Artikel Ilmiah : A1L014113 a.n. FINNA SYAFFITRY

Kembali Update Delete

NIMA1L014113
NamamhsFINNA SYAFFITRY
Judul ArtikelIDENTIFIKASI JAMUR PATOGEN GULMA BERDAUN LEBAR DAN UJI VIRULENSINYA TERHADAP LIMA JENIS GULMA BERDAUN LEBAR, TANAMAN CABAI MERAH, DAN TOMAT
Abstrak (Bhs. Indonesia)Gulma merupakan jenis tumbuhan yang keberadaannya tidak dikehendaki oleh petani karena dapat menimbulkan kerugian bagi hasil panen. Salah satu cara untuk dapat mengendalikan gulma, yaitu dengan pengendalian hayati, karena pengendalian mekanik kurang efisien waktu dan tenaga kerja dan pengendalian secara kimia banyak meninggalkan residu bahan kimia dan menyebabkan kerusakan lingkungan sehingga diperlukan alternatif pengendalian yang ramah lingkungan. Tujuan dilakukannya penelitian ini yaitu (1) mengidentifikasi jamur patogen gulma berdaun lebar (2) mengetahui vilurensi jamur patogen gulma terhadap beberapa jenis gulma berdaun lebar dan (3) mengetahui virulensi jamur patogen gulma terhadap tanaman cabai merah dan tomat.
Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Perlindungan Tanaman, Screen house, Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman. Pengambilan sampel dilakukan di lahan pertanaman cabai merah di daerah Grendeng Purwokerto. Penelitian dilaksanakan mulai dari bulan Oktober 2017 sampai bulan Januari 2018. Rancangan percobaan penelitian ini menggunakan rancangan petak terbagi (split plot), dengan dilakuan dua pengujian. Pengujian pertama yaitu antara jamur patogen gulma dengan lima jenis gulma berdaun lebar. Main plotnya jamur patogen gulma dan sub plotnya jenis gulma berdaun lebar. Pengujian kedua antara jamur patogen gulma dengan jenis tanaman budidaya. Diperoleh 20 kombinasi pelakuan untuk pengujian pertama dan 8 kombinasi perlakuan untuk pengujian kedua. Jenis jamur patogen gulma yang digunakan yaitu Curvularia lunata, Fusarium solani, dan Chaetomium globosum. Gulma yang digunakan pada penelitian ini yaitu babandotan (Ageratum conyzoides), jotang kuda (Synedrella nodiflora), goletrak (Borreria alata), bribil (Galinsoga parviflora), dan sawi lemah (Rorippa indica) serta dua tanaman yaitu tanaman cabai merah dan tanaman tomat. Variabel yang diamati yaitu masa inkubasi, intensitas penyakit, tinggi tanaman, jumlah daun dan jumlah daun sakit.
Hasil penelitian ini diperoleh tiga jenis jamur patogen hasil eksplorasi dan identifikasi, yaitu C. lunata, F. solani, dan C. globosum. Jenis gulma yang paling rentan terserang jamur patogen gulma yaitu gulma A.conyzoides, oleh F. solani, C. globosum, dan C. lunata dengan intensitas penyakit berturut-turut sebesar 73%; 27%; 27%, jamur patogen gulma F. solani juga dapat menginfeksi tanaman tomat dan tanaman cabai merah dengan intesitas penyakit berturut-turut sebesar 60% dan 40%. Ketiga jamur patogen gulma ini tidak dapat digunakan sebagai agensia hayati untuk mengendalikan gulma karena dapat menimbulkan penyakit pada tanaman budidaya.
Abtrak (Bhs. Inggris)Weed is a plant that is not desired by farmers because it can cause harvest losses. One way to control weeds is by biological control because mechanical and chemical controls leave a lot of chemical residues and cause environtmental damage, so that an environtmentally friendly controlling alternative is needed. The objectives of this research are (1) to identify broadleaf weed-pathogenic fungi, (2) to determine the virulence of weed-pathogenic fungi on several species of broadleaf weeds and (3) to determine the virulence of weed-pathogenic fungi on red chili and tomato plants.
The research was conducted at Plant Protection Laboratory, Screen house, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University. Sampling was conducted at red chili plantation in Grendeng Purwokerto. This research was conducted from October, 2017 to January, 2018. The experimental design of this research used a split-plot design with two tests. The first test was between weeds and weed-pathogenic fungi with five species of broadleaf weeds. The main plot was weed-pathogenic fungi and the sub-plot was the species of broadleaf weeds. The second test was between weed-pathogenic fungi and species of cultivated plants. 20 treatment combinations were obtained for the first test and 8 treatment combinations were obtained for the second test. The species of weed-pathogenic fungi used were Curvularia lunata, Fusarium solani, and Chaetomium globosum. Weeds used in this research were broadleaf weeds, Ageratum conyzoides, Synedrella nodiflora, Borreria alata, Galinsoga parviflora, and Rorippa indica as well as two plants, namely red chili and tomato plants. The variables observed were incubation period, disease intensity, plant height, number of leaves and number of sick leaves.
The most susceptible species to weed-pathogenic fungi was A. conyzoides, by F. solani, C. globosum, and C. lunata with number of disease intensity 73%; 27%; 27%. F. solani could infection tomato crops and red chili crops with number of intensity 60% dan 40%. Of the pathogenic fungus virulence test results weed on the plant pathogenic fungus, namely cultivation of weeds could not be used as a biological agensia to control weed because it may cause disease in crop cultivation.
Kata kunciKata kunci: Gulma berdaun lebar, Cabai merah, Tomat, Curvularia lunata, Fusarium solani, Chaetomium globosum.
Pembimbing 1Prof. Ir. Loekas Soesanto, M.S., Ph.D.
Pembimbing 2Ir. Darini Sri Utami, M.P.
Pembimbing 3
Tahun2018
Jumlah Halaman59
Tgl. Entri2018-04-24 04:52:37.444442
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.