Artikelilmiahs

Menampilkan 17.741-17.760 dari 50.030 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
1774120770D1E012012PERBEDAAN PERFORMA REPRODUKSI INDUK SAPI BRAHMAN PADA PARITAS PERTAMA DAN KEDUA DI BPTU HPT SEMBAWAAbstrak
Penelitian ini dilakukan di BPTU HPT Sembawa, Provinsi Sumatera Selatan pada 9 Februari sampai 9 Maret 2016 yang bertujuan untuk mengetahui dan mempelajari perbedaan performa reproduksi paritas pertama dan kedua induk Sapi Brahman. Penelitian ini menggunakan induk Sapi Brahman yang berjumlah 103 ekor pada paritas 1 dan 58 ekor pada paritas 2. Penelitian ini dilakukan melalui pengumpulan data primer yang diperoleh dari catatan yang dilakukan oleh petugas BPTU Sembawa pada tahun 2012 sampai 2015. Variabel yang diamati yaitu Days Open (DO), Post Partum Estrus (PPE), Conception Rate (CR) dan Service per conception (S/C). Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif serta uji t (paired sample dan independent t-test). Hasil penelitian diperoleh rataan lama DO antara paritas 1 dan 2 masing-masing sebesar 189,92±46,31 hari dan 175,5±59,89 hari, PPE paritas 1 dan 2 sebesar 179,15±42,18 hari dan 168,68±59,36 hari, CR paritas 1 dan 2 sebesar 63,11% dan 87,93%, sedangkan nilai S/C pada paritas 1 dan 2 masing-masing sebesar 1,44±0,65 kali dan 1,17±0,5 kali. Hasil analisis uji t menunjukkan bahwa paritas 1 dan 2 tidak berpengaruh nyata terhadap DO dan PPE (P>0,05), sedangkan nilai S/C berpengaruh nyata (P<0,05). Hal ini menunjukan bahwa performa reproduksi induk Sapi Brahman pada paritas 2 lebih baik dibandingkan paritas 1.

Kata kunci: BPTU HPT, Induk Sapi Brahman, Paritas, Performa Reproduksi.
Abstract
This research was conducted at BPTU HPT Sembawa, South Sumatera on February 9 until March 9, 2016 to know and study about the different reproduction performance of first and second parity of Brahman cows. A total of 161 cows consisting of 103 cows in first parity and 58 cows in second parity were used in this research. This research was conducted by collecting the primer data of recording that held by official of BPTU Sembawa on 2012 until 2015. Variables observed in this study were days open (DO), post partum estrus (PPE), conception rate (CR) and service per conception (S/C). Data were analyzed by descriptive and t test (paired sample and independent t-test). The result of DO average between 1 and 2 parity were 189.92±46.31 days and 175.5±59.89 days, PPE 1 and 2 parity were 179.15±42.18 and 168.68±59.36, CR 1 and 2 parity were 63.11% and 87.93%, and S/C 1 and 2 parity were 1.44±0.65 and 1.17±0.5. The result of t test analysis showed that parity 1 and 2 had no significant effect on DO and PPE (P>0.05), while S/C value significantly (P<0.05). It can be concluded that the effect of parity on reproduction performance of Brahman cows at parity 2 was better than parity 1.

Key words: BPTU HPT, Brahman cows, Parity, Reproduction Performnce.
1774220771E1A112024PENCEGAHAN DAN PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA NARKOTIKA DI POLRES PURWOREJOABSTRAK

Skripsi ini berjudul “Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Narkotika di Polres Purworejo”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya kepolisian dalam mengatasi tindak pidana penyalahgunaan dan peredaran narkotika di wilayah hukum Kabupaten Purworejo. Penelitian ini dilakukan di wilayah hukum Polres Purworejo. Adapun metode penelitian yang digunakan penulis adalah metode deskriptif kualitatif yaitu suatu cara atau metode yang disajikan dalam bentuk paparan atau gambaran dari temuan-temuan yang ada di lapangan. Teknik pengumpulan data diperoleh dari wawancara, observasi dan dokumentasi. Untuk menganalisis data digunakan teknik analisis data dengan menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan ada 2 upaya yang dilakukan pihak kepolisian Sat Res Narkoba Polres Purworejo dalam mengatasi tindak pidana penyalahgunaan narkotika yaitu, pertama upaya preventif (Pencegahan), yaitu upaya pencegahan yang dilakukan oleh pihak kepolisian dengan melakukan razia, patroli. Kedua upaya represif (Pemberantasan), yaitu upaya penindakan atau pengakan hukum. Kendala yang dihadapi oleh pihak kepolisian dalam mengatasi tindak pidana penyalahgunaan narkotika, pertama minimnya personel kepolisan. Kedua, alokasi dana dalam pemberantasan narkotika masih minim. Dalam upaya mencegah dan memberantas tindak pidana narkotika di Kabupaten Purworejo, Satreskrim Polres Purworejo akan terus berusaha dalam melaksanakan tugasnya berdasarkan peraturan yang ada, serta tidak akan pernah berhenti mengevaluasi program yang dimiliki agar dapat terus memperbaiki kendala-kendala yang ada saat pelaksanaan di lapangan yang semuanya bertujuan untuk mewujudkan Indonesia Bebas Narkoba.
ABSTRAK

This thesis entitled "Prevention and Eradication of Narcotics Crime in Police Purworejo". This study aims to determine the efforts of the police in overcoming the crime of abuse and distribution of narcotics in the jurisdiction of Purworejo Regency. This research was conducted in Purworejo District Police. The research method used by the writer is descriptive qualitative method is a way or method presented in the form of exposure or description of the findings that exist in the field. Technique of collecting data obtained from interview, observation and documentation. To analyze the data used data analysis techniques by using data reduction, data presentation and conclusion.
The results of the research have shown there are 2 attempts made by the police of Satres Drug Rescue Purworejo Police in overcoming the crime of narcotics abuse is the first, preventive effort (Prevention), that is prevention effort done by the police by doing raid, patrol. Second repressive effort (eradication), that is effort of law enforcement or pengakan. Obstacles faced by the police in overcoming the crime of narcotics abuse, first the lack of police personnel. Second, the allocation of funds in narcotics eradication is still minimal. In order to prevent and eradicate the narcotic crime in Purworejo District, Satreskrim Polres Purworejo will keep trying in carrying out its duties based on the existing regulations, and will never stop evaluating the program owned in order to continue to improve the constraints that exist when the implementation in the field all aims to realize Indonesia Drug-Free.
1774320630G1F013014AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK DAGING BUAH NAGA MERAH (Hylocereus polyrhizus) TERHADAP Escherichia coli PENYEBAB DIAREDiare merupakan salah satu penyakit yang sering dijumpai di Indonesia. Salah satu penyebabnya yaitu bakteri Escherichia coli. Buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) memiliki kandungan senyawa yang dapat disari dengan menggunakan pelarut. Pelarut yang berbeda dapat mempengaruhi kandungan senyawa dan aktivitas antibakteri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak daging buah naga merah terhadap bakteri E. coli.
Penelitian ini meliputi maserasi buah naga merah menggunakan pelarut n-heksan, etil asetat dan etanol. Uji kandungan senyawa dalam ekstrak dengan menggunakan metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT). Uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode dilusi cair.
Hasil penelitian menunjukkan ekstrak etanol dan n-heksan buah naga merah pada konsentrasi 10.000 ppm belum menunjukkan nilai KHM dan KBM. Sementara ekstrak etil asetat mempunyai nilai KHM sebesar 10.000 ppm dan nilai KBM yang belum diketahui. Ekstrak etanol dan etil asetat buah naga merah mengandung flavonoid, tanin dan steroid. Sedangkan ekstrak n-heksan mengandung flavonoid dan steroid.
Ekstrak buah naga merah mengandung senyawa flavonoid, tanin, dan steroid. Ekstrak etanol, etil asetat dan n-heksan buah naga merah memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri E.coli.
Diarrhea is one of the most common diseases in Indonesia. One of the causes of Escherichia coli. Red dragon fruit (Hylocereus polyrhizus) consist of several compound could be obtained by exctraction process. The different solvent influencing consist compounds and antibacterial activity. The aim of this study was to determine antibacterial activity of red dragon fruit extract against E.coli.
The study include macerated of red dragon fruit used hexane, ethanol, ethyl acetate. Determination of chemical compounds by Thin Layer Chromatography (TLC) method and antibacterial activity test of extract by broth dilution
The result show that ethanolic and hexane exctract at 10.000 ppm were unknow value MIC and MBC, while ethyl acetat exctract were MIC value at 10.000 ppm and unknow MBC. Ethanolic and ethyl acetat exctract of red dragon fruit contain of flavonoid, tannin and steroid. Hexane exctract contain of flavonoid and steroid.
Red dragon fruit exctracts contain of flavonoid, tannin and steroid. Ethanolic, ethyl acetat and hexane exctract of red dragon fruit has antibacterial activity against E.coli.
1774420772D1E014006HUBUNGAN PEMAHAMAN PETERNAK TENTANG KEGIATAN PENYULUHAN MANAJEMEN PEMERAHAN DENGAN TOTAL MIKROBA DAN pH SUSU DI PETERNAK SAPI PERAH ANGGOTA KPBSKegiatan penyuluhan mempunyai peran penting sebagai sarana penghubung informasi antara penyuluh dan peternak. Penyuluhan tentang manajemen pemerahan dilakukan agar peternak paham tentang manajemen pemerahan, sehingga menghasilkan susu berkualitas. Penelitian dilakukan di Koperasi Peternakan Bandung Selatan (KPBS). Tujuan penelitian ini, yaitu: mengetahui keberhasilan manajemen pemerahan dilihat dari yakni kualitas susu total mikroba dan potensial hidrogen (pH), mengetahui pemahaman peternak tentang kegiatan penyuluhan manajemen pemerahan dan menganalisis hubungan pemahaman peternak tentang kegiatan penyuluhan manajemen pemerahan dengan total mikroba dan pH susu anggota KPBS. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode survei, yaitu melakukan interview dengan peternak responden dan indepth interview dengan penyuluh KPBS. Penelitian ini mengambil sampel 3 Milk Collecting Point (MCP) 50% di wilayah kerja KPBS dan mengambil sampel sebanyak 30% dari masing-masing MCP terpilih. Jumlah seluruh responden adalah 90 orang peternak. Hasil analisis menggunakan korelasi rank spearman menunjukan bahwa terdapat hubungan korelasi yang sangat lemah yaitu sebesar 0,046 antara pemahaman kegiatan penyuluhan manajemen pemerahan dengan total mikroba dan sebesar 0,041 antara pemahaman kegiatan penyuluhan dengan pH susu. Extensions have an important role as the means of information connecting between the extension workers and the farmer. Extensions of milking management has been done so the farmers know about the milking management to produce the best quality of milk. The research took place in the KPBS Pangalengan. The purpose of this research is to study the relation of milking management to milk quality with vegard to total of the milk microbial and the potential of hydrogen, to know the farmer knowledge about the extensions of milking management and to analyz the relation of farmer knowledge about the milking management extensions with to the total microbial and milk potential of hydrogen of milk collected from KPBS member. The method used in this research was survey method using interview with farmer and indepth interview with the KPBS extension workers. A total of 3 Milk Collecting Point (MCP) (50%) in the KBPS area, was and took the from wich 30% were choosen as respondent. The total number of respondents are 90 farmers. The Rank Spearman correlation analyz should that there was weak correlation (0.046) between the understanding of the milking management extensions with the total of microbial, and about 0,041 between the understanding of the extensions with the Milk potential of hydrogen.
1774520773D1E014033HUBUNGAN PEMAHAMAN PETERNAK TENTANG PENYULUHAN KESEHATAN DENGAN PRODUKSI SUSU DAN TIMBULNYA PENYAKIT MASTITIS PADA ANGGOTA KOPERASI PETERNAKAN BANDUNG SELATAN “Hubungan Pemahaman Peternak tentang Penyuluhan Kesehatan dengan Produksi Susu dan Timbulnya Penyakit Mastitis Pada Anggota Koperasi Peternakan Bandung Selatan”. Penelitian telah dilaksanakan pada tanggal 20 November sampai dengan 27 November 2017 di Koperasi Peternakan Bandung Selatan (KPBS) Pangalengan, Bandung, Jawa Barat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kegiatan penyuluhan tentang manajemen kesehatan di peternakan milik anggota KPBS, mengetahui timbulnya penyakit mastitis dan produksi susu, serta menganalisis hubungan kegiatan penyuluhan tentang manajemen kesehatan terhadap produksi susu dan timbulnya penyakit mastitis pada sapi perah milik anggota KPBS. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode survei, yaitu melakukan interview dengan peternak responden dan indepth interview dengan penyuluh KPBS. Penelitian ini mengambil sampel 3 Milk Collection Point (MCP) di wilayah kerja KPBS dan mengambil sampel sebanyak 30% dari masing-masing MCP. Jumlah seluruh responden adalah 90 orang peternak. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang lemah antara kegiatan penyuluhan dengan produksi susu sapi perah milik anggota KPBS dan memiliki hubungan yang sangat lemah pula dengan timbulnya penyakit mastitis pada sapi milik anggota KPBS. “The relations of the farmer knowledge about the health extension of milk production and the occurance of mastitis disease on the Sounth Bandung Farmer Cooperative”. The research implemented at KPBS Pangalengan, South Bandung on 20-27 November. The purpose of this research, is for knowing the activities of extension about the health management on the KPBS Member’s Farm, the accurance of mastitis disease and the milk production, and to analyze the relationship about the extension of health management to the milk production and the occurance of mastitis disease to the KPBS Member. The method that used to this research was the Survey method using the interview with the respondent of farmers and indepth interview with the KPBS extension workers. A total of 3 Milk Collecting Point (MCP) was choosen as sample, from which 30% farmers from each MCP were choosen as respondent. The total number of respondents are 90 farmers. The data that was obtained were analyzed using the descriptive analysis and the Rank Spearman correlation. The result of this research is there is a weak relationship between an extension with the milk production of the KPBS Member and also have a very weak relationship with the occurance of mastitis disease on KPBS Member.
1774620774E1A113002PENGHENTIAN PENYIDIKAN DALAM ‘SMS TEROR’ ANTASARI AZHAR (Studi Kasus Putusan No. 21/Pid. Prap/2013/PN. Jkt. Sel)
ABSTRAK


Praperadilan merupakan salah satu kewenagan yang diberikan oleh lembaga pengadilan negeri untuk mengontrol para penegak hukum di Indonesia dalam menjalankan tugasnya. Kewenangan mengenai praperadilan diatur didalam pasal 77 KUHAP yang salah satunya adalah penghentian penyidikan. Salah satu bukti adanya Penghentian penyidikan adalah dikeluarkanya Surat Perintah penghentian penyidikan yang dilakukan berdasarkan Standar Operasional Prosedur (SOP) seperti yang ditetapkan dalam Peraturan Kepala Badan Reserse Kriminal Polri. Berdasarkan hal inilah Antasari Azhar melalui kuasa hukumnya melaporkan kepolisian Republik Indonesia (Polri) karena tidak melanjuti laporanya No : TBL/345/III/2011/Bareskrim selama 2 tahun yang pada inti laporanya untuk mencari siapa pengrim SMS bernada ancaman dalam Handphone Alm. Nazrudin Zulkarnain dalam kasus Pembunuhan Almarhum tersebut. Dari Putusan No. 21/Pid. Prap/2013/PN. Jkt. Sel, hakim akan memutuskan dan menimbang apakah benar telah terjadi penghentian penyidikan pada laporan tersebut atau tidak. Diharapkan dari penelitian ini dapat menjelaskan penghentian penyidikan yang terjadi dalam ‘SMS Teror’ Antasari Azhar sehingga menjadi terang kasus tersebut.
ABSTRACT

The pre-trial court is one of authority that given by court institution for law enforcer control in Indonesia to do perform the task. Authority about pre-trial court arranged in article 77 criminal code procedures (KUHAP) either is Termination of investigation. The one proof Termination of investigation happen is letters of termination of inquiry (SP3) which is conducted based on standard operating procedures that set from the head of criminal detective police rule. From this background, Antasari Azhar with his lawyer reports Indonesian police because of his report letter No: TBL/345/III/2011/Bareskrim for two years did not have any progress and for search who sent the terror messenger to Nazrudin Zulkarnain phone in his homicide case. the verdict No. 21/Pid. Prap/2013/PN. Jkt. Will vandalize and weigh by judge to prove its true that has occurred Termination of investigation or not. This search will explain whats going on Antasari Azhar ‘the terror messenger’ case and hope will make this case can be solved.
1774720775H1F013076Studi Geologi Karakteristik Endapan Paleotsunami Daerah Bunton dan Sekitarnya, Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap, Provinsi Jawa TengahDaerah penelitian terletak pada koordinat 292000mE–297000mE / 9149000mN–9153000mN secara administratif termasuk dalam Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap, Provinsi Jawa Tengah merupakan suatu daerah pesisir yang sangat rawan terkena dampak tsunami. Daerah ini terbagi menjadi beberapa satuan geomorfologi berupa punggungan pantai, lembah punggungan pantai, dataran pasang surut, dataran pantai dan dataran aluvial. Satuan daerah lembah punggungan pantai dianggap sebagai salah satu titik lokasi pengambilan sampel terbaik untuk menemukan endapan tsunami purba. Metode yang digunakan untuk pengambilan sampel adalah dengan menggunakan bor tangan manual dengan panjang sampel 383 cm. Sampel ADP-02 merupakan sampel yang dianalis lebih lanjut dengan menggunakan metode granulometri, LOI, XRF dan foto mineral. Terdapat dua kandidat endapan paleotsunami dengan litologi berupa pasir halus yang terletak pada kedalaman 74–80 cm dan 117–131 cm. Analisis granulometri menunjukkan kedua endapan ini memiliki bentuk kurva distribusi butir berupa unimodal hingga polymodal, sortasi buruk dengan kisaran nilai 1,476 phi–2,450 phi dan 1,216 phi–1,860 phi, nilai skewness menunjukkan dominasi ukuran butir halus dengan nilai 0,143 phi–0,590 phi dan 0,285 phi–0,456 phi. Persentase rata-rata organik berdasarkan hasil analisis LOI adalah 7,8566% dan 12,591%, sedangkan persentase rata-rata karbonat adalah 1,683% dan 2,4859%. Mayoritas elemen kimia yang menyusun kedua endapan kandidat paleotsunami adalah berupa unsur Ca dan Sr yang mencirikan lingkungan laut. Komposisi mineral yang menyusun endapan paleotsunami berupa kuarsa, feldspar, amfibol, piroksen, karbonat, magnetit, zircon, glaukonit dan fragmen batuan.

Kata kunci: paleotsunami, granulometri, loi, xrf, mineralogi, cilacap


The research area is located at coordinate 292000mE-297000mE / 9149000mN-9153000mN belong to Adipala District, Cilacap Regency, Central Java Province is a coastal area that is very vulnerable to tsunami impact. This area is divided into several geomorphological units such as beach ridge, swale, tidal plains, coastal plains and alluvial plains. The swale unit is considered to be one of the best sampling location to find an ancient tsunami deposit. The method used for sampling is by using manual hand drill with length of sample 383 cm. The ADP-02 sample is a further analyzed sample using granulometry, LOI, XRF and mineral photographs. There are two paleotsunami deposits candidates with lithology of fine sand at depth of 74-80 cm and 117-131 cm. The granulometry analysis showed that this deposits has unimodal to polymodal curve of grain size distribution, poorly sorted with the value range 1,476 phi-2,450 phi and 1,216 phi-1,860 phi, skewness shows the dominance of fine grain size with value 0,143 phi-0,590 phi and 0,285 phi -0,456 phi. The average percentage of organic based on LOI analysis result was 7,8566% and 12,591%, while the mean percentage of carbonate was 1,683% and 2,4859%. The majority of the chemical elements that form the two deposits of paleotsunami are Ca and Sr elements that characterize the marine environment. The composition of minerals that form the paleotsunami deposits are quartz, feldspar, amphibole, pyroxene, carbonate, magnetite, zircon, glauconite and rock fragments.

Keywords: paleotsunami, granulometry, loi, xrf, mineralogy, cilacap
1774820795G1A014024Hubungan Tingkat Aktivitas Fisik dengan Resiko Kejadian Demensia pada LansiaPerkembangan teknologi di bidang kesehatan dan peningkatan kesadaran penduduk dunia terhadap kesehatan menjadikan usia harapan hidup semakin meningkat. Peningkatan tersebut membuat jumlah lansia terus bertambah. Proses penuaan yang terjadi pada lansia, diikuti dengan penurunan tingkat aktivitas fisik dan proses degeneratif organ, salah satunya otak. Penurunan tingkat aktivitas fisik berhubungan dengan gangguan fungsi kognitif. Demensia merupakan penyakit akibat gangguan fungsi kognitif dengan prevalesi terbanyak yaitu mencapai 44 juta kasus setiap tahunnya. Tujuan: Mengetahui hubungan tingkat aktivitas fisik dengan resiko kejadian demensia pada lansia. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Subjek penelitian berjumlah 51 orang yang dipilih dengan metode consecutive sampling. Pengukuran tingkat aktivitas fisik dengan menggunakan kuisioner (Phsyical Activity Scale for Elderl) PASE. Pengukuran resiko kejadian demensia dengan menggunakan (Addenbrooke’s Cognitive Examination Revised) ACE-R. Analisis statistik menggunakan uji korelasi Pearson. Hasil: Pada penelitian ini, rerata nilai tingkat aktivitas fisik adalah 18,41±5.40 dan rerata nilai kuisioner untuk mendeteksi resiko demensia adalah 49,49±16,83. Uji korelasi pearson menunjukan tidak adanya hubungan antara tingkat aktivitas fisik dengan resiko kejadian demensia (p=0,071; p>0,05) dengan (r=0,255). Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan antara tingkat aktivitas fisik dengan resiko kejadian demensia pada lansia.


Background: The development of technology in the field of health and increased awareness of the world's population on health makes life expectancy is increasing. The increase makes the number of elderly continue to grow. The aging process that occurs in the elderly, followed by a decrease in the level of physical activity and organ degenerative processes, one of the brain. The decreased levels of physical activity are associated with impaired cognitive function. Dementia is a disease caused by impaired cognitive function with the most prevalence reach 44 million cases each year. Aim: To know the relationship of physical activity level with risk of dementia incident, to know description of physical activity level, and risk of dementia in elderly. Method: This research is an observational analytic research with cross sectional approach. The subjects of the study were 51 people selected by consecutive sampling method. Measurement of physical activity level using Phsyical Activity Scale for Elderl (PASE) questionnaire. Measurement of risk of dementia incidence using (Addenbrooke’s Cognitive Examination Revised) ACE-R. Statistical analysis using Pearson correlation test. Result: The mean of physical activity intensity in this research score is 18.41±5.40 and the mean of dementia questionnaire is 49.49±16.83. Pearson correlation test showed a significant correlation between physical activity level and risk of dementia incidence (p = 0.071; p >0.05) (r = 0.255). Conclusion: There was no correlation of physical activity intensity and the risk of dementia in elderly.
1774920776C1B013134PENERAPAN LOCATION STRATEGY PADA PROSES MANAJEMEN DISTRIBUSI DAN TRANSPORTASI UNTUK MEMINIMASI WAKTU DAN BIAYA PENGIRIMANPenelitian ini merupakan action research yang mengarah pada pemilihan rute atau jalur terpendek untuk menentukan lokasi perusahaan. Dalam pemilihan rute dan lokasi perusahaan usaha pengepulan kulit sapi, akan dibuat suatu model yaitu metode Saving Matrix. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis lokasi usaha yang tepat, biaya dan waktu distribusi paling minimum dengan menggunakan metode Saving Matrix. Obyek dari penelitian ini adalah penentuan lokasi untuk meminimasi waktu dan biaya pengiriman pada usaha pengepulan kulit sapi yang berada di kabupaten Banjarnegara kecamatan Mandiraja.
Dalam penelitian ini diperoleh hasil biaya distribusi paling minimum apabila warehouse berada pada lokasi alternatif 3 yaitu Purbalingga dengan jumlah total biaya distribusi sebesar Rp. 29.625.000,00 dan dengan total waktu 20,8 jam atau 1.248 menit serta rute yang harus dilalui adalah Banjarnegara (Terminal Banjarnegara) – Purwokerto (Mersi) – Purbalingga – Cilacap.
Dengan hasil penelitian ini perusahaan dapat menghemat biaya distribusi sebesar Rp. 17.925.000,00 yang semula lokasi usaha berada di Banjarnegara (Mandiraja) dengan total biaya distribusi sebesar Rp. 47.550.000,00 dan total waktu distribusi sebesar 22,65 jam atau 1.359 menit.
This research is an action research that leads to the selection of routes or shortest path to determine the location of the company. In choosing the route and location of the cattle husking business, a model will be developed, namely Saving Matrix method. This study aims to analyze the exact business location, cost and the minimum distribution time by using Saving Matrix method. The object of this research is the determination of location to minimize the time and cost of shipping at cattle husking business located in Banjarnegara district Mandiraja sub-district.
In this study obtained the results of the minimum distribution costs if the warehouse is at an alternative location 3 Purbalingga with the total cost of distribution of Rp. 29.625.000,00 and with a total time of 20.8 hours or 1,248 minutes and the route that must be passed is Banjarnegara (Banjarnegara Terminal) - Purwokerto (Mersi) - Purbalingga - Cilacap.
With the results of this study the company can save distribution costs of Rp. 17.925.000,00 which originally located in Banjarnegara (Mandiraja) with total distribution cost of Rp. 47.550.000,00 and total distribution time of 22.65 hours or 1,359 minutes.
1775020777E1A013215PERANAN BADAN NARKOTIKA NASIONAL (BNN) DALAM PENANGGULANGAN JENIS NARKOTIKA BARUABSTRAK
PERANAN BADAN NARKOTIKA NASIONAL (BNN) DALAM PENANGGULANGAN JENIS NARKOTIKA BARU

Mengikuti perkembangan berita yang ada akhir – akhir tahun ini, banyak ditemukan jenis narkotika baru yang mulai memasuki Indonesia. Keadaan ini jelas menuntut kesiapan Undang – undang No.35 tahun 2009 tentang Narkotika untuk dapat mencegah perkembangan jenis narkotika baru agar tidak masuk dan tersebar di Indonesia. Kenyataan yang ada asas legalitas membatasi kekuatan mengikat peraturan ini, karena banyak jenis narkotika baru yang belum terdaftar dalam lampiran jenis – jenis narkotika yang dilarang dalam peraturan ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui cara lain agar UU Narkotika ini tetap memiliki kekuatan mengikat ketika dihadapkan dengan penanggulangan narkotika jenis baru.
Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan yuridis normatif, spesifikasi penelitian adalah deskriptif, lokasi penelitian di Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia Provinsi Jawa Tengah, sumber data yang digunakan adalah data sekunder, metode pengumpulan data adalah studi kepustakaan, metode analisis data adalah kualitatif.
Berdasarkan hasil penelitan, kekuatan mengikat UU Narkotika terhadap Narkotika jenis baru ada pada Lampiran Daftar Narkotika yang diterbitkan Kementerian Kesehatan yang masih merespon perkembangan jenis narkotika baru, selain itu juga dipengaruhi oleh keberanian dan kemampuan penegak hukum untuk melakukan rechtsvinding / penemuan hukum baru, yang dinilai masih kurang.
ABSTRACT
THE ROLE OF INDONESIAN NATIONAL NARCOTICS AGENCY (BNN) IN THE PREVENTION ON A NEW TYPES OF NARCOTICS

Following through the news on last year, many new types of narcotics were discovered and started to enter Indonesia. On this circumtances is obviously demands readiness of Law Number 35 Year 2009 on the Narcotics to prevent growth of new types of narcotics so that would not enter and spreading in Indonesia. The truth is that the principle of legality is limiting the power of this rule, because there plenty of new types of narcotics hasn’t been listed in the attachment of narcotics types prohibited under this rule. The research purpose is to find out another way that this Law on the Narcotics still have a power-to-rule when it faced to preventing the new types of narcotics.
The research methods that used in this study is juridical normative approach, the research specifications is descriptive, the research locations in Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (Indonesian National Narcotics Agency) region of Central Java Province, the data source are used is secondary data, the data collection methods is literature study, and the data analysis methods is qualitative.
Based on research results that the power-to-rule of Narcotics Laws against new types of narcotics are found in the attachment of narcotics list which published by Ministry of Health who are still responding to development of new types of narcotics, furthermore it is also affected by the courage and the ability of law enforcer to rechtsvinding/finding new law, which is still considered less.
1775120778A1L013032EFEKTIVITAS INTERVAL PEMUPUKAN NITROGEN PADA LAHAN PASIR PANTAI YANG DIBERI PEMBENAH TANAH YANG BERBEDATERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KUBIS BUNGA Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui pengaruh interval pemupukan terhadap pertumbuhan dan hasil kubis bunga di lahan pasir pantai, 2) mengetahui pengaruh frekuensi pemberian pembenah tanah terhadap pertumbuhan dan hasil kubis bunga di lahan tersebut, 3) mengetahui pengaruh dosis pembenah tanah terhadap pertumbuhan dan hasil kubis bunga di lahan tersebut 4) mengetahui pengaruh kombinasi interval pemupukan, frekuensi pemberian dan dosis pembenah tanah terhadap pertumbuhan dan hasil kubis bunga di lahan tersebut.
Penelitian dilaksanakan bulan April-September 2017 di lahan pasir, Desa Banjarsari, Nusawungu, Cilacap (pantai Jetis). Percobaan menggunakan Split Plot dalam Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan 2x2x3 faktor. Faktor pertama interval pemupukan: 7 hari sekali, 14 hari sekali. Faktor kedua frekuensi pemberian pembenah tanah: setiap musim, dan 2 musim sekali. Faktor ketiga dosis pembenah tanah: 20 t/ha, 40 t/ha, dan 60 t/ha. Variabel yang diamati tinggi tanaman, jumlah daun, panjang daun, luas daun, panjang akar, volume akar, bobot tanaman segar, bobot akar segar, bobot daun segar, bobot batang segar, bobot tanaman kering, bobot akar kering, bobot daun kering, bobot batang kering, bobot bunga segar, bobot bunga kering, diameter bunga, dan umur pemunculan bunga.
Hasil penelitian 1) Interval pemupukan 14 hari dapat meningkatkan pertumbuhan, namun tidak meningkatkan hasil kubis bunga, 2) Frekuensi pemberian pembenah tanah setiap musim dapat meningkatkan pertumbuhan, namun tidak meningkatkan hasil kubis bunga, 3) Dosis pembenah tanah 60 t/ha dapat meningkatkan pertumbuhan, namun tidak meningkatkan hasil kubis bunga, 4) Kombinasi perlakuan interval pemupukan 7 hari sekali, frekuensi pemberian setiap musim dan dosis pembenah tanah 40 t/ha lebih dapat meningkatkan pertumbuhan, namun tidak meningkatkan hasil kubis bunga.
Objectives of research were to 1) find out the effect of the fertilization interval on growth and yield of cauliflower in coastal sandy land , 2) find out the effect of giving soil conditioner frequency soil conditioner on growth and yield of cauliflower in coastal sandy land, 3) find out the effect of soil conditioner dose on growth and yield of cauliflower in coastal sandy land 4) determine a combination of fertilization interval, frequency of giving soil conditioner and dose of soil conditioner on growth and yield of cauliflower in coastal sandy land.
The research was conducted April-September 2017 at Banjarsari village, Nusawungu, Cilacap (Jetis Beach). Experiments used Split Plot in a Randomized Block Design Complete (RCBD) with 2x2x3 factors. The first factor fertilization interval: 7 days, and 14 days; second factor frequency of giving soil conditioner: every season and two seasons once; third factor dose of soil conditioner: 20 t/ha, 40 t/ha, 60 t/ha. The observed variables were plant height, leaf number, leaf length, leaf area, root length, root volume, fresh weight of (plants, roots, leaves, stems, curds), dry weight of (plants, roots, leaves, stems, curds), curd diameter, and the day of the first curd emerge.
Results of showed 1) Fertilization interval 14 days can increase plant growth, but not increase the yield, 2) Frequency of soil conditioner every season can increase plant growth, but not increase the yield, 3) dose soil conditioner 60 t/ha can increase plant growth, but not increase the yield, 4) combination of treatment fertilization interval 7 days, the frequency of every seasons and dose soil conditioner 40 t/ha can increase plant growth, but not increase the yield.
1775220779B1J013023Keragaman Jamur pada Tanah Lima Jenis Tanaman di Purwokerto, Banyumas, Jawa TengahPeran degradasi bahan organik di dalam tanah tidak lepas dari mikroorganisme, di antaranya jamur dan bakteri. Jamur dapat membantu proses kesuburan tanah, khususnya pada tanah lahan pertanian. Inventarisasi jamur tanah dari lahan pertanian dapat membantu memberikan informasi tentang keragaman dan indeks biodiversitas jamur mikroskopis. Lahan pertanian dengan jenis tanaman yang berbeda, memiliki keragaman jamur tanah yang berbeda. Berdasarkan hal tersebut, dilakukan penelitian dengan tujuan yaitu (1) mengetahui genera jamur tanah pada lima jenis tanaman budidaya dominan di Purwokerto, dan (2) mengukur indeks biodiversitas jamur tanah pada lima lahan pertanian di Purwokerto.
Lahan pertanian yang digunakan antara lain: padi, jagung, singkong, kacang tanah, dan ubi jalar. Penelitian ini dilakukan dengan metode survai. Teknik pengambilan sampel tanah yaitu dengan purposive random sampling. Isolasi jamur dilakukan dengan metode pengenceran bertingkat dan tanam langsung. Sampel tanah yang diperoleh dilakukan pengenceran bertingkat hingga 10-5, selanjutnya dilakukan isolasi dan pemurnian pada medium PDA. Jamur yang diperoleh diidentifikasi berdasarkan karakter makromorfologi dan mikromorfologi dengan menggunakan buku kunci identifikasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Analisis deskriptif kualitatif digunakan untuk mengetahui genera dan karakteristik morfologi dari jamur tanah, analisis kuantitatif digunakan untuk mengetahui indeks biodiversitas jamur pada tanah lahan pertanian.
Hasil penelitian dapat diketahui bahwa terdapat 21 genera yang ditemukan pada tanah lima lahan pertanian di Purwokerto, yaitu Penicillium 1, Penicillium 2, Penicillium 3, Penicillium 4, Trichoderma, Aspergillus 1, Aspergillus 2, Mycotypha, Aureobasidium, Cylindrocarpon, Chaetomium, Mucor 1, Mucor 2, Gliocladium, Curvularia, Fusarium, Oidiodendron, Bipolaris, Acremonium, Botrytis, Paecilomyces. Indeks biodiversitas (H’) yang diperoleh yaitu pada tanaman jagung sebesar 2,063, tanaman kacang tanah sebesar 1,196, tanaman ubi jalar sebesar 1,194, tanaman singkong sebesar 1,514, dan tanaman padi sebesar 1,108 sehingga kelima lahan pertanian mempunyai nilai keragaman sedang.
Degradation process of organic compound in soil is can not be separated by microorganism role, including fungi and bacteria. Fungi can help the process of soil fertility, especially on agricultural land. Inventory of soil fungi from agricultural land can help to provide information about diversity and biodiversity index of microscopic fungi. Agricultural land with different types of plants, has a different diversity of soil fungi. Refer to that mentioned, this research was conducted with the objectives of (1) knowing the genera of soil fungi on five dominant plants in Purwokerto, and (2) measuring the index of soil fungi biodiversity on five agriculturl land in Purwokerto.
Agricultural land used include: rice, corn, cassava, peanuts, and sweet potatoes. This research was conducted by survey method. Soil sampling technique was done by purposive random sampling. Fungi isolation was done by multilevel dilution method and direct planting. The soil samples obtained were diluted up to 10-5 dilutions, followed by isolation and purification on PDA medium. The fungi obtained were identified by macromorphological and micromorphological characters using book of identification key which are Domsch et al. (1993), Barnett & Hunter (1972), and Watanabe (2002). Data analysis was done descriptively both qualitative and quantitative. Qualitative descriptive analysis was used to determine the genera and morphological characteristics of soil fungi, quantitative analysis was used to determine the index of fungus biodiversity on agricultural land.
The results revealed that there were 21 genera found on five soil of agricultural land in Purwokerto, namely Penicillium 1, Penicillium 2, Penicillium 3, Penicillium 4, Trichoderma, Aspergillus 1, Aspergillus 2, Mycotypha, Aureobasidium, Cylindrocarpon, Chaetomium, Mucor 1, Mucor 2, Gliocladium, Curvularia, Fusarium, Oidiodendron, Bipolaris, Acremonium, Botrytis, Paecilomyces. Biodiversity index which obtained in corn plant is 2,063, peanut plant is 1,196, sweet potato plant is 1,194, cassava is 1,514, and rice plant is 1,108, therefore those five agricultural land have moderate diversity value.
1775320781C1A012016PENGARUH JUMLAH PENJUALAN, JUMLAH PENDAPATAN JASA, JUMLAH MODAL, DAN BIAYA ADMINISTRASI UMUM TERHADAP SISA HASIL USAHA PADA KOPERASI DI BANYUMAS (Studi Kasus Lima Koperasi Unit Desa)
Penelitian yang berjudul “Pengaruh Jumlah Penjualan, Jumlah Pendapatan Jasa, Jumlah Modal, dan Biaya Administrasi Umum Terhadap Sisa Hasil Usaha pada Koperasi di Banyumas (Studi Kasus Lima Koperasi Unit Desa)” bertujuan untuk menjelaskan seberapa besar pengaruh variabel penjualan, pendapatan jasa, dan modal terhadap sisa hasil usaha dengan rentang waktu 5 tahun (2012-2016).
Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Sumber data yang digunakan adalah data primer. Data yang digunakan adalah neraca pada laporan RAT (Rapat Anggota Tahunan) lima KUD yang tercatat sebagai KUD dengan perkembangan yang baik di Kabupaten Banyumas, di antaranya KUD Aris (Banyumas), KUD Rukun Tani (Cilongok), KUD Pesat (Karanglewas), KUD Tani Maju (Purwokerto), dan KUD Ajibarang (Karanglewas).
Pada tahap analisis data, digunakan analisis regresi linear berganda data panel. Lalu, dilanjutkan dengan pengujian asumsi klasik dan uji kriteria statistik. Berdasarkan analisis yang dilakukan, diperoleh persamaan berikut.
SHU= 0,12 + 0,11PENJ + 0,26JASA + 0,15MODAL – 0,31ADMIN, dengan PENJ sebagai jumlah penjualan, JASA sebagai pendapatan jasa, MODAL sebagai jumlah modal, dan ADMIN sebagai Biaya Administrasi Umum.
Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa variabel yang paling berpengaruh secara signifikan adalah pendapatan jasa. Variabel lain yang berpengaruh secara signifikan adalah modal, sedangkan jumlah penjualan dan biaya administrasi umum tidak berpengaruh secara signifikan. Selain itu, ditentukan pula sebuah implikasi, yakni KUD tersebut dapat menaikkan variabel jumlah penjualan, pendapatan jasa, serta modal jika ingin meningkatkan SHU.
The research entitled "The Influence of Total Sales, Total Service Revenue, Total Capital, and General Administration Cost on Time of Operating Results at Cooperative in Banyumas (Case Study of Five Village Unit Cooperatives (KUD)" aims to explain how much influence of sales variables, service revenues, capital, and General Administration Cost to the remaining business return with a span of 5 years (2012-2016).
The type of this research is quantitative descriptive. The data source used is primary data. The data used are the balance sheets in RAT reports (annual cooperative meetings) which are registered as KUD with good development in Banyumas Regency, such as KUD Aris (Banyumas), KUD Rukun Tani (Cilongok), KUD Pesat (Karanglewas), KUD Tani Maju (Purwokerto), and KUD Ajibarang (Karanglewas).
In the data analysis stage, multiple linear regression analysis of panel data is used. Then, proceed with classical assumption test and statistical criteria test. Based on the analysis, the following equation is obtained. SHU= 0.12 + 0.113PENJ + 0.26JASA + 0.15MODAL – 0.31ADMIN, with PENJ as sales amount, JASA as servise revenue, MODAL as capital amount, and ADMIN as General Administration Cost.
Based on the results of the study it is noted that the most influential variable significantly is the income of services. Another variable that significantly influences is capital, while the amount of sales and general administration cost has no significant effect. In addition, an implication is also determined, namely the KUD can raise the variable number of sales, service opinions, and capital if SHU improvement is wanted
1775420796A1L012171Kajian Pemberian Zeolit Alam dan Tinggi Genangan Air pada Berbagai Kadar C-organik terhadap Serapan N dan Pertumbuhan Padi SawahPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) pengaruh penambahan zeolit alam, tingkat genangan air dan kadar C-Organik tanah serta interaksinya terhadap sifat kimia tanah, serapan N dan pertumbuhan padi sawah, 2) pengaruh zeolit teraktivasi dan tanpa aktivasi terhadap kandungan unsur hara N dalam tanah dan 3) menentukan kadar C-Organik tanah yang terbaik terhadap serapan N dan pertumbuhan padi sawah. Penelitian ini dilaksanakan di Screen House dan Laboratorium Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto dari bulan November 2016 sampai April 2017. Penelitian ini dilakukan dengan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) yang terdiri atas 3 faktor. Faktor pertama adalah jenis zeolit yang terdiri atas 2 taraf, yaitu zeolit tanpaaktivasi (Z) dan zeolit aktivasi (ZM). Faktor kedua adalah kadar C-organik tanah yang terdiri atas 6 taraf, yaitu dengan kadar : 1% (C0), 2% (C1), 3% (C2), 4% (C3), 5% (C4) dan 6% (C5). Faktor ketiga adalah ketebalan genangan air yang terdiri atas 2 taraf, yaitu 0,3 cm (K0) dan 3 cm (K1). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penambahan zeolit tidak berpengaruh terhadap semua variabel pengamatan kimia tanah dan pertumbuhan padi sawah. Interaksi antara zeolit aktivasi dengan kadar C-organik dan kedalaman genangan air memberikan pengaruh nyata terhadap pH KCl dan bagan warna daun. Interaksi antara zeolit aktivasi dengan kadar C-organik memberikan pengaruh sangat nyata terhadap jumlah anakan total.This research aims to determine: 1) the effect of natural zeolite addition, puddles level and C-Organic soil content as well as their interactions with soil chemical properties, N uptake and also the growth of paddy, 2) the effect of activated zeolite and zeolite without activation to N nutrient content in soil, and 3) determine the best C-Organic amount of N uptake and the growth of paddy.. This research was conducted at Screen House and Soil Science Laboratory, Jenderal Soedirman University, Purwokerto from November 2016 to April 2017. This research was conducted with randomized completely block design (RCBD) which consist of three factors. The first factor is a type of zeolite consist of 2 levels, it is zeolite without activation (Z) and activated zeolites (ZM). The second factor is the level of C-Organic soil consist of 6 levels, with percentage of content: 1% (C0), 2% (C1), 3% (C2), 4% (C3), 5% (C4) and 6% (C5). The third factor is the depth of water puddle consist of 2 levels, it is 0.3 cm (K0) and 3 cm (K1).This research result shows that addition of zeolites have no effect on all variables of soil chemical observation and the growth of paddy. The interaction between activated zeolite with C-Organic content and the depth of water puddle gives a real effect on pH KCl and leaf color chart. The interaction between the activated zeolite and the C-organic content had a very significant effect on the total number of paddy tillers.
1775520672A1C011035STUDI KEPUASAN DAN LOYALITAS KONSUMEN TOKO MILIK PT. TRUBUS MITRA SWADAYA (KASUS DI TOKO CIMANGGIS DAN GUNUNG SAHARI KOTA JAKARTA)
PT. Trubus Mitra Swadaya sebagai perusahaan yang berbisnis di bidang pertanian ini mampu menangkap peluang dari masyarakat yang semakin membutuhkan bibit tanaman untuk penghijauan lingkungan sekitarnya. Pemanfaatan peluang tersebut dilakukan melalui penyediaan berbagai produk yang terkait dengan pertanian di Toko Trubus, seperti benih serta bibit tanaman, saprotan, dan juga produk olahan herbal. Toko Trubus berusaha untuk mengedepankan kualitas dari produknya agar tercipta kepercayaan konsumen terhadap jaminan mutu produknya yang ditawarkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis (1) kepuasan konsumen Toko Trubus Mitra Swadaya cabang Gunung Sahari dan cabang Cimanggis, (2) Menganalisis loyalitas konsumen Toko Trubus Mitra Swadaya cabang Gunung Sahari dan cabang Cimanggis. Metode penelitian yang digunakan adalah survei. Penelitian ini dilaksanakan pada dua toko milik PT. Trubus Mitra Swadaya yang berkantor pusat di Jalan Satelit No. 81 Mekarsari, Cimanggis, Depok, kedua toko tersebut adalah toko yang berada di wilayah Cimanggis (Jalan Raya Bogor Kp. Tipar Mekarsari Km. 30 Depok) dan Gunung Sahari (Jalan Gunung Sahari III No. 7 Jakarta Pusat). Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2016 sampai Januari 2017. Pemilihan lokasi dilakukan secara sengaja (purposive), dengan pertimbangan bahwa PT. Trubus Mitra Swadaya merupakan perusahaan yang telah lama berdiri serta berpengalaman di bidang pembibitan tanaman sekaligus pemasaran produk-produk pertanian dan adanya minat masyarakat untuk mengkonsumsi produk pertanian. Metode analisis data yang digunakan adalah Important Performance Analysis (IPA), Customer Satisfaction Index (CSI), dan Piramida Loyalitas. Hasil penelitian menunjukkan (1) Besarnya tingkat kepuasan konsumen Toko Trubus adalah 76,50 persen dan nilai tersebut berada pada kriteria puas, (2) Tingkat loyalitas konsumen Toko Trubus termasuk tinggi dengan bentuk piramida terbalik, dengan hasil pada golongan Satisfied Buyer, Liking The Brand, dan Commited Buyer berada pada interval rata-rata rentang skala 4,01 – 4,75 yang berarti konsumen “sangat setuju” dan hasil pada golongan Switcher Buyer berada pada interval rata-rata rentang skala 1,76 – 2,50 yang berarti konsumen “tidak setuju”. Oleh karena itu, bisa dikatakan konsumen Toko Trubus akan tetap loyal terhadap Toko Trubus.PT. Trubus Mitra Swadaya as a agriculture business company able to capture the opportunities of people who increasingly need of plant seeds for greening the surrounding environment. Utilization of these opportunities is done through the provision of various products related to agriculture in Toko Trubus, such as seeds and seeds of plants, means of agricultural production, and also processed herbal products. Trubus store strives to prioritize the quality of its products in order to create consumer confidence in the quality assurance of its products offered. This study aims to analyze (1) Customer satisfaction of Toko Trubus, Gunung Sahari branch and Cimanggis branch, (2) Analyzing consumer loyalty of Toko Trubus, Gunung Sahari branch and Cimanggis branch. The research method used is survey. This research was conducted at two stores owned by PT. Trubus Mitra Swadaya which headquartered in Satelit Street No. 81 Mekarsari, Cimanggis, Depok, both stores are located in Cimanggis (Bogor Highway Tipar Mekarsari Km 30, Depok) and Gunung Sahari ( Street of Gunung Sahari III No. 7 Central Jakarta). The research was conducted on December 2016 until January 2017. Site selection was done purposively (purposive), with the consideration that PT. Trubus Mitra Swadaya is a company that has long standing and experienced in the field of plant breeding as well as marketing of agricultural products and the interest of the community to consume agricultural products. Data analysis methods used are Important Performance Analysis (IPA), Customer Satisfaction Index (CSI), and Pyramid of Loyalty. The result of the research shows (1) The level of consumer satisfaction of Toko Trubus is 76,50 percent and the value is in satisfied criteria, (2) Consumer loyalty level of Toko Trubus is high with reversed pyramid shape with Satisfied Buyer, Liking The Brand , and the Commited Buyer is at an average interval range of 4.01 - 4.75 scale which means that consumers "strongly agree" and the results in the Switcher Buyer class are at an average interval range of 1.76 - 2.50 scale which means consumers "disagree". Therefore, it can be said that consumers of Toko Trubus will remain loyal to Toko Trubus.
1775620782H1A013041SINTESIS DAN UJI AKTIVITAS FOTOKATALITIK
Ag3PO4 DOPAN MANGAN PADA RHODAMIN B
Material Ag3PO4 dopan mangan berhasil disintesis dengan metode kopresipitasi menggunakan raw material MnSO4.H2O, AgNO3, dan Na2HPO4.12 H2O diikuti dengan kalsinasi pada suhu 500oC selama 5 jam. Rasio mol Ag3PO4 dopan mangan didesain pada 0; 0,1; 0.2 dan 0,3. Sampel dikarakterisasi menggunakan X-ray Diffraction, Diffuse Reflectance Spectroscopy dan Scanning Electron Microscopy-Energy Disperssive Electron. Mn/Ag 0,1 memiliki kinetika fotodegradasi rhodamin b lebih tinggi 2,97 kali lipat dibandingkan dengan Ag3PO4 murni dibawah iridiasi sinar tampak. Peningkatan aktivitas fotokatalitik diakibatkan oleh meningkatkatnya kemampuan penyerapan foton akibat pendopanan logam mangan kedalam struktur Ag3PO4.The Ag3PO4 dopant mangan material was successfully synthesized by coprecipitation method using raw material MnSO4.H2O, AgNO3, dan Na2HPO4.12 H2O followed by calcination at 500oC for 5 hours. The mole ratio of Ag3PO4 dopant Manganese is designed at 0; 0.1; 0.2 and 0.3. Samples were characterized using X-ray Diffraction, Diffuse Reflectance Spectroscopy and Scanning Electron Microscopy-Energy Disperssive Electron. Kinetics of Mn/Ag 0,1 is 2.97 higher than that of pure Ag3PO4 under visible light irradiation. The increase in photocatalytic activity is due to the increased capability of photon absorption due to the modification of mangan into the Ag3PO4 structure.
1775720787H1F013072GEOLOGI DAN GEOKIMIA AIR PANAS DAERAH DUKUHBENDA DAN SEKITARNYA, KECAMATAN BUMIJAWA, KABUPATEN TEGAL, JAWA TENGAHDaerah penelitian berada di Desa Dukuhbenda, Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kondisi geologi dan geokimia air panas di daerah tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini diantaranya observasi lapangan, pemetaan geologi detail dan analisis geokimia air panas. Geomorfologi daerah penelitian terdiri dari Satuan Kerucut Sinder Anggrung, Satuan Pegunungan Aliran Lava G. Mingkrik, Satuan Lembah Struktural. Satuan batuan yang ada di daerah penelitian yaitu Satuan Perselingan Napal - Batupasir Gampingan, Satuan Aliran Lava G. Mingkrik, Satuan Jatuhan Piroklastika Slamet dan Satuan Jatuhan Piroklastika Anggrung. Struktur yang berkembang di daerah penelitian yaitu Sesar Normal Begawat, Sesar Normal Kaligiri dan Sesar Normal Sigedong. Terdapat 2 manifestasi air panas yaitu MAP Sigedong (42°C; pH 6.58) dan MAP Dukuhbenda (36°C; pH 6.04). Dari hasil analisis geokimia air panas bumi daerah penelitian didapatkan tipe air yaitu air bikarbonat. Air panas yang ada di daerah penelitian berasal dari satu reservoir. Temperatur reservoir panas bumi daerah penelitian yaitu 116°C. Kedalaman reservoir panas bumi daerah penelitian 271 meter di bawah permukaan. Berdasarkan perhitungan hilang panas alamiah daerah penelitian memiliki potensi panas bumi sebesar 2.898 kW dan sumber daya spekulatif sebesar 28.98 kWe.Research area is located in Dukuhbenda village, Bumijawa subdistrict, Tegal regency, Central Java. This study was conducted to determine the condition of geology and geochemistry of geothermal water in the area. The methods used in this study are observation, detailed geological mapping and geochemical analysis of geothermal water. Geomorphology of the research area consisting of Kerucut Sinder Anggrung unit, Pegunungan Aliran Lava G. Mingkrik unit, Lembah Satuan unit. Lithological units in the research area are Perselingan Napal – Batupasir Gampingan unit, Aliran Lava G. Mingkrik unit, Jatuhan Piroklastika Slamet unit, and Jatuhan Piroklastika Anggrung unit. Developing structure in the study area there are Begawat, Kaligiri, and Sigedong Normal Fault. There are two geothermal manifestations is MAP Sigedong (42°C; pH 6.58) and MAP Dukuhbenda (36°C; pH 6.04). From the result of geochemical analysis of geothermal water in the research area, bicarbonate water types were obtained. Geothermal water in the research area comes from one reservoir. Reservoir temperature in the research area is 116°C. The depth of geothermal reservoir in the research area is 271 meter in subsurface. Based on heat loss calculation, potential of geothermal in the research area is 2.898 kW and speculative resource is 28.98 kWe.
1775820816G1F013018AKTIVITAS ANTIBAKTERI FRAKSI KLOROFORM DAUN JARAK PAGAR (Jatropha curcas L.) TERHADAP Staphylococcus aureus DAN Streptococcus pyogenes
Latar Belakang: Infeksi kulit dapat disebabkan oleh Staphylococcus aureus dan Streptococcus pyogenes, bakteri ini telah dinyatakan resisten terhadap beberapa antibiotik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah fraksi Kloroform daun jarak pagar dapat menghambat pertumbuhan bakteri, dan nilai KHM dan KBM.
Metodologi: Penelitian ini dilakukan secara eksperimental. Ekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96%, fraksinasinya menggunakan metode padat-cair dengan pelarut n-heksan, kloroform, dilakukkan secara bertingkat. Konsentrasi larutan uji yang digunakan adalah 0,25%; 0,5%; 1%; 2,5%; dan 5%. Uji KHM menggunakan metode dilusi cair menggunakan media Triptone Soya Broth (TSB), diinkubasi selama 24 jam pada suhu 37oC, hasilnya dibandingkan dengan kontrol. Uji KBM dilakukan dengan menumbuhkan hasil KHM pada media Triptone Soya Agar (TSA) secara Spread plate tanpa penambahan bakteri maupun larutan variasi konsentrasi fraksi kloroform, diinkubasi selama 24 jam pada suhu 37oC dan dilihat pertumbuhannya.
Hasil Penelitian: Nilai KHM fraksi kloroform untuk Staphylococcus aureus dan Streptococcus pyogenes adalah 5% dan 2,5%. Nilai KBM pada dan Streptococcus pyogenes adalah 2,5%. Sedangkan untuk Staphylococcus aureus nilai KBM nya belum diketahui.
Kesimpulan: Fraksi kloroform daun tanaman jarak pagar tidak memiliki aktivitas sebagai antibakteri pada Staphylococcus aureus dan Streptococcus pyogenes.
Background: Skin infection like feliculitis, cellulitis and impetigo can caused by Staphylococcus aureus and Streptococcus pyogenes, this bacteri has been report resistance to some antibiotics. This study aim to determine whether the chloroform fraction of jatropha leaves can inhibit bacterial growth, and the value of MIC and MBC.
Methods: This study was an experimental study. Extraction using a maceration method with 96% ethanol solvent, fractionation using a solid-liquid method with n-hexane and chloroform solvents, was performed in stages. The concentration of test solution used was 0.25%; 0.5%; 1%; 2.5%; and 5%. The MIC test used liquid dilution method using Triptone Soya Broth (TSB) medium, incubated for 24 hours at 37oC, the result was compared with control. The MBC test was performed by growing the MIC result on Triptone Soya Agar (TSA) medium by Spread plate without addition of bacteria or solution of variation of chloroform fraction concentration, incubated for 24 hours at 37oC and seen growth.
Result: MIC values of chloroform fraction for Staphylococcus aureus and Streptococcus pyogenes were 5% and 2.5%. The MBC values in Streptococcus pyogenes was 2.5%. But The MBC values in Staphylococcus aureus have’t been found.
Conclusion: Jatropha leaf chloroform fraction has inactive activity as antibacterial in Staphylococcus aureus and Streptococcus pyogenes.
1775920783A1L013163RESPON JERUK KEPROK CHOKUN (Citrus reticulata) DAN PURUT (C. hystrix) TERHADAP DOSIS DAN FREKUENSI PEMUPUKAN N, P, dan K
Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui pertumbuhan dua jenis jeruk, 2) mengetahui pengaruh dosis pemupukan terhadap pertumbuhan tanaman jeruk, 3) mengetahui pengaruh frekuensi pemupukan terhadap pertumbuhan tanaman, dan 4) mengetahui pengaruh interaksi antara dosis dan frekuensi pemupukan terhadap pertumbuhan dua jenis tanaman jeruk. Penelitian dilaksanakan di Desa Limpakuwus, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas yang dimulai dari April hingga Agustus 2017. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok lengkap (RAKL) dengan tiga faktor. Faktor tersebut adalah jenis jeruk (keprok chokun dan purut), dosis pupuk (0, 60, dan 120% dosis anjuran), dan frekuensi pemupukan (satu kali dan dua kali pemupukan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis keprok chokun memberikan hasil yang lebih baik pada pertambahan jumlah daun dan jumlah trubus. Purut memberikan hasil lebih baik pada variabel lainnya kecuali jumlah buah umur 2 bulan setelah buah terbentuk (bsbt). Pemberian 120% dosis anjuran menghasilkan kandungan klorofil tertinggi (67,01 unit/ 6 mm2). Pemupukan satu kali dengan 60% dosis anjuran menghasilkan pertambahan diameter batang tertinggi (0,394 cm). Jumlah buah umur 1 bsbt tertinggi (53,3 buah) dihasilkan oleh jeruk purut yang dipupuk dengan 60% dosis anjuran dan frekuensi dua kali pemupukan.Purposes of this research were 1) to observe growth two types of citrus, 2) to study effect of fertilizer dose on plant growth, 3) to identify effect of fertilization frequency on plant growth, and 4) to find out effect of interaction between dose and frequency of fertilization on growth of two types of citrus plants. The research was held in Limpakuwus Village, Sumbang District, Banyumas Regency which was started from April to August 2017. This research used a randomized completely block design (RCBD) with three factors. The tested factors were consisted of citrus types (keprok chokun and purut), fertilizer dose (0 (control), 60%, and 120% recomended dose), and frequency of fertilization (one and two-times fertilization). The result showed that chokun tangerine gave better effect to number of leaves increase and amount of sprouting buds. By contrast, purut gave better effect to other variables except amount of fruit two months after forming (maf). Fertilizer with 120% recomended doses gave the best result to amount of clorophyll (67,01 unit/ 6 mm2). One-time fertilization with 60% recommended dose has have the best increase of stem diameter (0,394 cm). The best number of fruit one maf (53,3 fruit) was resulted by lime with 60% recommended dose fertilizer and frequency of two-times fertilization.
1776020784C1C013098PENGARUH INTELLECTUAL CAPITAL TERHADAP NILAI PERUSAHAAN PADA INDUSTRI MANUFAKTUR LOGAM YANG TERDAFTAR DI (BEI) PERIODE TAHUN 2013-2016RINGKASAN

Ada keuntungan yang akan didapatkan oleh perusahaan apabila perusahaan berinvestasi pada intellectual capital diantaranya ada berbagai macam faktor yang dapat mempengaruhi nilai perusahaan tersebut yaitu Human Capital, Structural Capital, Capital Employed dari ketiga elemen ini semuanya dapat mempengaruhi nilai perusahaan tetapi jenis perusahaan juga akan sangat berpengaruh.

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh dari variabel intellectual capital yang di bagi menjadi tiga elemen yaitu Human Capital, Structural Capital, Capital Employed terhadap Nilai Perusahaan. Sampel penelitian ini adalah perusahaan manufaktur sektor logam yang tertdaftar di BEI pada periode 2013-2016. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Human Capital tidak brpengaruh terhadap Nilai Perusahaan, Structural Capital berpengaruh positif terhadap Nilai Perusahaan, Capital Employed berpengaruh positif terhadap Nilai Perusahaan.
SUMMARY

There are advantages to be gained by the company if the company invests in intellectual capital such as there are various factors that can affect the value of the company is Human Capital, Structural Capital, Capital Employed of these three elements can all affect the value of the company but the type of company will also be very influential.

The purpose of this study is to analyze the influence of intellectual capital variables are divided into three elements, namely Human Capital, Structural Capital, Capital Employed to Company Value. The sample of this research is a metal manufacturing company listed on the BEI in the period 2013-2016. The results of this study show that Human Capital does not affect the Company Value, Structural Capital has a positive effect on Corporate Value, Capital Employed has a positive effect on Corporate Value.