Artikelilmiahs

Menampilkan 17.601-17.620 dari 50.030 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
1760120652H1D013039KARAKTERISTIK KECELAKAAN LALU LINTAS DAN ANALISIS LOKASI BLACK SPOT DI KABUPATEN BOGORSalah satu masalah yang sering terjadi di jalan raya adalah kecelakaan lalu lintas. Selama tahun 2016, tercatat 357 kejadian kecelakaan lalu lintas dengan korban meninggal dunia sebanyak 195 jiwa yang terjadi di Kabupaten Bogor. Salah satu faktor penyumbang tingginya angka kecelakaan lalu lintas adalah adanya lokasi rawan kecelakaan lalu lintas (black spot). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis karakteristik kecelakaan lalu lintas dan menentukan lokasi black spot dengan metode UCL (Upper Control Limit) serta menyusun rekomendasi sebagai upaya penanganan lokasi black spot berdasarkan hasil audit defisiensi infrastruktur keselamatan jalan. Berdasarkan hasil analisis diperoleh bahwa karakteristik kecelakaan lalu lintas dari tahun 2014-2016 berdasarkan bulan terjadinya, paling sering terjadi di bulan Mei pada pukul 00.00-06.00 WIB. Tingkat fatalitas korban kecelakaan didominasi oleh korban luka berat. Jenis tabrakan yang sering terjadi adalah tabrakan depan-depan dengan kendaraan yang paling banyak terlibat kecelakaan adalah sepeda motor. Lokasi black spot yang diperoleh dengan menggunakan metode UCL yaitu Jl. Sentul-Kandang Roda, Jl. Tegar Beriman, dan Jl. Kemang-Kedungwaringin. Dari hasil audit defisiensi keselamatan jalan, rekomendasi yang dapat diberikan adalah: (1) Jl. Sentul-Kandang Roda dan Jl. Tegar Beriman dengan memasang rambu batas kecepatan maksimum sebesar 40 km/jam. (2) Jl. Kemang-Kedungwaringin dengan memperbaiki keseluruhan kerusakan perkerasan jalan serta memasang rambu batas kecepatan maksimum sebesar 30 km/jam.One of the most frequent problems on the highway is traffic accident. In 2016, there were 357 traffic accidents with 195 people died in Bogor Regency. One of the contributing factors for high number of traffic accidents is the presence of black spot locations. The purposes of this research are analyzing the characteristics of traffic accidents and determining black spot locations with UCL (Upper Control Limit) method along with compiling recommendations as an effort to handle black spot locations based on the result of the road safety infrastructure deficiency audit. Based on the analysis result, the characteristic of traffic accidents during 2014-2016 based on the month of occurrence, it is most often happened in May at 00.00 – 06.00 WIB. The fatality rate of accident victims is dominated by severe injuries. The most common type of collision is front-to-front collision with the most involved vehicle is motorcycle. The black spot locations which are obtained by using UCL method are Jl. Sentul-Kandang Roda, Jl. Tegar Beriman, and Jl. Kemang-Kedungwaringin. From the results of the road safety deficiency audit, recommendations that can be given are: (1) Jl. Sentul-Kandang Roda and Jl. Tegar Beriman by installing maximum speed limit signals of 40 km/hour. (2) Jl. Kemang-Kedungwaringin by improving the overall damage of road pavement and installing maximum speed limit signals of 30 km/hour.
1760220653H1L014014RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS PERTANIAN KABUPATEN BANJARNEGARAIndonesia merupakan negara yang sebagian besar penduduknya memiliki pekerjaan bertani, begitu juga dengan Kabupaten Banjarnegara. Kabupaten Banjarnegara juga memiliki potensi di bidang pertanian yang sangat tinggi. Namun, potensi tersebut masih belum dikelola dengan baik sehingga hasil yang didapatkan belum maksimal. Hal ini disebabkan oleh sulitnya akses informasi mengenai bidang pertanian yang ada di Kabupaten Banjarnegara. Tujuan dari penelitian ini adalah merancang dan membangun sebuah sistem informasi geografis mengenai pertanian di Kabupaten Banjarnegara. Sistem informasi geografis ini dapat memberikan informasi detail potensi pertanian yang ada di Banjarnegara. Sistem informasi geografis ini dibangun dengan bahasa pemrograman PHP , HTML, dan CSS, Javascript dengan menggunakan library Leaflet JS. Metode pengembangan yang akan digunakan dalam membangun sistem informasi geografis ini adalah metode waterfall.Indonesia is a country where most of the population has farming jobs, as well as Banjarnegara Regency. It also has a very high agricultural potential. However, the potential is still not well managed so that the results obtained are not maximized. This is caused by the difficulty of accessing information about agriculture in Banjarnegara District. The purpose of this research is to design and build a geographic information system on agriculture in Banjarnegara District. This geographic information system can provide detailed information on agricultural potential in Banjarnegara. Geographic information system is built with the programming language PHP, HTML, CSS, Javascript and using Leaflet JS library. The method of development that will be used in building this geographic information system is the waterfall method.
1760321598F1B011066MANAJEMEN PELATIHAN KERJA DI BALAI LATIHAN KERJA KABUPATEN BANYUMASSecara nasional Balai Latihan Kerja (BLK) manajemen lembaga ini belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Manajemen Balai Latihan Kerja Kabupaten Banyumas. Penelitian yang digunakan adalah penelitian Model Kualitatif dengan menggunakan analisis deskriptif. Pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling, pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data menggunakan adalah model analisis interaktif.Hasil penelitian dan pembahasan menunjukan Manajemen Balai Latihan Kerja Kabupaten Banyumas sudah berjalan cukup baik. Planning, pada perencanaan program berjalan cukup baik walaupun masih belum dianalisis berdasarkan kebutuhan pasar dunia kerja. Sarana dan prasarana masih kurang dan beberapa dalam kondisi rusak ringan maupun berat.Organizing, dengan beban kerja yang lebih kompleks, untuk mengurangi beban kerja BLK Kabupaten Banyumas menjalin kerjasama dengan BLK atau Lembaga Pelatihan Kerja lain. Staffing, bersifat jabatan fungsional umum, namun belum pernah ada upgrading. Directing, sosialisasi sudah cukup baik. Pelaksanaan pelatihan sudah sesuai standar yaitu 30% teori dan 70% praktik. Coordinating, koordinasi berjalan baik dan lancar.Reporting, laporan hasil pelatihan sudah berjalan baik dan tertib.Budgeting. Anggaran BLK Kabupaten Banyumas bersumber dari APBD dan APBN, namum belum sepenuhnya memenuhi segala kebutuhan Balai Latihan Kerja Kabupaten Banyumas.


Nationwide Employment Practice Hall (BLK) management the Agency is not yet optimal.This research aims to analyze the management of Work Practice Hall County Banyumas.The study used Qualitative Research Model is by using the descriptive analysis.The selection of purposive sampling technique using informants, gathering data using interviews, observation and documentation.While the data analysis techniques using interactive analysis model is. Research results and discussion shows the Management Work Exercise Hall County Banyumas has been running pretty well.Planning, planning the program runs pretty good although it still has not been analyzed based on the needs of the world market.Facilities and infrastructure is still lacking and some in a damaged condition light or heavy.Organizing, with more complex workload, to reduce the workload of Banyumas Regency partnering BLK with BLK or other job training Agencies.Staffing, Office of general functional nature, but there has never been upgrading.Directing, socialization is already good enough. Implementation of the training is in compliance the standard IE 30% 70% theory and practice.Coordinating, coordination went well and smoothly. Reporting, report the results of the training's been going well and orderly.Budgeting. Budget of Banyumas Regency BLK BUDGETS and the STATE BUDGET, but not yet fully meet the needs of the working Districts Exercise Hall Banyumas.
1760421508F1G014026Interferensi Morfologi Dan Sintaksis Bahasa Jawa Ke Dalam Bahasa Indonesia Pada Komunikasi Antara Petugas Dengan Konsumen Di Kantor Pos Cabang PurwokertoPenelitian ini berjudul “Interferensi Morfologi Dan Sintaksis Bahasa Jawa Ke Dalam Bahasa Indonesia Pada Komunikasi Antara Petugas Dengan Konsumen Di Kantor Pos Cabang Purwokerto”. Landasan teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu sosiolunguistik, khususnya pada kajian interferensi. Interferensi yang dijadikan sebagai landasan teori adalah interferensi morfologi dan interferensi sintaksis. Bentuk penelitian ini adalah desktriptif kualitatif, yaitu mendeskripsikan bentuk interferensi morfologi dan sintaksis bahasa Jawa ke dalam bahasa Indonesia, serta faktor yang melatarbelakangi terjadinya interferensi tersebut. Dalam pengumpulan data digunakan metode simak yang diwujudkan dengan teknik dasar yaitu teknik sadap, dan teknik lanjutan yaitu teknik simak bebas libat cakap, teknik rekam, serta teknik catat. Pada tahap analisis data digunakan metode padan intralingual yang diwujudkan melalui teknik hubung banding membedakan. Penyajian hasil analisis data dalam penelitian ini bersifat formal dan informal, formal yaitu dengan menggunakan simbol-simbol, sedangkan informal yaitu dengan menggunakan kata-kata biasa.
Berdasarkan analisis data yang telah dilakukan, dapat disimpulkan beberapa hal. Pertama, ditemukan beberapa bentuk interferensi morfologi dan sintaksis bahasa Jawa ke dalam bahasa Indonesia. Bentuk interferensi morfologi antara lain (1) interferensi pemakaian afiks {N-} alomorf {ŋ-}, dan {m-} bahasa Jawa, (2) interferensi pemakaian afiks {-e} alomorf {-e} dan {-ne} bahasa Jawa, (3) interferensi pemakaian kata dalam bahasa Jawa, (4) interferensi pemakaian kata majemuk dalam bahasa Jawa, (5) interferensi pemakaian kata ganti berupa kata ganti orang pertama tunggal, orang kedua tunggal, (6) interferensi pemakaian reduplikasi dalam bahasa Jawa, dan (7) interferensi pemakaian interjeksi berupa e, dan lha dalam bahasa Jawa. Bentuk interferensi sintaksis antara lain (1) pemakaian frasa dalam bahasa Jawa, (2) pemakaian kalimat dalam bahasa Jawa. Kedua, faktor yang melatarbelakangi terjadinya interferensi antara lain (1) latar belakang sosial penutur berasal dari budaya Jawa (2) kebiasaan penutur menggunakan bahasa daerah (bahasa Jawa) sebagai bahasa pertama, (3) untuk menghaluskan makna, dan (4) rendahnya penguasaan bahasa kedua atau bahasa Indonesia.
This research entitled "Interferensi Morfologi Dan Sintaksis Bahasa Jawa Ke Dalam Bahasa Indonesia Pada Komunikasi Antara Petugas Dengan Konsumen Di Kantor Pos Cabang Purwokerto". The theoretical background that used in this research is sociolinguistic, especially on interference study. The interference used as the theoretical background is morphological interference and syntactic interference. The form of this research is descriptive qualitative, that is describing the form of interference of morphology and syntax of Javanese language into Indonesian language, as well as the factors behind the occurrence of such interference. In the data collection using observation method with uninvolved conversation observation technique and writing technique embodied with the basic techniques of tapping techniques and advanced techniques that are participatory techniques, recording techniques, and noting techniques. At the stage of data analysis, the matching method of intralingual which is realized through differentiation technique of appeal. The presentation of data analysis result in this research is formal and informal, formal that is by using symbols, whereas informal that is by using ordinary words.
Based on data analysis that has been done, it can be concluded several things. First, it found some form of morphological interference and syntax of Java language into Indonesian language. The morphological interference forms includes (1) interference in the affix use {N-} allomorph {ŋ-} and {m-} Javanese language, (2) interference of affix use {-e} allomorph {-e} and {-ne} Javanese language, (3) interference in the use of the word in Javanese, (4) interference in the use of compound words in Javanese, (5) interference usage of pronouns in the first person singular pronoun, second person singular, (6) interference in the use of reduplication in Javanese language, and (7) interference of the use of interjections in the form of e and lha in Javanese language. Syntactic interference forms include (1) the use of phrases in Javanese, (2) the use of sentences in Javanese language. Second, the factors behind the occurrence of interference include (1) the speakers 'social background is derived from Javanese culture (2) speakers' habit of using the local language (Javanese) as the first language, (3) to smooth the meaning, and (4) the lack of language mastery second or Indonesian language.

1760520655H1L013005RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI APOTEK TERINTEGRASI MENGGUNAKAN SERIVCE ORIENTED ARCHITECHTURE DENGAN FRAMEWORK CODEIGNITERSistem informasi apotek yang ada saat ini, kebanyakan dirancang dan dibangun hanya untuk mengelola satu buah apotek tertentu. Apotek sendiri menjual berbagai macam obat-obatan yang dibagi menjadi beberapa kategori yaitu, obat bebas, obat keras, obat bebas terbatas, obat keras, obat psikotropika dan narkotika. Transaksi serta pencarian obat di apotek belum sepenuhnya terkomputerisasi. Kendala utama yang terjadi ialah sulitnya pencarian data obat secara lengkap. Oleh sebab itu dibutuhkan Sistem Informasi Apotek yang mengkomputerisasi seluruh kegiatan transaksi dan pencarian obat di apotek. Sistem informasi ini telah selesai dibuat dengan menggunakan konsep OOP (Object Oriented Programming) yang dirancang menggunakan UML (Unified Modeling Languiage), PHP sebagai bahasa pemrograman, MariaDB sebagai basis data dan Codeigniter sebagai framework pengembangannya.

Kata kunci : Sistem Informasi Apotek, Codeigniter, MariaDB, Klinik dr. Marsito
Pharmacy information systems that exist today, most designed and built just for managing one particular pharmacies. Own pharmacies sell a variety of medicines are divided into several categories, namely, drug-free, hard drugs, drug-free, hard drugs, narcotics and psychotropic medication. Transactions as well as search the drug at the Pharmacy has not fully computerized. The main obstacle that occurs is the difficulty of the search data a complete remedy. Therefore it takes a Pharmacy information system computerized the entire transaction activity and the search for medication at the pharmacy. This information system has been completed with the use of the concept of OOP (Object Oriented Programming) designed using UML (Unified Modeling Languiage), PHP as a programming language, data base and MariaDB as Codeigniter as a framework its development.

Keywords: Information Systems Pharmacy, Codeigniter, Mariadb, Clinic Dr. Marsito  
1760620658H1L014046RANCANG BANGUN APLIKASI MEDIA LAPANGAN KERJA “GAWEAN” SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS MASYARAKATIndonesia merupakan salah satu negara dengan tingkat kepadatan penduduk tertinggi di dunia. Dengan jumlah penduduk lebih dari 200 juta, Indonesia masih memiliki 28 juta masyarakat yang berada pada garis kemiskinan. Salah satu penyebab kemiskinan tersebut adalah angka pengangguran yang tinggi. Sebagai gambaran, dari 100 orang angkatan kerja, 5-6 diantaranya tidak memiliki pekerjaan. Salah satu penyebab tidak memiliki pekerjaan dapat disebabkan karena tingkat pendidikan yang rendah. Dari pokok permasalahan tersebut, penulis mempunyai solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut yakni dengan membuat aplikasi media lapangan kerja yang tidak menitiberatkan pendidikan sebagai tolak ukur utama melainkan kemampuan, aplikasi tersebut yang dinamakan Gawean.

Gawean merupakan suatu aplikasi inovatif yang akan membantu mengatasi masalah pengangguran yang ada di Indonesia. Melalui aplikasi ini, masyarakat akan dimudahkan menemukan pekerjaan sambilan yang tersedia diwilayahnya atau bahkan disekitarnya. Pekerjaan yang tersedia nantinya akan menyesuaikan dengan kemampuan yang dimiliki oleh penggunanya, dengan mempertimbangkan kemampuan dibandikan tingkat Pendidikan penggunanya. Tujuan pengembangan aplikasi ini adalah untuk meningkatkan produktivitas masyarakat, khususnya masyarakat yang masih belum memiliki pekerjaan dikarenakan pendidikan yang rendah. Aplikasi ini akan dikembangan dengan metode pengembangan waterfall dengan bahasa pemrograman javascript untuk perangkat android, dan PHP untuk sistem yang menangani API dan backend.
Indonesia is fourth most crowded population in the world, there are more than 200 million people live in the country. Unfortunately, there are still around 28 million people that live in poverty. In addition, from 100 workforces 5-6 person are unemployed. The poverty and unemployed itself could be caused by low education and unavailable work field. This is an issue that author took as a topic and develop an employment media application as an effort to increase society productivity, which called “Gawean”.

Gawean is an innovative application that will give an alternative solution to resolve unemployment issue in Indonesia. Through this application, many people will have benefit like the easiness to get job or even side job that available in certain region based on its current user location. The job that available to user are jobs that has similarity to user’s skills rather than its education. This idea comes from the issue itself that people rarely accepted or did not get job because of their low education. Therefore, the purpose of this development is to increase society productivity, especially for people that unemployed because of the low education problem. This application develops using waterfall method with some programming languages, such as javascript for android and PHP for system that serve API and as backend.
1760721599D1E014053HUBUNGAN ANTARA KONFORMITAS KELOMPOK DENGAN MODAL SOSIAL DAN KERJASAMA ANGGOTA KELOMPOK PETERNAK KAMBING DI KECAMATAN KEDUNGBANTENGPenelitian bertujuan untuk mengetahui konformitas kelompok, modal sosial, dan kerjasama anggota kelompok peternak kambing di Kecamatan Kedungbanteng serta menganalisis hubungan antara konformitas kelompok dengan modal sosial dan kerjasama anggota kelompok peternak kambing di Kecamatan Kedungbanteng. Metode penelitian yang digunakan merupakan metode survei. Penetapan sampel wilayah dilakukan dengan metode purposive sampling yaitu dengan mengambil dua desa dengan populasi kambing terbanyak yaitu Desa Melung dan Desa Kutaliman. Pengambilan sampel kelompok dilakukan dengan metode sensus yaitu kelompok peternak Desa Melung (Pager Gunung I dan II) dan kelompok peternak Desa Kutaliman. Total responden berjumlah 35 orang. Analisis yang digunakan yaitu Analisis Deskriptif dan korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang cukup kuat antara konformitas kelompok dengan modal sosial (0,337) dan antara konformitas kelompok dengan kerjasama (0,367) anggota kelompok peternak kambing di Kecamatan Kedungbanteng.The study aims to determine the groups conformity, social capital, and the cooperation of members of the goat breeders groups in the district Kedungbanteng, analyze the correlation between groups conformity with social capital and Cooperation of members of the goat breeders groups in the district Kedungbanteng. The method used was a survey method. Determination of the sample area was done using purposive sampling in the two village with the largest goat population, are Kutaliman and Melung. Sampling with census method to the goat breeders groups in Melung village (Pager Gunung I dan II) and Kutaliman village. Total respondents was 35 people. The analysis used was Descriptive Analyst and Rank Spearman Correlation. The results of this study indicate that there was a strong enough correlation between conformity groups with the Social Capital (0.337) and the Cooperation (0.367) of the member of Goat Breeders Groups in District Kedungbanteng.
1760820656B1J013208Persentase Penyakit Jamur pada Tanaman Sawi Hijau (Brassica juncea L.) di Desa Serang Kecamatan Karangreja Kabupaten PurbalinggaSawi hijau (Brassica juncea L.) termasuk salah satu komoditas sayuran yang dibudidayakan oleh petani Indonesia, karena memiliki nilai ekonomis tinggi dan mempunyai banyak kandungan nutrisi serta vitamin yang dibutuhkan oleh tubuh. Desa Serang Kabupaten Purbalingga terletak pada ketinggian 750-1.200 mdpl dengan mayoritas penduduk bermata pencaharian sebagai petani. Lokasi tersebut merupakan daerah sentra produksi sayuran terbesar di Jawa Tengah salah satunya adalah sawi dengan luas ±23Ha.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis penyakit yang disebabkan oleh jamur pada tanaman sawi hijau, mengetahui jamur yang menyebabkan penyakit pada tanaman sawi hijau, mengetahui jenis penyakit yang disebabkan oleh jamur yang paling banyak muncul pada tanaman sawi hijau, serta mengetahui besarnya persentase penyakit yang disebabkan oleh jamur pada tanaman sawi hijau di desa Serang Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga. Penelitian ini menggunakan metode survey dengan pengambilan sampel secara purposive random sampling pada tiga lokasi berbeda di desa Serang Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga. Identifkasi penyakit dilakukan dengan melihat tanda serta gejala secara makroskopis dan mikroskopis menggunakan buku identifikasi “Illustrated Genera of Imperfect Fungi” (Barnett dan Hunter, 1972), dilanjutkan dengan Postulat Koch. Persentase penyakit pada tanaman dihitung menggunakan rumus Rahardjo dan Suhardi (2008).
Hasil penelitian diperoleh satu jenis penyakit pada tanaman sawi hijau yaitu penyakit bercak daun yang disebabkan oleh Alternaria sp, dengan frekuensi penyakit bercak daun sebanyak 193 kali, dan persentase penyakit sebesar 51,47%.
Mustard greens (Brassica juncea L.) is one of vegetable commodities cultivated by Indonesian farmers because it has high economic value and has a lot of nutrients and vitamins needed by the body. Serang, the village in Purbalingga, is located at an altitude of 750-1.200 mdpl with the majority population as a farmer. It’s the largest vegetables production center in Central Java, one of them is a mustard greens which has an area ± 23Ha.
This study aims to determine the type of diseases caused by fungi in mustard greens, the fungi that may cause diseases in mustard greens, the type of diseases caused by the fungi that most appear on mustard greens as well as the percentage of diseases caused by the fungi on mustard greens in Serang, Purbalingga. This research used survey method with purposive random sampling from three different locations in Serang, Purbalingga. The identification of the disease was done by observing the microscopic sign and indication, and using the identification book “Illustrated Genera of Imperfect Fungi” (Barnett and Hunter, 1972) for microscopic method, and then Koch Postulates. Percentage of the plant diseases was calculated by using formula of
Rahardjo and Suhardi (2008).
The results of the research showed that one type of disease found on mustard
greens was leaf spot disease that caused by Alternaria sp. The most prevalent disease
was leaf spot disease at 193 times, with percentage of the disease were 51.47%.
1760921511H1L014009RANCANG BANGUN SISTEM PAKAR IDENTIFIKASI PENYAKIT PADA KALKUN (MELEAGRIS) DENGAN METODE FORWARD CHAINING BERBASIS WEBSITEPerkembangan teknologi yang semakin pesat bertujuan untuk mempermudah kehidupan manusia dalam berbagai segi kehidupan. Berbagai segi kehidupan seperti Ekonomi, pendidikan dan kesehatan tak luput dari pemanfaatan teknologi. Hadirnya kecerdasan buatan merupakan pilar-pilar dari kemajuan teknologi karena dengan adanya cabang ilmu seperti sistem pakar, sistem fuzzy dan cabang ilmu lainya telah berhasil membantu kemajuan di kehidupan manusia.
Kalkun atau hewan dengan genus Meleagris ini adalah hewan yang seringkali menjadi hidangan untuk acara thanksgiving atau natal diluar negeri. Sedangkan di Indonesia Kalkun lebih dikenal sebagai hewan hias untuk dinikmati keindahannya. Selain dinikmati keindahanya, sebagian masyarakat memanfaatkan dagingnya untuk dimakan. Kurangnya informasi mengenai cara pembudidayaan kalkun, terutama dalam menangani penyakit yang terjadi pada kalkun menyebabkan tidak banyaknya masyarakat yang membudidayakan kalkun.
Oleh karena itu, dalam penelitian ini dirancang dan dibangun sebuah sistem pakar yang dapat mengidentifikasi penyakit pada kalkun yang di bangun berdasarkan pengetahuan dari pakarnya. Sistem pakar identifikasi penyakit pada kalkun ini di bagun dengan metode forward chaining dengan bahasa pemrograman PHP berbasis web.
The aims of rapid technology development is to facilitate human life in various aspects of life. Various aspects of life such as Economics, education and health can not separated from technology. The presence of artificial intelligence is a pillar of technological progress because with the branches of science such as expert systems, fuzzy systems and other branches of science have been successful in helping advancement in human life.
Turkeys or animals with genus Meleagris is an animal that was often used as a dish for thanksgiving or christmas events in abroad. Whereas in Indonesia, Turkeys is better known as an ornamental animal to enjoyed its beauty. Other than known as an ornamental animal, some people also consume the meat of turkeys. The lack of information about how turkeys cultivated, especially in dealing with turkeys disease caused not many people cultivate turkeys.
Therefore, this research design and built an expert system that can identify the disease in turkeys that are built based on the knowledge of the expert. Expert disease identification system in turkeys is built by forward chaining method with web-based PHP programming language.
1761020661F1B013047DAMPAK PROGRAM INKUBATOR TERHADAP PEMBERDAYAAN EKONOMI KELOMPOK INKUBATOR MINA BISNIS CAHAYA BERKAH DI KABUPATEN CILACAPPersoalan utama yang masih dihadapi UMKM, antara lain dalam hal lemahnya manajemen, akses pasar, teknologi dan sumber daya manusia. Dalam rangka meningkatkan daya saing nasional perlu ditumbuhkembangkan wirausaha baru yang tangguh, kreatif, dan profesional. Pemerintah mengeluarkan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 27 Tahun 2013 tentang Pengembangan Inkubator Wirausaha. Salah satu inovasi dari Kementerian Kelautan dan Perikanan yaitu membentuk program Pengembangan Inkubator Mina Bisnis (IMB). Kabupaten Cilacap menjadi salah satu lokasi terpilih program IMB, dengan nama Inkubator Mina Bisnis Cahaya Berkah yang teridiri dari 15 anggota. Secara struktur, IMB Cahaya Berkah memiliki sistem yang tidak kuat, secara administratif atau struktur intern belum berjalan dengan lancar karena sulit menyatukan berbagai kelompok yang memiliki kepentingannya masing-masing sehingga masih terdapat benturan-benturan dalam kelompok, masih mementingkan ego masing-masing. Hal tersebut tentu akan berpengaruh terhadap kegiatan para anggotanya serta tidak sejalan dengan tujuan awal dibentuknya IMB yaitu untuk mengembangkan kelembagaan yang mampu memberdayakan masyarakat pengolah dan pemasar hasil kelautan dan perikanan dalam mengembangkan usahanya. Oleh karena itu, perlu adanya evaluasi terhadap dampak yang ditimbulkan, apakah sudah sesuai dengan yang diinginkan atau belum.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak program IMB terhadap pemberdayaan ekonomi kelompok. Pendekatan evaluasi dalam penelitian ini adalah comparative after only dengan menggunakan metode kuantitatif. Teknik pengambilan sampelnya menggunakan cluster random sampling dengan jumlah sampel untuk masing-masing kelompok treatment dan kelompok control adalah 15 kelompok. Teknik analisis data menggunakan distribusi frekuensi dan mann whitney u-test.
Hasil penelitian diketahui terdapat perbedaan antara kondisi kelompok treatment dengan kelompok control setelah dua tahun program IMB berjalan. Kondisi kelompok treatment setelah program IMB lebih baik daripada kelompok control dan dampak program IMB lebih dapat dirasakan oleh kelompok treatment daripada kelompok control. Meskipun terdapat masalah internal yang ditemukan, namun hal tersebut tidak berpengaruh negatif terhadap kinerja dari anggota kelompok IMB karena permasalahan yang muncul berkaitan dengan hubungan internal sedangkan sumber daya manusianya tidak bermasalah. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa program IMB memberikan dampak yang signifikan positif terhadap pemberdayaan ekonomi kelompok Inkubator Mina Bisnis Cahaya Berkah di Kabupaten Cilacap.
The main problems faced by SMEs, among others, in terms of weak management, market access, technology and human resources. In order to improve national competitiveness, it is necessary to develop a new, tough, creative and professional entrepreneur. The Government issued Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 27 Tahun 2013 about Pengembangan Inkubator Wirausaha. One of the innovations of the Ministry of Marine Affairs and Fisheries is to establish a development program of Inkubator Mina Bisnis (IMB). Cilacap Regency became one of the selected locations of IMB program, with the name of Inkubator Mina Bisnis Cahaya Berkah which consists of 15 members. Structurally, IMB Cahaya Berkah has a system that is not strong, administratively or internal structure has not run smoothly because it is difficult to unite the various groups that have their own interests so there are still clashes in the group, still attach importance to each ego. It will certainly affect the activities of its members and not in line with the initial goal of the establishment of IMB is to develop institutions that are able to empower the community of processors and marketers of marine and fishery products in developing their business. Therefore it is necessary to evaluate the impacts caused, whether it is in accordance with the desired or not.
This study aims to determine the impact of IMB program on group economic empowerment. The evaluation approach in this research is comparative after only by using quantitative method. The technic of collecting the sample is cluster random sampling. This total sample for each treatment group and control group are 15 groups. The technique of data analysis using frequency distribution and mann-whitney u-test.
The results of the study can be seen there is a difference condition between treatment group with control group after two years of IMB program. Conditions after IMB program to treatment group better than control group and IMB program give more effect to treatment group rather than control group. Although there are internal problems found, but it does not negatively affect the performance of members of the IMB group because of problems that arise related to internal relationships while the human resourcs are not problematic. Therefore, it can be concluded that the IMB program gives a significant positive impact on the economic empowerment of the Inkubator Mina Bisnis Cahaya Berkah in Cilacap Regency.
1761120660H1F013004GEOLOGI DAN STUDI ALTERASI MINERALISASI ENDAPAN TIMAH PRIMER DAERAH AIR NYATO DAN SEKITARNYA, KECAMATAN BELINYU KABUPATEN BANGKA INDUK KEPULAUAN BANGKA BELITUNGTimah yang dihasilkan oleh Indonesia sebagian besar adalah endapan timah sekunder. Pada saat ini pertambangan timah lebih banyak dilakukan pada endapan placer dikarenakan lebih mudah ekstraksinya dan lebih murah biaya operasionalnya. Tetapi seiring dengan sedikitnya cadangan timah placer, maka eksplorasi timah dialihkan untuk cadangan timah primer. Pada eksplorasi timah primer diperlukan pengetahuan geologi untuk mengetahui kondisi geologi daerah penelitian. Daerah penelitian terletak di daerah Air Nyato dan sekitarnya, Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka Induk, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Daerah penelitian termasuk dalam wilayah yang dikaji oleh PT. Timah Tbk. Bangka. Metode yang digunakan untuk mengkaji kondisi geologi dan karakteristik endapan timah primer pada daerah penelitian berupa metode survey (kerja lapangan) dan metode eksperimental (analisis studio/laboratorium). Data-data yang didapatkan berdasarkan metode penelitian berupa data litostratigrafi, satuan batuan, sampel batuan teralterasi, peta geologi, peta geomorfologi, peta pola pengaliran sungai dan peta alterasi mineralisasi timah primer. Beberapa sampel batuan terpilih digunakan sebagai sampel analisis laboratorium dengan menggunakan metode analisis Petrografi, ASD, dan XRF. Lokasi penelitian terdiri dari tiga satuan geomorfologi yaitu satuan dataran aluvial-fluvial, satuan perbukitan intrusi, dan satuan dataran denudasional. Daerah penelitian tersusun atas tiga satuan litologi, dari tua ke muda yakni satuan batuan coarse grain granit, satuan fine grain granit, dan satuan endapan aluvial. Dari analisis petrografi, ASD dan XRF tersebut didapatkan tiga zona alterasi pada daerah penelitian yaitu zona kuarsa ± biotit ± serisit± klorit disetarakan dengan zona albitisasi I, zona kuarsa ± hematit ± kaolinit ± geotit ± turmalin ± muscovit yang disetarakan dengan zona silisifikasi, dan zona kuarsa ± kaolinit ± halloysit ± illit disetarakan dengan zona mikroklinisasi II pada sistem greisen.Most of tin which is produced in Indonesia are secondary tin deposit. Nowadays, tin mining are done at placer deposits because of cheaper extraction and operational costs. However due to tittle amount of tin placer deposit, then tin exploration is diverted towards primary tin deposit. In primary tin deposit exploration, geology knowledge is needed to know the geology condition of the study area. The research area is located at Air Nyato and surrounding area, Belinyu District, Bangka Regency, Bangka Belitung Island. This reasearch area is PT. Timah Tbk. The method which used to assess geological conditions and characteristics of primary tin deposits at research area are survey method (fieldwork) and experimental methods (studio analysis / laboratory). The data which obtained by the research methods are lithostratigraphic data, rock units, alteration samples, geology maps, geomorphology maps, maps of the river drainage patterns and alteration mineralization of primary tin maps. Some of the selected rock samples are used as a laboratory analysis of samples using analytical methods petrographic, ASD and XRF. Location of the study consists of three units, namely geomorphology of the alluvial plain-fluvial unit, intrusion hilly unit and denudation plain unit. The research area is composed of three lithological units, from the old to the young coarse grained granite units, fine grained granite units and alluvial unit. From petrographic, ASD and XRF analysis obtained three alteration zones in the research area, there are the zone quartz ± biotite ± serisite ± klorite synchronized with albititasion I zones, zone quartz ± hematite ± kaolinite ± geothite ± tourmaline ± muscovite synchronized with silicification zones, and zone quartz ± kaolinite ± halloysite ± illite synchronized with microclinisation II zone of greisen system.
1761220659G1A012154Korelasi Perilaku Pemberantasan Sarang Nyamuk dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) di Wilayah Kerja Puskesmas Purwokerto Barat
Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah salah satu jenis penyakit menular yang disebabkan oleh virus Dengue. Perilaku Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) adalah kegiatan yang dilakukan untuk mencegah dan mengendalikan nyamuk Aedes aegypti. Kegiatan pemberantasan sarang nyamuk dapat dilakukan dengan aktifitas 3M plus yang ditambah dengan kegiatan lain yaitu memelihara ikan pemakan jentik, memasang kawat kasa, menghindari kebiasaan menggantung pakaian, menggunakan kelambu dan memakai obat yang dapat mencegah gigitan nyamuk. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui korelasi antara perilaku Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan kejadian DBD di wilayah kerja Puskesmas Purwokerto Barat. Desain penelitian ini adalah analitik observasional dengan pendekatan case control. Sampel yang digunakan sebanyak 124 orang. Analisis bivariabel dilakukan dengan uji Koefisien Kontingensi Lambda. Penelitian ini telah disetujui oleh Komisi Etik Penelitian Kedokteran FK Unsoed. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa kuesioner perilaku PSN. Hasil uji Koefisien Kontingensi Lambda menunjukan p value< 0,001 untuk kegiatan menguras, p value < 0,001 untuk menutup rapat tempat penampungan air, p value = 0,004 untuk menyingkirkan/mendaur ulang barang bekas, dan p value = 0,847 untuk kegiatan memelihara ikan pemakan jentik, p value = 0,017 untuk kegiatan memasang kawat kasa, p value = 0,006 untuk kegiatan menggantung pakaian di dalam rumah, p value = 0,780 untuk kebiasaan tidur menggunakan kelambu, dan p value = 0,002 untuk kegiatan menggunakan obat anti nyamuk. Hasil ini mengindikasikan adanya korelasi antara kegiatan menguras, menutup rapat tempat penampungan air, menyingkirkan/mendaur ulang barang bekas, memasang kawat kasa, menggantung pakaian di dalam rumah, dan menggunakan obat anti nyamuk dengan kejadian DBD di wilayah kerja Puskesmas Purwokerto Barat. Sementara tidak ada korelasi antara memelihara ikan pemakan jentik dan kebiasaan tidur menggunakan kelambu dengan kejadian DBD di wilayah kerja Puskesmas Purwokerto Barat. Kegiatan PSN sebaiknya dilakukan satu minggu sekali dan dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh masyarakat di suatu tempat tinggal.

Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is one type of infectious disease caused by the Dengue virus. Mosquito Nest Eradication (MNE) behaviors are the activities undertaken to prevent and control the Aedes aegypti mosquito. The MNE can be done by practicing the 3M plus activities. In addition, it can also be supported by practicing some other activities such as keeping the larvae-eating fish, setting up a wire net, avoiding the habit of hanging clothes, using the mosquito nets in the bedroom and using mosquito repellent. The purpose of this study was to identify the relationships between the MNE behaviors and the DHF incidence at Puskesmas of West Purwokerto. The design of this study is observasional analytic by using case control. This study has 124 sampel. Using coefficient contingency lambda as bivariabel analysis. This study has ethical clearance from ethical commision of FK Unsoed. The instrument which used is questionnaire of MNE behaviour. The result from coefficient contingency lambda showed that p value <0,001 for draining activity, p value < 0,001 for closing water reservoir, p value = 0,004 for getting rid of used goods, p value = 0,847 for keeping larvae fish, p value = 0,017 for setting up wire net, p value = 0,006 for hanging clothes activity, p value = 0,780 for using mosquito net, and p value = 0,002 for using anti mosquito repellent. This result indicates correlation between draining activity, closing water reservoir, getting rid of used goods, keeping larvae fish, setting up wire net, hanging clothes activity, using mosquito net, using anti mosquito repellent with DHF cases at Puskesmas of West Purwokerto. Meanwhile there are no correlation between keeping larvae fish, using mosquito net with DHF cases at Puskesmas of West Purwokerto. MNE activities should be conducted once a week jointly by all comuunity in a place.
1761321510B1J013124DETEKSI PROTEIN MULTIHAEM C-TYPE CYTOCHROMES
(MHCs) ISOLAT BAKTERI ELEKTROGENIK BELT2 DAN
BELT6 DENGAN PEMOTONGAN PILI BERBEDA
Kombinasi multihaem c-type cythocrome (MHCs) dan nanowire konduktif dianggap sebagai strategi umum pada proses transpor elektron ekstraseluler dalam penghasilan listrik oleh bakteri elektrogenik pada sistem microbial fel cell (MFC). Isolat BELT2 dan BELT6 merupakan isolat bakteri dari berbagai limbah cair di Banyumas yang menghasillkan power density tertinggi dari semua isolat bakteri yang telah diisolasi. Studi terhadap mekanisme transpor elektron bakteri elektrogenik pada MFC masih terbatas padahal mekanisme transpor elektron oleh mikroorganisme di anoda MFC merupakan isu utama dalam memahami teori bagaimana MFC bekerja guna mengingkatkan power density.
Tujuan penelitian adalah mengetahui profil protein multihaem c-type cythocrome (MHCs) dengan metode Sodium Dodecyl Sulphate - Polyacrylamide Gel Electrophoresis (SDS-PAGE), mengetahui profil pili berdasarkan pengamatan Scanning Electron Microscopy (SEM) dan mengetahui perbedaan profil protein multihaem c-type cythocrome (MHCs) pada isolat bakteri elektrogenik BELT2 dan BELT6 dengan pemotongan pili. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode non-eksperimental deskriptif. Variabel yang diamati adalah karakter pili isolat bakteri elektrogenik BELT2 dan BELT6 dan protein multihaem c-type cythocrome (MHCs) isolat bakteri elektrogenik BELT2 dan BELT6 dengan metode SDS-PAGE. Parameter penelitian yang digunakan adalah hasil karakterisasi makromorfologi dan mikromorfologi isolat bakteri elektrogenik BELT2 dan BELT6, hasil kultivasi isolat bakteri elektrogenik BELT2 dan BELT6 pada medium PBS modifikasi, fraksi protein pili dan sel isolat bakteri elektrogenik BELT2 dan BELT6.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Protein MHCs isolat bakteri elektrogenik BELT2 yang dianalisis dengan metode SDS-PAGE memiliki bobot molekul mulai dari 14 hingga 142 kDa pada semua fraksi protein. Protein MHCs isolat bakteri elektrogenik BELT6 yang dianalisis dengan metode SDS-PAGE menunjukkan ekspresi protein pada fraksi protein total dan protein outer membrane. Terdapat perbedaan protein multihaem c-type cythocrome pada isolat bakteri elektrogenik BELT2 dan BELT6 dengan pemotongan pili baik pada fraksi protein total, fraksi protein pemotongan pili ke-1, ke-2 dan ke-3 serta protein outer membrane.
The combination of multihaem c-type cytochrome and conductive nanowires is
considered as a general strategy for extracellular electron transport processes in
electricity generation by electrogenic bacteria in microbial fuel cell systems. Bacteria
isolates of BELT2 and BELT6 isolated from various liquid wastes in Banyumas. The
study of electrochemical mechanism of electron bacteria transport in MFC is still
limited even though the mechanism of elect\ron transport by microorganisms in the
MFC anode is a significant issue in understanding the theory of how MFC works to
improve power density.
The aim of research is to know the profile of multihaem c-type cytochrome with
Sodium Dodecyl Sulphate - Polyacrylamide Gel Electrophoresis method, to know the pili
profile based on Scanning Electron Microscopy (SEM) observation and to know the
difference of protein multihaem c-type cytochrome (MHCs) in electrogenic isolates of
BELT2 and BELT6 with pili cutting. The method used in this research is
non-experimental descriptive method. The variables of the research were the isolated
bacteria isolate character of BELT2 and BELT6 and multihaem c-type cythocrome
(MHCs) isolates of BELT2 and BELT6 electrolytic bacteria by SDS-PAGE method. The
research parameters used were macromorphological and micromorphological isolates
of BELT2 and BELT6, the results of the cultivation of BELT2 and BELT6 isolates on the
modified PBS medium, pili protein fraction and BELT2 and BELT6 electrogenic
bacterial isolates.
The results showed that based on observations of Scanning Electron Microscopy
no pili was observed in isolates electrogenic bacteria of BELT2 and BELT6 but there is
an short extracellular property of BELT2 on the terminal of bacteria cell. Protein
multihaem c-type cytochrome isolates of BELT2 and BELT6 electrogenic bacteria with
Sodium Dodecyl Sulphate method - Polyacrylamide Gel Electrophoresis shows
abundance especially on outer membrane protein with various molecular weight. There
are differences of molecular weight of multihaem c-type cytochromes in total protein
fraction, OMP, fraction of first, second and third pili cutting in an BELT2 and BELT6.
1761420663F1F012002A Critical Discourse Analysis in Dove "Campaign for Real Beauty" AdvertisementPenelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan pesan di balik iklan melalui gaya penulisan pengiklan yang digunakan untuk membujuk konsumen. Penelitian yang berjudul . A Critical Discourse Analysis in Dove “Campaign for Real Beauty” Advertisement bertujuan untuk menganalisis struktur dan bagaimana Dove menyampaikan pesan dalam iklan kampanye mereka. Data penelitian ini berjumlah 20 iklan dari Dove “Campaign for Real Beauty”. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Dalam menentukan sampel, peneliti menggunakan teknik purposive sampling. Proses analisis data melibatkan identifikasi struktur data, analisis data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini menerapkan teori Leech dalam mengidentifikasi struktur iklan dan teori Fairclough 3D model dalam menganalisa bagaimana Dove menyampaikan pesan mereka dalam iklan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ada sembilan struktur yaitu: Headline-Illustration-BodyCopy-Standing Details (2 data), Headline-Illustration-SignatureLine-StandingDetails (2 data), Headine-Illustration-BodyCopy-Signature Line- Detail Standing (8 data), Headline-Illustration-Signature Line (2 data), Headline-BodyCopy-Signature Line (1 data), Headline-Illustration-Body Copy-Signature Line (2 data), Headline-Illustration (1 data), Headline-SignatureLine(1 data), dan Headline-Illustration-Body Copy (1 data). Peneliti juga menemukan bahwa iklan Dove tidak mencerminkan konsep kecantikan di Indonesia dan tidak seperti kebanyakan iklan kecantikan, Dove menjadi berbeda dengan iklan kecantikan lainnya dalam menjual produk mereka yang biasanya menyajikan kesempurnaan. Untuk penelitian lebih lanjut, peneliti lain diharapkan dapat melakukan analisis terhadap penelitian komparatif berdasarkan pendekatan linguistik dengan menggunakan objek dan teori yang berbeda.This research is aimed to reveal the brands’ message behind their advertisement through the advertisers’ writing style which is used to persuade the consumer. The research entitled A Critical Discourse Analysis in Dove “Campaign for Real Beauty” Advertisement aims at analyzing structure and how the brand deliver their message in avdvertisement. The data of this research are 20 advertisement of Dove “Campaign for Real Beauty”. The research is conducted by using descriptive qualitative method. Purposive sampling is chosen in determining the sample. The process of data analysis involves identifying the structures of data, analyzing data, and drawing conclusion. This process applies Leech theory in identifying structure of advertisement and Fairclough 3D models theory in analyzing how Dove delivers their message in their advertisement. The result of this research shows that there are nine structures including Headline-Illustration-Body Copy-Standing Details (2 data), Headline- Illustration-Signature Line-Standing Details (2 data), Headine-Illustration-Body Copy-Signature Line-Standing Details (8 data), Headline-Illustration-Signature Line (2 data), Headline-Body Copy-Signature Line (1 datum), Headline-Illustration-Body Copy-Signature Line (2 data), Headline-Illustration (1 datum), Headline-Signature Line (1 datum), and Headline-Illustration-Body Copy (1 datum). Therefore, Dove’s advertisement doesn’t reflect concept of beauty in Indonesia and unlike most of beauty advertisement, Dove becomes different with other beauty advertisement in selling their product which usually portraying images of unattainable perfection. For further research, other researchers are expected to conduct the analysis of comparative research under linguistics approach by using the different object and theory.
1761520666D1E013020PERBEDAAN BOBOT BADAN, LEBAR PINGGUL, PANJANG DAN LEBAR TELINGA KAMBING PERANAKAN ETTAWA JANTAN DEWASA DI KECAMATAN KALIGESING DAN KECAMATAN GUMELARPenelitian dengan judul perbedaan bobot badan, lebar pinggul, panjang dan lebar telinga kambing peranakan ettawa jantan dewasa di Kecamatan Kaligesing dan Kecamatan Gumelar di laksanakan mulai tanggal 1 November 2017 sampai 15 November 2017 di peternakan rakyat kambing PE di Kecamatan Kaligesing Kabupaten Purworejo dan Kecamatan Gumelar Kabupaten Banyumas Jawa Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bobot badan, lebar pinggul, panjang dan lebar telinga kambing PE jantan dewasa di Kecamatan Kaligesing Kabupaten Purworejo dan Kecamatan Gumelar Kabupaten Banyumas. Mempelajari apakah ada perbedaan antara bobot badan, lebar pinggul, panjang dan lebar telinga kambing PE jantan dewasa di Kecamatan Kaligesing Kabupaten Purworejo dengan Kecamatan Gumelar Kabupaten Banyumas.
Materi yang digunakan adalah kambing PE jantan dewasa umur 1 tahun sampai 2 tahun berjenis kelamin jantan 40 ekor di Kecamatan Kaligesing dan 30 ekor di Kecamatan Gumelar. Metode penelitian ini menggunakan metode survei dengan penetapan sempel secara purposive sampling dan snowball. Analisis data menggunakan analisis deskriptif dan uji t.
Hasil analisis dengan menggunakan uji t menunjukkan bahwa perbedaan antara bobot badan, lebar pinggul, panjang dan lebar telinga menunjukkan ada perbedaan yang sangat nyata (P<0,01). Hasil penelitian menunjukan bobot badan kambing PE di Kaligesing lebih berat 3,8 kg, lebar pinggul 1,2 cm, lebar telinga 1,7 cm dan panjang telinga 3,4 cm lebih panjang di Kecamatan Kaligesing dari pada di Kecamatan Gumelar. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa bobot badan, lebar pinggul, panjang dan lebar telinga kambing PE jantan dewasa di Kecamatan Kaligesing lebih bagus dibandingkan kambing PE jantan dewasa di Kecamatan Gumelar.
The title of this experiment difference of the body weight, wide hip, lenght and wide ears of the Ettawa offspring buck in the Sub District of Kaligesing and Gumelar. This research was started on 1 November 2017 to 15 November 2017 in the local farmer of Ettawa offspring goat in the Sub District of Kaligesing, the Regency of Purworejo and Sub District of Gumelar, the Regency of Banyumas, Central java. The purpose of the experiment is to now weather is there any different of the body weight, wide hip, lenght and wide ears of the Ettawa offspring buck in the Sub District of Kaligesing and Gumelar.
Material used was the adult male of the Ettawa offspring buck with the is age 1 year to 2 years, 40 heads of the Ettawa offspring buck in the Sub District of Kaligesing and 30 heads of the Ettawa offspring buck in the Sub District of Gumelar. This research method used the survey method by using the purposive sampling and snowball. Data analysed by using descriptive analysed and t test.
The results of the analysis using showed that the comparison between body weight, hip width, lenght and wide ears showed there was by a very significant different (P<0.01). The results showed that PE body weight in Kaligesing weight 3.8 kg in Kaligesing was hignes of Gumelar, width of 1.2 cm in Kaligesing was hignes of Gumelar, wide ears 1.7 cm in Kaligesing was hignes of Gumelar and lenght ears 3.4 cm in Kaligesing was hignes of Gumelar. The result of research can be concluded that the weight of the body, wide hip, long and leght ears ettawa offspring adult male goat in the Sub District of Kaligesing was higher that in adult male of ettawa offspring PE in the Sub Distict of Gumelar.


1761620665F1A013009PERAN "KOMUNITAS LITERASI KAMPUNG" DALAM MENINGKATKAN MINAT BACA MASYARAKAT DESA BANYUMUDAL, KECAMATAN MOGA, KABUPATEN PEMALANGArtikel penelitian ini membahas tentang “peran Komunitas Literasi Kampung dalam meningkatkan minat baca masyarakat Desa Banyumudal, Kecamatan Moga, Kabupaten Pemalang”. Fokus penelitian ini adalah mengetahui peran relawan yang tergabung didalam Komunitas Literasi Kampung dalam upaya meningkatkan minat baca masyarakat Desa Banyumudal, strategi yang digunakan dalam meningkatkan minat baca, dan faktor penghambat maupun pendukung dalam upaya untuk meningkatkan minat baca masyarakat Desa Banyumudal. Penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologi Alfred Schultz, metode yang digunakan ialah kualitatif deskriptif, lokasi penelitian berada di Desa Banyumudal, Kecamatan Moga, Kabupaten Pemalang. Teknik penentuan Informan yang digunakan adalah purposive sampling, sedangkan teknik analisis data menggunakan teknik IPA(Interpretatif Phenomenonologi Analys). Hasil penelitian menjelaskan bahwa para relawan Komunitas Literasi Kampung yang mayoritas pemuda desa telah dihadapkan dengan kondisi minat baca masyarakat Desa Banyumudal yang sangat rendah. Perkembangan teknologi dan informasi seperti Gadget yang tidak memiliki kontrol penggunaan justru menjadi kekhawatiran bagi para relawan Komunitas Literasi Kampung khususnya terhadap generasi penerus bangsa. Fenomena anak usia sekolah yang lebih banyak menghabiskan waktunya hanya untuk bermain gadget ketimbang membaca buku, kondisi seperti ini menjadikan Komunitas Literasi Kampung mengambil peran penting ditengah masyarakat Desa Banyumudal. Peran penting ini bertujuan untuk menjawab permasalahan minat baca yang rendah di Desa Banyumudal. Pertama bahwa peran Komunitas Literasi Kampung dalam upaya meningkatkan minat baca masyarakat Desa Banyumudal adalah dengan melakukan gerakan literasi dengan berbagai bentuk kegiatan seperti pengadaan Buku bagi masyarakat dan Perpustakaan Keliling. Kedua Komunitas Literasi Kampung memiliki tiga strategi yang meliputi pemberian motivasi gemar membaca kepada masyarakat, melakukan kegiatan kesenian lokal, dan mendatangkan relawan asing untuk menarik minat masyarakat dalam setiap kegiatan yang diselenggarakan oleh Komunitas Literasi Kampung. Ketiga Komunitas Literasi Kampung memiliki 6 faktor penghambat yang meliputi 3 faktor internal dan 3 faktor eksternal, sedangkan faktor pendukung yang dimiliki oleh Komunitas Literasi Kampung berjumlah lima yang meliputi 2 faktor internal dan 3 faktor eksternal. This research article discusses the "role of Kampung Literasi Community in increasing reading interest of Banyumudal Village, Moga Subdistrict, Pemalang Regency". The focus of this research is to know the role of volunteers who are incorporated in Kampung Literasi Community in an effort to increase reading interest of Banyumudal Village community, a strategy used in increasing reading interest, and inhibiting and supporting factors in an effort to increase reading interest of Banyumudal Village. This research uses Alfen Schultz phenomenology approach, the method used is qualitative descriptive, the research location is in Banyumudal Village, Moga District, Pemalang Regency. Informant determination technique used is purposive sampling, whereas technique of data analysis using technique of IPA (Interpretative Phenomenonology Analys). The result of the research explained that the volunteers of Literasi Kampung Community which majority of village youth have been faced with the condition of reading interest of Banyumudal village is very low. The development of technology and information such as Gadgets that do not have control of the use of it becomes a concern for the volunteers Literacy Community Kampung especially towards the next generation of the nation. The phenomenon of school-age children who spend more time just to play the gadget rather than reading a book, conditions like this make the Community Literasi Kampung take an important role in the community Banyumudal Village. This important role aims to address the issue of low interest in the village of Banyumudal. Firstly, the role of Kampung Literasi Community in an effort to increase the reading interest of Banyumudal Village is to conduct literacy movements with various forms of activities such as procurement of Books for the community and Mobile Library. The two Literacy Communities of Kampung have three strategies which include giving reading motivation to the community, doing local arts activities, and bringing in foreign volunteers to attract the public interest in every activity organized by Literasi Community Kampung. Third Community Literacy Kampung has 6 inhibiting factors that include 3 internal factors and 3 external factors, while the supporting factors owned by Literasi Community Kampung amounted to five which includes 2 internal factors and 3 external factors.
1761720667A1M013037KARAKTERISTIK NIRA KELAPA DENGAN VARIASI PH DAN SUHU PEMASAKAN SELAMA PROSES PENGOLAHAN GULA SEMUTNira kelapa merupakan cairan manis yang berasal dari sadapan bunga kelapa, Salah satu jenis olahannya adalah gula semut (gula kelapa kristal). Tahapan pengolahan gula semut antara lain: pemurnian nira, pemasakan nira, solidifikasi, granulasi, pengayakan, pengeringan dan pengemasan. Selama pengolahan gula semut terjadi perubahan-perubahan yang dapat dipengaruhi oleh pH nira dan suhu selama pemasakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi pH nira, suhu pemasakan dan interaksi variasi pH nira dan suhu pemasakan terhadap karakteristik nira selama pengolahan gula semut. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang disusun secara faktorial dengan 2 kali ulangan. Faktor yang diuji meliputi variasi pH yaitu pH 5,5 (P1); 7 (P2); 8,5 (P3) dan 9,2 (P4) serta suhu selama pemasakan yaitu suhu 27oC (T1); 80oC (T2); 100oC (T3) dan 118oC (T4). Variabel yang diamati meliputi intensitas pencoklatan, gula reduksi, kadar air, gula total dan sukrosa. Data yang diperoleh dilakukan uji F pada taraf 5%, apabila berpengaruh nyata dilanjutkan dengan uji DMRT (Duncan Multiple Range Test) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi pH meningkatkan intensitas pencoklatan, gula total dan sukrosa, namun menurunkan gula reduksi dan kadar air. Nilai rerata untuk masing-masing variabel pada pH 5,5 (P1); 7 (P2); 8,5 (P3) dan 9,2 (P4) berturut-turut antara lain: intensitas pencoklatan (0,046; 0,049; 0,063; 0,076), gula reduksi (5,95 %; 4,11 %; 3,9 %; 3,36 %); kadar air (58,6 %; 60,38 %; 50,89 %; 55,79%), gula total (43,53 %; 39,83 %; 45,71 %; 49,07 %) dan sukrosa (37,02 %; 43,53 %; 39,83 %; 45,71 %). Semakin tinggi suhu pemasakan nira meningkatkan intensitas pencoklatan, gula reduksi, gula total dan sukrosa, namun menurunkan kadar air. Nilai rerata untuk masing-masing variabel pada suhu pemasakan 27oC (T1); 80oC (T2); 100oC (T3) dan 118oC (T4) berturut-turut antara lain: intensitas pencoklatan (0,045; 0,040; 0,054; 0,095), gula reduksi (2,27 %; 2,58 %; 4,77 %; 7,7 %), kadar air (87,29 %; 81,59 %; 40,81 %; 15,94 %), gula total (25,81 %; 32,4 %; 53,2 %; 72,0 %) dan sukrosa (23,54 %; 29,82 %; 48,44 %; 64,29 %). Selain itu, terdapat interaksi antara pH nira dan suhu pemasakan pada seluruh variabel yang diamati. Coconut sap is a sweet liquid which tapped from coconut flower. One type of agro-industrial products is granulated coconut sugar. The stages of granulated coconut sugar processing as follows: coconut sap purification and evaporation, solidification, granulation, sifting, drying and packaging. Characteristic of coconut sap during processing influenced by pH and cooking temperature. This study aim to; 1) study on characteristic of coconut sap during processing which influenced by pH, 2) study on characteristic of coconut sap during processing which influenced by cooking temperature, 3) study on characteristic of coconut sap during processing which influenced by interaction of pH and cooking temperature. This is an experimental study used Randomized Block Design (RAK). The factor which examined is coconut sap’s pH variations as follows: 5,5 (P1); 7 (P2); 8,5 (P3) and 9,2 (P4) then cooking temperature as follows: 27oC (T1); 80oC (T2); 100oC (T3) and 118oC (T4). The variables observed include browning intensity, reduce sugar, moisture content, total sugar and sucrose. The data’s analyzed by ANOVA at the level of 5%, then continued by DMRT test (Duncan Multiple Range Test) at the level of 5%. The results shows that the higher the pH the higher browning intensity, total sugar and sucrose, but decrease reduce sugar and moisture content. The average of each variable on pH 5,5 (P1); 7 (P2); 8,5 (P3) and 9,2 (P4) were: browning intensity (0,046; 0,049; 0,063; 0,076), reduce sugar (5,95 %; 4,11 %; 3,9 %; 3,36 %); moisture content (58,6 %; 60,38 %; 50,89 %; 55,79%), total sugar (43,53 %; 39,83 %; 45,71 %; 49,07 %) and sucrose (37,02 %; 43,53 %; 39,83 %; 45,71 %) respectively. The higher cooking temperature the higher browning intensity, reduce sugar, total sugar and sucrose, but in contrast moisture content was decreased. The average of each variable on cooking temperature in 27oC (T1); 80oC (T2); 100oC (T3) and 118oC (T4) were: browning intensity (0,045; 0,040; 0,054; 0,095), reduce sugar (2,27 %; 2,58 %; 4,77 %; 7,7 %), moisture content (87,29 %; 81,59 %; 40,81 %; 15,94 %), total sugar (25,81 %; 32,4 %; 53,2 %; 72,0 %) and sucrose (23,54 %; 29,82 %; 48,44 %; 64,29 %) respectively. In addition, there is an interaction between coconut sap’s pH and cooking temperature on all observed variables.
1761820657F1A013088FENOMENA TATO DI KALANGAN MAHASISWA PURWOKERTO
(Studi Deskriptif tentang Pemaknaan Tato Menurut Mahasiswa Pengguna Tato di Purwokerto)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana mahasiswa pengguna tato di Purwokerto memaknai tato yang ada di tubuhnya. Sasaran dalam penelitian ini adalah mahasiswa pengguna tato yang ada di beberapa perguruan tinggi di Purwokerto, dengan teknik penentuan informan menggunakan pruposif atau sumber data dianggap paling mengetahui mengenai permasalahan penelitian. Sedangkan teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Keberadaan seni tato di kalangan mahasiswa Purwokerto pada saat ini dapat dikatakan bukan lagi menjadi hal tabu di masyarakat. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan seni tato di kalangan mahasiswa Purwokerto sudah menjadi bagian dari budaya populer yang disukai dan diminati oleh kalangan muda. Menjamurnya studio tato di Purwokerto juga turut berperan dalam perkembangan seni tato di kota ini. Pemaknaan dari setiap mahasiswa pengguna tato di Purwokerto terhadap tatonya sangatlah beragam antara pengguna yang satu dengan lainnya. Dari data yang diperoleh peneliti di lapangan, setidaknya terdapat 5 makna tato menurut mahasiswa pengguna tato di Purwokerto. Pertama tato sebagai identitas diri, yang dibuat untuk mensimbolkan identitas diri penggunanya. Kedua tato sebagai penyampaian perasaan, yang dibuat untuk merepresentasikan gejolak perasaan dalam diri penggunanya. Ketiga tato sebagai motivasi diri, yang dibuat untuk menjadi dorongan atau penyemangat penggunanya. Keempat tato sebagai ungkapan religius, yang dibuat untuk melambangkan ungkapkan religius penggunaya terhadap kepercayaan atau keyakinan yang dianutnya. Kelima tato sebagai ekspresi seni, yang dibuat untuk merepresentasikan kecintaannya penggunanya terhadap keindahan seni dari sebuah gambar tato.The purposes of this research are to find out how students tattoo users in Purwokerto interpreted the tattoo on his body. Target in this research is student of tattoo user that exist in some universities in Purwokerto, with technique of determination of informant use pruposif or data source considered most know about research problem. While data collection techniques in this study using observation, interview and documentation. The existence of tattoo art among students in Purwokerto at this time can be said is no longer a taboo thing in the community. Based on the results of research shows that tattoos among Purwokerto students have become part of popular culture that is liked and sought by the young. The proliferation of tattoo studios in Purwokerto also contributed to the development of tattoo art in this city. The meaning of each student tattoo user in Purwokerto to his tattoo is very diverse between the other one premises. From the data obtained by researchers in the field, there are at least 5 tattoo meaning according to tattoo users in Purwokerto. The first tattoo as an identity, which is made to symbolize the identity of its users. Both tattoos as the delivery of feelings, which are made to represent the fluctuation of feelings within the user. Third tattoo as a self-motivation, which is made to be the impetus or encouragement of its users. The four tattoos as religious expressions, which are made to symbolize the religious expressiveness of their beliefs or beliefs. The five tattoos as an artistic expression, made to express the love of its users to the beauty of the art of a tattoo image.
1761921512A1M013030PENGARUH JENIS DAN KONSENTRASI FORTIFIKAN Fe TERHADAP KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA DAN SENSORI BISKUIT MOCAF BERSUPLEMEN TEPUNG IKAN KEMBUNG DAN TEPUNG TEMPEFortifikasi zat besi pada biskuit bersuplemen tepung ikan kembung dan tempe merupakan salah satu upaya untuk mengatasi masalah anemi kurang zat gizi besi pada masyarakat. Jenis fortifikan dan penambahan jumlah Fe akan mempengaruhi karakteristik kimia dan sensori biskuit bersuplemen tepung ikan kembung dan tempe. Biskuit merupakan salah satu pangan pembawa (vehicle) yang potensial karena dikonsumsi sacara luas oleh masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah: 1) Mengkaji pengaruh jenis fortifikan Fe terhadap karakteristik sensori biskuit mocaf; 2) Mengetahui pengaruh konsentrasi fortifikan Fe terhadap karakteristik sensori biskuit mocaf; 3) Menentukan kombinasi dengan hasil terbaik antara jenis fortifikan dan konsentrasi Fe berdasarkan pada aspek sensori biskuit mocaf. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri atas dua faktor yaitu jenis fortifikan (F), yaitu: F1= FeSO4 (ferro sulfat); F2= NaFeEDTA serta konsentrasi Fe (K), K1= 0 ppm; K2= 30 ppm; K3= 45 ppm; K4= 60 ppm; K5= 75 ppm. Variabel yang diamati, yaitu sifat kimia, dan sensori produk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi perlakuan terbaik pada penelitian ini, yaitu biskuit dengan jenis fortifikan FeSO4 dan konsentrasi 45 ppm memiliki warna cokelat muda (3,31); tekstur renyah (3,5); agak bau amis (3,48); sedikit bau logam (4,15); metallic taste sedikit terasa (3,7); flavor agak enak (3,16); dan agak disukai (3,1). Adapun karakteristik kimianya, yaitu kadar air 6,00 %bb; kadar abu 0,97 %bk; kadar FFA 1,16 %bk; angka peroksida 9,65 meqO2/kg, dan kadar zat besi 43,69 ppm.Iron fortification on biscuit supplemented with fish flour and tempeh flour is one of the efforts to overcome the Fe deficiency (anemia) problems in human life. The kind of fortificant and concetration Fe addition of will influence on characteristics and sensory of biscuit. One of the potential food vehicle because it is widely consumed is biscuit. The main of this study were: 1) To examine the effect of kind Fe fortificant on sensory characteristic of fortified biscuit; 2) To know the effect of Fe concentration on sensory characteristic of fortified biscuit; 3) To determine the best combination between the kind of fortificant and Fe concentration based on the sensory aspect of fortified biscuit. The experimental design used in this study was Randomized Complete Block Design (RCBD) including: the kind of fortificant (F) (FeSO4 (ferrosulfat); F2= NaFeEDTA), and Fe concentration (K) (K1= 0 ppm; K2= 30 ppm; K3= 45 ppm; K4= 60 ppm; K5= 75 ppm). The observed variables were chemical and sensory characteristics. The result of this study shows that the best combination was FeSO4 and 45 ppm concentration. Fortified biscuit with FeSO4 of 45 ppm, characteristic of these biscuit as follows: light brown color (score of 3.31); crunchy texture (score of 3.5); slightly fishy smell (score of 3.48); slightly metal smell (score of 4.15); slightly metallic tasted (score of 3.7); the flavor is a bit tasty (score of 3.16); and a rather preferred (score of 3.1). The chemical result in dry mass of this combination are water content of 6.00%; ash content of 0.97%; free fatty acid of 1.16%; peroxide number of 9.65 meqO2/kg; and Fe content of 43.69 ppm.
1762020668E1A113019Pemanfaatan Tanah Kas Desa dan Implikasi Pertanggungjawabannya terhadap Keuangan Desa (Studi di Kabupaten Purbalingga)Ditetapkannya Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa telah menghidupkan kembali semangat otonomi desa yang bersifat asli, bulat dan utuh serta paradigma dalam penyelenggaraan pemerintahan desa menjadi bersifat kemandirian desa. kondisi ini membuat desa berkewajiban untuk melakukan tata kelola pemerintahan, masyarakat dan aset. pengelolaan aset desa dengan salah satunya pemanfaatan tanah kas desa diharapkan dapat meningkatkan sumber pendapatan asli desa untuk mempercepat pembangunan desa. Penelitian ini merupakan penelitian yuridis normatif yang dimana data yang digunakan memusatkan pada hasil pustakan dengan ditambah penelitian di Kabupaten Purbalingga sebagai data penunjang.
Hasil Penelitian ini menunjukan bahwa Pemerintahan Desa dalam melaksanakan semangat otonomi desa harus mengupayakan agar segala kekayaan atau aset desa khususnya tanah kas desa harus dikelola atau dimanfaatkan secara tepat guna dan hasilnya harus dapat dipertanggungjawabkan menjadi sumber pendapatan desa yang kemudian diperuntukan sebagai pembangunan desa.
The enactment of Law No. 6 of 2014 on Villages has revived the village autonomy spirit which is original, rounded and whole as well as paradigm in the administration of the village administration to be the independence of the village. these conditions make the village obliged to managed governance, community and assets.the management of village assets with one of the utilization of village cash land is expected to increase the original source of income of the village to accelerate village development. This research is a normative juridical research where the data used to focus on the results of the library with the added research in Purbalingga District as supporting data.
The results of this study indicate that the Village Government in implementing the spirit of village autonomy should strive for all the assets of the village, especially the village cash lands must be managed or utilized appropriately and the results must be accountable to be a source of village income which is then designated as village development.