Artikelilmiahs
Menampilkan 17.321-17.340 dari 50.013 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 17321 | 20421 | F1C013096 | SELF DISCLOSURE ANTARA ORANG TUA DENGAN ANAK YANG TERGABUNG DALAM KOMUNITAS PUNK DI KECAMATAN BANYUMAS | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana keterbukaan diri (self disclosure) antara orang tua dengan anak yang tergabung dalam komunitas punk di kecamatan banyumas. Metode dalam penelitian ini menggunakan kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Purposive sampling digunakan untuk penentuan informan dan in depth interview untuk proses wawancaranya. Kriteria informan yang akan di cari adalah para orang tua yang memiliki anak dan tergabung dalam komunitas punk dengan anak yang berusia 15-20 tahun. Untuk kriteria informan anak yaitu yang tergabung dalam komunitas punk. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 2 keluarga yang terdiri dari seorang ibu dan anak yang tergabung dalam komunitas punk di Kecamatan Banyumas, tidak terdapat keterbukaan yang lebih di antara anak punk dengan ibunya mengenai punk. Hal ini dikarenakan tidak terciptanya hubungan harmonis serta kedekatan antar anggota keluarga sehingga hal tersebut mempengaruhi pengungkapan diri yang dilakukan oleh anak punk. Dibuktikan dengan daerah open dari masing-masing informan yang kecil dimana untuk membagikan informasi diri mengenal hal umum, hampir seluruh informan enggan untuk mengungkapkannya. Keterbukaan yang kecil akhirnya berdampak pada keterbukaan para anak punk selanjutnya mengenai informasi diri yang lebih pribadi contohnya mengenai perilaku anak punk. | This study aims to determine how self disclosure between parents with children who are members of the punk community in banyumas subdistrict. The method used in this research is qualitative with descriptive approach. Purposive sampling is used for the determination of informants and in depth interviews for the interview process. Criteria of the informants who will be in search are the parents who have children and joined in the punk community with children aged 15-20 years. For the criteria of child informants that are incorporated in the punk community. There was no more openness between punk boys and her mother about punk. This is because not the creation of harmonious relationships and the closeness between family members so that it affects the self-disclosure made by punk children. It is proved by the open area of each small informant where to share information about general, almost all informants are reluctant to disclose it. Small openness ultimately impacts the disclosure of later punk children about more personal information about the punk children's behavior. | |
| 17322 | 20419 | F1B013017 | Collaborative Governance dalam Program Revitalisasi Pembangunan Pasar Tradisional di Pasar Kawunganten Kabupaten Cilacap | Collaborative Governance saat ini banyak digunakan dalam menyelesaikan permasalahan publik atau mengelola suatu program. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh upaya pemerintah untuk penataan pasar dan mengetahui proses collaborative governance dalam program revitalisasi pasar Kawunganten. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui proses collaborative governance dalam program revitalisasi pembangunan pasar tradisional di pasar Kawunganten Kabupaten Cilacap. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif, dengan teknik pemilihan informan purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawacara, observasi dan dokumentasi. Metode analisis data yang digunakan adalah model analisis interaktif menurut Miles, Huberman dan Saldana, untuk validitas data diuji dengan menggunakan triangulasi sumber. Terdapat beberapa aspek yang menurut Ansell dan Gash belum terpenuhi. Adapun beberapa aspek tersebut diantaranya. Pertama, proses dialog tatap muka yang dilaksanakan hanya berdasarkan kebutuhan. Belum terdapat jadwal rutin yang mengatur pelaksanaan dialog tatap muka. Kedua, dalam sub aspek mengenai keterbukaan antar pihak masih belum transparan dimana pihak pemerintah dalam rincian dana revitalisasi pasar Kawunganten belum secara rinci menjelaskan kepada pihak swasta maupun pihak masyarakat. Ketiga, pelaksanaan dalam rencana strategi masih berbeda-beda belum memiliki misi yang sama antar stakeholders. Keempat, dalam penelitian proses revitalisasi pasar Kawunganten bahwa pihak masyarakat tidak diikutsertakan dalam proses kolaborasi program revitalisasi pasar Kawunganten. | Collaborative Governance is now widely used in solving public problems or managing a program. This research is motivated by government efforts to market arrangement and to know the process of collaborative governance in Kawunganten market revitalization program. The purpose of this research is to know the process of collaborative governance in market revitalization program Kawunganten. The research method used is qualitative method, with technique of selecting informant purposive sampling. Data collection is done by way of interview, observation and documentation. Data analysis method used is interactive analysis model according to Miles, Huberman and Saldana, for data validity tested by using source triangulation. There are several aspects that Ansell and Gash not complete. First, the process of face-to-face dialogue is conducted only what they need, Not in routine schedules. Second, sub aspect of transparency between parties is still not transparent where the government in details of market revitalization fund Kawunganten not yet detailed to explain to the private parties and the community. Third, the implementations in the strategy plan are different, there is no same mission among stakeholders. Fourth, the community is not included in the collaborative process of Kawunganten's market revitalization program. | |
| 17323 | 20428 | B1J013066 | LAJU PERTUMBUHAN, FAKTOR KONDISI, DAN INDEKS VISCERASOMATIK IKAN SIDAT (Anguilla bicolor McClelland) YANG DIBERI 17α –METHYL TESTOSTERONE DENGAN DOSIS BERBEDA | Budidaya ikan sidat (Anguilla bicolor McClelland) telah berkembang di Indonesia, karena didukung oleh ketersedian glass eel yang melimpah di muara-muara sungai. Akan tetapi, permasalahan yang masih dihadapi oleh pembudidaya salah satunya adalah pertumbuhan sidat yang relatif lambat (ukuran 600-800 g dicapai dalam waktu 16-18 bulan). Solusi untuk meningkatkan pertumbuhan ikan sidat dapat dilakukan dengan suplementasi hormon pada pakan. Salah satunya adalah hormon 17α –Methyl testosterone yang dapat berperan dalam peningkatan produksi ikan sidat, karena hormon ini memiliki sifat anabolik yang dapat meningkatkan laju pertumbuhan dari suatu organisme. Pertumbuhan dapat dilihat dengan mengamati faktor kondisi dan indeks viscerasomatik. Faktor kondisi merupakan parameter penting dari pertumbuhan untuk membandingkan kondisi atau keadaan kesehatan relatif populasi ikan atau individu tertentu, sedangkan viscerasomatik merupakan salah satu parameter pertumbuhan yang dinyatakan dalam indeks viscerasomatik yang memiliki pertumbuhan yang baik apabila nilai indeks viscerasomatiknya kecil. Namun, saat ini masih sedikit informasi terkait pengaruh pemberian hormon 17α- Methyl testosterone terhadap laju pertumbuhan, faktor kondisi, dan indeks viscerasomatik ikan sidat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian hormon 17α –Methyl testosterone dengan dosis berbeda terhadap laju pertumbuhan, faktor kondisi, dan indeks viscerasomatik ikan sidat. Variabel dalam penelitian ini terdiri dari variabel bebas dan variabel terikat. Variabel bebas yaitu pemberiaan pakan yang mengandung hormon 17α –Methyl testosterone dengan dosis yang berbeda, dan variabel terikat yaitu laju pertumbuhan, faktor kondisi, dan indeks viscerasomatik ikan sidat. Parameter yang diukur dalam penelitian ini yaitu panjang dan berat tubuh total dan berat visceral. Metode yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan empat perlakuan (Pakan tanpa pemberian 17α- Methyl testosterone (MT-0), pakan yang diberi 17α- Methyl testosterone 40 mg/kg pakan (MT-1), pakan yang diberi 17α- Methyl testosterone 80 mg/kg pakan (MT-2), dan pakan yang diberi 17α- Methyl testosterone 120 mg/kg pakan (MT-3). Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Hasil penelitian pemberian 17α- Methyl testosterone dengan dosis 40, 80, dan 120 mg/kg pakan tidak berkontribusi terhadap laju pertumbuhan, faktor kondisi, dan indeks viscerasomatik ikan sidat. Dosis 17α- Methyl testosterone terbaik untuk meningkatkan pertumbuhan ikan sidat belum bisa ditentukan. | Eel (Anguilla bicolor McClelland) is one of the favored fish species in the international market, therefore this fish has potential as an export commodity. Eel cultivation has grown in Indonesia, but the problems that are still faced by the farmers one of them is the growth of eel is relatively slow (size 600-800g achieved within 16-18 months). Growth can be seen by observing the condition factor and the viscerasomatic index. The hormone 17α -Methyl testosteronee can be a solution in increasing the production of eels, because this hormone has anabolic properties that can increase the rate of growth of an organism. This study was conducted to determine the growth rate, condition factor, and viscerasomatic index by giving hormone 17α -Methyl testosteronee with different dose. The method used was Completely Randomized Design (RAL), with four treatments (MT-0,MT-1,MT-2, and MT-3). Each treatment was repeated 3 times. The results showed that of all 17a -Methyl testosteronee doses 40, 80, and 120 mg/ kg of feed were not significantly different against growth rate, condition factor, and viscerasomatic index of eel (P> 0.05). The best dose of 17α -Methyl testosteronee to increase eel growth can not be determined. | |
| 17324 | 20422 | C1F015042 | ANALISIS PENGARUH OPINI, TEMUAN PEMERIKSAAN DAN TINDAK LANJUT HASIL PEMERIKSAAN BPK TERHADAP AKUNTABILITAS KINERJA KEMENTERIAN/LEMBAGA | Penelitian ini merupakan penelitian data panel pada sebagian Kementerian/Lembaga pemerintah pusat. Penelitian ini mengambil judul “Analisis Pengaruh Opini, Temuan Pemeriksaan Dan Tindak Lanjut Hasil Pemeriksaan BPK Terhadap Akuntabilitas Kinerja Kementerian / Lembaga”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Opini, Temuan Pemeriksaan, dan Tindak Lanjut Hasil Pemeriksaan BPK terhadap kinerja Kementerian/Lembaga. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah Kementerian/Lembaga di Indonesia yang memenuhi syarat-syarat untuk dapat dijadikan sampel. Jumlah sampel yang diperoleh adalah 75 Kementerian/lembaga. Purposive sampling method digunakan dalam penentuan sampel. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data dengan menggunakan regresi data panel menunjukkan bahwa : (1) Opini Pemeriksaan Tidak Berpengaruh Signifikan Terhadap Akuntabilitas Kinerja Kementerian/Lembaga Tahun Berikutnya, (2) Temuan Pemeriksaan Terkait Kelemahan Sistem Pengendalian Internal Berpengaruh Negatif Signifikan Terhadap Akuntabilitas Kinerja Kementerian/Lembaga Tahun Berikutnya, (3) Temuan Pemeriksaan Terkait Ketidakpatuhan Terhadap Ketentuan Peraturan Perundang-Undangan Berpengaruh Negatif Signifikan Signifikan Terhadap Akuntabilitas Kinerja Kementerian/Lembaga Tahun Berikutnya, dan (4) Tindak lanjut atas temuan pemeriksaan BPK yang sesuai dengan rekomendasi berpengaruh positif signifikan terhadap akuntabilitas kinerja kementerian/lembaga. | This research is a research of panel data in some Ministry / Institution of central government of Indonesia. This research title is "Analysis of Opinion Influence, Inspection Finding and Follow Up of BPK Audit Results on Performance Accountability of Ministries / Institutions". The purpose of this research is to know the influence of Opinion, Examination Finding, and Follow Up of BPK Audit Result on Ministry / Institution Performance. The population used in this study is the Ministry / Institution in Indonesia that meets the requirements to be sampled. The number of samples obtained is 75 ministries / institutions. Purposive sampling method is used in sample determination. Based on the results of research and data analysis using panel data regression shows that: (1) Opinion have No Significant Influence Against Performance Accountability of Ministries / Institutions Next Year, (2) Finding Related Inspection weakness of Internal Control System have Significant Influence Negative To Performance Accountability of Ministry / Institution Next Year, (3) Findings of Related Inspection of Non-Compliance with Negative Legislation Provisions Significantly Against Performance Accountability of Ministries / Institutions of the Next Year, and (4) Follow-up on findings of BPK audit in accordance with recommendations has a significant positive effect on performance accountability of ministries / institution. | |
| 17325 | 20423 | C1F015072 | PENGARUH MEKANISME CORPORATE GOVERNANCE, LEVERAGE, DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP INTEGRITAS LAPORAN KEUANGAN | Penelitian ini berjudul pengaruh mekanisme corporate governance, leverage, dan ukuran perusahaan terhadap integritas laporan keuangan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan bukti empiris tentang pengaruh mekanisme corporate governance, leverage, dan ukuran perusahaan terhadap integritas laporan keuangan yang diukur menggunakan indeks konservatisme. Populasi pada penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2015. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dan diperoleh 91 perusahaan yang dijadikan sampel penelitian. Penelitian ini menggunakan data sekunder berupa annual report perusahaan manufaktur tahun 2015. Teknik analisis yang digunakan adalah regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) mekanisme corporate governance yang diproksi dengan kualitas audit tidak berpengaruh positif terhadap integritas laporan keuangan; (2) leverage berpengaruh negatif terhadap integritas laporan keungan; dan (3) ukuran perusahaan tidak berpengaruh negatif terhadap integritas laporan keuangan. Implikasi hasil penelitian ini adalah: (1) agar pengambilan keputusan yang memiliki konsekuensi ekonomi dapat dilakukan secara tepat dan risiko yang timbul dari keputusan tersebut dapat diminimalisasi, sebaiknya investor dan para pengguna laporan keuangan dalam menggunakan informasi dalam laporan keuangan perusahaan perlu memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi integritas laporan keuangan sebagai masukan dan bahan pertimbangan; dan (2) dalam menyajikan laporan keuangan yang berintegritas tinggi, perusahaan perlu juga memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi integritas laporan keuangan. | The research entitled "The effect of Corporate Governance Mechanism, Leverage, and Firm Size to the Integrity of Financial Statement.” This research aimed to obtain empirical evidence about the effect of corporate governance mechanism, leverage, and firm size to the integrity of financial statement measured by index of conservatism. The population in this research was manufacturing companies listed on the stock exchange in year 2015. The samples of this research were taken by purposive sampling method and obtained 91 samples of manufacturing companies. This research used secondary data collected from annual reports of manufacturing companies in year 2015. The data analysis technique used multiple linear regression analysis. The results of this research showed that: (1) corporate governance mechanism did not positively affect to the integrity of financial statement; (2) leverage negatively affected to the integrity of financial statement; and (3) firm size did not negatively affect to the integrity of financial statement. The implications of this research were (1) investors and financial statement’s users should consider the factors that affected to the integrity of financial statement so that decision making with economic consequences could be appropriately decided and the risk could be minimized; and (2) companies should consider the factors that affected to the integrity of financial statement when presenting high-integrity financial statements. | |
| 17326 | 20424 | B1J013146 | KOMPOSISI TUBUH IKAN SIDAT (Anguilla bicolor McClelland) YANG DIBERI PAKAN DENGAN SUPLEMENTASI HORMON 17α –METHYLTESTOSTERON PADA DOSIS BERBEDA | Ikan sidat (Anguilla bicolor McClelland) memiliki pertumbuhan yang relatif lambat karena waktu pemeliharaan hingga dewasa dapat dicapai dalam waktu 16-18 bulan dengan ukuran 600-800 gram. Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan diantaranya pakan yang berkualitas, kondisi lingkungan, dan kondisi fisiologis ikan. Pemberian pakan yang kurang efisien dapat menyebabkan kurang tercapainya kesetimbangan nutrisi tubuh dan memperlambat pertumbuhan. Peningkatan pertumbuhan dapat dipacu dengan pemberian pakan yang berkualitas atau pemberian hormon-hormon anabolik seperti 17α-Methyl testosterone. Sebagian besar kontribusi pakan terhadap pertumbuhan dapat dilihat dari seberapa besar komposisi nutrisi di dalam tubuh seperti protein, lemak, karbohidrat, air, dan mineral. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui komposisi tubuh ikan sidat (Anguilla bicolor McClelland) yang disuplementasi hormon 17α -Methyl testosterone. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) menggunakan ikan sidat (Anguilla bicolor McClelland) sebagai hewan uji sebanyak 24 ekor. Variabel yang diamati meliputi komposisi tubuh yakni persentase protein, lemak, serat kasar, BETN, abu, dan air. Adapun perlakuan yang dicobakan antara lain kontrol tanpa suplementasi hormon 17α-Methyltestosterone, hormon 17α-Methyl testosterone dengan dosis 40 mg/ kg pakan, 80 mg/ kg pakan, dan 120 mg/ kg pakan. Perlakuan pemberian hormon sebanyak 1 kali sehari melalui suplementasi pada pakan berupa pasta selama 60 hari. Data komposisi tubuh yang diperoleh kemudian dianalisis secara statistik menggunakan ANOVA dengan tingkat signifikansi 5%. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan bahwa suplementasi hormon 17α-Methyltestosterone dengan dosis 120 mg/kg pakan berpengaruh terhadap kadar protein tubuh (53% - 63%) dan kadar lemak (28% - 36%), serta serat (0,2% - 1%), namun tidak berpengaruh terhadap perubahan kadar BETN (0,80% - 2,80%), abu (6,4% - 7,5%), dan air (2,8% - 3,5%). Simpulan dari penelitian ini adalah hormon 17α-Methyltestosterone dosis 120 mg/kg berpengaruh terhadap peningkatan kadar protein dan penurunan kadar lemak, dan tidak berpengaruh terhadap kadar BETN, abu, serta air tubuh ikan sidat (Anguilla bicolor McClelland). | Indonesian shortfin eels (Anguilla bicolor McClelland) have slow growth rate because this species needs 16-18 months to reach its adult with size 600-800 g. Some factor that affects the growth rate of eels includes feed quality, environmental conditions, and physiological conditions. Inefficient feeding to eels can lead to its slow growth and lack of nutritional equilibrium. However, it can be induced by giving high quality feed or anabolic hormones such as 17α-Methyltestosterone. Most of the feed contribution to eel’s growth can be seen by how many compositions of nutrients in eels body such as proteins, fats, carbohydrates, water, and minerals. The purpose of this study was to determine the composition of eel fish body (Anguilla bicolor McClelland) supplemented by hormone 17α -Methyltestosterone. This study was conducted experimentally with Completely Randomized Design (CRD) using Indonesian shortfin eels (Anguilla bicolor McClelland) as a test subject. The variables which observed in this study include of composition inside the body such as protein, fat, fiber, BETN, ash, and water levels. The treatments were controlled by a dose of hormone 17α-Methyltestosterone 0 mg/kg of feed, 40 mg/kg of feed, 80 mg/kg of feed, and 120 mg/kg of feed. The treatments were given once for a day through supplementation on feed in the form of pasta for 60 days. The result of data then statistically analyzed using ANOVA method with significance level about 5%. Based on the results it can be concluded that supplementation of methyltestosterone with the dose of 120 mg/kg of feed can induce of protein content (53% - 63%) and fat content (28% - 36%), and fiber content (0,2% - 1%). However, it did not affect the change of BETN levels (0,80% - 2,80%), ash (4% - 7,5%), and water (2,8% - 3,5%). | |
| 17327 | 20426 | F1A012083 | MANFAAT OLAHRAGA BAGI KESEHATAN ( Studi tentang Metode Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan Bagi Anak Tunagrahita di SLB ABCD Kuncup Mas Banyumas ) | Olahraga dapat dilakukan dimana saja termasuk di sekolah. Pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan merupakan kegiatan olahraga yang diberikan di sekolah baik di sekolah umum maupun sekolah berkebutuhan khusus yang bertujuan untuk meningkatkan kesehatan dan kebugaran tubuh anak guna untuk lebih memaksimalkan proses pertumbuhan mereka. Pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan ini sangatlah diperlukan bagi anak penyandang tunagrahita, karena anak tunagrahita ini mengalami gangguan intelektual dan juga kondisi fisik mereka yang lemah terutama gerak motorik mereka. Cara untuk menangani dan memberikan pengajaran kepada anak tunagrahita ini memerlukan pendekatan dan metode yang berbeda dengan anak normal lain pada umumnya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, dimana sasaran penelitiannya dipilih berdasarkan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa metode pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan yang diterapkan oleh guru di SDLB ABCD Kuncup Mas Banyumas terhadap para anak tunagrahita sudah tepat yaitu dengan cara melakukan pendekatan individual dengan disertai dengan gerakan-gerakan tertentu agar anak dapat mengerti apa yang diperintahkan kepadanya. Ada perkembangan dan manfaat yang didapatkan oleh anak tunagrahita yang dirasakan oleh guru dan juga orangtua murid setelah mengikuti pendidikan jasmani, olahraga. Dimana setelah mengikuti pendidikan ini, kondisi suasana hati anak menjadi lebih baik lagi tidak ada tekanan yang dirasakan dan meraka merasa senang untuk berolahraga, dan olahraga ini dijadikan juga sebagai terapi bagi anak tunagrahita, merangsang perkembangan gerak otot dan saraf motorik mereka dan juga daya ingat dan intelektual mereka karena dalam olahraga diajarkan untuk dapat fokus dan berkonsentrasi penuh agar hasil yang didapatkan maksimal. Kata Kunci : Olahraga, Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan, Tunagrahita, Pendekatan Individu dan Gerak Motorik | Sports can be done anywhere in the school. Physical education, sports and health are sports activities that are provided at schools both in public schools and special needs schools aimed at improving children's health and fitness in order to better maximize their growth process. Physical education, sports and health is very necessary for children with mentally disabled, because children with this mentally disabled have intellectual impairment and also their physical condition is weak especially their motor motion. The way to handle and teach these children with mentally disabled requires a different approach and method than normal children in general. This research is a qualitative research, where the target of research is chosen based on purposive sampling technique. The results showed that the method of physical education, exercise and health applied by teachers in SDLB ABCD Kuncup Mas Banyumas to the children's mentally disabled is appropriate by way of individual approach with accompanied by certain movements so that children can understand what is ordered to him. There are developments and benefits gained by the child's mentally disabled felt by the teacher and also the parents after attending physical education, sports. Where after following this education, the mood of the child becomes better yet no pressure is felt and they feel happy to exercise, and this sport is also used as a therapy for children mentally disabled, stimulate the development of muscle and motor nerves of them and also the memory and intellectuals because in sports are taught to be able to focus and concentrate fully in order to obtain maximum results. Keywords: Sports, Physical Education, Sport and Health, Mentally Disabled, Individual Approach and Motion Motor. | |
| 17328 | 20430 | F1B013003 | FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI IMPLEMENTASI KEBIJAKAN KABUPATEN LAYAK ANAK (STUDI KASUS PEMENUHAN HAK PERLINDUNGAN KHUSUS BAGI ANAK BERHADAPAN HUKUM DI KABUPATEN BANYUMAS) | Penelitian ini dilatarbelakangi dengan meningkatnya jumlah anak berhadapan hukum sebagai pelaku kekerasan di Kabupaten Banyumas, yang di dominasi dengan bentuk kekerasan seperti pencurian, kekerasan seksual dan kekerasan fisik (penganiyaan/pengeroyokan). Dengan diterapkannya kebijakan Kabupaten Layak Anak di Kabupaten Banyumas, pemenuhan hak perlindungan khusus dengan keadilan restoratif melalui mekanisme diversi bagi anak berhadapan hukum juga menjadi perhatian khusus bagi pelaksana dalam Tim Gugus Tugas KLA. Lokasi penelitian di Kabupaten Banyumas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan proses implementasi dan menganalisis faktor yang mempengaruhi kebijakan Kabupaten Layak Anak dalam pemenuhan hak perlindungan khusus bagi anak berhadapan hukum di Kabupaten Banyumas. Metode penelitian yaitu pendekatan kualitatif deskriptif. Pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling. Metode analisis yang digunakan adalah interaktif. Keabsahan data diuji dengan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan KLA dalam pemenuhan hak perlindungan khusus bagi anak berhadapan hukum di Kabupaten Banyumas belum optimal. Hal ini diindikasikan dengan jumlah penyelesaian kasus anak berhadapan hukum melalui pendekatan restorative justice belum meningkat, cenderung jumlahnya bersifat fluktuatif dari tahun ke tahun. Hasil penelitian menunjukkan belum optimalnya implementasi kebijakan KLA juga dipengaruhi oleh faktor sumber-sumber, meliputi sumber daya manusia, minimnya anggaran di beberapa instansi, adanya tumpang tindih kewenangan antara PPT-PKBGA dan Pekerja Sosial, dan belum tersedianya fasilitas pusat rehabilitasi, shelter, LPKA dan Balai Latihan Kerja. Dalam aspek komunikasi, informasi mengenai kebijakan KLA masih kurang jelas dan mendetail. Dalam aspek struktur birokrasi belum adanya regulasi khusus terkait dengan pelaksanaan KLA di Kabupaten Banyumas. Meskipun ketiga faktor tersebut mempengaruhi belum optimalnya implementasi, akan tetapi aspek disposisi menunjukkan hasil yang cukup baik. | The background of this research is by the increasing number of children in conflict with the law as perpetrators of violence in Banyumas Regency, which is dominated by violence such as theft, sexual violence and physical violence (persecution/beating). With the implementation of the KLA policy in Banyumas Regency, the fulfillment of special protection rights with restorative justice through the diversion mechanism for children against the law is also of special concern to the implementers in the KLA Task Force Team. The location of this research is in Banyumas Regency. The purpose of this research is to describe the implementation process and analyze the factors that influence the policy of Children Friendly City in the fulfillment of special protection rights for children in conflict with the law in Banyumas Regency. The research method used is descriptive qualitative approach. Selection of informants using purposive sampling technique. The analytical method used is interactive. The validity of the data is tested by source triangulation. The results showed that the implementation of the KLA policy in the fulfillment of special protection rights for children in conflict with the law in Banyumas Regency has not been optimal. This is indicated by the number of settlement cases of children in conflict with the law through restorative justice approach has not increased, tends to fluctuate in amount from year to year. The results of the research indicate that policy has not been optimal and is affected by sources, including human resources, lack of budget in some agencies, overlapping authority between PPT-PKBGA and Social Worker, and unavailability of rehabilitation center facilities, shelter, LPKA and Training Center. In the communication aspect, information on KLA policy is still unclear and detailed. In the aspect of bureaucratic structure there is no specific regulation related to KLA implementation in Banyumas Regency. Although these three factors affected the unoptimal implementation, but the disposition aspect shows a good results. | |
| 17329 | 20429 | H1G013022 | PREDIKSI TINGKAT PENDAPATAN NELAYAN UDANG PADA AREAL MANGROVE DI SEGARA ANAKAN BAGIAN TIMUR CILACAP | Segara Anakan merupakan laguna yang berada di Kabupaten Cilacap, di antara daratan Pulau Jawa dan Pulau Nusakambangan. Segara Anakan terdiri dari hutan mangrove yang memiliki fungsi penting dalam perikanan yaitu untuk tempat kelangsungan hidup berbagai jenis biota seperti udang yang mendukung perekonomian masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis pendapatan dan menghitung Cash and Flow analisis dari kegiatan perikanan tangkap di wilayah Segara Anakan. Penelitian dilakukan dengan metode valuasi ekonomi dengan menggunakan kuisioner sebagai uji responden untuk memperoleh data. Dalam penelitian ini diperoleh hasil tangkapan dari jenis udang windu, udang peci, udang jahe. Objek yang diteliti berupa tingkat pendapatan, biaya, dan analisis kelayakan usaha. Hasil perhitungan menunjukkan pendapatan nelayan pada dua desa yaitu Kutawaru dan Tritih dengan hasil Desa Kutawaru dan Tritih sebesar Rp. 131.599.802,00, dan Rp. 96.262.302,00. Nilai NPV tahun pertama sebesar Rp. 96.262.302,00, sedangkan Desa Tritih sebesar Rp. 160.809.825,00. Nilai BCR dan IRR dari kedua desa tersebut sama yaitu 4% dengan mengunakan suku bunga terendah sebesar 2% sebagai kriteria kelayakan usaha. ¬ | The Segara Anakan is the lagoon where located in Cilacap district, between the mainland of Java Island and Nusakambangan Island. The Segara Anakan regions consist of mangrove forests that contain important function in fisheries for life many kinds of marine biota example is shrimps that supports the society economy. The purpose of this research is to analyze income and calculate Cash and Flow analysis of fisheries activity in Segara Anakan regions. Method of this research was economics valuation with questionnaires as respondent test to collect data. Result of the research was obtained the haul from kinds of windu shrimps, peci shrimps, jahe shrimps,. The data was examined such income level, cost, and feasibility analysis. According to the calculation shows the income of fishermen in two villages namely Kutawaru and Tritih with the result of Kutawaru and Tritih villages of Rp. 131,599,802.00, and Rp. 96.262.302.00. First year NPV value of Rp. 96.262.302,00, while the village is set at Rp. 160.809.825,00. The value of BCR and IRR of both villages is equal to 4% using the lowest interest rate of 2% as the business feasibility criteria | |
| 17330 | 21480 | F1G013023 | ISTILAH-ISTILAH UPACARA ADAT MITONI PADA MASYARAKAT DI KECAMATAN PURWANEGARA KABUPATEN BANJARNEGARA (KAJIAN ETNOLINGUISTIK) | Penelitian ini berjudul “Istilah-istilah Upacara Adat Mitoni Pada Masyarakat Di Kecamatan Purwanegara Kabupaten Banjarnegara”. Penelitian ini bertujuan mendeskripsi bentuk satuan lingual, makna leksikal dan makna kultural istilah-istilah upacara adat mitoni pada masyarakat di Kecamatan Purwanegara Kabupaten Banjarnegara. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif kualitatif. Dalam pengumpulan data digunakan metode simak dan metode cakap. Dalam penggunaan metode simak, teknik yang digunakan adalah teknik dasar sadap dan dilanjutkan dengan teknik lanjutan simak libat cakap dan teknik catat. Pada tahap analisis data digunakan metode analisis bahasa secara struktural dan secara etnolinguistik terhadap istilah-istilah yang digunakan dalam upacara adat mitoni di Kecamatan Purwanegara Kabupaten Banjarnegara.Metode yang digunakan adalah metode agih dan metode padan. Dalam penggunaan metode agih teknik dasar yang digunakan adalah teknik bagi unsur langsung (BUL) dan teknik lanjutan yang digunakan ialah teknik baca markah. Metode padan yang digunakan adalah metode padan intralingual dan ekstralingual. Teknik lanjutan yang digunakan adalah teknik hubung banding membedakan (HBB). Berdasarkan penelitian, istilah-istilah dalam upacara adat mitoni terdiri dari beberapa bentuk, yakni (1) bentuk kata asal, istilah-istilah dalam upacara adat mitoni yang berbentuk kata asal diantaranya yaitu: gandhik, menyan, pangon, sajen, urab,dan bladog. (2) berupa kata berimbuhan, istilah-istilah dalam upacara adat mitoni yang berbentuk kata berimbuhan diantaranya yaitu: brojolan, jaritan, kepungan, sambetan, siraman, kukusan dan pangaron. (3) berupa kata majemuk, istilah-istilah dalam upacara adat mitoni yang berbentuk kata majemuk yaitu: janur kuning,bucu meteng, bucu lancip, jenang abang, jenang putih, jenang clorot, kupat jaran, kupat slamet, kupat wasinta, kupat bangkong, kupat jagong, pelas manuk, pelas welut, pelas tawon, dan sega gurih. Makna kultural dari istilah-istilah upaca adat mitoni menggambarkan sebuah pesan, do’a dan harapan. | This research entitled “Istilah-istilah Upacara Adat Mitoni Pada Masyarakat Di Kecamatan Purwanegara, Kabupaten Banjarnegara”. The aim of the research was to describe the lingual units, lexical meaning, and the cultural meaning of the terms of Mitoni in the society in Purwanegara Subdistrict, Banjarnegara Regency. This research was descriptive qualitative. For collecting the data researcher usesimak and cakap method. The technique used in simak method was sadap technique, and then continued with simaklibatcakap and catat technique. The data was analyzed by using structural language analysis method and etnolinguistics towards the terms used in the Mitoni ceremony in Purwanegara subdistrictBanjarnegara. The method used is agih and padan method. In the use of agih method the technique used is bagiunsurelangsung (BUL) and bacamarkah technique. Meanwhileintralingual and ekstralingualpadan method was used in this research, with hubung banding membedakan (HBB) technique. Based on the research that was conducted, the terms in Mitoni ceremony consist of several forms, named (1) word origin forms, some of the terms that comes from word origin are, gandhik, menyan, pangon, sajen, urab,andbladog, (2) word with affixed : brojolan, jaritan, kepungan, sambetan, siraman, kukusanand pangaron, (3) in the form of noun phrase are: janurkuning,bucumeteng, buculancip, jenangabang, jenangputih, jenangclorot, kupatjaran, kupatslamet, kupatwasinta, kupatbangkong, kupatjagong, pelasmanuk, pelaswelut, pelastawon, and segagurih. The cultural meaning of the terms in Mitoni ceremony isrepresenting the massage, praise, and hopes. | |
| 17331 | 20431 | F1A013066 | Pengetahuan Hukum Berlalu Lintas Siswa Kelas XII Jurusan Teknik Kendaraan Ringan Sekolah Menengah Kejuruan Kesatrian Purwokerto ( Legal Knownledge Of Traffic Student Class XII Departemen Of Teknik Kendaraan Ringan Sekolah Menengah Kejuruan Kesatrian Purwokerto ) | Pengetahuan hukum berlalu lintas adalah pengetahuan seseorang mengenai aturan atau perilaku berlalu lintas yang diatur dalam undang-undang lalu lintas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengetahuan hukum berlalu lintas siswa kelas XII Jurusan Teknik Kendaraan Ringan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kesatrian Purwokerto. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori tindakan sosial dari Max Weber. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Dalam penelitian ini yang menjadi populasi adalah siswa kelas XII Jurusan Teknik Kendaraan Ringan yang berjumlah 197 siswa. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah proporsionate random sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner yang dibagikan kepada responden. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Tingkat pengetahuan hukum berlalu lintas siswa kelas XII Jurusan Teknik Kendaraan Ringan SMK Kesatrian sebanyak 37 (56,1%) siswa memiliki pengetahuan hukum berlalu lintas yang tinggi dan 29 (43,9%) siswa memiliki pengetahuan hukum berlalu lintas yang rendah. Walaupun siswa memiliki tingkat pengetahuan hukum yang tinggi tetapi masih dijumpai siswa yang melanggar peraturan. | Legal knowledge of traffic is a person's knowledge of the rules or traffic behavior set forth in the traffic law. The purpose of this research is to know the legal knowledge of the traffic of students class XII department of Teknik Kendaraan Ringan High School Vocational School (SMK) Kesatrian Purwokerto. The theory used in this research is the social action theory of Max Weber. This research uses quantitative research method. In this study, the population is a class XII students Department of Teknik Kendaraan Ringan, amounting to 197 students. The sampling technique used in this research is proporsionate random sampling. Data were collected using questionnaires distributed to respondents. From the result of this research, it can be concluded that the level of legal knowledge of the traffic of students class XII departement Teknik Kendaraan Ringan of SMK Kesatrian is 37 (56,1%) students have high legal knowledge of traffic and 29 (43,9%) students have legal knowledge passed low traffic. Although students have a high level of legal knowledge but still encountered students who violate the rules. | |
| 17332 | 20382 | F1B013002 | PELAKSANAAN FUNGSI LEGISLASI BADAN PERMUSYAWARATAN DESA PANDANSARI KECAMATAN AJIABARANG KABUPATEN BANYUMAS | Kuatnya kedudukan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Pandansari sebagai lembaga legislatif desa belum dapat termanfaatkan untuk melaksanakan fungsi utamanya yaitu fungsi legislasi. Pelaksanaannya BPD Pandansari belum dapat menghasilkan Peraturan Desa (Perdes) atas usul inisiatif dan dalam proses pembahasan Perdes bersama antara BPD dan Pemerintah Desa masih belum sesuai dengan yang diidealkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan fungsi legislasi BPD Pandansari dan mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaan fungsi legislasi BPD Pandansari. Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Lokasi penelitian di Desa Pandansari dengan sasaran penelitian yaitu BPD, Pemerintah Desa, Tokoh Masyarakat, dan masyarakat Desa. Pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan fungsi legislasi BPD Pandansari belum optimal ditunjukkan dengan belum adanya pemanfaatan hak inisiatif dalam bentuk Perdes atas usulan BPD, hal ini di dorong dengan belum mengetahui dan memahaminya mekanisme dan sistematika dalam penyusunan Perdes inisiatif sehingga dalam proses pengakomodiran dan pemetaan masalah masyarakat pun masih belum dilaksanakan dengan cermat. Dan proses pembahasan Perdes telah dilakukan antara BPD dan Pemerintah Desa, di mana dari proses pembahasan Perdes tersebut diperoleh produk hukum desa yaitu Perdes sebanyak 21 (dua puluh satu) Perdes, namun secara kualitas Perdes masih belum bisa memberikan kemaslahatan bagi masyarakat secara keseluruhan, hal ini di dorong dengan perbedaan informasi tentang mekanisme dan sistematika pembahasan Perdes antara Pemerintah Desa dan BPD, kehadiran anggota BPD selaku wakil dari masyarakat belum berkontribusi yang maksimal dalam proses pembahasan Perdes. | The strong position of the Badan Permusywaratan Desa (BPD) Pandansari as a village legislative institution can not be utilized to implement the legislative function. Implementation of BPD Pandansari has not been able to produce Peraturan Desa (Perdes) on the initiative and in the process of discussion Perdes between BPD and Pemerintah Desa still not in accordance with the idealized. This study aims to determine the implementation of legislative functions BPD Pandansari and the factors that affect the implementation of the legislative function. The research method used is qualitative with descriptive approach. Research location in Desa Pandansari with research target is BPD, Pemerintah Desa, Tokoh Masyarakat, and Masyarakat Desa. Selection of informants using purposive sampling technique. The result of the research shows that the implementation of BPD Pandansari's legislative function has not been optimal because it has not been utilized the right of initiative to form the Village Decree of BPD proposal, it is encouraged by not knowing and understanding the mechanism and systematical in preparing the Perdes initiative so that in the process of accommodating and mapping the community problem done carefully. And the process of discussion of Perdes has been done between BPD and Pemerintah Desa, where from the process of perdes discussion is obtained by village law product that is Perdes as much as 21 (twenty one) Perdes, but in Perdes quality still can not give benefit to society as a whole, driven by differences in information on mechanisms and systematic discussion of Perdes between the Pemerintah Desa and BPD, the presence of members of BPD as representatives of the community has not contributed the maximum in the process of Perdes discussion. | |
| 17333 | 21446 | C1B014001 | PENGARUH INFORMATION SHARING, LONG TERM RELATIONSHIP, COOPERATION, PROCESS INTEGRATION TERHADAP KINERJA SUPPLY CHAIN MANAGEMENT SERTA PENGARUHNYA TERHADAP COMPETITIVE ADVANTAGE (Studi Kasus pada Industri Kecil dan Menengah Getuk Goreng Sokaraja) | Penelitian ini merupakan studi empiris dengan judul “Pengaruh Information Sharing, Long Term Relationship, Cooperation, Process Integration Terhadap Kinerja Supply Chain Management serta Pengaruhnya Terhadap Competitive Advantage (Studi Kasus pada Industri Kecil dan Menengah Getuk Goreng Sokaraja)”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh antara variabel information sharing, long term relationship, cooperation, dan process integration terhadap kinerja supply chain management serta, menguji pengaruh variabel kinerja supply chain management terhadap competitive advantage. Sampel yang digunakan adalah 37 UKM dari seluruh populasi dari 57 UKM, yang diambil secara simple random sampling dan data yang dikumpulkan menggunakan kuesioner. Teknik analisis yang digunakan adalah Regresi Berganda dam Regresi Sederhana yang dioperasikan oleh Program IBM SPSS Statistics 21. Hipotesis dari penelitian ini adalah information sharing, long term relationship, cooperation, dan process integration memiliki pengaruh positif terhadap kinerja supply chain management dan juga kinerja supply chain management memiliki pengaruh positif terhadap competitive advantage. Alat analisis yang digunakan adalah analisis regresi berganda dan analisis regresi sederhana dengan uji adjusted R square, uji F, dan uji t. Berdasarkan hasil penelitian ini disimpulkan bahwa information sharing, long term relationship, dan process integration memiliki pengaruh positif dan signifikan, sedangkan cooperation memiliki pengaruh negatif terhadap kinerja supply chain management. Selain itu, kinerja supply chain management memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap competitive advantage. | The title of this research is : The Influence Information Sharing, Long Term Relationship, Cooperation, and Process Integration on Supply Chain Management Performance and also influence on Competitive Advantage in Small and Medium Muffler Industry Getuk Goreng Sokaraja. The purpose of this research was to examine influence between information sharing, long term relationship, cooperation and process integration on supply chain management performance, and also to examine influence between Supply Chain Management Performance on Competitive Advantage. The sample that used is 37 small and medium industry from the entire population of 57 small and medium industry, that taken by simple random sampling and the collected data is using questionnaire. Technique analysis used is Multiple Regression and Simple Regression that operated by IBM SPSS Statistics 21 Programme. The hypotesis of this research are information sharing, long term relationship, cooperation, and process integration have positive influence on supply chain management performance and also supply chain management performance have positive influence on competitive advantage. The analytical tools that used the analyze of multiple regression and simple regression analysis with adjusted R square test, F test, and t test. Based on the result this study concluded that the information sharing, long term relationship, and process integration have positive and significant influence, while cooperation have negative toward supply chain management performance. Beside that, the supply chain management performance have positive and significant influence toward competitive advantage. | |
| 17334 | 20433 | C1F015074 | ANALISIS PENGARUH KINERJA KEUANGAN TERHADAP ALOKASI BELANJA MODAL PADA KABUPATEN DAN KOTA DI PROVINSI BANTEN | Konsep decision usefulness dalam akuntansi menyatakan bahwa laporan keuangan harus dapat memberikan informasi yang bermanfaat bagi para penggunanya dan dapat digunakan dalam pengambilan keputusan. Penelitian ini merupakan analisis laporan keuangan yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh kinerja keuangan Pemerintah Daerah tahun sebelumnya, yakni rasio derajat desentralisasi, rasio efektivitas Pendapatan Asli Daerah (PAD), rasio pertumbuhan PAD, dan rasio derajat kontribusi BUMD, terhadap alokasi belanja modal pada tahun berjalan. Objek penelitian adalah Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten dan Kota di Provinsi Banten periode 2008—2015. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi berganda data panel dengan pendekatan Random Effect Model dengan menggunakan bantuan program Eviews 9. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasio derajat desentralisasi dan rasio efektivitas PAD tahun sebelumnya berpengaruh positif terhadap alokasi belanja modal tahun berjalan, sedangkan rasio pertumbuhan PAD dan rasio derajat kontribusi BUMD tahun sebelumnya tidak berpengaruh terhadap alokasi belanja modal tahun berjalan. Hasil penelitian memiliki implikasi bahwa Pemerintah Daerah dapat menggunakan informasi akuntansi atau keuangan tahun sebelumnya untuk pengambilan keputusan dalam rangka pengalokasian belanja modal pada tahun berjalan. | Decision usefulness concept in accounting stated that financial statements should be able to provide useful information to its users and can be used in decision-making. This research is an analysis of financial statements and aims to examine the effect of financial performances in the prior year, which are degree of decentralization ratio, local own-source revenue (PAD) effectiveness ratio, PAD growth ratio and contribution degree of BUMD ratio, to capital expenditure allocation for the current year. The object of research is financial statements of Districts and Municipals in Banten Province in 2008—2015. Data analysis technique used is multiple regression analysis of panel data with Random Effect Model approach by using Eviews 9. The result shows that degree of decentralization ratio and PAD effectiveness ratio in the prior year have positive effect to capital expenditure allocation for the current year, while PAD growth ratio and contribution degree of BUMD ratio in the prior year have no effect to capital expenditure allocation for the current year. The implication of this research is that Local Governments can use accounting or financial information in the prior year to make decision in allocating capital expenditure for the current year. | |
| 17335 | 20434 | F1B013054 | Penerapan Pelayanan Prima pada Pelayanan Kesehatan di Puskesmas 1 Cilongok Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas (Studi pada Pelayanan Rawat Jalan) | Pelayanan kesehatan merupakan salah satu bentuk pelayanan publik. Pelayanan kesehatan diperlukan untuk menjamin kesehatan masyarakat dengan memanfaatkan fasilitas kesehatan yang telah disediakan oleh pemerintah, salah satu benntuk fasilitas kesehatan yang disediakan oleh pemerintah adalah Puskesmas. Puskesmas dalam memberikan pelayanannya dituntut untuk selalu menerapkan pelayanan yang prima. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan pelayanan prima pada pelayanan kesehatan di Puskesmas 1 Cilongok Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas (Studi pada pelayanan rawat jalan). Jenis penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu kuesioner, dokumentasi, dan observasi. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu accidental sampling dan untuk analisis menggunakan distribusi frekuensi, mean, dan tabulasi silang. Berdasarkan hasil analisi terhadap 6 dimensi pelayanan prima, dimensi kemampuan memiliki rata-rata 16,30, dimensi sikap memiliki rata-rata 20,18, dimensi penampilan memiliki rata-rata 12,56, dimensi perhatian memiliki rata-rata 11,46, dimensi tindakan memiliki rata-rata 19,88, dan dimensi tanggung jawab memiliki rata-rata 10,97. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebanyak 53%responden menyatakan secara keseluruan penerapan pelayanan prima pada pelayanan kesehatan di Puskesmas 1 Cilongok termasuk kedalam kategori sedang dengan perolehan nilai rata-rata sebesar 91,35. Hal ini menunjukan bahwa penerapan pelayanan prima di Puskesmas 1 Cilongok masih belum optimal, dilihat dari dimensi perhatian dan tanggung jawab masuk kedalam kategori rendah, dimensi penampilan dan tindakan masuk kedalam kategori sedang, dan dimensi kemampuan dan sikap masuk kedalam kategori tinggi. | Health services is one form of public service. Health services are needed to ensure public health by utilizing health facilities provided by the government, one of the health facilities provided by the government is Puskesmas. Puskesmas in providing services are required to always implement excellent service. The purpose of this study is to determine the application of excellent service on health services in Puskesmas 1 Cilongok District Cilongok Banyumas (Study on outpatient services). This type of research is descriptive quantitative. Data collection techniques used are questionnaires, documentation, and observation. The sampling technique used is accidental sampling and for analysis using the distribution of frequency, mean, and cross tabulation. Based on the results of the analysis of the 6 dimensions of excellent service, the ability dimension has an average of 16.30, the attitude dimension has an average of 20.18, the appearance dimension has an average of 12.56, the attention dimension has an average of 11.46, the actions dimension have an average of 19.88, and the dimensions of responsibility have an average of 10.97. The results showed that as many as 53% of respondents said the application of excellent service on health services in Puskesmas 1 Cilongok included into the category of being with the average value of 91.35. This shows that the application of excellent service in Puskesmas 1 Cilongok still not optimal, seen from the dimension of attention and responsibility into the low category, the dimension of appearance and the act of entry into the medium category, and the dimensions of ability and attitude entered into the high category. | |
| 17336 | 20435 | C1F015079 | ANALISIS PERBANDINGAN TINGKAT KESEHATAN PT MERPATI NUSANTARA AIRLINES SEBELUM DAN SESUDAH RESTRUKTURISASI HUTANG | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya perbedaan tingkat kesehatan PT Merpati Nusantara Airlines pada periode sebelum dan sesudah dilakukan restrukturisasi utang. Penilaian tingkat kesehatan perusahaan BUMN yang terdiri dari aspek keuangan yang meliputi Return on Equity (ROE), Return on Investment (ROI), Cash Ratio, Current Ratio, Collection Period, Inventory Turnover, Total Assets Turnover, dan Owner’s Equity to Total Assets Ratio, aspek operasional, dan aspek administrasi, mengacu pada Keputusan Menteri Badan Usahan Milik Negara (BUMN) Nomor KEP-100/MBU/2002. Teknik analisis data menggunakan teknik statistik nonparametrik Mann-Whitney. Dari hasil analisis didapatkan bahwa setelah dilaksanakan restrukturisasi utang, aspek keuangan seperti ROE, ROI, Collection Period, dan Equity to Total Assets serta aspek operasional dan administrasi tidak memiliki perbedaan yang signifikan, sementara Cash Ratio, Current Ratio, Inventory Turnover, dan Total Assets Turnover memiliki perbedaan signifikan. | The purpose of this research is to examine the difference of degree of health from PT Merpati Nusantara Airlines in the year prior to and following debt restructuring. The valuation of the degree of health that includes financial aspect such as Return on Equity (ROE), Return on Investment (ROI), Cash Ratio, Current Ratio, Collection Period, Inventory Turnover, Total Assets Turnover, dan Owner’s Equity to Total Assets Ratio, operational aspect, and adminstration aspect, is based on The Decree of The Ministry of State-Owned Enterprises (SOE) Number KEP-100/MBU/2002. The data analysis technique is using statistics for nonparametric Mann-Whitney. The research shows that there are no significant differences from ROE, ROI, Collection Period, and Equity to Total Assets as well as operational and administration aspects, whereas Cash Ratio, Current Ratio, Inventory Turnover, and Total Asset Turnover, are significantly different after debt restructuring. | |
| 17337 | 20436 | F1I013020 | Peran Ekonomi Syariah dalam Menghadapi Krisis Global Tahun 2008 (studi kasus: Ekonomi Perbankan syariah di Indonesia) | Krisis yang terjadi di Amerika Serikat berdampak pada negara-negara di dunia. Dampak ini dirasakan di Indonesia, karena hubungan ekspor-impor yang ada antara AS dan Indonesia. Fluktuasi harga dan indeks harga saham melemah membuat rupiah melemah. Namun, Indonesia sendiri tidak begitu terpengaruh oleh krisis karena ekspor Indonesia tidak menjadi prioritas Indonesia dan sistem perbankan syariah yang ada di Indonesia berkembang pesat. Dengan sistem yang sesuai dengan keadaan negara yaitu negara berpenduduk mayoritas Muslim. | The crisis that occurred in the United States has an impact on the countries of the world. These impacts felt on Indonesia, because export-import relationship that exists between the US and Indonesia. Price volatility and the stock price index weakened to bring the rupiah weakened. However, Indonesia itself is not so affected by the crisis because Indonesian exports were not a priority of Indonesia and the existing Islamic banking system in Indonesia is growing rapidly with the system in accordance with the state of the predominantly Muslim. | |
| 17338 | 21481 | E1A014036 | TANGGUNG JAWAB NEGARA MYANMAR TERHADAP PELANGGARAN HAK ASASI MANUSIA PADA MASYARAKAT MUSLIM ROHINGYA DI MYANMAR | Pasal 1 Deklarasi Universal HAM PBB tahun 1948 (Universal Declaration of Human Rights 1948) menyatakan bahwa semua orang dilahirkan merdeka, bermartabat serta memiliki hak yang sama. Pada kasus ini yang terjadi adalah negara Myanmar telah melakukan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) pada masyarakat muslim Rohingya. Sehingga dapat dirumuskan permasalahan yaitu bagaimana pengaturan HAM dalam hukum internasional dan tanggung jawab negara Myanmar. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis normatif. Spesifikasi penelitian yang digunakan adalah preskriptif analitis. Metode pengumpulan data menggunakan studi kepustakaan dengan inventarisasi data. Metode analisis data menggunakan normatif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan berbagai instrumen pengaturan HAM dalam hukum internasional, maka pemerintah negara Myanmar dapat dikatakan telah melakukan pelanggaran HAM terhadap masyarakat muslim Rohingya. Oleh karena itu, harus ada tanggung jawab dari pemerintah negara Myanmar. Tanggung jawab itu dapat dimulai dari kesadaran pemerintah negara Myanmar itu sendiri. Kemudian kalau pemerintah negara Myanmar tetap tidak menyadari, maka mekanisme hukum internasional merupakan alternatif yang harus ditempuh untuk membuat negara Myanmar bertanggung jawab atas pelanggaran HAM yang dilakukan terhadap masyarakat muslim Rohingya. | Article 1 The UNITED NATIONS Universal Declaration of HUMAN RIGHTS in 1948 (Universal Declaration of Human Rights 1948) stating that all persons are born free and have the dignity and the same rights. In the case of this happening is the country of Myanmar had committed human rights violations (human rights) on the Rohingya muslim community. Therefore it can be to formulated problem, namely has how the arrangement of human rights in international law and the responsibilities of Myanmar. This research uses the method of juridical normative approach. The specification used is prescriptive research analytical. Method of data collection uses the study of librarianship with the inventory data. Analysed by using the method of normative qualitative. The results indicated that based on the settings of the various instruments of HUMAN RIGHTS in international law, then the Government of the State of Myanmar can be said to have committed human rights abuses against Rohingya muslim community. Therefore, there should be a responsibility of the Government of the country of Myanmar. The responsibility can be started from the awareness of Governments of Myanmar itself. Then if the Myanmar Government remain unaware, the mechanisms of international law is an alternative which must be taken to make Myanmar accountable for human rights violations committed against the muslim community Rohingya. | |
| 17339 | 20440 | F1I013041 | KETERLIBATAN GERAKAN WOMEN CROSS DMZ TERHADAP UPAYA REUNIFIKASI KOREA UTARA DAN KOREA SELATAN TAHUN 2015 | Setelah Korea mendapatkan kemerdekaannya pada 1945, tentara Amerika Serikat dan Uni Soviet mendirikan pemerintahan militer di bagian selatan dan utara Semenanjung Korea, bibit perpisahan Korea mulai bertumbuh. Dengan hasil pemilihan umum, di Korea Selatan, berdiri pemerintahan baru berdasarkan sistem demokrasi dan kapitalisme pada 1947. Sementara itu, di Korea Utara, dengan dukungan Uni Soviet, terbentuk pemerintahan dengan berdasarkan komunisme. Sebagai hasil dari invasi Korea Utara, kedua Korea mengalami peperangan, dimulai pada tahun 1950 sampai tahun 1953. Kedua Korea secara terus menerus mencari cara untuk mencapai reunifikasi diantara keduanya. Akan tetapi, sampai saat ini, masih belum ada upaya yang memberikan Korea Utara dan Korea Selatan hasil yang signifikan. Upaya yang tidak menghasilkan tersebut mendorong banyak aktivis, yang menginginkan Semenanjung Korea untuk bersatu kembali, untuk melakukan gerakan sosial. Salah satu gerakan sosial tersebut adalah Women Cross DMZ (Demiliterized Zone). Gerakan ini mencoba untuk mendorong pemerintah Korea Utara dan Korea Selatan untuk mengganti Perjanjian Gencatan Senjata diantara keduanya dengan Perjanjian Perdamaian. Gerakan ini mewujudnyatakan aspirasi mereka dengan berjalan melewati perbatasan zona demiliterisasi. | After Korea gained independence in 1945, the United States army and the Soviet army, established a military government in the south and in the northern part of the Korea Peninsula, Korea split seeds sown up. With the results of the elections, in South Korea, was born a new government based on democracy and capitalism system in 1947. Meanwhile, in North Korea, for the support of the Soviet Union, born in government based on communism. As a result of the invasion by North Korea, Korea is experiencing a war starting in 1950 to 1953. The two Koreas are continually looking for a way to achieve reunification between them. However, until this day, there are none of the efforts which give North Korea and South Korea a significance result. Those no-results-efforts drive many activists, who are wishing for Korea Peninsula to reunite, to do social movements. One of these social movements is Women Cross DMZ (Demiliterized Zone). This movement is trying to urge both North Korea’s government and South Korea’s government to replace the Armistice Agreement between the two with a Peace Treaty. This movement marks their aspiration by walking across the demiliterized zone. | |
| 17340 | 20441 | C1F015088 | Persepsi Tentang Peran UKI (Unit Kepatuhan Internal) Serta Pengaruhnya Terhadap Kinerja Bagian Kepatuhan Dan Verifikasi Kekayaan Pegawai Sebagai Secondline Of Defense Inspektorat Jenderal Kementerian Keuangan | Isu anggapan Unit Kepatuhan Internal (UKI) sebagai sebuah gangguan bagi manajemen operasional adalah isu yang penting mengingat UKI dibentuk dengan tujuan untuk membantu manajemen dalam meminimalkan terjadinya kekeliruan. Anggapan tersebut dapat membentuk persepsi atas peran UKI sehingga perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui apa persepsi para manajer tentang peran UKI serta sejauh mana persepsi tersebut memengaruhi kinerja UKI. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang dilakukan untuk mengetahui persepsi pejabat eselon di lingkungan Inspektorat Jenderal Kementerian Keuangan tentang peran UKI serta untuk mengetahui pengaruh persepsi tersebut terhadap kinerja Bagian Kepatuhan dan Verifikasi Kekayaan Pegawai sebagai UKI. Penelitian dilakukan di Inspektorat Jenderal Kementerian Keuangan dengan populasi seluruh pejabat mulai dari eselon II sampai dengan eselon IV. Data diambil dengan membagikan kuesioner kepada responden terpilih yaitu sebanyak 42 orang pejabat. Analisis data menggunakan metode regresi linier. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para pejabat eselon di Inspektorat Jenderal mempersepsikan peran dominan yang dijalankan oleh UKI selama ini adalah sebagai konsultan. Selain itu, persepsi tentang peran UKI berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja Bagian KVKP sebagai UKI. | The issue of the Internal Compliance Unit (UKI) assumption as a disruption to operational management is an important issue considering that UKI is established with the aim of assisting management in minimizing errors. As the assumption can form a perception on the role of UKI, research on perceptions of managers about the role of UKI needs to be done to determine the extent to which the perception affect the performance of UKI This research is a quantitative study conducted to know official’s perception in Inspectorate General of Ministry of Finance about the role of UKI and also to determine the effect of the perceptions on the performance of KVKP (Kepatuhan dan Verifikasi Kekayaan Pegawai) division as UKI of Inspectorate General. The study was conducted at Inspectorate General with the population of all officials ranging from echelon II to IV. Data was retrieved by distributing questionnaries to the selected respondents as many as 42 officials. This study used a model of simple linear regression. The result of this research showed that the officials in Inspectorate General perceives the dominant role which is run by UKI is as a consultant. In additions, perceptions about the role of UKI has positive and significant effect on the performance of KVKP division as UKI. |