Artikelilmiahs
Menampilkan 17.521-17.540 dari 50.029 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 17521 | 20585 | F1B013020 | PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL - MOTIVASI KERJA DAN DISIPLIN KERJA TERHADAP EFEKTIVITAS PROGRAM PATEN DI KECAMATAN BATURRADEN KABUPATEN BANYUMAS | Banyaknya laporan keluhan mengenai pelayanan publik ke Ombudsman RI, maka Kementerian Dalam Negeri mengeluarkan Permendagri Nomor 4 Tahun 2010 Tentang Pedoman Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan (PATEN). PATEN merupakan pelayanan terpadu satu pintu yang bertujuan untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Salah satu kecamatan yang menjalankan program PATEN di Kabupaten Banyumas adalah Kecamatan Baturraden. Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dipaparkan, maka permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah pertama, melihat apakah Gaya Kepemimpinan Transformasional berpengaruh terhadap Efektivitas Program PATEN? Kedua, apakah Motivasi Kerja berpengaruh terhadap Efektivitas Program PATEN? Ketiga, apakah Disiplin Kerja berpengaruh terhadap Efektivitas Program PATEN di Kecamatan Baturraden? Terakhir, apakah Gaya Kepemimpinan Transformasional, Motivasi Kerja dan Disiplin Kerja berpengaruh terhadap Efektivitas Program PATEN di Kecamatan Baturraden? Tujuan penelitian ini adalah untuk menjawab permasalahan-permasalahan tersebut. Untuk mewujudkan tujuan penelitian tersebut, penelitian ini menggunakan teori dan konsep berupa efektivitas program, Gaya Kepemimpinan Transformasional, Motivasi Kerja, dan Disiplin Kerja sebagai faktor yang memengaruhi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei dengan pendekatan kuantitatif asosiatif dan teknik sampling yang digunakan yaitu dengan teknik sampel jenuh di mana semua anggota populasi yang berjumlah 14 orang dijadikan sebagai sampel. Metode pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan kuesioner, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis yang digunakan adalah Uji Korelasi Kendall Tau-b, Konkordasi Kendall W, dan Regresi Ordinal. Untuk menguji keabsahan data, maka diperlukan uji validitas dan reliabilitas. Hasil penelitian dan analisis data menggunakan analisis Regresi Ordinal nunjukkan bahwa: (1) Gaya Kepemimpinan Transformasional berpengaruh positif dan signifikan terhadap Efektivitas Program PATEN dengan koefisien Regresi Ordinal sebesar 10,350 signifikan pada α 0,049 dan berpengaruh sebesar 40,1%; (2) Motivasi Kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap Efektivitas Program PATEN dengan koefisien Regresi Ordinal sebesar 11,401 signifikan pada α 0,046 dan berpengaruh sebesar 40,7%; (3) Disiplin Kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap Efektivitas Program PATEN dengan koefisien Regresi Ordinal sebesar 9,992 tidak signifikan pada α 0,102, berpengaruh sebesar 31,9%; (4) Secara bersama-sama antara Gaya Kepemimpinan Transformasional terhadap Efektivitas Program PATEN, Motivasi Kerja terhadap Efektivitas Program PATEN, dan Disiplin Kerja mempunyai pengaruh yang signifikan dan positif terhadap Efektivitas Program PATEN dengan koefisien Regresi Ordinal sebesar 13,127 signifikan pada α 0,025 dan berpengaruh sebesar 73,7%. Kesimpulan penelitian ini ialah ada pengaruh yang positif dan signifikan antara Gaya Kepemimpinan Transformasional, Motivasi Kerja, Disiplin Kerja terhadap Efektivitas Program PATEN pada Kecamatan Baturraden Kabupaten Banyumas. | Many reports of public services to the Ombudsman, then Ministry of Home Affairs issued the Regulation of the Minister of Home Affairs Number 4 Year 2010 About the Guidelines of District Integrated Administration Service (PATEN). PATENT is a one stop service that aims to bring service closer to the community. One of the sub districts that run the PATENT program in Banyumas Regency is Baturraden District. Based on the background of the problems that have been presented, then the problem studied in this research is first, see whether the Transformational Leadership Style affect the Effectiveness of PATENT Program? Secondly, does Motivation Work affect the Effectiveness of PATENT Program? Third, does the Work Discipline affect the Effectiveness of PATENT Program in Baturraden Sub-district? The last is, does the Transformational Leadership Style, Work Motivation and Work Discipline Affect the Effectiveness of PATENT Program in Baturraden Sub-district? The purpose of this study is to answer the problems. To realize the purpose of the study, this study uses the theory and concepts of program effectiveness according, Transformational Leadership Style, Work Motivation, and Work Discipline as influencing factors. The method used in this research is survey with quantitative approach of associative and sampling technique used that is with technique of saturated sample where all member of population which amounts to 14 people serve as sample. Methods of data collection in this study using questionnaires, observation, interviews, and documentation. Analytical techniques used are Kendall Tau-b Correlation Test, Kendall W Conjunction, and Ordinal Regression. To test the validity of the data, it is necessary to test the validity and reliability. Based on the results of research and data analysis using Ordinal Regression analysis showed that: (1) Transformational Leadership has a positive and significant effect on Effectiveness of PATEN Program of 10,350 significant at α 0,049 and influence 40,1%; (2) Motivation to Work has a positive and significant effect on Effectiveness of PATEN Program of 11,401 significant at α 0,046 and influence 40,7%; (3) Discipline of Work has a positive and significant effect on Effectiveness of PATEN Program of 9,992 not significant at α 0,102 and influence 31,9%; (4) Together between Transformational Leadership, Motivation to Work, and Discipline of Work have a significant and positive influence on Effectiveness of PATEN Program of 13,127 significant at α 0,025 and influence 73,7%. Based on the results of the research, There is a positive and significant influence between Transformational Leadership, Motivation to Work, and Discipline of Work to Effectiveness of PATENT Program at Baturraden Sub-district of Banyumas Regency. | |
| 17522 | 20586 | C1A013106 | FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI KONSUMSI DAN IMPOR BERAS DI INDONESIA DENGAN MENGGUNAKAN PERSAMAAN SIMULTAN (Periode tahun 1990-2014) | Penelitian ini berjudul “Faktor-Faktor yang Memengaruhi Konsumsi dan Impor Beras di Indonesia dengan Menggunakan Persamaan Simultan (Periode tahun 1990 – 2014). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari beberapa variabel independen terhadap dua variabel dependen yang digunakan yaitu konsumsi beras dan impor beras di Indonesia. Periode penelitian ini adalah 25 tahun dari tahun 1990 sampai dengan 2014. Penelitian ini menggunakan alat analisis dengan metode TSLS (Two-Stage Least Square). Hasil penelitian menunjukkan bahwa, (1) Variabel jumlah penduduk, harga beras domestik, pendapatan per kapita, dan jumlah impor berpengaruh signifikan secara simultan terhadap jumlah konsumsi beras di Indonesia. Diantara variabel independen tersebut, variabel jumlah penduduk secara parsial berpengaruh positif terhadap tingkat konsumsi beras, sedangkan ketiga variabel lainnya tidak berpengaruh (2) Variabel produksi beras, konsumsi beras, kurs, dan cadangan beras tidak berpengaruh signifikan secara simultan terhadap jumlah impor beras di Indonesia. Seluruh variabel independen tersebut secara parsial tidak berpengaruh terhadap jumlah impor beras. | ABSTRACT This research entitled "Factors Which Influence the Consumption and Import of Rice in Indonesia by Using Simultaneous Equations (Period 1990 - 2014). The study aims to determine the effect of some independent variables on two dependent variables that are used in this research, those are rice consumption and rice imports in Indonesia. This research period is 25 years from 1990 until 2014 using TSLS (Two-Stage Least Square) method. The result of research, indicates that (1) variable of population, domestic rice price, income per capita, and import quantity have simultaneously significant influence to the amount of rice consumption in Indonesia. Among the independent variables, partial population variable has a positive effect on rice consumption level, while the other three variables are not effecting at all. (2) Rice production variables, rice consumption, exchange rate, and rice stock has no significant effect simultaneously on the amount of rice import in Indonesia. All of this independent variables, partially doesn’t effect to the amount of rice imports. | |
| 17523 | 20587 | C1L013027 | Factors Affecting The Taxpayers Compliance (Case Study Land and Building Tax in Kuningan Regency) | Penelitian ini berjudul Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kepatuhan Wajib Pajak (Studi Kasus Pada Pajak Bumi dan Bangunan di Kabupaten Kuningan). PBB merupakan salah satu jenis pajak daerah yang berpengaruh terhadap penerimaan daerah, di Kabupaten Kuningan masih terdapat ketimpangan penerimaan PBB antar satu kecamatan dengan kecamatan lainnya. Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk menguji pengaruh beban pajak terhadap kepatuhan wajib pajak, (2) untuk menguji pengaruh pengetahuan pajak terhadap kepatuhan wajib pajak, (3) untuk menguji akuntabilitas pemerintah terhadap kepatuhan wajib pajak, dan (4) untuk menguji sosialisasi perpajakan terhadap kepatuhan wajib pajak. Populasi dalam penelitian ini adalah 116.485 wajib pajak PBB. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan cluster sampling method dengan jumlah sampel sebanyak 100 responden. Metode pengumpulan data menggunakan kuisioner dan teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda. Hasil pengujian menunjukkan bahwa variabel pengetahuan pajak dan sosialisasi perpajakan berpengaruh positif terhadap kepatuhan wajib pajak. Sedangkan beban pajak dan akuntabilitas pemerintah tidak berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak dalam membayar PBB di Kabupaten Kuningan. Ini berarti bahwa perlu peningkatan kepatuhan wajib pajak dalam membayar PBB dengan perbaikan sosialisasi PBB untuk meningkatkan pengetahuan wajib pajak. | This research entitled Factors Affecting The Taxpayer Compliance (Case Study Of Land and Building Tax in Kuningan Regency). PBB is one type of local taxes that affect the local revenue, in Kuningan Regency there is still gap of PBB acceptance between one district with other districts. The purpose of this study is (1) to examine the influence burden of tax on taxpayer compliance, (2) to examine the influence of tax knowledge on taxpayer compliance, (3) to examine the influence government accountability to taxpayer compliance, and (4) to examine the influence socialization of taxation to taxpayer compliance. The population in this study was 116,485 PBB taxpayers. Sampling technique in this study using cluster sampling method with the number of samples of 100 respondents. Data collection methods using questionnaires and data analysis techniques used are multiple linear regression analysis. The test results indicate that tax knowledge and socialization of taxation have a positive influence on taxpayer compliance. While the burden of tax and government accountability does not affect the compliance of taxpayers in paying the PBB in Kuningan Regency. This means that it is necessary to increase taxpayer compliance in paying the PBB with the improvement of the PBB socialization to increase the knowledge of the taxpayer. | |
| 17524 | 21496 | A1L014113 | IDENTIFIKASI JAMUR PATOGEN GULMA BERDAUN LEBAR DAN UJI VIRULENSINYA TERHADAP LIMA JENIS GULMA BERDAUN LEBAR, TANAMAN CABAI MERAH, DAN TOMAT | Gulma merupakan jenis tumbuhan yang keberadaannya tidak dikehendaki oleh petani karena dapat menimbulkan kerugian bagi hasil panen. Salah satu cara untuk dapat mengendalikan gulma, yaitu dengan pengendalian hayati, karena pengendalian mekanik kurang efisien waktu dan tenaga kerja dan pengendalian secara kimia banyak meninggalkan residu bahan kimia dan menyebabkan kerusakan lingkungan sehingga diperlukan alternatif pengendalian yang ramah lingkungan. Tujuan dilakukannya penelitian ini yaitu (1) mengidentifikasi jamur patogen gulma berdaun lebar (2) mengetahui vilurensi jamur patogen gulma terhadap beberapa jenis gulma berdaun lebar dan (3) mengetahui virulensi jamur patogen gulma terhadap tanaman cabai merah dan tomat. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Perlindungan Tanaman, Screen house, Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman. Pengambilan sampel dilakukan di lahan pertanaman cabai merah di daerah Grendeng Purwokerto. Penelitian dilaksanakan mulai dari bulan Oktober 2017 sampai bulan Januari 2018. Rancangan percobaan penelitian ini menggunakan rancangan petak terbagi (split plot), dengan dilakuan dua pengujian. Pengujian pertama yaitu antara jamur patogen gulma dengan lima jenis gulma berdaun lebar. Main plotnya jamur patogen gulma dan sub plotnya jenis gulma berdaun lebar. Pengujian kedua antara jamur patogen gulma dengan jenis tanaman budidaya. Diperoleh 20 kombinasi pelakuan untuk pengujian pertama dan 8 kombinasi perlakuan untuk pengujian kedua. Jenis jamur patogen gulma yang digunakan yaitu Curvularia lunata, Fusarium solani, dan Chaetomium globosum. Gulma yang digunakan pada penelitian ini yaitu babandotan (Ageratum conyzoides), jotang kuda (Synedrella nodiflora), goletrak (Borreria alata), bribil (Galinsoga parviflora), dan sawi lemah (Rorippa indica) serta dua tanaman yaitu tanaman cabai merah dan tanaman tomat. Variabel yang diamati yaitu masa inkubasi, intensitas penyakit, tinggi tanaman, jumlah daun dan jumlah daun sakit. Hasil penelitian ini diperoleh tiga jenis jamur patogen hasil eksplorasi dan identifikasi, yaitu C. lunata, F. solani, dan C. globosum. Jenis gulma yang paling rentan terserang jamur patogen gulma yaitu gulma A.conyzoides, oleh F. solani, C. globosum, dan C. lunata dengan intensitas penyakit berturut-turut sebesar 73%; 27%; 27%, jamur patogen gulma F. solani juga dapat menginfeksi tanaman tomat dan tanaman cabai merah dengan intesitas penyakit berturut-turut sebesar 60% dan 40%. Ketiga jamur patogen gulma ini tidak dapat digunakan sebagai agensia hayati untuk mengendalikan gulma karena dapat menimbulkan penyakit pada tanaman budidaya. | Weed is a plant that is not desired by farmers because it can cause harvest losses. One way to control weeds is by biological control because mechanical and chemical controls leave a lot of chemical residues and cause environtmental damage, so that an environtmentally friendly controlling alternative is needed. The objectives of this research are (1) to identify broadleaf weed-pathogenic fungi, (2) to determine the virulence of weed-pathogenic fungi on several species of broadleaf weeds and (3) to determine the virulence of weed-pathogenic fungi on red chili and tomato plants. The research was conducted at Plant Protection Laboratory, Screen house, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University. Sampling was conducted at red chili plantation in Grendeng Purwokerto. This research was conducted from October, 2017 to January, 2018. The experimental design of this research used a split-plot design with two tests. The first test was between weeds and weed-pathogenic fungi with five species of broadleaf weeds. The main plot was weed-pathogenic fungi and the sub-plot was the species of broadleaf weeds. The second test was between weed-pathogenic fungi and species of cultivated plants. 20 treatment combinations were obtained for the first test and 8 treatment combinations were obtained for the second test. The species of weed-pathogenic fungi used were Curvularia lunata, Fusarium solani, and Chaetomium globosum. Weeds used in this research were broadleaf weeds, Ageratum conyzoides, Synedrella nodiflora, Borreria alata, Galinsoga parviflora, and Rorippa indica as well as two plants, namely red chili and tomato plants. The variables observed were incubation period, disease intensity, plant height, number of leaves and number of sick leaves. The most susceptible species to weed-pathogenic fungi was A. conyzoides, by F. solani, C. globosum, and C. lunata with number of disease intensity 73%; 27%; 27%. F. solani could infection tomato crops and red chili crops with number of intensity 60% dan 40%. Of the pathogenic fungus virulence test results weed on the plant pathogenic fungus, namely cultivation of weeds could not be used as a biological agensia to control weed because it may cause disease in crop cultivation. | |
| 17525 | 20588 | H1G013044 | Aktivitas Produksi Olahan Ikan Pada Kelompok Pengolah dan Pemasar Hasil Perikanan Ulam Sari Kota Tegal | Usaha pengolahan ikan skala kecil telah menjadi prioritas Kementerian Kelautan dan Perikanan dalam pembangunan sektor perikanan. Beberapa program telah digagas pemerintah dalam pengembangan usaha pengolahan ikan skala kecil. Akan tetapi masih dijumpai kendala yang menghambat pengembangan usaha pengolahan skala kecil. Salah satu usaha pengolahan ikan skala kecil yang ada di Kota Tegal adalah POKLAHSAR Ulam Sari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kendala pada aktivitas produksi olahan ikan POKLAHSAR Ulam Sari. Metode yang digunakan adalah metode survei dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian berdasarkan analisis mutu ikan swanggi yang digunakan sebagai bahan baku telah memenuhi persyaratan mutu dan keamanan ikan segar melalui pengujian secara fisik sesuai SNI 2729:2013, berdasarkan analisis fasilitas produksi didapatkan kendala yaitu tata letak ruang produksi yang kurang baik dan terbatasnya fasilitas produksi sehingga mengakibatkan terjadinya aliran produksi yang bolak balik, berdasarkan analisis proses produksi didapatkan kendala yaitu terjadinya pemborosan akibat dari banyaknya aktivitas yang tidak memberikan nilai tambah dalam proses produksi dan berdasarkan analisis ekonomi didapatkan kendala yaitu produksi yang masih bergantung pada permintaan akibat dari pemasaran yang kurang luas dan jaringan distribusi yang pendek. | Small-scale fish processing has become the priority of the Ministry of Marine Affairs and Fisheries on developing fisheries sector. Several programs have been proposed by the government on developed of small-scale fish processing but still encountered constraints that attacked the development of small-scale processing business. One of the small-scale fish processing in Tegal City is POKLAHSAR Ulam Sari. This research aims to determine the constraints in the production activities of POKLAHSAR Ulam Sari. The method used survey method and collection of data through observations, interviews and documentations.The results of research based on the quality analysis of swanggi fish used as raw materials have met the requirements of quality and safety of fresh fish through physical testing in accordance with SNI 2729: 2013, based on the analysis of production facilities found the constraints is poor production room layout and limited production facilities caused back tracking, based on the analysis of the production process found the constraint is the occurrence of waste due to many non value added activities in the production process and based on economic analysis found the constraintis the production still dependent on demand due to less extensive marketing and short distribution networks. | |
| 17526 | 20595 | H1G013006 | HUBUNGAN SEBARAN SPESIES MANGROVE DENGAN PENGGENANGAN PASANG SURUT DI SEGARA ANAKAN TIMUR, CILACAP | Segara Anakan Timur merupakan tempat bermuaranya Sungai Donan, Sungai Sapuregel dan Sungai Kembang kuning. Area ini merupakan kawasan industri, pemukiman dan pelabuhan, sehingga mempengaruhi kualitas perairan dan pertumbuhan mangrove. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sebaran spesies mangrove, penggenangan, faktor lingkungan serta hubungan sebaran spesies mangrove dengan penggenangan di Segara Anakan Timur, Cilacap. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey, dengan teknik pengambilan sampel stratified sampling pada 10 stasiun dengan 3 kali ulangan. Analisis data dilakukan secara deskriptif komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Segara Anakan Timur didominasi spesies Rhizophora apiculata, Rhizophora stylosa, Ceriops decandra, Nypa fruticans. Penggenangan di Segara Anakan Timur mempunyai nilai terendah berkisar antara 10-360 cm dan tertinggi 123-403 cm. Berdasarkan hasil pengukuran faktor lingkungan untuk salinitas, pH air dan pH tanah masih baik untuk menunjang kehidupan mangrove. Nitrat, fosfat dan C organik tergolong rendah. Tekstur tanah termasuk dalam kelas liat. Hubungan antara dominansi mangrove dengan penggenangan tidak terlihat adanya hubungan karena tidak ada spesies mangrove yang mendominasi pada kelas penggenangan. | Segara Anakan Timur is an estuary ecosystem in Donan, Sapuragel and Kembang kuning rivers. It is used as industrial, settlement and port areas that can give direct impact for water quality and mangrove cultivation. This research aimed to investigate the distribution of mangrove species, the inundation, the environmental factor and also the relationship between the distribution of mangrove species and the inundation area in Segara Anakan Timur Cilacap. This research method used survey-method through stratified sampling technique on 10 stations with 3 repetitions. The data was analysed by comparative-descriptive technique. The results showed that Segara Anakan Timur has been domination of mangroves by Rhizophora apiculata, Rhizophora stylosa, Ceriops decandra and Nypa fruticans species. The lowest and the highest values of inundation in Segara Anakan Timur were about 10-360 cm and 123-403 cm, respectively. Based on measurement of the environment factor, showed that the salinity, pH on water and pH soil was belong to a good category to support the mangrove's life. Whereas, nitrat, phosphate and organic carbon and soil texture could be rated as low-concentration and clay class, respectively. However, there were no relationship between the mangrove domination and the inundation. Because there was no specific mangrove dominance in each the inundation class. | |
| 17527 | 20589 | G1H013007 | PERBEDAAN TINGKAT ASUPAN LEMAK DAN NATRIUM SERTA JENIS PENGOLAHAN MAKANAN PADA PENDERITA HIPERTENSI DAN NON HIPERTENSI DI KECAMATAN PURWOKERTO UTARA | Latar Belakang: Prevalensi hipertensi di Indonesia sebesar 26,5% pada tahun 2013. Penyakit hipertensi merupakan penyakit kardiovaskular yang tidak dapat disembuhkan tetapi hanya bisa dikendalikan. Hipertensi sampai saat ini belum ditemukan terapi yang efektif. Hipertensi belum diketahui faktor penyebabnya, namun ditemukan beberapa faktor resiko yang dapat menyebabkan terjadinya tekanan darah tinggi yaitu usia lanjut dan adanya riwayat tekanan darah tinggi dalam keluarga. Cara memasak atau cara pengolahan makanan menjadi salah satu faktor yang berpengaruh pada kejadian hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan tingkat asupan lemak dan natrium serta jenis pengolahan makanan yang sering dikonsumsi oleh penderita hipertensi dan non hipertensi di Kecamatan Purwokerto Utara Metodologi: Penelitian menggunakan pendekatan study cross sectional. Sampel penelitian berdasarkan teknik purposive sampling adalah 57 kelompok hipertensi dan 57 kelompok non hipertensi. Data didapat dari formulir recall 24 jam dan dianalisis menggunakan uji Mann-whitney. Hasil Penelitian: Hasil penelitian didapatkan rata-rata tingkat asupan lemak (%) pada penderita hipertensi sebesar 104,70±35,69 dan non hipertensi sebesar 101,70±30 sedangkan rata-rata tingkat asupan natrium (%) pada penderita hipertensi sebesar 126,40±31,42 dan non hipertensi 96,47±29,99. Distribusi frekuensi jenis pengolahan makanan pada penderita hipertensi yang berisiko sebesar 87,7% dan tidak berisiko 12,3% sedangkan pada non hipertensi yang berisiko sebesar 64,9% dan non hipertensi sebesar 35,1%. Kesimpulan: Tingkat asupan natrium dan jenis pengolahan makanan berbeda antara penderita hipertensi dan non hipertensi sedangkan tingkat asupan lemak tidak berbeda antara penderita hipertensi dan non hipertensi. Asupan natrium berpengaruh terhadap tekanan darah. Kata Kunci : Hipertensi, Non Hipertensi, Tingkat Asupan Lemak, Tingkat Asupan Natrium dan Jenis Pengolahan Makanan. | ABSTRACT Background : Hypertension is one of the most apprehensive that is currently being a global burden in the world. In Indonesia, the prevalence of hypertension is about 26.5% in 2013. Hypertension is a cardiovascular desease with no medical treatment nor a traditional one, but can be controlled with some certain treatment. There is no currently effective treatment for hypertension. The main causes of hypertension are not found yet, but the risk factor can be frequently found on the elderly age and the peoples with a family hypertension history. The type of food processing could be very risked factors on hypertension. This study aims to know the different on amount of fat and sodium intake and the type of food processing, which often consumed hypertension and non hypertension person on the elder peoples with and without hypertension at North Purwokerto Regency. Methodology: This study used the cross-sectional approach. Purposive Sampling technique is the methode to determine the sample amount that brought out 57 elder peoples each for hypertension and non-hypertension group. The datas were obtained by using Recall 24 hours form and analyzed by Mann-Whitney statistical test. Results: The results showed the average percentage of fat intake on the hypertension group is 104.70±35.69, and 101.70±30 on the non-hypertension group, while the average percentage of sodium intake on the hypertension group is 126.40±31,42, and on the non-hypertension group is 96.47±29.99. The frequent distrubution of food processing on the hypertension group is 87.7% at risk division and 12.3% at non-risk division, while on the non-hypertension group is 64.9% at risk division and 35.1% at non-risk division. Conclusion: Sodium intake level and type of food processing were different between hypertension and non-hypertension group, while the fat intake level were not different between hypertension and non-hypertension group. Sodium intake brought out effect on blood pressure. Keywords: Hypertension, non-hypertension, fat intake level, sodium intake level, type of food processing. | |
| 17528 | 20625 | A1L013055 | RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SAWI (Brassica juncea L.) DENGAN MEDIA TANAM DAN PUPUK DAUN YANG BERBEDA PADA SISTEM HIDROPONIK | Dalam budidaya tanaman sayuran secara hidroponik perlu diperhatikan penggunaan media tanam dan konsentrasi pupuk daun yang diperlukan tanaman agar dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Penggunaan media tanam dan konsentrasi pupuk daun yang berbeda tentunya memerlukan pengujian konsentrasi yang sesuai untuk jenis sayuran tertentu. Dengan adanya kesesuaian konsentrasi pupuk daun yang digunakan diharapkan dapat memacu pertumbuhan dan meningkatkan hasil tanaman sayuran pada sistem hidroponik irigasi tetes. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan tanaman sawi pada berbagai konsentrasi pupuk daun pada sistem hidroponik. Penelitian telah dilaksanakan sejak bulan Juli sampai Agustus 2017 di Screen house Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman. Rancangan ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial. Faktor pertama yang dicoba adalah Media tanam (M) yang terdiri dari M1 (arang sekam + pupuk kandang sapi), M2 (arang sekam + pupuk kandang ayam), M3 (arang sekam + pupuk kandang kambing). Faktor kedua adalah konsentrasi pupuk daun (D) terdiri dari D0 (0 ppm), D1 (750 ppm), D2 (1500 ppm), dan D3 (2250 ppm). Jumlah kombinasi perlakuan yaitu 12 perlakuan dengan 3 kali ulangan, menghasilkan 36 unit percobaan. Variabel yang diamati dalam penelitian ini yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, panjang akar, lebar daun, panjang daun dan bobot tanaman segar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan media tanam dan konsentrasi pupuk daun tidak berpengaruh nyata terhadap laju pertumbuhan tanaman. Konsentrasi pupuk daun yang berpengaruh paling baik terhadap laju pertumbuhan adalah sebesar 750 ppm dengan perlakuan media arang sekam dan pupuk kandang ayam. | On hydroponics vegetable cultivation we should consider the using of its media and leaf need of fertilizer in order the vegetables could grow well. The using of different media and fertilizer need to be tested to know appropriate concentration to certain vegetable by knowing the appropriate dosage could spur the growth and increase the crop on hydroponic drip irrigation system. Research has been conducted from July to August 2017 at Screen house of Faculty of Agriculture, University of Jenderal Soedirman. The design of experiment use is Randomized Block Design (RBD) Factorial with two factor : planting media and consentration of leaf fertilizer. The first factor (planting media (M)) consisting of : M1 (charcoal husk + cow manure), M2 (charcoal husk + chicken manure), M3 (charcoal husk + goat manure). The second factor was the concentration of leaf fertilizer (D) consisting of D0 (0 ppm), D1 (750 ppm), D2 (1500 ppm), and D3 (2250 ppm). The number of treatment combinations was 12 treatments with 3 replications, yielding 36 experimental units. The variables observed in this study were plant height, number of leaves, root length, leaf width, leaf length and fresh plant weight. The result shows that the treatment of planting media and concentration of leaf fertilizer does not have significantly effect to the growth rate and yield of the plant. Leaf fertilizer concentration which has the best effect on growth rate is 750 ppm with charcoal husk media treatment and chicken manure. | |
| 17529 | 20664 | G1A014077 | PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK ETANOL AKAR PURWOCENG (Pimpinella pruatjan Molk.) SECARA KRONIK TERHADAP KADAR UREUM DAN KREATININ. Studi pada Tikus Putih (Rattus norvegicus) Strain Wistar Jantan | Purwoceng (Pimpinella pruatjan Molk.) adalah tanaman dengan efek afrodisiak. Zat aktif yang dikandungnya berpotensi merusak ginjal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek pemberian ekstrak etanol akar purwoceng secara kronik (3 bulan atau 90 hari) terhadap perubahan kadar ureum dan kreatinin hewan coba. Metode yang digunakan yaitu eksperimental pre and post test with control group design dengan jumlah sampel sebanyak 32 ekor Rattus norvegicus strain Wistar jantan yang dibagi secara acak menjadi 4 kelompok, yaitu A (kontrol), B (dosis 21 mg/kgBB/hari), C (dosis 42 mg/kgBB/hari) dan D (dosis 84 mg/kgBB/hari). Kadar ureum darah diukur dengan metode Urease-GLDH (λ 340 nm) dan kreatinin darah dengan metode Jaffe (λ 492 nm). Terdapat peningkatan signifikan (p<0,05; uji 2 sampel berpasangan) kadar ureum sebelum dan setelah perlakuan pada kelompok B (20,72±8,63) mg/dL, C (22±14,45 mg/dL), D (36,86±9,87) mg/dL dan kreatinin pada kelompok C (0,71±0,36) mg/dL. Terdapat perbedaan peningkatan kadar ureum antarkelompok (p<0,05; Anova) dan perubahan kadar kreatinin antarkelompok (p<0,05; Kruskal-Wallis). Hasil uji post-hoc menunjukkan perbedaan bermakna antarkelompok (p<0,05) pada kadar ureum (kelompok B dengan A&D; C dengan D) dan kreatinin (kelompok A dengan B&D; B dengan C&D; C dengan D). Terdapat pengaruh pemberian ekstrak etanol akar purwoceng secara kronik terhadap kadar ureum dan kreatinin darah pada tikus putih strain Wistar jantan. | Purwoceng (Pimpinella pruatjan Molk.) is a plant that has an aphrodisiac effect. The active substances contained in purwoceng potentially leading to kidney damage. The aim of this study was to analyze the effect of chronic (3 month or 90-day) administration of purwoceng roots ethanol extract to the urea and creatinine levels of male albino rat. The method was an exsperimental pre and post test with control group design, thirty two male Rattus norvegicus strain Wistar, divided randomly into 4 groups, A (control), B (21 mg/kgBW/day), C (42 mg/kgBW/day) and D (84 mg/kgBW/day). Blood urea level was analyzed using Urease-GLDH method (λ 340 nm), and blood creatinine level using Jaffe method (λ 492 nm). There was a significant increase (p<0.05; 2 Related Sample Test) of urea levels before and after treatment in group B (20.72±8.63) mg/dL, C (22±14.45 mg/dL), D 36,86±9,87) mg/dL and creatinine in group C (0.71±0.36) mg/dL. There were differences between groups in elevated levels of urea (p <0.05; Anova) and changes levels of creatinine (p<0.05; Kruskal-Wallis). Post-hoc test showed significant differences between groups (p<0.05) at urea level (group B with A&D; C with D) and creatinine level (group A with B&D; B with C&D; C with D). There was an effect of chronic administration of purwoceng roots ethanol extract (pimpinella pruatjan molk.) to blood urea and creatinine levels of male Rattus norvegicus strain Wistar. | |
| 17530 | 20590 | F1G013003 | VERBA AKTIVITAS TANGAN DALAM BIDANG PERTANIAN SKRIPSI Oleh : Nurkhasanah F1G013003 KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN FAKULTAS ILMU BUDAYA PURWOKERTO 2017 VERBA AKTIVITAS TANGAN DALAM BIDANG PERTANIAN SKRIPSI Oleh : Nurkhasanah F1G013003 Diajukan untuk memenuhi salah satu persyaratan memperoleh gelar Sarjana Strata Satu (S1) Sastra Indonesia KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN FAKULTAS ILMU BUDAYA JURUSAN SASTRA INDONESIA PURWOKERTO 2017 | RINGKASAN Skrispi ini berjudul “Verba Aktivitas Tangan dalam Bidang Pertanian”. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan medan makna dan komponen makna verba aktivitas tangan dalam bidang pertanian. Bentuk penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini berupa leksem verba aktivitas tangan. Sumber data yang digunakan berupa sumber data tertulis yaitu dari majalah Trubus edisi April 2017. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode simak. Metode simak diterapkan melalui teknik dasar dan teknik lanjutan. Teknik dasar dari penelitian ini adalah teknik sadap dan teknik lanjutannya adalah teknik catat. Metode analisis data yang digunakan adalah metode padan yaitu metode padan referensial, teknik dasarnya menggunakan teknik pilah unsur penentu atau teknik PUP dan teknik lanjutannya adalah teknik hubung banding memperbedakan. Penyajian hasil analisis data pada penelitian ini dilakukan secara informal. Hasil analisis menunjukkan bahwa dari 54 data leksem verba aktivitas tangan dalam bidang pertanian dapat diklasifikasikan menjadi dua submedan yaitu verba aktivitas tangan menggunakan alat dan verba aktivitas tangan tanpa alat. Verba aktivitas tangan menggunakan alat dapat dibagi lagi menjadi beberapa bagian di antaranya: dengan sabit, pisau, ani-ani, golok, gergaji, cutter, gunting pangkas, hand sprayer, lesung dan alu, sekop, cangkul, sprayer, mesin pengepres, ranjang petik, bajak, tugal, perangkap, garu, selang air berukuran besar, bajak singkal, gunting, kuas, gayung dan selang air berukuran kecil. Komponen makna verba aktivitas tangan dalam bidang pertanian terdiri dari komponen makna ‘cara’ dan ‘sasaran’. Leksem yang menyatakan verba aktivitas tangan banyak ditemukan penggunaan afiks meN- dan ada beberapa leksem yang tidak menggunakan afiks meN- di antaranya: penyiangan dan pengajiran. Selain itu, ditemukan leksem verba aktivitas tangan yang tidak termasuk dalam kosakata bahasa Indonesia melainkan kosakata serapan dari bahasa Jawa Kuno yaitu leksem menyingkal. Leksem menyingkal dari kata dasar ‘singkal’ dan mendapatkan awalah meN-. Leksem singkal ada kaitannya dengan singkalan dalam bahasa Jawa Kuno yang berarti bongkah tanah terlempar ke samping dengan bajak (Zoetmulder, 2011: 1098). Kata kunci: medan makna, komponen makna, verba aktivitas tangan, bidang pertanian | SUMMARY The research entitled “Verba Aktivitas Tangan dalam Bidang Pertanian” aims at describing the meaning fields and compenents of hand activity verbs in agricultural field. This descriptive-qualitative research collects the data in the form of lexemes of hand activity verbs. The data sources consist of written data taken from Trubus magazine published on April Edition, 2017. The data are collected through a listening method with the basic and further technique. The basic technique of this research is tapping, while the further is recording. The research data are analyzed using a proportionate method consisting of referential proportionate method which basic technique is element selection determiner and further technique is comparative differential correlation. The data analytical research is informally presented. The results of analysis show that of the 54 data of lexemes of hand activity verbs in agricultural field can be classified into two sub-fields: hand activity verbs with and without agricultural equipment. The former may also be classified into several parts, including sickle, knife, ani-ani (traditional cutter for paddy harvest), cleaver, saw, cutter, cutting scissors, hand sprayer, traditional mortar and pestle, shovel, hoe, sprayer, pressing machine, picking basket, plow, tugal, trap, harrow, big hose, singkal plow, scissors, brush, scoop and small hose. The meaning components of hand activity verbs in agricultural field consist of “methods” and “objectives”. Lexemes considered as hand activity verbs mostly found in the use of affix meN- and some other lexemes which do not use affix meN-, such as penyiangan and pengajiran. In addition, it is found that there are lexemes of hand activity verbs not included into Indonesian vocabularies, but classified into Old Javanese Language loanwords, that is, the lexeme menyingkal which is derived from the word singkal and then given the prefix meN- of lexeme singkal related to singkalan in Old Javanese Language, which means a lump of soil thrown aside by the plow (Zoetmulder, 2011: 1098). Keyword: meaning field, meaning component, hand activity verb, agricultural field | |
| 17531 | 20591 | F1F013070 | MASCULINITY CONSTRUCTION IN GENTLEMEN’S QUARTERLY MAGAZINE SPECIAL 50TH ANNIVERSARY ISSUE EDITION (A SEMIOTICS ANALYSIS) | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tanda dan mitos maskulinitas yang ditemukan pada majalah Gentlemen’s Quarterly Edisi Special Ulang Tahun ke-50. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dalam menganalisis data yang terdiri dari 15 iklan mode busana dan aksesoris yang didalamnya terdapat teks dan gambar. Data tersebut dianalisis menggunakan teori semiotic Barthes. Hasil penelitian ini adalah pertama, setiap iklan memiliki tanda maskulinitas yang ditujukan oleh teks dan gambar. Teks menampilkan tanda melalui nama merek, kampanye, dan tagline yang tertulis dalam iklan. Sementara, gambar menunjukan karakter maskulinitas dengan menampilkan pria sukses dan terkenal, tubuh pria ideal, jam tangan dan kalung mewah, pakaian berwarna biru dan hitam, latar belakang tempat terbuka, dan lainnya. Kedua, teks bertindak sebaya relay yang menyediakan informasi merek dan produk. Teks juga bertindak sebagai anchorage dimana sebagian besar teks menandakan karakteristik sukses dan percaya diri. Selain itu, sebagian besar gambar dalam iklan menandakan karakteristik kekuatan, kekuasaan, sukses, percaya diri, dan petualangan. Ketiga, ada empat mitos maskulinitasyang ditemukan dari tanda-tanda maskulinitas tersebut. Mitos tersebut ialah: pria kuat dan berani; pria membutuhkan kesuksesan dan status; pria fanatic terhadap olahraga; dan warna biru adalah warna maskulin. Melalui analisis ini, ditemukan bahwa tanda dan mitos maskulinitas tersebut muncul sebagai konstruksi maskulinitas pada majalah Gentlemen’s Quarterly Edisi Special Ulang Tahun ke-50. | This research is aimed at analyzing masculinity signs and myths found in Gentlemen’s Quarterly magazine Special 50th Anniversary Issue Edition. This research uses descriptive qualitative method in analyzing the data which are 15 fashion advertisements of clothes and accessories containing texts and figures. The data are analyzed using Barthes’s semiotic theory. The results of this research are, firs, each advertisement contains masculinity signs which are shown by its texts and figure. The text demonstrates signs through the name of bran, the campaign, and the tagline written in the advertisement. Meanwhile, the figure shows masculinity characteristics by demonstrating successful and famous men, ideal male bodies, luxurious watches and necklace, blue and black clothes, outdoor background, and others. Second, the text acts as relay where it provides information about the brand and the product. the texts also acts as anchorage where most of them signify success and confident characteristic. Furthermore, most figures in the advertisement sigify strength, power, success, confidence, and adventure. Third, there are four masculinity myths found from those masculinity signs. Those myths are: men are strong and daring; men need success and status; men are sport fanatic; and blue is masculine color. Through this analysis, it is found that masculinity signs and myths appear as the construction of masculinity in Gentlemen’s Quarterly magazine Special 50th Anniversary Issue. | |
| 17532 | 20592 | A1M013043 | TINGKAT PENERIMAAN DOKUMEN SISTEM PENJAMINAN MUTU DI INDUSTRI KECIL MENENGAH GULA KELAPA KRISTAL DESA SOKAWERA KABUPATEN BANYUMAS | Industri kecil menengah yang saat ini sedang dikembangkan salah satunya adalah industri gula kelapa. Agar menghasilkan gula kelapa dengan kualitas terbaik industri gula kelapa memerlukan dokumen sistem penjaminan mutu untuk pengawasan dan pengendalian mutu sehingga mencegah banyaknya produk yang rusak dan mencegah pemborosan biaya akibat kerugian yang ditimbulkan. Tujuan penelitian ini adalah: 1) Mengetahui tingkat persetujuan terhadap dokumen pedoman mutu, prosedur mutu, instruksi kerja, dan formulir mutu, 2) Mengetahui persepsi tingkat kepentingan sisi dokumen pedoman mutu, prosedur mutu, instruksi kerja, dan formulir mutu, 3) Mengetahui tingkat pelaksanaan terhadap dokumen pedoman mutu, prosedur mutu, instruksi kerja, dan formulir mutu, 4) Mengetahui persepsi tingkat kemudahan isi dokumen pedoman mutu, prosedur mutu, instruksi kerja, dan formulir mutu. Penelitian ini dilaksanakan di Industri Kecil Menengah gula kelapa kristal Desa Sokawera, Kecamatan Cilongok, Banyumas. Penelitian dilakukan menggunakan metode kaji tindak dengan responden sebanyak 20 orang. Data yang diperoleh dari responden dianalisis menggunakan uji t. Hasil Penelitian menunjukkan Kegiatan kaji tindak meningkatkan tingkat persetujuan, tingkat kepentingan, tingkat pelaksanaan dan tingkat kemudahan terhadap dokumen pedoman mutu, karena responden sudah diberikan informasi pada saat kaji tindak tentang isi dokumen tersebut; kegiatan kaji tindak meningkatkan tingkat persetujuan, tingkat kepentingan, tingkat pelaksanaan dan tingkat kemudahan terhadap dokumen prosedur mutu. Responden sudah menyadari bahwa pentingnya melaksanakan proses produksi sesuai dengan SOP agar selama proses produksi tidak terjadi hambatan; kegiatan kaji tindak meningkatkan tingkat persetujuan, tingkat kepentingan, tingkat pelaksanaan dan tingkat kemudahan terhadap dokumen instruksi kerja, karena responden sudah melaksanakan kegiatan proses produksi sesuai dengan SOP; kegiatan kaji tindak dapat meningkatkan persepsi tingkatpersetujuan, tingkat kepentingan, tingkat pelaksanaan, dan tingkat kemudahan terhadap formulir mutu, karena pada kaji tindak responden diberikan sosialisasi alur pelaksanaan kegiatan yang sesuai dengan SOP sehingga responden menjadi paham alurnya dan mudah dalam melaksanakannya. | Small and medium industries currently being developed one of them is the coconut sugar industry. In order to produce coconut sugar with the best quality of the palm sugar industry requires a document of quality assurance system for quality control and supervision so as to prevent the number of damaged products and prevent waste of costs due to losses incurred. The objectives of this research are: 1) To know the level of approval of the quality guidance documents, quality procedures, work instructions, and quality forms, 2) to know the perception of the importance of the quality of the quality guidance documents, quality procedures, work instructions, and quality forms; implementation of quality guidance documents, quality procedures, work instructions, and quality forms; 4) Knowing the perception of the level of ease of the contents of the quality guidance documents, quality procedures, work instructions, and quality forms. This research was conducted in Small and Medium Industry of sugar palm crystal Sokawera Village, District Cilongok, Banyumas. The research was conducted using the method of action research with 20 respondents. Data obtained from the respondents were analyzed using t test. The results of the study show that the action study activities increase the level of approval, the level of importance, the level of implementation and the level of convenience to the quality guidance documents, because the respondent has been given information at the time of action review about the contents of the document; action research activities increase approval level, importance level, level of implementation and level of ease of document quality procedures. Respondents have realized that the importance of implementing the production process in accordance with SOP so that during the production process does not occur barriers; action research activities increase approval level, importance level, level of implementation and level of ease of work instruction documents, because respondents already carry out production process activities in accordance with SOP; action research activities can improve perceptions of approval level, importance level, level of implementation, and level of ease of quality form, because the respondents' study is given the socialization of the flow of activities in accordance with the SOP so that the respondents understand the plot and easy in implementing it. | |
| 17533 | 20593 | A1M013015 | Perbaikan Higienitas dan Sanitasi pada Pengolahan Gula Kelapa Kristal di Industri Kecil Menengah Desa Sokawera, Kabupaten Banyumas | Gula kelapa kristal merupakan olahan dari nira pohon kelapa murni tanpa campuran bahan kimia, yang kemudian diolah atau dimasak melalui beberapa tahapan sehingga terciptalah sebuah produk gula kelapa kristal yang benar-benar bermutu, aman dan sehat untuk dikonsumsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sosialisasi dan pendampingan terhadap: 1) kondisi sanitasi pekerja dan lingkungan; 2) sistem penjaminan mutu; 3) kondisi higienitas dan sanitasi. Penelitian ini dilakukan di Desa Sokawera dengan menggunakan metode kaji tindak. Tahapan penelitian: 1) Awal Kaji Tindak: melakukan wawancara kepada pengrajin gula kelapa. 2) Kaji Tindak: melakukan sosialisasi dan pendampingan Dokumen Sistem Penjaminan Mutu. 3) Akhir Kaji Tindak: melakukan wawancara kembali kepada pengrajin gula untuk mengetahui perbedaan sebelum dan setelah dilakukan kaji tindak. Variabel yang diamati meliputi: 1) sanitasi lingkungan umum pabrik, kondisi umum sarana pengolahan, sanitasi ruang pengolaha, alat pengolahan, higiene pekerja, pencegahan kontaminasi silang. 2) pengawasan hewan pengerat atau serangga, susunan dan lay out, perawatan, kebersihan dan sanitasi, personil, kamar kecil, suplai air, bahan kimia, ventilasi, pembuangan limbah. 3) pengawasan hewan pengerat atau serangga, lay out produksi, perawatan prasarana penunjang, kebersihan pra-pengolahan, higienitas pengrajin, kebersihan kamar mandi, kondisi suplai air, sanitasi lingkungan, kondisi sarana pengolahan, pencegahan kontaminasi silang. Hasil penelitian menunjukkan 1) kegiatan sosialisasi dan pendampingan dapat memperbaiki kondisi umum sarana pengolahan; sanitasi ruang pengolahan dan alat pengolahan; serta higiene pekerja. Namun belum dapat memperbaiki sanitasi lingkungan umum pabrik dan pencegahan kontaminasi silang. 2) Kegiatan sosialisasi dan pendampingan dapat memperbaiki kondisi pengawasan hewan atau serangga; perawatan dan kebersihan sanitasi, serta kamar kecil. Namun belum dapat memperbaiki susunan dan lay out, personil, suplai air, ventilasi, dan pembuangan limbah. 3) Kegiatan sosialisasi dan pendampingan dapat memperbaiki kondisi pengawasan hewan atau serangga, lay out produksi, perawatan prasarana penunjang, kebersihan pra-pengolahan, higienitas pengrajin, kebersihan kamar mandi, kondisi suplai air, sanitasi lingkungan, kondisi sarana pengolahan dan alat pengolahan, dan pencegahan kontaminasi silang. | Coconut sugar crystals are processed from pure coconut palm trees without a mixture of chemicals, which are then processed or cooked through several stages so as to create a product of genuine crystal coconut sugar that is truly quality, safe and healthy for consumption. This study aims to determine the effect of socialization and assistance to: 1) the condition of workers and environmental sanitation; 2) quality assurance system; 3) hygiene and sanitation conditions. This research was conducted in Sokawera Village by using action research method. Stages of research: 1) Beginning of Action research: to interview coconut sugar craftsmen. 2) Action research: socialize and assist the Quality Assurance System Document. 3) End of Action Research: conduct interview back to the sugar craftsmen to know the difference before and after the action review. The variables observed included: 1) general factory environmental sanitation, general condition of processing facilities, sanitation of treatment rooms, processing equipment, worker hygiene, prevention of cross contamination. 2) rodent or insect control, layout and layout, maintenance, sanitation and sanitation, personnel, toilet, water supply, chemicals, ventilation, waste disposal. 3) rodent or insect supervision, lay out of production, supporting infrastructure maintenance, pre-processing hygiene, craftsman hygiene, bathroom cleanliness, water supply conditions, environmental sanitation, condition of treatment facilities, prevention of cross contamination. The results of the research indicate that 1) socialization and assistance activities can improve the general condition of processing facilities; sanitation processing room and processing equipment; and worker hygiene. But it has not been able to improve the general factory environmental sanitation and prevention of cross contamination. 2) Socialization and advisory activities can improve the conditions of animal or insect control; sanitary care and sanitation, and toilets. But it has not been able to improve the arrangement and lay out, personnel, water supply, ventilation, and waste disposal. 3) Socialization and advisory activities can improve the conditions of animal or insect monitoring, production lay out, supporting infrastructure maintenance, pre-processing hygiene, craftsman hygiene, bathroom cleanliness, water supply conditions, environmental sanitation, processing facilities and processing facilities, and prevention cross contamination. | |
| 17534 | 20596 | C1K013034 | THE PERCEIVED WAITING TIMES, EXPECTED WAITING TIMES, AND QUEUING SATISFACTION ON QUEUING SYSTEM OF FAST FOOD RESTAURANT: COMPARISON STUDY ON DRIVE-THRU AND WALK-IN MECHANISMS | Latar Belakang: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan kinerja sistem antrian terhadap persepsi pelanggan terhadap dua mekanisme pembelian konsumen industri makanan cepat saji yang berbeda di Purwokerto, Drive-thru dan Walk-in: dengan ekstensi pada analisis sistem waktu tunggu di kedua mekanisme pembelian. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini bersifat komparatif, dengan populasi yang digunakan adalah pelanggan KFC Pabuaran pada periode Agustus sampai November 2017. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode random sampling, sehingga terdapat 50 sampel responden pelanggan untuk Drive thru dan 50 sampel responden untuk mekanisme pembelian Walk-in. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Z-test, Mann Whitney U-test dan Simple Regression. Berdasarkan hasil analisis dengan z-test tidak ada perbedaan yang signifikan pada waktu tunggu yang diharapkan antara drive thru dan walk-in, sementara ada perbedaan yang signifikan pada perceived waiting time antara drive thru dan walk-in. Berdasarkan hasil uji Mann Whitney U-test tidak ada perbedaan yang signifikan dalam mengantri kepuasan antara drive thru dan walk-in dan hasil regresi sampel adalah ada dampak negatif dari waktu tunggu yang dirasakan terhadap kepuasan antrian baik melalui mekanisme pembelian Drive-thru maupun mekanisme pembelian Walk-in. | Background: The purpose of this research is to know the difference the queuing system performance on the perception of customers toward the two different buying mechanisms of customers of fast food restaurant industry in Purwokerto, Drive-thru and Walk-in; with the extension on system analysis of waiting times in both buying mechanisms. The type of research used in the study is comparative, with the population used is customer of KFC Pabuaran in period August until November 2017. The sampling technique used random sampling method, so that there are 50 samples customer respondent for drive thru and 50 samples respondent for walk-in buying mechanism. Data analysis technique used in this research is Z-test, Mann Whitney U-test and simple regression. Based on the results of analysis with z-test there are no significant different in expected waiting time between drive thru and walk-in, while there is significant different in perceived waiting time between drive thru and walk-in. Based on result Mann Whitney U-test there are no significant different in queuing satisfaction between drive thru and walk-in and sample regression results is there is a negative impact of perceived waiting times to queuing satisfaction both drive thru and walk-in buying mechanism | |
| 17535 | 21497 | F1F012062 | Kondensasi dan Reformulasi dalam Komik The Amazing Spiderman (The Dark Kingdom Part I & II): Studi Penerjemahan | Penelitian ini berjudul “Kondensasi dan Reformulasi dalam Komik The Amazing Spiderman (The Dark Kingdom Part I & II): Studi Penerjemahan” berfokus pada bagaimana tipe-tipe kondensasi dan reformulasi mempengaruhi keakuratan penerjemahan pada komik The Amazing Spiderman. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif dan bertujuan: (1) untuk mengetahui tipe-tipe kondensasi dan reformulasi dalam terjemahan komik The Amazing Spiderman; (2) untuk mengetahui keakuratan terjemahan yang mengandung kondensasi dan reformulasi dalam terjemahan komik The Amazing Spiderman. Hasilnya menunjukkan bahwa ada 113 data. Pertama-tama, untuk kondensasi dan reformulasi berdasarkan teori Cintas dan Remael (2007), peneliti menemukan 10 tipe. Diantaranya adalah Simplifying Verbal Periphrases (11 data atau 9.73%), Using a Shorter Near-Synonym or Equivalent Expression (58 data atau 51.33%), Using Simple Rather Than Compound Tenses (8 data atau 7.08%), Changing Word Classes (1 data atau 0.89%), Short Forms and Contractions (5 data atau 4.43%), Changing Negations or Questions into Affirmative Sentences or Assertions, Indirect Questions into Direct Questions, etc. (6 data atau 5.31%), Simplifying Indicators of Modality (10 data atau 8.85%), Changing The Subject of a Sentence or Phrase (3 data atau 2.65%), Turn Long and/or Compound Sentences into Simple Sentences (3 data atau 2.65%), dan Merge of Two or More Phrases/Sentences into One (8 data atau 7.08%). Sedangkan untuk aspek keakuratan berdasakan teori Nababan (2012), ada 77 atau 68.14% data akurat, 33 atau 29.20% data kurang akurat, dan 3 atau 2.66% data tidak akurat. Dari hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa terjemahan komik The Amazing Spiderman termasuk akurat. Selain itu, tipe Using a Shorter Near-Synonym or Equivalent Expression adalah tipe paling dominan dalam penelitian ini yang mempengaruhi aspek keakuratan dalam semua level seperti akurat, kurang akurat, dan tidak akurat. | This research is entitled “Condensation and Reformulation in The Amazing Spiderman (The Dark Kingdom Part I & II) Comic: Translation Studies” focuses on how the types of condensation and reformulation influence the accuracy of the translation. This research belongs to qualitative research and aims: (1) to find out the types of condensation and reformulation in the translation of The Amazing Spiderman comic; (2) to find out the accuracy of the translation which used condensation and reformulation in the translation of The Amazing Spiderman comic. The result shows that there are 113 data. Firstly, for condensation and reformulation according to Cintas and Remael’s theory (2007), the researcher finds 10 types. They are Simplifying Verbal Periphrases (11 data or 9.73%), Using a Shorter Near-Synonym or Equivalent Expression (58 data or 51.33%), Using Simple Rather Than Compound Tenses (8 data or 7.08%), Changing Word Classes (1 data 0.89%), Short Forms and Contractions (5 data or 4.43%), Changing Negations or Questions into Affirmative Sentences or Assertions, Indirect Questions into Direct Questions, etc. (6 data or 5.31%), Simplifying Indicators of Modality (10 data or 8.85%), Changing The Subject of a Sentence or Phrase (3 data or 2.65%), Turn Long and/or Compound Sentences into Simple Sentences (3 data or 2.65%), and Merge of Two or More Phrases/Sentences into One (8 data or 7.08%). While for accuracy aspect according to Nababan’s theory (2012), there are 77 data (68.14%) are accurate, 33 data (29.20%) are less accurate, and 3 data (2.66%) are not accurate. From the result, it can be concluded that the translation of The Amazing Spiderman is accurate. Additionally, Using a Shorter Near-Synonym or Equivalent Expression is the most dominant type that influences the accuracy aspect for each level such as accurate, less accurate, and not accurate. | |
| 17536 | 21594 | C1B014032 | ANALISIS PENGARUH RETURN ON EQUITY EARNING PER SHARE DEBT TO EQUITY RATIO KURS DAN TINGKAT SUKU BUNGA TERHADAP HARGA SAHAM YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA (Studi Kasus Pada Perusahaan Food and Beverages Periode 2012-2016) | ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis pengaruh dari Return On Equity, Earning Per Share, Debt to Equity Ratio, Kurs dan Tingkat Suku Bunga terhadap harga saham yang terdaftar di dalam perusahaan Sub Sektor Food and Beverages. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan Sub Sektor Food and Beverages yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2012-2016. Metode purposive sampling digunakan dalam penetapan sampel. Penelitian ini menggunakan sampel 11 perusahaan. Dalam penelitian ini menggunakan regresi linier berganda untuk menguji hipotesis-hipotesisnya. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Return On Equity dan Earning Per Share mempunyai pengaruh positif terhadap harga saham. Lalu Debt to Equity Ratio mempunyai pengaruh negatif terhadap harga saham. Tetapi Kurs dan Tingkat suku bunga tidak mempunyai pengaruh terhadap harga saham. Kata kunci : return on equity, earning per share, debt to equity ratio, kurs, tingkat suku bunga dan harga saham | ABSTRACT The purpose of this research is to identify and analyze the influence of Return On Equity, Earning Per Share, Debt to Equity Ratio, Exchange Rate , and Interest towards stock price at listing companies in Food and Beverages sector . The population of this research is food and beverages sector companies that are listed in BEI during the period 2012-2016. Purposive sampling method used in the determination of the sample. This research using 11 companies . This research using multiple regression model as means of testing the hypothesis. The result of this research showed that ROE, EPS have positive effect on stock price. Then DER have negative effect on stock price. How ever exchange rate and interest does not effect on stock price. Keywords : return on equity, earning per share, debt to equity ratio, exchange rate, interest,stock price | |
| 17537 | 21671 | A1L013103 | PENGARUH LETAL DAN SUBLETAL METABOLIT SEKUNDER ASAL BAKTERI Pseudomonas fluorescens P60 TERHADAP SERANGGA Helicoverpa armigera (Hübner) | Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh letal metabolit sekunder Pseudomonas fluorescens P60 terhadap mortalitas larva Helicoverpa armigera dan mengetahui pengaruh subletal metabolit sekunder tersebut terhadap pembentukan pupa, dan pemunculan imago H. armigera. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Perlindungan Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Penelitian berlangsung pada Februari-September 2017. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) non-faktorial, dengan 5 perlakuan yaitu konsentrasi metabolit sekunder yaitu: 0, 2, 4, 6, dan 8 ml/L. Setiap perlakuan menggunakan 10 instar 3. Percobaan diulang 5 kali. Data diuji dengan uji F, dan dilanjutkan dengan uji DMRT (Duncan’s Multiple Range Test) dengan tingkat kesalahan 5%. Variabel yang diamati adalah mortalitas larva H. armigera, penghambatan aktivitas makan larva, persentase pupa yang terbentuk, dan persentase imago yang terbentuk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan metabolit sekunder P. fluorescens P60 dapat membunuh larva H. armigera sampai dengan 91,3%, menghambat aktifitas makan hingga 93,46%, menghambat pembentukan pupa (pada perlakuan 4 ml/L persentase pembentukan pupa 8,7%), dan tidak menurunkan persentase pembentukan imago. | The research aimed to find out lethal effect of secondary metabolites Pseudomonas fluorescens P60 on mortality of Helicoverpa armigera larvae and find out sublethal effect of the secondary metabolites on feeding activity of larvae, pupal formation, and the emergence of adult H. armigera. The research was conducted at Plant Protection Laboratory, Faculty of Agriculture, University of Jenderal Soedirman, Purwokerto, from February to September 2017. This research used non-factorial Randomized Block Design (RAK). This research used 5 treatments i.e secondary metabolites concentration : 0, 2, 4, 6, and 8 ml/L. That trial repeated 5 times. Each treatment used 10 instars 3. Data was analysed using F test and DMRT (Duncan’s Multiple Range Test) at error 5%. Observed variables were mortality, inhibition of larval feeding activity, percentage of pupation, and percentage of emerged adult. The results showed that the secondary metabolite treatments killed larvae up to 91,3% and inhibited feeding activity of larvae up to 93,46%. Also it can decreased pupation (4 ml/L has 8,7% pupation), and did not affect emergence of adult. | |
| 17538 | 20598 | A1L012093 | PENGARUH PEMBERIAN PUPUK HAYATI MIKORIZA-AZOLLA DAN PENGURANGAN DOSIS PUPUK SINTETIK TERHADAP RESPON FISIOLOGIS BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) | Abstrak Penelitian bertujuan untuk : 1) Mengkaji respon fisiologis tanaman bawang merah dengan penambahan pupuk hayati mikoriza-azolla dan pengurangan dosis pupuk sintetik, 2) Mengetahui dosis pupuk hayati mikoriza-azolla dan pengurangan dosis pupuk yang paling tepat terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus 2016 sampai dengan Oktober 2016 di screen house Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED), Kelurahan Karangwangkal, Kecamatan Purwokerto Utara dan Laboratorium Agronomi dan Hortikultura Fakultas Pertanian UNSOED, Purwokerto. Penelitian menggunakan rancangan Central Compposite Second Order Design (CCSOD) dengan rancangan dasar Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 13 kombinasi perlakuan dari 2 faktor percobaan. Faktor pertama adalah pupuk hayati mikoriza-azolla yang terdiri dari 5 taraf yaitu (6, 12, 18, 24, 30 gram/tanaman). Faktor kedua adalah pengurangan dosis pupuk sintetik yaitu 80% (1,1 gram/tanaman); 60% (2,0 gram/tanaman); 40% (2,9 gram/tanaman); 20% (3,8 gram/tanaman); 0% (4,7 gram/tanaman). Variabel yang diamati berupa jumlah klorofil total, jumlah dan lebar stomata, serapan P, tinggi tanaman, warna daun, bobot tanaman segar, bobot tanaman kering, bobot umbi segar dan bobot umbi kering. Data hasil pengamatan ditabulasi dan dianalisis menggunakan analisis Metode Respon Permukaan atau Response Surface Methodology (RSM) dengan bantuan Minitab 14. Hasil penelitian yaitu pemberian pupuk hayati mikoriza-azolla 6,00 – 30,00 gram per tanaman dan pengurangan dosis pupuk sintetik hingga 80% memberikan pengaruh yang sama terhadap jumlah klorofil total, jumlah dan lebar stomata, serapan P, tinggi tanaman, warna daun, bobot tanaman segar, bobot tanaman kering, bobot umbi segar dan bobot umbi kering. Dosis pupuk yang paling efisien untuk pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah adalah 6,00 gram pupuk hayati mikoriza-azolla dan 2,90 gram pupuk sintetik per tanaman. | Abstract The research aims to: 1) Assess the physiological response of shallot added with mychorrizhal-azolla biofertilizer and reducing of synthetic fertilizer dosage, 2) to know the dosage of mychorrizhal-azolla biofertilizer and the most appropriate reduction dosage of fertilizer on the growth and yield of shallot. The research was conducted in August 2016 until October 2016 at screen house of Faculty of Agriculture, University of Jenderal Soedirman (UNSOED), Karangwangkal Subdistrict, North Purwokerto Subdistrict and Agronomy and Horticulture Laboratory of Faculty of Agriculture UNSOED, Purwokerto. The research used the design of Central Composite Second Order Design (CCSOD) with the basic design of Completely Randomized Design (CRD) consisted of 13 treatment combinations from 2 experimental factors. The first factor was addition the mychorrizhal-azolla biofertilizer consisted of 5 levels (6, 12, 18, 24, 30 gram / plant). The second factor was reduction dosage of synthetic fertilizer, consisted of 80% (1,1 gram/plant); 60% (2,0 gram/plant); 40% (2,9 gram/plant); 20% (3,8 gram/plant); 0% (4,7 gram/plant). The variables observed were number of total chlorophyll, number and width of stomatal opening, P absorbtion, plant height, leaf color, fresh plant weight, dry plant weight, fresh bulb weight and driy bulb weight. Observational data was tabulated and analyzed using Response Surface Methodology analysis by Minitab 14 help. The results of the research was giving of mycorrhizal azolla dosage about 6.00 - 30.00 gram per plant and reducing of synthetic fertilizer dosage up to 80% gave the same effect on the number of total chlorophyll, the number and width of opening stomatal, P absorbtion, plant height, leaf color, fresh plant weight, dry plant weight, fresh bulb weight and dry bulb weight. The most eficient dosage of fertilizer for growth and yield of shallot was 6,00 gram of mycorrhizal-azolla biofertilizer and 2,90 gram of synthetic fertilizer per plant. | |
| 17539 | 21711 | G1A014114 | PERBEDAAN KEKUATAN OTOT SEBELUM DAN SESUDAH INTERVENSI PLYOMETRIC TRAINING PADA ANGGOTA UKM OLAHRAGA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN | ABSTRAK Kekuatan otot adalah kemampuan otot untuk mengatasi beban atau tahanan maksimal. Kekuatan otot yang kurang dapat menghalangi melakukan aktivitas fisik pada kehidupan sehari- hari, yang pada akhirnya akan mengakibatkan disabilitas. Penerapan Plyometric sebagai pola latihan dapat berguna untuk peningkatan kekuatan otot secara signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kekuatan otot sebelum dan sesudah Plyometric Training. Penelitian ini bersifat quasi eksperimental dengan pre-post test design without control. Tiga puluh subjek laki-laki berusia 18-20 tahun diambil menjadi subjek penelitian melalui teknik consecutive sampling. Setelah pemilihan subjek dilakukan sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi, subjek penelitian lalu mengisi kuesioner Physical Activity Readiness Questionaire (PARQ). Plyometric Training dilakukan selama 5 minggu dengan frekuensi 2 kali dalam seminggu. Pengukuran kekuatan otot dilakukan sebelum dan sesudah intervensi dilakukan. Kekuatan otot diukur menggunakan metode leg strength test dengan alat back-leg dynamometer. Berdasarkan uji t – berpasangan, hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan yang bermakna kekuatan otot sebelum dan sesudah intervensi Plyometric Training dengan nilai p=0,0001 (p<0,05). Kesimpulan penelitian ini terdapat perbedaan kekuatan otot sebelum dan sesudah intervensi Plyometric Training selama 5 minggu. | ABSTRACT Muscle Strength is a muscle capability to work against a maximum resistance. A lack of muscle strength could hinder daily physical activity, resulting in a disability. Plyometric could increase muscle strength significantly. This study has a goals of to determine differences in muscle strength before and after Plyometric Training for 5 weeks. The study used a quasi-experimental method with pre and post test design without control. After subjects selected based on inclusion and exclusion criteria, 30 subjects aged 18-20 were collected after filling Physical Activity Readiness Questionaire (PARQ). The study occured for 5 weeks with 2 times each week. Muscle strength was measured before and after intervention. Muscle strength was measured using leg strength tes method with back leg dynamometer. The result of t-dependent test shows that there is a significance change in muscle strength before and after Plyometric Training, with a p = 0,0001 (p<0,05). The study conclusion is there were differences in muscle strength before and after the Plyometric Training for 5 weeks. | |
| 17540 | 20599 | C1F015080 | ANALISIS PENGARUH ISO 14001, ENVIRONMENTAL PERFORMANCE, DAN ENVIRONMENTAL DISCLOSURE TERHADAP FINANCIAL PERFORMANCE | Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penerapan ISO 14001, environmental performance, dan environmental disclosure terhadap financial performance perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Penelitian ini dilakukan dengan sampel sebanyak 35 perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2014-2016. Teknik analisis yang digunakan adalah regresi dengan variabel dummy. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) ISO 14001 memiliki pengaruh positif signifikan terhadap financial performance; (2) environmental performance memiliki pengaruh positif signifikan terhadap financial performance; dan (3) environmental disclosure memiliki pengaruh positif namun tidak signifikan terhadap financial performance. | The purpose of this study is to obtain empirical evidence on the effect of ISO 14001, environmental performance, and environmental disclosure to financial performance of manufacturing companies listed on Indonesian Stock Exchange. The number of samples used in this research are 35 manufacturing companies determined by purposive sampling. Regression with dummy variables is used to analyze the existing variables. The results showed that: (1) ISO 14001 has a significant positive effect on financial performance; (2) environmental performance has a significant positive effect on financial performance; and (3) environmental disclosure has a positive but not significant impact on financial performance. |