Home
Login.
Artikelilmiahs
21488
Update
FADELLA HUTAMI PUTERI
NIM
Judul Artikel
PENGARUH VARIASI METODE DAN LAMA PENGERINGAN KELOPAK BUNGA ROSELA (Hibiscus sabdariffa) TERHADAP KARAKTERISTIK KIMIA DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK YANG DIHASILKAN
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Ekstrak kelopak bunga rosela mengandung senyawa bioaktif yaitu antosianin dan vitamin C. Kelopak bunga rosela merupakan salah satu komoditi yang mudah rusak, karena memiliki kadar air tinggi. Metode yang dilakukan untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan cara pengeringan. Namun pengeringan dapat menyebabkan senyawa bioaktif yang terdapat didalam kelopak bunga rosela mengalami kerusakan sehingga perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai metode dan lama pengeringan yang tepat supaya mendapatkan rendemen dan senyawa bioaktif yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi metode dan lama pengeringan kelopak bunga rosela terhadap karakteristik kimia dan aktivitas antioksidan ekstrak yang dihasilkan. Rancangan percobaan yang digunakan pada penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Faktor yang digunakan adalah metode pengering (matahari, kabinet dan efek rumah kaca) dan lama pengeringan (2, 4, 6 dan 8 jam). Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode terbaik terdapat pada metode pengeringan kabinet yaitu menghasilkan vitamin C sebesar 55,44 mg/100 g dan total antosianin sebesar 25,5739 mg/100g. Sedangkan lama pengeringan terbaik terdapat pada pengeringan 8 jam menghasilkan vitamin C sebesar 60.647 mg/100 g dan total antosianin sebesar 30,2319 mg/100g. Hasil yang didapatkan berbanding lurus dengan aktivitas antioksidan yang dihasilkan yaitu IC50 sebesar 0.7006 μg/ml dengan persamaan matematis kadar air y = 87.891 – 10.672x.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Roselle petals extract contains bioactive compounds which are anthocyanin and vitamin C. Roselle petal is one of commodities that can be easily damaged, since it has high amount of water content. One of the methods that can be used to overcome that matter is by drying method. However, drying may cause bioactive compounds, which contained in Roselle petals to be damaged, so there should be a further research regarding an appropriate method and time of drying, in order to obtain high amount of rendemen and bioactive compounds. Therefore, the purpose of this research was to identify the effects of variations of methods and times of drying of Roselle petals toward the chemical characteristics and antioxidant activities of the extract produced. The experimental design used in this research was Randomized Block Design (RBD). The factors studied in this research were methods of drying (sun, cabinet, and greenhouse effect) and times of drying (2, 4, 6, and 8 hours). The results of this research showed that the best method of drying was the cabinet drying, which obtained 55,44 mg/100 g of Vitamin C and 25,5739 mg/100g of total anthocyanin. Meanwhile, the best times of drying resulted in this research was 8 hours of drying, which obtained 60,647 mg/100 g of Vitamin C and 30,2319 mg/100g of total anthocyanin. The results achieved in this research were directly proportional to the antioxidant activity, which in the method of cabinet drying for 8 hours, obtained 0.7006 μg/ml of IC50 and y = 87.891 - 10.672x of the mathematical equations of water content.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save