Artikelilmiahs
Menampilkan 17.341-17.360 dari 50.013 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 17341 | 20442 | F1I013049 | Superdiversity dalam Pertumbuhan Ekonomi Inggris Tahun 2013-2016 | Negara Inggris memiliki sejarah panjang dalam perpindahan dan pergerakan manusia serta perubahan demografi. Migrasi biasanya mengakibatkan masyarakat minoritas berasimilasi ke tingkat yang berbeda dan masuk ke dalam arus utama budaya. Selama beberapa dekade terakhir masyarakat minoritas di Inggris menjadi lebih beragam secara masif yang dimana hal ini terjadi karena dua hal, yang pertama yaitu bergeser nya migrasi internasional dan adanya perubahan secara alamiah. Vertovec berpendapat bahwa sejak awal tahun 1990-an, telah terjadi transformasi keragaman diversifikasi yang mengarah pada kemunculan superdiversity yaitu dimana terjadi kondisi sosial yang ditandai dengan peningkatan yang signifikan dalam migrasi, yang menghasilkan tingkat yang lebih tinggi dari interaksi antara berbagai identitas di negara bangsa. Adanya superdiversity dan migrasi bersih mengarah pada peningkatan angkatan kerja dan meningkatkan kapasitas output yang potensial pada ekonomi. | The United Kingdom has a long history of the human movement and as well as demographic changes. Migration usually leads minority communities to assimilate to different levels and into the mainstream of culture. Over the last few decades, minority communities in Britain have become more massively diverse, which is the case for two reasons, the first of which is to shift the international migration and the change of nature. Vertovec argues that since the early 1990s there has been a diversity transformation leading to the emergence of superdiversity. Which is a social condition characterized by a significant increase in migration, resulting in a higher level of interaction between the various identities in the nation-state The presence of superdiversity and net migration leads to an increase in the labor force and increased potential output capacity for the economy. This research will use the concept of Superdiversity and the theory of Brain Gain in giving the explanation about the Superdiversity Impact in UK Economy from 2013-2016. | |
| 17342 | 20448 | B1J013013 | KARAKTERISTIK MORFOLOGI DAN PATOGENISITAS Cercospora spp. PENYEBAB PENYAKIT BERCAK DAUN PADA TANAMAN CABAI MERAH DI KECAMATAN SUMBANG KABUPATEN BANYUMAS JAWA TENGAH | Cabai merah (Capsicum annuum L.) merupakan tanaman perdu dari famili terung-terungan (Solaneceae) yang mengandung berbagai macam senyawa yang berguna bagi kesehatan manusia dan sebagai bumbu dapur. Meningkatnya produksi cabai merah memberikan keuntungan karena memiliki nilai ekonomi tinggi bagi petani, tetapi terdapat banyak kendala yang dihadapi petani dalam budidaya cabai seperti adanya serangan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) diantaranya adanya penyakit yang dapat menimbulkan kegagalan panen. Salah satu patogen yang seringkali menyerang cabai merah adalah Cercospora spp. yang menyebabkan penyakit bercak daun. Penelitian dilakukan dengan dua metode yaitu metode survai untuk mengetahui karakteristik morfologi Cercospora spp. dengan cara pengambilan sampel daun bergejala bercak dilakukan secara Purposive Random Sampling dengan mengamati karakter makroskopis dan mikroskopis, dan metode eksperimental untuk mengetahui patogenisitas Cercospora spp. dengan cara tanaman cabai merah diinokulasikan dengan cara disemprot inokulum Cercospora spp. kemudian diamati timbulnya penyakit bercak daun selama masa inkubasi 8 hari. Analisis data keduanya menggunakan analisis secara deskriptif. Hasil penelitian didapatkan karakteristik morfologi jamur Cercospora spp. berjumlah 208 isolat Cercospora spp. dan didapatkan enam kelompok yaitu L1aK1 (lokasi 1 sampel a kelompok 1), L1bK2 (lokasi 1 sampel b kelompok 2), L1cK3 (lokasi 1 sampel c kelompok 3), L2aK4 (lokasi 2 sampel a kelompok 4), L2bK5 (lokasi 2 sampel b kelompok 5), dan L3aK6 (lokasi 3 sampel a kelompok 6) dari pertanaman cabai merah di Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Dan hasil uji patogenisitas menunjukkan isolat Cercospora spp. dapat menimbulkan penyakit pada tanaman cabai merah. | Red chili (Capsicum annuum L.) is a shrub that share the same family as eggplant (family Solanacae). C. annum L. contains varied of health-beneficial compounds for human and also used for food home-spices. The increase of C. annum L. productivity gives a high beneficial for the farmer as C. annum L. has high economic value. However, the farmer have been facing difficulties in the cultivation, such as plant disturber organism (OPT) and pathogens that lead to big failure of crop harvest. One of the pathogens is Cercospora spp. that causes leaf spot disease. This research objectives are defining the morphological characteristic Cercospora spp. of survey method was carried out in six different location. of cultivation in purposive random sampling was taken during the sampling of C. annum L. leafs affected by leaf spot disease’s macroscopic and microscopic symptoms. Whereas experimental method was carried out to define the pathogenesis. Inoculum of Cercospora spp. was applied through periodical spraying to the experimented leafs of C. annum L. Results from both methods were analyzed descriptively. Two hundred and eight morphological characteristics were found in Cercospora spp. isolates, divided to six groups as L1aK1, L1bK2, L1cK3, L2aK4, L2bK5, and L3bK6. The first letter (uppercase) and number define location number, the second letter (lowercase) defines sample number, and the last letter (uppercase) and number define group number. The pathogenesis of Cercospora spp. is can cause disease in red chili plants. | |
| 17343 | 20437 | B1J013037 | Karakateristik Morfologi Curvularia spp. Penyebab Penyakit Busuk Hitam pada Buah Cabai merah di Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. | Cabai merah (Capsicum annuum) adalah produk hortikultura yang dapat digolongkan sebagai sayuran maupun bumbu. Cabai merah mengandung berbagai macam senyawa yang berguna bagi kesehatan manusia. Banyak kendala yang dihadapi petani dalam berbudidaya cabai merah, di antaranya hama dan penyakit yang menyebabkan gagal panen. Salah satu penyakit yang sering terjadi pada buah cabai merah yaitu penyakit busuk hitam. Penyakit busuk hitam disebabkan oleh jamur Curvularia spp. Informasi ilmiah tentang karakterisitik morfologi dapat bermanfaat untuk mengetahui karakter morfologi jamur Curvularia spp. penyebab busuk hitam pada buah cabai merah, sedangkan informasi ilmiah tentang patogenisitas jamur Curvularia spp. dapat bermanfaat untuk mengetahui kemampuan jamur Curvularia spp. dalam menyebabkan penyakit busuk hitam pada buah cabai merah. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui karakteristik morfologi Curvularia spp. penyebab penyakit busuk hitam pada buah cabai merah dan mengetahui patogenisitas jamur Curvularia spp. penyebab penyakit busuk hitam pada buah cabai merah. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode survai. Metode survai digunakan untuk mengetahui karakteristik morfologi Curvularia spp. pada 6 lokasi pertanaman dan untuk mengetahui patogenisitas jamur Curvularia spp. terhadap buah cabai merah yang diaplikasikan dengan cara inokulasi suspensi konidia isolat Curvularia spp. lalu diamati ada tidaknya gejala penyakit busuk hitam yang muncul selama 7 hari masa inkubasi Curvularia spp. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik morfologi Curvularia spp. tergolong beragam, dalam penelitian ini didapatkan 5 kelompok jamur Curvularia spp. dari hasil isolasi buah cabai merah yang didapatkan dari 6 lokasi pertanaman di Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas, jawa Tengah. Kelompok jamur tersebut yaitu jamur Curvularia spp. PcIa. PcIb, PcIIa, PcIVd dan PcVd. Hasil uji patogenisitas jamur Curvularia spp. yang didapatkan dari isolasi buah cabai merah yang terdapat pada 6 lokasi pertanaman di Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah mampu menimbulkan penyakit busuk hitam terhadap buah cabai merah uji. | Red chili (Capsicum annuum) is horticultural product which can be classified into vegetable as well as seasoning. Red chili contains various compound which useful for human health. There are several obstacles which faced by farmers in cultivating red chili, for examples are pest disease which make unsuccessful harvest. One of disesase which often happened to red chili fruit namely black rot disease. Black rot disesase is caused by Curvularia spp. fungi. Scientific information about morphologycal characteristics can be useful to knowing the morphology character of Curvularia spp. fungi causing black rot to red chili fruit, meanwhile scientific information about patogenicity of Curvularia spp. fungi can be useful to knowing the ability of Curvularia spp. fungi in causing black rot disease to red chili fruit. Purpose of this study are to know the morphological characteristics of Curvularia spp. causing black rot disease on red chili fruit and to know the patogenecity of Curvularia spp. fungi causing black rot disease on red chili fruit. This study was done by survey method. Survey method was done to know the morphological characteristics of Curvularia spp. on 6 planting location and to know the patogenicity of Curvularia spp. fungi toward red chili fruit which applicated in the way of inoculating the Curvularia spp. isolates conidia suspension then observing whether or not there is a black rot disease symptom which appeared along 7 days of Curvularia spp. incubation period. Results of this research showed that the morphological characteristics of Curvularia spp. are varied, on this research obtained 5 groups of Curvularia spp. fungi from red chili fruit bodies isolation which obtained from 6 locations of red chili planting in Sumbang subdistrict, Banyumas Regency, Central Java. Those group of fungi are Curvularia spp. PcIa. PcIb, PcIIa, PcIVd and PcVd. Result of patogenicity test of Curvularia spp. fungi which obtained from isolation of red chili fruit bodies which exist on 6 locations of red chili planting in Sumbang subdistrict, Banyumas Regency, Central Java were able to induce black rot disease toward red chili fruit tested. | |
| 17344 | 20443 | C1F015069 | ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI KEPATUHAN PEMILIK RESTORAN, RUMAH MAKAN, DAN KAFE DI KOTA MALANG DALAM MEMBAYAR PAJAK RESTORAN | Penelitian ini merupakan survei yang dilakukan terhadap para pemilik usaha restoran, rumah makan, dan kafe di kota Malang. Judul dari penelitian ini adalah “Analisis Faktor-Faktor yang Memengaruhi Kepatuhan Pemilik Restoran, Rumah Makan, dan Kafe di Malang dalam Membayar Pajak Restoran”. Penelitian ini bertujan untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh dan faktor yang dominan berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak dalam membayar pajak restoran. Pengambilan sampel menggunakan simple random sampling dengan metode Slovin. Dari hasil perhitungan didapatkan jumlah sampel sebesar 86 responden. Alat analisis dalam penelitian ini adalah analisis faktor yang digunakan untuk melihat faktor-faktor yang dominan dalam memengaruhi kepatuhan wajib pajak dalam membayar pajak restoran. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat dua faktor yang memengaruhi kepatuhan pemilik restoran, rumah makan, dan kafe di kota Malang dalam membayar pajak restoran yaitu kualitas pelayanan terhadap wajib pajak dan tingkat kepercayaan terhadap sistem pemerintahan dan hukum. | This study is a survey conducted on business owners of restaurants and cafes in the city of Malang. The title of this study is "Analysis of Factors Affecting Restaurant, Restaurant, and Cafe Compliance in Malang in Paying Restaurant Tax". This research is aiming to know the factors that influence and dominant factors that affect the compliance of taxpayers in paying restaurant taxes. Sampling method used in this study is simple random sampling with Slovin method. The number of samples are 86 respondents. This research used factor analysis to see the dominant factors in influencing taxpayer compliance in paying restaurant tax. The result of this study indicates that there are two factors that influence the compliance of restaurant owners, restaurants, and cafes in the city of Malang in paying the restaurant tax are the quality of service to the taxpayer and the level of confidence in the system of government and law. | |
| 17345 | 20444 | C1F015087 | ANALISIS PENGARUH KENAIKAN PENGHASILAN TIDAK KENA PAJAK TERHADAP PENERIMAAN PAJAK DI INDONESIA | Kebijakan pemerintah meningkatkan PTKP menjadi suatu dilema karena pada saat pemerintah membutuhkan penerimaan negara yang senantiasa meningkat untuk membiayai pembangunan, di sisi lain kenaikan PTKP berisiko menurunkan nilai penerimaan pajak. Secara logika sederhana memang naiknya PTKP sebagai komponen pengurang penghasilan kena pajak akan mengurangi penerimaan pajak. Bahkan kenaikan PTKP berturut-turut terjadi di tahun 2015 dan 2016. Bermula dari fenomena tersebut maka diperlukan suatu kajian ilmiah untuk mengetahui dampak yang sebenarnya terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kenaikan Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) terhadap penerimaan PPh Pasal 21 dan penerimaan pajak total yang diterima oleh Pemerintah Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan data yang diperoleh dari Direktorat Jenderal Pajak. Sampel dipilih dengan metode purposive sampling. Data tersebut terdiri dari nilai penerimaan pajak dan nilai PTKP sejak tahun 2005 sampai dengan tahun 2016. Analisis data dilakukan menggunakan Metode Regresi Linier Sederhana dengan bantuan perangkat lunak IBM SPSS Statistics 23. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kenaikan Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) berpengaruh terhadap penerimaan PPh Pasal 21 dan penerimaan pajak total; dan komponen dalam PTKP konsisten sejak tahun 1983 sampai dengan tahun 2016. | Government policy to increase PTKP becomes a dilemma because when the government needs increasing state revenues to finance development, on the other hand the rise in PTKP risks lowering the value of tax revenue. In simple logic indeed the rise of PTKP as a component of reduced taxable income will reduce tax revenue. Even PTKP consecutive rise occurred in 2015 and 2016. Starting from this phenomenon, we need a scientific study to determine the actual impact occurs. This study aims to analyze the effect of the increase of non-taxable income (PTKP) on the receipt of Article 21 Income Tax and the total tax revenue received by the Government of Indonesia. This research uses quantitative method with data obtained from Directorate General of Taxes (DJP). The sample is chosen by purposive sampling method. The data consists of the value of tax revenue and value of PTKP from 2005 to 2016. Data analysis was done using Simple Linear Regression Method with the help of IBM SPSS Statistics 24 software. The results showed that the increase of non-taxable income (PTKP) affect the income tax Article 21 and total tax revenue; and components in the non-taxable income (PTKP) is consistent from 1983 until 2016. | |
| 17346 | 20445 | C1F015081 | Pengaruh Pendekatan Kerangka Pembangunan Jangka Menengah (KPJM) dan Ketidakpastian Lingkungan terhadap Senjangan Anggaran serta Dampaknya pada Kinerja Manajerial | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dari sisi teori keagenan dan teori kontingensi mengenai pengaruh penekanan anggaran pada pendekatan KPJM dan ketidakpastian lingkungan terhadap senjangan anggaran dan dampaknya pada kinerja manajerial. Penelitian ini dilakukan dengan sampel sebanyak 64 pegawai di lingkungan Kementerian Keuangan yang bekerja di bidang penyusunan anggaran. Metode yang digunakan adalah structural equation modeling (SEM) berbasis partial least square (PLS) untuk membuktikan hubungan antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan KPJM tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap senjangan anggaran, sedangkan ketidakpastian lingkungan berpengaruh positif signifikan terhadap senjangan anggaran. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa pendekatan KPJM, ketidakpastian lingkungan, dan senjangan anggaran memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap kinerja manajerial. | This research aims to examine, using agency and contingency theory, the effect of KPJM approach and environmental uncertainty on budget slack. This research also aim to examine the effect of KPJM approach, environmental uncertainty, and budget slack on managerial performance. The research population are all budgeting manager and staff in Ministry of Finance. There were 64 manager and staff chosen as the sample of the study. Partial Least Square path modeling (PLS-SEM) method was used to estimate the cause-effect relationship models with latent variables. The result of this study shows that there are no significant relationship between KPJM approach and budget slack. In the other hand, environmental uncertainty have a positive and significant effect on budget slack. This research also find that KPJM approach, environmental uncertainty, and budget slack have significant positive effect on managerial performance. | |
| 17347 | 20446 | C1F015093 | ANALISIS PENGARUH PENDAPATAN ASLI DAERAH, DANA ALOKASI UMUM DAN DANA ALOKASI KHUSUS TERHADAP PROPORSI BELANJA MODAL PADA PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA | Konsep new public management (NPM) memberikan pengaruh yang besar dalam peningkatan pelayanan publik bagi masyarakat. NPM berfokus pada pelaksanaan desentralisasi fiskal, dimana pemerintah daerah dapat mengoptimalkan belanja daerah untuk kesejahteraan masyarakat dengan mempertimbangkan sumber pendapatan daerah yang tersedia. Penelitian ini merupakan analisis laporan keuangan yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendapatan asli daerah (PAD), dana alokasi umum (DAU), dan dana alokasi khusus (DAK) terhadap proporsi belanja modal. Objek penelitian adalah Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten dan Kota di Daerah Istimewa Yogyakarta periode 2009—2015. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi berganda data panel dengan pendekatan Fixed Effect Model dengan menggunakan bantuan program Eviews 9. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel bebas secara bersama-sama berpengaruh terhadap proporsi belanja modal. Secara parsial, PAD berpengaruh positif terhadap proporsi belanja modal, sedangkan DAU dan DAK tidak berpengaruh terhadap proporsi belanja modal. Nilai koefisien determinasi menunjukkan bahwa pengaruh variabel bebas terhadap proporsi belanja modal sebesar 41,79% sedangkan sisanya dijelaskan oleh sebab-sebab lain diluar model regresi penelitian ini. | The concept of new public management (NPM) gives a great influence in improving public services for the citizen. NPM focuses on the implementation of fiscal decentralization, where local governments can optimize local expenditures for the prosperity of citizen by considering the available sources of local revenue. This study is an analysis of financial statements that aims to examine the effect of local own-source revenue (PAD), general allocation funds (DAU), and special allocation funds (DAK) to the proportion of capital expenditure. The object of research is the Financial Statement of Local Government of Districts and Municipals in Yogyakarta Special Region period 2009-2015. Data analysis technique used is multiple regression analysis of panel data with Fixed Effect Model approachby using Eviews 9. The results showed that the independent variables together affect the proportion of capital expenditure. Partially, PAD have a positive effect on the proportion of capital expenditure, while DAU and DAK have no effect on the proportion of capital expenditure. The value of coefficient of determination shows that the influence of independent variables to the proportion of capital expenditure of 41.79% while the rest explained by other causes outside the regression model of this study. | |
| 17348 | 20447 | F1A013024 | Keharmonisan Interaksi Sosial Antara Pemain Karawitan dalam Membentuk Solidaritas Pada Ekstrakulikuler Karawitan SMA Negeri 2 Purwokerto | Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mendeskripsikan keharmonisan interaksi sosial antara pemain karawitan sekarnada melalui proses kebersamaan karawitan sekarnada dalam membentuk solidaritas di ekstrakulikuler karawitan SMA Negeri 2 Purwokerto. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif, Adapun teknik penentuan sasaran penelitian yaitu menggunakan teknik purposive sampling.Hasil penelitian yang telah dilakukan adalah bahwa secara umum hubungan yang terjalin diantara anggota karawitan sekarnada terjalin dengan baik. Keadaan ini ditunjukan melalui kegiatan yang dilakukan secara bersama-sama secara intens sehingga kesempatan para anggota karawitan untuk saling berinteraksi sangat besar dan rasa toleransi, empati dalam tim memperkuat keharmonisan sosial. Hal lain ditunjukan dengan keakraban mereka dengan anggota karawitan baru yang semakin memperkuat keharmonisan hubungan didalam tim. Proses kebersamaan yang sering dilakukan dengan melakukan latihan intens, expo, evaluasi, program keja tim, kumpul diluar sekolah, makrab oleh karawitan sekarnada dianggap mampu membentuk solidaritas tim. Serta manfaat yang didapat bergabung dengan karawitan sekarnada juga memberikan hasil positif bagi para anggota.Hasil positif yang dimaksud adalah dengan bergabung mampu melatih kesabaran, melatih tentang olah rasa dan sebagainya | The research describe the harmony of social interaction between karawitan sekarnada players through the process of togetherness karawitan sekarnada in forming solidarity in extracurricular karawitan sekarnada Senior High School 2 Purwokerto.Research method use in this research is descriptive qualitative method, As for the technique of determining the target of research that is using technique Purposive Sampling.The results of the research has been done is that in general the relationship that exists among karawitan sekarnada members well established. This situation is shown through the activities carried out togetherness intensively so that the opportunity of the karawitan members to more interaction and tolerance, empathyin the team strengthens social harmony. This is demonstrated by their intimacy with new karawitan members which further strengthens the harmony of relationship within the team. The process of togetherness is often done by doing intense exercise, expo, evaluation, work program, gathering outside school, makrab sekarnada considered able to form solidarity team. As well as the benefits gained from joining karawitan sekarnada also give positive results for the members that is able to learning patience, practicing though taste, and others. | |
| 17349 | 20450 | F1C012038 | TINJAUAN KONSEP DIRI REMAJA DALAM RELASI INTERAKSI SIMBOLIK KOMUNITAS MILANISTI INDONESIA SEZIONE PURWOKERTO | Masa remaja merupakan masa peralihan dan pencarian jati diri. Pada masa ini, remaja mengalami proses pembentukan identitas dan konsep diri. Komunikasi yang terjadi dalam suatu komunitas dapat mendorong pembentukan konsep diri dari seorang individu. Hal ini menguatkan pandangan bahwa perilaku seorang individu tidak sepenuhnya ditentukan oleh pembawaan alami mereka, melainkan merupakan pengaruh kelompok yang mereka identifikasi. Tujuaan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana proses identitas diri remaja terbentuk di dalam sebuah Komunitas Milanisti Indonesia Sezione Purwokerto, serta bagaimana gambaran konsep diri remaja yang menjadi anggota di dalam komunitas tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Imforman dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Analisis interaktif digunakan dalam analisis data pada penelitian ini yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Validitas data diuji dengan cara membendingkan hasil wawancara salah satu sumber dengan yang lain disertai hasil observasi. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa, pertama, konsep diri para Milanisti dibentuk dalam komunitas sebagai hasil dari interaksinya dengan sesama anggota komunitas. Kedua, identitas diri anggota Milanisti merupakan hasil dari interaksinya dengan significant others dan reference group. Ketiga, komunitas Milanisti Indonesia Sezione Purwokerto memiliki kohesivitas kelompok yang sangat tinggi. | Adolescence is a period of transition and search for identity. At this time, adolescents experience the process of identity formation and self-concept. Communication that occurs in a community can encourage the formation of self-concept of an individual. This reinforces the view that an individual's behavior is not entirely determined by their natural nature, but rather the influence of the group they identify. The purpose of this study is to find out how the process of adolescent self-identity formed within a Community of Milanisti Indonesia Sezione Purwokerto, and how the concept of self-image of adolescents who become members in the community. This research uses qualitative research method. The informant was chosen using purposive sampling technique. Data collection was done by in-depth interview, observation and documentation. Interactive analysis used in data analysis in this research is data reduction, data presentation, and conclusion. The data validity was tested by interviewing one source with another with observation. The results of this study found that, first, the self-concept of the Milanisti was formed in the community as a result of its interaction with fellow members of the community. Second, the identity of Milanisti members is the result of his interaction with significant others and reference groups. Third, the Milanisti Indonesia Sezione Purwokerto community has a very high group cohesiveness. | |
| 17350 | 20449 | C1F015085 | Pengaruh Persepsi Kualitas Informasi dan Pemahaman SAP terhadap Pemanfaatan Laporan Keuangan (Studi Empiris pada Kementerian Keuangan) | Isu pemanfaatan laporan keuangan adalah isu yang penting mengingat biaya pembuatan laporan keuangan tidak murah dan membutuhkan proses yang lama serta sumber daya manusia (SDM) yang kompeten. Dengan berlakunya era pelaporan keuangan berbasis akrual sejak 2015 lalu penelitian mengenai persepsi atas kualitas informasi dan pemahaman atas SAP akrual perlu dilakukan untuk mengetahui sejauh mana kedua faktor tersebut memengaruhi pemanfaatan laporan keuangan. Tujuan dari penelitian untuk menguji pengaruh persepsi kualitas informasi dan pemahaman SAP terhadap pemanfaatan laporan keuangan pada instansi-instansi di bawah Kementerian Keuangan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan data primer yang diperoleh dari kuesioner yang disebar ke seluruh Bagian Keuangan Kementerian Keuangan dengan metode random sampling. Total sampel yang diolah sebanyak 131 responden. Analisis data dilakukan menggunakan Metode Regresi Linier Berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi kualitas informasi berpengaruh positif signifikan terhadap pemanfaatan laporan keuangan dan pemahaman SAP tidak memiliki pengaruh terhadap pemanfaatan laporan keuangan. | The utilization of financial statements is an important issue in regards the costly and lengthy process in preparation of financial statements in addition to proficient human resources (HR). As the accrual-based financial reporting has legally been in effect as per 2015, research on perceptions of information quality and understanding of SAP accruals needs to be done to determine the extent to which factors influence the utilization of financial statements. The purpose of the research is to examine the effect of perception of information quality and understanding of SAP on the utilization of financial statements at the institutions under the Ministry of Finance. This research uses quantitative method with primary data obtained from questionnaires distributed to all Finance Department of Ministry of Finance by random sampling method. The total sample is 131 respondents. Data analysis was done using Multiple Linear Regression Method. The results showed that the perception of the quality of information has a significant positive effect on the utilization of financial statements and understanding of SAP has no effect on the utilization of financial statements. | |
| 17351 | 20451 | H1K013017 | DINAMIKA LEBAR WILAYAH PASANG SURUT PADA MUSIM PERALIHAN I (MARET-MEI) DI PANTAI TELUK PENYU CILACAP | Wilayah perairan Kabupaten Cilacap berbatasan langsung dengan Samudera Indonesia sehingga dipengaruhi oleh oseanografis samudera tersebut dan kondisi musim. Tujuan dari penelitian ini adalah Mengetahui dinamika lebar wilayah pasang surut pada musim peralihan I di pantai Teluk Penyu Cilacap. Penelitian metode survei ini dalam menentukan titik stasiun pasang dan titik stasiun surut berdasarkan metode Stop and Go. Pengukuran lebar wilayah pasang surut dengan menentukan titik posisi pasang dan surut menggunakan Global Positioning System (GPS). Dinamika lebar wilayah pasang surut selama musim peralihan I terjadi perubahan yang tinggi [stasiun 1, 4, 9 , 13, 15 dan 16] dan rendah [stasiun 2, 3, 6 dan 8]. Perubahan lebar wilayah pasang surut selama musim peralihan I menurun di sebagian besar stasiun dan hanya 3 stasiun yang semakin lebar, serta tidak terdapat perbedaan yang nyata pada lebar wilayah pasang surut setiap stasiun. | The territorial waters of Cilacap Regency are directly adjacent to the Indonesian Ocean, which is influenced by oceanic oceanography and seasonal conditions. The purpose of this research is to know the dynamics of the width of the tidal area during the transition season I at Teluk Penyu Cilacap beach. The research of this survey method in determining the point of the tidal station and the point of the station recedes based on the Stop and Go method. Measurement of the width of the tidal area by determining the position points of ups and downs using the Global Positioning System (GPS). The dynamics of the width of the tidal area during the transition season I happened to the high alterations [stations 1, 4, 9, 13, 15 and 16] and low [stations 2, 3, 6 and 8]. The change in the width of the tidal area during the transition season I is obtained decrease in most stations and only 3 stations are obtained increas, and there is no significant difference in the width of tidal areas of each station. | |
| 17352 | 20409 | F1B013008 | RESPONSIVITAS BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH DALAM PENANGGULANGAN BENCANA LONGSOR DI KABUPATEN BANYUMAS | Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan responsivitas BPBD dalam Penanggulangan Bencana Longsor di Kabupaten Banyumas. Penelitian ini menggunakan teori responsivitas yang dikembangkan oleh Gormley, Hoadley, dan Williams (1983), yaitu responsivitas potensial, responsivitas aktual, dan responsivitas komitmen sumber daya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik analisis data model interaktif dari Miles, Huberman, dan Saldana (2014). Teknik pemilihan informan adalah sampel bertujuan. Sumber data pada penelitian ini adalah melalui wawancara, dokumentasi, dan observasi. Hasil pembahasan penelitian ini menunjukkan bahwa masing-masing aspek responsivitas saling memengaruhi satu sama lain, maka BPBD harus mensinergikan reponsivitas potensial, responsivitas aktual, dan responsivitas komitmen sumber daya untuk meningkatkan responsivitasnya dalam penanggulangan bencana longsor. Sinergitas dari ketiga aspek tersebut dilakukan dengan cara menciptakan koordinasi, komunikasi, dan aksi dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia semaksimal mungkin. Jika sinergi dari ketiga aspek tersebut terbangun, maka masalah kebencanaan di Kabupaten Banyumas akan lebih mudah ditangani. Demikian pula dengan responsivitas BPBD dalam penanggulangan bencana longsor akan semakin meningkat. | This research is aimed at describing the responsiveness of Regional Board for Disaster Management (BPBD) on tackling landslide in Banyumas Regency. The research uses responsiveness’ theory by Gormley, Hoadley, and Williams (1983) that divided into three aspects. They are potential responsiveness, actual responsiveness, and resource commitment responsiveness. Then, This research uses descriptive qualitative method and interactive analysis technique by Miles, Huberman, and Saldana (2014). To determine informants, this reseach uses purposive sampling. The data sources are conducted by indeptth interview, document study, and observation. The result of the research shows, it proves that each responsiveness aspect proposed by Gormley, Hoadley, and Williams (1983) influencing each other. Thus, BPBD must synergize the potential responsiveness, the actual responsiveness, and the resource commitment responsiveness to improve its responsiveness on tackling the landslide. The synergy of those three aspects is done by making coordination, communication, and action with utilizing the available resources as much as possible. If the synergy of those aspects is achieved, then the disaster problem in Banyumas Regency is easier to be solved. Furthermore, the responsiveness of BPBD on tackling landslide will be improved. | |
| 17353 | 20638 | H1A013037 | Sintesis Karbon Aktif Dari Air Ampas Tebu Menggunakan Metode Hidrotermal | Zat warna telah digunakan secara luas oleh banyak industri khususnya industri tekstil. Salah satu zat warna yang dihasilkan industri tersebut adalah rhodamin B yang bersifat berbahaya bagi kehidupan manusia dan lingkungan. Karbon aktif adalah salah satu solusi untuk meminimalisir keberadaan rhodamin B. Material karbon aktif dengan morfologi sferis telah berhasil disintesis menggunakan prekursor air ampas tebu melalui metode hidrotermal. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh karbon aktif dan mengetahui daya adsorpsinya terhadap rhodamin B. Karbon aktif yang terbentuk memiliki rentang diameter partikel sebesar 3-7 μm. Evaluasi adsorpsi karbon aktif terhadap rhodamin B dilakukan pada beberapa parameter yang meliputi pengaruh pH, waktu kontak optimum, model kinetika, dan isoterm adsorpsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adsorpsi rhodamin B mengacu pada model kinetika orde II. Proses adsorpsi dianalisa menggunakan 4 model isoterm (Langmuir, Freundlich, Temkin, Elovich). Nilai R2 tertinggi diperoleh dengan isoterm Langmuir dengan kapasitas adsorpsi maksimum (qm) sebesar 64,516 mg g-1 pada pH 2, waktu kontak 200 menit dan temperatur 26 ᵒC. | Dyes has been widely used by many industries, especially textile industry. One of dyes produced by industries is rhodamine B which harmful to human life and environment. Activated carbon is one of solution to minimize the existence of rhodamine B. Activated carbon with spherical morphology has been succesfully synthesized using bagasse’s neera residue as precursor through hydrothermal method. The present study was intended to obtain activated carbon and determine its adsorption process toward rhodamine B. The activated carbon can be prepared with range of diameter particle size was 3-7 μm. The evaluation of adsorption efficiency toward rhodamine B was performed by several parameters included effect of pH, optimum contact time, kinetic model, and adsorption isotherm. The kinetic studies showed the adsorption of rhodamine B proceeds according to the pseudo-second-order. The adsorption was analyzed using 4 isotherm models (Langmuir, Freundlich, Temkin, Elovich). The highest value of R2 were obtained by Langmuir with adsorption capacity (qm) was 64,516 mg g-1 at pH 2, equilibrium time of 200 min and temperature of 26 ᵒC. | |
| 17354 | 20452 | B1J012188 | AKTIVITAS PEPSIN-LIKE DAN LIPASE PADA IKAN SIDAT (Anguilla bicolor McClelland) DENGAN FASE PERKEMBANGAN BERBEDA | Aktivitas pepsin-like dan lipase dari sidat dengan fase perkembangan yang berbeda telah dipelajari dengan metode eksperimental dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan empat ulangan. Sebanyak 51 ekor ikan sidat fase juvenile (berat rata-rata 41,25 ± 0,898 g), 14 ekor ikan sidat fase yellow eel (berat rata-rata 319,8 ± 4,66 g) dan 6 ekor ikan sidat fase silver eel (berat rata-rata 569,5 ± 9,150g) telah digunakan untuk penelitian ini. Pengukuran aktivitas pepsin-like dan lipase menggunakan metode spektrofotometer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas pepsin-like dan lipase belut tidak berbeda secara signifikan (P> 0,05) pada fase perkembangan yang berbeda, namun aktivitas pepsin-like berbeda nyata antara pH inkubasi (P <0,05), dan pH 3,4 optimal untuk aktivitas pepsin-like. Sidat memiliki kapasitas yang sama untuk pencernaan protein dan lipid antara fase perkembangan yang berbeda, dan memiliki lambung yang benar dengan pepsin yang aktif pada kondisi asam (pH ,.4). | The pepsin-like and lipase activities of eel with different maturity stage has been studied by an experimental method using complete randomized design (RAL) with 3 treatments and four replications. A total of 51 juvenile stage of eels (mean weight 41.25 ± 0.898 g), 14 yellow stage of eels (mean weight 319.8 ± 4.66g) and 6 silver stage of eels (mean weight 569.5 ± 9.150g) have been used for this study. Measurement of pepsin-like and lipase activities were using spectrophotometer method. The results showed that pepsin-like and lipase activities of eel did not differ significantly (P> 0.05) between different maturity stage, but pepsin-like activity was significantly different between incubation pH (P <0.05), and pH 3,4 is optimal for pepsin-like activity. Eel have equal capacity for protein and lipid digestion between different maturity stage, and has true gastric with pepsin active at acid condition (pH 3.4). | |
| 17355 | 20453 | H1K013011 | KEKAYAAN SPESIES DAN KELIMPAHAN KEPITING BAKAU PADA HABITAT HUTAN MANGROVE DI KEPULAUAN KEI KECIL, KABUPATEN MALUKU TENGGARA | Kepiting bakau berasosiasi dengan hutan mangrove. Oleh karena itu, berbagai upaya pengelolaan hutan mangrove harus dilakukan agar sumberdaya kepiting bakau dapat dipertahankan populasinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kekayaan spesies, kelimpahan, dan habitat kepiting bakau, serta menganalisis hubungan antara kekayaan spesies, kelimpahan, dan habitat kepiting bakau di Teluk Hoat Soarbay, Kepulauan Kei Kecil, Kabupaten Maluku Tenggara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survai yang dilakukan secara deskriptif eksploratif. Pengambilan sampel dilakukan pada tiga stasiun, alat tangkap yang digunakan yaitu bubu, pada masing-masing stasiun diletakkan tiga buah bubu dengan enam kali pengulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekayaan spesies kepiting bakau yang didapat sebanyak dua jenis berupa Scylla serrata sejumlah empat dan Scylla olivacea sejumlah 12. Kelimpahan kepiting bakau rata-rata 178 ind/ha. Habitat kepiting bakau yaitu memiliki nilai tingkat kerapatan mangrove dengan kisaran 600─1.500 ind/ha, tekstur pasir dengan kisaran 2,44─4,92%, tekstur lumpur dengan kisaran 43,89─51,19%, tekstur liat dengan kisaran 46,37─51,59%, suhu air dengan kisaran 28─29°C, kedalaman perairan dengan kisaran 60─72cm, pH air dengan kisaran 7,3─7,4 dan salinitas perairan dengan kisaran 18─21 ‰. Analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang sedang antara kekayaan dan kelimpahan S. serrata dengan substrat pasir dan substrat lumpur. Terdapat hubungan yang kuat antara kekayaan S. olivacea dengan substrat pasir, lumpur, dan liat, sedangkan kelimpahan S. olivacea berhubungan sedang dengan suhu. | Therefore, various mangrove forest management efforts should be done so that mangrove crab population resources can be preserved. This research aims to determine the species richness, abundance, and condition habitat of mangrove crab; and to analysis the corelations between richness, abundance, and habitat of mangrove crab in Hoat Soarbay Bay, Kei Kecil Islands, Southeast Maluku Regency. Survey method was used in this study, were conducted descriptively explorative. Sampling was done in three stations, each station is placed three pieces of bubu with six repetitions. The results showed that the species richness of mangrove crabs were obtained by two types of Scylla serrata of four and Scylla olivacea of 12. Abundance of mangrove crabs an average of 178 ind/ha. Habitat of mangrove crab that have value of mangrove density level with range 600─1.500 ind/ha, sand texture with range 2,44─4,92%, mud texture with range 43,89─51,19%, texture of clay with range 46, 37─51,59%, water temperature with range 28─29°C, water depth with range 60─72cm, water pH with range 7,3─7,4 and water salinity with range 18─21 ‰. The analysis shows that there is a moderate relationship between the wealth and abundance of S. serrata with sand substrate and mud substrate. There is a strong relationship between S. olivacea richness with sand, silt, and clay substrate, whereas the abundance of S. olivacea is moderate to temperature. | |
| 17356 | 20454 | C1F015091 | ANALISIS UPAYA PENINGKATAN EFEKTIVITAS AUDIT KEPABEANAN DAN CUKAI MELALUI PENDEKATAN SLIPPERY SLOPE FRAMEWORK | Dalam upaya optimalisasi penerimaan negara dari sektor kepabeanan dan cukai, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) melakukan upaya peningkatan efektivitas pengawasan kepabeanan dan cukai dimana di dalamnya termasuk juga peningkatan efektivitas audit kepabeanan dan cukai. Peningkatan efektivitas pengawasan tersebut bertujuan untuk dapat mencapai kepatuhan pengguna layanan yang tinggi atas peraturan kepabeanan dan cukai. Audit kepabeanan dan cukai yang merupakan audit kepatuhan perlu turut mengupayakan peningkatan kepatuhan pengguna layanan yang menjadi objek auditnya. Dengan tercapainya kepatuhan pengguna layanan yang tinggi maka diharapkan penerimaan negara yang optimal dapat terwujud. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran mengenai upaya peningkatan efektivitas audit kepabeanan dan cukai melalui pendekatan Slippery Slope Framework serta mengidentifikasi aktor-aktor yang berperan dan interaksi yang terjadi di antara aktor tersebut dalam upaya peningkatan efektivitas audit kepabeanan dan cukai melalui Model Kontingensi Luder yang diadaptasi oleh Christensen. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan dilakukan dengan analisis deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan observasi yang dilakukan pada Direktorat Audit Kepabeanan dan Cukai DJBC serta studi dokumentasi yang meliputi buku, karya ilmiah, pemberitaan, dan referensi yang relevan lainnya. Data yang digunakan adalah data pada tahun 2014-2016 dimana telah diberlakukan kebijakan sentralisasi audit pada DJBC dan sebelum diberlakukannya piloting kebijakan zoning dalam kegiatan audit kepabeanan dan cukai di DJBC. Hasil penelitian dengan menggunakan pendekatan Slippery Slope Framework menunjukkan bahwa perlu dilakukan penambahan jumlah Auditor Bea dan Cukai pada Direktorat Audit Kepabeanan dan Cukai dalam upaya mewujudkan enforced compliance, serta perlunya intensifikasi sosialisasi dan edukasi kepada pengguna layanan maupun akuntan publik terkait peraturan kepabeanan dan cukai dalam upaya mewujudkan voluntary compliance. Selain itu dibutuhkan pula adanya pengukuran dampak output kegiatan audit terhadap peningkatan kepatuhan objek audit yang relevan dan objektif sebagai sarana evaluasi dan tindak lanjut terhadap tingkat kepatuhan objek audit. Berdasarkan hasil penelitian dengan menggunakan pendekatan Model Kontingensi Luder yang diadaptasi oleh Christensen, internal promotors of change yang diidentifikasi adalah Subdirektorat Monitoring, Evaluasi, dan Penjamin Kualitas Audit serta Unit Kerja pada DJBC yang mempunyai fungsi Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi. Sedangkan external promotors of change yang diidentifikasi adalah akuntan publik yang mengaudit laporan keuangan pengguna layanan kepabeanan dan cukai. Interaksi yang terjadi antara promotors of change dengan users of policy mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap upaya peningkatan efektivitas audit kepabeanan dan cukai. | In an effort to optimize state revenue from the customs and excise sector, the Directorate General of Customs and Excise (DJBC) undertakes to improve the effectiveness of customs and excise controls in which it also includes the effectiveness of customs and excise audits. The increased effectiveness of such controls aims to achieve high service user compliance with customs and excise regulations. Customs and excise audits which are compliance audits should also seek to improve the compliance of the service users who are the objects of the audit. With the achievement of high service user compliance then expected optimal state revenue can be realized. The purpose of this study is to provide an overview of efforts to improve the effectiveness of customs and excise audits through the Slippery Slope Framework approach and to identify actors in each spesific role and interaction that exist between these actors in an effort to improve the effectiveness of customs and excise audits through the Christensen’s Contingency Model. This research uses qualitative method and done by descriptive analysis. Data collection is done through interviews and observations conducted at the Directorate of Customs and Excise Audit in DJBC and documentation studies covering books, scientific papers, news and other relevant references. The data used are data from 2014-2016 where the centralized audit policy has been implemented at DJBC and prior to the piloting of zoning policy in customs and excise audit activities at DJBC. The result of the research using the Slippery Slope Framework approach indicates that it is necessary to increase the number of Customs and Excise Auditors at the Directorate of Customs and Excise Audit in an effort to realize the enforced compliance, and the need for intensification of socialization and education to service users and public accountant related to customs and excise regulations in order to realize voluntary compliance. In addition, there is also a need of relevant and objective measurement of the impact of audit activity output on the compliance level of audit objects as a means of evaluation and follow-up on the compliance level of the audit object. Based on the results of the analysis using the Christensen’s Contingency Model, the internal promotors of change identified are the Sub Directorate of Monitoring, Evaluation and Quality Assurance of Audit as well as Work Unit at DJBC which has the function of Compliance Guidance and Information Service. While the external promotors of change identified are public accountants auditing the financial statements of audit objects of customs and excise. The interaction between promotors of change and users of policy has a significant influence on improving the effectiveness of customs and excise audit. | |
| 17357 | 20455 | B1J013185 | Aktivitas Amilase Organ Pencernaan Ikan Uceng (Nemacheilus fasciatus) pada pH dan Temperatur Inkubasi yang Berbeda | Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui aktivitas amilase organ pencernaan ikan uceng pada pH dan temperatur inkubasi yang berbeda serta mengetahui pH dan temperatur inkubasi optimum aktivitas amilase pada organ pencernaan ikan uceng. Penelitian ini terdiri dari dua tahap yang dilakukan secara eksperimental dengan menggunakan metode penelitian Rancangan Acak Lengkap (RAL) dan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial 2x3. Penelitian tahap pertama dilakukan untuk mengetahui aktivitas amilase organ pencernaan ikan uceng pada enam pH buffer yang berbeda (1,7, 3,4, 5, 7, 8, dan 10) dan setiap perlakuan diulang empat kali. Penelitian tahap kedua yaitu untuk mengetahui aktivitas amilase organ pencernaan ikan uceng pada tiga temperatur inkubasi enzim yang berbeda (30 ºC, 40 ºC, dan 50 ºC) dan setiap perlakuan diulang empat kali. Aktivitas amilase diukur dengan metode spektrofotometri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan pH dan temperatur inkubasi memberikan pengaruh nyata (p<0,05) terhadap aktivitas amilase organ pencernaan ikan uceng. Aktivitas amilase optimal diperoleh pada inkubasi pH 7 hingga pH 8 dan temperatur 30 ºC hingga 40 ºC. | Uceng fish (Nemacheilus fasciatus) is one of wild fish that has not been cultivated and very potential to be developed. Currently the existence of uceng fish in nature is very rarely because of the utilization by humans to be consumed and traded as ornamental fish. This condition triggers the need for conservation of the fish to keep its existence. Conservation need to be supported by the knowledge of fish biology. Initial studies of fish have been done, but still limited to ecological and taxonomic aspects. A physiological study of digestion capacity reflected as a digestive enzyme activity is essential to determine the efficiency of nutrient utilization in fish in order to support fish conservation. The purpose of this research is to know the effect of pH and incubation temperature on amylase activity on digestive organ of uceng fish and to know pH and optimum incubation temperature of amylase activity in digestive organ of uceng fish. This research consists of two stages which will be done experimentally by using Completely Randomized Design (CRD) and Completely Randomized Design (CRD) with 2 x 3 factorial design. The first stage of the research was conducted to find out the activity of amylase of digestive organ of uceng fish at six different buffer pH (1,7, 3,4, 5, 7, 8, and 10) and each treatment was repeated four times. The second phase of the research was to know the activity of amylase of digestive organ of uceng fish at three different enzyme incubation temperature (30 ºC, 40 ºC, and 50 ºC) and each treatment was repeated four times. Amylase activity was measured by spectrophotometric method. The results showed that the difference of pH and incubation temperature gave a real effect (p <0,05) to amylase activity of digestive organ of uceng fish. Optimal amylase activity was obtained at incubation pH 7 to pH 8 and temperature 30 ºC to 40 ºC. | |
| 17358 | 20456 | C1F015086 | ANALISIS PENERAPAN PERTUKARAN INFORMASI UNTUK KEPENTINGAN PERPAJAKAN OLEH DIREKTORAT JENDERAL PAJAK | Globalisasi serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi mendorong adanya kegiatan perekonomian lintas batas negara (international/cross border transactions), dan dengan adanya azas sovereignty (kedaulatan negara) mendorong negara-negara untuk bersaing dengan menggunakan instrumen perpajakan agar dapat menarik investasi dan kegiatan bisnis internasional. Persaingan tersebut mendorong atau meningkatkan peluang adanya aggresive tax planning, international tax avoidance atau bahkan international tax evasion untuk meminimalkan beban pajak. Sebagai sebuah negara, Indonesia sendiri telah mengesahkan banyak Perjanjian Penghindaran Pajak Berganda/P3B (Tax Treaty), meratifikasi TIEA (Tax Information Exchange Agreements) dan Multilateral Convention on Mutual Administrative Assistance in Tax Matters (MAC) serta menandatangani MCAA (Multilateral Competent Authority Agreement) sebagai dasar untuk melaksanakan Pertukaran Informasi untuk Kepentingan Perpajakan. Indonesia juga berkomitmen untuk melakukan Pertukaran Informasi Keuangan secara Otomatis/Automatic Exchange of Information (AEOI) for Financial Account Information sesuai Common Reporting Standard (CRS) pada September 2018. Terkait dengan pertukaran informasi, penelitian dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan gambaran mendalam mengenai dasar pemikiran penerapan kebijakan, identifikasi tujuan kebijakan, analisis kebijakan dengan kriteria Sneed, analisis pencapaian kebijakan dengan Luder’s Model serta identifikasi faktor-faktor yang mendukung dan menghambat penerapan kebijakan Pertukaran Informasi untuk Kepentingan Perpajakan oleh Direktorat Jenderal Pajak. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, dengan pengumpulan data primer dari hasil wawancara mendalam pada informan dari Direktorat Jenderal Pajak serta data sekunder berupa statistik pelaksanaan kebijakan, jurnal, skripsi, buku-buku referensi, dan sumber lainnya yang relevan. Analisis data dilakukan dengan analisis deskriptif memakai teori kebijakan Sneed dan teori kontinjensi Luder. Hasil identifikasi dan analisis menunjukkan bahwa kebijakan pertukaran informasi untuk kepentingan perpajakan dilatarbelakangi oleh sistem perpajakan self assessment dan prinsip pengenaan worldwide income tax, adanya keterbatasan akses informasi berkenaan perpajakan ke luar negeri, maraknya praktik penghindaran dan pengelakan pajak internasional, tingkat kepatuhan pajak yang masih rendah, kepentingan untuk pembentukan basis data yang andal, optimalisasi penerimaan perpajakan, mengikuti perkembangan perpajakan global dan untuk menghindarai risiko ekonomi. Adapun tujuan atau sasaran dari penerapan kebijakan adalah untuk penyempurnaan kuantitas dan kualitas basis data, optimalisasi perangkat hukum pertukaran informasi perpajakan yang tersedia, pencegahan praktik penghindaran dan pengelakan pajak internasional, penyelarasan dan tindak lanjut kebijakan pengampunan pajak, peningkatan kepatuhan pajak, dan optimalisasi penerimaan perpajakan serta perbaikan reputasi Indonesia di bidang kerjasama perpajakan internasional. Hasil analisis kebijakan Pertukaran informasi berdasarkan kriteria Sneed adalah kebijakan ini memenuhi kriteria kecukupan, keadilan, penurunan ketidakadilan ekonomi, dan kesesuaian dengan pasar bebas namun demikian kebijakan ini tidak memenuhi kriteria kepraktisan, dan stabilitas. Hasil analisis kebijakan pertukaran informasi menggunakan Luder’s theory model menunjukkan bahwa capaian dari penerapan kebijakan ini dapat diukur dari beberapa dimensi, yaitu dimensi penerimaan dapat tercapai, dimensi pelaksanaan dan dimensi partisipasi tidak dapat tercapai, sedangkan dimensi kepatuhan tidak dapat ditentukan pencapainnya. Faktor yang mendukung pelaksanaan pertukaran informasi untuk kepentingan perpajakan yaitu dari sisi organisasi, dibentuknya Direktorat Perpajakan Internasional, dari sisi regulasi terbitnya PERPU Nomor 1 Tahun 2017 dan adanya ketersediaan data dan informasi yang dapat dipertukarkan. Adapun Hambatan dalam pelaksanaannya, antara lain: kurangnya jumlah sumber daya manusia yang menangani pertukaran informasi, kurangnya sosialisasi, kurangnya pemahaman dan kesadaran pada unit vertikal DJP, prosedur yang rumit dan menghabiskan waktu, kurangnya dukungan informasi dan teknologi, belum adanya target terukur, kurangnya tingkat kepercayaan dari Wajib Pajak, Indonesia masih menyandang reputasi yang kurang baik, dan adanya kepentingan serta karakteristik yang berbeda-beda antarnegara. Direktorat Jenderal Pajak masih perlu membenahi kualitas pemahaman dan kesadaran akan pentingnya pertukaran informasi perpajakan internasional, meningkatkan kepercayaan dari Wajib Pajak, membenahi sistem informasi dan teknologinya serta memperbaiki peringkatnya terkait pertukaran informasi pada Global Forum on Transparency and Exchange of Information for Tax Purposes. | Globalization and the development of science and technology encourage the existence of international cross border transactions, the principle of state sovereignty encourage countries to compete by using taxation instruments to attract investment and international business activities. Competition increases the chances of aggressive tax planning, international tax avoidance or even international tax evasion to minimize the tax burden. In response of afromentioned matters, Indonesia itself has endorsed many Tax Treaty Agreements, ratified the TIEA (Tax Information Exchange Agreements) and the Multilateral Convention on Mutual Administrative Assistance in Tax Matters (MAC) and signed the MCAA (Multilateral Competent Authority Agreement) as the basis for implementing Information Exchange for Tax Purposes. Indonesia is also committed to an Automatic Exchange of Information (AEOI) for Financial Account Information under Common Reporting Standard (CRS) in September 2018. This study aims to obtain an in-depth overview of the background of policy implementations, identification of policy objectives, policy analysis with Sneed criteria, policy achievement analysis with Luder's Model and identification of factors that support and impede the application of information exchange policy for tax purposes by the Directorate General of Taxes. This research uses qualitative research methods, with primary data collection from the results of in-depth interviews on informants from the Directorate General of Taxation and secondary data in the form of statistical implementation of policies, journals, theses, reference books, and other relevant sources. Data analysis was done by descriptive analysis using Sneed's policy theory and Luder's contingency theory. The results indicate that the information exchange policy for tax purposes is motivated by the self assessment taxation system and the principle of imposition of the worldwide income tax, the limited access of information concerning taxation abroad, the prevalence of evasion and evasion of international tax, the level of tax compliance is still low, the importance of establishing a reliable database, optimizing tax revenue, tracking the development of global taxation and avoiding economic risks. The objectives or targets of the implementation of the policy are to improve the quantity and quality of the database, optimize the legal instruments of exchange of information for tax purposes, an anti-tax avoidance and tax evasion measure, alignment and follow-up of tax amnesty policy, increasing tax compliance and optimizing tax revenue and improving Indonesia's reputation in the field of international tax cooperation. The result of analysis based on the Sneed criteria on exchange of information for tax purposes policy shows that this policy meets the criteria of adequacy, equality, reduce economic inequality, and comptability with the free market, however this policy does not meet the criteria of practicality, and stability. The result of analysis on exchange of information for tax purposes policy using Luder's theory model shows that the achievement of the implementation of this policy can be measured from several dimensions, namely the dimension of tax revenue can be achieved, the implementation dimension and the dimension of participation can not be achieved, while the dimension of compliance can not be determined. Factors that support the implementation of the exchange of information for the tax purposes, from the side of the organization, the establishment of the Directorate of International Taxation, in terms of regulation of the issuance of PERPU No. 1 Year 2017 and the availability of data and information that can be exchanged. The obstacles in the implementation are: lack of human resources handling information exchange, lack of socialization, lack of understanding and awareness of DGT vertical units, complicated and time-consuming procedures, lack of information and technology support, lack of trust from the Taxpayers, no measurable targets, bear a bad reputation, and the existence of different interests and characteristics between countries. The Directorate General of Taxes needs to improve the quality of understanding and awareness of the importance of exchange of information for tax purposes, improving trust from the taxpayers, fixing its information and technology system and improving its ranking on the exchange of information on the Global Forum on Transparency and Exchange of Information for Tax Purposes. | |
| 17359 | 20457 | C1F015070 | Analisis Model Kesuksesan Sistem Informasi DeLone dan McLean pada Billing Online di KPU Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Priok | Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif untuk menguji kesuksesan sistem Billing Online di Lingkungan KPU BC Tanjung Priok. Penelitian ini mengambil judul: “Analisis Model Kesuksesan Sistem Informasi DeLone dan McLean Pada Billing Online di Lingkungan Kantor Pelayanan Utama Tipe A Tanjung Priok”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kualitas sistem, kualitas informasi, kualitas layanan terhadap kepuasan pengguna dan pengaruh kepuasan pengguna terhadap manfaat bersih yang didapat. Populasi dalam penelitian ini adalah semua pengguna yang menggunakan sistem Billing Online dalam melakukan proses pembayaran kewajiban kepabeanan dan cukai. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan penyebaran kuesioner menggunakan teknik accidental sampling. Jumlah responden yang terkumpul dalam penelitian ini adalah 97 responden. Analisis data menggunakan Structural Equation Model-Partial Least Square (SEM-PLS). Berdasarkan hasil penelitian dengan menggunakan model kesuksesan sistem informasi DeLone dan McLean menunjukkan bahwa: (1) Kualitas sistem berpengaruh terhadap kepuasan pengguna; (2) Kualitas informasi berpengaruh terhadap kepuasan pengguna; (3) Kualitas layanan tidak berpengaruh terhadap kepuasan pengguna; (4) Kepuasan pengguna berpengaruh terhadap manfaat bersih yang didapat. Implikasi hasil penelitian ini, pengelola sistem Billing Online dapat melakukan upaya peningkatan kepuasan pengguna dengan meningkatkan kualitas sistem dan kualitas informasi antara lain dengan melakukan simplifikasi tampilan dan opsi-opsi yang terdapat dalam sistem, pembentukan Standar Operasional Prosedur (SOP) dan tim khusus yang memiliki tanggung jawab apabila terjadi sistem error pada sistem Billing Online, serta pelaksanaan sosialisasi terkait penggunaan sistem kepada pengguna. | Billing Online is an implemented Information System by Ministry of Finance for managing the process of receiving, depositing, data collection, recording, summarizing, and reporting, related to state revenue. This research is to test whether system quality, information quality, and service quality positively affect on user satisfaction, and to test whether user satisfaction have effect on net benefits. Model used in this research was Updated DeLone and McLean’s Information System Success Model (2003), which was modified by eliminating construct of use/intention to use. The research was done on system user in Prime Customs Office Tanjung Priok in Indonesia. Data was obtained by distributing questionnaires. 97 questionnaires collected and analysed by using software Smart PLS version 3.2.6.. The result of test indicated that (1) System quality has a effect on user satisfaction; (2) Information quality has a effect on user satisfaction; (3) Service quality has no effect on user satisfaction; (4) User satisfaction has a effect on net benefits. | |
| 17360 | 20458 | C1F015066 | Analisis Pengaruh Pertumbuhan Penerimaan PBB-P2 dan BPHTB terhadap Pertumbuhan Kemandirian Keuangan Daerah | Penelitian ini berjudul “Analisis Pengaruh Pertumbuhan Penerimaan PBB-P2 dan BPHTB terhadap Pertumbuhan Kemandirian Keuangan Daerah”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh pertumbuhan penerimaan PBB-P2 dan pertumbuhan penerimaan BPHTB terhadap pertumbuhan kemandirian keuangan daerah pada seluruh pemerintah kabupaten/kota di Indonesia. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan data panel yang memuat informasi keuangan 18 kabupaten/kota di Indonesia tahun 2013 s.d. 2015, sehingga teknik yang digunakan untuk menganalisis pengaruh antara variabel independen dan dependennya menggunakan analisis regresi berganda. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder dimana seluruh laporan keuangan pemerintah daerah diperoleh dari Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Pertumbuhan penerimaan PBB-P2 dan BPHTB berpengaruh terhadap pertumbuhan kemandirian keuangan daerah; (2) Pertumbuhan penerimaan PBB-P2 tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan kemandirian keuangan daerah; (3) Pertumbuhan penerimaan BPHTB berpengaruh terhadap pertumbuhan kemandirian keuangan daerah. Implikasi hasil penelitian ini untuk memberikan kontribusi positif bagi pemerintah daerah (kabupaten/kota) untuk melakukan perbaikan pengelolaan penerimaan daerahnya, khususnya pengelolaan penerimaan PBB-P2 dan BPHTB untuk dapat mencapai kemandirian keuangan daerah. | This research entitled "Analysis of Effect of Rural and Urban Land and Building Tax’s (PBB-P2) Growth and Acquisition of Land and Building Right’s (BPHTB) Growth on Local Financial Independence’s Growth". The purpose of this research is to analyze the influence of Rural and Urban Land and Building Tax’s (PBB-P2) Growth and Acquisition of Land and Building Right’s (BPHTB) Growth on Local Financial Independence’s Growth in Indonesia's Local Governments. This study was conducted using panel data containing financial informations of 18 Indonesia's Local Governments from 2013 until 2015, and the technique used to analyze the influence between independent variables and dependent using multiple regression analysis. The data used in this study is secondary data obtained from The Audit Board of The Republic of Indonesia (BPK RI). This research indicates that: (1) Rural and Urban Land and Building Tax’s (PBB-P2) Growth and Acquisition of Land and Building Right’s (BPHTB) Growth simultaneously affect Local Financial Independence’s Growth in Indonesia's Local Governments; (2) Rural and Urban Land and Building Tax’s (PBB-P2) Growth does not affect Local Financial Independence’s Growth in Indonesia's Local Governments; (3) Acquisition of Land and Building Right’s (BPHTB) Growth affects Local Financial Independence in Indonesia's Local Governments. The implication of this study is to positively contribute on the improvement of Indonesia's Local Governments income management, especially on income management of Rural and Urban Land and Building Tax (PBB-P2) and Acquisition of Land and Building Rights (BPHTB) to achieve Local Financial Independence. |