| NIM | G1A014026 |
| Namamhs | HESTI TRI YULIANI |
| Judul Artikel | Hubungan Tingkat Aktivitas Fisik terhadap Kadar Glukosa Darah pada Lansia Hipertensi dan Prehipertensi di Desa Karangklesem Kecamatan Kutasari Purbalingga |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Seiring meningkatnya usia, tekanan darah pada lansia semakin meningkat sehingga hipertensi dan prehipertensi dapat menjadi karakteristik >80% lansia di dunia. Bertambahnya usia juga dapat menyebabkan tingkat aktivitas fisik pada lansia semakin menurun. Aktivitas fisik rendah dapat meningkatkan risiko terjadinya hipertensi dan diabetes melitus. Kadar glukosa darah merupakan salah satu komponen kriteria diagnosis dari penyakit diabetes melitus. Berdasarkan penelitian sebelumnya, kadar glukosa darah dapat dipengaruhi oleh aktivitas fisik dan tekanan darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat aktivitas fisik terhadap kadar glukosa darah pada lansia hipertensi dan prehipertensi di Desa Karangklesem Kecamatan Kutasari Purbalingga. Penelitian ini bersifat observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Empat puluh dua lansia berusia ≥ 65 tahun diambil menjadi subjek penelitian melalui consecutive sampling. Subjek penelitian mengisi kuesioner Physical Activity Scale for Elderly (PASE) dan diukur kadar glukosa darah sewaktu dengan menggunakan glukometer. Seluruh subjek penelitian memiliki aktivitas fisik rendah dengan rerata 19,17 ± 6,6 dan 47,6% subjek penelitian memiliki kadar glukosa darah pada ambang batas (prediabetes) dengan rerata 123,90 ± 70,78 g/dL. Berdasarkan uji korelasi Spearman didapatkan tidak terdapat hubungan antara tingkat aktivitas fisik terhadap kadar glukosa darah pada lansia hipertensi dan prehipertensi di Desa Karangklesem Kecamatan Kutasari Purbalingga dengan nilai p=0,573. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | As age increases, the blood pressure on the elderly increases so that hypertension and prehypertension can be a hallmark of >80% elderly people in the world. Increasing age can also cause the level of physical activity in the elderly decreases. Low physical activity increases the risk of developing hypertension and diabetes mellitus. Blood glucose level is one component of the diagnostic criteria of diabetes mellitus. Based on previous research, blood glucose levels can be known by physical activity and blood pressure. This study aims to understand the correlation between physical acivity and blood glucose on hypertension and prehypertension elderly in Karangklesem Village of Kutasari Purbalingga. This cross-sectional study included 42 subjects aged ≥ 65 years old chosen using consecutive sampling method. The subjects’ physical activity was scored using Physical Activity Scale for Elderly (PASE) questionnaire, and the subjects’ blood glucose were measured using glucometer. All subjects had low physical activity with mean of 19,17 ± 6,6 and 47,6% of the study subjects had blood glucose levels at the borderline (prediabetes) with a mean of 123.90 ± 70.78 mg / dL. Based on spearman test, there was no correlation between level of physical activity on blood glucose level on hypertension and prehypertension elderly in Karangklesem Village of Kutasari Purbalingga with p value = 0.573. |
| Kata kunci | Aktivitas fisik pada lansia, diabetes melitus tipe 2, kadar glukosa darah, hipertensi, prehipertensi. |
| Pembimbing 1 | dr. Khusnul Muflikhah, M.Sc. |
| Pembimbing 2 | dr. Mustofa, M.Sc. |
| Pembimbing 3 | - |
| Tahun | 2018 |
| Jumlah Halaman | 117 |
| Tgl. Entri | 2018-01-29 00:43:32.553792 |
|---|