Artikelilmiahs

Menampilkan 16.621-16.640 dari 49.979 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
1662119886E1A113009ANALISA YURIDIS MENGENAI ASAS REBUS SIC STANTIBUS DALAM PERJANJIAN CELAH TIMOR ANTARA INDONESIA DAN AUSTRALIA ABSTRAK

Asas rebus sic stantibus merupakan suatu asas yang dapat digunakan untuk mengakhiri suatu perjanjian internasional karena adanya perubahan yang mendasar atau fundamental, Asas ini diatur oleh Pasal 62 ayat 1 Konvensi Wina 1969 dan Pasal 18 huruf c Undang-undang Nomor 24 tahun 2000 tentang Perjanjian Internasional. Pada contoh kasus Perjanjian Celah Timor atau Timor Gap Treaty 1989 antara Indonesia dan Australia, Indonesia telah menandatangani Perjanjian Celah Timor tanggal 11 Desember 1989 yang mendasarkan pada Pasal 83 ayat 3 United Nation Convention on the Law of the Sea 1982 dan mengingat pentingnya perjanjian tersebut Indonesia telah melakukan ratifikasi pada tanggal 9 Februari 1991. Perjanjian ini membagi zona kerjasama yang meliputi Zona A, B dan C. Tetapi Perjanjian Celah Timor Berakhir karena Timor Leste Merdeka.

Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui pemberlakuan asas rebus sic stantibus dalam Perjanjian Celah Timor antara Indonesia dan Australia. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis normatif. Data yang digunakan adalah data sekunder, yang selanjutnya dari data tersebut diinventarisasi dan disajikan dalam bentuk uraian sistematis. Analisa yang digunakan adalah normatif kualitatif.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberlakuan asas rebus sic stantibus dalam Perjanjian Celah Timor atau Timor Gap Treaty 1989 telah menimbulkan akibat yang berkesinambungan bagi Indonesia, Australia dan Timor Leste. berlakunya asas rebus sic stantibus adalah akibat dari adanya suksesi parsial yaitu sebagian wilayah Indonesia memisahkan diri menjadi negara Timor Leste yang merdeka dan berdaulat. Merdekanya Timor Leste pada 20 Mei tahun 2000 telah mengakibatkan landas kontinen yang terletak di Celah Timor sudah bukan menjadi kedaulatan Indonesia lagi dan beralih menjadi kedaulatan Timor Leste. Akibat yang kedua dilihat dari aspek perjanjiannya, Perjanjian Celah Timor atau Timor Gap Treaty 1989 telah berakhir dan digantikan oleh Perjanjian Laut Timor atau Timor Sea Treaty. Indonesia yang sebelumnya merupakan salah satu pihak dalam Perjanjian Celah Timor atau Timor Gap Treaty 1989 sudah tidak memiliki kepentingan lagi dan posisinya digantikan oleh Timor Leste. Adanya suksesi parsial Timor Leste atas Indonesia berakibat bahwa Perjanjian Celah Timor atau Timor Gap Treaty 1989 yang merupakan pengaturan sementara, yang bersifat praktis untuk memungkinkan dimanfaatkannya potensi sumber daya minyak dan gas di Celah Timor dalam bentuk zona kerjasama secara resmi dan sesuai hukum internasional dinyatakan tidak berlaku lagi


Kata Kunci : Asas Rebus Sic Stantibus, Indonesia dan Australia, Perjanjian Celah Timor
ABSTRACT

The rebus sic stantibus principle is a principle that can be used to end an international treaty because of a fundamental change. This principle is governed by Article 62 paragraph 1 of the Vienna Convention 1969 and Article 18 Sub-Article c of Based on Law 24 of 2000 concerning the International Covenant. In the case of the Timor Gap Treaty between Indonesia and Australia, Indonesia signed the Timor Gap Treaty dated December 11, 1989, which based on Article 83 Paragraph 3 of the United Nations Convention on the Law of the Sea 1982 and in view of the importance of the treaty Indonesia has ratified on 9 February 1991. This Agreement divides the zone of cooperation which includes Zones A, B and C. But the Timor Gap Treaty Ends to the independence of Timor Leste.
The purpose of this research is to know the application of rebus sic stantibus principle in Timor Gap Treaty between Indonesia and Australia. This research applies the normative juridicial approach method. The data used are secondary data, which furthermore from the data are presented in a systematic description form. The analysis used is qualitative normative.
The results of this study indicate that the application of rebus sic stantibus principle in the Timor Gap Treaty of 1989 has created continuous consequences for Indonesia, Australia and Timor Leste. The validity of the rebus sic stantibus principle is the result of a partial succession of parts of Indonesia separating itself into an independent and sovereign state of Timor Leste. The independence of Timor Leste on May 20, 2000 has led to a continental shelf located in the Timor Gap that has not become the sovereignty of Indonesia anymore and turned Timor Leste sovereignty. The second result is seen from the aspect of the treaty, the Timor Gap Treaty 1989 has ended and was replaced by the Timor Sea Treaty. Indonesia which was previously one of the parties in the Timor Gap Treaty of 1989 has no interest anymore and its position was replaced by Timor Leste. the partial succession of Timor Leste to Indonesia results in the fact that the Timor Gap Treaty 1989, which is a temporary arrangement, is of a practical nature to allow the potential use of oil and gas resources in the Timor Gap in the form of a zone of cooperation formally and in accordance with international law shall be declared null and void again.

Keyword: Rebus Sic Stantibus principle, Indonesia and Australia , Timor Gap Treaty 1989
1662219887H1E013021PENGARUH PENAMBAHAN NEODIMIUM (Nd3+) TERHADAP KEMAMPUAN PENYERAPAN GELOMBANG MIKRO PADA BARIUM-HEKSAFERITBahan barium heksaferit sebagai bahan magnetik sangat dibutuhkan dalam berbagai bidang aplikasi, karena memiliki sifat mekanik dengan kekerasan magnetik cukup tinggi. Bahan barium heksaferit dapat digunakan sebagai bahan penyerap gelombang mikro untuk melindungi interferensi gelombang yang dipaparkan oleh saluran udara tegangan tinggi dan alat elektronik. Fe2O3 komersial digunakan sebagai bahan utama material magnet pada penelitian ini yang didoping neodimium oksidamenggunakan metode solid state reaction dengan komposisi (20)BaO : (80-x)Fe2O3 : (x)Nd2O3dimana x = 0%, 2%, dan 4% mol. Metode solid state reactionterdiri dari calcination, mixing, compaction, annealing pada suhu 800 °C selama 1 jam, dan sintering pada suhu1.100 °C selama 5 jam, untukmenganalisis morfologi, struktur kristal, sifat magnetik, dan Reflection Loss menggunakan XRD, VSM, dan VNA. Hasilkarakterisasi menunjukkan fasa-fasa BaFe12O19, Fe21,333O32, Ba6Nd2Fe4O15, dan BaFe2O4 terbentuk struktur hexagonal, tetragonal dan orthorhombic. Nilai magnetiasi saturasi (M_s), magnetisasi remanensi (M_r), permeabilitas relatif (µr), suseptibilitas (χm) mengalami penurunanakibat pengaruh penambahan doping, sedangkan medan koersivitas (H_c) meningkat.Nilai absorpsi gelombang mikro tertinggi terdapat pada sampel NBF2 pada frekuensi 11,64 GHz sebesar -23,82 dB dan lebar bandwidth sebesar 0,1 GHz. Sampel NBF2 memiliki nilai penyerapan paling tinggi karena memiliki ukuran kristal paling kecil. Hal ini menujukkan bahwaterdapat pengaruh akibat penambahan Nd3+ terhadap penyerapan gelombang mikro yang mempengaruhi fasa kristalterbentuk lebih homogen. Penelitian ini menjadi salah satu acuan terkait teknologi penyerapan gelombang mikro pada range frekuensi X-Band (8 – 12 GHz).

The barium hexaferrite material as a magnetic material is indispensable in the various application fields, because it has high mechanical property with magnetic hardness. The barium hexaferrite can be used as a microwave absorber to protect wave interference exposed by high air-duct and electronic devices. Commercial Fe2O3 uses as the main magnetic material of this research, which is doped neodymium oxide using solid state reaction method with composition (20)BaO: (80-x)Fe2O3: (x)Nd2O3 where x = 0%, 2%, and 4% mol. Solid state reaction method consists of calcination, mixing, compaction, annealing at a temperature of 800 °C for 1 hour, and sintering at 1.100 °C for 5 hours, to analyze the morphology, crystal structure, magnetic property, and Reflection Loss using XRD, VSM, and VNA. Characterization result shows that the phases BaFe12O19, Fe21,333O32, Ba6Nd2Fe4O15, and BaFe2O4 formed hexagonal, tetragonal and orthorhombic structures. The magnetization value of saturation (M_s), remanent magnetization (M_r), relative permeability (µ_r), susceptibility (X_m) decreased while the effect of increasing the doping, whereas the coercivity field (H_C) increased. The highest microwave absorption value is found in NBF 2 sample at a frequency of 11.64 for -23.82 dB and bandwidth width 0,1 GHz. The NBF2 sample has the highest absorption value because it has the smallest crystal size. It shows there is an effect due to the addition of Nd3+ to microwave absorption that affects the crystalline phase formed more homogenous. This research becomes one of the references related to microwave absorption technology in the range of X-Band frequency (8-12 GHz).
1662319888A1M013025Analisis Deskriptif Kuantitatif Produk Cake Dengan Variasi Proporsi Subtitusi Tepung Talas TermodifikasiCake merupakan produk makanan manis yang terbuat dari tepung terigu, gula, telur dan margarin. Bahan dasar pembuatan cake pada umumnya menggunakan tepung terigu. Besarnya konsumsi terigu menyebabkan naiknya impor terigu Indonesia. Tingkat ketergantungan yang tinggi terhadap terigu perlu dikurangi secara bertahap dengan meningkatkan konsumsi dan produksi bahan pangan lokal, termasuk talas. Pemanfaatan talas dapat ditempuh dengan mengolahnya menjadi tepung dan bermanfaat sebagai bahan substitusi tepung terigu yang dapat diolah menjadi cake. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah: 1) Mendeskripsikan atribut sensori cake talas dengan variasi proporsi subtitusi dan jenis tepung talas termodifikasi; 2) Mengkaji pengaruh variasi proporsi dan jenis tepung talas dari masing-masing atribut sensori cake talas; 3) Mengkaji tingkat kesukaan panelis cake talas dan mengetahui kandungan kimia cake terpilih. Penelitian dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari dua faktor perlakuan yakni jenis tepung talas termodifikasi (T) yang terdiri dari dua taraf (Tepung Talas Ragi Tape 0,2 % dan Tepung Talas Ragi Tape 2,5 %) dan variasi proporsi substitusi tepung terigu dengan tepung talas termodifikasi (P) yang terdiri dari 5 taraf (80%:20%, 60%:40%, 40%:60%, 20%:80%, dan 0%:100%). Analisis yang dilakukan yaitu analisis deskriptif, uji hedonik dan analisis kimia. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 25 atribut yang teridentifikasi dan 11 diantaranya memiliki keragaman. Semakin tinggi proporsi subtitusi tepung talas termodifikasi yang ditambahkan mengakibatkan peningkatan profil intensitas pada atribut warna coklat, aroma tarolike, rasa tarolike, rasa pahit, mouthfeel kepadatan, aftertaste waxy, aftertaste tarolike, dan aftertaste pahit namun terjadi penurunan profil intensitas pada atribut homogenitas dan berminyak. Perlakuan subtitusi tepung talas termodifikasi yang terbaik ada pada perlakuan T2P1 dengan tingkat kesukaan keseluruhan yaitu suka. Cake T2P1 mengandung kadar air sebanyak (31,06%), kadar abu (1,82%), kadar protein (6,59), kadar lemak (17,72%), kadar karbohidrat (41,83%), kadar serat kasar (6,48%) dan kalori (299,76%).Cake is a sweet food product made from wheat flour, sugar, eggs, and margarine. Main ingredients of cake production commonly use wheat flour. High consumption of wheat gives rise to increase of Indonesian flour imports. High dependency of wheat had to be reduced gradually by increasing the consumption and production of local foodstuffs, including taro. Utilization of taro can be achieved by processing it into flour and used efficiently as a substitution of wheat flour which can be processed into cake. The purpose of this research are: 1) To describe the attributes of taro cake with substitution varities proportion and type of modified taro flour; 2) To examine the effect of varities proportion and type of taro flour from each attribute of taro cake sensory; 3) To examine the panelist's favorite level of taro cake and to know the chemical content of the selected cake.
This research was conducted using Randomized Block Design (RBD) consisting of two treatment factors namely taro flour modification (T) which has two levels (flour of taro fermentation with yeast concentration 0,2% and flour of taro fermentation with yeast concentration 2,5%) and substitution varities proportion of wheat flour with taro flour modification (P) consisting of 5 levels (80%: 20%, 60%: 40%, 40%: 60%, 20%: 80%, and 0%: 100%). This research use descriptive method, hedonic test and chemical analysis.
The results showed that 25 attributes were identified and eleven of them had diversity. The higher modified proportion of taro flour modification which added, it causes an increase of attributes profile intensity on brown color, tarolike flavor, tarolike taste, bitter taste, density mouthfeel, waxy aftertaste, tarolike aftertaste, and bitter aftertaste, but decrease in intensity of profile on homogeneity and oleaginous. The best taro flour substitution modified treatment was in T2P1 with the overall favorite level is “likes”. T2P1 cake contained moisture (31,06%), ash (1,82%), protein (6,59%), fat (17,72%), carbohydrate (41,83%), crude fiber (6,48%) and 299.76% calorie valuae (299.76 kcal).
1662421792D1E014027KANDUNGAN NITROGEN FESES DAN URIN DOMBA JANTAN YANG RANSUMNYA DISUPLEMENTASI UREA-ONGGOK DAN BUNGKIL KEDELAI TERPROTEKSI Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh pemberian suplemen dengan level yang berbeda dalam pakan domba terhadap metabolisme nitrogen berdasarkan kandungan nitrogen di feses dan urin. Materi yang digunakan pada penelitian ini adalah domba jantan sebanyak 15 ekor berumur 12 bulan dengan bobot 20-23 kg yang dipelihara dalam kandang percobaan. Pakan yang diberikan berupa ransum basal yang terdiri dari jerami padi dan konsentrat dengan imbangan 30 : 70%. Perlakuan yang diuji adalah pemberian konsentrat tanpa suplementasi urea-onggok dan bungkil kedelai terproteksi (RO), konsentrat dengan seplementasi 5% (R1), konsentrat dengan suplementasi 10% (R2), konsentrat dengan suplementasi 15% (R3), dan konsentrat dengan suplementasi 20% (R4). Penelitian menggunakan metode eksperimental dengan rancangan acak lengkap (RAL). Peubah yang diamati adalah kandungan nitrogen feses dan urin dengan metode koleksi total selama lima hari. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis variansi. Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa perlakuan suplementasi urea-onggok dan bungkil kedelai terproteksi tidak berpengaruh nyata (P<0.05) terhadap kandungan nitrogen urin dan berpengaruh nyata (P>0.05) terhadap kandungan nitrogen feses. Suplementasi urea-onggok (urea lepas lambat) dan bungkil kedelai terproteksi pada ransum domba jantan dapat diberikan sebanyak 10% BK tanpa mengganggu aktivitas mikroba berdasarkan kandungan nitrogen feses dan urin.
The research entitled Content of Fecal and Urine Nitrogen Male Sheep With Urea Cassava and Protected Soyabean Meal Supplemented in the Diet, was conducted for 3 months by October 18, 2017 to January 10, 2018 at Experimental Farm and Laboratory of Nutrition and Feed Science, University of General Soedirman, Purwokerto. The aim of this research to examine effect supplementation with different level in diet toward nitrogen metabolism depend of nitrogen content in fecal and urine. The material was used in with 15 male sheeps age 12 month and 20–23 kg of weight that raised in trial stalls. The diets was arranged by basal diet consist of rise straw and concentrate with ratio 30 - 70%. The treatment was concentrate without urea cassava and protected soybean meal supplemented (R0), concentrate with 5% supplementation (R1), concentrate with 10% supplementation (R2), concentrate with 15% supplementation (R3), concentrate with 20% supplementation (R4). The study was use experimental method with Complete Randomited Design (CRD). The variables was observed were content of fecal nitrogen and urine with total collected method for fifth day. The data was analited by variance analysis. The result of variance analysis showed that urea cassava (slow release urea) and protected soybean meal supplementation was not significant (P<0.05) on content of urine nitrogen and significant (P>0.05) on content of fecal nitrogen. It could be concluded that the supplementation urea cassava and proctected soybean meal in male sheep diet was permited until 10% dry matter without disturbed microbiology activity based on content fecal and urine nitrogen.
1662519889A1L013104EVALUASI KEMAMPUAN LAHAN KERING DI KECAMATAN KARANGREJA KABUPATEN PURBALINGGA SEBAGAI ARAHAN PERTANIAN BERKELANJUTANLahan merupakan suatu lingkungan fisik yang mencakup iklim, relief tanah, hidrologi, dan tumbuhan yang sampai pada batas tertentu akan mempengaruhi kemampuan penggunaan lahan. Penelitian ini bertujuan untuk : (1) mengetahui kelas kemampuan lahan serta sebarannya untuk pertanian berkelanjutan di Kecamatan Karangreja Kabupaten purbalingga, (2) mengetahui faktor pembatas dominan yang mempengaruhi kemampuan lahan Kecamatan Karangreja, Purbalingga, dan (3) mengetahui penggunaan lahan yang tidak sesuai dengan masing-masing kelas kemampuan lahan. Metode penelitian menggunakan metode survei. Penelitian dilaksanakan di lahan kering wilayah Kecamatan Karangreja Kabupaten Purbalingga dan analisis tanah dilakukan di laboratorium Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Yogyakarta. Pengambilan sampel berdasarkan satuan lahan homogen (SLH). Terdapat 14 SLH yang terbentuk dari overlay peta jenis tanah, kemiringan lereng dan penggunaan lahan Kecamatan Karangreja. Pengambilan sampel tanah dilakukan dengan metode purposive random sampling dengan cara komposit. Variabel yang diamati meliputi tekstur tanah (t), lereng (l), kedalaman efektif (k), drainase tanah (d), keadaan erosi (e), batuan permukaan (b), dan ancaman banjir (o). Hasil penelitian menunjukan hasil sebagai berikut : 1) lahan kering di Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga terdiri dari 5 kelas yaitu kelas I dengan luas 288,61 Ha (3,86%), kelas II dengan luas 1399,71 Ha (18,73%), kelas VI dengan luas 3367,19 Ha (45,07%), kelas VII dengan luas 227,47 Ha (3,04%) dan kelas VIII dengan luas 335,08 Ha (4,49%) dengan total keseluruhan luas wilayah Kecamatan Karangreja yaitu 7471,08 Ha. 2) Faktor penghambat yang dominan yaitu tekstur tanah (t) dan kemiringan lereng (l). 3) Arahan pertanian berkelanjutan dapat berupa tindakan konservasi, seperti pembuatan teras bangku secara mekanik dan vegetatif serta sistem budidaya agroforesty.Land is a physical environment which includes climate, soil relief, hydrology, and plants that to some extent will affect the capability of land use. This research aimed for: (1) determine land capability class and its distribution for sustainable agriculture use in Karangreja district of Purbalingga regency, (2) to study the dominant limiting factors that affect land capability of Karangreja district, Purbalingga, (3) to study the land use which is not suitable in each class of land capability. This research using by survey method. The research was undertaken in dry land of Karangreja district of Purbalingga regency and soil analysis was conducted at the laboratory of Agricultural Technology Assessment Institute (BPTP) Yogyakarta. Sampling was done based on homogeneous land units (SLH). There were 14 SLHs formed from the overlay of land map, slope map and land use map of Karangreja district. Soil sampling was done by purposive random sampling with composite method. The variables observed were included soil texture (t), slope (l), soil effective depth (k), drainage (d), erosion (e), upper layer rock (b), and flood potential (o). The results has shown that: 1) dry land in Karangreja district, Purbalingga Regency classified in 5 classes, class I with an area of 288.61 Ha (3.86%), class II with an area of 1399.71 Ha (18.73% ), Class VI with area of 3367,19 Ha (45,07%), class VII with area of 227,47 Ha (3,04%) and class VIII with an area of 335,08 Ha (4,49%) with total area of Karangreja district was 7471.08 Ha. 2) The dominant limiting factors were soil texture (t) and slope (l). 3) Sustainable agriculture directions could be land conservation, such as the mechanic as well vegetation terrace construction and agroforestry systems.
1662619891G1H013019EFEK LAMA PERKECAMBAHAN TERHADAP SIFAT SENSORI DAN KADAR PROTEIN TERLARUT SUSU KECAMBAH KACANG MERAH (SUKARAH) UNTUK REMAJA OBESITAS

Latar Belakang: Perkecambahan kacang-kacangan meningkatkan aktivitas enzim protease. Ketersediaan asam amino berpengaruh pada sensori produk. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh lama perkecambahan terhadap sifat sensori dan kadar protein terlarut susu kecambah kacang merah.

Metodologi: Penelitian eksperimental ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK). Uji kadar protein terlarut menggunakan metode Lowry, lalu dianalisis menggunakan uji F pada taraf kepercayaan 95%. Apabila ada pengaruh nyata dilanjutkan dengan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5%. Uji sensori menggunakan uji hedonik dan mutu hedonik dengan panelis sebanyak 50 orang. Hasil dianalisis menggunakan uji Friedman dilanjutkan Uji Banding Ganda pada taraf 5%, jika ada pengaruh nyata. Untuk mengetahui sukarah terbaik dianalisis menggunakan indeks efektifitas.

Hasil Penelitian: Tidak ada pengaruh lama perkecambahan terhadap kadar protein terlarut, kesukaan pada warna, aroma, dan kekentalan sukarah (p>0,05). Namun terdapat trend kenaikan kadar protein terlarut seiring dengan lama waktu perkecambahan. Lama perkecambahan berpengaruh terhadap kesukaan rasa, mutu hedonik pada warna, aroma, rasa, dan kekentalan sukarah (p<0,05). Susu kecambah terbaik adalah sukarah yang dikecambahkan selama 16 jam yang memiliki kandungan kadar air 88,4%, abu 0,04%, lemak 0,1%, protein 6,54%, dan karbohidrat 4,48%. Sukarah terbaik memiliki mutu warna lebih cerah, aroma langu yang sedikit tercium, rasa yang manis, dan kekentalan yang encer.

Kesimpulan: Perkecambahan cenderung meningkatkan kadar protein terlarut, mempengaruhi kesukaan rasa, dan mutu hedonik pada warna, aroma, rasa, dan kekentalan sukarah.

Kata Kunci: Kacang merah, perkecambahan, protein terlarut, sifat sensori
Background : Germination increases the activity of protease enzymes. The availability of amino acids affects the sensory products. This study aims to determine the effect of germination on the nature of sensory and dissolved protein content of red bean sprouts milk.

Methods : This non-factorial experimental study used a randomized block design. The factors studied were germination time: 0 hours, 8 hours, 16 hours, and 24 hours. The research was repeated 5 times, so that the total treatment was 20 units of treatment. Parameters tested were soluble protein content and sensory properties including color, flavor, taste, and viscosity. Chemical data were analyzed using F test at 95% confidence level. If there is significantly different continue with Duncan's Multiple Range Test (DMRT) at 5% level. Sensory test using hedonic test and hedonic quality with 50 panelist. The results were analyzed using Friedman test followed by Multiple Comparison Test at 5% level, if there is significantly different. Effectiveness index were used to determine the best sukarah.

Results : No effects of the length of time germination on soluble protein content, preferences on color, odor, and viscosity (p> 0.05). However there is a trend of rising levels of soluble protein along with the length of time germination. The germination period had an effect on taste flavor, hedonic quality in the color, flavor, taste, and thickness of sukarah (p <0,05). The best sprout milk is sweetened for 16 hours with water content of 88.4%, 0.04% ash, 0.1% fat, 6.54% protein, 4.48% carbohydrate, and 2,13% soluble protein. The best sukarah has a yellowish white (5.7), a very slight rotten scent (4.9), slightly sweet taste (3,9), and slightly thick (3,8).

Conclusion : Germination tends to increase levels of dissolved protein, affect taste preferences, and hedonic quality in the color, flavor, taste, and viscosity of sukarah.

Keywords : red bean, germination, dissolved protein, sensory properties
1662721388E2A015020TINJAUAN YURIDIS PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP INDIKASI GEOGRAFIS SARANG BURUNG WALET KEBUMENIndikasi Geografis adalah salah satu bagian dari Hak Kekayaan Intelektual (selanjutnya disebut HKI) yang sejak dekade terakhir mulai dikembangkan oleh negara-negara di dunia. HKI sama dengan Hak Kekayaan Intelektual. IG adalah tanda yang digunakan untuk produk yang memiliki asal geografis tertentu dan memiliki kualitas atau reputasi yang terkait dengan asalnya. Di antara potensi Kabupaten Kebumen yang menurut peneliti layak untuk mendaftarkan IG-nya adalah Sarang Burung Walet. Burung layang-layang adalah salah satu sumber daya hayati yang memiliki nilai tinggi, baik dari ekologi fauna maupun sektor impor terkemuka di kawasan itu. Sarang Kebumen Swallow bahwa reputasi, sarang burung walet telah diakui dan terkenal di kalangan pecinta atau konsumen yang telah menyebar secara nasional dan internasional; Kualitas, hasil penelitian menyebutkan bahwa kandungan dalam sarang sarang walet memiliki kandungan yang lebih tinggi sekitar 10-20% dibandingkan dengan sarang dan ciri burung layang lainnya, ada empat ciri walet walet berupa sarang sarang yang besar dan kasar. , sarang keabu-abuan, keasin-acar dan kandungan zat di dalamnya lebih tinggi. Dengan demikian sudah sepatutnya bahwa Sarang Burung Walet Kebumen akan segera terdaftar tetapi pemerintah kabupaten Kebumen belum mendaftarkannya sehingga tidak ada perlindungan hukum baik secara preventif maupun represifGeographical Indication is one part of Intellectual Property Rights (hereinafter referred to as HKI) which since the last decade began to be developed by countries in the world. IPR is the equivalent of Intellectual Property Right. IG is a mark used for products that have a specific geographic origin and have a quality or reputation related to its origin. Among the potential of Kebumen Regency which according to the researcher is worthy to register its IG is Swallow's Nest. Swallow bird is one of the biological resources that have a high value, both from the ecology of fauna and the region's leading import sector. Kebumen Swallow's Nest that reputation, swallow nest has been recognized and famous among the lovers or consumers who have spread nationally and internationally; Quality, the results of research mentioned that the content in the swallow nest kebumen has a higher content of about 10-20% compared to other swallow nests and Characteristics, there are four characteristics of swallow nest swiftlet of the form of a large and rugged nest, a nest of grayish, keasin-pickled and the content of the substance in it is higher. Thus it is appropriate that the Swallow Nest of Kebumen to be registered soon but the regency government of Kebumen has not registered it so that there has been no legal protection either preventively or repressively
1662819890G1H012042HUBUNGAN GANGGUAN MAKAN TERHADAP TINGKAT KONSUMSI ENERGI PROTEIN DAN STATUS GIZI PADA ANAK TUNAGRAHITA DI SLB KABUPATEN BANYUMASLatar Belakang : Ganguan makan yang sering ditemukan pada anak dengan tuna grahita diantaranya makan berlebih, sedikit, menghindari makanan tertentu, memilih makanan tertentu, makan dengan cepat, membuang makanan dengan sengaja. Sekitar 79,16 % anak tuna grahita sering defisit energi dan protein dan berdampak pada status gizi kurang.
Tujuan Penelitian : Menganalisis hubungan ganguan makan terhadap tingkat konsumsi energi protein dan status gizi anak Tunagrahita di Sekolah Luar Biasa (SLB) di Kabupaten Banyumas
Metodologi Penelitian : Desain penelitian cross sectional dengan sampel 53 anak yang dipilih dengan purposive sampling. Pengukuran status gizi menggunakan IMT/U, tingkat konsumsi diukur dengan food recall 1 x 24 dengan dua kali pengulangan, dan gangguan makan diukur dengan kusioner gangguan makan. Analisis bivariat dengan uji chi-square.
Hasil : Responden mempunyai gangguan makan dengan resiko rendah (52,8 %), asupan energi yang kurang (69,8%), asupan protein lebih (37,7 %), asupan protein kurang (35,8 %), status gizi normal (50,9%) dan 37,7 % status gizi yang lebih. Hasil bivariat menunjukan tidak ada hubungan antara ganggguan makan dengan tingkat asupan energi (p= 0,354), protein (p=0,541) dan status gizi (p=0,334).

Kesimpulan : Tidak ada hubungan gangguan makan dengan tingkat konsumsi energi, protein dan status gizi .


Kata kunci : Anak Tunagrahita, Gangguan Makan, Tingkat Konsumsi.
Background: Common eating disorders found in children with disabilities including overeating, low consumption, avoiding certain foods, choosing specific foods, eating too fast, deliberately discharging food, about 79.16% of children with impairment are often deficient in energy and protein and have impact on low nutritional status.

Objective : To analyze the correlation of eating disorder with protein energy consumption level and nutritional status of children with mental disability in school of disability (SLB) in Banyumas Regency.

Methods : A cross sectional study design with a sample of 53 children selected with purposive sampling. Measurement of nutritional status using BMI/A, consumption level measured with food recall 1 x 24 hours with repeat two times, eating disorders measured by eating disorders questionnaire. Bivariate analysis with chi-square test.

Results: Respondents Had a low-risk eating disorders (52.8%), had less energy intake (69.8%), excess protein intake (37.7%), had less protein intake (35.8%) , had normal nutritional status (50.9%) and 37.7 % had overweight nutritional status. There is no correlation of eating disorders with the level of energy consumption (p= 0.354), protein (p=0.541) dan status gizi (p=0.334).

Conclusion : There is no correlation of eating disorders with the level of energy consumption, protein and nutritional status.


Keywords: mental disability, children, eating disorders, consumption level.
1662921389A1L014202Kajian Status Unsur Hara K dan Mg pada Lahan untuk Tanaman Jagung di Kecamatan Kembaran, Kabupaten BanyumasPenelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui status unsur hara Kalium (K) dan Magnesium (Mg), (2) menentukan hubungan unsur hara K dan Mg terhadap hasil tanaman jagung, dan (3) menentukan rekomendasi pemupukan pada lahan untuk tanaman jagung di Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober 2017 sampai Januari 2018 secara survei di lahan untuk tanaman jagung, Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas. Metode yang digunakan yaitu purposive random sampling dan pengambilan sampel dilakukan secara komposit pada 15 titik sampel yang ditentukan berdasarkan Peta Satuan Lahan Homogen (SLH) dengan skala 1:50.000 (semi-detail). Variabel yang diamati meliputi pH H2O, pH KCl, Daya Hantar Listrik (DHL), K-tersedia dan Mg-tersedia tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa status unsur hara K di lokasi penelitian tergolong sedang (0,40 – 0,63 cmol(+)kg-1 K2O) pada SLH 1 dan tinggi (0,52 – 2,37 cmol(+)kg-1 K2O) pada SLH 2, 3 dan 4, sedangkan unsur hara Mg secara keseluruhan tergolong tinggi (7,72 – 11,85 cmol(+)kg-1 MgO). Hubungan unsur hara K dengan hasil tanaman jagung didapatkan persamaan fungsi kuadrat y = -61,053x2 + 80,825x – 20,967 dengan nilai K-tersedia optimum sebesar 0,66 cmol(+)kg-1 K2O dan hasil tanaman sebesar 5,78 ton ha-1, sedangkan hubungan unsur hara Mg dengan hasil tanaman jagung didapatkan persamaan fungsi kuadrat y = -0,1857x2 + 3,8359x - 13,782 dengan nilai Mg-tersedia optimum sebesar 10,32 cmol(+)kg-1 MgO dan hasil tanaman sebesar 6,028 ton ha-1. Rekomendasi pemupukan di lahan untuk budidaya tanaman jagung yaitu di lokasi penelitian pada kandungan K-tersedia tanah rendah dengan pemberian pupuk sebesar 23,85 kg K2O ha-1 (39,75 kg KCl ha-1).This research aims to (1) determine the fields’ nutrient status of K and Mg, (2) determine the relation between K and Mg nutrients and the amount of corn yields, and (3) determine the optimal recommended dosage of nutrient in cornfields located at Kembaran District, Banyumas Regency. The research was conducted from October 2017 until January 2018 by conducting a soil survey in the cornfields across Kembaran District, Banyumas Regency. The purposive random sampling with composite data sampling is used as this research method. There are 15 samples used for this research based on the Homogenous Land Unit (LU) created with a 1:50.000 (semi-detailed) scale. The observed variables were pH H2O, pH KCl, electrical conductivity, K-available and Mg-available level of the soil. The result showed that the nutrient status of K in the samples can be classified as medium level (0,40 – 0,63 cmol(+)kg-1 K2O) at LU 1 and high level (0,52 – 2,37 cmol(+)kg-1 K2O) at LU 2, 3 and 4. From the quadratic function of y = -61,053x2 + 80,825x – 20,967, it is known that 0,66 cmol(+)kg -1 K2O of K-available nutrients can produce 5,78 ton ha-1 of corn yield. Meanwhile, Mg nutrient is in high level at all LU (7,72 – 11,85 cmol(+)kg-1 MgO). Based on quadratic function y = -0,1857x2 + 3,8359x - 13,782, it is known that 10,32 cmol(+)kg-1 MgO of Mg-available nutrients can produce 6.028 ton ha-1 of corn yield. In general, the cornfields in Kembaran District, Banyumas Regency which regarded as the low levels of K-available nutrients in the soil are required to be fertilized with the amount of KCl dosage as much as 23,85 kg K2O ha-1 (39,75 kg KCl ha-1).
1663021784A1L013075Aplikasi Mikoriza dan Berbagai Jenis Media Tanam Terhadap Aklimatisasi Anggrek
Dendrobium (Dendrobium sp.)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) dosis terbaik mikoriza untuk aklimatisasi anggrek Dendrobium sp. (2) media yang cocok untuk aklimatisasi anggrek Dendrobium sp. (3) pengaruh jenis media dengan mikoriza terhadap pertumbuhan anggrek Dendrobium sp.
Penelitian ini dilaksanakan di Screen House Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto pada bulan Mei-Desember 2017. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial dua faktor. Faktor pertama adalah dosis jamur mikoriza, terdiri atas tiga taraf dan faktor kedua adalah jenis media tanam, terdiri dari tiga jenis media. Sehingga diperoleh 9 kombinasi perlakuan dengan masing-masing ulangan sebanyak tiga kali sehhingga terdapat 27 unit percobaan. Masing-masing unit terdiri dari tiga tanaman sehingga terdapat 81 tanaman. . Data yang diperoleh diuji dengan analisis varian (ANNOVA). Variabel yang diamati adalah tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), luas daun (cm2), panjang akar terpanjang(cm), jumlah akar, dan persentase infeksi mikoriza.
Hasil penelitian menunjukkan penggunaan pupuk mikoriza belum menunjukan hasil optimal bagi karakter infeksi mikoriza pada tanaman anggrek Dendrobium sp. saat aklimatisasi. Media arang sekam merupakan media terbaik untuk aklimatisasi dibandingkan media serbuk gergaji dan akar kadaka pada persentase infeksi mikoriza. Tidak terdapat interaksi antara mikoriza dengan jenis media tanam.
This research aimed to know: (1) the best dose of mycorrhiza for acclimatization Orchid Dendrobium SP. (2) the most suitable medium plantation for acclimatization Orchid Dendrobium SP. (3) the influence of medium types with mycorrhiza towards the growth of Orchid Dendrobium SP.
This research was carried out at the Screen House Agriculture Faculty of Jenderal Soedirman University, Purwokerto in May-December 2017. The research data was analyzed by Randomized Completely Block Design (RCBD) with two factors of factorial. The first factor is the dose of mycorrhiza fungi, consists of three levels and the second factor is the type of medium plantation, consists of three types of media. So retrieved 9 combination of treatment with three replication, in total there are 27 units of experiment. Each unit consists of three plants so that there are 81 plants. The data obtained were tested with variant analysis (ANOVA). The observed variables are plant height, leaf number, leaf area, root length, root number, and the infection percentage of mycorrhiza.
The results showed the use of mycorrhiza fertilizer did not have the optimal results yet for the character mycorrhiza infection of Orchid Dendrobium SP. orchid during acclimatization. Charcoal husk media is the best medium for acclimatization than the sawdust media and kadaka root media on the infection percentage of mycorrhiza. There is no interaction between mycorrhiza and the media types.
1663121390E1A014288PERAN TIM PERTIMBANGAN PENJATUHAN HUKUMAN DISIPLIN DALAM PENEGAKAN HUKUMAN ATAS PELANGGARAN NETRALITAS PEGAWAI NEGERI SIPIL DI KABUPATEN BANYUMASPegawai Negeri Sipil sebagai unsur aparatur negara dalam menjalankan tugas pemerintahan harus netral dari pengaruh semua golongan dan partai politik serta tidak diskriminatif dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Namun dalam praktik tidak jarang terjadi suatu pelanggaran netralitas oleh Pegawai Negeri Sipil, salah satunya di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Banyumas. Pelaksanaan penjatuhan hukuman terhadap pelanggaran netralitas tersebut Pemerintah Kabupaten Banyumas melibatkan Tim Pertimbangan Penjatuhan Hukuman Disiplin. Permasalahan yang dibahas adalah peran tim tersebut dalam penegakan hukuman atas pelanggaran netralitas di Kabupaten Banyumas dan implikasi hukumnya.

Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan dan pendekatan analitis. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Data yang diperoleh disajikan secara deskriptif dalam bentuk uraian yang disusun secara sistematis dan logis.

Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa peran Tim Pertimbangan Penjatuhan Hukuman Disiplin dalam penegakan hukuman atas pelanggaran netralitas Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Banyumas secara normatif tidak diatur di dalam Peraturan Perundang-undangan, namun hanya tertuang dalam Surat Keputusan Bupati Banyumas saja. Implikasi hukum terhadap diberikannya saran dan pertimbangan atas penjatuhan hukuman oleh Tim tersebut yaitu disesuaikannya kriteria pelanggaran yang dilakukan berdasarkan klasifikasi pelanggaran pada peraturan perundang-undangan yang terkait dengan sanksi hukuman yang telah diatur di dalamnya.
Civil Servants as an element of the state apparatus in carrying out government duties must be neutral from the influence of all groups and political parties and not discriminatory in providing services to the public. But in practice not infrequently a violation of neutrality by Civil Servants, one of them in the Environment Government of Banyumas Regency. Implementation of the sentence against the violation of neutrality The Government of Banyumas District involves the Consideration Team for the Punishment of Discipline. The issues discussed are the role of the team in enforcing the punishment for violations of neutrality in Banyumas District and its legal implications.

This research uses normative juridical approach approach with regulation and analytical approach. Source of data used in this research is secondary data. The data obtained are presented descriptively in the form of a systematic and logical description.

Based on the results of the research indicates that the role of the Consideration Team for the Punishment of Discipline in enforcing the punishment for the violation of the neutrality of Civil Servants in Banyumas Regency Government is not normatively regulated in the Laws and Regulations, but only in the Decree of Banyumas Regent only. The legal implication of the suggestion and consideration of the sentence by the Team is the adjustment of the violation criteria based on the classification of violation of the laws and regulations related to the punishment sanction set out there in.
1663221391A1L013016PENGUJIAN BEBERAPA ISOLAT JAMUR ENTOMOPATOGEN ASAL PANUSUPAN, CILONGOK, BANYUMAS UNTUK MENGENDALIKAN WERENG BATANG COKELAT (Nilaparvata lugens Stal.) PADA TANAMAN PADIPenelitian ini bertujuan untuk: 1) mendapatkan isolat jamur entomopatogen serangga yang mampu menginfeksi wereng batang cokelat, 2) mengetahui kemempanan isolat jamur entomopatogen asal Desa Panusupan, Kecamatan Cilongok, Banyumas terhadap mortalitas Nilaparvata lugens, 3) mengetahui kerapatan konidia jamur yang efektif untuk mengendalikan hama wereng batang cokelat. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Perlindungan Tanaman, Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman dan di rumah plastik di Desa Pasir Kidul, Kecamatan Purwokerto Barat, Kabupaten Banyumas. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret-Oktober 2017. Penelitian dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama adalah tahap eksplorasi dengan metode survei yaitu Purposive random sampling dan tahap kedua adalah uji kemempanan. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan tiga kali ulangan. Penelitian terdiri dari empat perlakuan yaitu 1) tanpa perlakuan (kontrol), 2) kepadatan spora 106 konidia/mL, 3) kepadatan spora 107 konidia/mL, 4) insektisida berbahan aktif imidakloprid. Variabel pengamatan meliputi diameter koloni, kepadatan konidia dan bobot kering miselium, mortalitas wereng batang cokelat dan waktu kematian hari setelah aplikasi (HSA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa isolat yang berasal dari Desa Panusupan, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas merupakan jamur entomopatogen jenis Fusarium sp, Verticillium sp, Beauveria sp, Lagenidium sp dan Aspergillus sp. Isolat jamur entomopatogen yang ditemukan mampu membunuh wereng batang cokelat dengan mortalitas sebesar 66 % dalam waktu 3,76 HSA pada konsentrasi 107 konidia/mL, namun mortalitas pada konsentrasi 106 konidia/mL hanya sebesar 40-50% dan waktu kematian yaitu 4-5 HSA.The research aims to: 1) obtain isolates of insect entomopathogenic fungus capable that infect brown planthopper, 2) the efficacy of entomopathogenic fungi from Panusupan Village, Cilongok District, Banyumas to Nilaparvata lugens mortality, 3) effectiveness of the density of fungus conidia for controlling brown planthopper pest. The research was carried out at the Plant Protection Laboratory of Agricultural Faculty of Universitas Jenderal Soedirman in a plastic house in the village of Pasir Kidul, West Purwokerto Subdistrict, Banyumas Regency. The study was conducted in March-October 2017. The research was conducted in two stage. The first stage is the exploration stage with the survey method that is Purposive random sampling and second stage is the test of effectiveness. The experimental design used Randomized Block Design (RBD) with three replications. The study consisted of four treatment : 1) without treatment (control), 2) spore density 106 conidia/mL,3) spore density 107conidia/mL, 4) insecticide with active ingredient imidakloprid. Observed variables included of colony diameter, conidia density and dry weight of mycelium, mortality of brown planthopper and death time day after application (DAA). The result showed that isolates from Panusupan Village, Cilongok Subditrict, Banyumas Regency were entomopathogenic fungi of Fusarium sp, Verticillium sp, Beauveria sp, Lagenidium sp and Aspergillus sp. Isolate of entomopathogenic fungi was found could kill the brown planthopper with mortality of 66 % and the death time was 3,76 DAA at concentrations of 107 conidia/mL, however mortality at concentrations of 106 conidia/mL mortality was only by 40-50% and a death time of 4-5 DAA.
1663321569D1E013037HUBUNGAN KARAKTERISTIK DENGAN KEMAMPUAN KEWIRAUSAHAAN PETERNAK KAMBING DI KECAMATAN KEDUNGBANTENG Penelitian bertujuan untuk mengetahui pendidikan, umur, lama beternak, dan kemampuan kewirausahaan peternak kambing di Kecamatan Kedungbanteng, serta menganalisis hubungan pendidikan, umur dan lama beternak dengan kemampuan kewirausahaan peternak kambing di Kecamatan Kedungbanteng. Sasaran penelitian adalah peternak kambing di Kecamatan Kedungbanteng. Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan metode survei. Pengambilan sampel wilayah dilakukan secara cluster sampling yaitu memilih desa dengan populasi ternak kambing terbanyak, sedang, dan sedikit di Kecamatan Kedungbanteng. Selanjutnya, penetapan responden dilakukan dengan menggunakan rumus slovin. Jumlah responden sebanyak 96 peternak. Analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif dan korelasi rank spearman. Hasil analisis menunjukkan bahwa pendidikan peternak memiliki korelasi cukup kuat (0,405) dengan kemampuan kewirausahaan, umur peternak memiliki koefisien korelasi negatif (-0,186) dengan kemampuan kewirausahaan, dan lama beternak memiliki koefisien korelasi sangat lemah (0,118) dengan kemampuan kewirausahaan.The research aims to find out the education, age, long preserve livestock, and ability of entrepreneurship farmers goats in Kedungbanteng Subdistrict, and analyze the education, age, and long preserve livestock with ability of entrepreneurship farmers goats in Kedungbanteng Subdistrict, the target research is farmers goats in Kedungbanteng Subdistrict. The study was conducted using survey method. The sample collection is done in clusters of the sampling method of areas that is likely to be a village with a population of the goat with the highest proportion, being, and a little in Kedungbanteng Subdistrict. Next, the determination of respondents were with using formulas slovin. Total of respondents about 96 breeders. The analysis used is descriptive analysis and the correlation rank spearman. The result of the analysis showed that education breeder has a fairly strong correlation (0,405) to the ability of entrepreneurship, the age of breeder have a correlation coefficient negative (-0,186) to the ability of entrepreneurship, and long preserve have a correlation coefficient very weak (0,118) to the ability of entrepreneurship.
1663421552D1E013210HUBUNGAN ANTARA KOHESIVITAS KELOMPOK DENGAN JUMLAH ANGGOTA KELOMPOK
PETERNAK SAPI PERAH DI KABUPATEN BOYOLALI
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kohesivitas kelompok dan jumlah anggota kelompok peternak serta untuk menganalisis hubungan antara kohesivitas kelompok dengan jumlah anggota kelompok peternak sapi perah di Kabupaten Boyolali. Sasaran penelitian adalah peternak sapi perah yang tergabung dalam kelompok peternak sapi perah. Penelitian dilakukan dengan metode survey dengan pengamatan langsung ke lapangan. Metode penetapan sampel koperasi menggunakan random sampling dengan mengambil 75 % koperasi yang masih aktif. Penetapan sampel kelompok menggunakan random sampling sebanyak 4 kelompok dari setiap koperasi terpilih. Penetapan responden menggunakan random sampling yaitu sebanyak 5 orang dari setiap kelompok sehingga didapatkan 60 orang responden. Variabel penelitian untuk diukur yaitu daya tarik kelompok (X1), kerjasama kelompok (X2), dan jumlah anggota kelompok (Y). Hasil analisis menunjukan bahwa terdapat hubungan antara daya tarik dengan jumlah anggota kelompok dan terdapat hubungan antara kerjasama kelompok dengan jumlah anggota kelompok. Adapun nilai koefisien korelasi dari masing-masing korelasi adalah 0,365 dan 0,258. The purposes of this research are to know group cohesiveness and number of group members of dairy farmer group and to analyze the relationship between group cohesiveness with the number of group members of dairy farmer group in Boyolali District. Research target is dairy farmer who joined in dairy farmer group. The research was conducted by survey method with direct observation to the field. Method of determining cooperative sample using random sampling by taking 75% cooperative which still active. Group sampling using random sampling of 4 groups from each selected cooperative. Determination of respondents using random sampling that is as much as 5 people from each group to get 60 respondents. The research variables to be measured are group attractiveness (X1), group cooperation (X2), and number of group members (Y). The analysis shows that there is a relationship between attractiveness with the number of group members and there is a relationship between group cooperation with the number of group members. The correlation coefficient value of each correlation is 0.365 and 0.258.
1663521664A1L113028PENGARUH DOSIS DAN WAKTU PEMBERIAN URIN SAPI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SELADA (Lactuca Sativa L) ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui dosis urin sapi yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman selada (2) mengetahui waktu pemberian urin sapi yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman selada (3) mengetahui pengaruh interaksi antara dosis urin sapi dan waktu pemberian terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman selada. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2017 sampai dengan November 2017 di screen house Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman dan Laboratorium Agronomi dan Hortikultura Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian ini menggunakan perlakuan faktorial yang terdiri dari dua faktor dan disusun secara Rancangan Acak Kelompok Lengkap. Faktor pertama yaitu dosis urin sapi meliputi Kontrol, 25 ml/polibag, 50 ml/polibag, 75 ml/polibag. Faktor kedua berbagai waktu pemberian, yaitu 1 minggu sekali, 2 minggu sekali, dan 3 minggu sekali. Variabel pengamatan meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, volume akar, bobot akar segar, bobot tajuk segar, bobot akar kering, bobot tajuk kering. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) perlakuan dosis urin sapi 25 ml/polibag (U1) terbaik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman selada (2) waktu pemberian urin sapi 1 minggu sekali (P1) lebih baik dibandingkan dengan waktu pemberian urin sapi 2 minggu sekali (P2) dan 3 minggu sekali (P3) (3) tidak terdapat interaksi antara dosis urin sapi dan waktu pemberian pada semua variabel pengamatan.
ABSTRACT
This research aimed to (1) determine the best cow of urine for growth and yield of lettuce (2) determine the best application time for the growth and yield of lettuce (3) determine the interaction between dose cow of urine and application time towards growth and yield of lettuce. This research was conducted in Oktober 2017 to November 2017 in screen house Faculty of Agriculture University of Jenderal Soedirman and laboratory of Agronomi and Horticulture Faculty of Agriculture University of Jenderal Soedirman. The experimental design used was a factorial concisted of two factors with Randomized Block Completly Design (RBCD). The first factor was the dose urine of cow with four levels, namely control, dose 25 ml/polibag, 50 ml/polibag and 75 ml/polibag. The second factor used a variety of time application, namely 0nce in a week, twice in a week, and third in a week. Variables observed consisted of plant height, leaf number, leaf area, root volume, weight of fresh root, weight of fresh canopy, weight of dry canopy and weight of dry root. The results of research showed that (1) the best of dose 25 ml / polybag cow of urine for growth and yield on lettuce (2) application time cow of urine once in a week (P1) is better than twice in a week (P2) and third in a week (P3)(3) there was no interaction between dose cow of urine and application time on all observed variables.
1663619892F1B112047IMPLEMENTASI PERATURAN DAERAH NOMOR 1 TAHUN 2015 TENTANG PENYELENGGARAAN LALU LINTAS DAN ANGKUTAN JALAN DI KABUPATEN BANYUMAS (STUDI TENTANG PARKIR DI TEPI JALAN UMUM DI PURWOKERTO)Hadirnya Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2015 Tentang Penyelenggaraan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan khususnya tentang parkir di tepi jalan umum mempunyai tujuan : terciptanya ketertiban perparkiran, kelancaran lalu lintas, meningkatkan PAD, meningkatkan fungsi jalan, meningkatkan efektifitas pengelolaan perparkiran dan mewujudkan penegakan hukum bagi masyarakat. Penyelenggaraan Parkir di tepi jalan umum di Purwokerto dipegang oleh UPT Parkir yang berada di bawah Dinas Perhubungan Kabupaten Banyumas.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Implementasi Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2015 (Studi tentang parkir di tepi jalan umum di Purwokerto). Penelitian ini menggunakan teori Ripley dan Franklin yaitu : Tingkat kepatuhan pada ketentuan yang berlaku, Lancarnya pelaksanaan rutinitas fungsi dan Terwujudnya kinerja dan dampak yang dikehendaki. Metode dalam penelitian ini kualitatif deskriptif dan metode pengumpulan data dengan wawancara mendalam, dokumentasi, dan observasi. Teknik pemilihan informan menggunakan purposive sampling dan snowball sampling. Metode analisis data dengan analisis interaktif. validitas data menggunakan teknik triangulasi.
Hasil penelitian menunjukan Implementasi sudah berjalan baik namun belum optimal. Dilihat dari ketidakpatuhan implementor dalam menjalankan aturan seperti karcis parkir yang tidak diberikan ke pengendara dan tidak digunakan sebagai bukti setor sehingga penyetoran hasil retribusi parkir hanya untuk memenuhi target yang ditentukan, masih terdapat oknum juru parkir yang memarkirkan kendaraan di tempat larangan parkir, dan menaikan tarif pada situasi tertentu. Selain itu juga masih terganjal kurangnya sumber daya dan sarana prasarana penunjang. Sehingga kinerja dan dampak yang dikehendaki belum terwujud secara maksimal.
The presence of Peraturan Daerah Kabupaten Banyumas Nomor 1 Tahun 2015 Tentang Penyelenggaraan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan khususnya tentang parkir di tepi jalan umum has a goal to create order parking, smooth traffic, incrase local revenue, improve road function so that in accordance, improve that effectiveness of parking management to the community and realize the implementation of law enforecement and legal certainty for the community. The provision of public roadside parking at Purwokerto is held by Unit Pelaksana Teknis Parkir directly bellow Dinas Perhubungan Kabupaten Banyumas assisted by Koordinator zona, and Juru Parkir.
The study aims to know and describe how to the implementation Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2015 Tentang Penyelenggaraan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan di Kabupaten Banyumas (Studi tentang parkir di tepi jalan umum di Purwokerto). This research uses the theory of policy implementation according to Ripley dan Franklin that’s : The degree of complience on the statute, Smoothly functioning routine and the absence of problem, and The leading of the desired performance and impact. Methods used in this research is qualitative descriptive method and used the data collection methode by in-depth interviews, documentation, and observations. The selection techniques of purposive sampling and snowball sampling using the informant. Methods of data analysis using interactive analysis. While the validity of the data using the technique of triangulation.
The research results that the implementation is running well but not optimal. Can be seen from the non-complience of implementers in running the existing rules sucs as parking tickets that are not given to motorists and not used as proof of deposit so that the deposit of the levy is only to meet the specified target, there are still parking attendants parked vehicles in the parking ban and raising tariffs on certain situations, while still being hampered by the lack of human resources and supporting infrastructure to support routine functions. So that The leading of the desired performance and impact can’t be realized maximum.
1663719893C1B012059PENGARUH BAURAN PEMASARAN JASA TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN
(Survei Terhadap Pelanggan Service Sepeda Motor pada Dealer Yamaha Nusantara Motor Purbalingga)
Penelitian ini berjudul “Pengaruh Bauran Pemasaran Jasa Terhadap Kepuasan Konsumen (SurveiTerhadapPelanggan Service Sepeda Motor pada Dealer Yamaha Nusantara Motor Purbalingga)”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dari faktor-faktor bauran pemasaran jasa yang terdiri dari produk, harga, tempat, promosi, orang, saranafisik dan proses terhadap kepuasan pelanggan service sepeda motor pada Dealer Yamaha Nusantara Motor Purbalingga.
Penelitian ini dilakukan dengan metode analisis data primer. Data diperoleh dari kueisoner.Teknik analisis yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda.
Berdasarkan hasil penelitian diketahui ada pengaruh produk, promosi, orang, saranafisik dan proses terhadap kepuasan pelanggan service sepeda motor dan tidak ada pengaruh harga dan tempat terhadap kepuasan pelanggan service sepeda motor.
Implikasi penelitian yaitu untuk lebih memperhatikan dan meningkatkan pelayanan pada variabel-variabel bauran pemasaran dengan cara menjual produk-produk yang berkualitas dan orisinil,menjamin kestabilan harga agar dapat bersaing dengan bengkel sejenis, lebih menggiatkan promosi, melakukan training bagi para karyawan dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada konsumen.
This research entitle :Influence promotion mix of service on consumers satisfaction ( Survey on Customer Service Of Motorcyclein Dealer Yamaha Nusantara Motor Purbalingga). The purpose of the study to find out effect promotion mix such as product, price, place, personal selling, facility and processing to the partially  and whole influence toservice on consumers satisfaction).
This research was conducted wit  the primary data analysis methods. Data obtained from  questionnaire.  Analytical techniques use multiple linear regression analysis .
Base on the research show that product, price, place, personal selling, facility and processing have significance effect on service of consumers satisfaction.
Base on the conclussion have suggested that company sholud be increase marketing mix service especially only ready stock for original sparepart, price stability. Beside it the company must be high promotin activity, job trainning throught consumers service.
1663819894C1B013039PENGARUH KUALITAS PRODUK, REPUTASI MEREK, PROMOSI TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN SERTA PENGARUHNYA TERHADAP LOYALITAS KONSUMEN PRODUK INDOMIE
(Pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jenderal Soedirman)
RINGKASAN
Penelitian ini berjudul: Pengaruh Kualitas Produk, Reputasi Merek, Promosi Terhadap Kepuasan Konsumen Serta Pengaruhnya Terhadap Loyalitas Konsumen Produk Indomie Pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Jenderal Soedirman.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Kualitas Produk, Reputasi Merek, Promosi Terhadap Kepuasan Konsumen Serta Pengaruhnya Terhadap Loyalitas Konsumen Produk Indomie Pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Jenderal Soedirman.
Sampel penelitian ini adalah 88 responden dari populasi mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jenderal Soedirman yang pernah mengkonsumsi Indomie yang berjumlah 112 orang dengan pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling.
Hipotesis yang diajukan adalah Kualitas Produk, Reputasi Merek, Promosi mempunyai pengaruh positif terhadap Kepuasan Konsumen serta pengaruhnya terhadap Loyalitas Konsumen.
Alat analisis yang digunakan adalah analisis regresi bertahap dengan uji determinasi (R2), Uji F, Uji t.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Kualitas Produk, Reputasi Merek, Promosi mempunyai pengaruh positif terhadap Kepuasan Konsumen dan Kepuasan Konsumen mempunyai pengaruh positif Loyalitas Konsumen.

ABSTRACT
The title of this research is : Influence quality products, brand reputation, promotion of customer satisfaction and its effect on consumer products loyalty Indomie the Students Of Economics And Business Jenderal Soedirman University.
The purpose of this research is to find the influence of quality products, brand reputation, promotion of customer satisfaction and its effect on consumer products loyalty Indomie the Students Of Economics And Business Jenderal Soedirman University.
The research sample about 88 respondents of the population Students Of Economics And Business Jenderal Soedirman University ever consume Indomie totaling 112 people with the sample used technique purposive sampling .
The hypothesis of this research are quality of the products , brand reputation , promotion have leverage positive on customer satisfaction and their influence on loyalty consumers.
The analytical tools that used the analyze of multistep regression analysis with the determinasi (R2) test, F test, t test and simple linear regression analysis.
Based on the result of this study concluded that the of quality of the product, brand reputation, promotion has a positive on customer satisfaction, and customer satisfaction has a positive on consumer products loyalty.
Keywords: Product quality, Brand Reputation, Promotion, Customer satisfaction, and Consumer Product Loyalty
1663921392A1L013037Aktivitas Mikrob dan Eksplorasi Bakteri Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) pada Sistem Pertanian Padi Organik dan KonvensionalPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas mirob tanah dan eksplorasi bakteri PGPR pada sistem pertanian organik dan konvensional. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Mikrobiologi, Pusat Penelitian Biologi LIPI, Bogor pada bulan Juli – Desember 2017. Variabel yang diamati yaitu populasi bakteri, respirasi tanah, enzim urease, enzim PME-ase dan eksplorasi bakteri potensial PGPR serta uji hayati untuk mengetahui pengaruh isolat PGPR terhadap pertumbuhan bibit tanaman padi INPAGO LIPI GO 2 menggunakan 12 isolat potensial dengan tiga kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas mikrob tanah sistem pertanian padi organik lebih tinggi dengan peningkatan populasi bakteri 12 kali lipat, respirasi tanah 49,42%, aktivitas urease 8,97% dan aktivitas PME-ase 24,26% dibandingkan dengan sistem pertanian padi konvensional. Aplikasi isolat TPK1a, TPO5a.1, TPO5g.1, berpengaruh nyata terhadap panjang akar. Aplikasi isolat TPK3b, TPK5b.2, TPK9b.1, TPK1a, TPK4b, TPK6a, TPO7i, TPO8a.1, TPO9b.1,TPO5a.1, TPO5g.1, TPO6g, berpengaruh nyata terhadap kandungan klorofil daun. Aplikasi isolate TPK9b.1, TPK1a, TPK6a, TPO7i, TPO8a.1, TPO9b.1, TPO5a.1, TPO5g.1, dan TPO6g berpengaruh nyata terhadap bobot segar tanaman.Objective of this study to know activity of soil microbes and exploration potential bacteria as PGPR in different farming systems of organic and conventional. This study was carried out at laboratory of Agriculture Microbiology in July-December 2017. Observed variables of microbe activity were population of bacteria, urease activity, PME-ase activity, and PGPR potential, and seedling bioassay test on INPAGO LIPI GO 2 using without isolat and 12 potential isolates with three replicates. The results showed that activity of microbes in organic system of rice was higher i,e. population of bacteria 12 fold, soil respiration 49,42%, urease activity 8,97%, and PME-ase acltivity 24,26% than conventional system. Aplication of isolate TPK1a, TPO5a.1, TPO5g.1 were significant effect on root lenght. TPK3b, TPK5b.2, TPK9b.1, TPK1a, TPK4b, TPK6a, TPO7i, TPO8a.1, TPO9b.1, TPO5a.1, TPO5g.1, and TPO6g were significant effect on chlorophyl. TPK9b.1, TPK1a, TPK6a, TPO7i, TPO8a.1, TPO9b.1, TPO5a.1, TPO5g.1, and TPO6g were significant effect on fresh weight of biomass.
1664019895A1L010211UJI KUALITAS FISIK DAN KIMIA BERAS GALUR GALUR F6 PADI GOGO UMUR GENJAH BERDAYA HASIL TINGGIBeras merupakan bahan pangan utama masyarakat Indonesia, oleh karena itu ketersediaan beras yang cukup merupakan hal yang sangat penting bagi ketahanan pangan nasional. Saat ini padi gogo belum diupayakan secara makimal dan produktifitasnya rendah. Sehingga perlu dicari padi gogo berdaya hasil tinggi dengan sifat khusus. Hasil persilangan padi gogo galur-galur F6 di Laboratorium Pemuliaan Tanaman dan Bioteknologi Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman yang telah diuji produksi dan umur panen serta karakter agronomiknya terus dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas fisik dan kimia beras dari galur-galur F6 padi gogo umur genjah berdaya hasil tinggi. Penelitian di mulai dengan menanaman padi dilahan, metode penelitian menggunakan rancangan RAK. Selanjutnya setelah panen dilakukan pengambilan 1 sampel dengan sepuluh kali ulangan untuk mengetahui kualitas fisik dan kimia beras. Hasil penelitian menunjunjukkan terdapat keragaman kualitas fisik beras galur-galur padi F6 terhadap varietas pembandingnya, yaitu pada variabel butir rusak, benda asing, rendemen beras, dan kadar amilosa. Terdapat keragaman kualitas kadar amilosa beras galur-galur padi F6 dan varietas pembandingnya, berada pada kisaran 18,54%-28,03%. Diperoleh dua Galur yaitu G50-3-3-2dan G69-4-4-4 yang memiliki karakter fisik beras yang paling baik dengan nilai persentase rendemen 70,42% dan 67,34%. Panjang beras sebesar 5,9 cm dan 5,745 cm. Lebar beras 2,495. Butir rusak 1,56 dan 1,2. Presentase benda asing sebanyak 0%. Sedangkan bobot 1000 butir dengan berat 11,84 gram dan 15,89 gram. Kadar amilosa sebesar 22,91 g/L dan 22,16 g/L.Rice is the main food of Indonesian people, therefore the availability of rice adequacy is very important for national’s food security. Currently upland rice has not been optmally strived and productivity is low. Is necesarry to find high yield upland rice with special caracteristic. The result of the crossing of upland rice of F6 lines at the plant Breeding and Biotechnologi Laboratory of the Faculty of Agriculture, General Soedirman University that has been tested for production on the results and the age of harvest also the agronomic character.The objective of this research was to know the physical and chemical quality of rice from F6 rice linesofearly mature and high yielding upland rice through two stages. The research method was using the RCBD (Randomice complete block design) plan by taking one sample with ten repetitions.The results of research showed that there was a diversity from physical quality of F6 rice lines and its comparative varieties, broken grains, foreign objects, rice yield, and amylose content and there was a diversity on quality of amylose content of F6 rice lines and its comparative varieties, about 18,54%-28,03%. And it is known that G50-3-3-2 and G69-4-4-4 are two kind rice lines that have the best physical character of rice with a percentage of yield 70.42% and 67.34%.The length of rice with a value of 5.9 cm and 5.745 cm. The width of rice is 2,495. Broken grains 1,56 dan 1,2. Percentage of foreign objects as much as 0%.While the weight of 1000 grains with a value of 11.84 grams and 15.89 grams. Amylose content with a value of 22.91 g / L and 22.16 g / L.