Home
Login.
Artikelilmiahs
21480
Update
ARUM WIDIASTUTI
NIM
Judul Artikel
ISTILAH-ISTILAH UPACARA ADAT MITONI PADA MASYARAKAT DI KECAMATAN PURWANEGARA KABUPATEN BANJARNEGARA (KAJIAN ETNOLINGUISTIK)
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini berjudul “Istilah-istilah Upacara Adat Mitoni Pada Masyarakat Di Kecamatan Purwanegara Kabupaten Banjarnegara”. Penelitian ini bertujuan mendeskripsi bentuk satuan lingual, makna leksikal dan makna kultural istilah-istilah upacara adat mitoni pada masyarakat di Kecamatan Purwanegara Kabupaten Banjarnegara. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif kualitatif. Dalam pengumpulan data digunakan metode simak dan metode cakap. Dalam penggunaan metode simak, teknik yang digunakan adalah teknik dasar sadap dan dilanjutkan dengan teknik lanjutan simak libat cakap dan teknik catat. Pada tahap analisis data digunakan metode analisis bahasa secara struktural dan secara etnolinguistik terhadap istilah-istilah yang digunakan dalam upacara adat mitoni di Kecamatan Purwanegara Kabupaten Banjarnegara.Metode yang digunakan adalah metode agih dan metode padan. Dalam penggunaan metode agih teknik dasar yang digunakan adalah teknik bagi unsur langsung (BUL) dan teknik lanjutan yang digunakan ialah teknik baca markah. Metode padan yang digunakan adalah metode padan intralingual dan ekstralingual. Teknik lanjutan yang digunakan adalah teknik hubung banding membedakan (HBB). Berdasarkan penelitian, istilah-istilah dalam upacara adat mitoni terdiri dari beberapa bentuk, yakni (1) bentuk kata asal, istilah-istilah dalam upacara adat mitoni yang berbentuk kata asal diantaranya yaitu: gandhik, menyan, pangon, sajen, urab,dan bladog. (2) berupa kata berimbuhan, istilah-istilah dalam upacara adat mitoni yang berbentuk kata berimbuhan diantaranya yaitu: brojolan, jaritan, kepungan, sambetan, siraman, kukusan dan pangaron. (3) berupa kata majemuk, istilah-istilah dalam upacara adat mitoni yang berbentuk kata majemuk yaitu: janur kuning,bucu meteng, bucu lancip, jenang abang, jenang putih, jenang clorot, kupat jaran, kupat slamet, kupat wasinta, kupat bangkong, kupat jagong, pelas manuk, pelas welut, pelas tawon, dan sega gurih. Makna kultural dari istilah-istilah upaca adat mitoni menggambarkan sebuah pesan, do’a dan harapan.
Abtrak (Bhs. Inggris)
This research entitled “Istilah-istilah Upacara Adat Mitoni Pada Masyarakat Di Kecamatan Purwanegara, Kabupaten Banjarnegara”. The aim of the research was to describe the lingual units, lexical meaning, and the cultural meaning of the terms of Mitoni in the society in Purwanegara Subdistrict, Banjarnegara Regency. This research was descriptive qualitative. For collecting the data researcher usesimak and cakap method. The technique used in simak method was sadap technique, and then continued with simaklibatcakap and catat technique. The data was analyzed by using structural language analysis method and etnolinguistics towards the terms used in the Mitoni ceremony in Purwanegara subdistrictBanjarnegara. The method used is agih and padan method. In the use of agih method the technique used is bagiunsurelangsung (BUL) and bacamarkah technique. Meanwhileintralingual and ekstralingualpadan method was used in this research, with hubung banding membedakan (HBB) technique. Based on the research that was conducted, the terms in Mitoni ceremony consist of several forms, named (1) word origin forms, some of the terms that comes from word origin are, gandhik, menyan, pangon, sajen, urab,andbladog, (2) word with affixed : brojolan, jaritan, kepungan, sambetan, siraman, kukusanand pangaron, (3) in the form of noun phrase are: janurkuning,bucumeteng, buculancip, jenangabang, jenangputih, jenangclorot, kupatjaran, kupatslamet, kupatwasinta, kupatbangkong, kupatjagong, pelasmanuk, pelaswelut, pelastawon, and segagurih. The cultural meaning of the terms in Mitoni ceremony isrepresenting the massage, praise, and hopes.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save