Artikelilmiahs

Menampilkan 16.641-16.660 dari 49.974 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
1664119897H1F012072GEOLOGI DAN STUDI ALTERASI - MINERALISASI TIMAH PRIMER DAERAH BUKIT SENGGIRI DAN SEKITARNYA, KECAMATAN TEMPILANG, KABUPATEN BANGKA BARAT, KEPULAUAN BANGKA BELITUNG
Logam timah merupakan salah satu bahan yang banyak digunakan untuk mendukung berbagai kegiatan dalam dunia industri khususnya banyak digunakan dalam industri elektronik. Untuk memenuhi ketersediaan bahan logam tersebut maka perlu dilakukan kegiatan eksplorasi geologi untuk menemukan endapan-endapan baru. Lokasi daerah penelitian tugas akhir berada di Daerah Bukit Senggiri dan sekitarnya, Kecamatan Tempilang yang termasuk dalam Kabupaten Bangka Barat, Kepulauan Bangka Belitung, dengan luas lokasi penelitian 5,03166 km2 (2,439 x 2,063 km) yang berada pada koordinat UTM 575.138,904 mE – 577.565,672 mE dan 9.768.729,048 mN – 9.770.772,324 mN. Tujuan dari penelitian tugas akhir ini untuk mengetahui kondisi geologi pada daerah penelitian berdasarkan pemetaan geologi permukaan, mengetahui arah pesebaran urat mineralisasi pada daerah penelitian, mengetahui jenis dan komposisi penyusun batuan pada daerah penelitian, dan untuk mengetahui jenis mineralisasi yang terjadi pada daerah penelitian. Metodologi pada penelitian yang dilakukan mencakup tahap-tahap dari persiapan awal hingga pengolahan dan analisis data. Analisa yang digunakan ialah analisa petrografi, analisa mineralgrafi, analisa XRD, dan analisa ASD. Dari analisa tersebut didapatkan 2 zona alterasi pada daerah penelitian yaitu zona ±kuarsa ±halloisit ±smektit disetarakan dengan zona silisifikasi, dan zona ±kuarsa ±kaolin ±illite-smektit disetarakan dengan zona microclinisation II. Hasil pengukuran di lapangan menunjukan urat tourmaline yang mengandung kalsiterit sebagai pembawa bijih timah memiliki arah dominan Barat Laut – Tenggara. Tin is one of material that is widely used to support some of activities in the industrial world, especially widely used in the electronics industry. To fulfill the availability of these metals, it should be conducted geological exploration to find new deposits. Research area of this final project was at Senggiri Hill area and the surrounding, Tempilang District that was included in West Bangka Regency, Bangka Belitung islands, with an area of 5,03166 km2 (2,439 x 2,063 km) located at coordinates UTM 575.138,904 mE – 577.565,672 mE dan 9.768.729,048 mN – 9.770.772,324 mN. The purpose of this final project to determine the geological conditions in the research area by surface geological mapping, determine the direction of vein mineralization distribution in the research area, knowing the type and composition of the compiler rocks in the research area, and to determine the type of mineralization that occurs in the area of research. Methodology of the research includes several stages start from beginning preparation until processing and data analysis. The analysis use petrographic analysis, mineralgraphy analysis, XRD analysis, ASD analysis, and XRF analysis. From this analysis, obtained two alteration zones in the research area, there are the zone ± quartz ±halloysite ±smektit synchronized with silicification zones, and zone ± quartz ± kaolinite ± illite -smektit synchronized with microclinisation II zone. The result of field measurments show that tourmaline veins containing calcitonite as a tin ore carrier having a dominant direction Nothwest – Southeast.
1664219898C1B013003PENGARUH ELECTRONIC WORD OF MOUTH GAYA HIDUP
KONDISI EKONOMI KESADARAN MEREK LOYALITAS MEREK
TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN KONSUMEN
(pada tokopedia)
Penelitian berjudul “Pengaruh Electronic Word of Mouth, Gaya Hidup, Kondisi Ekonomi, Kesadaran Merek dan Loyalitas Merek Terhadap Keputusan Pembelian Konsumen (pada tokopedia)” dengan tujuan untuk menganalisis pengaruh e-wom, gaya hidup, kondisi ekonomi, kesadaran merek, dan loyalitas merek terhadap keputusan pembelian konsumen.
Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan kuesioner dengan jumlah sampel 100 responden dari masyarakat sekitar Unsoed Purwokerto. Data dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan uji t dan koefisien determinasi sebagai metode pengujian hipotesis.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa e-wom, gaya hidup, kondisi ekonomi, kesadaran merek, dan loyalitas merek berpengaruh terhadap keputusan pembelian konsumen. Berdasar hasil tersebut, penjual disarankan untuk menggunakan faktor dari e-wom, gaya hidup, kondisi ekonomi, kesadaran merek, dan loyalitas merek di dalam proses penjualan produk. Penelitian ini menggunakan sampel masyarakat umum dalam keputusannya memilih produk yang dibeli. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengembangkan lokasi penelitian dan variabel penelitian.
The research entitled “Influence of Electronic Word of Mouth, Life Style, Economic Condition, Brand Awareness, and Brand Loyalty Toward Consumer Buying Decision of Tokopedia” aim of this research is to analyze the influence of e-wom, life style, economic condition, brand awareness, and brand loyalty toward consumer buying decision of tokopedia.
Data collection method uses questionnaire with a sample 100 respondents from society around of Unsoed Purwokerto. The data are analyzed by using multiple linier regression and using t-test and r square to determine the hypotesis.
The result shows that e-wom, life style, economic condition, brand awareness, and brand loyalty have influnce to consumer buying decision. Based on the result, the seller are recommended to use the factor of e-wom, life style, economic condition, brand awareness, and brand loyalty in the process of sell the product. This research used general society in purwokerto to analyze consumer buying decision. Future researches are recommended to analyze at different location and variables.
1664321393A1L012153Pengaruh Pemberian Pupuk Hayati dan Pengurangan Pupuk Anorganik Terhadap Kebutuhan Air Pada Umbi Bawang Merah (Allium cepa L.)Tanaman bawang merah (Allium ascalonicum L) merupakan komoditi hortikultura yang menghasilkan umbi dan tergolong sayuran rempah. Umbi dan daunnya banyak digunakan terutama sebagai pelengkap bumbu masakan guna menambah cita rasa dan kenikmatan makanan. Penelitian ini bertujuan 1) Mengetahui pengaruh dosis pupuk hayati mikoriza dan pengurangan pupuk anorganik terhadap kebutuhan air tanaman pada pertanaman bawang merah, 2) Mengetahui pengaruh dosis pupuk hayati mikoriza dan pengurangan pupuk anorganik terhadap beberapa sifat fisik 3) Mengetahui pengaruh dosis pupuk hayati mikoriza dan pengurangan pupuk anorganik terhadap pertumbuhan tanaman bawang merah.
Penelitian dilaksanakan di screen house Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Karangwangkal, Purwokerto Utara. Rancangan yang digunakan adalah Central Compposite Second Order Design (CCSOD), yang terdiri dari 13 kombinasi perlakuan dari 2 faktor percobaan. Faktor pertama adalah dosis pupuk hayati mikoriza-azolla yaitu 6, 12, 18, 24 dan 30 gram pertanaman. Faktor kedua adalah pengurangan dosis anjuran pupuk anorganik, yang terdiri atas pengurangan 80%, 60%, 40%, 20% dan 0% dari dosis anjuran. Variabel yang diamati meliputi kebutuhan air tanaman (L), titik layu permanen (%), porositas (%), persedian air maksimum (%), bobot umbi segar (gr/tanaman) dan bobot umbi kering (gr/tanaman).
Hasilnya menunjukkan bahwa penggunaan pupuk hayati mikoriza-azolla dan pengurangan dosis anjuran pupuk anorganik tidak memberikan pengaruh terhadap semua variabel yang diamati. Pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan pupuk hayati 18 gr/tanaman gram, dapat mengurangi penggunaan pupuk anorganik sebesar 80% dari dosis anjuran
Shallot is a horticultural commodity that produces tubers and belong to spice vegetables. Bulbs and leaves are mostly used as a complement to cooking spices to enhance the taste and enjoyment of food .This study aims to examine the effect of giving mycorrhiza-azolla biological fertilize and inorganic fertilizer reduction to the water needs of shallot. This study aims examine 1) To know the effect of the dosage of mycorrhizal biochemical fertilizer and the reduction of inorganic fertilizer to the crop water requirement in onion planting, 2) to know the effect of the dosage of mycorrhizal bio fertilizer and the reduction of the inorganic fertilizer to some physical properties 3) To know the effect of the dosage of mycorrhizal bio fertilizer and the reduction inorganic fertilizers to onion plant growth.
This study used Central Compposite Second Order Design (CCSOD), which consists of 13 treatment combinations of 2 experimental factors. First factor were the dosage of mycorrhiza-azolla biofertilizer that were: 6, 12, 18, 24 and 30 grams/plant. The second factor were the dosage of inorganic fertilizer reduction: 80 %, 60 %, 40 %, 20 % and 0 % from recommendation. The observed variable were crop water needs (L), permanent wilting point (%), porosity(%), maximum water supply (%), fresh tuber weight (grams/plant) and dry tuber weight (grams/plant).
The results showed that the use of mycorrhiza-azolla biofertilizers and reduction of inorganic fertilizers did not affect to all variables. This study conclude that the use of mycorrhiza-azolla biofertilizer 18 grams/plant could reduction the used of inorganic fertilizer up to 80% from recommendation dosage.
1664421394A1M011016AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN TOTAL FENOLIK DARI BUBUK, KONSENTRAT, SUSPENSI, DAN MIKROKAPSUL BERBAHAN DASAR BATANG DAN DAUN KECOMBRANG (Nicolaia speciosa Horan)
Penelitian ini mengenai bahan pengawet alami alternatif telah banyak dilakukan. Para ilmuan terus berusaha untuk mencari sumber antioksidan baru yang berasal dari tanaman, terutama yang mudah tumbuh di Indonesia. Kecombrang (Nicolaia speciosa Horan) merupakan tanaman rempah yang telah lama dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai pemberi cita rasa dan ternyata memiliki potensi sebagai antioksidan. Komponen kimia yang terdapat dalam tanaman kecombrang adalah alkaloid, flavonoid, polifenol, steroid, saponin, dan minyak atsiri. Penelitian ini menggunakan bubuk, konsentrat, suspensi, dan mikrokapsul pada pembuatan bentuk formula kecombrang. Tujuan penelitian ini adalah: 1) Menentukan bagian tanaman kecombrang terbaik dari aspek aktivitas antioksidan dan total fenolik tertinggi. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) yang terdiri atas 8 kombinasi perlakuan dari tiap perlakuan dan tiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali sehingga diperoleh 24 unit percobaan. Faktor yang dicoba terdiri atas batang kecombrang dan daun kecombrang; bubuk, konsentrat, suspensi, dan mikrokapsul. Variabel yang diamati dalam penelitian ini meliputi dua variabel parametrik yang terdiri atas kadar antioksidan dan total fenolik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bagian tanaman kecombrang yang baik digunakan sebagai bahan awetan adalah bagian empulur batang yang memiliki aktivitas antioksidan 68,89% dan total fenolik 40,17 mg/g. Bentuk awetan konsentrat kecombrang memiliki aktivitas antioksidan tertinggi 83,07% dengan kandungan total fenolik 134,13 mg/g. Interaksi antar faktor terbaik yaitu mikrokapsul pada batang kecombrang dengan nilai aktivitas antioksidan 75,07%. Aktivitas antioksidan bubuk batang dan konsentrat batang kecombrang tinggi masing – masing 82,76% dan 79,44%.The research about natural alternative preservatives has a lot to do. Scientists keep trying to find new sources of antioxidants derived from plants, especially those that are easy to grow in Indonesia. Kecombrang (Nicolaia speciosa Horan) is a spice crop that has long been used by the people as the giver of flavour, and it turned out to have potential as antioxidants. The chemical components contained in the kecombrang plant are an alkaloid, flavonoids, polyphenols, steroids, saponins, and essential oils. This research use powders, concentrates, suspension, and on the creation of a formula form microcapsule kecombrang. The purpose of this research was: 1) determine which part of the plant the best aspects of kecombrang antioxidant activities and total phenolic. This study used a randomized design group (RAK) consisting of 8 combination treatment of each treatment and each treatment was repeated as many as 3 times so that the retrieved 24 unit experiment. The factors tested are composed of stems and leaves of kecombrang; powders, concentrates, suspension, and microcapsule. The variables observed in this research include two of parametric variable levels of antioxidants and total phenolic. The results of this research show that a good kecombrang plant parts used as preservation are part of the pith of the stem which has antioxidant activities 68.89% and total phenolic 40.17 mg/g. Shape preservation concentrates kecombrang has the highest antioxidant activity of 83.07% with the total content of phenolic 134.13 mg/g. Interactions between factors best i.e. microcapsule on stem kecombrang with value antioxidant activity 75.07%. Antioxidant activity of ground rods and concentrates stem high kecombrang 82.76% respectively and 79.44%.
1664521665C1C013023PENGARUH INDEPENDENSI, AUDIT TENURE, TEKANAN KETAATAN, LOCUS OF CONTROL, DAN AUDIT FEE TERHADAP AUDIT JUDGEMENT
(Studi Kasus Pada KAP di Kota Jakarta)
Auditor adalah profesi yang bertanggung jawab atas audit yang bertujuan untuk memberikan penilaian. Auditor adalah profesi yang bertanggung jawab atas audit yang bertujuan untuk memberikan penilaian atas laporan keuangan. Audit judgement dipengaruhi oleh berbagai hal, tujuan penelitian adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh independensi, audit tenure, tekanan ketaatan, locus of control, dan biaya audit, untuk mengaudit penilaian.
Penelitian ini dilakukan pada 10 KAP yang berlokasi di Jakarta. Data dalam penelitian ini adalah data primer yang diambil dengan memberikan kuesioner. Data dalam kuesioner diolah menggunakan SPSS versi 17 for windows. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa independensi, audit tenure, tekanan kepatuhan, locus of control, dan biaya audit, secara parsial atau simultan mempengaruhi penilaian audit.
Implikasi kesimpulan di atas adalah auditor dalam KAP dalam rangka meningkatkan kualitas penilaian audit dengan memperkuat keyakinan dan terus membangun sikap mental yang jujur, tegas dan tidak terganggu dalam melakukan tugas audit berdasarkan standar teknik profesional dan etis, serta memiliki organisasi yang baik. hubungan antara KAP dan juga dengan klien.
Auditor is a profession in charge of auditing that aims to provide an assessment of the financial statements. Judgment audit is influenced by various things, the purpose of research is to know and analyze the influence of independence, audit tenure, pressure of obedience, locus of control, and audit fee, to audit judgment.
This research was conducted on 10 KAP located in Jakarta. The data in this study is the primary data taken by giving the questionnaire. The data in the questionnaire was processed using SPSS version 17 for windows. The results of this study show that independence, audit tenure, compliance pressure, locus of control, and audit fee, partially or simultaneously influence the audit judgment.
Implication of the above conclusions is the auditor in KAP in order to improve the quality of audit judgment by strengthening confidence and continue to build a mental attitude honest, firm and uninterrupted in performing audit tasks based on professional and ethical engineering standards, and have good organizational relationship between KAP as well as with clients.
1664621395A1L113089EFEKTIVITAS BIOPESTISIDA BERBASIS Bacillus subtilis B1 TERHADAP PENGENDALIAN PENYAKIT PENTING, PENINGKATAN PERTUMBUHAN DAN HASIL PADA TANAMAN JAGUNG MANISPenelitian ini bertujuan untuk (1) mendapatkan formula biopestisida berbasis B.subtilis B1 yang paling efektif dalam mengendalikan penyakit penting pada tanaman jagung manis di lapangan, (2) mendapatkan formula biopestisida berbasis B. subtilis B1 yang paling efektif dalam pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis di lapangan. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Perlindungan Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman dan lahan percobaan Fakultas Pertanian, Kelurahan Karangwangkal, Kecamatan Purwokerto Utara, Kabupaten Banyumas pada bulan Maret sampai Agustus 2017. Percobaan yang dilakukan menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL), terdiri dari tujuh perlakuan: A: Yeast Ekstrak 0,25%+Ekstrak Kentang+Air Kelapa+B. subtilis B1, B: Yeast Ekstrak 0,25%+Ekstrak Kentang+B. subtilis B1; C: Yeast Ekstrak 0,25%+Air Kelapa+ B. subtilis B1; D: Yeast Ekstrak 0,25%+ B. subtilis B1, E: B. subtilis B1, F: Bakterisida berbahan aktif tembaga oksida 56% dan K: Kontrol. Variabel yang diamati adalah tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), diameter batang (cm), umur berbunga (hst), bobot tanaman segar (g), bobot tongkol segar (g), bobot tanaman kering (g), bobot tongkol kering (g) dan intensitas penyakit (skor). Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) Formula biopestisida berbasis B. subtilis B1 memberikan pengaruh terhadap variabel penyakit yaitu karat daun dan busuk pelepah. Formula biopestisida berbasis B. subtilis B1 belum efektif dalam menekan penyakit karat daun dan busuk pelepah dibandingkan dengan bakterisida berbahan aktif tembaga oksida 56%. (2) Formula biopestisida berbasis B. subtilis B1 memberikan pengaruh terhadap variabel pertumbuhan yaitu diameter batang. Namun tidak berpengaruh pada tinggi tanaman, jumlah daun dan variabel hasil tanaman. (3) Diameter batang terbaik formula biopestisida berbasis B. subtilis B1 dicapai pada formula B dan formula C sama dengan formula A, D, E, F dan K.This research aimed to (1) obtaining biopestiside formula based B. subtilis B1 is most effective in controlling important diseases in sweet corn plants in the field, (2) obtaining biopestiside formula based B. subtilis B1 that is most effective in the growth and yield of sweet corn crops in the field. This research was conducted at Plant Protection Laboratory of Agriculture Faculty of Jenderal Soedirman University and experimental field of Agricultural Faculty, Karangwangkal Subdistrict, North Purwokerto District, Banyumas Regency from March to August 2017. The experiments conducted using Randomized Complete Block Design (RCBD), consisted of seven treatments: A: Yeast Extract 0.25% + Potato Extract + Coconut Water + B. subtilis B1, B: Yeast Extract 0.25% + Potato Extract + B. subtilis B1; C: Yeast Extract 0.25% + Coconut Water + B. subtilis B1; D: Yeast Extract 0.25% + B. subtilis B1, E: B. subtilis B1, F: Bactericides with activated copper oxide 56% and K: Control. The variables observed were plant height (cm), number of leaves (stem), stem diameter (cm), flowering age (hst), fresh plant weight (g), fresh cob weight (g), dry plant weight (g) dry cobs (g) and disease intensity (score). The results of research showed that: (1) Biopestiside formula based B. subtilis B1 gives effect to disease variables that is rust leaf and midrib rot. Biopestiside formula based B. subtilis B1 has not been effective in suppressing leaf rust and rot of rust compared with bactericide with active copper oxide of 56%. (2) Biopestiside formula based B. subtilis B1 gives effect to growth variable that is stem diameter. However, no effect on plant height, number of leaves and plant yield variables. (3) The best stem diameter of biopestiside formula based B. subtilis B1is achieved in the B formula and C formula equals the A, D, E, F and K formula.
1664719900D1B015020ANALISIS KAPASITAS TAMPUNG TERNAK BERDASARKAN PRODUKSI SEGAR DAN KADAR PROTEIN KASAR RUMPUT DI LAPANGAN GOLF WIJAYAKUSUMA PURWOKERTOPenelitian berjudul Analisis Kapasitas Tampung Ternak Berdasarkan Produksi Segar dan Kadar Protein Kasar Rumput di Lapangan Golf Wijayakusuma Purwokerto. Penelitian dilaksanakan mulai tanggal 19 Juni sampai dengan 16 Juli 2017 di Lapangan Golf Wijayakusuma Purwokerto dan Laboratorium Ilmu Nutrisi dan Makanan Ternak Fakultas Peternakan Universitas, Purwokerto. Tujuan penelitian adalah mengkaji potensi produksi segar hijauan dan kadar protein kasar rumput sebagai hijauan pakan dan menganalisis kapasitas tampung ternak berdasarkan produksi segar dan kadar protein kasar rumput di lapangan golf Wijayakusuma, Purwokerto. Materi penelitian menggunakan rumput lapangan golf. Data yang di ambil meliputi produksi segar rumput lapangan golf dan kadar protein kasar rumput lapangan golf Wijayakusuma, Purwokerto. Penelitian menggunakan metode survei dengan penentuan lokasi diambil berdasarkan purposive sampling yaitu di lapangan golf Wijayakusuma Purwokerto dengan luas 10,3434 hektar. Sampel diambil dengan cara membuat cuplikan. Digunakan suatu alat berupa kuadran yang luasnya tertentu yaitu berukuran 1 m². Kuadran pertama ditentukan secara acak. Kuadran kedua diambil pada jarak 10 meter lurus kekanan, dua kuadran tersebut merupakan 1 cluster. Clusterke 2 diambil pada jarak 125 meter. Sampel dalam kuadran ditimbang bobot segarnya dan diambil 100 gr untuk dianalisis kadar protein kasarnya. Analisis data menggunakananalisisdeskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Produksi segar sebanyak 7318,667 kg/haatau 378,4995 ton/tahun dan kadar protein kasar 8,86% rumput di lapangan golf Wijayakusuma dapat dimanfaatkan sebagai sumber hijauan bagi ternak ruminansia. Kapasitas tampung ternak berdasarkan produksi segar diperoleh hasil 5,65 UT/tahun (rumus Voisin) dan 25,68UT/tahun (pendekatan cut and carry). Kapasitas tampung ternak berdasarkan kadar protein kasar rumput di lapangan golf Wijayakusuma adalah 2,69 UT/tahun (rumus Voisin) dan 25,52 UT/tahun (pendekatan cut and carry).The research entitled “Analysis Of Carrying Capacity Based On Fresh Production And Crude ProteinContent Of Grasses At Wijayakusuma Golf Course Purwokerto”, was held from 19th of june to 16th of july 2017 at Wijayakusuma golf course Purwokerto and Nutrition and Feed Science Laboratory, Faculty of Animal Husbandry, Jenderal Soedirman University, Purwokerto. The purpose of this research was to assess fresh production potential of forage and crude protein content of grassesand to analyst the carrying capacity based on fresh production and crude protein content of grassesWijayakusuma golf course, Purwokerto. The research materials were the species of grasses on the golf course. Data taken included the fresh production of grasses and crude protein content at Wijayakusuma golf course, Purwokerto. The research used survey method with location determination that wasmean ofthrowing quadrant (1m2each)on the golf course by using purposive at Wijayakusuma golf course Purwokerto with area of 10.3434 hectares. Samples were taken by creating snapshot.The first quadrant was determined randomly. The second quadrantwas taken at a distance of 10 meters straight to the right, the two quadrants were 1 called cluster. The second cluster was taken at distance of 125 meters. The grasses in the quadrant was weighed (the fresh weight) and taken 100 gr then at were analyzed for crude protein. Data analysis used descriptive analysis. The results showed that fresh production was as mush as 7318.667 kg/ha or 378.4995 ton/year and crude protein level was 8.86% grasses Wijayakusuma golf course can be used for the ruminant for forage feed. The carrying capacity based on the fresh production was 5.65 AU/year (Viosin formula) and 25.68 AU/year ( cut and carry approach). The carrying capacity based on crude protein of grasses at Wijayakusuma golf course was 2.69 AU/year (Viosin formula) and 25.52 AU/year (cut and carry approach).
1664819901C1J013037Determinants of Human Development Index in Developed CountriesHuman Development Index (HDI) merupakan salah satu cara untuk mengukur keberhasilan atau kinerja suatu negara atau wilayah di bidang pembangunan manusia. Pembangunan manusia memainkan peran kunci dalam membentuk kemampuan suatu negara untuk menyerap teknologi modern dalam mengembangkan kapasitasnya untuk menciptakan lapangan kerja guna mengurangi tingkat pengangguran bagi pembangunan manusia yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pertumbuhan ekonomi, total belanja pemerintah, tingkat pengangguran, PDB per kapita, belanja pemerintah di sektor kesehatan, dan harapan hidup pada IPM negara maju pada periode 2010-2014 dan untuk mengidentifikasi variabel yang paling berpengaruh pada IPM negara maju pada periode 2010-2014.
Data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dari United Nations Development Programme (UNDP), Bank Dunia, dan Organization for Economic Co-operation and Development. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi data panel menggunakan model fixed effect. Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat sebagai pertimbangan bagi pemerintah negara-negara berkembang dalam rangka meningkatkan IPM.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel yang memiliki dampak terhadap HDI adalah total pengeluaran pemerintah, tingkat pengangguran, PDB per kapita, dan harapan hidup. Pertumbuhan ekonomi dan belanja pemerintah di sektor kesehatan tidak mempengaruhi IPM di negara maju. Variabel independen yang paling berpengaruh terhadap IPM di negara maju adalah PDB per kapita. Upaya peningkatan IPM di negara berkembang dapat dilakukan dengan memperbaiki total belanja pemerintah, tingkat pengangguran, PDB per kapita, dan harapan hidup.
Human Development Index (HDI) is one of the ways to measure the success or performance of a country or region in the field of human development. Human development plays a key role in shaping a country’s ability to absorb modern technology in developing its capacity to create employment opportunities in order to reduce unemployment rate for sustainable human development. This study aimed to analyze the effect of economic growth, total government expenditure, unemployment rates, GDP per capita, government expenditure in health sector, and life expectancy on the HDI of developed countries in 2010-2014 period and to identify the most influential variable on the HDI of developed countries in 2010-2014 period.
The data used are secondary data obtained from United Nations Development Programme (UNDP), World Bank, and Organisation for Economic Co-operation and Development. Methods of data analysis used in this research is panel data regression analysis use fixed effect model. The result of this research is expected to be useful as consideration for the government of developing countries in order to increase HDI.
The result of this research shows that the variables that have an impact on HDI are total government expenditure, unemployment rates, GDP per capita, and life expectancy. Economic growth and government expenditure in health sector do not affect HDI in developed countries. The most influential independent variable on HDI in developed countries is GDP per capita. Effort to increase the HDI in developing countries can done by improve the total government expenditure, unemployment rates, GDP per capita, and life expectancy.
1664919904H1F013073GEOLOGI DAN KONTROL STRUKTUR TERHADAP MINERALISASI EPITHERMAL BERDASARKAN ANALISIS TENSOR DAN GEOKIMIA DI GUNUNG IJO DAN SEKITARNYA, PEGUNUNGAN KULON PROGO, DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTALatar Belakang: Kulon Progo tersusun dari berbagai formasi dan struktur disertai dengan sejarah geologi yang panjang. Struktur geologi merupakan kontrol yang kuat pada sistem epithermal. Kulon Progo dan sekitarnya termasuk kedalam busur endapan Au-Ag lingkar pasifik diketahui merupakan host rock mineralisasi epithermal dengan umur neogen yang menghasilkan mineralisasi emas dan logam lainnya.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk merekonstruksi struktur dan paleostress dan mengaitkannya terhadap pesebaran mineralisasi daerah penelitian.
Metode: Penelitian lapangan meliputi pemetaan permukaan, pengambilan sampel batuan, dan pengukuran struktur geologi. Penelitian laboratorium meliputi analisis citra SRTM, geomorfologi, tektonostratigrafi, struktur, tensor, mineralogi, geokimia, dan studi referensi. Studi struktur meliputi penggunaan perangkat lunak Win Tensor 5.0.7 dan Dips 5 yang dimanfaatkan dalam pengolahan data shear fracture, extensional fracture, minor dan major offset, vein, dan untuk rekonstruksi paleostress. Studi mineralisasi meliputi analisis geokimia berupa XRD dalam penentuan tipe alterasi dan AAS dalam pengukuran kandungan mineral logam.
Hasil: Geologi daerah penelitian terdiri dari 5 satuan geomorfologi, 10 satuan batuan, 12 struktur geologi, 4 tipe alterasi, dan 3 zona mineralisasi. Rekonstruksi paleostress menghasilkan tiga fase tegasan yaitu fase 1 pure extension, fase 2 transtension, dan fase 3 pure strike slip yang secara berurutan disetarakan dengan fase pre-mineralisasi, ¬syn-mineralisasi, dan post-mineralisasi. Mineralisasi daerah penelitian dibagi kedalam 1 zona epithermal sulfidasi tinggi dan 2 zona epithermal sulfidasi rendah dengan keterdapatan mineralisasi Au, Ag, Cu, Pb, Zn, Fe, Hg, dan Sn.
Kesimpulan: Kontrol struktur terhadap mineralisasi berkembang dalam tiga fase tegasan yaitu fase 1, fase 2, dan fase 3 yang mengontrol pesebaran mineralisasi dalam sistem porphyry related epithermal system.
Background: Kulon Progo is formed by formations and structures with a long geohistory. Geological structure is a strong control to epithermal system. Kulon Progo and vicinity are among pacific arc Au-Ag deposit and known as neogene epithermal mineralisation host rock that yield gold mineralisation and other metals.
Aim: This research aims to reconstruct structures and paleostress, and its implication to the mineralisation assemblage of research area.
Method: Field research includes surface mapping, rock sampling, and geological structure measurement. Laboratory research includes SRTM, geomorphology, tectonostratigraphy, structure, tensor, mineralogy, geochemistry analysis, and references study. Study of structure includes Win Tensor 5.0.7 and Dips 5 usage to process shear fracture, extensional fracture, minor and major offset, vein, and to reconstruct the paleostress. Study of mineralisation includes geochemistry analysis in form of XRD to determine alteration type and AAS to measure metal composition.
Result: Geology of the research area is formed from 5 geomorphological units, 10 rock units, 12 structures, 4 alteration types, and 3 mineralisation zones. Paleostress study reconstructed 3 stress phases consisting of phase 1 pure extension, phase 2 transtension, and phase 3 pure strike slip those in order are correlated to pre-mineralisation, syn-mineralisation, and post-mineralisation. Mineralisations of the research area are divided into 1 epithermal high sulphidation and 2 ephithermal low sulphidation zones with Au, Ag, Cu, Pb, Zn, Fe, Hg, and Sn mineral assemblage.
Summary: Structural control to mineralisation developed in 3 stress phases which are phase 1, phase 2, and phase 3 that control the assemblage of mineralisation in porphyry related epithermal system.
1665019903F1A011073Strategi Adapatasi Mantan Warga Binaan Pemasyarakatan dalam Menghadapi Stigma Masyarakat di PurwokertoRINGKASAN
Jumlah mantan warga binaan pemasyarakatan di Purwokerto terus meningkat tiap tahunnya. Berdasarkan data dari Balai Pemasyarakatan Purwokerto, jumlah pembebasan bersyarat yang berada dalam wilayah kerja Balai Pemasyarakatan Purwokerto, Banyumas mengalami peningkatan dari Mei 2012 hingga Juli 2015. Hal ini tentunya menjadi tantangan bagi mantan warga binaan pemasyarakatan untuk dapat kembali dan diterima di lingkungan masyarakat. Hal tersebut yang melatarbelakangi peneliti untuk mengkaji tentang strategi adaptasi mantan warga binaan pemasyarakatan dalam menghadapi stigma masyarakat di Purwokerto.
Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan sasaran penelitian adalah para mantan warga binaan pemasyarakatan yang pernah berada dalam rumah tahanan karena ingin mengetahui pengalaman pribadi mantan warga binaan pemasyarakatan dalam upaya menghadapi stigma yang diberikan oleh masyarakat kepada mantan warga binaan pemasyarakatan. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik snowball sampling dimana peneliti menetapkan informan kunci dan mengembangkannya. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Metode analisis data menggunakan analisis interaktif dan validasi data menggunakan teknik triangulasi sumber.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindakan kriminal yang banyak dilakukan oleh para mantan warga binaan permasyarakatan di Purwokerto adalah kasus narkoba dan pencurian. Hal tersebut memunculkan stigma yang harus ditanggung oleh mantan warga binaan pemasyarakatan, selalu dicurigai, hilangnya kepercayaan terhadap mereka, sulit mendapatkan fasilitas umum hingga dikucilkan. Mantan warga binaan pemasyarakatan sadar bahwa mereka telah bersalah sehingga mereka harus dapat membuktikan bahwa mereka telah berubah menjadi individu yang lebih baik dan mampu beradapatasi.
Terdapat beberapa strategi yang dilakukan oleh mantan warga binaan pemasyarakatan dalam beradaptasi di lingkungan masyarakat. Berdasarkan hasil penelitian yang berhasil dilakukan, strategi yang dilakukan, antara lain dengan pencitraan diri yang diwujudkan dengan cara menawarkan bantuan, bersikap ramah, serta bergaul dengan masyarakat sekitar. Selain pencitraan diri, strategi lain yang dilakukan yakni dengan aktif berpartisipasi dalam kegiatan masyarakat seperti gotong royong dan pengajian. Strategi berikutnya yakni meminta dukungan keluarga agar dapat menguatkan mental dalam mengahadapi stigma negatif di dalam kehidupan bermasyarakatnya.

The number of ex-convict of correctional institution in Purwokerto keep increasing in every year. Based on the data of The Correctional Institutioan Purwokerto, the number of conditional exemption which is in the area of Correctional Institutioan Purwokerto, Banyumas has been increased from May 2012 to July 2015. Certainly, this case become such a challange for the ex-convict of correctional institution to be recheived again in their environment. This is what forms the background of the researcher to examine about the adaptation strategy of the ex-convict of correctional institution to face the society stigma in Purwokerto.
The method of this research is descriptive qualitative by the object of the study is the ex-convicts of correctional institution who ever live in the jail, because of that the researcher wants to know the private experience of the ex-convicts of correctional institution as an effort to face the stigma that is given by society to the ex-convicts of correctional institution. In collecting the data, the researcher use deeply interview, observation, and documentation. Then, the method of data analysis is interactive analysis and validation data that use triangulation source technique.
The result of the research shows that crime which many people do toward ex-convicts of correctional institution in Purwokerto is drug and theft. That case brings up the stigma that should be beared by the ex-convicts of always suspect, lost of trust toward them, even the dificulties to get public facilities, and be ostracized. The ex-convicts of correctional institution aware that they have became better individuals and have been able to adapt to face the negative society stigma in the Purwokerto.
There are some strategies that have been done by the ex-convicts of correctional institution in case adapt in the society. Based on the result of the research that is succeed, the strategy of the research such a self-image which is showed by offering help, be friendly, and interact with the society arround. Besides the self-image, the other strategy that has been done is participate actively toward people activities like mutual cooperation and pengajian. Next strategy is asking family support so that it can reinforce their mental to face the negative stigma in their social life.
1665119906H1F013006GEOLOGI DAN KARAKTERISTIK GEOKIMIA BASALT
BATUAN VULKANIK GUNUNGAPI PURBA MENGANTI
KECAMATAN AYAH, KABUPATEN KEBUMEN,
JAWA TENGAH
Keberadaan jalur penunjaman memiliki karakteristik magmatisme dan vulkanisme yang berbeda. Karakteristik ini akan tercermin pada morfologi gunungapi, karakteristik letusan, asosiasi batuan, dan karakteristik kimia batuan beku. Lokasi penelitian berada di pantai Menganti, kecamata Ayah, kabupaten Kebumen, Jawa tengah. Menurut Asikin (1992), lokasi penelitian terdiri dari formasi Gabon dan Kalipucang yang berumur Oligosen hingga Miosen Tengah. Keberadaan asosiasi batuan yang terdapat pada formasi Gabon berupa lava basalt, breksi piroklastik, dan lava andesit mengindikasikan adanya sistem vulkanik. Berdasarkan survey lapangan, maka batasan masalah dari penelitian ini meliputi kondisi geologi daerah penelitian dan karakteristik geokimia lava basalt. Metode yang dipilih untuk mengkaji karakteristik geokimia adalah dengan menggunakan ICP-MS (Inductively Coupled Plasma Mass Spectrometry) untuk mengetahui kandungan unsur jejak (trace element) dan unsur tanah jarang (Rare Earth Element/REE). Penggunaan unsur jejak dan REE ialah untuk menentukan afinitas magma serta setting tektonik yang bekerja pada saat pembentukan lava basalt. Diagram yang digunakan dalam penentuan afinitas magma terdiri dari empat diagram yaitu diagram La/Yb vs TREY (REE+Y) (Allegre, 1978), diagram La vs Yb (after Barrett and MacLean, 1999), diaram Y vs Zr (after Barrett and MacLean, 1999) dan diagram Th vs Yb (after Barrett and MacLean, 1999). Penentuan setting tektonik yang bekerja pada lokasi penelitian dapat menggunakan diagram Zr/Y vs Zr (after Barrett and MacLean, 1999) dan diagram normalized multi-element (after Youxue Zhang, 2014 modified by Godang, 2016). Berdasarkan kajian geokimia didapatkan hasil berupa afinitas magma pembentukan lava basalt didaerah penelitian berada pada tholeitik hingga transisi dengan setting tektonik berada pada Active Continental Margin (ACM).The existence of the subduction zone has different magmatism and volcanism characteristics. This characteristic will be reflected in the morphology of volcanoes, eruption characteristics, rock associations, and chemical characteristics of igneous rocks. The research location is located at Menganti beach, district of Ayah, Kebumen regency, Central Java. According to Asikin (1992), the study site consisted of Gabon and Kalipucang formations from Oligocene to Middle Miocene. The existence of rock associations found in Gabon formation of basalt lava, pyroclastic breccia, and andesite lava indicate the existence of volcanic system. Based on field survey, the boundary problem of this research covers the geology condition of research area and basalt lava geochemical characteristic. The preferred method for assessing geochemical characteristics is to use ICP-MS (Inductively Coupled Plasma Mass Spectrometry) to identify trace element and rare earth element (REE). The use of trace elements and REE is to determine the affinity of magma as well as the tectonic setting acting upon the formation of basalt lava. The diagram used in the determination of magma affinity consists of four diagrams: La / Yb vs. TREY (REE + Y) (Allegre, 1978), La vs Yb diagrams (after Barrett and MacLean, 1999), diaram Y vs Zr (after Barrett and MacLean, 1999) and Th vs Yb diagrams (after Barrett and MacLean, 1999). The determination of the tectonic setting acting on the research site can use the Zr / Y vs. Zr diagram (after Barrett and MacLean, 1999) and the normalized multi-element diagram (after Youxue Zhang 2014 modified by Godang, 2016). Based on the study of geochemistry, the results of the formation of magma affinity of basalt lava formation in research area are in tholeitik to transition with tectonic setting is in Active Continental Margin (ACM).
1665219907H1L011028RANCANG BANGUN SISTEM PAKAR MENDIAGNOSA PERMASALAHAN PADA KULIT WAJAH MENGGUNAKAN METODE FORWARD CHAININGWajah merupakan salah satu aspek penampilan yang paling sering dinilai oleh orang lain baik itu dari mata, warna kulit, bentuk hidung dan bibir, dengan alas an itu maka penting untuk menjaga penampilan wajah salah satu caranya adalah dengan menjaga kesehatan kulit wajah. Jika kulit wajah tidak dijaga kesehatanannya akan menimbulkan berbagai permasalahan yang timbul pada kulit wajah. Saat ini ada banyak penyakit yang menjadi pemasalahan kulit wajah mulai yang ringan hingga serius. Ada beberapa faktor yang menyebabkan timbulnya permasalahan tersebeb dari yang disebabkan karena kurangnya kebersihan pada kulit, hormon, maupun faktor genetik yang sudah muncul dari lahir. Jika dibiarkan, penyakit –penyakit tersebut dapat semakin parah dan menimbulkan efek yang lebih berbahaya. Meskipun tidak menyebabkan kematian namun permasalahan pada kulit wajah lebih akan berdampak pada faktor psikologis. Karena itu penanganan oleh ahli sangat diperlukan.
Dengan adanya teknologi sistem pakar yang merupakana cabang dari kecerdasan buatan, maka dengan dibangungnya sistem pakar untuk mendiagnosa permasalahan pada kulit wajah dapat membantu masyarakat untuk lebih waspada dan cepat dalam melakukan penanganan terhadap permasalahan kulit wajah yang mereka alami. Selain itu dengan memanfaatkan internet dan aplikasi android yang sudah marak saat ini akan lebih memudahkan pengguna untuk mengakses sistem pakar untuk mendiagnosa permasalahan pada wajah ini.
Face is one aspect of the appearance is most often assessed by others either from the eyes, skin color, shape of the nose and lips, with the reason it is important to maintain the facial appearance of one way is to maintain skin health. If facial skin is not maintained health will cause various problems that arise on the skin. Currently there are many diseases that become facial skin problems from mild to serious. There are several factors that cause the emergence of the problem from that caused by lack of hygiene on the skin, hormones, or genetic factors that have emerged from birth. If left unchecked, the diseases can get worse and cause more harmful effects. Although not causing death but problems on the facial skin will have more impact on psychological factors. Therefore, expert handling is necessary.
With the expert system technology that is a branch of artificial intelligence, then with the establishment of an expert system to diagnose problems on the skin can help people to be more vigilant and quick in handling the facial skin problems they experience. In addition, by utilizing the internet and android applications that are rampant today will make it easier for users to access expert systems to diagnose problems on this face.
1665319908C1B012082PENGARUH KUALITAS LAYANAN, HARGA, DAN KEPERCAYAAN KONSUMEN DALAM MENGGUNAKAN E-COMMERCE ZALORA.CO.ID TERHADAP LOYALITAS DENGAN KEPUASAN PELANGGAN SEBAGAI VARIABEL MEDIASIPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisa pengaruh kualitas layanan, harga, kepercayaan konsumen terhadap kepuasan pelanggan pada e-commerce Zalora.co.id dan untuk menguji kepuasan pelanggan memediasi kualitas layanan, harga, dan kepercayaan konsumen terhadap loyalitas konsumen Zalora.co.id.
Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner dengan sampel 140 responden yang merupakan Mahasiswa S1 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto. Metode simple random sampling digunakan dalam penentuan sampel penelitian ini.
Data di analisis menggunakan Structural Equational Modelling (SEM). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kualitas layanan, harga, dan kepercayaan konsumen berpengaruh positif terhadap kepuasan pelanggan. Sedangkan kepuasan pelanggan berpengaruh terhadap loyalitas konsumen.
Hasil lainnya ditemukan bahwa kepuasan pelanggan memediasi pengaruh kepercayaan terhadap loyalitas. Sedangkan, kepuasan pelanggan tidak memediasi kualitas layanan dan harga terhadap loyalitas.
This research is aimed to analyze the influence services quality, prices, and customer trust directly and indirectly through customer satisfaction towards costumer loyalty in e-commerce, zalora.co.id.
Data collection method uses questionnaire with 140 sample. Respondents coming from bachelor degree student in Economics and Business Faculty of Jenderal Soedirman University. The method used to determine the sample under this research is simple random sampling.
The data are analyzed by Structural Equational Modeling (SEM). The research shows that services quality, prices, and customer trust have significant positive effect towards customer satisfaction. Customer satisfaction significantly positive affecting customer loyalty. Customer satisfaction is mediation for customer trust and customer loyalty.
Other result shows that customer satisfaction is not mediating the influence of service quality and price to loyalty.
1665419909E1A113035PERAN PEMERINTAH DAERAH DALAM MENINGKATKAN TERTIB ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN DAN CATATAN SIPIL (STUDI DI KABUPATEN BANJARNEGARA)ABSTRAK
Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah menentukan bahwa otonomi daerah adalah hak, wewenang dan kewajiban daerah otonom untuk mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakat setempat dalam sistem Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pemerintah Daerah diberikan wewenang yang cukup luas untuk mengatur dan mengurus semua urusan pemerintah diluar urusan pemerintah pusat. Salah satu wewenang yang dimiliki oleh Pemerintah Daerah yaitu berkaitan dengan administrasi kependudukan dan catatan sipil. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui peran dan hambatan-hambatan Pemerintah Daerah dalam meningkatkan tertib administrasi kependudukan dan catatan sipil (studi di Kabupaten Banjarnegara)
Metode Pendekatan yang dipakai adalah metode pendekatan yuridis normatif dengan menitikberatkan hukum. Data yang digunakan adalah data sekunder. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa Pemerintah Daerah, khususnya Kabupaten Banjarnegara dalam menyelenggarakan administrasi kependudukan dan catatan sipil mempunyai peran yang didasarkan pada Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan dan Peraturan Daerah Banjarnegara Nomor 13 tahun 2015 tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Banjarnegara Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penyelenggaraan Admnistrasi Kependudukan. Dalam meningkatkan tertib admnistrasi kependudukan dan catatan sipil Pemerintah Daerah memiliki hambatan berupa sarana dan prasana dan dari masyarakat itu sendiri.
ABSTRACT
Law Number 23 Year 2014 on Local Government determines that regional autonomy is the right, authority and obligation of autonomous regions to regulate and manage their own governmental affairs and interests of the local community in the system of the Unitary State of the Republic of Indonesia. Local governments are given wide enough authority to organize and manage all government affairs outside the central government's affairs. One of the authorities possessed by the Regional Government is related to the administration of population and civil records. The purpose of this research is to know the role and obstacles of Local Government in improving the orderly administration of population and civil registration (study in Banjarnegara District).

The method used is a normative juridical approach with an emphasis on law. The data used are secondary data . The results of this study indicate that the Local Government, especially Banjarnegara District in organizing population administration and civil registration has a role based on Law Number 24 Year 2013 on the Amendment of Law Number 23 Year 2006 regarding Population Administration and Regional Regulation Banjarnegara Number 13 year 2015 on Amendment to the Regulation of Banjarnegara Regions No. 1 of 2009 on the Implementation of Population Administration. In improving the orderly administration of population and civil registration, the Regional Government has constraints in the form of facilities and infrastructure and from the community itself.
1665519910D1E013168Studi Kohesivitas dan Produktivitas di Kelompok Tani Ternak Tunas Mukti Desa Cihonje Kecamatan Gumelar Kabupaten Banyumas Jawa TengahPenelitian bertujuan mengkaji kondisi kohesivitas dan produktivitas di Kelompok Tani Ternak Tunas Mukti serta mengkaji hubungan di antara keduanya. Sasaran dari penelitian ini adalah anggota Kelompok Tani Ternak Tunas Mukti berjumlah 27 orang. Metode penelitian yang digunakan adalah survey yaitu memberikan pertanyaan kepada responden dalam bentuk kuesioner sebagai instrumen. Analisis data dilakukan secara deskriptif eksploratif serta dilakukan pengujian antar variabel dengan menggunakan Uji Korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi kohesivitas di Kelompok Tani Ternak Tunas Mukti menunjukkan persentase yang berbeda-beda pada masing-masing dimensinya, dimensi pertama yakni Individual Attraction to The Group Social (ATGS), 63% responden menghasilkan poin lebih dari 25 dan 37% menghasilkan poin di bawah 25, hal ini menyimpulkan bahwa nilai ATGS tinggi. Dimensi kedua yakni Individual Attraction to The Group Task (ATGT), 15% responden menghasilkan poin di atas 20 dan 85% menghasilkan poin di bawah 20, disimpulkan bahwa ATGT kelompok rendah. Dimensi ketiga yaitu Group Integration Social (GIS), 33% responden menghasilkan poin di atas 20 dan 67% menghasilkan poin di bawah 20, disimpulkan bahwa GIS kelompok rendah. Dimensi ke empat yakni Group Integration Task (GIT), 67% responden menghasilkan poin di atas 25 sedangkan 33% responden lainnya menghasilkan poin di bawah 25, disimpulkan bahwa GIT kelompok tinggi. Hasil rata-rata perhitungan dimensi kohesivitas menunjukkan kohesivitas kelompok rendah. Hasil perhitungan produktivitas kelompok menunjukkan hasil sebesar 2,79 yang dapat diartikan bahwa kondisi produktivitas kelompok tinggi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah tidak ada hubungan yang signifikan antara kohesivitas dengan produktivitas di Kelompok Tani Ternak Tunas Mukti.The research aimed to study the condition of cohesiveness and productivity at Tunas Mukti Farmers Groups and also to study correlation between them. The object of the study were 27 members of Tunas Mukti Farmers Groups. The research method used is survey, means that research gives questions to respondens in the form of questionnaire as the instrument. Data analysis was done with descriptive and explorative analysis and conducted testing between variables with Rank Spearman Correlation Test. The result of the study showed that the condition of cohesiveness in Tunas Mukti Farmers Groups had difference for each dimension, the first dimension is the Individual Attraction to the Group Social (ATGS), 63% responden answer higher than 25 poin and 37% answer less than 25 poin, it means that Group ATGS was high. The second dimension is the Individual Attraction to the Group Task (ATGT), 15% responden answer higher than 20 poin and 67% answer less than 20 poin, it was concluded that Group ATGT was low. The third dimension is the Group Integration Social (GIS), 33% responden answer higher than 20 and 67% answer less than 20 poin, concluded that Group GIS was low. The fourth dimension is the Group Integration Task (GIT), 67% responden answer higher than 25 poin and 33% answer less than 25 poin, concluded that Group GIT was high. The average of cohesiveness dimension counting showed that the condition of group cohesiveness was low. The result of group productivity showed the result of 2,79 means that the condition of group productivity was high. The conclusion of the study was there was no significant correlation between cohesiveness and productivity in Tunas Mukti Farmers Groups.
1665619911A1L113054Pengaruh Konsentrasi Pewarna Dan Lama Perendaman Dalam Larutan Pulsing Pada Pewarnaan Bunga Potong Sedap Malam (Polianthes tuberosa L.)Sedap malam merupakan salah satu jenis bunga yang banyak diminati oleh masyarakat karena banyak memiliki manfaat. Pewarnaan pada bunga sedap malam bertujuan untuk memperindah. Penelitian ini bertujuan untuk 1) menentukan konsentrasi pewarna makanan yang terbaik untuk pewarnaan bunga potong sedap malam, 2) menentukan lama perendaman yang terbaik untuk pewarnaan bunga potong sedap malam, 3) menentukan kombinasi perlakuan terbaik antara konsentrasi pewarna makanan dengan lama perendaman untuk menghasilakan warna terbaik pada bunga potong sedap malam.
Penelitian telah dilaksanakan di Laboraturium Agronomi dan Hortikultura Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman pada bulan April 2017 sampai bulan Juni 2017. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (rak) dengan 3 ulangan. Perlakuan terdiri dua faktor yaitu konsentrasi larutan pewarna dengan taraf 45 ml, 75 ml, dan 105 ml dan lama perendaman dengan taraf 1 jam, 3 jam, dan 6 jam. Variabel yang diamati yaitu volume larutan pewarna terserap, volume larutan peraga terserap, lama kesegaran bunga, warna bunga dan uji kesukaan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) konsentrasi pewarna makanan 105 ml/l merupakan konsentrasi yang paling efektif untuk pewarnaan bunga potong sedap malam yang didapatkan dari hasil uji kesukaan, 2) lama perendaman 6 jam merupakan lama perendaman yang optimum untuk pewarnaan bunga potong sedap malam yang dihasilkan dari variabel warna bunga, 3) kombinasi yang paling efektif untuk pewarnaan bunga potong sedap malam yaitu konsentrasi makanan dengan taraf 105 ml/l dengan lama perendaman 6 jam menghasilkan warna yang jelas didapatkan dari hasil uji kesukaan.
Tuberose flower is one of flower types interested by many people because it has many benefits the flower. Coloring on the tuberose flower aims to beautify. The research aimed to 1) determine the concentration of food coloring dye for coloring the tuberose cut flower, 2) determine the length of the optimum submersion time for coloring the tuberose cut flower, 3) determine the best combination between food coloring dye concentration and length of submersion time.
This research was conducted in Agronomy and Horticulture Laboratory , Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University in April 2017 until June 2017. This research used randomized block design, treatments consisted of two factors: concentrations of dye solution were 45, 75, and 105 ml/l and length of immersion time were 1, 3, and 6 hours. Observed variables were the volume of absorbed dye solution, the volume of absorbed holding solution, the duration of freshness of flower, flower color and hedonic test.
The result showed that 1) the concentration of 105 ml/l food coloring dye was the most effective for the tuberose flower coloring, 2) the best length of the submersion time for coloring for the tuberose flower was 6 hours, and 3) the best combination between the concentration of food coloring dye and length submersion time was 105 ml/l and 6 hours for coloring tuberose cut flower.
1665719912A1L112005MULTIPLIKASI IN VITRO TUNAS PISANG KEPOK MANURUN (Musa paradisiaca L.) DENGAN BERBAGAI KONSENTRASI HORMON BAP DAN NAA

Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mengkaji respon pertumbuhan tunas tanaman pisang Kepok Manurun terhadap pemberian zat pengatur tumbuh BAP dan NAA, 2) Mendapatkan konsentrasi dari zat pengatur tumbuh BAP dan NAA yang optimum untuk multiplikasi tunas tanaman pisang Kepok Manurun, 3) Mendapatkan kombinasi yang terbaik dari zat pengatur tumbuh BAP dan NAA yang terbaik untuk multiplikasi tunas tanaman pisang Kepok Manurun. Penelitian ini dilaksanakan di laboratorium kultur jaringan Kebun Benih Hortikultura (KBH) Salaman Magelang mulai dari bulan Januari 2017 sampai Maret 2017. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap pola faktorial. Faktor pertama adalah BAP dengan 4 taraf konsentrasi yaitu 0 ppm; 2 ppm; 4 ppm; 6 ppm. Faktor kedua adalah NAA dengan 4 taraf konsentrasi yaitu 0 ppm; 0,5 ppm; 1 ppm; 1,5 ppm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian BAP 4 ppm mampu memberikan respon saat tumbuh tunas tercepat dan jumlah daun terbanyak, perlakuan tanpa BAP (BAP 0 ppm) menunjukkan saat tumbuh akar tercepat, NAA 1,5 ppm menunjukkan jumlah akar terbanyak dan NAA 0,5 ppm menunjukkan tunas terpanjang. Kombinasi perlakuan tanpa BAP (BAP 0 ppm) dan NAA 1,5 ppm menunjukkan jumlah akar terbanyak dan kombinasi perlakuan BAP 4 ppm dan tanpa NAA (NAA 0 ppm) memberikan hasil terbaik pada variabel jumlah tunas.The purpose of this research are 1) Examines the growth response banana c.v Kepok Manurun shoots with growth promoting such as BAP and NAA, 2) Get an optimum concentration of plant growth promoting BAP and NAA for multiplication shoots of banana c.v Kepok Manurun, 3) Get the best combination of plant growth promoting BAP and NAA for multiplication of banana c.v Kepok Manurun. This research was conducted at laboratory of tissue culture in Horticultural Seed Field Salaman Magelang from January 2017 until March 2017. This research used a completely randomized with factorial design. The first factor was BAP with 4 level concentration, it was 0 ppm; 2 ppm; 4 ppm; 6 ppm. The second factor was NAA with 4 level concentration, it was 0 ppm; 0,5 ppm; 1 ppm; 1,5 ppm. The result showed that 4 ppm BAP provide the fastest response of growing shoots and number of leaves, treatment without BAP (0 ppm BAP) showed the fastest of growing roost, 1,5 ppm NAA showed highest number of roots and 0,5 ppm NAA the longest shoots. Combination treatment of without BAP (0 ppm BAP) and 1,5 ppm NAA showed highest number of roots and combination treatment of 4 ppm BAP and without NAA (0 ppm NAA) gave the best result on variable number of shoots.
1665819913C1C012089PENGARUH PEMANFAATAN AKTIVA, KINERJA OPERASI, LIKUIDITAS DAN SOLVABILITAS TERHADAP PERTUMBUHAN LABA
(Studi Pada Perusahaan Properti di Indonesia)
Tujuan penelitian ini untuk meneliti pengaruh pemanfaatan aktiva, kinerja operasi, likuiditas, dan solvabilitas terhadap pertumbuhan laba. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan properti di Bursa Efek Indonesia dari tahun 2012 sampai 2015. Sampel dalam penelitian ini ditentukan melalui metode purposive sampling yaitu penetapan sampel dengan kriteria-kriteria sehingga diperoleh 19 perusahaan yang lolos sebagai sampel penelitian. Regresi linear berganda digunakan sebagai model penelitian untuk menganalisis hasil data. Hasil penelitian membuktikan bahwa secara bersamaan pemanfaatan aktiva, kinerja operasi, likuiditas, dan solvabilitas berpengaruh terhadap pertumbuhan laba. Pemanfaatan aktiva tidak berpengaruh signifikan pada pertumbuhan laba. Kinerja operasi, likuiditas, dan solvabilitas berpengaruh terhadap pertumbuhan laba. Likuiditas merupakan variabel yang paling berpengaruh terhadap pertumbuhan laba. Implikasi dari penelitian ini yaitu kinerja operasi, likuiditas dan solvabilitas perlu dijadikan pertimbangan dalam pengambilan keputusan investasi karena rasio keuangan tersebut dapat mempengaruhi pertumbuhan laba suatu perusahaan, serta menunjukkan kondisi dan prospek perusahaan.
The aim of this study to examine the influence of the use of assets, operating performance, liquidity and solvability toward growth of profit. Population in this research was the entire of Property firms in Indonesia Stock Exchange from 2012 to 2015. The sample in this research was determined by purposive sampling with several criteria and resulted retrieved 19 companies that qualified as research samples. Multiple linear regression was used as research model to analyze the data. The research results proved that the use of assets, operating performance, liquidity and solvability simultaneously affected on profit growth. The use of assets had no significant affect on profit growth. Operating performance, liquidity and solvability had significant affect on profit growth. Liquidity had the most significant affect on profit growth. Research implication was operating performance, liquidity and solvability need to be used as consideration to make investment decision as those financial ratio could affect on business profit growth, condition and prospect.
1665921553A1L014057UJI PEMFORMULAAN CAIR Trichoderma harzianum ISOLAT JAHE BERBASIS TEPUNG TAPIOKA TERHADAP PENYAKIT REBAH SEMAI (Pythium spp.) PADA MENTIMUN
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi tepung tapioka yang tepat dalam pembuatan pemformulaan cair untuk pertumbuhan T. harzianum, pengaruh T. harzianum dalam pemformulaan cair tepung tapioka terhadap penyakit rebah semai dan pengaruhnya terhadap pertumbuhan pada mentimun. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Perlindungan Tanaman dan screen house, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian ini dilaksanakan mulai September 2017 sampai Januari 2018. Penelitian dilakukan dalam dua tahap, yaitu in vitro dan in planta. Percobaan in vitro menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 ulangan dan 5 perlakuan, terdiri atas T. harzianum dalam medium Potato Dextrose Broth (PDB), T. harzianum dalam tepung tapioka 0,5; 1,0; 1,5; dan 2,0%. Variabel yang diamati adalah kepadatan konidium. Percobaan in planta menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 6 perlakuan dan 5 ulangan, terdiri atas kontrol, T. harzianum dalam medium PDB, T. harzianum dalam tepung tapioka 0,5; 1,0; 1,5; dan 2,0%. Variabel yang diamati adalah masa inkubasi, kejadian penyakit, area di bawah kurva perkembangan penyakit (AUDPC), potensi tumbuh maksimum, daya berkecambah, tinggi tanaman, bobot segar tajuk, panjang akar, dan bobot segar akar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi tepung tapioka yang tepat untuk pertumbuhan T. harzianum adalah 2,0% yang memiliki kepadatan konidium tertinggi sebesar 12,31 x 106 konidium mL-1 dengan peningkatan sebesar 63,28% dibanding medium PDB. Pemformulaan T. harzianum yang efektif untuk menekan kejadian penyakit rebah semai terdapat pada tepung tapioka 1,0%; 2,0%; dan PDB dengan tingkat penekanan yang sama sebesar 81,82%. Nilai AUDPC terendah terdapat pada konsentrasi tepung 2,0%. Pemformulaan T. harzianum yang diberikan belum mampu menunda masa inkubasi dan meningkatkan pertumbuhan tanaman.This research aimed to obtain the proper concentration of tapioca starch in development of liquid formulation for growth of T. harzianum, the effect of T. harzianum in the formulation toward damping-off, and its effect on the growth of cucumber. This research was carried out at the Plant Protection Laboratory and screen house, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University from September 2017 up to January 2018. The research was design in two stages, in vitro and in planta. The in vitro test used Completely Randomized Design with 5 treatments and 5 replicaties consisted of T. harzianum in Potato Dextrose Broth (PDB), T. harzianum in 0.5; 1.0; 1.5; and 2.0% of tapioca starch. The observed variable was density of conidia. The in planta test, Randomized Block Design was used with 6 treatments and 5 replicaties consisted of control, T. harzianum in PDB, T. harzianum in 0.5; 1.0; 1.5, and 2.0% of tapioca starch. Observed variables were incubation period, disease incidence, area under disease progress curve (AUDPC), maximum growth potential, germination persentase, plant height, shoot fresh weight, root length, and root fresh weight. Result of the research showed that the highest conidia density of T. harzianum was found in 2.0% tapioca starch concentration as 12.31 x 106 conidia mL-1 with an increase of 63.28% compared to PDB. The effective formulation of T. harzianum suppressing the disease incidence was found at the 1.0 and 2.0% of tapioca starch and PDB with similar suppression level as 81.82%. The lowest AUDPC was at 2.0% tapioca starch concentration. The formulation of T. harzianum did not effect the incubation period and plant growth yet.
1666021808F1G014006Konflik Sosial dalam Novel Di Bawah Telapak Kakimu karya Taufiqurrahman Al-AzizyRINGKASAN

Penelitian ini berjudul “Konflik Sosial dalam Novel Di Bawah Telapak Kakimu Karya Taufiqurrahman Al-Azizy. Berdasarkan latar belakang tersebut diperoleh rumusan masalah yaitu bagaimana deskripsi tokoh, alur, latar yang ada dalam novel Di Bawah Telapak Kakimu dan bagaimana konflik social dalam novel Di Bawah Telapak Kakimu. Objek penelitian ini adalah novel Di Bawah Telapak Kakimu karya Taufiqurrahman Al-Azizy, yang akan dianalisis dengan menggunakan pendekatan sosiologi sastra..
Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan mengena itokoh, alur, dan latar dalam novel Di Bawah Telapak Kakimu serta mendeskripsikan konflik yang ada.Fokus penelitian ini adalah konflik sosial, sumber data terdiri dari sumber data primer dan sumber data sekunder. Manfaat penelitian ini adalah secara teoretis diharapkan dapat memberikan manfaat yang berguna dalam pengembangan ilmu sastra khususnya tentang pendekatan sosiologi sastra. Adapun manfaat praktis diharapkan dapat membantu pembaca untuk memahami aspek-aspek konflik sosial dalam novel Di Bawah Telapak Kakimu.
Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis, yaitu mendeskripsikan fakta-fakta cerita kemudian dilanjutkan dengan analisis. Teknik analisis dalam penelitian ini mendeskripsikan tokoh, alur, dan latar yang terdapat dalam novel. Setelah itu menganalisis konflik sosial yang terjadi menggunakan pendekatan sosiologi sastra. Selanjutnya menyimpulkan hasil analisis penelitian novel Di Bawah Telapak Kakimu karya Taufiqurrahman Al-Azizy.

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa novel Di Bawah Telapak Kakimu terdapat konflik sosial yang disampaikan oleh pengarang kepada pembaca. Konflik sosial di dalam novel ini meliputi konflik pribadi antara keluarga Mak Ijah dan Pak Haris dan konflik antar kelas sosial yaitu terjadi karena perbedaan status sosial antara kelas bawah dan kelas menengah.
SUMMARY
This study is entitled “Social Conflict in Di Bawah Telapak Kakimu novel by Taufiqurrahman Al-Azizy”. The problems to answer in this study are how to describe the characters, story’s plot, and background how is the social conflict in the novel. The object in this study is the novel Di Bawah Telapak Kakimu by Taufiqurrahman Al-Azizy which in analysed with sociology of literature aproach.
This study to describe the characters, story’s plot, background, and conflict in the novel entitled Di Bawah Telapak Kakimu. This study as might be expected to advantage theorectically in the development of literature, especially in sociology of literature approach and practically in helping the readers to understand the social conflict aspects in the novel.
A desriptive analysis is used in this study to explain and analyze the story facts. The focus in this study is social conflict which is sourced from primary and secondary data source. The analysis technique used in this study are desribing characters, story’s plot, and background, analysing social conflict which exsist in the novel thought sociology of literature approach, and lastly deducing analysis result from the novel Di Bawah Telapak Kakimu by Taufiqurrahman Al-Azizy.
This study suggest that there are social conflict whicth are delivered by the author to the reader. Social conflicts in the novel comprise personal conflict between Mak Ijah and Pak Haris’ family and between social classes which arise from difference social status, lower and middle classes.