Artikel Ilmiah : A1L014068 a.n. DICKY BAHRUL KIROM

Kembali Update Delete

NIMA1L014068
NamamhsDICKY BAHRUL KIROM
Judul ArtikelUJI APLIKASI METABOLIT SEKUNDER Trichoderma harzianum ISOLAT BAWANG MERAH TERHADAP BENIH MENTIMUN MENGANDUNG VIRUS
Abstrak (Bhs. Indonesia)Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui waktu optimum perendaman metabolit sekunder T. harzianum isolat bawang merah pada benih mentimun untuk mengendalilkan patogen virus dan mengetahui pengaruh terhadap pertumbuhan mentimun. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Perlindungan Tanaman dan Screen house, Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman pada bulan Oktober sampai Februari 2018. Penelitian diaksanakan menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 4 perlakuan dan 6 ulangan, terdiri dari perendaman selama 30, 60, dan 90 menit. Variabel yang diamati meliputi masa inkubasi, intensitas penyakit, kejadian penyakit, nilai area di bawah kurva perkembangan penyakit atau area under disease progress curve (AUDPC), tinggi tanaman, jumlah daun, bobot segar tanaman, dan kandungan senyawa fenol yaitu tanin dan hidrokuinon kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan lama waktu optimum perendaman benih menggunakan T. harzianum isolat bawang merah adalah 90 menit. Perendaman 90 menit memberi penekanan pada masa inkubasi, intensitas penyakit, dan kejadian penyakit berturut-turut sebesar 8,81; 68,39; dan 71,63% dibandingkan kontrol. Perendaman selama 90 menit juga mampu memberikan peningkatan senyawa fenol paling tinggi dibanding perlakuan lain serta memiliki nilai AUDPC terendah yaitu sebesar 220 atau menurun 66,15% dibanding kontrol. Aplikasi perendaman metabolit sekunder T. harzianum isolat bawang merah mampu meningkatkan tinggi tanaman dan bobot segar tanaman berturut-turut sebesar 8,27 dan 16,84% dibanding kontrol. Perendaman T. harzianum isolat bawang merah belum mampu memberikan pengaruh nyata terhadap jumlah daun, tetapi mampu meningkatkan kandungan senyawa fenol pada jaringan tanaman.
Abtrak (Bhs. Inggris)This research aimed to know the optimum duration of seed coating for cucumber seed using secondary metabolites of T. The research was conducted in Plant Protection Laboratory and Glass house, Faculty of Agriculture, General Soedirman University, Purwokerto, from October 2017 to February 2018. Randomized Block Design was used with 3 treatments and 5 replicates. The treatments consisted control and seed coating for 30, 60, and 90 minutes. Variable observed variable were incubation period, disease intensity, disease insidence, area under disease progress curve (AUDPC). crop height, number of leave, crop fresh weight, and phenolic compound analysis. Results of the research showed that the optimum time of seed coating using secondary metabolites of T. harzianum shallot isolate was 90 minutes. Seed coating of 90 minutes could decrease incubation period, disease intensity, disease incidence, and AUDPC as 8.81%, 68.39%, 71.63%, and 66.15% respetively compared to control. The application of seed coating for 90 minutes could also increase crop height and crop fresh weight as 8.27% and 16.84% respectively compared to control. The application of seed coating in the secondary metabolites could not affect number of leaf, but it could increase phenolic compound in crop tissue.
Kata kunciMentimun, T. harzianum, virus, perendaman benih
Pembimbing 1Prof.Ir Loekas Susanto, MS.,Ph.D
Pembimbing 2Ir. Agus Suyanto, S.U.D.Tech.Sc
Pembimbing 3
Tahun2018
Jumlah Halaman16
Tgl. Entri2018-08-09 18:40:29.35036
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.