Artikelilmiahs

Menampilkan 17.301-17.320 dari 50.013 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
1730120404F1I012048Peran UNESCO Dalam Meningkatkan Akses Pendidikan Dasar dan Menengah Bagi Perempuan di India Tahun 2012-2015Abstrak


Penelitian yang berjudul “Peran UNESCO Dalam Meningkatkan Akses Pendidikan Dasar dan Menengah Bagi Perempuan di India Tahun 2012-2015” akan menganalisa terkait permasalahan kesetaraan akses pada pendidikan dasar dan menengah bagi perempuan di India dan bagaimana UNESCO sebagai organisasi internasional yang mewadahi negara tersebut membantu mengatasi permasalahannya di tahun 2012 – 2015. Tujuan dari penelitian ini yaitu menjelaskan bagaimana UNESCO menjalankan fungsinya untuk membantu India dalam meningkatkan akses pendidikan dasar dan menengah bagi masyarakat perempuannya dari tahun 2012 hingga 2015. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data sekunder dan dokumentasi, serta terbatas pada masalah peran dari salah satu struktur organisasi UNESCO yang bernama Education Sector/ Unit.
Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa permasalahan kesetaraan akses pada pendidikan dasar dan menengah bagi perempuan di India disebabkan oleh faktor sosial budaya, ekonomi dan pemerintah. Sementara itu, upaya penanganan masalah yang dilakukan pemerintah India tidak cukup untuk mengatasi permasalahan yang dialami oleh negara tersebut. Oleh karena itu, pemerintah India mencari dukungan eksternal melalui kerjasama internasional dengan salah satu agensi multilateral PBB yang fokus pada sektor pendidikan yaitu UNESCO. Kerjasama internasional antara pemerintah India dan UNESCO inilah yang kemudian membawa pada peran UNESCO dalam meningkatkan akses pendidikan dasar dan menengah bagi perempuan di India tahun 2012 – 2015.
Abstract

The title research “Role of UNESCO in Increasing Access to Primary and Secondary Education for Indian Girls Year 2012 – 2015” would be analyzing the matter of equal access to primary and secondary education for Indian girls and how UNESCO as an international organization platform for its member country could resolve the matter in 2012 – 2015. The aims of the research are defining how UNESCO operate its function to support India in increasing access to primary and secondary education for the country’s girls in 2012 – 2015. The research is using qualitative research methods with the data collection technic of secondary data and documentation, with focusing on the role of UNESCO’s one structure organization which name is Education Sector/ Unit.
The result of this research could be concluded that the matter of equal access to primary and secondary education for India girls due to social-cultural factors, economy and government. Meanwhile, the efforts made by the government of India to resolve their matter is inadequate. Hence, the government of India was looking for external supporter through international cooperation with the one of United Nations multilateral agency which focuses on educational sector specifically UNESCO. The international cooperation between the government of India and UNESCO leading to the role of UNESCO in increasing access to primary and secondary education for Indian girls year 2012 – 2015.
1730220405G1B013082PERBEDAAN VARIASI FITOREMEDIASI MENGGUNAKAN TANAMAN ECENG GONDOK (Eichhornia crassipes) DALAM MENURUNKAN CHEMICAL OXYGEN DEMAND (COD) AIR LINDI TPA RAWAKUCINGLatar Belakang: Air lindi adalah suatu cairan yang dihasilkan dari pemaparan air hujan pada timbunan sampah. Karakter air lindi yang khas di beberapa TPA yaitu bersifat asam dan COD tinggi. Menurut Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor P. 59/Menlhk/Setjen/Kum.1/7/2016 baku mutu air lindi yaitu 300 mg/l untuk kadar COD. Bahan organik dalam air lindi dapat dikurangi dengan upaya fitoremediasi menggunakan tanaman eceng gondok (Eichhornia crassipes). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah perbedaan pengaruh variasi fitoremediasi berdasarkan berat eceng gondok dan lama waktu kontak dalam menurunkan COD air lindi.

Metode : Metode penelitian ini menggunakan true experiment dengan post test only with control group design berdasarkan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Variasi fitoremediasi yang digunakan adalah berat eceng gondok (200 gr/l, 250 gr/l, dan 300 gr/l) dan lama waktu kontak (1 hari, 3 hari, dan 6 hari). Penelitian ini meliputi aklimatisasi tumbuhan eceng gondok sebelum perlakuan, perlakuan air sampel, dan pengukuran COD di laboratorium.

Hasil Penelitian : Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok eceng gondok dengan berat 300 gram/liter dan lama waktu kontak selama 3 hari adalah kelompok perlakuan yang paling optimum dalam menurunkan COD yaitu sebesar 74,8%. Dengan demikian, semakin banyak pemberian eceng gondok pada air lindi maka akan semakin optimum dalam menurunkan nilai COD air lindi. Selain itu, penyerapan eceng gondok juga dipengaruhi oleh waktu kontak.

Simpulan : Ada perbedaan pengaruh variasi fitoremediasi berdasarkan berat eceng gondok dan lama waktu kontak yang digunakan dalam menurunkan COD.

Background: Leachate is a liquid generated from rainwater exposure to a waste heap. Characteristic of leachate that is typical in some landfill that is acidic and high level of COD. According to the Regulation of the Minister of Environment and Forestry of the Republic of Indonesia Number P. 59/Menlhk/Setjen/Kum.1/ 7/2016 the leachate quality standard is 300 mg/l for COD levels. Material organic in leachate can be reduced by phytoremediation with water hyacinth plant (Eichhornia crassipes). The aim of research are know whether there are differences in the influence of phytoremediation variation based on water hyacinth and length of contact time in reducing level COD of leachate.
Method: This research method used true experiment with post test only with control group design based on Completely Randomized Design (CDR). Phytoremediation variations that used were water hyacinth weight (200 g / l, 250 g / l, and 300 g / l) and duration of contact (1 day, 3 days and 6 days). This research included acclimatization of hyacinth plant before treatment, sample water treatment, and COD measurements in the laboratory.
Results: Result of research showed that is interaction weight water hyacinth 300 gr/l and contact time of 3 days is the best treatment to reducing level of COD that is 74,8%. Thus, the more giving water hyacinth in leachate will be more optimum in reducing the level of COD leachate. In addition, the absorption of water hyacinth is also affected by contact time.

Conclusion: There is a difference in the effect of phytoremediation variation based on weight of water hyacinth and length of contact time used in reducing level of COD.
1730320406F1B012025EVALUASI IMPLEMENTASI BADAN USAHA MILIK DESA (STUDI KASUS PILAR EKONOMI)DI DESA WLAHAR WETAN KECAMATAN KALIBAGOR KABUPATEN BANYUMASPemerintah Desa Wlahar Wetan membentuk Badan usha milik desa (BUM Desa) sebagai motor penggerak ekonomi di desa. Dalam implementasi BUM Desa pemerintah desa menggunakan empat pilar, yakni pilar ekonomio, pilar pemberdayaan, pilar sosial dan pilar holding company. Dari ke empat pilar tersebut, hanya pilar ekonomi yang sudah mampunyai usaha dan memberikan kontribusi ke Pendapatan Asli Desa (PADes).Tujuan penelitian untuk mengetahui evaluasi implementasi Program Badan Usaha Milik Desa (BUM Des) pilar ekonomi di Desa Wlahar Wetan Kabupaten Banyumas. Penelitian ini menggunakan teori implementasi dari Van Horn dan Van metter. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, studi pustaka dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah model Interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi program pilar ekonomi BUM Desa secara umum belum berjalan dengan baik. Meskipun pilar ekonomi sudah mampu berkontribusi terhadap peningkatan Pendapatan Asli Desa (PAD) dan menghilangkan praktik rentenir, namun belum mampu meningkatkan pelaku usaha masyarakat. Hal ini disebabkan kurangnya sumber daya manusia, finansial, serta lemahnya koordinasi antar lembaga. Saran yang dapat diberikan yaitu, membentuk SOP Kerja, meningkatkan kualitas dan kuantitas SDM, meningkatkan sumber daya finansial dan meningkatkan koordinasi agar pemberdayaan dan peran aktif masyarakat dapat ditingkatkan.Wlahar Wetan Village Government establishes a village-owned enterprise (BUM Desa) as the economic driving force in the village. In the implementation of BUM Desa village government uses four pillars, that is economic pillars, empowerment pillars, social pillars and pillars holding company. From the four pillars, only economic pillar has been able to contribute to Pendapatan Asli Desa (PADes). The purpose of the research is to know the evaluation of the implementation of the Village Owned Enterprise (BUM Des) economic pillar program in Wlahar Wetan Village, Banyumas Regency. This research uses the implementation theory of Van Horn and Van Metter. The method used is qualitative descriptive. Data collection techniques used were interviews, observation, literature study and documentation. Data analysis used is Interactive Miles and Huberman model. The results showed that the implementation of economic pillar program BUM Desa in general has not run well. Although the economic pillar has been able to contribute to the increase of Village Original Income (PAD) and eliminate the practice of moneylenders, but has not been able to improve the business community. This is due to lack of human resources, financial, and weak coordination between institutions. Suggestions that can be given are, forming SOP Work, improve the quality and quantity of human resources, increase financial resources and improve coordination so that empowerment and active role of society can be improved
1730420407C1C012013PENGARUH TATA KELOLA PERUSAHAAN, LIKUIDITAS DAN TINGKAT KESULITAN KEUANGAN TERHADAP PENERAPAN PRINSIP KONSERVATISME DALAM PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGANPenelitian ini bertujuan untuk menunjukkan pengaruh tata kelola perusahaan, likuiditas dan tingkat kesulitan keuangan terhadap prinsip konservatisme dalam penyusunan laporan keuangan. Tata kelola perusahaan diproksikan dengan variabel komite audit, kepemilikan manajerial, dan kepemilikan institusional. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jenis data yang digunakan adalah data sekunder. Populasi dalam penelitian ini ialah perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2012-2015. Metode pemilihan sampel purposive sampling. Unit analisis sampel yaitu sebanyak 46 perusahaan, dengan data outlier sebanyak 9 sehingga jumlah sampel menjadi 37 perusahaan. Teknik analisis yang digunakan adalah uji regresi data panel. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel komite audit, kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional, likuiditas dan tingkat kesulitan keuangan dapat meningkatkan prinsip konservatisme dalam penyusunan laporan keuangan perusahaan.This study aims to show the effect of the Good Corporate Governance, liquidity and financial distress on the principle of conservatism in the preparation of financial statements. Corporate governance would be estimated by using the audit committee, managerial ownership, and institutional ownership. This research is a quantitative research with the type of data used is secondary data. The population in this study is a manufacturing company listed on the Indonesia Stock Exchange in 2012-2015. Sample selection method used in this research is purposive sampling. The sample analysis unit is 46 companies, with the data outlier as many as 9 so that number of the samples become 37. Panel data regression model was employed to analyze data. The results of this study indicate that audit committee, managerial ownership, institutional ownership, liquidity and financial distress can improve the principle of conservatism in the preparation of financial statements.
1730520401H1K013050SEBARAN DAN TUTUPAN KARANG BERDASARKAN
CITRA SATELIT RESOLUSI TINGGI DAN DATA IN-SITU
DI KEPULAUAN KEI MALUKU TENGGARA
Terumbu karang merupakan salah satu ekosistem yang memiliki sumberdaya hayati terbesar di Indonesia. Selain itu, terumbu karang juga merupakan ekosistem yang sangat berpotensi, baik secara ekonomi maupun ekologi. Kepulauan Kei merupakan salah satu wilayah di Indonesia yang memiliki keanekaragaman terumbu karang yang tinggi. Meski demikian, informasi mengenai terumbu karang di Kepulauan Kei masih sangat minim. Dengan memanfaatkan citra satelit dan melakukan survei lapang, informasi informasi terumbu karang dapat diperoleh. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sebaran dan persentase tutupan karang di Kepulauan Kei Maluku Tenggara. Untuk mengetahui sebaran terumbu karang dilakukan pengolahan citra satelit. Citra yang digunakan adalah Quikcbird dan Worldview-2. Sementara itu, untuk mengetahui persentase tutupan karang dilakukan survei lapang dengan menggunakan metode transek kuadrat. Hasil yang diperoleh dari pengolahan citra satelit terlihat terumbu karang tersebar di seluruh bagian di Kepulauan Kei. Selain itu, diperoleh juga luas terumbu karang di Kepulauan Kei yang meliputi Pulau Bair, Pulau Dullah, Pulau Kei Kecil dan beberapa pulau kecil yang luasnya sebesar 4.194,6 Ha. Lifeform karang yang banyak ditemukan adalah Coral Branching. Sementara itu, nilai persentase tutupan karang di Kepulauan Kei berkisar antara 5-100% dengan rata-rata persentase tutupan karang sebesar 56%, dimana nilai tersebut masuk kedalam kategori baik.Coral reefs are one of the ecosystems that have the largest biological resources in Indonesia. In addition, coral reefs are also a very potential ecosystem, both economically and ecologically. Kei Islands is one of the areas in Indonesia that has a high diversity of coral reefs. However, information on coral reefs in the Kei Islands is still very minimal. By utilizing satellite imagery and conducting field surveys, information on coral reef information can be obtained. The purpose of this research is to know the distribution and percentage of coral cover in Kei Islands of Southeast Maluku. To know the distribution of coral reefs done satellite image processing. The images used are Quikcbird and Worldview-2. Meanwhile, to know the percentage of coral cover is done by field survey using the method of quadratic transect. The results obtained from the satellite image processing seen coral reefs spread across parts of the Kei Islands. In addition, coral reefs in the Kei Islands are also found, including Bair Island, Dullah Island, Kei Kecil Island and several small islands covering 4,194.6 Ha. Coral coral lifeform that many found is Coral Branching. Meanwhile, the percentage of coral cover in Kei Islands ranged from 5-100% with percentage of coral cover average of 56%, where the value entered into good category.
1730621479F1G014024ANALISIS TEMATIK DALAM NOVEL SABDA PALON 4 :
PUDARNYA SURYA MAJAPAHIT KARYA DAMAR SHASHANGKA
Penelitian yang berjudul “Analisis Tematik dalam Novel Sabda Palon 4: Pudarnya Surya Majapahit karya Damar Shashangka” ini berlatarkan Kerajaan Majapahit dengan konflik yang ada di dalamnya, menimbulkan suspense tertentu sehingga membuat peneliti ingin menggali makna yang ada di dalamnya. Makna tersebut dapat dianalisis menggunakan pendekatan strukturalisme. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan alur, tokoh, latar, dan tema yang ada di dalam novel tersebut. Penelitian ini membahas 26 alur dengan tokoh di dalamnya. Tokoh tersebut adalah Bhre Kertabhumi, Bathara Kertarajasa, Siu Ban Ci, Dewi Amarawati, dan Sayyid Ali Rahmad, serta tokoh tambahan lainnya. Penelitian ini juga membahas 7 latar tempat dan 17 latar waktu. Latar tempat seperti Kedhaton Keling, Gunung Mahameru, Ranu Kambala, Pasraman Sayyid Ali Rahmad, Langgar, Ujung Galuh atau Surabaya, dan Ngampeldenta.
Hasil analisis tema menghasilkan tema mayor dan tema minor. Tema mayor dalam novel ini adalah tranformasi budaya Kerajaan Majapahit menuju Islam. Tema minornya adalah hal-hal yang berkaitan dengan transformasi budaya Kerajaan Majapahit menuju Islam seperti adanya pasraman Sayyid Ali Rahmad yang menjadi pusat kegiatan penyebaran agama Islam, antusias rakyat Kerajaan Majapahit akan adanya guru spiritual, dan adanya Dewi Amarawati, Putri Champa yang menjadikan Bhre Kertabhumi memeluk agama Islam. Relevansi antara hubungan tema dengan unsur-unsur cerita lainnya sudah relevan. Tema dengan tokoh seperti Bathara Kertarajasa yang beragama Budha mengijinkan Sayyid Ali Rahmad untuk menyebarkan agama Islam, serta Bhre Kerthabumi yang memeluk agama Islam karena permaisurinya, Dewi Amarawati. Tema dengan latar seperti Kedhaton Keling sebagai pusat kerajaan dan ngampeldenta sebagai pusat penyebaran agama Islam.
The title of research is “Analisis Tematik dalam Novel Sabda Palon 4: Pudarnya Surya Majapahit karya Damar Shashangka” located in Majapahit Kingdom with conflict in there, to make our suspense, so became research will to know about theme in there. The theme can to analysis with structuralism. The method of research is descriptive qualitative. The purpose of research are to describe story, character, setting, and theme in this novel. This research to describe twenty six story with character in there. The character are Bhre Kertabhumi, Bathara Kertarajasa, Siu Ban Ci, Dewi Amarawati, and Sayyid Ali Rahmad, and peripheral character other. This research to describe seven location setting and seventeen time setting. Location setting are Kedhaton Keling, Gunung Mahameru, Ranu Kambala, Pasraman Sayyid Ali Rahmad, Langgar, Ujung Galuh or Surabaya, and Ngampeldenta.
The result of theme is mayor theme and minor theme. The mayor theme in novel is transformation culture in Majapahit Kingdom became Islam. The minor theme in novel is all of about transformation culture in Majapahit Kingdom became Islam such as there is pasraman Sayyid Ali Rahmad which became the center of the spread of Islam, the enthusiasm of the people of Majapahit Kingdom will be a spiritual teacher, and the Amarawati Goddess, Princess Champa who made Bhre Kertabhumi embraced Islam. The relevance of the theme relationship with other story elements is relevant. Themes with figures like the Buddhist Bathara Kertarajasa allow Sayyid Ali Rahmad to spread Islam, as well as Bhre Kerthabumi who embraced Islam because of his queen, Dewi Amarawati. Theme with a setting like Kedhaton Keling as the center of the kingdom and ngampeldenta as the center of the spread of Islam.
1730720408F1C013002PEMENUHAN KEBUTUHAN INFORMASI MELALUI WEBSITE UNSOED TERHADAP TINGKAT KEPUASAN MAHASISWA UNSOEDPenelitian ini dilatarbelakangi oleh perkembangan dunia teknologi dan informasi yang sudah maju, dan dijadikan sebagai salah satu alat dalam menyebarkan informasi. Peneliti mengambil objek penelitian yaitu website Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED), untuk menguji seberapa besar kepuasan Mahasiswa UNSOED dalam pemenuhan informasi website yang dikelola oleh UNSOED. Peneliti menggunakan landasan Teori Uses and Gratification, dan menggunakan konsep pemenuhan kebutuhan informasi yang dijelaskan menurut Katz, Gurevitch, dan Haas. Peneliti menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pengambilan sampel menggunakan metode simple random sampling, dan menyebarkan kuisioner kepada 100 mahasiswa aktif UNSOED tahun 2017. Hasil uji t-statistik dalam penelitian ini, sebesar 9,624 dimana thitung (9,624) > ttabel (1.984) dan nilai sig. (0.000) < α (0,05), yang artinya terdapat hubungan positif dan signifikan antara variabel pemenuhan informasi website UNSOED dengan tingkat kepuasan mahasiswa UNSOED. Hipotesis yang menyatakan bahwa terpenuhinya kepuasan mahasiswa UNSOED terhadap kebutuhan pemenuhan informasi melalui website UNSOED diterima.This research is motivated by, the development of technology which is already highly developed, and being used as one tool to disseminate the information. The researchers take the object of research that is Jenderal Soedirman University (UNSOED) website, to find out how much satisfaction of UNSOED students in the fulfillment of information need through UNSOED website. Researchers use the foundation of Uses and Gratification Theory, and use the concept of information fulfillment which according to Katz, Gurevitch, and Haas. The method used in this research is quantitative method and simple random sampling method, distributing questionnaires to 100 active UNSOED students 2017. Result of statistic test result is 9,624 where tcount (9,624) > ttable (1.984) and sig. value (0.000) < α (0,05), which mean there is a positive and significant correlation between the variable of information fulfillment of UNSOED website with student satisfaction level Unsoed. Result of hypothesis states as the fulfillment of UNSOED Student's satisfaction with the need of fulfillment of information through UNSOED website is accepted.
1730820410D1E013024PERBANDINGAN PANJANG EKOR, LEBAR TELINGA, PANJANG TELINGA ANTARA KAMBING PERANAKAN ETTAWA BETINA DEWASA KALIGESING DANGUMELARABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari perbandingan ukuran panjang ekor, lebar telinga, panjang telinga antar kambing peranakan ettawa betina dewasa kaligesing dan gumelar. Materi yang digunakan untuk penelitian adalah kambing peranakan ettawa betina dewasa berumur 12 – 15 bulan sebanyak 30 ekor di Kecamatan Kaligesing dan 30 ekor di Kecamatan Gumelar. Metode penelitian yag digunakan peelitia survey, penetapan sampel lokasi secara purposive samplingdan pengambilan sampel terak secara snowball. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat perbedaan antara panjang ekor, lebar teliga, panjang teliga (P<0,05) panjang ekor, lebar telinga, panjang telinga kambingperanakan ettawa betina dewasa yang dipelihara di Kecamatan Kaligesing berbeda nyata dengan kambing yang di pelihara di Kecamatan Gumelar. Kesimpulan dari hasil penelitian yang mempengaruhi panjang ekor, lebar telinga, panjang telinga disebabkan oleh faktor genetik, manajemen pemeliharaan dan lingkungan. Secara genetik kambing Ettawa yang di pelihara di Kecamatan Kaligesing masih terjaga kemurnian gennya sehingga kualitas bibit yang di hasilkan lebih bagus.
Kata kunci: Panjang Ekor, Lebar Telinga, Panjang Telinga dan Kambing Peranakan Ettawa
ABSTRACT
This study aims to determine and study the ratio of length of tail, ear width, ear length between doesettawagradekaligesing and gumelar. The material used for the research was does ettawa grade 12- 15 month old does ettawa grade in 30 districts in KaligesingSubdistrict and 30 in GumelarSubdistrict. Methods of research in used peel survey, determination of the sample location by purposive sampling and snowball slag sampling. The results showed that there was a difference between tail length, ear width, ear length (p <0.05) long tail, ear width, ear length of does ettawa grade grown in Kaligesingsubdistrict was significantly different from goat that kept in Gumelar subdistrict . Conclusions from the results of research that affect the length of tail, ear width, ear length caused by genetic factors, maintenance management and environment. Genetically Ettawa goat which is maintained in KaligesingSubdistrict is still awake genya purity so that the quality of the seeds are produced better.
Keywords: Tail Length, Ear Width, Ears Length and does ettawa grade
1730920412F1I013058KEBIJAKAN LABOUR LAW’S REFORM OLEH PRANCIS DI BAWAH KEPEMIMPINAN PRESIDEN FRANCOIS HOLLANDE DALAM UPAYA MENGATASI MASALAH PENGANGGURANMasalah pengangguran sudah menjadi permasalahan pemerintah Perancis selama tiga dekade terakhir. Tingkat pengangguran yang fluktuatif dan kerap menyentuh titik-titik tertinggi menjadikan masalah pengangguran sebagai hambatan bagi terciptanya perekonomian Prancis yang sehat. Krisis Eropa yang terjadi di tahun 2008 merupakan titik awal terjadinya peningkatan pengangguran di Prancis yang signifikan. Bergantinya kepemimpinan di Prancis di tahun 2012 juga tidak serta merta membawa angka pengangguran di Prancis ke titik rendah. Permasalahan pengangguran yang terus berkembang ini kemudian mendorong pemerintah Prancis untuk melakukan reformasi pada hukum tenaga kerjanya. Reformasi hukum tenaga kerja ini dalam proses pembuatannya mengalami banyak hambatan, mulai dari penolakan keras lewat demonstrasi besar-besaran hingga kepada tidak terpenuhinya voting dari parlemen untuk meloloskan rancangan undang-undang ini. Meski begitu pada akhirnya pemerintah tetap bersikeras untuk mempertahankan kebijakan ini.The problem of unemployment has been the problem of the French government over the past three decades. Fluctuating unemployment rates and often touching the highest points make the unemployment problem an obstacle to the creation of a healthy French economy. The European crisis that occurred in 2008 was the starting point of significant increase of unemployment in France. The succession of leadership in France in 2012 also does not necessarily bring the unemployment rate in France to a low point. This growing problem of unemployment then prompted the French government to reform its labor law. These labor law's reform in the process of making have faced many obstacles, ranging from strong resistance through massive demonstrations to the non-fulfillment of parliament's vote to pass this bill. Even so, in the end, the government insisted on maintaining this policy.
1731021478C1A013118ANALISIS PRODUKSI DAN EFISIENSI USAHATANI BENGKUANG DI DESA LINGGASARI KECAMATAN KEMBARAN KABUPATEN BANYUMAS Penelitian ini berjudul “Analisis Produksi Dan Efisiensi Usahatani Bengkuang Di Desa Linggasari Kecamatan Kembaran Kabupaten Banyumas” Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan faktor-faktor produksi luas lahan, bibit, pupuk, dan tenaga kerja terhadap jumlah produksi usahatani bengkuang, menganalisis efisiensi penggunaan faktor produksi usahatani bengkuang, menganalisis efisiensi ekonomi usahatani bengkuang di Desa Linggasari Kecamatan Kembaran Kabupaten Banyumas. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey dengan data primer yang diperoleh melalui wawancara dan kuesioner. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 42 petani bengkuang di desa Linggasari. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis fungsi produksi Cobb-Douglas, analisis efisiensi alokatif, dan analisis efisiensi ekonomi dengan analisi R/C ratio.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: penggunaan faktor produksi berupa luas lahan, bibit, pupuk, dan tenaga kerja berpengaruh positif terhadap produksi bengkuang. Hubungan penggunaan faktor-faktor produksi dengan produksi bengkuang dinyatakan dalam model fungsi produksi Cobb-Douglas, sebagai berikut: Efisiensi penggunaan faktor produksi luas lahan, bibit, pupuk, dan tenaga kerja belum efisien. Hasil analisis efisiensi ekonomi menunjukkan bahwa usahatani bengkuang di Linggasari sudah efisien secara ekonomi dengan nilai R/C ratio sebesar 3,24.
Implikasi dari penelitian ini adalah 1) Para Petani bengkuang di Desa Linggasari perlu lebih memperhatikan faktor-faktor produksi karena variabel-variabel tersebut sangat memiliki pengaruh yang positif terhadap produksi bengkuang 2) Para petani bengkuang di Desa Linggasari dinilai belum mampu untuk menentukan porsi dalam penggunaan faktor produksi luas lahan, bibit, pupuk, serta tenaga kerja secara efisien 3) Usahatani bengkuang d Desa Linggasari memiliki nilai R/C ratio sebesar 3,24, dikatakan efisien secara ekonomis dan menguntungkan jika R/C ratio lebih dari satu.
This research titled "Production Analysis And Efficiency Of Yam Farming In Linggasari Village Kembaran Sub-district Banyumas Regency" This research aims to analyze the influence of the use of production factors of land area, seeds, fertilizer and labor to the total production of yam farming, analyze the efficiency of the use of production factors of the farming system, analyzing the economic efficiency of yam farming in Linggasari Village, Kembaran Sub-district, Banyumas District. Data analysis techniques used are Cobb-Douglas production function analysis, allocative efficiency analysis, and economic efficiency analysis with R/C ratio analysis. The research method used is survey method with primary data obtained through interview and questionnaire. Samples used in this research are 42 farmers of yam in Linggasari village. Data analysis techniques used are Cobb-Douglas production function analysis, allocative efficiency analysis, and economic efficiency analysis with R/C ratio analysis.
The results of this research shows : the use of production factors in the form of land area, seeds, fertilizer, and labor have a positive effect on the production of yam. The relationship between the use of production factors and the production of yam is expressed in the Cobb-Douglas production function model as follows: Efficient use of production factors of land area, seed, fertilizer and labor has not been efficient. The result of economic efficiency analysis shows that the farming system in Linggasari is economically efficient with R / C ratio of 3.24.
The implications of this research are 1) The farmers in Linggasari village need to pay more attention to the factors of production because these variables have a positive influence on the production of yam. 2) The farmers in Linggasari village, yam considered not yet able to determine the portion in the use of factors production of land area, seeds, fertilizer, and labor efficiently. 3) Linggasari Village has a R / C ratio of 3.24, said to be economically efficient and profitable if R / C ratio is more than one.
1731121467H1K013027Kesesuaian Aspek Oseanografi dengan Kondisi Landscape Mangrove di Kawasan Timur Segara Anakan Kabupaten Cilacap
Kawasan Timur Laguna Segara Anakan merupakan estuarin dengan ekosistem mangrove yang dipengaruhi oleh faktor oseanografi. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor oseanografi, sebaran jenis, dan landscape mangrove. Penelitian dilaksanakan bulan Maret-Agustus 2017. Metode penelitian adalah survey dengan teknik pengambilan sampel Cluster with Stratified Sampling. Analisa data secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan aspek oseanografi pada ekosistem mangrove di Kawasan Timur Segara Anakan meliputi temperatur dengan rentang antara 26-29 oC, salinitas berkisar 17-34 ppt, pasang surut bertipe campuran condong ke harian ganda, dan arus berkisar antara 0,48-0,61 m/s. Parameter sedimen meliputi pH (5,87-6,52), nitrat (0,09-0,20%), fosfat (9,30-16,07%), C-organik (1,08-1,92%), dan fraksi yang diominasi oleh liat. Sebaran jenis mangrove menunjukkan adanya perbedaan karakteristik pada tiap stasiun penelitian. Landscape ekosistem mangrove menunjukkan adanya bentuk penyesuaian mangrove terhadap faktor oseanografi.The Eastern of Segara Anakan Lagoon is an estuarine and mangrove ecosystem. The condition of mangrove ecosystem is influenced by oceanography factor. The research aims to analyze the factors of oceanography, distribution of species, and mangrove landscape. The research was conducted in March-August 2017. The research survey used Cluster with Stratified Sampling. Data was analyzed descriptively. The result of the research showed that relation between oceanography aspect with mangrove ecosystem in Eastern of Segara Anakan Lagoon for temperature between 26-29 oC, salinity 17-34 ppt, tide type is mixed tide prevailing semidiurnal, and current range from 0.48 to 0.61 m/s. The sediment parameters included pH (5.87-6.52), nitrate (0.09-0.20%), phosphate (9,30-16,07%), C-organic (1,08-1,92% ), and clay fraction of sediment. The distribution of mangrove species had correlation with the characteristic difference of research station. The landscape of mangrove ecosystem showed that the adaptation patern of mangrove for oceanographic factor.
1731220414F1A013075“Ngebeg Dadi Seduluran” : Solidaritas Kelompok Ebeg Wahyu Turonggo KembarPenelitian bertujuan untuk mengetahui proses membangun solidaritas dalam kelompok ebeg Wahyu Turonggo Kembar, mengetahui bentuk-bentuk solidaritas yang terbangun dalam kelompok ebeg Wahyu Turonggo Kembar, serta mengetahui cara-cara mempertahankan solidaritas dalam kelompok ebeg Wahyu Turonggo Kembar. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif pada kelompok ebeg Wahyu Turonggo Kembar, yang ditentukan secara purposive sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa proses membangun solidaritas dalam kelompok ebeg Wahyu Turonggo Kembar adalah berawal dari hubungan pertemanan dan kegemaran serta persepsi yang sama terhadap kesenian ebeg. Kelompok ebeg ini menjadi wadah bagi para anggota untuk saling bertemu, yang mana dalam keseharian mereka kesibukan dan jarak menghalangi mereka untuk bertemu. Selanjutnya, kegiatan yang dilakukan oleh kelompok ebeg Wahyu Turonggo Kembar menciptakan keakraban. Pada saat ada kegiatan yang dilakukan kelompok, terutama saat kumpul bersama juguran, terjadi perbincangan informal antar anggota. Hal ini memungkinkan para anggota untuk saling terbuka dan memahami satu sama lain. Kegiatan yang mereka lakukan, baik yang berhubungan dengan pentas ebeg maupun di luar itu, seperti hajatan anggota, dapat menjadi wadah para anggota untuk saling bergotong royong. Dalam setiap kegiatan yang dilakukan oleh kelompok ini, meleburkan mereka menjadi satu, menjadikan ikatan emosional mereka terbentuk, sehingga membentuk solidaritas.The research describe the solidarity of Wahyu Turonggo Kembar, an ebeg group, in Purwokerto Utara, Banyumas. The aims are to understand what kinds of solidarity that they have and also understand how they managed it. The research was done by using qualitative descriptive method to the Wahyu Turonggo Kembar, an ebeg group that were determined by purposive sampling. The research result shows that the solidarity starts from a friendship with the same interest in ebeg. This group is a medium for those to meet. All the agenda that they arranged create a friendly bond. When they accumulate together, especially in juguran time, they share things informally. This caused them to be open and understand each other. Their agenda are the medium for all the member to gotong royong. They blend together as one and it creates a special bound also solidarity.

1731320415F1B013035MANAJEMEN OBYEK WISATA PEMANDIAN AIR MINERAL KALIBACIN DI KABUPATEN BANYUMASObyek Wisata Pemandian Air Mineral Kalibacin merupakan salah satu alternatif wisata rekreasi yang dikelola di bawah Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyumas. Namun jumlah pengunjung yang datang cenderung sedikit jika dibandingkan dengan obyek wisata lain yang berada di bawah pengelolaan organisasi yang sama. Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan manajemen pariwisata di Obyek Wisata Pemandian Air Mineral Kalibacin. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Lokasi penelitian di Obyek Wisata Pemandian Air Mineral Kalibacin. Sasaran penelitian adalah Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyumas, pengelola Obyek Wisata Pemandian Air Mineral Kalibacin dan pengunjung. Teknik pemilihan informan penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dan accidental sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan produk wisata dan promosi wisata dilakukan di bawah pengelolaan Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyumas. Secara pengorganisasian, Pengelola Obyek Wisata Pemandian Air Mineral Kalibacin diberikan tugas operasional dalam mengurus obyek wisata. Sedangkan untuk promosi wisata masih sepenuhnya dikelola oleh dinas. Penggerakan produk wisata dan promosi wisata meliputi pengembangan dan pemeliharaan. Motivasi yang dilakukan terhadap karyawan dilakukan melalui pendekatan personal. Pengawasan yang dilakukan terhadap produk wisata dan promosi wisata di Obyek Wisata Pemandian Air Mineral Kalibacin dilakukan dengan pengamatan langsung, inspeksi teratur dan langsung melalui inspeksi mendadak, pelaporan lisan dan tulisan setiap hari senin, evaluasi pelaksanaan, serta diskusi dan koordinasi antara atasan dan bawahan dalam pelaksanaan suatu kegiatan.The Kalibacin Mineral Bath is one of the recreation tourism alternatives that manage by Department of Youth, Sport, Cultural and Tourism of Banyumas. But the number of visitors who come is low when compared with other tourism attractions that are manage under the same organizational management. This research aims to find out and describe the tourism management of the Kalibacin Mineral Bath in Banyumas. The method of the research is qualitative. The location of the research is the Kalibacin Mineral Bath and the object is Department of Youth, Sport, Cutural and Tourism of Banyumas, the organizers of the Kalibacin Mineral Bath and the visitors. The technique for choosing the participants is purposive sampling and accidental sampling. The result of the research in general shows that the planning of tourism product and promotion is done under the supervision of Department of Youth, Sport, Cutural and Tourism of Banyumas. The organizers of the Kalibacin Mineral Bath are only assigned to do operational matters in taking care of the tourist destination. Meanwhile, the tourism promotion is fully handled by Department of Youth, Sport, Cutural and Tourism of Banyumas. The actuating of the tourism product and promotion which consists of development and sustentance is well enough. The employees’ motivation is increased by personal approach. The controlling of tourism product and promotion in the Kalibacin Mineral Bath is done by control by observation, control by regular and sudden inspection, oral and written report every Monday and evaluation, and discussion among the managers and employees about an event using report and coordination.
1731420416B1J011138DIVERSITAS DAN PENENTUAN LINGKUNGAN PENGENDAPAN
PADA CORE STASIUN 22 EWIN 2014 DILEPAS PANTAI
TARAKAN, KALIMANTAN TIMUR
Diversitas foraminifera resen dari core Stasiun 22 diteliti sebagai indikator keragaman dalam kondisi lingkungan masa lampau kumpulan sedimen di Lepas Pantai Tarakan, Kalimantan timur yang dilewati oleh wilayah lintasan arus lintas indonesia (Arlindo) yang terbentang sepanjang Selat Makassar dan Laut Sulawesi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui diversitas foraminifera core stasiun 22, dan lingkungan pengendapan yang terekam dalam jenis dinding cangkang, oksigenasi, rasio pelagik pada sedimen core Stasiun 22.
Metode penelitian yang dilakukan adalah metode observasi naturalistik dengan tiga tahapan, yaitu; persiapan sampel (preparasi, picking dan identifikasi), analisis foraminifera, dan analisis data. Preparasi dilakukan untuk memisahkan foraminifera dari sedimen yang melingkupinya, dilanjutkan dengan proses picking dan identifikasi. Analisis diversitas foraminifera berupa perhitungan indeks keanekaragaman Shannon-Wiener (H’), Analisis lingkungan pengendapan dengan Nilai Penting, Rasio Pelagik dan presentase jenis dinding cangkang yang diamatidilakukan dengan bantuan program PAST (Palaeontological Statistics) versi 3,14. Analisis data dilanjutkan dengan analisis korelasi regresi liniar sederhanan untuk mengetahui hubungan antara diversitas dan rasio pelagic menggunakan program SPSS.
Hasil penelitian menemukan 25 genus, 83 spesies planktonik dan 34 genus, 75 spesies bentonik.INP menjelaskan kehadiran adaptif spesies foraminifera planktonik dan bentonik pada setiap kedalaman. INP foraminifera planktonik diatas 5 % (5,7 – 7,4%) terdiri dari 8 spesies. INP foraminifera bentonik diatas 10% (10–11,9 %) terdiri dari 4 spesies. Terdapat 3 jenis dinding cangkang pada foraminifera bentonik yaitu (hyaline, porselin, agglutin) dimana sempel dominasi oleh cangkang hyalinepada foraminifera planktonik didominasi oleh cangkang hyaline, porselin.Lingkungan pengendapan penelitian ini termasuk kedalam lower slope.Hasil analisis korelasi foraminifera bentonik dengan variabel yang diamati meliputi diversitas- pelagik rasio (indek korelasi :46%) menunjukkan adanya hubungan cukup kuat pelagik rasio- oksigenasi (indek korelasi : 12 %), oksigenasi – divesitas (indeks korelasi : 12,7 %) menunjukkan bahwa hubungan yang lemah.


Recent foraminifera diversity of core station 22 was observed as diversity indicator of Tarakan offshore, east Kalimantan sediment past environment which is serviced by Arus Lintas Indonesia (Arlindo) region. This area lay down along the Makassar’s strait and Sulawesi’s sea. This research was conducted to assess foraminifera diversity using ecological approach and assess the past enviromental deposition which is inffered by shells type, oxygenation characeristic and pelagic ratio of core station 22.
The methodology this research is the method naturalistic observation with three rounds , namely; preparation (sample preparasi , picking and identification ) , analysis foraminifera , and analysis of data .Preparasi done to separate foraminifera from sediments enclosing procedure,continuedwith a process of picking and identification. Analysis of foraminifera diversity calculation index diversity shannon-wiener ( H’ ) , analysis of environmental deposition with an important , the ratio pelagic and the percentage of the wall a shell observed done with program assistance past ( palaeontological statistics ) 3,14 version .Analysis of data followed by correlation analysis regression liniar simple to know the relationship between a diversity and the ratio pelagic on the SPSS
The research found there are 25 genus of 83 plaktonic species and 34 genus of 75 bentonic species was successfully determined in this reserach. Important Value Index (IVI) show us the adaptive apperance of bentonic and plaktonic foraminifera species in each depth layer. Planktonic specieshave an Important Value Index (IVI) above 5% (5,7-7,4%) consist of 8 species. Bentonic specieshave an Important Value Index (IVI) above 10% ( 10 – 11,9 %) consist of 4 species. Three foraminfera shell type (hyaline, porselin, agglutin) show us a distribution along depth based on low oxygenation bentonic species. Lower slope has been inffered by ratio pelagic and also it show us a significant correlation between foraminifera diversity and pelagic ratio with R = 0,462 ; p = 0,10, pelagic ratio-oxygenation with R = 12% and oxygenation-diversity with R = 12,7% show a weak correllation.

1731520417F1A013005POTRET KAMPUNG BURUH MIGRAN
(Studi Kasus Transformasi Pengetahuan Mantan Buruh Migran di Kecamatan Gumelar Kabupaten Banyumas)
Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui pengetahuan mantan BMI dapatkan
selama bekerja di luar negeri, mengetahui mantan BMI dalam mengaplikasikan
pengetahuan ke dalam kehidupan bermasyarakat, kendala yang dihadapi oleh BMI
dalam mengaplikasikan pengetahuan yang dia dapat selama bekerja di luar negeri
dalam kehidupan bermasyarakat. tanggapan masyarakat terhadap mantan BMI dalam
mengaplikasikan pengetahuan. Sasaran utama dalam penelitian ini adalah mantan
buruh migran yang telah bekerja selama ≥ 3 tahun di luar negeri dan telah menetap di
desa ≥ 1 tahun. Mantan buruh migran Kecamatan Gumelar, memutuskan untuk menjadi
buruh migran yang akan dipergunakan untuk membuka usaha, membuat rumah, dan
melanjutkan kuliah. Pengetahuan yang di dapatkan mereka sewaktu di luar negeri,
seperti: pandai berpidato, ilmu komputer, dan lain-lain. Setelah mereka pulang
transformasikan pengetahuan yang mereka dapatkan, sebagai staff kelurahan,
BUMDES, guru SD dan PAUD, membuat pupuk organik bio 19, dan advokasi kasus buruh
migran. Kendala yang dihadapi oleh mantan BMI Kecamatan Gumelar dalam melakukan
pemberdayaan, seperti sulitnya mengajak masyarakat untuk terlibat dalam BUMDES,
Sulitnya menyadarkan masyarakat untuk menggunakan produk tas dari desa dan pupuk
organik hasil karya masyarakat desa sendiri, dan lain-lain. Semua ini mereka dapatkan
dengan proses yang panjang,
This study aims to Know the former BMI knowledge gained during the work abroad, knowing the former BMI in applying knowledge into social life, the obstacles encountered by BMI in applying the knowledge he acquired during work abroad in public life. public response to the former BMI in applying knowledge. The main target of this research is a former migrant worker who has worked for ≥ 3 years abroad and have settled in the village of ≥ 1 year. Gumelar subdistrict former migrant workers, decided to become migrant workers that will be used to open a business, making home and go to college. Knowledge is in getting them while abroad, such as: eloquent, computer science, and others. After they return transform the knowledge they get, as the village staff, BUMDES, elementary school teachers and early childhood, making organic fertilizer bio-19, and their advocacy of migrant workers. Obstacles faced by former BMI Gumelar subdistrict in empowerment, such as the difficulty to invite people to engage in BUMDES, Difficult to sensitize the public to use the product bag of organic fertilizer village and the village community itself works, and others. All of this they get with a long process,
1731621484B1J014058DETEKSI BAKTERI PADA KASUS PNEUMONIA TERDUGA MIDDLE EAST
RESPIRATORY SYNDROME CORONAVIRUS (MERS-COV) MENGGUNAKAN
ANALISIS MULTIPLEX REAL-TIME POLYMERASE CHAIN REACTION
Middle East Respiratory Syndrome Coronavirus (MERS-CoV) merupakan vius
beta-coronavirus endemis di Semenanjung Arab. MERS-CoV umumnya terdeteksi pada
penderita pneumonia dengan riwayat perjalanan ke Semenanjung Arab, sehingga
penderita pneumonia dengan riwayat perjalanan ke Semenanjung Arab disebut sebagai
penderita pneumonia terduga MERS-CoV. Banyaknya agen patogen, selain MERS-CoV
yang menyebabkan pneumonia mendorong dilakukannya deteksi bakteri pada sampel
yang telah diketahui memiliki hasil negatif terhadap MERS-CoV. Tujuan dari penelitian
ini yaitu untuk mengetahui jenis bakteri yang terdeteksi serta mengetahui positivitas dari
deteksi bakteri pada kasus pneumonia terduga MERS-CoV menggunakan teknik analisis
Multiplex Real-Time RT-PCR. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan
rancangan cross sectional. Sampel yang digunakan yaitu 38 sampel, terutama sampel
saluran pernapasan bawah berupa sputum dan bilasan Endotracheal tube (ETT), serta
sampel saluran pernapasan atas berupa swab tenggorok kasus pneumonia terduga MERSCoV yang dikirim ke Laboratorium Penelitian Penyakit Infeksi Prof. Dr. Sri Oemijati,
Pusat Penelitian dan Pengembangan Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan, Jakarta.
Hasil penelitian menyatakan dari 38 sampel terdapat 25 (65,79%) sampel terdeteksi
positif mengandung satu bakteri dan 20 sampel diantaranya merupakan kasus koinfeksi. Bakteri Haemophilus influenzae (26,4%) terdeteksi dengan presentase positivitas tertinggi. Hasil penelitian ini memberikan informasi ilmiah mengenai jenis bakteri penyebab pneumonia, serta memberikan prosedur pemeriksaan yang efisien dalam mendiagnosis etiologi pneumonia yang tepat.
Middle East Respiratory Syndrome Coronavirus (MERS-COV) is a betacoronavirus
endemic in the Arabian Peninsula. MERS-CoV commonly detected in pneumonia patients who had traveled from the middle east area. Therefore, pneumonia patients who had traveled from Arabian Peninsula usually called MERS-CoV suspected patients. There are many pathogenic agents beside MERS-CoV that caused pneumonia. So detection for those pathogenic agent must be done swiftly, especially for the negative
MERS-CoV sample. The aims of this study were to know the kind of bacterial pneumonia
that detected as pathogenic agent and positivity of each bacterial pneumonia from MERSCoV
suspected patients samples. This study designed by a descriptive research with a
cross sectional study. The samples that used in this research were upper respiratory tract
samples (throat swabs) and lower respiratory tract samples (endotracheal tube (ETT) and
sputum) from samples pneumonia suspected MERS-CoV cases which sent to the
Laboratory of Research on Infectious Diseases Prof. Dr. Sri Oemijati, Center of
Biomedics and Basic Technology of Health, Jakarta. A set of 38 samples were tested and
the results showed that 25 (65,79%) samples were positive with contained one bacteria,
including five samples were coinfection cases. The most frequent bacteria that detected
is Haemophilus influenzae with the percentage of positivity 26,4%. This results provide
an estimate of the prevalence of each bacterial pneumonia and provide the laboratory
inspection efficiently to diagnose the etiology of pneumonia.
1731720413F1B013043EFEKTIVITAS PROGRAM BINA KELUARGA REMAJA DALAM UPAYA PENANGGULANGAN PERMASALAHAN REMAJA DI KECAMATAN PURWOKERTO SELATAN KABUPATEN BANYUMASRemaja merupakan harapan sekaligus aset bagi bangsa untuk meneruskan pembangunan generasi sebelumnya dalam rangka mewujudkan cita-cita nasional. Untuk mencapai cita-cita nasional tersebut, dibutuhkan generasi remaja yang berkualitas, yang dalam hal ini remaja harus terus dibina dan diperhatikan dengan sungguh-sungguh. Namun dalam era globalisasi seperti sekarang, masih terdapat permasalahan remaja yang sering disebut dengan Triad KRR (3 masalah Kesehatan Reproduksi Remaja). Program Bina Keluarga Remaja (BKR) merupakan aplikasi dari program Genereasi Berencana (GenRe) yang dilakukan melalui pendekatan kepada keluarga yang memiliki remaja dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan keluarga yang memiliki remaja usia 10-24 tahun dalam membina tumbuh kembang anak dan remaja. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Purwokerto Selatan, dimana terdapat 5 kelurahan yang melaksanakan kegiatan Bina Keluarga Remaja, antara lain Kelurahan Purwokerto Kulon, Karangklesem, Tanjung, Karang Pucung, dan Teluk.
Efektivitas program Bina Keluarga Remaja adalah sejauh mana program Bina Keluarga Remaja tersebut dapat mencapai hasil yang telah ditentukan dengan cara melihat dari berbagai indikator yang mendukung. Penelitian ini menggunakan indikator efektivitas menurut Budiani (dalam Subagyo, 2000: 52) yaitu, Ketepatan Sasaran, Sosialisasi Program, Tujuan Program, dan Pemantauan.
Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif, pengambilan responden dilakukan dengan menggunakan teknik proporsionate random sampling. Metode analisis data adalah distribusi frekuensi, rata-rata hitung (mean), median, modus, dan standar deviasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Efektivitas Program Bina Keluarga Remaja di Kecamatan Purwokerto Selatan Kabupaten Banyumas cukup efektif dengan rata-rata Sosialisasi Program 3,09, Ketepatan Sasaran dengan rata-rata 2,77, Tujuan Program dengan rata-rata 2,65, dan Pemantauan Program dengan rata-rata 2,36.
Kesimpulan hasil penelitian ini ialah Efektivitas Program Bina Keluarga Remaja di Kecamatan Purwokerto Selatan sudah cukup baik dalam mengatasi permasalahan remaja, akan tetapi dalam aspek pemantauan dan pemahaman tujuan masih perlu ditingkatkan dengan cara orang tua bersama-sama kader meningkatkan intensitas komunikasi dengan remaja, serta meningkatkan kualitas dan kuantitas kader, demi tercapainya tujuan program Bina Keluarga Remaja.


Teenagers are the hope as well as assets for the nation to continue the development of previous generations in order to realize the national ideals. To achieve these national goals, it takes quality teen generation, which in this case adolescents should continue to be nurtured and paid attention to. But in the era of globalization as now, there are still teenage problems that are often called the Triad KRR (3 issues of Youth Reproductive Health). Youth Family Development Program (BKR) is an application of Genreation Planning (GenRe) program which is conducted through approach to families with teenagers with the aim to improve the knowledge and skills of families who have teenagers aged 10-24 years in fostering the development of children and adolescents. This research was conducted in South Purwokerto Subdistrict, where there are 5 sub-districts conducting Youth Family Development, among others Purwokerto Kulon, Karangklesem, Tanjung, Karang Pucung, and Teluk.
The effectiveness of Youth Adult Family Development program is the extent to which the Youth Adult Family Development program can achieve predetermined results by looking at the various supporting indicators. This research uses effectiveness indicator according to Budiani (in Subagyo, 2000: 52) namely, Objective Accuracy, Program Socialization, Program Objectives, and Monitoring.
The research method used is descriptive with quantitative approach, respondent retrieval is done by using technique of proporsionate random sampling. Methods of data analysis are frequency distribution, mean count, median, mode, and standard deviation. The results showed that the Effectiveness of Youth Family Development Program in Kecamatan Purwokerto Selatan Banyumas was quite effective with the average of Program Socialization 3.09, Objective Accuracy with an average of 2.77, Program Objectives with an average of 2.65, and Program Monitoring with an average of 2.36.
The conclusion of this study is the effectiveness of Youth Family Development Program in South Purwokerto is good enough to overcome the problems of adolescents, but in the aspect of monitoring and understanding of goals still need to be improved by the way parents together cadres increase the intensity of communication with adolescents, and improve the quality and the quantity of cadres, in order to achieve the objectives of Youth Family Development program.
1731825296A1C014082KELAYAKAN USAHATANI KOPI ROBUSTA DI DESA BASEH KECAMATAN KEDUNGBANTENG KABUPATEN BANYUMASUmumnya usahatani kopi robusta merupakan usahatani yang ditumpangsarikan dengan usahatani lainnya dan membantu menambah pendapatan petani kopi. Penelitian ini bertujuan untuk 1). Menghitung pada tahun ke berapa petani mendapatkan keuntungan dalam usahatani kopi robusta di desa Baseh Kecamatan Kedungbanteng, 2). Mengetahui bagaimanakah kelayakan usahatani kopi robusta yang dikelola di desa Baseh Kecamatan Kedungbanteng.
Metode penelitian yang digunakan adalah survey. Penelitian dilakukan di Desa Baseh Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Banyumas pada bulan November sampai Desember 2018. Responden ditentukan secara sensus sejumlah 30 orang petani. Petani respnden adalah petani yang menjalankan usahatani kopi robusta pada tahun 2008 sampai 2018. Metode analisis yang digunakan adalah analisis biaya, penerimaan dan keuntungan serta analisis kelayakan seperti Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Net Benefit Cost Rasio (Net B/C) dan Payback Period (PP).
Hasil penelitian menunjukan 1). Petani didaerah penelitian rata-rata sudah mendapatkan keuntungan pada tahun keempat. 2). Secara finansial, selama 11 tahun usahatani kopi robusta di desa penelitian layak dengan hasil perhitungan NPV > 0 Rp4.646.315; IRR 19,08 persen lebih tinggi dari tingkat suku bunga; Net B/C > 1 yaitu 1,75 dan PBP 7 tahun 3 bulan.
Generally robusta coffee farming is intercropped farming with other farms and help increase the income of coffee farmers. Therefore this study was aimed to 1). For reach profit from robusta coffee farming in baseh village sub district kedungbanteng, 2). To know how the stage of properness robusta coffee farming whose managing in baseh village sub district kedungbanteng, he research method used is survey. The study was conducted in Baseh Village, Kedungbanteng Subdistrict, Banyumas Regency, from November to December 2018.
The sampling method used sensus and obtained 30 farmers. The samples were farmers who have been running robusta coffee farming since 2008 to 2018 planting years. The analytical method used is cost analysis, revenue, income analysis and profitabilyty analysis as Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Net Benefit Cost Rasio (Net B/C) and Payback Period (PP)
The result of this study showed that 1). Farmers in the research area on average have benefited in the fourth year. 2). Financially, for eleven years robusta coffee farming in the research village was feasible with the result of calculations Net Presen Value > 0 that is Rp4.646.315; Internal Rate Of Return 19,08 percent higher than the interest rate; Net Benefit Cost Ratio > 1 that is 1,75 and Payback Period 7 year 3 month.
1731920418H1E013030SURVEI MAGNETIK UNTUK MENENTUKAN ZONA PROSPEK PASIR BESI
DI KAWASAN PESISIR NUSAWUNGU BAGIAN BARAT KABUPATEN CILACAP
Survei data anomali magnetik telah dilakukan di kawasan pesisir Kecamatan Nusawungu bagian barat Kabupaten Cilacap. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebaran model anomali magnetik dan mengetahui zona prospek pasir besi di wilayah penelitian. Tahap dari penelitian ini adalah akuisisi data, pengolahan data dan interpretasi data. Hasil yang diperoleh dari akuisisi data merupakan data medan magnet total dan posisi di setiap titik pengukuran. Pengolahan data dilakukan untuk memperoleh anomali medan magnet lokal. Data anomali medan magnet lokal ini dimodelkan dengan perangkat lunak Mag2DC for Windows. Model dengan nilai suseptibilitas 0,0093 – 0,0186 cgs diinterpretasikan sebagai pasir besi yang tercampur dengan lempung, pasir, kerikil dan kerakal dari alluvium dengan variasi kedalaman dari 0 m sampai 73,88 m. Model dengan nilai suseptibilitas 0,005 – 0,008 cgs diinterpretasikan sebagai formasi alluvium yang tersusun atas perselingan lempung, lanau, pasir kerikil dan kerakal. Model dengan nilai suseptibilitas 0,002 – 0,0176 cgs diinterpretasikan komponen batuan dari formasi halang yang tersusun atas batu gamping, breksi dengan komponen andesit, perselingan batupasir, batu lempung, napal, dan batu pasir tufan.
Survey of magnetic anomaly data has been done in the coastal area of western subdistrict Nusawungu Cilacap regency. This research aims to know the distribution model of magnetic anomalies and know the prospect zone of iron sand in the research area. The step of research is data acquisition, data processing and interpretation of data. The results obtained from data acquisition is a total magnetic field data and position in each measurement. Data processing is carried out to obtain the local magnetic field anomalies. Local magnetic field anomaly data is modeled by software Mag2DC for Windows. The model with suseptibilities value 0,0093 – 0,0186 cgs interpreted as iron sand mixed with clay, sand, gravel and pebble of alluvium formation in depth variation from 0 m to 73,88. Model with suseptibilities value 0,005 – 0,008 cgs interpreted as alluvium formation composed of alternation of clay, silt, sand, gravel and pebble. Model with suseptibilities value 0,002 – 0,0176 cgs interpreted as components of rocks from halang formation composed of limestone, breccia with andesite components, alternation of sandstone, clays, marl and tuffaceous sandstone.
1732020420F1A013048KELUARGA MIGRAN INDONESIA (KAMI)
Studi Deskriptif Peran KAMI dalam Pemberdayaan Mantan Buruh Migran Indonesia di Kabupaten Banjarnegara
Penelitian ini ingin mengetahui peran KAMI dalam pemberdayaan mantan BMI di Kabupaten Banjarnegara, serta untuk mengetahui bentuk pemberdayaan mantan BMI di Kabupaten Banjarnegara yang dilakukan oleh KAMI. Sasaran utama dalam penelitian ini adalah mantan buruh migran yang tergabung dalam perkumpulan KAMI Banjarnegara. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif. Sasaran utama dalam penelitian ini adalah anggota KAMI Banjarnegara dengan teknik purposive sampling. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menjelaskan bahwa kegiatan pemberdayaan yang dilakukan KAMI adalah pelatihan-pelatihan kewirausahaan dan kajian untuk keluarga BMI maupun mantan BMI. Kegiatan pelatihan dilakukan dalam rangka menumbuhkan jiwa wirausaha para mantan BMI sehingga mereka mampu mandiri di negeri sendiri serta membatasi keinginan unutk kembali bekerja diluar negeri. Kajian keluarga sakinah membantu dan memberi pemahaman kepada para mantan BMI untuk mengatasi permasalahan keluarga. Hambatan yang dialami oleh KAMI dalam melakukan pemberdayaan seperti, kerjasama dengan pemerintah daerah yang belum terjalin sehingga belum ada bantuan dari pemerintah ketika KAMI melakukan kegiatanya. Hal ini pula yang menghambat perkembangan organisasi. Kaderisasi anggota yang belum berjalan dengan baik sehingga banyak anggota yang tidak aktif bahkan keluar. Selain itu pelatihan yang sudah diberikan ternyata tidak diimplementasikan oleh beberapa anggota. Pelaksanaan kegiatan pemberdayaan KAMI Banjarnegara masih terbilang kurang kerjasama dengan pemerintah daerah sehingga kegiatan pemberdayaan yang dilakukan kurang maksimal. KAMI akan berkembang lebih maksimal jika terdapat sinergi antara organisasi dengan pemerintah daerah. Selain itu, harus ada pendampingan secara intensif untuk mantan buruh migran dan adanya kaderisasi untuk mendapatkan penerus organisasi selanjutnya.This study aims to determine the role of KAMI in empowerment of former BMI in Banjarnegara District, and to know the form of empowerment of former BMI in Banjarnegara District conducted by KAMI. The main objective of this research is the former migrant workers who are members of the association of KAMI Banjarnegara. The research was conducted by using descriptive qualitative method. The main target in this research is the member of KAMI Banjarnegara with purposive sampling technique. Methods of data collection in this study using interviews, observation and documentation. The result of this research explains that the empowerment activities undertaken by KAMI are entrepreneurship training and study for BMI family and former BMI. Training activities conducted in order to grow the entrepreneurial spirit of the former BMI so that they are able to be independent in their own country and limit the desire to return to work abroad. The study of the sakinah family helps and gives understanding to former BMIs to overcome family problems. Obstacles experienced by KAMI in conducting such empowerment, cooperation with local governments that have not been established so there is no help from the government when KAMI do the activities. This also hinders the development of the organization. Cadreization of members who have not run well so many members who are not active even out. In addition, the training already provided was not implemented by some members. Implementation of KAMI activities Banjarnegara still somewhat less cooperation with local governments so that empowerment activities undertaken less than the maximum. KAMI will grow more leverage if there is synergy between the organization and local government. In addition, there should be an intensive mentoring for former migrant workers and the presence of regeneration to get the next organizational successor.