Home
Login.
Artikelilmiahs
20593
Update
ELMAS TAHIRA
NIM
Judul Artikel
Perbaikan Higienitas dan Sanitasi pada Pengolahan Gula Kelapa Kristal di Industri Kecil Menengah Desa Sokawera, Kabupaten Banyumas
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Gula kelapa kristal merupakan olahan dari nira pohon kelapa murni tanpa campuran bahan kimia, yang kemudian diolah atau dimasak melalui beberapa tahapan sehingga terciptalah sebuah produk gula kelapa kristal yang benar-benar bermutu, aman dan sehat untuk dikonsumsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sosialisasi dan pendampingan terhadap: 1) kondisi sanitasi pekerja dan lingkungan; 2) sistem penjaminan mutu; 3) kondisi higienitas dan sanitasi. Penelitian ini dilakukan di Desa Sokawera dengan menggunakan metode kaji tindak. Tahapan penelitian: 1) Awal Kaji Tindak: melakukan wawancara kepada pengrajin gula kelapa. 2) Kaji Tindak: melakukan sosialisasi dan pendampingan Dokumen Sistem Penjaminan Mutu. 3) Akhir Kaji Tindak: melakukan wawancara kembali kepada pengrajin gula untuk mengetahui perbedaan sebelum dan setelah dilakukan kaji tindak. Variabel yang diamati meliputi: 1) sanitasi lingkungan umum pabrik, kondisi umum sarana pengolahan, sanitasi ruang pengolaha, alat pengolahan, higiene pekerja, pencegahan kontaminasi silang. 2) pengawasan hewan pengerat atau serangga, susunan dan lay out, perawatan, kebersihan dan sanitasi, personil, kamar kecil, suplai air, bahan kimia, ventilasi, pembuangan limbah. 3) pengawasan hewan pengerat atau serangga, lay out produksi, perawatan prasarana penunjang, kebersihan pra-pengolahan, higienitas pengrajin, kebersihan kamar mandi, kondisi suplai air, sanitasi lingkungan, kondisi sarana pengolahan, pencegahan kontaminasi silang. Hasil penelitian menunjukkan 1) kegiatan sosialisasi dan pendampingan dapat memperbaiki kondisi umum sarana pengolahan; sanitasi ruang pengolahan dan alat pengolahan; serta higiene pekerja. Namun belum dapat memperbaiki sanitasi lingkungan umum pabrik dan pencegahan kontaminasi silang. 2) Kegiatan sosialisasi dan pendampingan dapat memperbaiki kondisi pengawasan hewan atau serangga; perawatan dan kebersihan sanitasi, serta kamar kecil. Namun belum dapat memperbaiki susunan dan lay out, personil, suplai air, ventilasi, dan pembuangan limbah. 3) Kegiatan sosialisasi dan pendampingan dapat memperbaiki kondisi pengawasan hewan atau serangga, lay out produksi, perawatan prasarana penunjang, kebersihan pra-pengolahan, higienitas pengrajin, kebersihan kamar mandi, kondisi suplai air, sanitasi lingkungan, kondisi sarana pengolahan dan alat pengolahan, dan pencegahan kontaminasi silang.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Coconut sugar crystals are processed from pure coconut palm trees without a mixture of chemicals, which are then processed or cooked through several stages so as to create a product of genuine crystal coconut sugar that is truly quality, safe and healthy for consumption. This study aims to determine the effect of socialization and assistance to: 1) the condition of workers and environmental sanitation; 2) quality assurance system; 3) hygiene and sanitation conditions. This research was conducted in Sokawera Village by using action research method. Stages of research: 1) Beginning of Action research: to interview coconut sugar craftsmen. 2) Action research: socialize and assist the Quality Assurance System Document. 3) End of Action Research: conduct interview back to the sugar craftsmen to know the difference before and after the action review. The variables observed included: 1) general factory environmental sanitation, general condition of processing facilities, sanitation of treatment rooms, processing equipment, worker hygiene, prevention of cross contamination. 2) rodent or insect control, layout and layout, maintenance, sanitation and sanitation, personnel, toilet, water supply, chemicals, ventilation, waste disposal. 3) rodent or insect supervision, lay out of production, supporting infrastructure maintenance, pre-processing hygiene, craftsman hygiene, bathroom cleanliness, water supply conditions, environmental sanitation, condition of treatment facilities, prevention of cross contamination. The results of the research indicate that 1) socialization and assistance activities can improve the general condition of processing facilities; sanitation processing room and processing equipment; and worker hygiene. But it has not been able to improve the general factory environmental sanitation and prevention of cross contamination. 2) Socialization and advisory activities can improve the conditions of animal or insect control; sanitary care and sanitation, and toilets. But it has not been able to improve the arrangement and lay out, personnel, water supply, ventilation, and waste disposal. 3) Socialization and advisory activities can improve the conditions of animal or insect monitoring, production lay out, supporting infrastructure maintenance, pre-processing hygiene, craftsman hygiene, bathroom cleanliness, water supply conditions, environmental sanitation, processing facilities and processing facilities, and prevention cross contamination.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save