Artikelilmiahs

Menampilkan 19.061-19.080 dari 50.080 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
1906125653F1B015003ANALISIS DAMPAK PENGEMBANGAN WISATA TERHADAP MINAT BERKUNJUNG DAN PENINGKATAN STATUS SOSIAL EKONOMI (STUDI KASUS WISATA PANTAI ALAM INDAH KOTA TEGAL)Pengembangan obyek wisata Pantai Alam Indah merupakan suatu terobosan untuk pengembangan pariwisata Kota Tegal. Pengembangan obyek wisata Pantai Alam Indah ini tentunya dengan pertimbangan memiliki karakterisitk dan daya tarik yang sesuai dengan sebagai suatu rekreasi pantai bagi Kota Tegal dan selain itu juga akan menarik jumlah wisatawan yang berkunjung dan akan meningkatkan status sosial ekonomi di Pantai Alam Indah Kota Tegal.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif asosiatif. Teknik pengambilan sampel menggunakan incidental. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 100 orang wisatawan Pantai Alam Indah Kota Tegal. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner yang didukung dengan observasi dan dokumentasi. Metode analisis data yang digunakan adalah Korelasi Kendall C, Koefisien Konkordansi Kendall W, dan Regresi Ordinal.
Hasil penelitian berdasarkan analisis korelasi Kendall Tau-c dapat diketahui bahwa Pengembangan Wisata (X) berhubungan positif dan signifikan dengan Minat Berkunjung (Y1). Diketahui juga Pengembangan Wisata (X) berhubungan positif dan signifikan dengan Peningkatan Status Sosial Ekonomi (Y2). Kemudian dari analisis Konkordasi Kendall’s W diketahui juga bahwa variabel Pengembangan Wisata (X) memiliki hubungan secara bersama-sama yang positif dan signifikan dengan Minat Berkunjung (Y1) dan Peningkatan Status Sosial Ekonomi (Y2). Berdasarkan analisis regresi ordinal, diketahui bahwa Program Pengembangan Wisata (X) berdampak positif dan signifikan terhadap Minat Berkunjung (Y1). Selain itu, Program Pengembangan Wisata(X) juga berdampak positif dan signifikan terhadap Peningkatan Status Sosial Ekonomi (Y2).
The development of Alam Indah Beach tourism object is a breakthrough for tourism development in Tegal City. The development of Alam Indah Beach tourism object is of course with the consideration of having the characteristics and attractiveness that are appropriate as a beach recreation for the City of Tegal and besides that it will also attract the number of tourists visiting and will improve the socio-economic status of Alam Indah Beach in Tegal City.
This study uses associative quantitative research methods. The sampling technique uses incidental. The sample in this study amounted to 100 tourists Pantai Alam Indah, Tegal City. The method of data collection in this study uses a questionnaire supported by observation and documentation. Data analysis methods used are Kendall C Correlation, Kendall W Concordance Coefficient, and Ordinal Regression.
The results of the study based on the correlation analysis of Kendall Tau-c can be seen that Tourism Development (X) is positively and significantly related to Visit Interest (Y1). It is also known that Tourism Development (X) is positively and significantly related to Increasing Socio-Economic Status (Y2). Then from the Kendall’s W Concordation analysis it is also known that the Tourism Development variable (X) has a positive and significant relationship with Visiting Interest (Y1) and Increased Socio-Economic Status (Y2). Based on ordinal regression analysis, it is known that the Tourism Development Program (X) has a positive and significant impact on Visiting Interest (Y1). In addition, the Tourism Development Program (X) also has a positive and significant impact on Increasing Socio-Economic Status (Y2).
1906226184K1A015024FORMULASI SEDIAAN SALEP EKSTRAK DAUN CIPLUKAN (Physalis angulata L.) DAN UJI AKTIVITAS TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureusStaphylococcus aureus merupakan salah satu bakteri yang sering menginfeksi kulit. Salah satu tumbuhan yang memiliki aktivitas antibakteri ialah tumbuhan ciplukan (Physalis angulata L). Salah satu senyawa aktif dari tanaman ciplukan ada pada daun ciplukan. Penelitian ini bertujuan untuk dapat mengetahui konsentrasi hambat tumbuh minimum dari daun ciplukan serta formulasi sediaan salep terhadap S. aureus. Penentuan konsentrasi hambat tumbuh minimum menggunakan metode sumuran, memformulasi ekstrak daun ciplukan sebagai sediaann salep dan karakterisasi sediaan tersebut. Karakterisasi sediaan salep meliputi homogenitas, pH, daya sebar, daya lekat, proteksi, organoleptik dan aktivitas antibakteri. Konsentrasi hambat tumbuh minimum ekstrak daun ciplukan terhadap S. aureus yaitu pada konsentrasi 15 ppm dengan zona hambat sebesar 1,55 mm. Sediaan salep dibuat dengan menggunakan konsentrasi ekstrak sebesar 15 ppm, 20 ppm, dan 25 ppm. Hasil uji pH berada pada rentang nilai pH sebesar 5,4-6,4, karakterisasi uji daya sebar memperoleh rentang penyebaran 5,2-7, daya lekat 1,8-4,73 detik dan akivitas antibakteri pada konsentrasi 15, 20, dan 25 ppm adalah 3,7; 7,5; 10,6 dan 14,3; 18,2; 25,2. Panelis menilai baik terhadap sediaan salep yang meliputi bentuk, warna, kemudahan dioleskan dan kenyamanan di kulit tetapi kurang menyukai aromanya. Staphylococcus aureus is one of the bacteria that often infects skins. One plant that has antibacterial activity is the ciplukan plant (Physalis angulata L). One of the active compounds of the ciplukan plant is in the ciplukan leaves. This study aims to determine the minimum growth inhibitory concentration of ciplukan leaves and the formulation of ointment preparations for S. aureus. Determination of minimum growth inhibitory concentration using the good method, formulating extract of a ciplukan leaf as ointment and characterization of the preparation. Characterization of ointment preparations includes homogeneity, pH, dispersion, adhesion, protection, organoleptic and antibacterial activity. The minimum growth inhibition concentration of methanol extract of ciplukan leaves against S. aureus was at a concentration of 15 ppm with an inhibition zone of 1.55 mm. The ointment was made using an extract concentration of 15 ppm, 20 ppm, and 25 ppm. The pH test results were in the range of pH values of 5.4-6.4, the characterization of the scattering power test obtained a spread range of 5.2-7, adherence to 1.8-4.73 seconds and antibacterial activity at concentrations of 15, 20, and n 25 ppm is 3.7; 7.5; 10.6 and 14.3; 18.2; 25.2. Panelists assess the dosage of ointment which includes shape, color, ease of being applied and comfort on the skin, but does not like the aroma.
1906322357C1B013017Peran Kualitas Pelayanan Inti Dan Kualitas Pelayanan Periferal Terhadap Nilai Yang Dirasakan Serta Pengaruhnya Terhadap Kepuasan Konsumen Dalam Membangun Loyalitas Konsumen (Pada Pengguna Jasa Lapangan Futsal di Score Futsal Stadium)Judul penelitian ini adalah "Peran Kualitas Pelayanan Inti Dan Kualitas Pelayanan Periferal Terhadap Nilai Yang Dirasakan Serta Pengaruhnya Terhadap Kepuasan Konsumen Dalam Membangun Loyalitas Konsumen (Pada Pengguna Jasa Lapangan Futsal di Score Futsal Stadium)". Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kualitas layanan inti dan periferal terhadap nilai yang dirasakan, dan pengaruhnya terhadap kepuasan pelanggan dalam membangun loyalitas konsumen.

Populasi dalam penelitian ini adalah semua konsumen pengguna jasa lapangan futsal di Score Futsal Stadium. Jumlah responden dalam penelitian ini adalah 100 responden. Metode purposive sampling digunakan dalam penentuan responden. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data menggunakan regresi berganda dan regresi sederhana, menunjukkan bahwa: (1) kualitas pelayanan inti berpengaruh positif terhadap nilai persepsi konsumen, (2) kualitas pelayanan periferal berpengaruh positif terhadap nilai konsumen, (3) menegaskan pengaruh positif pada kepuasan konsumen, (4) kepuasan konsumen memiliki efek positif pada loyalitas konsumen.
The title of this research is "The Role Of Quality Of Core Service And Quality Of Peripheral Service To The Perceived Value And Its Influence On Consumer Satisfaction In Building Consumer Loyalty (On Futsal Field Service Users Score Futsal Stadium)". The purpose of this study is to determine the effect of core service quality and peripherals to perceived value, and its effect on customer satisfaction in building consumer loyalty.

The population in this study is all all consumers of futsal field service users in Score Futsal Stadium. The number of respondents in this study is 100 respondents. Purposive sampling method is used in the determination of respondents. Based on the results of research and data analysis using multiple regression and simple regression, show that: (1) the quality of service core have positive effect to consumer's perceived value, (2) the quality of peripheral service have positive effect to consumer value, (3) asserts positive influence on consumer satisfaction, (4) consumer satisfaction has a positive effect on consumer loyalty.
1906422358A1M014013APLIKASI EDIBLE COATING DENGAN PENAMBAHAN KONSENTRAT BATANG DAN DAUN KECOMBRANG (Nicolaia speciosa) TERHADAP MUTU FILLET IKAN GURAMIFillet ikan gurami adalah produk perikanan yang mudah rusak baik secara fisik, kimia, maupun mikrobiologi sehingga memperpendek umur simpannya. Salah satu upaya penanganan yang dapat dilakukan untuk memperpanjang umur simpan yaitu dengan pengaplikasian edible coating. Edible coating merupakan lapisan tipis yang menyelimuti produk pangan dan berfungsi sebagai pelindung terhadap perpindahan massa (seperti kelembapan, oksigen, cahaya, lipid, dan zat terlarut) dan sebagai pembawa aditif. Kecombrang mengandung senyawa bioaktif yang berfungsi sebagai antimikroba. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui pengaruh jenis konsentrat kecombrang batang dan daun terhadap mutu fillet ikan gurami selama penyimpanan, 2) mengetahui pengaruh konsentrasi penambahan konsentrat batang dan daun kecombrang terhadap mutu fillet ikan gurami selama penyimpanan, dan 3) mengetahui pengaruh interaksi jenis konsentrat dengan konsentrasi penambahan konsentrat batang dan daun kecombrang terhadap mutu selama penyimpanan. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial. Dua faktor yang diteliti yaitu jenis konsentrat kecombrang antara lain batang dan daun serta konsentrasi penambahan konsentrat batang dan daun kecombrang yang digunakan terdiri atas 1%, 2%, 3%, dan 4%. Variabel yang diamati meliputi tekstur, intensitas warna, pH, asam lemak bebas, formol, dan total mikroba (TPC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi edible coating dengan penambahan konsentrat daun kecombrang pada fillet ikan gurami menunjukkan hasil terbaik ditinjau dari intensitas warna, kadar asam lemak bebas, dan nilai formol. Sementara aplikasi edible coating dengan penambahan konsentrat batang kecombrang pada fillet ikan gurami menunjukkan hasil terbaik ditinjau dari kekerasan, pH, dan nilai TPC. Konsentrasi penambahan konsentrat kecombrang yang ditambahkan untuk aplikasi edible coating pada fillet ikan gurami yang terbaik adalah konsentrasi 4% ditinjau dari kekerasan batang 0,93 kg/cm2, pH batang 6,43; daun 6,45; intensitas warna daun 12,91; kadar asam lemak bebas daun 0,31%; nilai formol daun 9,67%, dan TPC batang 4,94 log CFU/g; daun 4,82 log CFU/g. Interaksi jenis konsentrat kecombrang dengan konsentrasi penambahan konsentrat kecombrang pada edible coating terhadap mutu fillet ikan gurami yang terbaik yaitu jenis konsentrat daun kecombrang dengan konsentrasi penambahan konsentrat 4% ditinjau dari intensitas warna 12,91; pH 6,45; kadar asam lemak bebas 0,31%; dan TPC 4,82 log CFU/g.Gouramy fillets are fishery products that are easily damaged both physically, chemically, and microbiologically, thus shortening the shelf life. One of the handling efforts that can be done to prolong the shelf life is by applying the edible coating. The edible coating is a thin layer that covers food products and serves as a protector against mass transfer (such as moisture, oxygen, light, lipids, and solutes) and as an additive carrier. Kecombrang contains bioactive compounds that act as antimicrobials. This research is aimed to (1) to know the effect of concentrate type of stems and leaves on the quality of gouramy fillet during storage, (2) to know the effect of concentration addition of stems and leaves concentrate on gouramy fillet quality during storage, (3) to know the effect of interaction type of concentrate with concentration of stems and leaves concentrate on quality during storage. The research was conducted at the Laboratory of Agricultural Technology Faculty of Agriculture, University of General Soedirman. The study period started from January 2018 to April 2018. The experimental design used was a Factorial Randomized Complete Design (RAL). The factors studied were the type of concentrate of kecombrang (B), among others, stems (B1) and leaves (B2) and the concentration of the added concentrate of stems and leaves of kecombrang (K) used consisted of 1% (K1), 2% (K2), 3% (K3), and 4% (K4) were obtained 8 experimental units with repetition 3 times. The variables observed included hardness, color intensity, pH, free fatty acid (FFA), formol, and total microbes (TPC). The results showed that the application of edible coating with the addition of kecombrang leaves concentrates on gouramy fillets showed the best results regarding color intensity, free fatty acid content, and formol value. While the application of edible coating with the addition of kecombrang stems concentrates on gouramy fillets showed the best results regarding hardness, pH, and TPC value. The concentration of added concentrate added for edible coating application on the best gouramy fillet is 4% concentration regarding stems hardness 0,93 kg/cm2; stems pH 6.43; leaves 6.45; leaves color intensity 12.91; leaves the fatty acid content of 0.31%; stems formol value 9.67%, and TPC stems 4.94 log CFU / g; leaves 4.82 log CFU/g. The interaction of concentration type of concentration with a concentration of concentrate concentration on edible coating on the best quality of gouramy fillet is a concentration of leaves of kecombrang with a concentration of 4% from 12.91 color intensity; pH 6.45; the free fatty acid content of 0.31%; and TPC 4.82 log CFU/g.
1906522359H1A014026SINTESIS N-METIL KITOSAN DAN APLIKASINYA SEBAGAI BAHAN ADITIF PADA SOSIS DAGING SAPITelah dilakukan sintesis N-metil kitosan yang disintesis dengan mereaksikan kitosan dengan formaldehida membentuk basa Schiff yang akan mengalami reduksi oleh NaBH4 sehingga terbentuk imin sekunder. N-metil kitosan memiliki gugus NH-CH3 yang mampu menghambat akitivitas mikroba pada makanan. Sosis merupakan olahan daging yang mudah ditumbuhi mikroba dalam penyimpanannya. Oleh karena itu N-metil kitosan hasil sintesis yang memiliki kelarutan lebih besar diabndingkan dengan kitosan digunakan sebagai pengawet pada sosis. Sampel sosis disimpan pada suhu rendah selama 6 hari dengan perbedaan perlakuan yakni variasi konsentrasi (0,25%; 0,5%; dan 1%) serta lama pencelupan (10, 15, dan 30 menit). Berdasarkan penelitian, penggunaan larutan N-metil kitosan konsentrasi 1 % dan waktu pencelupan 15 menit merupakan perlakuan paling optimum dan mampu memperpanjang daya simpan sosis selama 5 hari pada suhu rendah dengan nilai organoleptik yang masih dapat diterima panelis, serta kadar air yang masih sesuai dengn SNI.Synthesis of N-methyl chitosan which has been synthesized by reacting chitosan with formaldehyde has been formed to form Schiff base which will be reduced by NaBH4 to form secondary immunity. N-methyl chitosan has an NH-CH3 group which can inhibit microbial activity in food. Sausage is processed meat that is easily overgrown with microbes in its storage. Therefore, the N-methyl chitosan synthesis results which have greater solubility than chitosan are used as preservatives in sausages. Sausage samples were stored at low temperatures for 6 days with differences in treatment, namely variations in concentration (0.25%; 0.5%, and 1%) as well as the duration of dyeing (10, 15, and 30 minutes). Based on the research, the use of 1% N-methyl chitosan solution and 15 minutes dyeing time was the most optimum treatment and was able to extend the storability of sausages for 5 days at low temperatures with the organoleptic value that can still be accepted by panelists, and the water content that is still in accordance with SNI.
1906622360C1A014076Analisis Pengaruh Penanaman Modal Asing (PMA), Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), Penyerapan Tenaga Kerja dan Upah Minimum Provinsi (UMP) terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sektor Industri di Provinsi Jawa Barat Tahun 2002-2016Sektor industri memiliki kontribusi yang paling besar terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) di Provinsi Jawa Barat. Pada tiap tahunnya PDRB sektor industri selalu mengalami kenaikan, tetapi persentase perubahannya berfluktuasi. Berdasarkan fenomena tersebut maka penelitian ini menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi PDRB sektor industri di Provinsi Jawa Barat dengan menggunakan variabel Penanaman Modal Asing (PMA), Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), penyerapan tenaga kerja dan Upah Minimum Provinsi (UMP). Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh secara simultan dan parsial dari variabel PMA, PMDN, penyerapan tenaga kerja dan UMP terhadap PDRB sektor industri, menganalisis variabel yang paling berpengaruh serta menganalisis tren PDRB sektor industri di Provinsi Jawa Barat tahun 2017 hingga 2020.
Penelitian ini menggunakan data sekunder berupa data time series selama 15 tahun dan dengan alat analisis regresi linier berganda. Berdasarkan analisis data yang dilakukan menggunakan Ordinary Least Square (OLS), penelitian ini menunjukkan hasil bahwa secara simultan variabel PMA, PMDN , penyerapan tenaga kerja dan UMP mempengaruhi PDRB sektor industri di Provinsi Jawa Barat. Sedangkan secara parsial variabel PMA dan UMP berpengaruh positif dan signifikan, sedangkan PMDN dan penyerapan tenaga kerja berpengaruh positif dan tidak signifikan. Variabel yang paling berpengaruh terhadap PDRB sektor industri di Provinsi Jawa Barat adalah PMA. Tren perkembangan PDRB sektor industri di Provinsi Jawa Barat tahun 2017, 2018, 2019, dan 2020 dengan metode Quadratic menunjukkan tren yang positif.
Industry is the biggest contribution to Gross Regional Domestic Product (GDRP) at West Java Province. It increase in each year, but the percentage of change is fluctuated. Based on that phenomenon, this research would analyze the factors which affect the GDRP of industry sector at West Java Province by using Foreign Direct Investment (FDI), Domestic Investment (DI), labor absorption and Province Minimum Wage (PMW) as the variables. The purpose of this study is to analyze the effect simultaneously and partially from FDI effect, DI, labor absorption, and PMW to GDRP industrial sector, analyze the most influential variable and analyze the trend of GRDP industry sector in West Java province in 2017 to 2020.
This study used secondary data in the form of time series data for 15 years and with multiple linear regression analysis. Based on data analysis performed using Ordinary Least Square (OLS), this study shows the result that simultaneously that FDI, DI, labor absorption and PMW affect GRDP of industry sector in West Java Province. While partially, FDI and PMW have positive and significant influence, while DI and employment absorption have positive and insignificant effect. The most influential variable to GRDP of industry sector in West Java Province is FDI. Growth trends of GRDP in the industrial sector in West Java Province in 2017, 2018, 2019, and 2020 with the Quadratic method show a positive trend.
1906726112E1A012334PELAKSANAAN PEMBINAAN TERHADAP NARAPIDANA ANAK DI BALAI PEMASYARAKATAN (BAPAS) BANYUMASPerlindungan hukum bagi anak dalam proses peradilan tidak dapat dilepaskan dari tujuan peradilan anak (juvenvile justice), yaitu perlindungan hukum yang sifatnya diberikan kepada anak. Ketika seorang anak melakukan tindak pidana hingga dijatuhkan vonis bersalah dalam proses peradilan, saat menjalani masa hukuman harus dibedakan dengan tindak pidana orang dewasa. Hal ini dikarenakan seorang anak masih memiliki masa depan yang panjang dari hal tersebut dapat diketahui bagaiman pelaksanaan pembinaan narapidana anak di Balai Pemasyarakatan Kabupaten Banyumas dan factor-faktor penghambat yang ada pada pelaksanaan pembinaan narapidana anak di Balai Pemasyarakatan Kabupaten Banyumas.
Menurut Pasal 1 angka 4 Undang-undang Nomor 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan, Balai Pemasyarakatan yang selanjutnya disebut Bapas adalah unit pelaksana teknis pemasyarakatan yang melaksanakan tugas dan fungsi penelitian kemasyarakatan, pembimbingan, pengawasan, dan pendampingan dimana ada beberapa program bimbingan dan dalam pelaksanaannya terdapat kendala dari berbagai faktor baik dari BAPAS itu sendiri maupun dari pihak klien anak.
Legal protection for children in the judicial process cannot be separated from the purpose of juvenile justice, i.e. legal protection that is given to children. When a child commits a crime until a guilty verdict is handed down in the trial process, while serving a sentence must be distinguished from an adult crime. This is because a child still has a long future from this. It can be seen how the implementation of fostering child inmates in the Banyumas Regency Penitentiary and the inhibiting factors that exist in the implementation of child inmate training in the Penitentiary Office in Banyumas Regency.
According to Article 1 number 4 of Law Number 12 of 1995 concerning Corrections, the Correctional Institution, hereinafter referred to as Bapas, is a penal technical implementation unit that carries out the tasks and functions of community research, guidance, supervision, and assistance where there are several guidance programs and in its implementation there are obstacles from various factors both from BAPAS itself and from the client client.
1906822362A1L111019EVALUASI KEHARAAN Ca DAN Mg PADA LAHAN SAWAH IRIGASI KRENCENG KECAMATAN KEMANGKON KABUPATEN PURBALINGGAKeterlibatan unsur hara Ca dan Mg dalam pertumbuhan tanaman padi cukup penting diantaranya menyusun dinding sel tanaman, untuk pembelahan sel, pembentuk klorofil dan aktivator enzim. Evaluasi lahan disini diperlukan untuk mengetahui kadar unsur hara Ca dan Mg. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui besarnya kandungan unsur hara Ca dan Mg pada tanah sawah yang dialiri irigasi Krenceng di Kecamatan Kemangkon Kabupaten Purbalingga, 2) Memetakan status hara Ca dan Mg pada lahan sawah yang dialiri irigasi Krenceng Kecamatan Kemangkon Kabupaten Purbalingga, 3) Mengetahui korelasi ketersediaan unsur hara Ca dan Mg dengan produksi padi sawah yang ada. Adapun waktu dan tempat pelaksanaan penelitian dimulai pada Maret 2016 sampai September 2017 di lahan sawah Irigasi Krenceng, Kecamatan Kemangkon, Kabupaten Purbalingga. Metode pengambilan sampel dilakukan dengan bantuan peta SLH. Penentuan titik sampel sendiri dilakukan dengan metode Proposive Sample yang didasarkan pada salah satu irigasi sekunder. Hasil analisis kandungan Ca-tersedia di lahan sawah Irigasi Krenceng dalam keadaan harkat rendah dengan rata-rata 4,56 cmol+/kg dan kandungan Mg-tersedia di lahan sawah Irigasi Krenceng dalam keadaan harkat sedang dengan rata-rata 1,95 cmol+/kg.The involvement of Ca and Mg nutrients in rice plant growth is important, some of which are in composing plant cell wall, cell division, chlorophyll forming and as enzyme activator. Land evaluation is needed to determine the level of Ca and Mg. The purpose of this research is: 1) to know the amount of nutrient content of Ca and Mg on rice field irrigated by Krenceng irrigation in Kemangkon Subdistrict, Purbalingga District, 2) to map the status of Ca and Mg on rice field irrigated by Krenceng irrigation in Kemangkon a sub-district of Purbalingga District, 3) to know the correlation between Ca and Mg nutrient availability and rice production of the paddy fields. The research began in March 2016 until September 2017 in rice field irrigated by Krenceng Irrigation, Kemangkon Subdistrict, Purbalingga District. The sampling method is done with the help of SLH maps. The sample point itself is determined by the Proposive Sample Method based on one of the secondary irrigation. The results of Ca content on rice field irrigated by Krenceng Irrigation, Kemangkon, Purbalingga has respective low with an average of 4,56 cmol+/kg while Mg content on rice field irrigated by Krenceng Irrigation, Kemangkon, Purbalingga has respective medium with an average of 1,95 cmol+/kg.
1906922363D1E013025HUBUNGAN FRAME SIZE TERHADAP PRODUKSI NON KARKAS BAGIAN LUAR PADA SAPI PERANAKAN ONGOLE DI KABUPATEN BANYUMASPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui produksi non karkas pada sapi potong Peranakan Ongole berdasarkan frame size, dan mempelajari hubungan frame size dengan produksi non karkas pada sapi potong Peranakan Ongole. Materi yang digunakan adalah sapi Peranakan Ongole ( PO ) dan memiliki sepasang gigi tetap dengan BCS 3 sebanyak 30 ekor. Hasil analisis menunjukkan bahwa frame size berhubungan sangat nyata (P<0,01) terhadap bobot kepala, bobot kulit, dan bobot kaki, tetapi berhubungan tidak nyata (P>0,05) terhadap persentase non karkas bagian luar. Persamaan regresi yang diperoleh dari penelitian adalah bobot kepala Y1= -25,79 + 3,50X, bobot kulit Y2= -55,021 + 6,31 X, bobot kaki Y3= -8,725 +1,25 X dan persentase non karkas Y4= 0,209 – 0,001X. Penelitian dapat disimpulkan bahwa frame size dapat digunakan sebagai salah satu cara untuk menduga bobot kepala, bobot kulit, dan bobot kaki akan tetapi tidak dapat digunakan untuk menduga persentase non karkas bagian luar.This research aims to find out the non-carcass production on Ongole beef cattle crosbred based on frame size and to study the relationship between frame size and non-carcass. The materials used are 30 Ongole beef cattle with (PO) that have frame size (hip height) were with BCS 3. It indicated that frame size was significantly correlated (P <0,01) with head weight, cow-hide weight, and leg weight, but not significantly correlated (P> 0,05) was non-carcass percentage. The regression equation obtained from the study of head weight was Y1 = -25,79 + 3,50 X, cow-hide weight was Y2 = -55,021 + 6,31 X, leg weight was Y3 = -8,725 + 1,25 X, and non-carcass percentage was Y4 = 0,209 – 0,001 X. It can be concluded that frame size can be used as a way to estimate the head weight, cow-hide weight, and leg weight, but cannot be used to estimate the outer non-carcass percentage.
1907022364G1D014071HUBUNGAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL TERHADAP NILAI MATA KULIAH KOMUNIKASI DALAM KEPERAWATAN II PADA MAHASISWA JURUSAN KEPERAWATAN UNSOED ANGKATAN 2016Latar belakang: Mahasiswa Jurusan Keperawatan Unsoed angkatan 2016 memiliki kemampuan komunikasi interpersonal yang tinggi dalam aspek keterbukaan, dukungan, sikap positif, dan kesetaraan pada tahun pertama perkulihan. Kemampuan tersebut dapat mengalami perubahan seiring bertambahnya pembelajaran yang diperoleh dari mata kuliah Komunikasi dalam Keperawatan II. Penguasaan terhadap pengetahuan dan keterampilan mahasiswa dalam mata kuliah tersebut akan dinilai untuk mengetahui pencapaian nilai hasil belajar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kemampuan komunikasi interpersonal terhadap nilai mata kuliah Komunikasi dalam Keperawatan II pada mahasiswa Jurusan Keperawatan Unsoed angkatan 2016.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel dipilih menggunakan teknik total sampling dengan jumlah responden 81 mahasiswa. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Data dianalisis menggunakan uji Somers’d.
Hasil: Mayoritas responden adalah perempuan (85,2%) dan memiliki Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sangat memuaskan (44,4%). Responden mayoritas berasal dari Provinsi Jawa Tengah (60,5%). Hasil uji Somers’d diperoleh nilai p 0,722 dan nilai r 0,030.
Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kemampuan komunikasi interpersonal dan nilai mata kuliah Komunikasi dalam Keperawatan II pada mahasiswa Jurusan Keperawatan Unsoed angkatan 2016.
Background: Nursing students of Unsoed batch 2016 have high interpersonal communication skills in aspects of openness, support, positive attitudes, and equality in the first year of study. This skills can change as the lesson is more gained from Communication in Nursing II subject. Mastery of knowledge and skills of students in the subject will be assessed to know the achievement of score of learning outcomes. The purpose of this research was to know the correlation between interpersonal communication ability toward score of Communication in Nursing II subject on Nursing student of Unsoed force batch 2016.
Method: This research was a quantitative research with cross sectional design. The sample was selected using total sampling technique with the number of respondents was 81 students. The research instrument used questionnaire. Data were analyzed using Somers'd test.
Result: Majority of respondents were women (85.2%) and had GPA was very satisfactory (44.4%). The majority of respondents came from Central Java Province (60.5%). The result of the Somers'd test was p value 0.722 and r value 0.030.
Conclusion: There is no significant correlation between interpersonal communication skills towards score of Communication in Nursing II subject on Nursing students of Unsoed batch 2016.
1907122365H1F012061GEOLOGI DAN STUDI GRANIT TERHADAP MINERALISASI TIMAH DAERAH PERMIS DAN SEKITARNYA, PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNGDaerah penelitian berada di daerah Permis dan sekitarnya, Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka yang meliputi wilayah darat dan laut. Penelitian dilakukan untuk mengetahui kondisi geologi, karakteristik granit, alterasi dan mineralisasi batuan permukaan dan basement, dan sebaran urat pada daerah penelitian. Metode penelitian dilakukan melaui survei pendahuluan, pemetaan geologi, pengeboran counterflush bawah permukaan, analisis struktur geologi, petrografi, XRF, ASD, dan Mineragrafi. Morfologi daerah penelitian meliputi Satuan Perbukitan Struktural Intrusi (S11), Satuan Dataran Denudasional (D1), Satuan Dataran Pantai (M3) dan Satuan Dataran Fluvial (F4). Litologi penyusun terdiri atas batupasir kuarsa, granit dan endapan lempung, lumpur, pasir. Granit pada daerah penelitian menunjukkan alkali granit, bersifat peraluminous hingga metaluminous menurut diagram ASI (Alumina Saturation Index), termasuk dalam granit tipe S dan magma asal termasuk seri shosonitik. Granit ini diperkirakan bagian Main Range Granit sebagai sumber pembawa endapan timah placer di darat maupun di laut sebagai endapan kaksa. Zonasi alterasi pada daerah penelitian dibagi menjadi 2 yaitu zonasi serisit ± klorit ± kuarsa ± illit/smektit ± muskovit dan zonasi kaolin ± illit ± smektit ± kuarsa ± muskovit. Tahap greisenisasi dimulai pada late magmatik yang dilanjutkan tahap post magmatik menyebabkan pengayaan kuarsa dan muskovit (greisenisasi) yang diikuti oleh silisifikasi, albitisasi II, dan mikroklinisasi II. Mineral bijih yang berkembang berupa kasiterit, pirit, zirkon dan rutil. Mineralisasi pada urat dikontrol oleh struktur geologi dengan arah orientasi NW-SE dengan pengisi tourmaline, kuarsa dan kaolin. Sistem endapan mineral diperkirakan merupakan sistem endapan greisenThe study area is locate at Permis and surrounding region, South Bangka District, Bangka Belitung Island Province including the land and sea area. The study is use to know the geology conditions, granite characteristics, alteration and mineralization, alteration and mineralization surface and basement rocks, vein distribution in area of study. The study methods which is use at initial survey such as geological mapping, subsurface counterflush drilling, geological structure, petrography, XRF, ASD, and mineragraphy analysis. Morphology of study area includes Intrusion Structural Hill Unit (S11), Denudational Plain Unit (D1), Marine Plain Unit (M3), Fluvial Plain Unit (F4). Litology composed of quartz sandstone, granite and sand, mud, clay deposits. Granite at study area shows alkali granite, based on ASI (Alumina Saturation Index) diagram, peraluminous to metaluminous property, it is include as S type granite and the magma source include shosonitic series. The granite is assum to be a part of the Main Range Granite as bearing of tin placer deposits which is deposited in the land or in the sea as a kaksa. Alteration which develop in the study area can be divided into 2 which are sericite ± chlorite ± quartz ± illite/smectite ± muscovite zone and kaoline ± illite ± smectite ± quartz ± muscovite zone. Greisenization phase started at late magmatic continued post magmatic causing quartz and muscovite enrichment (greisenization) which followed by silicification, albitisation II and microclinisation II. Ore Minerals which develop are cassiterite, pyrite, zircon and rutile. Mineralization in vein controlled by geology structure with NW-SE orientation. Mineral deposit system assumed as greisen deposit system.
1907225531E1A014153PROSEDUR OPERASI TANGKAP TANGAN TERKAIT KASUS NARKOTIKA (STUDI DI POLDA METRO JAYA)PROSEDUR OPERASI TANGKAP TANGAN TERKAIT KASUS NARKOTIKA (Studi di Polda Metro Jaya)
Oleh:
HUTAMI NURDIANA PUTRI
E1A014153

ABSTRAK
Narkoba seringkali disalahgunakan oleh banyak kalangan masyarakat mulai dari masyarakat biasa hingga publik figure. Alasan yang melatar belakangi tindak pidana narkoba itu sendiri bermacam-macam. Peran dari Polisi Indonesia dalam mengungkap jaringan narkoba diperlukan. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis sosiologis dengan spesifikasi penelitian deskriptif berdasarkan hasil wawancara dengan narasumber. Berdasarkan penelitian ini, Standar Operasional Prosedur Operasi Tangkap Tangan Terkait Kasus Narkotika DZ oleh Polda Metro Jaya terdapat 6 (enam) tahapan yaitu: a. Observasi; b. Surveilance; c. Undercover Agent; d. Controlled Delivery; e. Raid Planning Excecution. Hambatan yang ditemui oleh Polda Metro Jaya pada kasus Narkoba umumnya adalah: a. Kendala dalam mendapatkan Informan/Spionase; b. Kendala menentukan lokasi pembelian terselubung; c. Jaringan Narkoba menggunakan teknik ranjau.
Pada pelaksanaannya, Operasi Tangkap Tangan sendiri memiliki standar operasional prosedur yang berlandaskan pada Peraturan Kapolri Nomor 14 Tahun 2012 tentang Manajemen Tindak Pidana Narkotika
ARREST OPERATIONS RELATED TO NARCOTICS CASES
(Study on Polda Metro Jaya)
By:
HUTAMI NURDIANA PUTRI
E1A014153

ABSTRACT

Narcotics are often misused by many people, from ordinary people to public figures. The reasons behind the drug crime itself vary. The role of the Indonesian Police in uncovering drug networks is needed. The research method used is sociological juridical with descriptive research specifications based on the results of interviews with informants. Based on this study, the Operational Standards for Hand-Catching Operations Procedures Related to the DZ’s Narcotics Case by the Metro Jaya Regional Police there are 6 (six) stages, namely: a. Observation; b. Surveillance; c. Undercover Agent; d. Controlled Delivery; e. Raid Planning Exception. The obstacles encountered by the Metro Jaya Regional Police in cases of drugs generally are: a. Constraints in getting Informers / Espionage; b. Constraints determine the location of covert purchases; c. The Narcotics Network uses mine techniques.
In its implementation, Hand Catching Operations itself has a standard operating procedure based on the Regulation of the Chief of the National Police Number 14 of 2012 concerning Management of Narcotics Crimes
1907322308C1C014118Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kualitas Laporan Keuangan dalam Pengelolaan Aset Biologis pada Perusahaan Perikanan (Berbasis PSAK 69)Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara statistik pengaruh variabel Sistem
Informasi Akuntansi, Tingkat Pendidikan pemilik/bagian keuangan perusahaan dan Umur Usaha
terhadap Kualitas Laporan Keuangan Perusahaan Sektor Perikanan Berbasis PSAK 69 di
kawasan PPSC Kabupaten Cilacap. Metode pengambilan sampel penelitian menggunakan
Purposive sampling berjumlah 36 perusahaan perikanan di kawasan PPSC Kabupaten Cilacap.
Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa data primer. Teknik pengumpulan data dengan
teknik survei dengan cara menyebarkan kuesioner. Metode analisis yang digunakan adalah
analisis regresi linear berganda yang diolah menggunakan bantuan SPSS 23. Hasil penelitian
menunjukan bahwa Sistem Informasi Akuntansi, Tingkat Pendidikan dan Umur Usaha secara
parsial berpengaruh positif terhadap Kualitas Laporan Keuangan Perusahaan Sektor Perikanan
Berbasis PSAK 69 di kawasan PPSC Kabupaten Cilacap.
This study aims to determine statistically the effects of variables of Accounting
Information System, The Level of Education company’s owner/financial manager, and Age of
Business on the quality of company’s financial statements in the fisheries sector based on PSAK
69 in the PPSC area of Cilacap Regency. Method to collected research sampling using Purposive
Sampling to 36 fishery company in PPSC area of Cilacap Regency, The data used in this study are
primary data. Data collection method using questionnare distribute to sample. The analysis data
in this study is using multiple linear regression analysis which is processed by using SPSS 23
software. The results showed that Accounting Information System, The Level of Education and
Age of Business partially have a positive effect on the quality financial statements of fisheries
companies in the area PPSC Cilacap Regency.
1907422366C1B011060PENGARUH CITRA MEREK, KUALITAS PRODUK, HARGA DAN PROMOSI TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN SMARTPHONE XIAOMI DI PURWOKERTOTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh citra merek,kualitas produk, harga, dan promosi, terhadap keputusan pembelian smartphone Xiaomi. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pengguna Smartphone Xiaomi di Purwokerto yang jumlahnya tidak dapat diketahui secara pasti. Pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode convenience sampling dengan jumlah responden sebanyak 100. Pengukuran variabel dalam penelitian ini dilakukan menggunakan skala Likert’s dan uji hipotesis menggunakan path analysis
Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan bahwa citra merek berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian, kualitas produk tidak berpengaruh terhadap keputusan pembelian, harga tidak berpengaruh terhadap keputusan pembelian, promosi berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian. Meningkatkan citra merek misalnya dengan cara memperbaiki kualitas dan keunggulan smartphone Xiaomi serta menjaga kepopuleran Xiaomi dengan konsisten memperbaharui aplikasi software maupun hardware sehingga Xiaomi menjadi perusahaan yang selalu berada dalam benak pelanggan sebagai produsen smartphone masa kini. Harga yang terjangkau dan juga sesuai dengan kualitas produk yang ditawarkan akan menarik pembeli untuk melakukan pembelian terhadap produk tersebut. promosi yang dilakukan oleh pihak Xiaomi melalui media massa seperti televisi memang sedikit minim tetapi para konsumen sudah mengetahui kegunaan dan manfaat smartphone Xiaomi secara keseluruhan melalui media promosi yang lain seperti : brosur, pamflet, spanduk, dan internet sehingga hal tersebut yang membuat promosi Xiaomi semakin mengglobal.
The purpose of this study was to determine the effect of brand image, product quality, price, and promotion, on the purchase decision of Xiaomi smartphones. The population in this study were all Xiaomi Smartphone users in Purwokerto whose numbers could not be known with certainty. Sampling in this study was conducted using convenience sampling method with a total of 100 respondents. Measurement of variables in this study was conducted using a Likert's scale and hypothesis testing using path analysis
Based on the results of the study, it was found that brand image has a positive effect on purchasing decisions, product quality has no effect on purchasing decisions, prices do not affect purchasing decisions, promotion has a positive effect on purchasing decisions. Improving brand image for example by improving the quality and excellence of Xiaomi smartphones and maintaining the popularity of Xiaomi by consistently updating software and hardware applications so that Xiaomi becomes a company that is always in the minds of customers as today's smartphone manufacturers. Affordable prices and also in accordance with the quality of products offered will attract buyers to make purchases of these products. the promotion made by Xiaomi through mass media such as television is minimal, but consumers already know the usefulness and benefits of Xiaomi smartphones as a whole through other promotional media such as brochures, pamphlets, banners, and the internet, which makes the promotion of Xiaomi even more global
1907522391G1B014037FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KELELAHAN MATA PADA PEKERJA PENGELAS DI CV. DAYA CIPTA DESA PASIR WETAN KECAMATAN KARANGLEWASLatar Belakang: Pekerjaan pengelas merupakan pekerjaan yang memiliki potensi risiko bahaya bagi kesehatan terutama terhadaap mata yang diakibatkan dari hasil proses pengelasan yang dapat menimbulkan kelelahan mata. Kelelahan mata dipengaruhi oleh bberapa faktor diantarnaya faktor pekerjaan yaitu lama paparan. Kelelahan mata ditandai dengan mata memerah, mata terasa perih, mata terasa panas, gangguan penglihatan.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor apa saja yang berhubungan dengan kelelahan mata pada pekerja pengelas di CV Daya Cipta Desa Pasir Wetan Kecamatan Karanglewas.

Metode: Penelitian ini adalah penelitian observasi analitik dengan pendekatan Studi cross sectional dengan teknik total sampling. Populasi dalam penelitian ini seluruh pekerja pengelas di CV Daya Cipta sebanyak 37 pekerja. Analisis hasil data penelitian dianalisis menggunakan analisis univariat, dan bivariat dengan menggunakan uji Chi Square.
.
Hasil Penelitian: Variabel yang berhubungan adalah Lama Paparan dengan nilai (p-value 0,015). Variabel yang tidak berhubungan adalah Umur dengan nilai (p-value 0,389), Masa Kerja dengan nilai (p-value 0,416), Jarak Pandang dengan nilai (p-value 0,647), APD berupa welding shield dengan nilai (p-value 0,659).

Simpulan: Variabel yang berhubungan dengan kelelahan mata pada pekerja pengelas di CV. Daya Cipta Desa Pasir Wetan Kecamatan Karanglewas adalah Lama Paparan.

Kata kunci: Kelelahan Mata, Lama Paparan, pekerja pengelas
Background: Welding work is a job that has a potential risk of health of especially for eyes caused by welding process that can indicate an eyetrain. Eye fatigue is influenced by several factors among occupational factors ie long exposure. Eyetrains characterized by red eyes, eyes feel sore, eyes feel hot, vision disorders. The study aimed to determine the factors that relate with eyestrain on welder workers in CV Daya Cipta Pasir Wetan, Kecamatan Karanglewas.

Methode: This research was an observation analytic using cross sectional approach with total sampling technique. The population in this research were all welder workers CV. Daya Cipta of sample were 37 workes. Analysis of research data was analyzed using univariate analysis, and bivariate by using Chi Square test.

Result: Variables that associated with eyestrains disorders are long exposure whit values (p-value = 0,015) the variables that not associated with eyestrain disorders are age with values (p-values = 0,389), work period with values (p-value 0,416), visibility with values (p-values = 0,647), and PPE welding shield with values (p-value = 0,659).

Conclusion: The Variables that associated with eyestrain in welding workers of CV. Daya Cipta Desa Pasir Wetan Kecamatan Karanglewas is long Exposure.

Key word: Eyestrain, Long Exposure, welders workers
1907628536A1F015022DEGREENING BUAH JERUK SIAM (Citrus nobilis) DENGAN METODE SEMPROT DAN CELUP MENGGUNAKAN VARIASI KONSENTRASI ETHEPHONJeruk siam merupakan jeruk yang memiliki warna cenderung hijau pada saat matang. Sedangkan kriteria yang seringkali digunakan konsumen untuk menentukan tingkat kesukaan jeruk adalah warna. Warna hijau dari kulit buah jeruk siam dapat diperbaiki dengan perlakuan pascapanen yaitu degreening. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui perbedaan metode semprot dan celup terhadap warna kulit buah jeruk siam; 2) Mengetahui pengaruh konsentrasi ethephon terhadap warna kulit buah jeruk siam; 3) Menentukan metode degreening dan konsentrasi ethephon yang efektif untuk proses degreening pada buah jeruk siam. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor perlakuan. Faktor pertama adalah metode degreening dengan dua taraf yaitu metode semprot dengan ukuran nozzle 1 mm (M1) dan metode celup selama dua menit (M2). Faktor kedua adalah konsentrasi ethephon dengan empat taraf yaitu 500 ppm (K1), 1.000 ppm (K2), 1.500 ppm (K3) dan 2.000 ppm (K4). Hasil uji ragam sensori jeruk siam menunjukkan bahwa warna dan aroma berpengaruh nyata terhadap kombinasi perlakuan antara metode degreening dan konsentrasi ethephon, sedangkan rasa dan kesukaan tidak berpengaruh nyata.Siam orange is an orange which tends to be green when ripe. While the criteria that consumers often use to determine orange's favorite level are color. Green color of siam oranges peel can be improved by post-harvest degreening treatment. This research aimed to: 1) find out the difference between the spray and dip method on the peel color of siam oranges; 2) find out the effect of ethephon concentration on the peel color of siam oranges; 3) determine the effective degreening method and ethephon concentration for the degreening process in siam oranges. This research uses a Randomized Block Design (RBD) with two treatment factors. The first factor is the degreening method with two levels, namely the spray method with a nozzle size of 1 mm (M1) and the immersion method for two minutes (M2). The second factor is the concentration of ethephon with four levels, namely 500 ppm (K1); 1,000 ppm (K2); 1,500 ppm (K3); and 2,000 ppm (K4). The results of sensory assay test showed that the color and aroma significantly affected the combination of treatment between degreening method and ethephon concentration, while the taste and likeness had no significant effect.
1907722370F1F014001THE ELEMENTS OF ADAPTATION OF “RAPUNZEL” FAIRY TALE INTO TANGLED FILMABSTRAK

Nurlitasari, Jasmine. 2018. The Elements of Adaptation of “Rapunzel” Fairy Tale into Tangled Film. Skripsi. Pembimbing 1: Lynda Susana Widya Ayu F. S.S., M.Hum., Pembimbing 2: Aidatul Chusna, S.S., M.A., Penguji: Muhammad Taufiqurrohman, S.S., M.Hum. Kementrian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Universitas Jenderal Soedirman, Fakultas Ilmu Budaya, Jurusan Sastra Inggris, Program Studi Sastra Inggris, Purwokerto.

Penelitian ini berjudul “The Elements of Adaptation of “Rapunzel” Fairy Tale into Tangled Film” bertujuan untuk menemukan elemen-elemen adaptasi pada dongeng “Rapunzel” dan film Tangled. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dalam menganalisis data utama. Data utama penelitian ini diambil dari naskah tertulis dan juga pendengaran visual dari film Tangled dan naskah dongeng “Rapunzel”. Dalam menganalisis data, peneliti menggunakan teori Film Adaptasi dari Linda Hutcheon berhubungan dengan elemen adaptasi pada kedua karya tersebut. Ada dua tahap dalam menjawab rumusan masalah. Tahap pertama adalah mengumpulkan data dari dongeng, film dan sumber lainnya yang berhubungan dengan elemen adaptasi. Tahap kedua adalah meneliti elemen adaptasi pada kedua karya; dongeng dan film, dengan cara membaginya menjadi lima elemen, seperti apa, siapa, mengapa, dimana dan kapan. Berdasarkan penelitian ini, peneliti menemukan elemen adaptasi dapat dilihat dari lima kategori, apa, siapa, mengapa, dimana dan kapan. Selanjutnya, elemen apa terdiri dari mode keterlibatan dan teknik adaptasi. Elemen siapa dan mengapa terdiri dari orang yang mengadaptasi karya asli dan alasan untuk mengadaptasi karya tersebut. Dan, elemen dimana dan kapan terdiri dari masalah feminis, tempat, waktu dan media pada karya adaptasi.


Kata Kunci: Dongeng, Film Adaptasi, Apa, Siapa, Mengapa, Dimana, Kapan.
ABSTRACT

Nurlitasari, Jasmine. 2018. The Elements of Adaptation of “Rapunzel” Fairy Tale into Tangled Film. Thesis. Supervisor 1: Lynda Susana Widya Ayu F. S.S., M.Hum., Supervisor 2: Aidatul Chusna, S.S., M.A., Examiner: Muhammad Taufiqurrohman, S.S., M.Hum. Ministry of Research, Technology and Higher Education, Jenderal Soedirman University, Humanities Faculty, English Department, English Study Program, Purwokerto.

This research entitled “The Elements of Adaptation of “Rapunzel” Fairy Tale into Tangled Film” is aimed to figure out the elements of adaptation of “Rapunzel” fairy tale into Tangled film. This research uses qualitative method to analyse the main data of the research. The main data of this research are taken from the written transcript and also visual auditory of Tangled film and the script of “Rapunzel” fairy tale. In analysing the data, the researcher uses Film Adaptation theory by Linda Hutcheon relate with the elements of adaptation in both two works. There are 2 steps in answering the research question. The first step is collecting the data from fairy tale, film and the other sources which relate to the elements of adaptation. The second step is examining the elements of adaptation in both works; the fairy tale and the film, by dividing them into five elements, such as what, who, why, where and when. Based on this analysis, the researcher figures out the elements of adaptation can be seen from five categories, what, who, why, where and when. Further, what element consists of the modes of engagement and the techniques of adaptation. Who and why elements consist of the person who adapt the original work and the reason of adapt it. Then, where and when elements consist of feminist issue, place, time and media of adaptation work.


Keywords: Fairy Tale, Film Adaptation, What, Who, Why, Where, When.
1907822369H1G014033PENGARUH ENDOSULFAN TERHADAP EKSPRESI GEN GtH-IIß
PADA IKAN NILEM (Osteochilus hasseltii C.V.) BETINA
Endosulfan merupakan neurotoksin yang bersifat persisten, toksisitas tinggi dan termasuk kedalam hydrophobic organic contaminant (HOC). Endosulfan sulit terdegradasi sehingga cenderung meninggalkan residu di lingkungan. Hal tersebut berdampak pada kelangsungan hidup biota air termasuk ikan karena menghambat reproduksi ikan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh konsentrasi dan waktu paparan endosulfan yang mengganggu ekspresi gen GtH-IIß ikan nilem (Osteochilus hasseltii C.V.) betina. Metode penelitian menggunakan metode eksperimental dengan desain penelitian Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan paparan endosulfan yaitu sebesar 0 ppb; 0,88 ppb; 1,76 ppb dan 2,64 ppb. Waktu paparan dilakukan selama empat minggu dengan interval pengambilan sampel setiap dua minggu. Penelitian dilakukan melalui 4 tahap yaitu pengambilan hipotalamus, isolasi RNA, DNAse Treatment dan pengukuran ekspresi gen GtH-IIß menggunakan Real-Time PCR. Data kuantitatif nilai ekspresi gen GtH-IIß dianalisis dengan one way anova dan uji BNT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa paparan endosulfan dengan konsentrasi dan waktu paparan yang berbeda tidak berpengaruh nyata terhadap nilai ekspresi gen GtH-IIß ikan nilem betina.Endosulfan is a neurotoxin persistent, high toxicity and belongs to the hydrophobic organic contaminant (HOC). Endosulfan is difficult to degrade so it tends to leave a residue in the environment. This has an impact on the survival of aquatic biota including fish because it inhibits the reproduction of fish. The purpose of this study was to determine the effect of concentration and exposure time of endosulfan that can interfere with GtH-IIß gene expression in Osteochilus hasseltii C.V. females. The method used experimental method with Completely Randomized Design. The treatment of endosulfan exposure was 0 ppb; 0.88 ppb; 1.76 ppb and 2.64 ppb. The exposure time is carried out for four weeks with a sampling interval every two weeks. The study was conducted through 4 stages of hypothalamus removal, RNA isolation, DNAse Treatment and GtH-IIß gene expression measurements using Real-Time PCR. The quantitative data in the form of GtH-IIß gene expression were analyzed by one-way-anova and BNT test. The results showed that endosulfan exposure with different concentration and time did not significantly affect the GtH-IIß gene expression in nilem females.
1907922371E1A012265PERANAN PUSAT PELAPORAN DAN ANALISIS TRANSAKSI KEUANGAN DALAM PENCEGAHAN DAN PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA PENCUCIAN UANG
(Studi wilayah Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta)
ABSTRAK
PERANANAN PUSAT PELAPORAN DAN ANALISIS TRANSAKSI KEUANGAN DALAM PENCEGAHAN DAN PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA PENCUCIAN UANG
(studi wilayah Kejaksaan Tinggi Negeri DKI Jakarta)
Oleh :
Dewi Puspa Aryanti
(E1A012265)

Tindak Pidana Pencucian Uang merupakan kejahatan yang sangat merugikan sistem kestabilitasan ekonomi suatu negara. Untuk menanggulangi dan mencegah terjadinya Money Loundering maka pemerintah membuat Undang- Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang tindak pidana pencucian uang. Yang didalamnya turut mengilhami dibentuknya suatu lembaga baru yaitu Pusat Pelaporan Dan Analisis Transaksi Keuangan dengan fungsi financial intelligence unit.
PPATK memegang peranan kunci dari mekanisme pencegahan dan pemberantasan TPPU, yakni mengumpulkan, memproses, dan menganalisis informasi yang berkaitan dengan kecurigaan atau berindikasi pencucian uang. Dengan temuan dan Hasil analisa laporan transaksi mencurigakan yang diperoleh dari penyedia jasa keuangan dalam maupun luar negeri PPATK dapat membantu penegak hukum. Dalam Hal ini Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta dalam melakukan penyelidikan, penyidikan dan penuntutan .
Informasi tertulis yang berupa Laporan hasil analisis transaksi keuangan mencurigakan dapat menjadi acuan sebagai temuan awal untuk mencari bukti-bukti yang dapat diajukan alat bukti yang sah menurut KUHAP. Untuk mewujudkan negara Indonesia yang bebas dari money loundering maka kerjasama antara PPATK dan Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta sebagai penegak hukum harus dilakukan secara efektif dan efisien.

Kata Kunci : Money loundering, laporan hasil analisis, PPATK, dan Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta.
ABSTRAC
The Role Of Indonesian Financial Transaction Reports And Analysis Centre In Prevention And Eradiction Money Loundering
( Area Studies High Prosecutor General DKI Jakarta )
By :
Dewi Puspa Aryanti
(E1A012265)
Money loundering is a crime greatly affects the economic stability of country. To overcome and prevent the occurrence of money loundering then the goverment makes regulation number 8 years 2010 about money loundering. Which in it inspired the formation of a new institution is indonesian financial transaction reports and analysis centre with a function financial intelligence unit.
INTRAC play a key rple in money loundering prevention an if collecting, processing, and analyzing information related to suspicion or money loundering indications. With the findings and results of analysis of suspicious transaction reports obtained from domestic and enforcement. In this case a high prosecutions .
Written in information in the form of are report of the results of the analysis of suspicious financial transactions can be evidence that can be found valid evidence by criminal code procedures to redice the state of indonesian free from money loundering. The couperation between INTRAC and The High Prosecutor as a law enforcement must be done effectively and efficiently.
Key Word : Money Loundering, report on the result of the analysis, INTRAC, and The High Prosecutor General DKI Jakarta
1908022372C1C014067PENGARUH SDM, SAKD, TEKNOLOGI INFORMASI, SAP, DAN SPI TERHADAP KUALITAS LKPD PADA PEMERINTAH KABUPATEN KEBUMENPenelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh kompetensi sumber daya manusia, penerapan sistem akuntansi keuangan daerah, pemanfaatan teknologi informasi, penerapan standar akuntansi pemerintahan, serta penerapan sistem pengendalian internal terhadap kualitas laporan keuangan pemerintah daerah. Dorongan utama penelitian ini dilatarbelakangi oleh menurunnya opini atas LKPD Kabupaten Kebumen.
Jenis penelitian ini adalah penelitian survei dengan pendekatan penelitian kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah OPD di Kabupaten kebumen. Pemilihan sampel dengan teknik purposive sampling, dengan jumlah responden 72 orang pejabat struktural di OPD Kabupaten Kebumen. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa data primer dengan metode pengumpulan data berupa kuesioner yang disebarkan kepada Kepala instansi, kepala sub-bagian akuntansi dan keuangan serta staf sub-bagian akuntansi dan keuangan pada setiap OPD. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis regresi linear berganda.
Hasil penelitian membuktikan bahwa di OPD Kabupaten Kebumen, kompetensi sumber daya manusia tidak berpengaruh terhadap peningkatan kualitas laporan keuangan pemerintah daerah, penerapan sistem akuntansi keuangan daerah tidak berpengaruh terhadap peningkatan kualitas laporan keuangan pemerintah daerah, pemanfaatan teknologi informasi berpengaruh terhadap peningkatan kualitas laporan keuangan pemerintah daerah, penerapan standar akuntansi pemerintahan berpengaruh terhadap peningkatan kualitas laporan keuangan pemerintah daerah, serta penerapan sistem pengendalian internal berpengaruh terhadap peningkatan kualitas laporan keuangan pemerintah daerah.
This research is aimed to examine influence of human resources competence, application of regional financial accounting system, utilization of information technology, application of government accounting standard toward local government financial statements quality, and also application of internal control system toward local government financial statements quality. The research arose due to decreasing of opinion on the local government financial statements at Kebumen Regency.
Type of this research is survey research using quantitative research approach. Population of this research is OPD in Kebumen Regency. Sampling uses purposive sampling technique with respondents as much as 72 structural officials in OPD Kebumen Regency. Data used in this research is primary data using data collection method is questionnaire that is spread to Head of agency, Head of accounting and finance sub-division and staff of accounting and finance sub-divisions in each OPD. Analysis method used in this research is multiple linear regression analysis.
Result of this research shows that in OPD Kebumen Regency, human resources does not influence the quality improvement of local government financial statements, the application of local financial accounting system does not influence quality improvement of local government financial statements, the utilization of information technology influence improvement of local government financial statements quality, the application of government accounting standard influence improvement of local government financial statements quality, and also the application of internal control system influences quality improvement of local government financial statements.