Artikelilmiahs

Menampilkan 17.541-17.560 dari 50.030 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
1754120597F1A013099Mahasiswa dan Sampah
(Studi Tentang Perilaku Menyampah Mahasiswa Indekos di Kelurahan Grendeng, Purwokerto Utara)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku mahasiswa indekos di Kelurahan Grendeng Purwokerto dalam membuang sampah. Sasaran utama dalam penelitian ini adalah mahasiswa yang indekos tanpa induk semang. Mahasiswa berpandangan sampah merupakan sisa dari adanya aktivitas manusia yang sudah tidak bisa dipakai lagi, kotor, menjijikan dan dapat mencemari lingkungan. Namun ada yang berpandangan bahwa sampah dapat dimanfaatkan dan dikelola secara bijak seperti menggunakan prinsip 3R (mengurangi, menggunakan kembali, dan mendaur ulang), serta membuang sampah antara organik dan anorganik itu harus dipisah. Perilaku mahasiswa dalam membuang sampah berbeda-beda. Perilaku tersebut dapat dilihat dari cara mahasiswa membuang sampah, seperti membuang sampah tidak pada tempatnya, di depan pintu kamar kos, sampah ditumpuk sembarangan menunggu petugas sampah yang membersihkan dan membuang sampah di sungai-sungai sekitar. Selain itu, ada juga mahasiswa yang membuang sampah pada tempatnya. Sampah dikumpulkan di tempat sampah di dalam kamar, kemudian dibuang ke tempat sampah di depan kos. Sebelum sampah tersebut dibuang ada pemilahan sampah terlebih dahulu, namun kebanyakan mahasiswa tidak melakukan pemilahan. Biasanya sampah langsung dicampur dan dibuang.

Research aims to understand students lodger behavior in Kelurahan Grendeng Purwokerto in throwing garbage. The main target in this research was students who lodger without parent. Students views garbage was the remainder of the human activity that cannot used again, dirty, disgusting, and can pollute environment. But some views that garbage can be used and Managed in a wise as using the principle of 3R (reduce, reusing , and recycle), and disposing of garbage between organic and inorganic waste should be split. Students behavior in throw of garbage is different. The behavior can be seen from the way students throw garbage, such as throwing garbage out of place, in front of the bedroom door boarding, garbage stacked carelessly waiting for the officer garbage clan and disposing of garbage un the rivers about. In addition, there are also students who throw the garbage in place. Trash is collected in the trash in the room, then thrown into the trash in front of boarding. Before the trash disposed is garbage sorting first, but most students not doing sorting. Usually garbage directly mixed and disposed.
1754220600A1C113036 ANALISIS PRODUKTIVITAS BENIH PADI DENGAN MENGGUNAKAN METODE AMERICAN PRODUCTIVITY CENTER
(Studi Kasus : PT. Sang Hyang Seri Regional II Banyumas Kabupaten Banyumas Jawa Tengah)
PT. Sang Hyang Seri Regional II Banyumas yaitu salah satu cabang perusahaan benih yang merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan kantor pusat berada di Jakarta. Sebagai sebuah unit perusahaan, maka perlu menganalisis produktivitas agar dapat bertahan dalam persaingan bisnis di dunia industri benih. Tujuan penelitian ini adalah 1. Menganalisis indeks produktivitas berdasarkan harga konstan di PT. Sang Hyang Seri (Persero) Regional II Banyumas. 2. Menganalisis indeks profitabilitas berdasarkan harga berlaku di PT. Sang Hyang Seri (Persero) Regional II Banyumas. 3. Menganalisis indeks perbaikan harga di PT. Sang Hyang Seri (Persero) Regional II Banyumas. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 1 Juni sampai 13 Juni 2017. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus. Pengambilan data menggunakan teknik wawancara, observasi, dan studi pustaka. Metode analisis data menggunakan metode American Productivity Center, agar perusahaan mengetahui produktivitas dan hubungan secara langsung antara profitabilitas dan perbaikan harga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indeks produktivitas tahun 2014 menurun 4,76% disebabkan penurunan indeks produktivitas tenaga kerja, energi, dan modal. Tahun 2015 menurun 59,97%, penyebabnya terjadi penurunan atas semua indeks produktivitas input parsial (tenaga kerja, material, energi, dan modal). Tahun 2016 menurun 4,53% disebabkan penurunan indeks produktivitas tenaga kerja, energi, dan modal. Indeks profitabilitas menunjukkan adanya penurunan profitabilitas input total tahun 2014 sebesar 8,13%, tahun 2015 menurun sebesar 59,91%, tahun 2016 menurun sebesar 8,81%. Indeks perbaikan dari harga input total tahun 2014 sebesar 0,96, tahun 2015 sebesar 1,00, tahun 2016 sebesar 0,96.PT. Sang Hyang Seri Regional II Banyumas is a branch of a seed company which is a State Owned Enterprise (BUMN) and its head office is located in Jakarta. As a company unit, it is necessary to analyze productivity in order to survive in the business competition in the seed industry. The purpose of this study is 1. Analyze the productivity index based on constant prices at PT. Sang Hyang Seri (Persero) Regional II Banyumas. 2. Analyze the profitability index based on current prices in PT. Sang Hyang Seri (Persero) Regional II Banyumas. 3. Analyze the price improvement index at PT. Sang Hyang Seri (Persero) Regional II Banyumas. This research was conducted on June 1 to June 13, 2017. The research method used is case study. Data collection using interview technique, observation, and literature study. Methods of data analysis using the American Productivity Center method, so that companies know the productivity and direct relationship between profitability and price improvement. The results showed that the productivity index in 2014 decreased is 4,76% due to decreased labor, energy, and capital. The year 2015 decreased is 59,97%, the cause of the decline of all input productivity (labor, material, energy, and capital). Year 2016 decreased is 4,53% due to decreased labor, energy, and capital. Profitability index shows a decrease in total profitability of 2014 total is 8,13%, in 2015 decreased is 59,91%, in 2016 decreased is 8,81%. Improvement index of total input prices in 2014 is 0,96, 2015 is 1,00, 2016 is 0,96.
1754320601F1B112050INOVASI PELAYANAN PUBLIK MELALUI PROGRAM MATAHARI UNTUK KAUM PAPA DI KABUPATEN PURBALINGGAPemerintah Kabupaten Purbalingga pada tahun 2010 membuat suatu inovasi pelayanan publik dengan judul Matahari Untuk Kaum Papa dalam rangka mewujudkan pelayanan publik yang baik di bidang pendidikan. Tujuan jangka panjang dari Matahari Untuk Kaum Papa adalah mengentaskan kemiskinan di Purbalingga. Bentuk terobosan dari inovasi Matahari Untuk Kaum Papa yaitu pendirian SMK Negeri 3 Purbalingga. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menggambarkan inovasi pelayanan publik melalui program Matahari Untuk Kaum Papa di Kabupaten Purbalingga.
Lokasi penelitian di Kabupaten Purbalingga, khususnya di SMK Negeri 3 Purbalingga. Sasaran penelitian ini diantaranya adalah peserta didik SMK Negeri 3 Purbalingga, orang tua peserta didik SMK Negeri 3 Purbalingga, Sekretariat Daerah Kabupaten Purbalingga, Unit Pelaksana Teknis Daerah SMK Negeri 3 Purbalingga. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif. Teknik pemilihan informan dilakukan dengan teknik Purposive Sampling dan Snowball Sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Validitas data diuji dengan teknik triangulasi. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan inovasi Matahari Untuk Kaum Papa berdasarkan teori Rogers karakteristik inovasi, yaitu keuntungan relatif, kompatibilitas, kompleksitas, triabilitas, dan observabilitas berjalan dengan baik serta telah sesuai dengan ke lima aspek tersebut. Akan tetapi pada aspek kompleksitas ada beberapa kendala yang menjadi hambatan yaitu adanya ketidaklancaran proses pencairan dana dan adanya perubahan kebijakan pengalihan pengelolaan sekolah menengah oleh pemerintah pusat. Hal tersebut mempengaruhi pelaksanaan teknis di SMK Negeri 3 Purbalingga dan tujuan jangka panjang inovasi Matahari Untuk Kaum Papa yang pada awalnya untuk mengentaskan kemiskinan di Kabupaten Purbalingga.
The Government Purbalingga Regency in 2010 made an innovation of public service called Matahari Untuk Kaum Papa In order to realize a good public service in the field of education. The long-term goal of Matahari Untuk Kaum Papa is to alleviate poverty in Purbalingga. Breakthrough of innovation Matahari Untuk Kaum Papa that is the establishment of SMK Negeri 3 Purbalingga. The purpose of this research is to know and describe the innovation of public service through program of Matahari Untuk Kaum Papa in Purbalingga Regency.
Research locations in Purbalingga, especially in SMK Negeri 3 Purbalingga. Which the target are students of SMK Negeri 3 Purbalingga, parents of student SMK Negeri 3 Purbalingga, Regional Secretariat of Purbalingga Regency, and Technical Implementation Unit of SMK Negeri 3 Purbalingga. The research method used is qualitative descriptive study. The selection of informants is done using purposive sampling technique. The collection of data using interviews, observation, and documentation. The validity of the data is tested with the triangulation technique. Methods of analysis used are interactive model of Miles, Huberman, dan Saldana.
The results of research showed that the overall innovation of Matahari Untuk Kaum Papa based on Rogers theory of innovation characteristics, that is relative advantage, compatibility, complexity, triability, and observability goes well and has been in accordance with the five aspects. However, in the aspect of complexity there are several obstacles that become obstacles that is the lack of fluid disbursement process funds and a policy change about redirect of high school management by the central government. Those things influences the technical implementation in SMK Negeri 3 Purbalingga and the long-term goal of Matahari Untuk Kaum Papa which in originally to alleviate poverty in Purbalingga.
1754420602A1L013076PERENCANAAN PERTANIAN KONSERVASI DI KECAMATAN PUNGGELAN KABUPATEN BANJARNEGARA MENUJU PERTANIAN BERKELANJUTAN
Indonesia merupakan negara beriklim topis dengan curah hujan yang tinggi. Curah hujan di Kecamatan Punggelan Kabupaten Banjarnegara berkisar antara 3.000-5.000 mm/tahun, sehingga erosi yang terjadi cukup besar. Penelitian bertujuan untuk mengetahui besarnya tingkat bahaya erosi dan merencanakan pertanian konservasi di Kecamatan Punggelan Kabupaten Banjarnegara.
Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Punggelan Kabupaten Banjarnegara pada bulan Maret sampai Mei 2017. Metode yang digunakan adalah metode survei dengan dasar penentuan sampel tanah adalah peta Satuan Lahan Homogen (SLH). Sampel tanah diambil dengan metode purposive sample. Perhitungan prediksi erosi dengan persamaan USLE (Universal Soil Loss Equation). Variabel yang diamati yaitu erosivitas hujan, erodibilitas tanah, panjang dan kemiringan lereng, pengelolaan tanaman, dan tindakan konservasi tanah.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa prediksi erosi terendah sebesar 173,58 ton/ha/tahun pada SLH GruIIa, sementara prediksi erosi tertinggi pada unit lahan PMKVc sebesar 3332,78 ton/ha/tahun. Arahan perencanaan pertanian yang dianjurkan adalah budidaya tanaman dengan perbaikan konstruksi teras, penanaman rumput Brachiaria decumbens dan pergiliran tanaman berurutan disertai penutupan tanah dengan sisa tanaman.

Kata kunci : USLE, prediksi erosi, konservasi
Indonesia is a topical climate country with high rainfall. Rainfall in District Punggelan Banjarnegara District ranges from 3.000-5.000 mm/year, so that the erosion is quite large. The aim of this research is to know the level of erosion hazard and to plan conservation farming in Punggelan Sub-district, Banjarnegara District.
The research was conducted in Punggelan Sub-district of Banjarnegara District from March to May 2017. The method used was survey method based on the determination of soil samples as homogenous land unit. The soil sample was taken by purposive sample method. Calculation of erosion prediction with USLE equation (Universal Soil Loss Equation). The observed variables are rain erosivity, soil erodibility, slope length and slope, crop management, and soil conservation measures.
The results showed that the lowest erosion prediction was 173,58 ton/ha/year in SLH GruIIa, while the highest erosion prediction on the unit of PMKVc land was 3332,78 ton/ha/year. The suggested agricultural planning directions are cultivation of crops with the improvement of the terrace construction, the planting of Brachiaria decumbens grass and the sequential cultivation of plants along with the closing of the soil with the rest of the plant.

Keywords: USLE, prediction of erossion, conservation
1754520603D1B015001KOMPOSISI BOTANI DAN KADAR BAHAN KERING HIJAUAN RERUMPUTAN YANG TERDAPAT DI LAPANGAN RUMPUT DI PERKANTORAN KOTA PURWOKERTOPenelitian ini berjudul “Komposisi Botani Dan Kadar Bahan Kering Hijauan Rerumputan Yang Terdapat Di Lapangan Rumput Di Perkantoran Kota Purwokerto”, bertujuan mendapatkan jumlah komposisi botani dan kadar bahan kering di halaman kantor kota purwokerto. Penelitian dilaksanakan bulan agustus 2017 hingga September 2017, menggunakan metode survey dan penetapan sampel menggunakan metope Purposive sampling. Variable berupa komposisi botani dan kadar bahan kering. Hasil menunjukkan bahwa halaman perkantoran di wilayah kota purwokerto menghasilkan komposisi botani yang beragam yaitu Rumput paitan (Axonopus Compressus), Rumput Teki (Cyperus rotundus), dan rumput Teki Rawa (Kylinga monosepala). kadar bahan kering di halaman perkantoran kota purwokerto memiliki rata-rata 24,72%. Rumput dihalaman perkantotan kota Purwokerto memiliki hijauan segar dimanfaatkan untuk memperindah halaman kantor dan dapat memiliki potensi menyyumbang hijauan pakan untuk ternak besar dan kecil. This research was about “ Botanical composition and the content of dry matter of forage grass on the ground field in the purwokerto city office”, aimed to obtain the amount of botanical composition and dry matter content in the purwokerto city office yard. This research started from August 2017 until September 2017, using survey method and the determination of sample was Purposive sampling method.The variables in were in the form of botanical composition and dry matter content. The results showed that the office yard in the purwokerto city produced a diverse botanical compositions that were paitan grass (Axonopus Compressus), Teki Grass (Cyperus rotundus), and Teki Rawa grass (Kylinga monosepala). Dry matter content in the office yard in the purwokerto city had an average of 24.72%. The grass in Purwokerto city office had fresh forages that could be used to beautify the office yard and had the potential to donate forage for large and small livestocks.
1754620604H1H013015PENAMBAHAN PROBIOTIK Bacillus subtilis PADA PAKAN PELLET DENGAN KONSENTRASI BERBEDA UNTUK PERTUMBUHAN DAN SINTASAN NENER BANDENG (Chanos chanos Forskal).

Penambahan probiotik Bacillus subtilis pada pakan pellet dengan konsentrasi berbeda untuk pertumbuhan dan sintasan nener bandeng, bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan probiotik Bacillus subtilis dan konsentrasi yang tepat pada pakan pellet. Metode penelitian menggunakan metode eksperimental menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan. Perlakuan menggunakan bakteri Bacillus subtilis yang disemprot pada pakan yaitu : (P0) tanpa penambahan probiotik (P1) 10 ml/kg pakan, (P2) 20 ml/kg pakan, (P3) 20 ml/kg pakan, variabel yang diamati yaitu pertumbuhan dan sintasan. Hasil analisis menunjukan bahwa Penambahan konsentarasi probiotik Bacillus subtilis memberikan pengaruh yang lebih baik yaitu pada perlakuan (P1) 10 ml/kg pakan terhadap pertumbuhan mutlak berat dan panjang, laju pertumbuhan harian berat dan panjang, laju pertumbuhan spesifik berat dan panjang dan sintasan nener bandeng sehingga konsentrasi yang tepat untuk nener bandeng yaitu sekitar 10 ml/kg pakan. Pertumbuhan mutlak berkisar 0,435-0,759 g dan 1.550-1.850 cm, laju pertumbuhan harian berkisar 0,010-0,011 g/hari dan 0,034-0,041 cm/hari, laju pertumbuhan spesifik berkisar 2,212-3,336 %/hari dan 0.902-1,129 %/hari dan sintasan berkisar 5,00 -10,83 %. Parameter kualitas air yaitu suhu berkisar antara 24-27 oC, pH dengan nilai 6, oksigen terlarut berkisar 4,6-6,4 mg/l dan nilai salinitas 20 ppt.The addition of Bacillus subtilis probiotics to pellet feed with different concentrations for growth and survival rate, aims to determine the effect of probiotic addition of Bacillus subtilis and proper concentration on pellet feed. The experimental method used a complete randomized design (CRD) with 4 treatments and 3 replications. Treatment using Bacillus subtilis bacteria which sprayed on feed that is: (P0) without addition of probiotic (P1) 10 ml / kg of feed, (P2) 20 ml / kg of feed, (P3) 20 ml / kg feed, observed variables are growth and survival rate. The result of the analysis showed that the addition of probiotic consentation of Bacillus subtilis gave a better influence on the treatment (P1) 10 ml / kg of feed on the absolute growth of weight and length, daily growth rate of weight and length, growth rate of specific weight and length and survival rate so that the concentration the right for milkfish nener is about 10 ml / kg of feed.. The absolute growth ranges from 0.435-0.759 g and 1,550-1,850 cm, the daily growth rate ranges from 0.010-0.011 g / day and 0.034-0.041 cm / day, the specific growth rate is 2.212-3.336% / day and 0.902-1.129% / day and survival rate ranging from 5.00 to 10.83%. Parameters of water quality ie temperature range from 24-27 oC, pH with value 6, dissolved oxygen ranged from 4.6 to 6.4 mg / l and salinity value 20 ppt.
1754720605A1M013041AKTIVITAS ANTIOKSIDAN SERTA SIFAT KIMIA DAN FISIKOKIMIA EDIBLE COATING DARI FORMULA CMC – GLISEROL - BATANG DAN DAUN KECOMBRANG (Nicolaia speciosa)Edible coating merupakan salah satu metode pengawetan makanan yang saat ini banyak digunakan. Edible coating dapat ditambah tanaman kecombrang untuk meningkatkan nilai fungsionalitasnya. Tanaman kecombrang terbukti memilki aktivitas antioksidan dan total fenolik yang berfungsi untuk menghambat kerusakan bahan pangan. Tujuan dari penelitian ini adalah: 1) mengetahui pengaruh bagian tanaman kecombrang, bentuk awetan kecombrang, serta konsentrasi awetan kecombrang yang ditambahkan pada edible coating terhadap sifat antioksidan, total fenolik, pH, intensitas warna, kecerahan dan viskositas edible coating, 2) mengetahui pengaruh interaksi perlakuan variasi bagian tanaman kecombrang (batang dan daun), bentuk awetan kecombrang (bubuk dan konsentrat), dan konsentrasi bentuk awetan kecombrang edible coating. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL). Faktor yang diteliti adalah bentuk awetan kecombrang A1: bubuk; A2: konsentrat, bagian tanaman kecombrang B1: batang; B2: daun, dan konsentrasi awetan kecombrang K1: 2%; K2: 3%; K3:4% diperoleh 12 unit perlakuan dengan pengulangan sebanyak 3 kali dengan ditambah 1 unit kontrol A0B0K0 untuk setiap ulangan sehingga terdapat 39 unit percobaan. Variabel yang diamati pada penelitian ini adalah aktivitas antioksidan, total fenolik, pH, intensitas warna, kecerahan, viskositas, dan rendemen. Hasil penelitian terbaik ditunjukkan oleh A2B2K3 (konsentrat daun kecombrang dengan konsentrasi 4%) yaitu 117% untuk aktivitas antioksidan, 1,863 mg/g untuk total fenolik. Edible coating is one of the most widely used food preservation methods. Edible coating can be added to the plant kecombrang to increase the value of its functionality. Leaf plants proved to have antioxidant activity and total phenolics that serves to inhibit the destruction of food. The purpose of this research are: 1) to know the effect of the plant part of kecombrang, the shape of the preserved kecombrang, and the concentration of the preserved kecombrang added to the edible coating on the antioxidant properties, total phenolics, pH, color intensity, brightness and viscosity of edible coating; treatment of the variation of the plant parts of the leaves (stems and leaves), the shape of the preserved kecombrang (powder and concentrate), and the concentration of the edible coating form of edible coating. The experimental design used was Completely Randomized Design (RAL). The observed factor is the austained form of A1: powder; A2: concentrate, part of blight plant B1: stem; B2: leaves, and concentration of preserved kecombrang K1: 2%; K2: 3%; K3: 4% obtained 12 treatment units with 3 repetitions with 1 A0B0K0 control unit for each replication so that there are 39 experimental units. The variables observed in this study were antioxidant activity, total phenolic, pH, color intensity, brightness, viscosity, and yield. The best results were shown by A2B2K3 (concentration of 4% leaf kecombrang) ie 117% for antioxidant activity, 1,863 mg / g for total phenolic.
1754821498E1A014217KESADARAN HUKUM TENAGA KEFARMASIAN TERHADAP STANDAR PELAYANAN KEFARMASIAN DI APOTEK (STUDI PADA APOTEK DI KOTA PURWOKERTO)Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesadaran hukum tenaga kefarmasian terhadap standar pelayanan kefarmasian di Apotek dan faktor apa saja yang mempengaruhi kesadaran hukum tenaga kefarmasian di Apotek yang berada di kota Purwokerto.
Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan yuridis sosiologis dengan spesifikasi penelitian deskriptif. Penelitian ini mengambil lokasi di Apotek yang berada di kota Purwokerto dengan jumlah responden sebanyak 20 tenaga kefarmasian di Apotek yang berada di kota Purwokerto. Metode pengambilan sampel ini menggunakan metode simple random sampling. Jenis dan sumber data dalam penelitian ini meliputi data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dengan melakukan penelitian di lapangan. Pengumpulan data diperoleh melalui penyebaran angket/kuisioner. Data sekunder diperoleh dari penelitian kepustakaan, dengan melakukan kajian pustaka. Data yang telah diperoleh disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi dan tabel silang.
Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh kesimpulan bahwa kesadaran hukum tenaga kefarmasian yang berada di kota Purwokerto terhadap standar pelayanan kefarmasian di Apotek adalah tinggi. Hal ini dibuktikan dengan tingginya pengetahuan hukum, pemahaman hukum, sikap hukum, dan pola perilaku hukum tenaga kefarmasian terhadap standar pelayanan kefarmasian di Apotek. Selain itu diperoleh pula faktor yang memengaruhi kesadaran hukum tenaga kefarmasian terhadap standar pelayanan kefarmasian di Apotek yaitu faktor hukum, penegak hukum, sarana atau fasilitas pendukung/pendidikan, masyarakat dan kebudayaan.
This research aims to determine the legal awareness of pharmaceutical worker to standard of pharmaceutical services in pharmacies and any factors that affect the legal awareness of pharmaceutical workers in pharmacies located in the city of Purwokerto.
In this research, the writer uses quantitative research method with sociological juridical approach with descriptive research specification. This research took place in pharmacy located in Purwokerto city with the number of respondents as many as 20 pharmaceutical workers in pharmacy where located in Purwokerto city. This sampling method using simple random sampling method. Types and sources of data in this study include primary data and secondary data. Primary data obtained by doing research in the field. Data collection was obtained through questionnaires / questionnaires. Secondary data obtained from library research, by doing literature review. The data has been obtained presented in the form of frequency distribution table and cross table.
Based on the result of the research, it can be concluded that the legal awareness of pharmaceutical workers in Purwokerto city towards standard of pharmaceutical services in pharmacies is high. This is evidenced by the high level of legal knowledge, legal understanding, legal attitude, and the pattern of legal behavior of pharmaceutical worker to the standard of pharmaceutical service in pharmacies. In addition, there are also factors that influence the legal awareness of pharmaceutical worker to standard of pharmaceutical services in pharmacies, namely legal factors, law enforcers, supporting facilities / education, society and culture.
1754921986G1D014023PERBEDAAN TINGKAT KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS
LANSIA GRANDPARENTING DAN NON-GRANDPARENTING DI
DESA WIRADADI KECAMATAN SOKARAJA KABUPATEN
BANYUMAS
Latar Belakang: Grandparenting menjadi salah satu fenomena yang banyak ditemui di masyarakat. Kegiatan grandparenting menimbulkan dampak positif bagi lansia seperti memberikan kebermaknaan hidup yang baik di masa tua. Sementara itu, terdapat pula dampak negatif seperti berkurangnya waktu untuk melakukan kegiatan yang diinginkan.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan tingkat kesejahteraan psikologis lansia grandparenting dan non-grandparenting di Desa Wiradadi Kecamatan Sokaraja Kabupaten Banyumas
Metode: Penelitian ini menggunakan desain komparatif dan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan quota sampling dengan total jumlah 60 responden (30 lansia grandparenting dan 30 lansia non-grandparenting). Pengukuran tingkat kesejahteraan psikologis menggunakan Psychological Well-Being Scale (PWBS). Data dianalisis menggunakan uji Mann Whitney.
Hasil: Median skor kesejahteraan psikologis pada lansia grandparenting adalah 88, sedangkan non-grandparenting adalah 85. Hasil uji statistik Mann Whitney menunjukkan nilai p value 0,006 (α<0,05).
Kesimpulan: Terdapat perbedaan tingkat kesejahteraan psikologis yang bermakna antara lansia grandparenting dan non-grandparenting di Desa Wiradadi Kecamatan Sokaraja Kabupaten Banyumas.
Background: Grandparenting is one of many phenomenon among the society. Grandparenting has a positive effect on the elderly such as give a better life-meaning. However, it could give a negative impact for elderly such as lack of time to do their desire an activity.
Objective: This research aims to know the difference of psychological well-being level of grandparenting elderly and non-grandparenting in Wiradadi Village, Sokaraja Sub-district, Banyumas District.
Methods: This is a cross sectional with comparative design. This study used 60 respondents (30 grandparenting elderly and 30 non-grandparenting elderly). Psychological well-being was used to measure Psychological Well-Being Scale (PWBS). Data was analyzed using Mann Whitney test.
Results: Median score of psychological well-being in grandparenting elderly is 88, while non-grandparenting is 85. Mann Whitney statistical test showed p value = 0,006 (α<0,05).
Conclusion: There is a significant psychological well-being difference between elderly who assume grandparenting role and those who does not in Wiradadi Village Sokaraja Sub-district, Banyumas District.
1755021506C1L014014The Impact of IFRS 13 Convergence (PSAK 68) and Financial Distress towards Delay Submission of Financial Statement of Mining Companies in Indonesia Stock Exchange Penyampaian laporan keuangan merupakan kewajiban perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia untuk menyampaikan laporan keuangan berkala. Permintaan pengajuan laporan keuangan kepada masyarakat di Indonesia telah diatur dalam UU No. 8 tahun 1995 tentang Pasar Modal, dinyatakan bahwa perusahaan publik wajib menyampaikan laporan keuangan berkala dan laporan insidental lainnya kepada Bapepam yang telah diubah pada tahun 2011 ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dengan adanya peraturan tersebut, dapat disimpulkan bahwa pembuat aturan (regulator) cukup serius dalam menanggapi kasus keterlambatan dalam penyampaian laporan keuangan di pasar modal. Ada beberapa faktor yang memengaruhi keterlambatan penyampaian laporan keuangan perusahaan, antara lain IFRS (International Financial Reporting Standards), financial distress, ukuran perusahaan, umur perusahaan, dan ukuran Kantor Akuntan Publik. Salah satu faktor yang cukup menonjol adalah penerapan IFRS yang masih baru di Indonesia.

Namun nyatanya, masih banyak fenomena dimana perusahaan terlambat menyampaikan laporan keuangannya. Ada beberapa faktor yang menyebabkan keterlambatan penyampaian laporan keuangan perusahaan, antara lain IFRS (International Financial Reporting Standards), financial distress, ukuran perusahaan, umur perusahaan, dan ukuran Kantor Akuntan Publik. Salah satu faktor yang cukup menonjol adalah penerapan IFRS yang masih baru di Indonesia.

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh IFRS 13 yang konvergen pada PSAK 68 dan financial distress terhadap keterlambatan penyampaian laporan keuangan pada perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2013-2016. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan data sekunder yang berasal dari laporan keuangan perusahaan. Populasi dalam penelitian ini adalah 32 perusahaan tambang. Teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi logistik.

Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa financial distress memiliki pengaruh yang positif terhadap keterlambatan penyampaian laporan keuangan, sedangkan IFRS 13 yang konvergen pada PSAK 68 tidak memiliki pengaruh pada keterlambatan penyampaian laporan keuangan.
Submission of financial statement is an obligation for companies listed on the Indonesia Stock Exchange to submit periodic financial reports. The demand for submission in the presentation of financial statements to the public in Indonesia has been regulated in Law no. 8 of 1995 concerning Capital Market, it is stated that public companies are required to submit periodic financial reports and other incidental reports to Bapepam which have been amended in 2011 to the Financial Services Authority (OJK). With these regulations, it can conclude that the regulators are quite serious in addressing cases of delay in the submission of financial statements in the capital market. But in fact, there are still many phenomena where the company is delay in submitting its financial statements. There are several factors that cause delays in the submission of financial statements, including IFRS (International Financial Reporting Standards), financial distress, firm size, company age, and size of Public Accounting Firm. One of the most prominent factors is the recent adoption of IFRS in Indonesia.

This research aims to examine the effect of convergent IFRS 13 on PSAK 68 and financial distress on the delay in submitting financial statements to mining companies listed on the Indonesia Stock Exchange in 2013-2016. This research is a quantitative research with secondary data derived from the company's financial statements. The population in this study were 32 mining companies. Sampling technique with purposive sampling. Data analysis technique used is logistic regression analysis.

The results of this research indicate that financial distress has a positive influence on the delay in the submission of financial statements, while the convergence of IFRS 13 on PSAK 68 has no effect on the delay in the submission of financial statements.
1755120607H1L013008SMARTHOUSE BERBASIS WEBKonsep rumah pintar dibuat untuk memudahkan pemilik rumah dalam melakukan berbagai aktivitasnya didalam rumah. Baik dari segi kenyamanan maupun keamanan. Hal tersebut bertujuan agar pemilik rumah tidak lagi perlu mengecek kondisi rumah ketika ditinggal dengan cara memeriksa pulang kerumah. Untuk biaya dalam pembuatan sistem ini dalam skala rumah sebenarnya terbilang lumayan membutuhkan banyak dana. Namun dalam penelitian ini yang hanya skala miniatur atau dalam kata lain prototipe, biaya yang dibutuhkan dalam hal operasional maupun bahan pembuatannya bisa dibilang lebih murah dari ukuran untuk rumah asli. Metode yang di gunakan dalam pembuatan sistem ini adalah waterfall, yaitu suatu metode dimana tahapan dalam membuat suatu sistem tersebut dilakukan secara berurutan. Sistem dalam penelitian ini pun memiliki beberapa fitur atau fungsi yang memudahkan pengelolaan rumah berupa mengatur suhu udara, mengatur nyala matinya lampu, mengatur terbuka atau tertutupnya pagar rumah, mengatur jemuran yang akan bergerak kebagian dalam ketika hujan turun, dan mengetahui gerakan yang terjadi di sekitar halaman depan yang ditandai dengan berbunyinya sirine peringatan. Semua sistem tersebut terhubung ke internet melalui website sebagai media kontrol dan monitor, sehingga pemilik rumah dapat mengetahui kondisi rumahnya.
Kata Kunci: SmartHouse, Website, Prototipe
Smarthouse concept has been arranged to ease the house owner to do all variation activities in their house. Both of comfort and security. The aim is in order to the house owner do not need to check their home condition. Especially when they go to somewhere, they donn’t need to check it directly. In arranging this system for home scale, actually it needs much more enough cost. But in this research is only for miniature scale or in other word is prototipe. Thus, the cost is cheeper than arranging for the real home scale. The method used in making this system is waterfall, which is a method where the steps in making a system are done in sequence. Furthermore, there are some functions in order to easee the house management. As like set temperature, turn on or turn off the lamp, open or closed the gate. Adjust the clothesline that would be move to the inside when rain could be come, and knowing the movement that would be occur arround the front yard signing by siren sound. All the systems are connected to internet through website as control and monitoring media, so that the house owner could be know the home condition.
Keywords : Smarthouse, Website, Prototipe
1755220608C1F015016PENGARUH KOMPETENSI, PENGALAMAN, INDEPENDENSI DAN SKEPTISME PROFESIONAL AUDITOR TERHADAP KEMAMPUAN AUDITOR MENDETEKSI FRAUD
(Studi pada perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan Provinsi Jawa Tengah)
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh kompetensi, pengalaman, independensi dan skeptisme profesional terhadap kemampuan auditor mendeteksi fraud. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode analisis data primer. Model yang digunakan untuk penelitian ini adalah analisis regresi berganda dan diuji dengan menggunakan uji kualitas data, uji asumsi klasik, dan uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi dan independensi berpengaruh secara positif terhadap kemampuan auditor mendeteksi fraud. Sedangkan pengalaman dan skeptisme professional tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan auditor mendeteksi fraud.

This research aims to examine the influence of competence, experience, independence and professional skepticism on the auditor's ability to detect fraud. This type of research is quantitative research with primary data analysis method. This research uses multiple regression analysis model and tested by using test data quality, classical assumption test, and hypothesis test. The results showed that competence and independence positively affect the auditor's ability to detect fraud. Experience and professional skepticism have no significant effect on the auditor's ability to detect fraud.
1755320610A1C113005kajian finansial usaha pembuatan tahu di desa selanegara kecamatan kaligondang kabupaten purbalinggaUsaha pembuatan tahu di Desa Selanegara Kecamatan Kaligondang Kabupaten Purbalingga menghasilkan tahu kuning dan tahu goreng yang mempunyai ukuran berbeda-beda. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui profil pengrajin tahu kuning dan tahu goreng, 2) Menghitung harga pokok produksi, 3) Menghitung besarnya biaya total, penerimaan, keuntungan dan menghitung kombinasi ukuran tahu yang paling menguntungkan, 4) Menghitung batas kenaikan harga kedelai yang masih bisa ditolerir pada usaha pembuatan tahu kuning dan tahu goreng. Penelitian dilaksanakan mulai 1 April sampai 7 Mei 2017 di Desa Selanegara Kecamatan Kaligondang Kabupaten Purbalingga. Metode pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling, dengan pertimbangan pengrajin menghasilkan dua jenis tahu yaitu tahu kuning dan tahu goreng, penggunaan bahan baku diatas 50 kilogram per proses produksi dan diperoleh sampel sebanyak 4 orang pengrajin tahu. Analisis data meliputi: 1) analisis deskriptif, 2) harga pokok produk bersama, 3) analisis biaya, penerimaan, keuntungan, 4) analisis sensitivitas. Hasil penelitian menunjukkan profil pengrajin tahu kuning dan tahu goreng di Desa Selanegara adalah umur rata-rata pengrajin 45 tahun, memiliki jumlah anggota keluarga sebanyak 4 orang, rata-rata berpendidikan formal SD, dan mempunyai pengalaman pembuatan tahu selama 27,25 tahun. Rata-rata harga pokok produksi tahu kuning sebesar Rp197,00 per buah, sedangkan rata-rata harga pokok produksi tahu goreng sebesar Rp500,00 per buah. Rata-rata biaya total pembuatan tahu kuning dan tahu goreng pada Bulan April 2017 sebesar Rp22.239.815,00; penerimaan sebesar Rp26.364.387,00; dan keuntungan sebesar Rp4.124.572,00. Kombinasi ukuran tahu kuning dan tahu goreng yang paling menguntungkan adalah produk yang dihasilkan oleh pengrajin II yaitu produk B dengan ukuran 2,2 cm x 4,5 cm, produk F (ukuran 8,3 cm x 8,3 cm), dan produk G (ukuran 8,3 cm x 4,5 cm). Batas kenaikan harga kedelai tertinggi yang masih bisa ditolerir pada usaha pembuatan tahu kuning sebesar 48,57 persen, sedangkan pada usaha pembuatan tahu goreng sebesar 44,24 persen.Tofu making business in Selanegara Village Kaligondang District, Purbalingga Regency produces yellow tofu and fried tofu which have different size. This study aims to 1) know profile craftsman yellow tofu and fried tofu in Selanegara Village, 2) calculate the cost of production, 3) calculate the amount of cost, revenue, income and calculate the combination size of tofu which is the most profitable, 4) calculate the soybean price increase limits that can still be tolerated business yellow tofu and fried tofu. The data was collected from April 1 to May 7, 2017 in Selanegara Village Kaligondang District Purbalingga Regency. The sampling method was done by purposive sampling, with the consideration of the craftsmen to produce two types tofu which are yellow tofu and fried tofu, the use of raw material above 50 kilogram per production process and got the sample as much as 4 people tofu craftsmen. Data analysis includes: 1) descriptive analysis, 2) joint cost, 3) cost analysis, revenue, income, 4) Sensitivity analysis. The result of the research shows that the average age of the craftsman of 45 years, has 4 family members, the average is formal education primary school, and has experience of making tofu for 27,25 years. The average cost of tofu production yellow tofu is Rp197,00 per piece, while fried tofu is Rp500,00 per piece. The average total cost of making yellow tofu and fried tofu during April 2017 is Rp22.239.815,00; revenue is Rp26.364.387,00 and income is Rp4.124.572,00. The most profitable combination size yellow tofu and fried tofu is produced craftsman II, that is product B with size of 2,2 cm x 4,5 cm, product F (size 8,3 cm x 8,3 cm), and product G (size 8,3 cm x 4,5 cm). The highest limit of soybean price increase that can still be tolerated at yellow tofu making business is 48,57 percent, while the business of making fried tofu is 44,24 percent.
1755420609C1A013099ANALISIS PENGARUH UPAH MINIMUM, JUMLAH TINDAK PIDANA, TINGKAT SUKU BUNGA DAN PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO TERHADAP FOREIGN DIRECT INVESTMENT DI PULAU JAWAForeign Direct Investment (FDI) merupakan salah satu sumber pembiayaan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan. Selama 2006 hingga 2015, Jawa merupakan kontributor terbesar FDI di Indonesia. Akan tetapi, secara persentase tingkat pertumbuhan FDI di Jawa merupakan yang terendah di Indonesia dan kontribusi tersebut mengalami penurunan yang signifikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis upah minimum, jumlah tindak pidana, tingkat suku bunga riil dan produk domestik regional bruto (PDRB) terhadap FDI.
Penelitian ini menggunakan data panel enam provinsi di Jawa periode 2006 hingga 2015. Analisis dilakukan dengan metode regresi data panel pendekatan random effect model. Hasil analisis menunjukan bahwa secara bersama-sama upah minimum, jumlah tindak pidana, tingkat suku bunga riil, dan PDRB berpengaruh terhadap FDI. Secara parsial upah minimum, tingkat suku bunga riil, dan PDRB berpengaruh positif terhadap FDI sedangkan jumlah tindak pidana berpengaruh negatif terhadap FDI.
Implikasi dari penelitian ini adalah diperlukan upaya khusus yang melibatkan Pemerintah, BI, TNI dan POLRI serta para pelaku ekonomi lainnya untuk membangun dan menjaga iklim investasi dalam negeri supaya tetap kondusif sehingga FDI dapat terus dimanfaatkan untuk pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.
Foreign Direct Investment (FDI) is one sources of financing for sustainable economic development. During 2006 to 2015, Java is the largest contributor of FDI in Indonesia. However, as a percentage the growth rate of FDI in Java is the lowest growth rate of FDI in Indonesia and the contribution has decreased significantly. The purpose of this research is to analyze minimum wage, total criminal case, real interest rate and gross regional domestic product (GRDP) on FDI.
This research used panel data of six provinces in Java for the period 2006 to 2015. The analysis done by panel data regression method with random effect model approach. The results of the analysis indicate that minimum wage, total criminal case, real interest rate, and GRDP have an effect on FDI simultaneously. As hypothesized, the findings confirmed that minimum wage, real interest rate, and GRDP have positive influence whereas total criminal case has negative affect on FDI partially.
The implications of this research are special effort is required which involves the Government, BI, TNI, POLRI, and the other economic agents to build and maintain a domestic investment climate in order to remain conducive so FDI can continue to be utilized for sustainable economic development.
1755520611C1F015092FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI EFEKTIVITAS AUDIT INTERNAL PADA SEKTOR PUBLIK (STUDI PADA PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN SUMEDANG)
Penelitian ini merupakan studi kasus kuantitatif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi efektivitas audit internal pada sektor publik. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer berupa kuesioner kepada auditor internal dan manajemen pada Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang. Sampel dipilih dengan menggunakan purposive sampling. Dari hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa dukungan manajemen puncak dan hubungan dengan auditor eksternal berpengaruh positif terhadap efektivitas audit internal pada sektor publik. Sementara itu kompetensi auditor internal dan independensi unit audit internal tidak berpengaruh terhadap efektivitas audit internal.This study is a quantitative study. The aim of this research is to analyze factors affecting internal audit effectiveness in public sector. The data used in this research is primary data using questionnaires to internal auditors and management in Kabupaten Sumedang. The samples was chosen using purposive sampling method. The result of this research shows that top management support and relationship with external auditors have positive and significant effect on effectiveness of internal audit in public sector. While internal auditor competency and independency of internal audit unit do not have significant effect on internal audit effectiveness in public sector.
1755620612H1L013025RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI PENCETAKKAN SURAT KETERANGAN TIDAK MAMPU BERBASIS WEB DENGAN MENGGUNAKAN SMS GATEWAY (STUDI KASUS DINAS SOSIAL KABUPATEN PURBALINGGA)Dinas Sosial Kabupaten Purbalingga merupakan badan pemerintahan daerah yang bekerja dibidang sosial daerah purbalingga. Salah satu pelayanan yang diberikan oleh disnakertrans purbalingga adalah pembuatan surat keterangan tidak mampu. Penginputan data pemohon masih menggunakan kertas-kertas formulir dan belum sama sekali dikomputerisasi, dalam hal ini pemrosesan pembuatan surat keterangan tidak mampu ini sangat membutuhkan waktu dan tenaga yang cukup merepotkan. Hal tersebut masih kurang efektif maupun efisien karena dapat membutuhkan waktu yang banyak dalam satu kali pembuatan. Oleh karena itu dirancang sistem informasi yang dapat melakukan pencetakan dan mengolah data pemohon surat keterangan tidak mampu. Sistem informasi berbasis web ini juga dirancang untuk menghindari duplikasi data pemohon dengan menggunakan acuan nomor KTP, dan memberikan notifikasi melalui sms yang akan dikirimkan ke pemohon saat surat keterangan tidak mampu ini sudah selesai dicetak, selain itu sistem ini mampu menghapus data pemohon secara otomatis tiap 2 tahun yang sesuai dengan masa berlaku pembuatan surat keterangan tidak mampu dari databasenya. Sistem informasi dirancang menggunakan PHP, basis data, dan MySQL dan Sms Gateway. Social Service of Manpower and Transmigration of Purbalingga Regency is a regional government agency working in the field of work of purbalingga area. One of the services provided by the disnakertrans purbalingga is the making of a certificate of inadequacy. Input data applicant still use the form papers and not yet computerized at all, in this case the processing of making a certificate of incapacity is very need time and energy enough troublesome. It is still less effective and efficient because it can take a lot of time in a single manufacturing. Therefore designed information systems that can perform printing and processing data applicant certificate can not afford. This web-based information system is also designed to avoid duplication of applicant data by using reference ID number, and give notification via sms which will be sent to applicant when the certificate of incapacity is already printed, besides this system is able to automatically remove data applicant every 2 years in accordance with the validity period of making a certificate of inability from the database. The information system is designed using PHP, database, and MySQL and Sms Gateway.
1755720613F1C013014POLA KOMUNIKASI KELUARGA DALAM MENANAMKAN PERAN GENDER PADA ANAK DI KALANGAN KELUARGA DOSEN FISIP UNSOEDKeluarga merupakan lembaga yang penting dalam pendidikan dan pengembangan anak.
Keluarga menjadi tempat pertama dan utama dalam melakukan interaksi. Pola komunikasi yang diterapkan oleh orang tua tidak lepas dari budaya yang dianut oleh keluarga. Salah satu nilai-nilai budaya yang melekat dalam kehidupan keluarga ialah budaya patriarki. Pada budaya patriarki ketidakadilan gender akan terus berlangsung. Perbedaan gender akibat dari konstruksi sosial berlangsung terus karena adanya proses sosialisasi dari satu generasi ke generasi berikutnya. Konstruksi mengenai gender bisa dibangun pada anak bergantung pada pola komunikasi yang digunakan oleh orang tua dalam mengasuh anaknya. Maka dalam penelitian ini tentu akan memecahkan suatu permasalahan mengenai pola komunikasi keluarga yang digunakan orang tua untuk menanamkan konstruksi gender pada anak.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Teori yang
digunakan teori konstruksi sosial dan interaksi simbolik. Teknik memilih informan yang
digunakan adalah purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara.
Berdasarkan analisis data dan hasil penelitian, pola komunikasi yang digunakan oleh keluarga dosen untuk menanamkan konstruk gender adalah pola komunikasi persamaan dan pola komunikasi seimbang terpisah. Pada pola komunikasi persamaan, konstruksi gender yang dibangun adalah gender equality. Sedangkan, pada pola komunikasi seimbang terpisah, konstruksi gender ini yang dibangun adalah masih adanya pemisahan peran antar anggota keluarga.
The family is an important institution in the education and development of children. Family becomes first and foremost in interaction. Communication patterns applied by parents can not be separated from the culture adopted by the family. One of the cultural values inherent in family life is patriarchal culture. In the patriarchal culture gender inequality will continue. Gender differences resulting from social construction continue because of the process of socialization from one generation to the next. Gender construction can be built on a child depending on the communication patterns used by parents in caring for their children. So in this study will certainly solve a problem about the pattern of family communication used by parents to instill gender construction in children.
The method used in this research is qualitative method. Theories used social construction theory and symbolic interaction. The technique of selecting informants used is purposive sampling. Data collection was done by interview. Based on data analysis and research results, the communication pattern used by the lecturers' families to instill gender construct is a pattern of equation communication and balanced balanced communication pattern. In the pattern of equality communication, the constructed gender construct is gender equality. Whereas, on a separate balanced communication pattern, this gender construct that is built is still the separation of roles among family members.
1755820614H1H013006PENGARUH PEMBERIAN CHROMIUM PICOLINATE (Cr-pic) DALAM PAKAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN SURVIVAL RATE IKAN SIDAT (Anguilla sp)Ikan sidat (Anguilla sp) merupakan jenis ikan karnivora yang membutuhkan pakan buatan dengan kadar protein tinggi 45-55% untuk pertumbuhan. Pertumbuhan merupakan perubahan bentuk dalam hal panjang, bobot, maupun isi. Pertumbuhan terjadi apabila jumlah pakan yang dikonsumsi lebih besar dari kebutuhan pokok yang digunakan untuk kelangsungan hidup ikan. Salah satu suplemen yang diketahui dapat mempercepat pertumbuhan ikan sidat (Anguilla sp) adalah Chromium picolinate (Cr-pic). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan chromium picolinate (Cr-pic) pada pertumbuhan dan survival rate ikan sidat. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental dengan menggunakan 4 perlakuan dan 4 ulangan sehingga membutuhkan 16 buah bak plastik dengan volume air 8 liter/bak plastik. Perlakuan 1 (P1) kontrol, perlakuan 2 (P2) chromium picolinate (Cr-pic) kadar 1,5ppm/kg pakan, P3 chromium picolinate (Cr-pic) kadar 2mg/kg pakan, P4 chromium picolinate (Cr-pic) kadar 2,5mg/kg pakan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pertumbuhan mutlak ikan tidak berbeda nyata yaitu 12.69gr ± 8.37ɑ, 9.40gr ± 6.21ɑ , 14.14gr ± 7.64ɑ, 8.35gr ± 8.98ɑ. Laju pertumbuhan harian tidak berbeda nyata yaitu 0.42gr/hari ± 0.28ɑ, 0.31gr/hari ± 0.21ɑ, 0.47gr/hari ± 0.23ɑ, 0.28gr/hari ± 0.30ɑ. Dan survival rate ikan tidak berbeda nyata yaitu 79% ± 25ɑ, 63% ± 25ɑ, 63% ± 25ɑ, 75% ± 28.87ɑ. Kualitas air yang meliputi suhu, pH, dan oksigen terlarut sesuai dengan kebutuhan ikan sidat (Anguilla sp).

Kata kunci : Ikan sidat (Anguilla sp), Pertumbuhan, Chromium Picolinate (Cr-pic),
Survival Rate
Eel fish (Anguilla sp) is a type of carnivorous fish that requires artificial feed with high protein content of 45-55% for growth. Growth is a change in shape in terms of length, weight, and content. Growth occurs when the amount of feed consumed is greater than the basic needs used for the survival of fish. One supplement that is known to speed up eel growth (Anguilla sp) is Chromium picolinate (Cr-pic). This study aims to determine the effect of adding chromium picolinate (Cr-pic) to eel growth and survival rate. This research was conducted experimentally using 4 treatments and 4 replications so it needs 16 pieces of plastic tubs with water volume of 8 liters / plastic tub. Treatment 1 (P1) control, treatment 2 (P2) chromium picolinate (Cr-pic) 1.5mg/kg feed, P3 chromium picolinate (Cr-pic) 2mg/kg feed, P4 chromium picolinate (Cr-pic) 2.5mg/kg feed. The results of this study indicate that the absolute growth of fish is not significantly different from 12.69 ± 8.37ɑ, 12.69gr ± 8.37ɑ, 9.40gr ± 6.21ɑ , 14.14gr ± 7.64ɑ, 8.35gr ± 8.98ɑ . The daily growth rate was not significantly different from 0.42gr/day ± 0.28ɑ, 0.31gr/day ± 0.21ɑ, 0.47gr/day ± 0.23ɑ, 0.28gr/day ± 0.30ɑ. And the survival rate of fish was not significantly different ie 79% ± 25ɑ, 63% ± 25ɑ, 63% ± 25ɑ, 75% ± 28.87ɑ. Water quality that includes temperature, pH, and dissolved oxygen in accordance with the needs of eel (Anguilla sp).

Keywords: Eel fish (Anguilla sp), Growth, Chromium Picolinate (Cr-pic), Survival Rate

1755920615G1G012051PENGARUH PEMBERIAN SIMVASTATIN SECARA TOPIKAL TERHADAP KADAR OSTEOKALSIN GINGIVAL CREVICULAR FLUID TIKUS (Rattus norvegicus) MODEL PERIODONTITIS DENGAN OSTEOPOROSIS

PENGARUH PEMBERIAN SIMVASTATIN SECARA TOPIKAL TERHADAP KADAR OSTEOKALSIN GINGIVAL CREVICULAR FLUID TIKUS (Rattus norvegicus) MODEL PERIODONTITIS DENGAN OSTEOPOROSIS

Atho’Ulloh1 , Haris Budi Widodo2 , Saryono3

1 Kedokteran Gigi, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah
2 Bagian Ilmu Biologi Oral, Kedokteran Gigi, Universitas Jenderal Soedirman
3 Bagian Biokimia Hormon, Kedokteran Gigi Universitas Jenderal Soedirman
Alamat Koresponden: Kedokteran Gigi Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah, Indonesia, 53122.
Email: athoulloh1616@gmail.com

ABSTRAK
Periodontitis merupakan inflamasi kronik pada jaringan periodontal yang ditandai dengan adanya kehilangan perlekatan (attachment loss) dan kehilangan tulang alveolar (bone loss) sehingga dapat menyebabkan kehilangan gigi pada tahap lanjut. Salah satu kelainan sistemik yang dapat memperparah periodontitis adalah penyakit osteoporosis. Penatalaksanaan dari periodontitis yang disertai osteoporosis biasanya dilakukan terapi konvensional. Terapi konvensional memiliki banyak kekurangan sehingga dibutuhkan terapi alternatif yaitu dengan pemberian simvastatin. Simvastatin merupakan obat yang memiliki efek pleitropik. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pemberian simvastatin secara topikal terhadap kadar osteokalsin gingival crevicular fluid tikus model periodontitis dengan osteoporosis. Jenis penelitian ini adalah eksperimental laboratoris dengan rancangan post-test only control group design. Teknik pengambilan sampel adalah metode simple random sampling. Penelitian ini menggunakan 35 sampel yang dibagi menjadi 5 kelompok yaitu kelompok kontrol sehat, kelompok kontrol negatif yang diberi Na-CMC 1% dan 3 kelompok perlakuan yang diberi simvastatin konsentrasi 1,25%, 2,5%, dan 5%. Subjek penelitian adalah tikus Sprague dawley berkelamin betina berumur 2-3 bulan. Tikus diinduksi peridontitis dengan injeksi bakteri A. actinomicetemcomitans, osteoporosis dengan ovariektomi, diberi perlakuan selama 14 hari, dan dilakukan pengukuran kadar osteokalsin GCF menggunakan uji ELISA. Data dianalisis menggunakan uji Saphiro Wilk, uji Levene, One-Way ANOVA dan Post-Hoc LSD. Hasil penelitian menunjukkan kadar osteokalsin pada kelompok perlakuan simvastatin 2,5% dan 5% lebih tinggi dibandingkan kelompok control negatif(p<0,05). Simpulan dari penelitian ini adalah pemberian simvastatin secara topikal dengan konsentrasi 5% dapat meningkatkan kadar osteokalsin GCF tikus model periodontitis dengan osteoporosis.

Kata Kunci : Periodontitis, osteoporosis, gingival crevicular fluid, osteokalsin, simvastatin
Kepustakaan : 60 (1966-2016)
THE EFFECT OF SIMVASTATIN TOPICAL APPLICATION TO GINGIVAL CREVICULAR FLUID OSTEOCALCIN LEVEL OF PERIODONTITIS WITH OSTEOPOROSIS RAT (Rattus norvegicus) MODEL

Atho’Ulloh1 , Haris Budi Widodo2 , Saryono3

1Dental Medicine of Jenderal Soedirman University, Purwokerto, Central Java
2 Department of Oral Biology, Jenderal Soedirman University
3 Department of Hormonic Biochemical, Jenderal Soedirman University

Address of correspondence: Dental Medicine of Jenderal Soedirman University, Purwokerto, Central Java, Indonesia, 53122.
Email: athoulloh1616@gmail.com

ABSTRACT
Periodontitis is a chronic inflammation of periodontal tissue characterized by attachment loss and alveolar bone loss that can lead to tooth loss in later stages. One of the systemic disorders that can aggravate periodontitis is osteoporosis. The association of osteoporosis with periodontitis is closely related to estrogen hormone deficiency that causes bone damage. Management of periodontitis with osteoporosis is usually done by conventional therapy. Conventional therapy has many disadvantages so that alternative therapy is required by giving simvastatin. Simvastatin is a drug that has pleitropic effects. The purpose of this study was to investigate the effect of topical simvastatin on the osteocalcin level of gingival crevicular fluid periodontitis with osteoporosis rat model. This type of research was experimental laboratory with posttest-only control group design. sampling technique was simple random sampling method. Thirty five samples were divided into 5 groups: healthy control group, negative control group given Na-CMC 1%, and 3 treatment groups given simvastatin concentration 1.25%, 2.5%, and 5%. The subjects of the study were female, 2-3 month-old Sprague dawley rat. Rats were peridontitis induced with injection of A. Actinomicetemcomitans for 7 days and osteoporosis induced with ovariectomy for 14 days. Gingival crevicular fluid osteocalcin level were measured by ELISA. Data were analyzed using Saphiro Wilk test, Levene test, One-Way ANOVA, and Post-Hoc LSD higher The results showed that the osteocalcin level was higher in the 2.5% and 5% simvastatin treatment groups than in the negative control group (p <0.05). Conclusions from this study was topical simvastatin concentration 5% increases the osteocalcin content of gingival crevicular fluid in periodontitis with osteoporosis rat model.


Keyword : Periodontitis, osteoporosis, gingival crevicular fluid, osetocalcin, simvastatin
Bibliography : 60 (1966-2016)

1756020701G1A014083HUBUNGAN TINGKAT LITERASI GENETIK DENGAN SIKAP PEMANFAATAN SKRINING GENETIK PADA MAHASISWA KEDOKTERAN UMUM DI INDONESIALiterasi genetik merupakan pengetahuan yang cukup dan dapat membuat seseorang secara personal menjadi lebih paham dan berpartisipasi aktif pada isu genetik. Tingkat literasi genetik seseorang akan mempengaruhi pengambilan keputusan dan sikap orang tersebut terhadap isu-isu genetik yang ada, termasuk skrining genetik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat literasi genetik dengan sikap pemanfaatan skrining genetik pada mahasiswa kedokteran umum di Indonesia. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode cluster sampling melibatkan 41 universitas di Indonesia. Universitas-universitas tersebut terbagi menjadi 4 wilayah berdasarkan wilayah kerja ISMKI (Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia) dengan total 492 responden. Pengambilan data dilakukan dengan cara menyebar kuesioner online yang telah dilakukan uji validitas dan uji reliabilitas. Data-data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji Chi-square. Tingkat literasi genetik dibagi dalam dua kategori yaitu tingkat literasi genetik baik (>50% benar) dan kurang baik (<50% benar). Sikap pemanfaatan skrining genetik dibagi dalam dua kategori yaitu menyetujui dan kurang menyetujui. Pembagian kategori sikap pemanfaatan skrining genetik berdasarkan nilai median (74) yang diperoleh dari total skor 492 responden yang dihitung berdasarkan nilai dari skala Likert. Berdasarkan hasil uji statistik dengan menggunakan uji Chi-square, didapatkan nilai p dari Uji Chi-square sebesar 0,59. Nilai p tersebut lebih besar dari 0,05 (p>α), sehingga H0 diterima. Tidak ada hubungan antara tingkat literasi genetik dengan sikap pemanfaatan skrining genetik pada mahasiswa kedokteran umum di Indonesia.Genetic literacy is an adequate knowledge personally involve someone to comprehend and actively participate in genetic issues. An individual’s genetic literacy level will influence their decisiveness and attitude towards reoccurring genetic issues, including genetic screening. This research aims to discover the relation between genetic literacy level with genetic screening attitudes on medical students in Indonesia. The data collection method is a cluster sampling method involving 41 universities in Indonesia. The universities are divided into 4 region based on ISMKI’s (Association of Indonesia Medical Students Senates) work region with a total of 492 respondents. The data are then collected by way of online questionnaires which have undergone validity and reliability test. Collected data are then analyzed by using chi-square test. Genetic literacy level are divided into two categories, which are adequate (>50%) and inadequate genetic literacy level (<50%). Genetic screening attitudes are divided into two categories of consent and unconsent. The categories of genetic screening attitudes are divided based on the median value (74) obtained from the total score of 492 respondents, which is calculated based on the Likert scale. Based on the statistical test result utilizing chi-square, it is discovered that the value of p from the chi-square test equals to 0.59. The value of p is larger than 0.05 (p>α); therefore, H0 is acceptable. There is no relation between genetic literacy level with genetic screening attitude on medical students in Indonesia.