| NIM | F1C013009 |
| Namamhs | MUHAMMAD FAHMI DHIAULHAQ |
| Judul Artikel | Literasi Media Di Facebook (Etnografi Virtual Pada Fanpage Indonesian Hoaxes) |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Saat ini Facebook menjadi salah satu media sosial yang paling banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia. Melalui media sosial Facebook, seseorang bisa mencari informasi ataupun menghasilkan informasi itu sendiri. Banyaknya terpaan informasi di media sosial khususnya Facebook seringkali menyebabkan banyaknya informasi hoax yang beredar di media sosial tersebut. Fenomena hoax di media sosial memunculkan Fanpage Indonesian Hoaxes untuk memberantas hoax serta memberikan pemahaman mengenai literasi media. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah cyberculture dan internet literacy dengan tujuan untuk mencari tahu tingkat literasi followers Fanpage Indonesian Hoaxes dengan indikatornya adalah akses, analisis, evaluasi dan content creation. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi virtual. Teknik pemilihan informan menggunakan purposive sampling, sehingga didapatkan 9 orang informan dalam penelitian. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan 2 cara, yaitu wawancara dan observasi. Hasil dari penelitian ini adalah dari 9 informan tidak memiliki kesulitan dalam melakukan akses dan membuat konten, karena mereka telah menggunakan internet dengan waktu yang cukup lama. Namun, untuk pembuatan konten dengan isi yang berkaitan dengan permasalahan politik, ekonomi, sosial dan budaya para informan belum sampai pada tahap itu. Kesembilan informan juga telah sampai pada tahap analisis, mereka mampu mengidentifikasi informasi-informasi mana yang hoax dan mampu membandingkan informasi yang mereka dapatkan untuk dicari kebenarannya. Pada tahap evaluasi 8 orang informan mampu melakukannya dengan baik, namun 1 orang informan masih kesulitan dalam melakukan evaluasi terhadap informasi yang dia dapatkan dan tidak tahu apa yang harus dilakukan ketika menemukan user dan informasi hoax.
|
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Indonesian Society mostly used Facebook as social media to find information or produce information itself. The amount of information exposure on social media, especially Facebook causes hoax information circulate in social media. This problem appeared Fanpage Indonesian Hoaxes ro eredicate hoax and provide an understanding of media literacy. In this research, cyberculture and internet literacy use as based theory. This theory have purpose to find the level in internet literacy. The indocators from this research are access, analysis, evaluation and content creation. This research use qualitative approach with virtual etnography method. The informant technique selection researcher used purposie sampling. From this research obtained 9 informants. Data collection techniques in this study using 2 ways, the interviews and observations. The result from this research are 9 informants have no dofficulty in access and create content, because they have been using the internet for a long time. However, content-making with political, econimoic, social and cultural issues they can’t make that content. The ninth informants also reached at the analysis, they were able to identify which information is hoax and able to compare the information they get to find th etruth. In the evaluation stage 8 informants were able to do well, but one informant was still having problems in evaluating, the information he got and did not know what to do when he found the user and the hoax information.
|
| Kata kunci | Literasi media, Informasi hoax, Cyberculture. |
| Pembimbing 1 | Dr. Mite Setiansah, M.Si. |
| Pembimbing 2 | Dra. Hj, Sri Pangestuti, M.Si. |
| Pembimbing 3 | Dr. S. Bekti Istiyanto, M.Si. |
| Tahun | 2017 |
| Jumlah Halaman | 16 |
| Tgl. Entri | 2017-11-22 10:43:40.843244 |
|---|