Artikelilmiahs

Menampilkan 19.041-19.060 dari 50.080 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
1904122345A1L114063RESPON PERTUMBUHAN DAN PRODUKTIVITAS BAWANG MERAH UMBI DAN TSS (True Seed Of Shallot) TERHADAP PUPUK NZEOSR DAN POC Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) produktivitas bawang merah dengan menggunakan umbi, (2) produktivitas bawang merah dengan menggunakan biji botani atau TSS (True Seed Of Shallot), (3) interaksi antara pupuk NzeoSR dan POC terhadap hasil bawang merah menggunakan umbi dan biji botani atau TSS (True Seed Of Shallot). Penelitian dilaksanakan di lahan pertanian Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Kelurahan Karangwangkal, Kecamatan Purwokerto Utara, Kabupaten Banyumas dengan ketinggian ±100 mdpl (meter di atas permukaan laut) yang dimulai pada tanggal 29 Desember 2017 sampai dengan 16 April 2018. Rancangan percobaan yang digunakan adalah dengan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) faktorial. Perlakuan yang dicoba meliputi dua faktor, faktor pertama yaitu berbagai jenis benih yang terdiri dari 4 taraf antara lain umbi varietas bima brebes, TSS Tuk-Tuk, Tuk-Tuk Super, dan Lokananta. Faktor kedua yaitu pupuk NzeoSR dan Urea 40 kg/Ha serta POC yang terdiri dari 3 taraf yaitu 0, 100 kg/ha+40 kg/ha urea3 liter/ha POC, dan 200 kg/ha+40 kg/ha Urea+ 6 liter/ha POC. Variabel yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, bobot tanaman segar, bobot tanaman kering, panjang akar, bobot akar segar, bobot akar kering, jumlah umbi per tanaman, bobot buah per tanaman, bobot buah per hektar, dan diameter umbi. Hasil penelitian dianalisis dengan sidik ragam (ANOVA) pada taraf 5% dan apabila analisis nyata dilanjutkan dengan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT). Penggunaan jenis benih bawang merah umbi Bima Brebes memberikan pengaruh sangat nyata pada semua variabel pengamatan dengan produktivitas 15 t/ha. Penggunaan benih dari TSS varietas Tuk-Tuk, Tuk-Tuk Super, dan Lokananta tidak memberikan pengaruh terhadap variabel pertumbuhan bawang merah dengan produktivitas 8,21 t/ha, 6,39 t/ha, dan 8,21 t/ha. Pemberian tiap dosis Nzeolit+Urea dan POC tidak memberikan pengaruh terhadap budidaya bawang merah .This research aims to know: (1) productivity onion using bulbs , (2) productivity onion using the botany or TSS (True Seed Of Shallot) , (3) interaction between fertilizer nzeosr and poc on the onion using bulbs and seeds botany or tss ( True Seed Of Shallot ). This study was conducted at home plastic garden experiment the faculty of agriculture , the University of Jenderal Soedirman , Karangwangkal urban village, kecamatan North Purwokerto , kabupaten banyumas with the height of ±110 mdpl (110 feet above the surface of the sea) .This study was conducted on the 29th December 2017 up to April 16 2018 .The design experiment that is used is random design group complete ( rakl ) factorials .This research consisting of 2, that is, factors making copies of technique of onion, consists of 4 kinds of seed and dosage of fertilizer consisting of 3 kinds of. Treatment by which covering two factors , was broken factors various kinds of seed consisting of the economic situation of 4 among others tuber varieties Bima Brebes , TSS Tuk-Tuk , Tuk-Tuk Super , and Lokananta .The second factor that is fertilizer nzeosr and urea 40 kg per ha as well as the economic situation of poc consisting of 3 namely 0 , 100 kg per ha + 40 kg per ha urea3 liters per ha poc , and 200 kg per ha + 40 kg per ha 40 kg per ha urea3 liters per ha poc, and 200 kg per ha + 40 kg per ha urea + six-liter / ha poc.Variable observed covering tall plant, number of leaves, broad leaves, weight fresh plants, weight dried plants, long roots, weight fresh roots, the dried root weight, the number of tubers per plants, weight fruit per plants, fruit per hectare weight, and diameter of tubers.The results of the study analyzed by fingerprint variety of (ANOVA) the first 5 percent and when analysis real followed by Duncan’s Multiple Range Test ( DMRT). The use of kinds of seed onion tubers bima brebes impact very significant at all the variables observation with the productivity 15 t/ha .The use of seed of tss varieties tuk-tuk, tuk-tuk super, and lokananta not exerting influence on variables growth onion with the results is 8,21 t/ha , 6,39 t/ha , 8,73 t/ha .The provision of every doses nzeolit + urea and poc not to exert an influence upon cultivation onion.
1904222347D1E014256PENGGUNAAN DEKOK DAUN JERUK NIPIS (Citrus aurantifolia S.) SEBAGAI TEAT DIPPING PADA SAPI PERAH TERHADAP TOTAL MIKROBA DAN SEL SOMATIK SUSU
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan dekok daun jeruk nipis terhadap total mikroba dan sel somatik susu yang paling tepat untuk teat dipping sapi perah. Penelitian dilaksanakan pada 23 Februari sampai 20 Maret 2018 di kelompok ternak Tirto Margo Utomo, desa Limpakuwus, kecamatan Sumbang, kabupaten Banyumas dan Laboratorium Produksi Ternak Perah, Fakultas Peternakan, Universitas Jenderal Soedirman. Materi: sapi perah laktasi 24 ekor, daun jeruk nipis, aquades, media PCA, methilen blue, seperangkat alat untuk menghitung total mikroba dan sel somatik susu. Metode yang digunakan: Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan dan 6 ulangan dengan uji lanjut yaitu ortogonal polinomial. Perlakuan yang digunakan adalah P0 (aquabides 300 ml), P1 (dekok daun jeruk nipis 20%), P2 (dekok daun jeruk nipis 40%), P3 (dekok daun jeruk nipis 60%). Variabel yang diukur adalah total mikroba dan sel somatik. Hasil penelitian menunjukan bahwa teat dipping dengan perlakuan P0, P1, P2 dan P3 tidak berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap total mikroba susu, tetapi berpengaruh sangat nyata (P>0,01) terhadap sel somatik. Uji lanjut ortogonal polinomial menunjukan bahwa pada konsentrasi 60% dekok daun jeruk nipis dapat menurunkan sel somatik susu.The study have purpose to know the effect of using lime leaves to total microbial and somatic cells of milk that are most appropriate for teat dipping dairy cattle. The study was conducted on February 23rd until March 20th 2018 at Tirto Margo Utomo Farm, Limpakuwus, Sumbang, Banyumas and Dairy Livestock Production Laboratory, Faculty of Animal Husbandry, Jenderal Soedirman University. The material: 24 lactation dairy cows, lime leaves, aquades, PCA media, methilenblue, a set of tools to calculate total microbial and somatic cells of milk. The method used: Completely Randomized Design with 4 treatments and 6 replications with advanced test orthogonal polynomial. The treatment was used P0 (300 ml aquabides), P1 (20% lime leaves), P2 (40% lime leaves), P3 (60% lime leaves). The variables measured were total microbial and somatic cells. The result of this study showed that P0, P1, P2 and P3 didn’t have significant effect (P <0,05) to total microbial, but significantly different (P> 0,01) to somatic cells of milk. A further test of orthogonal polynomials showed that at 60% concentration the decoction of lime leaves can decrease somatic cells of milk.
1904322348C1A014071KONTRIBUSI OBYEK WISATA SANGGALURI PARK TERHADAP RETRIBUSI DAERAH DAN PENDAPATAN ASLI DAERAH KABUPATEN PURBALINGGA, DAN STRATEGI PENGEMBANGANNYAPenelitian ini berjudul “Kontribusi Obyek Wisata Sanggaluri Park Terhadap Retribusi Daerah dan Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Purbalingga, dan Strategi Pengembangannya”. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kontribusi retribusi obyek wisata Sanggaluri Park terhadap retribusi obyek wisata, retribusi daerah dan PAD Kabupaten Purbalingga tahun 2008-2016, mengetahui trend kontribusi retribusi obyek wisata Sanggaluri Park terhadap retribusi daerah dan PAD Kabupaten Purbalingga selama lima tahun ke depan yaitu tahun 2017-2021, serta untuk mengetahui strategi yang dapat digunakan untuk mengembangkan obyek wisata Sanggaluri Park. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif dengan jumlah sampel sebanyak 100 responden. Pengambilan sampel untuk kuisioner penelitian menggunakan metode sampel non probabilitas dengan teknik pengambilan sampel accidental sampling. Alat analisis yang digunakan adalah analisis kontribusi, analisis trend, dan analisis SWOT.
Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) rata-rata kontribusi obyek wisata Sanggaluri Park terhadap retribusi obyek wisata di Kabupaten Purbalingga tahun 2008-2016 adalah 11,02 persen yang termasuk dalam kriteria kontribusi kurang. (2) rata-rata kontribusi obyek wisata Sanggaluri Park terhadap retribusi daerah Kabupaten Purbalingga tahun 2008-2016 adalah 7,25 persen yang termasuk dalam kriteria kontribusi sangat kurang dengan trend selama lima tahun ke depan menunjukkan hasil trend yang negatif. (3) rata-rata kontribusi obyek wisata Sanggaluri Park terhadap PAD Kabupaten Purbalingga tahun 2008-2016 adalah 1,96 persen yang termasuk dalam kriteria kontribusi sangat kurang dengan trend selama lima tahun ke depan menunjukkan hasil trend yang positif. (4) hasil analisis kondisi internal dan eksternal obyek wisata Sanggaluri Park diperoleh sembilan variabel kekuatan, delapan variabel kelemahan, delapan variabel peluang, dan empat variabel ancaman serta berada pada sel I yang menggambarkan kondisi tumbuh dan dibangun, sehingga strategi yang cocok pada kondisi ini adalah strategi intensif serta strategi integratif. Kemudian dari matriks SWOT diperoleh hasil 8 strategi SO, 5 strategi ST, 6 strategi WO, dan 4 strategi WT.
This research entitled "Contribution of Tourism Object Sanggaluri Park Against Retribution Area and Local Revenue Purbalingga District, and Development Strategy". The purpose of this research is to know the retribution contribution of Sanggaluri Park tourism object to retribution of tourism object, regional retribution and PAD of Purbalingga Regency in 2008-2016, to know the trend of retribution contribution of Sanggaluri Park object to regional retribution and PAD of Purbalingga Regency for the next five year that is 2017-2021, as well as to know the strategies that can be used to develop Sanggaluri Park tourist attraction. The type of research used is descriptive qualitative and descriptive quantitative research with the number of samples of 100 respondents. Sampling for research questionnaire using non probability sampling method with accidental sampling technique. The analysis tools used are contribution analysis, trend analysis, and SWOT analysis.
Based on the result of research indicate that: (1) the average contribution of tourism object of Sanggaluri Park to the retribution of tourism object in Purbalingga Regency in 2008-2016 is 11.02 percent which is included in the criterion of less contribution. (2) the average contribution of Sanggaluri Park to the retribution of Purbalingga Regency in 2008-2016 is 7.25 percent which is included in the criteria of the contribution is very less with the trend over the next five years showed results a negative trend. (3) the average contribution of Sanggaluri Park to PAD of Purbalingga Regency in 2008-2016 is 1.96 percent which is included in the criteria of contribution is very less with the trend for the next five years showed a positive trend. (4) the result of analysis of internal and external condition of Sanggaluri Park object obtained by nine strengths variables, eight variable of weakness, eight opportunity variables, and four threat variables and reside in cell I that describe grow and build condition, suitable in this condition is an intensive strategy and integrative strategy. Then from the SWOT matrix obtained the results of 8 SO strategies, 5 ST strategies, 6 WO strategies, and 4 WT strategies.
1904422349H1H014038PENGARUH EKSTRAK DAUN JAMBU BIJI (Psidium guajava Linn.) TERHADAP PREVALENSI DAN INTENSITAS Trichodina sp. PADA BENIH IKAN NILA (Oreochromis niloticus)Daun jambu biji (Psidium guajava Linn) memiliki kandungan senyawa kimia seperti tanin, flavonoid, dan saponin yang berperan sebagai antiparasit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun jambu biji terhadap intensitas dan prevalensi Trichodina sp. serta kelulushidupan benih ikan nila. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan 2 perlakuan yaitu kontrol dan perendaman benih ikan nila menggunakan ekstrak daun jambu biji sebanyak 40mg/L. Perendaman benih ikan nila dilakukan selama 5 jam dan kemudian dilakukan pemeliharaan selama 6 hari lalu dilakukan perendaman kedua dan dilakukan pemeliharaan kembali. Kelulushidupan benih ikan nila dihitung setiap hari. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ekstrak daun jambu biji berpotensi untuk menurunkan jumlah Trichodina sp. tetapi tidak berkelanjutan. Tidak ada pengaruh ekstrak terhadap kelulushidupan ikan.Guava leaves (Psidium guajava Linn) contain chemical compounds such as tannins, flavonoids, and saponins that act as anti parasite. This study aims to know the extract of guava leaves towards the intensity and prevalence of Trichodina sp. and the survival of tilapia seeds. The research uses experimental method with 2 treatments which is control and soaking of tilapia using guava leaf extract in the mount of 40mg/L. Soaking the tilapia for 5 hours and then maintenance for 6 days and then do a second soaking and do maintenance again. Survival rate of tilapia is calculated daily. The results of this study showed that guava leaf extract has the potential to decrease the amount of Trichodina sp. but not sustainable. There is no effect of extract on survival rate.
1904525528H1A015002RANCANG BANGUN PENGIRIMAN DAYA TANPA KABEL RESONANSI MAGNETIK RANGKAIAN FULL BRIDGE DENGAN MENGGUNAKAN KUMPARAN PLANARTransfer energi listrik tanpa kabel adalah proses transmisi energi listrik dari satu tempat ke tempat lain melalui media udara tanpa menggunakan kabel. Metode pengiriman daya tanpa kabel terdiri dari 2 jenis yaitu menggunakan gelombang radio dan menggunakan prinsip kopling magnetik. Untuk transfer daya jarak menengah yang efisien, sistem pengiriman daya tanpa kabel harus memenuhi 3 syarat yaitu tinggi efisiensi, celah udara besar, daya tinggi. Pada sistem pengiriman daya tanpa kabel terdiri dari dua bagian utama yaitu transmitter (pengirim) dan receiver (penerima). Pada penelitian ini penulis menggunakan metode resonansi magnetik dengan rangkaian full bridge dan kumparan yang digunakan yaitu kumparan yang berbentuk planar. Pada pengiriman daya tanpa kabel baik disisi pengirim maupun penerima menggunakan kumparan berbentuk planar. Pada penelitian ini diperoleh hasil penelitian bahwa efisiensi transfer daya berbanding terbalik terhadap jarak. Pada pengujian sudut antar kumparan, semakin besar sudut maka semakin kecil tegangan yang timbul pada sisi penerima karena fluks magnet tidak memotong kumparan penerima dengan sempurna. Lalu, ketika ada benda diantara 2 kumparan, hanya benda yang bersifat konduktor yang mempengaruhi pengiriman, sedangkan benda yang bersifat isolator tidak mempengaruhinya secara signifikan. Dan pada pengujian radiasi elektromagnetik semakin besar medan listrik dan medan magnet yang ditimbulkan, maka semakin besar radiasi elektromagnetiknya.Wireless wireless energy transfer is the process of transmitting electrical energy from one place to another through air media without using cables. Cordless power delivery method consists of 2 types, namely using radio waves and using the principle of magnetic coupling. For efficient medium distance power transfers, wireless power delivery systems must meet 3 conditions, namely high efficiency, large air gap, high power. In a wireless power delivery system consisting of two main parts, namely the transmitter (sender) and receiver (receiver), the sending part functions to generate a magnetic field while the receiving part functions to receive the magnetic field transmitted by the sender. In this study the author uses the magnetic resonance method with a full bridge circuit and the coil used is a planar coil. Magnetic resonance coupling is capable of transferring electrical energy between two coils through a magnetic field. At the sending side a DC source will be connected and connected to a full bridge inverter. On wireless power delivery both the sender and receiver side use planar shaped coils. In this study, the results of the study show that the efficiency of power transfer is inversely proportional to distance. In testing the angle between coils, the greater the angle, the smaller the voltage that arises on the receiving side because the magnetic flux does not cut the receiver coil perfectly. Then, when there are objects between 2 coils, only objects that are conductors affect the delivery, while objects that are insulative do not significantly influence it. In testing using LED lights, the condition of the LED lights up brightly when the distance of the coil is 1 cm to 5 cm. And in testing electromagnetic radiation the greater the electric field and the magnetic field generated, the greater the electromagnetic radiation.
1904625507F1A015045SEKSUALITAS YANG DITAKLUKAN (Analisis Wacana tentang Tradisi Sunat Perempuan
dalam Otobiografi Desert Flower)
Sunat perempuan merupakan sebuah tradisi yang dijalankan secara turun-temurun oleh masyarakat Somalia. Tradisi ini dilakukan dengan berbagai variasi tindakan terhadap alat kelamin perempuan yang dipercaya memiliki makna tertentu meskipun beresiko menimbulkan dampak kesehatan yang fatal bagi perempuan yang menjalankannya, seperti yang dikisahkan dalam otobiografi Desert Flower. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan alasan dibalik pelaksanaan tradisi sunat perempuan, mengidentifikasi faktor pendorong dari bertahannya tradisi sunat perempuan serta perilaku seksual si tokoh utama pasca dilakukannya tradisi sunat perempuan dalam otobiografi tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan menggunakan metode analisis wacana kritis Sara Mills dengan mempertimbangkan aspek kerangka seperti karakter tokoh, fragmentation, focalization dan schemata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi sunat perempuan merupakan alat kontrol sosial terhadap perilaku perempuan karena terdapat gagasan negatif mengenai seksualitas perempuan dan anggapan bahwa perempuan adalah media untuk menyalurkan nafsu laki-laki. Internalisasi nilai tradisi dan ancaman sanksi sosial membuat tradisi ini terus dilaksanakan para perempuan. Selain itu, pasca melakukan tradisi, tokoh utama tidak dapat menikmati hubungan seksual akibat trauma dan hilangnya sensitivitas organ intim.Female circumcision is a tradition that has been practiced for generations by Somalis. This tradition is carried out with a variety of actions on female’s genital which are believed it have certain meanings even though there are risks of causing fatal health effects for the women who do it, as told in the Desert Flower autobiography. This study aims to explain the reasons behind the implementation of the tradition of female circumcision, identify the factors of the survival of the female circumcision tradition and sexual behavior of the main character after the tradition of female circumcision in the autobiography.
This research is a descriptive qualitative study using Sara Mills's critical discourse analysis method by considering aspects of criticism such as character, fragmentation, focalization and schemata. The results of the study shows that the tradition of female circumcision is for social control because there are negative ideas about women’s sexuality and there is an assumption that woman are a medium to satisfy men’s desires. Internalization of traditional values and a social sanctions make this tradition continue to be carried out by women. In addition, after carrying out the tradition, the main character can’t enjoy the sexual activites due to trauma and loss of sensitivity of intimate organs.
1904722268G1B014095FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN GANGGUAN MATA MIOPIA PADA PEKERJA VIEWING PT PHAPROS, TBK. SEMARANGFAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN GANGGUAN MATA MIOPIA PADA PEKERJA VIEWING PT PHAPROS, TBK. SEMARANG

Latar Belakang: Miopia adalah kelainan refraksi mata dimana mata tidak bisa melihat objek yang jauh dengan jelas dengan prevalensi yang tinggi di dunia. Miopia dipengaruhi secara kuat oleh faktor lingkungan yaitu pekerjaan melihat dekat. Pekerja viewing berisiko mengalami miopia karena melakukan pekerjaan jarak dekat dengan jam kerja yang panjang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor apa saja yang berhubungan dengan kejadian miopia pada pekerja viewing di PT. Phapros, Tbk. Semarang.

Metode: Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif analisis dengan desain pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pekerja viewing di PT. Phapros, Tbk. Semarang dengan jumlah sampel sebanyak 39 responden dengan menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan kuisioner dan lembar observasi. Data dianalisis dengan Uji Chi Square dengan derajat kepercayaan 95%.

Hasil Penelitian: Variabel yang berhubungan adalah masa kerja (0,004) dan jarak pandang (0,035). Variabel yang tidak berhubungan adalah riwayat orang tua miopia (1,000) dan tingkat pencahayaan (0,482).

Simpulan: Variabel yang berhubungan dengan gangguan mata miopia pada pekerja viewing PT. Phapros, Tbk. Semarang adalah masa kerja dan jarang pandang.

Saran: Perusahaan mengatur jam istirahat bagi pekerja sesuai dengan beban kerja, pekerja melakukan outdoor spent time, perusahaan melakukan pemeriksaan pencahayaan ruangan secara berkala.

Kata kunci: Miopia, Faktor Risiko, Pekerja Viewing, Masa Kerja, Jarak Pandang


RELATED FACTORS WITH WITH MYOPIA DISORDERS OF
VIEWING WORKER IN PT. PHAPROS, Tbk. SEMARANG

Background: Myopia is refractive error of the eye where eye was not able to see an object in far distance clearly. Myopia is strongly associated by environmental factor which is activity of nearwork. Viewing workers have risk of myopia because observing near object with long working hour. This study aimed to determine the factor that relate with myopia disorderS in viewing workers of PT. Phapros, Tbk. Semarang.

Methods: This research is quantitative analytic using cross sectional approach. The population of research were all of viewing workers in PT. Phapros, Tbk. Semarang. Amount of sample were 39 by purposive sampling technique. The research instruments were questionnaire and observation sheet. Data was analyzed by Chi Square test with significancy 95%.

Results: Workers that has a myopia disorders are 14 workers (35,9%). Variables that associated with myopia disorders are work period (0,004) and visibility (0,035).

Conclusion: Variables that associated with myopia disorders in viewing workers of PT. Phapros, Tbk. Semarang are work period and visibility. The company should arranges rest hours for worker according to their load of work, workers should do an outdoor spent time, company should do a lighting inspection continualy.

Keywords: Myopia, Risk Factor, Viewing Worker, Work Period, Visibility.

1904822351H1A014051Uji Kualitas Tahu Berbahan Aditif N-metil KitosanTelah dilakukan sintesis N-metil kitosan yang disintesis dengan mereaksikan kitosan dengan formaldehid membentuk basa Schiff yang akan mengalami reduksi aminasi oleh natrium borohidrida (NaBH4) sehingga membentuk imin sekunder. N-metil kitosan memiliki gugus NH-CH3 yang mampu menghambat pertumbuhan mikroba pada makanan. Tahu merupakan bahan pangan yang mengandung protein tinggi sehingga sangat mudah ditumbuhi mikroba. Karakterisasi N-metil kitosan meliputi derajat substitusi dan kelarutan, kemudian digunakan sebagai bahan pengawet pada tahu. Berdasarkan penelitian, kualitas tahu dengan bahan aditif N-metil kitosan dapat memperpanjang umur simpan tahu dengan nilai total mikroba masih di bawah baku mutu SNI tahu, dengan nilai organoleptik yang masih dapat diterima panelis.Synthesis of N-methyl chitosan which has been synthesized by reacting chitosan with formaldehyde has formed Schiff base which will reduce amination by sodium borohydride (NaBH4) to form a secondary imine. N-methyl chitosan has an NH-CH3 group which can inhibit microbial growth in food. Tofu is a food that contains high protein so it is very easy to grow with microbes. Characterization of N-methyl chitosan includes the degree of substitution and solubility, then used as a preservative in tofu. Based on the research, the quality of tofu with N-methyl chitosan additive can extend the shelf life of tofu with the total value of microbes still under the SNI quality standard, with the organoleptic value that is still acceptable to the panelists.
1904922352G1B014025FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP KEJADIAN DIARE PADA USIA ≥15 TAHUN DI DESA PAMIJEN KECAMATAN BATURRADENLatar Belakang : Puskesmas 1 Baturraden merupakan salah satu wilayah di Kabupaten Banyumas yang memiliki angka kesakitan diare tinggi. Berdasarkan data yang diperoleh dapat diketahui bahwa desa dengan angka kesakitan diare tertinggi yaitu Desa Pamijen dengan IR= 33,1. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kejadian diare pada usia ≥15 tahun di Desa Pamijen Kecamatan Baturraden.
Metodologi : Penelitian Observasional Analitik ini menggunakan desain cross sectional. Populasi yang menjadi target pada penelitian ini adalah seluruh keluarga yang bertempat tinggal di Desa Pamijen tahun 2018 dengan sampel 55 responden. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner, lembar observasi, pemeriksaan laboratorium, dan meteran. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat, dan multivariat.
Hasil Penelitian : Faktor yang berpengaruh terhadap kejadian diare pada usia ≥15 tahun adalah jarak septic tank (p-value=0,024), sarana jamban keluarga (p-value=0,004), dan pengelolaan sampah (p-value=0,031). Faktor yang tidak berpengaruh adalah jenis sumber air bersih, kualitas bakteriologis air bersih, kebiasaan memasak air sebelum dikonsumsi, saluran pembuangan air limbah, hygiene sanitasi makanan, dan kebiasaan cuci tangan pakai sabun.
Kesimpulan : Jarak septic tank, sarana jamban keluarga, dan pengelolaan sampah yang buruk merupakan faktor risiko kejadian diare pada usia ≥15 tahun di Desa Pamijen, sehingga harus dihindari.
Kata Kunci : KejadianDiare, Sarana Jamban Keluarga

Background: Puskesmas 1 Baturraden is an area in Banyumas Regency with high diarrhea morbidity rate. Based on the data obtained, it can be seen that the village with the highest morbidity rate of diarrhea is Pamijen Village with IR = 33.1. The objective of this study was to determine the factors affected diarrhea occurrence at age ≥15 years in Pamijen Village, Baturraden Sub-District.
Method: This Observational Analytic Study used a cross sectional design. The target population in this study were the resident family in Pamijen Village in 2018 with a sample of 55 respondents. The instruments were questionnaires, observation sheets, laboratory examination, and stature meter. Data analysis was carried out with univariate, bivariate, and multivariate analysis.
Result: factor affected to diarrhea occurrence at age ≥15 years in Pamijen Village were septic tank distance (p-value=0,024), family toilet facility (p-value=0,004), and waste management(p-value=0,031). Factor that have not affected to diarrhea occurrence were type of water source, bacteriological quality of clean water, water cooked habit before consumption, sewerage, food sanitation and hygiene, and handwashing habit with soap.
Conclusion: septic tank distance, family toilet facility, and waste management is a risk factor diarrhea occurrence at age ≥15 years in Pamijen Village, so it should be avoided.
Keywords: Diarrhea occurrence, Family toilet facility.
1905022440G1D014037HUBUNGAN KECERDASAN SPIRITUAL TERHADAP BURDEN LEVEL PADA KELUARGA YANG MERAWAT LANSIA STROKE DI RST WIJAYAKUSUMA PURWOKERTO
Latar belakang: Stroke mengakibatkan kecacatan pada lansia dan menimbulkan ketergantungan kepada keluarga. Ketergantungan yang tinggi dapat memunculkan burden level pada keluarga, sehingga dibutuhkan pendekatan secara spiritual untuk mencegah atau menurunkan burden level yaitu dengan kecerdasan spiritual.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kecerdasan spiritual terhadap burden level pada keluarga yang merawat lansia stroke.
Metodologi: Penelitian ini menggunakan desain penelitian analitik kolerasi dengan pendekatan cross-sectional. Teknik sampling yang digunakan yaitu consecutive sampling. Responden dari penelitian ini yaitu keluarga yang merawat lansia stroke, berjumlah 54 responden. Kuisioner yang digunakan yaitu Zarit Burden Interview (ZBI) dan kuisioner kecerdasan spiritual. Hubungan antara kedua variabel diuji menggunakan uji Somers’d.
Hasil penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik responden rata – rata berusia 21 – 44 tahun (72,2%) , didominasi perempuan (70,4%), tidak bekerja (55,6%) dan berpendidikan rendah (40,7%). Adapun nilai p=0,000 dan r= -0,403 yaitu terdapat hubungan yang signifikan antara kedua variabel, dengan kekuatan korelasi negatif sedang.
Kesimpulan: Semakin tinggi kecerdasan spiritual maka semakin rendah burden level.

Background: Stroke causes disability in elderly and leads to elderly dependency on family. The high level of dependence can result on family burden. The estimated factor that prevent burden on family is spiritual intelligence.
Purpose: The purpose of this study was to determine the relationship between spiritual intelligence with the burden level in family caregivers of elderly stroke.
Methods: This study used analytical correlation research design with cross-sectional approach. The sampling technique used consecutive sampling. Respondents of the study were the family caregivers for elderly with stroke, amounted to 54 respondents. The questionnaire used Zarit Burden Interview (ZBI) and spiritual intelligence questionnaire. The relationship between both variables were tested using Somers'd test.
Results: The results showed that the characteristics of the respondents were 21 to 44 years old (72.2%), female (70.4%), unemployed (55,6%) and low educated (40,7%). The p value = 0.000 and r = -0.403 that means there was a significant relation, with moderate negative strength of the relation between two variables.
Conclusion: The higher the spiritual intelligence, the lower the burden level
1905122449A1M014030PREFERENSI KONSUMEN TERHADAP MODEL KEMASAN DAN PEMILIHAN STRATEGI PEMASARAN PRODUK REMPEYEK TERI Rempeyek teri adalah makanan yang bercita rasa gurih. Produk rempeyek yang dijual di pasaran hanya dibungkus dengan plastik biasa. Kemasan yang tepat dan menarik dapat mencegah kerusakan produk dan menambah nilai jual. Oleh sebab itu perlu adanya perancangan desain label dan kemasan rempeyek teri yang selanjutnya dilakukan preferensi konsumen. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui preferensi konsumen terhadap desain label dan warna label kemasan, jenis dan ukuran kemasan, harga produk berdasarkan jenis dan ukuran kemasan, serta tempat penjualan dan media promosi produk rempeyek teri. Penelitian ini meggunakan metode survei berupa kueisoner dalam bentuk pertanyaan yang bersifat kombinasi terbuka dan tertutup dengan metode skoring pada skala likert 7 jenjang. Responden dalam penelitian ini berjumlah 70 orang. Hasil penelitian menunjukkan desain label A dan B disukai konsumen; warna label yang lebih disukai konsumen adalah biru dan merah; jenis kemasan primer yang disukai konsumen adalah tanpa kemasan primer dan kemasan polipropilen tanpa stiker; jenis kemasan sekunder yang disukai konsumen adalah stand pouch bening zipper dan ivory; ukuran 75 gram dan 150 gram disukai konsumen; harga produk berdasarkan jenis dan ukuran yang disukai konsumen adalah harga Rp. 4500 model stand pouch kraft zipper, tanpa polipropilen, ukuran 75 gram,. tempat pembelian yang disukai konsumen adalah toko oleh-oleh; media promosi yang disukai konsumen adalah instagram dan facebook.Anchovy rempeyek is a savory food. Rempeyek products sold in the market are only wrapped in ordinary plastic. The right and attractive packaging can prevent product damage and increase sales value. Therefore, it is necessary to designing labels and anchovy rempeyek packaging which is then carried out by consumer preferences. The purpose of this study was to determine consumer preferences for the design of label and color of packaging labels, type and size of packaging, product prices based on the type and size of packaging, as well as the place of sale and promotion media of anchovies. This study uses a survey method in the form of questionnaires in the form of questions that are open and closed in combination with scoring methods on a 7-level likert scale. Respondents in this study amounted to 70 people. The results showed that the design of A and B labels was preferred by consumers; the color labels that consumers prefer are blue and red; the type of primary packaging that consumers like is without primary packaging and polypropylene packaging without stickers; the type of secondary packaging that consumers like is a clear zipper and ivory pouch stand; size of 75 grams and 150 grams favored by consumers; the price of the product based on the type and size that consumers like is the price of Rp. 4500 kraft zipper stand pouch models, without polypropylene, measuring 75 grams; the place of purchase that consumers like is a gift shop; promotional media that consumers like are instagram and facebook.
1905222344A1M013048EVALUASI KUALITAS SENSORI DAGING SAPI BERLAPIS EDIBLE COATING DENGAN FORMULA CMC – GLISERIN – KONSENTRAT
BUAH KECOMBRANG (Nicolaia speciosa) SELAMA
PENYIMPANAN
Daging adalah bahan pangan yang bernilai gizi tinggi karena kaya protein, lemak, mineral serta zat lainnya yang sangat dibutuhkan tubuh. Usaha penyediaan daging memerlukan perhatian khusus karena daging mudah dan cepat tercemar oleh pertumbuhan mikroba, sehingga dapat menurunkan kualitasnya. Pengawetan dapat dilakukan dengan penyimpanan suhu rendah maupun penambahan bahan pengawet alami, salah satunya pelapisan dengan edible coating yang ditambahkan dengan konsentrat buah kecombrang yang tinggi akan zat aktif. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Menetapkan pengaruh konsentrasi konsentrat buah kecombrang terhadap mutu sensori daging sapi berlapis edible coating; 2) Menentukan umur simpan daging sapi berlapis edible coating berdasarkan mutu sensorinya. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas dua faktor yaitu lama umur simpan, yaitu: penyimpanan hari ke-0, 2, 4, 6, dan 8, serta konsentrasi awetan buah kecombrang, yaitu 0%, 2%, 3%, dan 4%. Variabel sensori yang diamati dalam penelitian ini meliputi aroma, rasa, tekstur, dan kesukaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan konsentrat buah kecombrang pada konsentrasi 0% dan 2% belum dapat digunakan untuk mempertahankan kualitas sensori daging sapi pada penyimpanan dangan suhu 5oC. Umur simpan daging sapi berlapis edible coating dengan tambahan konsentrat kecombrang sebesar 3% dan 4% masih dapat dipertahankan dalam refrigerator dan masih diterima dari segi rasa oleh panelis sampai maksimal 6 hari. Beef is one of the food products that contain high nutritions, such as protein, fat, mineral, and other, which are very necessary for the body. Supply effort of beef needs a special concern because microbes contaminate the beef easily. Therefore, the quality of contaminated beef is decreased. Preservation could be done by either storing the beef in low temperature or adding natural preservatives ingredients in an edible coating that coats the beef. One of the natural preservatives ingredients is kecombrang fruit concentration, which contains high active substances. This research is purposed to define the effect of added concentration of kecombrang fruit on the sensory quality of beef that coated by edible coating and to determine the shelf life of beef that coated by edible coating based on the sensory quality. The experimental design used is Completely Randomized Design, with the experiment factor; kecombrang fruit concentration 0%, 2%, 3%, and 4%, and observed in storage day 0, 2nd, 4th, 6th, and 8th. The result showed that 0% and 2% concentration of kecombrang fruit added could not maintain the sensory quality of beef in storage with temperature 5oC, compared with 3% and 4% concentration of kecombrang fruit added in an edible coating that could maintain the color, flavor, and hedonic of beef. The shelf life of beef could be maintained by adding 3% and 4% concentration of kecombrang fruit in the refrigerator and still be accepted by hedonic aspect until day 6th.
1905322353C1C014014PENCEGAHAN FRAUD: SUATU ANALISIS PENGARUH PERHATIAN MORAL DAN PERSEPSI KARYAWAN TENTANG WHISTLEBLOWING SYSTEMPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh variabel perhatian moral variabel terhadap penceghan fraud dengan memasukan variabel persepsi karyawan tentang whistleblowing system sebagai variabel pemediasi. Penelitian ini menggunakan data primer dengan populasi seluruh karyawan yang bekerja pada Organisasi Peringkat Daerah (OPD) Kabupaten Banyumas. Metode yang digunakan untuk menentukan sampel penelitian adalah metode proportional random sampling, sehingga diperoleh 100 responden. Metode analisis yang digunakan adalah Analisis Regresi Linier Sederhana, Uji t, dan Uji Sobel. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perhatian moral dan persepsi karyawan tentang whistleblowing system berpengaruh positif terhadap pencegahan fraud. Sedangkan persepsi karyawan tentang whistleblowing system tidak memediasi hubungan antara perhatian moral terhadap pencegahan fraud. The focus of this study is to check the impact of moral attention on fraud prevention with employee’s perception of whistleblowing system as mediator. This study uses primary data with the population of all employees working on the Regional Rating Organization (OPD) of Banyumas Regency. The method used to determine the sample research is the proportional random sampling method, so that obtained 100 respondents. The analysis method used is Simple Linear Regression Analysis, t-Test , and Sobel Test. The results of this study shows that the moral attention and employee’s perceptions of whistleblowing system have a positive effect on fraud prevention. While the employee's perception of whistleblowing system does not mediate the relationship between moral attention to fraud prevention.
1905425508C1A015017FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KONSUMSI ROKOK PADA RUMAH TANGGA TANI DI DESA BANTERAN KECAMATAN SUMBANG KABUPATEN BANYUMASPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh harga rokok, pendapatan rumah tangga, pendidikan kepala keluarga, dan jumlah anggota rumah tangga yang merokok terhadap konsumsi rokok serta mengidentifikasi variabel yang paling berpengaruh terhadap konsumsi rokok pada rumah tangga tani di Desa Banteran, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 326 petani yang merokok di Desa Banteran, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas dengan responden sebanyak 77 petani yang dipilih menggunakan metode simple random sampling dan pelaksanaannya dengan teknik survey. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa harga rokok, pendapatan rumah tangga, dan jumlah anggota keluarga yang merokok berpengaruh positif dan signifikan terhadap konsumsi rokok. Sedangkan pendidikan kepala keluarga tidak berpengaruh terhadap konsumsi rokok pada rumah tangga tani. Variabel yang paling berpengaruh terhadap konsumsi rokok pada rumah tangga tani di Desa Banteran, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas adalah jumlah anggota keluarga yang merokok. Implikasi penelitian ini yaitu bahwa pemerintah diharapkan dapat menaikkan harga rokok lebih tinggi dan kenaikan harga rokok tersebut dialokasikan sebagai tambahan pajak atas tarif cukai tembakau, mengingat harga rokok di Indonesia terbilang murah dibandingkan negara lainnya. Selain itu bahwa konsumsi rokok yang semakin tinggi dapat membuat pengeluaran konsumsi non rokok akan berkurang, sehingga pemerintah dapat melakukan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pengeluaran untuk kesehatan dan pendidikan sebagai investasi sumberdaya manusia dalam jangka panjang. This study aims to analyze the effect of cigarette prices, household income, household head education, and the number of household members who smoke and to identify the most influential variable on farm housholds’ cigarette consumption in Banteran Village, Sumbang District, Banyumas Regency. The population consist of 326 farm households, of which 77 were selected using the simple random sampling method with survey as data collection technique. The data were then analyzed using multiple linear regression. The results of this study indicate that the price of cigarettes, household income, and the number of family members who smoke have a positive and significant effect on cigarette consumption, whereas the education of househld head doesn’t have effect on cigarette consumption. The most influential variable on cigarette consumption in farm households in Banteran Village, Sumbang District, Banyumas Regency is the number of family members who smoke. The implication of this research is that the government is expected to increase cigarette prices higher and the increase in cigarette prices is allocated as an additional tax on tobacco excise tariffs, considering the price of cigarettes in Indonesia is relatively cheap compared to other countries. In addition, the higher cigarette consumption can reduce non-smoking consumption spending, so the government can educate the public about the importance of spending on health and education as an investment in human resources in the long run.
1905528528F1F016002RESPON TAIWAN DI BAWAH PEMERINTAHAN TSAI ING-WEN TEHADAP KEBANGKITAN CINA (2016-2019)Pada penelitian ini yang berjudul “Respon Taiwan di Bawah Pemerintahan Tsai Ing-Wen Terhadap Kebangkitan Cina (2016-2019)” dianalisa dengan menggunakan konsep security dilemma. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon Taiwan terhadap ancaman dari peningkatan kapabilitas militer Cina setiap tahunnya, terutama setelah Tsai Ing-wen terpilih menjadi presiden Taiwan pada tahun 2016. Tsai Ing-Wen yang terpilih dari Democratic Progressive Party (DPP) mendukung kemerdekaan Taiwan dan tidak mau bergantung kepada Cina dalam hal ekonomi. Hal itu membuat Cina melakukan berbagai upaya untuk menekan Taiwan, termasuk melalui aksi militernya. Berbagai respon yang dilakukan oleh Taiwan, yakni peningkatan anggaran militer, latihan-latihan militer, perdagangan senjata dengan Amerika Serikat, dan meningkatkan produksi senjata dalam negeri.This study entitled “Taiwan’s Response under Tsai Ing-Wen Government on The Rise of China (2016-2019)” was analyzed by the concept of security dilemma. This study aims to know the Taiwan’s response on the threat of China military capability enhancement year after year, especially when Tsai Ing-Wen was elected as the President of Taiwan in 2016. Tsai Ing-Wen elected from Democratic Progressive Party supported Taiwan’s independence and she didn’t want to depend on China in terms of its economy. It made China put an effort to pressure Taiwan, including through its military action. Various responses were given by Taiwan, those were increasing military budget, military excercised, arms trade with United States of America, and increasing arms domestic production
1905625652H1K014045KEBERADAAN MIKROPLASTIK PADA KERANG DARAH (Anadara granosa) DAN KERANG BAMBU (Solen sp.) DI PERAIRAN PESISIR KOTA CILACAPMikroplastik merupakan potongan plastik dengan ukuran <5 mm. Mikroplastik merupakan ancaman bagi biota laut khususnya biota filter feeder seperti bivalvia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan kelimpahan mikroplastik total antara kedua spesies kerang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September 2018 – Januari 2019. Metode penelitian ini adalah metode survei. Prosedur penelitian ini dibagi menjadi empat tahap, yaitu oksidasi materi organik, pemisahan densitas, penyaringan dan analisis visual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang nyata pada kelimpahan mikroplastik total antara kerang darah (Anadara granosa) dan kerang bambu (Solen sp.).Microplastic is a small size plastic material with width <5 mm. Mikroplastic is a threat to marine biota such as bivalves. This study aimed to know the difference of the total microplastic abundance between two bivalves. This study was conducted from September 2018 until January 2019. The method of this research used is survey method. The procedure of this study is divided into four stages, namely organic material oxidation, density separation, filtering and visual analysis. The results showed that there was difference of total microplastic abundance between two bivalves.
1905722367G1B014004GAMBARAN PERILAKU MENTATO PADA REMAJA DI KAMPUNG SRI RAHAYU KELURAHAN KARANGKLESEM PURWOKERTO SELATANLatar Belakang: Tato merupakan hasil dari kegiatan menggambar di kulit tubuh menggunakan jarum dengan pigmen warna-warni. Perhatian utama tato adalah pendarahan yang dapat terjadi selama proses pembuatan tato. Jika darah atau cairan tubuh dari orang yang terinfeksi masuk ke dalam peredaran darah, maka kemungkinan besar orang akan terinfeksi. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran perilaku mentato yang dilakukan remaja di Kampung Sri Rahayu Kelurahan Karangklesem Purwokerto Selatan.
Metodologi: Penelitian kualitatif deskriptif ini menggunakan pendekatan fenomenologi. Subjek penelitian berjumlah 12 orang, terdiri dari 5 informan utama (remaja yang memiliki tato), 7 informan pendukung yang terdiri 3 orang keluarga remaja, 3 orang seniman tato, dan 1 orang LSM. Trianggulasi yang digunakan adalah trianggulasi sumber yaitu keluarga remaja, seniman tato dan LSM. Analisis data menggunakan model Miles and Huberman.
Hasil Penelitian: Remaja di Kampung Sri Rahayu memiliki perilaku mentato yang beresiko terkena penyakit. Proses pembuatan tato yang dilakukan oleh dirinya sendiri dan temannya lebih beresiko karena penggunaan jarum secara bergantian, tinta yang tidak direkomendasikan dan tidak menjaga kebersihan setelah mentato seperti tidak memberikan antiseptik. Pengetahuan remaja tentang dampak kesehatan yang ditimbulkan dari perilaku mentato hanya sebatas pada penyakit HIV-AIDS dan gatal-gatal. Remaja memiliki sikap setuju terhadap perilaku mentato. Efikasi diri remaja untuk melakukan perilaku mentato tinggi karena mereka memiliki keyakinan untuk melakukannya. Peran teman sebaya memiliki dorongan yang kuat bagi remaja untuk melakukan perilaku mentato. Pengawasan dan kontrol perilaku mentato dari keluarga masih kurang karena remaja mendapatkan kebebasan.
Kesimpulan: Perilaku mentato yang dilakukan remaja berisiko tinggi terkena penyakit. Perilaku mentato yang dilakukan remaja dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti pengetahuan, sikap, efikasi diri, peran teman sebaya dan peran keluarga.
Background: Tattoo is the result of drawing on the skin of the body using needle and decorated with colorful pigments.The main concern of tattoo is bleeding that occurs during the tattooing process, if the blood or body fluids of an infected person get into another person then it will be infected by viruses and bacteria.This study aims to obtain a description of the tattoo behaviour on adolescent in Kampung Sri Rahayu Karangklesem South Purwokerto.
Methods: This descriptive qualitative study used phenomenology approach. The subject of study were 12 people consisting of 5 main informants (adolescent with tattoos), 7 informants advocates consisting of 3 adolescent’s family, 3 tattoo artists and 1 NGO. The triangulation used was source triangulation including families, tattoo artists and NGO. The data was analyzed by Miles and Huberman.
Results: The adolescents in Kampung Sri Rahayu have a tattoo behavior which is risky to get a disease.The process of making tattoos which is done by their selves and their friends is more risky due to the alternate use of the needles, the unrecommended ink and the ignorance about the concern hygiene after tattooing such as they did not put on antiseptics and exposed it to soap. The adolescent’s knowledge of the health effects of the tattoo behavior is just about HIV / AIDS and itch.All adolescents has an attitude that shows if they agree towards the behavior of the tattoo. The self-efficacy of adolescent to make a tattoo is high because they have confidence to perform the tattoo behavior.The role of peers has a strong motivation for the adolescents to perform the tattoo behavior.The supervision and control of the family's tattoo behavior is lack because the adolescents get freedom.
Conclusion: The tattoo behaviour on adolescents is risky to get a disease. The tattoo behavior on adolescents is influenced by several factors such as knowledge, attitude, self efficacy, the role of peers and the role of the family.
1905822354G1B014053ANALISIS BREAK EVEN POINT PADA PELAYANAN SHORT WAVE DIATHERMY DI RSUD BANYUMAS TAHUN 2017Latar Belakang: Analisis Break Even Point (BEP) adalah analisis keuangan untuk mengetahui pada volume pelayanan berapa rumah sakit tidak mengalami kerugian tetapi belum mendapatkan keuntungan. BEP dapat dicapai ketika jumlah total pendapatan sama dengan jumlah total biaya pada satu periode tertentu. Pelayanan Short Wave Diathermy (SWD) sebagai salah satu pelayanan dengan total biaya tinggi, namun memiliki jumlah pemanfaatan yang lebih rendah dibandingkan dengan pelayanan lain. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis BEP pelayanan SWD di RSUD Banyumas tahun 2017.

Metodologi: Penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif bersumber dari data sekunder berupa pendapatan total, biaya tetap, dan biaya variabel pelayanan SWD di RSUD Banyumas Tahun 2017 menggunakan pendekatan secara matematika dalam rupiah untuk menghitung tingkat BEP.

Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan total biaya tetap sebesar Rp 106.768.521, total biaya variabel sebesar Rp 37.454.018, jumlah pemanfaatan pelayanan SWD yaitu dari rawat inap VIP, rawat inap kelas I dan II, rawat inap kelas III dan rawat jalan adalah 2.637 pasien dengan total pendapatan sebesar Rp 53.310.000, serta tingkat BEP tahun 2017 sebesar Rp 358.970.504.

Kesimpulan: BEP pada pelayanan SWD di RSUD Banyumas Tahun 2017 belum tercapai.
Background: Break even point (BEP) analysis is a financial analysis to find out on the volume of service how many hospitals do not experience losses but have not gained profit. BEP can be achieved when the total amount of revenue is equal to the total cost in a given period. Short Wave Diathermy (SWD) as one of the services with a high total cost, but has a lower utilization rate compared with other services. This research aims to analyze BEP of SWD in RSUD Banyumas year 2017.

Methods: This research was descriptive quantitative sourced from secondary data in the form of total income, fixed cost, and variable cost of SWD in RSUD Banyumas year 2017 using mathematical approach in rupiah to calculate break even point level.

Results: The results showed that total fixed cost was Rp 106.768.521, total variable cost was Rp 37.454.018, total utilization of short wave diathermy that was from VIP inpatient, class I and II inpatient, class III inpatient and outpatient was 2.637 patients with total revenue was Rp 53.310.000, and BEP level of 2017 was Rp 358.970.504.

Conclusion: BEP of SWD in RSUD Banyumas year 2017 was not reached.
1905922355C1C014009Pengaruh Revisi Anggaran, Ketepatan Anggaran, Tingkat Ketakutan Sumber Daya Manusia, Lingkungan Birokrasi, dan Pengendalian Internal Terhadap Daya Serap Anggaran Satuan Kerja Kementerian/Lembaga di Wilayah Kerja KPPN PurwokertoPenelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh revisi anggaran, ketepatan anggaran, tingkat ketakutan Sumber Daya Manusia, lingkungan birokrasi, dan pengendalian internal terhadap daya serap anggaran Satuan Kerja Kementerian/Lembaga di Wilayah Kerja KPPN Purwokerto. Penelitian ini dilaksanakan atas 63 Satuan Kerja Kementerian/Lembaga di Wilayah Kerja KPPN Purwokerto sebagai populasi sekaligus sampel penelitian dengan menggunakan metode sensus. Data dalam penelitian ini diperoleh dari data primer melalui kuesioner yang telah dibagikan dan diisi oleh responden. Dari 63 satuan kerja, hanya 59 satuan kerja yang bersedia untuk mengisi kuesioner. Metode analisis yang digunakan adalah Analisis Regresi Linier Berganda. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, hasilnya menunjukkan bahwa revisi anggaran, ketepatan anggaran, dan lingkungan birokrasi berpengaruh terhadap peningkatan daya serap anggaran, sedangkan tingkat ketakutan Sumber Daya Manusia berpengaruh terhadap penurunan daya serap anggaran. Selain itu, penelitian ini juga menunjukkan bahwa pengendalian internal tidak berpengaruh terhadap peningkatan daya serap anggaran.

The aim of this research is knowing the influence of budget revision, budget stipulations, level of human resources’ fear, bureaucratic environment, and internal control toward the budget absorption of Work Unit of Ministries / Institutions in the Working Areas of KPPN Purwokerto. This research is done in 63 Work Unit of Ministries / Institutions in the Working Areas of KPPN Purwokerto as population as well as research sample by using census method. The data of this research is gained from primary data through questionnaire that has been spread and filled by the respondents. From 63 work unit, only 59 work unit that eager to fill the questionnaire. The analysis method used is Multiple Linear Regression Analysis. According to the research that has been done, the result shows that budget revision, budget stipulations, and bureaucratic environment influence the increasing of budget absorption, while the level of human resources’ fear influence the decreasing of budget absorption. Moreover, this research also shows that internal control does not influence the increasing of budget absorption.

1906022356C1M014047PENGARUH SISTEM FULL DAY SCHOOL, EFIKASI DIRI, KEMANDIRIAN BELAJAR DAN STATUS SOSIAL EKONOMI ORANG TUA TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA
(Studi Kasus pada Mata Pelajaran Ekonomi Kelas X SMA Negeri 4 Purwokerto)
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh: 1) Sistem full day school terhadap prestasi belajar siswa; 2) efikasi diri terhadap prestasi belajar siswa; 3) kemandirian belajar terhadap prestasi belajar siswa; 4) status sosial ekonomi orang tua terhadap prestasi belajar siswa (Studi Kasus Pada Mata Pelajaran Ekonomi Kelas X SMA Negeri 4 Purwokerto). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X IPS SMA Negeri 4 Purwokerto yang berjumlah 143 siswa. Jumlah responden yang diambil dalam penelitian ini yaitu sebanyak 105 siswa menggunakan teknik pengambilan sampel yaitu propotional simple random sampling.
Berdasarkan hasil penelitian dan teknik analisis data dengan menggunakan analisis jalur menunjukkan bahwa: 1) Sistem full day school berpengaruh positif terhadap prestasi belajar siswa; 2) efikasi diri berpengaruh positif terhadap prestasi belajar siswa; 3) kemandirian belajar berpengaruh positif terhadap prestasi belajar siswa; 4) status sosial ekonomi orang tua berpengaruh positif terhadap prestasi belajar siswa.
ABSTRACT
This study aims to determine the effect of: 1) Full day school system on student learning achievement; 2) self-efficacy towards student learning achievement; 3) learning independence towards student learning achievement; 4) parents' socioeconomic status towards student learning achievement (Case Study on Economic Class X Class of State Senior High School 4 Purwokerto). The population in this study were all students of class X IPS SMA Negeri 4 Purwokerto totaling 143 students. The number of respondents taken in this study is as many as 105 students using the sampling technique that is propotional simple random sampling.
Based on the results of research and data analysis techniques using path analysis shows that: 1) Full day school system has a positive effect on student learning achievement; 2) self-efficacy has a positive effect on student learning achievement; 3) learning independence has a positive effect on student learning achievement; 4) parents' socioeconomic status has a positive effect on student learning achievement.