Artikelilmiahs
Menampilkan 16.661-16.680 dari 49.979 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 16661 | 19915 | F1C013011 | Pengaruh Terpaan Vlog Tutorial Make-Up di Youtube Terhadap Perilaku Imitasi Mahasiswi FISIP Universitas Jenderal Soedirman | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh yang diberikan oleh terpaan vlog tutorial make-up terhadap perilaku imitasi mahasiswi FISIP Universitas Jenderal Soedirman. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori S-O-R (Stimulus-Organism-Response). Teori ini menjelaskan tentang pengaruh yang terjadi pada pihak penerima pesan sebagai akibat dari komunikasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Sampel penelitian ini sebanyak 91 responden mahasiswi FISIP Universitas Jenderal Soedirman. Pengambilan sampel penelitian ini dilakukan menggunakan proportional random sampling. Berdasarkan uji statistik yang telah dilakukan dengan menggunakan alat bantu aplikasi SPSS 16.00, menunjukkan bahwa terpaan vlog tutorial make-up di Youtube memiliki pengaruh yang signifikan terhadap perilaku imitasi mahasiswi. Hal tersebut diperoleh dari nilai R2 sebesar 0,610 atau 61,0%. Selain itu, diperoleh juga angka signifikansi sebesar 0.00, dimana angka 0.00<0.05, sehingga dapat dinyatakan bahwa dapat H° ditolak dan Ha diterima. Artinya bahwa terdapat pengaruh terpaan vlog tutorial make-up di Youtube terhadap perilaku mahasiswi FISIP Universitas Jenderal Soedirman. | This study was aimed to find out the influence imitation behavior exposure by watching Vlog tutorial make-up on youtube of FISIP students of Jenderal Soedirman University. This research was conducted by using the theory of S-O-R (Stimulus-Organism-Response). This theory describes the effect that occurs on the recipient of the message as a result of communication. This research was conducted by gaining quantitative method by using survey method with sample of 91 respondents from FISIP Jenderal Soedirman University. The sample of this research was conducted used proportional random sampling. Based on statistical tests that have been conducted by used the SPSS 16.00 application tool, it shows that the exposure of make-up vlog tutorials on Youtube has a significant influence on female imitation behavior. It was obtained from the value of R2 equal to 0,610 or 61,0%. In addition, also obtained a significance number in amount of 0.00, the number 0.00 <0.05, so it can be stated that Ho can be rejected and Ha accepted. Based on these findings, the writer concluded that there is an influence of exposure vlog make-up tutorial on Youtube to the behavior of FISIP Jenderal Soedirman University students. | |
| 16662 | 19916 | A1C013043 | ANALISIS PEMASARAN KOMODITAS PEPAYA CALIFORNIA (Carica papaya var. calina) DI KECAMATAN CILONGOK KABUPATEN BANYUMAS | Kecamatan Cilongok merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Banyumas yang memiliki kesesuaian topografi bagi pengembangan usaha budidaya pepaya. Sebagai salah satu komoditas hortikultura, pepaya memiliki karakteristik yang cepat mengalami kematangan dan kerusakan buah sehingga kegiatan pemasaran yang baik menjadi sangat penting. Penelitian ini bertujuan untuk : 1) Mengetahui lembaga pemasaran yang terlibat dan fungsi apa saja yang dilakukan oleh masing-masing lembaga pemasaran pepaya california, 2) Mengetahui pola saluran pemasaran pepaya california di Kecamatan Cilongok, 3) Mengevaluasi struktur pasar pepaya california di kecamatan tersebut, 4) Menghitung dan menganalisis margin pemasaran pada masing-masing saluran pemasaran pepaya california, 5) Menghitung besarnya persentase farmer’s share yang diterima oleh petani, 6) Menghitung dan menganalisis efisiensi pemasaran pepaya california di Kecamatan Cilongok. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret sampai dengan April 2017 di Desa Cikidang dan Desa Pageraji, Kecamatan Cilongok dengan sasaran penelitian petani pepaya california serta lembaga pemasaran yang terlibat dalam pemasaran pepaya california. Metode penelitian yang digunakan berupa survey dan wawancara. Pengambilan sampel petani dilakukan dengan metode purposive sampling dan pengambilan sampel lembaga pemasaran dilakukan dengan metode snowball sampling. Analisis yang digunakan berupa analisis deskriptif, analisis struktur pasar, market share, concentration ratio, margin pemasaran, farmer’s share serta rasio keuntungan dan biaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) Lembaga pemasaran yang terlibat dalam pemasaran papaya california ialah tengkulak desa, tengkulak besar, pedagang besar dan pedagang pengecer; 2) Saluran pemasaran ke-I terdiri atas petani – tengkulak besar – pedagang besar – pedagang pengecer – konsumen, saluran pemasaran ke-II terdiri atas petani – pedagang besar – pedagang pengecer – konsumen, saluran pemasaran ke-III terdiri atas petani – tengkulak desa – pedagang besar – pedagang pengecer – konsumen; 3) Struktur pasar tingkat petani adalah Oligopsoni, sementara di tingkat konsumen adalah Oligopoli; 4) Margin pemasaran pada saluran pemasaran ke-I, ke-II dan ke-III masing-masing sebesar Rp3.700,00 per kilogram, Rp3.000,00 per kilogram dan Rp2.450,00 per kilogram; 5) Farmer’s share pada saluran pemasaran ke-I , ke-II dan ke-III masing-masing sebesar 38,33 persen, 45,45 persen dan 38,75 persen; 6) Secara ekonomi pemasaran pepaya belum efisien sedangkan secara operasional pemasaran pepaya sudah efisien. | Cilongok is one of the districts in Banyumas Regency which has topographic suitability for the development of papaya cultivation business. As one of the horticultural commodities papaya has the characteristics of rapid fruit maturity and degradation so that marketing activities become very important. Objectives of this research are to: 1) Knowing the marketing institutions involved and what functions are performed by each marketing institutions of papaya california, 2) Knowing the pattern of papaya california marketing channel in Cilongok District, 3) Evaluating the market structure of papaya california, 4) Calculating and analyzing marketing margin on each marketing channel of papaya california, 5) Calculating the percentage of farmer's share received by farmers, 6) Calculating and analyzing marketing efficiency of papaya in Cilongok District. The research was conducted from March to April 2017 in Cikidang Village and Pageraji Village, Cilongok District with the target of papaya california farmer and marketing institutions involved in marketing papaya california. The sampling of farmers was done by purposive sampling method and sampling of marketing institution was done by snowball sampling method. The analysis used is marketing agency analysis, marketing channel, market structure, market share, concentration ratio for biggest four, marketing margin, farmer's share and profit and cost ratio. The results of the research show that: 1) marketing institutions involved in marketing papaya california are village traders, big traders, big wholesalers and retailers; 2) Marketing channel number-I consists of farmers - big traders – big wholesalers - retailers - consumers, marketing channel number-II consists of farmers – big wholesalers - retailers - consumers, marketing channel number-III consists of farmers - village traders - big wholesalers - retailers - consumers; 3) The market structure at the farmers level is Oligopsoni, while at the consumer level is Oligopoly; 4) Marketing margins on marketing channels I, II and III each was Rp3,700.00 per kilogram, Rp3,000.00 per kilogram and Rp2,450.00 per kilogram; 5) Farmer's share in marketing channels I, II and III each was 38.33 percent, 45.45 percent and 38.75 percent; 6) In an economic point of view papaya marketing was not yet efficient while in operational point of view papaya marketing was efficient. | |
| 16663 | 21554 | A1L013026 | PENGARUH EKTRAK DAUN MIMBA (Azadirachta indica) TERHADAP PELETAKAN TELUR,PENETASAN TELUR, DAN PENOLAKAN MAKAN ULAT KROP KUBIS (Crocidolomia pavonana fab) DI LABORATORIUM | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : 1) Pengaruh konsentrasi ekstrak daun nimba terhadap peletakan telur ulat krop kubis (C. pavonana). 2) Pengaruh konsentrasi ekstrak daun nimba terhadap penetasan telur ulat krop kubis (C. pavonana). 3) Pengaruh konsentrasi ekstrak daun nimba terhadap penolakan makan ulat krop kubis (C. pavonana). Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Perlindungan Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman. Waktu penelitian dimulai dari bulan Januari hingga Maret 2018. Penelitian menggunakan rancangan Acak Kelompok (RAK). Penelitian terdiri dari lima perlakuan yaitu 1) tanpa perlakuan (kontrol), 2) Ektrak daun nimba konsentrasi 0,5%, 3) Ektrak daun nimba konsentrasi 1,0%, 4) Ektrak daun nimba konenstrasi 1,5%, 5) Ektrak daun nimba konsentrasi 2,0%. Variabel pengamatan meliputi jumlah kelompok telur yang diletakan,persentase kelompok telur yang menetas, berat daun kubis yang dimakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ektrak daun nimba konsentrasi 2% mampu menekan peletakan telur C.pavonana hingga 96,7%, Ektrak daun nimba konsetrasi 0,5% - 2% tidak mampu menekan penetasan telur C.pavonana, Ektrak daun nimba konsetrasi 0,5% - 2% tidak mampu menurunkan daya makan C.pavonana | The attack of caterpillar pests (Crocidolomia pavonana Fab) on cabbage cultivation causes a high yield loss. Control using unwise chemical pesticides has a negative impact on the environment. So need to look for other alternatives that are more environmentally friendly, the use of neem leaves as a pesticide to be an alternative control of crop caterpillars are environmentally friendly. The Research aims to determine: 1). Effect of neem leaf extract concentration on laying of caterpillar eggs, 2). Effect of neem leaf extract concentration on egg hatching of cabbage head caterpillar (C. pavonana), 3). Effect of neem leaf extract concentration on the rejection of caterpillar meal (C. pavonana). The research was conducted at the Plant Protection Laboratory, Faculty of Agriculture, University of General Soedirman. This study started from January to March 2018. The study used Randomized Block Design . With treatment is a : A) without treatment (control), B) Neem leaf extract 0,5% concentration, C) Neem leaf extract 1.0% concentration, D) Neem ecstasy extract 1.5%, E) Neem leaf extract concentration 2.0%. Observational variables included the number of egg groups placed, the percentage of hatching eggs, and the weight of cabbage leaves eaten. The result of the research showed that the neem leaf extract of 2% concentration was able to suppress the laying of C. pavonana eggs up to 96,7% of neem leaf extract of 0,5% - 2% was not able to suppress the egg hatching of C. pavonana, the neem leaf extract of 0.5% - 2% are not able to reduce the power of eating C. pavonana. | |
| 16664 | 21570 | E1A014088 | INDEPENDENSI PENGADILAN PAJAK TERHADAP PENGAWASAN OLEH KEMENTERIAN KEUANGAN BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 14 TAHUN 2002 TENTANG PENGADILAN PAJAK | Penelitian dengan judul INDEPENDENSI PENGADILAN PAJAK TERHADAP PENGAWASAN OLEH KEMENTERIAN KEUANGAN BERADASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 14 TAHUN 2002 TENTANG PENGADILAN PAJAK, dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui dan menganalisis perbedaan pengaturan yang terjadi dalam Pengadilan Pajak serta pengaruh pengawasan yang dilakukan oleh Kementerian Keuangan terhadap Pengadilan Pajak. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan yuridis normatif. Data-data sekunder yang telah terkumpul diolah, disajikan dalam bentuk teks naratif atau deskriptif, dan dianalisis secara metode kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa, implikasi akibat adanya perbedaan pengaturan dalam Pengadilan Pajak mengakibatkan konflik norma. Baik UU Kekuasaan Kehakiman, UU Mahkamah Agung dan UU Pengadilan Pajak berada pada strata yang sejajar namun bila dilihat dari karakteristik undang-undang ini menunjukkan bahwa UU Kekuasaan Kehakiman secara muatan dan tujuan pengaturannya menjadi lebih tinggi dibanding UU Pengadilan Pajak. Dualisme Kepemimpinan yang terjadi dalam Pengadilan Pajak tidak berdampak terhadap Independensi Pengadilan, dalam hal ini Hakim dalam memeriksa dan memutus sengketa berdasarkan Pembuktian sebagaimana ketentuan yang ada dalam UU Pengadilan Pajak. | Research entitled INDEPENDENCE OF THE TAX COURT TO SUPERVISION BY MINISTRY OF FINANCE BASED ON THE LAW NUMBER 14 OF 2002 CONCERNING THE TAX COURT, conducted with purpose to know and analyze difference of arrangement that happened in Tax Court and influence of supervision conducted by Ministry of Finance to Tax Court. The research method used is the normative juridical approach. The collected secondary data is processed, presented in the form of narrative or descriptive text, and analyzed by qualitative method. Based on the results of research and discussion can be concluded that, implications due to differences in the settings in the Tax Court resulting in conflict norms. Both the Law on Judicial Power, the Supreme Court Law and Tax Court Law are in parallel strata but when viewed from the characteristics of this law, it shows that the Law on Judicial Power is in charge and the purpose of the regulation is higher than the Tax Court Law. Leadership Dualism that occurs in the Tax Court does not affect the independence of the Court, in this case the Judge in examining and disputing the dispute based on the evidence as provisions in the Tax Court Law. | |
| 16665 | 21740 | E1A013319 | PERAN BADAN PERMUSYAWARATAN DESA (BPD) DALAM PENYUSUNAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DESA (STUDI DI DESA CIKAWUNG KECAMATAN PEKUNCEN KABUPATEN BANYUMAS) | Rumusan Pasal 1 Angka 1 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, bahwa desa memiliki kewenangan untuk mengatur dan mengurus urusan Pemerintahan. Pemerintahan desa terdiri atas Pemerintah Desa (yang meliputi kepala desa dan perangkat desa) dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Kepala desa merupakan pimpinan dari pemerintah desa. BPD merupakan lembaga yang melaksanakan fungsi pemerintahan, sebagai lembaga legislasi yang merancang peraturan desa bersama kepala desa, fungsi menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat, serta fungsi pengawas dalam pelaksanaan kebijakan desa. Skripsi ini membahas tentang peran BPD dalam penyusunan perencanaan pembangunan desa di Desa Cikawung Kecamatan Pekuncen Kabupaten Banyumas. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana peran BPD dalam penyusunan perencanaan pembangunan desa dan mengetahui apa saja yang menjadi kendala dalam pelaksanaan fungsi BPD. Metode pendekatan yang digunakan dalah metode pendekatan yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan analisis. Sumber bahan hukum yang digunakan adalah bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder. Kesimpulan dari penelitian ini, bahwa BPD merupakan lembaga yang ada di desa, memiliki peran secara aktif menyerap dan menampung aspirasi masyarakat, dan mengimplementasikan peraturan perundang-undangan yang berlaku berkaitan dengan program pembangunan atau pemerintahan di desa. Kendala dalam pelaksanaan fungsi BPD dapat dibagi menjadi dua faktor, yaitu kendala internal dan kendala eksternal. | The formulation of Article 1 Number 1 of Law Number 6 Year 2014 about Villages, that the village has the authority to regulate and manage Government affairs. The village administration consists of the Village Government (which includes the village head and village apparatus) and the Village Consultative Board (BPD). Village head is the leader of the village government. While BPD is an institution that performs government functions, as a legislative body that design village regulations with village heads, the function of accommodating and channeling the aspirations of the community, and the function of supervisors in the implementation of village policy. This thesis discusses the role of BPD in the preparation of village development planning in Cikawung Village, Pekuncen District, Banyumas Regency. The purpose of this study is to know how the role of BPD in the preparation of village development planning and know what are the obstacles in the implementation of BPD functions. Approach method used is the method of juridical normative approach with legislation approach and analysis approach. Sources of legal materials used are primary data and secondary data. From this research, it can be concluded that the village consultative board is an institution in the village that has role to actively absorb and accomondate the aspirations of the community, and implement the aplicable legislation related to development programs or government in the village. Constraints in the implementation of village consultative board are devided into two factors, internal constraints and external contraints. | |
| 16666 | 19920 | A1L113008 | Pengaruh Konsentrasi Ekstrak Daun Sirih dan Nutrisi pada larutan perendam terhadap Kesegaran Bunga potong Gerbera (Gerbera Jamesonii) | Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui pengaruh pemberian ekstrak daun sirih hijau dan merah untuk mempertahankan kesegaran bunga potong gerbera, 2) mengetahui komposisi konsentrasi gula pasir yang tepat untuk mempertahankan kesegaran bunga potong gerbera, 3) mengetahui kombinasi perlakuan yang tepat untuk mempertahankan kesegaran bunga potong gerbera. Penelitian telah dilaksanakan di Laboratorium Agronomi dan Hortikultura Fakultas Pertanian Unsoed, Purwokerto pada bulan April sampai dengan bulan Mei 2017. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan 16 kombinasi perlakuan yang diulang sebanyak tiga kali. Hasil penelitian menunjukkan hasil bahwa hasil penelitian menunjukkan hasil bahwa 1) Perlakuan komposisi larutan pulsing dengan menggunakan ekstrak daun sirih dapat menyebabkan peningkatan volume larutan terserap sebesar 4,07 ml lebih baik dibandingkan kontrol, 2) Penambahan gula pasir 5%-15% pada larutan pulsing dapat memperpanjang masa kesegaran bunga potong gerbera dan menekan kelayuan hingga 24,29%, 3) Kombinasi antara larutan gula dan larutan ekstrak daun sirih hijau dan merah tidak mempengaruhi kesegaran bunga potong gerbera. | The aims of this research are 1) to study the effect of giving green and red betel leaf to extend the vase life of gerbera cut flower, 2) to study the appropriate composition concentration of sugar to extend the vase life of gerbera cut flower, 3) to study the appropriate combination treatment to extend the vase life of gerbera cut flower. This research was conducted in Agronomy and Horticulture Laboratory, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, Purwokerto in April until May 2017. Research design that used was randomized group design factorial with 16 combination treatments repeated 3 times. The results showed 1) the composition treatment of pulsing solution with betel leaf extract could increased absorbed volume solutions amount 4,07 ml better than control, 2) the addition 5%-15% of sugar to pulsing solution could extend the vase life and pressed flower wilt up to 24,29%, 3) combination between sugar solution with green and red betel leaf extract didn’t have effect on all variables. | |
| 16667 | 19921 | C1C013059 | PENGELOLAAN ALOKASI DANA DESA DI KECAMATAN PAGUYANGAN | Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengelolaan Alokasi Dana Desa di Kecamatan Paguyangan pada tahun 2016. Dengan menggunakan metode penelitian campuran untuk mengetahui tingkat efektivitas dan efisiensi pengelolaan Alokasi Dana Desa dan juga menggambarkan gambaran umum dari pengelolaan Alokasi Dana Desa di kecamatan Paguyangan. Penelitian ini dilakukan di desa-desa di Kecamatan Paguyangan, sebagai salah satu lokasi pelaksanaan Alokasi Dana Desa. Sebagai informan merupakan bagian dari pengembangan dan pemberdayaan masyarakat Kecamatan Paguyangan, Tim Pelaksana Desa dan masyarakat yang dianggap mewakili unit penelitian dalam pengelolaan Alokasi Dana Desa. Penelitian dilakukan dalam wawancara mendalam dan pengamatan langsung dengan pelaksanaan Alokasi Dana Desa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengelolaan alokasi Dana desa sudah efektif namun tidak efisien. Selain itu, kegiatan perencanaan dan pelaksanaan Alokasi Dana Desa, telah mengungkapkan adanya manajemen yang akuntabel dan transparan. Sedangkan akuntabilitas yang dilihat pada hasil fisik telah menunjukkan pelaksanaan akuntabel dan transparan, namun dari sisi administrasi masih diperlukan pengembangan lebih lanjut, karena tidak sepenuhnya sesuai dengan ketentuan. Hambatan utama pembinaan pegawai desa tidak efektif dan kompetensi sumber daya manusia, sehingga masih memerlukan bantuan dari aparat pemerintah daerah secara berkesinambungan. | The purpose of this research is to find out and analyze the management of Village Fund Allocation in subdistrict Paguyangan in 2016. Using mixed methods research to find out the level of effectiveness and efficiency of the management of Village Fund Allocation and also describes an overview of the management of Village Fund Allocation in subdistrict Paguyangan. This research was conducted in villages in the subdistrict Paguyangan, as one implementation location of the Village Fund Allocation. As the informant was part of the development and empowerment of the community sub-district Paguyangan,Village Implementation Teams and the communities that are considered to represent the research unit in the management of the Village Fund Allocation. Research conducted in-depth interviews and direct observation by the implementation of the Village Fund Allocation. The results of this study indicate that the management of the allocation of Funds the village already effective but not efficient. In addition, the planning and implementation activities of the Village Fund Allocation, has revealed the existence of management accountable and transparent. While accountabilitis seen in the physical results have shown the implementation of accountable and transparent, but from the administration still needed further development, because not fully in accordance with the provisions. The main constraint is not effective coaching village government officials and human resource competencies, so that still need assistance from local government officials on an ongoing basis. | |
| 16668 | 21397 | A1M013056 | PEMBUATAN ENTING-ENTING BERBAHAN UTAMA BUBUK MELINJO (Gnetum gnemon) HASIL SAMPING PEMBUATAN TEPUNG MELINJO DAN PENETAPAN MUTU PRODUK | Bahan baku utama pembuatan enting-enting umumnya kacang tanah dan gula dengan perbandingan 2:1. Enting-enting melinjo merupakan salah satu inovasi dalam upaya diversifikasi produk olahan melinjo. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Menetapkan proporsi bubuk melinjo-gula yang tepat untuk menghasilkan enting-enting melinjo dengan mutu yang baik. 2) Menetapkan persentase penambahan margarin yang tepat untuk menghasilkan mutu enting-enting melinjo yang baik. 3) Menetapkan kombinasi perlakuan terbaik enting-enting melinjo dengan mutu yang baik. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Faktor yang dicoba yaitu perbedaan proporsi bubuk melinjo-gula (b/b) yaitu 5:16 (B1), 6:16 (B2), dan 7:16 (B3) dan penambahan persentase margarin terhadap total berat bahan utama (b/b) yaitu 5% (M1), 7,5 % (M2), dan 10% (M3). Hasil penelitian menunjukkan pada aspek kimia proporsi margarin berpengaruh sangat nyata pada kadar gula total dari enting-enting. Semakin banyak proporsi margarin semakin tinggi kadar gula total pada enting-enting. Pada aspek sensori, kombinasi perlakuan proporsi bubuk melinjo-gula dan penambahan persentase margarin berpengaruh sangat nyata pada tekstur enting-enting melinjo yang semakin baik. Kombinasi perlakuan terbaik pada aspek kimia dan aspek sensori adalah enting-enting dengan proporsi bubuk melinjo dengan gula 6:16 dan margarin 7,5% (B2M2). | The main material used to make enting-enting was generally peanuts and sugar with 2:1 ratio. Enting-enting melinjo is one of innovation product in the diversification of melinjo processed products. This research aimed to determine: 1) The correct proportion of melinjo powder -sugar to produce good quality of enting- enting melinjo. 2) The appropriate percentage of margarine addition to produce good quality of enting- enting melinjo. 3) The best treatment combination of good quality enting- enting melinjo. This research used Randomized Completely Block Design (RCBD). The experimental factors were the difference proportion of melinjo powder -sugar (b / b) ie 5:16 (B1), 6:16 (B2), and 7:16 (B3) and the percentage of margarine addition to total weight of the main ingredient (b/b) ie 5% (M1), 7.5% (M2), and 10% (M3). The results showed that the chemical aspect of margarine proportion had a very significant response on total sugar content of enting-enting. The more of percentage margarine can higher the total sugar content on enting-enting. In the sensory aspect, the combined treatment of the proportion of melinjo powder -sugar and the addition of margarine percentage gave a significant effect on the improved texture of enting-enting melinjo. The best combination of chemical and sensory aspects was enting-enting with the 6:16 proportion of melinjo powder-sugar and 7.5% margarine (B2M2). | |
| 16669 | 19922 | A1H013025 | UJI PERFORMANSI TUNGKU BIOMASSA BERBAHAN BAKAR SERBUK KAYU DAN SEKAM PADI DI UD. SANSIBAR DESA PANEMBANGAN KECAMATAN CILONGOK KABUPATEN BANYUMAS | Desa Panembangan, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas merupakan desa yang rata-rata mata pencaharian masyarakatnya adalah sebagai petani nira (gula kelapa). Tungku Lorena menggunakan bahan bakar biomassa, karena murah dan memanfaatkan limbah yang ada. Pada penelitian ini tungku Lorena terdapat penambahan besi poros 2 sisi dan 4 sisi untuk membantu proses pemadatan dan meningkatkan nilai efisiensi energi. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui efisiensi energi dari tungku, waktu penyalaan bahan bakar, waktu mendidihkan air, dan konsumsi bahan bakar dengan menggunakan bahan bakar serbuk kayu, sekam padi, dan campuran keduanya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Efisiensi energi tertinggi pada bahan bakar serbuk kayu adalah perlakuan tanpa besi poros sebesar 13,90%, pada bahan bakar campuran adalah perlakuan besi poros 2 sisi sebesar 10,22%, dan pada bahan bakar sekam padi adalah perlakuan besi poros 4 sisi sebesar 8,20%. (2) Laju konsumsi bahan bakar paling hemat pada bahan bakar serbuk kayu adalah perlakuan tanpa besi poros sebesar 3,93 kg/jam, pada bahan bakar campuran adalah perlakuan besi poros 2 sisi sebesar 5,88 kg/jam, dan pada bahan bakar sekam padi adalah perlakuan besi poros 2 sisi sebesar 6,13 kg/jam. (3) Waktu penyalaan bahan bakar dan pendidihan air paling cepat pada bahan bakar serbuk kayu adalah perlakuan tanpa besi poros masing-masing menit ke-8,12 dan menit ke-30,00 , pada bahan bakar campuran adalah perlakuan tanpa besi poros masing-masing menit ke-7,00 dan menit ke-20,00 , dan pada bahan bakar sekam padi adalah perlakuan besi poros 2 sisi masing-masing menit ke-7,00 dan menit ke-20,00. Efisiensi termal tungku dipengaruhi oleh nilai kalor bahan bakar, jenis bahan bakar, dan penggunaan besi poros. | Panembangan village, Cilongok sub-district, Banyumas district is villages with livehoods community as a palm sugar farmers. The Lorena furnace uses biomass fuel, because it is cheap and utilizes the existing waste. In this research, the furnace of Lorena has the addition of 2-sided and 4-sided shaft iron to assist the compaction process and increase the energy efficiency value. The aim of the study is to determine the energy efficiency of the furnace, fuel ignition time, water boiling time, and fuel consumption by using fuel sawdust, rice husks, and a mixture of both. The result of the research showed that (1) The highest energy efficiency in sawdust fuel is a non iron shaft treatment of 13.90%, in the mixed fuel is a 2-sides iron shaft treatment of 10.22%, and in the rice husk fuel is a 4-sides iron shaft treatment of 8.20%. (2) The most economical rate of fuel consumption in sawdust fuel is a non iron shaft treatment of 3.93 kg/h, in the mixed fuel is a 2-sides iron shaft treatment of 5.88 kg/h, and in the rice husk fuel is a 2-sides iron shaft treatment of 6.13 kg/h. (3) The time of fuel ignition and the fastest boiling of water in sawdust fuel is a non iron shaft treatment each of the 8.12nd minutes and the 30th minutes, in the mixed fuel is non iron shaft treatment each of the 7th minutes and the 20th minutes, and in the rice husk fuel is a 2-sides iron treatment each of the 7th minutes and the 20th minutes. The thermal efficiency of a furnace was influenced by the calorific value of fuel, fuel type, and iron shaft usage. | |
| 16670 | 20152 | A1C013002 | ANALISIS NILAI TAMBAH UBI KAYU MENJADI TEPUNG TAPIOKA PADA AGROINDUSTRI SINAR TAPIOKA DI DESA KARANGLAYUNG, KECAMATAN KARANGJAYA, KABUPATEN TASIKMALAYA, JAWA BARAT | Agroindustri Sinar Tapioka merupakan agroindustri pengolahan ubi kayu menjadi tepung tapioka yang terdapat di Desa Karanglayung, Kecamatan Karangjaya, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Masalah yang ditemukan yaitu tidak adanya perhitungan secara rinci mengenai biaya produksi maupun biaya tenaga kerja, dan tidak diketahui pula besarnya nilai tambah ubi kayu setelah dilakukan pengolahan. Tujuan dari penelitian ini adalah: 1) Mengetahui besarnya biaya, penerimaan, dan pendapatan usaha, 2) Mengetahui nilai tambah yang diperoleh setelah ubi kayu diolah menjadi tepung tapioka. Penelitian ini dilakukan secara sengaja (purposive) pada 27 Maret sampai 27 April 2017 di Desa Karanglayung dengan sasaran Agroindustri Sinar Tapioka. Metode analisis yang digunakan yaitu analisis deskriptif, analisis biaya dan pendapatan, serta analisis nilai tambah dengan menggunakan metode Hayami. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata biaya total yang dikeluarkan dalam satu kali produksi adalah sebesar Rp989.176,53, rata-rata penerimaan dalam satu kali produksi sebesar Rp1.955.450,00 yang terdiri dari penerimaan tapioka sebesar Rp1.731.050,00, dan penerimaan onggok sebesar Rp224.400,00, sehingga rata-rata pendapatan total dalam satu kali produksi adalah sebesar Rp951.495,47. Nilai tambah sebesar Rp698,89 per kilogram dengan rasio nilai tambah sebesar 51,77 persen dari nilai output. Rasio nilai tambah lebih dari 40 persen, sehingga termasuk dalam kategori nilai tambah tinggi. | Sinar Tapioka agroindustry is agroindustry of cassava processing as tapioca flour which exist in Karanglayung Village, Karangjaya Subdistrict, Tasikmalaya Regency, West Java. Problems that found are there were not any detail calculation related with production cost or even labour cost, and the added-value of cassava after passing the process were also not known. This study were aims to: 1) Know how big the cost, revenue, and income of Sinar Tapioka Agroindustry, 2) Know added value which gained after cassava are processed to be tapioca flour. This research was done purposively on 27th of March 2017 until 27th of April 2017 in Karanglayung Village with Sinar Tapioka Agroindustry as the objective. Analysis method which used are descriptive analysis, cost and income analysis, and added-value analysis using Hayami method. Research result showed that average of total cost which used in one production process is Rp989.176,53, average of income in one production process is Rp1.955.450,00 which consist of revenue of tapioca is Rp1.731.050,00, and revenue of dregs is Rp224.400,00, so that the average of total income in one production is Rp951.495,47. Added-value is Rp698,89 per kilogram with ratio of added value is 51,77 percent from output value. Ratio of added value is more than 40 percent, so that included in high added-value category. | |
| 16671 | 19923 | F1C013090 | OBJEKTIVIKASI PEREMPUAN DALAM SERIAL DRAMA KOREA JEALOUSY INCARNATE | Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan perempuan yang kerap kali terjadi di dalam kehidupan sosial. Seperti permasalahan penampilan fisik perempuan, maupun permasalahan dalam ranah gender. Penyebaran informasi yang dilakukan melalui media massa menyebabkan munculnya konstruksi sosial akan pemahaman tentang perempuan yang terbentuk di masyarakat hingga terjadi adanya objektivikasi terhadap perempuan. Hal-hal seperti ini sering terjadi dalam tayangan televisi seperti iklan, film, dan juga serial drama. Objektivikasi perempuan yang ada di dalam seria drama Korea Jealousy Incarnate ini diteliti dengan metode semiotika dan lima kode pembacaan milik Roland Barthes yaitu kode hermeneutik, kode proaretik, kode simbolik, kode kultural, dan kode semik. Hasil penelitian ini menunjukan praktik objektivikasi yang ada di dalam serial drama korea ini dapat terjadi dalam dunia pekerjaan dan kehidupan sehari-hari, serta dapat dilakukan oleh tokoh laki-laki dan juga tokoh perempuan. Beberapa diantaranya berupa penilaian terhadap fisik seseorang, pengeksploitasian perempuan, serta pemahaman akan konstruksi gender di masyarakat. | This research comes up from the problems of women which often happens in social life. Such as the problems of women's physical appearance, as well as problems of gender. The spread of information throughout the media which led to the emergence of social construction and understanding of women formed in society. These things often happen in television shows like ads, movies, and also drama series. Objectification of women in Korean drama Jealousy Incarnate has been researched by Barthes semiotics using those five symbols; hermeneutic code, proaretic code, symbolic code, cultural code, and semic code. Result show that objectification of women could occur in workplace, and daily life, also could be done by male and female. Few of them are about physical appearance, exploitation of women, and construction of gender in society. | |
| 16672 | 19924 | D1E013114 | PENGARUH IMBANGAN HIJAUAN KONSENTRAT DAN LAMA ENSILAGE TERHADAP AROMA, pH DAN BERAT RENDEMEN SILAGE COMPLETE FEED DENGAN LIMBAH RAMI | Pengaruh imbangan hijauan konsentrat dan lama ensilage terhadap aroma, pH dan berat rendemen silage complete feed dengan limbah rami. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengkaji pengaruh dari imbangan hijauan konsentrat dan lama waktu ensilage yang berbeda terhadap kualitas fisik aroma, pH dan berat rendemen silage complete feed dengan limbah rami. Rancangan yang digunakan yaitu rancangan acak lengkap (RAL) pola faktorial dengan 2 perlakuan dan 3 kali ulangan. Faktor perlakuan yang diuji yaitu imbangan hijauan konsentrat (I) dan lama waktu ensilage (W) yang berbeda. Imbangan hijauan konsentrat terdiri dari I1 (hijauan 60% : konsentrat 40%), I2 (hijauan 50% : konsentrat 50%) dan I3 (hijauan 40% : konsentrat 60%). Lama ensilage terdiri dari W0 (tanpa penyimpanan), W1 (1 minggu), W2 (2 minggu), W3 (3 minggu) dan W4 (4 minggu). Peubah yang diamati meliputi karakter fisik yang meliputi aroma, pH dan berat rendemen. Uji lanjut yang digunakan yaitu uji beda nyata jujur dan uji orthogonal polynomial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas fisik aroma SCF tertinggi terjadi pada kombinasi perlakuan I3W3 dengan skor 4,27 dan kualitas aroma terrendah terjadi pada kombinasi perlakuan I1W0 dengan skor 2,83. Nilai pH SCF tertinggi terjadi pada kombinasi perlakuan I1W0 dengan pH 7,84 dan nilai pH terrendah terjadi pada kombinasi perlakuan I1W4 dengan pH 4,82. Berat rendemen SCF tertinggi terjadi pada SCF dengan lama ensilage 0 minggu dengan skor 100% dan berat rendemen terrendah terjadi pada kombinasi perlakuan I2W3 dengan skor 98,1%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa imbangan hijauan konsentrat terbaik ditunjukkan pada I3 yaitu 40% hijauan dan 60% konsentrat dan lama waktu ensilage terbaik ditunjukkan pada W3 yaitu lama ensilage selama 3 minggu.Analisis variansi menunjukkan terdapat interaksi antara imbangan hijauan konsentrat dan lama ensilage terhadap perubahan kualitas pH, sedangkan pada perubahan kualitas aroma dan berat rendemen tidak diperoleh interaksi antara imbangan hijauan konsentrat dan lama ensilage. | The influence of forage to concentrates ratio and ensilage time on the odor, pH and rendemen complete feeds silage with ramie waste. This research aims to study the influence of forage to concentrates and ensilage time on the physical quality of the odor, pH and rendemen of complete feeds silage with waste ramie. The draft of which used completely randomized design (CRD), factorials pattern with 2 and 3 times replicates. The treatments tested were forage to concentrates offsettings (I) and ensilage time (W). Offsetting forage concentrates consisted of I1 (forage 60% : concentrates 40 %), I2 (forage 50% : concentrates 50%) and I3 ( forage 40 %: concentrates 60 % ). Ensilage time consisting of W0 (without storage), W1 (1 week), W2 (2 weeks), W3 (3 weeks) and W4 (4 weeks). Variables observed were physical characters which includes odor, pH and rendemen. The results showed that physical qualities of odor of SCF was highest in combination treatment I3W3 with a score of 4.27 and the lowest quality of odor happened in combination treatment I1W0 with a score of 2.83. The highest pH value of SCF occured in combination treatment I1W0 with a pH score of 7.84 and the lowest pH value occured in combination treatment I1W4 with a pH score of 4.82. The highest rendemen of SCF was occured in SCF with ensilage time 0 week with a score of 100% and the lowest rendemen occured in combination treatment I2W3 with a score of 98.1%. These results showed that forage to concentrates ratio best indicated on I3 namely 40% forage and 60% concentrates and old ensilage best time indicated on W3 ensilage namely long for 3 weeks. The analysis variansi there is interaction between forage to concentrates ratio and ensilage time on changes in the quality of pH, while on the quality of odor and rendemen not obtained by the interaction between forage to concentrates ratio and ensilage time. | |
| 16673 | 20203 | D1E013190 | PENGARUH PEMBERIAN SUPLEMENTASI AGRO-MIX SEBAGAI FEED SUPPLEMENT TERHADAP LEMAK DAN SOLID NON FAT SUSU SAPI PERAH | Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh suplementasi Agro-mix terhadap kandungan lemak dan solid non fat (SNF) pada susu. Penelitian menggunakan metode eksperimental dengan 2 perlakuan dan 10 kali ulangan. Perlakuan yang diuji yaitu R0 (kontrol berupa pakan basal) dan R1 (Pakan basal + Feed Supplement). Materi yang digunakan adalah 20 ekor sapi perah laktasi 2 dan 3 yang dibagi 10 ekor R0 dan 10 ekor R1. Pengamatan sampel susu diambil pada minggu ke 0, ke 3 dan ke 7. Pengambilan sampel susu dimasukkan kedalam botol kaca berukuran @20 ml sebanyak 20 sampel, kemudian diuji kadar lemak dan SNF di Laboratorium BBPTU dan HPT Baturraden menggunakan Milk Analyzer (BOECO). Data dianalisis menggunakan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh tidak nyata terhadap kedua variabel (t hitung < t tabel 0,05). Hal tersebut diduga karena ternak memasuki akhir periode laktasi dimana kandungan lemak dan SNF pada susu akan meningkat seiring dengan menurunnya produksi susu. Selain itu pakan hijauan lebih banyak dari pada konsentrat sehingga serat kasar pada pakan cukup tinggi yang akan menghasilkan nilai lemak susu tinggi dan menurunkan nilai SNF. Serta kandungan protein pakan pada kedua perlakuan tidak berbeda jauh sehingga perbedaan kandungan SNF pada kedua perlakuan pun tidak beda jauh. | This study aims to know the effect of Agro-mix supplementation on fat and solid non fat (SNF) content in milk. The research used experimental method with 2 treatments and 10 replications. The treatments were R0 (control in the form of basal feed) and R1 (basal feed + feed supplement). The materials used are 20 dairy cattle in 2nd and 3rd lactation period comprises of 10 cattle R0 and 10 cattle R1. Milk samples were taken at weeks 0, 3rd and 7th. Milk samples was fed into 20 ml glass bottles of 20 samples, then fat content and SNF were tested at BBPTU and Baturraden Laboratory using Milk Analyzer (BOECO). The data were analyzed using t test. The result showed that the treatment had no significant effect on two variables (T value < T table 0.05). This is due to livestock entering the end of the lactation period in which the fat content and SNF in milk will increase with decreasing milk production. In addition, forage feed more than the concentrate so that crude fiber in the feed is high enough that will produce high milk fat value and lower the value of SNF. And the content of feed proteins in both treatments did not vary much so that the difference in SNF content in both treatments was not much different. | |
| 16674 | 20372 | A1L013117 | RESPON PEMBERIAN BERBAGAI PUPUK SERTA PEMANGKASAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PEMBUNGAAN KELENGKENG DATARAN RENDAH DIAMOND RIVER (Dimocarpus longan Lour.) | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) respon pemberian berbagai macam pupuk terhadap pertumbuhan dan pembungaan tanaman kelengkeng dataran rendah varietas diamond river; 2) respon pemangkasan terhadap pertumbuhan dan pembungaan tanaman kelengkeng dataran rendah varietas diamond river; 3) kombinasi perlakuan antara pemberian berbagai macam pupuk dengan pemangkasan terhadap pertumbuhan dan pembungaan tanaman kelengkeng dataran rendah varietas diamond river. Penelitian ini dilaksanakan di desa Banjarsari Kulon, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas selama 4 bulan dimulai dari bulan Mei 2017 sampai Agustus 2017. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap dengan dua faktor yang terdiri dari berbagai macam pupuk (tanpa diberi pupuk, pupuk N dan P dosis 30 g/tanaman, pupuk P dan K dosis 7 g/tanaman, dan pupuk NPK dosis 50 g/tanaman) dan pemangkasan (tanpa dipangkas, pemangkasan tunas muda, dan pemangkasan tunas tua) sehingga terdapat 12 perlakuan, percobaan diulang sebanyak tiga kali. Variabel yang diamati yaitu: kandungan klorofil, tinggi tanaman, luas daun, jumlah daun, diameter batang, jumlah hari untuk berbunga, persentase bunga jadi, dan persentase bunga rontok. Data pengamatan dianalisis dengan uji F dan uji lanjut dengan Duncan’s Multiple Range Test pada taraf kesalahan 1%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) respon pemberian berbagai macam pupuk dapat dilihat pada kandungan klorofil daun dan pertumbuhan luas daun yang meningkat dari 82,45 cm2 dari yang tidak diberi pupuk menjadi 104,07 cm2, tetapi tidak mampu mempercepat pembungaan tanaman kelengkeng, 2) respon perlakuan pemangkasan yang dilakukan tidak mampu mempercepat pertumbuhan dan pembungaan tanaman kelengkeng, 3) Kombinasi pemberian berbagai pupuk dengan pemangkasan tidak mampu mempercepat pertumbuhan dan pembungaan tanaman kelengkeng. | The research aimed to determine the: 1) response of various fertilizers provision toward plant growth and flowering dates of longan 2) response of pruning treatment toward plant growth and flowering dates of longan, 3) treatment combinations of various fertilizers provision with pruning toward plant growth and flowering date of longan This research was conducted in Banjarsari Kulon Village, Sumbang began in May 2017 until August 2017. The experimental design was Randomized Completely Block Design which consisted of two factors with 12 treatment combinations and three repetitions. The first factor was provision of various fertilizers, which consisted of 4 levels: no given fertilizer, N and P fertilizer dose of 30 g/plant, P and K fertilizer dose of 7 g/plant, and NPK fertilizer dose of 50 g/plant. The second factor was the pruning, which consisted of three levels: no given pruningl, young shoots pruning, and old shoots pruning. Measured variables were chlorophyll content, plant height, leaf area, number of leaves, number of days to flower, fall out flowers percentage, and mature flowers percentage. The results showed that the: 1) response of various fertilizers addition had shown significant result only on leaf growth which increase compared to non fertilized plant with value as 104,07, but incapable to accelerate flowering dates of longan, 2) response of various fertilizers addition had shown significant result only on leaf growth value as 104,07 which increase compared to non fertilized plant with value as 82,45, 3) best treatment combination was also not affect growth and flowering dates of longan. | |
| 16675 | 20977 | D1E012290 | PENGARUH PUPUK ORGANIK CAIR HERBAL TERHADAP PRODUKSI SEGAR DAN BAHAN KERING RUMPUT GAJAH (PENNISETUM PURPUREUM) DEFOLIASI KEDUA | Penelitian bertujuan untuk mengkaji pengaruh penggunaan pupuk cair herbal terhadap produksi segar dan bahan kering rumput gajah defoliasi kedua yang sebelumnya diberi pupuk organik padat granul yang telah diberikan pada defoliasi pertama. Materi yang digunakan pada penelitian ini adalah pupuk organik padat granul yang telah diberikan pada defoliasi pertama, urin sapi bunting 240 liter, herbal nanas, temulawak dan mengkudu masing-masing 10 kg, EM4 5 liter, molases 9 liter, air 9 liter, 648 rumpun rumput gajah dan lahan seluas ± 405 m2 . Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental dan rancangan yang digunakan adalah Nested (grouped) dengan 12 perlakuan dan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan rataan terendah produksi bobot segar rumput gajah terdapat pada penggunaan pupuk organik cair dengan herbal berupa nanas, temulawak dan mengkudu (P4) yaitu 20,08 Kg/6m2/defoliasi (290,01 Ton/ha/Th). Rataan produksi bobot segar rumput gajah tertinggi pada penggunaan pupuk organik cair dengan herbal berupa nanas dan temulawak yaitu (P3) 22,09 Kg/6m2/defoliasi (319,05 Ton/ha/Th). Rataan bobot bahan kering rumput gajah terendah pada penggunaan pupuk organik cair dengan herbal berupa nanas yaitu (P2) 3,02 Kg/6m2/defoliasi (43,69 Ton/ha/Th). Rataan bobot bahan kering rumput gajah tertinggi pada penggunaan pupuk organik cair dengan herbal berupa nanas, temulawak dan mengkudu yaitu (P4) 3,19 Kg/6m2/defoliasi (46,12 Ton/ha/Th). Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa penggunaan berbagai jenis pupuk organik cair + herbal maupun dosisnya tidak berpengaruh nyata terhadap produksi bobot segar dan bahan kering rumput gajah defoliasi kedua. Dosis pupuk organik cair herbal perlu ditingkatkan untuk memperoleh produksi bobot segar dan bahan kering rumput gajah yang optimal. | The research aimed to assess the in fluence of the use herbal liquid fertilizer on fresh produce and dry grass elephant at second defoliation that was given solid organic fertilizer from chicken feces granule at the first defoliation. The materials used in this study were the graule organic fertilizer that was been given in the first defoliation, 240 liters of cow urine, pineapple herb, temulawak and mengkudu each of 10 kg, EM4 5 liters, molases 9 liters, water 9 liters, 648 Elephants grass bunches and land area of ± 405 m2. The research method used was eksperimental and the design useed was Nested (grouped) with 12 treatments and 3 replications. The results of the research showed that the lowest average of fresh elephant grass production was found in the use of liquid organic fertilizer with herbs such as pineapple, temulawak and mengkudu (P4) which is 20.08 Kg / 6m2 / defoliation (290.01 Ton / ha / year). The average of fresh weirht matter of the highest elephant grass weight on the use of liquid organic fertilizer with herbs such as pineapple and temulawak (P3) 22.09 Kg / 6m2 / defoliasi (319.05 Ton / ha / year). The lowest weight of elephant grass dry matter on the use of liquid organic fertilizer with pineapple herbs (P2) 3.02 Kg / 6m2 / defoliasi (43.69 Ton / ha / year). The highest weight of elephant grass dry matter on the use of liquid organic fertilizer with herbs such as pineapple, temulawak and mengkudu (P4) 3.19 Kg / 6m2 / defoliasi (46.12 Ton / ha / year). The results of variance analysis showed that the use of various types of organic fertilizer + herbal and its dose did not significantly affect the production of fresh weight matter and dry matter of second defoliation elephant grass. The dosage of organic herbal liquid fertilizer needs to be increased to obtain the production of fresh weight matter and optimal dry weight matter sf elephant grass. | |
| 16676 | 19926 | F1G013019 | ETNOGRAFI KOMUNIKASI DALAM KOMUNITAS SCOOTER FANS CLUB DI PURWOKERTO | RINGKASAN Penelitian ini berjudul ‘’Etnografi komunikasi dalam komunitas scooter fans club di Purwokerto’’. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan etnografi komunikasi yang berkenaan dengan tata cara bertutur, guyup tutur, situasi tutur, peristiwa tutur dan tindak tutur,serta komponen tutur yang dilakukan oleh penutur dan mitra tutur dalam komunitas scooter fans club di Purwokerto. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini berupa penggalan-penggalan pertuturan penutur bahasa dalam komunitas scooter fans club di Purwokerto yang tergolong ke dalam etnografi komunikasi sedangkan, sumber data dalam penelitian ini adalah bahasa lisan yang dituliskan dan bahasa tulis. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode simak. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik dasar sadap dan teknik lanjutannya menggunakan teknik catat. Metode analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode padan, metode padan yang digunakan adalah metode padan pragmatis dengan alat penentu mita wicara atau mitra tutur dengan teknik dasar pilah unsur penentu dan teknik lanjutan penelitian ini menggunakan teknik hubung banding menyamakan dan teknik hubung banding membedakan. Metode pemaparan hasil analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode informal. Hasil penelitian etnografi komunikasi dalam komunitas scooter fans club di Purwokerto, menunjukkan bahwa pertuturan yang dituturkan oleh penutur dan mitra tutur dalam anggota komunitas scooter fans club di Purwokerto ditemukan adanya penggunaan konsep-konsep penting dalam etnografi komunikasi yaitu, tata cara bertutur, guyup tutur, situasi tutur, peristiwa tutur dan tindak tutur, serta komponen tutur. Penutur dalam komunitas scooter fans club cenderung menggunakan bahasa lugas dalam bertutur dan sebagian besar pertuturannya terdapat penggunaan bahasa yang hanya diketahui oleh anggota komunitas scooter agar dapat dipahami oleh mitra tutur dengan jelas. Etnografi komunikasi bukan hanya mengkaji pemerian komunikasi bermakna yang menggunakan tuturan verbal, melainkan juga membantu mengembangkan garapan antropolog bagi pemerian etnografis mereka berkenaan dengan kebudayaan yang ada pada sebuah komunitas. Kata kunnci : Pertuturan bahasa, etnografi komunikasi, komunitas. | ABSTRACT This research is entitled ‘’Ethnographic communication of the scooter fans club community in Purwokerto’’. This research aims at describing the ethnographic community related to the speech procedures, speech harmony, speech situations, speech acts, and speech components made by the speakers and the hearers of the scooter fans club in Purwokerto. The research employs a descriptive-qualitative method. The research data consist of the speakers’ fragmented linguistic utterances of the scooter fans club community in Purwokerto which are classified into the ethnographic communication. Meanwhile, the research data source consists of both written language and the written spoken language. The data are collected through listening method with the basic technicque of tapping and further technicque or recording. The data are then analyzed using a pragmatic matching method with the hearer determiner device through the basic technicque of selecting the determiner elements followed with the further technicque of comparative relational equivalence and comparative relational differentiation. The research analytical results are described using informal method. The research result on ethnographic communication of the scooter fans club community in Purwokerto show that the utterances made by both the speakers and the hearers of the scooter fans club community members in Purwokerto use various essential concepts of ethnographic communication, including speech procedures, speech harmony, speech situations, speech acts, and speech components. The speakers belonging to the scooter fans club community in Purwokerto tend to use simple language when talking and most of their utterances use the language which is only known by the scooter community members in order to be clearly understood by the hearers. The ethnographic communication discusses not only the description of meaningful communication which uses verbal utterances but also encourages the development of anthropological works for their ethnographic description related to the existing culture with in a community. Keywords: Linguistic utterances, ethnographic communication, community. | |
| 16677 | 19927 | A1C012026 | POLA PEMBIAYAAN USAHATANI BUNGA KRISAN (Chrysanthemum sp.) POTONG PADA ANGGOTA ASOSIASI TANAMAN HIAS BUNGA POTONG DAN DAUN DI KECAMATAN PAKEM KABUPATEN SLEMAN | Bunga krisan potong merupakan komoditas hortikultura yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Namun, saat ini bunga krisan potong di Kecamatan Pakem Kabupaten Sleman belum mampu menjadi komoditas unggulan. Hal ini karena usahatani bunga krisan potong membutuhkan biaya yang cukup besar sehingga keberlanjutan dan perkembangan usahatani ini tergantung pada ketersediaan modal oleh petani. Astha Bunda merupakan asosiasi yang membantu petani dalam melakukan kegiatan usahatani bunga krisan potong di KecamatanPakem. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) menganalisis struktur biaya usahatani bunga krisan potong petani anggota Astha Bunda, 2) mengetahui pola pembiayaan usahatani bunga krisan potong anggota Astha Bunda. Penelitian dilaksanakan di Desa Hargobinangun dan Desa Pakembinangun Kecamatan Pakem Kabupaten Sleman pada tanggal 7 November sampai dengan 10 Desember 2016. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei. Penentuan responden dilakukan dengan metode sensus dengan jumlah responden 21 orang. Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Rata-rata total biaya usahatani selama satu kali musim (±4 bulan) sebesar Rp3.085.397,08 per 50-200 m2 dan Rp5.014.742,46 per 220-400 m2, biaya produksi terbesar yaitu bibit, biaya modal kerja terbesar di keluarkan pada saat bulan pertama yaitu sebesar Rp2.136.441,86 per 50-200 m2 atau Rp3.527.097,58 per 220-400 m2. 2) Sumber pembiayaan yang digunakan petani meliputi a) modal sendiri, b) modal sendiri dan pinjaman Astha Bunda, c) modal sendiri dan pinjaman kelompok tani. Tidak ada petani yang mengakses ke lembaga keuangan seperti perbankan karena adanya kendala pembiayaan seperti; prosedur peminjaman, suku bunga pinjaman, dan sistem angsuran. Kondisi usahatani bunga krisan potong dengan asumsi sumber pembiayaan berasal dari pinjaman bank dan Astha Bunda memperoleh nilai R/C lebih dari satu sehingga efisien. | Cutchrysanthemum flowers are horticultural commodities that have high econimic value. But in Pakem subdistric Sleman cut chrysanthemum flower has not been able to become a superior commodity. This is because cut chrysanthemum flower farming costs a large enough so that the sustainability and expansion of this farming depends on the availability of funds by farmers. Astha Bunda is an association that helps farmers in the marketing of chrysanthemum cut flowers in Pakem Subdistric. This research aims to: 1) analyze the structure of farming costs of cut Chrysanthemum growers members of AsthaBunda, 2) know the pattern of financing of AsthaBunda farmer members.The research was conducted in the village of Pakembinangun and the village of HargobinangunPakem subdistrict in Sleman Regency during 07th November to 10th December 2016. The research method used is survey methods. Determination of the respondent's conducted by census method with the total number of respodents as many 21 people. Analysis of the method used is descriptive. The results showed that; 1) the average total cost of farming during one season (approximately 4 months) Rp3.085.397,08 per 50-200 m2 dan Rp5.014.742,46 per 220-400 m2, the largest cost of production is for buy seeds, the result of the largest expenses incurred in the first month is Rp2.136.441,86 per 50-200 m2 or Rp3.527.097,58 per 220-400 m2. 2) Sources of financing are used include a) farmer's own capital, b) own capital and loans Astha Bunda, c) own capital and loan farmer groups. Financing constraints for farmers include: loaning procedure, Interest rate, and repayment system. The condition of chrysanthemum flower farming with the source of financing from bank and Astha Bunda get R/C more than 1 so efficient. | |
| 16678 | 19928 | B1J013008 | INTENSITAS DAN PREVALENSI EKTOPARASIT PADA UDANG API-API (Metapenaeus sp.) YANG DIDARATKAN DI TEMPAT PELELANGAN IKAN SLEKO KABUPATEN CILACAP | Ektoparasit adalah organisme parasit yang menyerang bagian permukaan luar tubuh inang. Semua organisme laut, seperti udang memiliki potensi sebagai inang bagi ektoparasit. Udang api-api (Metapenaeus sp.) merupakan salah satu jenis sumberdaya yang banyak dijumpai di perairan laut, khususnya Kabupaten Cilacap sebagai sentra produksi udang. Perairan ini juga merupakan jalur pelayaran untuk industri dan banyak dimanfaatkan untuk berbagai aktivitas. Keberadaan berbagai aktivitas tersebut menimbulkan masuknya bahan pencemar sehingga mengakibatkan penurunan kualitas perairan. Kualitas perairan yang buruk dapat menurunkan ketahanan tubuh udang sehingga mudah terserang parasit. Tingkat penularan penyakit parasit pada udang, umumnya dinyatakan dengan intensitas parasit dan prevalensi kejadian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis dan intensitas ektoparasit serta prevalensi udang api-api yang terinfeksi ektoparasit yang didaratkan di TPI Sleko, Kabupaten Cilacap. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey dengan teknik pengambilan sampel secara random sampling. Jumlah udang api-api yang diambil dalam penelitian ini adalah 10% dari jumlah rata-rata hasil tangkapan yang diperoleh nelayan dalam satu hari. Variabel yang diamati dalam penelitian ini meliputi intensitas dan prevalensi. Pemeriksaan ektoparasit dilakukan dengan membuat preparat rentang. Hasil penelitian ditemukan empat jenis ektoparasit yaitu Zoothamnium sp., Epistylis sp., Vorticella sp. dan Ichthyobodo sp. Intensitas Zoothamnium sp. dan Epistylis sp. tergolong kategori infeksi sedang sedangkan Vorticella sp. dan Ichthyobodo sp. tergolong kategori infeksi rendah. Prevalensi udang api-api yang terinfeksi ektoparasit tergolong kategori umumnya yaitu infeksi biasa. | Ectoparasites are parasitic organisms that attack the external surface of the host. All marine organisms, such as shrimp, have a potency as host of ectoparasites. Fire shrimp (Metapenaeus sp.) is one of the many resources found in marine waters, especially Cilacap Regency as a center of shrimp production. These water is also a shipping route for industry and many activities. The existence of these activities caused the entry of pollutants which can decrease of water quality. Poor water quality can reduce the resistance of the shrimp so easily attacked by parasites. The rate of transmission of parasitic diseases in shrimp, generally expressed by the intensity of parasites and the prevalence of occurrence. The aims of this research were to know the type and intensity of ectoparasites and the prevalence of fire shrimp which infected by ectoparasites that was landed on the Sleko TPI, Cilacap Regency. This research used survey method with random sampling technique. The number of fire shrimp which taken in this study is 10% of the average number of catches obtained by fishermen in one day. The variables were intensity and prevalence. Ectoparasite examination is done by making a spread preparation. The results showed that there were four types of ectoparasites, there were Zoothamnium sp., Epistylis sp., Vorticella sp. and Ichthyobodo sp. The intensity of Zoothamnium sp. and Epistylis sp. are medium category, while Vorticella sp. and Ichthyobodo sp. are low infection category. The prevalence of fire shrimp which infected by ectoparasites is a commonly category. | |
| 16679 | 21396 | A1L013181 | EVALUASI PERTUMBUHAN DAN HASIL CABAI (Capsicum annuum L.) SETELAH APLIKASI TIGA ISOLAT Bacillus subtilis FORMULA CAIR | Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui pengaruh aplikasi tiga isolat Bacillus subtilis terhadap pertumbuhan tanaman cabai, 2) mengetahui pengaruh aplikasi tiga isolat B. subtilis terhadap hasil tanaman cabai, 3) mengevaluasi isolat B. subtilis terbaik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman cabai. Penelitiandilaksanakan di lahan kering desa Karangturi, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga, pada bulan Mei sampai Agustus 2017. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL). Percobaan terdiri atas 4 perlakuan yaitu Kontrol, B. subtilis B211, B. subtilis B209, dan B. subtilis B298. B. subtilis B211, B209 dan B298 dalam formula cair diaplikasikan dengan cara disiram sebanyak 100ml/tanaman pada daerah perakaran dan disemprot sebanayak 100ml/tanaman. Setiap perlakuan diulang 6 kali sehingga menghasilkan 24 unit percobaan. Hasil penelitian: 1) aplikasi tiga isolat B. subtilis tidak meningkatan pertumbuhan tanaman cabai, 2) aplikasi tiga isolat B. subtilis tidak mentingkatan hasil tanaman cabai, 3) tidak ditemukan perlakuan terbaik untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil cabai. | This research aims to: 1) Study the effect of the application of three isolates of B. subtilis on the growth of red pepper, 2) Study the effect of the application of three isolates of B. subtilis to the results of red pepper, 3) Evaluate isolates of B. subtilis best for the growth and yield of red pepper plants. The study was conducted on dry land in Karangturi village, Mrebet district, Purbalingga, in May to August 2017. The experimental design used in this study was a Randomized Complete Block Design (RCBD). Such treatment is control,B. subtilis B211,B. subtilis B209, and B. subtilis B298.B. subtilis B211, B209 and B298 in liquid formulas applied by watered 100ml/plant and sprayed 100ml/plant. The experiment consisted of four treatments, each treatment was repeated six times that produced 24 experimental units. The results of this study were: 1) application of three isolates of B. subtilis showed no increase in the growth of chili plants, 2) application of three isolates of B. subtilis showed no increase in the results of chili plants, and 3) not found the best treatment to improve the growth and yield of Red pepper. | |
| 16680 | 19925 | B1J012034 | DAYA SERAP CO2 TEGAKAN PUSPA (Schima wallichii) DI KPH BANYUMAS TIMUR | Tegakan memiliki kemampuan dalam menyerap CO2 melalui fotosintesis. Penyerapan CO2 bermanfaat untuk menurunkan kadar CO2 yang ada di atmosfer, sehingga dapat menurunkan pemanasan global. Salah satu jenis tegakan yang potensial dikembangkan untuk menyerap CO2 adalah tegakan puspa. Tegakan puspa banyak dikembangkan di lahan Perhutani yang tandus dan kritis seperti di wilayah KPH Banyumas Timur, sehingga sesuai untuk upaya penghutanan kembali. Salah satu faktor yang mempengaruhi tumbuhan dalam menyerap CO2 adalah umur tumbuhan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara umur tegakan puspa dengan daya serapnya terhadap CO2, serta untuk mengetahui umur tegakan puspa yang optimal dalam menyerap CO2. Metode yang digunakan adalah metode survei dengan teknik pengambilan sampel Cluster Random Sampling. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara umur tegakan puspa dengan daya serapnya terhadap CO2 dan menunjukkan pola hubungan kuadratik dengan model persamaan regresi Y = 6,3121 + 7,2432 X - 0,1059 X2. Umur tegakan puspa yang optimal dalam menyerap CO2 adalah 34 tahun dengan serapan CO2 sebesar 130,0730 kg.ha-1.tahun-1. | Stands had the ability to absorb CO2 through the process of photosynthesis. The absorption of CO2 was beneficial to reduce CO2 levels in the atmosphere, thus reducing global warming. One type of stand that was potential to absorb CO2 was the puspa stand. Puspa stands were widely developed in barren and critical Perhutani lands such as in the East Banyumas KPH area, making it suitable for reforestation efforts. One of the factors that affected plants in absorbing CO2 were the age of plants. The purpose of this research was to know the relation between age of puspa stump with absorption power to CO2, and also to know optimal age of puspa standed to absorb CO2. The method used was survey method with Cluster Random Sampling technique. The result of this research showed that there was correlation between age of puspa stand and its absorption to CO2 and showed quadratic relationship pattern with regression equation model Y = 6,3121 + 7,2432 X - 0,1059 X2. Aged stands of puspa optimal in absorbing CO2 was 34 years with CO2 uptake of 130.0730 kg.ha-1.year-1. |