Artikelilmiahs
Menampilkan 17.361-17.380 dari 50.015 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 17361 | 20459 | C1F015078 | ANALISIS PENGARUH RASIO KEUANGAN DAERAH TEHADAP ALOKASI BELANJA MODAL PADA KABUPATEN DAN KOTA DI JAWA TENGAH TAHUN 2011-2015 | Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh rasio-rasio keuangan terhadap alokasi belanja modal di sektor publik dari sisi teori keagenan. Penelitian ini dilakukan dengan sampel sebanyak 35 kabupaten dan kota di Provinsi Jawa Tengah tahun 2011-2015. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis regresi data panel dengan pendekatan Random Effect Model (REM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasio efektivitas tahun sebelumnya tidak berpengaruh terhadap alokasi belanja modal tahun berikutnya, sedangkan rasio efisiensi tahun sebelumnya berpengaruh negatif terhadap alokasi belanja modal tahun berikutnya. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa rasio pertumbuhan dan rasio kemandirian tahun sebelumnya berpengaruh positif terhadap alokasi belanja modal tahun berikutnya. | The aim of the research is to examine the effect of the regional financial ratios on the allocation of capital expenditures in the public sector. Financial ratio analysis in public sector has not been widely used. Result of early study on this issue have been contradictory. Therefore, the topic of this research is: “The Analysis of the Effects of Regional Financial Ratios on the Allocation of Capital Expenditures on Regencies and Cities in Central Java Province at 2011-2015. The agency theory is used as the main theory in this research. The agency relationship can be explained by the local government, as agent, runs a mutually agreed contract (APBD) with the legislative, as principal. Furthermore, principal assess agent’s performance based on financial statement with ratio analysis as assessment criteria. This research uses descriptive method and panel data. The research population is all financial statements of regencies and cities in Central Java Province at 2011-2015. All members of the population are sampled. Eviews 9 software is used as a panel data processing. Four hypotheses were tested, and the result showed one hypothesis was rejected, and three others were accepted. The result of this study shows that there are no relationship between the effectiveness rate and allocation of capital expenditures, while the efficiency ratio have a negative effect on the allocation of capital expenditures. Furthermore, the growth ratio and the self-sufficiency ratio have a postive effect on the allocation of capital expenditures. The implication of this research, theoretically, provides evaluation for the future study to improve goverment accounting especially the use of financial ratios. Practically, local govermnments should improve their financial performances as it affects to the allocation of capital expenditures. Furthermore, local goverments must also set a challenging target of PAD revenue while improving the efficiency of local financial management. | |
| 17362 | 20460 | C1F015076 | PENGARUH PEMERIKSAAN PAJAK, JUMLAH WAJIB PAJAK, DAN PERTUMBUHAN EKONOMI TERHADAP PENERIMAAN PAJAK DI INDONESIA | Penelitian ini berjudul “Pengaruh Pemeriksaan Pajak, Jumlah Wajib Pajak, dan Pertumbuhan Ekonomi terhadap Penerimaan Pajak di Indonesia”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh pemeriksaan pajak, jumlah wajib pajak, dan pertumbuhan ekonomi terhadap penerimaan pajak di Indonesia. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan data cross-sectional berupa data pemeriksaan pajak, jumlah wajib pajak, dan pertumbuhan ekonomi serta penerimaan pajak di Indonesia, sehingga teknik yang digunakan untuk menganalisis pengaruh antara variabel independen dan dependennya menggunakan analisis regresi berganda. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder dimana data sumber diperoleh dari Direktorat Jenderak Pajak Kementerian Keuangan dan Badan Pusat Statistik Republik Indonesia. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Pemeriksaan Pajak berpengaruh positif terhadap penerimaan pajak di Indonesia; (2) Jumlah wajib pajak berpengaruh negatif terhadap penerimaan pajak; (3) Pertumbuhan ekonomi tidak berpengaruh terhadap penerimaan pajak di Indonesai. Implikasi hasil penelitian ini untuk memberikan kontribusi positif bagi Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan selaku otoritas yang berwenang dalam melakukan pemungutan pajak sehingga Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan mampu mencapai target penerimaan pajak secara optimal. | This research entitled "The Effect of Tax Inspection, Number of Taxpayers, and Economic Growth on Tax Receipts in Indonesia". The purpose of this study is to analyze the effect of tax audit, the number of taxpayers, and economic growth of tax revenue in Indonesia. This research was conducted by using cross-sectional data in the form of tax audit data, the number of taxpayers, and economic growth and tax revenue in Indonesia, so the technique used to analyze the influence between independent variables and dependent using multiple regression analysis. The data used in this study is secondary data where the source data obtained from the Directorate General of Taxes Ministry of Finance and the Central Bureau of Statistics of the Republic of Indonesia. The results of this study indicate that: (1) Tax Examination has a positive effect on tax revenue in Indonesia; (2) The number of taxpayers has a negative effect on tax revenue; (3) Economic growth has no effect on tax revenue in Indonesia. The implication of this research result to give positive contribution for Directorate General of Taxation of Ministry of Finance as the authorized authority in conducting tax collection so that the Directorate General of Taxes Ministry of Finance is able to achieve the target of tax revenue optimally. | |
| 17363 | 20461 | G1H012002 | HUBUNGAN TINGKAT ASUPAN PROTEIN, KARBOHIDRAT DAN STATUS GIZI DENGAN KEKUATAN OTOT TUNGKAI PADA SISWA KELAS SEPAKBOLA DI SMA NEGERI 3 PURWOKERTO | Latar Belakang : Kekuatan otot tungkai seseorang berperan penting dalam meningkatkan frekuensi langkah lari seseorang. Asupan makanan terutama protein sangat berpengaruh pada masa otot yang pada akhirnya berpengaruh pada kekuatan otot. Karbohidrat merupakan sumber utama energi untuk memenuhi kebutuhan gizi bagi atlet sepakbola. Status gizi juga berhubungan dengan kekuatan otot. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat asupan protein, karbohidrat dan status gizi dengan kekuatan otot tungkai pada siswa kelas sepakbola di SMA Negeri 3 Purwokerto. Metode : Penelitian ini merupakan studi observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan pada 20 siswa kelas sepakbola usia 15-18 tahun yang ditentukan menggunakan total sampling. Tingkat asupan protein dan karbohidrat diukur dengan food recall 24 jam sebanyak 2 kali. Status gizi diukur dengan WHO Anthroplus. Kekuatan otot tungkai diukur dengan Back-leg dynamometer. Analisis bivariat menggunakan uji korelasi pearson. Hasil Penelitian : Hasil uji korelasi Pearson menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat asupan protein dengan kekuatan otot tungkai ( p = 0.018, r = 0.522). Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat asupan karbohidrat dengan kekuatan otot tungkai ( p = 0.011, r = 0.556). Terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi dengan kekuatan otot tungkai ( p = 0.027, r = 0.493). Kesimpulan : Terdapat hubungan antara tingkat asupan protein, karbohidrat dan status gizi dengan kekuatan otot tungkai. Semakin rendah tingkat asupan protein, karbohidrat dan status gizi maka kekuatan otot tungkai semakin menurun. | Background : The strength of muscle legs plays an important role of increasing running frequency. Food intake, especially protein is very important in the muscle mass that ultimately affects muscle strength. Carbohydrates are the major source of energy for the nutritional needs of soccer athletes. Nutritional status is also related to muscle strength. This research aims to determine correlation of protein intake, carbohydrate, and nutritional status with muscle legs strength in students of soccer class in SMA Negeri 3 Purwokerto. Method : This research is an observational analytic study with cross sectional approach. The research was conducted on 20 students of 15-18 year old soccer class determined using total sampling. Levels of protein and carbohydrate intake were measured with a 24-hour food recall twice. Nutritional status was measured by WHO Anthroplus. Leg muscle strength is measured with a Back-leg dynamometer. Bivariate analysis using Pearson correlation test. Results : Pearson correlation test results showed a significant relationship between the level of protein intake with leg muscle strength (p = 0.018, r = 0.522). There was a significant relationship between carbohydrate intake level and leg muscle strength (p = 0.011, r = 0.556). There was a significant relationship between nutritional status and leg muscle strength (p = 0.027, r = 0.493). Conclusion : There is correlation of the level of protein intake, carbohydrates and nutritional level with muscle legs strength. The lower of protein intake level, carbohydrate and nutritional level then the leg muscle strength decreased. | |
| 17364 | 20462 | C1C012110 | PENGARUH TRIPLE BOTTOM LINE TERHADAP PENGUNGKAPAN CSR DAN DAMPAKNYA TERHADAP NILAI RELEVAN | Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis hubungan antara aspek triple bottom line terhadap muatan Pengungkapan CSR, serta dampaknya kepada nilai relevan perusahan publik peserta PROPER yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Kuantifikasi triple bottom line menggunakan proksi scoring peringkat PROPER (kinerja lingkungan), ROE (kinerja ekonomi), dan rasio dana filantropi terhadap net profit (kinerja sosial). pengungkaan CSR dilakukan menggunakan analisis konten yang merujuk pada Global Reporting Initiative (GRI) yang disesuaikan dengan keadaan di Indonesia. Sedangkan proksi nilai relevan menggunakan price model dari Ohlson. Sampel perusahaan berjumlah 7 perusahaan yang telah diseleksi menggunakan teknik purposive sampling. Alat analisis yang digunakan untuk adalah regresi linear berganda dan analisis jalur model dekomposisi. Hasil analisis regresi linear berganda menunjukkan bahwa peringkat PROPER dan dana filantropi berpengaruh signifikan positif terhadap pengungkapan CSR, sedangkan ROE tidak berpengaru terhadap pengungkapan CSR. Peringkat PROPER, ROE, dan dana filantropi tidak berpengaruh secara langsung terhadap nilai relevan. Pengungkapan CSR berpengaruh signifikan negatif terhadap nilai relevan. Hasil analisis jalur dekomposisi menunjukkan bahwa pengungkapan CSR bukanlah jalur yang tepat untuk memediasi peringkat PROPER, ROE, dan dana filantropi terhadap nilai relevan. | This research is about the relationship analysis between the triple bottom line aspect of CSR Disclosure contents, and its impact to the relevant value of public companies participating PROPER, listed in Indonesia Stock Exchange. Triple bottom line quantification uses PROPER ranking proportion (environmental performance), ROE (economic performance), and philantrophy fund (social performance). CSR disclosure was conducted using content analysis that refers to the Global Reporting Initiative (GRI) adjusted to the circumstances in Indonesia. While the Ohlson's price model is used to determine relevant value. Samples consist of 7 companies were selected using purposive sampling. Multiple linear regression and path analysis of decomposition model were used to examine the hypothesis. Using multiple regression analysis, it is concluded that the PROPER and philanthropy fund has significant positive effect to CSR disclosure, while ROE gives no effect to CSR disclosure. PROPER rating, ROE, and philanthropy fund have no direct effect to the relevant value. CSR disclosure has no significant effect to the relevant value. The result of decomposition path analysis shows that CSR disclosure is not an appropriate mediator for PROPER, ROE, and philanthropic fund toward relevant value. | |
| 17365 | 20463 | C1F015090 | Analisis Penerapan Standar Akuntansi pada Sistem Akuntansi Badan Layanan Umum Daerah Rumah Sakit Umum Daerah Aji Muhammad Parikesit | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan standar akuntansi pada sistem akuntansi Badan Layanan Umum Daerah Rumah Sakit Umum Daerah Aji Muhammad Parikesit (BLUD RSUD A.M. Parikesit). Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, dengan pengumpulan data diperoleh dari wawancara, observasi, dan studi dokumen. Analisis penerapan standar akuntansi dilakukan dengan memberikan gambaran kondisi di lapangan dan diberikan penilaian berdasarkan kriteria yang telah ditentukan. Selain itu penelitian ini juga berusaha untuk menemukan kondisi yang ideal terkait penerapan standar akuntansi di sistem akuntansi BLUD RSUD A.M. Parikesit menggunakan model analisis Luder (1992). Berdasarkan hasil penelitian, disimpulkan bahwa (1) Kondisi penerapan Standar Akuntansi Keuangan (SAK) pada sistem akuntansi BLUD RSUD A.M. Parikesit secara umum sudah memadai walaupun terdapat kekurangan yaitu belum mampunya RSUD A.M. Parikesit menyusun Laporan Perubahan Ekuitas (LPE) tanpa asistensi, (2) Kondisi penerapan Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP) pada sistem akuntansi BLUD RSUD A.M. Parikesit secara umum sudah memadai walaupun terdapat kekurangan yaitu RSUD A.M Parikesit tidak menyusun Catatan atas Laporan Keuangan (CaLK) tepat waktu, (3) Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara SAK dan SAP pada penerapannya di sistem akuntansi BLUD RSUD A.M. Parikesit, (4) BLUD RSUD A.M. Parikesit mengakomodasi SAK dan SAP ke dalam satu sistem akuntansi dengan bantuan aplikasi Sistem Penataan dan Akuntansi Keuangan Badan Layanan Umum Daerah (SIPAK BLUD) dan Sistem Informasi Manajemen Daerah (SIMDA), (5) Berdasarkan model analisis Luder (1992) RSUD A.M. Parikesit sebagai BLUD seharusnya hanya menerapkan satu standar akuntansi yaitu SAP. | This study aims to analyze the application of accounting standards in the accounting system of Regional Public Service Agency Regional Hospital A.M. Parikesit. This study uses qualitative research method, with data collection obtained from interviews, observation, and document studies. Analysis of the application of accounting standards is done by providing an overview of conditions in the field and given an assessment based on predetermined criteria. In addition, this research is also trying to find the ideal conditions related to the implementation of accounting standards in accounting system of BLUD RSUD A.M. Parikesit using the Luder (1992) analysis model. Based on the result of research, it is concluded that (1) Condition of SAK application in accounting system of BLUD RSUD A.M. Parikesit in general is adequate despite the shortcoming, which is RSUD A.M. Parikesit has not yet able to prepare Statement of Equity Changes without assistance, (2) Conditions of SAP application on accounting system of BLUD RSUD A.M. Parikesit is generally adequate despite the shortcoming, which is RSUD A.M Parikesit did not prepare CaLK on time, (3) There is no significant conflict between SAK and SAP on its application in accounting system of BLUD RSUD A.M. Parikesit, (4) BLUD RSUD A.M. Parikesit accommodates SAK and SAP into one accounting system with the help of SIPAK BLUD and SIMDA (5) Based on Luder (1992) analysis model, RSUD A.M. Parikesit as a BLUD should only apply one accounting standard that is SAP | |
| 17366 | 20465 | C1F015089 | ANALISIS PENGARUH GENDER, SELF EFFICACY, DAN KOMPLEKSITAS TUGAS TERHADAP AUDIT JUDGMENT (Studi pada Inspektorat Jenderal Kementerian Keuangan) | Penelitian ini merupakan studi kasus kuantitatif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh dari gender, self efficacy, dan kompleksitas tugas terhadap audit judgment pada auditor. Data yang digunakan dalam penelitian adalah data primer yang merupakan persepsi responden terhadap variable penelitian. Penelitian ini dilakukan terhadap Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP) pada Inspektorat Jenderal Kementerian Keuangan. Sampel dipilih dengan metode probability sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrument kuesioner. Jumlah kuesioner yang didistribusikan sebanyak 85 buah dengan tingkat respon rate sebesar 95%. Analisis data menggunakan metode regresi linier berganda dengan bantuan program SPSS (Statistical Product and Service Solution) 23. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gender berpengaruh negatif dan signifikan terhadap audit judgment, kompleksitas tugas berpengaruh positif dan signifikan terhadap audit judgment, sedangakan self efficacy tidak berpengaruh signifikan terhadap audit judgment. | This research is a quantitative case study. The aims of this research is to analyze the effects of gender, self efficacy, and task complexity to the audit judgment of auditor. The data used in this research is primary data which is auditor’s perception to research variable. This research was conducted on Government Internal Supervisory Apparatus (APIP) at Inspectorate General of Ministry of Finance. The sample is selected by probability sampling method. The data was collected by using questionnaire instrument. There were 85 questionaire distributed with a response rate of 95%. Data analysis used multiple linear regression method with SPSS (Statistical Product and Service Solution) 23. The result of this research showed that gender has a negative and significant effect on audit judgment, task complexity has positive and significant effect on audit judgment,nwhile self efficacy has no significant on audit judgment. | |
| 17367 | 20464 | B1J013161 | Kajian Karakter Anatomi Beberapa Galur Kedelai (Glycine max (L.) Merr.) Yang Diinokulasi Jamur Sclerotium rolfsii Penyebab Busuk Pangkal Batang | Kedelai (Glycine max (L.) Merr.) merupakan tanaman semusim. Kedelai termasuk kedalam kelas Dicotyledonae. Kultivar yang tersedia beragam dan memiliki keunggulan masing-masing. Kultivar hasil persilangan kedelai akan menghasilkan galur-galur baru. Namun salah satu kendalanya adalah masih belum diketahui ketahanan dari masing-masing galur terhadap penyakit busuk pangkal batang. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perbedaan karakter anatomi kedelai yang tahan dan yang rentan terhadap jamur Sclerotium rolfsii penyebab busuk pangkal batang, serta mengetahui tingkat intensitas penyakit akibat infeksi jamur S. rolfsii dalam menyerang pangkal batang. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial dengan faktor pertama adalah 4 galur kedelai dan 2 kultivar pembanding sebagai kontrol dan faktor kedua adalah inokulasi jamur S. rolfsii. Penelitian ini menggunakan 2 taraf perlakuan yaitu tanaman kedelai tanpa inokulasi jamur S. rolfsii dan dengan diinokulasi jamur S. rolfsii. Pembuatan preparat batang dan daun dengan menggunakan metode parafin, pewarnaan dengan safranin 1% dalam alkohol 70% dan preparat segar. Parameter yang diamati meliputi tebal epidermis daun, tebal mesofil daun, panjang stomata, lebar stomata, jumlah stomata, jumlah trikomata, tebal kutikula batang, tebal epidermis batang, dan diameter batang serta tingkat intensitas penyakit oleh jamur S. rolfsii. Data yang telah diperoleh dianalisis secara kuantitatif dengan menggunakan ANOVA dengan tingkat kepercayaan 95% dan 99%, dilanjutkan dengan menggunakan uji lanjut BNT 5%. Hasil penelitian karakter anatomi daun kedelai yang diinokulasi S. rolfsii mengalami penurunan tebal epidermis daun dan tebal mesofil daun, serta mengalami kerusakan pada kutikula, epidermis batang, dan pembengkakan korteks batang. Galur-galur murni yang diinokulasi S. rolfsii memiliki intensitas penyakit lebih tinggi yaitu 40%-80% dibandingkan dengan kultivar ‘Dering’ yang tahan sebesar 20% dan kultivar ‘Wilis’ yang rentan sebesar 40%. | Soybean (Glycine max (L.) Merr.) is a perrenial plant and classified as a Dicotyledonae. A new cultivar of soybean, which comes from the hybridizing process, will produce new furrows around them. This research were to identify which furrows that have the highest and the lowest endurance towards the stem rot pathogen attack. The aim of this observation were to know the anatomical characteristics difference between soybean plants that have highest and lowest endurance towards Sclerotium rolfsii. The research method was experimental method completely randomized design factorial pattern. Parameters that observed in soybean contain the thickness level of epidermis in leaf, the leaf thickness, the length and widht of stomata, the density of stomata, the density of trichomes, the thickness cuticle, the thickness stem epidermis and the diameter stem with the damage-level of the tissues that caused by pathogen-attacks. The data that collected was analyzed quantitatively with the Analysis of Variance (ANOVA) with 95% and 99% confidence level, data analysis continued with the Least Significant Difference Test (Fisher’s LSD) 5%. Result of the soybean leaves anatomical characteristics inoculated by S. rolfsii shows that destruction of epidermis thickness and mesophyll thicknes, along caused damage of cuticle, stem epidermis, and swollen in stem cortex. Pure furrows that inoculated by S. rolfsii have a higher disease intensity that is 40%-80% compared to endure ‘Dering’ cultivar that is 20% and susceptible ‘Wilis’ cultivar that is 40%. | |
| 17368 | 20466 | B1J013111 | AKTIVITAS TRIPSIN-LIKE DAN KIMOTRIPSIN-LIKE PADA IKAN SIDAT TROPIK Anguilla bicolor McClelland | Kemampuan ikan sidat (Anguilla bicolor McClellland) dalam mencerna protein pakan sangat bergantung pada alkalin protease yaitu tripsin dan kimotripsin. Informasi tentang aktivitas tripsin dan kimotripsin diperlukan untuk memahami kapasitas pencernaan ikan sidat dalam mencerna protein pakan, namun demikian informasi tentang hal ini masih belum banyak dipublikasikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas tripsin-like dan kimotripsin-like pada ikan sidat pada berat tubuh dan temperature inkubasi berbeda. Pada penelitian ikan sidat yang digunakan dikelompokkan menjadi tiga ukuran berat tubuh yaitu 41,25±0,898 g; 319,8±4,66 g, dan 569,5±9150 g dan temperatur inkubasi enzim yaitu 30°C, 40°C, dan 50°C. Pengukuran aktivitas tripsin-like dan kimotripsin-like menggunakan metode spektrofotometri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas tripsin-like dan kimotripsin-like berbeda secara signifikan diantara berat tubuh dan segmen intestine sidat (P<0.05). Aktivitas tripsin-like dan kimotripsin-like tertinggi didapatkan pada ikan sidat dengan berat tubuh terkecil (41,25±0,898 g) dan aktivitas tripsin-like serta kimotripsin-like pada intestine anterior lebih tinggi dibandingkan intestine belakang pada semua ukuran ikan sidat (P<.05). Namun, aktivitas tripsin-like dan kimotripsin-like tidak berbeda secara signifikan diantara temperatur yang diuji (P>0.05). Kapasitas pencernaan protein lebih tinggi pada ikan yang lebih kecil, dan dominan terjadi pada intestine anterior serta enzim memilki aktifitas pada temperature 30-50°C. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pada pengembangan fisiologi nutrisi, khususnya ikan sidat tropik. | The ability of the eel (Anguilla bicolor McClellland) to digest feed protein is heavily dependent on the alkaline proteases in intestine which are trypsin-like and chymotrypsin-like. Information on trypsin-like and chymotrypsin-like activities is needed to understand the digestive capacity of eels to digest feed proteins, however the information on this is still not widely publicized. The purpose of this research was to know the activity of trypsin-like and chymotrypsin-like on eel at different body weight and incubation temperature. In the study, three groups of eels with a body weight of 41.25 ± 0.898 g; 319.8 ± 4.66 g, and 569.5 ± 9150 g were used, and the enzyme incubation temperature of 30°C, 40°C, and 50°C were applied. Measurement of trypsin-like and chymotrypsin-like activity using spectrophotometric method. The results showed that the activity of trypsin-like and chymotrypsin-like differ significantly between body size and segment of intestine (P <0.05). The highest trypsin-like and chymotrypsin-like activity were found in eel fish with the smallest body weight (41.25 ± 0.898 g) and anterior intestine (P <.05), but did not differ significantly between the incubation temperature (P> 0.05). Eels have a higher digestive capacity of protein at smaller body weight, and mainly occur in the anterior intestine and enzymes have activity at temperatures of 30-50°C. The results of this study contribute to the development of nutritional physiology, particularly tropical eel. | |
| 17369 | 20468 | C1F015067 | ANALISIS PENERAPAN EQUIPMENT LEASE PADA BEBAN ANGGARAN SEKTOR PUBLIK DENGAN PERHITUNGAN BIAYA AKTIVITAS | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan dan interaksi pada beban anggaran sektor publik akibat penerapan equipment lease. Metode yang digunakan adalah melalui sebuah simulasi perhitungan biaya dengan pendekatan activity based costing (ABC). Cara tersebut dianggap sebagai metode yang tepat karena selama ini pemerintah menggunakan pendekatan yang serupa dalam penganggarannya. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat perbedaan yang signifikan pada beban anggaran sektor publik akibat penerapan equipment lease serta terdapat interaksi antara penerapan equipment lease dengan kalsifikasi belanja. Hal tersebut dapat menjadi salah satu alasan bagi manajemen sektor publik untuk menerapkan equipment lease sehingga dapat menekan beban anggaran dan mengalihkan sumber daya yang ada untuk aktivitas penting lainnya. | This study aims to determine whether there are differences and interactions in the public sector budget burden due to the application of equipment lease. The method used is through a cost calculation simulation with activity based costing (ABC) approach. This method is considered as the right method because so far the government uses a similar approach in budgeting. This study concludes that there are significant differences and interactions in public sector budget burden due to the application of equipment lease. This can be one reason for public sector management to apply equipment lease so as to reduce the budget burden and divert existing resources for other important activities. | |
| 17370 | 20469 | C1F015094 | ANALISIS PERLAKUAN DAN PENERAPAN PAJAK PENGHASILAN ATAS ROYALTI PERANGKAT LUNAK (SOFTWARE) DI INDONESIA (STUDI KASUS PADA PUTUSAN PENGADILAN PAJAK) | Industri perangkat lunak saat ini berkembang dengan sangat signifikan. di dalam dunia akuntansi, perangkat lunak sebagai salah satu komponen aset tidak berwujud saat ini memiliki kompleksitas tersendiri, terutama saat adanya transaksi ekonomi. transaksi tersebut saat ini bermacam-macam, mulai dari penyerahan perangkat lunak saja, pemberian lisensi, pemberian jasa terkait, maupun know how. permasalahan yang kemudian muncul adalah mengenai penentuan apakah pembayaran atas transaksi tersebut termasuk royalti atau bukan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan cara mengidentifikasi transaksi penjualan perangkat lunak yang disertai pemberian lisensi, cara mengidentifikasi transaksi penjualan perangkat lunak biasa yang tidak disertai pemberian lisensi, cara mengidentifikasi dan membedakan jasa-jasa lain dan know how yang melekat pada penyerahan perangkat lunak, serta menjelaskan perlakuan pajak penghasilan atas transaksi-transaksi dimaksud. Artikel ini menggunakan menggunakan metode wawancara mendalam dengan metode purposive sampling, studi dokumentasi melalui putusan pengadilan pajak, dan studi data pembanding yaitu ketentuan perpajakan negara lain. Implikasi artikel ini adalah sebagai referensi dalam memberikan titik terang pada hal yang selama ini masih menjadi perbedaan pendapat antara wajib pajak dan fiskus terkait transaksi penyerahan perangkat lunak, sehingga sengketa serupa dapat berkurang. selain itu, artikel ini dapat memberikan isyarat bahwa diperlukannya suatu peraturan yang lebih tegas dan rinci mengenai transaksi perangkat lunak. | The software industry in Indonesia develops significantly in recent years. in the accounting dicipline, software is categorized as one of an intangible asset which as its own complexity, especially when it is about the economic transactions among it. the transaction can be various, the software handover, the provision of license or the provision of the releant services, or know how. the problem now is how to determine whether the payment for the transactions either belongs to the royalties or not. The aim of this article is to explain how to identify whether the transaction of the software is categorized as the provision of license, or not. to explain how to identify and distinguish the other services related to the software, and "know-how" which relate to software handover. this article will be conducted by depth interview method, the documentation study of verdicts of the tax vourt, and also the literature study by viewing the other countries tax system. the implication of this article is as a reference in giving some bright spots related to software transactions that yet still be a dispute between tax payers and tax officers, in order that the similar disputes can be reduced later. this article can also be a good signal that a stronger and more detail regulations towards software transactions is required nowdays. | |
| 17371 | 20470 | C1F015071 | PENGARUH MANAJEMEN ASET TERHADAP OPTIMALISASI ASET TETAP TAK BERGERAK KEMENTERIAN/LEMBAGA (STUDI DI KPKNL SEMARANG) | Pengelolaan aset pemerintah pusat maupun daerah sejak digulirkan Peraturan Pemerintah Nomor 6 tahun 2006 sudah mengadopsi praktek bisnis kerja sektor swasta. Pengelolaan aset dikelola dengan profesional, melibatkan sumber daya manusia yang handal dan prosedur operasi standar yang jelas. Tradisi pengelolaan aset terdahulu yang sebatas pengadministrasian aset sudah ditinggalkan dan beralih ke konsep pengeloaan aset yang optimal sesuai pengadaan aset dan dapat menjadikan aset sebagai revenue center. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh inventarisasi, legal audit, penilaian , pengawasan dan pengendalian terhadap optimalisasi aset tetap tak bergerak kementerian/lembaga. Objek penelitian adalah kementerian/lembaga yang berada di lingkup kerja KPKNL Semarang. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda dengan menggunakan bantuan program SPSS 16. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inventarisasi, legal audit, penilaian , pengawasan dan pengendalian berpengaruh positif terhadap optimalisasi aset tetap tak bergerak. Implikasi penelitian bahwa optimalisasi aset tetap tak bergerak didukung dengan inventarisasi aset yang lengkap dan akurat, status legal tiap aset yang jelas, nilai tiap aset yang aktual dan pengawasan dan pengendalian yang meyuluruh kepada pengguna barang di kementerian/lembaga. | Management of central and local government assets since the roll of Government Regulation No. 6 of 2006 has adopted private sector business practice. The asset management is professionally managed, involving reliable human resources and clear standard operating procedures. The previous asset management tradition that is limited to asset administration has been abandoned and shifted to optimal asset management concepts based on asset procurement and can make assets as revenue centers. This study aims to determine the effect of inventory, legal audit, assessment, supervision and control over the optimization of fixed assets of ministries / institutions. The object of research is the ministry / institution that is in the scope of work KPKNL Semarang. The data analysis technique used is multiple linear regression analysis using SPSS 16 program. The result of the research shows that inventory, legal audit, assessment, supervision and control have positive effect toward fixed asset optimization. The research implication that fixed asset optimization is supported by a complete and accurate inventory of assets, the legal status of each clear asset, the value of each actual asset and the supervision and control that is passed on to the goods user in the ministry / institutions. | |
| 17372 | 20471 | C1F015083 | ANALISIS PENGARUH KEGIATAN PENGAWASAN OLEH BADAN PENGAWASAN KEUANGAN DAN PEMBANGUNAN (BPKP) TERHADAP OPINI LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH DAERAH DI INDONESIA | Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh kegiatan pengawasan BPKP sebagai auditor intern pemerintah dari sisi teori keagenan dan teori NPM yang diwujudkan dengan menyediakan jasa consulting dan jasa assurance terhadap opini LKPD. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian adalah purposive sampling dengan jumlah akhir sample sebanyak 338 LKPD Kota/Kabupaten seluruh Indonesia untuk tahun anggaran 2015. Penelitian ini menggunakan model penelitan ordinal logistik (ordered logit) yang mana merupakan salah satu model penelitian yang mengikuti fungsi distribusi logistik, sehingga model estimasi yang digunakan adalah regresi logistik. Hasil dari penelitian ini menunjukkan kegiatan pengawasan yang dilakukan oleh BPKP kepada pemerintah Kota/Kabupaten berupa asistensi (pendampingan), monitoring, dan evaluasi tidak memiliki pengaruh terhadap opini LKPD, sedangkan kegiatan pengawasan berupa implementasi SIMDA, bimbingan teknis, dan sosialisasi memiliki pengaruh positif terhadap perolehan opini LKPD. | The purpose of this research is to analyze the influence of supervision activities of BPKP as the internal government auditor in terms of agency theory and NPM theory embodied by providing consulting services and assurance services to LKPD opinion. The sampling technique used in the research is purposive sampling with the final sample amount of 338 LKPD Kota / Kabupaten throughout Indonesia for fiscal year 2015. This research use ordinal logistic research model (ordered logit) which is one of research model that follow the function of logistic distribution , so the estimation model used is logistic regression. The results of this study indicate that supervisory activities conducted by BPKP to the city / regency government in the form of assistance, monitoring and evaluation have no influence on LKPD opinion, while supervisory activities in the form of SIMDA implementation, technical guidance, and socialization have a positive influence on the acquisition LKPD opinion. | |
| 17373 | 20473 | C1F015068 | ANALISIS IMPLEMENTASI ANGGARAN BERBASIS KINERJA DALAM PENGELOLAAN KEUANGAN BADAN LAYANAN UMUM DAERAH PADA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH PROF. DR. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO | Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran dan mengidentifikasi kendala dalam implementasi Anggaran Berbasis Kinerja di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, dengan pengumpulan data diperoleh dari wawancara, jurnal, skripsi, website RSUD, buku-buku referensi, dan sumber lainnya yang relevan. Analisis data dilakukan dengan analisis deskriptif. Hasil analisis menunjukkan bahwa Perencanaan dan penyusunan Anggaran Berbasis Kinerja sudah mengacu pada Renstra. Realisasi anggaran sudah berpedoman berpedoman pada Rencana Kerja dan Anggaran yang telah dibuat satu tahun sebelumnya. Pengukuran kinerja sudah dilaksanakan dengan memperhatikan output dan outcome yang dicapai. Pencapaian kinerja sudah dievaluasi dan sistem evaluasi sudah berjalan dengan efektif. Kekuatan yang ditemukan dalam implementasi yaitu: Komunikasi, sosialisasi/pelatihan, sistem aplikasi yang terintegrasi, sistem reward dan punishment, birokrasi yang jelas. Kendala yang ditemukan yaitu: Budaya ewuh pakewuh masih melekat pada penilaian kinerja pegawai, transfer knowledge yang belum tuntas bila terjadi mutasi dan rotasi pegawai sehingga menghambat kelancaran sistem pelaporan dan evaluasi, belum ada reward untuk unit yang berhasil mencapai target anggaran. | This study aims to obtain a picture and identify obstacles in the implementation of Performance-Based Budgeting at the Regional General Hospital Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. This research uses qualitative research methods, with data collection obtained from interviews, journals, thesis, hospital website, reference books, and other relevant sources. Data analysis was done by descriptive analysis. The results of the analysis show that Planning and Budgeting Based on Performance has been referred to the strategic plan. Budget realization has been guided by the work plan and budget that have been made one year before. Performance measurements have been implemented with respect to outputs and outcomes achieved. Performance achievements have been evaluated and the evaluation system is working effectively. Strength found in the implementation: communication, an integrated application system, reward and punishment, and clear bureaucracy. Obstacles found are “ewuh pakewuh” culture, transfer of unfinished knowledge in the event of mutation and rotation of the employee thereby inhibits the smoothness of the reporting and evaluation system, and reward is still an individual reward, there is no reward for the unit that successfully reaches the budget target. | |
| 17374 | 20475 | F1I013030 | PERAN Office of the Special Envoy of the Secretary-General for Yemen (OSESGY) DALAM PENANGANAN PEMBERONTAKAN AL-HOUTHI DI YAMAN TAHUN 2015-2016 | Yaman merupakan Negara yang memiliki sejarah konflik yang sangat complex. Mulai dari unifikasi Yaman Utara dan Yaman Selatan di Tahun 1990, lalu revolusi yang terjadi di Yaman seiring dengan domino effect yang ditimbulkan dari arab spring hingga kemunculan Al-Houthi yang membawa mimpi buruk untuk Yaman yang menjadi motif utama PBB untuk mengerahkan misi perdamaian khusus untuk Yaman yaitu OSESGY berdasarkan resolusi 2216, 2014, 2011, 2051, 2140,2201 2015, dan 2204. Penelitian ini akan memberikan pemaparan mengenai langkah-langkah yang diambil oleh OSESGY dalam menangani konflik pemberontakan yang dilakukan oleh Al-Houthi diantaranya adalah bekerja sama dengan organ PBB lainnya seperti Yemen Commette Sanction, Panel Expert, Council’s Working Group on Children and Armed Conflict untuk memetakan akar konflik, dampak dan solusi diataranya adalah pembentukan roadmap untuk yaman lalu menekankan perlunya transisi yang dipimpin oleh pemerintah yang damai, tertib, inklusif dan terpimpin. Lalu dalam penelitian ini akan dibahas secara specific mengenai signifikansi peran OSESGY menggunakan teori peran dan pendekatan institusional. | Yemen is a country with a very complex history of conflict. Starting from the unification of North Yemen and South Yemen in the 1990s, then the revolution that occurred in Yemen along with the domino effect that arises from the spring until the emergence of Al-Houthi who brought a nightmare to Yemen that became the main motive of the UN to deploy a special peace mission for Yemen namely OSESGY based on resolutions 2216, 2014, 2011, 2051, 2140,2201 2015, and 2204. This study will provide an overview of the steps taken by OSESGY in dealing with the Al-Houthi insurgency conflict, among others, in collaboration with other UN organs such as Yemen Commette Sanction, Expert Panel, Council's Working Group on Children and Armed Conflict to map the roots conflicts, impacts and solutions are the formation of a roadmap for Yemen and emphasized the need for a transition led by a peaceful, orderly, inclusive and guided government. Then in this research will be discussed specifically about the significance of the role of OSESGY using role theory and institutional approach. | |
| 17375 | 20476 | G1H013026 | EFIKASI BISKUIT MOGATIYAM TERHADAP KADAR HEMOGLOBIN TIKUS SPRAGUE DAWLEY ANEMIA | Latar Belakang:Anemia pada balita masih menjadi salah satu masalah kesehatan utama di Indonesia. Defisiensi besi adalah salah satu faktor utama dalam kejadian anemia.Salah satu solusi potensial yang bisa dikembangkan untuk mengatasi masalah anemia defisiensi besi pada balita adalah dengan peningkatan konsumsi sumber makanan tinggi zat besi dan protein. Biskuit Mogatiyam yang memiliki kandungan sumber zat besi dan proteinyang dibuat dari mocaf dan pati garut dengan proporsi 75:10 dan penambahan sumber zat besi dari hati ayam dan bayam merah dengan perbandingan 15:5 menghasilkan biskuit yang memiliki karakteristik sensori dapat diterima secara organoleptik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian biskuit Mogatiyam terhadap kadar hemoglobin tikus putih jantan galur Sprague Dawleyanemia. Metode : Desain penelitian adalah eksperimental menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL).Penelitian ini menggunakan 32 ekor tikus putih jantan galur Sprague Dawley anemia yang dibagi menjadi 4 kelompok yang masing-masing diberi biskuit Mogatiyam: kelompok kontrol (0 g / 200 g berat badan / hari), P1 (0,2052 g / 200 g berat badan / hari), P2 (0,4104 g / 200 g berat badan / hari), dan P3 (0,8208 g / 200 g berat badan / hari. Intervensi biskuit Mogatiyam dilakukan selama 14 hari. Pengamatan kadar hemoglobin tikus percobaandilakukan pada pre-test dan post-test. Data kadar hemoglobin dianalisis menggunakan uji statistik paired t-test dan one-way ANOVA dilanjutkan dengan uji DMRT. Hasil Penelitian :Hasil penelitian menunjukkan bahwapemberian biskuit Mogatiyam pada kelompok P1(0,2052 g/200 g BB tikus/hari), P2(0,4104 g/200 g BB tikus/hari), dan P3 (0,8208 g/200 g BB tikus/hari)mampu meningkatkan kadar hemoglobin tikus Sprague Dawley anemia berturut-turut sebesar 0,92 ± 0,07g/dL, 2,26 ± 0,06 g/dL, dan3,62± 0,06 g/dl. Jumlah pemberian biskuit Mogatiyam tertinggi (0,8208 g/200 g BB tikus/hari) (P3)memiliki peningkatan kadar hemoglobin tertinggi, diikuti oleh kelompok P2 (0,4104 g/200 g BB tikus/hari), P1 (0,2052 g/200 g BB tikus/hari), dan kontrol (tanpa pemberian biskuit) secara berturut-turut. Kesimpulan : Pemberian biskuit Mogatiyam berpengaruh terhadap peningkatan kadar hemoglobin tikus Sprague Dawley anemia. Kelompok tikus yang diberikan biskuit Mogatiyam sejumlah 0,8208 g/200 g BB tikus/hari (P3) memiliki peningkatan kadar hemoglobin tertinggi, diikuti oleh kelompok P2, P1,dan kontrol (tanpa pemberian biskuit) secara berturut-turut. Semakin tinggi jumlah pemberian biskuit Mogatiyam, semakin tinggi pula peningkatan kadar hemoglobin pada tikus Sprague Dawley anemia. | Background : Anemia is still one of the major health problems on toddlers in Indonesia. The major cause of anemia is iron deficiency. Potential solution that can be developed to overcome the problem of iron deficiency anemia (IDA) in toddlers is byimproving consumption of high iron and protein food source. Mogatiyam biscuits that content of iron and protein are made from mocaf and arrow-root starch with ratio 75:10, enriched with iron source from chicken liver and red spinach with ratio 15:5, produced biscuits with some acceptable organoleptic sensory characteristics. These study aims to know the effect of Mogatiyam biscuits feeding on hemoglobin level of anemic Sprague Dawley rats. Methods : The research design was experimental using Completely Block Randomized Design. These study used 32 anemicSprague Dawleymale rats divided into 4 groups which is given Mogatiyam biscuits for each one : control group (0 g/200 g bw/day), P1 (0,2052 g/200 g bw/day), P2 (0,4104 g/200 g bw/day), and P3 (0,8208 g/200 g bw/day. Intervention of Mogatiyam biscuits was implemented for 14 days. Observations were made on pre-test and post-test of hemoglobin levels rats. Hemoglobin levels were analyzed by using paired t-test and one-way ANOVA continued with DMRT test. Results : The results of the research showed that feeding Mogatiyam biscuits of 0.2052 g / 200 g bw / day (P1), 0.4104 g / 200 g bw / day (P2), and 0.8208 g / 200 g bw/ day (P3) had effect on increase hemoglobin levels of anemic Sprague Dawley rats by0,92 ± 0,07g/dL, 2,26 ± 0,06 g/dL, and3,62± 0,06 g/dl respectively. The highest amount of Mogatiyam biscuits feeding by 0.8208 g / 200 g bw / day (P3) had the highest increase on hemoglobin level, followed by P2 (0.4104 g / 200 g bw / day), P1 (0.2052 g / 200 g bw / day), and lastly the control group (without biscuit feeding) respectively. Conclusions: Mogatiyam biscuits feedingcould increase the hemoglobin level in anemicSprague Dawley rats. The group of white rats given Mogatiyam biscuits of 0.8208 g / 200 g bw / day (P3) had the highest increase on hemoglobin level, followed by P2, P1, and lastly the control group respectively. The higher the amount of Mogatiyam biscuitsfeeding, the greater the increase on hemoglobin levels in anemic Sprague Dawley rats. Keywords : Mogatiyam biscuits, anemic rats, hemoglobin level | |
| 17376 | 20478 | B1J013093 | Analisis Habitat Rafflesia sp. di Cagar Alam Pananjung Pangandaran Jawa Barat | Cagar Alam Pananjung Pangandaran merupakan kawasan konservasi yang berada di Pangandaran Jawa Barat. Banyak jenis tumbuhan dan hewan yang dikonservasi di Cagar Alam Pananjung Pangandaran, salah satunya adalah jenis tumbuhan Rafflesia sp. Tumbuhan Rafflesia sp. untuk pertumbuhannya memerlukan interaksi paling tidak dengan dua jenis tumbuhan lain yaitu liana sebagai inang Rafflesia dan pohon sebagai tempat merambatnya liana. Jika terjadi perubahan habitat yang berpengaruh terhadap salah satu tumbuhan pendukung pertumbuhan Rafflesia, maka dapat diduga Rafflesia tidak akan berkembang dengan baik. Oleh karena itu penelitian ini diarahkan untuk mengetahui kondisi habitat alami Rafflesia sp. yakni komponen biotik dan abiotik yang mendukung pertumbuhan Rafflesia di Cagar Alam Pananjung Pangandaran Jawa Barat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dengan teknik purposive sampling. Pengambilan sampel menggunakan kuadrat. Data penelitian yang berupa struktur dan komposisi tumbuhan inang Rafflesia dan pepohonan tempat merambat tumbuhan inang serta jenis-jenis tumbuhan yang ada di sekitar tempat ditemukannya populasi Rafflesia sp. dianalisis menggunakan indeks nilai penting, indeks keanekaragaman (index diversity of Shannon-Wiener) dan Indeks kemerataan jenis (Indeks Evenness). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Rafflesia sp. di Cagar Alam Pananjung Pangandaran hanya tumbuh pada satu jenis tumbuhan inang yaitu Tetrastigma leucostaphyllum, sedangkan jenis pepohonan yang dijadikan tempat merambat liana T. Leucostaphyllum ada 2 jenis yaitu Syzygium antisepticum dan Alchornea rugosa. Jenis yang mendominasi di habitat Rafflesia pada tingkat pertumbuhan semai yaitu Alchornea rugosa dengan nilai INP tertinggi 56,4%, tingkat anakan yaitu Buchanania arborescens dengan nilai INP tertinggi 48,8% sedangkan Syzygium antisepticum pada tingkat pertumbuhan pohon dengan nilai INP tertinggi 136%. Faktor abiotik yang mendukung di antaranya suhu, kelembapan, intensitas cahaya dan pH tanah. | Pananjung Pangandaran Nature sanctuary is a conservation area located in Pangandaran West Java. Many species of plants and animals are conserved in the Pananjung Pangandaran Nature sanctuary, one of which is the Rafflesia sp. Rafflesia sp. for its growth requires interaction with at least two other plant species namely liana as Rafflesia host and tree as the place of the liana propagation. If there is a habitat change that affects one of the plants supporting Rafflesia growth, then it can be assumed that Rafflesia will not develop properly. Therefore this research is directed to know the condition natural habitat of Rafflesia sp. namely the biotic and abiotic components that support the growth of Rafflesia in Pananjung Pangandaran Nature Sanctuary. The method used in this research is survey method with purposive sampling technique and sampling using quadrat. Research data in the form of structure and composition of host plants Rafflesia and trees where vine plant and plant species that exist in the vicinity of the discovery of population Rafflesia sp. analyzed using important value index, index diversity of Shannon-Wiener and Evenness Index of the species. The results showed that Rafflesia sp. in the Pananjung Pangandaran Nature Sanctuary only grows on one species of host plant namely Tetrastigma leucostaphyllum, while the type of trees used as vine liana T. leucostaphyllum there are 2 species of Syzygium antisepticum and Alchornea rugosa. Type that dominate in Rafflesia habitat at growth rate of seedlings are Alchornea rugosa with highest Importance Value Index 56,4%, tiller level is Buchanania arborescens with highest Importance Value Index 48,8% while Syzygium antisepticum at tree growth rate with highest Importance Value Index 136%. Abiotic factors that support such as temperature, humidity, light intensity and soil pH. | |
| 17377 | 20474 | F1A013055 | Gender dan Organisasi Perempuan (Respons Fatayat NU Banyumas terhadap Isu Gender dalam Bidang Politik di Kabupaten Banyumas) Gender and Woman Organization (Fatayat NU Banyumas Regarding to Gender Issued in Politics in the district of Banyumas) | Isu gender menjadi salah satu isu yang hangat diperbincangkan di Indonsia sejak memasuki era tahun 1990-an. Semakin masifnya isu gender untuk dibicarakan ini tidak bisa dilepaskan dari keberadaan organisasi-organisasi perempuan di Indonesia yang vokal dalam menyuarakan isu gender ini. Salah satu organisasi perempuan yang concern dalam isu gender ini adalah Fatayat NU yang bahkan telah memasukkan isu gender dalam visi dan misi organisasinya. Selain itu, salah satu isu gender yang menarik untuk dikupas adalah isu gender dalam bidang politik. Hal ini berkaitan dengan pentingnya peran perempuan dalam politik untuk mempengaruhi kebijakan responsif gender. Menjadi hal yang sangat penting untuk mengetahui bagaimana peran organisasi Fatayat NU dalam kaitannya dengan isu gender di bidang politik, karena kader Fatayat NU dikenal aktif dalam wacana gender dan aktif pula dalam kehidupan politik bangsa mulai dari tingkat daerah hingga tingkat nasional. Fatayat NU di tingkat daerah salah satunya adalah Fatayat NU Banyumas. Penelitian ini mencoba menggali bagaimana pandangan Fatayat NU Banyumas terhadap isu gender dalam bidang politik dan respon serta tindak lanjut dari Fatayat NU Banyumas terhadap isu gender dalam bidang politik. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yang bertujuan untuk menghimpun data deskriptif berupa informasi berkaitan dengan respons Fatayat NU Banyumas dalam isu gender di bidang politik. Fatayat NU banyumas merespons secara responsif isu gender dalam bidang politik melalui berbagai bentuk pemberdayaan, baik pemberdayaan gender praktis maupun pemberdayaan gender strategis. Pemberdayaan-pemberdayaan tersebut diwujdukan melalui berbagai kegiatan yang melibatkan kader Fatayat NU Banyumas. Penelitian ini diharapkan dapat menambah khasanah ilmu dalam sosiologi gender, terutama yang berkaitan dengan organisasi perempuan serta diharapkan dapat berguna bagi organisasi-organisasi perempuan dan masyarakat umum. Kata kunci : gender, politik, NU, Fatayat NU Banyumas | Gender has became one of the hottest issue discussed in Indonesia since the beginning of 1990s. The arrising of gender issues that are frequently discussed can’t be separated from the role of some women’s organizations in indonesia that are keen to propagate issues about gender. Among a long list of women’s organizations in Indonesia, Fatayat NU is one of those which concerns to this issue, as it is clearly depicted on their organizational vision and mission. Additionally, one of topics that is interesting to be discussed is gender in politics, as it is important for people to know more about the role of women in influencing gender-responsive policy. It is very important to find out more about the role of Fatayat NU and their affiliation with gender issues in politics because most of their members are well known to be keen in propagating gender discourse, and at the same time take an active part to participate in politics in the local scale, even the national one. One of the local branches of Fatayat NU is Fatayat NU Banyumas. This research tries to find out more about the point of view of Fatayat NU Banyumas regarding to gender issued in politics, and also the response as the concrete follow-up from Fatayat NU Banyumas to this issue. This research do the qualitative research to get data descriptive the form of information that related with respons of Fatayat NU Banyumas with gender issues in politics. Fatayat NU Banyumas responded progressive the gender issues in politics through any activity empowerment, including the practice gender empowerment and strategic gender empowerment. The empowerment that realized any activity the including cadres of Fatayat NU Banyumas. This research expected can add to treasures of sociologigal science especially in sociology gender, especially related with woman organization and also can usefull to woman organizations and civil society. Key word : gender, politic, NU, Fatayat NU Banyumas. | |
| 17378 | 21485 | H1F013023 | STUDI GEOLOGI KARAKTERISTIK DAN PROSES PENGENDAPAN SEDIMEN DASAR LAUT PADA KALA PLEISTOSEN-HOLOSEN DI PERAIRAN SELATAN PULAU SUMBA, NUSA TENGGARA TIMUR | Daerah Penelitian berada di perairan selatan Pulau Sumba, tepatnya pada koordinat 10029’963” LS dan 119053’799” BT. Pulau Sumba juga termasuk daerah dengan kondisi geologi yang kompleks, sehingga perlu adanya penelitian untuk menggambarkan karakteristik, sebaran dan jenis sedimen dasar laut disekitar Pulau Sumba. Karakteristik dan proses pengendapan sedimen dapat diidentifikasi dengan beberapa analisis, yaitu analisis grainsize, LOI (loss on ignition), foraminifera, XRF (X-Ray Fluorescene), dan mineralogi. Dari hasil analisis grainsize ditemukan ukuran yang bervariasi dengan nilai 4,022 ɸ - 5,811 ɸ (coarse silt - very coarse silt). Analisis LOI menunjukkan bahwa kandungan karbon lebih kecil dibandingkan dengan kandungan karbonat. Kandungan foraminifera menunjukkan bahwa sampel core ST10 memiliki umur Kala Pleistosen-Kala Holosen ditandai dengan adanya last appearance dari Globorotalia flexuosa (KOCH, 1923) dan Globorotalia hessi (Bolli & Premoli-Silva, 1973). Kandungan unsur kimia pada Kala Pleistosen dan Holosen sama, yaitu terdapat unsur Zr, Sr, Rb, Fe, Mn, Ti, Sc, Ca, dan K. Kandungan mineralogi pada Kala Pleistosen dan Holosen sama, yaitu terdapat mineral kuarsa, epidot, magnetit, zirkon, augit, glaukonit, mika, dan turmalin. | The researh area located in Sumba southern sea at coordinate 10029’963” LS dan 119053’799”. Sumba island and surroundings is an areas with complex geological conditions, so it is necessary to do research to see the characteristics, distribution and type of sea floor sediments around the island of Sumba. Characteristic and deposiional sediment can be identified by grainsize analysis, LOI (loss on ignition), foraminifera, XRF (X-Ray Fluorescene), and mineralogy. From the results of grainsize analysis found that the sediment size varies with the value 4,022 ɸ - 5,811 ɸ (coarse silt - very coarse silt). LOI analysis shows that content of carbons are smaller than content of carbonate. The content of foraminifera shows that ST10 sample have a Pleistocene-Holocene epoch with the last appearance of Globorotalia flexuosa (KOCH, 1923) and Globorotalia hessi (Bolli & Premoli-Silva, 1973) as the biomarker of the epoch. Chemical element contents at Pleistocene and Holocene epoch are same, there are Zr, Sr, Rb, Fe, Mn, Ti, Sc, Ca, and K. Mineralogical contens at Pleistocene and Holocene epoch are same, there are quartz, epidote, magnetite, zircon, augit, glauconite, mica, and tourmaline. | |
| 17379 | 20477 | C1F015084 | ANALISIS PENGARUH PENDAPATAN ASLI DAERAH, DANA ALOKASI UMUM, DAN DANA ALOKASI KHUSUS TERHADAP KINERJA KEUANGAN PADA KABUPATEN/KOTA DI KAWASAN TIMUR INDONESIA TAHUN 2011-2015 | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Pendapatan Asli Daerah, Dana Alokasi Umum, dan Dana Alokasi Khusus terhadap Kinerja Keuangan pada Kabupaten/Kota di Kawasan Timur Indonesia Tahun 2011-2015. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan data panel yang memuat informasi keuangan 29 kabupaten dan 3 kota yang ada di Kawasan Timur Indonesia tahun 2011-2015, sehingga teknik yang digunakan untuk menganalisis pengaruh antara variabel independen dan dependennya menggunakan analisis regresi berganda. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder dimana seluruh data diperoleh dari laporan hasil pemeriksaan atas laporan keuangan pemerintah daerah yang diterbitkan oleh Badan Pemeriksaan Keuangan Republik Indonesia. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Pendapatan Asli Daerah berpengaruh terhadap Kinerja Keuangan Daerah; (2) Dana Alokasi Umum berpengaruh terhadap Kinerja Keuangan Daerah; (3) Dana Alokasi Khusus berpengaruh terhadap Kinerja Keuangan Daerah. | The purpose of this study is to analyze the effect of Local Government Revenue, General Allocation Funds, and Special Allocation Funds to Financial Performance on Regency/City in Eastern Indonesia. This research was conducted by using panel data containing financial information of 29 regencies and 3 cities in Eastern Indonesia in 2011-2015, and the technique used to analyze the influence between independent variables and dependent using multiple regression analysis. The data used in this study is secondary data where all data obtained from the report on the results of examination of local government financial reports published by the Audit Board of the Republic of Indonesia. The results of this study indicate that: (1) Local Government Revenue has an effect on Financial Performance; (2) General Allocation Fund has an effect on Financial Performance; (3) Special Allocation Funds has an effect on Financial Performance. | |
| 17380 | 21330 | A1C112032 | PERANCANGAN DATABASE SISTEM INFORMASI MANAJEMEN AGRIBISNIS PADI ORGANIK | Pertanian organik telah diterapkan pada beberapa komoditas pertanian, salah satunya adalah padi. Kabupaten Banyumas merupakan salah satu wilayah yang mengembangkan padi organik, namun informasi mengenai kegiatan agribisnis padi organik belum tersedia dalam jumlah dan kualitas yang memadai. Hal ini disebabkan karena kegiatan pengumpulan informasi berupa pencatatan dan pengolahan data belum dilakukan oleh kelompok tani, sehingga mengakibatkan sulitnya proses penyimpanan dan pencarian data yang dibutuhkan. Oleh karena itu, diperlukan pengembang sistem informasi yang bertujuan membangun kegiatan kordinasi, sinkronisasi kebijakan dan kegiatan pembangunan pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi atribut-atribut pada perancangan database dan merancang database untuk sistem informasi manajemen kegiatan agribisnis padi organik. Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah menggunakan metode survei, dilaksanakan pada bulan Juni sampai Oktober 2017. Pemilihan lokasi penelitian dilakukan secara sengaja (purposive). Rancangan pengambilan sampel menggunakan metode snowball sampling. Penentuan sampel dilakukan saat mulai memasuki lapangan dan selama penelitian berlangsung (emergent sampling design). Jumlah responden sebanyak 15 orang yang terdapat di Kecamatan Patikraja, Kemranjen, Baturraden, Sumbang, Sumpiuh, Rawalo, dan Kebasen. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan tahapan perancangan database menggunakan metode Data Base Life Cycle (DBLC). Hasil penelitian menujukkan entitas yang digunakan pada perancangan database sistem informasi manejemen agribisnis padi organik terdiri atas entitas data petani, data lahan, pemupukan, iklim dan cuaca, hama dan penyakit, pemanenan, dan pemasaran. Tahapan perancangan database terdiri atas empat tahap yaitu analisis kebutuhan agribisnis padi organik di Kabupaten Banyumas, perancangan database secara konseptual, perancangan database secara logika, dan perancangan database secara fisik. | Organic farming has been applied to several agricultural commodities, one of which is rice. Banyumas regency is one of the areas that develop organic rice, but information on the activities of organic rice agribusiness is not yet available in sufficient quantity and quality. This is because the activity of collecting information in the form of recording and processing of data has not been done by the farmer group, resulting in the difficulty of data storage and search process required data. Therefore, information system developers are required to build coordination and synchronization activities of agricultural development policies and activities. This study aims to identify attributes on the database and design a database for management information system of organic rice agribusiness activities. The research was conducted on June until October 2017 in Banyumas, Central Java with survey method. The selection of research sites conducted intentionally. The sampling design in this study used snowball sampling method. There are 15 respondent farmers having their address at Patikraja, Kemranjen, Baturraden, Sumbang, Sumpiuh, Rawalo, and Kebasen. Data analysis used is descriptive analysis and database design stages using Data Base Life Cycle (DBLC) method. The results showed that the entities used in the design of the database of information systems management of organic rice agribusiness are farmers data entities, land, hatchery, fertilizing needs, climate and wheather, pests and diseases, harvesting, and marketing information. Stages of database design consists of four stages of analysis of the needs of organic rice agribusiness in Banyumas regency, conceptual database design, database design logic, and physical database design. |