Artikelilmiahs

Menampilkan 16.561-16.580 dari 49.971 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
1656119843A1C012008PENENTUAN HARGA POKOK PENJUALAN DAN ANALISIS NILAI TAMBAH MANISAN BUAH CARICA PADA CV. YUASA FOOD BERKAH MAKMUR DI DESA KRASAK KECAMATAN MOJOTENGAH KABUPATEN WONOSOBOCV. Yuasa Food Berkah Makmur merupakan salah satu perusahaan yang memproduksi olahan buah carica, salah satunya yaitu manisan buah carica yang dikemas sehingga memiliki nilai jual yang lebih tinggi. Banyaknya pesaing menyebabkan peningkatan produksi. Namun, peningkatan produksi belum tentu disertai peningkatan produktivitas. Produktivitas yang rendah akan menyebabkan peningkatan biaya produksi, dan akan berpengaruh terhadap harga produk yang semakin tinggi. Penelitian bertujuan untuk: (1) Mengetahui biaya produksi, penerimaan dan keuntungan usaha manisan buah carica; (2) Mengetahui harga pokok produksi usaha manisan buah carica; (3) Mengetahui harga pokok penjualan usaha manisan buah carica; (4) Mengetahui besarnya nilai tambah usaha manisan buah carica.
Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 21 Desember 2016 sampai dengan 21 Januari 2017. Sasaran penelitian adalah CV. Yuasa Food Berkah Makmur selaku produsen manisan buah carica (kemasan MINI 130 gr). Metode analisis yang digunakan adalah analisis biaya, penerimaan dan pendapatan, penentuan harga pokok produksi, harga pokok penjualan menggunakan metode variable costing dan analisis nilai tambah.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam 32 hari proses produksi, besarnya biaya yang dikeluarkan usaha manisan buah carica sebesar Rp234.572.186,78, harga pokok produksi manisan buah carica menggunakan metode variable costing sebesar Rp192.490.226,00, dengan harga pokok produksi per kemasan sebesar Rp1.602,63. Harga pokok penjualan sebesar Rp234.572.186,78 dengan harga pokok penjualan per kemasan sebesar Rp1.956,71. Penerimaan yang diperoleh perusahaan dari hasil penjualan manisan buah carica kemasan MINI 130 gr selama 32 hari produksi sebesar Rp263.738.200, sehingga keuntungan yang diperoleh pada usaha pengolahan buah carica menadi manisan buah carica sebesar Rp29.166.013,22. Nilai tambah buah carica setelah diolah menjadi manisan buah carica sebesar Rp22.043,55 atau 50,19 persen dari nilai produk.
CV. Yuasa Food Berkah Makmur is company that manufactures carica’s fruit processed, one of them are carica’s fruit candied that packaged so it has higher sale value. The number of competitors led to increased production. However, the increased production is not necessarily accompanied by increased productivity. Low productivity will lead to increased production costs, and will affect to higher product prices. This study aims to: (1) Determine the cost of production, revenue and profit of carica’s fruit candied; (2) Determine the production primary prices of carica’s fruit candied; (3) Determine the selling primary prices of caricas fruit candied; (4) Determine the amount of caricas fruit candied added value.
This study was conducted on December 21, 2016 until January 21, 2017. The objectives are CV. Yuasa Food Berkah Makmur as the manufacturer of carica’s fruit candied (MINI package 130 g). This study used analysis of costs, revenue and income, determining the production primary prices, selling primary prices using variable costing and analysis of added value method.
The results showed that in 32 days production process, the amunt of cost is carica’s fruit candied is Rp234.572.186,78, production primary prices of carica’s fruit candied using variable costing method is Rp192.490.226,00, with Rp1.602,63 each pack. Selling primary prices is Rp234.572.186,78 with Rp1.956,71 each pack. The revenue from selling carica’s fruit candied MINI package 130 g for 32 production days is Rp236.738.200,00, so the profit from carica’s fruit candied is Rp29.166.013,22. The added value when processed into caricas fruit candied is Rp22.043,55 or 50,19 percent of the product value.
1656219919A1L012025MEMPERPANJANG KESEGARAN BUNGA POTONG MAWAR (Rosa hybrida L.) DENGAN PERENDAMAN PADA LARUTAN PULSING SUKROSA DAN ASAM SITRATPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi larutan, lama perendaman larutan serta interaksi konsentrasi larutan dan lama perendaman terhadap masa kesegaran bunga potong mawar. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman mulai 23 Februari sampai 10 Maret 2017. Penelitian ini menggunakan RAKL (Rancangan Acak Kelompok Lengkap) yang memiliki 16 kombinasi perlakuan dan 3 kali ulangan. Faktor pertama variasi larutan pulsing dengan 4 taraf yaitu kontrol; larutan 3% sukrosa + 300 ppm asam sitrat + air; larutan 6% sukrosa + 300 ppm asam sitrat + air; larutan 9% sukrosa + 300 ppm asam sitrat + air. Faktor kedua yaitu lama perendaman larutan pulsing terdiri dari 4 taraf yaitu: lama perendaman 2 jam, 4 jam, 6 jam dan 8 jam. Variabel yang diamati adalah masa kesegaran bunga, volume larutan terserap, perubahan warna bunga, persentase kemekaran bunga, persentase bunga layu, dan saat bunga. Hasil penelitian menunjukkan pemberian konsentrasi larutan 6% sukrosa + 300 ppm asam sitrat + air dapat meningkatkan masa kesegaran bunga hingga 10,125 hari, meningkatkan persentase kemekaran bunga sebesar 54,716%, meminimalkan persentase bunga layu sebesar 11,9%, dan menghambat saat bunga layu yaitu 8 hari. Lama perendama bunga selama 4 jam mampu meningkatkan persentase kemekaran bunga sebesar 53,06%. Konsentrasi larutan 6% sukrosa + 300 ppm asam sitrat + air dengan lama perendaman selama 4 jam dapat meningkatkan masa kesegaran bunga sebesar 12,667 hari. Konsentrasi larutan 6% sukrosa + 300 ppm asam sitrat + air dengan lama perendaman 8 jam dapat meningkatkan persentase kemekaran bunga sebesar 57,16% dan menghambat saat bunga layu sebesar 9,667 hari.The aim of this research is to know the effect of solution concentration, the duration of soaking of solution as well as the interaction of the concentration of the solution and the duration of immersion to the freshness of the rose cut flowers. The research was conducted at Agronomy and Horticulture Laboratory, Faculty of Agriculture, General Soedirman University from 23 February to 10 March 2017. This study uses completely randomized block design which has 16 treatment combinations and 3 replications. The first factor was variation of pulsing solution with 4 levels ie control (soaked in water); Solution of 3% sucrose + 300 ppm citric acid + water; Solution 6% sucrose + 300 ppm citric acid + water; Solution of 9% sucrose + 300 ppm citric acid + water. The second factor is the length of submersion pulsing solution consists of 4 levels, namely: (immersion time 2 hours, 4 hours, 6 hours and 8 hours). The observed variables were the period of freshness of interest, the volume of absorbed solution, the flower color change, the percentage of flowers flower, the percentage of the withered flowers, and when the flower withered.The results showed that the concentration of solution of 6% sucrose + 300 ppm citric acid + water can increase the freshness of the flower until 10,125 days, increase the percentage of interest flower by 54,716%, minimize the interest rate by 11,9%, and hinder the flower 8 day. The duration of flower for 4 hours can increase the percentage of interest flower by 53.06%. Concentration of solution of 6% sucrose + 300 ppm citric acid + water with soaking time for 4 hours can increase the freshness of interest by 12,667 days. Concentration of solution of 6% sucrose + 300 ppm citric acid + water with soaking period of 8 hours can increase the percentage of flowers flower by 57,16% and hinder when flower 9,667 day.
1656320014D1E013051KONSUMSI PAKAN DAN PRODUKSI SUSU SAPI PERAH YANG MENDAPAT FEED SUPPLEMENTPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan feed supplement terhadap konsumsi pakan dan produksi susu. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Tersarang (Nested Classification) dengan 3 perlakuan dan ulangan 4 kali (grup A) dan 3 kali (grup B). Perlakuan level feed supplement yaitu R0 = 0% Heit-Chrose, R1 = 1% Heit-Chrose, R2 = 2% Heit-Chrose. Materi penelitian yaitu sapi perah Frisien Holstein sebanyak 21 ekor terdiri grup A (laktasi 2) = 12 ekor dan grup B (laktasi 4) = 9 ekor. Pengukuran konsumsi pakan (minggu terakhir) selama 3 hari, menghitung pakan pemberian dan sisa sampel, kemudian dianalisis Proksimat di laboraturium Ilmu Bahan Makanan Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Jenderal Soedirman . Penelitian ini dilaksanakan dengan metode experimental. Rataan konsumsi pakan grup A (laktasi 2) 13,56 + 1,61 kg dan grup B (laktasi 4) 11,75 + 1,22 kg. Rataan produksi susu pada grup A (laktasi 2) yaitu 6,49 + 0,671 lt dan grup B (laktasi 4) yaitu 6,90 + 0,989 lt. Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa pemberian feed supplement Heit-Chrose yang dicampurkan ke dalam konsentrat memberikan perbedaan (P<0,05) terhadap konsumsi pakan dan tidak memberikan perbedaan (P>0,05) terhadap produksi susu. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa pemberian feed supplement Heit-Chrose sebanyak 1-2% dari total konsentrat mempengaruhi konsumsi pakan ternak, akan tetapi belum mempengaruhi ternak dalam produksi susu.The research aims to determine the effect of adding feed supplement to feed intake and milk production. The study design used Nested Classification with 3 treatments and replicates 4 times (group A) and 3 times (group B). Treatment of feed supplement level was R0 = 0% Heit-Chrose, R1 = 1% Heit-Chrose, R2 = 2% Heit-Chrose. The material used was 21 Frisien Holstein dairy cows that are divided into group A (lactation 2) = 12 head of cattle and group B (lactation 4) = 9 head of cattle. Measurement of feed intake (in the last week) for 3 days by calculating feed and residual feed. Moreover, sample of the feed and residual feed had been analyzed with proximate analysis at feedstuff Laboratory of Animal Science, University of Jenderal Soedirman. This research was conducted by experimental method. The average intake of group A feed (lactation 2) 13.56 + 1.61 kg and group B (lactation 4) 11.75 + 1.22 kg. The average of milk production in group A (lactation 2) is 6.49 + 0.671 lt and group B (lactation 4) is 6.90 + 0.989 lt. The result of variance analysis showed that feeding of Heit-Chrose feed supplement mixed into concentrate had significant effect (P <0,05) on feed intake and no significant effect (P> 0,05) to milk production. Based on the statement above, it can be concluded that feeding supplement Heit-Chrose 1-2% of the total concentrate affect the cattle feed intake, but not yet affect the cattle in milk production.
1656419844A1C013046PENERAPAN ANALISIS COST-VOLUME-PROFIT SEBAGAI PERENCANAAN LABA USAHA SRIPING SINGKONG DAN KACANG GORENG “SARI RASA” DI DESA WLAHAR WETAN
KABUPATEN BANYUMAS
Usaha “Sari Rasa” merupakan salah satu industri kecil yang memiliki omset terbesar di Banyumas yang bergerak dibidang usaha makanan khususnya sriping singkong dan kacang goreng. Masalah yang ditemukan pada usaha ini yaitu usaha ini belum memperlihatkan dengan jelas dan rinci terkait besarnya biaya tetap, produksi, volume serta keuntungan perbulannya namun hanya membandingkan jumlah yang dikeluarkan dan jumlah yang diterima tanpa ada suatu perencanaan laba. Tujuan penelitian adalah: 1) mengetahui volume penjualan sriping singkong dan kacang goreng yang harus dipenuhi dalam keadaan Break Even Point baik BEP unit, penerimaan, dan harga, 2) menghitung contribution margin, degree operating laverage, dan margin of safety produk dan 3) menganalisis besarnya volume penjualan saat mencapai target laba. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 1 Februari hingga 31 Maret 2017. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus. Pemilihan tempat dilakukan secara sengaja (purposive). Data dianalisis menggunakan analisis cost-volume-profit, dan analisis target laba. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masing-masing BEP penjualan sriping singkong dan kacang goreng periode Januari hingga Maret 2017 yaitu Rp 2.779.819,70 dan Rp1.280.464,60 sedangkan untuk masing-masing BEP produksi sriping singkong dan kacang goreng yaitu sebesar 63 Bal dan 17 Bal. BEP harga sriping singkong dan kacang goreng yaitu sebesar Rp34.003,25 dan Rp40.910,96. Contribution margin pada sriping singkong sebesar Rp13.323.033,33 dan rasio margin kontribusi sebesar 23,91 persen. Sedangkan contribution margin produk kacang goreng sebesar Rp17.318.250,00 rasio margin kontribusi sebesar 47,12 persen. Nilai degree operating laverage masing-masing produk untuk sriping singkong dan kacang goreng adalah 0,95 dan 1,036. Nilai margin of safety masing-masing produk untuk sriping singkong dan kacang goreng adalah 95 persen dan 96,51 persen. Volume penjualan masing-masing produk pada periode selanjutnya untuk mencapai target laba sebesar 10 persen sebanyak 1536 Bal sriping singkong dan 557 Bal kacang goreng.

Kata kunci : Perencanaan laba, sriping singkong, kacang goreng, cost-volume-
profit
“Sari Rasa” is one of small-scale food businesses that has the biggest turnover in Banyumas. This business is located in Wlahar Wetan, Kalibagor, Banyumas, and produces cassava chips and fried peanuts. The problem found in this small-scale business is that it does not have a clear and detailed written report about the cost and profit such as the fixed cost, production cost, sales volume, and monthly profit. Besides, it neither applies the cost-volume-profit analysis when planning the profit, nor has a good and detailed financial planning and analysis. It just sees the sale of each month to define the profit. It just believes that the higher of the sales volume, the more profit made, or in other words, the higher cost spent, the higher income gained. This research aims to 1) know the sales volume of cassava chips and fried peanuts must be fulfilled in the Break Even point such as BEP Unit, income, and the price. 2) Calculate the Contribution Margin, Degree Operating Laverage, and Margin of Safety of the products. 3) Analyze the sales volume when it reaches its target profit. The study conducted on Februari 1st – March 31th 2017. This study is categorized as study case, as the location was determined purposively. Data was analyzed using cost-volumeprofit analysis, and profit target analysis. The result shows that BEP income is lower than the income. It is known that the BEP income of cassava chips and fried peanuts from January to March are Rp2.779.819,70 and Rp 1.280.464,60 respectively. The BEP price of cassava chips and fried peanuts are Rp34.003,25 and Rp40.910,96 respectively. The BEP sales volume of cassava chips and fried peanuts are 63 bales and 17 bales respectively. The contribution margin of cassava chips from January to March is Rp Rp13.323.033,33 with 23,91 % of contribution margin ratio. On the other hand, the contribution margin of fried peanuts is Rp17.318.250,00 with contribution margin ratio of 47,12%. The values of degree operating laverage of cassava chips and fried peanuts in period of January to March are 0,952 and 1,036 respectively. The values of margin of safety of cassava chips and fried peanuts from January to March 2017 are 95% and 96,51%. The next sales volume to reach the target profit should be 10% higher. It means that the company should sell 1536 bales of cassava chips and 557 bales of fried peanuts.

Key words : Profit Planning, Cassava Chips and Fried Peanuts,

1656521376C1B014084PENGARUH PENERAPAN GOOD CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP KINERJA PERUSAHAAN (STUDI EMPIRIS PADA PERUSAHAAN PERTAMBANGAN YANG TERDAFTAR DI BEI TAHUN 2012-2016)Good Corporate Governance berperan penting dalam meningkatkan kinerja keuangan suatu perusahaan. Ukuran keberhasilan Good Corporate Governance dalam meningkatkan kinerja keuangan suatu perusahaan dapat dilihat melalui Kepemilikan Institusional, Kepemilikan Manajerial, Dewan Komisaris, dan Komite Audit.
Penelitian ini berjudul “Pengaruh Penerapan Good Corporate Governance Terhadap Kinerja Perusahaan (Studi Empiris Pada Perusahaan Pertambangan Yang Terdaftar Di Bei Tahun 2012-2016)”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dari Good Corporate Governance terhadap kinerja keuangan pada perusahaan pertambangan. Penelitian ini dilakukan pada perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa efek Indonesia dengan laporan tahunan sejak tahun 2012-2016. Analisis data menggunakan uji asumsi klasik, uji deskriptif, uji regresi berganda, uji f, uji koefisien determinasi, dan uji t. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah metode purposive sampling.
Dari hasil pengujian diketahui bahwa Kepemilikan Institusional dan Komite Audit tidak berpengaruh terhadap ROA. Kepemilikan Manajerial, Dewan Komisaris berpengaruh terhadap ROA. Kepemilikan Institusional, Kepemilikan Manajerial, dan Dewan Komisaris berpengaruh terhadap ROE. Komite Audit tidak berpengaruh terhadap ROE pada perusahaan pertambangan yang terdaftar di BEI tahun 2012-2016.
Kata Kunci : Kepemilikan Institusional, Kepemilikan Manajerial, Dewan Komisaris, Komite Audit, ROA, ROE
Good Corporate Governance has an important role in improving the financial performance of a company. A measure of the success of Good Corporate Governance in improving a company's financial performance can be seen through Institutional Ownership, Managerial Ownership, Board of Commissioners, and Audit Committee.
This research entitled "The Influence of Implementation of Good Corporate Governance to Corporate Performance (Empirical Study on Mining Company Registered in Bei Year 2012-2016)". The purpose of this research is to determine the effect of Good Corporate Governance on financial performance at mining companies. This research was conducted on mining companies listed on Indonesia Stock Exchange with annual report since 2012-2016. Data analysis using classical assumption test, descriptive test, multiple regression test, f test, coefficient of determination test, and t test. The sampling technique used is purposive sampling.
From the test results, that the Institutional Ownership and Audit Committee has no effect on ROA. Managerial Ownership, Board of Commissioners affects ROA. Institutional Ownership, Managerial Ownership, and Board of Commissioners influence ROE. The Audit Committee does not affect the ROE of mining companies listed on the Stock Exchange 2012-2016.
Keywords : Institutional Ownership, Managerial Ownership, Board of Commissioners, Audit Committee, ROA, ROE
1656619846A1C013059ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI VOLUME EKSPOR KENTANG ( Solanum tuberosum L. ) PT. BUMI SARI LESTARI KABUPATEN TEMANGGUNGPT. Bumi Sari Lestari merupakan salah satu eksportir hortikultura dan buah-buahan khususnya kentang. Berdasarkan data di PT. Bumi Sari Lestari volume ekspor kentang pada tahun 2014 sebesar 633.298 kilogram sedangkan pada tahun 2015 sebesar 621.541 kilogram. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui mekanisme pengadaan kentang yang akan diekspor PT. Bumi Sari Lestari; 2) Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi volume ekspor kentang PT. Bumi Sari Lestari; 3) Mengetahui seberapa besar pengaruh faktor-faktor tersebut terhadap volume ekspor kentang PT. Bumi Sari Lestari. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari sampai Maret 2017 di PT. Bumi Sari Lestari Kabupaten Temanggung. Metode penelitian yang digunakan adalah metode studi kasus. Analisis yang dilakukan adalah analisis deskriptif, uji asumsi klasik dan analisis regresi linear berganda, Hasil penelitian menunjukkan mekanisme pengadaan kentang PT. Bumi Sari Lestari yaitu melakukan kemitraan dengan petani kentang di Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo. Faktor-faktor yang mempengaruhi volume ekspor kentang PT. Bumi Sari Lestari yaitu jumlah produksi kentang, purchase order kentang, harga domestik kentang, kurs dollar Singapura, serta GDP (Gross Domestic Product) Singapura. Faktor-faktor yang secara nyata mempengaruhi volume ekspor kentang di PT. Bumi Sari Lestari mengalami perbedaan di setiap grade. Grade XL faktor yang berpengaruh secara nyata yaitu jumlah produksi dan purchase order , grade L (medium) faktor yang berpengaruh secara nyata adalah jumlah produksi dan purchase order , grade baby faktor yang berpengaruh secara nyata adalah jumlah produksi dan harga domestik, dan grade mini faktor yang berpengaruh secara nyata adalah jumlah produksi dan purchase order. PT. Bumi Sari Lestari is one of the holticulture exporter, particularly potatoes. Based on data from PT. Bumi Sari Lestari, sales volume of potatoes in 2014 was 633.298 kg, while in 2015 the sales volume was 621.541 kg. This research aims to: 1) Know the mecanism of the procurement of potatoes that exported by PT. Bumi Sari Lestari; 2) Know the factors which affect the export volume of potatoes at PT. Bumi Sari Lestari; 3) Know how much influence those factors have on the export volume of potatoes at PT. Bumi Sari Lestari. The research was conducted from February to March 2017 in PT. Bumi Sari Lestari, Temanggung district. The method of this research used the case study. The analysis of this research was descriptive analysis and multiple linier analysis. The results of the research shows that the potatoes procurement mecanism of PT. Bumi Sari Lestari is to conduct partnership with potato farmers in Kejajar sub-district, Wonosobo district. Factors that affecting the export volume of potatoes in PT Bumi Sari Lestari are potatoes production, purchase order of potatoes, domestic price of potatoes, Singapore dollar exchange rate, and GDP (Gross Domestic Product) of Singapore. Factors that significantly affect the export volume of potatoes in PT Bumi Sari Lestari are different in every grade. In grade XL, factors that significantly affect are the quantity of potatoes production and puschase order of potatoes, factors that significantly affect in grade L are the quantity of potatoes production and puschase order of potatoes, factors that significantly affect in grade baby are the quantity of potatoes production and domestic price of potatoes, and factors that significantly affect in grade mini are the quantity of potatoes production and puschase order of potatoes.
1656719847A1G013012Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Usahatani Kacang Tanah (Arachis hypogaea L.) dengan Sistem Tumpangsari Ketela Pohon (Manihot utilissima) Di Kecamatan Kalibagor Kabupaten BanyumasKecamatan Kalibagor merupakan daerah penghasil kacang tanah dan ketela pohon yang memiliki potensi cukup baik. Sistem tanam yang digunakan petani dalam bercocok tanam yaitu sistem tumpangsari dan ditanam pada lahan tegalan. Sistem usahatani tumpangsari akan mempengaruhi penerimaan petani dan nantinya akan mempengaruhi pendapatan petani. Tujuan penelitian ini adalah : Mengetahui besarnya biaya dan pendapatan dari usahatani kacang tanah dengan sistem tumpangsari ketela pohon di Kecamatan Kalibagor Kabupaten Banyumas, Mengetahui pengaruh harga benih kacang tanah, jumlah tenaga kerja, biaya pembelian pupuk kandang, biaya pembelian pupuk urea, biaya pembelian pupuk TSP, biaya pembelian pestisida, harga jual kacang tanah, harga jual ketela pohon terhadap pendapatan usahatani kacang tanah dengan sistem tumpangsari ketela pohon pada lahan kering di Kecamatan Kalibagor Kabupaten Banyumas. Penelitian ini ditentukan secara sengaja atau purposive di Desa Suro dan Desa Srowot Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas pada tanggal 15 Oktober 2016 sampai 20 November 2016. Pengambilan sampel petani kacang tanah dengan sistem tumpangsari ketela pohon menggunakan metode Simple Random Sampling (SRS) diperoleh sampel sebanyak 44 orang. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, analisis biaya, penerimaan, pendapatan dan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan penerimaan rata-rata per hektar petani kacang tanah dengan sistem tumpangsari ketela pohon di Kecamatan Kalibagor Kabupaten Banyumas dalam satu musim tanam adalah sebesar Rp46.205.143,81 dengan total biaya produksi rata-rata sebesar Rp21.872.065,05, sehingga pendapatan yang diterima adalah Rp24.333.078,76. Hasil analisis regresi linier berganda, faktor-faktor yang berpengaruh nyata terhadap pendapatan petani dalam berusahatani kacang tanah dengan sistem tumpangsari adalah variabel biaya pembelian pupuk kandang dan harga jual ketela pohon, sedangkan variabel harga benih kacang tanah, jumlah tenaga kerja, biaya pembelian pupuk urea, biaya pembelian pupuk TSP, biaya pestisida dan harga jual kacang tanah berpengaruh tidak nyata terhadap pendapatan petani dalam berusahatani kacang tanah dengan sistem tumpangsari ketela pohon.Kalibagor Sub-district is a producer region of peanut crops and cassava which has a good potential. Cropping system used by farmers in farming is intercropping system were planted on land which is additionally affected by several consideration, one of them is the cost in farming process.Cropping system will affect farmers and will affect farmers’ income. This research aim at: Knowing the cost and income of peanut farming using cassava intercropping system inKalibagor, Banyumas regency, knowing the peanut seed effect, the labor amount, the manurepurchasing cost, the urea fertilizer purchasing cost, the TSP fertilizer purchasing cost, pesticide purchasing cost, peanut selling price, cassava selling price to peanut farming income using cassava intercropping system on dry land in Kalibagor, Banyumas regency. This research was determined purposively in Suro and Srowot village, Kalibagor,Banyumas Regency on October 15, 2016 until November 20, 2016. Sampling of farmer peanut with cassava intercropping system method using Simple Random Sampling (SRS) obtained the sample as many as 44 people. Data analysis used are descriptive analysis, revenues, income and multiple linear regression analysis. The results showed the average income per hectare peanut farmers using cassava intercropping system in Kalibagor, Banyumas regency in one growing season was Rp46.205.143,81 with total average production cost of Rp21.872.065,05, so that income received was Rp24.333.078,76. Multiple linear regression analysis results, factors that significantly affect farmers’ income in peanut farming using intercropping system are the variable manure purchasing cost anda cassava selling price, while the peanut seed variable price, the labor amount, the urea fertilizer purchasing cost, the TSP fertilizer purchasing cost, the pesticide cost and peanut selling price have no influence to farmers income in peanut farming system using cassava intercropping system.
1656819848G1H013038PENGETAHUAN GIZI DAN PERILAKU BIDAN DALAM UPAYA PENCEGAHAN DAN PENANGANAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH (BBLR) DI WILAYAH KERJA
PUSKESMAS II SUMBANG
Latar Belakang :Bidan merupakan salah satu tenaga kesehatan yang dituntut memiliki kinerja yang baik dalam meningkatkan manajemen tatalaksana BBLR saat lahir, sehingga bayi yang lahir dengan BBLR dapat tumbuh dan berkembang dengan optimal.

Metodelogi :Jenis penelitian deskriptif dengan metode kualitatif. Informan utama
penelitian adalah 8 bidan desa di wilayah kerja Puskesmas II Sumbang, sedangkan informan pendukung penelitian adalah Kepala Puskesmas II Sumbang, bidan koordinator Puskesmas II Sumbang, 8 ibu yang memiliki bayi BBLR. Keabsahan data dengan triangulasi sumber. Analisis data dengan reduksi data, penyajian data dan penarikan atau verifikasi kesimpulan.

Hasil Penelitian :Bidan mengetahui cara mencegah dan menangani BBLR. Perilaku yang dilakukan bidan untuk mencegah terjadinya BBLR yaitu dengan melakukan konseling gizi, memberikan PMT ibu hamil, memantau LILA, memotivasi ibu dan keluarga untuk memerhatikan pola gizinya, melakukan penyuluhan saat kelas ibu hamil, ANC terpadu dan kolaborasi dengan dokter dan petugas gizi. Perilaku yang dilakukan bidan apabila menemukan kasus BBLR yaitu dengan memantau pertumbuhan dan asupan ASInya di rumah, melakukan konseling, dirujuk ke rumah sakit dan memberikan motivasi.

Kesimpulan :Pengetahuan dan perilaku bidan terkait BBLR sesuai dengan kompetensi yang harus dimiliki bidan.
Background :Midwives are ones of health workers who are required to have a good performance in improving the management of LBW at birth so that babies born with LBW can grow and develop optimally.

Methodology :The type of research is descriptive with a qualitative method. The primary informants of the study are 8 village midwives in the working area of Puskesmas II Sumbang, whereas the supporting informants are the Head of PuskesmasII Sumbang, midwive coordinator Puskesmas II Sumbang and 8 mothers who have LBW babies. Data validity is obtained by source triangulation. Data analysis is obtained by data reduction, data presentation, and withdrawal or verification of conclusions.

Result of the Research :Midwives know how to prevent and treat LBW. Midwives need to employ several behaviors to prevent LBW, such as by doing nutrition counseling, giving PMT for pregnant mothers, monitoring LILA, motivating mothers and family to pay attention to nutrition pattern, doing counseling during pregnancy class, performing integrated ANC, and collaborating with doctor and nutritionist. If midwives encounter LBW case, midwives monitor the baby’s growth and intake of ASI at home, also conduct counseling, refer to a hospital and give motivation.

Conclusion: Knowledge and behavior of midwives in the case of LBW are related to the competence of midwives.
1656920936D1E013070HUBUNGAN GAYA KEPEMIMPINAN DAN KEMAMPUAN MOTIVASI KETUA KELOMPOK DENGAN KOMITMEN ORGANISASI ANGGOTA KELOMPOK PETERNAK SAPI PERAH
DI KABUPATEN BOYOLALI
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan gaya kepemimpinan dan kemampuan motivasi ketua kelompok dengan komitmen organisasi anggota kelompok peternak sapi perah di Kabupaten Boyolali. Sasaran penelitian adalah kelompok peternak sapi perah di Kabupaten Boyolali. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey, serta metode penetapan sampel yang digunakan metode cluter sampling dengan total responden 48 orang. Metode analisis penelitian yang digunakan adalah analisis deskriptif dan korelasi rank spearman. Berdasarkan hasil analisis korelasi rank spearman diperoleh: variabel gaya kepemimpinan ketua kelompok memiliki hubungan yang nyata dengan komitmen organisasi anggota kelompok yaitu sebesar 0,339. Artinya, ada hubungan nyata gaya kepemimpinan demokratis ketua kelompok dengan komitmen organisasi anggota kelompok peternak; variabel kemampuan motivasi ketua kelompok dengan komitmen organisasi anggota kelompok peternak yaitu sebesar 0,591. Ada hubungan nyata kemampuan motivasi ketua kelompok dengan komitmen organisasi anggota kelompok peternak. Kesimpulan dari hasil penelitian adalah semakin tinggi gaya kepemimpinan demokratis dan kemampuan motivasi ketua kelompok maka semakin tinggi pula komitmen organisasi anggota kelompok.This study aims to analyze the relationship of leadership style and motivation ability of group leader with organizational commitment of dairy cattle breeder group in Boyolali District. The research target were dairy farmer group in Boyolali District. The research method used was survey method, and sample determination method used cluster sampling method with total respondent of 48 people. The method of research analysis used was descriptive analysis and rank spearman correlation. Results of Spearman rank correlation analysis showed that: leadership style variables group leader has a highly significant relationship to organizational commitment of group member that was equal to 0.339. And there was a significant relationship of democratic leadership style of group leader to commitment of member organization of farmer group; variable of motivation ability of group leader with commitment of member organization of breeder group that was equal to 0,591. There was a significant relationship motivation ability of group leader with commitment of member organization of farmer group. The conclusion of the research result was that the higher the democratic leadership style and the motivation ability of the group leader, the higher the commitment of the organization of group members.
1657019852A1C010049STRUKTUR DAN DISTRIBUSI PENDAPATAN RUMAH TANGGA PETANI DI DESA KALITINGGAR KECAMATAN PADAMARA KABUPATEN PURBALINGGARumah tangga petani di Desa Kalitinggar umumnya memiliki pendapatan yang tidak berasal dari satu sumber, tetapi berasal dari dua atau lebih sumber pendapatan. Pengusahaan lahan pertanian di Desa Kalitinggar relatif sempit menyebabkan rendahnya tingkat pendapatan rumah tangga petani, sehingga banyak petani dan anggota keluarga yang memiliki pekerjaan diluar usahatani (on farm) untuk memenuhi kebutuhan rumah tangganya. Pekerjaan yang umumnya dilakukan oleh petani di Desa Kalitinggar yaitu pekerjaan di sektor off farm dan non farm. Pekerjaan tambahan lain yang dijalani membuat terjadinya perbedaan struktur pendapatan rumah tangga petani yang menyebabkan perbedaan pendapatan total rumah tangga petani, sehingga menimbulkan ketidakmerataan pendapatan. Penelitian ini bertujuan untuk 1) Menghitung rata-rata pendapatan rumah tangga petani per tahun 2) Menganalisis struktur dan distribusi pendapatan rumah tangga petani di Desa Kalitinggar Kecamatan Padamara Kabupaten Purbalingga.
Penelitian dilaksanakan pada semua kelompok tani yang ada di Desa Kalitinggar Kecamatan Padamara Kabupaten Purbalingga yaitu kelompok tani Karya Mukti I dan kelompok tani Karya Mukti II pada tanggal 6 Januari sampai 31 Januari 2017. Terdapat 27 orang petani yang aktif di kelompok tani Karya Mukti I dan 21 orang petani yang aktif di kelompok tani Karya Mukti II. Sampel dipilih secara simple random sampling. Analisis data yang digunakan adalah analisis biaya dan pendapatan usahatani, analisis deskriptif, dan analisis distribusi pendapatan.
Hasil penelitian menunjukkan persentase pendapatan rumah tangga petani tertinggi berasal dari usahatani lahan garapan (on farm) sebagai pendapatan utama yaitu 56,31%. Nilai persentase rumah tangga petani di daerah penelitian memiliki struktur pendapatan yang berasal dari on farm, off farm dan non farm yaitu sebanyak 60% dari rumah tangga petani responden. Distribusi pendapatan pada daerah penelitian tingkat ketimpangan distribusi pendapatannya tergolong rendah dengan angka koefisien Gini sebesar 0,20. Menurut metode Bank Dunia yang mendasarkan penilaian distribusi pendapatan atas jumlah pendapatan penduduk yang masuk kategori 40 persen terendah terhadap total pendapatan seluruh penduduk diatas 17 persen, maka distribusi pendapatan dikategorikan memiliki ketimpangan pendapatan rendah (low inequality). Persentase distribusi pendapatan pada daerah penelitian yaitu sebesar 26,14%.
Farmers' households in Kalitinggar village generally have revenues not from one source, but from two or more sources of income. Farming of agricultural land in Kalitinggar village is relatively narrow resulting in low income levels of farm households, resulting in many farmers and family members who have jobs outside the on farm to meet their household needs. The work generally done by farmers in Kalitinggar Village is work in off farm and non farm sector. Other additional work undertaken leads to differences in the structure of household income of farmers which leads to a difference in total incomes of farm households, resulting in income inequality. The purpose of this study is to 1) Calculate the average income of farm households in one year 2) Analyzing the structure and distribution of household income of farmers in Kalitinggar Village, Padamara Sub-district, Purbalingga District.
The study was conducted on all farmer groups in Kalitinggar Village, Padamara Subdistrict, Purbalingga District, Karya Mukti I and Karya Mukti II Farmer Group on January 6 to January 31, 2017. There are 27 farmers active in the Karya Mukti I farmer group and 21 farmers active in the Karya Mukti II farmer group. The sample is selected by simple random sampling. Data analysis used is cost analysis and farm income, descriptive analysis, and income distribution analysis.
The results showed that the highest percentage of farmer household income was from farming on farms as main income of 45,14%. The percentage of farmers' households in the study area has a revenue structure from off farm, off farm and non farm as much as 60% of the households of the farmers. Distribution of income in the research area the level of inequality of income distribution is middle (between 0.36 to 0.49) with the Gini coefficient of 0,46. According to the World Bank's method of basing the revenue distribution of income received by 40 percent of the lowest income population, it shows that the distribution of income in the study area is also in the category of low inequality, which is 12 to 17 percent of the total income of all farmers. Percentage of income distribution in research area that is equal to 12,34%.
1657119853A1C013039Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keputusan Pembelian Beras Hitam Organik di Kota TasikmalayaKota Tasikmalaya merupakan salah satu daerah yang memproduksi beras hitam organik di Jawa Barat. Salah satunya adalah beras hitam organik produksi CV. SU Pertanian. Beras hitam organik merupakan bahan pangan alternatif yang banyak diminati konsumen karena manfaatnya dan juga karena kandungan seratnya yang tinggi dibandingkan beras lainnya, maka perlu dianalisis faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian beras hitam organik di Kota Tasikmalaya sehingga dapat mengetahui bagaimana karakteristik konsumen beras hitam organik dan mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi konsumen sehingga melakukan keputusan pembelian terhadap beras hitam organik. Penelitian ini bertujuan untuk : 1) Mengetahui karakteristik konsumen beras hitam organik di daerah Kota Tasikmalaya; 2) Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian beras hitam organik di Kota Tasikmalaya.
Metode pengambilan sampel dilakukan dengan teknik accidentally sampling terhadap 100 responden yang membeli produk beras hitam organik produksi CV. SU Pertanian di beberapa lokasi seperti kantor produksi, agen, dan swalayan. Data penelitian berupa data primer dan sekunder diperoleh melalui survei, wawancara, kuesioner, dan studi pustaka. Penelitian dilaksanakan pada bulan April 2017 dengan sasaran penelitian adalah konsumen yang membeli produk beras hitam organik produksi CV. SU Pertanian. Analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis regresi linear berganda.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik konsumen beras hitam organik di Kota Tasikmalaya mayoritas berprofesi sebagai pegawai swasta, berjenis kelamin laki-laki, kisaran usia 41 sampai 60 tahun, telah menyelesaikan pendidikan akhir sarjana atau perguruan tinggi, memiliki jumlah pendapatan rumah tangga antara Rp2.850.000,00 sampai dengan Rp4.999.999,00 per bulan, memiliki jumlah anggota keluarga dalam rumah tangga sebesar 3 orang, melakukan pembelian dengan frekuensi 2 kali per bulan, dan tempat pembelian beras hitam organik konsumen adalah di kantor produksi beras hitam organik. Faktor-faktor yang secara nyata mempengaruhi keputusan pembelian beras hitam organik di daerah Kota Tasikmalaya adalah green marketing, green consumer behavior, motivasi konsumen, jumlah pendapatan rumah tangga, tingkat pendidikan, dan frekuensi pembelian.
Tasikmalaya is the city which produces organic black rice in West Java. Organic black rice was used as the alternative of staple food besides of another rice, which is great demanded by consumers because of not only its benefit but also the content of fiber which is higher than another rice, so it is needed to be analyzed the factors which influence the purchase decision of organic black rice in Tasikmalaya City, so it can be known the consumers characteristic of organic black rice and to know what factors which affect consumers to make purchasing decisions on organic black rice. This study aims to: 1) Knowing the characteristics of organic black rice consumers in the region of Tasikmalaya City; 2) Analyzing the factors which influence the purchasing decision of organic black rice in Tasikmalaya City.
The sampling method was done by using accidentally sampling on 100 consuments in which purchase organic black rice which produced by CV. SU Pertanian in some location likes production office, agents, and supermarket. The research data in the form of primary data and secondary data was obtained through interviews, questionnaires and literature. The research was conducted in April 2017 with the consumers who bought organic black rice which produced by CV. SU Pertanian. The analysis which is used is descriptive analysis and multiple linear regression analysis.
The result of the research showed that the characteristics of organic black rice consumers in Tasikmalaya City mostly work as private employees, the sex was male, with range aged 41 to 60 years, have completed the college degree, has the amount of household income between Rp2.850.000, 00 up to Rp4.999.999,00 per month, has 3 family members, purchases organic black rice twice in a month, and purchases organic black rice in the organic black rice production office. The actual factors which influence the purchase decision of organic black rice in Tasikmalaya City are green marketing, green consumer behavior, consumer motivation, family income, level of education, and frequency of purchasing.
1657219854H1A013039ISOLASI DAN IDENTIFIKASI SENYAWA AKTIF DARI FRAKSI ETIL ASETAT DAUN PUSPA (Schima wallichii) SERTA UJI AKTIVITAS SEBAGAI ANTIOKSIDANPuspa (S. wallichii) termasuk ke dalam keluarga teh (Theaceae). Puspa diketahui memiliki aktivitas biologis sebagai antioksidan, antimalaria, antipiretik, dan antikanker. Tahapan pada penelitian ini adalah pengujian aktivitas antioksidan fraksi etil asetat daun puspa, isolasi senyawa menggunakan kromatografi kolom, identifikasi hasil isolasi menggunakan FTIR, serta uji aktivitas senyawa hasil isolasi dengan menggunakan metode DPPH. Hasil uji aktivitas antioksidan fraksi etil asetat menunjukkan bahwa fraksi etil asetat daun puspa memiliki aktivitas antioksidan dengan nilai IC50 sebesar 17,71 μg/mL. Pemisahan fraksi etil asetat dengan kromatografi lapis tipis menghasilkan eluen terbaik yaitu n-heksana:etil asetat 6:4, serta pemisahan dengan kromatografi kolom menghasilkan 135 fraksi dengan 14 fraksi gabungan, dan senyawa target diisolasi dengan metode kromatografi lapis tipis preparatif. Hasil kromatografi lapis tipis preparatif menunjukkan dua spot senyawa. Berdasarkan interpretasi spektrum FTIR, senyawa hasil isolasi diduga merupakan golongan flavonoid serta memiliki gugus fungsi yaitu C=O (karbonil), OH (hidroksil), CH sp2, C=N, CH3, C-O, dan CH aromatis . Hasil uji aktivitas antioksidan hasil isolasi menunjukkan bahwa senyawa memiliki aktivitas antioksidan sangat kuat dengan nilai IC50 sebesar 48,04 μg/mL.Puspa (S. wallichii) is one of plants belong to the tea family (Theaceae). Puspa has a biological activities as antioxidant, antimalarial, antipyretic, and anti-cancer. Steps in this study are antioxidant activity test of ethyl acetate fraction of puspa leaf, compound isolation using column chromatography, identification of active compound using FTIR, and antioxidant activity test of isolated compound with DPPH method. Results of antioxidant activity test of ethyl acetat fraction showed that ethyl acetate fraction has antioxidant activity with IC50 17.71 μg/mL. Separation of aethyl acetat fraction by using thin layer chromatography showed that n-hexane:ethyl acetat 6:4 was the best eluent, and separation with column chromatography produced 135 fractions which combined into 14 combined fractions, and target compound was isolated by using preparative thin layer chromatography. The result of preparative TLC showed two spots of compound. Based on FTIR spectra interpretation, isolate was estimated as a flavonoid which have some functional groups such as C=O (carbonyl), OH (hydroxyl), CH sp2, C=N, CH3, C-O, and CH aromatic. Result of antioxidant activity test of isolated compound showed that that compound have so strong antioxidant activity with IC50 48.04 μg/mL.
1657319856A1L013131APLIKASI 4 JENIS PUPUK ORGANIK CAIR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL 4 GENOTIPE TANAMAN KEDELAI (Glycine max (L). Merr) Rendahnya produksi kedelai diakibatkan oleh berkurangnya lahan subur yang disebabkan penggunaan pupuk anorganik secara terus menerus. Oleh karena itu dilakukan usaha perbaikan dengan cara penggunaan pupuk organik, khususnya pupuk organik cair. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui pengaruh dari pupuk organik cair pada tanaman kedelai, 2) mengetahui jenis pupuk organik cair yang baik bagi tanaman kedelai, 3) mengetahui genotipe kedelai yang mampu memberikan pertumbuhan dan hasil yang terbaik. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan januari 2017 sampai april 2017 di kebun percobaan Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Terbagi (Split Plot Design) dengan 2 faktor perlakuan. Faktor pertama adalah POC (kontrol, Multivit, M-Bio P, Nutrizim, V3) dan faktor kedua yaitu genotipe (Slamet, Grobogan, G71, G76), dengan 3 ulangan. Variabel yang diamati adalah pH tanah, Kandungan C organik, N-total, N tersedia, tinggi tanaman (cm), jumlah cabang produktif (buah), jumlah daun (helai), umur berbunga, umur panen, bobot kering akar (g), bobot brangkasan (g), diameter batang (cm), jumlah biji pertanaman,bobot biji pertanaman (g), jumlah buku, jumlah polong, bobot 100 biji (g), bobot biji per petak efektif. Hasil penelitian menunjukkan pemberian pupuk organik cair tidak mempengaruhi pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai pada semua variabel. Setiap genotipe tanaman kedelai memiliki struktur genetik yang berbeda dan menampilkan pertumbuhan dan hasil yang berbeda. Varietas Slamet memiliki produktivitas yang sama dengan Galur 71 dan Galur 76 dengan bobot biji pertanaman berturut-turut 23,31 g, 19,17 g, dan 19,40 g. Terdapat korelasi yang erat antara karakter jumlah daun, jumlah polong, jumlah buku, bobot brangkasan, bobot kering akar, jumlah biji per tanaman dengan karakter bobot biji per tanaman. The low production of soybean is caused by the decreasing of fertile land caused by continuous use of inorganic fertilizer. Therefore, efforts are done with the use of organic fertilizer, especially liquid organic fertilizer. This research aims to 1) study the effect of liquid organic fertilizer on soybean crop, 2) study the type of liquid organic fertilizer which is good for soybean crop, 3) study the soybean genotype that can give the best growth and yield. This research was conducted from January 2017 until april 2017 in experimental garden of General Soedirman University, Purwokerto. This study used Split Plot Design with 2 treatment factors. The first factor was POC (control, Multivit, M-Bio P, Nutrizim, V3) and the second factor was genotype (Slamet, Grobogan, G71, G76), with 3 replications. The observed variables were soil pH, organic C content, N-total, N available, plant height (cm), number of productive branches (fruit), number of leaves (strands), flowering age, harvest age, root dry weight (g ), Weight of stalk (g), stem diameter (cm), number of crop seeds, crop seed weight (g), nodes number of the main stem , number of pods, weight of 100 seeds (g), seed weight per effective plot. The result showed that the application of organic liquid fertilizer did not affect the growth and yield of soybean crop on all observation variables. Each genotype of soybean plants has different genetic structure and display different growths and outcomes. Slamet Varieties have the same productivity as Galur 71 and Galur 76, with weight of crop seeds consecutive is 23,31 g, 19,17 g, 19,40. There is a close correlation between number of leaves, number of pods, nodes number of the main stem, plant dry weight, root dry weight, number of seeds of crop with plant seed weight.
1657421377C1B013125PENGARUH RETURN ON ASSETS NET PROFIT MARGIN KEPEMILIKAN MANAJERIAL KEPEMILIKAN INSTITUSIONAL DAN PENGUNGKAPAN CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY TERHADAP PRICE TO BOOK VALUE“Pengaruh Return On Assets, Net Profit Margin, Kepemilikan Manajerial, Kepemilikan Institusional, dan Pengungkapan Corporate Social Responsibility terhadap Price to Book Value” merupakan penelitian yang bertujuan untuk menganalisis faktor yang mempengaruhi Price to Book Value (PBV) pada perusahaan sub sektor makanan dan minuman periode 2012-2016. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Return On Assets (ROA) dan Net Profit Margin (NPM) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Price to Book Value (PBV). Sedangkan kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional, dan pengungkapan Corporate Social Responsibility (CSR) tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Price to Book Value (PBV).“Pengaruh Return On Assets, Net Profit Margin, Kepemilikan Manajerial, Kepemilikan Institusional, dan Pengungkapan Corporate Social Responsibility terhadap Price to Book Value” is a research that purpose to analyze the factors that affect Price to Book Value (PBV) on foods and beverages companies period 2012-2016. The result of this research showed that Return On Assets (ROA) and Net Profit Margin (NPM) has positive and significant influence to Price to Book Value (PBV). Mainwhile managerial ownership, institutional ownership, and Corporate Social Responsibility doen’t have significant influence to Price to Book Value (PBV).
1657519858A1C110021ANALISIS POTENSI WILAYAH KOMODITAS UNGGULAN PANGAN DAN TINGKAT PROFITABILITAS DI KABUPATEN BANYUMASKabupaten Banyumas perlu melakukan identifikasi mengenai komoditas pertanian khususnya tanaman pangan dan sekaligus mengkaji perkembangannya agar dapat ditemukan komoditas pertanian potensial yang memiliki keunggulan untuk dikembangkan di setiap wilayah kecamatan di Kabupaten Banyumas. Komoditas pertanian potensial dalam pengembangannya diharapkan akan mampu meningkatkan pendapatan asli daerah. Peningkatan PAD diharapkan pula akan dapat mempercepat proses pembangunan di Kabupaten Banyumas.
Kondisi ketahanan pangan di masing-masing daerah sangat beragam, dipengaruhi oleh faktor potensial sumber daya alam yang tersedia, iklim, sumber daya manusia, dan lainnya. Pengembangan tanaman pangan di suatu daerah harus memperhatikan faktor-faktor tersebut agar dapat tercapai produktivitas dan keuntungan yang tinggi. Oleh karena itu, diperlukan sebuah penelitian dalam rangka pengembangan tanaman pangan, sehingga diketahui wilayah mana saja yang mempunyai komoditas andalan yang dapat dikembangkan secara intensif oleh masyarakat setempat sesuai dengan potensi daerahnya.
Penelitiaaan ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui disribusi (penyebaran) komoditas unggulan pada setiap kecamatan di Kabupaten Banyumas; (2) Mengetahui potensi setiap kecamatan di Kabupaten Banyumas yang memiliki komonitas unggulan; (3) Mengetahui surplus produksi komoditas basis tanaman unggulan pangan di setiap kecamatan di Kabupaten Banyumas; (4) Mengetahui tingkat pertumbuhan komoditas basis tanaman pangan pada setiap kecamatan di Kabupaten Banyumas; (5) Mengetahui tinggkat surplus produksi dan tingkat keuntungan setiap kecamatan di Kabupaten Banyumas. Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder yang meliputi luas panen dan produksi (2) komoditas unggulan pangan (padi dan jagung) setiap kecamatan di kabupaten banyumas tahun 2014 sampai 2016. Metode analisis yang digunakan adalah (1) Location Quotient (LQ); (2) Koefisien Lokalisasi (); (3) Koefisien Spesialisasi (); (4) Surplus Produksi (SP); (5) Analisis Pergeseran Netto (Net Shift Analysis); (6) Analisis Super Impose (SI); (6) Analisis Finansial.
`Hasil Penelitian menunjukkan bahwa (1) Berdasarkan analisis koefisiensi spesialisasi komoditas basis tanaman pangan utama lokalisasinya cenderung menyebar pada setiap kecamatan dan tidak satu pun kecamatan yang melakukan spesialisasi pada komoditas tanaman pangan utama tertentu (2) Tidak semua kecamatan di Kabupaten Banyumas memiliki komoditas basis tanaman pangan utama yang berbeda. Beberapa kecamatan memiliki komoditas yang sama namun dengan hasil produksi yang berbeda (3) Surplus produksi dan luas panen di setiap kecamatan ada yang bernilai positif dan negatif, tetapi tidak semua komoditas basis memberikan kontribusi yang besar terhadap surplus kecamatan (4) Aspek finansial usahatani padi di Kecamatan Baturraden dengan pendapatan bersih sebesar Rp 7.775.000 tahun 2016 Sedangkan usahatani jagung di Kecamatan Sumbang dengan pendapatan bersih sebesar Rp. 9.807.000
Banyumas regency needs to identify agricultural commodities, especially food crops, as well as to examine its development in order to find potential agricultural commodities that have the advantage to be developed in every district in Banyumas Regency. Potential agricultural commodities in its development are expected to increase local revenue. The increase of PAD is also expected to accelerate the development process in Banyumas Regency.
Food security conditions in each region vary widely, influenced by potential natural resource factors available, climate, human resources, and others. Development of food crops in a region should pay attention to these factors in order to achieve high productivity and profits. Therefore, it needs a research in the framework of developing food crops, so it is known which areas have a reliable commodity that can be developed intensively by the local community in accordance with the potential of the region.
This research aims to: 1) Know the distribution (spread) of leading commodities in every district in Banyumas Regency; (2) To know the potency of every sub-district in Banyumas Regency which has superior commodity; (3) To know the surplus of commodity production of food crops superior base in every sub-district in Banyumas Regency; (4) To know the growth rate of food crop base commodity in every sub-district in Banyumas Regency; (5) Knowing the surplus of production and profitability of each sub-district in Banyumas Regency. The data used are primary and secondary data covering harvested area and production (2) commodity of food (paddy and corn) every sub-district in banyumas district from 2014 until 2016. The analysis method used is (1) Location Quotient (LQ); (2) Localization Coefficient (); (3) Specialization Coefficient (); (4) Surplus Production (SP); (5) Net Shift Analysis; (6) Super Impose Analysis (SI); (6) Financial Analysis
The result of the research shows that (1) Based on the analysis of the specialization coefficient of commodity, the main crop base of localization food tends to spread in every sub-district and not one kecamatan specializes in certain main food crops. (2) Not all districts in Banyumas have commodities crop base Different headlines. Several sub-districts have the same commodities but with different production outputs (3) Surplus of production and harvest area in each sub-district have positive and negative values, but not all of the basic commodities contribute substantially to the kecamatan surplus (4) Financial aspects of rice farming in Baturraden District with net income of Rp 7.775.000 for a period of three years While corn farming in Kecamatan Sumbang with net income of Rp. 9.807.000
1657619863F1B013086IMPLEMENTASI PERATURAN DAERAH NOMOR 6 TAHUN 2016 TENTANG BADAN USAHA MILIK DESA (BUMDES) DI DESA SUSUKAN KECAMATAN SUMBANG KABUPATEN BANYUMASTujuan penelitian ini mendeskripsikan bagaimanakah proses Implementasi Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2016 Tentang Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Desa Susukan Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas. Lokasi penelitian dilakukan di Desa Susukan Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas. Penelitian ini menggunakan teori implementas dari Lineberry dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif, dan untuk teknik pemilihan informan dengan purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Untuk menjamin keabsahan data digunakan teknik triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemerintah Desa Susukan membentuk BUMDes sebagai motor penggerak ekonomi di desa namun dalam pembentukannya masih minim sehingga muncul beberapa permasalahan diantaranya adalah belum ada penjabaran tujuan yang jelas ke dalam aturan pelaksana atau SOP (Standard Operating Procedurs) dan kurangnya alokasi sumberdaya manusia dan alokasi sumberdaya non manusia menjadi faktor penghambat dalam pembentukan BUMDes. Implementasi pembentukan BUMDes Susukan secara umum sudah berjalan dengan baik. Hal ini bisa dilihat berdasarkan berjalannya program BUMDes secara baik. Meski dalam prosesnya belum berjalan optimal karena ada beberapa yang harus diperbaiki.

Kata Kunci: Implementasi, Pembentukan, Pembangunan, Desa, BUMDes.
The purpose of this study is to describe how the process of Implementation of Regional Regulation No. 6 of 2016 on BUMDes in Susukan Village Sumbang District Banyumas Regency. The study was conducted in the Village of Susukan Sumbang District Banyumas Regency. This research uses Lineberry implementation theory by using method qualitative descriptiv, and purposive sampling as the technique for selection of informan. The data was collected throught in depth interview, observation and documentation. To ensure the validity of data used triangulation techniques. The results of the research showed that the government of Susukan Village formed BUMDes as the economic driving force in the village but in its formation was still minimal so that some problems such as there was no clear explanation of the objectives into the implementing rules or SOP (Standard Operating Procedures) and lack of allocation of human resources and allocation Non-human resources become an obstacle factor in the establishment of BUMDes. Implementation of the formation of BUMDes Susukan in general is running well. This can be seen based on the running BUMDes program well. Although in the process has not run optimally because there are some that must be fixed.

Keywords: Implementation, Establishment, Development, Village, BUMDes.
1657719857H1F011069Geologi dan Landaian Suhu Panas Bumi Pada Sumur KDD-1 Daerah Kadidia dan sekitarnya, Kecamatan Nokilalaki, Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi tengahDaerah penelitian terletak pada daerah Kadidia dan sekitarnya, Kecamatan Nokilalaki, Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi tengah. Posisi geografis daerah ini pada koordinat 120 derajat 6 menit 21 detik BT - 120 derajat 11 menit 43 detik BT dan 1 derajat 12 menit 52 detik LS - 1 derajat 9 menit 13 detik LS. Daerah penelitian memiliki luas 10x7 km. Sumur Landaian suhu KDD-1 terletak pada koordinat 120 derajat 6 menit 21 detik BT dan 1 derajat 12 menit 52 detik LS dengan elevasi sekitar 632 di atas permukaan laut. Daerah ini merupakan salah satu lapangan panas bumi vulkanik yang berpotensi cukup baik. Untuk mengetahui aspek kepanasbumian berupa landaian suhu di daerah ini diperlukan penyelidikan dengan cara melakukan pengeboran pada daerah sekitar manifestasi panas bumi berupa mata air panas. Metode penelitian yang digunakan yaitu dengan melakukan pemetaan pada daerah penelitian untuk dapat menentukan satuan batuan pada daerah tersebut. Metode ini juga didukung dengan analisis data. Analisis data laboratorium yang dilakukan yaitu analisis petrografi, analisis ini dilakukan dengan melihat batuan pada sayatan tipis yang dimaksudkan untuk melihat mineral secara mikroskopis. Analisis data laboratorium lain yang dilakukan yaitu analisis specterra untuk mengetahui komposisi pada mineral alterasi, Selan itu analisis data lain yang digunakan yaitu analisis landaian suhu dengan cara mengolah data logging temperature sehingga didapatkan nilai landaian suhunya. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, daerah penelitian di bagi menjadi 6 satuan batuan, yaitu Satuan breksi, Satuan batupasir, Satuan intrusi granit A, Satuan intrusi granit B, Satuan intrusi granit C dan satuan dataran aluvial. Struktur yang berkembang pada daerah tersebut berupa sesar sesar geser sinistral kamarora dan sesar geser dekstral kadidia. Hasil perhitungan landaian suhu didapatkan nilai landaian suhu sebesar 9,96 derajat celcius/100m atau sekitar tiga kali lebih besar dari gradien rata rata bumi (3 derajat Celcius/100m).The research area is located at Kadidia and surrounding areas, Nokilalaki District, Sigi Regency, Central Sulawesi. Geographic position of this area is 120 degree 6 minute 21 second BT - 120 degree 11 minute 43 second BT dan 1 degree 12 minute 52 second LS - 1 degree 9 minute 13 second LS. Thermal gradient wellsite KDD-1 is located at 120 degree 6 minute 21 second BT dan 1 degree 12 minute 52 second LS coordinates with elevations of about 632 m above sea level. Knowing the geothermal aspect of thermal gradient in this area is neededto investigate by drilling on hot springs of the around geothermal manifestation area. Research method used by doing the mapping on the research area to be able and to determine the unit of rocks on the area. The research method is also supported by analysis, laboratory analysis that conducted of petrographic analysis, this is done by looking at the rocks on a thin incision that is intended for viewing minerals microscopically. Other laboratory analysis is specterra to find out the composition of mineral alteration and analysis of thermal gradient. Based on the research that has been done, the research area is divided into 6 units of rock, namely breccia unit, sandstone unit, granite intrusion unit A, granite intrusion unit B, granite intrusion unit C and alluvial plain unit. The structure that develop in the area is kamarora sinistral fault and kadidia dekstral fault. The calculation result of thermal gradient is obtained by value thermal gradient 9,96 degree celcius/100 meter or about three time bigger than the earth mean gradient (3 degree celcius/100 meter.
1657819905F1C013016ANALISIS RESEPSI PEREMPUAN DEWASA AWAL TERHADAP KETIDAKADILAN GENDER DALAM FILM 7 HATI 7 CINTA 7 WANITAPenelitian ini mendeskripsikan tentang penerimaan dan pemaknaan perempuan dewasa awal terhadap ketidakadilan gender yang muncul dalam film 7 Hati 7 Cinta 7 Wanita. Film menjadi salah satu media massa yang dapat mempengaruhi penonton tentang apa yang tersaji di dalamnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana pemaknaan dan penerimaan perempuan dewasa awal dengan latar belakang sosial kultural yang berbeda terhadap ketidakadilan gender yang muncul dalam film 7 Hati 7 Cinta 7 Wanita. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang menghasilkan data deskriptif yakni berupa kata-kata tertulis dari subjek yang diteliti. Melalui focus group disscussion (FGD) dan wawancara mendalam yang peneliti lakukan sebelumnya, dapat memaparkan pemaknaan akan isu gender dan bagaimana penerimaan informan terhadap isu gender yang kemudian dikaitkan dengan tiga klasifikasi spectrum of reading dari David Morley yaitu hegemonic reading, negotiated reading dan oppositional reading.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan penerimaan ketidakadilan gender dari informan yang mana sembilan informan penelitian masuk dalam dua dari tiga klasifikasi yang ada yakni lima orang dalam klasifikasi negotiated reading dan empat orang masuk dalam klasifikasi oppositional reading. Mereka yang masuk dalam negotiated reading antara lain perempuan yang bekerja part time. Mereka lebih bisa toleransi dengan ketidakadilan gender karena ada tanggung jawab dari pekerjaan yang mereka jalani. Oppositional reading berisikan perempuan yang diantaranya pernah mengalami ketidakadilan gender dan kurang bisa mentolerir ketidakadilan gender ataupun feminisme.
This study describes the acceptance and meaning of early adult women against gender inequality that appears in the movie 7 Hati 7 Cinta 7 Wanita. Film became one of the mass media that can affect the audience about what is presented in it. The purpose of this study was to determine the extent to which the meaning and acceptance of early adult women with different social cultural backgrounds to gender inequality that appears in the movie 7 Hati 7 Cinta 7 Wanita. This study uses qualitative methods that generate descriptive data that is in the form of written words from the subject under study. Through focus group disscussion (FGD) and in-depth interviews that researchers did before, can explain the meaning of gender issues and how the informant’s acceptance of gender issues then associated with three classifications of spectrum of reading from David Morley namely hegemonic reading, negotiated reading and oppositional reading.
The results showed that there were differences in gender acceptance of gender injustice from the informants in which nine informants were included in two of the three classifications, five were in the negotiated reading classification and four were classified as oppositional reading. Those who entered in the negotiated reading, among others, women who work part time. They are more tolerant of gender inequality because of the responsibilities of the work they are living. Oppositional reading contains women who have experienced gender injustice and are unable to tolerate gender inequity or feminism.
1657925481H1D015058RANCANG BANGUN SISTEM PAKAR PENYAKIT TANAMAN PADI BERBASIS WEB MENGGUNAKAN METODE NAIVE BAYESTanaman Padi menjadi sumber kehidupan yang terus menerus dibutuhkan. Namun tanaman padi terdapat banyak penyakit yang menyerang menjadikan gagal panen. Teknologi sangat dibutuhkan sepada para petani padi. Informasi tentang penyakit kurang tersampaikan kepada petani padi karena terbatas informasi dari pakar. Dari permasalahan tersebut maka dapat diatasi dengan membangun sebuah sistem pakar penyakit tanaman padi. Dengan menggunakan metode naive bayes agar mendapatkan nila keakuratan maka dalam identifikasi penyakit tanaman padi menjadi lebih mudah, flexible dan mempunyai tingkat keakuratan yang diharapkan.
Rice plants are a continuous source of life needed. However, there are many diseases that attack rice plants that make crop failure. Technology is very much needed by rice farmers. Information about lack of disease was conveyed to rice farmers because of limited information from experts. From these problems, it can be overcome by building a system of experts on rice plants. By using the Naive Bayes method in order to get the accuracy value, in identifying the disease of rice plants it becomes easier, flexible and has the expected level of accuracy.
1658019859D1E013086PENGARUH PENGGUNAAN PUTIH TELUR DALAM PEMBUATAN BAKSO DAGING AYAM PETELUR AFKIR TERHADAP KADAR AIR, KEKENYALAN DAN YIELDPengaruh Penggunaan Putih Telur Dalam Pembuatan Bakso Daging Ayam Petelur Afkir Terhadap Kadar Air, Kekenyalan dan Yield. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penggunaan jumlah putih telur yang berbeda pada pembuatan bakso daging ayam petelur afkir terhadap kadar air, kekenyalan dan yield bakso. Pengambilan data dilaksanakan mulai tanggal 7 April sampai 3 Mei 2017. Materi yang digunakan meliputi bahan dan alat seperti daging ayam petelur afkir, tepung tapioka, bumbu-bumbu, putih telur, timbangan analitik, mixer, sendok, baskom, oven, dan penetrometer. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Teknologi Hasil Ternak dengan metode eksperimen. Rancangan yang digunakan yaitu rancangan acak lengkap (RAL). Terdapat empat perlakuan penggunaan putih telur yaitu P1 (6%), P2 (9%), P3 (12%) dan P4 (15%) dengan enam kali ulangan. Variabel yang diukur adalah kadar air, kekenyalan dan yield. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis variansi dan uji orthogonal polinomial.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan putih telur memberikan pengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap kadar air,kekenyalan, dan yield bakso.Rataan nilai kadar air yaitu 72,14; 73,03; 73,60 dan 74,02%, dengan persamaan garis Y= 71,03 + 0,21X (r= 0,96). Rataan nilai kekenyalan yaitu 0,0713; 0,0724; 0,0738 dan 0,0751 mm/g/dtk, dengan persamaan garis Y= 0,0686 + 0,0004X (r= 0,96). Rataan nilai yield yaitu 100,94; 101,39; 102,07 dan 103,17%, dengan persamaan garis Y= 99,26 + 0,25X(r= 0,96).Kesimpulan, penggunaan jumlah putih telur hingga 15% pada pembuatan bakso ayam petelur afkir meningkatkan kadar air, menurunkan kekenyalan dan meningkatkan yield.

Effect of Addition Egg White on Water Content, Firmness and Yield of Spent Laying Hen Meatball. Purpose of the research was to study the effect of different levels addition egg white onwater content, firmness and yield of spent laying hen meatball. Research was do on 7 April until 3 May 2017. The materials are spent laying hen meat, tapioca powder, seasonings, egg white, analytic pair, mixer, spoon, washbasin, oven, and penetrometer. Research was conducted in Animal Product Technology Laboratoryusing experimental method. Researchwas design using completely randomized design (CRD) was used. Treatments were composed of P1 (6%), P2 (9%), P3 (12%) and P4 (15%) with 6 replications. Data was analyzed by variance analysis and continued by orthogonal polynomial. The result showed that addition egg white of spent laying hen meatball have very significant effect (P<0,01) on water content, firmness andyield of meatball. The average of water content is 72,14; 73,03; 73,60 and 74,02%, equation linear line Y= 71,03 + 0,21X (r= 0,96).The average of firmness is 0,0713; 0,0724; 0,0738 and 0,0751 mm/g/s, equation linear lineY= 0,0686 + 0,0004X (r= 0,96). The average of yield is 100,94; 101,39; 102,07 and 103,17%, equation linear lineY= 99,26 + 0,25X (r= 0,96). In conclusion, addition egg white until 15% of spent laying hen meatball causes the increasing water content, descending firmness and increasing yield.