Artikelilmiahs
Menampilkan 17.381-17.400 dari 50.028 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 17381 | 20480 | F1A013036 | ADAPTASI SOSIAL DALAM MERESPON PENGEMBANGAN KEPARIWISATAAN DI DESA SERANG KECAMATAN KARANGREJA KABUPATEN PURBALINGGA | Abstraksi Perkembangan pariwisata di Indonesia memiliki kemajuan yang baik, hal ini dapat dilihat dari banyaknya objek wisata yang bermunculan di tiap daerah. Kemunculan pariwisata tentunya atas dasar tingginya antusiasme masyarakat Indonesia mengenai pariwisata, diantaranya adalah munculnya budaya berlibur pada saat hari libur panjang tiba, dan setelah menyelesaikan rutinitas biasanya banyak orang yang mengunjungi tempat wisata. Maka dibentuknya pariwisata di Desa Serang juga atas dasar hal tersebut, selain itu juga Desa Serang memiliki keunggulan dalam bidang sumber daya alam yang dapat di manfaatkan sebagai daya tarik pariwisata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara masyarakat Desa Serang beradaptasi dengan lingkungan barunya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, dan sasaran penelitiannya dipilih berdasarkan teknik purposive. Teknik pengumpulan data dengan wawancara dan dokumentsi. Teknik analisis data yang digunakan dengan model analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukan bahwa masyarakat Desa Serang memiliki cara yang beraneka ragam dalam beradaptasi dengan lingkungan barunya, hal ini memiliki dampak positif yaitu menambah lapangan pekerjaan bagi masyarakat Desa Serang, diantaranya adalah memiliki profesi ganda yaitu bertani dan berdagang, bertani dan juru parkir, bertani dan pemandu wisata. Adapula peluang kerja yang dikhususkan untuk anak muda Desa Serang agar mengurangi tingkat pengangguran yaitu bekerja sebagai penjaga loket, dan pemandu wahana wisata. Selain itu ada juga yang memanfaatkan lahan pertaniannya ditanami tanaman stroberi sebagai sarana agrowisata petik buah sendiri langsung dari ladang, terdapat pula beberapa rumah yang membangun home stay dan membuka usaha lainnya. Selain dalam bidang ekonomi terdapat pula adaptasi dalam bidang sosial, masyarakat Desa Serang perlu beradaptasi dengan orang lain yang ruang lingkupnya lebih luas dari sebelumnya, yaitu dengan pengunjung yang berasal dari berbagai daerah, serta masyarakat Desa Serang harus menjaga kekompakan dan kekeluargaan dalam mendukung keberlangsungan patiwisata. Terdapat pula bidang infrastuktur diantaranya adalah perluasan jalan, dan peningkatan perekonomian mempengaruhi status sosial sehingga masyarakat Desa Serang dapat membangun dan merenofasi rumah serta dapat memiliki kendaraan. Akan tetapi ada hambatan yang dialami masyarakat Desa Serang dalam membangun dan mengembangan pariwisata, diantaranya adalah masih ada masyarakat yang pasif dalam memanfaatkan perkembangan pariwisata yang disebabkan karena kurangnya modal dan tidak ada keinginan untuk memperbaiki kehidupan baik sosial dan ekonominya. Terjadi kesenjangan sosial bagi sebagian masyarakat yang pasif dan masyarakat yang rumahnya tidak berada di titik keramaian pariwisata, mereka hanya mengandalkan bidang pertanian seperti halnya Desa Serang tidak menjadi desa wisata. Selain itu terdapat pula beberapa pengunjung yang memanfaatkan tempat wisata sebagai tempat untuk melakukan hal yang tidak baik, sepeti meminum minuman keras, dan berpacaran hingga malam hari. Adapula masyarakat Desa Serang yang pasif dalam memanfaatan perkembangan pariwisata yang disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya adalah kesibukan pekerjaan dan lokasi tempat bekerja yang berada di luar Desa Serang, ada juga yang disebabkan karena minimnya upah yang diberikan sehingga tidak dapat memenuhi kebutuhan perekonomian keluarga, tidak suka dengan tempat yang ramai, pegawai yang di dominasi oleh masyarakat sekitar Rest Area Lembah Asri dan kurang mengedepankan masyarakat yang jauh dari letak objek wisata tersebut, pegawainya di dominasi kelompok tertentu atau orang-orang yang ikut serta membangun dari awal, kuarngnya modal, tidak ada kreatifitas dan kurang wawasan mengenai ilmu berdagang. Kata kunci: Desa Serang, Pariwisata, Adaptasi | Abstract The development of tourism in Indonesia has a good progress, it can be seen from the number of attractions that appear in each region. The emergence of tourism is certainly based on the high enthusiasm from Indonesian. For instance, people prefers to visit tourism attractions in holiday and after completing the routine. Thus, a new tourism attractions spot in Desa Serang are created as the answer of the needs. Besides, Desa Serang has another attraction which is the beauty of its natural resources that can be utilized as tourist attraction. The study aimed to know how the villagers of Desa Serang adapt with new environment. The study is using a qualitative research and purposive technique in determining the target research. Moreover, the technique of data collection is by having interview and documentation. The technique of data analysis is using interactive analysis model. The result of the study shown that the villagers of Desa Serang have different ways to adapt to new environment. It has a good impact where a new vacancy is created. Some of the villagers have double job, such as farming and trading, farming and parking attendances, and farming and tour guide. There are also job opportunities that are devoted to young people in Desa Serang in order to reduce the unemployment rate which are working as a guard booth, and tour guide. On the other hand, the agricultural land is being utilized to improve agro-tourism by planting strawberries. Besides, there are also some houses nearby is being utilized as a homthere are also some houses that build for home stay and the villagers open other businesses. On the other hand, the adaptation also develops in social sector, villagers of Desa Serang need to adapt to the visitors who come from different cities. The villagers should sustain togetherness and kinship to stimulus the tourism. The infrastructure also develops in the area such as road expansion. Then, the economic in Desa Serang grows, it is proved by house renovation that is done by the villagers and have their own motorbike. However, who are passively utilized tourism development that is caused by the economic factors and less awareness to improve the social and economic sectors among the villagers. It encourages the social gap for some passive villagers who are far away from the tourism spot. They only utilize the agriculture sector. Moreover, some visitors misused the tourism spot to get drunk and act immorally. There is also a passive Desa Serang community in exploiting the tourism development caused by several factors such as busy work and location of work place outside of Desa Serang, there is also caused by the lack of wages given so can not meet the needs of the family economy, crowded place, employees who are dominated by the community around the Rest Area of Lembah Asri and less prioritize people who are far from the location of the tourist attraction, the employees in the domination of certain groups or people who participate build from the beginning, kuarngnya capital, no creativity and less insight into the science of trading. Key Word: Desa Serang, Tourism, Adaptation | |
| 17382 | 20481 | B1J013091 | Respon Beberapa Sumber Nitrogen Terhadap Aktivitas Nitrat Reduktase, Kandungan Klorofil dan Pertumbuhan Tanaman Kacang Tanah (Arachis hypogaea L.) | Strategi pengelolaan hara nitrogen dapat dilakukan dengan pemberian pupuk nitrogen. Perbedaan jenis pupuk nitrogen akan memberikan jumlah dan bentuk nitrogen yang berbeda sehingga memberikan respon yang berbeda pula terhadap tanaman. Oleh karena itu, beberapa jenis pupuk digunakan sebagai sumber nitrogen dalam penelitian perlu dicobakan. Adapun tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui respon beberapa sumber nitrogen terhadap ANR, kandungan klorofil dan pertumbuhan tanaman kacang tanah. Mengetahui korelasi antara ANR dengan kandungan klorofil dan pertumbuhan tanaman kacang tanah. Mengetahui sumber nitrogen yang baik dalam memberikan pengaruh terhadap ANR, kandungan klorofil dan pertumbuhan tanaman kacang tanah. Metode yang digunakan adalah eksperimental dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL). Perlakuan yang diberikan yaitu pupuk kandang, urea, kompos, Rhizobium dan kontrol. Pada setiap perlakuan dilakukan 3 kali ulangan, dengan unit perlakuan 5 x 3 sehingga terdapat 15 unit perlakuan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Analisis Ragam atau Uji F pada tingkat kepercayaan 95% dan 99% kemudian dilakukan uji lanjut BNT. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa perlakuan beberapa pupuk sebagai sumber nitrogen berpengaruh nyata terhadap kandungan klorofil, ANR dan biomassa tanaman kacang tanah. Hasil analisis korelasi menunjukkan bahwa ANR berkorelasi positif dengan kandungan klorofil dan pertumbuhan tanaman kacang tanah. Berdasarkan uji lanjut BNT perlakuan pupuk Rhizobium memperlihatkan kandungan klorofil tertinggi dengan rata-rata 17.2950 µg/ml untuk klorofil a, 5.7257 µg/ml untuk klorofil b dan 17.3257 µg/ml untuk klorofil total. Perlakuan pupuk kandang memberikan hasil berat basah dan berat kering tertinggi yaitu dengan nilai rataan 11.013 g untuk berat basah dan 1.520 g untuk berat kering tanaman, sedangkan hasil ANR tertinggi terdapat pada perlakuan urea yaitu dengan rataan 12.6513 ppm NO2- untuk 100 g daun dan waktu inkubasi 3 jam. Kata kunci: kacang tanah, sumber nitrogen, ANR, klorofil, pertumbuhan | Nitrogen nutrient management strategy can be done with the application of nitrogen fertilizer. Different types of nitrogen fertilizers will give different amounts and forms of nitrogen to give different responses to the plant. Therefore, some types of fertilizers used as nitrogen sources in the research need to be tested. The purpose of this research is to know the response of some nitrogen source to NRA, chlorophyll content and peanut plant growth. Correlation between NRA with chlorophyll content and peanut plant growth. In addition, the study also aims to determine the source of good nitrogen in giving effect to ANR, chlorophyll content and growth of peanut plants. The method used was experimental using a complete randomized design. The treatment provided is manure, urea, compost, Rhizobium and control. In each treatment was done 3 replications, with a treatment unit 5 x 3 so that there are 15 units of treatment. The data obtained were analyzed using Variety Analysis or F Test at 95% and 99% confidence level then proceed with BNT advanced test. Result of variance analysis showed that the treatment of some fertilizer as a nitrogen source had a significant effect on chlorophyll content, NRA and biomass of peanut plant. The result of correlation analysis showed that NRA was positively correlated with chlorophyll content and peanut plant growth. Based on further tests BNT Rhizobium fertilizer treatment showed the highest chlorophyll content with an average of 17.2950 μg/ml for chlorophyll a, 5.7257 μg/ml for chlorophyll b and 17.3257 μg / ml for total chlorophyll. The manure treatment gave the highest yield of wet weight and dry weight with average value of 11,013 g for wet weight and 1,520 g for dry weight of plant, whereas highest ANR result was in urea treatment ie 12,6513 ppm NO2- for 100 g leaf and 3 hours incubation time. Keywords: peanut, nitrogen source, NRA, chlorophyll, growth | |
| 17383 | 20482 | B1J013056 | Keanekaragaman dan Distribusi Gastropoda Makrobenthik di perairan Segara Anakan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah | Kawasan Segara Anakan merupakan kawasan yang ditetapkan sebagai zona konservasi terbatas melalui Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Cilacap Nomor 6 Tahun 2001 tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Segara Anakan. Secara geografis, Segara Anakan ini terletak pada koordinat 7º35’ - 7º50’ LS dan 108º45’ - 109º03’ BT. Pengkajian struktur komunitas makrozoobenthik sering digunakan untuk mengindikasikan kestabilan lingkungan. Hal ini disebabkan sifatnya yang menetap, mempunyai masa hidup yang relatif lama, mampu beradaptasi pada berbagai tekanan lingkungan, mempunyai peranan penting dalam peredaran nutrien dan berbagai bahan kimia diantara sedimen dan kolom air, serta secara ekonomi juga sangat penting. Struktur komunitas benthik dapat digambarkan melalui keragaman dan kelimpahannya.Gastopoda merupakan salah satu classis jenis komunitas fauna bentik yang hidup didasar perairan. Gastropoda merupakan hewan yang paling berhasil dalam proses adaptasi. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah mengetahui keanekaragaman dan distribusi gastropoda makrobenthik di Perairan Segara Anakan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Penelitian ini dilakukan secara survey dengan menggunakan teknik Purpossive sampling dengan 13 titik pengambilan sampel. Variabel yang digunakan pada penelitian meliputi variebel utama yaitu keanekaragaman dan distribusi gastropoda. Variabel pendukung yaitu kualitas air yang terdiri dari temperatur air, penetrasi cahaya, kedalaman, pH air, salinitas, Oksigen (O2) terlarut, bahan organik. Hasil gastropoda yang didapat selanjutnya dianalisis menggunakan analisis indeks shanon wiener dan pola distribusi gastropoda dianalisis menggunakan analisis indeks variansi S2, dan hubungan antara faktor lingkungan dengan keanekaragaman dan distribusi gastropoda dianalisis menggunakan program Spearman’s Rank Correlation yang terdapat pada BEST_BIOENV dari software PRIMER 7.0 yang selanjutnya digunakan untuk mengetahui kondisi kualitatif kawasan Segara Anakan Cilacap. Hasil yang didapatkan pada penelitian ini adalah 4 spesies gastropoda dari 3 familia. Lokasi penelitian memiliki indeks keanekaragaman rendah sampai sedang, dan memiliki pola distribusi mengelompok. Faktor lingkungan memiliki korelasi yang sangat lemah terhadap struktur komunitas gastropoda di perairan Segara Anakan Kata Kunci: Keanekaragaman, Distribusi, Segara Anakan, Gastropoda | Segara Anakan area (7º35’-7º50’LS and 108º45’-109º03’ BT) is an area designated as a limited conservation zone through the Regency Decree of Cilacap Regency Number 6 of 2001 on Spatial Planning of Segara Anakan Area. Assessment of macrozoobenthic community structures is often used to indicate environmental stability, due to its sedentary nature, long life spans, adaptability to various environmental pressures, has an important role in the circulation of nutrients and various chemicals between sediments and water columns, and economically very important too. The benthic community structure can be illustrated through its diversity and abundance. Gastopods is one of benthic fauna communities that could in the waters, which is the most successful animals in the adaptation process. The purpose of this research is to know the diversity and distribution of macrobenthic gastropods in Segara Anakan waters, Cilacap, Central Java. This research was conducted by survey using purpossive sampling technique with 13 sampling point. The variables in the study are diversity and distribution of gastropods. Supporting variable is water quality consisting of water temperature, light penetration, depth, water pH, salinity, dissolved Oxygen (DO), organic countent in the substrat. Gastropod diversity were analyzed by using shanon wiener index and gastropod distribution pattern were analyzed by using variance index analysis of S2, and the relationship between environmental factors with diversity and gastropod distribution were analyzed by using Spearman's Rank Correlation program (BEST_BIOENV from PRIMER 7.0 software ). The results obtained in this study were 4 species of gastropods from 3 families. Research sites have low to moderate diversity index, and have a clumped distribution pattern. Environmental factors have a very weak correlation to the structure of the gastropod community in Segara Anakan waters. | |
| 17384 | 21852 | F1B113035 | AKUNTABILITAS PENGELOLAAN ALOKASI DANA DESA DI DESA PENER KECAMATAN PANGKAH KABUPATEN TEGAL | Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Teknik pengambilan informannya adalah purposive sampling dan snowball sampling. Metode analisis data menggunakan Model Analisis Interaktif (Miles dan Huberman). Informan dalam penelitian ini berjumlah 11 orang (pemerintah desa, lembaga desa, took hmasyarakat). Metode pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu wawancara, yang didukung dengan observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan Dalam tahap perencanaan pengelolaan alokasi dana desa di Desa Pener secara bertahap sudah menerapkan prinsip akuntabilitas dengan didukung prinsip transparansi dan partisipasi. Tahap pelaksanaan alokasi dana desa sudah menerapkan prinsip akuntabilitas, yang di dukung dengan partisipasi dan transparansi sesuai dengan pedoman dan prosedur yang tertera pada peratruran perundang-undangan. Tahap pertanggungjawaban alokasi dana desa di Desa Pener secara teknis dan administratif belum sepenuhnya menerapkan prinsip akuntabilitas. Prinsip akuntabilitas dalam pengelolaan alokasi dana desa ini sudah terlihat dengan adanya kelengkapan (SPJ) surat pertanggungjawaban yang di dalamnya ada laporan perkembangan, pertanggungjawaban bendahara, bukti pendukung seperti nota dan kwitansi lalu laporan akhir tahun yang telah di buat oleh bendahara dan di bantu perangkat lainnya. Pertanggungjawaban secara transparan tidak diberikan kepada masyarakat yaitu penggunaan dana hanya untuk internal pemerintah desa saja tidak disebarluaskan kepada masyarakat. | This research used qualitative research methods. Technique of taking informant is purposive sampling and snowball sampling. Data analysis method using Interactive Analysis Model (Miles and Huberman). Informant in this research is 11 people (village government, village institution, community figure). Data collection method in this research is interview, supported by observation and documentation. The results of this study indicate that in the planning stage of village funding allocation in Desa Pener has gradually applied the principle of accountability with the support of transparency and participation principles. The implementation stage of the allocation of village funds has applied the principle of accountability, which is supported by participation and transparency in accordance with the guidelines and procedures set forth in the legislation. The responsibility for the allocation of village funds in Pener Village is technically and administratively not yet fully implement the principle of accountability. The principle of accountability in the management of the village budget allocation is already visible with the completeness of the letter of responsibility in which there are reports of progress, accountability of the treasurer, supporting evidence such as notes and receipts, and year-end reports that have been made by the treasurer and other aids. Accountability in a transparent manner is not given to the public ie the use of funds only for internal government of the village alone is not disseminated to the public. | |
| 17385 | 20484 | B1J013083 | DAYA HAMBAT SUSU FERMENTASI MENGGUNAKAN Bifidobacterium sp. DAN Lactobacillus acidophilus DENGAN PERBANDINGAN ISOLAT DAN KONSENTRASI YANG BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI PATOGEN Helicobacter pylori | Susu merupakan suatu minuman dengan kandungan gizi tinggi dan lengkap. Susu sapi dapat dijadikan sebagai minuman probiotik melalui proses fermentasi menggunakan bakteri asam laktat (BAL). Lactobacillus acidophilus dan Bifidobacterium sp. adalah bakteri asam laktat yang digunakan dalam proses fermentasi susu dan menghasilkan senyawa organik yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri patogen penyebab penyakit gastritis kronis oleh Helicobacter pylori. Kedua BAL tersebut berperan akan lebih optimal bila terdapat perlakuan perbandingan isolat dan konsentrasi inokulum yang tepat. Oleh karena itu perlakuan penelitian yang dilakukan merupakan perbandingan isolat dan konsentrasi inokulum yang berbeda pada susu fermentasi yang dapat menghambat pertumbuhan H. pylori. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui perbandingan isolat dan konsentrasi inokulum terbaik, pengaruh perbandingan isolat, dan pengaruh konsentrasi inokulum. Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap pola faktorial (RAL pola faktorial) yang terdiri atas 2 faktor, faktor pertama adalah perbandingan isolat starter bakteri Bifidobacterium sp. : L. acidophilus yang terdiri dari 5 taraf, 1:1, 2:1, 3:1, 1:2, dan 1:3. Faktor ke dua adalah konsentrasi isolat yang terdiri atas 3 taraf, 3%, 4%, dan 5%, dan setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali.Volume susu sapi yang digunakan pada tiap botol sampel 100 mL. Parameter utama yang diamati adalah zona hambat terhadap bakteri patogen H. pylori. Parameter pendukung yaitu kadar asam laktat, jumlah sel, dan pH. Data yang dianalisis menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) pada tingkat kesalahan 5% dan 1%, jika hasil berbeda nyata dan sangat nyata maka dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Hasil penelitian menunjukan bahwa pada perbandingan isolat Bifidobacterium sp. : L. acidophilus (1:3) dan interaksi keduanya mampu menghambat pertumbuhan bakteri patogen H. pylori maka dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT), sedangkan pada konsenterasi inokulum tidak mampu menghambat pertumbuhan bakteri patogen H. pylori. | Milk is high nutrient and completed drink. Cow's milk can be used as probiotic drink through fermentation process using lactic acid bacteria (LAB). Lactobacillus acidophilus and Bifidobacterium sp. are lactic acid bacterias that used in the fermentation process of milk and can produce organic compounds that can inhibit the growth of pathogenic bacteria causing chronic gastritis disease by Helicobacter pylori. The two lactic acid bacterias will play a more optimal role when there is an appropriate treatment of isolate and concentration of inoculum. Therefore, the research treatment is a comparison of isolates and different inoculum concentrations in fermented milk that can inhibit the growth of H. pylori. The objectives of the study were to determine the best ratio of isolate and inoculum concentration, the influence of isolate’s ratio, and the influence of inoculum concentration’s ratio. This research was conducted by experimentally using factorial completely randomized design (CRD factorial) that had two factors. The first factor was the comparison of bacterial starter isolates Bifidobacterium sp. : L. acidophilus consisting of 5 levels, 1: 1, 2: 1, 3: 1, 1: 2, and 1: 3. The second factor was the isolate concentration consisting of 3 levels, 3%, 4%, and 5%, and each treatment was repeated 3 times. The volume of cow’s milk in each treatment was 100 mL. The main parameter was inhibition zone of H. pylori. The supporting parameters were lactic acid, cell count, and pH value. The data obtained in this study were analyzed by Analysis of Variance (ANOVA) or F test at an error rate of 5% and 1%, if the results are significantly different and very real then proceed with the least significant difference test (LSD). The results showed that the ratio of Bifidobacterium sp. : L. acidophilus (1: 3) and interaction of both were able to inhibit the growth of H. pylori then continued by the test of the Least Significant Difference (LSD), while showed concentration inoculum was not able to inhibit growth of H. pylori. | |
| 17386 | 20485 | C1G014077 | EVALUASI IMPLEMENTASI FRAUD CONTROL PLAN (STUDI PILOTING FCP PADA RSUP DR. SOERADJI TIRTONEGORO DIKABUPATEN KLATEN) | Penelitian ini berjudul Evaluasi Implementasi Fraud Control Plan (Studi Piloting FCP pada RSUP Dr. Soeradji Tirtonegoro di Kabupaten Klaten). Fraud Control Plan adalah sebuah sistem dan program Anti Korupsi yang dikembangkan oleh BPKP untuk mencegah, memberantas dan memberikan solusi atas potensi dan kejadian korupsi yang terjadi dalam sebuah instansi sesuai karateristik dan lingkup bisnisnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menilai implementasi FCP saat ini apakah program ini telah memenuhi kategori memadai atau belum. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 33 Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang bekerja di bagian satgas Sistem Pengendalian Internal dan Tim Anti Fraud pada Rumah Sakit Umum Pemerintah DR. Soeradji Tirtonegoro. Sampel ini dipilih dengan menggunakan metode purposive sampling. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji t untuk sampel tunggal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Fraud Control Plan di RSUP DR. Soeradji Tirtonegoro untuk saat ini masih belum dapat dikategorikan memadai. | This research entitled “Evaluation of Fraud Control Plan implementation (Study of Fraud Control Plan Piloting at Dr. Soeradji Tirtonegoro Central Public Hospital”. Fraud Control Plan are a system and Anti Corruption Progam, build by BPKP to prevent, to fight and give solution for red flag and corruptinon event that happens on an institution based on typical and core bussiness of that instituition. The aim of this research is to asses the implementation of FCP in the mean time that this progam is sufficient or not yet. The sample used in this research were 33 Civil Servants (PNS) who worked in the internal control and anti fraud division at Dr. Soeradji Tirtonegoro Central Public Hospital. This sample was chosen by using purposive sampling method. The analytical method used in this research one sample t test. The results showed that the implementation of Fraud Control Plan at Dr. Soeradji Tirtonegoro Central Public Hospital is not yet sufficient. Keywords: Fraud Control Plan, Internal Control System, Anti Corruption, BPKP. | |
| 17387 | 20486 | F1F012070 | Process of Erudite's Counter Hegemony in Veronica Roth's Divergent | Penelitian ini berjudul “Process of Erudite’s Counter Hegemony in Veronica Roth’s Divergent”. Penelitian ini menggunakan novel yang berjudul Divergent karya dari Veronica Roth yang secara umum menceritakan tentang keadaan sosial disuatu kota yang di bagi menjadi lima fraksi. Dari kelima fraksi tersebut terdapat satu fraksi yang berposisi sebagai fraksi dominan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui proses bagaimana terjadinya proses melawan hegemoni oleh satu fraksi terhadap fraksi dominan. Peneliti menggunakan teori hegemoni oleh Antonio Gramsci untuk menganalisis proses terjadinya perlawanan terhadap hegemoni kelompok dominan. Teori tersebut memuat tentang bagaimana suatu kelompok menghegemoni masyarakat, tingkatan-tingkatan hegemoni, serta perlawanan terhadap hegemoni yang dikemas dalam teori perang. Peneliti menggunakan metode deskripsi kualitatif yang mengemukakan tafsiran disajikan dalam bentuk deskriptif. Metode analisis dalam penelitian ini dimulai dari membaca novel Divergent sebagai objek tunggal dalam penelitian, menemukan isu-isu tentang hegemoni dalam novel, menganalisis data menggunakan teori Gramsci, dan menyimpulkan hasil analisis. Hasil analisis yang didapatkan dalam penelitian ini adalah level hegemoni yang terdapat pada novel, serta proses bagaimana suatu fraksi melakukan perlawanan terhadap hegemoni kelompok dominan. | This research entitled “Process of Erudite’s Counter Hegemony in Veronica Roth’s Divergent”. This research use Divergent novel created by Veronica Roth that the story is mainly show about social condition in a city which has five factions. One of faction stands as the dominant group which leads the government. The purpose of this research is to reveal the process of counter hegemony against the dominant group. This research use theory of hegemony by Antonio Gramsci to analyze the process of counter hegemony subordinate group to dominant group. This theory mainly talks about how dominant group give their hegemony to people, levels of hegemony, and process of counter hegemony. To collect data in this research, the researcher uses descriptive qualitative which is proposed the interpretation presented in the descriptive form. The method of analysis in this research are starting from reading Divergent novel as the object of the research, analyze the data using theory of hegemony by Antonio Gramsci, and concluding the analysis. The result of this analysis are levels hegemony that is exist in the novel and also the process of subordinate group resist the dominant group to counter their hegemony. | |
| 17388 | 20487 | G1H011026 | PERBEDAAN VARIASI BENTUK MAKANAN DAN CARA PENYAJIAN MAKANAN TERHADAP SISA MAKANAN PADA ANAK PRASEKOLAH DI PAUD BIAS PURWOKERTO | Latar Belakang : Anak prasekolah memiliki kesulitan makan karena nafsu makan yang tidak menentu sehingga menyebabkan kurangnya daya terima makanan yang ditandai dengan sisa makanan. Penyebab sisa makanan adalah penampilan makanan yaitu variasi bentuk dan cara penyajian makanan. Namun tidak banyak PAUD yang menyediakan makanan di sekolah dengan variasi bentuk makanan dan cara penyajian makanan meliputi alat makan, penyusunan hidangan, dan pemberian garnish. Tujuan penelitian ini mengetahui perbedaan antara variasi bentuk makanan dan cara penyajian makanan terhadap sisa makanan pada anak prasekolah di PAUD BIAS Purwokerto. Metode : Penelitian ini menggunakan desain eksperimental kuasi (quasi experimental study). Lokasi penelitian dilakukan di PAUD BIAS Purwokerto dengan total sampel adalah 32 anak menggunakan metode purposive sampling. Analisis bivariat sebelum dan sesudah perlakuan menggunakan uji t berpasangan, analisis bivariat sebelum dan sesudah tanpa perlakuan menggunakan uji wilcoxon, dan perbedaan kelompok perlakuan dan kontrol menggunakan uji mann whitney. Hasil : Sisa makanan sebelum perlakuan 40,08% dan sesudah perlakuan 18,64% pada kelompok Perlakuan. Sisa makanan sebelum tanpa perlakuan 41,56% dan sesudah tanpa perlakuan 35,22% pada kelompok kontrol. Sisa makanan pada kelompok perlakuan 18,65% dan kontrol 35,22%. Kesimpulan : Ada perbedaan sisa makanan sebelum dan sesudah perlakuan pada kelompok perlakuan, tidak ada perbedaan sisa makanan sebelum dan sesudah tanpa perlakuan pada kelompok kontrol, dan ada perbedaan sisa makanan pada kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. | Background : Preschoolers has difficulty eating because they have uncertain appetite that are caused of lack by acceptance of food which marked by platewaste. Platewaste is caused by food’s appearance there are. The form’s food variation and serving food. Meanwhile, it just a little preschool which serving foods in the school with the form’s food variation and serving food ways include cutlery, meals preparation, and garnish. The aims of the research is to know the differences between form’s food variation and the way of serving food to the platewaste in Preschool of BIAS of Purwokerto. Method : This study used quasi experimental design (quasi experimental study). The location of the research was conducted in Preschool of BIAS of Purwokerto with total sample is 32 children using purposive sampling method. Bivariate analysis before and after treatment using paired t-test, bivariate analysis before and after without treatment using wilcoxon and treatment and control group difference using mann whitney test. Result : The platewaste treatment group before treatment was 40,08% and after treatment was 18,64%. The platewaste control group before without treatment was 41.56% and after without treatment was 35.22%. The food treatment group was 18.65% and control was 35.22%. Conclusions : There were differences in platewaste before and after in the treatment group, no differences in platewaste before and after without treatment in the control group, and there were difference in platewaste in the treatment group and control group. | |
| 17389 | 20489 | B1J013177 | AKTIVITAS LIPASE ORGAN PENCERNAAN IKAN UCENG (Nemacheilus fasciatus) PADA pH DAN TEMPERATUR INKUBASI YANG BERBEDA | Ikan uceng (Nemacheilus fasciatus) merupakan jenis ikan liar yang ada di Sungai, yang sangat potensial untuk dikembangkan. Ikan uceng merupakan salah satu ikan yang tahan hidup pada kandungan oksigen rendah dan memiliki ukuran tubuh maksimal hanya 10 cm. Keberadaan ikan uceng di alam liar sangat terancam. Kajian awal ikan uceng telah dilakukan, namun masih terbatas pada aspek ekologi dan taksonomi, dan hal ini kurang memadai untuk mendukung upaya konservasi ikan uceng dimasa yang akan datang. Kajian fisiologi tentang kapasitas pencernaan lemak yang tercermin sebagai aktivitas lipase menjadi penting untuk dilakukan guna mengetahui efisiensi pemanfaatan nutrisi terhadap lemak pada ikan uceng dalam rangka menyokong upaya konservasi atau domestikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas lipase organ pencernaan ikan uceng (Nemacheilus fasciatus) pada pH dan temperatur inkubasi yang berbeda serta mengetahui aktivitas lipase organ pencernaan ikan uceng (Nemacheilus fasciatus) pada pH dan temperatur inkubasi optimal. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental dengan dua tahap, tahap pertama menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dan tahap kedua menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) berpola faktorial. Percobaan 1 dilakukan untuk mengetahui aktivitas lipase organ pencernaan ikan uceng (Nemacheilus fasciatus) pada enam pH buffer yang berbeda (pH 1,7, pH 3,4, pH 5, pH 7, pH 8, dan pH 10 ) dan setiap perlakuan diulang empat kali dengan variabel aktivitas lipase. Percobaan II dilakukan untuk mengetahui aktivitas lipase organ pencernaan ikan uceng (Nemacheilus fasciatus) pada tiga temperatur inkubasi yang berbeda (30oC, 40oC, dan 50oC) dan setiap perlakuan diulang empat kali dengan variabel aktivitas lipase. Pengukuran aktivitas lipase dilakukan menggunakan metode spektrofotometri. Hasil penelitian menunjukan bahwa perbedaan pH buffer berpengaruh nyata (p<0,05) terhadap aktivitas lipase organ pencernaan ikan uceng (Nemacheilus fasciatus). Sedangkan pengukuran aktivitas lipase pada penelitian tahap kedua ini menggunakan tiga temperatur yang berbeda yaitu 300C, 400C dan 500C menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan temperatur inkubasi yang berbeda (p>0,05) pada aktivitas lipase organ pencernaan ikan uceng (Nemacheilus fasciatus). | Fish uceng (Nemacheilus fasciatus) is a type of wild fish in the river, which is very potential to be developed. Fish is one of the fish that survive on low oxygen content and has a maximum body size of only 10 cm. The existence of fish in the wild is very threatened. Initial studies of fish uceng have been done, but still limited to ecological and taxonomic aspects, and this is not sufficient to support efforts to conserve fish in the future. A physiological study of the gastrointestinal capacity reflected as lipase activity is important in order to determine the efficiency of fatty nutrient utilization in uceng fish in order to support conservation or domestication efforts. The aim of this research is to know the activity of gastrointestinal organ lipase (Nemacheilus fasciatus) at different pH and incubation temperature and to know the activity of gastrointestinal organ lipase (Nemacheilus fasciatus) at pH and optimal incubation temperature. This research was conducted experimentally with two stages, the first stage using Completely Random Design (RAL) and the second stage using Factorial Random Design Complete (RAL) pattern. Experiment 1 was performed to determine the activity of gastrointestinal organ lipase (Nemacheilus fasciatus) in six different buffer pH (pH 1.7, pH 3,4, pH 5, pH 7, pH 8, and pH 10) and each treatment was repeated four times with lipase activity variable. Experiment II was conducted to determine the activity of gastrointestinal organ lipase (Nemacheilus fasciatus) at three different incubation temperature (30oC, 40oC, and 50oC) and each treatment was repeated four times with lipase activity variable. Measurement of lipase activity was done using spectrophotometric method. The results showed that the difference of pH buffer significantly (p <0.05) to the activity of lipase digestive organ of fish (Nemacheilus fasciatus). While the measurement of lipase activity in this second phase study using three different temperatures, 300C, 400C and 500C showed that there was no difference of different incubation temperature (p> 0,05) on the activity of lipase of digestive organ of fish of uceng (Nemacheilus fasciatus). | |
| 17390 | 20491 | F1D013011 | Strategi Kepala Desa Dalam Pengembangan BUMDes di Desa Ponggok, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten Pada Tahun 2009-2017 | Penelitian ini bertujuan untuk; 1) Mendeskripsikan strategi kepala desa dalam pengembangan BUMDes di Desa Ponggok, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten. 2) Mengetahui pola relasi kepala desa dengan pengelola BUMDes dalam pengembangan BUMDes. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling dan snowball sampling. Penelitian ini menggunakan teknik analisis interaktif. Keabsahan penelitian ini menggunakan triangulasi data sumber. Di dalam landasan teori, penelitian menggunakan konsep-konsep pemerintahan desa, strategi kepala desa, desa mandiri, relasi aktor, BUMDes, serta Good Coorporate Governance. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa pengembangan BUMDes di Desa Ponggok tidak lepas dari strategi kepala desa selaku pemimpin pemerintahan Desa Ponggok untuk mencapai rencana yang telah ada. Seperti melakukan prioritas unit usaha dan negosiasi dengan pihak ketiga merupakan upaya untuk mencapai rencana pengelolaan tata ruang dan perencanaan. Disamping itu juga penggunaan teknologi tepat guna dilakukan sebagai upaya dalam rencana pengembangan teknologi dan juga penegakan sistem keuangan. Sedangkan penyertaan modal masyarakat dalam hal penyadaran terhadap investasi dilakukan sebagai upaya untuk mencapai rencana pemberdayaan SDM. Relasi kepala desa dengan pengelola BUMDes di Desa Ponggok, terjadi atas dasar adanya suatu pencapaian kepentingan antara keduanya. Kepentingan kepala Desa Ponggok mendirikan sebuah badan usaha desa untuk mendapatkan PADes dan pembagian jabatan terhadap perangkat desa ke dalam struktur organisasi BUMDes yang menyebabkan adanya double fee bagi pemerintah desa. Sedangkan kepentingan pengelola BUMDes yaitu untuk meningkatkan perekonomian melalui pendapatan karena terbukanya lapangan pekerjaan dari adanya BUMDes di Desa Ponggok. | The purpose of this research are : 1) to describe to village strategy in developing of BUMDes in Ponggok Village, Polanharjo sub-district, Klaten district. 2) to know the relationship between village chief and BUMDes management of BUMDes developing. this research used the qualitative methods with fenomenology approach. To choose the informant, purposive sampling and snowball sampling will be used as the main technique, deep-interview, and proper dokumentation. To analyze the data, qualitative-descriptive analysis will be used. In theoretical basis, researcher used the the village governance concept, village chief strategy concept, independent village theory, actor relation theory, and also good corporate governance theory. The results of this research described that BUMDes development in Ponggok Village based on chief village strategy as Ponggok Village chief government to reach plan. Such as prioritizing business units and negotiating with third parties is an effort to achieve spatial planning and planning plans. Besides, the use of appropriate technology is done as an effort in the technology development plan and also the enforcement of the financial system. While the participation of public capital in terms of investment awareness is done as an effort to achieve the plan of empowerment of human resources. The relation of the village head with the manager of BUMDes in Ponggok Village, occurred on the basis of an achievement of interest between the two. The interest of the village head of Ponggok established a village business entity to obtain PADes and the division of office against the village apparatus into the BUMDes organizational structure that led to a double fee for the village government. While the interest of BUMDes managers is to improve the economy through income due to the opening of jobs from the existence of BUMDes in Ponggok Village. | |
| 17391 | 20492 | B1J013026 | KEANEKARAGAMAN RAYAP (O: ISOPTERA) PADA EKOSISTEM HUTAN PINUS DAN DAMAR DI KETINGGIAN 1100 MDPL WILAYAH KPH BANYUMAS TIMUR | Rayap memiliki peran dalam membantu lingkungan sebagai dekomposer dengan cara menghancurkan kayu atau bahan organik lainnya dan mengembalikan sebagai hara ke dalam tanah. Rayap juga menimbulkan kerusakan pada tanaman dan kerusakan pada bangunan yang terbuat dari kayu sehingga merugikan dari sisi ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaman rayap di pohon damar dan pinus pada ketinggian 1100 mdpl wilayah KPH Banyumas bagian timur. Metode yang digunakan adalah survey dengan pengambilan sampel secara belt transect. Belt transect dengan panjang 100 m dan lebar 2 m dipasang melintasi ekosistem hutan pinus dan damar; masing-masing belt transect dibagi menjadi 20 bagian (section) (P: 5 m, L: 2 m). Sampel rayap diambil dari Hutan di Desa Serang Purbalingga pada ketinggian 1100 mdpl. Rayap diambil dari tiap section (20 section), dimasukkan ke dalam botol, dan diidentifikasi di Laboratorium Pengajaran I, Fabio Unsoed. Suhu udara, kelembapan udara, suhu tanah, kelembapan tanah, intensitas cahaya dan kanopi diukur sebagai parameter pendukung. Keragaman rayap dianalisis secara statistik dan kelimpahan dihitung dengan indeks kesamaan dan indeks dominansi Shannon-Wiener. Hasil penilitian didapatkan 3 spesies rayap yaitu, Pericapritermes semarangi, Procapritermes setiger dan Schedorhinotermes javanicus. Berdasarkan hasil perhitungan diketahui nilai indeks keragaman pinus H=0,9 sedangkan damar H=0,41 keduanya tergolong rendah. Nilai indeks kemerataan pada pinus E=0,82 tergolong tinggi dan damar E=0,59 tergolong sedang. Dominansi pada pinus (0,47) tergolong sedang, sedangkan damar (0,75) tergolong tinggi. Kelimpahan spesies rayap pada hutan pinus lebih tinggi dibanding dengan hutan damar karena pada hutan pinus lebih banyak serasah yang dihasilkan dan tingginya presentase naungan pada tegakan pinus. Spesies yang paling dominan adalah Pericapitermes semarangi | Termites have a role in helping the environment as a decomposer by destroying wood or other organic material and returning it as nutrients into the soil. Termites also cause damage to crops and damage to buildings made of wood that are detrimental to the economic side. This study aims to determine the diversity of termites in the resin and pine trees at an altitude of 1100 mdpl area KPH Banyumas the east. The method used is survey by taking sample by belt transect. Belt transect with length 100 m and width 2 m mounted across pine and resin forest ecosystem; each transect belt is divided into 20 sections (P: 5 m, L: 2 m). The termite samples were taken from the Forest in Serang, Purbalingga at an altitude of 1100 mdpl. Termites were taken from each section (20 sections), inserted into bottles, and identified in Laboratorium Pengajaran I, Fabio Unsoed. Air temperature, humidity, soil temperature, soil moisture, light intensity and canopy are measured as supporting parameters. The diversity of termites is statistically analyzed and abundance is calculated by the Shannon-Wiener dominance index and similarity index. The results of research are 3 species of termites, there are Pericapritermes semarangi, Procapritermes setiger and Schedorhinotermes javanicus. Based on the results of the calculation is known pine diversity index value H’= 0.9 whereas resin H’ = 0.41 are both low. The fairness index value on the pine E = 0.82 is high and the resin E = 0.59 is moderate. The dominance of pine (0.47) is moderate, while the resin (0.75) is high. The abundance of termite species in pine forests is higher than that of resin forests because in pine forests more litter is produced and the high percentage of shade is in pine stands. The most dominant species is Pericapitermes semarangi. | |
| 17392 | 20519 | B1J013173 | PENGARUH pH DAN TEMPERATUR INKUBASI TERHADAP AKTIVITAS PROTEASE PADA ORGAN PENCERNAAN IKAN UCENG (Nemacheilus fasciatus) | Ikan uceng (Nemacheilus fasciatus) termasuk ikan yang digemari oleh masyarakat sehingga menjadikan populasi ikan uceng semakin lama semakin sedikit. Upaya konservasi perlu dilakukan dalam rangka melestarikan dan menjaga jumlah individu ikan ini di alam. Studi terdahulu telah dilakukan terhadap ikan uceng, namun masih terbatas pada aspek taksonomi dan ekologi. Kajian fisiologi khususnya fisiologi nutrisi, merupakan salah satu kajian yang dirasa perlu untuk dilakukan, sebab keberhasilan pertumbuhan ikan sangat dipengaruhi oleh keberadaan pakan yang tepat dan kapasitas pencernaan ikan tersebut. Efisiensi pakan pada ikan dapat diperoleh bila diketahui kesepadanan antara nutrisi yang diberikan dengan kapasitas pencernaan ikan. Untuk itulah kajian aktivitas enzim digesti terutama protease dirasa perlu dilakukan dalam rangka memberikan informasi awal kemampuan cerna ikan terhadap protein yang diberikan. Tujuan penelitian ini adalah pH dan temperatur protease pada organ pencernaan ikan uceng (Nemacheilus fasciatus). Manfaat dari penelitian ini untuk memberikan informasi mengenai pengaruh pH dan temperatur protease pada organ pencernaan ikan uceng (Nemacheilus fasciatus). Penelitian ini dilakukan secara eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pada peneitian tahap pertama dan analisis Faktorial pada tahap kedua. Penelitian tahap pertama dilakukan untuk mengetahui perbedaan pH protease pada organ digesti ikan uceng yang terdiri atas 6 perlakuan (pH 1,7 ,3, 5, 7, 8 dan 10) dan 4 kali ulangan. Setelah diketahui pH optimum dilanjutkan dengan penelitian tahap kedua yaitu untuk mengetahui perbedaan temperatur protease pada saluran digesti ikan uceng yang terdiri dari 3 perlakuan (30oC, 40oC, dan50oC) dan 4 kali ulangan. Pengukuran tirosin sebagai produk hidrolisis protein oleh protease dilakukan dengan metode spektofotometri. Hasil yang diperoleh menunjukan bahwa aktivitas protease optimal ditunjukan pada pH 7-10 dan temperatur 50 oC. | Uceng (Nemacheilus fasciatus) is type of fish that popular among peoples and made its population are less due to the increase of fishing in the river. Conservation efforts need to be done in order to preserve and maintain the number of individuals of this fish in nature. Past studies have been conducted on this fish, but still limited to taxonomic and ecological aspects. Physiology study, especially nutrition physiology, is one of the studies that need to be considered, because the success of fish growth is strongly influenced by the existence of proper feed and digestion capacity of the fish. The efficiency of feed on fish can be obtained if known matching between the nutrients provided with the digestive capacity of the fish. For that reason study of digesti enzyme activity especially protease need to be done in order to give initial information about fish digest ability to protein which are given. The purpose of this research are to know the difference of pH and temperature of protease in digestive organ of uceng (N. fasciatus). The benefits of this study are to provide information on the difference of pH and temperature of proteases in digestive organs of uceng (N. fasciatus). This research was conducted experimentally using Completely Randomized Design (RAL) which consist of 2 steps of research. The first step of the research was conducted to find out the difference of pH protease on digestive organ of uceng (N. fasciatus) which consist of 6 treatments (pH 1.7, 3, 5, 7, 8 and 10) and 4 replications. After optimal pH has known, the second step of the research was conducted to find out the difference of protease temperature in digestive organ of uceng (N. fasciatus) which consist of 3 treatments (30oC, 40oC, and 50oC) and 4 replications. Measurement of tyrosine as a protein hydrolysis product by protease was performed by spectrophotometry method. The results show that the optimal protease activity was shown at pH 7-10 and temperature 50 oC. | |
| 17393 | 20544 | F1B011028 | Implementasi Kebijakan Kota Layak Anak di Kelurahan Purwanegara Kecamatan Purwokerto Utara Kabupaten Banyumas | Kasus kekerasan anak di Indonesia sangat mengkhawatirkan. Ada beragam kasus kekerasan anak kerap terjadi tidak hanya di desa, kota kecil tetapi juga di kota besar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Kota Layak Anak di Kelurahan Purwanegara, Kecamatan Purwokerto Utara, Kabupaten Banyumas. Lokasi penelitian dilakukan di Kantor Kelurahan Purwanegara, DPPKBP3A Kabupaten Banyumas. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian Model Kualitatif dengan menggunakan analisis deskriptif. Pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling dan untuk memperoleh data penelitian menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data menggunakan adalah model analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukan Implementasi Kebijakan Kota Layak Anak di Kelurahan Purwanegara Kecamatan Purwokerto Utara Kabupaten Banyumas sudah cukup baik, namun masih perlu ditinggkatkan agar tujuannya. Dalam hal ini dapat dilihat dari sub aspek sumber daya manusia secara kelembagaan sudah mampu merangkul lembaga – lembaga baik pemerintah maupun swasta, namun partisipasi masyarakat masih rendah. Dari sub aspek keuangan sudah cukup baik, namun mekanisme peyaluran yang memakan waklu lebih lama. Dari sub aspek sarana dan prasarana sudah cukup baik, namun belum memenuhi standar untuk semua jenis kegiatan. Dari sub aspek pemahaman implementor sudah cukup baik, namun masih ada sebagian kecil yang belum paham terkait tugas pokok dan fungsinya. Hal ini dikarenakan sering terjadi pergantian staff atau pengrus baru. Dari sub aspek sosialisasi sudah cukup baik, namun belum kearah sosialisasi melalui media sosial hal ini diakrenakan kurangnya media yang mendukung. Dari sub aspek potensi KLA mempunyai peran strategis dalam mengurangi kekerasan terhadap anak sehingga perlu ditingkatkan kinerja organisasi agar dapat tercapai tujuan secara efektif dan efisien. Kata Kunci: Kekerasan Anak, kota layak anak. | The case of child abuse in Indonesia is very worrying. There are various cases of child abuse often not only in villages, towns and cities. This study aims to apply the Decent City Children in Purwanegara Urban Village, North Purwokerto District, Banyumas Regency. The location of the research was conducted at the Purwanegara urban village office, DPPKBP3A Banyumas district. The type of research used is model of Qualitative Model by using descriptive analysis. Selection of informants using purposive sampling technique and to obtain data of research, observation and documentation. While the data analysis technique using interactive analysis model. The result of the research shows that the Implementation of Urban Policy in Purwanegara Urban Village, North Purwokerto Sub-district, Banyumas Regency is good enough, but still must be upgraded so that the purpose. In this case it can be seen from the aspect of institutional human resources are able to embrace the institutions – the institutions of good government as well as private, but public participation is still low. From the financial aspect is already quite good, but the mechanism of peyaluran take waklu longer. From the aspect of the infrastructure is already quite good, but do not meet the standards for all kinds of activities. Understanding aspects of the implementor is already quite good, but there is still a small part of which has yet to understand the associated basic tasks and functions. This is due to the frequent turnover of staff or new staff. From sub socialisation aspects are already quite good, but not towards socialization through social media this is due to the lack of media support. From the aspect of the potential strategic role KLA in reducing violence against children so that organizational performance needs to be improved in order to achieved objectives effectively and efficiently. Keywords: Child Violence, city worthy of child | |
| 17394 | 20493 | F1F013020 | Neil Perry's Suicide in N.H. Kleinbaum's Dead Poets Society | Penelitian yang berjudul “Neil Perry’s Suicide in N.H. Kleinbaum’s Dead Poets Society” memiliki tujuan untuk mengetahui perilaku bunuh diri yang dilakukan oleh karakter utama dalam novel tersebut, Neil Perry. Peneliti menggunakan metode kualitatif untuk menganalisis data. Data utamanya adalah Dead Poets Society oleh N.H. Kleinbaum. Selain itu, peneliti menggunakan teori Psikologi dalam Sastra dan Teori Kepribadian milik Carl Rogers untuk menganalisa psikologis dan motivasi Neil Perry terhadap hidupnya dan juga latar belakang dari bunuh diri yang dilakukannya. Teori bunuh diri dan teori-teori lainnya yang berhubungan dengan psikologi dan bunuh diri juga digunakan dalam menganalisis alasan mengapa karakter tersebut memilih untuk bunuh diri. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa depresi berat merupakan pemicu aksi bunuh diri yang dilakukan oleh Neil. Selain itu, peneliti menemukan bahwa motivasi Neil untuk bunuh diri adalah karena keputusasaan yang disebabkan oleh beberapa aspek, dan salah satu aspek terbesar adalah keluarganya. Kurangnya kasih sayang dan dukungan keluarga terhadap gairahnya menyebabkan rasa sakit yang tak dapat dia tahan lagi. Akhirnya, dia melihat bunuh diri sebagai satu-satunya solusi agar rasa sakitnya dapat berakhir. | The research entitled “Neil Perry’s Suicide in N.H. Kleinbaum’s Dead Poets Society” aims to figure out the suicide of the leading character in the novel, Neil Perry, who end up committing suicide. The researcher used qualitative method to analyze the data. The primary data is Kleinbaum’s Dead Poets Society. In addition, the researcher used Psychology in Literature and Carl Roger’s Personality Theory to analyze Neil Perry’s psychological and motivation toward his life and the background of his suicide. Theories of suicide and proven theories related to the psychological and suicide are also used to analyze the reason why the character chooses to commit suicide. The result of this research shows that severe depression is the trigger of Neil’s action of suicide. Moreover, the researcher found that Neil's motivation to commit suicide is due to the hopelessness that was caused by some aspects, and one of the biggest aspects is his family. The lack of affection and support from the family towards his passion caused the pain that he cannot bear any longer. Finally, he sees suicide as the only relief that his pain will no longer exist. | |
| 17395 | 20494 | B1J013032 | ANALISIS FENETIK BEBERAPA KULTIVAR DURIAN (Durio zibethinus Murr.) DI KECAMATAN KEMRANJEN BERDASARKAN KARAKTER ANATOMI DAUN | Durio zibethinus Murr. merupakan salah satu buah-buahan yang memiliki keanekaragaman yang tinggi. Kultivar durian di Indonesia sangat banyak dan tersebar diseluruh daerah. Hubungan kemiripan beberapa kultivar durian di Indonesia berdasarkan karakter anatomi belum banyak diketahui sehingga perlu dilakukan analisis terhadap hubungan kemiripannya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakter anatomi daun dan hubungan kemiripan beberapa kultivar durian di Kecamatan Kemranjen. Metode penelitian yang digunakan adalah survai dengan teknik pengambilan sampel secara acak (random sampling). Pembuatan preparat awetan daun menggunakan metode parafin. Variabel yang diamati berupa karakter anatomi daun dengan parameter berupa ukuran stomata (panjang dan lebar), jumlah stomata per mm2, letak stomata, tipe stomata, bentuk trikomata, letak trikomata, ukuran trikomata, jumlah trikomata per mm2, bentuk sel epidermis, tebal daun, tebal kutikula, tebal epidermis (atas dan bawah), tebal mesofil, tebal palisade, rasio palisade, dan tebal jaringan spons. Metode analisis karakter anatomi secara deskriptif dan hubungan kemiripan dianalisis dengan metode UPGMA menggunakan software MEGA. Hasil penelitian didapatkan bahwa karakter anatomi daun beberapa kultivar durian di Kecamatan Kemranjen memiliki perbedaan pada bentuk sel, ukuran sel, dan jumlah sel. Hubungan kemiripan paling dekat adalah D. zibethinus ‘Lokal putih’ dan D. zibethinus ‘Lokal kuning’ dengan indeks disimilaritas sebesar 0,278, sedangkan hubungan kemiripan paling jauh adalah D. zibethinus ‘Lokal kuning’ dan D. zibethinus ‘Kuningmas’ dengan indeks disimilaritas sebesar 0,722. | Durio zibethinus Murr. is one of fruits which has high variety. There are so many durian cultivars in Indonesia which are spread in all regions. Similarity of several durian cultivars in Indonesia based on anatomical character has not been widely known. Therefore, analysis on the similarity needs to be conducted. This research is aimed at finding out the anatomical characters of leaves and the similarities of several durian cultivars in Kemranjen sub-District. The research method used is survey with random sampling. The leaf samples were made into two preparats (fresh and preserved paraffin). The variable observed are the anatomical characters of leaves, with some parameters like the cuticles thickness, epidermis shape, epidermis thickness (upper and lower), mesophyll thickness, leaves thicknes, palisade thickness, palisade ratio, sponge tissue thickness, stomata size (length and width), stomata density, location of stomata, stomata type, trichomata size, location of trichomata, and trichomata density. The analysis method of anatomical characters descriptively and the similarity analyzing by UPGMA method use MEGA software. The result of this research shows that anatomical characters of leaves of several durian cultivars in Kemranjen sub-District have differences on the shape of cells, cells size, and the number of cells. The closest similarity is D. zibethinus ‘Lokal putih’ and D. zibethinus ‘Lokal kuning’ with disimilarity index 0.278, meanwhile the farthest similarity is D. zibethinus ‘Local kuning’ and D. zibethinus ‘Kuningmas’ with disimilarity index 0.722. | |
| 17396 | 20495 | F1A012076 | Perubahan Mata Pencaharian Masyarakat Desa Ujungalang Kampung Laut Cilacap | Penelitian ini bertujuan untuk : 1) Mengetahui proses perubahan mata pencaharian dari nelayan ke petani masyarakat Kampung Laut Cilacap, 2) Mengetahui kendala-kendala apa saja yang terjadi dari perubahan mata pencaharian ke petani tersebut. Sedimentasi/tanah timbul di Kampung Laut Cilacap membuat hasil laut berkurang dan perekonomian menurun. Upaya yang dilakukan masyarakat Kampung Laut untuk mempertahankan perekonomian mereka adalah dengan merubah mata pencaharian mereka menjadi petani. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif. Sumber atau data subjek penelitian ini meliputi masyarakat Ujungalang yang tergabung dalam kelompok Himpunan Nelayan.Lokasi penelitian berada di Desa Ujungalang Kecamatan Kampung Laut Kabupaten Cilacap. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik pengumpulan data melalui tiga cara yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik yang digunakan dalam analisi data adalah analisis model interaktif yang memiliki empat komponen yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan terakhir penarikan kesimpulan. Triangulasi sumber yang dilakukan untuk menjelaskan keabsahan data peneliti. Hasil penelitian menunjukan bahwa : 1) Kampung Laut Cilacap terutama Desa Ujungalang terdapat perubahan mata pencaharian utama dari nelayan menjadi petani, perubahan ini sudah banyak terjadi di sebagian masyarakat Kampung Laut selama beberapa tahun ini semenjak adanya sedimentasi/tanah timbul. Proses terjadinya perubahan mata pencaharian tersebut dilakukan secara bergantian, ketika masyarakat harus menunggu hasil panen atau tidak sedang merawat pertaniannya, masyarakat Kampung Laut di Desa Ujungalang mencari pekerjaan sambilan menjadi nelayan lagi. 2) Adanya sedimentasi masyarakat Desa Ujungalang mencoba memanfaatkan lahan tersebut menjadi lahan yang menghasilkan rezeki bagi masyarakat Desa Ujungalang Kampung Laut Cilacap. 3) Masyarakat Desa Ujungalang memilih menggeser mata pencaharian utama yaitu nelayan menjadi petani karena mereka lebih membutuhkan pekerjaan jangka panjang. 4) Adanya kendala yang dihadapi adalah kurangnya pengetahuan atau wawasan tentang sektor pertanian dan adanya faktor alam yang mempengaruhi seperti adanya air asin yang membanjiri lahan petani sehingga mengakibatkan gagal panen, hal ini dikarenakan air asin tidak sesuai untuk mengairi lahan pertanian. | Penelitian ini bertujuan untuk : 1) Mengetahui proses perubahan mata pencaharian dari nelayan ke petani masyarakat Kampung Laut Cilacap, 2) Mengetahui kendala-kendala apa saja yang terjadi dari perubahan mata pencaharian ke petani tersebut. Sedimentasi/tanah timbul di Kampung Laut Cilacap membuat hasil laut berkurang dan perekonomian menurun. Upaya yang dilakukan masyarakat Kampung Laut untuk mempertahankan perekonomian mereka adalah dengan merubah mata pencaharian mereka menjadi petani. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif. Sumber atau data subjek penelitian ini meliputi masyarakat Ujungalang yang tergabung dalam kelompok Himpunan Nelayan.Lokasi penelitian berada di Desa Ujungalang Kecamatan Kampung Laut Kabupaten Cilacap. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik pengumpulan data melalui tiga cara yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik yang digunakan dalam analisi data adalah analisis model interaktif yang memiliki empat komponen yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan terakhir penarikan kesimpulan. Triangulasi sumber yang dilakukan untuk menjelaskan keabsahan data peneliti. Hasil penelitian menunjukan bahwa : 1) Kampung Laut Cilacap terutama Desa Ujungalang terdapat perubahan mata pencaharian utama dari nelayan menjadi petani, perubahan ini sudah banyak terjadi di sebagian masyarakat Kampung Laut selama beberapa tahun ini semenjak adanya sedimentasi/tanah timbul. Proses terjadinya perubahan mata pencaharian tersebut dilakukan secara bergantian, ketika masyarakat harus menunggu hasil panen atau tidak sedang merawat pertaniannya, masyarakat Kampung Laut di Desa Ujungalang mencari pekerjaan sambilan menjadi nelayan lagi. 2) Adanya sedimentasi masyarakat Desa Ujungalang mencoba memanfaatkan lahan tersebut menjadi lahan yang menghasilkan rezeki bagi masyarakat Desa Ujungalang Kampung Laut Cilacap. 3) Masyarakat Desa Ujungalang memilih menggeser mata pencaharian utama yaitu nelayan menjadi petani karena mereka lebih membutuhkan pekerjaan jangka panjang. 4) Adanya kendala yang dihadapi adalah kurangnya pengetahuan atau wawasan tentang sektor pertanian dan adanya faktor alam yang mempengaruhi seperti adanya air asin yang membanjiri lahan petani sehingga mengakibatkan gagal panen, hal ini dikarenakan air asin tidak sesuai untuk mengairi lahan pertanian. | |
| 17397 | 21591 | E1A114013 | PENERAPAN CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR) BERDASARKAN PASAL 74 UNDANG-UNDANG NOMOR 40 TAHUN 2007 TENTANG PERSEROAN TERBATAS DI PT. FEDERAL INTERNATIONAL FINANCE (FIFGROUP) JAKARTA | Dalam rangka mewujudkan pembangunan bidang ekonomi di Indonesia, perusahaan tidak hanya dituntut untuk memperhatikan keuntungan ekonomi saja tetapi juga kepentingan dan kesejahteraan masyarakat serta lingkungan. Kegiatan Corporate Sosial Responsibility (CSR) merupakan wujud timbal balik perusahaan bagi lingkungan dan masyarakat terhadap dampak dari kegiatan usaha. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana penerapan Corporate Social Responsibility (CSR) berdasarkan pasal 74 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas di PT. Federal International Finance (FIFGROUP) Jakarta. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normative dengan analisis secara normatif kualitatif. Metode pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan data sekunder melalui studi kepustkaan, dan data primer melalui wawancara di Kantor PT. Federal International Finance (FIFGROUP) Jakarta, dengan metode pengajian data dalam bentuk teks naratif dan disusun secara sistematis. Hasil penelitian menunjukan bahwa PT. Federal International Finance (FIFGROUP) Jakarta telah melaksanakan kewajibannya sesuai dengan ketentuan Pasal 74 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas mengenai Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan/ Corporate Social Responsibility. Hal ini terbukti dengan perusahaan melaksankan program Corporate Social Responsibility dengan membentuk 4 pilar utama yaitu pendidikan, lingkungan, kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat. Kata kunci : Perseroan Terbatas, Corporate Social Responsibility (CSR), PT. Federal International Finance (FIFGROUP) | In order to develop the economic development in Indonesia, the company is not only to pay attention to economic benefits but also to the interests and welfare of society and environment. Corporate Social Responsibility (CSR) activities is a form of feedback to environment and society as the effect of the business activity. This research was done to know how is the application of Corporate Social Responsibility (CSR) based on Article 74 of Law Number 40 of 2007 concerning Limited Liability Company in PT. Federal International Finance (FIFGROUP) Jakarta. Research methods that used in this research is juridical normative and qualitative analysis. Collection data method was done by using secondary data with study literature and primary data by interview in PT. Federal International Finance (FIFGROUP) Jakarta office with studying data method in narrative text form and arranged systematically. The result showed that PT. Federal International Finance (FIFGROUP) Jakarta has performed his obligation according to Article 74 of Law Number. 40 of 2007 concerning Corporate Social Responsibility. This is evidenced by the company implements its Corporate Social Responsibility by forming four main pillars : education, environment, health, and community empowerment Keywords : Limited Liability Company, Corporate Social Responsibility (CSR), PT. Federal International Finance (FIFGROUP) | |
| 17398 | 20497 | G1H013018 | HUBUNGAN TINGKAT KONSUMSI LEMAK, SERAT DAN KEBIASAAN MEROKOK DENGAN LINGKAR PERUT PADA USIA PRA LANSIA DI POSBINDU SEHATI DAN KORPRI BANYUMAS | Abstrak HUBUNGAN TINGKAT KONSUMSI LEMAK, SERAT DAN KEBIASAAN MEROKOK DENGAN LINGKAR PERUT PADA USIA PRA LANSIA DI POSBINDU SEHATI DAN KORPRI BANYUMAS Devi Oktaviani, Saryono, Hidayah Dwiyanti Latar Belakang: Kemajuan teknologi saat ini mengakibatkan adanya perubahan pola konsumsi makan yang cenderung kepada makanan cepat saji. Rata-rata asupan lemak pada penduduk usia diatas 15 tahun di Provinsi Jawa Tengah menduduki peringkat kedua tertinggi dari 33 provinsi yaitu 24,01% dan lebih besar dibandingkan angka nasional yaitu 20,90%. Pola makan yang tidak baik memicu terjadinya penumpukan lemak tubuh, terutama dibagian perut atau disebut dengan obesitas sentral. Obesitas Sentral dapat menyebabkan gangguan kesehatan, seperti diabetes melitus tipe 2, dislipidemia, penyakit kardiovaskuler, hipertensi, kanker dan sindrom metabolik. Tujuan Penelitian: Mengetahui hubungan tingkat konsumsi lemak, serat dan kebiasaan merokok dengan lingkar perut pada usia pra lansia di Posbindu Sehati dan Posbindu Korpri. Metodologi: Penelitian cross-sectional ini dilakukan pada 60 orang yang dipilih berdasarkan teknik purposive sampling. Data tingkat konsumsi lemak dan serat diambil dengan menggunakan formulir recall 24 jam, kebiasaan merokok diukur dengan menggunakan Indeks Brinkman dan lingkar perut diukur menggunakan alat ukur meterline dengan kapasitas 150 cm dan ketelitian 0,1 cm. Hasil Penelitian: Rata-rata lingkar perut responden laki-laki yaitu 91,17 cm dan perempuan 86,48 cm. Tidak terdapat hubungan antara tingkat konsumsi lemak, serat dan kebiasaan merokok dengan lingkar perut pada usia pra-lansia (p>0,05). Kesimpulan: Tingkat konsumsi lemak, serat dan kebiasaan merokok tidak berhubungan dengan lingkar perut. | THE CORRELATION BETWEEN FAT CONSUMPTION LEVEL, FIBER AND SMOKING HABITS WITH WAIST CIRCUMFERENCE IN PRE ELDERLY IN POSBINDU SEHATI AND KORPRI BANYUMAS Devi Oktaviani, Saryono, Hidayah Dwiyanti Background: The development of technology have recently resulted the alteration of food consumption pattern that prefer to fast food. The average of fat intake in the population aged over 15 years in Central Java province was ranked second highest of 33 provinces that is 24.01% and greater than the national rate that is 20.90%. An unhealthy diet leads to accumulation of body fat, especially in the abdomen or called central obesity. Central obesity can cause health problems, such as type 2 diabetes mellitus, dyslipidemia, cardiovascular disease, hypertension, cancer and metabolic syndrome. Objective: To find out the correlation between fat consumption level, fiber and smoking habits with waist circumference at the age of pre elderly in Posbindu Sehati and Posbindu Korpri. Methods: This cross-sectional study was conducted on 60 people which selected based on purposive sampling technique. Fat and fiber consumption level were taken using 24-hour recall form, smoking habit was measured using Brinkman Index and waist circumference was measured using meterline measuring tool with 150 cm capacity and 0.1 cm accuracy. Results: The average waist circumference of male respondents was 91.17 cm and women was 86.48 cm. There was no correlation between fat consumption level, fiber and smoking habits with waist circumference in pre elderly (p> 0,05). Conclusion: The consumption level of fat, fiber and smoking habits has no correlation with waist circumference. Keywords: fat, fiber, smoking habits, waist circumferences. | |
| 17399 | 20498 | F1A012066 | Peran Koperasi Unit Desa (KUD) Mina Waluya dalam Pemberdayaan Masyarakat Desa Mertasinga Kecamatan Gunung Jati Kabupaten Cirebon | ABSTRACT : Desa Mertasinga merupakan wilayah yang penduduknya masih sangat bergantung pada hasil laut sebagai mata pencaharian utama. Sebagian besar penduduknya berprofesi sebagai nelayan, yang mana saat ini profesi tersebut tidak dapat memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari mereka. Keadaan ekonomi yang kurang, melatarbelakangi penduduk Desa Mertasinga berinisiatif membentuk Koperasi Unit Desa (KUD). Tujuan pembentukan KUD tersebut adalah untuk dapat melakukan pemberdayaan bagi para nelayan yang merupakan profesi dengan populasi terbesar. Dengan adanya KUD yang mereka namakan sebagai KUD Mina Waluya tersebut dapat lebih mengarahkan para nelayan sehingga dapat menjual hasil laut dan mengolahnya menjadi pendapatan yang lebih memadai sehingga dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan sasaran penelitian adalah pengurus harian dan anggota yang menjalankan KUD di Desa Mertasinga. Teknik penentuan informan dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling yang teknik pengumpulan datanya dilakukan dengan wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa adanya KUD sangat membantu masyarakat Desa Mertasinga. Peran KUD pada tahap penyadaran yaitu membuka pandangan masyarakat akan banyaknya potensi yang bisa dikembangkan. Peran selanjutnya yakni dalam tahap pengkapasitasan yaitu KUD membentuk kelompok dan pelatihan cara menangkap ikan yang baik dan mengolah hasil tangkapannya. Adapun peran pendayaan, meliputi akses, kontrol, serta partisipasi. Akses yang diberikan berupa peminjaman fasilitas KUD terhadap para nelayan. Kontrol yang dilakukan adalah melakukan pengawasan terhadap para nelayan agar bekerja sesuai dengan aturan KUD. Partisipasi yang dilakukan adalah mengajak masyarakat untuk bisa memanfaatkan fasilitas yang telah KUD sediakan. Sementara itu, pola relasi terjalin sangat baik, karena adanya kerjasama yang baik, dimana pengurus KUD sangat memperhatikan para nelayan dan nelayan juga memanfaatkan fasilitas KUD dengan baik. Kata Kunci : Pemberdayaan Masyarakat, Pemberdayaan kelompok Nelayan, KUD | Abstract : Mertasinga Village is an area which is the inhabitants are still heavily depend on fishing as mainly livelihood. Most of them are fisher, which mean they cannot fulfill the needed since this job has not given them a good income. This situation has become the background for the inhabitants of Mertasinga Village took the initiative to form a Koperasi Unit Desa (KUD).The purpose of KUD establishment is to be able to empower the fisherman as the largest job in this village. The establishment of KUD, named KUD Mina Waluya, educates the fishermen to sell their catch and turn it into more adequate income so as to fulfill the daily needs. Moreover, this research belongs to qualitative research with the target of research is the daily administrator and all the members who run KUD in Mertasinga Village. This research uses purposive sampling which the data collection is done by deep interview, observation and documentation in determining the informant. Moreover, the result of this research shows that the establishment of KUD is very helpful for inhabitants in Mertasinga Village. The first important role of KUD in awareness stage is creating new inhabitants understanding of the number of potential that can be developed. KUD also has role in capturing stage, KUD creates a group and training about how to catch and process the fish properly. In addition, the empowerment role covers access, control and participation. The fishermen have an access to loan KUD facilities. KUD has done the control in supervising the fishermen to work in line with the rules of KUD. KUD has done the participation in persuading inhabitants to utilize the KUD facilities. Meanwhile, the pattern of relation goes very well since a good cooperation happened because KUD administrators pay attention to the fishermen and fishermen make the most of KUD facilities as well. Keyword: community empowerment, empowerment of fishermen groups, KUD | |
| 17400 | 20499 | B1J013142 | Karakter Morfologi, Meristik, dan Truss Morphometric Ikan Mata Belo ( Hilsa kelee, Cuvier 1829 ) Familia Clupeidae. | Ikan mata belo (Hilsa kelee) merupakan salah satu ikan untuk dikonsumsi dari anggota familia Clupeidae yang banyak ditangkap oleh nelayan. Ikan mata belo (Hilsa kelee) merupakan salah satu spesies ikan pelagis yang didaratkan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap (PPSC) Kabupaten Cilacap. Pemanfaatan ikan mata belo (Hilsa kelee) yang terus-menerus tanpa ada upaya konservasi dapat menyebabkan over fishing. Oleh karena itu, perlu adanya upaya untuk konservasi yang dapat dilakukan dengan berbagai pendekatan, salah satunya adalah kajian taksonomi. Informasi taksonomik tentang ikan mata belo masih terbatas sehingga perlu dilakukan penelitian mengenai karakter morfologi serta karakter meristik dengan dilengkapi karakter truss morphometric ikan mata belo jantan dan betina. Penelitian ini bertujuan mengetahui karakter morfologi, meristik, dan truss morphometric yang dapat digunakan untuk membedakan antara ikan mata belo jantan dan ikan mata belo betina dan untuk mendapatkan karakter morfologi, meristik dan truss morphometric yang dapat digunakan untuk membedakan antara ikan mata belo jantan dan betina. Variabel yang diamati pada penelitian ini yaitu karakter morfologi, meristik, dan truss morphometric. Parameter yang diukur yaitu perbandingan rasio antara jarak truss dengan panjang standar. Karakter morfologi yang diamati yaitu bentuk tubuh, bentuk dan posisi mulut, bentuk sirip caudal, dan tipe sisik. Karakter merisik yang dihitung yaitu jumlah jari-jari keras dan lunak pada sirip dorsal, anal, dan pectoral, jumlah sisik garis rusuk, jumlah tapis insang, dan jumlah sisik yang mengelilingi batang ekor. Karakter truss morphometric yang diukur yaitu jarak truss yang sudah ditentukan sebanyak 20 titik. Parameter yang diukur yaitu perbandingan rasio antara jarak truss dengan panjang standar. Hasil pengamatan karakter morfologi menunjukkan bahwa ikan mata belo memiliki bentuk tubuh pipih, mulut tidak dapat disembulkan dengan letak mulut terminal, sirip caudal bercagak, tipe sisik cycloid. Hasil uji ‘t’ karakter meristik yang diperoleh tidak dapat digunakan untuk membedakan ikan mata belo jantan dan betina. Hasil perhitungan rasio jarak truss dengan panjang standar dan uji “t” yang dapat membedakan ikan mata belo jantan dan betina, yaitu, rasio jarak truss yang terletak pada jarak truss B2, D5, dan D6. | Mata belo fish (Hilsa kelee) or kelee shad is a member from the family Clupeidae that is often caught by fishermen to be sold and consumed. This species of fish is found in the pelagic zone that is harboured at the local fish auction at Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap (PPSC) of Cilacap region. Further exploitation of H. keele without any effort in conservation may case overfishing. With that said, an act of conservation is possible through a myriad of ways, one of which through taxonomic study. Taxonomic information on kelee shad or mata belo fish is still very limited, therefore a research regarding the morphological and meristical characteristics with the addition of morphometric characters of both male and female mata belo fish needs to be done. This study aims to differentiate male and female mata belo fish using all three characteristics there are morphological character, meristic character, and truss morphometric character. Notable variables in this study include morphology, meristic and morphometric data. Parameters measured are the ratio between truss length and standard length. Observable morphological characters are the body shape, shape and position of the mouth, caudal fin shape, and scale type. Meristic characters include the number of soft and spines rays of fins, number of gill arches, and the number of scales around the peduncle. There are 20 morphometric points are used to measure the truss distance. The ratio between the standard length and the truss length will be used as the measurable parameter. The result on the kelee shad or mata belo fish reveals that it has a compressed body type, a terminally positioned mouth that is unable to protrude, a forked caudal fin shape, and cycloid scale type. Meristic character between male and female mata belo fish cannot be compared using ”t test” analysis. Measurements between standard and truss length and “t test” that can differentiate male and females are the truss measurements at B2, D5 and D6 |