| NIM | A1H013025 |
| Namamhs | ARIF ABDURACHMAN |
| Judul Artikel | UJI PERFORMANSI TUNGKU BIOMASSA BERBAHAN BAKAR SERBUK KAYU DAN SEKAM PADI DI UD. SANSIBAR DESA PANEMBANGAN KECAMATAN CILONGOK KABUPATEN BANYUMAS |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Desa Panembangan, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas merupakan desa yang rata-rata mata pencaharian masyarakatnya adalah sebagai petani nira (gula kelapa). Tungku Lorena menggunakan bahan bakar biomassa, karena murah dan memanfaatkan limbah yang ada. Pada penelitian ini tungku Lorena terdapat penambahan besi poros 2 sisi dan 4 sisi untuk membantu proses pemadatan dan meningkatkan nilai efisiensi energi. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui efisiensi energi dari tungku, waktu penyalaan bahan bakar, waktu mendidihkan air, dan konsumsi bahan bakar dengan menggunakan bahan bakar serbuk kayu, sekam padi, dan campuran keduanya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Efisiensi energi tertinggi pada bahan bakar serbuk kayu adalah perlakuan tanpa besi poros sebesar 13,90%, pada bahan bakar campuran adalah perlakuan besi poros 2 sisi sebesar 10,22%, dan pada bahan bakar sekam padi adalah perlakuan besi poros 4 sisi sebesar 8,20%. (2) Laju konsumsi bahan bakar paling hemat pada bahan bakar serbuk kayu adalah perlakuan tanpa besi poros sebesar 3,93 kg/jam, pada bahan bakar campuran adalah perlakuan besi poros 2 sisi sebesar 5,88 kg/jam, dan pada bahan bakar sekam padi adalah perlakuan besi poros 2 sisi sebesar 6,13 kg/jam. (3) Waktu penyalaan bahan bakar dan pendidihan air paling cepat pada bahan bakar serbuk kayu adalah perlakuan tanpa besi poros masing-masing menit ke-8,12 dan menit ke-30,00 , pada bahan bakar campuran adalah perlakuan tanpa besi poros masing-masing menit ke-7,00 dan menit ke-20,00 , dan pada bahan bakar sekam padi adalah perlakuan besi poros 2 sisi masing-masing menit ke-7,00 dan menit ke-20,00. Efisiensi termal tungku dipengaruhi oleh nilai kalor bahan bakar, jenis bahan bakar, dan penggunaan besi poros. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Panembangan village, Cilongok sub-district, Banyumas district is villages with livehoods community as a palm sugar farmers. The Lorena furnace uses biomass fuel, because it is cheap and utilizes the existing waste. In this research, the furnace of Lorena has the addition of 2-sided and 4-sided shaft iron to assist the compaction process and increase the energy efficiency value. The aim of the study is to determine the energy efficiency of the furnace, fuel ignition time, water boiling time, and fuel consumption by using fuel sawdust, rice husks, and a mixture of both. The result of the research showed that (1) The highest energy efficiency in sawdust fuel is a non iron shaft treatment of 13.90%, in the mixed fuel is a 2-sides iron shaft treatment of 10.22%, and in the rice husk fuel is a 4-sides iron shaft treatment of 8.20%. (2) The most economical rate of fuel consumption in sawdust fuel is a non iron shaft treatment of 3.93 kg/h, in the mixed fuel is a 2-sides iron shaft treatment of 5.88 kg/h, and in the rice husk fuel is a 2-sides iron shaft treatment of 6.13 kg/h. (3) The time of fuel ignition and the fastest boiling of water in sawdust fuel is a non iron shaft treatment each of the 8.12nd minutes and the 30th minutes, in the mixed fuel is non iron shaft treatment each of the 7th minutes and the 20th minutes, and in the rice husk fuel is a 2-sides iron treatment each of the 7th minutes and the 20th minutes. The thermal efficiency of a furnace was influenced by the calorific value of fuel, fuel type, and iron shaft usage. |
| Kata kunci | besi poros, efisiensi energi, sekam padi, serbuk kayu, tungku Lorena |
| Pembimbing 1 | Dr. Ir. Siswantoro, M.P. |
| Pembimbing 2 | Dr. Ir. Wiludjeng Trisasiwi, M.P. |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2017 |
| Jumlah Halaman | 11 |
| Tgl. Entri | 2017-10-23 09:39:21.085325 |
|---|