Artikelilmiahs

Menampilkan 17.581-17.600 dari 50.030 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
1758120640H1L014019Rancang Bangun Sistem Informasi Tour And Travel Berbasis Web Pada Jasmine Tour PurwokertoABSTRAK
SISTEM INFORMASI TOUR AND TRAVEL BERBASIS WEB
PADA JASMINE TOUR PURWOKERTO
Fajar Muzaky

Tour dan travel merupakan perjalanan atau sebagian dari kegiatan yang dilakukan secara suka rela untuk menikmati obyek wisata dan daya tarik wisata yang bersifat sementara atau memiliki jangka waktu tertentu. Sistem Informasi Tour And Travel Jasmine Tour Purwokerto adalah sebuah sistem yang memiliki fungsi sebagai media bisnis tour dan travel Jasmine Tour Purwokerto serta mengelola administrasi pemesanan customer Jasmine Tour Purwokerto. Permasalahan yang dihadapi dalam bisnis tour dan travel seperti penyewaan armada transportasi, pendaftaran tour wisata, dan jasa travel adalah belum adanya sistem informasi yang baik dimana data-data yang disimpan dan diolah masih menggunakan Microsoft Excel dan dalam proses kegiatan promosi dan transaksional yang dilaksanakan sekarang masih menggunakan media kertas atau penulisan manual, sehingga dapat menyebabkan terjadinya kesalahan dan pelayanan yang diberikan masih belum optimal. Berdasarkan masalah yang ada, maka penulis membangun sebuah sistem informasi yang mampu membantu dalam proses kegiatan transaksional yang ada agar lebih baik, serta membantu Jasmine Tour dalam proses bisnis yang dijalankan. Sistem yang penulis buat merupakan sebuah aplikasi berbasis website dan dalam pengerjaannya penulis menggunakan metode pengembangan waterfall dengan menggunakan bahasa pemrograman PHP dan untuk menangani data yang disimpan penulis menggunakan DBMS MySQL.
ABSTRACT
DESIGN OF TOUR AND TRAVEL INFORMATION SYSTEM WEB-BASED ON JASMINE TOUR PURWOKERTO
Fajar Muzaky

Tour and Travel is the travel or the volunteering activity to enjoy the tourism destination and other attractiveness that is temporary or has a period of time. Tour And Travel Information System of Jasmine Tour Purwokerto is a system that has benefit as Tour and Travel bussiness media and administrating the customer’s order for Jasmine Tour Purwokerto. The problem that encountered in tour and travel bussiness such as transportation rentals, travel tour registration and travel services is the absence of good information system where the stored and processed data is still using Microsoft Excell and in promoting and transactional activity is still using paper and manual writing, so that it can cause errors and services provided not optimal. Based on the problem, the writer tries to create a information system that can help Jasmine Tour to be better in their transactional activity and bussiness process. The system that the writer created is a web-based application and in the development process, the writer uses waterfall development method and PHP programming language, and to handle the data stored, the writer uses DBMS MySQL
1758220641G1A014043EFEK PEMBERIAN EKSTRAK ETANOL SELEDRI (Apium graveolens L.) TERHADAP KADAR NITRIT OKSIDA TIKUS PUTIH (Sprague dawley) MODEL ACUTE KIDNEY INJURYSeledri (Apium graveolens L.) mempunyai kemampuan sebagai antiinflamasi dan antioksidan karena mengandung senyawa aktif seperti flavonoid, polifenol, glikosida iridoid, apigenin dan saponin. Aktivitas antiinflamasi seledri diketahui dapat mencegah kerusakan endotel yang ditandai dengan penurunan kadar nitrit oksida (NO) pada acute kidney injury (AKI). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek pemberian seledri (Apium graveolens L.) dalam mencegah penurunan kadar NO tikus putih (Sprague dawley) model AKI. Metode penelitian adalah eksperimental dengan post test only with control group design. Dua puluh lima ekor tikus putih dibagi dalam 5 kelompok. Kelompok A sebagai kontrol sehat, kelompok B sebagai kontrol sakit, kelompok C (250 mg/kgBB), kelompok D (500 mg/kgBB), dan kelompok E (1000 mg/kgBB). Pada hari ke 15 setelah pemberian ekstrak, kelompok B, C, D, E dibedah dan dibuat AKI. Pemberian ekstrak dilanjutkan sampai hari ke 17. Kadar NO diperiksa dengan metode Griess. Rerata kadar NO pada kelompok A 115,59±7,27 μmol/L, kelompok B 17,62±3,67 μmol/L, kelompok C 96,25±16,88 μmol/L, kelompok D 111,10±5,93 μmol/L, kelompok E 113,78±8,99 μmol/L. Uji One Way ANOVA menunjukkan nilai p=0,000 (p<0,05). Uji post hoc LSD menunjukkan hasil perbedaan rerata yang signifikan antara kelompok A dengan B dan C, dan antara kelompok B dengan semua kelompok data (p<0,05). Pemberian ekstrak etanol seledri (Apium graveolens L.) dapat mencegah penurunan kadar NO tikus model AKI.Celery (Apium graveolens L.) has anti-inflammatory and antioxidant properties because it contains active compounds such as flavonoids, polyphenols, iridoid glycosides, apigenin and saponins. Anti-inflammatory activity of celery is known to prevent endothelial damage characterized by decreased levels of nitric oxide (NO) in acute kidney injury (AKI). The aim of this research is to analyze the effect of celery (Apium graveolens L.) in preventing the decrease of NO levels in AKI rats models (Sprague dawley). The method was an experimental study with post test only with control group design. Twenty five males of white rats were randomly assigned to 5 groups. Group A as healthy control group, group B as AKI group, group C (250 mg/kgBW), group D (500 mg/kgBW), and group E (1000 mg/kgBW). On the 15th day after giving the extract, group B, C, D, E were dissected and made AKI. Then the extract was continue gived until 17th day. NO levels were analyze using Griess method. The mean result of NO concentration in group A was 115,59±7,27 μmol/L, group B 17,62±3,67 μmol/L, group C 96,25±16,88 μmol/L, group D 111,10±5,93 μmol/L, group E 113,78±8,99 μmol/L. One Way ANOVA test shows a value of p = 0.000 (p <0.05). The post hoc LSD test showed significant mean differences between group A with B and C, and between group B and all data groups (p <0.05). Administration of ethanol extract of celery (Apium graveolens L.) can prevent the decrease of rat NO levels in AKI rats models.
1758322038A1L113092PENGARUH PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASI TIGA VARIETAS MELON (Cucumis melo L .)
Penelitian ini bertujuan untuk :1) menentukan konsentrasi pupuk organik cair terbaik untuk pertumbuhan dan hasil tiga varietas melon, 2) mengetahui respon terbaik tiga varietas melon terhadap pemberian pupuk organik cair, 3) mengetahui interaksi antara pengaruh pemberian konsentrasi pupuk organik cair terhadap pertumbuhan dan hasil tiga varietas melon.Penelitian ini dilaksanakan di Lahan Desa Banjarsari Kulon, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas dan Laboratorium Agronomi dan Hortikultura Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian dan dilaksanakan dari bulan Juli sampai dengan Oktober 2017.Penelitian merupakan percobaan faktorial terdiri dari 2 faktor dengan Rancangan Acak Kelompok. Faktor pertama adalah tiga varietas melon (Jade Dew, Golden Aroma, Action 434). Faktor kedua adalah konsentrasi pupuk organik cair (control, 4 ml/l, 6 ml/l, 8 ml/l). Hasil penelitian yang dilakukan menunjukan bahwa, 1) konsentrasi pupuk organik cair 6 ml/l dan 8 ml/l menghasilkan kandungan klorofil tertinggi yaitu masing-masing 25,27 unit dan 25,5 unit, 2) ketiga varietas melon memiliki karakter yang sama, 3) tidak ada interaksi antara varietas dan POC terhadap pertumbuhan dan hasil.This research aimed to: 1) determine the concentration of organic liquid fertilizer to growth and yield three varieties of melon, 2) know the best respon of three varieties of melon to organic liquid fertilizer giving, 3) know interaction between effect of organic liquid fertilizer giving on the growth and yield of three varieties of melon. The research was conducted in land Banjar Sari Kulon Village, District of Sumbang, Banyumas, and Agronomy and Horticulture Laboratory of Agriculture Faculty of Jenderal Soedriman University, Purwokerto. This research was started from July to October 2017. The experiment was a factorial experiment consised of 2 factors with Randomized Block Design. The first factor was the three varieties of melon (Jade Dew, Golden Aroma, Action 434). The second factors was the organic liquid fertilizer concentration (control, 4 ml/l, 6 ml/l, 8 ml/l),. The result of research showed: 1) concentration of organic liquid fertilizer 6 ml/l and 8 ml/l yield the best chlorophyll is 25,27 unit and 25,5 unit, 2) three varieties of melon has the identic character, 3) was not the interaction between varieties with the concentration of organic liquid fertilizer to growth and yield.
1758420642F1G013005Stuktur Sintaksis dan Diksi pada Judul Berita DetikcomPenelitian ini berjudul “Struktur Sintaksis dan Diksi pada Judul Berita Detikcom”. Tujuan penelitian dilakukan untuk mendeskripsikan pola kalimat yang dihasilkan dari analisis struktur sintaksis dan penggunaan diksi pada judul berita detikcom. Bentuk penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data yang dianalisis adalah satuan lingual berupa judul berita yang bersumber dari situs berita detikcom. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode simak, dengan teknik dasarnya adalah teknik sadap dan teknik lanjutannya adalah teknik catat. Metode yang digunakan untuk menganalisis data adalah metode agih, dengan teknik dasar yang digunakan adalah teknik bagi unsur langsung (BUL), sedangkan teknik lanjutannya adalah teknik balik. Tahap penyajian data yang digunakan yaitu teknik informal dan teknik formal. Jumlah data penelitian ini adalah 79 judul berita.
Berdasarkan hasil penelitian pola kalimat dari analisis struktur sintaksis pada judul berita detikcom ditemukan 65 pola kalimat yang dikelompokkan berdasarkan jumlah klausa yaitu kalimat tunggal dan kalimat majemuk. Kalimat tunggal memiliki 11 jenis pola kalimat. Kalimat mejamuk di klasifikasikan lagi menurut jenisnya yaitu kalimat majemuk setara (KMS) memiliki 4 jenis pola, kalimat majemuk rapatan (KMR) memiliki 17 jenis pola, kalimat majemuk bertingkat (KMB) memiliki 16 jenis pola, dan kalimat majemuk campuran (KMC) memiliki 17 jenis pola. Sedangkan hasil penelitian penggunaan diksi ditemukan 11 jenis diksi yaitu 1) akronim; 2) singkatan; 3) kata ilmiah; 4) kata tidak baku; 5) kata popular; 6) kata abstrak; 7) kata konkret; 8) antonim; 9) konotasi; 10) kata asing; dan 11) idiom.





The research is entitled “ Struktur Sintaksis dan Diksi pada Judul Berita Detikcom”. The objective of this research is to describe the sentence structures resulted from the analysis of syntactic structures and dictions used on news titles of detikcom. This research is classified into a descriptive- qualitative research study. The data analyzed are linguistic units in the forms of titles taken from a news site of detikcom. The research data are collected using an observational method with the basic technique of tapping and further technique of writing. The data are then analyzed using a distributional method with the basic technique of direct element share (BUL) and further technique of formal and informal technique. The research data are 79 news titles.
The research results show that based on the analysis of syntactic structures on detikcom news titles, there are 65 sentence patterns classified based on clauses, covering simple and compound sentences. There are 11 simple sentence patterns, 4 equivalent compound sentence patterns, 17 simplifield compound sentence patterns, 16 complex sentence patterns, and 17 mixed complex-compound sentence patterns. Meanwhile, based on dictions, there are 11 diction types covering (1) acronym, (2) abbreviation, (3) scientific term, (4) non-standard linguistic term, (5) popular term, (6) abstract word, (7) concrete word, (8) antonym, (9) connotation, (10) foreign word, and (11) idiom.
1758520645H1D014032PENGARUH JARAK TULANGAN PADA PANEL PAPAN PRACETAK DARI LIMBAH SERUTAN BAMBU PETUNGBatu bata merupakan bahan material utama penyusun dinding. Bahan dasar pembuatan batu bata adalah tanah liat. Tetapi bahan dasar tersebut dihasilkan dari sumber alam nonrenewable sehingga diperlukan alternatif untuk penggunaan bahan lain yang bersifat renewable yaitu dengan limbah serutan bambu menjadi panel papan pracetak untuk dinding. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sifat fisika dan sifat mekanika panel papan komposit dari campuran limbah serutan bambu. Benda uji panel papan pracetak dibuat dengan ukuran 40 cm x 100 cm x 8 cm dengan variasi jarak antar tulangan bambu 75 mm, 110 mm, dan 145 mm untuk diuji lentur. Pengujian sifat fisika dilakukan terhadap benda uji ukuran 20 cm x 20 cm x 6 cm. Hasil pengujian sifat fisika diperoleh nilai kadar air sekitar 9,81%; kerapatan sekitar 1,20 g/cm3; pengembangan tebal sekitar 5,79% - 16,82%; dan pengujian penyerapan sekitar 10,22% - 18,56%. Hasil sifat mekanika diperoleh nilai Modulus of Rupture (MOR) berturut-turut sesuai variasi jarak tulangan 75 mm, 110 mm, dan 145 mm yaitu sebesar 2,754 MPa, 2,549 MPa, dan 2,144 MPa serta untuk nilai Modulus of Elasticity (MOE) berturut-turut sebesar 0,503 MPa, 0,186 MPa, dan 0,179 MPa. Dapat disimpulkan bahwa semakin kecil jarak tulangan, maka nilai MOR dan MOE semakin besar.Bricks are the main ingredients for building walls. The basic ingredient of brick is clay. But the basic ingredient is produced from nonrenewable resources so that here is need a alternatives for use another materials that are renewable as though using bamboo shavings to be a panel of precast board panels for the wall. The purpose of this research is to know the physical and mechanical properties of precast board panels from the mixture of bamboo shavings. The precast board panels are made with size 40 cm x 100 cm x 8 cm with variation of bamboo spacing between 75 mm, 110 mm, and 145 mm for bending test. The physical properties test performed on the test specimen size 20 cm x 20 cm x 6 cm. Physical properties test results obtained water content value of about 9,81%; density of about 1,20 g / cm3; thick development of about 5,79% - 16,82%; and absorption test of about 10,22% - 18,56%. The result of mechanical properties obtained by the value of Modulus of Rupture (MOR), respectively according to the variation of bamboo spacing between 75 mm, 110 mm, and 145 mm ranges of about 2,754 MPa, 2,549 MPa, and 2,144 MPa and for the value of Modulus of Elasticity (MOE) of 0,503 MPa, 0,186 MPa, and 0,179 MPa. It can be concluded that the smaller the reinforcement distance, the greater the MOR and MOE values.
1758620644H1A013033SINTESIS FOTOKATALIS Ag3PO4 DOPAN Ag MENGGUNAKAN PREKURSOR Ag/HAP DAN UJI AKTIVITASNYA TERHADAP RHODAMIN BPenambahan Ag pada Ag3PO4 dianggap sebagai fotokatalis yang menjanjikan untuk meningkatkan kemampuan fotokatalitik dari Ag3PO4. Ag/Ag3PO4 biasanya disintesis dengan metode reduksi in-situ, namun metode ini sering menyebabkan aglomerasi dan struktur yang tidak teratur sehingga cacat antarmuka akan berfungsi sebagai pusat rekombinasi elektron-hole. Fotokatalis Ag3PO4 dopan Ag dengan aktivitas fotokatalitik yang sangat baik di sinar tampak telah berhasil disintesis menggunakan prekursor Ag/hidroksiapatit untuk pertama kalinya. Jumlah mol Ag awal divariasikan sebesar 0,12; 0,24; 0,36; 0,48 dan 0,6 mol. Ag3PO4 dopan Ag dengan jumlah mol Ag awal sebesar 0,36 mol (AP-0,36) memiliki aktivitas fotokatalitik yang paling tinggi dalam mendegradasi Rhodamin B. Material ini dikarakterisasi menggunakan X-ray Diffraction (XRD), Diffuse Reflectance Spectroscopy (DRS) dan Scanning Electron Microscopy (SEM). Spektrum DRS menunjukkan AP-0,36 memiliki serapan yang kuat di daerah sinar tampak. AP-0,36 mampu mendegradasi Rhodamin B sebesar 98,71% dengan laju fotodegradasi 0,391 menit-1, lebih tinggi 1,71 kali lipat dibanding Ag3PO4 kontrol (0,2281 menit-1). Mekanisme peningkatan aktivitas fotokatalitik dari Ag3PO4 dopan Ag disebabkan karena efek Schottky junction dan Localized Surface Plasmon Resonance (LSPR) dari Ag nanopartikel.The addition of Ag to Ag3PO4 as a promising photocatalyst to enhance the photocatalytic ability of Ag3PO4. Ag/Ag3PO4 is usually synthesized by in-situ reduction method, this method often leads to agglomeration and irregular structures so that it will serve as an electron-hole recombination center. Ag doped Ag3PO4 photocatalyst with excellent photocatalytic activity in visible rays has been successfully synthesized using Ag/hydroxyapatite precursors for the first time. The initial mole of Ag is varied by 0.12; 0.24; 0.36; 0.48 and 0.6 mol. Ag doped Ag3PO4 with an initial Ag mole of 0.36 mol (AP-0.36) has the highest photocatalytic activity in degrading Rhodamine B. This material is characterized by X-ray Diffraction (XRD), Diffuse Reflectance Spectroscopy (DRS) and Scanning Electron Microscopy (SEM). The DRS spectrum shows Ag/Ag3PO4 0.36 has a strong absorption in visible light regions. AP-0.36 was able to degrade Rhodamin B by 98.71% with photodegradation rate 0.391 min-1, it is 1.71 times higher than Ag3PO4 control (0.2281 min-1). The mechanism of increased photocatalytic activity of Ag doped Ag3PO4 is due to the effects of Schottky junction and Localized Surface Plasmon Resonance (LSPR) by Ag nanoparticles.
1758720643F1B013071KINERJA BADAN USAHA MILIK DESA BIDANG PENGELOLAAN AIR BERSIH DI DESA BANDINGAN KECAMATAN KEJOBONG KABUPATEN PURBALINGGAPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Kinerja Badan Usaha Milik Desa Bidang Pengelolaan Air Bersih di Desa Bandingan Kecamatan Kejobong Kabupaten Purbalinngga. Penelitian ini menggunakan konsep kinerja dengan indikator input, process, output, outcome. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik analisis data model interaktif. Teknik pemilihan informan adalah melalui purposive sampling dan snowball sampling. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah melalui wawancara, dokumentasi, dan observasi. Hasil dari penelitian ini yaitu: Aspek input, belum pernah diadakannya pelatihan untuk pengelolaan BUMDes bidang pengelolaan air, selain itu masih terbatasnya anggaran untuk kegiatan BUMDes bidang pengelolaan air bersih yang membuat kas mengalami defisit. Aspek process, belum berfungsinya badan Pengawas karena baru terbentuk. Aspek Output, belum maksimalnya BUMDes bidang pengelolaan air bersih dalam memberikan kontribusi ke PADes Bandingan dikarenakan kas defisit akibat kerusakan pompa, keterbatasan anggaran dan tariff setting yang tidak relevan lagi. Aspek Outcome, pemberdayaan masyarakat yang terbentuk hanya meliputi pengelola dan penarik pada BUMDes bidang pengelolaan air bersih saja.This study aims to describe the Performance of Village Owned Enterprises in the Field of Clean Water Management in Bandingan Village, Kejobong Sub-district, Purbalinngga District. This research uses performance concept with indicators input, process, output, outcome. This research uses descriptive qualitative method with interactive data model analysis technique. Informant selection technique is through purposive sampling and snowball sampling. Data collections technique in this study is through interviews, documentation, and observation. The result of this research is the aspect of input has never held training for the management of BUMDes in the field of water management, in addition to the limited budget for the activities of BUMDes in the field of clean water management that makes cash deficit. Aspects of the process of not functioning the Supervisory Board as it is only formed. Output Aspects not yet maximal BUMDes in the field of clean water management in contributing to PADes Bandingan due to cash deficit due to pump damage, budget constraints and tariff settings that are not relevant anymore. Aspects of Community Empowerment Outcomes that are formed only include managers and towers in BUMDes in the field of clean water management only.
1758821500D1E014147KONSENTRASI VOLATILE FATTY ACIDS PARSIAL CAIRAN RUMEN SAPI POTONG YANG DIBERI
PAKAN JERAMI PADI AMONIASI DAN DISUPLEMENTASI KULIT BUAH NAGA
(VOLATILE FATTY ACIDS PARTIAL CONCENTRATION OF BEEF CATTLE’S RUMEN FLUID THAT FED
WITH RICE STRAW AMMONIATION AND SUPPLEMENTED BY DRAGON FRUIT’S PEEL)
Tujuan penelitian adalah untuk mengevaluasi pengaruh suplementasi kulit buah naga dalam pakan terhadap konsentrasi volatile fatty acids (VFA) parsial cairan rumen sapi potong. Materi yang digunakan adalah cairan rumen berasal dari 3 ekor sapi potong Limousin jantan umur 2 tahun yang diambil dari RPH Bantarwuni Desa Bantarwuni, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas segera setelah sapi dipotong, kulit buah naga, serta jerami padi amoniasi dan konsentrat yang diperoleh dari Bata Feed dengan perbandingan jerami dan konsentrat masing-masing yaitu 40% : 60%. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode eksperimen in vitro dan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola searah dan dilanjutkan dengan uji Orthogonal polynomial. Terdapat tiga perlakuan dengan ulangan sebanyak enam kali. Perlakuan yang diuji adalah P0 (Perlakuan kontrol 0% BK), perlakuan P1 (Suplementasi kulit buah naga sebanyak 2% BK) dan perlakuan P2 (Suplementasi kulit buah naga sebanyak 4% BK). Rataan konsentrasi asam asetat berkisar antara 100,66±11,67 mM sampai dengan 125,08±4,52 mM, rataan konsentrasi propionat berkisar antara 51,93±1,33 mM sampai dengan 54,32±0,90 mM, dan rataan konsentrasi butirat berkisar antara 18,30±1,44 mM sampai dengan 21,95±1,50 mM. Kesimpulan dari penelitian adalah semakin tinggi suplementasi kulit buah naga (sampai taraf 4%) dalam pakan, konsentrasi asam asetat, dan butirat semakin menurun, tetapi konsentrasi propionat semakin meningkat.
Kata Kunci : Kulit Buah Naga, Asam Asetat, Propionat, Butirat, Sapi Potong
The objective of this research was to evaluate supplementation of dragon fruit’s peel in diets its effect towards volatile fatty acids (VFA) partial concentration of beef cattle’s rumen fluid. The materials used was rumen fluid from 3 bulls aged 2 years old Limousin beef cattle taken from Bantarwuni abattoir in Bantarwuni, Sumbang, Banyumas as soon as cattle were slaughtered, dragon fruit’s peel, rice straw ammoniation and consentrat from Bata Feed with roughage and consentrat ratio was 40% : 60%. This research was conducted using in vitro experiments and using completely randomized design (CRD). There were three treatments with six replications. The treatments were P0 (Treatment controls), P1 (Dragon fruit’s peel supplementation as much as, 2% DM) and P2 (Dragon fruit’s peel supplementation as much as, 4% DM). The means of acetic acid concentration ranged from 100.66±11.67 mM to 125.08±4.52 mM, the means of propionate concentration ranged from 51.93±1.33 mM to 54.32±0.90 mM, and the means of butyrate concentration ranged from 18.30±1.44 mM to 21.95±1.50 mM. The conclusion of this research is the higher supplementation of the dragon fruit’s peel (up to 4%) in the feed, the lower of the concentration of acetic acid, and butyrate, but the higher the concentration of propionate.
Keywords : Dragon Fruit’s Peel, Acetic Acid, Propionate, Butyrate, Beef Cattles
1758920654C1J013016Factors Affecting Indonesian Cocoa Beans Export to Six Major Destination Countries 2005-2015 Indonesia merupakan produsen biji kakao ketiga terbesar di dunia setelah Pantai Gading dan Ghana. Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia memiliki potensi untuk menjadi produsen dan eksporter utama didunia. Namun, ekspor biji kakao Indonesia dari tahun 2005 sampai tahun 2015 menunjukkan fluktuasi yang cenderung menurun terutama setelah adanya kebijakan bea keluar. Selain kebijakan bea keluar, ada beberapa faktor yang diduga menyebabkan ekspor biji kakao indonesia menurun, diantaranya harga ekspor biji kakao Indonesia, produksi kakao indonesia, PDB negara importer dan nilai tukar rupiah terhadap dollar.
Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi data panel. Variabel bebas dalam penelitian adalah harga ekspor biji kakao indonesia, produksi kakao indonesia, PDB negara importer, nilai tukar rupiah terhadap dollar dan Kebijakan bea keluar. Sedangkan variable terikatnya adalah volume eskpor biji kakao Indonesia. Penelitian ini menggunakan analisis regresi data panel dengan periode 2005-2015. Enam negara yang menjadi importer terbesar biji kakao Indonesia adalah Malaysia, Thailand, Singapore, China, Amerika Serikat dan German.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa model terbaik adalah Random Effect Model. Harga ekspor biji kakao Indonesia mempunyai pengaruh negative dan signifikan terhadap ekspor biji kakao Indonesia ke enam negara tujuan 2005-2015, produksi kakao Indonesia mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap ekspor biji kakao Indonesia ke enam negara tujuan 2005-2015. Sedangkan, GDP negara importer, kurs Rupiah terhadap Dollar AS dan Bea Keluar mempunyai pengaruh negative dan tidak signifikan terhadap ekspor biji kakao Indonesia ke enam negara tujuan utama 2005-2015. Tingginya nilai koefisien variabel produksi kakao Indonesia mengindikasikan bahwa variabel produksi kakao Indonesia memiliki pengaruh besar terhadap ekspor biji kakao Indonesia ke enam negara tujuan utama 2005-2015.
Implikasi dari hasil penelitian ini adalah perlu diterapkannya kebijakan yang menekankan fermentasi untuk biji kakao yang akan diekspor guna meningkatkan kualitas biji kakao yang dihasilkan oleh petani sehingga harga kakao Indonesia bisa sejajar dengan harga biji kakao yang sudah difermentasi di pasar Internasional. Selain itu, sebagian besar perkebunan kakao dikelola oleh rakyat yang menggunakan teknologi sederhana, pemerintah diharapkan memberikan dukungan teknologi agar petani bisa meningkatkan produktivitas perkebunan kakao. Dan untuk menjaga stabilitas harga ekspor biji kakao indonesia, pembebasan bea keluar diperlukan, sehingga dapat merangsang ekspor biji kakao di Indonesia.
Indonesia is the third largest producer of cocoa beans in the world after Ivory Coast and Ghana. This indicates that Indonesia has potential become the world's major producer and exporter. However, the export of Indonesian cocoa beans from 2005 to 2015 tends to decline, especially after the implementation of export tax policy. In addition to the export tax policy, there are several factors that are assumed to affect the Indonesian cocoa beans exports to decline, including the Indonesian cocoa beans price, Indonesian cocoa production, GDP of importing countries and Rupiah exchange rate toward the Dollar.
The analysis method used in this research is panel data regression. The independent variables in this research are the Indonesian cocoa beans export price, Indonesian cocoa production, GDP of importing countries, Rupiah exchange rate toward the US Dollar and export tax policy. Meanwhile the dependent variable is the export volume of Indonesian cocoa beans. This research used regression analysis of panel data with period of 2005-2015. The six largest importers of Indonesian cocoa beans are Malaysia, Thailand, Singapore, China, the United States and Germany.
Based on the results show that the best model is Random Effect Model. The Indonesian cocoa beans export price has negative and significant effect on the export of Indonesian cocoa beans to the six major destination countries. Indonesian cocoa production has a positive and significant effect on Indonesian cocoa beans export to six major destination countries. Meanwhile, GDP of importing countries, Rupiah exchange rate toward US Dollar and export tax policy has negative and not significant effect on the export of Indonesian cocoa beans to the six major destination countries. The high coefficient value of Indonesian cocoa production indicates that Indonesian cocoa production variables have a major influence on Indonesia cocoa export to six main destination countries 2005-2015.
The implication of this research is need to apply policy which emphasize the fermentation of cocoa beans to be exported. thus, the quality of cocoa beans produced by farmers will be improved. furthermore, the price of Indonesian cocoa beans can be equal to the price of the fermented cocoa beans in the international market. In addition, most of the cocoa plantations are managed by smallholders that using simple technology, the government needs to provide technological support to increase the production and productivity of cocoa plantations. And to maintain the stability of the indonesian cocoa beans export prices, export tax exemption is needed to stimulate the export of Indonesian cocoa beans.
1759020646C1J013008THE EFFECT OF FED FUND RATE, RUPIAH EXCHANGE RATE, AND CAPITAL OUTFLOW ON BI RATE (IN PERIOD OF 2008-2016)BI rate merupakan salah satu kebijakan utama Bank Indonesia dalam menjaga serta mengatur sektor moneter di Indonesia. Penetapan BI rate menggambarkan arah kebijakan moneter dan juga menggambarkan kondisi perekonomian Indonesia yang sedang terjadi. Salah satu faktor eksternal yang mempengaruhi penetapan BI rate adalah perubahan suku bunga The Fed. Berdasarkan hasil beberapa penelitian, ketika terjadi kenaikan suku bunga The Fed maka akan diikuti juga dengan kenaikan BI rate untuk meminimalisir Capital Outflow dan pelemahan nilai tukar Rupiah. Akan tetapi pada bulan September 2015 sampai bulan Juni 2016, fenomena yang terjadi menunjukkan bahwa ketika terjadi kenaikan The Fed rate direspon dengan Penurunan BI rate.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mencaritahu pengaruh perubahan The Fed rate, nilai tukar Rupiah, dan Capital Outflow terhadap BI rate, dan juga mencaritahu mekanisme jalur transmisi dari perubahan suku bunga The Fed terhadap BI rate dengan jalur penghubung variabel Capital Outflow dan nilai tukar Rupiah . Data yang digunakan adalah data time series dalam kurun waktu antara tahun 2008-2016. Metode analisis yang digunakan adalah metode Vector Autoregression (VAR) dengan model alternatif Vector Error Correction Model (VECM). Didalam penelitian ini terdapat empat variabel, yaitu variabel The Fed rate, Rupiah rate, dan Capital Outflow sebagai variabel independen, dan Variabel BI rate sebagai variabel dependen.
Dari penelitian yang telah dilakukan, maka didapatkan hasil uji Kausalitas bahwa variabel The Fed rate memiliki kausalitas satu arah dengan BI rate dan Rupiah rate. Dan juga variabel BI rate memiliki kausalitas satu arah terhadap variabel Rupiah rate. Sedangkan hasil Impulse Respon Function (IRF) menunjukkan bahwa variabel The Fed rate dan Capital Outflow berpengaruh positif terhadap BI rate, dan variabel Nilai tukar berpengaruh negatif terhadap BI rate. Hasil analisa Variance Decomoposition (VD) menunjukkan hasil bahwa seluruh variabel didalam model (The Fed rate, Nilai tukar, dan Capital Outflow) mempunyai peran pengaruh terhadap perubahan BI rate.
Implikasi dari penelitian ini adalah sebaiknya Bank Indonesia dan pemerintah melakukan upaya yang lebih maksimal dalam menjaga volatilitas nilai tukar Rupiah. Ditengah kondisi perekonomian global yang tidak pasti, Indonesia harus memiliki fundamental ekonomi yang kuat dan memiliki kebijakan moneter yang lebih efektif dalam menghadapi kondisi pasar yang serba tidak pasti. Salah satu upaya Bank Indonesia yang peneliti rasa tepat dalam menghadapi hal tersebut adalah perubahan kebijakan BI rate menjadi BI 7-days rate. Oleh karena itu peneliti merekomendasikan untuk penelitian berikutnya yang terkait dengan hal ini agar menggunakan BI 7-days rate didalam variabel penelitiannya.
BI rate is one of the main policies of Bank Indonesia in maintaining and regulating the monetary sector in Indonesia. BI rate determination illustrated the direction of monetary policy and also illustrated the current condition of the Indonesian economy. One of the external factors that influenced the determination of BI rate is The Fed rate. Based on the several results , when there is an increase in The Fed rate, it will be followed by the increased in BI rate to minimize the Capital Outflow and the weakening of Rupiah exchange rate. However, in September 2015 until June 2016, the phenomenon that occured indicated that when the increased in The Fed rate responded with a decreased in BI rate.
The purpose of this study is to find out the effect of changes in The Fed rate, Rupiah exchange rate, and Capital Outflow toward BI rate, and also to find out the mechanism of the transmission path from The Fed interest rate change to BI rate with Capital Outflow and Rupiah exchange rate as liaison variables. The data used is time series data in the period of 2008-2016. The method of analysis used is the Vector Autoregression (VAR) method with the alternative Vector Error Correction Model (VECM) model. In this research there are four variables, namely: the variable of Fed rate, Rupiah rate, and Capital Outflow as independent variable, and BI rate variable as dependent variable.
From the research result, then obtained the result of causality test that the variable of The Fed rate has one-way causality with BI rate and Rupiah rate. And also the BI rate variable has one way causality to the Rupiah variable rate. While the result of Impulse Response Function (IRF) indicated that the variable of Fed rate and Capital Outflow have positive effect to BI rate, and Rupiah exchange rate variable has negative effect to BI rate. The Variance Decomoposition (VD) analysis results showed that all variables in the model (The Fed rate, Exchange rate, and Capital Outflow) have an influenced role on the BI rate change.The implication of this research is that Bank Indonesia and the government should make more efforts in maintaining the volatility of the rupiah. Especially in uncertain global economic conditions, Indonesia must have strong economic fundamentals and have a more effective monetary policy to faced the uncertainty market conditions. One of the efforts of Bank Indonesia that the researcher felt was right to overcome it, is the change of BI rate policy to BI 7-days rate. Therefore, the researcher recommends for subsequent research related with this research to use BI 7-days rate in research variables.
1759121501H1F013083Studi Geologi dan Potensi Gas Biogenik Daerah Tanjung Pontang Kabupaten Serang Provinsi BantenSARI
Keberadaan pasokan energi fosil saat ini yang sudah mulai menipis, mengakibatkan kelangkaan terjadi dimana-mana, maka diperlukan pemanfaatan sumber-sumber energi baru sehingga dapat dimanfaatkan secara maksimal. Fenomena semburan lumpur yang terjadi beberapa tempat di Kabupaten Serang dan terjadi beberapa kali, mengindikasikan keterdapatan sumber energi baru. Beberapa pemboran yang dilakukan menunjukan bahwa semburan gas tersebut berada pada kedalaman dangkal, yang diperkirakan berupa gas biogenik. Penelitian dilakukan di Perairan Utara Tanjung Pontang, Kabupaten Serang, Provinsi Banten yang bertujuan untuk mengetahui kondisi geologi dan karakteristik gas yang terdapat dilokasi penelitian. Analisis tersebut didasarkan pada interpretasi data Geofisika Seismik Stratabox, pemboran inti di utara Tanjung Pontang dengan kedalaman 100 meter dan dibantu dengan analisis Total Organik Carbon (TOC) untuk mengetahui kandungan karbon pada lapisan yang di indikasikan terdapat gas biogenik. Hasil rekaman seismik Stratabox menunjukkan terdapat kantong kantong gas yang berada pada kedalaman rata-rata 3 meter, yang terdapat pada beberapa lintasan yaitu pada lintasan 1, lintasan 3, lintasan 5, lintasan 7, lintasan 8a, lintasan 17b dan lintasan 30. Pada lintasan-lintasan tersebut terlihat adanya pola pola reflector yang menunjukkan terperangkapnya gas pada suatu lapisan sedimen, yaitu berupa acoustic turbidity, acoustic blanking, dan pockmarks. Hasil analisis rekaman seismik stratabox, diperkuat dengan data pemboran yang diperkirakan berupa lapisan reservoir yang terdapat pada kedalaman 3-4 meter dengan litologi berupa pasir halus dan lapisan source rock pada kedalaman 4-12 meter dengan litologi berupa lempung hitam, kemduian lapisan-lapisan yang diperkirakan sebagai reservoir dan source rock dilakukan analisis Total Organik Carbon, dengan karakteristik litologi yang menunjukkan terdapatnya kandungan organik, pada lapisan yang diperkirakan berupa source rock dan lapisan reservoir didapat kandungan organik antara 0.54%-0.6% dengan kualitas fair source rock. Dari hasil analisis TOC lapisan yang diperkirakan mengandung gas biogenik cukup berpotensi tetapi dengan kandungan yang tidak cukup baik untuk menghasilkan gas.
ABSTRACT
The existence of fossil energy nowadays is getting thin, resulting rarity in everywhere, so it needs new energy resources in order to be utilized optimally. The mud eruptions that happened at few places in Serang Regency indicated the capability of new energy source. Some drillings show that the eruptions are shallow and estimated as biogenic gas. Research at northen waters of Tanjung Pontang, Serang Regency, Banten Province aims to determine geological condition and gas character contained in the research location. The analysis is based on Stratabox geophysical interpretation and core drilling in north Tanjung Pontang with 100 meter depth helped with Total Organic Carbon (TOC) analysis to measure carbon in strata estimated to contain biogenic gas. Stratabox seismic record shows there are gas chambers averaged at 3 meter depth located at track 1, track 3, track 5, track 7, track 8a, track 17b, and track 30. The tracks reflect trapped gas in sediment stratas in form of acoustic turbidity, acoustic blanking, and pockmarks. The stratabox seismic result is strengthened with drilling data interpreted to be reservoir in 3-4 depth fine sand stone and source rock in 4-12 meter depth black shale. Then the reservoir and source rock total organic carbon are analyzed, with character of litology shows organic matter between 0,54-0,6% in quality of fair source rock. The result of TOC analysis interpreted biogenic gas contained has enough potention but not enough amount to be produced.
1759220636E1A112058Pertanggungjawaban Negara Terhadap Pelanggaran Hak Kekebalan Diplomatik Menurut Hukum Internasional (Studi Terhadap Kasus Penyadapan KBRI Di Myanmar 2004)Konvensi Wina 1961 tentang hubungan diplomatik telah mengatur mengenai kewajiban negara penerima (Receiving State) untuk melindungi hak-hak istimewa serta melaksanakan kekebalan yang diberikan kepada para misi diplomatik. Pada tahun 2004 terjadi pelanggaran diplomatik berupa penyadapan yang dilakukan oleh Junta Militer Myanmar, penyadapan tersebut dilakukan melalui saluran komunikasi di kantor KBRI di Myanmar. Pemerintah Myanmar terbukti telah lalai dalam melindungi kekebalan gedung diplomatik sebagaimana diatur dalam Pasal 22 serta telah gagal melindungi kebebasan komunikasi misi diplomatik yang telah diatur didalam Pasal 27 Konvensi Wina 1961 tentang hubungan diplomatik. Kelalaian dan kegagalan negara penerima dalam memberikan perlindungan terhadap kekebalan diplomatik merupakan suatu bentuk pelanggaran terhadap ketentuan konvensi, oleh karenanya negara penerima wajib bertanggung jawab atas terjadinya hal yang tidak menyenangkan tersebut.sebagaimana telah diatur di dalam International Law Commission Draft Articles on State Responsibility for Internationally Wrongful Acts 2001.
Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan yuridis normative. Sumber data berupa data sekunder terdiri dari bahan hukum primer, sekunder, tersier. Metode pengumpulan data dilakukan dengan studi kepustakaan. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analisis.
Dari hasil pembahasan terhadap permasalahan ini dapat ditarik kesimpulan bahwa Myanmar sebagai negara penerima (Receiving State) berkewajiban melakukan pertanggungjawaban berupa pemuasan (satisfaction) sebagaimana diatur dalam Pasal 37 ILC. Bentuk satisfaction berupa permintaan maaf secara resmi kepada Indonesia selaku negara pengirim (Sending State). Pemerintah Indonesia memilih penyelesaian sengketa secara damai melalui jalur politik yaitu melalui proses negosiasi sesuai dengan ketentuan Pasal 33 ayat 1 United Charter 1945.
The 1961 Vienna Convention on Diplomatic Relations has governed the obligation of the Receiving States to protect privileges and carry out the immunities given to diplomatic missions. In 2004, Myanmar’s Military Junta tapped the communication channel at the Indonesian Embassy in Myanmar. The Myanmar Government has proven to be negligent in protecting the immunity of diplomatic building as stipulated in Pasal 22 and has failed to protect the freedom of communication of diplomatic mission as stipulated in Pasal 27 Vienna Convention in 1961 concerning the diplomatic relations. The state’s failure to provide protection against diplomatic immunity is the form of the violation of the provision convention. Thus, the Receiving State shall be responsible for the occurrence of such case as stipulated in International Law Commission Draft Articles on State Responsibility for Internationally Wrongful Acts 2001.
This research applied juridical-normative method. The data of this research are the secondary data consisting of primary, secondary, tertiary legal material. Literature study is used to collect the data of this research. Descriptive statistics is used to analyze the data of this research.
The result of the analysis based on the stated issue shows that Myanmar as the Receiving State is obliged to carry out responsibility in the form of satisfaction as stipulated in Pasal 37 ILC. The form of the satisfaction is the official apologize to Indonesia as the Sending State. The Indonesian Government agrees to resolve the dispute through consensual process by negotiation process as stipulated in Pasal 33 ayat 1 United Charter 1945.
1759321596E1A114058Pertimbangan Hukum Hakim Dalam Membatalkan Keputusan Tata Usaha Negara Mengenai Pengadaan Barang Dan Jasa Pemerintah
(Studi Putusan Nomor : 272/G/2014/PTUN-JKT)
Dasar pengujian hakim dalam membatalkan suatu keputusan tata usaha negara harus sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dan asas-asas umum pemerintahan yang baik. Keputusan tata usaha negara yang dikeluarkan oleh badan atau pejabat tata usaha negara yang disengketakan oleh seseorang atau badan hukum perdata merupakan kewenangan Peradilan Tata Usaha Negara. Salah satu sengketa tata usaha negara disini adalah surat keputusan tentang pembatalan waktu pelaksanaan kontrak/pekerjaan pengadaan barang dan jasa pemerintah. Dalam hal ini peneliti tertarik untuk meneliti keputusan tata usaha negara mengenai pengadaan barang dan jasa pemerintah yang terdapat pada putusan nomor : 272/G/2014/PTUN-JKT.
Dalam rangka menjawab permasalahan di atas, metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan tipe penelitian yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan metode pendektan kasus. Metode analisis yang digunakan adalah kualitatif dengan menggunakan model intepretasi.

Hasil peneltian yang menyatakan bahwa tindakan yang dilakukan oleh Tergugat dalam menerbitkan surat keputusan objek sengketa telah melanggar ketentuan peraturan perundang-undangan yang meliputi aspek prosedur, substansi dan wewenang serta surat keputusan objek sengketa telah melanggar asas-asas umum pemerintahan yang baik yaitu Asas Kepastian Hukum, asas Keterbukaan, Asas Proprosionalitas, Asas Akuntabilitas dan Asas Pengharapan yang baik.


Kata Kunci: Pertimbangan Hukum Hakim, Pembatalan, Keputusan Tata Usaha Negara, Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah
The basic of judge testing of cancellation the administrative decision must be according to the rules and good general principle government. The administrative decision issued by legal person and employee of the administrative decision that disputed by person or legal person who authority by peradilan tata usaha negara. One of the disputed administrative decision is about the letter of the time to cance l the contract about the procurement of government goods and services. The writers interested to research the administrative decision about the procurement of government goods and services with administrative decision no 272/G/2014/PTUN-JKT.
In order to answer that problem research method used on this research is using normative juridical research type by law approach and case approach method. Analytical method in used is qualitative by using interpretation models
Research result claim that publishing procedure of dispute objet decision letter by defendant has conflicted with rules and good government general procedure especially the principle of legal certainty, public interest, accountability, and openness


Keywords : The Decision Of The Judge, Cancellation, The administrative Decision, Procurement Of Government Goods And Services
1759421913E1A114017YURISDIKSI KEJAHATAN PEROMPAKAN KAPAL LAUT SEBAGAI KEJAHATAN TRANSNASIONAL
(Studi kasus Perompakan Kapal Laut Terhadap Kapal Tugboat Brahma 12 dan Tongkang Anand 12 Berbendera Indonesia di Laut Teritorial Filipina)
Pada 28 Maret 2016 terjadi perompakan dan penyanderaan anak buah kapal Tugboat Brahma 12 dan Tongkang Anand 12 berbendera Indonesia yang terjadi di Perairan Tawi-tawi, Filipina bagian selatan oleh kelompok Abu Sayyaf. Yurisdiksi Filipina ditetapkan dalam menumpasan perompakan tersebut. Hal ini berbeda dengan ketentuan Pasal 100 UNCLOS 1982 yang menentukan yurisdiksi pembajakan sebagai yurisdiksi universal, sehingga semua negara boleh melakukan penghukuman terhadap pelaku pembajakan tersebut.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kejahatan pembajakan atau perompakan menurut hukum internasional dan untuk mengetahui penerapan yurisdiksi bagi kasus perompakan kapal Tugboat Brahma 12 berbendera Indonesia di laut teritorial Filipina menurut hukum internasional. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan juridis normatif. Data yang digunakan adalah data sekunder, yang selanjutnya dari data tersebut diinventarisasi dan disajikan dalam bentuk uraian sistematis. Analisa yang digunakan adalah normatif kualitatif.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa berdasarkan pada ketentuan United Nations Convention On The Law Of The Sea 1982 Pasal 101 menyebutkan pembajakan (piracy) sebagai suatu aksi yang mencakup tindakan pelanggaran hukum dengan kekerasan atau pengambilalihan atau tindakan memusnahkan yang dilakukan untuk tujuan pribadi oleh awak kapal atau penumpang dari suatu kapal atau setiap tindakan turut serta secara sukarela dalam pengoperasian suatu kapal atau pesawat udara dengan mengetahui fakta suatu kapal atau pesawat udara pembajak serta setiap tindakan mengajak atau dengan sengaja membantu tindakan-tindakan pembajakan itu. Selain itu ada batasan yang jelas tentang tempat kejadian tindak pidana (locus delictie) tersebut yaitu piracy terjadi di laut bebas, sedangkan tindakan serupa yang dilakukan di perairan nasional suatu negara disebut dengan perompakan di laut atau sea robbery.
Penentuan yurisdiksi kriminal terhadap kasus Kapal Tugboat Brahma 12 dan Tongkang Anand 12, harus dilihat pada tempat terjadinya tindak pidana, kedua kapal tersebut dirompak di sekitar Perairan Tawi-tawi yang merupakan wilayah laut teritorial Negara Filipina, oleh karena itu, berdasarkan ketentuan dalam Bab V UNCLOS 1982 terutama Pasal 102 sampai dengan Pasal 105, negara pantai yang berhak melakukan tindakan atas tindak pidana yang terjadi di wilayah laut teritorial negaranya dengan menerapkan yurisdiksi negaranya, dalam hal ini adalah Negara Filipina.
On March 28, 2016, there was piracy and hostage taking on the ships of Tugboat Brahma 12 and Tongkang Anand 12 is Indonesian’s flagged Barge that occurred in Tawi-tawi waters, the southern Philippines by the Abu Sayyaf group. Philippine jurisdiction is set in crushing the piracy. This is contrast to the provisions of Article 100 of UNCLOS 1982 which determine the jurisdiction of piracy as universal jurisdiction, so that all states may punish the perpetrators of piracy on the high sea.
The purpose of this study is to know the crime of piracy or sea robbery according to international law and to know the application of jurisdiction to the case of piracy of the Tugboat Brahma 12 and Tongkang Anand 12 is Indonesian’s flagged in Philippine territorial sea according to international law. This research uses normative juridical approach method. The data used are secondary data, which then from the data is inventoried and presented in systematic description form. The analysis used is normative qualitative.
The results of this study indicate that based on the provisions of the United Nations Convention On The Law Of The Sea 1982 Article 101 refers to piracy as an act involving acts of violation of law by force or expropriation or destructive acts committed for private purposes by crew or passengers of a ship or any act voluntarily participating in the operation of a ship or aircraft in the knowledge of the fact of any hijacking aircraft or aircraft and any act of inviting or knowingly assisting such acts of piracy. In addition there is a clear limitation on where the crime occurs (locus delictie) is piracy occurs in the free sea, whereas similar actions conducted in the national waters of a country is called piracy in the sea or sea robbery.
Determination of criminal jurisdiction over the case of the ships of Tugboat Brahma 12 and Tongkang Anand 12 shall be seen at the place of the offense, both ships are dismantled around the Tawi-Tawi Waters is the territory of the Philippines state, therefore, under the provisions of Chapter V UNCLOS 1982 in Articles 102 to Articles 105, a coastal state entitled to take action on offenses committed in, its territorial sea by applying the jurisdiction of its country, in this case the State of the Philippines.
1759521502E1A114094PENANGANAN KAPAL KARAM BERSEJARAH DI WILAYAH PERAIRAN INDONESIA BERDASARKAN HUKUM INTERNASIONAL (KASUS KAPAL GELDERMALSEN MILIK VOC 1985 DI PERAIRAN KEPULAUAN RIAU)Salah satu potensi kelautan Indonesia adalah benda peninggalan budaya masa lalu yang memiliki nilai ekonomis tinggi yaitu, Benda Muatan Kapal Tenggelam (BMKT) yang merupakan bagian dari cagar budaya. Cagar Budaya adalah warisan budaya bersifat kebendaan berupa Benda Cagar Budaya, Bangunan Cagar Budaya, Struktur Cagar Budaya, Situs Cagar Budaya, dan Kawasan Cagar Budaya di darat dan/atau di air yang perlu dilestarikan keberadaannya karena memiliki nilai penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan/atau kebudayaan melalui proses penetapan. Persoalan yang akan dibahas adalah bagaimana penanganan terhadap kasus pencurian yang dilakukan oleh Michel Hatcher bersama kelompoknya terhadap situs Kapal Geldermalsen milik VOC yang tenggelam pada tahun 1985 di Perairan Kepulauan Riau. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pemanfaatan wilayah dasar laut yang terdapat benda cagar buaya, serta hak dan kewajiban Indonesia sebagai lokasi situs cagar budaya tersebut berada.

Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pendekaran yuridis normatif dengan pendekatan Peraturan Perundang-Undangan dan analisis. Data yang digunakan adalah data sekunder yang terdiri dari bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder berupa Peraturan Perundang-Undangan yang relevan dan buku-buku literatur.

Kesimpulan yang dapat ditarik dari penelitian ini yaitu pemanfaatan wilayah dasar laut berdasarkan Pasal 77 tentang hak berdaulat di landas kontinen untuk melakukan eksplorasi dan eksploitasi, yang dalam hal ini benda muatan kapal tenggelam Kapal Geldermalsen yang karam di perairan Riau merupakan hak dari negara Indonesia, serta hak dan kewajiban Indonesia terhadap bangkai kapal bersejarah Geldermalsen milik VOC yang tenggelam di perairan Riau berdasarkan yurisdiksi teritorial yang didasarkan Pasal 137 Konvensi Hukum Laut 1982 yang menyatakan, hukum yang berlaku adalah hukum di mana kawasan cagar budaya bawah laut tersebut berada.
One of Indonesian waters potention has cultural heritage that has high economic value, that was the boatload of the ship sank which is part of cultural heritage. Cultural Heritage is legacy of a material in the form of objects of cultural heritage, buildings of cultural heritage, structures of cultural heritage, sites of cultural heritage, and Areas of cultural heritage on the land and or in the waters which need to be preserved of its existence because it has important values for the history, science, religion, and or cultural through determination process. The case will be discussed is how to handle robbery on VOC Geldermalsen shipwreck that has sank in 1985 at Kepulauan Riau waters. Purpose of this research to know utilization of seabed area which is cultural heritage on it, rights and obligations of Indonesia as the place where the sites of cultural heritage is.

The method of approach used in this research is normative yuridic with law and legislations and analysis. Used of date is secondary data consist of primary law material and relevant secondary law material and literature.

Conclusion of this research is utilization seabed area according to article 77 about sovereign rights in continental shelf to exploration and exploitation. Sction towards Boatload of The Ship Sank of VOC Geldermalsen shipwreck that has sank in 1985 at Kepulauan Riau waters is rights of Indonesia. Rights and obligations of Indonesia towards Boatload of The Ship Sank of VOC Geldermalsen shipwreck according territorial jurisdiction based on article 137 United Nations Convention on the Law of the Sea 1982 that mentions the applicable law where the cultural heritage underwater is.

Keywords : Manage, Boatload of The Ship Sank, Cultural Heritage.
1759621507D1E014047KEEMPUKAN DAN SUSUT MASAK DAGING ITIK AFKIR DENGAN PEMBALURAN KULIT NANAS (Ananas comosus L. Merr) PADA DOSIS DAN LAMA WAKTU YANG BERBEDAPenelitian bertujuan mengetahui pengaruh interaksi dosis dan lama pembaluran kulit nanas (Ananas comosus L. Merr) terhadap keempukan dan susut masak daging itik. Materi penelitian adalah 12 itik Tegal umur 84 minggu dengan bobot badan ± 1,4 kg. Rancangan penelitian adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) Pola Faktorial 3 × 2, faktor pertama dosis kulit nanas yaitu 0% (D1), 15% (D2) dan 30% (D3), faktor kedua lama pembaluran kulit nanas yaitu 10 menit (L1) dan 20 menit (L2). Variabel yang diamati meliputi keempukan dan susut masak. Hasil penelitian, interaksi antara dosis dan lama waktu pembaluran kulit nanas yang berbeda berpengaruh tidak nyata (P>0,05), sedangkan dosis pembaluran kulit nanas berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap keempukan dan susut masak daging itik afkir. Rataan nilai keempukan daging itik afkir adalah D1L12: 0,0660 mm/g/dt, D2L12: 0,0900 mm/g/dt, D3L12: (30%) 0,0914 mm/g/dt. Susut masak: D1L12: 17,42 %, D2L12: 25,68%, D3L12: 28,13%. Kesimpulan, pemberian dosis pembaluran kulit nanas yang semakin tinggi dapat meningkatkan keempukan dan susut masak daging itik afkir sampai dosis optimal 23,41%. Lama waktu pembaluran kulit nanas sampai dengan 20 menit diperoleh nilai keempukan dan susut masak daging itik afkir yang relatif sama.


The research was aimed to know the effect of interaction levels and durations of pineapple peels (Ananas comosus L. Merr) coating on the tenderness and cooking losses of culled duck meat. The material used were 12 Tegal ducks of 84 weeks age with body weight ± 1,4 kg. A Completely Randomized Design (CRD) with Factorial Pattern 3 × 2 was used. The first factor of pineapple peels level were 0% (D1), 15% (D2) and 30% (D3), second factor were pineapple peels coating with different times, 10 minutes (L1) and 20 minutes (L2). Tenderness and cooking losses (CL) were observed. The result of the research showed that the interaction between levels and durations of pineapple peels coating was significantly different (P> 0,05), while pineapple peels level was significantly (P<0,05). The average value of tenderness culled duck meat is D1L12: 0,0660 mm/g/dt, D2L12: 0,0900 mm/g/dt, D3L12: (30%) 0,0914 mm/g/dt. Cooking losses: D1L12: 17,42 %, D2L12: 25,68%, D3L12: 28,13%. In conclusion, the higher level of pineapple peel coating increased the tenderness and cooking losses of culled duck meat until the optimum level was 23,41%. The duration of pineapple peels coating time up to 20 minutes obtained the value of tenderness and cooking losses of culled duck meat relatively the same.

1759721597C1B014006PERILAKU PROAKTIF SEBAGAI MEDIATOR ANTARA PERCEIVED ORGANIZATIONAL SUPPORT DAN EMPLOYEE ENGAGEMENT TERHADAP TURNOVER INTENTION KARYAWAN (Studi Pada Karyawan Bank BJB Cabang Tasikmalaya)
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perceived organizational support, employee engagement dan perilaku proaktif terhadap turnover intention. Responden dalam penelitian ini adalah karyawan Bank BJB Cabang Tasikmalaya. Jumlah responden dalam penelitian ini ditentukan berdasarkan metode Slovin, dan ditentukan sejumlah 111 responden.
Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data dengan menggunakan regresi berganda dapat disimpulkan bahwa : (1) Perceived organizational support berpengaruh negatif terhadap turnover intention karyawan. (2) Employee engagement berpengaruh negative terhadap turnover intention karyawan.(3) Perceived organizational support berpengaruh positif terhadap perilaku proaktif. (4) Employee engagement berpengaruh positif terhadap perilaku proaktif. (5) Perilaku proaktif memediasi hubungan antara perceived organizational support terhadap turnover intention karyawan. (6) Perilaku proaktif memediasi employee engagement terhadap turnover intention karyawan. (7) Perilaku proaktif berpengaruh negatif terhadap turnover intention.
Berdasarkan hasil dari penelitian ini, implikasinya adalah, perlu adanya dukungan dari organisasi untuk memunculkan perceived organizational support yang baik dibenak karyawan yang akan menurunkan turnover intention selain itu employee engagement dimana karyawan mendedikasikan dirinya dan loyal kepada organisasi, atasan, pekerjaan dan rekan kerjanya. Hal tersebut akan menurunkan turnover intention. Karyawan yang berperilaku proaktif terhadap pekerjaanya dan memiiki inisitif yang tinggi untuk melakukan perubahan yang lebih baik bagi perusahaan akan menciptakan lingkungan kerja yang baik dan menurunkan turnover intention karyawan Bank BJB Cabang Tasikmalaya
Kata Kunci :Perceived Organizational Support, Employee Engagement, Perilaku Proaktif, Turnover Intention.
ABSTRACT
The aim of this research is to determine the effect of perceived organizational support, employee engagement and proactive behavior toward turnover intention. The respondents in this research are employees of BJB Bank Tasikmalaya Branch. The number of the respondents in this research is determined based on Slovin method, and determined amount of 111 respondents.
Based on the results of research and data analysis using regression multiple can be concluded that: (1) Perceived organizational support negatively affects towards employee turnover intention. (2) Employee engagement negatively affects towards employee turnover intention. (3) Perceived organizational support positively affects toward proactive behavior. (4) Employee engagement positively affects toward proactive behavior. (5) Proactive behavior mediates the relationship between perceived organizational support for employee turnover intention. (6) Proactive behavior mediates employee engagement for employee turnover intention. (7) Proactive behavior negatively affects turnover intention.
Implication based on result of this study was the organization needs to create a good perceived organizational support in the minds of employees who will reduce turnover intention in addition to employee engagement where employees dedicate themselves and loyal to the organization, superiors, jobs and co-workers. It will decrease turnover intention. Employees who behave proactively to their jobs and have high initiatives to enable better change for the company will create a good working environment and reduce turnover intention of BJB Bank employees of Tasikmalaya Branch.
Keywords: Perceived Organizational Support, Employee engagement, Proactive Behavior, Turnover Intention.
1759820649E1A013183PARADIGMA HUKUM NASIONAL TERHADAP ALIRAN AGAMA DALAM KONSEP NEGARA HUKUM INDONESIA (Suatu Kajian Yuridis Tentang Legalitas Jemaat Ahmadiyah Indonesia)Negara Indonesia adalah negara hukum, berdasarkan Pancasila sebagai dasar negara. Salah satu nilai yang terkandung dalam Pancasila adalah agama, pada sila pertama. Selain itu, nilai agama diatur juga dalam UUD 1945 pada Pasal 28E, 28I dan 29. Secara implisit pasal tersebut menyiratkan bahwa beragama adalah hak konstititusional, dan pemerintah wajib membuat kebijakan yang berkaitan dengan agama. Namun saat ini, pemerintah belum optimal membuat kebijakan di bidang agama, sehingga masih timbul permasalahan agama yang belum terselesaikan. Jemaat Ahmadiyah Indonesia merupakan salah satu Ormas Islam berbadan hukum, dan telah memiliki dokumen hukum yang sah. Namun terdapat tindakan pemerintah yang ditujukan kepada Jemaat Ahmadiyah Indonesia dan keputusan MUI yang menyatakan bahwa organisasi tersebut sesat, sehingga menimbulkan permasalahan dalam kehidupan beragama.
Penelitian berjudul “PARADIGMA HUKUM NASIONAL TERHADAP ALIRAN AGAMA DALAM KONSEP NEGARA HUKUM INDONESIA (Suatu Kajian Yuridis Tentang Legalitas Jemaat Ahmadiyah Indonesia)” merupakan penelitian yuridis normatif. Penelitian ini menghasilkan dua kesimpulan, kesimpulan pertama bahwa terdapat beberapa norma hukum yang mengatur urusan agama baik norma hukum nasional dan internasional yang telah diratifikasi dalam berbagai bentuk norma hukum, namun tidak ada norma hukum yang berbentuk peraturan yakni undang-undang. Kesimpulan kedua bahwa kedudukan Jemaat Ahmadiyah Indonesia dinyatakan sah secara hukum, namun terdapat beberapa norma hukum yang secara substansi ditujukan langsung kepada Jemaat Ahmadiyah Indonesia, tetapi tidak menimbulkan akibat hukum terhadap kedudukan hukum Jemaat Ahmadiyah Indonesia walaupun dianggap menimbulkan kerugian hak konstitusional penganut Jemaat Ahmadiyah Indonesia.
The state of Indonesia is a state of law, based on Pancasila as the basis of the state. One of the values contained in Pancasila is religion, in the first sila. other than that, religious values are also regulated in the 1945 Constitution on Article 28E, 28I and 29. Implicitly the article implies that religion is a constitutional right, and the government is obliged to make policies relating to religion. But this time, the government has not been optimal in making policy in the field of religion, so there are still unresolved religious issues. The Ahmadiyya Community of Indonesia is one of the Islamic Communities, and has had a valid legal document. However there are government actions addressed to the Ahmadiyya Community of Indonesia and MUI decisions stating that the organization is heretical, which cause many problems in religious life.
Research entitled “PARADIGM OF NATIONAL LAW ON RELIGIOUS IN THE LEGAL CONCEPTS INDONESIA (A Juridical Study on the Legality of The Ahmadiyya Community of Indonesia)” is a normative juridical study. This research resulted in two conclusions, the first conclusion that there are several legal norms governing religious affairs both national and international legal norms that have been ratified in various forms of legal norm, but there is no legal norm in the form of legislation that is the law. The second conclusion that the position of the Ahmadiyya Community of Indonesia is declared legally valid, but there are several legal norms that are substantially addressed directly to the Ahmadiyya Community of Indonesia, but has no legal effect on the legal standing of the Ahmadiyya Jama'at although it is deemed to cause a loss of constitutional rights of adherents the Ahmadiyya Community of Indonesia.
1759920650H1D013056PENGARUH VARIASI PENAMBAHAN CALCIUM STEARATE TERHADAP KUAT TEKAN DAN INFILTRASI ION KLORIDA PADA BETON MUTU 40 MPaAir laut yang mengandung unsur klorida (Cl-) dapat meresap melalui pori –pori beton. Unsur tersebut dapat menyebabkan korosi pada baja tulangan beton. Calcium stearate yang bersifat hydrophobic dapat melapisi pori-pori beton sehingga menghambat proses peresapan air laut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan calcium stearate terhadap kuat tekan dan infiltrasi ion klorida pada beton mutu 40 MPa. Variasi penambahan calcium stearate digunakan 0 kg, 1 kg, 5 kg, dan 10 kg/m3 beton. Hasil pengujian menunjukan bahwa nilai kuat tekan pada trendline yang dihasilkan mengalami penurunan akibat penambahan calcium stearate, dengan nilai kuat tekan untuk penambahan calcium stearate sebanyak 1, 5 dan 10 kg/m3 beton berturut-turut adalah 50,52 MPa, 51,07 MPa, 46,63 MPa. Untuk hasil pengujian infiltrasi ion klorida, semakin banyak calcium stearate yang ditambahkan maka semakin sedikit ion klorida yang terinfiltrasi kedalam beton. Dengan nilai infiltrasi ion klorida paling sedikit pada beton dengan penambahan calcium stearate sebanyak 10 kg/m3 beton. Nilai infiltrasi ion klorida tersebut pada kedalaman 1, 2, 4, 6, dan 8 cm berturut-turut yaitu 0,0281813%, 0,0172219%, 0,0151344, 0,0088719%, dan 0,0052188%. Sea water containing chloride (Cl-) elements can seep through the pores of the concrete. The element may cause corrosion of the concrete reinforcing steel. Hydrophobic calcium stearate can coat the pores of concrete to inhibit the process of infiltration of sea water. The purpose of this study is to determine the effect of adding calcium stearate to compressive strength and chloride ion infiltration on 40 MPa quality concrete. Variations of calcium stearate addition were used 0 kg, 1 kg, 5 kg, and 10 kg / m3 of concrete. The test results showed that the value of compressive strength on the resulting trendline decreased due to the addition of calcium stearate, with the value of compressive strength for calcium stearate addition of 1, 5 and 10 kg / m3 of concrete were 50.52 MPa, 51.07 MPa, 46.63 MPa. For chloride ion infiltration test results, the more calcium stearate added, the less chloride ion is infiltrated into the concrete. With the least chloride ion infiltration value in concrete with the addition of calcium stearate as much as 10 kg / m3 of concrete. The value of the chloride ion infiltration at depths of 1, 2, 4, 6, and 8 cm respectively are 0.0281813%, 0.0172219%, 0.0151344, 0.0088719%, and 0.0052188%.
1760021503E1A014051PENILAIAN KINERJA SECARA ELEKTRONIK DAN IMPLIKASINYA TERHADAP EVALUASI PEGAWAI NEGERI SIPIL (STUDI DI PEMERINTAH PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA) Keberadaan Pegawai Negeri Sipil sebagai aparatur negara sangat dibutuhkan dalam rangka pemberian pelayanan kepada masyarakat yang bertanggungjawab, jujur dan adil. Dalam usaha mencapai hal tersebut, maka perlu adanya manajemen Pemerintahan yang baik. Salah satu manajemen pemerintah adalah penilaian kinerja Pegawai Negeri Sipil. Penilaian kinerja digunakan untuk menilai Pegawai Negeri Sipil dalam bekerja di lingkungan pemerintahan yang selanjutnya dapat di evaluasi oleh pejabat penilai guna untuk mendapatkan rekomendasi dari atasan untuk pengembangan karier. Adanya kemajuan Teknologi dan Informasi di Indonesia, khususnya di Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dikembangkan adanya suatu aplikasi online bernama E-SKP. E-SKP merupakan sistem aplikasi online yang digunakan untuk mempermudah dalam melakukan penilaian kinerja Pegawai Negeri Sipil yang dilakukan oleh Pejabat Penilai. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana prosedur penilaian kinerja Pegawai Negeri Sipil secara elektronik dan memahami bagaimana implikasi hukumnya terhadap evaluasi PNS. Penelitian menggunakan metode pendekatan yuridis normatif. Dari hasil penelitian, prosedur penilaian kinerja PNS ada 4 tahap yaitu pembuatan kontrak kerja, penilaian SKP,penilaian perilaku kerja dan penilaian kinerja PNS. Sedangkan untuk evaluasi PNS apabila PNS mendapatkan nilai yang buruk maka mendapatkan hukuman disiplin PNS yang diatur dalam Undang-Undang.
The existence of Civil Servants as state apparatus is needed in order to provide services to responsible, honest and fair society. In an effort to achieve this, the need for good governance management. One of the government's management is performance appraisal of Civil Servants. Performance appraisal is used to assess Civil Servants in working in government environments which may then be evaluated by appraisal officials in order to obtain recommendations from superiors for career development. The existence of the progress of Technology and Information in Indonesian, especially in Yogyakarta Province Government developed an online application called E-SKP. E-SKP is an online application system that is used to facilitate in conducting performance appraisal of Civil Servants conducted by Appraisal Officials. The objective of this research is to understand how the civil servant's performance appraisal procedure electronically and to understand how its legal implication to civil servant evaluation. The research used normative juridical approach method. From the results of the study, performance assessment procedures of civil servants there are 4 stages of contracting work, SKP assessment, assessment of employment behavior and performance appraisal of civil servants. As for the evaluation of civil servants if civil servants get a bad score then get disciplinary punishment civil servants are regulated in the Act.