Artikelilmiahs
Menampilkan 17.441-17.460 dari 50.024 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 17441 | 20532 | F1D011032 | STRATEGI GERAKAN SOSIAL DAN POLITIK: Strategi Perjuangan Paguyuban Bentor Mekarsari Banyumas Dalam Gerakan Legalisasi Alat Transportasi Bentor Di Kabupaten Banyumas | Artikel hasil penelitian ini bertujuan untuk memahami gerakan yang dilakukan oleh Paguyuban Bentor Mekarsari Banyumas dalam Gerakan Legalisasi Alat Transportasi Bentor di Kabupaten Banyumas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini dalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus dalam perspektif pascastrukturalisme. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa strategi perjuangan yang dilakukan oleh Paguyuban Bentor Mekarsari Banyumas dalam gerakan melegalisasi alat transportasi bentor di Kabupaten Banyumas sudah dilakukan dengan berbagai macam cara dan strategi. Strategi yang digunakan Paguyubang Bentor yaitu, Konsolidasi anggota kelompok, Networking, Lobbying, dan Advokasi. Dalam hal ini terdapat faktor kontekstual yang mendorong dan menghambat proses gerakan ini, yaitu faktor pendorongnya yaitu meningkatnya anggota paguyuban, peningkatan pendapatan pengemudi Bentor, dan kedekatan dengan Calon Kepala daerah. Selain itu, faktor yang menghambat proses gerakan ini adalah latar belakang pendidikan dan faktor usia, provokasi dari koperades, belum adanya legalitas yang jelas mengenai Bentor, dan belum adanya bantuan dari LBH atau LSM di tingkat daerah. | This research article aims to understand the movement conducted by Paguyuban Bentor Mekarsari Banyumas in the Movement of Legalization of Bentor Transportation in Banyumas Regency. The method used in this research is qualitative research method with case study approach in post-structuralism perspective. The result of this research shows that the strategy of struggle conducted by Paguyuban Bentor Mekarsari of Banyumas in legalization movement of bentor transportation in Banyumas Regency has been done with various ways and strategy. The strategy used by Paguyuban Bentor is Consolidation of group members, Networking, Lobbying, and Advocacy. In this case there are contextual factors that encourage and hamper the process of this movement, namely the driving factors of increasing members of the association, increased Bentor driver's income, and proximity to the Regional Head Candidate. In addition, the factors that impede the process of this movement are educational background and age factor, provocation of koperades, lack of clear legality regarding Bentor, and no assistance from LBH or NGOs at the local level. | |
| 17442 | 20533 | G1D013017 | Gambaran Burnout pada Dosen Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman | Latar belakang: Burnout adalah sindrom kelelahan fisik, emosional dan mental yang timbul sebagai konsekuensi dari ketidaksesuaian antara individu dengan lingkungan dan desain pekerjaan. Sindrom burnout rentan dialami oleh profesi yang bersifat human service dan bekerja erat dengan masyarakat seperti tenaga pengajar, dokter , dan perawat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran burnout pada dosen Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman. Metode: Penelitian ini menggunakan metode studi deskriptif kuantitatif dengan jenis desain cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik total samplin dengan jumlah 60 orang sampel penelitian yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner Maslach Burnout Inventory-Human Service Survey. Data dianalisis menggunakan analisis univariat yang disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi. Hasil: Karakteristik responden didominasi oleh usia dewasa awal, berjenis kelamin perempuan, sudah menikah, belum memiliki anak, memiliki pendidikan terakhir S2, status pekerjaan PNS, masa kerja lebih dari 7 tahun, bekerja 40 jam/minggu, tidak menduduki jabatan struktual, dan memiliki jabatan fungsional asisten ahli. Gambaran burnout pada penelitian ini 73,3% sedang, 18,3% berat, dan hanya 8,3% pada burnout ringan,. Kesimpulan: Mayoritas responden berada pada burnout tingkat sedang. | Background: Burnout is a syndrome of physical, emotional and mental exhaustion that arises as a consequence of the discrepancy between the individual with the environment and the design of his work. Burnout syndrome is commonly experienced by professions that are human service and work closely with the community such as teaching staff, doctors, and nurses. Aim: This study aims to determine the description of burnout in Lecturer Faculty of Health Sciences Jenderal Soedirman University. Method: This study uses quantitative descriptive study method with cross sectional design type. Sampling using total sampling technique with the number of 60 research samples that meet the criteria of inclusion and exclusion. The research instrument used the Maslach Burnout Inventory-Human Service Survey questionnaire. Data were analyzed using univariate analysis presented in the form of frequency distribution. Result: Characteristics of the respondent are dominated by the early adult respondents, female, married, not having children, recent magister education, employment status, working more than 7 years, working 40 hours in a week, no structural positions, and having functional positions of expert assistants. Burnout in this study was 73,3% moderate,18,3% by heavy, and 8,3% in light burnout. Conclusion: Majority respondents are in moderate burnout. | |
| 17443 | 21488 | A1M014059 | PENGARUH VARIASI METODE DAN LAMA PENGERINGAN KELOPAK BUNGA ROSELA (Hibiscus sabdariffa) TERHADAP KARAKTERISTIK KIMIA DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK YANG DIHASILKAN | Ekstrak kelopak bunga rosela mengandung senyawa bioaktif yaitu antosianin dan vitamin C. Kelopak bunga rosela merupakan salah satu komoditi yang mudah rusak, karena memiliki kadar air tinggi. Metode yang dilakukan untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan cara pengeringan. Namun pengeringan dapat menyebabkan senyawa bioaktif yang terdapat didalam kelopak bunga rosela mengalami kerusakan sehingga perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai metode dan lama pengeringan yang tepat supaya mendapatkan rendemen dan senyawa bioaktif yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi metode dan lama pengeringan kelopak bunga rosela terhadap karakteristik kimia dan aktivitas antioksidan ekstrak yang dihasilkan. Rancangan percobaan yang digunakan pada penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Faktor yang digunakan adalah metode pengering (matahari, kabinet dan efek rumah kaca) dan lama pengeringan (2, 4, 6 dan 8 jam). Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode terbaik terdapat pada metode pengeringan kabinet yaitu menghasilkan vitamin C sebesar 55,44 mg/100 g dan total antosianin sebesar 25,5739 mg/100g. Sedangkan lama pengeringan terbaik terdapat pada pengeringan 8 jam menghasilkan vitamin C sebesar 60.647 mg/100 g dan total antosianin sebesar 30,2319 mg/100g. Hasil yang didapatkan berbanding lurus dengan aktivitas antioksidan yang dihasilkan yaitu IC50 sebesar 0.7006 μg/ml dengan persamaan matematis kadar air y = 87.891 – 10.672x. | Roselle petals extract contains bioactive compounds which are anthocyanin and vitamin C. Roselle petal is one of commodities that can be easily damaged, since it has high amount of water content. One of the methods that can be used to overcome that matter is by drying method. However, drying may cause bioactive compounds, which contained in Roselle petals to be damaged, so there should be a further research regarding an appropriate method and time of drying, in order to obtain high amount of rendemen and bioactive compounds. Therefore, the purpose of this research was to identify the effects of variations of methods and times of drying of Roselle petals toward the chemical characteristics and antioxidant activities of the extract produced. The experimental design used in this research was Randomized Block Design (RBD). The factors studied in this research were methods of drying (sun, cabinet, and greenhouse effect) and times of drying (2, 4, 6, and 8 hours). The results of this research showed that the best method of drying was the cabinet drying, which obtained 55,44 mg/100 g of Vitamin C and 25,5739 mg/100g of total anthocyanin. Meanwhile, the best times of drying resulted in this research was 8 hours of drying, which obtained 60,647 mg/100 g of Vitamin C and 30,2319 mg/100g of total anthocyanin. The results achieved in this research were directly proportional to the antioxidant activity, which in the method of cabinet drying for 8 hours, obtained 0.7006 μg/ml of IC50 and y = 87.891 - 10.672x of the mathematical equations of water content. | |
| 17444 | 21504 | A1L113030 | RESPON PERTUMBUHAN DAN KECEPATAN BERTUNAS ASAL BAHAN SETEK SIGSAG (Euphorbia tithymaloides L.) TERHADAP KONSENTRASI AIR KELAPA | Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui asal bahan setek yang sesuai bagi pertumbuhan setek tanaman sigsag, (2) mengetahui konsentrasi air kelapa yang tepat bagi pertumbuhan setek tanaman sigsag, (3) mengetahui interaksi dan kombinasi terbaik antara asal bahan setek dan konsentrasi air kelapa terhadap pertumbuhan tanaman sigsag. Penelitian dilaksanakan pada 5 Oktober 2017 sampai 3 Januari 2018 di Kelurahan Purwokerto Wetan, Kecamatan Purwokerto Timur, Kabupaten Banyumas. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) faktorial dengan 3 ulangan. Faktor pertama adalah asal bahan setek, yaitu pucuk, tengah, dan pangkal. Faktor kedua adalah konsentrasi pemberian air kelapa, yaitu 0%, 50%, dan 100%. Variabel yang diamati meliputi persentase setek tumbuh, saat tumbuh tunas, jumlah daun, luas daun, panjang akar terpanjang, jumlah akar, bobot akar segar dan bobot akar kering. Data dianalisis menggunakan uji F, apabila berbeda nyata dilanjutkan dengan DMRT 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) bagian pangkal dan tengah tanaman mampu meningkatkan persentase setek tumbuh, luas daun, jumlah daun, panjang akar terpanjang, jumlah akar dan bobot akar segar dan (2) konsentrasi air kelapa 50% mampu mempercepat saat tumbuh tunas (3) tidak ada interaksi maupun kombinasi terbaik antara asal bahan setek dengan konsentrasi air kelapa. | This research aimed to (1) know the origin of cuttings suitable for the growth of cuttings of sigsag crops, (2) know the proper coconut water concentration for the growth of cuttings of sigsag crops; (3) know the interaction and best of combination between the various cuttings and the concentration of coconut water on the growth of cuttings of sigsag crops. The research was conducted from 5 October 2017 to 3 January 2018 in Purwokerto Wetan Village, East Purwokerto District, Banyumas Regency. The research design was using a Randomized Completely Block Design (RCBD) factorial with 3 replications. The first factor was the cutting material origin, the top, the center, and the base of the plant. The second factor was the concentration of coconut water, 0%, 50%, and 100 %. The observed variables included percentage of growing cuttings, time of growing shoots, number of leaves, leaf area, longest root length, root number, wet root weight and dry root weight. Data were analyzed by F test, tested further by DMRT 5% if significantly different. The results showed that (1) the base of the plant was able to increase the percentage of growing cuttings, leaf area, leaf number, longest root length, root number and fresh root weight and (2) 50% concentration was able to accelerate the growing buds (3) there was no interaction and best of combination between cuttings material origin with coconut water concentration. | |
| 17445 | 21688 | E1A012331 | PENETAPAN WALI ADHAL (Studi Terhadap Penetapan Pengadilan Agama Banjarnegara Nomor: 114/Pdt.P/2014/PA.Ba) | Dalam kehidupan bermasyarakat terkadang seorang wali tidak mau menikahkan anak perempuannya karena beberapa sebab seperti calon suami tidak sekufu atau anak perempuannya sudah dipinang oleh laki-laki lain atau anak perempuanya bukan anak kandung atau tidak memiliki hubungan nasab dengan ayahnya atau terdapat cacat badan yang mengakibatkan perkawinan tersebut dapat difasakh. Berdasarkan alasan tersebut, peneliti tertarik mengangkat judul “Wali Adhal” Permasalahan masalah ini adalah bagaimana pertimbangan hukum hakim dalam perkara penetapan wali adhal terhadap penetapan Pengadilan Agama Banjarnegara Nomor: 114/Pdt.P/2014/PA.Ba. Metode penelitian yang peneliti pakai adalah Yuridis Normatif, spesifikasi penelitian preskriptif, pengumpulan data studi kepustakaan dengan inventarisasi dan analisis data. Hasil penelitian menunjukan bahwa pertimbangan hukum yang dipakai oleh hakim mendasarkan Pasal 23 ayat (2) Kompilasi Hukum Islam jo Pasal 2 ayat (2) dan Pasal 4 ayat (1) Peraturan Menteri Agama Nomor 2 Tahun 1987 Tentang Wali Hakim. Sebaiknya hakim menggunakan Pasal 23 ayat (1) dan (2) Kompilasi Hukum Islam jo Pasal 2 Peraturan Menteri Agama Nomor 30 Tahun 2005 Tentang Wali Hakim. | In social life sometimes a guardian does not want to marry off his daughter for several reasons such as the prospective husband is not sekufu or his daughter has been dipinang by another man or daughter is not biological children or do not have a nasab relationship with his father or there is a disability that resulted in the marriage can be faked. Based on these reasons, researchers are interested in raising the title "Guardian Adhal" The problem of this matter is how the judge's judicial consideration in the case of the determination of the guardian of adhal against the establishment of the Religious Court of Banjarnegara Number: 114 / Pdt.P / 2014 / PA.Ba. The research method used by researchers is Juridical Normative, prescriptive research specification, data collection of literature study with inventory and data analysis. The result of the research shows that the legal considerations used by the judge based on Article 23 paragraph (2) of the Compilation of Islamic Law jo Article 2 paragraph (2) and Article 4 paragraph (1) Regulation of the Minister of Religious Affairs No. 2/1987 on the Judge. The judges should use Article 23 paragraph (1) and (2) Compilation of Islamic Law jo Article 2 Regulation of the Minister of Religious Affairs Number 30 Year 2005 About the Judge. | |
| 17446 | 21489 | G1F014022 | STUDI KARAKTERISASI KIMIA PATI AMPAS TAHU SEBAGAI EKSIPIEN DALAM SEDIAAN FARMASI | Latar Belakang : Ampas tahu merupakan residu hasil pengolahan tahu yang mengandung karbohidrat tinggi. Hal ini memungkikan pati ampas tahu dikembangkan menjadi eksipien dalam sediaan farmasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik kimia pati ampas tahu dan perbandingannya dengan pati lain dalam kompendia. Metodologi : Pembuatan pati ampas tahu dilakukan dengan isolasi menggunakan KOH 0,1%. Tahap berikutnya adalah proses karakterikasi sifat kimia pati ampas tahu meliputi identifikasi pati, pengukuran pH, dan identifikasi gugus fungsi. Hasil yang diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif yang kemudian dibandingkan dengan pati lainnya dalam kompendia. Hasil Penelitian : Hasil karakterisasi kimia pati ampas tahu yaitu berdasarkan identifikasi pati mengandung amilopektin; pH 4,9; dan memiliki gugus fungsi O-H, C-H, C=O, C-O, δ (O-H). Kesimpulan : Pati ampas tahu dapat digunakan sebagai eksipien dalam sediaan farmasi dilihat dari karakteristik kimia yang hampir sama dengan pati lainnya serta memenuhi persyaratan sebagai pati pada kompedia. | Background: The tofu is a residue from the high-carbohydrate tofu processing. This enables starch to know to develop into excipients in pharmaceutical preparations. This study aims to determine the chemical characteristics of starch tofu and its comparison with other starch in the compendia. Methods: Preparation of starch tofu waste was done by isolation using 0.1% KOH. The next stage is the characterization process of chemical properties of starch tofu waste including starch identification, pH measurement, and functional group identification. The results obtained are then analyzed descriptively then compared with other starch in the compendia. Result: The result of chemical characterization of starch tofu waste was based on identification of starch containing amylopectin; pH 4.9; and having functional group O-H, C-H, C = O, C-O, δ (O-H). Conclution: The tofu waste can be used as excipients in a pharmaceutical preparation seen from chemical characteristics that are similar to those of other starches and meet the requirements as a starch on the whole. | |
| 17447 | 20535 | F1B112049 | PENGARUH DISIPLIN KERJA DAN MOTIVASI TERHADAP KINERJA PEGAWAI DI KANTOR DINAS PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN KABUPATEN BANYUMAS | ABSTRAK Kinerja adalah hasil kerja yang dapat dicapai oleh seseorang atau sekelompok orang dalam suatu organisasi, sesuai dengan wewenang dan tanggung jawab masing-masing, dalam upaya mencapai tujuan organisasi. Disiplin dan motivasi pegawai harus dituntut melaksanakan tugas yang menjadi kewajibannya dengan penuh kedisiplinan, diperlukan semangat dan motivasi kerja yang kuat tinggi demi tercapainya kinerja yang optimal. Menurut A. Dale Timple (dalam Mangkunegara 2010: 14) yang menyatakan bahwa kinerja pegawai dipengaruhi oleh disiplin kerja dan motivasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh disiplin kerja dan motivasi terhadap kinerja pegawai di Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kabupaten Banyumas. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif asosiatif dengan pendekatan survey. Teknik pengambilan sampelnya adalah sampel jenuh. Metode analisis data yang digunakan adalah Korelasi Kendall Tau-c, Regresi Ordinal dan Konkordansi Kendall W. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 57 pegawai yang bekerja di Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kabupaten Banyumas. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu dengan kuesioner, yang didukung dengan observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa disiplin kerja berpengaruh terhadap kinerja pegawai dengan nilai koefisien sebesar 0,869. Begitu juga, penelitian ini menunjukkan bahwa motivasi berpengaruh terhadap kinerja pegawai dengan nilai koefisien sebesar 0,827. Selanjutnya, hipotesis ketiga menunjukkan bahwa disiplin kerja dan motivasi berpengaruh terhadap kinerja pegawai dengan nilai koefisien sebesar 0,820. | ABSTRACT Performance is the work result can be achieved by a person or group on organization, in accordance with the authority and responsibility of each, in an effort to achieve organization goals. Discipline and employee motivation should be required to carry out the duties that become on duty with full discipline, needed a strong spirit and motivation to work high in order to achieve optimal performance.In pursuance of A. Dale Timple (in Mangkunegara 2010:14) state that employee performance is influenced by work discipline and motivation. This study aims to determine the effect of work discipline and motivation on the performance of employees in the Office of Housing and Settlement Area of Banyumas Regency. This research used quantitative research method with survey approach. The sampling technique is a saturated sample. The data analysis method used is Kendall Tau-c Correlation, Ordinal Regression and Kendall W Concordance. The sample in this research is 57 employees who work in the Office of Housing and Settlement Area of Banyumas Regency. Methods of data collection in this study by questionnaire, which is supported by observation and documentation. The results of this study indicate a working relationship with the performance of 0,869. Moreover, this study shows that motivation has an effect on employee performance with coefficient value of 0,827. Furthermore, the third hypothesis shows that work discipline and motivation affect employee performance with coefficient value of 0,820. | |
| 17448 | 20536 | F1F011057 | An Analysis of Language Style Used by The Main Character, Eggsy, In A Film Entitled Kingsman: The Secret Service. | Pembahasan umum dari skripsi ini adalah ragam bahasa. Lalu, pembahasan utama dari skripsi ini adalah untuk menganalisis ragam bahasa yang digunakan oleh karakter utama, Eggsy, pada film berjudul Kingsman: The Secret Service. Penelitian ini menganalisis tentang jenis-jenis ragam bahasa dan implementasinya berdasarkan konteks SPEAKING. Data diambil berdasarkan ujaran-ujaran Eggsy di dalam film Kingsman: The Secret Service. Kemudian, peneliti menjelaskan beberapa contoh dari setiap ragam bahasa sebagai sampel dari keseluruhan data. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Oleh karena itu, dalam menganalisis data, dilakukan beberapa langkah untuk menganalisis data dengan menggunakan konteks SPEAKING, dan mengidentifikasi data berdasarkan ragam bahasanya. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 178 ujaran yang mengandung ragam bahasa. Terdapat 25 ujaran ragam bahasa formal, 45 ujaran ragam bahasa konsultatif, 91 ujaran ragam bahasa kasual, dan 17 ujaran ragam bahasa intim. Peneliti tidak menemukan adanya ragam bahasa beku didalam penelitian ini. Berdasarkan hasil penelitian, peneliti menyimpulkan bahwa latar dan partisipan adalah aspek yang mempengaruhi ragam bahasa yang digunakan Eggsy didalam konteks SPEAKING. Walaupun demikian, penelitian ini juga dapat diaplikasikan di beberapa aspek yang berkaitan dengan film, blog video, drama, dan karya sastra lainnya. | The general concern of this thesis is language style. Then, the main concern of this thesis is to analyze language style used by the main character, Eggsy, in the movie entitled Kingsman: The Secret Service. The data are taken from Eggsy’s utterances in the film Kingsman: The Secret Service. Then, the researcher explains some examples from each styles as a sample of the whole data. This research is qualitative research. Therefore, in analyzing the data, it takes several steps to analyze the data by using context of SPEAKING, and identify the data based on its styles. The result of the research shows there are 178 utterances containing language styles. There are 25 utterances of formal style, 45 utterances of consultative style, 91 utterances of casual style, and 17 utterances of intimate style. The researcher can not find frozen style in this research. Based on the result of the reasearch, the researcher concludes that Eggsy’s language style are influenced by the aspects of setting and participants in the context of SPEAKING. However, this research can be applied in some terms related to movie, video blogs, drama, and other literary works. | |
| 17449 | 20537 | C2D015024 | PENGARUH FAKTOR INTERNAL PERUSAHAAN TERHADAP RISIKO KERUNTUHAN HARGA SAHAM DI BURSA EFEK INDONESIA | Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kualitas akrual, konservatisme, kepemilikan manajerial dan keefektifan komite audit terhadap risiko keruntuhan harga saham. Populasi penelitian ini adalah seluruh perusahaan yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia. Jumlah sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah 128 perusahaan going public yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Teknik analisis data pada menelitian ini adalah analisa regresi linear berganda. Hasil penelitian ini adalah variabel Kualitas akrual, Konservatisme dan Kepemilikan manajerial memiliki pengaruh negatif terhadap risiko keruntuhan harga saham. Sedangkan variabel Keefektifan komite audit tidak memiliki pengaruh negatif terhadap risiko keruntuhan harga saham. Implikasi dari penelitian ini adalah bahwa faktor internal perusahaan yang terdiri dari kualitas akrual, konservatisme dan kepemilikan manajerial perlu diperhatikan guna meminimalisir risiko keruntuhan harga saham. | The purpose of this study is to determine the effect of accrual quality, conservatism, managerial ownership and effectiveness of the audit committee on the risk of stock price crash. The population of this study are all companies listed on the Indonesia Stock Exchange. The number of samples taken in this study are 128 companies going public listed on the Indonesia Stock Exchange. This research use multiple linear regression analysis. The results of this study are Accrual quality, Conservatism and Managerial ownership have negative effect on the risk of stock price crash. The effectiveness of the audit committee does not has negative effect on the risk of stock price crash. The implication of this research is that internal factors of company which consist of accrual quality, conservatism and managerial ownership need to be considered in order to minimize risk of stock price crash. | |
| 17450 | 21387 | C1M014036 | Pengaruh Penggunaan Media Videoscribe dan Media Grafis Dalam Pembelajaran Mata Pelajaran Ekonomi Terhadap Hasil Belajar Dilihat dari Minat Belajar | Penelitian yang berjudul “Pengaruh Penggunaan Media Videoscribe dan Media Grafis Dalam Pembelajaran Mata Pelajaran Ekonomi Terhadap Hasil Belajar Dilihat dari Minat Belajar” bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan media videoscribe dan media grafis terhadap hasil belajar siswa kelas XI IPS SMAN 2 Purwokerto melalui minat belajar sebagai variabel mediator. Selain itu penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui perbandingan hasil belajar mata pelajaran ekonomi siswa kelas XI IPS SMAN 2 Purwokerto yang menggunakan media videoscribe dibandingkan dengan menggunakan media grafis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian komparatif dengan pendekatan eksperimen. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 73 siswa yang terbagi dalam kedua kelas yaitu kelas kontrol dan kelas eksperimen. Pengumpulan data dilakukan melalui angket dan Post Test. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi linier variabel mediator, analisis regresi berganda, sobel test, dan t-test. Berdasarkan hasil analisis diperoleh hasil sebagai berikut : (1) Terdapat pengaruh positif penggunaan media pembelajaran terhadap minat belajar siswa; (2) Terdapat pengaruh positif minat belajar siswa terhadap hasil belajar siswa; (3) Terdapat pengaruh positif penggunaan media pembelajaran terhadap hasil belajar siswa; (4) Minat belajar siswa memediasi pengaruh penggunaan media pembelajaran terhadap hasil belajar siswa; (5) Terdapat perbedaan hasil belajar siswa yang signifikan antara siswa yang dalam pembelajarannya menggunakan media videoscribe dan siswa yang dalam pembelajarannya menggunakan media grafis. | The research with a title “The Influence about using Videoscribe Media and Graphic Media in Economic Subjects learning towards talent and interest in Learning Outcomes” have a purpose to analyzing the influence about using videoscribe media and graphic media in learning outcomes for senior highschool 2 Purwokerto, grade XI IPS through learning interest as mediator variables. Furthermore, This Research have a purpose to knowing the comparison in learning outcomes on Economic Subjects using Videoscribe media compare with graphic media in Senior Highschool 2 Purwokerto, grade XI IPS. The method used in this research are comparative research with experiment approach. There are 73 sample from students which divides into two clasess, that is : Control class and Experiment class. The data collection using questionnaire and Post Test. the method of analysis used in this research are linear regression analysis of the mediator variable, multuple regression analysis, sobel test and t-test. Based on analysis results, we obtain the results such as : (1) There are positive influence from instructional media with student’s learning Interest; (2) There are positive influence from student’s learning interest towards student’s learning outcomes; (3) There are positive influence from using instructional media towards student’s learning outcomes; (4) Student’s learning interest mediated the influence from using instructional media towards student’s learning outcomes; (5) There are difference in learning outcomes from students are significant between students when educated using videoscribe media and students when .educated using graphic media. | |
| 17451 | 20538 | F1J011022 | Aspek Sosial Penggunaan Variasi Kanyuu dalam Drama Ohitorisama | Penelitian ini mengkaji tentang variasi penggunaan kanyuu dilihat dari aspek sosial yang melatarbelakanginya melalui drama Ohitorisama. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan sosiolinguistik untuk menganalisis aspek sosial penggunaan variasi kanyuu berdasarkan teori Hymes dan Holmes. Sumber data yang digunakan adalah drama Ohitorisama. Data analisis berupa kalimat yang mengandung kanyuu sebanyak 44 buah. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik simak dan teknik catat. Hasil penelitian menunjukkan adanya aspek sosial yang mempengaruhi penggunaan variasi kanyuu dalam drama Ohitorisama. Aspek sosial tersebut terbagi menjadi tiga dimensi, yaitu: (1) dimensi jarak sosial sebanyak 20 tuturan (2) dimensi status sosial sebanyak 10 tuturan (3) dimensi formalitas sebanyak 14 tuturan. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa aspek sosial melatarbelakangi variasi penggunaan kanyuu dalam bahasa Jepang. | This research explore about the variation of kanyuu usage from the social aspect which becoming background through ohitorisama drama. This research is descriptive qualitative research with sosiolinguistic approach to analyze the variation of kanyuu usage from the social aspect based on Hymes and Holmes theory. The data resource in this researce is ohitorisama drama. The analysis data are sentences which contain kanyuu 44 sentences. The data collecting method used was gather and record methods. The result of research shown that social aspect influence the kanyuu variation usage in ohitorisama drama.that social aspect is divided into three main dimension, those are 1) The social gap dimension found 20 utterance. 2) the social status dimension found 10 utterance. 3) the formalities dimension found 14 utterance. Based on the result of the research, it could be concluded the social aspect becoming the background of the kanyuu variation usage in Japanese. | |
| 17452 | 20539 | G1D013047 | PERBEDAAN EFEKTIVITAS KOMIK DAN LEMBAR BALIK TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP PENCEGAHAN HIPERTENSI PADA REMAJA DI SMPN 1 DAN 2 PURWOKERTO | PERBEDAAN EFEKTIVITAS KOMIK DAN LEMBAR BALIK TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP PENCEGAHAN HIPERTENSI PADA REMAJA DI SMPN 1 DAN 2 PURWOKERTO Sukmawati Cita Lestari1, Eva Rahayu2, Asep Iskandar2 ABSTRAK Latar Belakang: Hipertensi pada remaja merupakan masalah yang sedang berkembang. Salah satu faktor yang menjadi penyebab adalah rendahnya pengetahuan dan sikap pencegahan hipertensi pada remaja, oleh sebab itu diperlukan intervensi yang tepat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan efektivitas komik dan lembar balik terhadap pengetahuan dan sikap pencegahan hipertensi pada remaja di SMPN 1 dan 2 Purwokerto. Metodologi: Penelitian ini menggunakan rancangan quasy experiment randomized pretest-postest with control group. Sampel penelitian ini berjumlah 48 orang siswa SMP pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Kelompok intervensi diberikan intervensi komik sedangkan kelompok kontrol diberikan lembar balik mengenai pencegahan hipertensi remaja. Analisis data penelitian ini menggunakan uji t berpasangan dan uji t tidak berpasangan. Hasil Penelitian: Hasil uji t berpasangan menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara skor pengetahuan dan sikap pencegahan hipertensi sebelum dan sesudah diberikan komik pada kelompok intervensi dan lembar balik pada kelompok kontrol (p=0,00). Hasil uji t tidak berpasangan menunjukkan terdapat perbedaan peningkatan rerata skor pengetahuan anatara kelompok intervensi (3,67) dan kontrol (2,67) dengan nilai p=0,012. Selain itu juga terdapat perbedaan rerata peningkatan skor sikap antara kelompok intervensi (5,58) dan kontrol (3,67) dengan nilai p=0,00. Kesimpulan: Komik lebih efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap pencegahan hipertensi pada remaja dibandingkan dengan lembar balik. Kata Kunci: Hipertensi, Remaja, Pengetahuan, Sikap, Komik, Lembar balik 1 Mahasiswa Jurusan Keperawatan, Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan, Universitas Jenderal Soedirman 2 Jurusan Keperawatan, Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan, Universitas Jenderal Soedirman | DIFFERENCE EFFECTIVITY OF COMIC AND FLIP CHART ON KNOWLEDGE AND ATTITUDE OF HYPERTENSION PREVENTION AMONG ADOLESCENTS IN SMPN 1 AND 2 PURWOKERTO Sukmawati Cita Lestari1, Eva Rahayu2, Asep Iskandar2 ABSTRACT Background: Hypertension in adolescents is a developing health problem nowadays. One of the causing problem is the lack of knowledge and attitude of hypertension prevention among adolescents and need the right method for it. The aim of this study was to determine the difference effectivity of comic and flip chart on knowledge and attitude of hypertension prevention among adolescents in SMPN 1 and 2 Purwokerto. Method: This was a quasy experimental pretest-posttest with control group study. This study recruited 48 respondents who met the inclusion criteria and did not meet the exclusion criteria and divided into two group, intervention and control group, which have 24 respondents in each group. Intervention group was given the comic and the control group was given the flip chart about hypertension prevention among the adolescents. Data were analyzed with the paired t test and independent t test. Result: The result of paired t test showed that there were significant differences of adolescents knowledge (p=,00) and attitude (p=0,00) in intervention and control group. Independent t test showed that there were significant differences of knowledge between intervention (3,67) and control group (2,67) with p value=0,012 and there were also significant differences of adolescents attitude among the intervention (5,58) and control group (3,67) with p value=0,00. Conclusion: Comic is more effective than flip chart on increase the knowledge and attitude score of hypertension prevention in adolescents. Keywords: Hypertension, Adolescents, Knowledge, Attitude, Comic, Flip chart 1 Nursing student, Nursing program, Faculty of Health Science, University of Jenderal Soedirman 2 Nursing program, Faculty of Health Science, University of Jenderal Soedirman | |
| 17453 | 20534 | F1B112032 | Pengaruh Gaya Kepemimpinan Petugas Puskesmas Dan Lingkungan Kerja Terhadap Pelayanan Posyandu Di Kecamatan Gunung Jati Kabupaten Cirebon | Layanan Posyandu di Kecamatan Gunung Jati Kabupaten Cirebon akan optimal jika didukung dengan Kepemimpinan yang efektif, melalui Gaya Kepemimpinannya dalam memimpin bawahannya. Hal lainnya juga menyangkut Lingkungan Kerja yang kondusif, yaitu sesuai dengan kebutuhan kerja. Berdasarkan kondisi tersebut, maka kajian ini adalah “Pengaruh Gaya Kepemimpinan Petugas Puskesmas Dan Lingkungan Kerja Terhadap Pelayanan Posyandu Di Kecamatan Gunung Jati Kabupaten Cirebon” bertujuan mengetahui mengetahui pengaruh Gaya Kepemimpinan Petugas Puskesmas dan Lingkungan Kerja secara bersama-sama dan parsial terhadap Pelayanan Posyandu di Kecamatan Gunung Jati Kabupaten Cirebon. Sasaran penelitian ini adalah kader Posyandu di wilayah kantor Puskesmas Gunung Jati Kecamatan Gunung Jati Kabupaten Cirebon dengan sampel 47 kader posyandu. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode survei, dengan teknik analisis data Kendall tau, Konkordansi Kendall W dan Regresi Ordinal. Hasil analisis secara kuantitatif dalam penelitian ini menunjukkan (1) Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara Gaya Kepemimpinan terhadap Pelayanan Posyandu sebesar 0,699 atau 69,9 persen. (2) Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara Lingkungan Kerja terhadap Pelayanan Posyandu sebesar 0,537 atau 53,79 persen. (4) Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara Gaya Kepemimpinan dan Lingkungan Kerja terhadap Pelayanan Posyandu sebesar 0,927 atau 92,7 persen. | The Posyandu service in Gunung Jati Sub-district of Cirebon Regency will be optimal if supported by effective Leadership, through Leadership Style in leading subordinates. Other matters are also related to a conducive Work Environment, that is in accordance with work needs. Based on these conditions, this study is "The Influence of Leadership Style of Puskesmas Officers and Work Environment on Posyandu Service in Gunung Jati Sub-District of Cirebon Regency" aims to know to know the influence of Leadership Style of Puskesmas Officers AND Work Environment together and partial on Posyandu Service in Gunung Jati Sub-district of Cirebon Regency. The target of this research is Posyandu cadres in the area of Gunung Jati Public Health Office, Gunung Jati Subdistrict, Cirebon District with samples of 47 Posyandu cadres. The research method used is survey method, with data analysis technique Kendall tau, Concordance Kendall W and Ordinal Regression. The results of quantitative analysis in this study indicate (1) There is a positive and significant influence between the Leadership Style on Posyandu Services amounted to 0.699 or 69.9 percent. (2) There is a positive and significant influence between the Work Environment on Posyandu Services at 0.537 or 53.79 percent. (4) There is a positive and significant influence between the Leadership Style and the Work Environment on the Posyandu Service at 0.927 or 92.7 percent. | |
| 17454 | 21490 | E1A012346 | Pelaksanaan Hak-Hak Pekerja Pada PT. Tunas Artha Mandiri Syariah Purwokerto Menurut UU No. 13 Tahun 2003 | Penelitian ini berjudul “Pelaksanaan Hak-Hak Pekerja Pada PT. Tunas Artha Mandiri Syariah Purwokerto Menurut UU No. 13 Tahun 2003”. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui bentuk pelaksanaan hak-hak pekerja pada PT. Tunas Artha Mandiri Syariah Purwokerto serta untuk mengetahui hambatan-hambatan dalam pelaksanaan hak-hak pekerja pada PT. Tunas Artha Mandiri Syariah Purwokerto. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode pendekatan Yuridis Normatif, yaitu pendekatan yang menggunakan konsepsi legis positivis Pendekatan ini dilakukan dengan menelaah semua peraturan perundang-undangan yang bersangkut paut dengan permasalahan Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan sebagai berikut: Bentuk pelaksanaan terhadap hak-hak pekerja tidak di berikan sesuai peraturan perundang-undangan, hanya beberapa hak-hak yang di berikan dan itu belum optimal seperti hak gaji/upah, cuti/waktu istirahat, waktu kerja dan perlindungan jaminan sosial tenaga kerja. Hambatan dalam pelaksanaan hak-hak pekerja meliputi hambatan eksteren dari Dinas Tenaga Kerja, kurangnya pengawasan dalam melaksanakan perlindungan hukum, kurangnya intensitas sosialisasi perlindungan hukum preventif dan kurang tegasnya pemberian sanksi pada perusahaan yang melanggar peraturan dan Hambatan interen dari pihak perusahaan yang tidak mentaati peraturan mengenai pelaksanaan hak-hak pekerja, Perusahaan lebih tertutup dan sulit untuk memberikan informasi tentang kondisi yang terjadi di perusahaan. | This research entitled "Implementation of Workers' Rights at PT. Tunas Artha Mandiri Syariah Purwokerto According to Law no. 13 of 2003 ". The purpose of this study is to determine the implementation of the rights of workers at PT. Tunas Artha Mandiri Syariah Purwokerto and to know the barriers in the implementation of the rights of workers at PT. Tunas Artha Mandiri Syariah Purwokerto. The method used in this research is the method of Juridical Normative approach, that is approach which uses positivist legis concept This approach is done by reviewing all laws related to the problem The results of this study can be summarized as follows: The form of implementation of the rights of workers is not given in accordance with the laws and regulations, only a few rights are given and it is not optimal such as salary / wages, leave / and social security insurance. Obstacles in the implementation of workers' rights include exter- nal obstacles from the Manpower Office, lack of supervision in implementing legal protection, lack of intensity of socialization of preventive law protection and lack of strict sanctions on corporations that violate regulations and internal barriers from corporations that do not comply with regulations on implementation rights of workers, the Company is more closed and difficult to provide information about the conditions occurring in the company. | |
| 17455 | 21689 | E1A013090 | WALI ADHAL (Studi Terhadap Penetapan Pengadilan Agama Purwodadi No. 0148/Pdt.P/2013/PA.Pwd.) | Wali merupakan salah satu unsur penting dalam suatu pernikahan, karena pernikahan tidak sah apabila tidak ada wali. Adakalanya terdapat wali yang menolak atau enggan menikahkan anak perempuannya yang telah baligh karena wali mempercayai dan memegang teguh suatu kepercayaan adat kejawen yakni dengan alasan rumah pemohon dan calon suami anak perempuannya menghadap arah ngalor ngetan (utara timur). Berdasarkan hal ini peneliti merumuskan permasalahan yakni bagaimanakah pertimbangan hukum hakim dalam menetapkan wali adhal pada Penetapan Pengadilan Agama Purwodadi No. 0148/ Pdt.P/2013/PA.Pwd. Metode penelitian yang digunakan adalah metode pendekatan yuridis normatif, spesifikasi penelitian preskriptif analitis, metode pengumpulan data penelitian kepustakaan dengan inventarisasi dan metode analisis data normatif kualitatif. Hasil dari penelitian ini adalah hakim telah mengabulkan permohonan wali adhal dan menetapkan wali hakim sebagai wali nikah dari pemohon yang wali nasabnya adhal mendasarkan pada Pasal 23 KHI, Pasal 2 ayat (1) Peraturan Menteri Agama Nomor 2 Tahun 1987 jo. Peraturan Menteri Agama Nomor 30 Tahun 2005 Tentang Wali Hakim dan Pasal 18 ayat (4) dan (5) Peraturan Menteri Agama Nomor 11 Tahun 2007 Tentang Pencatatan Nikah. Pertimbangan tersebut didasarkan pada pertimbangan yuridis-normatif, yang bertujuan mempermudah prosedur akad nikah dan perkawinan yang akan dilaksanakan serta memberikan manfaat berupa pemberian perlindungan kepastian hukum kepada anak yang ada dalam kandungan dan untuk menghindari status anak luar kawin. | Wali (an authorized agent of a bride in concluding a marriage contract in Islamic Law) is one of the most important things in a marriage, because a marriage is not valid if there is no a wali. Sometimes there are person who refuse to become wali or reluctantly to marry of his daughters who has baligh (adult) because he believe and hold firmly a belief of adat kejawen that is with the reason of the applicant’s and his daughters future husband’s home are facing north and east (ngalor ngetan) direction. Based on this case the researcher formulates the problem i.e. how the judge’s legal considerations in determining a wali adhal on the Decision of Purwodadi Religious Court Number 0148/Pdt.P/2013/PA.Pwd. The research method used is normative juridical method, the research specification presctiptive analytical, the data collecting method by literature study with inventarization and the data analysis method normative qualitative. The result of this research is the judges has granted the applications of wali adhal and set up a wali that chosen by the judges as a marriage agent from the applicants which her wali nasab is adhal based on Article 23 KHI, Article 2 paragraph (1) Minister of Religion Regulation Number 2 Year 1987 j.o. Minister of Religion Regulation Number 30 Year 2005 on Wali Hakim and Article 18 paragraph (4) and (5) Minister of Religion Regulation Number 11 Year 2007 on Marriage Registration. Those considerations are based on normative-juridical considerations, which aims to simplifiy the marriage contract procedure and marriage ceremony that would be held, also provide the legal certainty to the child in the womb and to prevent the illegitimate child status. | |
| 17456 | 21491 | A1M013010 | PENGARUH SUBSTITUSI TERIGU DENGAN MOCAF PADA PEMBUATAN BISKUIT YANG DISUPLEMENTASI TEPUNG IKAN-TEMPE TERHADAP KARAKTERISTIK KIMIA FISIK DAN SENSORI PRODUK | Biskuit merupakan salah satu makanan ringan yang terbuat dari tepung terigu. Salah satu jenis produk lokal yang potensial sebagai pengganti tepung terigu adalah tepung mocaf. Tepung mocaf memiliki kandungan protein yang rendah sehingga diperlukan komponen lain yang dapat memperkaya protein produk biskuit. Salah satunya yaitu melalui suplementasi tepung ikan kembung dan tepung tempe. Penambahan tepung suplemen akan mempengaruhi karakter fisik, kerenyahan, penampakan dan aroma yang dihasilkan dari biskuit sehingga dalam pembuatan biskuit diperlukan konsentrasi yang tepat untuk menghasilkan karakteristik sensori yang terbaik. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui proporsi tepung mocaf dan tepung terigu terhadap karakteristik sensori biskuit, (2) mengetahui konsentrasi tepung ikan dan tepung tempe terhadap karakteristik sensori biskuit, (3) menentukan kombinasi perlakuan terbaik antara proporsi tepung mocaf dan tepung terigu serta suplementasi tepung ikan dan tepung tempe sehingga dihasilkan biskuit dengan karakteristik yang baik ditinjau dari sifat sensori. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK). Faktor yang diteliti adalah proporsi tepung mocaf : terigu b/b (T): T1 = 40:60, T2 = 50:50, T3 = 60:40 dan konsentrasi tepung suplemen (K): K1 = 10%, K2 = 20%, K3 = 30%. Variabel yang diteliti adalah sifat kimia, fisik, dan sensori produk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi perlakuan terbaik pada penelitian ini adalah biskuit dengan proporsi tepung mocaf : terigu b/b 60:40; konsentrasi tepung suplemen 20% (T3K2). Biskuit tersebut memiliki karakteristik sensori yaitu warna cokelat kekuningan (2,47), sedikit bau amis (2,65), tekstur renyah (3,70), flavor enak (3,61), dan disukai (3,50) dengan kadar protein total 9,45 %bk, kadar lemak 23,51 %bk, kadar karbohidrat (by difference) 58,65 %bk, energi 484 kkal, kadar air 4,58 %bb, kadar abu 0,24 %bk, kadar protein terlarut 7,27 %bk, kadar serat kasar 3,57 %bk, kadar asam lemak bebas 0,26 %bk, koefisien rehidrasi 3,99 %bk. | Biscuit usually made from wheat flour. Wheat flour used in biscuit many can be substitused by mocaf flour. Mocaf flour has a low protein content so the addition of protein sources can increase the protein content of biscuit. One of them is through supplementation of fish and tempe flour. Supplementation of mocaf that are to high will affect the physical characteristics, crispiness, and appearance and biscuit so that in the manufacture of biscuit required the right concentration. The aim of this research is to (1) study the proportion of mocaf flour and wheat flour to biscuit sensory characteristics, (2) find out the concentration of fish meal and tempe flour on biscuit sensory characteristics, (3) to determine the best treatment combination between the proportion of mocaf : wheat flour and fish : tempe flour supplementation so that biscuits are produced with good characteristics in terms of sensory properties. The experimental design used in this study was Randomized Block Design (RAK). The factors studied were the proportion of mocaf flour: wheat b / b (T): T1 = 40:60, T2 = 50:50, T3 = 60:40 and supplements starch concentration (K): K1 = 10%, K2 = 20% , K3 = 30%. The variables studied are chemical, physical, and sensory properties of the product. The results showed that the best treatment combination was biscuit with the proportion of mocaf flour: wheat flour w/w 60:40, supplement flour concentration 20% (T3K2). The resulting biscuits have sensory characteristics including yellowish brown color (2.47), slightly fishy odor (2.65), crispy texture (3.70), delicious flavor (3.62), and preferably (3.50) chemical characteristics in dry mass of this combination are total protein content 9,45%, fat content 23,51%, carbohydrate (by difference) 62,22%, ash content 0,24%, coarse fiber content 3,57%, dissolved protein content 7,28%, free fatty acid 0,26%, rehydration coefficient 3,99%, energy 489 kcal, water content 4,58% wb. | |
| 17457 | 19855 | H1A013030 | FORMULASI SAMPOANTIKETOMBE DENGAN BAHAN AKTIF EKSTRAK ETANOL DAUN KAMBOJA PUTIH (Plumeria alba L.) | Pityrosporum ovale adalah salah satu jamur yang terdapat pada kulit kepala dan menyebabkan ketombe. Salah satu ekstrak tanaman yang berpotensi sebagai antijamur adalah ekstrak daun kamboja putih (Plumeria alba L.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi hambat tumbuh minimum (KHTM) ekstrak etanol daun kamboja putih, formulasi sampo antiketombe, karakteristik sampo antiketombe dan uji aktivitas antijamursediaan sampo karakteristik terbaik. Uji aktivitas pendahuluan antijamur terhadap P.ovale dilakukan pada 125 ppm, kontrol positif dan kontrol negatif. KHTM dilakukan pada variasi konsentrasi 1, 5, 10, 15, 65, dan 125 ppm.Formulasi sampo antiketombe dibuat dengan variasi ekstrak sebesar 0 ppm, 1 ppm, 5 ppm , 10 ppm dan penambahan ketokonazol 10 ppm. Karakterisasi sampo yaitu meliputi nilai pH, alkali bebas, kadar air, stabilitas emulsi dan stabilitas busa. Aktivitas antijamur ekstrak etanol daun kamboja putih pada konsentrasi 125 ppm yaitu sebesar 8.09 mm. Konsentrasi hambat tumbuh minimum (KHTM) ekstrak etanol daun kamboja putih terhadap P.ovale yaitu pada konsentrasi 1 ppm dengan zona hambat sebesar 3,37 mm. | Pityrosporum ovale is one of fungi that found on the scalp and causes dandruff. One of plants's extract that potentially as antifungal is extract of white frangipani leaf (Plumeria alba L.). This study aims to determine the minimum inhibitory concertration (MIC) ekstract of white frangipani leaf, anti-dandruff shampoo formulation, characteristics of anti-dandruff shampoo and antifungal activity of the best characteristic shampoo preparations. Antifungal preliminary activity test against P.ovale was performed at 125 ppm, positive control and negative control. MIC was performed at concentrations of 1, 5, 10, 15, 65, and 125 ppm. Formulation anti-dandruff shampoo was prepared with extract variation of 0 ppm, 1 ppm, 5 ppm, 10 ppm and 10 ppm with addition of ketoconazole. Characterization of shampoo that includes pH value, alkali free, moisture content, emulsion stability and foam stability. The antifungal activity of ethanol extract of white frangipani leaves at concentration 125 ppm that is equal to 8.09 mm. The best formulations were tested hedonic and tested their activity against the P.ovale fungus. MIC of extract of white frangipani ethanol to P.ovale at concentration 1 ppm with inhibiton zone of 3.37 mm. | |
| 17458 | 20541 | G1D013005 | HUBUNGAN ANTARA MEKANISME KOPING TERHADAP STRES DENGAN LAMA WAKTU PENYUSUNAN SKRIPSI | ABSTRAK Latar Belakang: Mahasiswa strata satu tingkat akhir harus menyusun skripsi sebagai salah satu syarat untuk mendapat gelar sarjana. Selama proses penyusunan muncul banyak hal yang dapat memicu stres. Stres apabila tidak dapat ditangani dengan baik maka akan menghambat proses penyusunan skripsi, sehingga waktu yang dibutuhkan untuk menyusun hingga selesai menjadi lebih lama. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara mekanisme koping terhadap stres dengan lama waktu penyusunan skripsi mahasiswa Jurusan Keperawatan Unsoed. Metodologi: Desain yang digunakan pada penelitian ini yaitu desain korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Responden yang terlibat pada penelitian ini yaitu 96 orang mahasiswa Jurusan Keperawatan Unsoed yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Uji yang digunakan yaitu uji Pearson Chi-Square. Hasil Penelitian: Responden didominasi oleh perempuan dengan kategori usia dewasa awal dan memiliki IPK dalam kategori sangat memuaskan. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara mekanisme koping terhadap stres dengan lama waktu penyusunan skripsi dengan nilai p sebesar 0,000. Kesimpulan: Mekanisme koping terhadap stres memiliki hubungan yang signifikan dengan lama waktu penyusunan skripsi mahasiswa. Kata Kunci: Lama waktu skripsi, mekanisme koping, stres | ABSTRACT Background: College students have to finish the scientific writing preparation as one of the requirements to get a bachelor degree. During the preparation process there are many things that can trigger stress. Stress if didn’t handled properly will hamper the process of finishing the scientific writing, so the time that required to finish will be longer. The purpose of this study was to determine the relationship between coping mechanisms against stress with the duration of scientific writing preparation in Professional Nursing Program of Jenderal Soedirman University. Methods: The design that used in this research are correlational design with cross-sectional approach. Respondents that involved in this research are 96 students of the Professional Nursing Program Jenderal Soedirman University that selected using total samplig technique. The data were analyzed with Pearson Chi-Square test. Result: Respondents was dominated by female students, young adult age category and have a very satisfactory IPK category. The result of statistics test shows that there is a significant correlation between coping mechanism against stress with the duration of scientific writing preparation with amount of p value is 0,000. Conclusion: Coping mechanisms against stress have a significant correlation with the duration of student’s scientific writing preparation. | |
| 17459 | 20490 | F1G013044 | Analisis Kejiwaan Tokoh Utama Novel Keterasingan Karya Priska Siagian | Penelitian ini berjudul “Analisis Kejiwaan Tokoh Utama Novel Keterasingan Karya Priska Siagian”. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan struktur novel yang meliputi tokoh, alur, latar, dan gangguan kejiwaan tokoh utama menggunakan pendekatan psikologi sastra. Penelitian ini memfokuskan tentang gangguan kejiwaan tokoh utama yaitu Karov. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis dengan menggunakan teori psikologi sastra dan teori mekanisme pertahanan diri. Fokus penelitian berupa gangguan kejiwaan tokoh utama dalam novel Keterasingan karya Priska Siagian. Teknik pengumpulan data yakni dengan membaca intensif, mengiventarisasi data, dan mengklasifikasikan data yang sesuai dengan rumusan masalah. Teknik analisis data dilakukan dengan mendeskripsikan tokoh, alur, dan latar serta mendeskrisikan gangguan kejiwaan tokoh utama novel Keterasingan karya Priska Siagian. Hasil analisis kejiwaan tokoh utama dalam novel Keterasingan dengan pendekatan psikologi sastra dapat diketahui bahwa tokoh utama Karov memiliki watak manja, penyendiri, dan mudah tersinggung. Watak tersebut lahir dari kebencian yang teramat dalam terhadap kaki kanannya. Setiap hari kebencian itu semakin besar hingga ia pun memiliki niat untuk mengamputasi kaki kanannya. | This research is entitled “An Analysis on The Main Character’s mentality of the novel Keterasingan written by Priska Siagian”. The purpose os this research is to describe the novel structures which consist of characters, plots, settings, and mental disturbance experienced by the main character using a literary psychological approach. This research focuses on the mental disturbance experienced by Karov, the main character of this novel. This research employs a descriptive analytical method with the literary psychological approach and self defense mechanism theory. The focus of this research is the main character’s mental disturbance contained in the novel Keterasingan written by Priska Siagian. The data collection techniques are conducted through intensive reading, data inventory, and data classification based on the formulated research questions. The data analysis techniques are conducted by describing the characters, plots, and settings as well as describing the mental disturbance experienced by main character of the novel Keterasingan written by Priska Siagian. The results of analysis on the main character’s mentality contained in the novel Keterasingan written by Priska Siagian with the literary psychological approach show that Karov, the main character of the novel, has characters of the being spoiled, loner, and highly sensitive person. Those characters arose due his hatred to his own right foot and the the hatred gets bigger and bigger that he intended to amputate his own right foot. | |
| 17460 | 20561 | G1B013076 | EFEKTIVITAS METODE GABUNGAN CERAMAH DAN DISKUSI TENTANG ALAT PELINDUNG DIRI (APD) TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP PEKERJA PENGELASAN HOME INDUSTRI DI PASIR WETAN, KECAMATAN KARANGLEWAS, KABUPATEN BANYUMAS | Latar Belakang: Kecelakaan kerja disebabkan oleh faktor mekanis atau lingkungan dan faktor manusia. Faktor manusia itu sendiri berupa pengetahuan dan sikap yaitu merupakan penyebab yang sangat penting terhadap terjadinya kecelakaan kerja. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan oleh peneliti didapatkan 6 dari 10 pekerja memiliki pengetahuan dan sikap yang buruk tentang APD. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas metode ceramah dan diskusi tentang APD terhadap pengetahuan dan sikap pada pekerja pengelasan. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi kuasi eksperimen dengan pre test and post test design with control group design. Populasi dan sampel dalam penelitian ini menggnakan metode pengambilan sampel dengan menggunakan total sampling yang berarti seluruh populasi diambil sebagai sampel sejumlah 32 orang sebagai kelompok perlakuan dan 32 orang sebagai kelompok pembanding. Maka total sampel berjumlah 64 orang. Data dari hasil penelitian ini dianalisis dengan analisis univariat dan bivariat dengan uji Wilcoxon, Mann-whitney t-dependen dan t-independen. Hasil Penelitian: Terdapat perbedaan pengetahuan dan Sikap sebelum dan sesudah dilakukan ceramah dan diskusi pada kelompok perlakuan, terdapat perbedaan pengetahuan dan sikap sesudah dilakukan ceramah dan diskusi pada kelompok perlakuan dan pembanding. Simpulan: Pendidikan kesehatan menggunakan metode gabungan ceramah dan diskusi tentang APD efektif untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap pekerja las di Pasir Wetan, Karanglewas. | Background: Work accident caused by mechanical or environmental factors and human factor. Human factor it self in the form of knowledge and attitude which are the most important causes of the accidents.Based on the results of interviews conducted by researchers found 6 out of 10 workers havebad knowledge and badattitude about PPE. This study aims to determine the effectiveness of lectures and discussions methods on PPE with knowledge and attitude of home industrial welding workers. Methodology: This study used quasi experimental study design with pre test and post test design with control group design.The population and sample in this study were divided into 2, one grup for Treatment and the other one for comparison group, each with 32 workers. Data from the results of this study were analyzed by univariate and bivariate analysis with Wilcoxon, Mann–whitney, t-dependent and t-independen tests. Results of research: There is a difference between before and after lectures and discussions for knowledge and attitudein the treatment group, and there is a difference between before and after lectures and discussions for knowledge and attitude in the treatment and comparison groups. Conclusion: Health education in using combined lectures and discussions methods on PPE effective to improve knowledge and attitude of welding workers in Pasir Wetan, Karang Lewas. |