Home
Login.
Artikelilmiahs
21538
Update
GINA OKTIARISKI
NIM
Judul Artikel
Tingkatan Trofik dan Luas Relung (Niche) Ikan di Zona Konservasi Waduk Wadaslintang
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Waduk Wadaslintang terletak di Kabupaten Wonosobo digunakan sebagai usaha penangkapan ikan untuk memberikan keuntungan ekonomis bagi masyarakat, dengan tetap memperhatikan daya dukung perairan untuk menjaga kestablian ekosistem. Upaya yang dilakukan adalah dengan zonasi waduk, salah satunya yaitu zona konservasi. Zona konservasi Waduk Wadaslintang adalah zona di Waduk Wadaslintang yang digunakan sebagai kawasan pelestarian atau perlindungan, yang di dalam zona tersebut diharapkan dapat mencerminkan segala jenis ikan yang ada di Waduk Wadaslintang. Tingkatan trofik ikan merupakan urutan tingkat pemanfaatan makanan dan menunjukan posisi ikan tersebut dalam rantai makanan. Luas relung menunjukan adanya selektifitas dari sekelompok ikan terhadap sumberdaya makanan tertentu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkatan trofik dan relung ikan di zona konservasi Waduk Wadaslintang, sehingga mengetahui peran masing-masing kelompok ikan dalam tingkat trofiknya serta memberikan gambaran ekosistem perairan sebagai upaya pengelolaan sumberdaya ikan Waduk Wadaslintang. Metode yang digunakan adalah metode survei dengan teknik pengambilan sampel secara purposive sampling. Pengambilan sampel dilakukan di zona konservasi yang dibagi menjadi 5 stasiun yaitu, daerah muara Sungai Cengis, muara Sungai Tritis, muara Sungai Lancar, muara Sungai Kemejing, dan pertemuan 4 sungai. Hasil penelitian tingkatan trofik ikan adalah ikan nila sebesar 2,2, ikan betutu 2,3, dan ikan nila louhan 2,1. Hasil perhitungan luas relung ikan berdasarkan standarisasi Indeks Levin yaitu, ikan nila yaitu sebesar 0,2 - 0,5, ikan betutu 0,2 – 0,4, dan ikan nila louhan 0,2-0,4. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa semua jenis ikan yang tertangkap termasuk ke dalam tingkat trofik rendah yaitu tergolong herbivora. Ikan nila memiliki relung paling luas dibandingkan ikan betutu dan nila louhan, yang menunjukkan ikan nila berpotensi menjadi populasi besar di perairan. Berdasarkan piramida makanan yang dibuat berdasarkan tingkat trofik menunjukkan ekosistem di zona konservasi tidak seimbang
Abtrak (Bhs. Inggris)
Wadaslintang Resevoir is located in Wonosobo Regency that is used as fishing business to provide economic benefits for the community, while maintaining the ecosystem’s carrying capacity to maintain the ecosystem’s stability. Efforts are made with the zoning reservoirs, one of which is conservation zone. The conservation zone of Wadaslintang Reservoir is a zone that is used as a conservation or protection area, which is expected to reflect all types of fishes that are present in the Wadaslintang Reservoir. Fish trophic level is a sequence of food utilization levels and indicates the position of the fish in the food chain. Niche breadth shows the selectivity of a group of fish to a particular food resource. The purpose of this research is to find out the trophic level and niche breadth in conservation zone of Wadaslintang Reservoir, so that to know the role of each group of fish in trophic level as well as to give description of aquatic ecosystem as an effort to manage Wadaslintang Reservoir fish resources. The method used is survey method with sampling technique by purposive sampling. Sampling is done in conservation zone which is divided into 5 stations namely, estuary area of Cengis River, Tritis River estuary, Lancar River estuary, Kemejing River estuary, and the meeting point of 4 rivers. The results showed that the trophic level of nila was 2,2, betutu 2.3, and nila louhan 2,1. The result of niche breadth based on the standardization Levin Index is, nila is 0,2 – 0,5, betutu 0,2 – 0,4, and nila louhan 0,2 – 0,4. Based on these results it can be concluded that all types of the caught fishes belong to the lower trophic level and are classified as herbivores. Nila fish has the most extensive niche compared to betutu and nila louhan, which indicate nila has the potential to become a large population. Based on the food pyramid that created by the trophic level indicates that the ecosystem of conservation zone is imbalance.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save