Artikel Ilmiah : F1D011032 a.n. YONANDA DEWA BRATA

Kembali Update Delete

NIMF1D011032
NamamhsYONANDA DEWA BRATA
Judul ArtikelSTRATEGI GERAKAN SOSIAL DAN POLITIK:
Strategi Perjuangan Paguyuban Bentor Mekarsari Banyumas Dalam Gerakan Legalisasi Alat Transportasi Bentor Di Kabupaten Banyumas

Abstrak (Bhs. Indonesia)Artikel hasil penelitian ini bertujuan untuk memahami gerakan yang dilakukan oleh Paguyuban Bentor Mekarsari Banyumas dalam Gerakan Legalisasi Alat Transportasi Bentor di Kabupaten Banyumas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini dalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus dalam perspektif pascastrukturalisme. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa strategi perjuangan yang dilakukan oleh Paguyuban Bentor Mekarsari Banyumas dalam gerakan melegalisasi alat transportasi bentor di Kabupaten Banyumas sudah dilakukan dengan berbagai macam cara dan strategi. Strategi yang digunakan Paguyubang Bentor yaitu, Konsolidasi anggota kelompok, Networking, Lobbying, dan Advokasi. Dalam hal ini terdapat faktor kontekstual yang mendorong dan menghambat proses gerakan ini, yaitu faktor pendorongnya yaitu meningkatnya anggota paguyuban, peningkatan pendapatan pengemudi Bentor, dan kedekatan dengan Calon Kepala daerah. Selain itu, faktor yang menghambat proses gerakan ini adalah latar belakang pendidikan dan faktor usia, provokasi dari koperades, belum adanya legalitas yang jelas mengenai Bentor, dan belum adanya bantuan dari LBH atau LSM di tingkat daerah.
Abtrak (Bhs. Inggris)This research article aims to understand the movement conducted by Paguyuban Bentor Mekarsari Banyumas in the Movement of Legalization of Bentor Transportation in Banyumas Regency. The method used in this research is qualitative research method with case study approach in post-structuralism perspective. The result of this research shows that the strategy of struggle conducted by Paguyuban Bentor Mekarsari of Banyumas in legalization movement of bentor transportation in Banyumas Regency has been done with various ways and strategy. The strategy used by Paguyuban Bentor is Consolidation of group members, Networking, Lobbying, and Advocacy. In this case there are contextual factors that encourage and hamper the process of this movement, namely the driving factors of increasing members of the association, increased Bentor driver's income, and proximity to the Regional Head Candidate. In addition, the factors that impede the process of this movement are educational background and age factor, provocation of koperades, lack of clear legality regarding Bentor, and no assistance from LBH or NGOs at the local level.
Kata kunciTransportasi, Bentor, Gerakan Sosial Baru, Strategi Gerakan Sosial
Pembimbing 1Ahmad Sabiq, S.IP, M.A
Pembimbing 2Drs. Bambang Suswanto M.Si
Pembimbing 3Dr. Luthfi Makhasin, S.IP, M.A
Tahun2017
Jumlah Halaman26
Tgl. Entri2017-11-22 14:38:22.705054
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.