Artikelilmiahs

Menampilkan 17.501-17.520 dari 50.029 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
1750120567B2A015015AKTIVITAS ANTELMINTIK EKSTRAK METANOL
BIJI KALANGKALA (Litsea garciae Vidal) TERHADAP
CACING Ascaridia galli IN VITRO
Kalangkala (Litsea garciae Vidal) merupakan salah satu tumbuhan obat yang digunakan masyarakat Kalimantan sebagai alternatif pengobatan. Beberapa penelitian menyebutkan kandungan metabolit sekunder kalangkala berupa alkaloid dan tanin mempunyai aktivitas antelmintik. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan berapa konsentrasi ekstrak metanol biji kalangkala yang mempunyai aktivitas antelmintik terhadap cacing A. galli in vitro. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah eksperimental laboratorium menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan uji in vitro. Penelitian ini menggunakan ekstrak metanol biji kalangkala dengan konsentrasi 5%, 10% dan 20%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak biji kalangkala memiliki aktivitas antelmintik terhadap cacing dewasa A. galli secara in vitro dengan nilai LC50 konsentrasi 4,43 %. Ekstrak biji kalangkala memiliki aktivitas antelmintik yang efektif terhadap cacing dewasa A galli in vitro pada konsentrasi 20%. Hasil uji fitokimia menunjukkan ekstrak biji kalangkala mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, tanin dan triterpenoid. Kalangkala (Litsea garciae Vidal) is one of the medicinal plants used by the people of Kalimantan as an alternative treatment. Some studies mention secondary metabolite of kalangkala seed content alkaloids and tannins have antelmintik activity. The aim of this research is to get the concentration of methanol extract of kalangkala seed which has antelmintic activity against Ascaridia galli worm in vitro. The method used in this study was laboratory experiments using Completely Randomized Design (RAL) with in vitro test. This assay using methanol extract of kalangkala seed with concentration of 5%, 10% and 20%. The results showed that the extract of kalangkala seeds had antelmintic activity against A. galli adult worms in vitro with LC50 concentration of 4.43%. The seed extract of kalangkala has an effective antelmintic activity against A galli in vitro adult worm at concentration of 20%. The results of phytochemical tests showed that the seed extract of kalangkala contained alkaloids, flavonoids, saponins, tannins and triterpenoids.
1750220318H1E013013PEMBUATAN ALAT UKUR TARAF INTENSITAS BUNYI KNALPOT SEPEDA MOTOR MENGGUNAKAN SENSOR MIKROFONPenelitian pembuatan alat ukur taraf intensitas bunyi knalpot sepeda motor menggunakan sensor mikrofon bertujuan untuk membuat alat ukur taraf intensitas bunyi knalpot sepeda motor menggunakan sensor mikrofon dan mengetahui karakteristik dari alat ukur. Penelitian ini dimulai dengan menguji respon modul mikrofon yang berfungsi sebagai sensor untuk memperoleh fungsi transfer. Fungsi transfer tersebut dijadikan fungsi kalibrasi untuk dimasukkan dalam program Arduino Uno. Langkah selanjutnya yaitu merancang dan membuat alat ukur dengan cara menghubungkan modul mikrofon dan buzzer ke Arduino. Setelah alat ukur selesai dirancang dan dibuat maka dilakukan pengujian alat ukur. Hasil karakteristik alat ukur yang diperoleh yaitu linieritas sebesar 0,9883, akurasi sebesar 98,27 %, sensitivitas sebesar 0,9981 mV/dB, presisi sebesar 99,03 % dan jangkauan pengukuran dari 62,34 dB - 109,44 dB. Hasil rancangan dan pembuatan alat ukur yaitu alat ukur akan menyalakan buzzer (ON) apabila nilai taraf intensitas bunyi ≥ 80 dB, tetapi apabila < 80 dB maka buzzer akan OFF.The research on producing sound intensity level metter for motorcycle muffler using microphone sensor aims at making sound intensity level meter for motorcycle muffler using microphone sensor and finding out the characteristics of the measuring instrument. This research is begun with testing the response of microphone modul which has function as sensor to obtain transfer function. That transfer function is created to be calibration function and it is put into Arduino Uno program. The next steps are designing and creating measuring instrument by connecting microphone modul and buzzer with Arduino. After measuring instrument has been designed and produced, the next step is testing the measuring instrument. The characteristics results of the measuring instrument are linearity 0,9883, accuracy 98,27 %, sensitivity 0,9981 mV/dB, precision 99,03 % and measurement range 62,34 dB – 109,44 dB. The result of designing and creating measuring instrument is that the will turn on the buzzer (ON) if the value of sound intensity level is ≥ 80 dB, but if the value of sound intensity level is < 80 dB, the buzzer will be OFF.
1750325479C1A014111EVALUASI PROGRAM KELUARGA HARAPAN DALAM PENGENTASAN KEMISKINAN DI KECAMATAN CIGALONTANG KABUPATEN TASIKMALAYA DENGAN PENDEKATAN BENEFIT INCIDENCE ANALYSISPenelitian ini berjudul “Evaluasi Program Keluarga Harapan dalam Pengentasan Kemiskinan di Kecamatan Cigalontang Kabupaten Tasikmalaya dengan Pendekatan Benefit Incidence Analysis”. Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk menganalisis ketepatan program keluarga harapan dalam mencapai sasaran, (2) Untuk menganalisis karakteristik kebijakan program keluarga harapan dalam memberikan dampak terhadap penduduk pendapatan rendah di Kecamatan Cigalontang Kabupaten Tasikmalaya (pro-poor, progresif atau regresif), (3) Menganalisi efektifitas program keluarga harapan di Kecamatan Cigalontang. Jumlah responden terdiri dari 195 keluarga penerima manfaat. Data dikumpulkan menggunakan metode wawancara dan kuisioner.
Bedasarkan hasil penelitian, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut (1) Pola penerimaan di Kecamatan Cigalontang sudah tepat sasaran, karena penduduk dengan pendapatan dibawah garis kemiskinan perkapita menerima manfaat paling besar dari program keluarga harapan sesuai dengan target yaitu rumah tangga sangat miskin, (2) program keluarga harapan di Kecamatan Cigalontang bersifat Pro-Poor, (3) Program keluarga harapan di Kecamatan Cigalontang tergolong efektif.
Walaupun Program Keluarga Harapan (PKH) di Kecamatan Cigalontang sudah terpat sasaran, Pro-poor, dan efektif, tetapi berdasarkan hasil dilapangan masih ditemukan beberapa masyarakat yang tidak berhak menerima bantuan PKH. Sebaiknya pemerintah harus lebih cermat dalam memilih masyarakat yang akan menerima PKH. Hal ini dikhawatirkan akan menimbulkan masalah baru yaitu kecemburuan sosial antar masyarakat. Seharusnya pemerintah melakukan infeksi dadakan untuk turun langsung ke lapangan, karena selama ini hanya pendamping yang turun ke lapangan untuk melakukan sosialisasi ataupun jika ada permasalahan tentang PKH.
This research entitled "Evaluation of Family Hope Program in Poverty Alleviation in Cigalontang Subdistrict Tasikmalaya Regency with the Benefit Incidence Analysis Approach". The objectives of this study are (1) To analyze the accuracy of the family hope program in achieving the target, (2) To analyze the characteristics of the family hope program policy in impacting low income residents in Cigalontang Subdistrict, Tasikmalaya Regency (pro-poor, progressive or regressive), (3) Analyzing the effectiveness of the hope family program in Cigalontang District. The number of respondents consisted of 195 beneficiary families. Data were collected using interview methods and questionnaires.
Based on the results of the research, the following conclusions can be drawn: (1) The pattern of family hope program receipts in Cigalontang District is on target, because the population with income below the per capita poverty line receives the most benefits from family hope program according to the target of very poor households, (2) family hope program in Cigalontang Subdistrict is Pro-Poor, (3) family hope program in Cigalontang District is classified as effective.
Although the Family Hope Program in Cigalontang Subdistrict has been targeted, Pro-poor, and effective, but based on the results in the field there are still some people who are not entitled to receive PKH assistance. The government should be more careful in choosing the people who will accept PKH. This is feared to cause new problems, namely social jealousy between communities. The government should have carried out an impromptu infection to go directly to the field, because so far only assistants had taken to the field to carry out socialization or if there were problems regarding PKH.
1750420568G1B012063HUBUNGAN KADAR TIMBAL (Pb) DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA PEDAGANG DI TERMINAL BUS KAMPUNG RAMBUTAN PROVINSI DKI JAKARTALatar Belakang: Udara berperan penting dalam kehidupan manusia sehingga kualitasnya harus dijaga. Polusi udara merupakan masalah utama di dunia. Timbal adalah bahan berbahaya yang sangat toksik bagi tubuh manusia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kadar timbal dengan kejadian anemia pada pedagang di Terminal Kampung Rambutan Provinsi DKI Jakarta.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 34 pedagang di terminal bus yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data bersifat kolektif dengan menggunakan kuesioner, Easy Touch GC Hb dan Atomic Absorption Specthrophotometer. Selanjutnya data dianalisis dengan metode univariat dan bivariat (fisher exact test).
Hasil: Hasil menunjukkan bahwa responden yang memiliki timbal dalam sampel darah mereka sebanyak 11% dan menderita anemia sebesar 2,9%. Hasil analisis menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan antara kadar timbal dalam darah dengan terjadinya anemia (p>0,05).
Kesimpulan: Tingkat kadar timbal dalam darah tidak berhubungan dengan terjadinya anemia di kalangan pedagang di terminal bus.
Background: Air plays in important role for in human life. There for, its quality must be kept. Air pollution is building main help problem in the world. Lead is a hazard material that is very toxic for human body. This study aims at analyzing the relationship between lead levels and the occurrence of anemia among traders at Kampung Rambutan bus station in capital city of Jakarta.
Method: This was an observational study using cross sectional approach number of research participants were 34 traders at the bus station selected using a technique of purposive sampling. Data were collective using a questionnaire, Easy Touch GC Hb and Atomic Absorption Spectrophotometer. Furthermore, data were analyzed using methods of univariate and bivariate (fisher exact test).
Result: The resources showed that a preparation of the respondents have lead in their blood samples was 11% and suffer from anemia was to 2.9%. Their was no significant relationship between the lead levels in blood and the occurrence of anemia (p>0.05).
Conclusion: The lead levels in blood did not relate to the occurrence of anemia among traders at the bus station.
1750520569G1H013033HUBUNGAN ANTARA TINGGI BADAN ORANG TUA, ASUPAN ZINK DAN KALSIUM DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA USIA 2-3 TAHUN
(Studi di Wilayah Kerja Puskesmas Krapyak Kidul Kecamatan Pekalongan Utara)
Latar Belakang : Anak usia 2-3 tahun merupakan periode yang penting untuk mencapai pertumbuhan. Stunting merupakan keadaan gangguan pertumbuhan didasarkan pada PB/U atau TB/U dengan batas (z-score) kurang dari -2 SD. Potensi genetik dan pemberian zat gizi yang optimal merupakan penentu utama pertumbuhan tulang pada anak. Kekurangan konsumsi makanan yang mengandung zink dan kalsium berdampak pada tubuh pendek (stunting) pada anak-anak.
Metodologi Penelitian : Desain penelitian ini adalah menggunakan pendekatan cross sectional. Sampel 72 balita dengan teknik simple random sampling. Pengambilan data meliputi pengukuran tinggi badan dengan menggunakan mikrotoa, dan formulir Semi Quantitative Food Frequency Questionnaire. Data dianalisis menggunakan uji Chi Square.
Hasil Penelitian : Sampel rata-rata berusia 31 bulan, 61,1% mengalami penyakit infeksi, asupan zink (81,9%) dan asupan kalsium (56,9%) kurang, dan 50% sampel mengalami stunting. Responden 58,3% mempunyai tingkat pendapatan keluarga diatas UMK (≥ Rp 1.623.750), tinggi badan ayah (88,9%) dan ibu (90,3%) sebagian besar normal. Hasil bivariat menunjukan tidak ada hubungan antara tinggi badan ayah (p=0,260), tinggi badan ibu (p=1,000), dan kalsium (p=0,101) dengan kejadian stunting. Ada hubungan antara asupan zink (p=0,001) dengan kejadian stunting.
Kesimpulan : Tidak ada hubungan antara tinggi badan ayah, tinggi badan ibu, dan kalsium dengan kejadian stunting. Ada hubungan antara asupan zink dengan kejadian stunting



Background: Infant in 2-3 years old is a very important growth periode. Stunting is a condition of growth disorder based on BL/A (Body Long/Age) or BH/A (Body Height/Age) with z-score value less than -2 SD. Genetics and proper nutrients are the main determiners on infant’s growth of bones. Stunting on infants are caused of zinc and calcium deficiency.
Methodology: This study used cross-sectional approach. There were 72 infants on this study that selected through simple random sampling methode. The datas were obtained through body height measuring by using microtoise and Semi Quantitative Food Frequency Questionnaire form, and analysed with Chi Square statistical test.
Results : The average age of the respondents of this study were 31 months, 61.1% of the respondents were infected, 81.9% were zinc-deficient infants, 56.9% were calcium-deficient, and 50% were on stunting condition. About 58.3% respondents got family income more than minimum city income (≥ Rp 1.623.750). The body height of parents were mostly normal (Father = 88.9% and Mother = 90.3%). Bivariat test showed no correspond of father’s body height (p = 0.260), mother’s body height (p = 1.000), and calcium intake (p = 0.101) on stunting, while zinc intake (p= 0.001) were corresponded with stunting.
Conclusion: There is no correspond of parents body height and calcium intake on stunting, but zinc intake were corresponded.

1750621703A1C013021Kinerja Petani dalam Berusahatani Cabai di Kecamatan Tamansari Kota TasikmalayaKeberhasilan usahatani cabai tidak terlepas dari kinerja petani. Pendeteksian tingkat kinerja petani dapat dilihat pada berbagai aspek termasuk aspek interaksi sosial, penggunaan sarana produksi, dan pemasaran hasil produksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: (1) Kinerja petani; dan (2) hubungan antara kinerja petani dengan faktor-faktor sosial ekonomi dalam berusahatani cabai.
Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Tamansari Kota Tasikmalaya Jawa Barat. Pertimbangan pemilihan tempat tersebut karena Kecamatan Tamansari merupakan kampung hortikultura. Pengambilan data penelitian dilaksanakan pada 14 Desember 2017 sampai dengan 13 Januari 2018 dengan sasaran penelitian adalah petani cabai di Kelurahan Setiamulya, Mugarsari, dan Tamanjaya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survai. Penentuan responden dilakukan dengan menggunakan metode sensus. Analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan bantuan alat ukur rating scale, dan korelasi rank spearman.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Variabel kinerja petani menunjukkan bahwa urutan rata-rata skor dari yang tertinggi sampai terendah adalah variabel pemasaran hasil, penggunaan benih/bibit, pemupukan, interaksi sosial, pengendalian hama dan penyakit, dan intensitas kerja.; (2) Faktor-faktor sosial ekonomi secara keseluruhan terdapat hubungan dengan kinerja petani cabai. Secara individual variabel faktor-faktor sosial ekonomi yang terdapat hubungan secara nyata terhadap kinerja petani yaitu pengalaman berusahatani, pendapatan, dan intensitas pertemuan dengan penyuluh. Variabel lain seperti umur, pendidikan, luas lahan dan status kepemilikan lahan terdapat hubungan secara tidak nyata dengan kinerja petani cabai.
The success of chili farming can’t be separated from the performance of farmers. Detection of farmer performance level can be seen in various aspects including social interaction aspect, use of production facilities, and marketing of production. This study aims to analyze: (1) Performance of farmers; and (2) the relationship between farmers' performance and socio-economic factors in chili peppers.
The study was conducted in Tamansari Distric Tasikmalaya City of West Java. Consideration of choosing the place because Tamansari was horticulture village. The study data was collected on 14 December 2017 until 13 January 2018 with the target of study is chilli farmers in Setiamulya, Mugarsari and Tamanjaya Village. The study method used is survey method. Respondent determination was done by using census method. The analysis used is descriptive analysis with the aid of rating scale, and rank spearman correlation.
The results of the study showed that: (1) The variables of farmer performance showed that the order of average score from the highest to the lowest was the result marketing variable, the use of seeds, fertilization, social interaction, pest and disease control, and work intensity; (2) Socio-economic factors as a whole have a relationship with the performance of chili farmers. Individually variable socio-economic factors that have a real relationship to the performance of farmers is the experience of farming, income, and intensity of meeting with extension workers. Other variables such as age, education, land area and land tenure status are not significantly correlated with the performance of chili farmers.
1750720571B2A015016AKTIVITAS KUNJUNGAN HARIAN SERANGGA PENYERBUK PADA TANAMAN BUNCIS (Phaseolus vulgaris L.) HUBUNGANNYA
DENGAN PRODUKSI BUAH
Tanaman buncis merupakan salah satu jenis tanaman pertanian yang penyerbukannya dipengaruhi oleh kunjungan serangga penyerbuk. Penelitian ini dilakukan di desa Serang, Kecamatan Karangreja, kabupaten purbalingga.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keragaman, frekuensi kunjungan harian serangga penyerbuk dan hubungannya dengan produksi buah pada tanaman buncis. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode survai dengan teknik pengambilan sampel “scan sampling”, dan pengamatan langsung terhadap serangga yang hinggap pada bunga. Perhitungan keragaman menggunakan Indeks Keanekaragaman Jenis Shannon-Winner, Indeks Simpsons,dan Indeks kemerataan jenis Eveness. Korelasi antara data lingkungan dengan jumlah individu dan spesies serangga penyerbuk dianalisis dengan korelasi Pearson menggunakan program SPSS 16.0,data produksi buah dan biji pertanaman terbuka dan tertutup dianalisis dengan uji T menggunakan program SPSS 16.0. Hasil penelitian menunjukan 12 spesies serangga penyerbuk yang ditemukan pada pertanaman buncis varietas merampat dan 8 spesies pada varietas tegak. Total kunjungan tertinggi (9,61 menit) dan lama kunjungan per bunga tertinggi (430 detik/bunga)pada tanaman buncis oleh spesies Vanesa cardui. Sedangkan untuk jumlah bunga yang dikunjungi per menit pada kedua varietas spesies Apis cerana mengunjungi paling banyak tangkai bunga per menitnya, yaitu sekitar 4-5 bunga dalam satu menit. Pada tanaman buncis varietas meambat yang terbuka terjadi peningkatan jumlah buah yang terbentuk 60% , bobot buah 52,23% , panjang buah 19,42%, dan jumlah biji 27,407%. Sedangkan pada varietas tegak yang terbuka terjadi peningkatan jumlah buah yang terbentuk 700% , bobot buah 146,9%, panjang buah 21,01%, dan jumlah biji 21,27%.. Jumlah buah yang terbentuk dan bobot buah yang dihasilkan pada tanaman buncis varietas merambat yang terbuka berbeda signifikan dengan jumlah buah (p=0.003) dan bobot buah (p=0.009) dari tanaman yang dikurung kasa. Sedangkan pada tanaman buncis varietas tegak jumlah buah yang terbentuk (p=0.001) berbeda signifikan dengan tanaman buncis tertutup yang dikurung kain kasa. Kunjungan serangga penyerbuk mempengaruhi produksi buah pada tanaman buncis.Bean plants are one type of agricultural crop that pollination is influenced by insect pollinator visits. This research was conducted at Serang, Sub District Karangreja, Purbalingga, Central Java. The purpose of this research is to know the diversity, frequency of daily visit of pollinator insects and its relation with fruit production on green beans. This research was conducted by using survey method with “scan sampling” technique, and direct observation to the insects that settled on the flower. Calculation of diversity using the Shannon-Winner Diversity Index, Simpsons Index, and Evenness Index. The correlation between environmental data and the number of individuals and species of pollinators insects was analyzed by Pearson correlation using SPSS 16.0 program, fruit and seed production data of open and closed crop were analyzed by T test using SPSS 16.0 program. The results showed 12 species of pollinating insects found in bean crops of mixed varieties and 8 species in upright varieties. The highest total visits (9.61 minutes) and duration of visit per highest interest rate (430 seconds / interest) in bean plant by Vanesa cardui species. As for the number of flowers visited per minute on both varieties Apis cerana visit the most flower stalks per minute, which is about 4-5 flowers in one minute. In varieties of open bean plants, there was an increase in the number of fruits that formed 60%, fruit weight2, 23%, fruit length 19.42%, and the number of seeds 27.407%. While on the open upright varieties an increase in the number of fruit that is formed 700%, fruit weight 146.9%, fruit length 21.01%, and the number of seeds 21.27%. The number of fruit that is formed and the weight of the fruit produced in the bean plant the open vine varieties differ significantly with the number of fruits (p = 0.003) and the fruit weight (p = 0.009) of the caged gauze. Whereas in varieties of beans, the number of fruits formed (p = 0.001) was significantly different from that of closed bean plants enclosed by gauze. Visits of pollinating insects affect fruit production in green beans.
1750820572G1B013084ANALISIS KEBIJAKAN REGIONALISASI SISTEM RUJUKAN DI KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2017Latar Belakang: Sistem rujukan yang belum optimal dapat terlihat pada rujukan yang tidak sesuai dengan indikasi rujukan dan rujuk balik yang belum berjalan. Semua itu berakibat pada penumpukan pasien yang terjadi di rumah sakit dan pada akhirnya berdampak pada menurunnya kualitas pelayanan kesehatan. Berdasarkan hal tersebut,Kementerian Kesehatan membuat Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor H K.02. 02 /MENKES/391/2014 Tentang Pedoman Penetapan Rumah Sakit Rujukan Regional sebagai upaya penguatan pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan regionalisasi sistem rujukan yang di terapkan Kabupaten Banyumas
Metode :Penelitian ini bersifat kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subyek penelitian ini yaitu Kepala Seksi Pelayanan Kesehatan Rujukan Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas, Kepala Sub Rekam Medik RSUD Prof. Dr.Margono Soekardjo, dan Kepala Bidang Pelayanan Medis di RSUD Banyumas. Sedangkan subyek pendukung dalam penelitian ini terdiri dari Kasubdit Pengelolaan Rujukan dan Pemantauan Rumah Sakit Direktorat Pelayanan Kesehatan Rujukan Kementerian Kesehatan RI, Puskesmas Kalibagor, Pasien yang berasal dari luar wilayah regional 5.
Hasil Penelitian: Kebijakan regionalisasi di Kabupaten Banyumas belum berjalan dan belum terdapat peraturan daerah maupun kesepakatan kerjasama antara DKK Banyumas dengan Rumah Sakit sehingga rujukan berjenjang yang diterapkan tidak sesuai berdasarkan pemetaan regional, namun stakeholder dalam penerapan kebijakan regionalisasi sistem rujukan di Kabupaten Banyumas telah menjalankan perannya sesuai dengan Kepmenkes nomon HK02.02 / MENKES/391/2014 terkait pembinaan, dan pengawasan sistem rujukan.
Simpulan: Kepentingan dan pengaruh karakteristik institusi menentukan fokus utama sistem rujukan di Kabupaten Banyumas adalah sistem rujukan untuk kasus maternal neonatal sehingga rumah sakit yang menjadi pusat rujukan harus terstandar PONEK, perlu adanya perjanjian kerjasama dan pemetaan dalam penerapan regionalisasi sistem rujukan agar dapat menjadi acuan para pelaksana kebijakan regionalisasi sistem rujukan di Kabupaten Banyumas
Background: Reference system which has not been optimally visible in the references that are not in accordance with the indication of the reference and refer back that are not yet running. All of that resulted in a patient buildup that occurs in the hospital and ultimately impact on the declining quality of health care. Based on the foregoing, the Ministry of health made Ministry of Health Decree RI No H K.02. 02 /MENKES /391/2014 About The Guidelines For The Determination Of The Regional Referral Hospital as the effort of strengthening health services. This research aims to analyze the reference system of regionalization policy in Banyumas Regency.
Method: This research was qualitative with case study approach. Subjects of research were The Head Section of Referefences Health Service of Health Departement, Banyumas regency; Head of Medical Record of Provincial Hospital Prof. Dr. Margono Soekardjo, and Head Division of Medical Service of Provincial Hospital Banyumas. While the subject of supporters in this research were Head of Sub Directorate Management of Reference and Monitoring Hospital Referral Health Services The Ministry of Health RI, Primary Health Centers Kalibagor , and patients from outside the region 5. Results: A policy of regionalization in the Banyumas Regency has yet to be implemented and yet there are local regulations as well as the agreement of cooperation between the Office of Banyumas Regency Health with Hospitals so that tiered reference applied not according based onregional mapping. However, stakeholders in the implementation of a policy of regionalization in the Banyumas Regency reference system has been run in accordance with its role of Kepmenkes number HK 02.02/ MENKES/ 391/ 2014 related guidance and supervision from the reference system.
Conclusion: The importance and influence of institutional characteristics determine the main focus of Banyumas Regency reference system are reference system for cases of maternal neonatal hospitals which became a referral centre should be standardized PONEK; Required the presence of Banyumas Regent lawmaking related reference system of regionalization policy in order to become a reference for implementers the policy in the implementation of regionalization reference system in Banyumas Regency.
Keywords: reference
1750920577B2A015019PENGARUH OVERCROWDED Ascaridia galli DI DALAM SALURAN PENCERNAAN AYAM (Gallus gallus)Ascaridia galli merupakan salah satu cacing yang ukurannya terbesar pada kelas nematoda yang umumnya menyerang unggas, termasuk ayam. Kondisi berjejal (overcrowded) yang berupa penyumbatan usus oleh infeksi A. galli, diduga berkorelasi positif dengan status nutrisi, umur, jenis ayam dan dosis infeksi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh overcrowded Ascaridia galli di dalam saluran pencernaan ayam (Gallus gallus).Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakaan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Untuk mendukung hasil percobaan laboratorium ini maka dilakukan percobaan dengan metode survei yaitu melakukan pemeriksaan ayam kampung yang mengalami overcrowded secara alamiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa infeksi berbagai dosis infeksi telur cacing A. galli berembrio menunjukkan bahwa tidak ada satupun cacing A.galli yang berhasil lulus hidup pada saluran pencernaan ayam ras petelur. Tidak diperolehnya cacing A. galli diduga karena berkaitan dengan jenis pakan ayam ras petelur. Jenis pakan Br1 diduga mengandung anthelmintik sehingga larva cacing yang sudah menetas dari telur menjadi tidak mampu berkembang. Dugaan lain berkaitan dengan tidak diperolehnya cacing A. galli berkaitan dengan sistem imun yang berkembang baik pada ayam ras petelur karena jenis pakan memenuhi kadar energi dan keseimbangan nutrisi untuk membentuk sistem imun yang memadai. Untuk memperoleh kondisi yang overcrowded maka dilakukan penelitian menggunakan metode survei. Berdasarkan hasil penelitian survei yang melibatkan 62 ayam kampung, hanya diperoleh 1 ayam dengan jumlah cacing 44 ekor. Hasil analisis hubungan jumlah dengan ukuran tubuh cacing menunjukkan bahwa semakin bertambahnya jumlah cacing ukuran semakin menurun. Kontribusi dari jumlah terhadap ukuran tubuh cacing sebanyak 98%. Belum diketahui penyebab overcrowded karena hubungan panjang usus dengan jumlah cacing, jumlah cacing dengan kadar eosinofil, ukuran tubuh cacing dengan kadar eosinofil dan jumlah cacing dengan kadar IgE total, berbeda tidak nyata (P˃0,05).Ascaridia galli is one of the largest worms in the class of nematodes that commonly affects poultry, including chickens. Overcrowded conditions of intestinal blockage by A. galli infection, allegedly positively correlated with nutritional status, age, type of chicken and dose of infection. This study aims to determine the overcrowded effect of A. galli in the gastrointestinal tract of chicken (Gallus gallus). The method used in this study is to use an experimental method with Completely Randomized Design. To support the results of this laboratory experiment then conducted experiments with the survey method is to check the chicken that experienced natural overcrowded. The results showed that the infection of various doses of oviparous egg A. galli ear infection showed that none of A.galli worms that managed to pass live on the digestive tract of laying chicken. Not getting worms A. galli allegedly due to the type of feed laying chicken. Br1 feed type is suspected to contain anthelmintic so that the worm larvae that have been hatched from the egg become incapable of developing. Other allegations relating to the absence of worms A. galli associated with immune systems that develop well in laying chicken because the type of feed meets energy levels and nutritional balance to form an adequate immune system. To obtain an overcrowded condition then conducted research using survey method. Based on survey results involving 62 chickens, only one chicken with 44 worms. The result of the analysis of the number relationship with the size of the worm's body indicates that the increasing number of worm size decreases. The contribution of amount to worm body size as much as 98%. Not yet known causes of overcrowded due to long bowel relationship with the number of worms, the number of worms with eosinophil levels, a body size of worms with eosinophil levels and the number of worms with total IgE levels, the difference is not real (P˃0,05).
1751020616A1C113002ANALISIS RISIKO PRODUKSI BERAS HITAM ORGANIK PADA KELOMPOK TANI RUKUN DI DESA PAKEMBINANGUN KECAMATAN PAKEM KABUPATEN SLEMAN YOGYAKARTAKelompok Tani Rukun merupakan kelompok tani yang mengembangkan usahatani padi dengan cara organik, salah satu jenis padi organik yang ditanam adalah padi hitam organik. Usaha di sektor pertanian sangat dipengaruhi oleh kondisi alam yang dapat menjadi risiko dalam memproduksi beras hitam. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengidentifikasi sumber- sumber risiko produksi beras hitam organik di Kelompok Tani Rukun, 2) mengetahui besarnya risiko produksi beras hitam organik di Kelompok Tani Rukun, dan 3) mengetahui keuntungan petani beras hitam organik di Kelompok Tani Rukun pada saat mengalami risiko. Penelitian ini dilaksanakan pada Kelompok Tani Rukun di Desa Pakembinagun, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman Yogyakarta. Pemilihan lokasi dilakukan dengan sengaja (purposive). Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah metode sensus. Pengambilan data menggunakan teknik wawancara, observasi, pencatatan data dan studi pustaka. Metode analisis data menggunakan analisis deskriptif yang digunakan untuk identifikasi risiko, analisis risiko untuk mengetahui besar risiko menggunakan peluang, exepected return, varian, standar deviasi dan koefisien variasi serta analisis keuntungan untuk mengetahui keuntungan petani dan analisis R/C untuk mengetahui kelayakan usahatani. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa 1) sumber- sumber risiko yang dihadapi oleh petani kelompok tani Rukun meliputi, kondisi cuaca dan iklim, hama dan penyakit, tenaga kerja, ketersedian saprodi dan pasca panen (pemanenan dan perontokan), 2) Besar risiko produksi usahatani beras hitam organik sebesar 0,11 (11%) dan 3) rata- rata keuntungan yang diperoleh petani kelompok tani “Rukun” dalam keadaan berisiko dengan biaya total yang dikeluarkan sebesar Rp7.897.831,00 adalah Rp3.840.048,00 dengan nilai R/C sebesar 1,486.Organic black rice is one of type organic rice that produced by "Rukun" farmers groups which develop rice farming in an organic way. Businesses in the agricultural sector are heavily influenced by natural conditions that can be a production risk in producing organic black rice. This research aims to find out (1) the source of organic black rice production risk in "Rukun" farmers group, (2) the large of organic black rice production risk in "Rukun" farmers group, (3) total profit would be received at the expense of production through by "Rukun" farmers group. The research was conducted in Pakembinangun village, Pakem district, Yogyakarta province who belong to the "Rukun" farmers group. Selection of research was conducted with purposive. Sampling of respondents was conducted through a census method. Data retrieval was done using interview technique, observation, data recording and literature study. This research analyzed by method of descriptive analysis used for risk identification, analyzed by risk analysis to know the risk of using opportunity, expected returns, varians, standard deviation and coefficient of variation and profit analysis to know the profit that farmers get and R/C analysis to know the feasibility of farming. The result of the research has shown that : (1) the source of organic black rice production risk in "Rukun" farmers group was faced by weather and climate conditions, pests and diseases, labour, availability of saprodi, and post-harvest (harvesting and threshing), (2) the large of organic black rice production risk is 0,11 (11%) and (3) total profit would be received at the expense of production through by "Rukun" farmers group with total cost is Rp7.897.831,00 is Rp3.840.048,00 with R/C value 1,486.
1751120584F1A013021Partisipasi Masyarakat Lokal Terhadap Keberlangsungan Desa Pariwisata
Dieng Kulon Banjarnegara
: Partisipasi masyarakat lokal dalam keberlangsungan pariwisata adalah keterlibatan anggota masyarakat dalam kepariwisataan. Penelitian ini bertujuan mengetahui partisipasi masyarakat lokal dalam keberlangsungan pariwisata Desa Dieng Kulon, cara pengelolaan masyarakat lokal dalam keberlangsungan pariwisata Desa Dieng Kulon, dan hambatan-hambatan partisipasi masyarakat lokal dalam keberlangsungan pariwisata Desa Dieng Kulon. Pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Sasaran utama penelitian adalah masyarakat lokal yang berpartisipasi dalam sektor pariwisata Desa Dieng Kulon. Sasaran validasi penelitian ini adalah pihak yang berkaitan dengan sektor pariwisata di Desa Dieng Kulon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat lokal dalam keberlangsungan pariwisata Desa Dieng Kulon merupakan keterlibatan masyarakat lokal dengan menjadi pelaku wisata, diantaranya yaitu penyedia homestay, penyedia makanan khas, penyedia pramusita, penyedia kerajinan tangan, dan penyedia pentas kesenian. Cara pengelolaan masyarakat lokal dalam keberlangsungan pariwisata Desa Dieng Kulon yaitu meningkatkan kemampuan dalam bidang kepariwisataan, mengelola lingkungan permukiman, menerapkan sapta pesona, menjaga kerifan lokal, dan menciptakan objek wisata. Hambatan partisipasi masyarakat lokal dalam keberlangsungan pariwisata Desa Dieng Kulon adalah modal dan kemampuan. The participation of local communities in the tourism sustainability is the involvement of its members in tourism. This study aims to identify the participation of local communities in the sustainability of Dieng Kulon Village tourism, management of local community involvement to the tourism, and their barriers to involve in it. Data collection techniques being used are interviews, observation, and documentation. The research used descriptive qualitative method. The main target of the research is the local people who involved in the Dieng Kulon Village tourism, whom at least lived in Dieng Kulon Village for several years. The target validation of this research are parties that are related to Dieng Kulon Village tourism sector. The research results indicate that the participation of local communities in Dieng Kulon Village tourism sustainability is their involvement as tourism providers, including homestay, local food, waiters, handicrafts, and art performances providers. As tourism providers, they have significant roles in supporting the temporary needs of tourists. All informants in this research are in general act as a provider as a source for their income. Management of local community involvement in Dieng Kulon Village tourism sustainability is a community effort to develop and preserve tourism. The informants in this research have their way in managing the community, such as improving the members’ ability in tourism, managing the residence environment, applying the “Seven Charm” principle, maintaining local wisdom, and creating tourist attractions. The research informants’ obstacles of local community involvement in Dieng Kulon Village tourism sustainability are obstacles that are faced by each informant, such as capital and skills.
1751219914H1G013017ANALISIS EKONOMI USAHA NELAYAN KEPITING BAKAU (Scylla sp.) DI WILAYAH SEGARA ANAKAN BAGIAN TIMUR, CILACAP.Segara Anakan merupakan laguna yang berada di Kabupaten Cilacap. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli 2017 yang bertempat di Desa Kutawaru dan Desa Tritih, kawasan mangrove LSA-Cilacap. Dengan tujuan untuk menganalisa pendapatan nelayan dari usaha tangkap kepiting bakau (Scylla sp.) menggunakan metode survei pada nelayan di dua desa yaitu Desa Kutawaru dan Tritih. Analisis dilakukan dengan rumus B/C Ratio, NPV dan IRR. Dari analisa yang dilakukan nilai pendapatan usaha rata-rata yang didapat di Desa Kutawaru sebesar Rp. 35.410.000,00 sedangkan di Desa Tritih sebesar Rp. 34.153.846,00. B/C Ratio rata-rata yang didapat dari kedua desa sebesar 1,80 untuk Desa Kutawaru dan 1,47 untuk Desa Tritih. Nilai NPV rata-rata yang diperoleh di Desa Kutawaru sebesar Rp. 15.038.571,00 sedangkan di Desa Tritih sebesar Rp. 10.369.414,00. Serta nilai IRR yang diperoleh di Desa Kutawaru sebesar 50 % sedangkan di Desa Tritih sebesar 33%.Segara Anakan is a lagoon located in Cilacap Regency. This research was conducted in July 2017 located in Kutawaru Village and Tritih Village, mangrove area SAL-Cilacap. To intend analyze fisherman's income from business catching mud crab (Scylla sp.) Using survey method for fishermen in two villages, Kutawaru and Tritih villages. Analysis with the formula B / C Ratio, NPV and IRR. From the analysis of the average income earned in Kutawaru Village is Rp. 35.410.000,00 while in Tritih Village Rp. 34.153.846,00. The average of B/C Ratio from both villages is 1.80 for Kutawaru Village and 1.47 for Tritih Village. The average NPV value in Kutawaru Village is Rp. 15,038,571.00 and in Tritih Village Rp. 10,369,414.00. IRR generated value in Kutawaru Village 50% and Tritih Village 33%.
1751320573H1G013003ANALISIS POTENSI LESTARI IKAN TUNA (Thunnus spp.) YANG DIDARATKAN DI PELABUHAN PERIKANAN SAMUDERA CILACAP, JAWA TENGAH

Ikan Tuna merupakan salah satu komoditas perairan yang memiliki nilai ekonomis tinggi sehingga menyebabkan tingginya permintaan pasar terhadap ikan tuna. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui nilai potensi lestari, nilai upaya optimum dan tingkat pemanfaatan penangkapan ikan tuna dengan menggunakan indikator Maximum Sustainable Yield (MSY) dan Foptimum. Data hasil tangkapan dan upaya dari tahun 2012-2016 diperoleh dari Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap. Data hasil tangkapan dianalisis menggunakan Metode Surplus Produksi (Schaefer). Hasil penelitian menunjukan hasil MSY ikan tuna sebesar 1.825,97 ton/tahun, upaya optimum sebesar 160unit/tahun, dan rata-rata tingkat pemanfaatan ikan tuna oleh nelayan yang di daratkan di Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap pada tahun 2012 hingga tahun 2016 sebesar 83,77%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penangkapan ikan tuna di Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap tergolong dalam tingkat pemanfaatan yang optimumTuna is one of the aquatic commodity that have high economy value, causing high market demand for Tuna. The purpose of this research is to know sustainable potential, optimum effort, and utilization rate of Tuna fish using Maximum Sustainable Yield (MSY) and Foptimum. Catch-effort data from 2012-2016 were obtained from Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap. Catch-effort data were analyze using Surplus Production Method (Schaefer). The result showed that maximum production 1.825,97 ton/year, Foptimum160 unit/year, and average utilization rate of Tuna at Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap in 2012 until 2016 amounted to 83,77%. Based on the result of this research it can be concluded that status of utilization tuna fisheries at Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap is classified in optimum utilization level.
1751420574H1K013021Analisis Hubungan Temperatur dan Salinitas dengan Konduktivitas Berdasarkan Kedalaman di Perairan Kepulauan SeribuParameter oseanografi merupakan kondisi fisik, kimia di laut yang selalu dinamis. Temperatur dan salinitas yang dapat diukur berdasarkan kondisi konduktivitasnya (Daya Hantar Listrik) dalam perairan. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis dinamika dan hubungan temperatur, salinitas dan konduktivitas air laut berdasarkan kedalamannya di perairan Kepulauan Seribu. Metode survey ini mengukur temperatur, salinitas dan konduktivitas menggunakan CTD (Conductivity Temperature and Depth) pada 16 titik stasiun. Temperatur di Kepulauan Seribu mengalami perubahan yang tidak signifikan tiap kedalamannya, sementara salinitas dan konduktivitas mengalami kenaikan semakin bertambahnya kedalaman. Dan berdasarkan analisis regresi linier berganda terdapat hubungan antara temperatur dan salinitas dengan konduktivitas.Oceanographic parameters is a physical and chemical condition in the ocean always dynamic. Temperature, salinity as a part of oceanographic parameters could be measured by the conductivity in the waters. This research aimed to analyzed the dynamic of temperature, salinity and their relationship to conductivity on the water depth of Thousand Island. Survey method was used to measured temperature, salinity, and conductivity used a CTD ( Conductivity Temperature Depth) at 16 station. Temperatures in the Thounsand Island experienced insignificant changes in each depth, while salinity and conductivity increased with increasing depth. Based on multiple linear regression analysis there is a relationship between temperature and salinity with conductivity.
1751520575H1G013040PEMANFAATAN MANGROVE TERHADAP NILAI EKONOMI BIOMASSA MANGROVE DI SEGARA ANAKAN BAGIAN TIMUR, CILACAPHutan mangrove memiliki manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai kerapatan dan nilai ekonomi mangrove, di lokasi hutan mangrove Segara Anakan Timur, Cilacap. Metode Simple Random Sampling diterapkan pada 22 stasiun. Data ekonomi diperoleh melalui kuisioner. Parameter penelitian berupa diameter pohon, kerapatan pohon dan nilai ekonomi mangrove. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Nilai kerapatan mangrove untuk diameter >10 cm di Segara Anakan Timur, Cilacap kerapatan mangrove di Sungai Donan memiliki potensi kerapatan terendah; (2) Nilai manfaat ekonomi biomassa mangrove di Segara Anakan Timur, Cilacap untuk nilai potensi karbon sebesar 40,65 ton/ha, nilai per luas total karbon sebesar 124.240 ton/ha dan nilai ekonomi karbon sebesar Rp. 16.772.443.300. Nilai potensi arang sebesar 102,22 ton/ha, nilai perluas total arang sebesar 312.433 ton/ha dan nilai ekonomi arang sebesar Rp. 14.059.487.390. Nilai potensi kayu sebesar 112,61 m3/ha, nilai perluas total kayu sebesar 344.209 m3/ha dan nilai ekonomi karbon sebesar Rp. 20.652.560.437. Potensi kayu bakar sebesar 34,28 m3/ha, nilai perluas total kayu bakar sebesar 104.789 m3/ha dan nilai ekonomi karbon sebesar Rp. 6.287.311.814. Potensi Nipah sebesar 2.347 ind/ha, nilai perluas total Nipah sebesar 717.333 ind/ha dan nilai ekonomi Nipah sebesar Rp. 1.434.666.278.Mangrove forest has the economic benefit for peoples life. A study, dealing with both density and mangrove economic values, was conducted in mangrove forest of Eastern Segara Anakan. Simple Random Sampling Method was used in this site which was divided into 22 stations. Questionnaires were used for collecting economic data. Some parameters i.e trunc diameters, tree density, and economic value of mangrove were observed. Results indicated that: (1) mangrove density of >10 cm in trunc diameters was potentially lowest density; (2) economical benefit value of mangrove biomass for carbon was 40.65 tons/ha, total carbon was 124,240 tons/ha and carbon economic value was Rp.16,772,443,300. Charcoal potential value was 102.22 tons/ha, total value of charcoal was 312,433 tons/ha and the charcoal economic value was Rp.14,059,487,390. The potential value of logs, total logs, and carbon economic value were 112.61 m3/ha, 344,209 m3/ha, and Rp.20,652,560,437, successively. The potential of firewood was 34.28 m3/ha, the total firewood value was 104,789 m3/ha, and carbon economic value was Rp.6,287,311,814. Potential of Nypa was 2,347 ind/ha, total value of Nypa was 717,333 ind/ha, and Nypa economic value was Rp. 1,434,666,278.
1751620579F1C013004Perilaku Komunikasi Pemain Game Online League of Legends yang Adiktif di PurwokertoPenelitian ini mengambil judul Perilaku Komunikasi Pemain Game Online League of Legends yang Adiktif di Purwokerto. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perilaku komunikasi pemain League of legends saat bermain ataupun tidak bermain. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan metode etnografi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi partisipan sebagai data primer dan wawancara mendalam sebagai data sekunder. Penelitian dilakukan dengan informan penelitian setiap saat mereka bermain di warnet. Penelitian ini menggunakan teori dasar Hyperpersonal Communication. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah pemain League of legends menjadi adiktif dikarenakan motivasi reward, challenge, dan excitement. Perilaku komunikasi yang terbentuk saat bermain berupa pemain menjadi lebih sensitive atas gangguan yang diterimana di dalam permainan maupun di luar permainan sehingga menyebabkan perilaku yang agresif berupa perilaku verbal seperti berkata kasar kepada pemain lain dalam permainan dan nonverbal dengan menggangu pemain lain dalam permainan. Perilaku ini disebabkan juga karena pemain berada di bawah tekanan saat bermain.This research takes the title of the The Behavior of an Online Game Players League of Legends is Addictive in Purwokerto. This study was conducted to determine the communication behavior of League of Legends players when playing or not playing. This research is a qualitative research using ethnography method. Data collection techniques used were participant observation as primary data and in-depth interviews as secondary data. Research is done with research informants every time they play in the cafe. This study uses the basic theory of Hyperpersonal Communication. The results obtained from this research is League of Legends players become addictive due to motivation reward, challenge, and excitement. Communication behaviors that are formed when playing in the form of players become more sensitive to the disturbance that is played in the game or outside the game, causing aggressive behavior in the form of verbal behavior such as saying roughly to other players in the game and nonverbal by disturbing other players in the game. This behavior is caused also because the player is under pressure while playing.
1751720580C1J012020ALLOCATION OF TIME AND CONTRIBUTION OF WOMEN TEA PICKER LABORS TOWARD FAMILY INCOME (A CASE STUDY OF BEDAKAH VILLAGE
KERTEK SUBDISTRICT WONOSOBO REGENCY)
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tenaga kerja wanita untuk mengalokasikan waktu dan kontribusi tenaga wanita pemetik teh terhadap pendapatan keluarga di Desa Bedakah Kecamatan Kertek Kabupaten Wonosobo dan faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan tenaga kerja wanita pemetik teh. Metode dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis deskriptif. Teknik penelitian yang digunakan adalah metode survei. Penelitian ini dilakukan di Desa Bedakah yang terletak di Kecamatan Kertek Kabupaten Wonosobo.
Hasil analisis data menunjukkan bahwa pekerja pemetik teh perempuan mengalokasikan lebih banyak waktu untuk kegiatan non ekonomi adalah 515,41 jam / bulan (71,58%) dibandingkan dengan kegiatan ekonomi atau aktivitas memetik teh sebesar 204,59 jam / bulan (28,42%). Kontribusi pekerja wanita pemetik teh terhadap pendapatan keluarga yang relatif rendah adalah 40,13%. Nilai r square diperoleh dengan menggunakan model regresi logistik sebesar 0,838 yang berarti bahwa kontribusi variabel independen (umur, tingkat pendidikan, upah, keluarga tanggungan dan pengalaman kerja) pekerja pemetik teh wanita terhadap pendapatan keluarga di Desa Bedakah Kertek Kecamatan Wonosobo sebesar 83,8% , sedangkan sisa 16,2% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak termasuk dalam model.
Hasil analisis regresi logistik diperoleh hasil uji yaitu umur, tingkat pendidikan dan tidak signifikan dan berpengaruh negatif terhadap pendapatan seorang pekerja pemetik teh wanita. Upah, tanggungan keluarga dan pengalaman kerja positif dan signifikan terhadap penghasilan seorang pekerja pemetik teh wanita.
This research aims to analyses the labor women to allocate time and contribution of women tea picker labors to family income in Bedakah Village Kertek Subdistric Wonosobo Regency and factors that influence of income a woman tea picker labors. The basic method employed in this reseach was descriptive analytical method. Technique of carrying out research employed was survey method. This research was carried out in Bedakah Village located in Kertek Subdistric of Wonosobo Regency.
The result of data analysis shows that the women tea pickers labor allocate more time to activities of non-economic is 515.41 hours/month (71.58%) than to the economic activities or activity of pluck tea is 204.59 hours/month (28.42%). The contribution of women tea picker labors to family income is relatively low is 40.13%. The R square value was obtained using logistic regression model of 0.838 meaning that the contribution of independent variable (age, education level, wages, dependants family and work experience) women tea picker labors to family income in Bedakah Village Kertek Subdistric Wonosobo Regency of 83.8%, while 16.2% remaining is affected by other variables excluded from the model.
The result of the Logistic regression analysis obtained test result is age, education level and was not significant and negative effect on the income a woman tea picker labors. Wages, dependents family and work experience positive and significant to income a woman tea picker labors.
1751820581H1L013029RANCANG BANGUN APLIKASI UJIAN ONLINE BERBASIS WEB PADA SMA PEMBANGUNAN 2 KARANGMOJO GUNUNGKIDULProses ujian di SMA Pembangunan 2 Karangmojo, Gunungkidul masih menggunakan metode konvensional. Sehingga, dibutuhkan program aplikasi ujian berbasis web yang dapat memangkas waktu koreksi dan mengefisienkan proses ujian dengan menggunakan teknologi informasi dan telekomunikasi.
Aplikasi ujian online dapat digunakan sebagai alternatif dalam pelaksanaan ujian dalam bidang pendidikan khususnya di SMA Pembangunan 2 Karangmojo, Gunungkidul. Aplikasi ujian online ini dibuat dengan menggunakan bahasa pemrograman PHP, MySQL sebagai database dan menggunakan metode pengembangan waterfall. Sedangkan pada Data Flow Diagram, digambarkan sistem sebagai kerja antar fungsi yang berhubungan satu sama lain dengan aliran dan penyimpanan data.
The exam proccess SMA Pembangunan 2 Karangmojo, Gunungkidul still used conventional method. Therefore, it needs a web based exam application program which could reduce correction time and make exam more efficient using telecommunication and information technology.Exam online application can be used as an alternative during exam on education division especially at Pembangunan 2 Senior High School Karangmojo, Gunungkidul. This application designed using PHP programming language, MySQL as database and using waterfall development method. For the Data Flow Diagram, system described as the work from all functions which is connected each other with the flow and data storage.
1751920582H1K013002analisis kenaikan muka air laut dan limpasan gelombang berdasarkan DEM (DIgital Elevation Model) di pantai selatan, cilacapKenaikan muka air laut dapat menyebabkan terjadinya genangan air laut di suatu wilayah yang berdekatan dengan pesisir sehingga mengakibatkan terganggunya penggunaan lahan serta aktifitas masyarakat setempat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kenaikan muka air laut dan potensi yang ditimbulkan. Metode yang digunakan adalah metode observasi, dengan mengamati pasang surut, gelombang, dan elevasi nya. Analisis data untuk pasang surut dan elevasi menggunakan analisis deskriptif, dan gelombang menggunakan analisis polynomial. Hasil dari penelitian ini adalah nilai rata-rata muka air sampai nilai ekstrim muka air laut yaitu 0.65834 m pada tahun 2025 dan tahun 2030. Kenaikan muka air laut ini berpotensi terhadap beberapa desa Martasinga, Banjarsari, Slarang, Tambakreja, Tegal katilayu, Jetis, Widarapayung Kulon, Welahan Wetan, Glempang pasir, Cilacap, Bunton, Karang Pakis, Karang Benda.Sea level rise can caused the inundation of sea water in an area that adjacent to the coast and could caused the disruption of land that used by local community activities. The purpose of this study was to find out how the sea level rise and the potential of it. The method that used was the observation method, by observed the tides, waves, and elevation. Data analysis for tides and elevation used descriptive analysis, and for waves used polynomial analysis. The results of this study were the average value of the water level to the value of the sea level extreme was 0.65834 m in 2025 and 2030. Sea level rise was affected some villages such as Martasinga, Banjarsari, Slarang, Tambakreja, Tegal katilayu, Jetis, Widarapayung Kulon, Welahan Wetan, Glempang pasir, Cilacap, Bunton, Karang Pakis, Karang Benda.
1752020583C1K013021Antecedents And Consequences Of Employee Engagement (Sample On Generation Y Hospitality Employees)Penelitian ini merupakan studi tentang anteseden dan konsekuensi dari
employee engagement yang difokuskan kepada sampel yang merupakan generasi
Y. Penelitian ini dilakukan pada pegawai operasional yang bekerja pada bidang
perhotelan. Penelitian ini dilakukan di lima hotel berbeda di keresidenan
Banyumas yaitu di Hotel Santika Purwokerto, Java Heritage Hotel, Meotel
Purwokerto, Queen Garden Hotel, dan Atrium Resort & Hotel. Penelitian ini
mengambil judul: “Anteseden dan konsekuensi dari employee engagement
(sampel pada pegawai perhotelan generasi Y )”.
Penelitian ini merupakan penelitian bermodel asosiatif yang
menginvestigasi hubungan kausal dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam
penelitian ini adalah seluruh pegawai hotel yang bekerja pada lima hotel tersebut.
Jumlah responden yang diambil dalam penelitian ini adalah 130 responden. dan
menggunakan kuisioner untuk mengambil data. Responden dari penelitian ini
adalah para pekerja yang bekerja di bagian operasional yang mempunyai
pekerjaan untuk melayani pengunjung hotel secara langsung. Purposive sampling
method digunakan dalam penentuan responden.
Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data dengan menggunakan
analisis regresi berganda dan analisis regresi sederhana menunjukkan bahwa: (1)
Perceived Organizational Support berpengaruh positif Employee Engagement,
(2) Organizational Justice berpengaruh positif terhadap Employee Engagement,
(3) Employee Engagement berpengaruh positif terhadap Job Satisfaction, (4)
Employee Engagement berpengaruh positif terhadap Job Performance.
Kata kunci: Employee engagement, Perceived Organizational Support,
Organizational Justice, Job Satisfaction, Job Performance,
Generation Y.
This research is a study of the antecedents and consequences of employee
engagement that is focused on the sample which is a generation Y. This study was
conducted on operational employees working in the field of hospitality. The
research was conducted in five different hotels in Banyumas residency namely at
Hotel Santika Purwokerto, Java Heritage Hotel, Meotel Purwokerto, Queen
Garden Hotel, and Atrium Resort & Hotel. This study takes the title: "Antecedents
and consequences of employee engagement (sample on generation Y hospitality
employees)".
This research is an associative modeled study that investigates the causal
relationship with quantitative approach. The population in this study is all hotel
employees who work on five hotels listed. The number of respondents taken in
this research is 130 respondents. and using questionnaires to obtained the data.
Respondents from this study are workers who work in the operational section who
have jobs to serve hotel visitors directly. Purposive sampling method is used in
the determination of respondents.
Based on the results of research and data analysis using multiple
regression analysis and simple regression analysis showed that: (1) Perceived
Organizational Support has a positive effect on Employee Engagement, (2)
Organizational Justice has a positive effect on Employee Engagement, (3)
Employee Engagement has a positive effect on Job Satisfaction , (4) Employee
Engagement has a positive effect on Job Performance.