Artikelilmiahs
Menampilkan 19.001-19.020 dari 50.066 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 19001 | 22314 | C1C013060 | PENGARUH SISTEM INFORMASI AKUNTANSI, KEMAMPUAN MENYUSUN LAPORAN KEUANGAN, DAN TEKNOLOGI TERHADAP KINERJA UKM DI PURWOKERTO | Judul Penelitian ini adalah Pengaruh Sistem Informasi Akuntansi, Kemampuan Menyusun Laporan Keuangan dan Teknologi Terhadap Kinerja UKM di Purwokerto. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh sistem informasi akuntansi, kemampuan menyusun laporan keuangan, dan teknologi terhadap kinerja pada usaha kecil dan menengah bidang perdagangan di Purwokerto. Populasi dalam penelitian ini adalah usaha kecil dan menengah bidang perdagangan di Purwokerto. Teknik purposive sampling digunakan dalam penelitian ini dengan jumlah 46 UKM. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi, wawancara, dan kuesioner. Data yang dikumpulkan diolah dengan menggunakan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sistem informasi akuntansi berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap kinerja UKM, kemampuan menyusun laporan keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja UKM, sedangkan teknologi berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap kinerja UKM. Diharapkan hasil penelitian ini dapat diterapkan usaha kecil dan menengah di Purwokerto untuk meningkatkan sistem informasi akuntansi, kemampuan menyusun laporan keuangan dan teknologi. | The title of this research is the influence of the accounting information system, the ability of drawing up financial reports on performance and technology SMES in Purwokerto. This research aims to test the influence of accounting information system, the ability of drawing up the financial statements, and technology on performance on small and medium enterprises trading in Purwokerto. The population in this study was small and medium enterprises trading in Purwokerto. Purposive sampling technique used in this study with a total of 46 SMES. The collection of data in this study using observation, interviews, and questionnaires. The data collected is processed by using multiple linear regression analysis. The results of this research show that the accounting information system is positive but not significant effect on performance capabilities of SMEs, craft a financial report positive and significant effect on performance, while the SME technology positive but not significant effect on performance of SMES. Expected results of this research can be applied to small and medium enterprises in Purwokerto to improve information systems, accounting, financial reporting and drafting capabilities of the technology. | |
| 19002 | 22315 | G1H011030 | HUBUNGAN TINGKAT ASUPAN ENERGI DAN POLA ASUPAN BERAGAM DENGAN STATUS GIZI ANAK SEKOLAH DASAR NEGERI 2 KRANJI DI PURWOKERTO | Latar Belakang : Anak usia sekolah merupakan kelompok yang pada masa pertumbuhannya sering mengalami masalah gizi. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi status gizi adalah pola konsumsi makan. Pola konsumsi yang beragam dan bergizi seimbang akan berdampak pada status gizi yang baik dan sebaliknya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat konsumsi energi dan pola asupan beragam terhadap status gizi anak sekolah SD Negeri 2 Kranji di Purwokerto. Metode : Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian studi analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel sebanyak 72 anak sekolah, sampel diambil dengan menggunakan teknik sampling, yaitu Purposive Sampling. Pengukuran tingkat konsumsi energi menggunakan kuisioner Food recall, pola asupan beragam menggunakan kuisioner FFQ dan status gizi menggunakan perhitungan IMT/U. Analisis bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil Penelitian : Hasil uji chi-square menunjukan terdapat hubungan antara tingkat konsumsi energi dengan status gizi nilai p value 0,037 ( p<0.05). Tidak ada hubungan antara pola asupan beragam dengan status gizi nilai p value 0.196 (p>0,05) Kesimpulan : Terdapat hubungan antara tingkat konsumsi energi dengan status gizi. tidak terdapat hubungan antara pola asupan beragam dengan status gizi. | Background : Schoolchild are the group in growing period often have nutritional problems. One of the factors that can affect the nutritional status is food consumption pattern. Different consumption pattern and balanced nutrition will have an impact on good nutritional status and vice verse. This research aims to determine the correlation between energy consumption level and the pattern of diverse intake with nutritional status schoolchild SDN 2 Kranji in Purwokerto. Method : This research use analytic study design research with cross sectional approach. A sample of 72 schoolchild, sample were taken by sampling technique, that is Purposive Sampling. Measurement energy consumption level using 24-hour food recall, Diverse intake pattern using food frequency quesioner and nutritional status using IMT/U calculation. Bivariate analysis using chi-square test. Results : The result of chi-square test shows that there is correlation between energy consumption level and nutritional status of p value 0,037 (p<0,05). There is no relationship between diverse intake pattern with nutritional status p value 0,196 (p>0,05). Conclusion : There is a correlation between energy consumption level with nutritional status. There is no correlation of diverse intake pattern with nutritional status. | |
| 19003 | 25503 | I1A015088 | FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN MUSCULOSKELETAL DISORDERS (MSDs) PADA SALES PROMOTION GIRL (SPG) DI MATAHARI DEPARTMENT STORE PURWOKERTO | Latar Belakang : Musculoskeletal Disorders (MSDs) merupakan keluhan pada otot rangka, tendon, ligament, dan persendian. SPG berisiko mengalami MSDs karena sikap kerja berdiri dalam jangka waktu yang lama. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor apa saja yang berpengaruh terhadap kejadian MSDs pada SPG di Matahari Department Store. Metode: Penelitian ini merupakan observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah SPG di Matahari Department Store Purwokerto, pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling dengan jumlah sampel 64 orang. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara dan observasi. Data dianalisis dengan uji regresi logistik dengan derajat kepercayaan 95%. Hasil Penelitian : Variabel yang berpengaruh adalah beban angkat (0,23). Variabel yang tidak berpengaruh adalah frekuensi gerakan (0,738), sikap kerja (0,998), usia (0,642), status gizi (0,865), kebiasaan olahraga (0,493), masa kerja (0,962), dan pemakaian sepatu hak tinggi (0,133). Simpulan : Variabel yang paling berpengaruh adalah beban angkat. Saran : Sebaiknya menggunakan alat bantu seperti troli untuk pemindahan barang dan menyesuaikan beban yang akan diangkat. | Background : Musculoskeletal Disorders (MSDs) are complaints of skeletal muscles, tendons, ligaments, and joints. SPG are at risk of experiencing MSDs because of standing with long period while working. Purpose of this research is to determine factors that related with MSDs in SPG at Matahari Department Store. Methods : This research was observational analytic using cross sectional approach. Population are Sales Promotion Girl at Matahari Department Store Purwokerto, samples are 64 people using simple random sampling technique. Data collection technique were conducted by using interview and observation. Data were analyzed by binary logistic regression test with 95% signifancy. Result : Variable that affect is weight lifting (0,23). Variables that not affect are frequency of motion (0,738), work attitude (0,998), age (0,642), BMI (0,865), sports habit (0,493), work period (0,962), and the uses of high heels (0,133). Conclusion : Variable that affect to MSDs in SPG at Matahari Department Store is weight lifting. Suggestion : Use a tool such as trolley to move goods and adjust the load to be lifted. | |
| 19004 | 25525 | E1A013264 | TEKNIK PENGUNGKAPAN PENYIDIK DALAM TINDAK PIDANA PENIPUAN (TINJAUAN YURIDIS No: B/533/XI/2017/Reskrim/6-11-2017 DI POLRES PURBALINGGA) | TEKNIK PENGUNGKAPAN PENYIDIK DALAM TINDAK PIDANA PENIPUAN (TINJAUAN YURIDIS No: B/533/XI/2017/Reskrim/6-11-2017 DI POLRES PURBALINGGA) Oleh: RAIBEN ASAR DILA E1A013264 ABSTRAK Teknik pengungkapan merupakan suatu cara bagaimana negara melalui alat-alat kekuasaannya menentukan kebenaran tentang terjadinya suatu pelanggaran hukum pidana. Teknik pengungkapan mencakup penyelidikan, penyidikan dan pemeriksaan yang diatur dalam KUHAP. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui teknik pengungkapan penyidik dalam tindak pidana penipuan dan hambatan yang ditemui dalam penerapan teknik pengungkapan tersebut. Metode penelitiaan yang digunakan adalah yuridis sosiologis dengan spesifikasi penelitian deskriptif. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan informan, sedangkan data sekunder diperoleh dari studi kepustakaan. Data yang diperoleh kemudian diolah dan dianalisis metode normatif kualitatif dan disajikan dalam bentuk uraian yang tersistematis. Hasil penelitian dan pembahasan menunjukan bahwa teknik pengungkapan penyidik dalam tindak pidana penipuan di Polres Purbalingga dilakukan dengan penerapan ilmu kriminalistik yang di dalamnya terdapat teknik penyidikan dan taktik penyidikan. Hambatan yang ditemui antara lain 1) penegak hukum, kurangnya kemampuan sumber daya manusia dari penyidik; 2) Sarana dan fasilitas kurang memadai; 3) Masyarakat, kurangnya kesadaran akan hukum. | INVESTIGATORS DISCLOSURE TECHNIQUE IN CRIMINAL ACTS of FRAUD (Juridical Review of Police Investigation and Interrogation Report No: B/533/XI/2017/Reskrim/6-11-2017 at Purbalingga Regional Police) By: RAIBEN ASAR DILA E1A013264 ABSTRACT Disclosure technique is the states way through its instrument power to determine the truth about the occurrence of criminal laws violation. Disclosure techniques include investigation, investigation and examination that regulated in Criminal Code Procedures. This research purposes to determine the investigator's disclosure techniques in criminal acts of fraud and obstacles encountered in the application of the disclosure technique. This research uses method of sociological juridical which is used descriptive analytical in research specification. The data used in this research are primary and secondary data. Primary data is obtained through interviews with informants, while secondary data is obtained from library studies. The Obtained data then be processed and analyzed by qualitative normative methods and presented in systematic form of description. Based on the result of research is shown that investigators disclosure techniques in criminal acts of fraud at Purbalingga Regional Police are carried out by the application of criminalistic in which there are techniques of investigation and tactics of investigation. The obstacles that are encountered of this research are 1) about law enforcer, lack of human resource capabilities from investigators; 2) about facilities, Lack of adequate facilities became a barrier for Purbalingga Regional Police; 3) about,Lack of people legal awareness. | |
| 19005 | 26183 | L1B015008 | Differensial Leukosit dan Titer Antibodi Ikan Nila (Oreochromis niloticus) Yang Diberi Pakan Dengan Penambahan Vitamin C | Vitamin C dapat digunakan untuk meningkatkan daya tahan tubuh ikan yang tergambarkan oleh differensial leukosit dan titer antibodi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian vitamin C pada pakan terhadap differensial leukosit dan titer antibodi ikan nila (Oreochromis niloticus). Penelitian ini dilakukan menggunakan metode eksperimental dengan rancangan acak lengkap (RAL), menggunakan 3 perlakuan yaitu kontrol, dosis 150 mg/kg pakan, dan dosis 300 mg/kg pakan. Setelah dilakukan pemeliharaan selama 40 hari, 6 ekor ikan/perlakuan diambil untuk pengamatan parameter darah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian vitamin C dengan dosis 300 mg/kg pakan dapat meningkatkan persentase limfosit dan menurunkan persentase monosit pada ikan nila (Oreochromis niloticus). Sedangkan pemberian vitamin C pada semua dosis tidak berpengaruh terhadap persentase polymorfonuklear dan titer antibodi pada ikan nila (Oreochromis niloticus). | Vitamin C can be used to increase the endurance of fish which is described by differential leukocytes and titer antibody. The aim of this research was to determine the effect of vitamin C supplemented in feed on differential leukocytes and titer antibody of Tilapia (Oreochromis niloticus). This study used an experimental method with a completely randomized design (CRD), using 3 treatments namely control, a dose of 150 mg/kg of feed, and a dose of 300 mg/kg of feed. After maintenance for 40 days, 6 fish/treatments were taken for observation of blood parameters. The results showed that giving of vitamin C at a dose of 300 mg/kg of feed increased the percentage of lymphocytes and decreased the percentage of monocytes in Tilapia (Oreochromis niloticus). Vitamin C at all doses does not affect the percentage of polymorphonuclear and titer antibody in Tilapia (Oreochromis niloticus). | |
| 19006 | 22319 | A1M014021 | PENGARUH FORMULASI TERHADAP SIFAT FISIKOKIMIA DAN MIKROBIOLOGI EDIBLE COATING DENGAN PENAMBAHAN EKSTRAK SEREH DAPUR (Cymbopogon citratus) | Edible coating merupakan suatu lapisan tipis yang dibuat dari bahan yang dapat dimakan; dibentuk untuk melapisi makanan yang berfungsi sebagai penghalang terhadap perpindahan massa (kelembaban, oksigen, cahaya, lipid, dan zat terlarut). Edible coating memiliki kemampuan sebagai pembawa (carrier) bagi senyawa bioktif yang bersifat sebagai antioksidan dan atau antimikroba, sehingga mampu meningkatkan nilai fungsional edible coating. Sereh dapur mengandung senyawa bioaktif, namun pemanfaatannya dalam edible coating masih jarang ditemui.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bahan pengisi terhadap sifat fisikokimia dan mikrobiologi edible coating dengan penambahan ekstrak sereh dapur yang dihasilkan, pengaruh lama pemanasan terhadap sifat fisikokimia dan mikrobiologi edible coating dengan penambahan ekstrak sereh dapur yang dihasilkan, dan pengaruh variasi konsentrasi ekstrak sereh dapur terhadap sifat fisikokimia dan mikrobiologi edible coating dengan penambahan ekstrak sereh dapur yang dihasilkan. Penelitian ini adalah penelitan eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Tiga faktor yang diteliti yaitu bahan pengisi (B) terdiri atas Maltodekstrin 1% (B1) dan CMC 0,5% (B2); lama pemanasan (T) terdiri atas 3 menit (T1) dan 5 menit (T2); serta konsentrasi ekstrak sereh dapur terdiri atas 0% (kontrol), 0,5% (K1), 1% (K2) dan 1,5% (K3). Variabel yang diamati pada penelitian adalah variabel fisikokimia yang terdiri dari total rendemen, viskositas, kelarutan dalam aquades dan ethanol 96%, pH, dan aktivitas antioksidan; serta variabel mikrobiologi berupa aktivitas antimikroba terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Eschericia coli. Data analisis fisikokimia dan mikrobiologi dianalisis dengan menggunakan uji F (analisis ragam) pada tingkat kepercayaan 95% dengan ANOVA. Jika analisis data menunjukkan berpengaruh nyata dilanjutkan dengan Duncan Multiple Range Test (DMRT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan pengisi maltodekstrin 1% menghasilkan edible coating dengan total rendemen, kelarutan dalam aquades, aktivitas antioksidan, dan aktivitas antimikroba yang lebih tinggi dari edible coating dengan bahan pengisi CMC 0,5%; namun memiliki viskositas dan pH yang lebih rendah dari bahan pengisi CMC 0,5%. Pemanasan 5 menit menghasilkan viskositas edible coating yang lebih rendah dari pemanasan edible coating selama 3 menit, kelarutan dalam aquades dan kelarutan dalam etanol 96% yang lebih tinggi dari lama pemanasan selama 3 menit. Konsentrasi ekstrak sereh dapur sebanyak 1,5% menghasilkan pH edible coating yang lebih rendah dibandingkan pH edible coating dengan perlakuan lain, namun memiliki aktivitas antioksidan dan aktivitas antimikroba yang tinggi dibandingkan dengan konsentrasi kontrol, 0,5%, dan 1%. | Edible coating is a thin layer made of edible materials; formed to coat food that serves as a barrier of mass transfer (moisture, oxygen, light, lipids, and solutes). Edible coating capable as a carrier for bioactive compounds such as antioxidant and/or antimicrobial compounds, therefore can increase functional value of the edible coating. Lemongrass contains bioactive compounds, but its utilization in edible coating is still rare. This study aimed to determine the influence of filler material on physicochemical and microbiological properties of edible coating with the addition of lemongrass extract, the influence of heating time on physicochemical and microbiological properties of edible coating with addition of lemongrass extract, and the influence of lemongrass extract concentrations on physicochemical and microbiological edible coating with addition of lemongrass extract. This study is an experimental study using Completely Randomized Design (RAL). Three factors studied were filler (B) consisted of Maltodextrin 1% (B1) and CMC 0,5% (B2); heating time (T) consists of 3 minutes (T1) and 5 minutes (T2); and the concentration of lemon grass extract consisted of 0% (control), 0.5% (K1), 1% (K2) and 1.5% (K3). The variables observed in the study were physicochemical variables consist of yield, viscosity, solubility in aquades and ethanol 96%, pH, and antioxidant activity; as well as microbiological variables (antimicrobial activity) using bacteria Staphylococcus aureus and Eschericia coli. The data were analyzed by using F test (analysis of variance) at 95% confidence level with ANOVA. If the data analysis shows a real effect followed by Duncan Multiple Range Test (DMRT). Results of the research showed that maltodextrin 1% produced edible coating with yield, solubility in aquades, antioxidant activity, and antimicrobial activity higher than edible coating using CMC 0,5%; but has a lower viscosity and pH compare to those using 0.5% CMC filler. The heating time for 5 minutes resulted in lower viscosity, solubility in aquades and solubility in 96% ethanol higher than heating time for 3 min. Concentrations of lemon grass extract as much as 1.5% have a lower pH but have antioxidant activity and high antimicrobial activity compared with concentrations of 0%, 0.5%, and 1%. | |
| 19007 | 22317 | G1B014019 | FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP PRAKTIK MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN SAMPAH DI DESA KETENGER KECAMATAN BATURRADEN KABUPATEN BANYUMAS | Abstrak FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP PRAKTIK MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN SAMPAH DI DESA KETENGER KECAMATAN BATURRADEN KABUPATEN BANYUMAS Hamdan Nur Zeha(1), Agnes Fitria W(2), Setiyowati Rahardjo(3) (1) Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Universitas Jenderal Soedirman (2) Dosen Kesehatan Masyarakat Universitas Jenderal Soedirman (3) Dosen Kesehatan Masyarakat Universitas Jenderal Soedirman Jl. Dr. Soeparno Karangwangkal Purwokerto 53123 Gedung B Jurusan Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman Telp. 082318630921 E-mail : nurzehahamdan@gmail.com Latar Belakang: Sampah merupakan masalah yang sulit untuk ditangani, setiap tahunnya timbulan sampah semakin meningkat, sehingga dibutuhkan pengelolaan sampah untuk mengurangi masalah persampahan, dari hal tersebut peneliti tertarik untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh dengan praktik masyarakat dalam pengelolaan sampah, lokasi penelitian di Desa Ketenger Baturraden. Tujuannya Mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh dengan praktik masyarakat dalam pengelolaan sampah di Desa Ketenger Kecamatan Baturraden Kabupaten Banyumas. Metodologi Penelitian: Jenis penelitian adalah analitik observasional dengan pendekatan crossectional, total sampel 102 responden, pengambilan sampel dilakukan dengan metode Multistage Random Sampling, teknik pengumpulan data menggunakan kuisioner melalui wawancara. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki praktik baik sebanyak 55 responden (53,9%). Berdasarkan analisis multivariat didapatkan 3 variabel yang berpengaruh yaitu sikap (P = 0,001 dan Exp(B) = 6,918), sarana prasarana (P = 0,019 dan Exp(B) = 3,201) dan keterpaparan media informasi (P = 0,003 dan Exp(B) = 4,215). Kesimpulan: Terdapat 3 variabel yang berpengaruh berdasarkan uji mulitivariat yaitu sikap, sarana prasarana dan keterpaparan media informasi. Saran dalam penelitian ini memaksimalkan pengelolaan sampah di Desa Ketenger dengan prinsip 3 R (Reduce, Reuse dan Recycle), baik itu oleh masyarakat maupun oleh pemerintah desa setempat. Kata kunci: Sampah, Pengelolaan, Masyarakat. | Abstract FACTORS AFFECTING COMMUNITY PRACTICES IN WASTE MANAGEMENT IN KETENGER VILLAGE DISTRICT BATURRADEN DISTRICT BANYUMAS DISTRICT Hamdan Nur Zeha(1), Agnes Fitria W(2), Setiyowati Rahardjo(3) (1) Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Universitas Jenderal Soedirman (2) Dosen Kesehatan Masyarakat Universitas Jenderal Soedirman (3) Dosen Kesehatan Masyarakat Universitas Jenderal Soedirman Jl. Dr. Soeparno Karangwangkal Purwokerto 53123 Gedung B Jurusan Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman Telp. 082318630921 E-mail : nurzehahamdan@gmail.com Background: Garbage is a difficult problem to handle, every year the waste generation is increasing, so that waste management is needed to reduce the garbage problem, from that the researcher is interested to know the factors that influence the society practice in waste management, research location in Ketenger Baturraden Village. The purpose of Knowing the factors that influence the community practice in waste management in Ketenger Village, Baturraden Sub-district, Banyumas Regency. Methods: The type of research was observational analytical with crossectional approach, total sample 102 respondents, sampling was done by Multistage Random Sampling method, data collecting technique using questionnaire through interview. Result: The results showed most respondents have good practice as much as 55 respondents (53.9%). Based on multivariate analysis, there were 3 influential variables, namely attitude (P = 0.001 and Exp (B) = 6.918), infrastructure (P = 0.019 and Exp (B) = 3.201) and exposure to information media (P = 0.003 and Exp (B) = 4.215). Conclusion: There are 3 variables that influence based on mulitivariate test that is attitude, medium of infrastructure and exposure of information media. Suggestion in this research maximize waste management in Ketenger Village with principle of 3 R (Reduce, Reuse and Recycle), either by society or by local village government. Keyword: Garbage, Management, Society. | |
| 19008 | 22316 | C1B012128 | ANALISIS PENGARUH BUDAYA ORGANISASI, KOMITMEN ORGANISASI, DAN KOMPENSASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN DENGAN KEPUASAN KERJA SEBAGAI VARIABEL MEDIASI | Penelitian ini berjudul “Analisis Pengaruh Budaya Organisasi, Komitmen Organisasi, Dan Kompensasi Terhadap Kinerja Karyawan Dengan Kepuasan Kerja Sebagai Variabel Mediasi”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan penelitian sebelumnyatentang faktor yang mempengaruhi kinerja karyawan dengan menambahkan variabel kepuasan kerja sebagai variabel mediasi. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Penelitian ini merupakan studi kasus dengan menggunakan metode survey. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi linear berganda metode Ordinary Least Square (OLS). Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data menunjukan bahwa, secara parsial budaya organisasi maupun kompensasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan, sedangkan komitmen organisasi berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap kepuasan kerja, budaya organisasi, komitmen organisasi, kompensasi maupun kepuasan kerja secara parsial mempunyai pengaruh yang positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan, kepuasan kerja memediasi secara signifikan pengaruh budaya organisasi maupun kompensasi terhadap kinerja karyawan, Namun, kepuasan kerja tidak memediasi pengaruh komitmen organisasi terhadap kinerja karyawan. Implikasi untuk penelitian ini yaitu perusahaan harus meningkatkan budaya organisasi, komitmen organisasi, kompensasi dan kepuasan kerja agar meningkatkan kinerja karyawan. | This research entitled "Analysis of Organizational Culture Influence, Organizational Commitment, And Compensation Against Employee Performance With Job Satisfaction As Variable Mediation". The purpose of this study is to develop previous research about factors that affect employee performance by adding job satisfaction variable as a mediation variable. The type of this research is quantitative research. This research is a case study using survey method. Analyzer used in this research is multiple linear regression method Ordinary Least Square (OLS). Based on the results of research and data analysis shows that, partially organizational culture and compensation have a positive and significant impact on employee job satisfaction, while organizational commitment has positive but not significant effect on job satisfaction, organizational culture, organizational commitment, compensation and job satisfaction partially have influence positive and significant to employee performance, job satisfaction mediates significantly the influence of organizational culture and compensation on employee performance, however, job satisfaction does not mediate the influence of organizational commitment to employee performance. The implication for this research is that company must improve organizational culture, organizational commitment, compensation and job satisfaction in order to improve employee performance. | |
| 19009 | 25504 | C1A014058 | PENGARUH TINGKAT INFLASI, EKSPOR NETO, TINGKAT BUNGA DAN JUMLAH UANG BEREDAR TERHADAP NILAI TUKAR RUPIAH SEBELUM DAN SESUDAH PENERAPAN SISTEM NILAI TUKAR MENGAMBANG BEBAS | Penelitian ini berjudul “Pengaruh Tingkat Inflasi, Ekspor Neto, Tingkat bunga dan Jumlah Uang Beredar Terhadap Nilai Tukar Rupiah Sebelum dan Sesudah Penerapan Sistem Nilai Tukar Mengambang Bebas”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh inflasi, ekspot neto, tingkat bunga dan jumlah uang beredar terhadap nilai tukar rupiah dan menganalisis ada atau tidaknya perubahan struktur dalam data sebelum dan sesudah penerapan sistem nilai tukar mengambang bebas. Analisis data yang digunakan untuk mengetahui ada tidaknya perubahan struktur dalam data yaitu menggunakan uji Chow. Jumlah variabel yang digunakan adalah 5 variabel. Kelima variabel tersebut antara lain nilai tukar rupiah (dependen) dan tingkat inflasi, ekspor neto, tingkat bunga dan jumlah uang beredar (independen). Jenis data dalam penelitian ini adalah data seekunder. Data yang diambil adalah data nila tukar rupiah terhadap dolar AS, tingkat inflasi, ekspor neto, tingkat bunga dan jumlah uang beredar yang keseluruhan datanya berperiodik semesteran. Data tersebut diambil dari SEKI Bank Indonesia dan International Financial Statistic. Berdasarkan hasil analisis data menggunakan regresi data time series menunjukkan bahwa:(1) Secara simultan baik sebelum maupun sesudah penerapan sistem nilai tukar mengambang bebas variabel inflasi, ekspor neto, tingkat bunga dan jumlah uang beredar berpengaruh secara signifikan terhadap nilai tukar. (2) Secara parsial variabel inflasi semester sebelumnya dan tingkat bunga memiliki pengaruh yang tidak signifikan terhadap perubahan nilai tukar (3) Variabel ekspor neto berpengaruh negatif terhadap nilai tukar baik sebelum maupun sesudah penerapan sistem nilai tukar mengambang bebas. (4) Variabel jumlah uang beredar tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap nilai tukar pada periode sebelum penerapan sistem nilai tukar mengambang bebas dan berpengaruh positif pada periode setelah penerapan sistem nilai tukar mengambang bebas. Terdapat pemisahan dan perubahan struktur dalam data nilai tukar rupiah terhadap dola AS pada periode 1991 semester 1 – 2017 semester. Implikasi dari kesimpulan penelitian ini yaitu koordinasi antara Bank Indonesia dan Pemerintah dalam menentukan sasaran inflasi sesuai dengan kondisi perekonomian Indonesia. Menjagar ekspor neto agar berada pada kondisi yang positif, memberikan insentif bagi komoditas ekspor yang berpeluang menguasai pasar global, melakukan substitusi impor bagi komoditas yang dapat diproduksi dalam negeri. Menjaga dan mengatur tingkat bunga sesuai dengan situasi perekonomian dunia. Menjaga agar jumlah uang yang beredar tidak melebihi kebutuhan pasar dan memberikan penyuluhan pentingnya menabung di bank. | This study entitled "The Influence of Inflation Rates, Net Exports, Interest Rates and the Amount of Money Circulating Against Rupiah Exchange Rates Before and After the Application of the Free Floating Exchange Rate System". The purpose of this study was to analyze the effect of inflation, net expansion, interest rates, and the money supply on the rupiah exchange rate and analyze the effect of applying the free-floating exchange rate system for the movement of the rupiah exchange rate. Variables of the money supply do not have a significant effect on the exchange rate in the period before the application of the free-floating exchange rate system and have a positive effect on the period after the application of the free-floating exchange rate system. There are separation and change in structure in the data on the rupiah exchange rate against the US dollar in the 1991 period 1 - 2017 semester. The type of data in this study is secondary data. The data used are the exchange rate of rupiah against the US dollar, the rate of inflation, net exports, interest rates and the amount of money in circulation, all of which are semi-annual. These data are taken from SEKI Bank Indonesia and International Financial Statistics. Based on the results of data analysis using time series data regression shows that: (1) Simultaneously both before and after the application of the variable free-floating exchange rate system, net exports, interest rates, and the money supply significantly influence the exchange rate. (2) Partially the previous semester inflation variables and interest rates have a non-significant effect on changes in exchange rates (3) Net export variables negatively affect the exchange rate both before and after the application of the free-floating exchange rate system. The implication of the conclusion of this study is the coordination between Bank Indonesia and the Government in determining the inflation target in accordance with Indonesia's economic conditions. Safeguarding net exports to be in a positive condition, providing incentives for export commodities that have the opportunity to dominate the global market, make import substitutions for commodities that can be produced domestically. Maintain and regulate interest rates, according to the world economic situation. Keeping the amount of money in circulation does not exceed market needs and provides information on the importance of saving money in a bank. | |
| 19010 | 28527 | E1A015144 | TINJAUAN YURIDIS TERHADAP PERJANJIAN UTANG LUAR NEGERI NOMOR 4077-IND ANTARA INDONESIA DENGAN INTERNATIONAL DEVELOPMENT ASSOCIATION | Otonomi non-akademik perguruan tinggi negeri yang mengakibatkan akses ekonomi masyarakat terhadap pendidikan tinggi semakin sulit setiap tahunnya mendorong Mahkamah Konstitusi untuk membatalkan Undang-undang No. 9 Tahun 2009 tentang Badan Hukum Pendidikan. Terbitnya undang-undang tersebut tidak terlepas dari proyek pendanaan kerja sama antara Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan World Bank yang berjudul Indonesia Managing Higher Education (IMHERE). Pendanaan ini terwujud dalam beragam perjanjian internasional salah satunya Credit Agreement Number 4077 antara International Development Association (IDA) dan Indonesia. Penelitian ini akan membahas bagaimana hubungan antara Indonesia dengan World Bank dan dampak dari Credit Agreement No.4077-IND. Metode yang digunakan adalah analisis dan deskriptif dengan pendekatan yuridis normatif. Sumber data yang digunakan adalah sumber data sekunder dengan penyajian berbentuk teks naratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Indonesia dengan World Bank tidak memiliki hubungan keanggotaan secara langsung karena World Bank tidak memiliki legal personality dan legal capacity sedangkan Indonesia memiliki hubungan hukum dengan IDA yang bersegi dua. Dampak utama dari Credit Agreement No.4077-IND adalah pembentukan dasar hukum otonomi non-akademik perguruan tinggi negeri yang melanggar perlindungan hak asasi yang diakui oleh ketentuan jus cogens dalam Vienna Convention on the Law of Treaties 1986. | The non-academic autonomy of state tertiary institutions which results in economic access to tertiary education is increasing every year encourage the Constitutional Court to overturn Undang-undang No. 9 Tahun 2009 tentang Badan Hukum Pendidikan. The issuance of the law is inseparable from a collaborative funding project between the Ministry of Education and Culture and the World Bank entitled Indonesia Managing Higher Education (IMHERE). This funding is manifested in various international agreements, one of which is the Credit Agreement Number 4077 between the International Development Association (IDA) and Indonesia. This study will discuss how the relationship between Indonesia and the IDA and the impact of Credit Agreement No. 4077-IND. The method used is an analysis and descriptive with normative juridical approach. The data source used a secondary data source with the presentation in the form of narrative text. The results showed that Indonesia and the World Bank did not have a direct membership relationship because the World Bank did not have legal personality and legal capacity while Indonesia had a legal relationship with a two-sided IDA. The main impact of Credit Agreement No. 4077-IND is the establishment of a legal basis for the non-academic autonomy of state universities that violates the protection of human rights recognized by the provisions of jus cogens in the Vienna Convention on the Law of Treaties 1986. | |
| 19011 | 28543 | D1A016153 | PERBEDAAN BOBOT TELUR DAN KUALITAS KERABANG TELUR ITIK DI TINGKAT PETERNAK WILAYAH TEGAL DAN PEMALAN THE DIFFERENCES OF EGG WEIGHT AND EGG SHELL QUALITY OF DUCK AT THE FARMER LEVEL IN TEGAL AND PEMALANG REGION | Penelitian bertujuan untuk membandingkan bobot telur itik dan kualitas kerabang telur itik di tingkat peternak wilayah Tegal dan Pemalang. Sasaran penelitian adalah ternak itik umur 8-12 bulan (periode produksi) di peternak wilayah Tegal dan Pemalang. Metode penelitian yang dilakukan menggunakan metode survey dengan teknik pengambian sampel yang digunakan yaitu purposive random sampling dengan pengukuran bobot dan kualitas kerabang telur itik dilakukan di Laboratorium Produksi Ternak Unggas Fakultas Peternakan, Universitas Jenderal Soedirman. Jumlah responden yang digunakan adalah 20 peternak dari masing-masing wilayah sehingga total ada 40 responden. Sepuluh peternak dari Kelompok Tani Ternak “Kemiri Barat” dan sepuluh peternak dari Kelompok Tani Ternak “Satelit” Desa Pesurungan Lor Kecamatan Margadana Kota Tegal dan sepuluh peternak dari Kelompok Tani Ternak “Bulu” juga sepuluh peternak dari Kelompok Tani Ternak “Klayeran” Kecamatan Petarukan Kabupaten Pemalang sebagai responden dengan setiap responden diambil 10 butir telur sehingga keseluruhan jumlah sampel yaitu 400 butir telur. Analisis data menggunakan Uji T dengan variabel yang diukur yaitu bobot telur dan kualitas kerabang telur yang meliputi kebersihan, ketebalan dan kekuatan kerabang telur itik. Hasil uji T menunjukkan berbeda tidak nyata (P > 0,05) pada bobot telur, ketebalan kerabang, dan kekuatan kerabang akan tetapi kebersihan kerabang menujukkan hasil berbeda nyata (P < 0,05). Secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa Itik Tegal yang dipelihara di tingkat peternak wilayah Tegal dan Pemalang memiliki kualitas telur yang relatif sama. Perbedaan yang signifikan hanya terlihat dari kebersihan kerabang telur. Telur Itik yang dipelihara di wilayah Pemalang kebersihan kerabangnya lebih bersih dibandingkan telur itik di wilayah Tegal. Kata Kunci : Bobot, Itik, Kerabang, Pemalang, Tegal, Telur | This study aimed to compare the differences between the egg weight and egg shell quality at the farmer level in Tegal and Pemalang Region. It used a survey method with purposive random sampling and egg quality observations performance in the Poultry Production Laboratory of Animal Husbandry Faculty, Jenderal Soedirman University. The research used 20 respondents from each region. Ten farmers each from farmer group “Kemiri Barat and Satelit” of Pesurungan Lor, Margadana, Tegal and “Bulu and Klayeran” Petarukan, Pemalang as respondents and 10 eggs from each farmer was obtained as samples, so the total sample needed 400 eggs. T-Test analysis used to measure the variables include egg weight, shell thickness, shell strength, and shell cleanliness. The result showed that there was not significant (P > 0,05) on egg weight, shell thickness and shell strength except shell cleanliness (P < 0,05). It concluded that duck egg in Tegal and Pemalang has quality relatively same. Significant differences showed from shell cleanliness. Duck egg in Pemalang is cleaner than Tegal duck egg. Keywords: Egg, Duck, Pemalang, Shell, Tegal, Weight | |
| 19012 | 22320 | C1J012037 | FACTORS AFFECTING POVERTY IN EAST JAVA PROVINCE 2011-2015 | Kemiskinan merupakan masalah yang penting dimana menjadi tujuan utama program yang dilakukan oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kemiskinan di Provinsi Jawa Timur tahun 2011-2015 dengan variabel independennya PDRB perkapita, pendidikan, upah, jumlah penduduk dan pengangguran. Data yang digunakan adalah data panel yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Timur dan sumber lainnya sebagai pendukung dengan sampel 38 Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Timur. Hasil penelitian dengan menggunakan software Eviwes bahwa model yang tepat untuk penelitian ini adalah Fixed Effect. Secara simultan variabel independen berpengaruh terhadap kemiskinan, sedangkan secara parsial variabel PDRB perkapita, pendidikan, jumlah penduduk dan pengangguran mempunyai pengaruh negatif terhadap kemiskinan, variabel upah mempunyai pengaruh positif dan jumlah penduduk merupakan variabel paling berpengaruh terhadap kemiskinan di Provinsi Jawa Timur tahun 2011-2015. | Poverty is one of crusial problem and importan goal for central also clocal government. This research to analyze factors affecting poverty in East Java Province 2011-2015 using independent variabels are PDRB percapita, education, wage, population and unemployment. The data in this research using data panel collected from Central Agency of Statistic East Java Province and other supporting sources with the sample 38 districts in East Java Province. The result that Fixed Effect is the fit and best model for this research by using Eviews software program. All variabels independent are simultaneously affect poverty. Partially PDRB percapita and population have negative affect and wage have positife affect on poverty in East Java Province 2011-2015. Also population is the most affecting variable on poverty. | |
| 19013 | 22321 | A1M012070 | Preferensi Konsumen Terhadap Kemasan Keripik Tempe di "Sawangan No.1" Purwokerto | Keripik tempe merupakan makanan ringan hasil olahan dari bahan dasar tempe yang renyah, gurih, dan lezat. Kemasan merupakan ilmu, seni, dan teknologi yang bertujuan untuk melindungi sebuah produk saat akan dikirim, disimpan atau dijajakan atau disebut juga sebagai proses produksi yang bertujuan untuk mengemas. Kemasan yang digunakan oleh UKM “Sawangan No.1” merupakan plastik biasa yang dirasa kurang menarik. Perlu dilakukan penelitian preferensi konsumen terhadap kemasan supaya UKM “Sawangan No.1” dapat mennganti kemasan lebih menarik sesuai kesukaan konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui preferensi konsumen terhadap warna kemasan 2) Mengetahui preferensi konsumen terhadap ukuran produk 3) Mengetahui preferensi konsumen terhadap jenis kemasan 4) Mengetahui preferensi konsumen terhadap jenis dan ukuran serta harga jual produk 5) Mengetahui preferensi konsumen terhadap tempat pembelian keripik tempe “Sawangan No.1” 6) Mengetahui preferensi konsumen terhadap media promosi keripik tempe “Sawangan No.1”. Penelitian dilaksanakan secara survai di “Sawangan No.1” Purwokerto, serta di Laboratorium Teknologi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Penelitian ini menggunakan bundel kuisioner dengan skala likert 1) sangat tidak suka 2) tidak suka 3) agak tidak suka 4) netral 5) agak suka 6) suka 7) sangat suka. Variabel yang diamati meliputi 1) warna kemasan 2) ukuran produk 3) jenis dan bahan kemasan 4) jenis, ukuran, dan harga jual produk 5) tempat pembelian 6) media promosi. Pemilihan responden ditentukan dengan metode accidental sampling sebanyak 100 orang. Data yang diperoleh dari responden dianalisis menggunakan uji varian (uji F), kemudian dilakukan pengujian lanjut menggunakan uji DMRT dengan taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan hasil yang berbeda nyata pada setiap variabel yang diteliti: warna kemasan yang paling disukai oranye skor 5,98 (suka); ukuran produk yang paling disukai 250 g skor 6,00 (suka); jenis dan bahan kemasan yang paling disukai stand up pouch bening zipper skor 6,37 (suka-sangat suka); jenis bahan ukuran dan harga jual produk yang paling disukai stand up pouch bening zipper 250 g harga Rp. 15.500 skor 6,33 (suka-sangat suka); tempat pembelian yang paling disukai agen/distributor skor 6,67 (suka-sangat suka); media promosi yang paling disukai brosur di agen/distributor skor 6,02 (suka). | Tempe chips are processed snacks from the basic ingredients of tempeh which are crunchy, tasty and delicious. Packaging is a science, art, and technology that aims to protect a product when it is sent, stored or sold or also known as a production process that aims to package. The packaging used by SMEs "Sawangan No.1" is an ordinary plastic that is considered less attractive. Consumer preferences research needs to be done to the packaging so that SMEs "Sawangan No.1" can mennganti more attractive packaging according to consumer preferences. This study aims to: 1) Determine consumer preferences for color packaging 2) Knowing consumer preferences for product size 3) Knowing consumer preferences for the type of packaging 4) Knowing consumer preferences for the type and size and selling price of products 5) Knowing consumer preferences for the place of purchase chips for "Sawangan No.1" 6) Knowing consumer preferences for the medium of promotion of tempe chips "Sawangan No.1". The study was carried out in a survey in "Sawangan No.1" Purwokerto, as well as at the Agricultural Technology Laboratory, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, Purwokerto. This study uses a questionnaire bundle with a Likert scale 1) very dislike 2) dislike 3) rather dislike 4) neutral 5) rather like 6) likes 7) really likes. The observed variables include 1) packaging color 2) product size 3) type and packaging material 4) type, size, and product selling price 5) place of purchase 6) promotional media. The selection of respondents was determined by accidental sampling method of 100 people. Data obtained from respondents were analyzed using variance test (F test), then further testing was done using DMRT test with a level of 5%. The results showed significantly different results for each variable studied: the most preferred packaging color was orange score of 5.98 (like); most preferred product size 250 g score 6.00 (like); the most preferred type and packaging material stand up clear pouch zipper score 6.37 (like it very much); type of material size and selling price of the most preferred products stand up clear pouch zipper 250g price of Rp. 15,500 6.33 score (like-very like); most preferred place of purchase agent / distributor score of 6.67 (like-very like); The most preferred media brochure on agents / distributors scores 6.02 (likes). | |
| 19014 | 22329 | A1M014028 | APLIKASI EDIBLE COATING DENGAN PENAMBAHAN KONSENTRAT BUNGA DAN BUAH KECOMBRANG UNTUK MEMPERTAHANKAN MUTU FILLET IKAN GURAMI SELAMA PENYIMPANAN | Ikan gurami merupakan salah satu komoditas perikanan yang mengandung gizi tinggi dan dagingnya sering dijadikan sebagai bahan baku produk olahan ikan. Fillet ikan merupakan daging ikan yang diperoleh melalui teknik minimal processing yang sudah dipisahkan dari bagian kepala, ekor, dan duri. Fillet ikan diketahui memiliki sifat yang mudah rusak selama penyimpanan, sehingga dibutuhkan penanganan yang tepat untuk meningkatkan masa simpannya. Salah satu teknik pengawetan pangan yang dapat diaplikasikan pada fillet ikan gurami adalah pelapisan produk pangan (edible coating) dengan penambahan konsentrat bunga dan buah kecombrang sebagai agen antimikroba dan antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui pengaruh jenis konsentrat bunga dan buah kecombrang; (2) mengetahui pengaruh konsentrasi penambahan konsentrat bunga dan buah kecombrang; (3) mengetahui pengaruh kombinasi jenis konsentrat dengan konsentrasi penambahan konsentrat bunga dan buah kecombrang terhadap mutu fillet ikan gurami selama penyimpanan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan 8 interaksi perlakuan dan 3 kali ulangan. Faktor yang diamati yaitu jenis konsentrat meliputi bunga dan buah kecombrang, serta konsentrasi penambahan konsentrat yang terdiri atas 4 taraf meliputi 1%, 2%, 3% dan 4% (b/v), Sampel fillet ikan gurami disimpan pada suhu ±4°C selama 6 hari. Variabel yang diamati meliputi kekerasan, intensitas warna, pH, nilai formol, kadar asam lemak bebas, dan total mikroba. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji F dan uji DMRT dengan taraf α=5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) aplikasi edible coating dengan penambahan konsentrat bunga kecombrang menunjukkan hasil yang baik jika ditinjau dari segi kekerasan, intensitas warna dan kadar asam lemak bebas, sedangkan penambahan konsentrat buah kecombrang menunjukkan hasil yang baik jika ditinjau dari segi pH, nilai formol dan total mikroba (2) konsentrasi penambahan konsentrat kecombrang terbaik adalah konsentrasi 4% ditinjau dari nilai kekerasan, pH, nilai formol dan total mikroba (3) interaksi perlakuan terbaik adalah konsentrat bunga kecombrang 4% (b/v) (B1K4) dengan kekerasan 1,77 kg/cm2; intensitas warna 12,14; pH 6,78; nilai formol 3,39%; kadar asam lemak bebas 0,50% dan total mikroba 4,86 log CFU/g. | Gouramy fish is one of fishery commodity which high nutrition contains and its meat is often used as raw material of the processed fish product. Fish fillet is fish meat obtained through minimal processing techniques that have been separated from the head, tail and fish bone. Fish fillet is known to have easily damaged during storage, so it requires proper handling to improve the shelf life. One of the food preservation techniques that can be applied to gouramy fish fillets is edible coating with the addition of extract flower and fruit kecombrang as antimicrobial and antioxidants agents. The purpose of the research is to: (1) to know the effect of types of kecombrang flower and fruit extract, (2) to know the effect of concentration addition of kecombrang flower and fruit extract, (3) to know the effect of treatment interaction of types of kecombrang flower and fruit extract and addition concentration of kecombrang flower and fruit extract to maintain quality of gouramy fish fillet during storage. The research used a factorial Randomized Complete Design with 8 treatment interaction and 3 replications. Factors studied were types of extract including kecombrang flower and fruit, and concentration addition of extract consists 1%, 2%, 3% and 4% (w/v). A sample of gouramy fish fillet was stored at ± 4°C for 6 days. The variables observed in this study were hardness, color intensity, pH, formol value, free fatty acid and total microbial. The data were analyzed using the F test and DMRT test with α=5%. The results showed that (1) application edible coating with addition of kecombrang flower extract on gouramy fish fillet showed good results when viewed from herdness, color intensity and free fatty acid, while kecombrang fruit extract showed good results when viewed from pH, formol value and total microbial, (2) the best concentration addition of kecombrang extract is 4% in terms of texture, pH, formol value and total microbial, (3) the best treatment interaction is kecombrang flower extract 4% (w/v) (B1K4) when viewed from hardness value 1,77 kg/cm2; color intensiy of 12,14; pH of 6,78; formol value of 3,39%; free faty acid of 0,50% and total microbial of 4,86 log CFU/g. | |
| 19015 | 22332 | A1H014004 | KAJIAN SIFAT FISIK DAN KIMIA TANAH PADA BUDIDAYA KENTANG SECARA ORGANIK DENGAN VARIASI DIMENSI GULUDAN HORIZONTAL | Budidaya kentang umumnya masih dilakukan secara konvensional melalui penggunaan guludan vertikal dan pupuk pestisida kimia yang berdampak negatif pada kelestarian lingkungan. Penerapan sistem guludan horizontal (memotong lereng) pada budidaya kentang terbukti cukup efektif mengendalikan erosi, namun belum optimal meningkatkan produktifitas tanaman. Dalam budidaya kentang diperlukan kajian hubungan antara sifat fisik dan kimia tanah pada sistem guludan horizontal yang sampai saat ini belum banyak mendapat perhatian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dinamika sifat fisik tanah (kadar air volumetrik tanah, kerapatan isi tanah, konduktivitas hidrolik tanah), dan dinamika nutrisi (N dan P) pada budidaya kentang dengan variasi lebar guludan horizontal. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei-November 2017, pada lahan pertanian tanaman hortikultura Desa Serang, Laboratorium Teknik Pengolahan dan Pengendalian Bio Lingkungan (TPPBL), dan Laboratorium Ilmu Tanah/Sumber Daya Lahan Universitas Jenderal Soedirman. Variabel yang diukur antara lain: kadar air volumetrik, kerapatan isi tanah, konduktivitas hidrolik tanah, N-total dan P-total tanah pada lebar guludan 30, 40, dan 50 cm. Hasil penelitian menunjukan bahwa dinamika sifat fisik tanah (kadar air volumetrik, kerapatan isi, dan konduktivitas hidrolik ) pada guludan horizontal berfluktuasi, dimana nilai optimal kadar air volumetrik tanah dan kerapatan isi tanah terdapat pada lebar guludan 50 cm masing-masing sebesar 0,45 cm3 cm-3 dan 0,73 g cm-3. Nilai optimal konduktivitas hidolik tanah terdapat pada lebar guludan 30 cm sebesar 0,027 cm s-1, serta nilai optimal N-total dan P-total terdapat pada lebar guldan 40 cm masing-masing sebesar 4.111,48 kg ha-1 dan 2.212,89 kg ha-1. | Potato’s cultivation is generally done conventionally through the use of vertical bundle and chemical pesticide fertilizer that negatively impact on environmental sustainability. The application of horizontal bundle system (cutting slope) on potato’s cultivation proved effective enough to control erosion, however bit increase of crop productivity. In the potato’s cultivation, it is necessary to study the relationship of soil physical and chemical properties on the horizontal bundle system nevertheless rarely researches were conducted in this topic. This study aimed to determine the dynamics of soil physical properties (volumetric water content, content density, hydraulic conductivity), and nutrient dynamics (N and P) on the potato’s cultivation with variation of horizontal bundles. The research was conducted on May-November 2017, on the horticultural cropland in Serang Village, Laboratory of Processing Technique and Control Bio Environment (TPPBL), and Soil / Land Science Laboratory of University Jenderal Soedirman. The variable were measured in this research such as volumetric water content, content density, hydraulic conductivity, N-total and P-total soil at the width of 30, 40, and 50 cm bundles. The results showed that the dynamics of soil physical properties (volumetric water content, content density, and hydraulic conductivity) on the horizontal bundle was fluctuated, the optimum values of soil volumetric water content and content density were presented in the bundle (50 cm width) i.e 0.45 cm3 cm-3 and 0.73 g cm-3 respectively. The optimum value of soil hydraulic conductivity was presented in the bundle (30 cm width) i.e. 0.027 cm s-1, as well as the optimum N-total and P-total values were presented in the bundle (40 cm width) i.e. 4,111.48 kg ha-1 and 2,212.89 kg ha-1 respectively. | |
| 19016 | 22322 | A1M014043 | PENGARUH APLIKASI EDIBLE COATING DENGAN PENAMBAHAN EKSTRAK SEREH DAPUR (Cymbopogon citratus) TERHADAP SIFAT FISIKOKIMIA TOMAT (Lycopersium esculentum) SELAMA PENYIMPANAN | Tomat (Lycopersium esculentum) adalah produk hortikultura yang bersifat klimaterik sehingga mudah rusak (perishable) dan mudah busuk. Salah satu upaya penanganan pasca panen yang dapat dilakukan untuk memperpanjang masa simpan tomat, yaitu dengan mengaplikasikan edible coating. Edible coating (EC) merupakan suatu lapisan tipis yang berfungsi sebagai penghalang terhadap perpindahan massa (kelembaban, oksigen, cahaya, lipid, dan zat terlarut). Edible coating pada umumnya dibuat dari polisakarida seperti Carboxymethil cellulose (CMC) dan maltodekstrin. Adanya penambahan senyawa bioaktif mampu meningkatkan efektifitas coating yaitu sebagai antioksidan dan atau antimikroba. Sereh dapur (Cymbopogon citratus) mengandung senyawa bioaktif, namun pemanfaatannya pada edible coating masih jarang ditemui. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) pengaruh jenis bahan terhadap sifat fisikokimia buah tomat (L. esculentum) selama penyimpanan, 2) pengaruh penambahan ekstrak sereh dapur terhadap sifat fisikokimia buah tomat (L. esculentum) selama penyimpanan, dan 3) pengaruh metode aplikasi edible coating terhadap sifat fisikokimia buah tomat (L. esculentum) selama penyimpanan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Tiga faktor yang diteliti, yaitu bahan pengisi (B) terdiri atas maltodekstrin 1% (B1), dan CMC 0,5% (B2); konsentrasi ekstrak sereh dapur terdiri atas 0% (K0), 1% (K1), dan 1,5% (K2); dan metode aplikasi coating terdiri atas pencelupan (M1), dan penyemprotan (M2). Variabel yang diamati dalam penelitian ini yaitu variabel fisik yang meliputi susut bobot, tekstur, dan warna dan variabel kimia yang meliputi kadar vitamin C, pH dan total asam tertitrasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa bahan pengisi berpengaruh nyata terhadap tingkat kecerahan, tekstur, pH, kadar vitamin C dan total asam tertitrasi. Bahan pengisi terbaik yaitu CMC 0,5%, karena mampu menghasilkan tingkat kecerahan tomat tertinggi sebesar 45,83; pH tertinggi sebesar 4,42; dan kadar vitamin C tertinggi sebesar 64,73 mg/100g. Konsentrasi ekstrak sereh dapur berpengaruh nyata terhadap susut bobot, tingkat kekuningan dan total asam tertitrasi. Konsentrasi ekstrak sereh dapur terbaik yaitu 1,5%, karena mampu menghasilkan susut bobot tomat terendah sebesar 25,42%; tingkat kekuningan tertinggi sebesar 26,96; dan total asam tertitrasi tertinggi sebesar 0,091%. Metode aplikasi edible coating berpengaruh nyata terhadap tingkat kemerahan buah tomat selama penyimpanan. Metode aplikasi terbaik yaitu metode penyemprotan (spraying), karena mampu menghasilkan tingkat kemerahan tomat tertinggi sebesar 12,51. | Tomato (Lycopersium esculentum) is a climateric horticultural product, therefore it is perishable. Appication of edible coating (EC) on tomato can be considered as an effort to extend its shelflife. Edible coating is a thin layer that serves as a barrier to mass transfer (moisture, oxygen, light, lipids, and solutes). Edible coating can be formulated using polysacharides such as carboxymethil cellulose (CMC) and maltodextrin. The addition of bioactive compounds on edible coating can improve the effectiveness of coatings, because it can carried the antioxidants and or antimicrobials activities of the bioactive compounds. Lemongrass (Cymbopogon citratus) contains bioactive compounds, however study on its use on edible coating still rare. This study aimed to determine: 1) the influence of material types on physicochemical properties of tomatoes (L. esculentum) during storage, 2) the influence of lemon grass extract addition of on physicochemical properties of tomatoes (L. esculentum) during storage, and 3) the influence of edible coating application methods on physicochemical properties of tomatoes (L. esculentum) during storage. This research uses Completely Randomized Design (RAL). Three factors studied, were material types (B) consisted of maltodextrin 1% (B1), and CMC 0.5% (B2); lemon grass extract concentration consist of 0% (K0), 1% (K1), and 1.5% (K2); and coating application methods consist of dipping (M1), and spraying (M2). Variables observed in this study were; physical variables include; weight loss, texture, and color; and chemical variables include; vitamin C, pH and total titrated acids. Results of the research showed that material types significantly affect level of brightness, texture, pH, vitamin C content and total titrated acids. The best material types for edible coating formula was CMC 0.5%, because it is capable to produce the highest level of tomato brightness (scale of 45.83); highest pH of 4.42; and the highest vitamin C content of 64.73 mg/100g. The lemon grass extract concentration gave significant effect on weight loss, yellowishness and total titrated acids. The best lemon grass extract concentration was 1.5%, because it gave the lowest weight loss of tomato of 25,42%; the highest yellowishness (level of 26.96); and the highest total titrated acids of 0,091%. The edible coating application methods gave significant effect on the redness of tomato fruit during storage. The best application method obtained was spraying, which gave the highest red tomato level of 12.51. | |
| 19017 | 22323 | A1H014002 | ANALISIS PERBEDAAN INTENSITAS CAHAYA TERHADAP PERTUMBUHAN BAYAM MERAH (Amaranthus tricolor L.) PADA PENANAMAN DALAM RUANGAN (PLANT FACTORY) | Plant Factory merupakan sistem produksi tanaman dengan pengendalian iklim mikro menggunakan rekayasa kontrol temperatur, pencahayaan dan kelembaban secara terus menerus sepanjang masa pertumbuhan sampai masa panen. Plant Factory membuat tanaman dapat tumbuh pada kondisi yang optimal dan dapat diproduksi secara konstan sepanjang tahun. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui pengaruh perbedaan dan jenis intensitas cahaya LED dan fluorescent pada model Plant Factory terhadap parameter pertumbuhan tanaman bayam merah dan, (2) mengetahui pertumbuhan tanaman bayam merah terbaik di dalam model Plant Factory dari ketiga jenis lampu. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2017 sampai dengan Maret 2018 di Laboratorium Teknik Pengelolaan dan Pengendalian Bio-Lingkungan (TPPBL) Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Pengambilan data dilakukan pada 5 kotak penanaman dengan jenis pencahayaan yang berbeda. Sumber cahaya yang digunakan yaitu LED 192 watt, LED 90 watt dan Lampu Krisbow 8 watt. Hasil penelitian menunjukkan pertumbuhan tanaman bayam yang paling optimal berada pada kotak dua. Nilai rata-rata pada semua variabel kotak penanaman satu yaitu: bobot basah sebesar 12.69 g, bobot kering 1,94 g, tinggi tanaman 12.04 cm, jumlah daun 10.82, panjang akar 13.8 cm dan jumlah akar 85.17 buah. Nilai rata-rata pada semua variabel kotak penanaman dua yaitu: bobot basah sebesar 26.72 g, bobot kering 2.27 g, tinggi tanaman 14.87 cm, jumlah daun 17.95, panjang akar 19.27 cm dan jumlah akar 90.17 buah. Nilai rata-rata pada semua variabel kotak penanaman tiga, empat dan lima yaitu: bobot basah sebesar 0.56 g, bobot kering 0,33 g, tinggi tanaman 1.64 cm, jumlah daun 3,52, panjang akar 1.2 cm dan jumlah akar 1 buah. Rata-rata LAI pada masing-masing tanaman selama masa tanam 35 HST pada kotak satu hingga kotak lima masing-masing sebesar 0.46, 0.58, 0.21, 0.18 dan 0.16. | Plant Factory is a crop production system in with micro-climate, temperature, lighting and humidity continuously throughout the growth period until the harvest. Plant Factory make plants grow in optimal conditions and controlled produce constantly throughout the year. This research aims to: (1) knowing the effect of differences in light intensity and type of LED and fluorescent of Plant Factory’s model on red spinach growth parameters and, (2) determine the best red spinach growth in the Plant Factory’s model of the three types of lights. This research held on December2017 - March 2018 at the Laboratory of Bio-Enviromental Management and Control Engineering Jenderal Soedirman University, Purwokerto. Data retrieval conducted on five planting boxes with different types of lighting. The light source used 192 watt LED, 90 watt LED and Tubular Lamp (TL) 8 watts. The results shows that most optimal spinach’s growth occurs in planting box one. The average of several parameter in box one are: 12.69 grams of wet weight, 1.94 grams of dry weight, 12.04 cm of plant height, 10,82 pieces of leaves and 13.8 cm of root length. The average of several parameter in box two are: 26.72 grams of wet weight, 2.27 grams of dry weight, 14.87 cm of plant height, 17.95 pieces of leaves and 13.8 cm of root length. The average of several parameter in box three, four and five are: 0.56 grams of wet weight, 0.33 grams of dry weight, 1.64 cm of plant height, 3.52 pieces of leaves and 1.2 cm of root length. Total light energy absorbed by the plants during the growing stage in boxes one to five are 0.46, 0.58, 0.21, 0.18 dan 0.16. | |
| 19018 | 22324 | D1E014036 | PENGARUH PERENDAMAN LARUTAN DAUN JATI (Tectona grandis) DENGAN LAMA PERENDAMAN YANG BERBEDA TERHADAP HAUGH UNIT (HU) DAN pH PUTIH TELUR AYAM RAS (Effect of Immersion of Teak Leaves (Tectona grandis) With Different Long Immersion to Haugh Unit (HU) and Albumen pH) Nur Istiqomah, Mardiati Sulistyowati, dan Agustinus Hantoro Djoko Rahardjo Fakultas Peternakan, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto istiqomah923@gmail.com | ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji Haugh Unit (HU) dan pH putih telur setelah disimpan dalam jangka waktu 35 hari yang direndam larutan daun jati konsentrasi 30% dengan lama perendaman yang berbeda. Materi yang digunakan adalah telur ayam ras dengan bobot 58 ± 2 gram berumur 1 hari berjumlah 60 butir. Metode penelitian yang digunakan adalah metode experimen. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 kali ulangan. Perlakuan terdiri dari P0 = kontrol, P1 = perendaman 15 menit, P2 = perendaman 30 menit, P3 = perendaman 45 menit dengan konsentrasi 30% kemudian disimpan selama 35 hari pada suhu ruang. Peubah yang diukur adalah Haugh Unit (HU) dan pH putih telur. Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa perendaman telur ayam ras dengan lama waktu perendaman yang berbeda menggunakan larutan daun jati pada konsentrasi 30% tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap Haugh Unit (HU) dan pH putih telur yang disimpan 35 hari. Rataan HU P0, P1, P2 dan P3 adalah 33.07±1.50, 37.87±2.60, 35.63±3.26, dan 34.28±5.41 serta rataan pH putih telur P0, P1, P2 dan P3 adalah 8.85±0.06, 8.80±0.07, 8.85±0.02, dan 8.85±0.03. Kesimpulan dari penelitian ini adalah telur ayam ras yang direndam dalam larutan daun jati dengan lama perendaman yang berbeda pada konsentrasi 30% setelah disimpan 35 hari menghasilkan HU dan pH putih telur sama. | ABSTRACT The purpose of this research was to revewing HU and albumen pH after being stored within 35 days, soaked 30% teak leaves solution with different soaking time. The material used was eggs of chicken with weight 58 ± 2 gram 1 day old amounted to 60 grains. The research method used was experiment method. The experimental design used was Completely Randomized Design (CRD) with 4 treatments and 5 replications. The treatment consisted of P0 = control, P1 = immersion 15 minutes, P2 = 30 minutes, P3 = immersion 45 minutes with concentration 30% storage whitin 35 days at room temperature. The measured variables were Haugh Unit (HU) and albumen pH. The result of variance analysis showed that soaking of eggs with different soaking time using teak leaves solution at 30% concentration did not have significant effect (P> 0,05) on Haugh Unit (HU) and albumen pH which was storage 35 days. The mean HU eggs P0, P1, P2 and P3 were 33.07 ± 1.50, 37.87 ± 2.60, 35.63 ± 3.26, and 34.28 ± 5.41 and the mean albumen pH P0, P1, P2 and P3 were 8.85 ± 0.06, 8.80 ± 0.07, 8.85 ± 0.02, and 8.85 ± 0.03. The conclusions of this research was chicken eggs that are soaked in teak leaves solution with soaked in teak leaves with different immersion at 30% concentration storage for 35 days resulting in HU and albumen pH same. | |
| 19019 | 22330 | A1H014003 | KAJIAN MOTIVASI KONSUMEN DALAM DIVERSIFIKASI PANGAN LOKAL PENGGANTI BERAS DENGAN PENDEKATAN MEANS-END CHAIN (MEC) DI D.I. YOGYAKARTA | Pola konsumsi pangan pokok khususnya beras terus mengalami peningkatan setiap tahunnya di D.I Yogyakarta. Sejalan dengan permasalahan tersebut, pemerintah mengeluarkan sebuah program yaitu One Day No Rice (ODNR). Melalui program ini, masyarakat diminta untuk mengurangi konsumsi beras dan beralih ke pangan lokal. Demi keberhasilan penyediaan pangan lokal yang sesuai dengan permintaan konsumen di D.I Yogyakarta ini, perlu dikaji secara mendalam motivasi konsumen dalam diversifikasi pangan lokal di D.I Yogyakarta. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui motivasi konsumen yang mau berpartisipasi dalam diversifikasi pangan lokal sebagai pengganti beras di D.I Yogyakarta. Sebanyak 61 responden diwawancarai dengan teknik wawancara secara mendalam (laddering) untuk mengidentifikasi motivasi konsumen dalam diversifikasi pangan lokal. Metode pengambilan sampel secara purposive sampling, variabel yang diamati yaitu abstractness ratio dan centrality index. Means-end Chain (MEC) digunakan untuk memberikan pemahaman yang lebih baik terhadap motivasi seseorang dalam mengonsumsi atau membeli suatu produk. Hasil penelitian menunjukkan tiga jalur utama hubungan motivasi konsumen yaitu: 1) mendukung program pemerintah untuk kesehatan, 2) kebiasaan makan non-beras untuk kepuasan, dan 3) menjaga bentuk tubuh untuk kesehatan. Dalam penelitian ini diperoleh nilai centrality index yang tertinggi yaitu ‘sehat’ (0,11) dan ‘memenuhi kebutuhan keluarga’ (0,08). Nilai centrality index yang terendah yaitu ‘persiapan masa depan’ (0,02); ‘menjaga bentuk tubuh’ (0,02) dan ‘menjadi pribadi yang baik’ (0,02). Berdasarkan teori hierarki kebutuhan Maslow konsumen dalam diversifikasi pangan lokal di D.I Yogyakarta dikategorikan ke dalam kebutuhan rasa aman dan kebutuhan aktualisasi diri. | Consumption patterns foodstuffs particularly rice has been steadily increasing every year in Yogyakarta. In line with these problems, the Government issued a program that is One Day No Rice (ODNR). Through this program, people were asked to decreasing the rice and switched to local food. For the sake of the success of local food provision to suit consumer demand in Yogyakarta, it is need to be examine the consumers motivation towards local food diversification in Yogyakarta. The purpose of this research is to know the motivations of consumers who want to participate in the diversification of local food as a substitute for rice in Yogyakarta. A total of 61 respondents were interviewed using in-depth interviews (laddering) to identify the consumers motivation towards local food diversification. Purposive sampling methods was applied in this study, the observed variables were abstractness ratio and centrality index. Mean-end Chain (MEC) is used to provide a better understanding toward a person's motivation in taking or purchasing a product. The results showed the three main paths of consumer motivation relationship identified: 1) supports government policy for health, 2) non-rice eating habits for satisfaction, and 3) maintain body shape for health. In this research the highest centrality index are ' health ' (0.11) and ' fulfill family needs ' (0.08). The lowest centrality index are ' better future ' (0.02); ' maintain body shape ' (0.02) and ' being a better person ' (0.02). Based on Maslow's theory of hierarchical needs of consumers toward diversification of local food in Yogyakarta are categorized into safety needs and self-actualization needs. | |
| 19020 | 22331 | A1M014011 | APLIKASI KONSENTRAT KECOMBRANG SEBAGAI PENGAWET ALAMI PADA SOSIS IKAN GURAMI DENGAN METODE EDIBLE COATING | Sosis ikan gurami merupakan salah satu produk olahan daging ikan yang mudah rusak secara fisisk maupun kimiawi yang disebabkan oleh aktivitas mikrobiologis. Edible coating dengan penambahan konsentrat kecombrang dapat menghambat kerusakan fisikokimia sosis ikan gurami selam penyimpanan. Tanaman kecombrang terbukti memiliki senyawa antioksidan dan antimikroba yang berfungsi untuk menghambat kerusakan bahan pangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk: (1) mengetahui pengaruh jenis konsentrat tanaman kecombrang terhadap mutu sosis ikan gurami selama penyimpanan; (2) mengetahui pengaruh konsentrasi penambahan jenis konsentrat tanaman kecombrang terhadap mutu sosis ikan gurami selama penyimpanan; (3) mengetahui pengaruh kombinasi perlakuan jenis konsentrat tanaman kecombrang dengan konsentrasi penambahan konsentrat terhadap mutu sosis ikan gurami selama penyimpanan. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL). Faktor yang diuji adalah bagian tanaman kecombrang bunga, buah, batang, dan daun, serta konsentrasi konsentrat kecombrang 1%, 2%, 3%, dan 4% diperoleh 16 unit perlakuan dan ulangan sebanyak 2 kali dengan tambahan 3 unit kontrol untuk setiap ulangan sehingga terdapat 38 unit percobaan. Variabel yang diamati adalah kekerasan, intensitas warna, pH, dan nilai formol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan jenis konsentrat bunga kecombrang yang ditambahkan pada edible coating memberikan hasil yang baik terhadap sosis ikan gurami jika ditinjau dari variabel nilai formol, perlakuan batang kecombrang memberikan hasil yang baik ditinjau dari variabel kekerasan, intensitas warna dan pH. Konsentrasi terbaik yang diberikan pada edible coating untuk aplikasi pada sosis ikan gurami sebagai pengawet adalah konsentrasi 4% penambahan konsentrat kecombrang ditinjau dari nilai formol bunga 36,77; buah 45,18; batang 37,47; daun 47,98 dan nilai pH bunga 6,93; buah 6,90; batang 6,95; daun 6,91. Edible coating bunga kecombrang dengan konsentrasi 4% memberikan hasil yang terbaik terhadap mutu sosis ikan gurami yaitu kekerasan 1,5 kg/cm2; intensitas warna 24,7; pH 6,93; dan nilai formol 36,77%. | Gouramy fish sausage is one of the processed fish meat products that perishable food both physics and chemical caused by microbiology activity. The edible coating is added kecombrang concentration can inhibit physicochemical destruction of gouramy fish sausage during storage. kecombrang plants proved to have antioxidant and antimicrobial compounds that serve to inhibit the destruction of food. The aim of this research is 1. To know the effect of the kecombrang plants concentrates type on the edible coating on the quality of gouramy sausage during storage; 2. To know the effect of concentration of kecombrang concentrate type to the quality of gouramy sausage during storage; 3. To know the effect of interaction between type of kecombrang extract and concentration of kecombrang extract on the quality of gouramy sausage during storage. The research uses completely randomized design (CRD) with two factors and four variables. The factors examined was the type of kecombrang extract flower, fruit, stem and leaves, and concentration of kecombrang extract 1%,2%,3%, and 4% that obtained 16 treatment unit and replication units 2 times with 3 control units for each replication that there were 38 experimental units. The variables is observed were hardness, color intensity, pH, formol value. The results showed that the concentration of flower concentration added to the edible coating gave good result to gouramy sausage when viewed from the variable of formol value, the treatment of stem rods gave a good result from the hardness variables, the intensity of the color and the pH. It best concentration is given to edible coatings for application in gouramy fish sausage as a preservative is a 4% concentration of concentrated addition of starch in terms of the value of 36.77 flower formol; fruit 45,18; stem 37,47; leaf 47.98 and pH value of 6.93 flowers; fruit 6.90; stem 6.95; leaf 6.91. Edible coating of flower kecombrang with 4% concentration give the best result to gouramy sausage quality that is hardness 1,5 kg/cm2; color 24,7; pH 6.93 and formol value 36.77%. |