Artikelilmiahs
Menampilkan 17.461-17.480 dari 50.029 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 17461 | 20540 | G1D013048 | PENGARUH SENAM LANSIA DAN TERAPI TERTAWA TERHADAP DEPRESI PADA LANSIA DI DESA GRENDENG KECAMATAN PURWOKERTO UTARA | Depresi merupakan gangguan mental yang dapat terjadi pada lansia yang dapat disebabkan oleh beberapa faktor seperti usia, jenis kelamin, pendidikan dan status pernikahan. Senam lansia dapat meningkatkan kebugaran jasmani, meningkatkan kesehatan mental, mengurangi ketegangan, dan stres. Terapi tertawa merupakan salah satu terapi non farmakologis yang dapat menurunkan gejala mood negatif seperti tertekan, depresi, marah, dan kelelahan. Penelitian ini merupakan quasi experiment dengan pretest and posttest control group design. Pengambilan sampel menggunakan consecutive sampling. Sampel berjumlah 32 orang yang dibagi menjadi kelompok intervensi dan kontrol. Analisis data menggunakan paired t-test dan independent t-test. Karakteristik responden berusia 60-69 tahun, sebagian besar perempuan, berpendidikan sekolah dasar, dan berstatus menikah. Hasil uji paired t-test terdapat perbedaan skor depresi yang signifikan pada kelompok intervensi (p = 0,000) dibandingkan kelompok kontrol (p = 0,456). Hasil uji independent t-test menunjukkan terdapat perbedaan skor depresi antara kelompok intervensi dan kontrol (p = 0,000). Senam lansia dan terapi tertawa dapat memengaruhi penurunan skor depresi pada lansia. | Depression is a mental disorder that can occur in the elderly can be caused by several factors such as age, gender, education and marital status. Elderly gymnastics can improve physical fitness, improve mental health, reduce tension and stress. Laughter therapy is a non pharmacological therapies that can reduce symptoms mood, negative such as depressed depression, anger and fatigue. This study is a quasi experiment with pretest and posttest control group design. Sampling using consecutive sampling. Samples of 32 people were divided into intervention and control groups. Analysis of the data was using paired t-test and independent t-test. Characteristics of respondents aged 60-69 years, the majority of women, primary school education, and married. Results of paired t-test there is a significant difference in depression scores in the intervention group (p= 0,000) than the control group(p = 0,456). Test results of independent t-test showed that there were differences in depression scores between the intervention and control groups (p = 0,000). Gymnastics elderly and laughter therapy can affect a decrease in depression scores in the elderly. | |
| 17462 | 20542 | G1D013019 | PENGARUH PEMBERIAN BOOKLET TERHADAP PENGETAHUAN DAN KESIAPAN SUAMI IBU PRIMIGRAVIDA MENGHADAPI PROSES PERSALINAN | Latar Belakang: Kecemasan pada ibu hamil dapat menyebabkan terjadinya persalinan abnormal. Pendampingan suami saat persalinan penting untuk mengurangi kecemasan istri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian booklet “Pendamping persalinan” terhadap pengetahuan dan kesiapan suami ibu primigravida menghadapi proses persalinan. Metodologi: Desain penelitian ini yaitu quasi experimental dengan rancangan randomized pretest-posttest with control group design. Penelitian dilakukan pada 34 responden yang dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu kelompok intervensi (n=17) dan kontrol (n=17). Penelitian ini menggunakan tiga kuesioner, yaitu demografi, pengetahuan, dan kesiapan. Hasil olah data tidak terdistribusi normal, sehingga data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon dan Mann-Whitney. Hasil Penelitian: Karakteristik responden menunjukan mayoritas usia responden adalah 28 tahun: usia kehamilan istri trimester 3; pendidikan terakhir SMP; dan bekerja sebagai buruh dengan penghasilan rendah. Hasil penelitian untuk perbedaan skor pretest dan post-test menunjukkan hasil signifikan pada kelompok intervensi untuk skor pengetahuan (p=0,001) dan kesiapan (p=0,002), sedangkan pada kelompok kontrol tidak menunjukan hasil signifikan untuk kedua variabel (pengetahuan p=0,166 dan kesiapan p=0,065). Selanjutnya, terdapat perbedaan yang signifikan pada selisih skor pengetahuan (p=0,014) dan kesiapan (p=0,026) antara kelompok kontrol dan intervensi. Kesimpulan: Booklet “Pendamping persalinan” dapat meningkatkan pengetahuan dan kesiapan suami ibu primigravida di wilayah kerja Puskesmas I Sumbang. | Background: The anxiety of pregnant woman causing an abnormal birthing. The presence of the husband during the process of childbirth can decrease the anxiety of the woman. This research is aimed to find out the influence of booklet “birth partner” towards the knowledge and the preparation of primigravida husband face birthing process. Methods: The design of this research was quasi experimental with a randomized pretest-posttest control group design as a plan. The research was conducted to 34 respondents which divide into two group, the intervention (n=17) and control group (n=17). This research are used demography, knowledge, and preparation questioners. The data had an abnormal distribution, so analyzed data of the research used Wilcoxon and Mann-Whitney test. Result: The characteristic of respondents showed that the major of respondents were 28 years old; the gestation age was on 3rd trimester; last education was junior high school; and work as labor with low salary. The result of research for pretest and post-test score in intervention group showed that there were significant differences between knowledge (p= 0,001) and readiness (p=0,002). Meanwhile, on the control group there were not any differences between knowledge (p=0,166) and readiness (p=0,065). Moreover, there were also significant differences in the difference of knowledge score (p=0,014) and readiness (p=0,026) between control and intervention group. Conclusion: Booklet “Birth Partner” can increase the knowledge and the preparation of primigravida husband in the primary health center I of Sumbang. | |
| 17463 | 20354 | F1B013081 | EFEKTIVITAS PROGRAM PENGENDALIAN PENYAKIT DEMAM BERDARAH DENGUE DINAS KESEHATAN (Studi Di Kecamatan Purwokerto Barat Kabupaten Banyumas ) | Program Pengendalian Penyakit Demam Berdarah Dengue merupakan program nasional yang bersifat lintas sektoral, bertujuan untuk meningkatkan Derajat Kesehatan masyarakat melalui peran serta masyarakat, perilaku masyarakat, menurunkan angka kesakitan (IR/ Incident Rate) dan angka kematian (CFR/ Case Fatality Rate), serta mencegah dan menanggulangi penyakit Demam Berdarah Dengue secara mandiri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat seberapa besar efektivitas Program Pengendalian Penyakit DBD Dinas Kesehatan kabupaten Banyumas di Kecamatan Purwokerto Barat. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu kuisioner, observasi dan dokumentasi. Adapun teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu multi stage random sampling dan untuk analisis data menggunakan distribusi frekuensi, nilai maksimal, nilai minimum dan mean. Berdasarkan hasil analisis, masing-masing dimensi telah mendapatkan hasil cukup efektif. Dimensi Pencapaian Tujuan, memiliki rata-rata 71,7%, dimensi Integrasi memiliki rata-rata 74,7%, dan dimensi Adaptasi memiliki rata-rata 76,9%. Hasil analisis yang dilakukan kepada 72 responden menjelaskan bahwa Efektivitas dalam Program Pengendalian Penyakit Demam Berdarah Dengue masuk dalam kategori cukup efektif dengan rata-rata 73,2%. Hasil tersebut menggambarkan, bahwa pelaksanaan program P2DBD berjalan cukup baik. Seperti, pelaksanaan sosialisasi mengenai pemahaman bahaya penyakit DBD, dan cara melakukan 3M (Menguras tempat penampungan air (TPA), menutup TPA, dan Mengubur barang-barang bekas) dilakukan secara menyeluruh, komunikasi pelaporan jentik nyamuk yang dilaksanakan oleh masyarakat kepada petugas terarah dan terkoordinasi. Dari tiga dimensi yang digunakan untuk mengukur efektivitas program yaitu (1) Pencapaian Tujuan pada kategori cukup efektif, (2) Integrasi berada pada kategori cukup efektif, (3)Adaptasi berada pada kategori cukup efektif. Hasil secara keseluruhan, bahwa program berjalan cukup efektif. Namun dinilai perlu peningkatan dalam kelompok kerja melakukan kegiatan PSN-DBD, perilaku masyarakat terhadap, pentingnya kebersihan lingkungan dalam melakukan pemantauan jentik nyamuk untuk lebih ditingkatkan kembali. | ABSTRACT The Dengue Hemorrhagic Disease Control Program is a cross-sector national program aimed at improving Public Health Degree through community participation, community behavior, decreasing pain statistic (IR/incident rate) and statistic of death (CFR/Case Fatality Rate), and preventing and controlling Dengue Hemorrhagic disease independently. The purpose of this research is to see how effectiveness of DHF Control Program of Banyumas District Health Office in Purwokerto Barat. This type of research is descriptive quantitative. Data collection techniques used was questionnaires, observation and documentation. The sampling technique used is multi stage random sampling and for data analysis using frequency distribution, maximal value, minimum and mean value. Based on the results of the analysis that has been done by the researchers, each dimension has obtained quite effective results. Goal Achievement Dimension has an average of 71,7%, the Integration Dimension has an average of 74,7%, and the Adaptation Dimension has an average of 76,9%. Results of analysis that conducted to 72 respondents explained that the effectiveness in the Dengue Hemorrhagic Fever Control Program is categorized as effective with an average of 73,2%. As the implementation of socialization on the understanding of the dangers of dengue fever, and how to do 3M (drain the water reservoir (TPA), close the landfill, and Buried the used goods) done thoroughly, the communication communication of mosquito larvae carried out by the community to directed and coordinated officers. Of the three dimensions used to measure the effectiveness of the program are (1) Achievement of Goals in the category of quite effective, (2) Integration is in the category of quite effective, (3) Adaptation is in the category of quite effective. On the overall results that the program is running is quite effective, it just needs to improve in working groups to do activities of PSN-DBD, as well as community behavior on the importance of environmental hygiene in monitoring the mosquito larva to be more improved again. | |
| 17464 | 21492 | H1F013025 | STUDI GEOLOGI DAN PALEOENVIRONMENT PRA-TERSIER BERDASARKAN ANALISIS PALINOLOGI DAERAH BENGKAYANG KALIMANTAN BARAT | Pengetahuan akan kondisi Geologi pada umur pra-Tersier mengalami perkembangan yang cukup lambat, karena keterbatasan data geologi yang cukup jarang tersingkap di lapangan, menyebabkan sedikitnya orang untuk meneliti daerah tersebut. Daerah Bengkayang dan sekitarnya merupakan bagian dari lempeng mikro Sunda. Daerah ini di lalui oleh beberapa struktur, menyebabkan batuan yang berumur pra-tersier tersingkap ke permukaan. Data Meassuring Section pada lokasi penelitian menunjukan adanya perubahan fluktuatif suplai sedimen yang ada di daerah penelitian lingkungan transisi hingga ke laut. Pada hasil analisis XRF pada umur Trias akhir-Jura, di temukan kelimpahan unsur Si dan Fe, baru kemudian di ikuti dengan unsur Ca dan K. sedangkan pada umur kapur terjadi penurunan sedikit unsur Si dan Fe, untuk unsur Ca dan K masih relatif sama. Pada umur kapur akhir-oligosen terjadi penurunan kelimpahan unsur Fe, namun terjadi penaikan kelimpahan unsur Si dan Ca. Mengindikasikan suplai sedimen dari umur Trias-Jura berasal dari lingkungan transisi sedangkan pada umur Kapur suplai sedimen semakin menuju ke arah laut. Pada umur Trias-Jura ini, dari analisis palinologi di temukan kelimpahan fosil polen spesies Enzonalasporites vigens, Ashmoripollis reducta yang mencirikan lingkungan pengendapan Upland, kemudian kemunculan spesies Bartenia yang mengindikasikan lingkungan rawa. | Knowledge of Geological conditions on the pre-Tertiary age progression is a fairly slow, due to the limited geological data which is quite rarely unfold on the field, causing a shortage of people to examine the area. Bengkayang and surrounding area is part of the micro plate of Sunda. This area in several structure caused by going through the rocks that was pre-tertiary lifted up to the surface. Data on the location of the Research Section Meassuring showed the presence of fluctuating changes in supply of sediment that exist in the area of environmental research of the transition to the sea. On the results of the analysis of XRF on age late Jurassic, Triassic found abundance of Si and Fe, then follow with Ca and k. whereas in the age of decline slightly lime elements Si and Fe, for elements of Ca and K are still relatively the same. On the age of the late Cretaceous-Oligocene happens a decrease in abundance of Fe, but The abundance of ascent Si and Ca. Indicate the supply of sediments from the Triassic-Jurassic transition while the environment comes from the Limestone sediment supply is increasingly heading towards the sea. At the age of Triassic-Jurassic, from analysis of Palynology in discover an abundance of pollen fossil species Enzonalasporites vigens, Ashmoripollis reducta that characterizes the environment of deposition of Upland, then the appearance of a species of Bartenia which indicates swamp environment. | |
| 17465 | 21690 | E1A114020 | TINJAUAN YURIDIS FRASA "SEGERA" DALAM PASAL 50 AYAT (1) KUHAP DITINJAU DARI ASAS PERADILAN CEPAT SEDERHANA DAN BIAYA RINGAN | Sebagai karya agung bangsa Indonesia KUHAP telah sengaja diciptakan sebagai hukum acara pidana yang ditaburi oleh perlindungan terhadap hak asasi manusia. KUHAP mengangkat dan menempatkan tersangka dalam kedudukan sebagai makhluk Tuhan yang memiliki harkat martabat. Perlindungan terhadap hak-hak tersangka salah satunya diatur dalam Pasal 50 ayat (1) KUHAP. Sekilas jika disimak pasal tersebut merupakan bentuk perlindungan terhadap hak tersangka untuk mendapat peradilan yang cepat, namun frasa “segera” dalam Pasal 50 ayat (1) KUHAP tidak menjelaskan jangka waktu yang pasti dan multitafsir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana frasa “segera” dalam Pasal 50 ayat (1) KUHAP ditinjau dari asas peradilan, cepat sederhana dan biaya ringan dan bagaimana akibat hukum dari frasa “segera” dalam Pasal 50 ayat (1) KUHAP ditinjau dari asas peradilan cepat, sederhana dan biaya ringan. Dalam penelitian hukum ini menggunakan pendekatan undang-undang dan pendekatan analitis, dengan spesifikasi penelitian preskriptif. Dalam penelitian bahan hukum yang digunakan terdiri bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder. Bahan hukum yang telah dianalisa disajikan dalam bentuk uraian yang sistematis, logis dan rasioal. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa frasa “segera” dalam Pasal 50 ayat (1) KUHAP harus ditafsirkan sesuai dengan batas waktu penanganan perkara yang diatur dalam Peraturan Kapolri Nomor 14 Tahun 2012 Tentang Manajemen Penyidikan Tindak Pidana. Perlu adanya sanksi apabila ketentuan hak dan kewajiban dalam Pasal 50 ayat (1) KUHAP tidak terpenuhi. Melanggar Pasal 50 ayat (1) KUHAP sama saja dengan melanggar asas peradilan cepat, sederhana dan biaya ringan, karena Pasal 50 ayat (1) KUHAP merupakan cerminan dari asas tersebut. | As the great work of the Indonesian nation the Criminal Procedure Code has been deliberately created as a criminal procedural law sprinkled by the protection of human rights. The Criminal Procedure Code (KUHAP) appoints and places the suspect in a position as a creature of God with dignity. The protection of the rights of the suspects is regulated in Article 50 paragraph (1) of the Criminal Procedure Code. At a glance if the article is considered a form of protection against the right of suspects to get a quick trial, but the phrase "soon" in Article 50 paragraph (1) Criminal Procedure Code does not specify a definite period of time and multiple interpretations. This study aims to find out how the phrase "soon" in Article 50 Paragraph (1) of KUHAP is reviewed from the principle of justice, simple quick and low cost and how the legal consequences of the phrase "soon" in Article 50 paragraph (1) KUHAP in terms of the principle of rapid judicial , simple and light cost. In legal research it uses a statutory approach and an analytical approach, with prescriptive research specifications. In the research the legal materials used consist of primary legal materials and secondary legal materials. The legal material that has been analyzed is presented in a systematic, logical and rational description. Based on the result of the research, it can be concluded that the phrase "soon" in Article 50 paragraph (1) of Criminal Procedure Code must be interpreted in accordance with the deadline of case handling as regulated in Kapolri Regulation No. 14 Year 2012 About Management of Criminal Investigation. There is a need for sanctions if the provisions of the rights and obligations in Article 50 Paragraph (1) of KUHAP are not met. Violation of Article 50 Paragraph (1) of the Criminal Procedure Code is tantamount to violating the principle of fast, simple and low cost of justice, since Article 50 Paragraph (1) of KUHAP is a reflection of the principle. | |
| 17466 | 20545 | G1D013015 | FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI MOTIVASI PASIEN DALAM MENJALANI REHABILITASI NAPZA DI RSUD BANYUMAS | Latar belakang: Masalah penggunaan NAPZA setiap tahunnya semakin meningkat. Rehabilitasi adalah cara untuk mengatasi penyalahgunaan NAPZA. Kepatuhan dalam menjalani rehabilitasi NAPZA dipengaruhi oleh motivasi. Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi motivasi pasien dalam menjalani rehabilitasi NAPZA di RSUD Banyumas. Metodologi: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel dipilih secara consecutive sampling, sejumlah 39 pasien rehabilitasi NAPZA. Kuesioner yang digunakan yaitu kuesioner motivasi, dukungan sosial dan pengetahuan. Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman dan Somers’d. Hasil penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara usia (p=0,016. r=-0,455). Variabel lain yang terbukti tidak ada hubungan dengan motivasi menjalani rehabilitasi adalah tingkat pendidikan (p=0,875), lama menggunakan NAPZA (p=0,270), pengetahuan, (p=0,069), dan dukungan sosial (p=0,723) Kesimpulan: Usia merupakan faktor yang dapat memengaruhi motivasi pasien dalam menjalani rehabilitasi NAPZA. | Background: The problem of drug use was increasing every year. Rehabilitation is a method to resolve drug abuse problems. Adherence in drug rehabilitation can be influenced by motivation. Purpose: The study aims to determine the factors that affect patients in drug rehabilitation at RSUD Banyumas. Method: This study used quantitative method with cross sectional approach. Thirty nine drug rehabilitation patients were selected as samples using consecutive sampling technique. This study used motivation questionnaire, social support questionnaire and knowledge questionnaire. Data was analyzed using Spearman and Somers'd correlation test. Results: The result showed that there is a association between age (p=0,016. r=-0,455) with motivation of rehabilitation. Another variable that proved there was no association with motivation is the level of education (p=0,875), using drugs (p=0,270), knowledge (p=0,069), and social support (p=0,723). Conclusion: Age affect the motivation of patients in the process of drug rehabilitation. | |
| 17467 | 20546 | G1D013033 | HUBUNGAN MANAJEMEN DIRI DENGAN RESILIENSI MAHASISWA PROFESI NERS UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN | HUBUNGAN MANAJEMEN DIRI DENGAN RESILIENSI MAHASISWA PROFESI NERS UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN Saeful Amri1, Made Sumarwati2, Dian Susmarini3 Email: amri.saeful1@gmail.com ABSTRAK Latar Belakang: Resiliensi merupakan salah satu kemampuan yang penting untuk dimiliki setiap orang termasuk mahasiswa agar tetap dapat bertahan dan mencapai kesuksesan di masa depan. Terdapat banyak cara untuk meningkatkan kemampuan resiliensi seseorang. Peneliti dalam hal ini ingin membuktikan apakah manajemen diri dapat meningkatkan resiliensi seseorang. Tujuan: Mengetahui hubungan manajemen diri dengan resiliensi Mahasiswa Profesi Ners Universitas Jenderal Soedirman. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. Besar sampel adalah 78 responden yang memenuhi kriteria inklusi. Analisis data menggunakan uji statistik korelasi Somers’d untuk mengetahui hubungan antara manajemen diri dan resiliensi. Hasil: Responden sebagian besar berjenis kelamin perempuan (65,4%), usia terbanyak berada pada rentang 21-30 (57,7%), memiliki manajemen diri pada kategori sedang (61,5%), dan resiliensi sedang (88,5%). Hasil uji korelasi Somers’d antara manajemen diri dengan resiliensi menunjukan p value 0,004 dan nilai r 0,246. Kesimpulan: Ada hubungan antara manajemen diri dengan resiliensi pada Mahasiswa Profesi Ners Universitas Jenderal Soedirman dengan kekuatan hubungan lemah dan arah hubungan positif, artinya semakin tinggi manajemen diri maka resiliensi juga semakin tinggi. Kata kunci: Mahasiswa, Manajemen diri, Profesi Ners, Resiliensi. 1. Mahasiswa Jurusan Keperawatan Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman. 2. Departemen Manajemen Jurusan Keperawatan Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman. 3. Departemen Keperawatan Anak Jurusan Keperawatan Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman. | CORRELATION BETWEEN SELF MANAGEMENT WITH RECILIENCE AMONG INTERSHIP NURSING STUDENT OF JENDERAL SOEDIRMAN UNIVERSITY Saeful Amri1, Made Sumarwati2, Dian Susmarini3 Email: amri.saeful1@gmail.com ABSTRAK Background: Resilience is one of the important capabilities for everyone to have, including students to survive and achieve success in the future. There are many ways to improve one's resilience ability. Researchers in this case want to prove whether self-management can improve one's resilience. Objective: The purpose of this study is to know the relationship of self-management with the resilience of intership nursing student of Jenderal Soedirman University. Method: This research is a quantitative research with cross sectional approach. Sampling using total sampling technique. The sample size was 78 respondents who fulfilled the inclusion criteria. The data analysis used the Somers'd correlation statistics test for self-management and resilience. Result: Respondents were mostly female (65.4%), age was in the range of 21-30 (57.7%), had moderate management (61.5%), and medium resilience (88.5%). The result of Somers'd correlation test between self-management with resilience shows p value 0,004 and r value 0,246. Conclusion: There was a significant correlation between self management with recilience among intership nursing student of Jenderal Soedirman University with the strength of weak relationship and positive relationship direction, means that the higher self-management then resilience is also higher. Keyword: Intership nursing, Resilience, Self Management, Student. 1. Nursing Student, Nursing Program, Faculty of Health science, University of Jenderal Soedirman. 2. Management Department of Nursing Faculty of Health Sciences University Jenderal Soedirman. 3. Department of Nursing Children of Nursing Faculty of Health Sciences University Jenderal Soedirman. | |
| 17468 | 20515 | B1J012198 | KERAGAMAN TUMBUHAN BERKHASIAT OBAT YANG DIMANFAATKAN OLEH MASYARAKAT KAMPUNG BUDAYA JALAWASTU DI DESA CISEUREUH KECAMATAN KETANGGUNGAN KABUPATEN BREBES | Indonesia merupakan salah satu pusat penyebaran keanekaragaman hayati di dunia, didalamnya terdapat sekitar 25.000-30.000 spesies tumbuhan. Sejak jaman dahulu masyarakat Indonesia mengenal dan memanfaatkan tumbuhan berkhasiat obat. Kampung Budaya Jalawastu merupakan pedukuhan di Desa Ciseureh, Kecamatan Ketanggungan, Kabupaten Brebes yang masyarakatnya masih menjunjung tinggi dan memegang erat nilai-nilai tradisi secara turun-temurun. Salah satu diantaranya adalah pengetahuan tentang pemanfaatan tumbuhan berkhasiat obat dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keragaman tumbuhan berkhasiat obat dan pemanfaatan tumbuhan berkhasiat obat oleh masyarakat Kampung Budaya Jalawastu di Desa Ciseureuh Kecamatan Ketanggungan, Kabupaten Brebes. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode survei dengan teknik pengambilan sampel snowball sampling. Parameter yang diamati yaitu: deskripsi, nama lokal, nama ilmiah, familia, bagian tumbuhan yang dimanfaatkan, cara pengolahan, cara pemanfaatan, khasiat dan nilai manfaat suatu spesies tumbuhan berkhasiat obat. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif, sedangkan analisis data untuk mencari nilai manfaat suatu spesies tumbuhan dihitung dengan menggunakan use value. Hasil penelitian menunjukan bahwa keragaman tumbuhan berkhasiat obat yang dimanfaatkan oleh masyarakat terdapat sebanyak 59 spesies, 53 genera yang tergolong ke dalam 31 familia. Pemanfaatan tumbuhan obat tersebut meliputi bagian tumbuhan yang digunakan berupa batang, daun, bunga, buah, biji, akar, rimpang, umbi, semua bagian dan getah, yang diolah dengan cara direbus, ditumbuk, dipotong, dicuci, diseduh, diparut, dimasak, dibakar dan digoreng, cara pemanfaatannya dengan diminum, diteteskan, ditempelkan, dibalurkan, dikompreskan, dimakan, dimandikan, dikumur-kumurkan digosok-gosokan dan dioleskan, yang berkhasiat untuk mengobati pegal-pegal, menghentikan pendarahan pada luka, demam, diare, sakit mata, sakit gigi, darah tinggi, sakit perut, bisul, kencing batu, gatal-gatal, kesleo, batuk, sakit kepala, magh, menguatkan paru-paru, masuk angin, menyingsetkan badan setelah melahirkan, BAB berdarah, kencing manis, batu ginjal, telinga keluar nanah, panu, sakit ulu hati dan magh, penyembuh luka, koreng, asma, kolesterol serta bau badan dan tumbuhan yang paling sring digunakan adalah kunyit dengan nilai manfaat sebesar 0,6. | Indonesia is one of the centers of biodiversity in the world, there are about 25,000-30,000 species of plants. Since anciens times the society of Indonesia had been knowing and using the herbs, therapeutic drugs. Kampung Budaya Jalawastu is a village in the region makes the Ciseureh, Kecamatan Ketanggungan, Brebes Regency that society still uphold and hold the values and traditions that they have orally. One of them is the knowledge about nutritious medicine plant utilization in their daily lives. The purpose of this research is to know the diversity of plants as medicine and utilization of nutritious plant medicine by the people of Kampung Jalawastu Culture in the village of Ciseureuh sub-district of Ketanggungan, Brebes Regency. The method used in this reseach was survey method with snowball sampling technique. The parameters observed, were : description, local name, scientific name, family, utilized plant parts, the way of processing, ways of utilization, efficacy and value the benefits of a drug, therapeutic plant species. The data obtained were analyzed in descriptive, whereas the data analysis to find the value of the benefits of a species plants is calculated using a use value. The results showed that the diversity of medicinal plants utilized by the local community included 59 species, 53 genera belonging to 31 families. The use of the medicinal plant includes plant parts used in the form of stems, leaves, flowers, fruits, seeds, roots, rhizomes, tubers, all parts and gums, processed by boiling, crushed, cut, washed, brewed, shredded, cooked, baked and fried, the way of its use by drinking, dripping, pasted, smeared, compressed, eaten, bathed, dikumur-rubbed rubbed and smeared, nutritious to treat aches, stop bleeding in wounds, fever, diarrhea, sore eyes, teeth, high blood, stomachache, boils, bladder stones, itching, kesleo, cough, headache, magh, strengthening lungs, catching cold, drowning after childbirth, bloody chapter, diabetes, kidney stones, pus, panu, heartburn and magh, wound healer, ulcers, asthma, cholesterol and body odor and the most commonly used plant is turmeric with a value of 0.6. | |
| 17469 | 20547 | G1B013026 | GAMBARAN IMPLEMENTASI SISTEM PEMBAYARAN KESEHATAN INDONESIAN CASE BASED GROUPS (INA-CBG’s) TAHUN 2017 (STUDI KASUS DI SEBUAH RUMAH SAKIT SWASTA TANGERANG) | Latar Belakang: Sistem pembiayaan kesehatan pada era BPJS mengacu pada tarif INA-CBG’s berdasarkan kode diagnosa dan tindakan kepada pasien. Studi pendahuluan di salah satu rumah sakit swasta di wilayah Tangerang ditemukan bahwa setiap bulannya ada sekitar 73 berkas klaim yang dikembalikan oleh BPJS akibat ketidaktepatan koding. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan sistem pembayaran Indonesian Case Based Groups (INA-CBG’s) tahun 2017 (studi kasus di sebuah rumah sakit swasta Tangerang). Metodologi: Jenis penelitian yag digunakan adalah kualitatif dengan desain studi kasus. Jumlah informan sebanyak 10 orang yang dipilih secara purposive sampling. Metode pengumpulan data dengan wawancara mendalam. Pengolahan dan analisis data menggunakan content analysis. Hasil Penelitian: Terdapat lima tema yang muncul dalam penelitian ini. (1) Implementasi INA-CBG’s memuat manfaat dan derajat perubahan yang dapat meningkatkan efektivitas pelayanan, (2) Komitmen stakeholder belum kuat dalam mendukung pelaksanaan kinerja dan pelayanan yang terstandarisasi, (3) Keterbatasan sumber daya yang dimiliki rumah sakit mempengaruhi kecepatan pengelolaan klaim INA-CBG’s, (4) Pola koordinasi antar masing-masing stakeholder masih kurang untuk mendukung kelancaran proses implementasi INA-CBG’s, (5) Strategi manajemen rumah sakit untuk mengurangi selisih klaim INA-CBG’s yang negatif. . Kesimpulan: Implementasi sistem pembayaran kesehatan dengan INA-CBG’s di sebuah rumah sakit swasta Tangerang belum berjalan secara optimal. | The health payment system of BPJS era refers to INA-CBG's costs based on diagnostic codes and actions to patients. A preliminary study at one of privat hospital in Tangerang found that every month there are about 46 claims files returned by BPJS due to the inaccuracy of coding. This study aims to describe the implementation of Indonesia Case Based Groups (INA-CBG's) health payment system Year 2017 (case study one of privat hospital in Tangerang). This type of research was qualitative with case study design. Number of informants was 10 people selected by purposive sampling. Methods of data collection were conducted with in-depth interviews. Processing and data analysis using content analysis. There were five themes that emerged in this study. (1) Implementation of INA-CBG's contains benefits and degree of change that can improve service effectiveness, (2) The commitment of stakeholders has not been strong enough to support the implementation of standardized performance and services, (3) Limited resources of home illness affects the speed of INA-CBG's claims management, (4) Coordination patterns among stakeholders are still lacking to support the smooth implementation of INA-CBG's, (5) Hospital management strategies to reduce the difference between INA-CBG's negative claims. | |
| 17470 | 19981 | A1L013050 | PENGARUH KETINGGIAN TEMPAT TERHADAP KANDUNGAN C-ORGANIK; NILAI, KTK, pH DAN PERMEABILITAS TANAH LERENG GUNUNG SLAMET DI WILAYAH KABUPATEN BANYUMAS | Lereng G. Slamet wilayah Kabupaten Banyumas merupakan grup gunung api (volkan) yang memiliki ketinggian tempat yang berbeda, sehingga suhu udara, suhu tanah dan curah hujan berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk : (1) mengetahui pengaruh ketinggian tempat terhadap kandungan C-organik, nilai KTK dan pH tanah pada kedalaman (0-20), (21-40), (41-60), (61-80), (81-100) cm di Lereng G. Slamet Kabupaten Banyumas (2) mengetahui pengaruh ketinggian tempat terhadap nilai permeabilitas tanah pada berbagai ketinggian tempat di Lereng G. Slamet Kabupaten Banyumas. Penelitian menggunakan metode survei. Wilayah survei dideliniasi menjadi 5 kelompok ketinggian tempat yaitu (20-183), (184-346), (346-509), (509-672), dan >672 m dpl masing-masing sebagai SL 1, SL 2, SL 3, SL 4, dan SL 5 yang berdasarkan penurunan suhu udara setiap 1oC atau kenaikkan 163 m. Pada setiap kelompok ketinggian dibuat lubang dengan kedalaman 100 cm. Sampel tanah diambil pada kedalaman (0-20), (20-40), (40-60), (60-80), dan (80-100) cm. Variabel yang diukur adalah kandungan C-organik, nilai KTK dan pH tanah setiap kedalaman, sedangkan nilai permeabilitas pada salah satu kedalaman setiap kelompok ketinggian. Data yang diperoleh disajikan dalam bentuk histogram dan mencari hubungan antara kandungan C-organik, nilai KTK, pH, permeabilitas tanah dan ketinggian tempat. Hasil penelitian menunjukan hasil sebagai berikut. (1) Semakin tinggi tempat semakin tinggi kandungan C-organik tanahnya, kandungan C-organik tanah di Lereng G. Slamet Kabupaten Banyumas dari 0,05 – 5,72 %. (2) Semakin tinggi tempat semakin tinggi nilai KTK tanahnya, nilai KTK di Lereng G. Slamet Kabupaten Banyumas dari 2,38 – 45,49 me/100 g tanah. (3) Semakin tinggi tempat semakin tinggi nilai pH tanahnya, nilai pH di Lereng G. Slamet Kabupaten Banyumas dari 4,71 – 5,65. (4) Semakin tinggi tempat semakin tinggi nilai permeabilitas tanahnya, nilai permeabilitas di Lereng G. Slamet Kabupaten Banyumas dari 0,70 – 28,35 cm/jam. (5) Ada hubungan antara kandungan C-organik dan nilai KTK tanah dengan persamaan y = 2,91 + 7,91x. | South Slope of mount Slamet in Banyumas Regency is a volcanic grup that has a different height place, so the air temperature, soil temperature and rainfall are different. This study aims to: (1) to know the effect of altitude to the soil organic-C content, CEC value and pH at depth (0-20), (21-40), (41-60), (61-80), (81-100) cm on the South Slope of mount Slamet of Banyumas Regency (2) to know the influence of height place to the value of soil permeability at each altitude location on Slope mount Slamet in Banyumas Regency. The research used survey method. The survey area was delineated into 5 altitude groups is (20-183), (184-346), (346-509), (509-672), and > 672 m respectively as SL 1 , SL 2, SL 3, SL 4, and SL 5 which are based on a decrease in air temperature every 1oC or an increase of 163 m. In each height group made a hole with a depth of 100 cm. Soil samples were taken at depth (0-20), (20-40), (40-60), (60-80), and (80-100) cm. The measured variable is the soil organic-C content, CEC value and pH at each depth, while the permeability value at one depth of each height group. The data obtained are presented on histogram and look for the relationship between soil organic-C content, CEC value, pH, permeability and altitude of place. The results showed the following results. (1) The higher of altitude the higher Content of soil organic-C, the content of C-organic soil in the Southern Slope of G. Slamet of Banyumas Regency from 0.05 - 5.72%. (2) (2) The higher of altitude the higher value of soil CEC, the CEC value in the South Slope of G. Slamet of Banyumas Regency from 2.38 - 45.49 me / 100 g. (3) The higher of altitude the higher soil pH value, the pH value on the Southern Slope of G. Slamet of Banyumas Regency from 4.71 to 5.65. (4) (4) The of altitude the higher soil of permeability value, the permeability value in the South Slope of G. Slamet of Banyumas Regency from 0.70 - 28.35 cm / hour. (5) There is a relationship between the content of soil organic-C and the value of soil CEC with the equation y = 2,91 + 7.91x | |
| 17471 | 20549 | H1G013037 | EFEKTIVITAS PENURUNAN KANDUNGAN BAHAN ORGANIK LIMBAH CAIR DOMESTIK MENGGUNAKAN SISTEM BIOSAND FILTER DENGAN WAKTU TINGGAL YANG BERBEDA | Biosand filter dapat digunakan sebagai pengelolaan air untuk mengurangi kandungan bahan organik pada limbah cair domestik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan biosand filter dalam menurunkan kandungan bahan organik pada limbah cair domestik, mengetahui waktu tinggal terbaik biosand filter yang paling efektif digunakan dalam menurunkan kandungan bahan organik pada limbah cair domestik, dan mengetahui kesesuaian hasil pengolahan limbah cair domestik menggunakan biosand filter dengan standar baku mutu menurut Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia No. 5 Tahun 2014. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Faktor perlakuan pada penelitian ini adalah waktu tinggal biosand filter (0, 12, 24, 36, 48, dan 60 jam) setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biosand filter mampu menurunkan kandungan BOD dan COD limbah cair domestik dengan rata-rata efektivitas penurunan 88,55% dan 82,41%. Waktu tinggal terbaik yang paling efektif dalam menurunkan kandungan bahan organik limbah cair domestik adalah 12 jam. Hasil pengolahan limbah cair domestik dengan sistem biosand filter telah memenuhi standar baku mutu menurut Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia No. 5 Tahun 2014. Kata kunci : Biosand filter, limbah cair domestik, bahan organik, waktu tinggal | Biosand filter can be used to reduce the content of organic matter on the domestic liquid waste. This research aims to know the capabilities of biosand filter in reducing the content of organic matter on the domestic liquid waste, knowing the best residence time of biosand filters which one are the most effective used in lowering the content of organic matter on the domestic liquid waste, and know the conformity of domestic liquid waste processing results by using biosand filter with standard quality according to the Regulation of the environment minister of the Republic Indonesia Number 5 in years 2014. This research used the experimental methods with Complete Random Design (RAL). The treatment factors in this research is residence time on biosand filter (0, 12, 24, 36, 48, and 60 hours) each treatment was repeated three times as much. The results showed that biosand filter capable of lowering the content of BOD and COD domestic liquid waste with an average of effectiveness is 88.55% decline and 82.41%. The best residence which is the most effective in the reduction of organic matter content of wastewater domestic is 12 hours. The results of the domestic liquid waste treatment with biosand filter system has met the standard quality according to the Regulation of the environment minister of the Republic Indonesia Number 5 in Years 2014. Keywords: Biosand filters, domestic liquid waste, organic materials, residence time | |
| 17472 | 21493 | E1A012310 | UPAYA HUKUM BANDING YANG DIAJUKAN MARGRIET DALAM KASUS PEMBUNUHAN ENGELINE (TINJAUAN YURIDIS PUTUSAN PENGADILAN TINGGI NOMOR 12/PID/2016/PT.DPS) | Banding adalah upaya hukum bagi pihak-pihak yang tidak puas atau tidak dapat menerima keputusan hakim dalam pemeriksaan tingkat pertama. Dari segi formal, pemeriksaan banding merupakan upaya yang tersedia bagi pihak-pihak yang berkepentingan supaya putusan peradilan tingkat pertama diperiksa kembali dalam peradilan tingkat banding. Upaya hukum banding merupakan hak dari pihak-pihak yang berperkara sebagaimana diatur dalam Pasal 67 KUHAP yang menerangkan terdakwa atau penuntut umum berhak untuk minta banding terhadap putusan pengadilan tingkat pertama kecuali terhadap putusan bebas. Penelitian ini bermaksud untuk mengetahui apakah alasan pemohon mengajukan banding. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode pendekatan yuridis normatif. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Pengumpulan data dilakukan dengan studi pustaka yang berhubungan dengan permasalahan yang diteliti. Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan analisis data kualitatif yang disusun secara sistematis. Berdasarkan putusan pengadilan tinggi nomor 12/PID/2016/PT.DPS pemohon mengajukan permohonan banding atas tindakan pembunuhan yang dilakukan oleh pemohon karena dirasa putusan pengadilan pertama sangat memberatkan dan adanya bukti-bukti lain yang belum diungkapkan dalam pengadilan. Dalam putusannya, hakim menerima permohonan banding pemohon, tetapi memori banding pemohon tidak dikabulkan karena semua bukti sudah sesuai. | Appeals are a legal endeavor for dissatisfied parties or unable to accept a judge's decisions in a first-level of inspection. From a formal point of view, an appeal is an effort for interested parties in order to a first-tier judicial decision to be re-investigation in the appellate court. The legal appeal is the right of the litigants as regulated in the 67th paragraph of the Criminal Code Procedure which explained that a defendant or a prosecuting attorney is entitled to request an appeal against the first degree court’s decisition except on the free judgment. This research intends to find out whether the reason of the applicant appealed. This research is a qualitative research with normative juridical approach method. The data used are primary and secondary data. The data collection is done by using literature study related to the problems studied. The collected data were analyzed by qualitative data analysis systematic. Based on the High Court's decision number 12/PID/2016/PT.DPS, the applicant filed an appeal for the murder committed by the applicant because the first-tier judicial decision felt very incriminating and the existence of other evidence that has not been disclosed in court. In its decision, the judge accepted the applicant's appeal, but the applicant's appeal memory was not granted because all the evidence was appropriate. | |
| 17473 | 20432 | F1I013032 | Pengaruh Kebijakan Sertifikasi Ecolabel Uni Eropa terhadap Tingkat Ekspor Gula Semut Banyumas ( Studi Kasus Koperasi Nira Satria 2012 – 2016) | Uni Eropa sebagai aktor yang berkomitmen dalam kemanan lingkungan dan manusia membentuk regulasi mengenai standar pangan. Sebagai salah satu negara eksportir produk pangan yang menyepakati standar pangan Uni Eropa, Indonesia merupakan eksportir produk pangan gula semut,yang merupakan varian dari produk pangan gula. Gula semut mempunyai peminatan pasar yang cukup besar di Uni Eropa. Kabupaten Banyumas merupakan sentra penghasil gula semut dengan angka produksi mencapai lebih dari 50.000 ton per tahunnya. Terdapat sebuah unit usaha yaitu Koperasi Nira Satria di Kabupaten Banyumas yang melakukan kegiatan ekspor gula semut ke Uni Eropa. Kegiatan ekspor yang dilakukan Koperasi Nira satria tidak lepas dari pengetatan aturan ekspor pangan Uni Eropa yang dikenal dengan sertifikasi Organic Ecolabel EU. Dalam perkembangannya kebijakan sertifikasi tersebut berdampak pada tingkat ekspor gula semut sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan dampak sertifikasi produk pangan Uni Eropa terhadap ekspor gula semut Kabupaten Banyumas sebagai sentra produksi Gula Semut di Indonesia. | The European Union as an actor committed to environmental and human security forms a regulation on food standards. As one of the countries exporting food products that agree on EU food standards, Indonesia is an exporter of crystal coconut sugar, which is a variant of sugar food products. Crystal coconut sugar has a considerable market interest in the European Union. Banyumas regency is a center of crystal coconut sugar producers with production numbers reaching more than 50,000 tons per year. There is a business unit that is Koperasi Nira Satria in Banyumas Regency that conducts the export of sugar ant to the EU. Export activities undertaken by Koperasi Nira satria can not be separated from the tightening of EU food export rules known as EU Organic Ecolabel certification. In its development, the certification policy has an impact on the level of export of crystal coconut sugar themselves. This study aims to refine its impact on the export of crystal coconut sugar of Banyumas Regency as production center of crystal coconut sugar in Indonesia. | |
| 17474 | 20548 | H1F013042 | GEOLOGI DAN KARAKTERISTIK ENDAPAN PALEOTSUNAMI BERDASARKAN STUDI SEDIMENTOLOGI DAN GEOKIMIA DAERAH PACITAN DAN SEKITARNYA, KECAMATAN PACITAN, KABUPATEN PACITAN, PROVINSI JAWA TIMUR | Daerah Pacitan dan sekitarnya Kabupaten Pacitan Provinsi Jawa Timur berada di daerah pantai selatan Pulau Jawa yang berdekatan dengan zona subduksi, sehingga daerah Pacitan diasumsikan sebagai suatu daerah yang tepat untuk dijadikan sebagai lokasi studi paleotsunami (endapan tsunami purba). Penelitian endapan paleotsunami pada daerah Pacitan masih terbatas bahkan belum pernah dilakukan. Endapan paleotsunami ini dapat diindentifikasi dengan beberapa analisis yaitu dengan analisis granulometri, loss on ignition, mineral, foraminifera, geokimia dan PCA. Berdasarkan analisis-analisis tersebut, endapan paleotsunami pada daerah penelitian berupa: 1) Lapisan endapan paleotsunami C yang memiliki besar butir lanau halus hingga lanau sangat kasar pada kedalaman 219-221 cm dengan kandungan organik 12,3%-42,8% dan kandungan karbonatnya 7,6%-23,1%. Lapisan ini memiliki komposisi mineral olivin, piroksen, amphibol, biotit, kuarsa, glaukonit, kalsit, magnetit, litik, halloysite, senyawa barium oxide, calcium carbide serta mengandung unsur K, Sr, Zr, Rb, Fe, Ti yang tinggi serta ditemukan foraminifera bentonik Conorboides mitra dan spongespikulae. 2) Lapisan endapan paleotsunami B yang memiliki besar butir pasir halus hingga pasir sangat halus pada kedalaman 191-193 cm dengan kandungan organik 8,87%-10,18% dan kandungan karbonatnya 8,98%-9,93%. Lapisan ini memiliki komposisi mineral olivin, piroksen, amphibol, biotit, kuarsa, glaukonit, kalsit, magnetit, litik, halloysite, illite, rankinite, fluorite, senyawa barium oxide, codeine phosphate dyhydrate, manganese oxide, aluminium oxide dan mengandung unsur Sr, K, Rb, Fe, dan Ti yang tinggi, ditemukan juga foraminifera bentonik Rotalia sp. 3) Lapisan endapan paleotsunami A yang memiliki besar butir pasir sangat halus hingga lanau halus pada kedalaman 136-173 cm dengan kandungan organik 8,53%-16,71% dan kandungan karbonatnya 8,69%. Lapisan ini memiliki komposisi mineral seperti olivin, piroksen, amphibol, biotit, kuarsa, glaukonit, kalsit, magnetit, litik, halloysite, illite, nontronite, chlorite, vermiculite, montmorilonit, donbassite, dan senyawa barium karbonat dengan kandungan K, Sr, Rb dan Ti yang tinggi serta ditemukan foraminifera Globorotalia bermudezi dan foraminifera bentonik yang terglaukonitkan. Hasil PCA menyatakan bahwa kandidat paleotsunami A, B, C mungkin dipengaruhi oleh karbonat, karbon, Zn, Rb, Mn, Sr, Ca, dan Fe. | Pacitan and surrounding areas Pacitan Regency of East Java Province is located in the southern coastal area of Java Island adjacent to the subduction zone, so the Pacitan area is assumed as an appropriate area to serve as a paleotsunami study area (ancient tsunami sediment). Research of paleotsunami sediment on the Pacitan region is still limited even has not been done. These paleotsunami deposits can be identified by several analyzes are granulometric, loss on ignition, mineral, foraminifera, geochemistry and PCA. Based on these analyzes, paleotsunami sediment deposits in the study area are: 1) Layer of paleotsunami deposits of C have grains of fine silt to very coarse silt at depth of 219-221 cm with an organic content of 12.3%-42.8% and the content carbonate is 7.6%-23.1%. This layer has the mineral composition of olivine, pyroxene, amphibol, biotite, quartz, glauconite, calcite, magnetite, lytic, halloysite, barium oxide compound, calcium carbide and contains elements K, Sr, Zr, Rb, Fe, and Ti is high, found also foraminifera Conorboides mitra and Spongespikulae. 2) Layer paleotsunami deposits of B have grains of fine sand to very fine sand at depth of 191-193 cm with organic content 8,87%-10,18% and carbonate content 8,98%-9,93%. This layer has the mineral composition of olivine, pyroxene, amphibol, biotite, quartz, glauconite, calcite, magnetite, litic, halloysite, illite, rankinite, fluorite, barium oxide, codeine phosphate dyhydrate, manganese oxide, aluminum oxide and contains elements Sr, K, Rb, Fe, and Ti are high, also found foraminifera of Rotalia beccari. 3) Layer of paleotsunami deposits of A have grains of very fine sand to fine silt at depth of 136-173 cm with an organic content of 8.53%-16.71% and carbonate content of 8.69%. This layer has a mineral composition such as olivine, pyroxene, amphibol, biotite, quartz, glauconite, calcite, magnetite, lytic, halloysite, illite, nontronite, chlorite, vermiculite, montmorillonite, donbassite and barium carbonate compounds with K, Sr, Rb and Ti which is high and is found foraminifera Globorotalia bermudezi and bentonic foraminifera with glauconite. PCA results suggest that paleotsunami A, B, C candidates may be affected by carbonate, carbon, Zn, Rb, Mn, Sr, Ca, and Fe. | |
| 17475 | 22039 | C1A014062 | Analisis Daya Saing Kayu Lapis Indonesia dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhinya | Penelitian ini berjudul “Analisis Daya Saing Kayu Lapis Indonesia dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat daya saing kayu lapis Indonesia di pasar internasional, serta untuk menganalisis pengaruh kebijakan pemerintah berupa larangan ekspor kayu gelondongan pada tahun 2001, jumlah produksi kayu lapis Indonesia, luas hutan Indonesia, dan nilai tukar rupiah terhadap daya saing kayu lapis Indonesia di pasar internasional. Data yang digunakan dalam penelitian ini bersifat kuantitatif dan menggunakan data sekunder. Penelitian ini juga menggunakan data yang dikumpulkan dari waktu ke waktu atau time series dengan periode waktu tahun 1990-2015. Metode yang digunakan dalam penelitian ini untuk mengetahui tingkat daya saing kayu lapis Indonesia di pasar internasional menggunakan analisis Revealed Comparative Advantage (RCA), sedangkan untuk mengetahui pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen digunakan metode analisis linier berganda dengan menggunakan eviews. Hasil penelitian menunjukkan tingkat daya saing kayu lapis Indonesia di pasar Internasional memiliki angka > 1, artinya kayu lapis Indonesia memiliki daya saing yang kuat. Namun demikian, nilai indeks RCA mengindikasikan terjadi penurunan daya saing kayu lapis Indonesia setiap tahunnya. Secara parsial kebijakan pemerintah berupa larangan ekspor kayu bulat pada tahun 2001 berpengaruh negatif dan signifikan terhadap daya saing kayu lapis Indonesia, jumlah produksi kayu lapis Indonesia berpengaruh positif dan signifikan terhadap daya saing kayu lapis Indonesia, luas hutan Indonesia berpengaruh positif dan signifikan terhadap daya saing kayu lapis Indonesia, nilai tukar rupiah terhadap dollar berpengaruh positif dan signifikan terhadap daya saing kayu lapis Indonesia. Variabel yang paling besar pengaruhnya terhadap daya saing kayu lapis Indonesia adalah luas hutan. | This research is titled “Analysis of Indonesia Plywood Competitiveness and its Affecting Factors”. The purpose of this research is to know the level of Indonesian plywood competitiveness in international market, and to analyze the influence of government policy abaout export ban in 2001, the amount of Indonesian plywood production, the area of Indonesian forest, and the rupiah exchange rate to the competitiveness of Indonesian plywood in the international market. This research use quantitative and secondary data. This research also use time series data with periods of time from 1990-2015. The method used in this research to know the level of Indonesian plywood competitiveness in international market is by Revealde Comparative Advantage (RCA) analysis, while to know the influence of independent variable to dependent variable used multiple linear analysis method by eviews. The results show that the level of Indonesian plywood competitiveness in the international market has a number > 1, meaning that Indonesian plywood has a strong competitiveness. However, the value of the RCA index indicates a decline in Indonesia's plywood competitiveness annually. Partially government policy in the form of prohibition of export of logs in 2001 has a negative and significant impact on the competitiveness of Indonesian plywood, the number of Indonesian plywood production has a positive and significant impact on the competitiveness of Indonesian plywood, Indonesia's forest area has a positive and significant impact on the competitiveness of Indonesian plywood, the value of the rupiah exchange rate against the dollar has a positive and significant impact on the competitiveness of Indonesian plywood. The largest variable of influence on the competitiveness of Indonesia plywood is forest area. | |
| 17476 | 20550 | H1G013020 | Hubungan Kerapatan Mangrove Dengan Kepadatan Kepiting Bakau (Scylla serrata) di Segara Anakan Cilacap Bagian Timur | Ekosistem hutan mangrove di Segara Anakan, Cilacap mempunyai peranan ekologis yang sangat penting bagi beberapa biota akuatik diantaranya kepiting bakau. Penelitian berjudul “Hubungan Antara KerapatanMangrove Dengan Kepadatan Kepiting Bakau (Scylla serrata) di Segara Anakan Cilacap Bagian Timur” bertujuan untuk mengetahui jumlah kerapatan mangrove, mengetahui kepadatan kepiting bakau dan menganalisis hubungan antara kerapatan mangrove dengan kepadatan kepiting bakau. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei dan Juli 2017. Metode penelitian adalah cluster random sampling. Analisis data yang dilakukan uji korelasi. Hasil analisis korelasi diketahui bahwa hasil dari analisis korelasi adalah : kelimpahan kepiting bakau= 0,553 salinitas + 0,177 suhu + 0,6040 pH + 0,783 DO + 0,490 mangrove diameter >4 cm. Hasil dari analisis korelasi menunjukkan bahwa hubungan antara faktor lingkungan dengan kepiting bakau adalah positif. Model pendugaan menggambarkan adanya hubungan yang cukup signifikan antara kepadatan kepiting bakau dengan mangrove. Adapun persamaan yang diperoleh adalah Y = 0,00005x4 + 0,010x3 – 1,318x2 + 70,44x - 1363. Tingkat keeratannya antara kepadatan kepiting bakau dengan mangrove adalah sebesar 0,788. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa mangrove memiliki pengaruh positif terhadap kepadatan kepiting bakau. | The mangrove forest ecosystem in Segara Anakan Cilacap has an important ecological role for some aquatic biota such as mangrove crabs. The study entitled "The Relationship Between Mangrove Density With Abundance of Mangrove Crab (Scylla serrata) in East Segara Anakan Cilacap" aims to determine the number of mangrove density, to know the abundance of mangrove crab and to analyze the relationship between mangrove density with abundance of mangrove crab. The Research was conducted in May and July 2017. The is research method was using cluster random sampling. Data analysis was conducted by correlation test. The result of correlation analysis showed that were: abundance of mangrove crab = 0.553 salinity + 0.177 temperature + 0.6040 pH + 0.783 DO + 0.490 mangrove diameter >4 cm – 0.968. The result of correlation analysis showd that the relationship between environmental factors with mangrove crab has positive. Correlation the estimation model illustrates a significant relationship between abundance of mangrove crabs and mangroves. The equation obtained is Y = 0.00005x4 + 0.010x3 – 1.318x2 + 70.44x - 1363. The level of closeness between the abundance of mangrove crab with mangrove is 0.788. The result of regression analysis showed that mangrove has positive influence to abundance of mangrove crab. | |
| 17477 | 20551 | D1B015019 | Produksi Hijauan dan Kapasitas Tampung Ternak Rumput Lapang yang Tumbuh di Halaman Perkantoran Wilayah Purwokerto. | Penelitian berjudul “Produksi Hijauan dan Kapsitas Tampung Ternak Rumput Lapang yang Tumbuh di Halaman Perkantoran Wilayah Purwokerto”, bertujuan mendapatkan besaran produksi segar dan gambaran potensi kapasitas tampung ternak di halaman perkantoran wilayah Kota Purwokerto. Penelitian dilaksanakan bulan Agustus 2017 hingga September 2017, menggunakan metode survey dan penetapan sampel menggunakan metode Purposive sampling. Variabel berupa produksi hijauan dan kapasitas tampung ternak. Hasil menunjukan bahwa halaman perkantoran di wilayah Kota Purwokerto menghasilkan produksi total hijauan rumput lapang yang diperoleh sebesar 17,74 ton/tahun. Kapasitas tampung yang dihitung dengan rumus Voisin berdasarkan bobot segar sebesar 0,42 ST/tahun dan berdasarkan bahan kering sebesar 0,33 ST/tahun. Kapasitas tampung yang dihitung menggunakan pendekatan cut and carry berdasarkan bobot segar sebesar 1,386 ST/tahun dan berdasarkan bahan kering sebesar 1,131 ST/tahun. Rumput lapang perkantoran wilayah Kota Purwokerto memiliki hijauan segar dimanfaatkan berupa rumput dan dapat memiliki potensi menyumbang hijauan pakan untuk ternak ruminansia dan berpotensi dalam kemampuan menampung ternak. Kapasitas tampung ternak lebih baik menggunakan pendekatan cut and carry karena lebih memungkinkan untuk diterapkan dan diberikan pada ternak | A research en titled "Forage Production and Carrying Capacity of Native Grass that Grow on front Office yard, Purwokerto.", aimed to get fresh production quantity and description of potential capacity of livestock in Purwokerto City office area. The study was conducted from August 2017 to September 2017, using survey method and sample determination using Purposive sampling method. The Variables were in the forms of forage production and livestock stocking capacity. The results showed that the office spaces in Purwokerto City resulted in the total production of green matter of grasses as much as 17.74 ton / year. The carrying capacity calculated by the Voisin formula based on fresh weight was 0.42 AU / year and based on dry matter was 0.33 AU / year. The carrying capacity calculated using cut and carry approach based on fresh weight was 1.386 AU / year and based on dry matter was 1.131 AU / year. Field grass that grew on the office area in Purwokerto City had fresh forages was used in the form of grass and could have the potential to contribute forage for ruminant livestock and had a potential in the ability to accommodate livestock. The research concludes, the capacity of livestock is better to use cut and carry approach because it is more likely to be applied and given to livestock. | |
| 17478 | 20552 | C1B013079 | Analisis Pengaruh Intellectual Capital, Ukuran Perusahaan, dan Leverage Terhadap Profitabilitas Pada Industri Teknologi Informasi dan Komunikasi yang Terdaftar di BEI | Penelitian ini merupakan penelitian studi empiris yang dilakukan pada industri teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Penelitian ini mengambil judul “Analisis Pengaruh Intellectual Capital, Ukuran Perusahaan, dan Leverage Terhadap Profitabilitas Perusahaan pada Industri Teknologi Infomasi dan Komunikasi yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh intellectual capital (pendekatan VAICTM), ukuran perusahaan, dan leverage (debt-to-equity ratio) terhadap profitabilitas (Return on Assets/ ROA) industri TIK yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Populasi dalam penelitian ini adalah industri teknologi informasi dan komunikasi yang terdaftar di BEI pada tahun 2011 – 2016. Penentuan sampel pada penelitian ini ditentukan menggunakan metode purposive sampling. Terdapat 17 perusahaan dari total 25 perusahaan TIK yang memenuhi kriteria untuk dijadikan sampel. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data dengan menggunakan regresi berganda menunjukan bahwa: (1) human capital efficiency (HCE) tidak berpengaruh terhadap return on assets (ROA), (2) structural capital efficiency (SCE) tidak berpengaruh terhadap return on assets (ROA), (3) capital employed efficiency (CEE) tidak berpengaruh terhadap return on assets (ROA), (4) Ukuran perusahaan tidak berpengaruh terhadap return on assets, (5) Debt-to-Equity ratio berpengaruh negatif signifikan terhadap return on assets. Implikasi dari kesimpulan di atas yaitu manajemen perusahaan, khususnya perusahaan TIK di Indonesia, perlu untuk lebih cermat dalam mengoptimalkan human capital, structural capital, maupun modal fisik (capital employed) yang dimiliki. Pengelolaan human capital dapat berupa perekrutan karyawan yang baik, pengadaan perlatihan dan pengembangan karyawan, pemberian program kepuasan untuk loyalitas karyawan terhadap perusahaan (seperti gaji, tunjangan, dana pensiun, dll). Pengelolaan structural capital dapat berupa peningkatan sistem kerja yang baik, peningkatan budaya perusahaan, pengelolaan database, dll. Terakhir, manajemen juga perlu mengoptimalkan pengelolaan aset berwujud yang dimiliki agar terhindar dari penurunan profitabilitas. | This research is an empirical study conducted on the information and communication technology (ICT) industry in Indonesia Stock Exchange (IDX). This study takes the title "Intellectual Capital Analysis, Company Size, and Leverage of Profitability of Companies in Information and Communication Technology Industries Listed on Indonesia Stock Exchange". The purpose of this research is to know the influence of intellectual capital, firm size, and leverage (debt to equity ratio) to profitability (Return on Assets / ROA) of ICT industry in Indonesia Stock Exchange (IDX). The population in this study is the information and communication technology industries listed on the BEI in 2011 - 2016. Determination of the sample in this study is to use purposive sampling method. There are 17 companies from a total of 25 ICT companies that meet the criteria to be sampled. Based on the results of research and data analysis using multiple regression shows: (1) the efficiency of working capital (HR) has no effect on return on assets (ROA), (2) structural capital efficiency (SCE) is not biased to return on assets (ROA) (3) The efficiency of capital use (ROE) has no effect on return on assets (ROA), (4) firm size does not affect asset return, (5) Debt to Equity Ratio has negatively significant effect on return on assets. The implications of the conclusion above are company management, especially ICT companies in Indonesia, need to be more thorough in optimizing human capital, structural capital, and physical capital (working capital) owned. Human capital management can be a good employee recruitment, procurement of training and employee development, provision of satisfaction programs for employee loyalty to the company (such as salaries, benefits, pension funds, etc.). Management of capital structure can be a good system, improvement of corporate culture, database management, etc. Finally, management also needs to optimize the management of tangible assets to avoid loss of profitability. | |
| 17479 | 20576 | F1C013088 | KOMUNIKASI KELOMPOK DAN MOTIVASI PENGEMBANGAN DIRI (STUDI KORELASIONAL TENTANG KOMUNIKASI KELOMPOK DENGAN MOTIVASI PENGEMBANGAN DIRI PADA ANGGOTA HIMPUNAN PRAMUWISATA INDONESIA (HPI) DPC KABUPATEN BANYUMAS) | Motivasi pengembangan diri merupakan hal yang penting dalam dalam kehidupan begitu pula dengan komunikasi, kedua konteks ini sering menjadi sumber dari berbagai macam penelitian. Penelitian ini meneliti apakah terdapat hubungan antara komunikasi kelompok yang dilakukan dengan motivasi pengembangan diri yang didapat. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan antara komunikasi kelompok dengan motivasi pengembangan diri pada anggota Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) DPC Kabupaten Banyumas. Sampel pada penelitian ini sebanyak 45 orang. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah sampling jenuh. Data yang digunakan dalam penelitian ini didapatkan dari penyebaran kuisioner. Penelitian ini menggunakan teori percakapan kelompok oleh Stogdill. Pada hasil uji t, diketahui t hitung > t tabel yaitu 5,982 > 1,681 atau dengan kata lain ada hubungan nilai yang signifikan antara komunikasi kelompok dengan motivasi pengembangan diri. Komunikasi kelompok yang dilakukan oleh himpunan ini ialah sharing pengalaman dan informasi yang dilakukan secara rutin hal tersebut yang membuat masing-masing anggota semakin termotivasi untuk melakukan pengembangan diri. Adanya hasil dari penelitian ini, diharapkan peneliti yang lain dapat melakukan penelitian sejenis dengan memperhatikan beberapa faktor lain seperti faktor usia dan faktor kondisi psikologis seseorang sehingga hasil dari penelitian tersebut lebih variatif. | Self-motivation development is important in our life so as the communication. These two contexts often used for source of various kind of research. This research analyzed the correlation between group communication and self-motivation that is obtained. The research is purposed to find out the correlation of group communication and self-motivation development of all the members of Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Banyumas region. There were 45 people became the sample of this research. This research used saturated sampling as technique of sample collection. The data were taken from delivering questionnaire. Moreover, this research used Stogdill’s group communication theory. On the t counting, known that t counts > t table, 5.982 > 1.681, In other words, there is significant relation exist. The group communication made by this set is the sharing of experience and information that is done routinely it makes each member more motivated to do self-development. The results of this study, it is expected that researchers can conduct similar research with attention to several other factors such as age factor and psychological condition of a person so that the results of the study is more varied. | |
| 17480 | 20553 | G1B013020 | EFEKTIVITAS EKSTRAK RIMPANG BANGLE (Zingiber montanum) TERHADAP MORTALITAS LARVA NYAMUK Aedes aegypti | Indonesia. Nyamuk Aedes aegypti merupakan vektor utama pembawa virus dengue penyebab penyakit DBD. Pengendalian kimiawi nyamuk Aedes aegypti dengan menggunakan insektisida sintesis menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan dan manusia, selain itu juga membutuhkan biaya yang cukup tinggi. Upaya untuk mengurangi dampak negatif tersebut dapat digunakan insektesida nabati sebagai larvasida alternatif, salah satunya adalah ekstrak rimpang bangle (Zingiber montanum). Tujuan untuk mengetahui daya bunuh larvasida ekstrak rimpang bangle terhadap larva Aedes aegypti. Jenis penelitian ini eksperimen murni dengan menggunakan rancangan penelitian post test only control group design. Konsentrasi ekstrak rimpang bangle yang digunakan sebesar 0%; 0,125%; 0,25%; 0,5%; 0,75% dan 1%. Sampel dalam penelitian berupa larva Aedes aegypti instar III yang berjumlah 600 ekor. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat (uji probit dan uji kruskal wallis). Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh konsentrasi ekstrak rimpang bangle terhadap kematian larva Aedes aegypti dengan p = 0,002 (p<0,05). Ekstrak rimpang bangle mampu membunuh larva Aedes aegypti dengan LC50 sebesar 0,1 % dan LC90 sebesar 0,3%, dan konsentrasi paling efektif pada 1%. Berdasarkan hasil penelitian, ekstrak rimpang bangle memiliki daya bunuh terhadap larva Aedes aegypti, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai alternatif pengganti larvasida kimia yang mudah diaplikasikan oleh masyarakat. | Dengue Hemorrahagic fever (DHF) is still a public health problem in Indonesia. Aedes aegypti is the main vector which transmit dengue virus. Chemical control of Aedes aegypti with of synthetic insecticides effected negative impact on the enviroment and humans, but it also require a fairly high cost. Efforts to reduce the negative impact of plant – based insecticides can be used as an alternative larvacide, one of which is to extract rhizome bangle ( Zingeber montanum). The purpose of this research to determine the killing power of bangle rhizome extract against the Aedes aegypti larvae. This research was experiment design with post test only control group design. The concentration of extract rhizome bangle used 0%; 0,125%; 0,25%; 0,5%; 0,75% and 1%. The sample used instar III of Aedes aegypti larvae as many as 600. Data analysis used univariate and bivariate (probit and kruskal wallis test). The results showed that there was an effect of the concentration of extract rhizome bangle against mortality of Aedes aegypti larvae with p=0,002 (p<0,05).Extract rhizome bangle effectively killed Aedes aegypti larvae with LC50 and LC90 were 0,1 % and 0,3 %, with the most effective concentration is 1%. Based on this research, extract rhizome bangle has larvicidal effect on Aedes aegypti, so it can be use as an alternative to decrease the usage of chemical larvicides that easily to apply by community. Keyword : Rhizome bangle, biolarvacide, Aedes aegypti larvae. |