| NIM | F1B113049 |
| Namamhs | MUHAMMAD THOL'AT AL FARAKHI |
| Judul Artikel | IMPLEMENTASI PROGRAM KAMPUNG KB (KELUARGA BERENCANA) DI DESA BANJARPARAKAN RW 09, KECAMATAN RAWALO, KABUPATEN BANYUMAS |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Pemerintah memiliki program Kampung KB (Keluarga Berencana) sebagai pendorong program KKBPK (Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga). Kabupaten Banyumas memiliki satu buah Kampung KB yang dibiayai APBN binaan Dinas Pembangunan Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A). Kampung KB dibentuk dengan tujuan agar wilayah 1 RW yang capaian dalam program KKBPK rendah dapat meningkat dan makin sejahter. Kampung KB Lestari Desa Banjarparakan RW 09 merupakan Kampung KB pertama yang diharapkan menjadi contoh maksimalnya program Kampung KB, namun dalam aspek lingkungan, pendidikan, ekonomi, dan sosial-budaya belum ada perkembangan. Kondisi kegiatan Kampung KB yang belum maksimal tersebut membuat kampung tersebut tidak mendapat gelar juara Lomba Kampung KB tingkat Kabupaten Banyumas tahun 2017. Hal tersebut mengindikasikan adanya ketidak patuhan implementor Kampung KB terhadap petunjuk teknis atau Standart Operational Procedure yang sudah ditetapkan oleh BKKBN (Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi program Kampung KB di Desa Banjarparakan RW09 Kecamatan Rawalo Kabupaten Banyumas. Metode penelitian ini adalah metode kualitatif, dengan teknik pemilihan informan yaitu Purposive Sampling. Teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Metode analisis yang digunakan adalah model analisis interaktif menurut Milles dan Huberman dan keabsahan data diuji dengan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi program Kampung KB di Desa Banjarparakan RW09 sudah berjalan baik dalam beberapa aspek seperti pembentukan struktur organisasi yang pengurusnya sudah memiliki pengalaman, koordinasi antara pengurus dengan Dinas Pembangunan Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak sudah baik, capaian-capaian dalam KB sudah meningkat tiap tahunnya, fasilitas yang didapatkan dirasa masih mencukupi sesuai kebutuhan. Beberapa petunjuk teknis atau Standart Operational Procedure dilaksnakan dengan baik, namun kegiatan bidang lain yaitu lingkungan, pendidikan, ekonomi, dan sosial –budaya belum ada masterplan sebagai pedoman melakukan kegiatan. Pengawasan dalam bentuk laporan evaluasi belum terlaksana dengan baik. Hal tersebut disebabkan karena implementor tidak menjalankan petunjuk teknis. Dampaknya adalah Kampung KB Lestari tidak sesuai harapan atau tujuan dibentuknya Kampung KB yang mampu meningkatkan berbagai aspek kehidupan di masyarakat. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Goverment have a program is Kampung KB (Keluarga Berencana) as turn up the program is KKBPK (Kependudukan, Keluarga Berencana, Pembangunan Keluarga). Banyumas City have Kampung KB wich is budgeted by APBN wich in guide of Dinas Pembangunan Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A). Kampung KB is developed for grow up some indicator in program KKBPK, welfare and community health can more grow up. Kampung KB Lestari Banjarparakan Village RW09 is Pilot Project in Banyumas city, but not maximal in some aspect likes environment, education, economic, social, and culture. The condition of Kampung KB wich not maximal has made this village have not the predicate in competion of Kampung KB in Distric Level at 2017. In the condition is not compliance indication of implementor of Kampung KB from the Standart Operational Procedure wich maked by BKKBN (Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional). The Purposive of this research is to know implementation of Kampung KB Lestari Programme in Banjarparakan Village RW09, Rawalo, Banyumas City. The Research Metode is Kualitatif Metode, using Purposive Sampling Technic in selection of informan. The Collection Data is through in-depth interview, observation, and documentation. The Annalysis Metode is using the interaktive annalys from Milles and Huberman, and the validation data is test through Triangulation Sourch. The Result of research had show that implementation of Kampung KB Programme in Banjarparakan Village RW09 had good proccess in some aspect as like as formation of organitation structure wich have commpetence implementor, coordination beetwen the implementor with Dinas Pembangunan Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak is good. Some indicator had good in KKPBK divition every last years, The facilities had suffice the needs. Some of Standart Operational Procedure had be good act, but in other divition likes environment, edication, economic, and Social-Culture is have not masterplan as guide to do the event. In controlig, have not evaluating report. The matter because the implementor did not the standart operational procedure. That effects are Kampung KB have not make some purpose the programme in multi effect of community life. |
| Kata kunci | Implementasi, Kampung KB, Standart OperationalProcedure |
| Pembimbing 1 | Dr. Dyah Retna P , M.Hum |
| Pembimbing 2 | Drs. Moh. Imron , M.Si |
| Pembimbing 3 | Dr. Sukarso , M.Si |
| Tahun | 2019 |
| Jumlah Halaman | 18 |
| Tgl. Entri | 2019-07-04 12:35:31.351448 |
|---|