Home
Login.
Artikelilmiahs
19923
Update
ESTI APRIANI
NIM
Judul Artikel
OBJEKTIVIKASI PEREMPUAN DALAM SERIAL DRAMA KOREA JEALOUSY INCARNATE
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan perempuan yang kerap kali terjadi di dalam kehidupan sosial. Seperti permasalahan penampilan fisik perempuan, maupun permasalahan dalam ranah gender. Penyebaran informasi yang dilakukan melalui media massa menyebabkan munculnya konstruksi sosial akan pemahaman tentang perempuan yang terbentuk di masyarakat hingga terjadi adanya objektivikasi terhadap perempuan. Hal-hal seperti ini sering terjadi dalam tayangan televisi seperti iklan, film, dan juga serial drama. Objektivikasi perempuan yang ada di dalam seria drama Korea Jealousy Incarnate ini diteliti dengan metode semiotika dan lima kode pembacaan milik Roland Barthes yaitu kode hermeneutik, kode proaretik, kode simbolik, kode kultural, dan kode semik. Hasil penelitian ini menunjukan praktik objektivikasi yang ada di dalam serial drama korea ini dapat terjadi dalam dunia pekerjaan dan kehidupan sehari-hari, serta dapat dilakukan oleh tokoh laki-laki dan juga tokoh perempuan. Beberapa diantaranya berupa penilaian terhadap fisik seseorang, pengeksploitasian perempuan, serta pemahaman akan konstruksi gender di masyarakat.
Abtrak (Bhs. Inggris)
This research comes up from the problems of women which often happens in social life. Such as the problems of women's physical appearance, as well as problems of gender. The spread of information throughout the media which led to the emergence of social construction and understanding of women formed in society. These things often happen in television shows like ads, movies, and also drama series. Objectification of women in Korean drama Jealousy Incarnate has been researched by Barthes semiotics using those five symbols; hermeneutic code, proaretic code, symbolic code, cultural code, and semic code. Result show that objectification of women could occur in workplace, and daily life, also could be done by male and female. Few of them are about physical appearance, exploitation of women, and construction of gender in society.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save