Artikelilmiahs
Menampilkan 17.401-17.420 dari 50.029 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 17401 | 21592 | E1A114064 | DISSENTIING OPINION HAKIM DALAM MEMUTUS SENGKETA TATA USAHA NEGARA MENGENAI PENGADAAN TANAH BAGI PEMBANGUNAN UNTUK KEPENTINGAN UMUM (Studi Putusan Nomor: 59/G/2016/PTUN.JKT) | Penelitian ini bersumber pada putusan PTUN Jakarta Nomor 59/G/2016/PTUN.JKT yang akan menguraikan mengenai dissenting opinion hakim antara Hakim Anggota I dan Hakim Anggota II dengan Hakim Ketua Majelis (Hakim Dissenting) mengenai tenggang waktu pengajuan gugatan penetapan lokasi dan menganalisis pertimbangan hukum hakim dalam menentukan keabsahan Surat Keputusan dalam memutus sengketa pengadaan tanah bagi pembangunan untuk kepentingan umum. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pendekatan yuridis normatif. Data yang digunakan adalah data sekunder yang terdiri dari bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder berupa Peraturan Perundang-Undangan yang relevan dan buku-buku literatur. Kesimpulan yang dapat ditarik dari penelitian ini yaitu adanya dissenting opinion Hakim Anggota I dan II dengan Hakim Ketua Majelis (hakim dissenting) mengenai tenggang waktu pengajuan gugatan penetapan lokasi pengadaan tanah untuk kepentingan umum yang didasarkan pada Pasal 23 ayat (1) Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2012 dan Pasal 46 ayat (5) Peraturan Presiden Nomor 71 Tahun 2012 dalam putusan PTUN Jakarta Nomor 59/G/2016/PTUN.JKT dimana dalam hal terdapat dissenting opinion, putusan diambil berdasarkan suara mayoritas Majelis Hakim. Dan dalam menentukan keabsahan sebuah Keputusan Tata Usaha Negara wajib melihat dari Peraturan Perundang-Undangan kewenangan dan Asas-Asas Umum Pemerintahan Yang Baik. | ABSTRACT This research is based on the decision of PTUN Jakarta Number 59/G/2016/ PTUN.JKT which will describe the dissenting opinion of the judge between the Member Judge I and the 2nd Member Judge with the Chief Judge (Judge Dissenting) regarding the grace period for filing the location setting and analyzing the consideration judge law in determining the validity of the Decree in deciding the land acquisition dispute for development for the public interest. The approach method used in this research is normative juridical approach method. The data used are secondary data consisting of primary legal materials and secondary legal materials in the form of relevant legislation and literature books. The conclusion that can be drawn from this research is the dissenting opinion of the members of Judges I and II with the Chief Judge (dissenting judge) regarding the deadline of filing a lawsuit of land acquisition for public purposes based on Article 23 paragraph (1) of Law Number 2 In 2012 and Article 46 paragraph (5) of Presidential Regulation No. 71 of 2012 in the decision of PTUN Jakarta Number 59/ G/2016/PTUN.JKT where in the case of dissenting opinion, the decision shall be made by a majority vote of the Panel of Judges. And in determining the legitimacy of a State Administrative Decision shall see from the Regulations of the Authority and the Governing Principles of Good Governance. Keywords: Dissenting Opinion, Land Procurement, Public Interest | |
| 17402 | 20501 | F1J013043 | Tindak tutur ilokusi dalam percakapan antara Pemandu Wisata dan Wisatawan Jepang di Taman Wisata Candi Borobudur | Penelitian ini berjudul Tindak tutur ilokusi dalam percakapan antara Pemandu Wisata dan Wisatawan Jepang di Taman Wisata Candi Borobudur. Tujuannya adalah untuk mendeskripsikan jenis dan fungsi tindak tutur ilokusi dalam percakapan antara Pemandu Wisata dan Wisatawan Jepang di Taman Wisata Candi Borobudur. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, simak bebas libat cakap, rekam, dan catat. Hasil penelitian yang ditemukan adalah 17 data tindak tutur ilokusi, yaitu 7 data jenis tindak tutur ilokusi asertif dengan fungsi mengemukakan pendapat, membual, mengusulkan, menyatakan, dan melaporkan. 1 data jenis tindak tutur ilokusi direktif dengan fungsi memohon. 4 data jenis tindak tutur ilokusi komisif dengan fungsi menawarkan. 4 data jenis tindak tutur ilokusi ekspresif dengan fungsi memuji.dan berterima kasih 1 data jenis tindak tutur ilokusi deklarasi dengan fungsi menolak. Jadi kesimpulannya adalah jenis tindak tutur ilokusi asertif lebih banyak dituturkan oleh pemandu wisata untuk memberikan informasi mengenai Taman Wisata Candi Borobudur. | This present research is entitle “Illocution Speech Act in Conversation Between Tour Guide and Japanese Tourist in The Tourism Park of Borobudur Temple”. The objective of the research is to describes types and function of illocution speech act in conversation between tour guide and Japanese tourist at Borobudur temple. This research is a qualitative research with data collection technique use observation, simak bebas libat cakap method, rekam method and catat method. The result showed that there were 17 data of illocution speect act, such as 7 data of the types illocution speech act assertive that had function of declaring, boasting, proposing, expressing opinion and reporting. 1 data of illocution speech act directive that had function of requesting. 4 data of illocution speech act commissive that had function of offering. 4 data of illocution speech act expressive that had function of thankful and praising. 1 data of illocution speech act declaration that had function of refusing. The conclusion is the type of illocution act assertive is used more by tour guide to give information about Borobudur Temple. | |
| 17403 | 20502 | F1B013057 | PENGARUH KUALITAS PELAYANAN PUBLIK TERHADAP TINGKAT KEPUASAN MASYARAKAT PENGGUNA COMMUTER LINE JABODETABEK | Penelitian ini bertujuan untuk melihat adanya pengaruhkualitas pelayanan publik terhadap tingkat kepuasan masyarakat pengguna layanan jasa Commuter Line. Commuter Line adalah angkutan masal berbentuk kereta rel listrik yang melayani kegiatan transportasi di Jabodetabek. Penelitian kuantitatif ini menggunakan Teknik analisis data Regresi Linier sederhana antar variabel. Data penelitian diambil dari 384 responden yang berupa pengguna aktif layanan jasa Commuter Line dengan menggunakan teknik pengambilan sampel secara insidental. Hasil penelitian menunjukan bahwa angka kepuasan masyarakat pengguna Commuter line cukup baik di nilai 74,14% dengan nilai kualitas pelayanan sebesar 71,92% untuk kemudian menghasilkan nilai konstan sebesar 0,869 dan nilai kualitas pelayanan sebesar 0,157 dengan persamaan Y= 0,869 + 0,157X. Dimana setiap penambahan nilai kualitas pelayanan maka nilai kepuasan akan bertambah sebesar 0,517. Dengan nilai signifikansi adalah 0,00 (sangat kuat) | This research is intended to see the influence of public service quality to the user’s satisfaction of Commuter Line. Commuter Line is a mass transit electric train that serves transportation activities in Jabodetabek. This quantitative research uses simple linear regression analysis technique data between variables. The research data was taken from 384 respondents in the form of active user of Commuter Line by using incidental sampling technique. The result of this research show that the user’s satisfaction of Commuter line user is good enough at 74,14% with service quality equal to 71,92% to then produce constant value equal to 0,869 and value of service quality equal to 0,157 with equation Y = 0,869 + 0,157X. Where every additional value of service quality then the value of satisfaction will increase by 0.517. With the significance value is 0.00 (very strong) | |
| 17404 | 20503 | F1G011035 | ANALISIS STRUKTUR NARATIF NASKAH DRAMA MALAM JAHANAM KARYA MOTINGGO BUSYE | Penelitian ini berjudul “Analisis Struktur Naratif Naskah Drama Malam Jahanam Karya Motinggo Busye”. Latar belakang masalah terletak pada konsep satu babak yang ditawarkan oleh pengarang, dengan permasalahan yang rumit namun diolah dengan teknik penceritaan yang menarik. Naskah ini menceritakan tentang terbongkarnya rahasia-rahasia paling kelam masing-masing tokoh hanya dalam satu malam. Masalah utama dalam penelitian ini adalah bagaimana bentuk struktur naratif dalam naskah drama Malam Jahanam karya Motinggo Busye. Metode yang digunakan adalah deskriptif analisis, dimana naskah dijabarkan lalu dianalisis. Penelitian ini menggunakan pendekatan strukturalisme yang fokus pada penelaahan urutan satuan cerita dan urutan hubungan logis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa naskah Malam Jahanam karya Motinggo Busye memiliki 98 makro sekuen dan 260 mikro sekuen pada urutan satuan cerita dan 40 fungsi utama yang membangun hubungan logis cerita. Dari penelitian ini dapat diperoleh kesimpulan juga bahwa teknik satu babak yang digunakan pengarang dalam naskah ini memperkuat kualitas struktur cerita. | This research is entitled "Narrative Structure Analysis of Malam Jahanam Playscript by Motinggo Busye". The background of the issue lies in the one-round concept that offered by the author, which had complicated issues but treated with interesting storytelling techniques. This playscript tells about the revelation of the darkest secrets of each character in just one night. The main issue in this research is how the narrative structure in the Malam Jahanam playscript by Motinggo Busye were formed. The method that used in this research is descriptive analysis, where the playscript is described and then analyzed. This research use structuralism as an approach, that focus on analyze the story-secquences order and the logical-functions order. The results of this research indicate that Motinggo Busye's Malam Jahanam playscript has 98 macro secquences and 260 micro sequences on the story-secquences order and 40 main functions that build the logical-functions order of the story. From this research can also be obtained conclusion that a one-round technique used by authors in this playscript reinforce the quality of the structure of the story. | |
| 17405 | 20504 | F1B012058 | Pengarug Isi Kebijakan dan Konteks Kebijakan terhadap Keberhasilan Implementasi Program Manajemen Berbasis Sekolah di SMP Negeri 1 Patikraja Kabupaten Banyumas | ABSTRAK Program Manajemen Berbasis Sekolah adalah sebuah program yang dibuat pemerintah untuk memberikan otonomi khusus dalam hal pengelolaan dan penentuan kebijakan atas permasalahan yang dimiliki yang bertujuan untuk meningkatan mutu dan kualitas pendidikan. Pelaksanaan program manajemen berbasis sekolah diharapkan mampu meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan disetiap sekolah terutama yang berada di daerah-daerah yang jauh dari lingkup kota. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah pengaruh yang positif dan signifikan antara Isi Kebijakan dan Konteks Kebijakan terhadap Keberhasilan Implementasi Program Manajemen Berbasis Sekolah di SMPN 1 Patikraja Kabupaten Banyumas. Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 1 Patikraja. Dalam penelitian ini menggunakan teori implementasi menurut Merilee S Grindle. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif asosiatif dengan pendekatan survey. Sasaran padapenelitian ini adalah adalah tenaga pendidik SMPN 1 Patikraja dengan sampel 31 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner, wawancara, obsevasi dandokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah distribusi frekuensi,Kendall tau, Kendall W, dan analisis regresi ordinal.Hasil penelitian menunjukan bahwa dari kedua variabel yang terdiri dari isi kebijakan dan Konteks Kebijakan berpengaruh positif dan signifikan terhadap keberhasilan implementasi. Hal inimembuktikan bahwa semua variabel independen mempunyai pengaruh positif dansignfikan terhadap variabel dependen yaitu keberhasilan implementasi. | ABSTRACT The School Based Management Program is a program that was created by the government in order to provide special autonomy in terms of managing and determining policies on issues that are aimed on improving the quality of education. The implementation ofschool-based management program is expected to improve the quality of education in every school, especially those whose located in areas that are far from the city. This study aims to determine whether there is a positive and significant influence between the Policy Content and the Implementation Context toward the Successful Implementation of School Based Management Program in SMPN 1 Patikraja,Banyumas Regency.This research was conducted in SMPN 1 Patikraja.In this study using the implementation theory according to Merilee S Grindle. The research method used is quantitative associative with survey approach. The target of this research is educator in SMPN 1 Patikraja with as much as 31 people. Data were collected through questionnaires, interviews, observations and documentation. A data analysis technique that is being used is the frequency distribution, Kendall tau, Kendall W, and ordinal regression analysis.The results showed that the two variables consist of policy content and implementation context have a positive effect on the successes of the implementation. This proves that all the independent variables have a positive and significance influence to the dependent variable, which is the successful implementation. | |
| 17406 | 20514 | B1J013100 | KOMPOSISI DAN DISTRIBUSI FITOPLANKTON PADA MUSIM BERBEDA DI PERAIRAN SEGARA ANAKAN BAGIAN BARAT, CILACAP. | Segara Anakan merupakan perairan estuari tropis yang terletak di pantai selatan Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Musim hujan dan kemarau pada perairan tropis merupakan salah satu contoh skala waktu yang berpengaruh bagi fitoplankton. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas perairan, komposisi dan distribusi fitoplankton di perairan Segara Anakan bagian barat, Cilacap pada musim hujan dan musim kemarau serta mengetahui faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap komposisi dan distribusi fitoplankton pada kedua musim. Penelitian dilakukan menggunakan metode survei pada enam stasiun di perairan Segara Anakan bagian barat, Cilacap pada musim hujan dan kemarau. Variabel penelitian meliputi kualitas perairan, komposisi dan distribusi fitoplankton. Parameter penelitian meliputi temperatur, penetrasi cahaya, salinitas, pH, oksigen terlarut, konsentrasi nitrat, konsentrasi fosfat, jumlah spesies dan jumlah individu spesies fitoplankton. Hasil penelitian menunjukan kualitas perairan Segara Anakan bagian barat, Cilacap pada musim hujan dan musim kemarau dikategori dalam perairan kelas tiga berdasarkan PP R.I Nomor 82 Tahun 2001 tentang pengelolaan kualitas air dan pengendalian pencemaran air ditinjau dari parameter fisika-kimia perairan. Terdapat 12 spesies fitoplankton yang ditemukan pada musim hujan dan 34 spesies pada musim kemarau. Distribusi fitoplankton di perairan Segara Anakan bagian barat, Cilacap dari kedua musim menunjukan pola distribusi seragam dan berkelompok. Konsentrasi nitrat pada musim hujan dan salinitas pada musim kemrau merupakan faktor lingkungan yang memiliki nilai korelasi tertinggi terhadap komposisi dan distribusi fitoplankton di perairan Segara Anakan bagian barat, Cilacap. | Segara Anakan is a tropical estuary located in southern Cilacap, Central Java. Rain and dry season in tropical areas are the example of time scale that affected to phytoplankton. The research aimed to find out water quality, composition and distribution of phytoplankton at rain and dry season in the West Segara Anakan, Cilacap and the environmental’s factors that affected. Sampling was conducted by survey in six stations at rain and dry season. Variables used are water’s quality, composition and distribution of phytoplankton. The measured parameters were temperature, light penetration, salinity, pH, dissolved Oxygen (DO), nitrate’s consentration, phosphate’s consentration, the amount of species and individual spesies of phytoplankton. The results obtained from this research are water quality of this environment categorized into third class based on Government Rules of Republic Indonesia No. 82 Year 2001 about water quality treatment and water pollution control. Data of phytoplankton’s composition showed by 12 species found at rain season and 34 species at dry season. Distribution of phytoplankton at both seasons consist of uniform and aggregate patterns. Nitrate’s consentration at rain season and salinity at dry season were the highest environmental factor that correlated to composition and distribution phytoplankton in the west Segara Anakan, Cilacap. | |
| 17407 | 20505 | B1J013200 | Keanekaragaman Rayap (O:Isoptera) pada Ekosistem Hutan Pinus dan Damar di Ketinggian 800 mdpl Wilayah KPH Banyumas Timur | Rayap merupakan serangga sosial pemakan selulosa yang sering dijumpai di berbagai ekosistem. Peranan rayap sebagai penyubur tanah akan berkurang jika terjadi penurunan kekayaan jenis, komposisi jenis, serta karakteristik fungsional dari rayap. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaman, kemerataan, dan dominansi rayap pada ekosistem hutan pinus dan damar di ketinggian 800 mdpl wilayah KPH Banyumas Timur. Penelitian dilakukan di hutan pinus dan damar Desa Karangtengah, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas menggunakan metode belt transect (P=100 m, L=2 m). Transek dibagi menjadi 20 bagian (section) pada masing-masing hutan pinus dan damar. Sampel rayap diambil dari 20 bagian (section) yang dibuat. Data kekayaan spesies, kemerataan, dan dominansi dianalisis menggunakan Indeks Shannon-Wienner (H'), Indeks kemerataan Shannon-Evennes (E), dan Indeks dominansi Simpson. Hasil penilitian didapatkan 5 spesies rayap yaitu, Schedorhinotermes javanicus Kemner, Odontotermes spp. Holmgren, Nasutitermes javanicus Holmgren, Pericapritermes semarangi Holmgren, dan Procapritermes setiger Haviland. Berdasarkan hasil perhitungan diketahui nilai indeks keragaman pinus H'=1,56 tergolong sedang, sedangkan damar H'=0,85 tergolong rendah. Nilai indeks kemerataan pada pinus (E=0,88) tergolong tinggi dan damar (E=0,5) tergolong sedang. Dominansi pada pinus (0,29) tergolong sedang, sedangkan damar (0,5) tergolong tinggi. Kelimpahan spesies rayap di ketinggian 800 mdpl pada hutan pinus lebih tinggi dibanding dengan hutan damar. Spesies yang paling dominan adalah Schedorhinotermes javanicus Kemner. | Termites are social insects of cellulose eaters that found in various ecosystems. The role of termites as soil fertilizers will be reduced if these species richness, species composition, and functional characteristics are decreased. The aims of this research are to determine the diversity, evenness, and dominance of termites in pine and dammar at 800 mdpl KPH Banyumas Timur. This research using belt transect (L=100 m, W=2 m) method. Each belt transect was devided into 20 sections, the termite was sampled from these sections. The species richness, abundance, and dominance data were analyzed using the Shannon-Wienner Index (H'), Shannon-Evennes Index (E), and Simpson's dominance Index. The results of this research were 5 species of termites, namely Schedorhinotermes javanicus, Odontotermes spp., Nasutitermes javanicus, Pericapritermes semarangi, and Procapritermes setiger. Based on the calculation the pine diversity index value (H’=1.56) classified as moderate, dammar (H’=0.85) classified as low. The Evennes index values in pine (E=0.88) is high and dammar (E=0.5) is moderate. The dominance of pine (0.29) is moderate, dammar (0.5) is high. The conclusion is abundance of termite species in pine forests is higher than dammar forest. The most dominant species is Schedorhinotermes javanicus. | |
| 17408 | 20520 | B1J013024 | AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL MISELIUM JAMUR Coprinus comatus PADA WAKTU INKUBASI BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN Staphylococcus aureus DAN Escherichia coli | Jamur Coprinus comatus atau yang lebih dikenal sebagai shaggy ink cap mushroom merupakan edible mushroom yang memiliki berbagai fungsi bioaktif seperti antitumor dan efek antibakteri. Pengujian aktivitas antibakteri dari ekstrak jamur C. comatus dapat dilakukan dengan menggunakan tubuh buah ataupun miselium jamur. Senyawa antibakteri dapat diperoleh dari miselium jamur C. comatus yang diinkubasi dalam medium cair. Waktu inkubasi yang optimal untuk memperoleh senyawa antibakteri pada miselium C. comatus masih belum diketahui. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh ekstrak miselium jamur C. comatus dengan lama waktu inkubasi berbeda terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus dan Escherichia coli serta untuk mengetahui lama waktu inkubasi miselium jamur C. comatus yang paling optimal untuk memperoleh ekstrak miselium jamur yang paling banyak dan penghambatannya terhadap pertumbuhan S. aureus dan E. coli. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan perbedaan lama waktu inkubasi miselium jamur. Uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan menggunakan metode difusi agar. Parameter utama yang diamati adalah diameter zona hambat bakteri uji dan parameter pendukung yang diamati yaitu bobot basah, bobot kering, bobot ekstrak miselium jamur C. comatus dan pH medium cair. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan ANOVA pada tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan waktu inkubasi miselium jamur C. comatus berpengaruh sangat nyata terhadap bakteri S. aureus dan berpengaruh nyata terhadap bakteri E. coli. Ekstrak miselium jamur C. comatus dengan waktu inkubasi 28 hari mampu menghasilkan zona hambat tertinggi terhadap pertumbuhan bakteri S. aureus dan E. coli secara berturut-turut yaitu 8,58 mm dan 8,42 mm. Zona hambat terendah diperoleh dari ekstrak miselium jamur C. comatus inkubasi 7 hari yang mampu menghambat pertumbuhan bakteri S. aureus dan E. coli masing-masing sebesar 7,58 mm dan 7,16 mm. | Coprinus comatus mushroom or usually known as shaggy ink cap mushroom is an edible mushroom that have various bioactive function just like as antitumor and antibacterial. The antibacterial activity assay from C. comatus extract can be done by using the fruit body or mushroom’s mycelium. The mycelium is incubated in a liquid medium to produce the antibacterial compound. The optimal incubation time to produce antibacterial compound from C. comatus mycelium is still unknown. The aims of this research were to know the effect of C. comatus mycelium extract with different period of incubation time toward the growth of S. aureus and E. Coli and to know the most optimal incubation time needed for C. comatus mycelium to produce the highest amount of mycelium extract and its inhibition against growth of S. aureus and E. coli. The method that used in this research was an experimental method using Completely Randomized Design with different treatments of mycelium incubation time. Testing of antibacterial activity was done by using agar diffusion method. The main parameter that examined was diameter of the bacteria inhibitory zone and the supporting parameter that examined were wet weight, dry weight, mycelium extract of C. comatus mushroom and pH of the liquid medium. The data obtained then analyzed using ANOVA with the confidence level of 95%. The result of this research showed that the different incubation time of mycelium C. comatus toward S. aureus showed a very significant result, while analysis toward E. coli showed a significant result. Coprinus comatus mycelium extract of 28 days incubation time was able to produce the highest inhibitory zone toward S. aureus and E. coli respectively were 8,58 mm and 8,42 mm. The lowest inhibitory zone was obtained from a 7 days incubation time of C. comatus mycelium extract toward S. aureus and E. coli respectively were 7,58 mm and 7,16 mm. | |
| 17409 | 21923 | F1B113030 | Implementasi Kebijakan Penyelenggaraan Reklame di Kabupaten Banyumas | Implementasi kebijakan penyelenggaraan reklame Kabupaten Banyumas sebagai perwujudan dimana pertumbuhan reklame di Kabupaten Banyumas harus rapih dan tidak merusak keindahan tata ruang kota. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kebijakan penyelenggaraan reklame di Kabupaten Banyumas. Lokasi penelitian ini dilakukan di Satuan Polisi Pamong Praja, Dewan Penanaman Modal Dan Pelayanan Perizinan, dan Badan Keuangan Daerah Kabupaten Banyumas. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian model kualitatif dengan menggunakan analisis deskriptif. Pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling dan untuk memperoleh data penelitian menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data menggunakan model analisis interaktif. Hasil penelitian ini menunjukan implementasi kebijakan penyelenggaraan reklame di Kabupaten Banyumas yang belum optimal. Aspek komunikasi sudah optimal dimana Dinas yang terkait dengan kebijakan penyelenggaraan reklame sudah menjalin hubungan komunikasi yang baik dengan cara sosialisasi dan koordinasi. Aspek Sumber Daya belum optimal, karena Satpol PP masih kekurangan fasilitas untuk menertibkan reklame yang tidak sesuai Perda atau liar. Aspek disposisi belum optimal, dimana dinas yang terkait dengan penyelenggaraan reklame sudah melakukan tindakan partisipasif dengan baik dan sesuai dengan tupoksinya namun DPMPP dan BKD tidak dapat melakukan tindakan partisipasif dengan baik karena hanya memberikan pelayanan. Aspek hubungan dengan organisasi lain juga sudah lumayan optimal. Ketiga dinas saling berhubungan baik untuk mengimlementasikan kebijakan penyelenggaraan reklame di Kabupaten Banyumas. | Implementation of the implementation policy of Banyumas Regency as an embodiment where the growth of billboard in Banyumas Regency must be neat and not damage the beauty of urban spatial. This study aims to describe the policy of advertising in Banyumas regency.The location of this research was conducted in Satuan Polisi Pamong Praja, Board of Investment and Licensing Service, and Regional Finance Agency of Banyumas Regency. The type of research conducted is a qualitative model research using descriptive analysis. Selection of informants using purposive sampling technique and to obtain research data using interviews, observation and documentation. While the data analysis technique using interactive analysis model.The result of this research shows the implementation of policy of advertisement of advertisement in Banyumas Regency which not yet optimal. The aspect of communication has been optimal where the Dinas related to the policy of the implementation of advertisement have established good communication relationship by way of socialization and coordination. Resource aspect has not been optimal yet, because Satpol PP still lack facilities to curb unlawful or illegal billboards. The disposition aspect has not been optimal yet, whereas the offices associated with the signing of the advertisement have done the participative actions well and in accordance with the tupoksinya but DPMPP and BKD can not participate properly because they only provide services. Aspects of relationships with other organizations are also quite optimal. The three agencies are interconnected both to implement the policy of advertising in Banyumas regency. | |
| 17410 | 20506 | F1F011046 | An Analysis of Figurative Language Translation and Its Readability in Ahmad Tohari’s Senyum Karyamin | ABSTRAK Faridah. 2017. An Analysis of Figurative Language Translation and Its Readability in Ahmad Tohari’s Senyum Karyamin. Skripsi. Pembimbing 1: R. Pujo Handoyo, S.S., M.Hum., Pembimbing 2: Asrofin Nur Kholifah, S.S., M.Hum., Penguji: Dyah Raina Purwaningsih, S.S., M.Hum. Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Universitas Jenderal Soedirman, Fakultas Ilmu Budaya, Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris, Program Studi Sastra Inggris, Purwokerto. Kata kunci: cerita pendek Senyum Karyamin, figurative language, tingkat keterbacaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis gaya bahasa dalam terjemahan bahasa Inggris yang mengalami perubahan atau tidak dan tingkat keterbacaan terjemahannya agar pembaca tidak sulit untuk memahami gaya bahasa pada terjemahan bahasa Inggris pada kumpulan cerita pendek Senyum Karyamin oleh Ahmad Tohari. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik total sampling dimana terdapat 90 data. Data penelitian berupa semua jenis gaya bahasa yang terdapat dalam buku Senyum Karyamin dan terjemahannya. Dalam Proses pengumpulan data, peneliti mengumpulkan kalimat yang termasuk gaya bahasa dan membagikan kuisioner kepada para penilai untuk mengukur tingkat keterbacaan terjemahan. Untuk menjawab rumusan masalah, peneliti menggunakan teori dari Littlemore tentang gaya bahasa dan Nababan, Nuraeni & Sumardiono tentang pengukuran tingkat keterbacaan terjemahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 90 data, ditemukan 8 jenis gaya bahasa yaitu simile (20 data), metafora (18 data), hiperbola (16 data), ironi (2 data), personifikasi (22 data), paradoks (5 data), retorik (4 data), dan repetisi (3 data). Berdasarkan penilai, tingkat keterbacaan tinggi ditemukan 78 data, 10 data pada tingkat keterbacaan sedang dan 2 data pada tingkat keterbacaan rendah. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terjemahan gaya bahasa dalam Senyum Karyamin memiliki keterbacaan tinggi. Terdapat 78 data yang didominasi oleh gaya bahasa metafora, personifikasi dan simile. Maka, disimpulkan bahwa jenis gaya bahasa dapat menentukan tingkat keterbacaan terjemahan karena kata, istilah teknis, frase, klausa, kalimat atau terjemahan teks dapat dengan mudah dipahami oleh pembaca. | ABSTRACT Faridah. 2017. An Analysis of Figurative Language Translation and Itsn Readability in Ahmad Tohari’s Senyum Karyamin.Thesis. Supervisor 1: R. Pujo Handoyo, S.S., M.Hum., Supervisor 2: Asrofin Nur Kholifah, S.S., M.Hum., External Examiner: Dyah Raina Purwaningsih, S.S., M.Hum. Ministry of Research, Technology and Higher Education, Teknologi, Jenderal Soedirman University, Faculty of Humanities, English Department, English Literature Study Program, Purwokerto. Keywords: short story of Senyum Karyamin, figurative language, readability. This study aims to know whether the types of figurative language in English translation of Senyum Karyamin have replacement or not and to measure the readability of the translation. The research used qualitative descriptive method with total sampling technique. There are 90 data found in this research. To collect the data, the researcher collected sentences that contain of figurative language and distributed questionnaire to the raters to measure the readability of translation. To answer the research question, the researcher used Littlemore's theory of figurative language and Nababan, Nuraeni & Sumardiono’s to measure the readability of translation. The results showed in 90 data, there are 8 types of figurative language identified including simile (20 data), metaphore (18 data), hyperbole (16 data), irony (2 data), personification (22 data), paradox (5 data), rhetoric (4 data), and repetition (3 data). Based on the raters’ assessment, 78 data have high readability, 10 data have medium readability and 2 data have low readability. Thus, it can be concluded that the translation of the figurative language in Senyum Karyamin generally have high readability. It is discovered that 78 data are dominated by metaphore, personification, and simile. It can be concluded that kinds of figurative language can determine the degree of translation readability because the words, technical terms, phrases, clauses, sentences or text translations can be easily understood by the readers. | |
| 17411 | 20479 | F1F012049 | An Analysis of Taboo Words in Crash Movie (A Sociolinguistic Approach) | Septyaningsih, Rina. 2017. Analysis of Taboo Words in Crash Movie (A Sociolinguistic Approach). Skripsi. Pembimbing 1: Asrofin Nur Kholifah, S.S., M.Hum. Pembimbing 2: Ika Maratus Sholikhah, S.S., M.A. Penguji: Dyah Raina Purwaningsih, S.S., M.Hum. Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Universitas Jenderal Soedirman, Fakultas Ilmu Budaya, Jurusan Sastra Inggris, Program Studi Sastra Inggris, Purwokerto. Kata kunci: sosiolinguistik, kata tabu, film Crash Penelitian yang berjudul “Analysis of Taboo Words in Crash Movie (A Sociolinguistic Approach)” ini bertujuan untuk menganalisis tipe dan fungsi tabu yang ditemukan pada film Crash. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualiatif untuk menganalisis data dengan cara menjelaskan ujaran yang mengandung tabu untuk menentukan tipe dengan menggunakan teori Batistella (2005) dan fungsi tabu berdasarkan teori Warhdaugh (2006). Kajian yang digunakan yang digunakan adalah sosiolinguistik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 4 tipe tabu yang ditemukan di film Crash berjumlah 25 data yaitu epithet (17), profanity (3), obscenity (2), dan vulgarity (3) dengan fungsi pada setiap tipenya yaitu untuk menarik perhatian (2), untuk menunjukan penghinaan (10), untuk menjadi provokatif (10), dan untuk mengejek otoritas (3). Penelitian ini menemukan bahwa tipe tabu yang paling banyak digunakan pada film Crash adalah epithet. Selain itu, fungsi yang sering digunakan adalah untuk menunjukan penghinaan dan untuk menjadi provokatif. Hal tersebut sangat sesuai dengan tema pada film Crash yaitu adanya kesenjangan sosial yang terjadi di Amerika. Untuk penelitian selanjutnya, peneliti diharapkan untuk melakukan penelitia yang lebih spesifik mengenai tabu, seperti analisis vulgarity dan profanity yang digunakan oleh pengguna 9gag.com menggunakan teori dari Geoffrey Hughes (2015). | Septyaningsih, Rina. 2017. Analysis of Taboo Words in Crash Movie (A Sociolinguistic Approach). Thesis. Supervisor 1: Asrofin Nur Kholifah, S.S., M.Hum. Supervisor 2: Ika Maratus Sholikhah, S.S., M.A. Examiner: Dyah Raina Purwaningsih, S.S., M.Hum. Ministry of Research, Technology and Higher Education, Jenderal Soedirman University, Faculty of Humanities, English Department, English Literature Study Program, Purwokerto. Keywords: sociolinguistic, taboo words, Crash movie The research entitled “An Analysis of Taboo Words in Crash Movie (A Sociolinguistic Approach)” aimed at analyzing the taboo words types and functions in Crash movie. This research used descriptive qualitative method to analyze data by describing the utterances containing taboo words to find out the types by using Batistella’s theory (2005) and functions of taboo words based on Wardhaugh’s theory (2006). I used sociolinguistics as the approach. There are two objectives of this research. The result of this research reveals 4 types of taboo words in Crash movie (25 data) they are, epithet (17), profanity (3), obscenity (2), and vulgarity (3) where functions on each type; to draw attention to oneself (2), to show contempt (10), to be provocative (10), and to mock authority (3). In brief, the dominant type of taboo words in Crash movie is epithet. Meanwhile, the dominant functions are to show contempt and to be provocative. It fits very well with the theme of the movie where Crash movie shows racism in America. For further research, other researchers are expected to conduct the analysis of specific type of taboo words research such as An Analysis of Vulgarity and Profanity Used by 9gag.com Users by applying Geoffrey Hughes’s theory (2015). | |
| 17412 | 21486 | F1B013074 | AKUNTABILITAS PEMERINTAH DESA DALAM PENGELOLAAN DANA DESA (STUDI KASUS PADA PEMERINTAH DESA KEDUNGWRINGIN KECAMATAN PATIKRAJA KABUPATEN BANYUMAS) | Dana Desa merupakan dana yang bersumber dari APBN ditujukan untuk menyejahterakan masyarakat desa. Desa Kedungwringin merupakan desa yang penggunaan dana desanya cukup tinggi dan pernah menerima catatan keterlambatan dalam pelaporan pertanggungjawaban, sehingga hal itu menarik untuk diteliti. Penelitian ini terfokus pada akuntabilitas Pemerintah Desa Kedungwringin dalam pengelolaan dana desa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dan menggunakan pendekatan studi kasus. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah model analisis interaktif Miles, Huberman, dan Saldana. Validitas data diuji dengan teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan akuntabilitas Pemerintah Desa Kedungwringin dalam pengelolaan dana desa dari aspek akuntabilitas kejujuran, pelaksanaan wewenang telah dilakukan dengan kurang maksimal. Dari aspek akuntabilitas hukum, Pemerintah Desa Kedungwringin belum mematuhi peraturan perundang-undangan dan belum mengetahui peraturan perundang-undangan yang menjadi pedoman dalam pengelolaan dana desa. Dari aspek akuntabilitas proses, Pemerintah Desa Kedungwringin belum memberikan akses yang mudah dan lengkap terkait informasi dana desa kepada masyarakat. Dari aspek akuntabilitas program, Pemerintah Desa Kedungwringin masih mengutamakan bidang pembangunan sektor fisik. Program-program dana desa di Desa Kedungwringin dibuat berdasarkan aspirasi masyarakat (dalam hal ini berbentuk proposal bukan dilakukan secara musyawarah mufakat dalam musyawarah dusun) karena tidak diselenggarakannya musyawarah dusun oleh Pemerintah Desa Kedungwringin. Dari aspek akuntabilitas kebijakan, Pemerintah Desa Kedungwringin telah menyampaikan laporan dana desa kepada BKD melalui kecamatan dengan catatan keterlambatan dan melakukan pertanggungjawaban kepada masyarakat hanya berupa bukti fisik yang sesuai dengan aspirasi masyarakat. Dari sub aspek konsistensi, dalam melaksanakan tugas, ketua TPK belum melakukan komunikasi dengan baik, karena anggota TPK merasa belum diikutsertakan dalam pengambilan keputusan. | The Village Fund is a fund sourced from the APBN aimed to improving the welfare of the village community. Kedungwringin village is a village where the use of village funds is high enough and has received a record of delay in reporting liability, so it is interesting to investigate. This study focuses on the accountability of Kedungwringin Village Government in managing village funds. This research uses qualitative research method and using case study approach. Data analysis used in this research is interactive analysis model Miles, Huberman, and Saldana. Data validity was tested by triangulation technique. The results show that the accountability of Kedungwringin Village Government in the management of village funds from the aspect of honesty accountability, the exercise of authority has been done with less than the maximum. From the aspect of legal accountability, Kedungwringin Village Government has not complied with laws and regulations and has not yet learned the laws and regulations that guide the management of village funds. From the aspect of process accountability, Kedungwringin Village Government has not provided easy and complete access related to village fund information to the community. From the aspect of program accountability, Kedungwringin Village Government still prioritizes the field of physical sector development. Village funding programs in Kedungwringin Village are based on community aspirations (in this case proposals are not made by deliberation of consensus within the village meeting) because of the non-consultation of the hamlet by Kedungwringin Village Government. From the aspect of policy accountability, Kedungwringin Village Government has submitted village fund reports to BKD through sub-districts with records of delays and accountability to the community only in the form of physical evidence in accordance with community aspirations. From the sub-aspect of consistency, in carrying out its duties, the head of TPK has not communicated well, because TPK members feel that they have not been included in decision making. | |
| 17413 | 21589 | E1A114004 | PENINJAUAN KEMBALI (PK) DALAM SENGKETA TATA USAHA NEGARA MENGENAI IZIN KEGIATAN PENAMBANGAN (STUDI PUTUSAN PTUN SEMARANG NOMOR : 064/G/2014/PTUN.SMG JUNCTO PUTUSAN PT.TUN SURABAYA NOMOR : 135/B/2015/PT.TUN.SBY JUNCTO PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI (PK) : NOMOR 99/PK/TUN/2016) | Penelitian ini bersumber pada putusan PTUN Semarang Nomor : 064/G/2014/PTUN.Smg, Putusan PTTUN Surabaya Nomor : 135/B/2015/PT.TUN.SBY serta Putusan Peninjauan Kembali (PK) Nomor : 99 PK/TUN/2016, yang akan menguraikan bagaimana perbedaan dalam menentukan tenggang waktu gugatan menurut Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara dengan SEMA Nomor 2 Tahun 1991 serta SEMA Nomor 3 Tahun 2015. Dalam penelitian ini juga akan membahas pertimbangan hukum hakim pada Putusan Peninjauan Kembali dalam membatalkan Surat Keputusan Gubernur Jawa Tengah Nomor 660.1/17 tentang Izin Lingkungan Kegiatan Penambangan oleh PT Semen Gresik (Persero) Tbk sebagai objek sengketa. Majelis Hakim PTUN Semarang serta PTTUN Surabaya menyatakan bahwa gugatan yang diajukan Para Penggugat telah daluwarsa dan tidak menentukan keabsahan objek sengketa tersebut. Namun Majelis Hakim Peninjauan Kembali menyatakan bahwa gugatan Para Penggugat belum daluwarsa dan menentukan keabsahan keputusan objek sengketa yaitu bertentangan dengan peraturan perundang-undangan dan Asas-asas Umum Pemerintahan yang Baik (AUPB). Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pendekatan yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan kasus. Data yang digunakan adalah data sekunder yang berupa buku-buku literatur dan mengutip peraturan perundang-undangan yang relevan. Kesimpulan yang dapat ditarik dari penelitian ini, yaitu terdapat perbedaan cara menentukan tenggang waktu mengajukan gugatan antara Pasal 55 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1986 Tentang PERATUN yaitu sejak “diumumkannya”, dengan SEMA Nomor 2 Tahun 1991 dan SEMA Nomor 3 Tahun 2015 yaitu sejak “mengetahui”. Selain itu, objek sengketa bertentangan dengan peraturan perundang-undangan meliputi aspek prosedur dan substansi serta Asas-asas Umum Pemerintahan yang Baik (AUPB). | This research was based on the decision of state administrative procedure law (PTUN) of Semarang Number 064/G/2014/PTUN.Smg, the decision of high court of the state administration (PTTUN) of Surabaya Number: 135/B/2015/PT.TUN.SBY, and judicial review (PK) Number: 99 PK/TUN/2016, which will describe the the difference in determining the interval period of the lawsuit according to Law Number 5 of the year 1986 regarding state administrative procedure law, SEMA Number 2 of the year 1991, and SEMA Number 3 the year 2015. In this research will also discuss the judges' legal considerations on the Judicial Review in canceling the Central Java Governor's Decree No. 660.1 / 17 on Environmental Permits of Mining Activities by PT Semen Gresik (Persero) Tbk as the object of the dispute. The Panel of Justices of PTUN of Semarang and PTTUN of Surabaya stated that the Plaintiff's claim was expired and did not specify the validity of the object of the dispute. However, the Panel of Judges of the Review states that the Plaintiff's claim has not been expired and determines the validity of the disputed object's decision that is contrary to the laws and General Principles of Good Government (AUPB). Normative juridical approach method with law and case approach was used in this research. Secondary data were used in the form of literature books and citing relevant legislation. The conclusion that can be drawn from this research, there is a difference in determining the interval period of the lawsuit between Article 55 of Law Number 5 of The Year 1986 regarding PERATUN which used "announced", differ with SEMA Number 2 of The Year 1991 and SEMA Number 3 Year 2015 which used " acknowledged". In addition, the object of the dispute is contrary to the laws and regulations such as aspects of procedures and substances, and General Principles of Good Government (AUPB). | |
| 17414 | 21593 | D1E014238 | PRODUKSI BAHAN KERING DAN BAHAN ORGANIK TANAMAN SORGUM HIDROPONIK PADA PEMBERIAN BERBAGAI KONSENTRASI PUPUK ORGANIK CAIR | Penelitian bertujuan untuk mengkaji pengaruh pemberian pupuk organik cair dengan konsentrasi yang berbeda serta menentukan konsentrasi pupuk yang paling optimal terhadap produksi bahan kering dan bahan organik sorgum hidroponik. Materi penelitian menggunakan benih sorgum (Sorghum bicolor) varietas Numbu, sodium hypochlorite, dan pupuk organik cair merk NASA. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 kali ulangan. Peubah yang diukur adalah produksi bahan kering dan produksi bahan organik. Konsentrasi pupuk organik cair yang diberikan yaitu pupuk organik cair 0% (P0), pupuk organik cair 0,5% (P1), pupuk organik cair 1% (P2), dan pupuk organik cair 1,5% (P3). Hasil penelitian menunjukkan perlakuan berpengaruh sangat nyata (P<0,01) dalam meningkatkan produksi bahan kering dan bahan organik sorgum hidroponik. Hasil rataan produksi bahan kering berkisar antara 0,73 – 1,05 kg/m2 dan rataan produksi bahan organik berkisar antara 0,69-0,99 kg/m2. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian pupuk organik cair dengan konsentrasi 1,5% dapat meningkatkan produksi bahan kering dan bahan organik tanaman sorgum hidroponik. | The aim of the research was to examine the impact of liquid organic fertilizer with various concentration and to determine the optimum concentration of fertilizer on the production of dry matter and organic matter of sorghum hydroponic fodder. Materials used in this research were sorghum seed varieties of Numbu, sodium hypochlorite, and NASA brand liquid organic fertilizer. The method was an experimental using completely randomized design (CRD) with four treatments and five replications. The variables that were measured were the productions of dry matter and organic matter. The treatments were liquid organic fertilizer 0% (P0), liquid organic fertilizer 0.5% (P1), liquid organic fertilizer 1% (P2), and liquid organic fertilizer 1.5% (P3). The results of this research showed that treatments had very significant effect on production of dry matter and organic matter sorghum hydroponic fodder (P<0.01). The average values of dry matter production were between 0.73-1.05 kg/m2 and the average values of organic matter production were between 0.69-0.99 kg/m2. This experiment concludes that the application of liquid organic fertilizer with a concentration of 1.5% can increase the production of dry matter and organic matter of sorghum hydroponic fodder. | |
| 17415 | 20507 | B1J013202 | Keragaman Rayap (O: Isoptera) Pada Ekosistem Hutan Pinus Dan Damar Di Ketinggian 900 Mdpl Wilayah Kph Banyumas Timur | Rayap memiliki peran dalam membantu manusia sebagai dekomposer dengan cara menghancurkan kayu atau bahan organik lainnya dan mengembalikan sebagai hara ke dalam tanah Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keragaman, kemerataan dan dominasi rayap di KPH Banyumas Timur pada ketinggian 900 m dpl. Metode yang digunakan yaitu metode survei dengan teknik purposive random sampling dengan belt transect yang memiliki panjang 100m dan lebar 2m. Transek dibagi menjadi 20 bagian dan sampel rayap diambil dari masing-masing bagian. Keanekaragaman rayap di KPH Banyumas Tmur diperoleh empat genus dengan dua lokasi pengambilan hutan pinus dan hutan damar. Hasil penelitian menunjukkan dari hutan pinus diperoleh Schedorhinotermes javanicus, Odontotermes spp., Pericapitermes semarangi dan Nasutitermes javanicus. Sedangkan pada dammar adalah Schedorhinotermes javanicus dan Pericapitermes semarangi. Nilai indeks keragaman pada kedua jenis hutan yang diamati diperoleh keanekaragaman rayap lebih tinggi pada hutan pinus (H '= 1,24), dibandingkan dengan nilai keragaman di hutan damar (H' = 1,81). Indeks kemerataan hutan damar diperoleh nilai (E = 0,60) dan pinus hutan diperoleh nilai (E = 0,89) menunjukkan adanya kemerataan yang tinggi. Spesies yang paling mendominansi dari kedua hutan tersebut yaitu Schedorhinotermes javanicus. | Termites have a role in degradation of the wood or other organic matter and returns as a nutrient to the soil. The purpose of this research is to know the diversity, evenness and dominance of the termites in KPH Banyumas Timur at an altitude of 900 m above sea level. Survey method was employed with purposive random sampling technique with a belt transect (long=100, wide=2). Belt transect was divided into 20 sections, termite were sampled from each sections. Termite diversity in the KPH Banyumas Tmur obtained four genus with two retrieval location pine forest and dammar forest. The result show that from pine forest obtained Schedorhinotermes javanicus, Odontotermes spp., Pericapitermes semarangi and Nasutitermes javanicus. While on dammar are Schedorhinotermes javanicus and Pericapitermes semarangi. Diversity index value on both types of forest that observed values obtained higher termite diversity on pine forest (H ' = 1.24), compared to the value of diversity in the dammar forest (H ' = 1.81). Evenness index of dammar forest obtained value (E = 0.60) and forest pine are obtained value (E = 0.89) showed the presence of high evenness. The highest dominance species from both forest belongs to Schedorhinotermes javanicus. | |
| 17416 | 20508 | B1J013176 | Intensitas dan Prevalensi Ektoparasit Ichthyobodo sp. pada Kepiting Bakau (Scylla sp.) yang didaratkan di Tempat Pelelangan Ikan Sleko Kabupaten Pemalang | Ektoparasit merupakan kelompok parasit yang menginfeksi organisme di perairan. Ichthyobodo sp. adalah salah satu ektoparasit protozoa yang menginfeksi kepiting bakau dengan intensitas tinggi dalam beberapa kasus pada perikanan budidaya. Kepiting bakau adalah salah satu jenis hewan yang berhabitat di kawasan estuaria, kawasan ini secara alami merupakan habitat di antara daratan dan lautan yang menjalankan fungsi ekologis guna mendukung kelestarian sumberdaya hayati di daerah pesisir. Kepiting bakau yang didaratkan di TPI Sleko umumnya berasal dari kawasan mangrove yang bermuara di Segara Anakan. Penurunan kualitas air pada ekosistem perairan dapat menurunkan resistensi kepiting bakau sehingga lebih mudah terserang parasit. Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui tingkat intensitas dan prevalensi ektoparasit Ichthyobodo sp. pada kepiting bakau (Scylla sp.) yang didaratkan di TPI Sleko, Kabupaten Cilacap. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei dengan teknik pengambilan sampel secara acak (random sampling). Prosedur penelitian antara lain tahap persiapan yang meliputi persiapan alat dan persiapan hewan uji, pengambilan sampel, pemeriksaan ektoparasit Ichthyobodo sp., serta identifikasi ektoparasit Ichthyobodo sp. Pemeriksaan ektoparasit Ichthyobodo sp. dilakukan pada carapax, kaki dayung, kaki jalan, capit, dan insang. Pengamatan ektoparasit Ichthyobodo sp. dilakukan secara mikroskopis. Ektoparasit Ichthyobodo sp. yang telah ditemukan melalui pengamatan selanjutnya dilakukan analisis data dengan perhitungan tingkat intesitas dan prevalensi. Hasil penelitian yang dilakukan ditemukan ektoparasit Ichthyobodo sp. pada bagian kaki dayung, kaki jalan, capit, carapax, dan insang. Intensitas ektoparasit Ichthyobodo sp. pada kepiting bakau yang didaratkan di TPI Sleko Kabupaten Cilacap termasuk dalam kategori parah. Total prevalensi kepiting bakau yang terserang Ichthyobodo sp. termasuk dalam kategori hampir selalu. | Ectoparasites are a group of parasites that easily infect aquatic organisms. Ichthyobodo sp. is one of the protozoan ectoparasites that infect high-intensity mud crabs in some cases in aquaculture. Mud crabs are one of the most endangered species in the estuary area, where the area is naturally a habitat between land and sea that performs ecological functions to support the preservation of biological resources in coastal areas. Mud crabs are landed on the TPI Sleko generally comes from the mangrove area that empties into Segara Anakan. Decreasing water quality in aquatic ecosystems can reduce the resistance of the mud crabs so easily attacked by parasites. The aims of this research were to know the type and intensity of ectoparasites Ichthyobodo sp. and the prevalence of mud crabs which infected by ectoparasites Ichthyobodo sp. that was landed on the Sleko TPI, Cilacap Regency. This research used survey method with random sampling technique. The number of mud crabs which taken in this study is 10% of the average number of catches obtained by fishermen in one day. The variables were intensity and prevalence. Ectoparasite examination is done by making a spread preparation. The results showed that ectoparasites Ichthyobodo sp. were found on the legs of paddles, streets, claws, carapax, and gills. The intensity of Ichtyobodo sp. on mud crabs landed the TPI Sleko, Cilacap is severe category. The prevalence of mud crabs which infected by ectoparasites is a almost always category. | |
| 17417 | 21590 | E1A013056 | PERLINDUNGAN HUKUM BAGI NASABAH BANK TERHADAP PEMBOBOLAN REKENING NASABAH OLEH PEGAWAI BANK (ANALISIS HUKUM TERHADAP KASUS DI PT. BANK TABUNGAN NEGARA (PERSERO),Tbk) | Bank mempunyai fungsi utama sebagai penghimpun dana masyarakat. Kasus pembobolan rekening nasabah di Bank BTN yang dilakukan oleh Pegawai Bank membuktikan bahwa nasabah selaku bagian dari industri Perbankan memerlukan Perlindungan Hukum yang memenuhi Aspek Pidana, Aspek Administratif, dan Aspek Perdata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kasus pembobolan rekening nasabah di Bank BTN untuk mengetahui aspek perlindungan hukum yang diberikan kepada nasabah korban pembobolan rekening dan siapakah pihak yang bertanggung jawab memberikan ganti rugi kepada nasabah bank korban pembobolan rekening. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder dan data primer. Metode Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan hukum yuridis normatif. Metode Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan studi kepustakaan. Data yang terkumpul dianalisis dengan metode normatif kualitatif. Hasil penelitian ini berupa analisis mengenai aspek perlindungan hukum yang diberikan kepada nasabah bank Bank BTN selaku korban pembobolan rekening oleh pegawai Bank BTN ditinjau dari aspek pidana Pasal 49 ayat (1) Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1992 Tentang Perbankan, aspek administratif Surat Edaran Nomor 13/28/DPNP/2011 jo PBI No 5/8/PBI/2003 jo Pasal 52 UU Perbankan tentang Penerapan Strategi Anti-Fraud bagi Bank Umum dan aspek perdata Pasal 4 huruf a dan h Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen, serta menjelaskan pihak yang bertanggung jawab memberikan ganti rugi kepada nasabah Bank BTN. Pelaku (pegawai bank) dan oknum eksternal Bank BTN dapat dimintai pertanggungjawaban sesuai ketentuan Pasal 1365 KUHPerdata, Bank memiliki tanggung jawab ganti kerugian sesuai ketentuan Pasal 1367 ayat (3) KUHPerdata, dan ketentuan Bank sebagai pelaku usaha dapat dimintai pertanggungjawaban sesuai dengan Pasal 4 huruf h dan pasal 19 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen. | The Bank has the main function of collecting public funds. The case of customer account burglary at Bank BTN conducted by Bank Employee proves that the customer as part of Banking industry needs Legal Protection that fulfill Criminal Aspect, Administrative Aspect, and Civil Aspect. This study aims to analyze cases of customer account burglary at Bank BTN to determine the legal protection aspects provided to customers who break account burglary and who the party is responsible to provide compensation to bank customers who smashed the account. The type of data used in this study is secondary data and primary data. Method The approach used is the juridical normative legal approach. Methods Data collection is done by using literature study. The collected data were analyzed by qualitative normative method. The result of this research is an analysis of legal protection aspect given to Bank BTN bank customer as victim of account breakage by Bank BTN employee in terms of criminal aspects Article 49 paragraph (1) of Law Number 10 Year 1998 About Amendment to Law Number 7 Year 1992 concerning Banking, administrative aspects Circular Letter Number 13/28 / DPNP / 2011 jo PBI No. 5/8 / PBI / 2003 jo Article 52 of the Banking Law concerning Implementation of Anti-Fraud Strategy for Commercial Banks and civil aspects Article 4 letter a and h Law -Undonesia Number 8 Year 1999 on Consumer Protection, as well as explain the party responsible for providing compensation to customers of Bank BTN. Bankers and external actors of Bank BTN may be held accountable in accordance with the provisions of Article 1365 of the Civil Code, the Bank has liability for compensation in accordance with the provisions of Article 1367 paragraph (3) of the Civil Code, and the Bank's provision as a business actor may be held accountable in accordance with Article 4 letter h and Article 19 of Law Number 8 Year 1999 on Consumer Protection. | |
| 17418 | 19840 | F1G013010 | Kritik Sosial dalam Novel Menagih Janji Gunung Kawi karya Otto Sukanto CR | Skripsi ini berjudul “ Kritik Sosial dalam Novel Menagih Janji Gunung Kawi karya Otto Sukanto CR”. Skripsi ini bertujuan untuk mendeskripsikan : (1) unsur intrinsik novel yang meliputi: alur, tokoh, penokohan dan setting/latar dalam novel Menagih Janji Gunung Kawi karya Otto Sukanto CR. (2) Mendeskripsikan kritik sosial yang terdapat dalam novel Menagih Janji Gunung Kawi karya Otto Sukanto CR. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan pendekatan sosiologi sastra untuk menganalisis kritik sosial yang terdapat dalam novel. Peneliti juga menggunakan metode deskrptif analisis, yaitu mendeskripsikan unsur-unsur intrinsik yang telah ditentukan sesuai fokus penelitian kemudian, menganalisis kritik sosial novel Menagih Janji Gunung Kawi karya Otto Sukanto CR. Fokus penelitian ini adalah menganalisis kritik sosial dalam novel Menagih Janji Gunung Kawi karya Otto Sukanto CR. Sumber data yang digunakan adalah novel Menagih Janji Gunung Kawi karya Otto Sukanto CR sebagai data primer, kemudian buku-buku teori, website sebagai sumber data sekunder. Setelah dilakukan penelitian terhadap novel ini, ditemukan beberapa kritik sosial yang terdapat dalam novel Menagih Janji Gunung Kawi karya Otto Sukanto CR yaitu kritik sosial terhadap pemerintah dan kritik sosial terhadap masyarakat. Kritik sosial terhadap pemerintah meliputi kritik sosial di bidang pendidikan, kritik sosial di bidang ekonomi, kritik sosial di bidang birokrasi pemerintahan. Adapun kritik sosial tehadap masyarakat meliputi kritik sosial terhadap etos kerja masyarakat yang rendah, kritik sosial terhadap pola pikir masyarakat yang rendah, kritik sosial terhadap pergaulan remaja, kritik sosial terhadap sifat hedonisme masyarakat yang tinggi, dan kritik sosial terhadap rendahnya kesadaran hukum bermasyarakat. Secara teoretis, penelitian ini diharapkan mampu mengembangkan penelitian sastra, khususnya dengan pendekatan sosiologi sastra. Manfaat praktis penelitian ini diharapkan mampu menambah pemahaman kepada pembaca tersebut secara mendalam. | This study is entitled "Social Critics in the novel Menagih Janji Gunung Kawi Written by Otto Sukanto CR". The purposes of this study are: (1) to figure out the intrinsic elements of the novel Menagih Janji Gunung Kawi Written by Otto Sukanto CR covering plot, character, characterization, and setting as wel as (2) to describe the social critics contained within the novel Menagih Janji Gunung Kawi Written by Otto Sukanto CR. In this study, the researcher employes the sociological literary approach to analyze the social critics contained within the novel. The researcher also uses a descriptive analytical method by describing nthe determined intrinsic element based on the fokus of the study and then analyzing the social critics contained in the novel Menagih Janji Gunung Kawi Written by Otto Sukanto CR. The focus of this study is analyzing the social critics contained in the novel Menagih Janji Gunung Kawi Written by Otto Sukanto CR as the primary data, while the theory books and websites are considered as the secondary data. After conducting a research on this novel, it is found that there are some social critics contained in the novel Menagih Janji Gunung Kawi Written by Otto Sukanto CR, covering the social critics directed to the government as well as to the society. The social critics directed to the government consist of social critics related to education, economy, and bureaucracy. Meanwhile, those directed to the society are related to the people’s poor working ethics and mindset, teenagers’ social interactions, as well as people’s hedonism and poor awareness on the social laws. Theoretically, it is expected that this study may provide a development in the literary research, especially through the sociological literary approach. The practical significant of this study is to provide deeper understanding for the readers. | |
| 17419 | 20509 | B1J013062 | KERAPATAN, DISTRIBUSI DAN KARBON TERSIMPAN PADA GENUS Acanthus DI EKOSISTEM MANGROVE SEGARA ANAKAN CILACAP | Tumbuhan yang mendominasi kawasan mangrove di Segara Anakan adalah genus Acanthus, karena mangrove asosiasi seperti Acanthus dapat beradaptasi di lingkungan. Kelimpahan dan kerapatan pada kawasan mangrove dengan adanya genus Acanthus mengindikasikan tingkat kerusakan mangrove. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kerapatan, distribusi dan karbon tersimpan pada genus Acanthus di ekosistem mangrove Segara Anakan Cilacap. Penelitian ini menggunakan metode survey, pengambilan sampel secara purposive dengan menggunakan plot kuadrat. Pengambilan sampel dilakukan pada 12 stasiun di kawasan hutan mangrove, pada tiap stasiun dibuat tiga plot dengan ukuran 1 m x 1 m dengan jarak antar plot 50 m, dan dalam setiap plot dilakukan tiga kali ulangan. Parameter pokok yang diukur yaitu jumlah spesies mangrove (genus Acanthus), jumlah individu dan pengukuran panjang batang untuk menghitung karbon tersimpan. Parameter lingkungan yaitu suhu air, suhu udara, salinitas, pH tanah, kandungan air dan kandungan bahan organik dalam tanah. Berdasarkan hasil yang didapatkan, kerapatan genus Acanthus di Segara Anakan Cilacap yaitu 2.018,62 ind.ton-1 untuk spesies Acanthus ilicifolius berkisar 183.33 – 2683,23 ind.ha-1 dan untuk spesies Acanthus ebracteatus berkisar 1.233,28 – 2.249,91 ind.ha-1. Pola distribusi genus Acanthus yaitu mengelompok (Aggregate) yang terpusat di wilayah barat dan tengah. Karbon tersimpan genus Acanthus adalah 99,49 ton.ha-1 untuk spesies A. ilicifolius 45 – 130,8 ton.ha-1 dan untuk spesies A. ebracteatus 25 - 98 ton.ha-1. | The plant that dominates the mangrove area in Segara Anakan is the genus Acanthus, because mangroves like Acanthus is able to adapt in that environment. The abundance and density of the genus Acanthus in the mangrove area indicates the extent of mangrove damage. The purpose of this research is to find out the density, distribution and the amount of carbon that is stored in the genus Acanthus in the mangrove ecosystem of Segara Anakan Cilacap. This research used survey method which means purposive sampling using quadratic plot. The sampling was conducted on 12 stations in the mangrove forest area and each station was made with three plots of 1 m x 1 m with 50 m plot spacing, and in each plot, the sampling was repeated three times. The main parameters measured were the number of mangrove species (Genus Acanthus), the number of individuals and the measurement of the length of the stem to calculate the stored carbon. Environmental parameters are water temperature, air temperature, salinity, soil acidity, water content and organic materials content in the soil. Based on the results, the density of the genus Acanthus in Segara Anakan Cilacap is 2.018,62 ind.ha-1 for species Acanthus ilicifolius is about 183.33 – 2,683.23 ind.ha-1 and the density of the Acanthus ebracteatus species is about 1,233.28 - 2249.91 ind.ha-1. Genus Acanthus distribution pattern is grouped (Aggregate) in the central and western region. The stored carbon for genus Acanthus is 99.49 ton.ha-1 species A. ilicifolius is 45 – 130.8 ton.ha-1 and for species A. ebracteatus is 25 - 98 ton.ha-1. | |
| 17420 | 20510 | B1J013198 | KERAGAMAN RAYAP (O: ISOPTERA) PADA EKOSISTEM HUTAN PINUS DAN DAMAR DI KETINGGIAN 700 MDPL WILAYAH KPH BANYUMAS TIMUR | Rayap sangat bermanfaat untuk membantu menguraikan sisa-sisa kayu, serasah, dan sejenisnya menjadi unsur hara. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kekayaan spesies rayap pada ketinggian 700 mdpl pada ekosistem pinus dan damar di wilayah KPH Banyumas timur menggunakan metode belt transect. Sampel rayap yang digunakan dalam penelitian ini diambil dari hutan pohon Pinus (Pinus mercusii) dan pohon Damar (Agathis dammara). Pada pengambilan sampel, Belt transect di tarik melalui ekosistem hutan pinus dan damar, dibagi menjadi 20 bagian dengan ukuran 5 m x 2 m. Rayap diambil selama 1 jam perbagian. Rayap prajurit diambil dan dimasukan kedalam botol yang berisi alkohol 70% dan seluruh koloni rayap dihitung untuk di mengetahui kelimpahan relatifnya. Nilai indeks keragaman rayap pada penelitain ini, mencapai 2,811 pada ekosistem hutan damar dan 2,634 pada ekosistem hutan pinus, Kesamaan antar bagian pada ekosistem damar adalah 29% dan kesamaan pada ekosistem hutan pinus 26%. Nilai dominansi dengan menggunakan metode simpsons pada ekosistem hutan damar adalah 0,452 dan pada ekosistem hutan pinus 0,041. Terdapat satu spesies yang mendominasi pada setiap bagian yaitu spesies Schedorhinotermes javanicus. | Termites are useful in degradation of wood, offal, and others into the nutrients. This research is aimed to define the diversity of termites species at altitude of 700 mdpl in the ecosystem of pine and resin forest in KPH Banyumas Timur are by using belt transect method. The termites sample used in this study were taken from pine (Pinus mercusii) and resin (Agathis dammara) forest. During the sampling, belt transect was pulled through the ecosystem of pine and resin forest and divided into 20 sections with the size of 5m x 2m. The termites were taken for one hour in each section. Warrior termites were taken and put into the bottles containing 70% alcohol. All termite colonies were calculated to figure out their relative abundance. The index value of termite diversity in this research reached 1,163 in the ecosystem of resin forest and 1,322 in the ecosystem of pine forest. The evenness between sections in the ecosystem of resin was 29%, while the evenness in the ecosystem of pine was 26%. The dominance value by using Simpsons method in the ecosystem of resin forest is 0.452 and in the ecosystem of pine forest is 0.041. It can be concluded that the ecosystem of pinus forest is higer in diversity than dominance ecosystem forest with lower evenness and there was one species which dominated in each section, which is Schedorhinotermes javanicus. |