: Asrofin Nur Kholifah, S.S. M.Hum., Penguji: Dr. Chusni Hadiati, S.S. M.Hum., Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Universitas Jenderal Soedirman, Fakultas Ilmu Budaya, Jurusan Sastra Inggris, Program Studi Sastra Inggris. Purwokerto. Penelitian yang berjudul A Sociolinguistic Analysis of Gender Differences between Man’s and Woman’s Speech as Reflected on The Vampire Diaries TV Series bertujuan untuk; (1) mengidentifikasi perbedaan gaya berbicara antara pria dan wanita, (2) menemukan tujuan pria dan wanita berbicara dengan cara yang berbeda. Penulis menggunakan metode kualitatif dalam menganalisis data. Untuk mendapatkan data, penulis memilih serial TV The Vampire Diaries sebagai objek penelitian. Penelitian ini menggunakan teori perbedaan gender untuk menjawab pertanyaan penelitian. Pertama, penelitian diawali dengan mengidentifikasi perbedaan gaya berbicara antara laki-laki dan perempuan dengan mengacu pada teori Jennifer Coates. Kemudian penulis mengidentifikasi tujuan pria dan wanita berbicara dengan cara yang berbeda mengacu pada teori Eckert dan McCannel-Ginnet. Hasil penelitian menunjukkan Stefan dan Elena menggunakan 6 gaya berbicara dalam serial TV The Vampire Diaries. Question, terdapat 103 data, digunakan Stefan untuk mencari informasi sedangkan Elena menggunakannya untuk memulai pembicaraan. Sementara itu, tag question (16 data) dan hedge (11 data) digunakan oleh Stefan untuk menunjukkan ketidakpastian dan mengurangi tensi kalimat yang diucapkan, sementara Elena menggunakannya untuk menunjukkan keraguannya. Stefan juga menggunakan command and directive (24 data) dengan tegas, lain dengan Elena yang menggunakannya dengan lembut. minimal response (11 data) digunakan Stefan untuk menunjukkan persetujuannya sedangkan Elena menggunakannya untuk menunjukkan perhatiannya. Terakhir, Stefan menggunakan compliment (10 data), untuk memberi pujian dalam aspek possession sedangkan Elana menggunakannya untuk memberi pujian dalam aspek appearance. Stefan dan Elena mempunyai tujuan dalam berbicara. Tujuan Stefan yaitu to show his independence dan to dominate conversation. sementara itu, tujuan Elena yaitu to establish intimacy dan to protect herself dealing with the more powerful. Dapat diambil kesimpulan bahwa Stefan mempunyai kekuatan untuk mengendalikan pembicaraan. Sedangkan Elena, sebagai powerless, memilih menggunakan politeness. | ABSTRACT Dahlia, Pipit Nur. 2018. A Sociolinguistic Analysis of Gender Differences between Man’s and Woman’s Speech as Reflected on The Vampire Diaries TV Series. Thesis. Supervisor 1: Ika Maratus Sholikhah, S.S., M.A., Supervisor 2: Asrofin Nur Kholifah, S.S., M.Hum., Examiner: Dr. Chusni Hadiati, S.S. M.Hum., Ministry of Research, Technology and Higher Education, Jenderal Soedirman University, Humanities Faculty, English Department, English Study Program. Purwokerto. The research entitled “A Sociolinguistic Analysis of Gender Differences between Man’s and Woman’s Speech as Reflected on The Vampire Diaries TV Series” aims to; (1) identify the different style between man’s and woman’s speech, (2) find out the purpose of man and woman talk differently. The researcher used a qualitative method in analyzing the data. In conducting data, the researcher uses The Vampire Diaries TV series as the object of the research This research applied gender differences theories to answer the research questions. First, the researcher identified the different style between man’s and woman’s speech by using Jennifer Coates’s theory. Then, the researcher identified the purpose of man and woman talk differently by using Eckert and McCannel-Ginnet’s theory. The result shows that there are six speech styles used by Stefan and Elena in The Vampire Diaries TV series. Question speech style, taking up 103 data, is used by Stefan to seek information while Elena uses it to instigate the stories. Meanwhile, tag question (16 data) and hedge (11 data) are used by Stefan to show certainty and mitigate his speech respectively while Elena uses them for showing uncertainty. Stefan also uses command and directive (24 data) explicitly compared to Elena which softens her commands. Minimal response, however, (11 data) is used by Stefan to show agreement while Elena uses it to show her attention. Lastly, Stefan uses compliment (10 data), to complimenting possession while Elena uses it to complimenting appearance. Stefan and Elena also have purposes on their speech. Stefan’s purposes are to show his independence and to dominate conversation. Meanwhile, Elena’s purposes are to establish intimacy and to protect herself dealing with the more powerful. It can be concluded that Stefan has more power that can make him to control the conversations. Meanwhile, Elena, as powerless, opts to use politeness. | |
| 19143 | 28537 | F1A013011 | PANDANGAN MILANISTI DI PURWOKERTO TENTANG PERUBAHAN SEPAK BOLA MENJADI KOMODITAS GLOBAL | Sepak bola merupakan salah satu olahraga populer di seluruh dunia. Sepak bola modern pada saat ini berada di bawah kepemilikian para pemilik modal, citra sepak bola banyak mengalami perubahan. Salah satunya perubahan yang dialami oleh Klub A.C. Milan, salah satu klub yang memiliki banyak supporter yang tersebar di seluruh penjuru dunia, tak terkecuali di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan mengenai pandangan supporter sepak bola khususnya Milanisti di Purwokerto tentang perubahan sepak bola yang saat ini menjadi komoditas global. Untuk mendalami penelitian ini, peneliti melakukan penelitian kepada pengurus dan anggota aktif Milanisti Purwokerto serta pengamat sepak bola. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan Teknik penentuan informan purposive sampling dan snowball sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan jika saat ini sepak bola telah banyak mengalami perubahan dan bergerak searah dengan kepentingan kapitalisme. Komodifikasi di sepak bola merupakan hal yang tidak dapat dihindari, bentuk-bentuk komodifikasi di era saat ini sudah sangat terlihat di dalam praktik sepak bola. Termasuk komodifikasi yang terjadi di AC Milan yang banyak membawa perubahan terhadap performa klub, hingga prestasi yang ditorehkan dan hanya mementingkan keuntungan finansial semata. | Football is one of the most popular sports in the world. Modern football is currently under the ownership of capital owners, the image of football has changed a lot. One of the changes experienced by the AC Milan Club, one of the clubs that has many supporters scattered throughout the world, not least in Indonesia.This study aims to explain the opinion of football supporters, especially Milanisti in Purwokerto about the change in football which is currently a global commodity. To explore this research, researchers interviewing administrators and active members of Milanisti Purwokerto and football observers. This research using a qualitative method with the determination of a purposive sampling and snowball sampling informant technique. Data collection techniques used were in-depth interviews, observation, and documentation.The results of the research shows that currently Football has experienced a lot of changes and moves in the direction of Capitalism. Commodification in football is inevitable, forms of commodification in the current era are already very visible in the practice of soccer. Including the commodification that took place at AC Milan which brought many changes to the club's performance, to the achievements that were inscribed and only concerned with financial gain alone. | |
| 19144 | 25535 | C1A015060 | ANALISIS KELAYAKAN USAHA DAN STRATEGI PENGEMBANGAN INDUSTRI PRODUK OLAHAN LAUT DI KECAMATAN GEBANG KABUPATEN CIREBON | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan usaha dari industri produk olahan laut di Desa Gebang Ilir dan Desa Gebang Mekar, Kecamatan Gebang serta memformulasikan alternatif-alternatif bagi industri produk olahan laut maupun pemerintah desa setempat. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Uji R/C Ratio dan Uji Net Present Value sebagai alat analisis mengetahui kelayakan usaha industri produk olahan laut serta strategi pengembangan industri tersebut. Hasil perhitungan R/C Ratio adalah 2,15 dan hasil Net Present Value bernilai positif. Dalam penelitian ini juga didapatkan 8 kekuatan, 7 kelemahan, 5 peluang, dan 5 ancaman yang selanjutnya diolah dalam matriks IFE dan EFE dengan hasil matriks IFE sebesar 3,631 dan Matriks EFE sebesar 3,834. Dengan hasil tersebut maka dengan Matriks IE berada di sel 1, artinya strategi yang sesuai digunakan pada industri produk olahan laut di Kecamatan Gebang, Kabupaten Cirebon yaitu strategi tumbuh dan membangun. | The aims of this research are to see business feasibility of processed sea products industry in Gebang Ilir Village and Gebang Mekar Village, Gebang Sub-district and to formulate the alternatives to processed sea products industry, government, and local area. The research was conducted using a test of R/C Ratio and Net Present Value Test as an analysis tool to know the business feasibility as well as industrial development strategy of processed sea products industry in Gebang Sub-district, Cirebon District. The result of R/C Ratio was 2,15 and the Net Present Value analysis has positive values. Theres 8 strengths, 7 weaknesses, 5 opportunities, and 5 threats. Final results of the IFE matrix and EFE matrix are 3,631 and 3,834. With these result, then IE matrix will be in cell 1. The relevant strategy for the processed sea products industry in the Gebang Sub-district, Cirebon was growth and development strategy. | |
| 19145 | 22425 | F1F011015 | IDIOMS IN TAYLOR SWIFT’S RED ALBUM (An Analysis of Idioms in 19 Songs of Taylor Swift’s Red Album) | Hafizhah, Hana. 2018. Idioms in Taylor Swift’s Red Album. Thesis. Pembimbing 1: Drs. Ashari, M.Pd. Pembimbing 2: Kristianto Setiawan S.S., M.A. Penguji: Erna Wardani, S.Pd., M.Hum., Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Universitas Jenderal Soedirman, Fakultas Ilmu Budaya, Jurusan sastra Inggris, Program Studi Satra Inggris. Purwokerto. Kata kunci: idiom, lirik lagu, Taylor Swift, album Red. Penelitian yang berjudul “Idiom dalam Album Red Taylor Swift (Sebuah Analisis Idiom pada 19 Lagu dalam Album Red Taylor Swift)” ini bertujuan untuk: (1) mengidentifikasi tipe-tipe idiom berdasarkan teori dari Hockett, (2) mengidentifikasi makna-makna idiom berdasarkan teori dari Leech. Penelitian ini mengaplikasikan metode kualitatif untuk menganalisa data utama. Data diperoleh dari album Taylor Swift yang berjudul Red, dan bentuk dari data tersebut adalah lirik lagu yang mengandung idiom dalam album Red. Penelitian ini mengaplikasikan pendekatan dan teori semantik untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan penelitian. Pertama, penulis mengidentifikasi tipe-tipe idiom dalam album Red menggunakan teori Hockett. Kemudian, penulis mengidentifikasi makna-makna idiom dengan menggunakan teori Leech. Terdapat 2 penemuan dalam penelitian ini. Yang pertama adalah tipe-tipe idiom yang terdiri dari frasa majemuk bahasa Inggris, bahasa figuratif, dan slang atau ragam bahasa tidak resmi. Total data yang ditemukan adalah 257 data yang terdiri dari 126 frasa majemuk bahasa Inggris, 84 bahasa figuratif, dan 47 slang. Yang kedua adalah makna-makna idiom. Total data yang ditemukan adalah 226 data yang terdiri dari 54 makna konseptual, 53 makna afektif, 43 makna konotatif, 28 makna reflektif, 24 makna sosial, 17 makna kolokatif, serta 7 makna tematis. Selanjutnya dapat ditarik kesimpulan bahwa frasa majemuk bahasa Inggris dan makna konseptual mendominasi penemuan dalam penelitian ini. | Hafizhah, Hana. 2018. Idioms in Taylor Swift’s Red Album. Thesis. Supervisor 1: Drs. Ashari, M.Pd. Supervisor 2: Kristianto Setiawan S.S., M.A. Examiner: Erna Wardani, S.Pd., M.Hum., Ministry of Research, Technology and Higher Education, Jenderal Soedirman University, Humanity Faculty, English Department, English Study Program. Purwokerto. Keywords: idioms, song lyrics, Taylor Swift, Red album. The research entitled “Idioms in Taylor Swift’s Red Album (An Analysis of Idioms in 19 Songs of Taylor Swift’s Red Album)” aims to: (1) identify the types of idioms based on Hockett’s theory, (2) identify the meanings of idioms based on Leech’s theory. This research applied qualitative method for analyzing the main data. The data were collected from Taylor Swift’s album entitled Red, and the form of the data is the song lyrics containing idioms in Red album. This research applied semantic approach and theory to answer the research questions. First, the researcher identifies the types of idioms in the album by using Hockett’s theory. Then, the researcher identifies the meanings of idioms by using Leech’s theory. There are 2 findings that are revealed in this research. The first one is the types of idioms which consist of English Phrasal Compound, figures of speech, and slang. The total data found is 257 which consists of 126 English phrasal compounds, 84 figures of speech, and 47 slangs . The second is the meanings of idioms. The total data found is 226 which consists of 54 conceptual meanings, 53 affective meanings, 43 connotative meanings, 28 reflected meanings, 24 social meanings, 17 collocative meanings, and 7 thematic meanings. It can be concluded that English phrasal compound and conceptual meaning dominate the data. | |
| 19146 | 22426 | C1A012125 | ANALISIS EFISIENSI USAHATANI KEDELAI HITAM DAN FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSINYA | Judul penelitian ini adalah “Analisis Efisiensi Usahatani Kedelai Hitam dan Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Produksinya”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lahan, bibit, pupuk, pestisida dan tenaga kerja terhadap produksi kedelai hitam, kemudian untuk menentukan variabel mana yang paling berpengaruh terhadap produksi kedelai hitam lalu mengestimasi skor efisiensi teknis dan menganalisis determinan efisiensi teknis dan tingkat efisiensi ekonomis usahatani kedelai hitam di Desa Kedungbenda Kecamatan Kemangkon Kabupaten Purbalingga. Penelitian ini dilakukan dengan metode survei. Jenis data primer yang digunakan diperoleh dari responden dengan menggunakan kuesioner. Alat analisis yang digunakan adalah fungsi produksi Cobb-Douglass dan pendekatan fungsi produksi frontier. Hasil penelitian efisiensi teknis dapat disimpulkan bahwa rata-rata usahatani kedelai hitam sudah efisien secara teknis lalu variabel lahan memiliki pengaruh positif, variabel bibit memiliki pengaruh positif, variabel pupuk memiliki pengaruh positif, variabel tenaga kerja memiliki pengaruh positif, pada variabel pestisida memiliki pengaruh negatif. Bibit adalah variabel yang paling berpengaruh terhadap produksi kedelai hitam di Desa Kedungbenda Kecamatan Kemangkon Kabupaten Purbalingga. | The title of this research is the "analysis of the efficiency of farming black soybeans and Factors – factors that affect its production". This research aims to know the influence of land, seed, fertilizer, pesticides and labor against black soybean production, and then to determine which variables most influence on black soybean production last mengestimasi score technical efficiency and technical efficiency analyzing determinants and the level of economic efficiency of farming black soybeans in the village of Kedungbenda sub-district of Purbalingga Regency Kemangkon. This research was conducted with survey methods. The primary data type used is obtained from respondents using a questionnaire. The analysis tool is used is a function of the production of Cobb-Douglass production function approach and frontier. Technical efficiency research results it can be concluded that the average black soy farming is already technically efficient variable then land has a positive influence, positive influence seedling variables, variable fertilizer has a positive influence, labor variable has a positive influence on the variables, pesticides have a negative influence. The seeds are the most variable influence on black soybean production in Kedungbenda village of Kemangkon sub-district of Purbalingga. | |
| 19147 | 22427 | A1M014009 | KARAKTERISTIK KEJU OLES ANALOG KOMBINASI SUSU SAPI DAN SUSU JAGUNG DENGAN KOAGULAN PAPAIN KOMERSIAL DAN ASAM SITRAT SERTA PENAMBAHAN MALTODEKSTRIN | Pembuatan keju analog menggunakan campuran susu dan bahan lain yang berasal dari nabati, salah satunya yaitu susu jagung. Asam sitrat dan papain pada pembuatan keju oles analog dapat digunakan sebagai pengganti dari enzim rennet yang harganya mahal. Penambahan maltodekstrin berfungsi untuk meningkatkan rendemen keju sehingga biaya produksi bisa ditekan. Tujuan dari penelitian ini adalah 1). Mengetahui konsentrasi optimum dari asam sitrat, papain komersial dan maltodekstrin untuk menghasilkan keju dengan kadar protein dan rendemen tertinggi, 2). Mengetahui karakteristik kimia dan sensori dari keju oles analog yang dihasilkan dengan konsentrasi optimum dari asam sitrat, papain komersial dan maltodekstrin yang berbeda. Rancangan percobaan yang digunakan pada penelitian ini adalah Response Surface Methodology (RSM) menggunakan Central Composite Design (CCD) dengan tiga faktor yang diteliti yaitu konsentrasi asam sitrat (batas bawah 0,12 % dan batas atas 0,20 %), papain komersial (batas bawah 0,026 % dan batas atas 0,034 %) serta maltodekstrin (batas bawah 10 % batas atas 20 %). Hasil penelitian menunjukkan formula optimum untuk menghasilkan keju oles analog berbasis susu dengan kadar protein dan rendemen tertinggi adalah dengan penambahan konsentrasi asam sitrat 0,20 %, papain 0,029 % dan maltodekstrin 20 %. Formula optimum mempunyai kadar air 61,590 %, rendemen 17,512 %, total padatan terlarut 19,00 0Brix, protein terlarut 19,837 %, keasaman (pH) 5,4 dan lemak 6,976 %. Karakteristik sensori dari formula optimum memiliki warna kuning agak putih, aroma khas keju, rasa tidak asam, tekstur lembut, daya oles yang mudah serta tingkat kesukaan (overall) suka. | Making process of analog cheese using a mixture of milk and other materials from vegetable, one of which is corn milk. Citric acid and papain added in the process can be used as a substitute for rennet enzymes that are expensive. The addition of maltodextrin serves to increase yield of cheese so it can degrease costs of production. This study aims to: 1). Knowing the optimum concentration of citric acid, commercial papain and maltodextrin to get cheese with the highest yield and protein. 2). Knowing the chemical and physical characteristics of the analogue spread cheese with the optimum concentrations of citric acid, commercial papaya and maltodextrin. The experimental design in this study was determined by Response Surface Methodology (RSM) using CCD (Central Composit Design) with 3 factors studied were: a). Citric acid with the lower 0.12% and the upper 0.20% b). Commercial papain with lower 0.026% and upper 0.034% c). Maltodextrin with the lower 10% and the upper 20%. The results showed that the optimum formula to get the analogue spread cheese with the highest yield and protein was addition 0,20% citric acid, 0.029% papain and 20 % maltodextrin. Characteristics of analogue spread cheese with optimum formula has water content 61,590%, yield 17,512%, total dissolved solids (TDS) 19,000 Brix, dissolved protein 19,837%, acidity (pH) 5,4 and fat 6,976%. It has a slightly white yellow color, distinctive flavour of cheese, non-sour taste, soft texture, easy to spread and preferential level is liked. | |
| 19148 | 22424 | A1M013032 | KARAKTERISTIK BROWNIES KUKUS BERBAHAN DASAR TEPUNG AMPAS KELAPA DENGAN PENAMBAHAN VIRGIN COCONUT OIL (VCO) SEBAGAI PENGGANTI MARGARIN | Ampas kelapa merupakan hasil samping pembuatan santan yang diolah menjadi VCO. Tingginya kandungan nutrisi pada tepung ampas kelapa dapat dimanfaatkan untuk substitusi olahan pangan salah satunya adalah brownies. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui komposisi yang tepat serta karakteristik kimia dan sensori dalam pembuatan brownies kukus tepung ampas kelapa dengan penambahan VCO sebagai pengganti margarin. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang disusun secara faktorial dengan 3 kali ulangan. Faktor yang diuji yaitu: proporsi tepung (tepung terigu : tepung ampas kelapa)(A), terdiri atas: A1 = 50%:50%; A2 = 40%:60%; A3 = 30%:70%; proporsi dan jenis emulsi (B), terdiri atas: B1 = 42% margarin terhadap total tepung; B2 = 42% VCO terhadap total tepung; B3 = 50% margarin terhadap total tepung; B4 = 50% VCO terhadap total tepung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi yang tepat adalah proporsi tepung terigu:tepung ampas kelapa sebesar 50% : 50% dengan 42% VCO terhadap total tepung (A1B2). Kombinasi perlakuan tersebut menghasilkan brownies kukus dengan kadar air 22,318%; kadar abu 1,4437%; kadar lemak 58,8190%; kadar protein 41,045%; kadar gula reduksi 22,2650%; dan kadar serat kasar 30,6987% dengan karakteristik sensoris dalam skala 1 sampai 4 adalah warna cokelat ( skor 3,445), aroma khas kelapa terasa (skor 3,177), rasa khas kelapa terasa (skor 2,867), tekstur agak keras (skor 3,421), dan tingkat kesukaan suka (skor 2,999). | Coconut-pulp is a by-product of coconut milk which processed into coconut oil or VCO. The high nutrients content of coconut pulp flour (CPF) can be used for food processing substitution, one of them is brownies. Purpose of this study were to study the exact composition and chemical and sensory characteristics of CPF steamed brownies with the addition of VCO as a substitute for margarine. The experimental design used in this study was Randomized Block Design (RBD) which arranged factorially with 3 repetitions. Factors tested were: the proportion of flour (wheat flour: coconut pulp flour) (A), consist of: A1 = 50%: 50%; A2 = 40%: 60%; A3 = 30%: 70%; proportion and type of emulsion (B), consist of: B1 = 42% margarine to total flour; B2 = 42% VCO to total flour; B3 = 50% margarine to total flour; B4 = 50% VCO to total flour. The results showed that the right composition in making steamed brownies was a combination treatment of proportion wheat flour: coconut dregs flour by 50%: 50% with 42% VCO to total flour (A1B2). The combined treatment resulted in steamed brownies with a water content 22.318%; ash content of 1.4437%; fat content 58,8190%; protein content 41.045%; reduction sugar content 22.2650%; and fiber content 30.6987% with sensory characteristics on scale 1 to 4 were brown color (score 3,445), typical coconut aroma was felt (score 3,177), after taste coconut was felt (score 2,867), slightly hard texture (score 3,421), and preferential likes (score 2,999). | |
| 19149 | 25536 | D1A015162 | KINETIKA TEMPERATUR DAN pH SERTA PERSENTASE RENDEMEN KOMPOS UNGGUL BERBASIS FESES SAPI POTONG YANG DIPERKAYA AZOLLA (Azolla microphylla) | Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan Azolla (Azolla microphylla) terhadap kinetika temperatur dan pH dalam proses dekomposisi serta persentase rendemen. Penelitian dilaksanakan di UD. Sapi Amanah Farm (beef and sheep fattening), Desa Datar, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Bahan yang digunakan yaitu feses sapi potong 1.800 kg; Azolla 180 kg; serbuk gergaji 180 kg; abu 180 kg; aktivator 4,5 kg; dan kapur dolomit 36 kg. Metode yang digunakan adalah eksperimental dengan rancangan acak lengkap. Perlakuan penambahan Azolla antara lain P0 (kontrol), P1 (+10%) dan P2 (+20%). Peubah yang diukur adalah kinetika tempertur dan pH serta persentase rendemen. Pengamatan kinetika temperatur dan pH dilakukan sebanyak 8 kali dan persentase rendemen diakhir proses dekomposisi. Data dianalisis menggunakan Repeated Measures Anova dan ANOVA. Hasil kinetika temperatur dan pH serta persentase rendemen menunjukkan adanya interaksi yang nyata (P< 0,05). Hasil Least Significance Different terdapat perbedaan nyata yang bervariasi pada kinetika temperatur dan terdapat perbedaan yang nyata pada kinetika pH dan persentase rendemen. Kinetika temperatur tertinggi perlakuan P1 (50,50oC) dan P2 (54,00oC) tercapai pada hari ke-4, sedangkan perlakuan P0 (50,33oC) tercapai pada hari ke-8. Kinetika pH terendah dicapai oleh perlakuan P0 (3,10) dan P1 (3,38) pada hari ke-20 serta P2 (3,20) pada hari ke-12. Persentase rendemen terbesar diperoleh dari perlakuan P0 (45,19%). | The purpose of this study was to determine the effect of Azolla (Azolla microphylla) addition on the kinetics of temperature and pH in the decomposition process and the percentage of yield. The research was carried out at UD. Sapi Amanah Farm (beef and sheep fattening), Datar Village, Sumbang District, Banyumas Regency, Central Java. The material used were 1,800 kg beef cattle feces; Azolla 180 kg; sawdust 180 kg; ash 180 kg; activator 4.5 kg; and 36 kg dolomite lime. The method used was experimental with a completely randomized design. Treatment of Azolla additions included P0 (control), P1 (+ 10%) and P2 (+ 20%). The variables measured were temperture kinetics and pH and percentage of yield. Observation the kinetics of temperature and pH were carried out 8 times and the percentage of yield at the end of composting. Data were analyzed using Repeated Measures Anova and ANOVA. The kinetics results of temperature and pH as well as the percentage of yield showed a significant interaction (P <0.05). Least Significance Different results have significant differences in temperature kinetics and there are significant differences in pH kinetics and percentage of yield. The highest temperature kinetics of treatment P1 (50.50oC) and P2 (54.00oC) were reached on day 4, while treatment P0 (50.33oC) was reached on day 8. The lowest pH kinetics was achieved by treatment P0 (3.10) and P1 (3.38) on day 20 and P2 (3.20) on day 12. The largest percentage of yield was obtained from treatment P0 (45.19%). | |
| 19150 | 22430 | F1F012011 | An Analysis Of Slang Words Used By Transgender Characters In Tangerine Movie By Sean S. Baker | Maretha, Vina Fitria. 2018. Sebuah Analisa Bahasa Slang yang Digunakan oleh Karakter Transgender di Film Tangerine oleh Sean S. Baker. Skripsi. Pembimbing 1: Ika Maratus Sholikhah, S.S, M.A., Pembimbing 2: Indriyati Hadiningrum, S.S., M.Pd., Penguji: R Pujo Handoyo, S.S., M.Hum. Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Universitas Jenderal Soedirman, Fakultas Ilmu Budaya, Jurusan Bahasa Inggris, Program Studi Sastra Inggris, Purwokerto. 2018. Penelitian yang berjudul, “Sebuah Analisa Bahasa Slang yang Digunakan oleh Karakter Transgender di Film Tangerine oleh Sean S. Baker” ini bertujuan untuk: (1) mengidentifikasi tipe slang yang dituturkan oleh karakter transgender di film Tangerine; (2) mencari tahu alasan-alasan penggunaan slang oleh karakter transgender di film Tangerine. Penulis menggunakan metode desktriptif kualitatif dalam menganalisa riset data yang berupa kata-kata dan frasa yang berkaitan dengan bahasa slang transgender. Pengumpulan data dilakukan dengan menonton film Tangerine, mencatat bahasa slang yang dituturkan oleh karakter transgender, memilah bahasa slang yang berkaitan dengan istilah slang transgender. Untuk menjawab perumusan masalah, penulis menggunakan teori Allan dan Burridge tentang tipe-tipe slang dan teori Partridge tentang alasan-alasan penggunaan slang. Hasil penelitian ini menghasilkan 2 poin utama. Pertama, ada 5 tipe bahasa slang yang biasa ditemukan dalam film ini, yaitu, fresh and creative, flippant, imitative, acronym, dan clipping. Fresh and creative adalah tipe slang yang paling sering digunakan, karena karakter transgender cenderung membuat dan menghasilkan istilah berdasarkan kreatifitas mereka. Kedua, di dalam film tersebut terdapat 11 dari 15 alasan penggunaan bahasa slang, dengan penggunaan slang untuk menunjukkan kategori seseorang dalam suatu kelompok tertentu. Hal ini dikarenakan untuk diakui sebagai anggota dari sebuah grup, dalam hal ini grup transgender, karakter-karakter di film Tangerine menggunkan istilah slang transgender untuk menunjukkan identitas mereka dan melakukan pendekatan dengan anggota sesama grup. Kata kunci: sosiolinguistik, slang, trangender, tangerine | Maretha, Vina Fitria. 2018. An analysis of Slang Words Used by Transgender Characters in Tangerine Movie by Sean S. Baker. Thesis. Supervisor 1: Ika Maratus Sholikhah, S.S, M.A., Supervisor 2: Indriyati Hadiningrum, S.S., M.Pd., Examiner: R Pujo Handoyo, S.S., M.Hum. Ministry of Research, Technology and Higher Education, Jenderal Soedirman University, Humanities Faculty, English Department, English Literature Study Program, Purwokerto. 2018 This research, entitled “An Analysis of Slang Words Used by Transgender Character in Tangerine Movie by Sean S. Baker”, aims to: (1) identity the types of slang words used by transgender characters in Tangerine; (2) figure out the reasons of the slang words used by transgender characters in Tangerine. I use descriptive qualitative method in analyzing the data of the research which are words and phrases that are related to transgender slang words. The data are collected by watching Tangerine, writing down the slang words produced by all of the transgender characters, sorting out the slang words that are related to transgender slang term. In order to answer the research questions, I use Allan and Burridge’s theory of slang types and Partridge’s theory of the reasons of using slang words found in the movie, namely, fresh and creative, flippant, imitative, acronym, and clipping. Fresh and creative is the most common slang type used in this research because the transgender characters themselves tend to create and produce new terms due to their creativity. Secondly, there are only 11 out of 15 reasons of using slang found in the movie, with the most common to appear is to show that someone is belong to certain group. It is because to be accredited as members of certain group, in this case is transgender group, the characters in Tangerine movie use transgender slang term in order to show their identity and engage with other members of the group. Keywords: sociolinguistics, slang, transgender, tangerine | |
| 19151 | 22437 | E1A014029 | PUTUSAN NIET ONVANKELIJKE VERKLAART ATAS PERMOHONAN KEPUTUSAN FIKTIF POSITIF (Kajian dalam Perkara Nomor 3/P/FP/2017/PTUN-BNA PTUN Banda Aceh) | Keputusan Fiktif Positif diatur dalam Pasal 53 Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan, mengandung makna bahwa apabila Orang atau Badan Hukum Perdata melakukan permohonan, akan tetapi Badan atau Pejabat Pemerintahan tidak menetapkan keputusan atau melakukan tindakan dalam waktu yang telah ditentukan, maka permohonan tersebut dianggap dikabulkan secara hukum. Penelitian ini bersumber pada putusan Pengadilan Tata Usaha Negara Banda Aceh Nomor: 3/P/FP/2017/PTUN-BNA, bertujuan untuk mengetahui parameter dasar suatu keputusan dapat disebut sebagai Keputusan Fiktif Positif, serta untuk mengetahui putusan Komisi Independen Pemilihan Kabupaten Nagan Raya tidak memenuhi syarat sebagai Keputusan Fiktif Positif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pendekatan yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, pendekatan kasus dan pendekatan konseptual. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Data yang diperoleh disajikan dalam bentuk uraian-uraian yang disusun secara sistematis, logis dan rasional. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun Komisi Independen Pemilihan Kabupaten Nagan Raya diam saja dan tidak menjawab surat dari Pemohon, akan tetapi formalitas atau kriteria permohonan dari Pemohon sebagai permohonan Keputusan Fiktif Positif tidak terpenuhi, maka putusan permohonan dinyatakan tidak dapat diterima (Niet Onvankelijke Verklaart). Kata Kunci : Keputusan Fiktif Positif, Komisi Independen Pemilihan, Niet Onvankelijke Verklaart. | Positive Fictitious Decisions are regulated in Article 53 of Law Number 30 of 2014 about Government Administration, meaning that if a Person or Civil Agency carries out an application, when the Agency or Government Official does not determine a decision or take action within a certain time, then the application is considered to be legally granted. This research was based on the decision of the Banda Aceh State Administrative Court Number: 3 / P / FP / 2017 / PTUN-BNA. The aim was to find out the basic parameters of a decision can be called a Positive Fictitious Decision, and to know wether the decision of the Independent Election Commission of Nagan Raya Regency qualify as a Positive Fictitious Decision. The method used in this study was a normative juridical approach with a legislative approach, a case approach and a conceptual approach. The data source used in this study was secondary data. The data obtained was presented in the form of descriptions that were arranged systematically, logically and rationally. The results of this study indicated that even though the Independent Election Commission of Nagan Raya District was silent and did not answer the letter from the Petitioner, and the formality or criteria of the petition from the Petitioner as a request for a Positive Fictitious Decision were not fulfilled, then the decision of the petition was declared unacceptable (Niet Onvankelijke Verklaart). Keywords : Positive Fictitious Decision, Independent Election Commission, Niet Onvankelijke Verklaart. | |
| 19152 | 22441 | G1F014032 | FAKTOR-FAKTOR YANG MENDUKUNG KEPATUHAN PASIEN DISLIPIDEMIA DALAM MENJALANI TERAPI FARMAKOLOGI DAN NON FARMAKOLOGI | Latar Belakang : Pengelolaan pasien dislipidemia meliputi terapi farmakologi menggunakan obat antihiperlipidemia dan terapi non farmakologi berupa diet serta olahraga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor pendukung kepatuhan pasien dislipidemia di Banyumas dalam menjalankan terapi farmakologi dan non farmakologi. Metodologi: Penelitian ini menggunakan studi kualitatif fenomenologi dengan melakukan indepth interview pada empat pasien PROLANIS dislipidemia tentang alasan kepatuhan minum simvastatin dan diet serta olahraga. Informan direkrut hingga data yang diperoleh menjadi jenuh. Kredibilitas data penelitian menggunakan triangulasi waktu dengan jarak waktu tiga minggu. Data dianalisis untuk menghasilkan tema penelitian secara kualitatif deskriptif dengan proses berpikir induktif. Hasil dan Kesimpulan: Tema penelitian ini adalah faktor-faktor pendukung pasien patuh konsumsi simvastatin antara lain pasien takut mengalami komplikasi penyakit, ingin kadar kolesterol normal, takut mengalami kembali gejala saat kolesterol tinggi, dan berharap berhenti minum obat jika kadar kolesterol normal. Sedangkan faktor-faktor pendukung pasien patuh menjalani terapi non farmakologi adalah pasien paham pentingnya olahraga, ingin sehat dan memperbaiki image tubuh, merasakan perbaikan kondisi tubuh setelah berolahraga, memiliki pengetahuan tentang diet, mendapat dorongan keluarga, adanya hasil nyata pada orang lain dan dirinya sendiri, serta mengalami penurunan kadar kolesterol dan berat badan setelah melakukan diet. | Background: Dyslipidemia management are consist of pharmacological antihyperlipidemia drug and non-pharmacological therapy such as diet and exercise. The aim of this study were determining factors supporting patients adherence in Banyumas Regency to performing pharmacological and non pharmacological therapy. Methods: This was a qualitative study with phenomenology design. Data collected by indepth interview on four dyslipidemia patients. Patients were recruited as subject until the data saturated. Credibility of data were validated using time triangulation method for three weeks. Data collected including patient reasons to adhere of consuming simvastatin, diet and exercise. The data were analyzed by descriptive qualitative inductive thinking process resulting research themes. Results and Conclusion: This research themes were factors supporting adherence to patients consuming simvastatin were unwillingness to have complications, desire to have normal cholesterol level, unwillingness to regain symptoms when the cholesterol level was high and expect to stop taking medication if normal cholesterol level has been achieved, while the factors supporting to patients performing non pharmacological therapy were understand the importance of exercise, desire to be healthy, feeling the body condition improvement, the diet knowledge, the familiy’s support, inspired by other people and themseleves result, desire to improve of body image and feeling the level cholesterol and weight gain reduction. | |
| 19153 | 22287 | A1L013158 | Pengaruh Penggunaan Dosis N dan Jenis POC Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Bawang Merah Serta Total Mikroba Tanah Dilahan Pasir Pantai | Penelitian ini bertujuan untuk menentukan dosis N yang optimal, menentukan jenis POC terbaik, dan mengetahui interaksi dosis N dan jenis POC terhadap pertumbuhan hasil bawang merah serta pertumbuhan mikroba tanah pada lahan pasir pantai yang dilakukan di desa Banjarsari, kecamatan Nusawungu, kabupaten Cilacap dan laboratorium Agronomi. Hasil penelitian menunjukan adanya pengaruh terhadap variabel pengaplikasian dosis N, berpengaruh nyata terhadap variabel tinggi tanaman, panjang daun, luas daun, panjang akar, bobot tanaman segar, bobot umbi segar dan diameter umbi dengan dosis yang paling baik yaitu 60% (N2). Hasil analisis POC menunjukan pengaruh terhadap tinggi tanaman, panjang daun, dan luas daun dengan POC terbaik Trubus (P2). Penggunaan dosis N dan jenis POC memberikan pengaruh nyata terhadap tingi tanaman, panjang daun, panjang akar, bobot tanaman segar, diameter umbi dan bobot umbi segar. Akan tetapi tidak memberikan pengaruh nyata terhadap variabel jumlah daun, kadar kehijauan daun, jumlah akar, laju asimilasi besih, laju pertumbuhan relatif, bobot tanamn kering, total mikroba tanah, jumlah umbi, bobot umbi kering, dan diameter umbi dengan perlakuan terbaik N2P2 (dosis 60% dan POC TRUBUS). Penggunaan setiap perlakuan tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan mikroba tanah tetapi adanya pertambahan jumlah koloni pada mikroba sebelumnya 7,5x106 menjadi 18x106 hingga 198,5x106. Kata kunci: Bawang merah, Pasir pantai, Dosis N, Jenis POC, Mikroba pasir pantai | This study aims to determine the optimal dose of N, to determine the best POC type, and to know the interaction of N and POC dosage on the growth of onion yield and the growth of soil microbial on coastal sand land in Banjarsari village, Nusawungu sub-district, Cilacap regency and Agronomy laboratory . The result of this research showed that the effect on the variable of N dose application has significant effect on the plant height variable, leaf length, leaf area, root length, fresh plant weight, fresh tuber weight and tuber diameter with the best dose of 60% (N2). POC analysis results showed the effect on plant height, leaf length, and leaf area with the best POC Trubus (P2). The use of N and POC doses gave a significant effect on plant height, leaf length, root length, fresh plant weight, tuber diameter and fresh tuber weight. However, no significant effect on leaf number variables, leaf greenness, root number, assimilation rate, relative growth rate, dry weight, total soil microbial, tuber number, dry bulb weight, and tuber diameter with the best treatment of N2P2 (dose 60% and POC TRUBUS). The use of each treatment had no significant effect on soil microbial growth but the number of colonies in the previous microbe increased from 7.5x106 to 18x106 to 198,5x106. Keywords: Onion, Sand beach, Dose N, Type POC, Microbial sand beach | |
| 19154 | 25537 | F1B113049 | IMPLEMENTASI PROGRAM KAMPUNG KB (KELUARGA BERENCANA) DI DESA BANJARPARAKAN RW 09, KECAMATAN RAWALO, KABUPATEN BANYUMAS | Pemerintah memiliki program Kampung KB (Keluarga Berencana) sebagai pendorong program KKBPK (Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga). Kabupaten Banyumas memiliki satu buah Kampung KB yang dibiayai APBN binaan Dinas Pembangunan Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A). Kampung KB dibentuk dengan tujuan agar wilayah 1 RW yang capaian dalam program KKBPK rendah dapat meningkat dan makin sejahter. Kampung KB Lestari Desa Banjarparakan RW 09 merupakan Kampung KB pertama yang diharapkan menjadi contoh maksimalnya program Kampung KB, namun dalam aspek lingkungan, pendidikan, ekonomi, dan sosial-budaya belum ada perkembangan. Kondisi kegiatan Kampung KB yang belum maksimal tersebut membuat kampung tersebut tidak mendapat gelar juara Lomba Kampung KB tingkat Kabupaten Banyumas tahun 2017. Hal tersebut mengindikasikan adanya ketidak patuhan implementor Kampung KB terhadap petunjuk teknis atau Standart Operational Procedure yang sudah ditetapkan oleh BKKBN (Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi program Kampung KB di Desa Banjarparakan RW09 Kecamatan Rawalo Kabupaten Banyumas. Metode penelitian ini adalah metode kualitatif, dengan teknik pemilihan informan yaitu Purposive Sampling. Teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Metode analisis yang digunakan adalah model analisis interaktif menurut Milles dan Huberman dan keabsahan data diuji dengan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi program Kampung KB di Desa Banjarparakan RW09 sudah berjalan baik dalam beberapa aspek seperti pembentukan struktur organisasi yang pengurusnya sudah memiliki pengalaman, koordinasi antara pengurus dengan Dinas Pembangunan Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak sudah baik, capaian-capaian dalam KB sudah meningkat tiap tahunnya, fasilitas yang didapatkan dirasa masih mencukupi sesuai kebutuhan. Beberapa petunjuk teknis atau Standart Operational Procedure dilaksnakan dengan baik, namun kegiatan bidang lain yaitu lingkungan, pendidikan, ekonomi, dan sosial –budaya belum ada masterplan sebagai pedoman melakukan kegiatan. Pengawasan dalam bentuk laporan evaluasi belum terlaksana dengan baik. Hal tersebut disebabkan karena implementor tidak menjalankan petunjuk teknis. Dampaknya adalah Kampung KB Lestari tidak sesuai harapan atau tujuan dibentuknya Kampung KB yang mampu meningkatkan berbagai aspek kehidupan di masyarakat. | Goverment have a program is Kampung KB (Keluarga Berencana) as turn up the program is KKBPK (Kependudukan, Keluarga Berencana, Pembangunan Keluarga). Banyumas City have Kampung KB wich is budgeted by APBN wich in guide of Dinas Pembangunan Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A). Kampung KB is developed for grow up some indicator in program KKBPK, welfare and community health can more grow up. Kampung KB Lestari Banjarparakan Village RW09 is Pilot Project in Banyumas city, but not maximal in some aspect likes environment, education, economic, social, and culture. The condition of Kampung KB wich not maximal has made this village have not the predicate in competion of Kampung KB in Distric Level at 2017. In the condition is not compliance indication of implementor of Kampung KB from the Standart Operational Procedure wich maked by BKKBN (Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional). The Purposive of this research is to know implementation of Kampung KB Lestari Programme in Banjarparakan Village RW09, Rawalo, Banyumas City. The Research Metode is Kualitatif Metode, using Purposive Sampling Technic in selection of informan. The Collection Data is through in-depth interview, observation, and documentation. The Annalysis Metode is using the interaktive annalys from Milles and Huberman, and the validation data is test through Triangulation Sourch. The Result of research had show that implementation of Kampung KB Programme in Banjarparakan Village RW09 had good proccess in some aspect as like as formation of organitation structure wich have commpetence implementor, coordination beetwen the implementor with Dinas Pembangunan Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak is good. Some indicator had good in KKPBK divition every last years, The facilities had suffice the needs. Some of Standart Operational Procedure had be good act, but in other divition likes environment, edication, economic, and Social-Culture is have not masterplan as guide to do the event. In controlig, have not evaluating report. The matter because the implementor did not the standart operational procedure. That effects are Kampung KB have not make some purpose the programme in multi effect of community life. | |
| 19155 | 22439 | D1E014224 | PENGARUH INTERVAL INSEMINASI BUATAN DAN KONSENTRASI SPERMATOZOA TERHADAP DAYA TUNAS DAN KEMATIAN EMBRIO AYAM SENTUL | Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui taraf optimal pengaruh interval inseminasi buatan (IB) dan konsentrasi spermatozoa terhadap daya tunas serta kematian embrio ayam Sentul. Penelitian dilaksanakan menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial pola (3x3) terdiri atas sembilan kombinasi perlakuan dan tiga ulangan. Materi penelitian yang digunakan 108 ekor ayam Sentul betina dan 24 ekor ayam Sentul jantan. Interval IB (I) sebagai faktor pertama terdiri atas i1 (setiap tiga hari), i2 (setiap enam hari), dan i3 (setiap sembilan hari). Konsentrasi spermatozoa (K) sebagai faktor kedua terdiri atas k1 (50 juta), k2 (100 juta), dan k3 (150 juta). Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa interaksi antara interval IB dengan konsentrasi spermatozoa berpengaruh tidak nyata (P>0,05), interval IB berpengaruh sangat nyata (P<0,01), dan konsentrasi spermatozoa berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap daya tunas ayam Sentul. Hasil uji lanjut, yaitu uji orthogonal polynomial menunjukkan titik optimal interval IB pada interval lima hari menghasilkan daya tunas 91,34% dengan persamaan kuadratik Y=62,381+11,542X–1,150X², dan titik optimal konsentrasi spermatozoa pada 109 juta menghasilkan daya tunas 90,51% dengan persamaan kuadratik Y=42,657+0,875X–0,004X². Hasil analisis variansi kematian embrio menunjukkan bahwa interval IB, konsentrasi spermatozoa, dan interaksi antara kedua faktor tersebut berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap kematian embrio ayam Sentul. | This study aims to investigate the effect of optimal level of the artificial insemination (AI) interval and spermatozoa concentration on fertility and the embryonic mortality of Sentul chicken. The present study employed an experimental method with complete randomized design (RAL) using 3x3 factorial pattern conducted in nine treatment combinations and three repetitions. The samples of this study were 108 Sentul hens and 24 Sentul roosters. Interval of AI (I) as the first factor consists of i1 (every 3 days), i2 (every 6 days), and i3 (every 9 days). Spermatozoa concentration (K) as the second factor consists of k1 (50 millions), k2 (100 millions), and k3 (150 millions). The results of variance analysis showed that the interaction between AI interval and spermatozoa concentration indicated no significant effect (P>0.05), interval of AI had a very significant effect (P<0.01), and spermatozoa concentration gave significant effect (P<0.05) on Sentul chickens fertility. The results of orthogonal pholynomial test indicated that optimal point of interval AI occured in five days which produced fertility 91,34% with the quadratic equation Y=62.381+11.542X–1.150X², and the optimal point of spermatozoa concentration occured in 109 millions which produced fertility 90,51% with the quadratic equation Y=42.657+0.875X–0.004X². The results of variance analysis showed that artificial insemination (AI) interval, spermatozoa concentration, and interaction these two factors gave no significant effects (P>0.05) on embryonic mortality of Sentul chicken. | |
| 19156 | 22431 | A1H014015 | KAJIAN MOTIVASI KONSUMSI PANGAN BERBASIS POTENSI LOKAL NON BERAS: PENDEKATAN MEANS-END CHAIN (MEC) DI KABUPATEN PURBALINGGA | Pola Pangan Harapan (PPH) di Indonesia kini masih belum seimbang. Pemecahan masalah terkait PPH dapat diperbaiki melalui program penganekaragaman pangan atau diversifikasi pangan. Purbalingga menjadi salah satu tempat yang menarik untuk diterapkan program diversifikasi pangan yang salah satunya “One day no rice”. Hal ini dikarenakan hasil pertanian di Purbalingga cukup banyak dan bervarian, seperti: jagung, singkong, dan lain sebagainya. Demi kemajuan “One day no rice” di Purbalingga perlu diteliti pola konsumsi pada masyarakat, serta menganalisis motivasi konsumen dalam mengonsumsi pangan lokal non beras. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengetahuan responden, pola konsumsi responden, motivasi konsumsi, dan kategori kebutuhan berdasarakan teori Maslow. Penelitian ini menggunakan pendekatan means-end chain (MEC) dengan jumlah yang diwawancarai sebanyak 61 responden, serta metode purposive sampling dijadikan sebagai metode pengambilan sampel. Tahapan dalam melakukan analisis data yaitu diawali dengan pengkodean, dilanjutkan dengan implikasi matriks, generating HVM, dan diakhiri dengan interpretasi HVM. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa pengetahuan responden dalam membedakan pangan lokal, nasional, maupun impor didasarkan pada kualitas, dengan pemahaman responden bahwa jarak pangan lokal hanya sekitar kurang dari 1 kilometer. Pola konsumsi responden selama satu tahun terakhir masih bergantung pada nasi/beras. Tujuh jalur utama dalam mengonsumsi pangan lokal non beras yaitu selera (0.02), kesediaan dan variasi makanan (0.02), kebiasaan makan non beras (0.02), mendukung program pemerintah (0.02), sehat (0.11), pencapaian diri (0.05), dan bahagia (0.05). Berdasarkan teori hierarki kebutuhan Maslow konsumen pangan lokal non beras di Kabupaten Purbalingga dikategorikan kedalam kebutuhan fisiologis. | Pola Pangan Harapan (PPH) in Indonesia is still not balanced recently. Problem solving related to PPH can be improved through food diversification. Purbalingga has become one of the interesting places to apply food diversification programs, which one of those is “One day no rice”. The reason is that Purbalingga has many agricultural products and products variant, such as: corn, cassava, and so forth. For the sake of progress of “One day no rice” in Purbalingga, the pattern of consumption needs to be examined in the community, and motivation of consumers is to be analyze in eating local non rice food. The purposes of this study are to determine the knowledge of respondents, consumption patterns of respondents, consumption motivation, and needs categories based on Maslow’s theory. This study uses means-end chain approach (MEC) with 61 interviewees, and purposive sampling method used as sampling method. Stages in performing data analysis begin with coding, continued with matrix implications, generating HVM, and that with HVM interpretation. The results show that the knowledge of respondents in distinguishing local, national, and import food is based on the quality, with the understanding of the respondents that local food distance is only less than 1 kilometer. The pattern of consumption of the respondents over the past year is still dependent on rice. The seven main lines in eating local non rice food are taste (0.02), willingness and variety of food (0.02), non-rice eating habits (0.02), health (0.11), self-achievement (0.05), and happiness (0.05). Based on the theory of Maslow’s needs hierarchy, local non-rice food consumers in Purbalingga regency are categorized into physiological needs. | |
| 19157 | 22444 | A1L014068 | UJI APLIKASI METABOLIT SEKUNDER Trichoderma harzianum ISOLAT BAWANG MERAH TERHADAP BENIH MENTIMUN MENGANDUNG VIRUS | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui waktu optimum perendaman metabolit sekunder T. harzianum isolat bawang merah pada benih mentimun untuk mengendalilkan patogen virus dan mengetahui pengaruh terhadap pertumbuhan mentimun. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Perlindungan Tanaman dan Screen house, Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman pada bulan Oktober sampai Februari 2018. Penelitian diaksanakan menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 4 perlakuan dan 6 ulangan, terdiri dari perendaman selama 30, 60, dan 90 menit. Variabel yang diamati meliputi masa inkubasi, intensitas penyakit, kejadian penyakit, nilai area di bawah kurva perkembangan penyakit atau area under disease progress curve (AUDPC), tinggi tanaman, jumlah daun, bobot segar tanaman, dan kandungan senyawa fenol yaitu tanin dan hidrokuinon kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan lama waktu optimum perendaman benih menggunakan T. harzianum isolat bawang merah adalah 90 menit. Perendaman 90 menit memberi penekanan pada masa inkubasi, intensitas penyakit, dan kejadian penyakit berturut-turut sebesar 8,81; 68,39; dan 71,63% dibandingkan kontrol. Perendaman selama 90 menit juga mampu memberikan peningkatan senyawa fenol paling tinggi dibanding perlakuan lain serta memiliki nilai AUDPC terendah yaitu sebesar 220 atau menurun 66,15% dibanding kontrol. Aplikasi perendaman metabolit sekunder T. harzianum isolat bawang merah mampu meningkatkan tinggi tanaman dan bobot segar tanaman berturut-turut sebesar 8,27 dan 16,84% dibanding kontrol. Perendaman T. harzianum isolat bawang merah belum mampu memberikan pengaruh nyata terhadap jumlah daun, tetapi mampu meningkatkan kandungan senyawa fenol pada jaringan tanaman. | This research aimed to know the optimum duration of seed coating for cucumber seed using secondary metabolites of T. The research was conducted in Plant Protection Laboratory and Glass house, Faculty of Agriculture, General Soedirman University, Purwokerto, from October 2017 to February 2018. Randomized Block Design was used with 3 treatments and 5 replicates. The treatments consisted control and seed coating for 30, 60, and 90 minutes. Variable observed variable were incubation period, disease intensity, disease insidence, area under disease progress curve (AUDPC). crop height, number of leave, crop fresh weight, and phenolic compound analysis. Results of the research showed that the optimum time of seed coating using secondary metabolites of T. harzianum shallot isolate was 90 minutes. Seed coating of 90 minutes could decrease incubation period, disease intensity, disease incidence, and AUDPC as 8.81%, 68.39%, 71.63%, and 66.15% respetively compared to control. The application of seed coating for 90 minutes could also increase crop height and crop fresh weight as 8.27% and 16.84% respectively compared to control. The application of seed coating in the secondary metabolites could not affect number of leaf, but it could increase phenolic compound in crop tissue. | |
| 19158 | 22433 | D1E014152 | PENGARUH KARAKTERISTIK PETERNAK TERHADAP PRODUKVITAS PETERNAKAN AYAM SENTUL DI KABUPATEN CIAMIS JAWA BARAT | Penelitian dengan judul “Pengaruh Karakteristik Peternak terhadap Produkvitas Peternakan Ayam Sentul di Kabupaten Ciamis. Tujuan penelitian ini adalah 1) mengetahui karakteristik peternak yaitu umur, pendidikan dan lama beternak, 2) mengetahui produktivitas peternakan Ayam Sentul, 3) mengetahui pengaruh karakteristik peternak terhadap produktivitas usaha peternakan Ayam Sentul. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey. Pemilihan responden dengan sensus kepada anggota gapoktan dan dipilih sebanyak 40 responden. Penelitian ini dianalisis menggunakan analisis deskriftip, analisis Regresi Linier Berganda, dan Uji Statistik. Hasil penelitian menunjukkan Karakteristik peternak meliputi umur, pendidikan dan lama beternak tergolong cukup baik dilihat dari umur peternak yang produktif (20 – 50 tahun), pendidikan yang di tempuh peternak cukup tinggi (SMA) dan lama beternak peternak berada pada kategori cukup berpengalaman (4 – 7 tahun). Produktivitas peternakan Ayam Sentul di Kabupaten Ciamis kurang baik dilihat dari produktivitas yang dihasilkan tiap periode yang masih sedikit (100 - 200 kg). Karakteristik peternak tidak berpengaruh nyata terhadap produktivitas peternakan namun dipengaruhi oleh variable atau faktor – faktor lain yang tidak terdapat dalam model penelitian ini. Secara parsial karakteristik yang berpengaruh secara signifikan terhadap produktivitas peternakan adalah lamanya beternak. | The study entitled "The Effect of Breeder Characteristics on the Productivity of Sentul Chicken Farming in Kabupaten Ciamis. The purpose of this research is 1) to know the characteristics of breeder that is age, education and duration of breeding, 2) know productivity of Sentul chicken farm, 3) to know the influence of breeder characteristic to productivity of Sentul chicken farm. The research method used is survey method. Selection of respondents with census to gapoktan members and selected as many as 40 respondents. This study was analyzed using descriptive analysis, multiple linear regression analysis, and statistical test. The results showed that the characteristics of breeders include age, education and duration of breeding is quite good seen from the age of productive breeders (20 - 50 years), education in high farmers (long) and long breeders breeders are in the category of experienced (4- 7 years). The productivity of Sentul chicken farms in Kabupaten Ciamis is poorly seen from the productivity generated by each small period (100-200 kg). Characteristics of breeders have no significant effect on livestock productivity but are influenced by variables or other factors not found in this research model. Partially, the characteristic having significant effect on livestock productivity is the duration of breeding. | |
| 19159 | 22434 | F1F011036 | PRAGMATIC ANALYSIS OF IRONY FOUND IN “FRIENDS” SERIES SEASON 1 | Maharani, Pusvita. 2018. Analisis Pragmatik dari Ironi pada serial Friends sesi 1. Skripsi. Pembimbing I: Ika Maratus Sholikhah, S.S., M.A. Pembimbing II: Dyah Raina Purwaningsih, S.S., M.Hum. Penguji: R. Pujo Handoyo, S.S., M.Hum. Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi. Universitas Jenderal Soedirman. Fakultas Ilmu Budaya. Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris. Program Studi Sastra Inggris. Purwokerto. Kata Kunci: Ironi, Tipe-tipe Ironi, Tujuan ironi, Friends, Situasional Komedi. Penelitian yang berjudul Pragmatic Analysis of Irony Found in Friends Series Season 1 ini bertujuan untuk menganalisis tipe-tipe irony yang dapat ditemukan pada serial Friends seri 1 serta tujuan dari ironi tersebut . Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dalam menganalisis tipe-tipe ironi yang ditemukan pada serial Friends seri 1 dan tujuan-tujuan dari ironi tersebut. Ujaran dari keenam karakter pada serial lah yang menjadi sumber data utama dari penelitian ini. Semua data akan dianalis dengan menggunakan teori yang ditulis pada jurnal The Analysis of Irony Through Relevance Theory in The Big Bang Theory Sitcom oleh Karla Camila Olivera Izaias. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa peneliti menemukan total 67 ironi. Klasifikasinya sebagai berikut: 55 data pada verbal ironi, 12 data pada situasional ironi, dan tidak ditemukan data pada dramatik ironi. Peneliti juga menemukan ada 109 data di tujuan dari ironi. Data tersebut berisi 38 data pada mocking, 20 data pada ridiculing, 30 data pada showing displeasure, 7 data pada showing discontent, 2 data pada rejecting, 5 data pada disapproving, 7 data pada criticizing. Data yang paling banyak ditemukan pada tipe-tipe irony adalah verbal ironi dengan presentase 83,07%. Hal ini dikarenakan verbal irony adalah ironi yang berbentuk ucapan sehingga mudah digunakan dalam percakapan. Orang menggunakan ironi saat mereka ingin mengimplikasi maksud mereka daripada mengatakannya secara terang-terangan. Perkataaan ironi biasa digunakan untuk mengolok-olok sesorang atau mengkritisi mereka tanpa mengatakan hal hal yang menyakiti hati atau pun kata-kata yang tidak sopan. Hal ini sejajar dengan tujuan dari ironi yang paling banyak ditemukan dalam data yaitu fungsi mocking, dengan peresentase 33,85%. Mocking memang dikenal sebagai fungsi utama dari ironi. Orang menggunakan ironi sebagai alat untuk mencemooh orang yang mereka anggap menggelikan atau orang yang melakukan hal-hal yang menurut mereka tidak masuk akal. | Maharani, Pusvita. 2018. Pragmatic Anaysis of Irony Found in “Friends” Series Season 1. Thesis. Supervisor I: Ika Maratus Sholikhah, S.S., M.A., Supervisor II: Dyah Raina Purwaningsih, S.S., M.Hum. External Examiner: R. Pujo Handoyo, S.S., M.Hum. Ministry of Research, Technology and Higher Education. Jenderal Soedirman University. Faculty of Humanities. Language and Literature Department. English Study Program, Purwokerto. Key Words: Irony, Types of Irony, Purposes of Irony, Friends, Situational Comedy. The research entitled “Pragmatic Analysis of Irony Found in Friends Series Season 1” was aimed to analyze types of Irony found in the series and the purposes of the said irony. The research is a descriptive qualitative research which analyzes the types of irony and the purposes of the irony found in Friends series season 1. The six main characters’ utterances are the primary data source of the research. There were 69 data found in this source. The data were analyzed using the theories of irony that was written in the journal The Analysis of Irony Through Relevance Theory in The Big Bang Theory Sitcom by Karla Camila Olivera Izaias. The result of the research shows that in total, there are 69 Ironies that were found through first 12 episodes of Friends season 1. The classifications are as follows: 55 data on verbal irony, 13 data on situational irony, 1 data on dramatic irony . Moreover there are 109 purposes found through the analysis. They are 38 data on mocking, 20 data on ridiculing, 30 data on showing displeasure, 7 data on showing discontent, 2 data on rejecting, 5 data on disapproving, 7 data on criticizing. The most frequent data found in types of irony is verbal irony with the percentage 83,07% because verbal irony is irony in form of utterance so it is easy to use in conversation. They are using ironic remarks when they feel the need to implied their actual intention instead of just saying it directly. It happens when they want to mock or criticize someone without being too mean or rude or impolite.That is in line with the most frequent data on purposes with percentage 33,85%, which is mocking. It is commonly known as the main use of irony. They uses this irony when they wanted to tell people that they are being ridiculous or when they do something that does not make sense to the characters. | |
| 19160 | 22435 | D1E014058 | ANALISA FAKTOR-FAKTOR SOSIAL YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN PADA USAHA UNGGAS LOKAL (AYAM SENTUL) DENGAN PEMELIHARAAN SEMI INTENSIF DI KABUPATEN CIAMIS | “Analisa Faktor-faktor Sosial yang Mempengaruhi Pendapatan pada Usaha Unggas Lokal (Ayam Sentul) dengan Pemeliharaan Semi Intensif di Kabupaten Ciamis.” dilaksanakan pada tanggal 12 Februari 2018 - 21 Februari 2018. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui faktor sosial peternak Ayam Sentul, mengetahui berapa pendapatan peternakan Ayam Sentul, dan mengetahui pengaruh faktor sosial peternak terhadap pendapatan usaha peternakan Ayam Sentul di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey. Peternak merupakan anggota Gapoktan yang didukung oleh pemerintah Kabupaten Ciamis dan ada 6 kelompok yang aktif. Pemilihan responden dengan cara sensus kepada anggota gapoktan dan dipilih sebanyak 41 responden. Materi penelitian adalah anggota gapoktan ayam sentul di Kabupaten Ciamis. Analisis menggunakan analisis deskriftip, analisis pendapatan, analisis Regresi Linier Berganda, dan Uji Statistik. Suatu penelitian di Kabupaten Ciamis menunjukkan bahwa pendapatan rata-rata peternakan Ayam Sentul sebesar Rp 4.000.141,00 per periode, dengan populasi sekita 540 ternak ayam sentul, dan lama pemeliharaan selama 70 hari. Peternak di Kabupaten Ciamis memiliki rata – rata umur 46,3 tahun yang merupakan umur produktif untuk menjalankan usaha peternakan. Pendidikan ditempuh peternak rata – rata 11,8 tahun yang sebagian besarnya merupakan lulusan SMA sedangkan rata – rata lama beternak adalah 5,8 tahun. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengaruh karakteristik peternak terhadap pendapatan peternakan Ayam Sentul berkorelasi tinggi yaitu R Square sebesar 0,914 yang berarti faktor sosial peternak berpengaruh sebesar 91 % dan sisanya dipengaruhi oleh variable lain. Secara parsial, faktor sosial yang berpengaruh secara signifikan terhadap pendapatan adalah jumlah ternak dan lama beternak. | "Analysis of Social Factors that Affecting Profits on Local Poultry Enterprises (Sentul Chicken) with Semi-Intensive Maintenance in Ciamis Regency" was held on 12-21 February 2018. The purpose of this research was to know about social factors of Sentul Chicken farmers, to find out how much profit of Sentul chicken farms, also the influence farmers’ profit from social factors on Sentul Chicken Farms’ business in Ciamis, West Java. This research used survey method. The farmers are gapoktan’s member that supported by Government of Ciamis Regency and there are 7 active groups. To select the responden was used census method to the selected Gapoktan’s member and has been selected about 41 respondents. The material of this research was Sentul Chicken Gapoktan’s member in Ciamis Regency and used descriptive analysis, reckoning analysis, multiple linear regression analysis, also statistical test. The research has shown that average income of Sentul Chicken farm is Rp 4.000.141-, per period with population around 540 stocks with 70 days of maintenance. Average of farmers in Ciamis Regency are 46.3 years old, it means productive age to run farms business. Average education of farmers is 11.8 years and the most are graduate from high school. For average long breeding is 5.8 years. The result of this research shown that farmers characteristic’s influence to Sentul Chicken Farms profit is high corelate to R Square about 0.914, it means the social factor of farmers influenced about 91% and the rest are influenced by other variables. Partially, social factors has influenced significantly to profits are amount of livestock. |